Sunday, October 8, 2017

Foto Ernst Busch

Generalfeldmarschall Ernst Busch (6 Juli 1885 - 17 Juli 1945) bertempur sebagai perwira infanteri dalam Perang Dunia I di Front Barat, meraih Pour le mérite (4 Oktober 1918), dan kemudian tetap dipertahankan dalam organisasi Reichsheer setelah perang usai. Secara tetap karirnya makin menanjak, dan pada tahun 1936 sudah menjadi Generalmajor dan Komandan 23. Infanterie-Division. Selama berlangsungnya invasi Jerman ke Polandia, Busch menjadi Panglima VIII. Armeekorps. Pada tahun 1940 dia ditunjuk sebagai Panglima 16. Armee, dan memimpinnya dalam penyerbuan ke Prancis serta fase pertama pertempuran di Front Timur. Pada tahun 1943 Busch menjadi salah satu dari sedikit perwira tinggi Wehrmacht yang diangkat sebagai Generalfeldmarschall. Dia juga menjadi Panglima Heeresgruppe Mitte di Front Timur, tapi dipecat pada bulan Juni 1944 setelah komandonya hancur-lebur akibat Operasi Bagration yang dilancarkan oleh Soviet. Pada tahun 1945 dia menjadi Panglima Heeresgruppe Nordwest di Front Barat, dan kemudian menyerah pada pasukan Inggris di bulan Mei 1945. Tak lama kemudian Busch meninggal dalam tawanan Inggris karena sakit alami yang dideritanya. Medali dan penghargaan yang diperolehnya: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Mei 1940 sebagai General der Infanterie dan Oberbefehlshaber 16.Armee; Eichenlaub #274 pada tanggal 21 Agustus 1943 sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 16.Armee; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (20 September 1914) und I.Klasse (6 Maret 1915); Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (14 Juni 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber (1918); Pour le mérite (4 Oktober 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer (1 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse (2 Oktober 1936); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse (18 September 1939) und I.Klasse (25 September 1939); Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942“ (30 Juli 1942); Demjanskchild; serta Freiheitskreuz I. Klasse mit Stern und Schwertern Finlandia (29 Maret 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (6 Agustus 1941, 16 September 1941, 21 Oktober 1941, dan 28 Januari 1943). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



Foto Ernst Busch di tahun 1922 saat masih berpangkat Hauptmann dan menjadi Staff 6. Division (Reichswehr). Foto ini diambil dari Dienstlaufbahn (Catatan Karir) milik Busch, juga terdapat dalam Personal-Nachweis (Sertifikat Pribadi) di Personalakte (Data Pribadi) dirinya. Dalam foto ini, kita bisa melihat sang perwira bertubuh besar yang dengan bangga mengalungkan medali Pour le mérite di lehernya, yang dia dapatkan tanggal 4 Oktober 1918 sebagai penghargaan atas aksi heroiknya dalam Perang Dunia Pertama.



Oberst Ernst Busch (Kommandeur Infanterie-Regiment Potsdam) berdiri di sebelah kiri bersama dengan Karl Freiherr von Plettenberg. Plettenberg (18 Desember 1852 - 10 Februari 1938) sendiri adalah mantan General der Infanterie Kaiserliche Armee dalam Perang Dunia Pertama yang dianugerahi Pour le mérite pada tanggal 14 Mei 1915 sebagai penghargaan atas kepemimpinannya di medan tempur, sama seperti juniornya Busch. Dalam foto ini - kemungkinan besar diambil di tahun 1934 atau 1935 - Plettenberg sudah menjadi aki-aki berumur 85 tahun, yang masih tetap terlihat gagah saat mengenakan seragam masa Kekaisarannya. Selain Aguilette yang melintang di dadanya, sang veteran perang juga mengenakan pin Gedenkzeichen für Generaladjutanten von König Wilhelm II di bawah medali dada Bruststern, yang menunjukkan pemakainya adalah mantan Generaladjutant dari Kaiser Jerman Wilhelm II. Anak tertua Karl Freiherr von Plettenberg, Karl-Wilhelm, gugur dalam Perang Dunia Pertama, sementara anak keduanya, Kurt von Plettenberg, terlibat dalam upaya kudeta terhadap Hitler tanggal 20 Juli 1944. Kurt bunuh diri dengan terjun bebas dari gedung saat diinterogasi oleh Gestapo mengenai sejauh mana keterlibatannya dalam kudeta yang gagal tersebut.



Adolf Hitler di anak tangga Marathon dalam pembukaan Olimpiade Berlin, 1 Agustus 1936 dengan didampingi oleh para pimpinan Komite Olimpiade Internasional. Di kiri adalah Henri de Baillet-Latour (Presiden IOC) sementara di kanannya adalah Theodor Lewald (Ketua Panitia Olimpiade Jerman). Di belakang Baillet-Latour adalah Generalleutnant Wilhelm Keitel (Chef des Wehrmachtsamtes im Reichskriegsministerium), sementara jenderal Jerman yang jalan bersama Keitel kemungkinan adalah Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division). Hitler sendiri didampingi oleh komandan pengawal pribadinya, Sepp Dietrich (memakai seragam hitam SS dan stahlhelm).


Dalam foto yang diambil oleh Heinz Fremke pada tanggal 1 Agustus 1936 ini, kita bisa melihat para anggota Komite Olimpiade Münich 1936 menginspeksi pasukan kehormatan Wehrmacht setelah selesainya upacara penyimpanan karangan bunga di Neue Wache Unter den Linden, Berlin. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division. Mitglied im Organisationskomitee der Olympischen Spiele 1936), Henri de Baillet-Latour (Presiden International Olympic Committee, IOC), Dr. Theodor Lewald (Organisationskomitee der Olympischen Spiele 1936), dan Charakter als Generalleutnant Ernst Schaumburg (Kommandant von Berlin). Sedikit terlihat di latar belakang adalah bangunan Friedrich-Wilhelms-Universität, Zeughaus, Stadtschloss, Stadtkommandantur, dan Kronprinzen-Palais.


Olimpiade Münich, Jerman, tanggal 5 Agustus 1936: Adolf Hitler dan kawan-kawan dengan antusias bertepuk tangan saat atlit Pentathlon Modern Jerman, Gotthardt Handrick, memenangkan babak final di Stadion Renang Münich. Handrick menang dengan total poin 31,5, sementara Charles Leonard dari Amerika Serikat berada di peringkat kedua dengan poin 39,5 dan Silvano Abba dari Italia di peringkat ketiga dengan poin 45,5. Untuk identifikasinya, seperti biasa: 1.Reichssportführer Hans von Tschammer und Osten (Leiter Deutscher Reichsbund für Leibesübungen, DRL), 2.Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division. Mitglied im Organisationskomitee der Olympischen Spiele 1936), 3.Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), 4.Dr. Theodor Lewald (Organisationskomitee der Olympischen Spiele 1936), 5.Generalleutnant Erwin von Witzleben (Kommandierenden General III. Armeekorps. Mitglied im Organisationskomitee der Olympischen Spiele 1936), 6.Franz Ritter von Epp (Reichsstatthalter in Bayern), 7.SS-Gruppenführer Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP), 8.SA-Gruppenführer Wolf-Heinrich Graf von Helldorff (Polizeipräsident Berlin), 9.tidak diketahui, 10.SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler), 11.SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Leiter der Politischen Abteilung der Polizeidirektion München), dan 12.tidak diketahui.


Olimpiade Münich, Jerman, tanggal 5 Agustus 1936: Adolf Hitler dan kawan-kawan saat menyaksikan babak final lomba Pentathlon Modern di Stadion Renang Münich yang dimenangkan oleh atlit asal Jerman, Gotthard Handrick. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef der Deutschen Ordnungspolizei), Reichssportführer Hans von Tschammer und Osten (Leiter Deutscher Reichsbund für Leibesübungen, DRL), Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division. Mitglied im Organisationskomitee der Olympischen Spiele 1936), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalleutnant Erwin von Witzleben (Kommandierenden General III. Armeekorps. Mitglied im Organisationskomitee der Olympischen Spiele 1936). Di atas Witzleben terlihat SA-Gruppenführer Wolf-Heinrich Graf von Helldorff (Polizeipräsident Berlin).


August von Mackensen (mantan Generalfeldmarschall Jerman dalam Perang Dunia Pertama) dan juniornya, Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 35. Infanterie-Division), bertemu di Potsdam (Berlin/Brandenburg) dalam acara memperingati 150 tahun meninggalnya Raja Prusia terkemuka, Friedrich der Große (Frederick the Great), tanggal 17 Agustus 1936.


Desember 1936: Mantan Chef des Heeresleitung masa Reichswehr - dan orang yang paling berjasa dalam pengembangan militer Jerman di masa sebelum Nazi - Generaloberst z.V. Hans von Seeckt, mengadakan kunjungan ke markas Infanterie-Regiment 67, dimana pada tanggal 22 April 1936 sebelumnya dia telah diangkat menjadi Komandan Kehormatan atau Chef des Regiment (Seeckt sendiri mengenakan insignia Chef des Regiment dan bukannya insignia jenderal). Disini dia (berdiri di tengah menghadap kamera) sedang memperhatikan komandan upacara yang juga merupakan komandan Infanterie-Regiment 67, Oberst Ernst Seifert. Di sebelah kiri adalah Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division), sedangkan di sebelah kanan adalah Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Dari tanggal 15 Oktober 1935, Infanterie-Regiment 67 (Seifert) berada di bawah komando 23. Infanterie-Division (Busch).



Ernst Busch dalam foto studio yang dibuat pada tanggal 16 Juni 1937. Pada saat itu dia berpangkat Generalmajor dan menjadi Kommandeur 23. Infanterie-Division, sebuah jabatan yang diembannya dari sejak pembentukan divisi tersebut pada tanggal 15 Oktober 1935. Busch mengenakan medali keberanian bergengsi Pour le mérite di lehernya, yang didapatkannya pada tanggal 4 Oktober 1918 saat masih bertugas sebagai komandan kompi di Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56.



Foto parade militer Jerman yang digelar di Berlin pada bulan Januari 1938. Baris depan, dari kiri ke kanan : Generalleutnant Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division), General der Panzertruppe Oswald Lutz (Kommandierender General der Panzerkorps), General der Flieger Leonhard Kaupisch (Befehlshaber Luftkreis II in Berlin), dan Charakter als General der Artillerie Edmund Wachenfeld (General z.b.V. der Luftwaffe beim OKH). Baris belakang: Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1 in Berlin). Lutz tercatat sebagai jenderal Jerman pertama yang mendapatkan pangkat GENERAL DER PANZERTRUPPE (dipromosikan pada tanggal 1 November 1935, sekaligus menjadi Kepala Pasukan Mekanis Jerman yang baru dibentuk).



Tiga orang perwira tinggi Wehrmacht dalam sebuah acara militer di Potsdam, Brandenburg. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Generalleutnant Ernst Seifert (Kommandant von Berlin), dan General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender-General VIII. Armeekorps). Mereka mengenakan Waffenrock (Seragam Parade), lengkap dengan ikat pinggang bergaris khusus yang dinamakan sebagai Feldbinde, dan juga Schnur (tambang) yang melintang di bahu. Tidak diketahui kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar sebelum perang.



Para perwira tinggi Wehrmacht di Potsdam, Brandenburg, pada awal tahun 1938. Dari kiri ke kanan : Generalleutnant Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division), tidak diketahui, Oberstleutnant Johannes Friessner (Chef des Stabes der Inspektion der Kriegsschule Potsdam), Oberst Wilhelm Wetzel (Kommandeur Kriegsschule Potsdam), x , x , serta Oberstleutnant im Generalstab Friedrich Blümke (Ia Erster Generalstabsoffizier 23. Infanterie-Division). Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat perwira-perwira 23. Infanterie-Division mengadakan kunjungan ke Kriegsschule Potsdam (Sekolah Perang Potsdam), yang secara turun-temurun telah menghasilkan pemimpin-pemimpin militer terkemuka Jerman. Selain sebagai Divisionskommandeur, kunjungan ini juga dilakukan Busch dalam kapasitasnya sebagai Direktur Kursus Stabsoffizier 23. Infanterie-Division.



13 Maret 1938: Inspeksi para veteran perang (belakang), Musikkorps (tengah), serta pasukan kehormatan (depan) dalam rangka peringatan Heldengedenktag (Hari Pahlawan) yang diadakan di lapangan Stadtschloss Breslau, Silesia (Jerman). Dari kiri ke kanan: Gauleiter Josef Wagner (NSDAP-Gauleiter Gau Westfalen-Süd und Gau Schlesien), Generalleutnant Hans von Obstfelder (Kommandeur 28. Infanterie-Division), dan General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender-General VIII. Armeekorps und Kommandeur Wehrkreis VIII)




Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Generaloberst Wilhelm List di wilayah  Jarosław, Polandia. Di sebelah Hitler berdiri General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps), sementara di belakangnya adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Kedua jenderal ini sama-sama mempunyai postur tinggi besar!



Adolf Hitler menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Generaloberst Wilhelm List di  wilayah  Jarosław, Polandia. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Obstfelder (Kommandeur 28. Infanterie-Division), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Di latar belakang tampak barisan panjang kereta berkuda Wehrmacht yang sedang menyeberangi jembatan ponton.



Adolf Hitler menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Generaloberst Wilhelm List di  wilayah  Jarosław, Polandia. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), dan Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess). Foto ini diambil dari buku "Von Lemberg bis Bordeaux: Fronterlebnisse eines Kriegsberichters" karya Leo Leixner



Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) dan Oberstleutnant Otto Schünemann (Kommandeur Infanterie-Regiment 184 / 86.Infanterie-Division). Foto ini kemungkinan besar diambil pada musim dingin tahun 1939/40, ketika 86. Infanterie-Division berada di bawah rantai komando XXIII.Armeekorps / 16.Armee (bulan Desember 1939 s/d Januari 1940). Dalam periode ini, seluruh komponen Angkatan Bersenjata Jerman sibuk melakukan latihan dan manuver perang sebagai persiapan untuk kampanye militer selanjutnya di Front Barat



Foto ini diambil pada awal tahun 1940 dan memperlihatkan para staff dari 16. Armee sedang menghadiri sebuah rapat pertemuan. Duduk di kursi depan di tengah adalah General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), sementara yang paling dekat dengan kamera adalah Generalmajor Walter Model (Chef des Generalstabes 16. Armee). Yang terakhir kemudian mencuat namanya dalam palagan di Front Timur, dan menjadi salah satu dari hanya 27 orang terpilih di seantero Wehrmacht yang menerima medali super bergengsi: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten



Generaloberst Walther von Brauchitsch (kanan, Oberbefehlshaber des Heeres) dalam acara penghargaan medali untuk prajurit-prajurit Wehrmacht yang berprestasi dalam pertempuran di Front Barat, bulan Mei 1940. Di belakangnya memperhatikan General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee). Foto oleh Kriegsberichter Otto Schönstein dari firma Heinrich Hoffmann



6 Juli 1940: Upacara penganugerahan medali Eisernes Kreuz I.Klasse untuk Hauptmann im Generalstab Ulrich Ulms (Stabsoffizier 16. Armee) oleh General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee). Sebelumnya dia telah mendapatkan Eisernes Kreuz II.Klasse pada tanggal 28 September 1939. Ulms nantinya juga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 12 Agustus 1944 sebagai Oberstleutnant im Generalstab dan Chef des Stabes Korpsgruppe "von Gottberg" / XII.SS-Armeekorps. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1936); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit "Spange Prager Burg"; Deutsches Kreuz in Gold (30 Januari 1942); Medaille Winterschlacht im Osten (29 Juli 1942); serta Infanterie-Sturmabzeichen in Silber(Juni 1944)


Dari kiri ke kanan: Generalmajor Walter Model (Chef des Generalstabes 16. Armee) dan General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee). Foto ini diambil dalam sebuah upacara militer di Nancy, Meurthe-et-Moselle (Prancis), pada tahun 1940, kemungkinan besar setelah negara Prancis telah berhasil diduduki oleh pasukan Jerman



Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII. Armeekorps), General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), Charakter als General der Kavallerie z.V. Hans Feige (Kommandierenden General Höheres Kommando XXXVI, di BKO-kan di bawah 16. Armee), Oberst Kurt Pflieger (Arko 109, Artillerie-Kommandeur 109. Berada di bawah Höheres Kommando XXXVI), tidak diketahui, Oberst Heinrich Burggraf und Graf zu Dohna-Schlobitten (Chef des Generalstabes Höheres Kommando XXXVI), serta Generalleutnant Walter Model (Chef des Generalstabes 16. Armee). Foto ini diambil pada tahun 1940, saat pasukan Jerman dengan perkasa menggilas Prancis dan Negara-Negara Bawah dalam serangan Blitzkrieg-nya.



Para perwira 16. Armee di tahun 1940, dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Generalmajor Ludwig Crüwell (Oberquartiermeister 16. Armee), Oberst Fritz Hildemann (Armee-Pionierführer 16. Armee), serta General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee). Crüwell nantinya menjadi Komandan Afrikakorps di medan perang Afrika Utara menggantikan Erwin Rommel.



Seorang perwira berkuda memberi hormat pada General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) yang duduk bersama dengan para staff-nya di mobil. Sang jenderal berpapasan dengan pasukan Wehrmacht yang bergerak maju ke wilayah Verdun di Meusse/Lorraine (Prancis), pada tanggal 14 Juni 1940. Di hari yang sama, kota Paris ditinggalkan oleh pasukan Prancis yang bertahan dan diduduki oleh elemen-elemen dari 30. Infanterie-Division pimpinan Generalleutnant Kurt von Briesen.



General der Infanterie Ernst Busch (kiri, Oberbefehlshaber 16. Armee) memberi hormat militer dalam acara parade kemenangan pasukan Wehrmacht di Monumen Peringatan Verdun, tak lama setelah kota bersejarah di Prancis tersebut jatuh ke tangan Jerman pada tanggal 15 Juni 1940. Verdun menjadi lokasi pertempuran paling berdarah dan paling lama dalam Perang Dunia Pertama, dimana dari tanggal 21 Februari s/d 18 Desember 1916 (303 hari), pasukan Jerman dan Prancis bergantian menyerbu demi untuk menduduki wilayah ini. Diperkirakan satu juta orang (dari kedua belah pihak) yang menjadi korban dalam pertempuran Verdun!



Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) dan Generalleutnant Karl Weisenberger (Kommandeur 71. Infanterie-Division), dalam sebuah pertemuan yang diadakan pada tanggal 16 Juni 1940, tak lama setelah pasukan Jerman berhasil menguasai wilayah Verdun di Meusse/Lorraine, Prancis. Atas prestasi tersebut, Divisionskommandeur Weisenberger dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 Juni 1940.



Para jenderal Wehrmacht duduk di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag) tanggal 19 Juli 1940, dimana Jerman baru saja menang perang atas Prancis dan Inggris dalam Pertempuran Prancis, dan beberapa Marsekal baru diangkat oleh Hitler serta jenderal lainnya naik pangkat. Untuk identifikasinya: 1: Hans-Günther von Kluge (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 2: Fedor von Bock (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 3: Gerd von Rundstedt (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 4: Wilhelm Ritter von Leeb (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 5: Wilhelm List (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 6: Johannes Blaskowitz (Generaloberst), 7: Ernst Busch (diangkat sebagai Generaloberst), 8: Georg von Küchler (diangkat sebagai Generaloberst), 9: seorang laksamana, 10: Alfred von Vollard Bockelberg (General der Artillerie), 11: Curt Ludwig Freiherr von Gienanth (General der Kavallerie z.V.), 12: Ewald von Kleist (diangkat sebagai Generaloberst), 13: Friedrich "Fritz" Fromm (diangkat sebagai Generaloberst), 14: Franz Halder (diangkat sebagai Generaloberst), 15: Walter Heitz (General der Artillerie), 16: tidak diketahui, 17: tidak diketahui, 18: tidak diketahui, 19: tidak diketahui, 20: Walther von Reichenau (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 21: Adolf Strauß (diangkat sebagai Generaloberst), 22: Werner Kienitz (General der Infanterie), 23: Hermann Hoth (diangkat sebagai Generaloberst), 24: Sigismund von Förster (Generalleutnant), 25: tidak diketahui, 26: tidak diketahui, 27: Richard Ruoff (General der Infanterie), 28: Erich Hoepner (diangkat sebagai Generaloberst), 29: tidak diketahui, 30: Emil Leeb (General der Artillerie), 31: Alfred Streccius (berjanggut, Charakter als General der Infanterie), 32: tidak diketahui, 33: Friedrich Olbricht (General der Infanterie), 34: Curt Haase (diangkat sebagai Generaloberst), 35: Georg Hans Reinhardt (General der Panzertruppe), 36: Rudolf Schmidt (General der Panzertruppe), 37: Heinrich von Vietinghoff (General der Panzertruppe), 38: Erich von Manstein (tangan di hidung, General der Infanterie), 39: Georg Stumme (General der Kavallerie), 40: tidak diketahui, 41: tidak diketahui, 42: tidak diketahui, 43: Joachim von Kortzfleisch (Generalleutnant), 44: tidak diketahui, 45: tidak diketahui. Yang memberi salam hormat ala Nazi adalah Ewald von Kleist, yang berdiri saat namanya disebut dalam daftar promosi. Keterangan tambahan: pangkat dalam kurung adalah pangkat saat foto ini diambil (19 Juli 1940) dan bukan pangkat terakhir mereka!



Masih dalam upacara pengangkatan para jenderal dan marsekal baru Jerman yang diselenggarakan tanggal 19 Juli 1940 di Krolloper. Foto ini memperlihatkan Hitler menyalami para Generaloberst baru yang diangkat pada hari yang sama. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (punggung menghadap ke kamera, Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring). Selanjutnya adalah orang-orang yang naik pangkat menjadi Generaloberst: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Artillerie Friedrich Dollmann (tidak kelihatan, Oberbefehlshaber 7. Armee), General der Kavallerie Ewald von Kleist (tidak kelihatan, Kommandierender General XXII. Armeekorps [motorisiert]), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (bersalaman dengan Hitler, Kommandierender General VII. Armeekorps), General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps). Uniknya, para Generaloberst baru (dari Halder sampai Hoth) berdiri sesuai susunan senioritasnya! Generaloberst lain yang diangkat di hari yang sama tapi tidak kelihatan dalam foto ini adalah (sesuai urutan dari kiri ke kanan setelah Hoth): General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Artillerie Curt Haase (Kommandierender General III. Armeekorps), General der Infanterie Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber Armeegruppe XXI), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Artillerie Friedrich "Fritz" Fromm (Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres). Total ada 14 Generaloberst baru!



Ernst Busch dalam foto studio yang dibuat pada bulan Mei 1940. Pada saat itu dia menjadi Generaloberst dan Oberbefehlshaber 16. Armee. Dalam Blitzkrieg ke Prancis di musim panas tahun 1940, 16. Armee berkekuatan 13 divisi infanteri dan bertugas untuk menutup sayap kiri dari XIX. Panzerkorps pimpinan General der Panzertruppe Heinz Guderian. Atas prestasinya dalam palagan ini, Busch diganjar dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Mei 1940. Foto ini sendiri kemudian dipublikasikan secara luas dalam bentuk Postkarte (kartu-pos) oleh Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann setelah Busch dipromosikan menjadi Generalfeldmarschall pada tanggal 1 Februari 1943


Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) saat berlangsungnya penyerbuan Jerman ke Uni Soviet, yang dinamakan sebagai Unternehmen Barbarossa, musim panas tahun 1941. Pada saat operasi militer yang melibatkan jutaan tentara tersebut dimulai pada tanggal 22 Juni 1941, 16. Armee mengkontrol tujuh divisi infanteri. Berada di bawah komando Heeresgruppe Nord (Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb) dan bertugas melindungi sayap selatan Grup AD tersebut dalam gerak majunya ke wilayah Rusia, 16. Armee berhasil merebut Staraya Russa di bulan Agustus 1941. Pada bulan Desember kekuatannya sudah bertambah secara signifikan, dan kini Busch membawahi sembilan divisi infanteri, dua divisi infanteri bermotor, serta satu divisi lagi sebagai cadangan



Pada minggu-minggu awal Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman ke Uni Soviet) pada musim panas tahun 1941, Panglima Angkatan Darat Walther von Brauchitsch mengadakan kunjungan ke unit-unit Wehrmacht yang bertempur di front. Foto ini memperlihatkan salah satu diantaranya. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), dan Oberst Rolf Wuthmann (Chef des Generalstabes 16. Armee). Pada saat itu, 16. Armee beroperasi di wilayah utara Front Timur di bawah kendali Heeresgruppe Nord pimpinan Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb. Foto ini sendiri merupakan bagian dari album foto milik 18. Infanterie-Division



Dari kiri ke kanan: Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) dan Generalleutnant Walther Lichel (Kommandeur 123. Infanterie-Division). Foto ini diambil saat awal-awal Unternehmen Barbarossa, musim panas tahun 1941, ketika 123. Infanterie-Division berada di bawah komando 16. Armee. Di sebelah kiri kita bisa melihat Kennzeichen (logo) dari 16. Armee versi awal yang tertempel di bagian belakang sebuah bis



1 Juli 1941: Generaloberst Ernst Busch (kiri, Oberbefehlshaber 16. Armee) bersama dengan Generaloberst Erich Hoepner (ketiga dari kiri, Oberbefehlshaber 4. Panzerarmee) dalam sebuah pertemuan di Front Timur saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa. Pada saat penyerbuan ke Uni Soviet tahun 1941 tersebut, 16. Armee (Busch) dan 4. Panzerarmee (Hoepner) berada di bawah komando Heeresgruppe Nord pimpinan Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb, dan beroperasi di wilayah utara Rusia.



Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) dalam salah satu inspeksi ke unit yang berada di bawah komandonya, musim panas tahun 1941. Pada saat itu jutaan pasukan Wehrmacht sedang dikerahkan untuk menginvasi Uni Soviet, dalam apa yang dinamakan sebagai Unternehman Barbarossa (Operasi Barbarossa). Berhubung foto ini terdapat dalam album milik 18. Infanterie-Division (motorisiert), maka kemungkinan besar unit yang sedang dikunjungi oleh Busch adalah divisi infanteri pimpinan Generalmajor Friedrich Herrlein tersebut



Dari kiri ke kanan: perwira tidak dikenal, General der Infanterie Walter Graf von Brockdorff-Ahlefeldt (Kommandierender General II. Armeekorps), dan Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee). Foto ini diambil pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa, penyerbuan Jerman ke Uni Soviet, yang berlangsung di musim panas tahun 1941. Pada saat itu II. Armeekorps pimpinan Brockdorff-Ahlefeldt berada di bawah komando 16. Armee pimpinan Busch



Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk General der Artillerie Christian Hansen (kanan, Kommandierender General X. Armeekorps), yang diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa di Front Timur. Sebagai pengalung medali adalah Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee).



Acara inspeksi Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord) ke unit-unit yang berada di bawah komandonya di wilayah utara Front Timur, bulan Agustus 1941. Dalam foto ini, Leeb (tengah) didampingi oleh Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) di sebelah kanannya, sementara yang berdiri di kiri belakang di depan pintu rumah kayu - yang dijadikan markas Ia Erster Generalstabsoffizier (Führung und Ausbildung) 16. Armee - adalah Oberst im Generalstab Rolf Wuthmann (Chef des Generalstabes 16. Armee).



Ordensverleihung (penganugerahan medali): Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II. Klasse kepada para anggota Luftwaffe yang berprestasi dalam pertempuran di Front Timur, tanggal 13 Agustus 1941. Foto diambil oleh Kriegsberichter van der Piepen dan pertama kali dipublikasikan oleh Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann.



Dari kiri ke kanan: General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps) dan Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee). Foto ini diambil pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman ke Uni Soviet) di musim panas tahun 1941. Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941).



Ernst Busch dalam foto studio keluaran Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann yang dibuat pada tahun 1941. Pada saat itu dia berpangkat Generaloberst dan menjadi Oberbefehlshaber 16. Armee yang beroperasi di wilayah utara Front Timur. Busch mengenakan dua medali kebanggaannya yang didapatkannya di dua Perang Dunia: Pour le mérite (4 Oktober 1918) dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (26 Mei 1940).



Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) menginspeksi posisi meriam anti pesawat udara Luftwaffe dalam tour of duty di Jerman tanggal 3 September 1941. Para awak meriam 88mm (Flak 18 atau Flak 36) ini semuanya bertelanjang dada akibat terik musim panas yang menyengat!



Generaloberst Ernst Busch (tengah, Oberbefehlshaber 16. Armee) bersama dengan Generaloberst Alfred Keller (kiri, Oberbefehlshaber Luftflotte 1 und Luftwaffenbefehlshaber Mitte) dalam sebuah pertemuan di depan sebuah bis milik AOK (Armeeoberkommando). Foto diambil di Front Timur saat Unternehmen Barbarossa, tanggal 13 Oktober 1941.



Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Generalleutnant Theodor Freiherr von Wrede (kanan, Kommandeur 290. Infanterie-Division), yang diselenggarakan pada tanggal 22 Februari 1942 di tengah dinginnya Front Timur. Sebagai pengalung medali adalah Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee)




Generalfeldmarschall Ernst Busch (6 Juli 1885 - 17 Juli 1945) dengan Marschallstab-nya. Tongkat komando ini diberikan kepadanya oleh Adolf Hitler pada tanggal 30 Januari 1943. Busch berasal dari keluarga yang mempunyai latar belakang militer yang kuat. Dalam Perang Dunia II dia menjadi komandan lapangan yang sangat berprestasi sehingga dianugerahi Pour le Mérite (4 Oktober 1918). Meskipun tidak tertarik pada masalah politik, dia mempunyai kecenderungan untuk tunduk buta pada setiap perintah dari Hitler walaupun dengan jalan mengorbankan banyak pasukannya; hal yang di lain pihak membuat kenaikan pangkatnya berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan! Meskipun pada satu waktu pernah dipecat oleh Hitler, Busch dipanggil kembali di akhir perang - hanya untuk kemudian menyerah pada pasukan Sekutu tak lama kemudian! Dia meninggal karena sakit saat menjalani masa penahanan di Aldershot (Inggris), hanya dua bulan setelah perang usai di Eropa



Ernst Busch bersama dengan para prajuritnya. Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi dengan melihat sekilas seragam dan medalinya bisa diketahui rentang waktu pengambilan foto ini. Larisch-Stickerei (simbol tanda pangkat jenderal di kerah) dengan tiga tonjolan menunjukkan bahwa Busch sudah diangkat menjadi Generalfeldmarschall (1 Februari 1943), sementara di lehernya belum terpasang medali Eichenlaub yang didapatkannya tanggal 21 Agustus 1943. Karenanya foto ini kemungkinan besar diambil di periode antara Februari s/d Agustus 1943, saat Busch masih menjadi Oberbefehlshaber 16. Armee di Front Timur.



Foto oleh Scherl Bilderdienst ini memperlihatkan upacara pemakaman kenegaraan untuk General der Infanterie Walter Graf von Brockdorff-Ahlefeldt yang diselenggarakan di Zeughaus Berlin pada hari Kamis tanggal 13 Mei 1943. Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) memberikan pidato mewakili sang Führer di podium, yang tampak berada di sebelah kiri. Brockdorff-Ahlefeldt sendiri adalah seorang bangsawan keturunan Denmark-Holsteiner yang menjadi salah satu anggota gerakan perlawanan rahasia pertama untuk menggulingkan Hitler pada tahun 1930-an. Meskipun begitu, ketika perang pecah dan tugas negara memanggil, dia tetap memberikan kemampuan terbaiknya di medan tempur sehingga dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz (15 Juli 1941) dan Eichenlaub (27 Juni 1942). Saat sedang bertugas di Front Timur memimpin II. Armeekorps, Brockdorff-Ahlefeldt tiba-tiba terserang sakit pada tanggal 28 November 1942 sehingga harus dipulangkan ke Jerman. Ternyata sakitnya tidak sembuh-sembuh, dan pada tanggal 9 Mei 1943 dia menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 55 tahun di Reserve-Lazarett 123 yang terletak di Berlin-Zehlendorf.



Upacara pemakaman kenegaraan untuk General der Infanterie Walter Graf von Brockdorff-Ahlefeldt yang diselenggarakan di Zeughaus Berlin pada hari Kamis tanggal 13 Mei 1943. Mewakili sang Führer yang berhalangan hadir, Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan, dari kiri ke kanan: Marie Auguste von der Osten (istri), Cay Lorenz Friedrich Wilhelm Ernst Graf von Brockdorff-Ahlefeldt (anak), Hans Henning Graf von Brockdorff-Ahlefeldt (anak), Irene Henriette Marie Elisabeth Grafin von Brockdorff-Ahlefeldt (anak), dan Elisabeth von Jagow (ibu). Hadir pula para perwakilan dari negara, partai dan Wehrmacht. Foto oleh Kriegsberichter Heinz Boesig dari PK 689 (Propaganda-Kompanie 689).



Para perwira tinggi Wehrmacht dalam sebuah acara resepsi. Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi yang pasti di Front Barat antara tahun 1942-1944. Setidaknya untuk masalah identifikasi wajah bisa diketahui mana-mana yang paling mesum: Paling kanan adalah General der Infanterie Alexander von Falkenhausen (Militärbefehlshaber Belgien-Nordfrankreich); ketiga dari kanan yang menghadap ke kiri dengan tangan di dagu adalah Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West); dan Ritterkreuzträger keempat dari kanan yang sedang ngobrol dengan Von Rundstedt adalah Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee).



Dua orang perwira tinggi sedang Jerman asyik jalan-jalan di bonbin Gembiraloka sambil menaiki Kettenkrad dengan plat nomor WH (Wehrmacht Heer) 522585. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Rudolf-Eduard Licht dan Generalfeldmarschall Ernst Busch. Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, meskipun dari kondisi alamnya ada kemungkinan dibuat di Front Timur saat musim gugur/semi berlangsung. Pangkat yang tertera adalah pangkat terakhir kedua jenderal tersebut.



Front Timur, bulan September 1943: Generalfeldmarschall Ernst Busch (tengah, Oberbefehlshaber 16. Armee) dan Generalleutnant Wilhelm Wegener (kiri, Kommandeur 32. Infanterie-Division) saat meninjau pos komando Jerman di selatan Danau Ilmen, Novgorod Oblast, Rusia. Pada tanggal 12 di bulan yang sama, Wegener naik jabatan menjadi Kommandierender General L. Armeekorps.



Kunjungan Generalfeldmarschall Ernst Busch (kiri) ke unit-unit Wehrmacht dan Waffen-SS yang berada di front Lithuania. Jenderal Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang berdiri nomor dua dari kanan adalah General der Artillerie Kurt Herzog (Kommandierender General XXXVII. Armeekorps), sementara perwira SS yang berdiri di belakangnya adalah SS-Obersturmbannführer Kārlis Lobe (Kommandeur Waffen-Grenadier Regiment der SS 43 / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS [lettische Nr. 2]). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, hanya saja pertama kali dipublikasikan oleh 'Berliner Morgenpost'.



Generalfeldmarschall Ernst Busch dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #274 di lehernya. Medali ini dia dapatkan pada tanggal 21 Agustus 1943 saat Busch masih menjadi Oberbefehlshaber 16. Armee di Front Timur. Perlu diketahui bahwa mulusnya perjalanan karir sang jenderal bertubuh tinggi besar ini terutama bukan disebabkan oleh kehandalannya di lapangan, melainkan karena kedekatannya dengan Adolf Hitler! Makanya ketika Panglima Heeresgruppe Mitte, Generalfeldmarschall Günther von Kluge, terluka dalam kecelakaan mobil pada tanggal 28 Oktober 1943, Hitler tanpa pikir panjang langsung menunjuk Busch sebagai penggantinya... sebuah keputusan yang terbukti salah besar ketika Heeresgruppe Mitte hancur-hancuran diterjang oleh serangan pasukan Soviet dalam Operasi Bagration di bulan Juni 1944!



Dalam foto ini, kita bisa melihat dengan jelas bahwa Generalfeldmarschall Ernst Busch mengenakan Demjanskschild di lengan kirinya. Demjankschild (Demyank Shield/Perisai Demyank) pertama kali dikeluarkan pada tanggal 25 April 1943, dan terakhir kali berlaku sampai dengan tanggal 8 Mei 1945. Perisai lengan ini diberikan pada setiap anggota militer Wehrmacht yang berpartisipasi dalam pertempuran di kantung Demyansk (Front Timur) pada tahun 1942. Dia harus bertugas di kantung Demyansk minimal selama 60 hari, atau terluka dalam aksi pertempuran disana. Untuk personil Luftwaffe maka dia harus terbang minimal 50 kali di wilayah yang terkepung oleh Tentara Merah tersebut. Diperkirakan jumlah total peraih Demjankschild adalah ± 100.000 orang, termasuk diantaranya adalah Marsekal Busch, yang pada saat itu menjadi Panglima 16. Armee yang membawahi wilayah Demyansk.



Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht) berpidato di hadapan para petinggi Nazi di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg/Ostpreußen (Jerman), tanggal 27 Januari 1944. Duduk di baris depan, dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann (Reichsorganisationsleiter der NSDAP), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Großadmiral Karl Dönitz (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Georg von Küchler (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Generalfeldmarschall Erich von Manstein (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalfeldmarschall Ewald von Kleist (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte), dan Generaloberst Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee). Duduk di baris kedua, dari kiri ke kanan:; hinter Hitler:, Dr.-med. Theodor Morell (Leibarzt Adolf Hitler) dan Walther Hewel (Beauftragter des Reichsaussenministerium)



Dari kiri ke kanan: Generalmajor Otto Heidkämper (Chef des Generalstabes 3. Panzerarmee), Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte), dan Generaloberst Georg-Hans Reinhardt (Oberbefehlshaber 3. Panzerarmee). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Böhmer pada tanggal 18 Februari 1944, saat Marsekal Busch mengunjungi markas 3. Panzerarmee - yang berada di bawah komandonya - di Front Timur. Busch tampak memegang Interimstab (tongkat komando) di lengan kanannya, sementara Heidkämper mengenakan Winterstiefel (sepatu musim dingin) di kakinya.



Para jenderal Wehrmacht berpose di depan sebuah rumah kayu di Rusia. Berdiri di baris depan, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte), Generaloberst Walter Weiss (Oberbefehlshaber 2. Armee), Generalleutnant Hans Krebs (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Mitte), General der Infanterie Friedrich Hoßbach (Kommandierender General LVI. Panzerkorps), General der Artillerie Rudolf Freiherr von Roman (Kommandierender General XX. Armeekorps), dan Generalleutnant Hans Speth (Führer-Reserve Oberkommando des Heeres). Berdiri persis di belakang Weiss adalah Generalleutnant Gustav Harteneck (Kommandeur 72. Infanterie-Division). Foto ini diambil di wilayah tengah Front Timur pada bulan Mei 1944 oleh Kriegsberichter Thiemann dari Propaganda-Kompanie 670. Hanya berselang satu bulan kemudian, wilayah yang berada di bawah komando Heeresgruppe Mitte ini berantakan setelah Tentara Merah melancarkan Operasi Bagration!



Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte) dan Generalmajor Henning von Tresckow (Chef des Generalstabes 2. Armee). Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi berhubung Tresckow dipromosikan menjadi Generalmajor tanggal 1 Juni 1944 dan kehilangan nyawanya 50 hari kemudian (dieksekusi karena terlibat Plot 20 Juli), maka foto ini pastinya diambil periode Juni-Juli 1944 di Front Timur, tempat dimana Tresckow dan Busch bertugas. Beberapa sumber mengatakan bahwa promosi Generalmajor Tresckow terjadi pada tanggal 30 Januari 1944, tapi tanggal pertama lah yang lebih tepat karena berdasarkan data pribadi dirinya di Deutsche Dienstelle.


Foto yang dipublikasikan oleh Toronto Star pada tahun 1944 ini memperlihatkan Generaloberst Ernst Busch dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes serta Pour le mérite yang tergantung di lehernya. Laporan radio Inggris tertanggal 27 Juli 1944 menyebutkan tentang adanya rumor diantara pasukan Jerman yang ditempatkan di Polandia, bahwa sang jenderal melakukan bunuh diri tak lama setelah diangkat sebagai Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte. Rumor ini, seperti yang telah sama-sama kita ketahui, ternyata tidak terbukti kebenarannya.


Upacara pemakaman General der Infanterie Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht) yang diselenggarakan di Tannenberg-Denkmal (Monumen Tannenberg), Prusia Timur, bulan Oktober 1944. Schmundt terluka parah oleh pecahan bom dalam upaya pembunuhan terhadap Hitler di Wolfsschanze pada tanggal 20 Juli 1944. Dia kemudian meninggal akibat luka-lukanya pada tanggal 1 Oktober 1944. Selesai upacara, jenazahnya dikebumikan di Invalidenfriedhof, Berlin. Sebagai pembicara di podium adalah Generalfeldmarschall Ernst Busch (Führer-Reserve Oberkommando des Heeres)


Pada bulan November 1944, Generalfeldmarschall Ernst Busch (tengah) melakukan inspeksi terakhir pada 62. Volksgrenadier-Division di tempat pelatihan mereka di Neuhammer, Silesia, Jerman (di dekat Breslau). Dalam waktu satu bulan, divisi yang masih fresh tersebut akan diberangkatkan ke wilayah perbatasan Belgia untuk ikut berpartisipasi dalam serangan kejutan Jerman di Ardennes. Paling kiri yang memakai stahlhelm adalah Oberst Dipl.-Ing. Friedrich Kittel (Kommandeur 62. Volksgrenadier-Division). Beberapa waktu sebelumnya dia terluka dalam pertempuran sehingga harus memakai celana panjang untuk menutupi sepatu setumit yang dikenakannya. Di sebelah kanan Kittel adalah Artur Axmann (Reichsjugendführer Hitlerjugend), dilanjutkan dengan Generalmajor Hans von Hanstein (General der Truppentechnik in Oberkommando des Heeres), dan Generalfeldmarschall Ernst Busch (Führer-Reserve). Busch memberi salam hormat pada para prajurit 62. Volksgrenadier-Division dengan interimstab-nya (tongkat komando)


Generalfeldmarschall Ernst Busch (Führer-Reserve) dan Artur Axmann (Reichsjugendführer Hitlerjugend) dalam sebuah acara parade militer pasukan Jerman. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada saat inspeksi terakhir untuk 62. Volksgrenadier-Division di tempat pelatihan mereka di Neuhammer, Silesia, Jerman (di dekat Breslau), bulan November 1944. Dalam waktu satu bulan, divisi yang masih fresh tersebut akan diberangkatkan ke wilayah perbatasan Belgia untuk ikut berpartisipasi dalam serangan kejutan Jerman di Ardennes


Pada tanggal 4 Mei 1945, Generalfeldmarschall Ernst Busch (kanan, Oberbefehlshaber Nord) menyerahkan diri pada Field Marshall Bernard Montgomery (tengah, Panglima 21st Army Group Sekutu) di tendanya di Lüneburg, Niedersachsen (Jerman). Busch tercatat sebagai Marsekal Wehrmacht kedua yang menyerah (setelah Friedrich Paulus di Stalingrad), sekaligus yang terakhir, sebelum Jerman secara resmi menandatangani penyerahan tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945


Kuburan Ernst Busch di Deutscher Soldatenfriedhof (Pemakaman Prajurit Jerman) di Cannock Chase, Staffordshire, Inggris (Plot 6, Row 5, Grave 112). Busch meninggal dunia dalam tawanan Inggris setelah mendapat serangan Angina Pektoris, atau bahasa populernya: Angin Duduk. Selain Busch, tokoh militer terkemuka yang dikuburkan dalam komplek pemakaman ini - yang menampung 4.929 orang anggota militer Jerman yang meninggal di daratan Inggris pada masa dua Perang Dunia - diantaranya adalah: Leo Gburek (pakar Geofisika terkemuka yang menjadi anggota Observer Udara Luftwaffe dan pernah ikut dalam ekspedisi Antartika Jerman ketiga), Hans Hahn (jagoan udara Luftwaffe), Maximilian von Herff (jenderal SS), Karl Ritscherle (jagoan udara Jerman dalam Perang Dunia I yang kemudian terbunuh dalam Pertempuran Britania di Perang Dunia II sebagai Major Luftwaffe), serta Alois Stoeckl (Oberst Luftwaffe yang terbunuh dalam Pertempuran Britania). Foto diambil pada tanggal 11 April 2012 oleh Eigenes Werk



Sketsa Generalfeldmarschall Ernst Busch karya pelukis perang kenamaan Jerman zaman Nazi, Wolfgang Willrich. Selama masa turnya di medan pertempuran Eropa, Willrich menghasilkan karya yang tak terhitung banyaknya : prajurit-prajurit biasa yang tak diketahui namanya dan juga figur-figur perang terkemuka seperti Hans-Ulrich Rudel, Anna Reitsch, Adolf Galland, Hermann Göring, Eduard Dietl, Ferdinand Schörner, dan lain-lain. Tahun 1941 Otoritas Kebudayaan Nasional-Sosialis memamerkan hasil karyanya dengan tema “Ras dan Bangsa”. Sebagai tambahan, tahun 1942 Wolfgang diberi tugas untuk menggambar para peraih Ritterkreuz. Karya-karyanya diterbitkan secara berseri oleh VDA, dengan beberapa di antaranya dalam bentuk kartu pos yang hari ini menjadi bahan buruan utama para kolektor.



Sketsa Ernst Busch sebagai Generaloberst dalam postkarte (kartu pos) seri Verlag Ernst Steiniger yang diterbitkan pada masa Perang Dunia II. Bisa dibilang bahwa kartu pos dari seri ini mengkhususkan diri pada jenderal-jenderal tinggi Wehrmacht dengan pangkat Generaloberst dan Generalfeldmarschall. Busch sendiri masuk dalam kategori "Bild 18", alias seri ke-18 yang diproduksi oleh Verlag Ernst Steiniger.



Marschallstab (Tongkat Marsekal) milik Generalfeldmarschall Ernst Busch, yang dianugerahkan pada tanggal 30 Januari 1943. Foto ini terdapat dalam buku "Forman's Guide to Third Reich Rarities & Relics in Colour: Special 45th Anniversary Edition - From Selected Photographic Archives 1967-2012: Decorations, Awards, Medals, Insignia and Relics" karya Adrian Forman

------------------------------------------------------------------------------






























 































Sumber :
Buku "Die Reitkunst der Welt an den Olympischen Spielen 1936"
Buku "Messengers of the Lost Battalion: The Heroic 551st and the Turning of the Tide at the Battle of the Bulge" karya Gregory Orfalea
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi docarchiv
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen
www.akg-images.co.uk
www.alamy.com
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bildarchiv.bsb-muenchen.de
www.dailymail.co.uk
www.bundesarchiv.de
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.gettyimages.com
www.gmic.co.uk
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.multimedia.ctk.cz
www.pantorijn.blogspot.com

No comments: