Thursday, September 22, 2011

Foto Peta Pertempuran dan Merundingkan Strategi Perang (Lagebesprechung)



Foto ini diambil pada saat kampanye militer Jerman di Polandia pada bulan September 1939, dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII.Armeekorps), Generalleutnant Rudolf Kaempfe (Kommandeur 31. Infanterie-Division), dan General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres)


 

Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) sedang memeriksa peta bersama denan para perwira divisinya di Prancis, bulan Mei 1940. Sebagai komandan "Gespenster Division" (Ghost Division/Divisi Hantu), Rommel menghadapi satu-satunya serangan pasukan lapis baja Sekutu dalam skala besar di wilayah Arras, dimana dia menimbulkan korban besar di kalangan tank-tank Matilda Inggris yang pada awalnya menimbulkan kekacauan bagi pasukan Jerman yang bertahan. Untuk pertama kalinya pula Rommel mengetahui peran penting meriam flak 88mm yang pada saat krusial tersebut secara mendadak diarahkan untuk menembak sasaran darat. Aksi Rommel dalam Pertempuran Prancis akan menjadi dasar bagi reputasi menterengnya sebagai salah satu pakar perang lapis baja Nazi (walaupun notabene dia berasal dari infanteri!)


 Generalmajor Erwin Rommel (membelakangi kamera di sebelah kanan) dalam sebuah rapat lapangan bersama dengan para perwiranya dari 7. Panzer-Division saat sedang berlangsungnya kampanye di Barat tahun 1940. Peta menjadi "sajian utama" yang membantu pengenalan medan lebih dalam. Yang memakai seragam hitam Panzertruppen di sebelah kiri adalah Oberst Karl Rothenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 25)
 

Para petinggi XIII. Armeekorps sedang merundingkan strategi (1940). Dari kiri ke kanan: Oberst Rudolf Hofmann (Chef des Generalstabes XIII. Armeekorps), General der Panzertruppe Heinrich von Vietinghoff-Scheel (Kommandierender General XIII. Armee-Korps), dan Oberstleutnant Anton Glasl (Ia Erster Generalstabsoffizier XIII. Armeekorps). Ketiga orang ini kelak menjadi Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes): Hofmann tanggal 7 Mei 1945; Von Vietinghoff tanggal 24 Juni 1940 dan 16 April 1944 (Eichenlaub); serta Glasl tanggal 11 Oktober 1943


General der Panzertruppe Rudolf Schmidt (kiri, Kommandierender General XXXIX. Armeekorps [motorisiert]) bersama dengan para perwira bawahannya di Prancis, tanggal 17 Juni 1940. Duduk di kanan adalah Generalleutnant Friedrich Kirchner (Kommandeur 1. Panzer-Division), sementara di belakangnya dengan tangan bertelekan pada meja adalah Major Walther Wenck (Ia Erster Generalstabsoffizier 1. Panzer-Division). Mereka semua merupakan bagian dari Gruppe Guderian pimpinan General der Panzertruppe Heinz Guderian


 SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]) duduk berjongkok sambil menerangkan taktik tempur yang digunakan oleh Leibstandarte di medan perang Yunani dengan menggunakan obyek di tanah kepada Reichsführer-SS Heinrich Himmler (kanan), yang berdiri memperhatikan dengan serius. Mengelilingi, baris depan dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Heinrich "Hein" Springer (Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Joachim "Jochen" Peiper (Persönlicher Stab Reichsführer-SS in der Hauptabteilung SS-Adjutantur), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Werner Grothmann (2. Adjutant Reichsführer-SS), SS-Untersturmführer tidak dikenal, dan Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei). Foto diambil di Larissa/Yunani tanggal 6-10 Mei 1941 saat Himmler mengadakan kunjungan ke LSSAH


 Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Joachim "Jochen" Peiper (Persönlicher Stab Reichsführer-SS in der Hauptabteilung SS-Adjutantur), SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Foto yang diambil pada tahun 1941 ini memperlihatkan Witt yang mengenakan kemeja sipil tanpa Ritterkreuz yang tergantung di lehernya


Pada minggu-minggu awal Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman ke Uni Soviet) pada musim panas tahun 1941, Panglima Angkatan Darat Walther von Brauchitsch mengadakan kunjungan ke unit-unit Wehrmacht yang bertempur di front. Foto ini memperlihatkan salah satu diantaranya. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), dan Oberst Rolf Wuthmann (Chef des Generalstabes 16. Armee). Pada saat itu, 16. Armee beroperasi di wilayah utara Front Timur di bawah kendali Heeresgruppe Nord pimpinan Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb. Foto ini sendiri merupakan bagian dari album foto milik 18. Infanterie-Division.


 Perundingan strategi (lagebesprechung) para perwira dari 4. Gebirgs-Division saat berlangsungnya operasi pengejaran pasukan Rusia di Lemberg (Ukraina barat) dalam Unternehmen Barbarossa, musim panas 1941. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Hölscher (Kompaniechef di Gebirgsjäger-Regiment 91), Oberstleutnant Walter Stettner Ritter von Grabenhofen (Kommandeur Gebirgsjäger-Regiment 91), x, dan Generalmajor Karl Eglseer (Kommandeur 4. Gebirgs-Division)


Para perwira dari 4. Gebirgs-Division "Enzian" merundingkan strategi sambil lesehan santai di bawah sebuah pohon dengan peta tergelar di depan mereka, Juli 1941. Divisionskommandeur Generalmajor Karl Eglseer (tengah) memberi perintah pada Oberst Prybil yang berjongkok untuk segera menggerakkan pasukannya demi menghadapi musuh yang bertahan di sekitar kota Vinnitsa (Ukraina)


Generalmajor Erich Brandenberger (Kommandeur 8. Panzer-Division) dengan atasannya, General der Infanterie Erich von Manstein (Kommandierender General LVI. Armeekorps), dalam foto tertanggal 21 Juni 1941, sehari sebelum penyerbuan Jerman ke Uni Soviet yang dikenal dengan nama Operasi Barbarossa. Mereka sedang merencanakan cara penguasaan jembatan-jembatan yang melintasi sungai Dubissa di Airogola (Lithuania), yang merupakan langkah penting dalam melancarkan gerak maju di wilayah utara Rusia


 Para perwira tinggi Wehrmacht dari Heeresgruppe Nord sedang merundingkan strategi terbaik dalam mematahkan perlawanan pasukan Rusia dalam Unternehmen Barbarossa, 30 Juni 1941. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Sigurt-Horstmar Freiherr von Beaulieu-Marconnay (Adjutant Korps-Kommando X), Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Generaloberst Erich Hoepner (Oberbefehlshaber Panzergruppe 4), dan Oberst Günther Angern (Kommandeur 11. Schützen-Brigade)


 Menghadap kamera, dari kiri ke kanan: Generalmajor Walther Düvert (mit der Führung der 13. Panzer-Division beauftragt), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), dan Major im Generalstab Fritz Kraemer (Ia Erster Generalstabsoffizier 13. Panzer-Division). Foto ini diambil pada fase awal Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), bulan Juni-Juli 1941

Empat orang perwira Wehrmacht (dua dari Heer, dua dari Waffen-SS) sedang mendiskusikan strategi peperangan dalam Operasi Barbarossa di Front Timur musim panas 1941. Dari kiri ke kanan: Oberst Otto Schmidt-Hartung (Kommandeur Infanterie-Regiment (motorisiert) 35), Generalleutnant Erich Heinrich Clößner (Kommandeur 25. Infanterie-Division), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH), dan SS-Obersturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Chef 2.Kompanie / SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH)


Walter Model dengan Heinz Guderian. Foto ini kemungkinan besar diambil musim panas tahun 1941 saat Unternehmen Barbarossa sedang berlangsung, dimana Generalleutnant Model (Kommandeur 3.Panzer-Division) berada di bawah kendali Panzergruppe 2 pimpinan Generaloberst Guderian


 Pertemuan para perwira tinggi Wehrmacht di tengah-tengah berlangsungnya invasi Jerman atas Rusia (Unternehmen Barbarossa). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte); Oberst i.G. Walther von Hünersdorff (Chef des Generalstabes Panzergruppe 3); Generaloberst Hermann Hoth (Oberbefehlshaber Panzergruppe 3); dan General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps). Foto diambil tanggal 8 Juli 1941 oleh Kriegsberichter Moosdorf (atau Mossdorf?) dari Propaganda-Kompanie 697 pada saat sedang berlangsungnya Pertempuran Smolensk


 Pertemuan para perwira tinggi Wehrmacht di tengah-tengah berlangsungnya invasi Jerman atas Rusia (Unternehmen Barbarossa). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte); Generaloberst Hermann Hoth (Oberbefehlshaber Panzergruppe 3); Oberst i.G. Walther von Hünersdorff (Chef des Generalstabes Panzergruppe 3); dan General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps). Foto diambil tanggal 8 Juli 1941 oleh Kriegsberichter Moosdorf (atau Mossdorf?) dari Propaganda-Kompanie 697 pada saat sedang berlangsungnya Pertempuran Smolensk




8 Juli 1941: Pertemuan para perwira tinggi Wehrmacht di tengah-tengah berlangsungnya invasi Jerman atas Rusia (Unternehmen Barbarossa). Dari kiri ke kanan: Generaloberst Hermann Hoth (Oberbefehlshaber Panzergruppe 3), General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps), dan Oberst im Generalstab Walther von Hünersdorff (Chef des Generalstabes Panzergruppe 3). Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941)


Generaloberst Erich Hoepner (mantan komandan 1. leichte-Division sebelum berganti nama menjadi 6. Panzer-Division, dan di musim panas 1941 menjadi Oberbefehlshaber 4. Panzergruppe) dalam acara kunjungan ke unit lamanya, sembari mendiskusikan situasi pertempuran terkini di depan sebuah rumah kayu. Lokasinya adalah di Leningrad bulan Agustus 1941. Dari kiri ke kanan: Major im Generalstab Johann-Adolf Graf von Kielmansegg (Ia Erster Generalstabsoffizier 6. Panzer-Division); Generaloberst Erich Hoepner (Oberbefehlshaber 4.Panzergruppe); Hauptmann Strack; dan Generalmajor Franz Landgraf (Kommandeur 6. Panzer-Division)


Agustus 1941: pengenalan peta para perwira SS-Division "Wiking" (motorisiert) bersama dengan komandan divisi, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (kiri). Orang yang memegang peta adalah SS-Hauptsturmführer Christian Frederik von Schalburg, Asisten Operasi Divisi asal Denmark, sementara kedua dari kanan adalah SS-Obersturmführer Herbert Schmeißer dari SS-Nachrichten-Abteilung 5 / SS-Division "Wiking"


Diskusi antara dua orang perwira DAK (Deutsches Afrikakorps) membahas situasi terkini di front Afrika Utara. Dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Ludwig Crüwell (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) dan Hauptmann der Reserve Johannes Kümmel (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 8 / 15.Panzer-Division / Deutsches Afrikakorps). Foto ini diambil bulan Februari 1942 oleh Kriegsberichter Valtingojer dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Rommel berunding dengan para staffnya di markas besarnya Libya bulan April 1942 untuk merancang strategi terbaik demi merebut kota pelabuhan Tobruk dari tangan pasukan Inggris. Foto jepretan Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" ini sendiri pertama kali dipublikasikan pada tanggal 26 Mei 1942. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), Oberstleutnant im Generalstab Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzerarmee "Afrika"), Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Generalleutnant Walther Nehring (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps)


Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) merundingkan sebuah strategi perang bersama dengan bawahannya, Generalmajor Hubert Lanz (Kommandeur 1. Gebirgs-Division), tanggal 26 Mei 1942 pada saat berlangsungnya Pertempuran Kharkov Kedua yang berkobar selama 16 hari (12-28 Mei 1942). Pertempuran akbar tersebut melibatkan lebih dari satu juta orang tentara - yang merupakan gabungan dari kedua belah pihak - dan berakhir dengan kemenangan Pihak Poros. Tercatat 170.958 tentara Soviet yang terbunuh, hilang, dan menjadi tawanan, belum lagi 106.232 orang yang terluka. Pihak Jerman sendiri hanya kehilangan 20.000 orang prajuritnya yang menjadi korban


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menerangkan sesuatu di peta kepada para prajurit Jerman dan Italia di Tobruk di hari kota tersebut jatuh ke tangan Jerman. Bertolak pinggang di sebelah kanan adalah Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), sementara di belakang mereka adalah Leutnant tak dikenal yang berasal dari unit Panzertruppen (terlihat dari pin tengkorak di kerahnya). Foto diambil tanggal 21-22 Juni 1942 oleh Kriegsberichter Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"



Generalmajor Georg von Bismarck (Kommandeur 21. Panzer-Division) sedang merundingkan strategi bersama pasukannya di Afrika Utara, musim panas 1942. Di seragamnya tersembul Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang dia dapatkan tanggal 29 September 1940 sebagai Oberst dan Kommandeur Schützen-Regiment 7. Bismarck terbunuh saat tanknya melindas ranjau ketika sedang memimpin divisinya dalam Pertempuran Alam el Halfa, 31 Agustus 1942. Dia dipromosikan secara anumerta menjadi Generalleutnant


 Major Erich Bärenfänger (Führer III.Bataillon / Grenadier-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division) yang bertubuh tinggi besar sedang memberikan penjelasan situasi terkini kepada Generalleutnant Friedrich Schmidt (Kommandeur 50. Infanterie-Division), sementara di belakang mereka yang berkacak pinggang adalah Generalleutnant Ernst Rupp (Kommandeur 97. Jäger-Division). Panji yang terpasang di bemper mobil staff Horch Kfz 15 dengan plat nomor WH 1939833 adalah lambang divisi yang menunjukkan bahwa yang memakainya adala komandan divisi. Foto kemungkinan besar diambil di musim panas tahun 1942


 Rommel dan para perwiranya sedang berunding mengenai disposisi 21. Panzer-Division untuk pertempuran mendatang menggunakan bantuan sebuah peta tak lama sebelum dimulainya Pertempuran Alam el Halfa (30 Agustus 1942 - 5 September 1942). Tiga yang berdiri paling kiri adalah, dari kiri ke kanan: Generalmajor Georg von Bismarck (Kommandeur 21. Panzer-Division), Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"). Von Bismarck nantinya gugur saat memimpin pasukannya setelah tank yang dinaikinya menginjak sebuah ranjau pada tanggal 31 Agustus 1942, di hari kedua ofensif Jerman di Alam el Halfa. Kehilangannya membuat Rommel terpukul karena Von Bismarck adalah salah satu perwira terbaik yang dipunyai Wehrmacht di medan perang Afrika Utara. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" saat Rommel mengunjungi Hauptquartier 21. Panzer-Division 



Tiga orang perwira sekaligus Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari 13. Panzer-Division berkumpul di depan sebuah peta. Tampaknya foto yang diambil pada tahun 1942 ini hanya merupakan "reka ulang" untuk kepentingan propaganda belaka, karena terlihat dari muka-muka "aktor amatir dadakan" di atas yang tidak bisa menyembunyikan senyum mereka! Dari kiri ke kanan: Leutnant Heinz Reverchon (Zugführer di 1.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 43. Ritterkreuz tanggal 16 September 1942), Oberstleutnant Harald Stolz (Kommandeur Kradschützen-Bataillon 43. Ritterkreuz tanggal 28 Agustus 1942), dan Oberleutnant Hans-Hermann Sassenberg (Chef 2.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 13. Ritterkreuz tanggal 23 Oktober 1941)


Dari kiri ke kanan: Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), Generalmajor Theodor Graf von Sponeck (Kommandeur 90. Afrika-Division), dan General der Panzertruppe Wilhelm Ritter von Thoma (mit der stellvertretende Führung beauftragt Panzerarmee "Afrika"). Foto diambil pada tanggal 24 Oktober 1942 saat berlangsungnya Pertempuran El-Alamein. Di hari itu dan keesokan harinya Von Thoma menjadi komandan temporer Panzerarmee "Afrika" setelah komandan pengganti sebelumnya, General der Panzertruppe Georg Stumme, meninggal terkena serangan jantung sementara komandan aslinya, Generalfeldmarschall Erwin Rommel, sedang menjalani pengobatan atas sakitnya di Eropa!


Oberstleutnant Herbert Gomille (15 Oktober 1913 - 18 Mei 2009) adalah seorang jagoan panzer yang, bersama dengan Hauptmann Joachim Barth (Chef 1.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 13), berhasil menghancurkan 33 buah tank Soviet dalam pertempuran sengit di bulan September 1942 yang berlangsung selama tiga hari! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 25 Oktober 1942 sebagai Hauptmann dan  Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 4 / 13.Panzer-Division / III.Panzerkorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe A. Pada tanggal 5 Mei 1943 dia berada di Panzertruppenschule Wünsdorf, tapi hanya beberapa bulan kemudian (10 Juli 1943) dipromosikan sebagai Kommandeur III.Schwere-Abteilung (Tiger) / Panzer-Regiment "Großdeutschland" yang merupakan unit elit Wehrmacht. Pada tanggal 10 Maret 1944 Gomille ditarik kembali dari front dan menjadi staff Inspekteur der Panzertruppen. Tidak diketahui lagi penempatannya setelahnya. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (29 September 1939) und I.Klasse (23 Mei 1940); serta Deutsches Kreuz in Gold (24 Februari 1942)



 Para perwira tinggi Gebirgsjäger di Skandinavia sedang berunding mengelilingi sebuah peta (1942). Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Franz Böhme (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps), Generalmajor August Krakau (Kommandeur 7. Gebirgs-Division), Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber Armee Lappland), dan Generalmajor Ferdinand Jodl (Chef des Generalstabes Armee Lappland). Perwira yang membelakangi kamera di kanan mengenakan holster (sarung pistol) Femaru Model 1937 7.65mm Hungaria di pinggangnya. Bentuknya mirip banget dengan holster Browning "High Power" M1935 Belgia, tapi yang terakhir hanya dibagikan ke Waffen-SS, sementara Gebirgsjäger di Norwegia serta Finlandia (dengan kebanyakan anggotanya orang Austria) lebih besar kemungkinannya untuk memakai senjata peninggalan Austro-Hungaria


 Generalmajor Hermann Balck (Kommandeur 11. Panzer-Division) merundingkan strategi pertempuran bersama dengan Oberstleutnant Theodor Graf von Schimmelmann-Lindenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division) di wilayah Don (Uni Soviet), musim dingin 1942/1943. Ketika 6. Armee dikepung oleh pasukan Soviet di Stalingrad, front selatan Jerman terancam keruntuhan massal. Balck saat itu memimpin 11. Panzer-Division jauh di utara, 650km dari kota tersebut. Tak lama kemudian dia diperintahkan untuk bergerak ke selatan demi menstabilkan front yang kritis. Pada saat itu 5th Tank Army Soviet sedang berusaha menerobos maju menyeberangi sungai Dnieper, dan satu-satunya unit yang bisa diandalkan di dekatnya adalah divisi Balck. Perbedaan kekuatan di antara kedua belah pihak benar-benar njomplang: perbandingannya adalah 7:1 dalam hal jumlah tank, 11:1 jumlah infanteri, dan 20:1 jumlah artileri! Tapi Balck tidak gentar sedikitpun. Dengan memimpin paling depan, dia mampu menangkal setiap manuver yang dilancarkan musuhnya. Berkali-kali dia menangkis, mengelakkan, mengejutkan, dan memusnahkan detasemen-detasemen Soviet yang dikirimkan kepadanya. Kata-kata penyemangat favoritnya saat itu adalah "Perjalanan di malam hari menyelamatkan darah". Melalui serangkaian pertempuran, kemampuannya yang luar biasa dalam menggerakkan pasukan memampukan sebiji divisi panzernya menghancurkan sedikit demi sedikit pasukan Soviet yang jauh lebih kuat. Dalam hanya beberapa bulan peperangan di musim dingin 1942/1943, divisinya tercatat menghancurkan tidak kurang dari 1000 tank musuh! Tentu saja Hitler tidak tutup mata atas prestasi pinilih jenderalnya tersebut, dan dua kali Balck diundang ke Führerhauptquartier untuk menerima Eichenlaub (20 Desember 1942) serta Schwerter (4 Maret 1943)

 
Generaloberst Walter Model bersama dengan SS-Kavallerie-Division ”Florian Geyer” yang berada di bawah komando 9.Armee (November 1942 s/d Februari 1943). Disini terlihat SS-Hauptsturmführer Baldur Keller (Ia "Florian Geyer", kanan) dan komandan divisi SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Bittrich (membelakangi kamera)


 Diskusi para perwira tinggi dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" saat berlangsungnya Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari 1943 - 15 Maret 1943). Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH), SS-Sturmbannführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH), dan SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1 LSSAH)



 Para jenderal dari Heeresgruppe B sedang merundingkan strategi di musim panas 1943. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Dr.phil. Hans Speidel (Chef des Generalstabes Armeeabteilung Kempf), Generalfeldmarschall Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), General der Panzertruppe Werner Kempf (Kommandeur Armeeabteilung Kempf), Generalmajor Theodor Busse (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd), dan Generalmajor Friedrich Fangohr (Chef des Generalstabes 4. Panzerarmee)


 
Generalfeldmarschall Erich von Manstein (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) menemui General der Panzertruppe Hermann Breith (Kommandierender General III. Panzerkorps) untuk merundingkan strategi pertempuran di timur laut Bjelgorod (Mei 1943) yang merupakan permulaan dari Unternehmen Zitadelle alias Pertempuran Kursk. Perwira yang memakai monokel di sebelah kanan adalah Oberst im Generalstab Ernst Merk (General-Stab des III. Panzer-Korps kommandiert)


Generalfeldmarschall Erich von Manstein (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) merundingkan strategi pertempuran dengan General der Infanterie Karl-Adolf Hollidt (Oberbefehlshaber 6. Armee), Mei 1943. Hollidt menjadi panglima 6. Armee yang dibentuk kembali setelah hancur lebur dalam pengepungan Stalingrad. Dia mengenakan Krimschild di lengannya, begitu juga dengan Manstein


 Para perwira SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" dalam sebuah diskusi militer yang diadakan di Nikšić (Montenegro), tanggal 2 Juni 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Artur "Papa" Phleps (mantan Kommandeur SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" yang sedang menunggu pengesahan menjadi Kommandierender General V. SS-Gebirgskorps), SS-Obersturmbannführer Otto Bayer (Chef Stabs-Abteilung VI [Weltanschauliche Schulung und Truppenbetreuung] SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen"), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Carl Reichsritter von Oberkamp (ngudud cerutu di belakang Bayer, Kommandeur SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen"), dan SS-Oberführer Otto Kumm (Ia Erster Generalstabsoffizier SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen")



 

 Generalmajor Walther von Hünersdorff (Kommandeur 6. Panzer-Division) sedang merundingkan strategi bersama dengan anakbuahnya beberapa minggu sebelum Pertempuran Kursk pecah (5 Juli 1943 - 23 Agustus 1943). Sang jenderal nantinya terbunuh dalam pertempuran tersebut setelah stahlhelm yang dikenakannya tertembak oleh sniper Rusia tanggal 14 Juli 1943. Salah satu pecahan dari helmnya tertancap di otaknya, sehingga dia buru-buru diungsikan menggunakan pesawat Fieseler Fi 156 Storch ke Feldlazarett (rumah sakit lapangan) Kharkov. Meskipun ahli bedah terbaik Wehrmacht saat itu, Oberstarzt der Reserve (Luftwaffe) Dr.med. Wilhelm Tönnis, telah didatangkan untuk mengoperasinya, tapi usahanya tetap sia-sia belaka dan Hünersdorff meninggal tanggal 17 Juli 1943. Jenazahnya kemudian dikebumikan dua hari kemudian dengan upacara kebesaran di Deutscher Soldatenfriedhof Kharkov dengan dihadiri oleh Generalfeldmarschall Erich von Manstein (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Hermann Hoth (Oberbefehlshaber 4. Panzerarmee), General der Panzertruppe Erhard Raus (Kommandierender General XI. Armeekorps), dan General der Panzertruppe Werner Kempf (Oberbefehlshaber Armeeabteilung Kempf). Untuk menghargai jasanya, maka pangkat Hünersdorff dinaikkan secara anumerta (nachträglich) menjadi Generalleutnant tanggal 10 Agustus 1943 setelah sebelumnya dianugerahi Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #259 tanggal 14 Juli 1943. BTW, Foto di atas diambil oleh Kriegsberichter Kipper dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 tanggal 21 Juni 1943


 Dari kiri ke kanan: Oberst Hermann von Oppeln-Bronikowski (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) dan Generalmajor Walther von Hünersdorff (Kommandeur 6. Panzer-Division) sedang merundingkan strategi pertempuran beberapa minggu sebelum Pertempuran Kursk pecah (5 Juli 1943 - 23 Agustus 1943). Foto di atas diambil oleh Kriegsberichter Kipper dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 tanggal 21 Juni 1943



Major der Reserve Dr.med.dent. Franz Bäke (Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) di depan tank komando Panzerbefehlswagen III Ausf.K yang menjadi tunggangannya, musim panas tahun 1943. Markingnya sendiri tidak kelihatan, meskipun secara umum harusnya bernomor "R01" atau "R00" yang dikuhususkan bagi komandan unit panzer. Di leher Bäke tercantol medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang didapatkannya tanggal 1 Agustus 1943. Yang menarik adalah tiga buah strip Panzervernichtungsabzeichen di lengan yang menunjukkan bahwa sang perwira telah menghancurkan tiga buah tank musuh menggunakan senjata genggam tangan! Pada tanggal 11 Juli 1943 saat Pertempuran Kursk sedang berlangsung dengan sengit, Bäke memimpin konvoy panzer Jerman dengan didahului oleh tank T-34 rampasan yang berfungsi sebagai pengecoh. Mereka ditugaskan untuk merebut sebuah jembatan yang strategis yang melintasi sungai Donets. Pada saat malam tiba tanknya didapati telah terkepung oleh beberapa buah tank Soviet. Bäke memutuskan untuk keluar dari panzernya (yang mempunyai senjata meriam utama tapi terlalu lemah untuk menghadapi tank-tank medium musuh) dan memimpin serangan balasan yang sukses dengan berjalan kaki menggunakan peledak anti-tank magnetis Haft-HI 3 "Panzerknacker" Dia secara pribadi menghancurkan tiga buah tank!


Generaloberst Walter Model (kanan, Oberbefehlshaber 9. Armee) dan Generalleutnant Vollrath Lübbe (kiri, kommandeur 2. Panzer-Division) di Front Timur, musim panas 1943. Lübbe adalah peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (17 Agustus 1943) dan Deutsches Kreuz in Gold (6 Maret 1943), serta merupakan ayah dari jenderal Bundeswehr Ernst-Vollrath Lübbe (1920-2001)



Foto lain Walter Model dan Heinz Harmel. Harmel terutama sekali terkenal melalui kepahlawanannya dalam pertempuran Nijmegen (September 1944). Tahun 1977 dibuat sebuah film mengenai Operasi Market Garden berjudul "A Bridge Too Far". Di dalamnya terdapat karakter seorang SS-Brigadeführer bernama Ludwig yang diperankan oleh Hardy Krueger dan yang sebenarnya merupakan perpaduan figur Heinz Harmel dan Walter Harzer. Harmel menolak namanya dicantumkan dalam film tersebut...


Walter Model dan Generalmajor Oskar Eckholt (Kommandeur 291.Infanterie-Division) yang merupakan peraih Ritterkreuz (9 April 1943), Deutsches Kreuz in Gold (18 Mei 1942) dan Ehrenblattspange des Heeres (26 Januari 1943). Semua medali yang saya sebutkan kentara kelihatan dalam foto di atas!


Walter Model dalam pertemuan dengan XXXXVII.Panzerkorps di musim panas tahun 1943 (ofensif Kursk). Dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Joachim Lemelsen (Komandan-Jenderal XXXXVII.Panzerkorps), Generaloberst Walter Model (Oberbefehlshaber 9.Armee), Generalleutnant Walther Scheller (komandan 9.Panzer-Division), dan Oberstleutnant i.G. Wilhelm von Rücker (Ia 9.Panzer-Division)


Generalfeldmarschall Günther von Kluge (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte) dan Generaloberst Walter Model (Oberbefehlshaber 9.Armee) mendiskusikan kemajuan hasil serangan Jerman dalam Ofensif Kursk Sektor Utara bulan Juli 1943. Di pertengahan tahun 1944 Von Kluge adalah Oberbefehlshaber Heeresgruppe B. Dalam sebuah inspeksi ke front depan, sang Marsekal mendapat serangan tembakan mendadak musuh sehingga harus berlindung. Radio kendaraannya rusak dan dia tidak bisa menghubungi Markas besar di sepanjang hari itu. Hitler menduga terjadi pengkhianatan dan memecatnya pada tanggal 16 Agustus 1944. Penggantinya adalah Walter Model. Depresi dan paranoid karena takut dihukum, Von Kluge memutuskan untuk bunuh diri dengan menelan bubur ayam eh kapsul Sianida tanggal 19 Agustus 1944


Generaloberst Walter Model di musim gugur 1943, merundingkan strategi dengan para perwiranya. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Ralph Graf von Oriola (Kommandeur 299.Infanterie-Division), Oberst Karl Fabiunke (Kommandeur 129.Infanterie-Division), Model, Generalmajor Johann Heinrich Eckhardt (Kommandeur 211.Infanterie-Division), dan Generalleutnant Johann Georg Richert (Kommandeur 286.Sicherungs-Division)


Generalleutnant Theodor Scherer (Kommandeur 83. Infanterie-Division) bersama dengan Pakgeschützführer Ritterkreuzträger Unteroffizier Werner Wrangel dari Panzerjäger-Abteilung 183 / 83.Infanterie-Division) di Velikije Luki, Rusia, tanggal 26 November 1943. Ritterkreuz yang tergantung di leher Wrangel (kanan) didapatkannya tanggal 8 Februari 1943 saat dia menghancurkan tidak kurang dari 17 tank Soviet yang menyerang posisinya dalam pertempuran malam hari di barat-daya Toropets dengan hanya mengandalkan sebuah meriam anti-tank 4,7 cm mittlere Panzerabwehrkanone 36(t) L/43,4 di atas bukit yang membeku di tengah badai salju dengan suhu minus 25ºC! Dia menembak terus sampai meriamnya macet dan seantero awaknya terluka. Tidak menyerah, ditariknya rekan-rekan dari unit infanteri untuk menggantikan mereka, dan ini pun tak lama bertumbangan pula! Usahanya ternyata tidak sia-sia dan serangan masif musuh mandek sehingga menghindarkan Kampfgruppe Scherer dari pengepungan. Begitu besarnya jasa Wrangel sehingga dia diganjar tidak hanya satu tapi empat medali sekaligus (yang tak ada bandingannya dalam sejarah Wehrmacht!): Infanterie-Sturmabzeichen, Eisernes Kreuzes II.Klasse dan I.Klasse, serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes!



Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Herbert Bauer (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 2 "Immelmann") dan Hauptmann Alwin Boerst (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 2 "Immelmann"). keduanya sedang berunding di markas mereka yang . Bauer dan Boerst (B und B) adalah dua perwira berprestasi dari Schlachtgeschwader 2 (sebelumnya bernama Sturzkampfgeschwader 2) yang sama-sama dianugerahi Eichenlaub: Bauer tanggal 30 September 1944 setelah 1000 misi tempur, sementara Boerst tanggal 28 November 1942 setelah 624 misi tempur. Boerst sendiri menjadi Gruppenkommandeur I./SG 2 dari tanggal 18 Oktober 1943 s/d 30 Maret 1944, dan foto ini diambil pada periode tersebut


Vizeadmiral Leopold Siemens (kedua dari kiri, Kommandierender Admiral norwegischen Nordküste) dan Admiral Otto Ciliax (kedua dari kanan, Oberbefehlshaber Marinegruppenkommando Norwegen) mendengarkan dengan serius saat seorang perwira Wehrmacht memberi keterangan tentang posisi janda-janda paling semlohay pada peta yang terhampar di meja. Keduanya adalah laksamana-laksamana Kriegsmarine yang bertugas di Norwegia. Siemens menjadi Komandan Laksamana Pantai Utara Norwegia periode 1 Februari 1943 - 6 November 1944, sementara Ciliax menjadi Panglima Komando Grup Laut Norwegia periode 4 Maret 1943 - 25 April 1945. Karenanya, foto ini kemungkinan besar diambil pada periode 1943-1944


 Acara kunjungan Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) ke tempat latihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo, Belgia, pada tanggal 6 Februari 1944. Disini sang penggagas Blitzkrieg (tangan di belakang) tampak memperhatikan dengan serius saat SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) menerangkan sesuatu dengan bantuan peta. SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") berdiri di samping kanan Dietrich, sementara SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26) berdiri di samping kiri Guderian


Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Christian Hansen (Oberbefehlshaber der 16. Armee), Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), dan Generalmajor Paul Reinhold Herrmann (Chef des Generalstabes 16. Armee)



Pertemuan jenderal Jerman di markas Armeegruppe Narwa, Ukraina Utara, bulan Maret/April 1944. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans Boeckh-Behrens (Kommandeur 32.Infanterie-Division), General der Infanterie Johannes Frießner (Führer Armee-Abteilung Narwa), tidak diketahui, Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nordukraine), perwira staff yang tidak diketahui identitasnya, dan General der Panzertruppe Erhard Raus (Kommandierender-General 4.Panzer-Armee)


 Generalmajor Ernst-Günther Baade (Kommandeur 90. Panzergrenadier-Division) bersama dengan salah seorang perwiranya yang berpangkat Hauptmann sedang merundingkan strategi pertempuran di atas peta. Foto diambil di wilayah Rimini-Ancona (Italia) oleh Kriegsberichter Lüthge dalam periode antara tanggal 22 Februari 1944 (penganugerahan Eichenlaub buat Baade) sampai dengan 16 November 1944 (penganugerahan Schwerter). BTW, Hauptmann di sebelah kanan mengenakan lencana seperti INI di schirmmütze-nya, yang hanya khusus dikenakan oleh para anggota 90. Panzergrenadier-Division!

 
Para perwira dari schwere SS Panzer-Abteilung 101 berkumpul bersama dalam sebuah latihan di dekat Beauvais, Prancis utara, tanggal 21 Maret 1944. Yang menghadap kamera adalah SS-Sturmbannführer Heinz von Westernhagen (Komandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 101) dan SS-Obersturmführer Hanno Raasch (chef 3.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101). Panzerkampfwagen VI Tiger di belakang mempunyai turmnummer (nomor kubah) 311 milik SS-Untersturmführer Thomas Amselgruber dari 1.Zug / 3.Kompanie / I.Abteilung / schwere SS-Panzer-Abteilung 101. Foto oleh Kriegsberichter Scheck dari Propaganda-Kompanie (PK) 698


 Para perwira dari schwere SS Panzer-Abteilung 101 berkumpul bersama dalam sebuah latihan di dekat Beauvais, Prancis utara, tanggal 21 Maret 1944. Menghadap kamera dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Jürgen Wessel (chef 1.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101), SS-Sturmbannführer Heinz von Westernhagen (Komandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 101) dan SS-Obersturmführer Hanno Raasch (chef 3.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101). Membelakangi kamera: SS-Untersturmführer Willi Iriohn (Zugführer 3.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101) dan SS-Unterscharführer Otto Blase (Zugführer 3.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101). Panzerkampfwagen VI Tiger di belakang mereka mempunyai turmnummer (nomor kubah) 311 milik SS-Untersturmführer Thomas Amselgruber dari 1.Zug / 3.Kompanie / I.Abteilung / schwere SS-Panzer-Abteilung 101. Tiger ini merupakan kombinasi dari roda model awal dengan pintu keluar turet hasil pengembangan serta Zimmerit. Foto oleh Kriegsberichter Scheck dari Propaganda-Kompanie (PK) 698


 Para perwira dari schwere SS Panzer-Abteilung 101 berkumpul bersama dalam sebuah latihan di dekat Beauvais, Prancis utara, tanggal 21 Maret 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Jürgen Wessel (chef 1.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101), SS-Hauptsturmführer Michael Wittmann (tertutup oleh Wessel, chef 2.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101), SS-Sturmbannführer Heinz von Westernhagen (Komandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 101), SS-Obersturmführer Hanno Raasch (chef 3.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101) dan SS-Untersturmführer Willi Iriohn (Zugführer 3.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101). Sebenarnya masih ada satu lagi yang paling kanan tapi sialnya tidak tertangkap kamera, yaitu SS-Unterscharführer Otto Blase (Zugführer 3.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 101)


 Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen (Oberbefehlshaber Luftflotte 2) melihat peta front Italia bersama dengan para perwira Luftwaffe yang mengenakan tropenuniform (pakaian tropis) berwarna cerah. Foto diambil oleh Kriegsberichter Rauchwetter dari PK (Propaganda-Kompanie) Luftflotte 2 bulan Mei 1944


 Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nordukraine) bersama dengan para komandan divisinya di Front Timur bulan Mei 1944. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Oskar Eckholt (Kommandeur 291. Infanterie-Division), Generalleutnant Hans-Walter Heyne (Kommandeur 82. Infanterie-Division), Generalleutnant Hans Pieckenbrock (Kommandeur 208. Infanterie-Division), perwira Hungaria tak dikenal, Generalmajor Rudolf Freiherr von Waldenfels (Kommandeur 6. Panzer-Division), Walter Model, dan Generalmajor Paul Scheuerpflug (Kommandeur 68. Infanterie-Division)



 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) membahas persiapan pertahanan Jerman berdasarkan peta Normandia yang dia rundingkan bersama dengan para perwira tinggi Wehrmacht. Perwira Kriegsmarine di tengah adalah Kapitän zur See Walter Hennecke (Seekommandant Normandie), sementara Ritterkreuzträger kedua dari kanan adalah Vizeadmiral Friedrich Oskar Ruge (Admiral z.b.V. der Heeresgruppe B). Foto ini diambil sebelum dimulainya invasi Sekutu di pantai Normandia tanggal 6 Juni 1944 (D-Day)

L'Abbaye d'Ardenne, 7 Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Erich Urbanitz (komandan I.Bataillon/SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12), SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (komandan II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12), dan SS-Sturmbannführer Karl Bartling (komandan III.Bataillon/SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12). Mereka sedang merencanakan secara cermat koordinasi tembakan artileri Abteilung mereka dengan serangan balasan yang dilancarkan oleh tank-tank dari II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12 serta pasukan Panzergrenadier dari SS-Panzergrenadier-Regiment 25


 Tiga orang perwira tinggi dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" mendiskusikan situasi pertempuran terkini sekaligus cara menangkal serangan Sekutu dengan menggunakan bantuan peta. Foto diambil di Normandia bulan Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25) dan SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Uniknya, mereka semua mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia yang banyak dikenakan oleh perwira dari Divisi SS Hitlerjugend di Normandia


Oberleutnant Franz Ludwig (Chef 2.Batterie/Sturmgeschütz-Abteilung 1346) mendiskusikan masalah strategi bersama anakbuahnya di Bois de Bavan, timur Orne, dengan latar belakang Sturmgeschütz III berhiaskan 16 ring kemenangan. Dia baru saja meraih kemenangan ke-16 beberapa menit sebelumnya setelah meng-KO tank Inggris, sementara unitnya sendiri diperbantukan di divisi infanteri standar Jerman (346. Infanterie-Division) dalam pertempuran Normandia, dan foto ini diambil tak lama setelah penganugerahan Ritterkreuz-nya tanggal 24 Juni 1944. Ludwig sendiri tak lama gugur dalam pertempuran tanggal 14 Agustus tahun yang sama


Kommandierender General IV. SS-Panzerkorps yang juga mantan Kommandeur 5. SS-Panzer-Division "Wiking", SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Herbert-Otto Gille (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten) memberikan perintah upaya penyelamatan terhadap sebuah batalyon Wehrmacht yang terkepung musuh. Dari kiri ke kanan: Asisten Ajudan tak dikenal, SS-Sturmbannführer Paul Kümmel (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzer-Division "Wiking"), SS-Obersturmbannführer Hans Bünning (mengenakan tropenanzug SS M43 Sahariana, Kommander SS-Panzer-Artillerie-Regiment 5 / 5.SS-Panzer-Division "Wiking"); SS-Gruppenführer Gille, SS-Obersturmbannführer Hans Dorr (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment "Germania" / 5.SS-Panzer-Division "Wiking"), dan SS-Sturmbannführer Günther Sitter (Kommandeur II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment "Westland" / 5.SS-Panzer-Division "Wiking")


 Foto yang diambil dari klip "Die Deutsche Wochenschau" ini memperlihatkan Leutnant der Reserve Otto Carius (Führer 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502) sedang mendiskusikan operasi terbaru tanknya bersama dengan para awaknya di selatan Dünaburg (Daugavpils, Latvia) bulan Juli 1944. Uniknya, mereka nongkrong di atas Panzerkampfwagen VI Tiger dengan menjadikan bagian kubah turet sebagai alas! Setidaknya tiga orang diantaranya (termasuk Carius) mengenakan Panzerkombi Mausgrau (overall tank mouse grey) yang berwarna cerah. Paling kanan adalah Unteroffizier Heinz Kramer (6 Februari 1921 - 27 Januari 1945), Richtschütze (penembak meriam) Tiger yang dikomandani oleh Carius yang nantinya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 6 Oktober 1944. Dia merupakan salah satu dari sangat sedikit orang di seantero dunia yang tercatat pernah menembak pesawat terbang musuh dengan laras meriamnya! Kramer sendiri mempunyai catatan kemenangan pribadi 50+ buah


SS-Standartenführer Dr.jur. Eduard Deisenhofer (27 Juni 1909 - 31 Januari 1945) sebagai komandan SS-Panzergrenadier-Regiment 21 / 10. SS-Panzer-Division "Frundsberg" bersama seorang SS-Untersturmführer di dekat Caen, Prancis, bulan Juli 1944. Dia mengenakan seragam kamuflase SS-Erbsenmuster (pea-dot pattern) serta Tarn-Gesichtsmaske (Topeng Wajah Kamuflase) M42 yang terikat di stahlhelm-nya. Deisenhofer merupakan salah seorang komandan Waffen-SS yang bisa dipandang "terpelajar" demi melihat gelar yang terpasang di depan namanya, meskipun aneh bila kita mengetahui bahwa dia mengawali karirnya sebagai penjaga kamp konsentrasi di Dachau! Tapi pendidikannya yang tinggi ini diimbangi pula oleh prestasinya di medan pertempuran yang terlihat dari medali-medali "tukang perang" yang diraihnya: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (8 Mei 1942), Deutsches Kreuz in Gold (29 April 1942), serta Eisernes Kreuzes II.Klasse dan I.Klasse (barengan 26 Juni 1940). Di akhir Januari 1945 dia diperintahkan berangkat ke Arnswalde di Pomerania untuk mengambil-alih komando 15.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr.1). Dalam perjalanan kendaraannya mendapat serangan pesawat serang-darat Soviet yang kemudian membunuh Deisenhofer, supir serta ajudan yang ikut bersamanya. Karena minimnya bukti akan tewasnya orang ini sehingga dia diklasifikasikan sebagai MIA (Missing in Lokalisasi). Sampai saat ini jenazahnya masih belum diketemukan!


 
 
 
Tiga foto ini berasal dari koleksi Bundesarchiv dan keterangan penyertanya menyebutkan bahwa dia diambil pada tanggal 21 Juni 1944 di wilayah Caen/Prancis, padahal pada kenyataannya dia diambil pada tanggal 18 September 1944 di Lunéville/Lorraine (Prancis). Oberleutnant yang memakai seragam tropis adalah anggota dari 15. Panzergrenadier-Division yang baru saja datang dari Italia, sementara dua perwira lain yang memakai seragam panzertruppen berwarna cerah berasal dari Panzer-Brigade 111. Sang Oberleutnant sendiri memakai celana tropis Luftwaffe yang dipadukan dengan Tropenbluse model pertama (dengan insignia Kontinental) serta Tropenmütze berwarna pudar yang mungkin buatan lokal atau hasil pembelian pribadi (juga dengan insignia Kontinental). Dia memberitahu pada dua rekannya dari Panzer-Brigade 111 lokasi dimana harus menempatkan kendaraan perang mereka di sekitar kota demi untuk menghadapi pasukan Amerika dari 2nd Cavalry Group (Mittleren Schützenpanzer alias Sd.Kfz.251/1 yang terparkir di latar belakang kemungkinan berasal dari brigade panzer tersebut). BTW, tanker di sebelah kiri memasukkan bagian bawah seragam ke dalam ikat pinggangnya sehingga memperlihatkan kantong celana yang nongkrong di lokasi tidak biasa. Kopfhörer (headphone) dia lesakkan ke dalam saku celana dengan sedikit bagiannya dikaitkan ke ikat pinggang. Koppel (ikat pinggang) yang dikenakannya sendiri adalah dari model standar buatan sebelum tahun 1943. Setelah tahun itu lebar dan warnanya berubah: dari Koppel kulit abu-abu dengan lebar 50mm menjadi Koppel kulit hitam dengan lebar 45mm. Seragam yang dikenakannya memang tidak dilengkapi dengan schulterklappen (tanda pangkat bahu), sesuai dengan peraturan. Topinya masih dilengkapi dengan garis bordir berbentuk "V" terbalik dengan waffenfarbe pink yang sudah ditinggalkan dari tahun 1942, sementara fernglas (teropong) yang tergantung di dadanya diwarnai kuning seperti umumnya teropong Wehrmacht tahun 1944. Foto-foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Hasse dari PK (Propaganda-Kompanie) 698 dan merupakan beberapa dari rangkaian laporan foto milik Panzer-Brigade 111 yang menceritakan kegiatan operasional mereka di sepanjang bulan September 1944


Hauptmann Theodor Nordmann (tengah, Gruppenkommandeur II./SG 3) dalam sebuah perundingan strategi pertempuran bersama dengan para perwiranya, 20 September 1944. Nordmann (18 Desember 1918 - 19 Januari 1945) adalah jagoan Stuka yang pertama kali melakukan 600 misi tempur. Gunner dan operator radionya, Feldwebel Gerhard Rothe, merupakan salah satu dari 15 orang gunner Stuka yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (Nordmann sendiri adalah peraih Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub)! 


Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) mendiskusikan situasi terkini bersama dengan SS-Brigadeführer Heinz Harmel (Kommandeur 10. SS-Panzer-Division "Frundsberg") di markas divisi selama berlangsungnya Pertempuran Arnhem tanggal 28 September 1944. Foto ini diambil oleh SS-PK-Kriegsberichter Peter Adendorf


Para komandan pasukan Jerman di Barat sedang merundingkan strategi untuk menghadapi serangan unit parasut Sekutu di Arnhem, 28 September 1944. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generaloberst Kurt Student (Oberbefehlshaber 1. Fallschrimarmee), SS-Obergruppenführer Wilhelm Bittrich (Kommandierender-General II. SS-Panzerkorps), Major Hans-Peter Knaust (Kommandeur Kampfgruppe "Sonnenstuhl" / II.SS-Panzerkorps), dan SS-Brigadeführer Heinz Harmel (Kommandeur 10. SS-Panzer-Division "Frundsberg"). Sebelumnya telah diadakan upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Major Knaust, yang terlihat dari pita medalinya yang masih menggantung!


Walter Model sedang merundingkan strategi pertempuran berdasarkan peta yang dibentangkan oleh bawahannya. Paling kanan adalah Oberst Gerhard Wilck (Kommandeur 246. Volksgrenadier-Division/Kampfkommandant Aachen). Model dianggap sebagai Jenderal dengan taktik bertahan terbaik yang pernah dimiliki oleh angkatan darat Jerman, Wehrmacht!


Generalfeldmarschall Walter Model dan Oberstleutnant i.G. (im Generalstab) Kurt Kauffmann sedang membahas perkembangan pertempuran melalui peta


Para jenderal Jerman yang menjadi perencana Unternehmen "Wacht am Rhein" (Berjaga di Rhein) alias Ofensif Ardennes, difoto tanggal 1 Desember 1944 beberapa hari sebelum operasi dilancarkan. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe West), dan General der Infanterie Hans Krebs (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


Para jenderal Jerman yang menjadi perencana Unternehmen "Wacht am Rhein" (Berjaga di Rhein) alias Ofensif Ardennes, difoto tanggal 1 Desember 1944 beberapa hari sebelum operasi dilancarkan. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), General der Infanterie Hans Krebs (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B) dan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe West)
 

Para jenderal Jerman yang menjadi perencana Unternehmen "Wacht am Rhein" (Berjaga di Rhein) alias Ofensif Ardennes, difoto tanggal 1 Desember 1944 beberapa hari sebelum operasi dilancarkan. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generalleutnant Siegfried Westphal (Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber West), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe West), dan General der Infanterie Hans Krebs (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


 Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) berunding bersama dengan kepala staff-nya, Major im Generalstab Winrich Behr, di bulan Desember 1944 saat berlangsungnya Unternehmen Wacht am Rhein. Hubungan kedua orang yang berstatus bawahan dan atasan ini begitu dekat sehingga ketika satu dekade kemudian di hutan selatan Duisburg dilakukan pencarian lokasi dikuburnya Marsekal Model yang mati bunuh diri di akhir perang, Behr ikut membantu bersama dengan anak sang Marsekal yang bernama Hansgeorg Model. Behr berkatan tentang mantan atasannya tersebut: "Model adalah orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya di front. Dia tidak memimpin dari belakang meja sambil melihat-lihat peta, melainkan selalu pergi ke tempat-tempat yang dia rasa keberadaannya paling dibutuhkan."
---------------------------------------------------------

 Generalleutnant Hermann Balck duduk bertelekan peta dalam foto yang dibuat oleh Kriegsberichter Bauer di Rusia tengah tahun 1943. Karena foto ini diambil saat Balck masih menjabat sebagai Führer Panzergrenadier-Division Großdeutschland, maka bisa dipastikan bahwa periodenya adalah antara 19 Mei 1943 - 10 Juni 1943. Balck mengenakan medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub di lehernya yang dia dapatkan tanggal 4 Maret 1943 sebagai Kommandeur 11. Panzer-Division


SS-Obersturmbannführer Paul Kümmel (13 April 1911 - 27 Desember 1982) adalah Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking" yang tidak mendapat satupun medali perang bergengsi Wehrmacht, meskipun dia notabene menjadi komandan salah satu unit yang paling sering terjun ke dalam kancah pertempuran! Dia bukanlah peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, Deutsches Kreuz in Gold/Silber, bahkan Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS!


Generalmajor Hellmuth Thumm (Kommandeur 5. Jäger-Division) melihat sebuah peta dengan lencana Jäger di lengannya. Thumm (25 Agustus 1895 - 13 Juli 1977) memulai karir militernya sebagai sukarelawan perang tanggal 8 Agustus 1914, dan setelah itu menapak terus sampai menjadi General der Infanterie tanggal 1 Januari 1945. Setelah terang-terangan menolak perintah dari atas dengan menarik mundur para anggota Hitlerjugend belia dari medan pertempuran, dia dicopot dari jabatannya sebagai Kommandierender General LXIV. Armeekorps tanggal 20 Januari 1945. Medali-medali yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (26 Agustus 1915) dan I.Klasse (3 Juli 1918); 1914 Verwundetenabzeichen in Schwarz; württembergischer Militärverdienstorden in Gold; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Wehrmacht Dienstauszeichnung IV.Klasse, III.Klasse, II.Klasse dan I.Klasse; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (3 Juni 1940) dan I.Klasse (13 Juni 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #326 (30 Juni 1941) dan Eichenlaub #166 (23 Desember 1942). Selain itu namanya disebutkan juga dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda Wehrmacht) edisi 5 Juli 1941

---------------------------------------------------------
Foto-foto "map reading" lainnya. Strategi Wehrmacht menekankan pentingnya koordinasi antar satuan, baik dalam menyerang maupun bertahan. Selain itu, setiap komandan sangat dianjurkan untuk sering "blusukan" ke front depan demi melihat dengan mata kepala sendiri situasi pertempuran terkini dan bukannya mengandalkan laporan dari anakbuah. Karenanya, persentase perwira Jerman yang tewas dan terluka dalam Perang Dunia II jauh lebih banyak dibandingkan dengan kekuatan lainnya yang sama-sama berperang, baik dari pihak kawan maupun lawan!


Sumber :
Buku "Afrikakorps 1941-1942" karya Peter Chamberlain dan Chris Ellis

Buku "Enzian und Edelweiß: Die 4. Gebirgsdivision 1940-45" karya Julius Braun
Buku "Kill Rommel! Operation Flipper 1941" karya Gavin Mortimer
Buku "My Commando Operations: The Memoirs of Hitler's Most Daring Commando" karya Otto Skorzeny
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen  
Buku "Totenkopf und Edelweiß: General Atrur Phleps und die südosteuropäischen Gebirgstruppen der Waffen-SS 1942-1945" karya Roland Kaltenegger 
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Majalah "Militärgeschichte", Heft 1/2017
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman 
Foto koleksi NARA Archives
Foto koleksi pribadi John P. Moore
Foto koleksi pribadi Morio Ishimura  
Foto koleksi pribadi Thomas E. Nutter
Foto koleksi pribadi trbooks
www.audiovis.nac.gov.pl

www.battlefieldhistorian.com
www.commons.wikimedia.org
www.feldgrau.com
www.forum.axishistory.com

www.forum.germandaggers.com
www.histomil.com
www.instahlgewittern.com
www.network54.com
www.norgeslexi.com

www.oakleafmilitaria.com
www.reibert.info
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com

No comments: