Saturday, June 30, 2012

Album Foto Pemberontakan Warsawa


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Maximilian von Herff (Chef SS-Personalhauptamt) menanyai dua orang anggota perlawanan Yahudi yang berhasil tertangkap dalam pemberontakan Ghetto Warsawa. Di belakang tengah berdiri SS-Brigadeführer Jürgen Stroop (SS- und Polizeiführer im Distrikt Warschau) yang memperhatikan, sementara di belakang kanan adalah ajudan Stroop, SS-Hauptsturmführer Karl Kaleske (keduanya mengenakan schützbrille alias gogel). Foto di atas (yang dimasukkan ke dalam Stroop Report dengan judul "Jüdische Verräter" alias Pengkhianat Yahudi) kemungkinan besar diambil saat inspeksi Herff ke Warsawa tanggal 14-15 Mei 1943. Fotografer aslinya tidak diketahui, meskipun yang terkenal adalah Franz Konrad yang bersaksi mengambil banyak foto dalam peristiwa di Warsawa, dengan sisanya kemungkinan besar adalah Kriegsberichter dari PK (Propaganda-Kompanie) 689. BTW, banyak yang menyangka bahwa senapan mesin yang dipegang oleh Kaleske adalah PPsH-41 buatan Rusia, tapi sebenarnya dia adalah Jerman punya yang dikenal dengan nama EMP (Erma Maschinenpistole) atau MPE (Maschinenpistole Erma) yang telah dimodifikasi dengan menambahkan magasin bundar yang terinspirasi dari PPsH-41


SS-Brigadeführer Jürgen Stroop (SS- und Polizeiführer im Distrikt Warschau) menginterogasi seorang anggota perlawanan Yahudi yang tertangkap dalam Pemberontakan Warsawa. Menghadap kamera di sebelah kiri Yahudi adalah SS-Hauptsturmführer Karl Kaleske (Adjutant SS- und Polizeiführer im Distrikt Warschau), sementara yang keempat dari kiri adalah SS-Untersturmführer Karl Brandt (Referat IV B 4 / AMT IV / Sicherheitspolizei und des Sicherheitsdienstes in Warschau). Foto diambil dalam kurun waktu 19 April s/d 16 Mei 1943 dan merupakan salah satu foto yang terdapat dalam "Stroop Report" (album tentang Pemberontakan Warsawa yang dipersembahkan oleh Stroop ke Himmler)


Foto yang diambil dalam kurun waktu 19 April s/d 16 Mei 1943 dan terdapat dalam Stroop Report ini dilabeli sebagai "Der Führer der Großaktion" (Pemimpin Operasi Akbar) dan memperlihatkan para perwira SS sedang memperhatikan blok-blok rumah yang terbakar dalam Pemberontakan Ghetto Warsawa. Foto diambil di jalan Nowolipie yang menghadap ke timur, di dekat persimpangan dengan jalan Smocza. Di sebelah kiri adalah bangunan loteng yang terbakar dari sebuah rumah di Nowolipie 66 yang berdampingan dengan tembok pemisah Ghetto. Dari kiri ke kanan: bintara SS tak dikenal; SS-Brigadeführer Jürgen Stroop (SS- und Polizeiführer im Distrikt Warschau); SS-Hauptsturmführer Karl Kaleske (Adjutant SS- und Polizeiführer im Distrikt Warschau); SS-Oberscharführer Heinrich Klaustermeyer; dan SS-Rottenführer Josef Blösche. Dua yang terakhir adalah angggota dari Kommandeur der Sicherheitspolizei (KdS) Warschau




Mortir kelas berat Karl-Gerät (040/041) Nr. VI "Ziu" 60 cm dari schwere Artillerie-Abteilung 628 di Taman Sowinski, distrik Wola (Warsawa) yang membombardir kota lama Warsawa selama berlangsungnya pemberontakan Ghetto Yahudi, Agustus 1944


Prajurit Panzergrenadier dari 19. Panzer-Division sedang beristirahat sambil ngudud dalam Pemberontakan Warsawa. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Leher di dekat Terminal Powązki (sekarang terminalnya sudah tidak ada lagi). Mereka mengenakan "kawat ayam" (chicken wire) di stahlhelm mereka serta jaket kamuflase


 Sebuah Panther dari 19. Panzer-Division selama berlangsungnya Pemberontakan Warsawa. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Leher di dekat Terminal Powązki (sekarang terminalnya sudah tidak ada lagi)


Wajah ketakutan tampak terlihat jelas dari ibu-ibu Yahudi bersama anak-anaknya ini. Mungkin dia membayangkan nasib apa yang menantinya nanti di kamp konsentrasi Nazi. Kalau penasaran ingin tahu nama-nama orang yang nongol di gambar ini, lihat saja DISINI


Major Yurii Frolov (Jurij Frolow), tengah, bersama dengan para perwira dari Tentara Pembebasan Nasional Rusia (RONA) sedang membahas strategi untuk memadamkan pemberontakan Warsawa. Perwira di sebelah kanan Yurii adalah Leutnant Michalczewski. Tentara yang memakai seragam hitam panzer di kanan berasal dari Tentara Pembebasan Rusia (ROA, atau POA dalam tulisan Rusia). Yurii Frolov sendiri kemudian tewas pada tanggal 21 Agustus, tak lama setelah foto ini dibuat, di sudut jalan Srebrna dan Towarowa dalam pertempuran jalanan sengit melawan pemberontak


SS-Panzergrenadier dari 3. SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" melewati sebuah tank T-34 yang hancur dan terbakar sambil memberi tanda kepada Kriegsberichter yang mengambil foto ini untuk menyingkir dari medan pertempuran selama berlangsungnya adu senjata sengit di wilayah Starówka (Kota Tua), Warsawa, Polandia, 18 Agustus 1944


Tak diragukan lagi, foto paling terkenal dari peristiwa ini : Para prajurit Polizei SS menggiring para Yahudi yang menyerah, sementara di latar belakang masih terlihat api dan puing-puing dari Ghetto Warsawa yang digempur habis-habisan


 SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS und Polizei Erich von dem Bach-Zelewski (Kommandierender General Korpsgruppe "Von dem Bach") menerima penyerahan diri pemimpin perlawanan Polandia di Warsawa (Armia Krajowa), Jenderal Count Tadeusz "Bór" Komorowski, tanggal 2 Oktober 1944. Setelah dua bulan penuh bertempur dan kehilangan harapan untuk mendapatkan bantuan langsung dari Sekutu Barat serta Tentara Merah (yang hanya berjarak 20 km jauhnya dari Warsawa tapi tidak melakukan apa-apa!), akhirnya Komorowski bersedia menyerah dengan syarat bahwa semua anakbuahnya diberlakukan sebagai tawanan perang dan bukan gerilyawan. Permintaannya ini kemudian dipenuhi oleh Bach-Zelewski, dan dia dipenjara sampai akhir perang

-------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ
 

SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS und Polizei Erich von dem Bach-Zelewski (1 Maret 1899 - 8 Maret 1972) dikenal sebagai pakar operasi anti gerilyawan di Front Timur yang kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 September 1944 sebagai SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS und Polizei dan Kommandierender General Korpsgruppe "Von dem Bach" / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte setelah berhasil memadamkan pemberontakan orang-orang Yahudi dan Polandia di Warsawa. Dia berasal dari keluarga bangsawan melarat yang ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama. Dia lalu bergabung dengan NSDAP tahun 1930 dan SS tahun 1931, dengan cepat menapaki karirnya sehingga di tahun 1933 sudah berpangkat SS-Brigadeführer. Ini cukup aneh bila melihat kenyataan bahwa ketiga saudari perempuannya, semuanya menikah dengan orang Yahudi! Bach-Zelewski menebusnya dengan bekerja gila-gilaan demi karirnya dan menyingkirkan semua penghalang, termasuk membunuh secara pribadi mantan perwira staff-nya dalam "Peristiwa Malam Pisau Panjang" tahun 1934. Dari awal pecahnya Perang Dunia II dia sudah ditugasi untuk mengurus keamanan di wilayah pendudukan Jerman, dan metodenya dalam hal ini cukup sederhana: "yang ganggu ganggu... singkirkan!" Kebrutalannya terus berlanjut sampai saat Jerman melancarkan Operasi Barbarossa tahun 1941. Di tahun yang sama sang jenderal SS dirujuk ke rumah sakit karena menderita "halusinasi akibat terlalu banyak menembak Yahudi"! Metodenya ternyata lumayan efektif di awal-awal perang, begitu efektif sehingga ketika Hitler akan menunjuknya sebagai pengganti Reinhard Heydrich (yang terbunuh) sebagai Reichsprotektor Bohemia tahun 1942, Himmler sampai memohon agar dia tidak dipindahkan dari Rusia karena gentingnya situasi disana. Pada bulan Juli 1943 kekuasaan Bach-Zelewski meningkat pesat dan sekarang dia menjadi komandan seluruh operasi anti-Partisan di wilayah pendudukan Jerman di Eropa. Metodenya yang brutal tapi tidak efektif dari segi strategi jangka panjang banyak dipertanyakan oleh para jenderal Wehrmacht, tapi posisinya tetap aman berkat hubungan dekatnya dengan Panglima SS Heinrich Hmmler. Ketika perlawanan Yahudi di Ghetto Warsawa meluas menjadi pemberontakan terbuka orang-orang Polandia, Bach-Zelewski dipanggil untuk memadamkannya. Dengan dibantu oleh "Si Gila" Oskar Dirlewanger, dengan brutal pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan, dan tidak kurang dari 200.000 orang yang dimusnahkannya hanya dalam waktu dua bulan saja! Melihat jejaknya yang "berdarah-darah" dimana-mana, nasib orang ini sudah bisa ditebak seusai perang: hukuman mati! Tapi ternyata kejutan tidak berhenti sampai disini. Dia ternyata tak pernah didakwa sedikitpun atas kejahatan perang oleh Pengadilan Militer Sekutu, apalagi diekstradisi ke Polandia atau Uni Soviet. Ini semua karena dia bersedia untuk bekerjasama dengan penangkapnya dan memberitahukan informasi berharga yang menjerat mantan koleganya di Nazi ke tiang gantungan atau penjara! Pengadilan Jerman Barat pun cuma menghukumnya kurang dari dakwaan atas aksi-aksi pembunuhan lawan politik yang dilakukannya saat Nazi berkuasa. Bach-Zelewski sendiri kemudian meninggal dunia dengan tenang tahun 1972. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1934); Abzeichen des SA-Treffens Braunschweig 1931; Dienstauszeichnung der NSDAP in Bronze und Silber; SS-Dienstauszeichnung; Deutsches Reichssportabzeichen in Silber; SA-Sportabzeichen in Bronze; SS-Totenkopfring; Ehrendegen des Reichsführers-SS; Schlesischer Adler II. und I. Klasse; Danziger Kreuz I. Klasse; Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (31 Agustus 1941) dan I.Klasse (20 Mei 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42; Kriegsverdienstkreuz mit Schwertern II. und I. Klasse Deutsches Kreuz in Gold (23 Februari 1943); serta Bandenkampfabzeichen in Silber (November 1944)


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Foto koleksi pribadi French L. MacLean
www.commons.wikimedia.org

www.flickr.com
www.forum.com.pl
www.thefifthfield.com
www.warrelics.eu
www.yadvashem.org

3 comments:

Janusz kazior said...

http://en.wikipedia.org/wiki/Warsaw_Uprising

http://en.wikipedia.org/wiki/Warsaw_Uprising

:-)

panzemeyer

Janusz kazior said...

http://en.wikipedia.org/wiki/Warsaw_Uprising

http://en.wikipedia.org/wiki/Warsaw_Ghetto_Uprising

Basya Syahreza said...

Min kayanya ada yang salah bukannya general paulus itu pas di stalingrad pangkatnya udh general fieldmarshal ya dan dia ga nyerah tpi dia cabut naik pesawat sama beberapa perwiranya?