Tuesday, November 2, 2010

Profil Seragam Wehrmacht dan Partai Nazi

Hauptmann Heer dengan seragam buatan penjahit khusus yang kinclong dan "extramütze". Hal ini bukanlah sesuatu yang tidak biasa, karena banyak perwira Jerman yang membeli seragam dan topi buatan tailor yang lebih mahal sebagai selingan dari seragam standar yang dibagikan Wehrmacht. Extramütze (topi visor berbingkai yang dibeli pribadi) yang dikenakannya mempunyai lambang yang terbuat dari alumunium bukannya besi cetak biasa. Seragam model M36 yang melekat di badannya terbuat dari bahan wool "trikot" kelas pertama yang lebih nyaman dipakai dibandingkan dengan bahan wool flannel standar. Dia juga memakai Kragenspiegel putih di kerahnya yang dapat dicopot dan dipasang kembali. Medali dengan lambang Swastika besar di kerahnya adalah Deutsches Kreuz in Gold yang diberikan untuk menghargai keberanian di depan musuh dan dibuat untuk "menjembatani" gap besar antara medali Eisernes Kreuz I klasse (yang dia pakai di saku kirinya) dan Ritterkreuz (yang tergantung di lehernya)


Hauptmann Heer dengan seragam tugas M36 standar yang dibagikan Wehrmacht. Pernahkah anda perhatikan betapa elegan dan bergayanya seragam-seragam keluaran Nazi Jerman? Wajar saja, karena Wehrmacht menggunakan jasa perancang baju plus ahli pakaian untuk merancang seragam terbaik buat para prajurit mereka! Seragam yang nantinya keluar haruslah mampu menginspirasi dan mengagumkan, menciptakan kesan seorang pejuang Arya yang tetap gagah walaupun, misalnya, sedang berak di MCK! Untuk lebih memperkuat keperwiraan tersebut, sang desainer menempatkan ikat pinggang di tempat yang lebih tinggi dari biasanya demi menampilkan kesan kaki si pemakai terlihat lebih panjang dari biasanya sehingga otomatis "mendongkrak" tinggi badannya!


Hauptmann Heer dari Divisi Großdeutschland dengan pita lengan model awal dan tulisan GD berwarna emas di tanda pangkat bahunya. Strap model Y berbahan kulit yang melingkar di badannya adalah model awal juga. Di pertengahan sampai akhir perang, bahannya diganti dengan kanvas (yang sebelumnya dipakai oleh pasukan yang ditempatkan di wilayah beriklim tropis) semata karena biaya pembuatannya lebih murah. Medali yang "tersangkut' di seragamnya adalah General Assault Badge, Eiserne Kreuz II klasse (pita), Eiserne Kreuz I klasse, dan Ritterkreuz. Untuk baris pita medalinya adalah War Merit Cross First Class with swords dan 4 year Wehrmacht Long Service medal


Hauptmann Heer (di akhir perang). "Feldbluse" berkantong empat yang dikenakannya terbuat dari bahan yang lebih rendah kualitasnya dibandingkan dengan masa-masa awal, sehingga membutuhkan lubang kancing tambahan demi membuatnya tak gampang terlepas. Perhatikan bahwa Stahlhelm M40-nya tidak mempunyai lambang tiga-warna dan rajawali Heer seperti helm model awal, dan juga telah dilapisi oleh zimmerit (berbentuk seperti semen dan biasanya dipakai untuk membuat ranjau bermagnet tidak menempel di panzer atau kendaraan lainnya). Lah, terus kenapa jadi dipakai di helm? Banyak prajurit infanteri yang "meminjam" zimmerit dari kompatriotnya di Panzertruppen untuk mengurangi tampilan warna baja asli mereka yang kurang "kinclong". Prajurit ini membawa MP40 submachine gun dengan pegangan yang bisa dilipat. Prajurit Sekutu sering salah menyangka senjata ini sebagai "Schmeisser", dan kesalahan ini terus mengemuka walaupun Hugo Schmeisser (perancang terkenal yang membuat Bergmann MP-18 submachine gun di Perang Dunia I) tidak terlibat sama sekali dalam perancangan MP40! Kita lihat pita lengannya telah menampilkan tulisan yang lebih sederhana dibaca, dan merupakan versi yang dipakai dari tahun 1940 sampai dengan seterusnya. Dia telah menutupi tanda pangkat bahunya yang gemerlap emas dengan bungkus berbahan wool demi membuat dirinya tidak menjadi sasaran empuk sniper lawan yang memang umum mengincar para perwira


Hauptmann DAK (Deutsche Afrikakorps) dengan seragam tropis berbahan katun yang dilengkapi dengan lima buah kancing dan lapisan khusus tambahan untuk membantu bertahan di tengah tugas di padang pasir yang berat. Stahlhelm (helm besi) yang dikenakannya merupakan model M40. Secara kasat mata, helm jenis ini hampir tidak ada bedanya dengan versi M35 sebelumnya, hanya saja lubang ventilasi di pinggir telah terintegrasi dengan helm dan bukannya ditambahkan. Senjata yang terletak di pangkuannya adalah senapan mesin ringan MG42, yang dikenal oleh prajurit Sekutu dengan nama senjata "sendawa" karena karakteristik suara yang dikeluarkannya saat memuntahkan 1.200 sampai 1.500 round permenit. Senapan mesin ini juga menginspirasi GPMG M60 yang dipakai Amerika dalam Perang Vietnam. Afrikakorps memakai dua buah model cufftitle (pita lengan). Konon katanya versi kedua (yang tampak dalam foto di atas) dirancang langsung oleh Adolf Hitler dengan tulisan AFRIKA model tulisan sederhana yang dilingkungi oleh dua buah gambar pohon toge eh kurma. Gambar (decal) yang terpasang di helmnya juga terdiri dari dua buah


Hauptmann DAK (Deutsche Afrikakorps) dengan seragam tropis dilengkapi topi lapangan M40 plus syal. Banyak prajurit Afrikakorps yang lebih memilih untuk memakai topi lapangan M40 setiap ada kesempatan sebagai alternatif dari helm besi berat yang akan berubah menjadi "penggorengan" saat terik matahari panas menyengat. Syal yang dibeli dari penduduk lokal juga lebih praktis dibandingkan dengan harus memakai dasi dan seragam sesuai regulasi. Para prajurit Axis yang ikut berpartisipasi dalam kerjasama Jerman-Italia di front Afrika berhak memakai medali kehormatan Italo-German Campaign (di saku kiri). Di atas tiga baris pita medalinya terpasang pula Nahkampfspange in Gold, sementara di bawahnya adalah Eiserne Kreuz I klasse dan Infanterie-Sturmabzeichen. Jangan lupakan pula pita Eiserne Kreuz II klasse yang "nyangsang" di belahan seragamnya


Hauptmann Luftwaffe. Biasanya perwira Luftwaffe mengenakan kemeja putih atau biru di dalam seragam luar yang berwarna abu-abu atau biru. Foto di atas memperlihatkan sang kapten memakai topi "Schirmmütze" dengan lambang elang Luftwaffe versi awal yang kemudian digantikan dengan lambang lebih baru dengan sedikit perbedaan seperti tampak di atas saku kirinya. Seragamnya dilengkapi dengan kancing berbahan alumunium yang elegan, yang begitu berbeda dengan kancing "kerikil" butek seperti yang biasa dipakai oleh kompatriotnya dari Angkatan Darat (Heer). Berbeda dengan kebiasaan perwira Wehrmacht yang memakai ikat pinggang dengan gesper persegi, perwira di atas memakai ikat pinggang kulit coklat bergesper bulat yang biasa dipakai dalam parade. Saku bajunya yang berbelahan datar juga bisa dibilang unik ketika pertama kali diperkenalkan, meskipun kebanyakan prajurit Wehrmacht tetap memilih saku model "bergigi" tradisional. Di atas baris pita medalinya terpasang Frontflugspange, yang menjadi istimewa ketika kita melihat di bawahnya terdapat tambahan yang menandakan bahwa si perwira telah terlibat dalam lebih dari 500 misi tempur! Hal ini tidaklah mengejutkan bila kita melihat di saku kirinya terpasang medali Spanienkreuz sebagai penghargaan bagi partisipan Jerman dalam Perang Saudara Spanyol yang berkobar dari tahun 1936 sampai 1939. Di saku kanannya, medali dengan logo burung rajawali boker Flugzeugführerabzeichen (Pilot's Badge), yang disebut-sebut sebagai medali militer paling INDAH yang pernah dibuat manusia!


Hauptmann Luftwaffe dengan jaket penerbang yang terbuat dari bahan kulit kecoak. Jaket ini dirancang untuk meminimalkan beban gravitasi saat berada di kokpit dan untuk menghindari nyangkutnya kancing atau saku seragam saat naik-turun pesawat. Banyak pilot Luftwaffe yang memodifikasi topi schirmmütze mereka yang bergaris kaku menjadi sedikit "penyek" layaknya pilot-pilot Sekutu, demi membuat nyaman kepala saat memasangkan earphone radio. Kemudian langkah ini menjadi regulasi resmi, dan versi topi yang bisa diremas pun kemudian muncul, dan tak hanya dipakai oleh para anggota Luftwaffe saja, juga awak panzer, U-boat dan bahkan perwira infanteri. Perwira di atas juga memakai versi bordir dari medali Eiserne Kreuz I klasse dan Flugzeugführerabzeichen yang terbuat dari benang kawat halus berbahan alumunium atau perak dibuat khusus untuk perwira


Hauptmann Fallschirmjäger (Penerjun Payung) dengan seragam Fliegerbluse M40 dan Fliegermütze yang merupakan pakaian sehari-hari saat bertugas. Fliegerbluse sendiri terinspirasi dari blus lapangan yang dipakai pasukan Jerman dalam Perang Dunia Pertama. Seragam jenis ini gampang teridentifikasi melalui absennya saku dan kancing baju (yang rupa-rupanya "tersembunyi" dalam belahan di tengah), juga adanya lubang kancing di kerah leher. Sebagai seorang perwira, kerah dan topinya dilengkapi dengan lining/setrip putih, sementara di seragamnya tertempel medali Eiserne Kreuz I klasse dan Fallschirmspringerabzeichen versi bordir. Di bagian pinggir topinya tertempel pula Badge parasut metal milik anggota 1st Fallschirmjäger Regiment yang ditempatkan di front Italia. Pita lengan bertulisan KRETA menandakan bahwa dia adalah veteran Pertempuran di pulau Kreta tahun 1941


Hauptmann Fallschirmjäger. Pasukan terjun payung Luftwaffe dikenal dengan nama Fallschirmjäger, yang arti harfiahnya adalah "pemburu parasut". Mereka digolongkan sebagai prajurit infanteri ringan elite yang mendapat pelatihan keras sehingga menjadi salah satu unit terbaik dalam Perang Dunia II. Prajurit di atas memakai Knochensack (jaket penerjun) model ketiga dengan pola kamuflase "air butek" di luar seragam Feldblau yang dikenakannya. Helm para M38 di kepalanya memajam simbol tiga-warna nasional Jerman di bagian kanan, sementara di kirinya adalah gambar rajawali Luftwaffe. Untuk lebih menguatkan penyamaran, banyak prajurit Fallschirmjäger yang memodifikasi sendiri helmnya dengan belang-belang kamuflase


Hauptmann Polizei dengan seragam berwarna hijau dan topi model "shako" yang biasanya dipakai saat parade dan dilengkapi oleh bulu-bulu "ekor kuda" tradisional. Polisi di atas juga memakai ikat pinggang brokat putih resmi dengan gesper perak khusus perwira. Di saku kirinya terpampang medali Kriegsverdienstkreuz (War Merit Cross 1st class without swords untuk non-kombatan), sementara pita di atas saku adalah 8-year Police long service medal dan 25-year NSDAP long service medal. Melalui sistem ekstra-kredit yang rumit, bukanlah hal yang aneh bila penerima 25-year NSDAP long service medal sebenarnya bertugas kurang dari tahun tersebut


Hauptmann Polizei yang memakai ikat pinggang coklat dari kulit dan sarung pistol Luger


Hauptmann Polizei dengan helm M35 dan senapan Mauser K98. Beginilah kalau setelan Polizei dalam tugas lapangan. Dia memakai helm versi tahun 1935 dengan bendera partai di kanan dan logo rajawali Polizei di kiri. Salah satu medali yang terpampang di seragamnya adalah Bandenkampfenabzeichen (Anti-Partisan Badge) in Silber yang diberikan kepada prajurit Jerman yang telah ikut dalam kampanye-kampanye melawan gerilyawan dan partisan. Di ikat pinggangnya kita bisa melihat kantong peluru dengan lambang rajawali Polizei berbahan kulit hitam yang biasanya terdiri dari tiga set sesuai standar Angkatan Darat


SS-Hauptsturmführer dengan seragam abu-abu. Dia tampaknya adalah veteran perang yang dahsyat, terbukti dari adanya medali Nahkampfspange (Close Combat Clasp) di atas baris pita medalinya dan Panzervernichtungsabzeichen (Tank Destroyer Badge) di lengan kanannya. Nahkampfspange berarti bahwa dia telah melakoni pertempuran satu-lawan-satu, sementara Panzervernichtungsabzeichen berarti bahwa dia telah merontokkan setidaknya satu tank lawan dengan tangannya sendiri menggunakan peledak yang digenggam! Perwira ini berasal dari Panzer-Regiment "Deutschland", yang terlihat dari pita lengan yang dikenakannya


SS-Hauptsturmführer dari divisi panzer SS. Seragam "pembungkus" panzer hitam yang tanpa kancing ini berguna agar kancing atau saku baju tidak tersangkut saat keluar masuk turet panzer yang berukuran kecil. Terus kenapa dipilih warna hitam? Sederhana alasannya, yaitu demi meminimalisir efek "kotor" yang timbul dari oli dan peralatan mekanis yang sehari-hari digeluti oleh awak panzer. Perhatikan bahwa garis-garis di kerah dan topinya berwarna pink dan merupakan waffenfarbe (warna tempur) kebanggaan panzertruppen. Perwira ini adalah seorang veteran, yang bisa dibuktikan dari Panzerkampfabzeichen (Panzer Assault Badge) yang terpasang di seragamnya, medali jenis emas yang menandakan bahwa di pemakainya telah terlibat dalam setidaknya 75 pertempuran menggunakan panzer! Btw, dia berasal dari SS-Panzergrenadier-Division Götz von Berlichingen yang didirikan di akhir-akhir perang, bulan Oktober 1943


SS-Hauptsturmführer dengan jaket kamuflase tipe "blurred edge" pola kedua. Helm lapangan SS abu-abu M40-nya juga tak luput dari sentuhan cat camo warna hitam dan pasir. Kamuflase ini tampaknya telah ditambahkan dengan cara disemprot menggunakan semprotan cat, yang merupakan hal umum di lapangan dan biasanya semprotan tersebut dipinjam dari pool kendaraan. Jaket kamuflase ini biasanya dilengkapi juga dengan kain penutup helm, dan beberapa tentara yang kreatif menambahkan kawat sebagai dudukan untuk daun-daunan, batang dan rumput demi menambah kesan "tidak terlihat". Kita bisa melihat bahwa jaket kamuflase tidak dilengkapi dengan tanda pangkat bahu, dan digantikan dengan yang tertera di lengan kirinya (tanda pangkat Waffen-SS warna hijau yang dibordir). Perwira ini juga membawa Sturmgewehr MP-44 di bahunya, sebuah senapan yang disebut-sebut sebagai senapan serbu modern yang pertama dalam sejarah dan menginspirasi AK 47 yang lebih terkenal


SS-Hauptsturmführer dengan jaket kamuflase musim dingin pola "daun ek" yang bisa dipakai bagian luar atau dalamnya (warna putih salju). Perhatian khusus perlu dilakukan ketika memakai bagian putihnya, karena dapat terkena lumpur sehingga kehilangan nilai penyamarannya. Bahan nilon campurannya sangat susah untuk dibersihkan di lapangan, apalagi di kala musim dingin tiba. Helm pun tidak luput dari kamuflase putih musim dingin. Perhatikan bahwa perwira ini membawa senapan semi-otomatis Walther G/K-43 di pangkuannya yang dilengkapi dengan magasin dari jenis "klip pisang" 25 round yang langka (dibandingkan dengan yang biasa yang biasanya mempunyai 10 round saja). G/K-43 merupakan jawaban dari M-1 Garand buatan Amerika. Satu lagi, perwira SS ini memakai sarung tangan hijau berbahan campuran kanvas dan kulit yang biasanya diberikan kepada prajurit Angkatan Darat


SS-Hauptsturmführer dari Allgemeine-SS. Tampaknya veteran yang telah bertugas 8 tahun ini seharusnya berpangkat lebih tinggi dari "sekedar" kapten. Alasannya ada dua: Pertama, Baris pita 8-year N.S.D.A.P service di atas sakunya adalah tanda dia telah menjadi anggota partai Nazi (bukan SS) selama 8 tahun, suatu masa yang cukup lama. Kedua, chevron di lengan kanannya mengindikasikan bahwa dia adalah mantan perwira Polizei dan bukannya tentara. Dia juga memakai dua buah memorial party Gau badge, yaitu 1925 badge (ketika Hitler mereformasi NSDAP dan mengambil-alihnya) dan East Prussia Gau badge. Medali Gau sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan sipil, tapi anggota SS pun boleh memakainya. Selain dari medali yang telah disebutkan di atas, si perwira juga memakai pin keanggotaan partai Nazi dari emas dan juga armband swastika dengan garis hitam khas SS


Kapitänleutnant Kriegsmarine. Bintang warna emas yang terdapat di bagian bawah lengan kanannya mengindikasikan posisinya sebagai komandan perwira, sementara garis-garis dengan warna yang sama di bawahnya mengindikasikan tanda pangkatnya. Dia memakai seragam biru dengan sepuluh kancing dan topi putih dengan satu baris jalinan emas di visornya yang juga menandakan pangkat si pemakai. Medali Das Flottenkriegsabzeichen (Surface Fleet Badge) di seragamnya menandakan bahwa dia adalah seorang awak kapal perang dan bukannya kapal selam atau kapal tongkang. lambang rajawali yang terpasang di topinya terbuat dari metal berwarna kuning dan bukannya dari bordiran emas seperti yang umumnya dipakai. Bila kita perhatikan secara teliti, tampak bahwa medali Eisernes Kreuz I klasse-nya terbuat dari bahan kuningan, dan konon katanya banyak dipakai oleh para anggota Kriegsmarine demi membuatnya terlindung dari karat yang diakibatkan air laut yang asin dan penuh garam


Kreisleiter NSDAP dengan seragam sipil coklat tanpa tanda pangkat layaknya di militer. Kreisleiter adalah pimpinan kreis (distrik) yang membawahi beberapa kota kecil. Tanggungjawab yang diembannya sama dengan pangkat kolonel di ketentaraan. Medali yang terpasang di seragamnya adalah Blutorden (Blood Order) dan German Order, yang disebut oleh Hitler sebagai medali tertinggi yang dipunyai Jerman


Perwira Gestapo dengan "seragamnya" yang tak lain adalah pakaian sipil biasa dengan jaket kulit hitam dan jas berdasi di dalamnya. Pakaian ini umum digunakan dalam penyamaran dan sebenarnya tidak ada ketentuan dia harus memakai setelan di atas. Cuman saja karena saking seringnya informan Gestapo memakai setelan tersebut, sehingga seakan-akan menjadi sebuah seragam "wajib" saat bertugas, lengkap dengan topi berwarna sama dan koran untuk pengalih perhatian! Kita bisa melihat di dasinya tercantol NSDAP Badge


Sumber :
www.diggerhistory.info

No comments: