Thursday, November 25, 2010

Foto Suasana Natal (Weihnachten) Zaman Third Reich



HEIMAT (TANAH AIR)


Foto yang diambil dari buku "Joachim Peiper. A Biography of Himmler' s SS Commander" karya Jens Westermeier ini memperlihatkan keluarga Peiper dalam perayaan Natal (Kriegsweihnacht) di rumah mereka di Berlin tahun 1939. Dari kiri ke kanan: Joachim Peiper (30 Januari 1915 - 13 Juli 1976), Woldemar Peiper (18 Juli 1878 - 5 Februari 1960), dan Horst Peiper (1912 - 11 Juni 1941). Woldemar adalah perwira di Heer dengan pangkat Hauptmann (di masa antara dua perang dunia bekerja sebagai Lotterieeinnehmer), sementara istrinya (ibu Jochen dan Hasso) bernama Marie Schwartz (15 Januari 1879 - 15 Februari 1949). Horst mati bunuh diri tahun 1941 setelah menderita depresi berat karena ketahuan sebagai homoseks alias tukang tusbol (tusuk bo'ol)! Sebenarnya ada satu lagi anggota keluarga mereka yang tidak nongtot dalam foto ini: Hans-Hasso yang meninggal di rumah sakit Berlin tanggal 11 Mei 1942 dengan keterangan resmi karena Tubercolosis, meskipun dicurigai bahwa sebenarnya dia meninggal karena euthanasia setelah menderita masalah mental berat!

-------------------------------------------------------------

OSTFRONT (FRONT TIMUR)
 
Perayaan Natal sederhana di Front Timur yang memperlihatkan saat Santa Claus atau "Der Weihnachtsmann" (Bapak Natal) membawa hadiah-hadiah untuk para prajurit Wehrmacht dengan menggunakan kereta salju yang ditarik oleh kuda, lengkap dengan "bodyguard" pengiring berski! Si Sinterklas sendiri pastilah seorang perwira karena ia memegang Wolchowstock di tangannya



Foto yang diambil bulan Desember 1942 di markas besar 9.Armee/Heeresgruppe Mitte. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Hans Jordan (Komandan-Jenderal VI.Armeekorps); Generaloberst Walter Model (Oberbefehlshaber 9.Armee); Generalmajor Luftwaffe Richard Heidrich (Komandan 7.Flieger-Division); dan General der Infanterie Ehrenfried Oskar Boege (Komandan 197.Infanterie-Division). Pada saat itu 7.Flieger-Division dan 197 Infanterie-Division merupakan bagian dari VI.Armeekorps yang juga sendirinya merupakan bagian dari 9.Armee. Terdapat beberapa foto yang memperlihatkan keempat jenderal ini rantang-runtung di periode tersebut


Weihnachten (perayaan natal) para staff Generalfeldmarschall Erich von Manstein yang diselenggarakan di markas besar Heeresgruppe Süd (4. Panzerarmee, 8. Armee, 1. Panzerarmee) di Vinnitsa, Ukraina, tanggal 25 Desember 1943. Sang Marsekal yang biasanya tampak garang kini terlihat santai saat "diberkati" oleh Sinterklas dengan pakaian alakadarnya!

-------------------------------------------------------------

FRONT BALKAN

Natal pertama untuk SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen", Desember 1942. Meskipun Schutzstaffel (SS), sebagai sebuah organisasi pagan, pada dasarnya adalah penentang agama Kristen - tapi mereka tetap mengizinkan perayaan Natal bagi para anggota-anggotanya, karena begitu dalamnya agama ini berakar di benua Eropa (dan oleh sebab itu, untuk menghindarkan penyia-nyiaan potensi sumber daya manusia untuk dijadikan prajurit SS). Foto ini memperlihatkan saat beberapa orang anggota Prinz Eugen - yang sebagian besarnya diambil dari etnis Jerman yang tinggal di wilayah Banat, Eropa Tengah - merayakan secara sederhana Hari Natal pertama dan satu-satunya yang diadakan di masa tenang, sebelum keberangkatan menuju operasi tempur tanpa henti di wilayah Yugoslavia. Wajah-wajah mereka sudah menunjukkan ekspresi kerinduan yang teramat dalam terhadap kampung halaman, tempat dimana sebagian besar dari mereka tak akan pernah kembali pulang kepadanya


 Para anggota dari III.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 14 "Skanderberg" / 7.SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" memberi salam hormat Nazi di depan makam rekan-rekan seperjuangan mereka yang terbunuh oleh kelompok Partisan (NOVJ) dalam pertempuran di dekat desa Duboštica (Vareš), yang berlangsung pada hari Natal tanggal 25 Desember 1943 - sebagai bagian dari Unternehmen Schneesturm (Operasi Badai Salju). Hanya berselang dua tahun kemudian, sebagian besar dari orang-orang ini juga akan terkubur di dalam tanah saat Natal menjelang. Mereka-mereka yang beruntung bertahan hidup - biasanya dipersiapkan untuk menjalani pengadilan penjahat perang - merayakan Hari Natal di dalam penjara secara sederhana. Berikut ini adalah pengalaman semacam tersebut yang berasal dari penuturan Wilhelm Ebeling, seorang perwira dari Divisi SS Handschar, yang termuat dalam buku "Vorwärts, Prinz Eugen!" karya Otto Kumm: "Seorang bintara Yugoslavia yang baik hati mendapat giliran jaga di malam ini. Kami mengajukan izin kepada dia untuk menyanyikan beberapa buah lagu dan menggunakan lampu penerang lebih lama dari biasanya. Dia dengan murah hati memberikan izin. Lalu mulailah perayaan Natal kami. Saat itu kami tidak punya lilin, apalagi ranting pohon pinus... kami lalu menyanyikan beberapa buah lagu Natal... yang dilanjutkan dengan pertukaran 'hadiah'. Para senior telah mempersiapkan beberapa buah roti jagung di hari sebelumnya. Roti tersebut diberikan kepada para prajurit yang lebih muda, yang sekarang memakannya dengan lahap sambil mengklaim bahwa rasanya bagaikan kue madu terbaik! Beberapa batang rokok juga turut 'hadir' di dalam sel, entah darimana datangnya, dan benda berharga tersebut dibagikan secara adil. Tak lama kemudian terdengar perintah dalam bahasa Serbia, 'Tišina!' (diam), dan lampu penjara pun mati". Foto oleh SS-Kriegsberichter Hugo Kemps

AFRIKAKORPS 


"Fröhliche Weihnachten", dari temanmu di Luftwaffe yang berada di medan perang Afrika Utara. Si prajurit berpangkat Obergefreiter yang memakai tropenhelm (pith helmet) ini tampak sedang merapikan pohon Natal hasil bikinan seadanya. Uniknya, kita bisa melihat bahwa dia memakai seragam dengan Adler Heer sementara di kerahnya memakai Kragenspiegel Luftwaffe! Hal ini biasa terjadi di medan perang Afrika dimana seringkali terjadi kelangkaan pakaian tropis Luftwaffe sehingga untuk mengatasinya (sekaligus sebagai tangkal-darurat) maka digunakanlah stok yang ada, termasuk yang punya Heer



Perayaan Natal sederhana para anggota 5.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 33 (motorisiert) / 15.Panzer-Division, 25 Desember 1942. Walaupun mereka dalam keadaan mundur teratur dari Mesir setelah kekalahan di Front El Alamein, tapi prajurit-prajurit Afrikakorps umumnya masih mempunyai mental bertempur yang tinggi karena menganggap mereka kalah bukan karena masalah kualitas melainkan kalah kuantitas. Untuk merayakan hari itu dibagikan jatah ransum istimewa yang berisi roti tambahan, coklat, anggur merah (Meggy Z. kalee!), dan makanan-makanan lain yang biasanya sulit didapatkan dalam keadaan normal. Petugas yang berwenang sedang bermurah hati karena depot perbekalan sedang dikosongkan dan barang-barang yang tertinggal dimusnahkan dengan cara dibakar demi mencegah jatuh ke tangan musuh yang mengejar. Orang yang nyengir di tengah sambil memegang roti adalah Fahnenjunker-Wachtmeister Helmuth Orschiedt (Vorwärtser Beobachter alias Pengamat Depan/Forward Observer), sementara kedua dari kiri adalah Schütze Heimann asal Panrod/Taunus (Jerman) yang merupakan supir Orschiedt. Foto ini diambil dengan cara self-timer menggunakan kamera milik Orschiedt

-------------------------------------------------------------

WEIHNACHTSKARTEN (KARTU NATAL)


Sebuah kartupos bertemakan Natal tahun 1943 yang dikirim oleh tawanan Wehrmacht kepada keluarganya di Jerman dari kamp penahanannya di Aliceville, Alabama, Amerika Serikat. Kemungkinan besar gambar kartupos ini adalah buatan sendiri dan memperlihatkan bayi Yesus dalam buaiannya di malam yang bertaburkan bintang. Di latar belakang tampak pos penjagaan khas kamp tawanan atau penjara! Kriegs-Weihnacht sendiri berarti "Natal di masa perang"

-------------------------------------------------------------

 


Sinterklas Wehrmacht. Tetap kreatif di tengah segala keterbatasan yang ada di front depan!


Kartu Natal dari Blaue Division (Divisi Biru, unit sukarelawan Wehrmacht dari Spanyol) yang diambil dari sebuah buku dan memperlihatkan semangat orang Spanyol untuk bersenang-senang dalam keadaan apapun


Lucu-lucuan saat Natal


Natalnya anggota Nazi. Tahukah anda apa hadiah Natal yang paling populer masa itu? Buku MEIN KAMPF!


Paman Adolf bersama dengan pohon Natal


Kartu Natal Wehrmacht


Sebuah kartu Natal yang dikirimkan oleh anggota Deutsche Afrikakorps dari Afrika yang, uniknya, menampilkan foto sebuah masjid!


Beberapa foto suasana Natal yang diambil dari album seorang anggota pembersih ranjau Kriegsmarine


Achtung! Foto ini begitu jelas dan terangnya, anda tidak akan menyangka ia berasal dari tahun 1940!


Seorang perwira Heer duduk santai di depan pohon Natal dan hadiah-hadiah Natal (yang kebanyakannya miras!)


Jamuan malam Natal prajurit Heer


Malam Natal para anggota SS "Germania" tanggal 24 Desember 1941 di Belanda


Sebuah kartu pos bertema Natal yang dikirim oleh seorang pendeta Katolik Kriegsmarine ke saudara perempuannya


Kartu Natal Gebirgsjäger


Gebirgsjäger di malam Natal


"Grüß Gott und frohliche Kriegsweihnacht Kameraden"... Para Gebirgsjäger merayakan Natal dengan membuka hadiah-hadiah



Perayaan Natal Pionier-Brücken-Bataillon 699


Para prajurit Jerman berfoto dengan pohon Natal


Perayaan Natal Wehrmacht

 


Sumber :
Koleksi pribadi Akira Takiguchi
Koleksi pribadi Larrister

www.bandenkampf.blogspot.com
www.deutsches-afrikakorps.blogspot.com
www.feldgrau.com
www.forum.axishistory.com

www.historicalwarmilitariaforum.com
www.wehrmacht-awards.com
www.worldwarsandjunk.tumblr.com

No comments: