Saturday, September 10, 2011

Foto Pendudukan Jerman di Norwegia

Nördlicher Polarkreis (Lingkar Kutub Utara) yang terletak di dataran tinggi gunung Saltfjellet, Norwegia, bulan Mei 1940. Tulisan "1940" ditambahkan oleh tentara Jerman ke inskripsi monumen selama berlangsungnya Perang Dunia II (bersama dengan lambang Swastika yang ditempatkan di tengah-tengah angka. Swastika ini kemudian dihilangkan)



Pasukan polisi Jerman berbaris menuju Oslo, 10 Mei 1940. Di hari yang sama Wehrmacht memulai serangannya ke Negara-Negara Bawah dan Prancis


Jenderal dan Laksamana Wehrmacht berkumpul di Nationaltheatret, Norwegia, tahun 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: General der Flieger Karl Kitzinger (Kommandierender General Luftgau Norwegen); Admiral Hermann Boehm (Kommandierenden Admiral Norwegen); Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Kommandierender General XXI. Armeekorps und Wehrmachtbefehlshaber Norwegen); perwira korps diplomatik (kemungkinan penterjemah); dan Charakter als Generalleutnant Hans von Kempski (Territorialabschnittsbefehlshaber Oslo und Südwest-Norwegen)


 
 
Acara perekrutan sukarelawan untuk SS-Regiment "Nordland" yang diselenggarakan di Hippodromen Vinderen, Oslo (Norwegia), tanggal 30 Januari 1941. Foto atas, duduk dari kiri ke kanan:Vidkun Abraham Lauritz Jonssøn Quisling (Ketua Partai Nasjonal Samling Norwegia); Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei); Gauleiter Josef Antonius Heinrich Terboven (Reichskommissar fur die besetzten Norwegischen Gebiete); Generaloberst Paul Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber der Armee Norwegen), SS-Gruppenführer Wilhelm Rediess (HSSPF/Führer SS-Oberabschnitt "Nord"); dan General der Flieger Karl Kitzinger (Kommandierender General Luftgau Norwegen). Terboven nantinya naik ke podium untuk ngahuntu sampai bucat (foto bawah)


Foto berukuran asli 239mm x 178mm dan dilelang oleh situs emedals.com ini memperlihatkan sebuah korps musik Ordnungspolizei sedang berbaris menunggu aba-aba di sebuah lapang terbuka di wilayah pendudukan Norwegia, bulan April 1941. Hak cipta atas fotonya sendiri dipegang oleh sebuah perusahaan pers Norwegia yang berkantor di Oslo


Perayaan Erntedankefest yang diselenggarakan di halaman universitas di Oslo tahun 1941. Reichskommissar Josef Terboven sedang memberikan pidatonya


Gauleiter Josef Terboven (Reichskommissar fur die besetzten Norwegischen Gebiete) menganugerahkan medali terhadap para karyawan Reichskommissariat Jerman di Norwegia yang berprestasi tanggal 2 Februari 1942



Parade Wehrmacht lainnya yang digelar di Oslo, Norwegia, musim semi 1943. Dari kiri ke kanan: , Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Wehrmachtbefehlshaber Norwegen); General der Flieger Willi Harmjanz (Kommandierender General Feldluftgau-Kommandos Norwegen); General der Gebirgstruppe Valentin Feurstein (Kommandierender General LXX. Armeekorps); dan Generalleutnant Max Horn (Kommandeur 214.Infanterie-Division). Dari foto ini, kita bisa mengetahui bahwa yang terakhir (Horn) memakai medali sbb: Panzerkampfabzeichen der Legion Condor, Reitersportabzeichen, Verwundetenabzeichen 1.Form durchbrochen, EK1 mit Wiederholungsspange 1939, dan EK2-Bändchen ebenfalls mit Wiederholungsspange 1939


Masih dari Parade Wehrmacht yang digelar di Oslo, Norwegia, musim semi 1943. Foto atas memperlihatkan barisan Panzerkampfwagen III/IV dari 25.Panzer-Division yang saat itu ditempatkan di Norwegia, sementara foto tengah adalah sebuah Hotchkiss H35 (depan) yang diikuti oleh dua buah SOMUA S35. I.Bataillon/Panzer-Regiment 9/25.Panzer-Division masih mempunyai tank-tank bekas Prancis ini dalam perbendaharaan mereka sampai dengan awal tahun 1943, dan tank-tank "jadul" ini kemudian ditinggalkan di Norwegia saat sebagian besar divisi dikirimkan ke Eropa daratan akhir tahunnya


Para jenderal dan laksamana Jerman meninggalkan podium dalam parade Wehrmacht yang digelar di Oslo, Norwegia, musim semi 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Wilhelm Rediess (Höhere SS und Polizeiführer Nord); General der Flieger Willi Harmjanz (Kommandierender General Feldluftgau-Kommandos Norwegen); Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Wehrmachtbefehlshaber Norwegen) yang berjabat tangan dengan Generalleutnant Max Horn (Kommandeur 214.Infanterie-Division); serta Admiral Otto Ciliax (Oberbefehlshaber Marineoberkommando Norwegen)


Para jenderal dan laksamana Jerman dalam parade Wehrmacht yang digelar di Oslo, Norwegia, musim semi 1943. Dari kiri ke kanan: General der Gebirgstruppe Valentin Feurstein (Kommandierender General LXX. Armeekorps); SS-Obergruppenführer Wilhelm Rediess (Höhere SS und Polizeiführer Nord); Admiral Otto Ciliax (Oberbefehlshaber Marineoberkommando Norwegen); dan Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Wehrmachtbefehlshaber Norwegen)



Patung kepala Adolf Hitler di Stortinget (Parlemen Norwegia) mendapat kalungan bunga tanda simpati setelah terjadinya serangan 20 Juli 1944
 
Vidkun Quisling (tengah, Kepala Pemerintahan Boneka Norwegia) dalam kunjungannya ke pameran akbar PK (Propaganda-Kompanie) yang diselenggarakan di Galeri Nasional di Oslo tanggal 15 Agustus 1944. Pameran ini menampilkan hasil karya pilihan para Kriegsberichter (koresponden perang) Jerman. Paling kiri adalah Generalleutnant Georg Rosenbusch (PiFü Norwegen, kemudian menjadi Inspk. Landbefestigungen Nord), sementara kedua dari kiri adalah Generalmajor Eugen Theilacker (Kepala Staff Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst, Panglima Wehrmacht di Norwegia). BTW, selain sebagai seorang kolaborator, Quisling dikenal juga akan pandangan pro Islam-nya yang kuat, begitu kuatnya sehingga saat ini di Norwegia terdapat julukan sinis bagi orang-orang yang dianggap bersimpati kepada Islam sebagai "Quisling"! (sumber: buku THE CHOICE karya Ahmed Deedat)




Foto ini diambil pada pagi hari tanggal 29 Oktober 1944 dan memperlihatkan seorang komandan Gebirgsjäger Jerman sedang membrifing para perwiranya sebelum dilakukan aksi bumihangus di Bugøyfjord, Finnmark (Norwegia). Perintah pembakaran - yang dinamakan sebagai Unternehmen Nordlicht (Operasi Cahaya Utara) - telah diterima oleh komando militer Wehrmacht di Oslo sehari sebelumnya, tapi baru sampai ke pasukan Jerman yang ditempatkan di Finnmark pada malam harinya. Dalam aksi untuk menahan gerak maju Tentara Merah ini, tidak kurang dari 11.000 rumah, 106 sekolah, 27 gereja, dan 21 rumahsakit yang dibakar. Selain itu, 4.700 sapi juga dilepaskan dari kandangnya, 22.000 jalur komunikasi diputus, jalan-jalan dibom, perahu dan kapal dihancurkan, binatang ternak dibantai, dan 1.000 anak-anak warga setempat yang dipisahkan dari orangtua mereka. Konyolnya, setelah menguasai wilayah Kirkenes pada tanggal 25 Oktober 1944, pasukan Rusia memutuskan untuk menghentikan ofensifnya dan tidak memasuki wilayah Finnmark seperti yang ditakutkan sebelumnya (seusia perang, Kirkenes dikembalikan pada Norwegia)! Finnmark sendiri berada di sebelah utara Norwegia dan berbatasan dengan Lapland (Finlandia) serta Murmansk Oblast (Uni Soviet). BTW, tidak ada keterangan mengenai asal unit para perwira dalam foto ini, yang jelas mereka berasal dari 20. Gebirgsarmee (2. Gebirgs-Division dan 6. Gebirgs-Division) yang beroperasi di front Finnmark dan Murmansk dari tahun 1941 s/d 1944.


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Dave "SeekWhence"
www.arkivverket.no
www.commons.wikimedia.org

www.emedals.com
www.facebook.com
www.flickr.com
www.nrk.no
www.wehrmacht-awards.com

No comments: