Monday, July 21, 2014

Foto Berwarna Operasi Barbarossa

Pasukan Wehrmacht dari unit Truppenfahrrad (pasukan sepeda) mengayuh tunggangan utama mereka menuju lokasi berkumpul tak lama sebelum dimulainya Operasi Barbarossa. Mobilisasi unit-unit militer Jerman untuk penyerbuan ke Uni Soviet sudah bermula dari sejak bulan Februari/Maret 1941


Wilayah Polandia yang dikuasai Soviet terletak hanya 14 meter jauhnya dari rambu penunjuk perbatasan yang berdiri di atas sungai Granitsa. Foto di atas diambil awal bulan Juni 1941, hanya beberapa hari sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa (22 Juni 1941). Wilayah Polandia yang dikuasai Jerman, yang dinamakan sebagai General-Gouvernement, terdiri dari dataran rendah yang melingkungi wilayah hulu dan tengah sungai Vistula, terus ke bawah sampai ke selatan Warsawa. Di Timur dia melebar sampai ke sungai Bug dan di Selatan sampai ke kaki pegunungan Carpathia


Barisan Panzerkampfwagen IV Ausf.F1 dalam perjalanan ke Front Timur, 21 Juni 1941. Panzer-panzer ini menggunakan cat kamuflase Dunkelgrau Nr.46 di sekujur badannya. Pihak Jerman telah memulai mengumpulkan pasukannya di dekat perbatasan dengan Uni Soviet, bahkan sebelum kampanye militer di Balkan telah berakhir. Sampai dengan minggu ketiga bulan Februari 1941, 680.000 orang prajurit Wehrmacht dikumpulkan di wilayah perbatasan Rumania-Soviet. Sebagai persiapan serangan, Hitler memindahkan lebih dari 3,2 juta prajurit Jerman serta 500.000 prajurit Axis lainnya ke wilayah perbatasan; mengirimkan misi pengintaian udara yang tak terhitung di atas wilayah Soviet; serta menumpuk perbekalan di Timur. Meskipun semua hal ini tidak luput dari pengamatan Komando Tinggi Soviet, tapi pemimpin mereka, Stalin, menganggap bahwa itu hanyalah sebuah kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Dia tidak percaya bahwa pihak Jerman akan menyerang Soviet dengan hanya berselang dua tahun setelah penandatanganan Perjanjian Molotov-Ribbentrop, dan hal ini berakibat pada lambatnya persiapan Tentara Merah. Meskipun begitu, para petinggi militer Soviet sendiri tidak pernah meyakini bahwa pihak Jerman akan seterusnya menjadi sekutu setia mereka. Marsekal Semyon Timoshenko pernah berujar bahwa Jerman adalah "musuh terkuat dan paling utama" dari negaranya, dan dari sejak awal bulan Juli 1940 Kepala Staff Tentara Merah, Boris Shaposhnikov, menulis makalah yang meramalkan bahwa Wehrmacht akan menyerang Uni Soviet dari tiga arah - yang ternyata sama persis dengan kenyataan yang terjadi setahun kemudian! Untuk menutupi niat serangannya, Hitler membocorkan pada intelijen Soviet rencana Unternehmen Haifisch dan Unternehmen Harpune, untuk mendukung klaimnya bahwa Inggris adalah target utama Jerman. Dalam penyerangan ke Uni Soviet sendiri, pihak penyerbu mengerahkan satu resimen independen, satu brigade pelatihan bermotor, serta 153 divisi. Yang terakhir mencakup 104 divisi infanteri, 19 divisi panzer, dan 15 divisi infanteri bermotor yang dibagi ke dalam tiga Grup AD. Ini ditambah pula dengan sembilan divisi keamanan yang akan beroperasi di wilayah yang telah diduduki, empat divisi di Finlandia, serta dua divisi sebagai cadangan yang berada di bawah kontrol langsung OKH (Oberkommando des Heeres). Unit-unit tempur ini akan dipersenjatai dengan 3.350 tank, 7.200 senjata artileri, 2.770 pesawat terbang (yang merupakan 65% kekuatan Luftwaffe), sekitar 600.000 kendaraan bermotor, serta 625.000 s/d 700.000 kuda! Untuk membantu Jerman, Finlandia menyediakan 14 divisinya, sementara Rumania mengerahkan 13 divisi yang dibantu dengan delapan brigade. Total kekuatan pihak Axis adalah 3,8 juta tentara, yang ditempatkan di sepanjang front yang membentang dari Samudera Arktik sampai ke Laut Hitam. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Horst Grund



 Para prajurit dari sebuah unit infanteri 6. Armee (Generalfeldmarschall Walther von Reichenau) menghadiri sebuah upacara keagamaan lapangan dengan dipimpin oleh seorang pendeta sebelum berangkat berperang melawan Rusia, beberapa saat sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa, Juni 1941. Mereka tidak diberitahu tujuan dari operasi mereka: gerak maju dari selatan General-Gouvernement (Polandia) melalui Kiev dan Dnieper


 Pasukan Jerman menduduki benteng-benteng pertahanan Tentara Merah di perbatasan dalam waktu yang sangat cepat tak lama setelah dimulainya Unternehmen Barbarossa. Di timur Krystynovol, 2 kilometer di belakang garis perbatasan, unit-unit dari 6. Armee bentrok dengan pasukan Soviet yang bertahan di bunker-bunker beton mereka. Pertempuran sengit terjadi selama dua hari penuh sebelum pasukan Soviet mundur. Kedua belah pihak mencatat korban pertama mereka dalam peristiwa ini


Para anggota 6. Panzer-Division berfoto dengan "sumringah" di atas bangkai tank T-28B Soviet di minggu-minggu pertama Unternehmen Barbarossa. Kendaraan lapis baja dengan berat 25 ton ini merupakan turunan dari desain Vickers A6E1 Inggris dan dipersenjatai dengan meriam 76,2mm sebagai senjata utama serta tiga buah senapan mesin. T-28 pertama kali diperkenalkan dalam acara parade bulan Oktober 1932. Tidak diketahui marking apa yang terdapat di kubahnya. Perhatikan seorang prajurit yang berkonyol-ria dengan peluru meriam 76,2mm!


 Unternehmen Barbarossa, musim panas tahun 1941. Foto berwarna ini memperlihatkan sebuah perahu penyeberangan yang dibuat dari 8-tonne Brückengerät B (Bridge Equipment B). Kendaraan yang diangkut adalah ranpur Beute BA 10 tanpa turet hasil rampasan dari Soviet, yang biasa digunakan sebagai traktor penarik. Bruckengerat B adalah salah satu dari jenis jembatan ponton Wehrmacht yang paling banyak digunakan. Unit Pionier (Zeni) yang membawa jembatan ini dilengkapi dengan truk-truk dan kendaraan derek untuk menarik trailer pembawa ponton, papan kayu, motorboat, dan perlengkapan lainnya. 16 bagian ponton yang terbuat dari besi diperlukan untuk membuat satu jembatan utuh, baik secara berpasangan atau satu-satu. Bila digunakan secara berpasangan, maka panjangnya adalah 54 meter dengan kapasitas 16 ton, sementara bila digunakan secara satuan maka panjangnya adalah 83 meter dengan kapasitas 8 ton. Bagian dek dilengkapi dengan undakan besi dan pagar trotoar yang terbuat dari 26 buah papan kayu. Terdapat juga delapan buah bagian penopang yang terdiri dari papan jalan yang diperkuat dengan tiang besi yang bisa disesuaikan ukurannya, masing-masing dengan tiga kaki penguat. Hal ini memungkinkan penyambungan jembatan dengan perahu terapung ketika pinggiran sungai terletak lebih tinggi dibandingkan dengan jembatan pontonnya, atau ketika permukaan air di dekat pinggiran sungai terlalu dangkal untuk mampu mengapungkan ponton. Jembatan ini juga dapat menyesuaikan diri manakala sungai meluap atau menyurut. Beberapa tipe perahu penghubung bisa dibuat dengan menggunakan perlengkapan yang sama, dengan sebuah trailer dengan kabel difungsikan khusus untuk menarik jembatan ini maju-mundur. Setengah-ponton mempunyai panjang 3,5 meter dan lebar 1,5 meter. Sebuah perahu penghubung yang mempunyai kapasitas 4 ton memerlukan dua buah setengah-ponton serta satu buah bagian dek jembatan, sementara perahu ganda dengan kapasitas 8 ton memerlukan empat setengah-ponton serta dua dek, dan perahu kapasitas 16 ton menggunakan dua ponton penuh serta dua dek. jembatan ponton penuh Brückengerät B 8 ton atau versi perahu penghubung 16 ton-nya mampu menopang dan membawa semua jenis kendaraan yang bisa ditemukan di sebuah divisi infanteri Jerman atau divisi panzer awal perang, termasuk sebuah Panzer IV, meriam howitzer kaliber 150mm, dan halftrack penarik. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan pada tahun 1942 dalam buku "Das Heer im Grossdeutschen Freiheitskampf" (Angkatan Darat dalam Pertempuran Akbar Jerman untuk Kebebasan) yang diterbitkan oleh Oberkommando des Heeres (OKH) untuk pasaran remaja Jerman


 Akhir musim panas 1941: "Konferensi Front Pertempuran" di markas terdepan 6. Panzer-Division. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Franz Landgraf (Kommandeur 6. Panzer-Division); General der Panzertruppe Georg Hans Reinhardt (Kommandierender General XXXXI. Panzerkorps); perwira tak dikenal; dan Major im Generalstab Johann-Adolf Graf von Kielmansegg (Ia Erster Generalstabsoffizier 6. Panzer-Division). Para "tamu" dalam acara ini bisa terlihat dari kradmantel (jaket pengendara sepeda motor) yang mereka kenakan, sementara tuan rumah mengenakan seragam lapangan standar, dengan Landgraf memakai seragam M20 berkancing delapan serta celana Kielmansegg dihiasi strip pink (bukan merah) yang menandakan bahwa dia adalah perwira staff markas. Seusai Perang Dunia II Kielmansegg menjadi jenderal di Bundeswehr dan mengomandani NATO-AFCENT (Allied Forces Central Europe) di masa Perang Dingin


Di tengah luasnya padang stepa Rusia utara yang seakan tak berkesudahan, di bawah terik sinar matahari musim panas yang menyengat, tank-tank Panzerkampfwagen 38(t) buatan Skoda Cekoslowakia dan Panzerkampfwagen II buatan Jerman melintasinya. Mereka berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division yang untuk sementara bergabung dengan tank-tank 6. Panzer-Division dalam unit "Panzer Bigade Koll" yang dipimpin oleh komandan Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, Oberst Richard Koll dalam pertempuran di bulan Oktober 1941. Foto oleh Helmut Ritgen (pangkat terakhir Oberst) yang saat itu bergabung dengan 6. Panzer-Division dan nantinya pindah ke unit elit Panzer-Lehr Division


Diabadikan oleh Helmut Ritgen tanggal 2 Oktober 1941 selama berlangsungnya terobosan oleh Panzer-Brigade Koll di utara Vyazma, foto di atas memperlihatkan Panzerbefehlswagen III milik komandan brigade Oberst Richard Koll dengan tulisan 'RO6' di kubah sedang melintasi jalan berdebu (rollbahn) yang banyak terdapat fi Front Timur dan kini mulai mengeras karena efek musim gugur. Di depannya adalah konvoy kendaraan ambulans Phänomen Granit 25H sementara di sebelah kanan adalah sekelompok tawanan Rusia yang sedang digiring menuju kamp penampungan sementara. Di latar belakang tampak asap hitam tebal yang berasal dari depot bahan bakar Rusia yang dibom oleh pesawat-pesawat Stuka Jerman


 Meskipun diambil dari kejauhan, tapi foto besutan Helmut Ritgen ini masih tetap menarik karena memperlihatkan berlangsungnya pertempuran tanggal 2 Oktober 1941 di Vyazma yang patut mendapatkan keterangan yang lebih mendalam. Di kanan depan teronggok kereta api Soviet yang terhenti di relnya - perhatikan dua buah lokomotif, satu menghadap ke depan sementara satunya ke belakang. Di latar belakang beberapa bangunan terbakar dengan hebat dan masih mengeluarkan api, sementara langit dipenuhi asap hitam yang berasal dari depot bahan bakar Soviet yang dibom. Di kiri dan tengah depan berjajar Panzerkampfwagen 35(t) dari 6. Panzer-Division dengan kekuatan satu kompi yang berusaha maju di tengah-tengah tembakan gencar pasukan Rusia


Foto yang sedikit burem ini memperlihatkan eselon kedua dari 6. Panzer-Division sedang melewati konvoy suplai dari eselon pertama. Banyaknya jumlah kendaraan yang terlihat dalam foto ini mengingatkan kita kembali akan betapa panjangnya "ekor" logistik yang dibutuhkan demi membuat sebuah divisi panzer tetap bergerak maju! Panzerkampfwagen 35(t) di sebelah kanan membawa sebuah bendera Swastika di dek belakang sebagai tanda pengenal udara. Perhatikan tongggak-tonggak kayu yang dipasang di sepanjang pinggir jalanan yang berfungsi sebagai pembatas "rollbahn"!


 Gambar lain yang memperlihatkan Panzerbefehlswagen III milik komandan brigade Oberst Richard Koll dengan tulisan 'RO6' di kubah, difoto tanggal 2 Oktober 1941 saat akan melewati sebuah jembatan kayu di lokasi yang merupakan tipikal desa-desa di Rusia. Bagi anda yang senang membuat model atau miniatur, disarankan untuk mempelajari detail dari bangunan dan pinggiran jalan yang ada dalam foto di atas!



Leutnant Helmut Ritgen (10 Maret 1916 - 7 Februari 2013) dari Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division sedang mengambil jatah makan siangnya dari feldküche (dapur lapangan) yang bertempat di atas truk 2½ton 6x6 diesel yang biasa dibuat oleh MAN, Henschel, Büssing-NAG, Magirus dan Faun. Foto ini merupakan hasil cropping dimana versi "penuh"nya memperlihatkan marking "GI" (Gefechtstross I alias kereta tempur depan I) berwarna putih di bagian belakang kanan. Perlu diketahui bahwa sampai dengan tahun 1944, setiap kompi mempunyai "kereta tempur"nya sendiri, termasuk sebuah feldküche. Pada akhirnya ini semua dimasukkan ke dalam kompi suplai khusus yang melayani satu unit setingkat batalyon


 Dukungan penuh yang diberikan oleh pesawat-pesawat serang-darat Luftwaffe terhadap gerak maju pasukan panzer Jerman tersimbolisasikan dari foto snapshot di atas yang memperlihatkan General der Flieger Dr.-ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps) sedang ngadu huntu dengan Oberst Richard Koll (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) di Rusia. Richthofen terkenal sebagai otak dibalik strategi brilian penyerangan oleh unit-unit Stuka, dan disini dia baru saja turun dari pesawat penghubung ringan Fieseler Fi 156 Storch untuk berunding dengan Koll di garis depan pertempuran, musim gugur 1941. Sengitnya pertempuran masih terlihat dari asap yang membumbung hanya beberapa ratus meter di depan! Sedikit terlihat di lengan kanan Richthofen adalah pita lengan bertuliskan "Jagdgeschwader Frhr. V. Richthofen Nr. 1 1917/18” yang merupakan penghormatan atas jagoan terbang terbaik dalam Perang Dunia Pertama, Manfred von Richthofen, yang juga merupakan sepupu Wolfram


Foto ini diambil pada bulan Oktober 1941 dan memperlihatkan Oberst Richard Koll (7 April 1897 - 13 Mei 1963), Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division yang juga menjadi komandan gabungan pasukan tank dari 6. dan 7. Panzer-Division pada saat foto di atas diambil. Dia berpose elegan - lengkap dengan cangklong rokok cap Bangke Kuya - di atas cupola Panzerbefehlswagen III 'RO6'. Perhatikan detail dari kerangka besi tambahan di atas badan tanknya yang berfungsi sebagai frame antena radio. Di sebelah kanan adalah perwira Nachrichtentruppe (sandi) yang memakai Kopfhörer (headphone). Tiang antena radio sendiri terletak di belakang Gefreiter yang nampang di kiri. Koll dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Juli 1941. Pangkat terakhirnya adalah Generalleutnant

Sumber :
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Buku "The Onslaught; The German Drive to Stalingrad Documented in 150 Unpublished Colour Photographs" karya Max Hastings
Foto koleksi Bundesarchiv
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: