Wednesday, November 17, 2010

Foto Upacara Penyerahan Medali Heer

 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) menganugerahkan medali Eisernes Kreuz (tidak disebutkan apakah II.Klasse atau I.Klasse) kepada para prajurit dan perwira Jerman yang berprestasi di Front Barat - saat itu masih berupa wilayah perbatasan Jerman dengan Prancis - pada tanggal 26 Oktober 1939. Meskipun tidak sedahsyat pertempuran yang terjadi di Polandia, tapi pasukan Wehrmacht yang bersiaga di wilayah perbatasan Barat juga terkadang terlibat dalam baku-tembak, meskipun biasanya terjadi secara sporadis dan tidak dalam skala besar. Pada tanggal 7 September 1939 pihak Prancis melakukan invasi ke wilayah Saarland di Jerman. Mereka berharap bahwa Hitler terlalu sibuk di Polandia sehingga pasukannya di Barat tidak akan terlalu memberikan perlawanan berarti. Tapi perkiraan mereka salah. Pasukan penyerbu hanya bisa maju sejauh beberapa kilometer ke wilayah Jerman, sebelum dipukul mundur oleh pihak yang bertahan. "Ketidakseriusan" Prancis dalam melakukan serbuan all-out membuat pasukan Jerman mampu merebut kembali semua wilayah mereka yang diduduki sebelumnya oleh musuh. Pada tanggal 16 September 1939 tentara-tentara Prancis kembali ke tempat berpijak mereka di awal penyerbuan, dengan meninggalkan 2.000 orang yang tewas, hilang, terluka dan tertawan. Pihak Jerman sendiri hanya menderita korban 196 orang yang tewas, 114 hilang, dan 356 luka-luka


6 Juli 1940: Upacara penganugerahan medali Eisernes Kreuz I.Klasse untuk Hauptmann im Generalstab Ulrich Ulms (Stabsoffizier 16. Armee) oleh General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee). Sebelumnya dia telah mendapatkan Eisernes Kreuz II.Klasse pada tanggal 28 September 1939. Ulms nantinya juga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 12 Agustus 1944 sebagai Oberstleutnant im Generalstab dan Chef des Stabes Korpsgruppe "von Gottberg" / XII.SS-Armeekorps. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1936); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit "Spange Prager Burg"; Deutsches Kreuz in Gold (30 Januari 1942); Medaille Winterschlacht im Osten (29 Juli 1942); serta Infanterie-Sturmabzeichen in Silber(Juni 1944)


Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte) menganugerahkan Eisernes Kreuz I klasse kepada Leutnant Riedesel tanggal 26 Oktober 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa. Tidak ada keterangan nama perttama atau berasal dari unit mana si Riedesel ini, tapi kemungkinan dia dari 1. Kavallerie-Division karena di belakang Bock berdiri komandannya, Generalmajor Kurt Feldt. Disini sang Marsekal membawa serta Interimstab-nya


Upacara penganugerahan medali dari unit Heer yang tidak diketahui. Si penerima cukup menerima Urkunde (dokumen) saja dan medalinya biasanya nanti menyusul. Kadang-kadang terdapat keterlambatan pasokan medali untuk unit-unit Wehrmacht di garis depan sehingga mereka memanfaatkan segala sarana yang tersedia, yang penting "hak" pemberian medali bagi si prajurit dapat segera terlaksana!



 Upacara penganugerahan Eisernes Kreuz II.Klasse dari sebuah unit Heer yang tidak diketahui. Berbeda dengan Inggris dan Amerika, seorang prajurit Jerman yang berprestasi di medan pertempuran tidak bisa serta merta dianugerahi medali militer tertinggi negara tersebut, Ritterkreuz. Dia harus BERKALI-KALI melakukannya dan setidaknya sudah mendapatkan medali pendahulu "standar" seperti Eisernes Kreuz II.Klasse, Eisernes Kreuz I.Klasse dan Deutsches Kreuz in Gold. Hanya di kasus-kasus tertentu dimana prestasi yang dilakukan oleh si prajurit begitu luar biasa sehingga dia langsung memborong medali pendahulu sekaligus Ritterkreuz-nya, meskipun hal tersebut hanya terjadi 1 berbanding 1.000.000!


 Pemberian medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan Infanterie-Sturmabzeichen oleh seorang Hauptmann (kemungkinan Kompaniechef, komandan kompi) kepada prajurit bawahannya yang terluka yang diselenggarakan di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan) di Nowo Alexandrowskoje, Rusia, tahun 1942


Upacara penyerahan medali bagi para prajurit Jerman yang berprestasi dalam pengepungan Cholm (musim dingin 1941/1942) yang diberikan langsung oleh komandan pasukan Jerman yang terkepung, Generalleutnant Theodor Scherer, akhir bulan Januari 1942. Foto oleh Kriegsberichter Richard Muck dari PK (Propaganda-Kompanie) 501


Oberst Dr.-Ing Albrecht Adolf Heinrich Peter Czimatis (18 April 1897 - 22 Desember 1984) adalah perwira artileri dari Prusia yang pertama kali bertugas di Altmärkisches Feldartillerie-Regiment Nr. 40 tanggal 24 Maret 1915. Dia tetap berada di Reichsheer diantara dua perang dunia. Pada tahun 1932 Czimatis lulus dari kuliahnya dengan gelar Doktor Teknik. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 2 Juli 1942 sebagai Kommandeur Artillerie-Regiment 83 / 100.Jäger-Division / XXXX.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Pada akhir Pertempuran Stalingrad (5 Januari 1943) dia diperintahkan untuk mengambil alih komando 305. Infanterie-Division dari Oberst im Generalstab Bernhard Steinmetz yang terluka, dan keesokan harinya mendapat "limpahan" sisa-sisa prajurit dari 79. Infanterie-Division! Setelah ditawan oleh Tentara Merah, Czimatis menjadi anggota Nationalkomitee Freies Deutschland, organisasi anti-Nazi yang dibentuk oleh para tawanan Jerman di Rusia. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Agustus 1916); 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse (26 September 1918); Baden Order of the Zähringer Löwen; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse. Foto di atas memperlihatkan saat DKiGverleihung (hari penganugerahan DKiG) untuk Czimatis, dimana yang menyematkan medali tersebut adalah Generalleutnant Werner Sanne (Kommandeur 100. Jäger-Division)


Reichsführer Heinrich Himmler dari SS menganugerahi para prajurit pemberani Heer ini dengan Nahkampfspange in Gold atas nama Führer, bulan Oktober 1944



Generaloberst Heinz Guderian memberikan medali "die goldene Einzelnahkämpfern Nahkampfspange" kepada para prajurit pinilih Heer tanggal 27 Maret 1945, kurang dari dua bulan sebelum Perang Dunia II berakhir. Disini kita bisa melihat para prajurit veteran yang penuh dengan medali tersebut, yang merupakan "musium" bagi dirinya sendiri. Perhatikan medali-medali keberanian yang telah mereka raih! Mereka adalah pahlawan dalam arti yang sebenarnya...


Prajurit-prajurit dari 22. Infanterie-Division yang difoto bersama dengan senjata dan perlengkapan mereka tak lama setelah menerima medali Eisernes Kreuz II klasse


Oberst Karl Arning (pangkat terakhir Generalmajor) menganugerahkan medali Eisernes Kreuz kepada para prajuritnya yang telah memperlihatkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran di bukit sekitar Sinjawino (Rusia). Upacara itu sendiri diselenggarakan bulan Januari 1943


Generalleutnant Gustav Schmidt (Kommandeur 19. Panzer-Division) menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse kepada para prajurit berprestasi dari Panzergrenadier-Regiment 73. Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil. Yang jelas, Schmidt menjadi komandan 19.PzD dari tanggal 5 Januari 1942 s/d 7 Agustus 1943. Perwira yang mengiringi Schmidt kemungkinan adalah komandan batalyon dari prajurit-prajurit tersebut


Major Hans-Detlev Chrapkowski (Kommander Panzer-pionier-Bataillon "Großdeutschland") menganugerahkan Panzervernichtungsabzeichen (nama lengkapnya: "Sonderabzeichen für das Niederkämpfen von Panzerkampfwagen durch Einzelkämpfer") kepada salah seorang anakbuahnya yang berpangkat Obergefreiter di depan sebuah tank T-34 Rusia hasil rampasan, Mei 1944. Foto oleh Kriegsberichter Scheerer (KB-Zug HGr. Südukaine). Chrapkowski sendiri merupakan mantan perwira dari Pionier-Bataillon 43 yang dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold di bulan yang sama dengan foto di atas, tanggal 28 Mei 1944


 Setelah si Obergefreiter muda (yang sayangnya tak diketahui namanya) menerima Panzervernichtungsabzeichen, kini giliran Oberfeldwebel yang juga adalah "Spieß" unit menyerahkan dokumen kelengkapan medalinya. Unit Pionier atau zeni (insinyur tempur), dengan peralatan peledak khusus serta senjata jarak dekat lain yang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan tentara infanteri biasa, memang merupakan satuan paling ideal kalau sudah berurusan dengan buru-memburu tank yang berbahaya. Sebelum Panzerfaust membuat setiap prajurit mempunyai senjata anti-tanknya sendiri, satuan Pionier adalah penyumbang paling banyak dalam hal penghancuran tank musuh yang dihancurkan oleh tangan! Sejak Perang Dunia Pertama, prajurit Jerman telah dilatih untuk berlindung tanpa terlihat manakala tank lawan datang, membiarkan mereka lewat, mempercayakan pada artileri untuk memisahkan tank-tank sialan itu dari infanteri yang mengiringinya, lalu setelah itu baru menghabisi si tank yang sendirian dengan menempelkan peledak di bagian belakang lapis baja yang lebih tidak terlindungi



---------------------------------------------------------------------------



Foto upacara penghargaan Heer lainnya




Sumber :
 
Buku "Germany's Combat Helmets 1933-1945: A Modern Study" karya Ken Niewiarowicz
Buku "The Face of Courage: The 98 Men Who Received the Knight's Cross and the Close-Combat Clasp in Gold" karya Florian Berger
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi John "StuGIII"

Foto koleksi pribadi Lionel H.
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org

www.deutschefotothek.de 
www.doktorweb.cz
www.flemishmilitariacollection.be
www.forosegundaguerra.com
www.forum.axishistory.com

www.histomil.com
www.kegans-militaria.webstarts.com

www.lagis-hessen.de 
www.militaria-archive.com
www.norgeslexi.no

www.pixpast.com
www.web.iwebcenters.com
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2awards.com

No comments: