Wednesday, October 19, 2011

Foto Unternehmen Fall Weiß (Invasi Jerman Atas Polandia) 1939

Prajurit Wehrmacht secara simbolis melakukan reka-ulang penyingkiran schlagbaum (portal) perbatasan Jerman-Polandia yang terletak di jalan Zoppot-Gdynia dekat wilayah Danzig (Gdansk) tanggal 1 September 1939. Lambang negara Polandia yang terdapat di portal sengaja diarahkan ke kamera untuk lebih memberi kesan dramatis, sementara petugas perbatasan Polandia (kanan di foto atas) hanya bisa bengong tanpa mampu berbuat apa-apa karena sadar percuma. Sebagian dari prajurit-prajurit ini mengenakan strap brotbeutel (breadbag) di stahlhelm-nya. Foto oleh Kriegsberichter Hans Sönnke



  
Prajurit-prajurit Wehrmacht mencopot plang lambang negara dan papan nama di kantor perwakilan (Komisariat rządu) pemerintah Polandia di Kota Merdeka Danzig tanggal 1 September 1939. Beberapa dari mereka menggunakan sangkur untuk melakukan tugas tersebut! Dalam teks aslinya dikatakan bahwa bangunan tersebut adalah kantor pos. Foto oleh Kriegsberichter Hans Sönnke


Berbagai jenis kendaraan dari sebuah divisi panzer Jerman yang tak diketahui yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke timur (Polandia) tahun 1939. Beberapa kendaraan terlihat menarik senjata anti-tank PaK 35/36. Sebuah divisi panzer standar biasanya terdiri dari selusin jenis kendaraan pendukung ringan dan berat yang berbeda. Divisi transportnya sendiri bisa memiliki sampai 900 kendaraan ringan dan 1.100 kendaraan berat!



Tiga foto yang memperlihatkan saat pasukan Gebirgsjäger berbaris menuju front di awal perang, September 1939. Bagi prajurit-prajurit ini yang bergerak maju dari perbatasan Slovakia sampai ke Polandia, kondisi alam sekitar menawarkan aneka tantangan tersendiri bagi setiap unit yang berusaha melewatinya. Tanahnya kadang melandai, menanjak curam atau terputus oleh sungai sehingga membuat pergerakan menjadi sulit. Perjalanan panjang melalui Polandia juga menuntut kondisi yang prima dari para prajurit dan binatang pembawa beban yang mereka bawa. Di banyak wilayah yang mereka temui, jalan yang bisa dilalui kendaraan atau kereta api hampir-hampir tidak ada sehingga membuat gerak maju menjadi lambat dan penuh rintangan

 

Setelah melintasi hutan dan pegunungan yang menjadi “sajian utama” di perbatasan Slovakia dan Polandia, wilayah di selatan Polandia umumnya datar dengan banyak sungai besar serta kecil dan juga jurang sehingga menjadikan sebuah rintangan alam bagi para Gebirgsjäger yang bergerak melewatinya. Foto ini memperlihatkan saat sekelompok Gebirgsjäger berusaha melintasi sebuah sungai kecil dengan kuda dan bagal yang membawa serta gerobak infanteri dari jenis If.8. Di latar belakang, di kaki pegunungan, kita bisa melihat barisan panjang pasukan gunung Jerman yang sedang bergerak maju. Perhatikan simbol Edelweiss berwarna putih yang dicat di gerobak infanteri yang menandakan bahwa pasukan ini berasal dari 1. Gebirgs-Division

Generaloberst Walther von Brauchitsch (tengah) memberi hormat saat baru turun dari pesawat Junkers Ju 52 "Generalfeldmarschall Graf Schliessen". Dia datang ke Polandia untuk bertemu dengan Marsekal Edward Śmigły-Rydz dan membicarakan masalah perdamaian. Di belakang Brauchitsch adalah General der Artillerie Franz Halder


Hauptmann Ottens (Chef 5.Kompanie / Panzer-Regiment 8 / 10.Panzer-Division) yang memakai seragam hitam Panzertruppen berbincang-bincang dengan akrab bersama dengan perwira tank Soviet di Bug yang berada di wilayah Brest-Litovsk tanggal 18 September 1939 ketika pihak Jerman dan Rusia bertemu


Brest-Litovsk, September 1939. Orang di kiri adalah Fritz Klingenberg yang nantinya meraih Ritterkreuz melalui perbuatan beraninya dalam invasi Jerman ke Yugoslavia. Pada saat foto ini diambil dia masih menjadi ajudan dari SS-Gruppenführer Paul Hausser, Verbindungsoffizier (Perwira Penghubung) dari SS Verfügungstruppen (SS-VT) yang diperbantukan di staff divisi Panzer-Division "Kempf"


 Pertemuan antara pasukan Jerman dan Soviet di wilayah Boryslav, Polandia, tanggal 23 September 1939. Awak tank BT-7 Soviet ini berasal dari Brigade Tank Ringan ke-23, sementara prajurit-prajurit infanteri Wehrmacht yang mengerubunginya berasal dari 56. Infanterie-Division. Hanya berselang 20 bulan kemudian peta Eropa akan berubah drastis saat Blitzkrieg Jerman melahap habis Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, Prancis, Yugoslavia, dan Yunani. Kemenangan kilat ini membuat shock Stalin, yang memprediksikan peperangan panjang antara Hitler melawan Sekutu Barat seperti halnya Perang Dunia Pertama

--------------------------------------------------------------------

PARADE KEMENANGAN JERMAN DI WARSAWA

 Parade kemenangan pasukan Jerman di Warsawa tanggal 5 Oktober 1939. Foto di atas memperlihatkan saat barisan Panzerkampfwagen II melintasi Ujazdow Avenue (Aleje Ujazdowskie dalam bahasa Polandia). Para komandan panzer nongkrong di kubah dengan seragam hitam kebesaran mereka lengkap dengan schutzmütze (baret panzer), sementara yang membawa bendera di tengah adalah Fahnenträger (pembawa panji) resimen

 
Persiapan sebelum acara parade kemenangan Jerman di Warsawa tanggal 5 Oktober 1939. Puing-puing reruntuhan bangunan bekas pemboman sebelumnya masih jelas terlihat


Parade kemenangan Jerman di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler, x, General der Artillerie Emil Leeb (panglima XI.Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel, General der Kavallerie Maximilian Freiherr von Weichs (berkacamata, tertutup oleh Blaskowitz), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Panglima 8.Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang!), dan General der Flieger Albert Kesselring. BTW, persis di bawah Hitler adalah Erwin Rommel yang saat itu masih menjadi Generalmajor dan menjabat sebagai komandan FührerBegleitbataillon (Batalyon Pelindung Pribadi Führer)


Parade kemenangan Jerman di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Dalam foto ini Brückner mengenakan schirmmütze (topi visor) SA masa perang yang langka yang hanya diperuntukkan bagi para staff pribadi Adolf Hitler. Topi jenis tersebut bisa dkenali dari bagian tengahnya yang berwarna coklat gelap dengan lambang Reichsadler SA di tengah atas yang mirip-mirip Reichsadler Heer/Kriegsmarine. Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Parade kemenangan Jerman di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939. Disini kita bisa melihat bahwa jenderal-jenderal yang berada di sekeliling Hitler berubah-ubah sesuai dengan giliran unit mereka yang melakukan parade



PaK (Panzerabwehrkanone) 35/36 kaliber 37mm milik sebuah unit anti-tank Wehrmacht yang melintas dalam parade kemenangan Jerman di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939 dengan disaksikan oleh Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para petinggi Wehrmacht lainnya. PaK 35/36 sendiri merupakan senjata anti-tank standar Jerman di awal perang, sebelum digantikan oleh kaliber yang lebih besar seiring dengan bertambahnya ketebalan kendaraan-kendaraan lapis baja Sekutu dan Soviet. Foto diambil oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Adolf Hitler


Sumber :

Buku "Hitler's Mountain Troops 1939-1945" karya Ian Baxter
Buku "Panzer Divisions At War 1939-1945" karya Ian Baxter
Buku "Polska 1939" karya Janusz Ledwoch dan Rajmund Szubański
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org
www.geheugenvannederland.nl

www.life.com
www.wehrmacht-awards.com 
www.ww2db.com

No comments: