Sunday, October 2, 2011

Foto Terkenal Perang Dunia II

Adolf Hitler berkendara keliling kota Münich bersama dengan tamunya, diktator Fasis Italia Bennito Mussolini, tanggal 18 Juni 1940. Pada hari itu Mussolini tiba di kota kelahiran Nazi tersebut bersama dengan Menteri Luar Negeri sekaligus menantunya, Conte Galeazzo Ciano, untuk mendiskusikan masa depan kedua negara dalam peperangan melawan musuh-musuhnya. Hitler sebenarnya sedikit kecewa karena Italia baru menyatakan perang terhadap Prancis dan Inggris tanggal 10 Juni 1940, saat kemenangan untuk Jerman sudah di depan mata dalam Pertempuran Prancis. Tidak hanya itu, Mussolini juga "merajuk" pada Hitler agar negaranya ikut mencicipi wilayah jarahan di Prancis selatan yang belum diduduki Wehrmacht. Hitler tentu saja ogah membiarkan sekutu barunya tersebut ikut menikmati hasil yang telah dengan susah payah diraihnya. Karenanya dalam perjanjian penyerahan diri Prancis pada tanggal 22 Juni 1940, dia mengajukan syarat yang lunak yang memperbolehkan mantan musuhnya tersebut untuk tetap menguasai wilayah selatan dengan membentuk pemerintahan boneka Vichy. Mengetahui hal ini, Mussolini marah karena merasa peranannya hanya dijadikan sebagai "kelas dua", tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk merubahnya!


Foto yang diambil pada tanggal 5 Juni 1941 oleh Carl Mydans ini memperlihatkan korban bertumpuk-tumpuk dari warga sipil Cina yang mati tercekik oleh asap di luar tempat perlindungan Jiaochangkou setelah pemboman besar-besaran yang dilancarkan oleh Jepang di Chongqing. Di hari itu lebih dari 20 sorti misi pengeboman dilancarkan yang berlangsung selama tiga jam. Sekitar 2.500 orang tewas tercekik ketika berusaha buru-buru masuk tempat perlindungan yang jumlahnya tidak cukup banyak untuk menampung mereka


 Prajurit-prajurit Schnelltruppen (Pasukan Cepat) berhamburan keluar dari Hanomag Mittlere Schutzenpanzerwagen Ausf.D SdKfz 251/10 (latar belakang) dan halftrack SdKfz 251/1 (depan) untuk menyerbu sebuah desa Rusia yang terbakar di hari-hari pertama Unternehmen Barbarossa tanggal 26 Juni 1941. Ranpur SdKfz 251/1, dengan tiga buah senapan mesin MG 34 yang disandangnya, merupakan alat angkut lapis baja standar bagi pasukan infanteri dalam mengikuti cepatnya pasukan Panzer saat bergerak. Anggota Schnelltruppen (nantinya dinamai ulang menjadi Panzergrenadier tahun 1943) dilatih untuk bertempur di dalam kendaraan perang mereka atau setelah keluar darinya. Ranpur SdKfz 251/10 dipersenjatai dengan meriam PaK 36 37mm sebagai sarana anti-tank dan juga artileri ringan pendukung infanteri. Setiap Zug (peleton) Schnelltruppen dilengkapi dengan tiga SdKfz 251/1 dan satu SdKfz 251/10. Setiap SdKfz 251/1 dapat membawa serta 10 prajurit ditambah dengan dua supir/navigator. Saat pertempuran sedang berlangsung, maka kendaraan ini akan disimpan di belakang sebagai cadangan mobil. Saat mencapai sasaran, maka komandannya akan berteriak "Abspringen!" (mampret!) dan ke-10 prajuritnya akan mengambil dua MG 34 untuk membentuk Schützenkette (garis tembak) dengan senapan mesin di tengah dan pemimpin skuadnya mengarahkan di paling pinggir. 16.000 buah Hanomag SdKfz 251 diproduksi antara tahun 1939-1945 dan banyak dari kendaraan ini yang difungsikan secara berbeda seperti sebagai sarana anti serangan udara, peluncur roket atau lampu pijar. Meskipun hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa SdKfz 251 adalah sebuah kendaraan perang yang multi-fungsi, tapi dia juga secara tidak langsung mengalihkan fungsi utamanya sebagai kendaraan pengangkut pasukan. Hanya 1/3 Panzergrenadier yang menggunakan SdKfz 251 sebagai sarana saat bergerak, sementara sisanya menggunakan segala kendaraan yang ada, dari mulai truk, mobil ringan sampai ambulans!


"Politruk" (perwira politik junior) Alexey Yeremenko dari 220th Rifle Regiment/4th Rifle Division memberi semangat kepada anakbuahnya untuk melakukan serangan balasan terhadap posisi Jerman di desa Khorosheye, dekat Voroshilovgrad (Lushank), Ukraina, beberapa detik sebelum dia sendiri terbunuh dalam usahanya tersebut, tanggal 12 Juli 1942. Foto ini kemudian menjadi begitu terkenal dan kepopulerannya hanya kalah oleh foto pengibaran bendera Soviet di Reichstag. Sang fotografer sendiri, koresponden perang Rusia Max Alpert, tak mengetahui jati diri si perwira pemberani yang malang dan memberi label pada fotonya sebagai "Kom-Bat" (Komandan Batalyon). Identitas si perwira baru ketahuan 23 tahun kemudian ketika, di bulan Mei 1965, istri dan anak mendiang A. Yeremenko melihat foto tersebut di halaman depan edisi khusus 20 tahun "Pravda" memperingati kemenangan Rusia atas Jerman dalam Perang Dunia II


Lieutenant Edward MacDonald dari "L" Detachment SAS (Special Air Service) Desert Raiders duduk di belakang kemudi paling depan dalam foto yang diambil oleh Captain Keating dari No.1 Army Film & Photographic Unit di Afrika Utara tanggal 18 Januari 1943 ini, sementara di sebelahnya adalah Corporal Bill Kennedy, dan supir di mobil tengah adalah Private Malcolm Mackinnon. Mereka baru saja kembali dari misi patroli ke garis belakang musuh yang berlangsung selama tiga bulan! Mereka semuanya memanjangkan janggut dan mengenakan kafiyeh Arab, sebuah tradisi yang terinspirasi dari Long Range Desert Group. Jip mereka dipersenjatai berat oleh 50cal Browning M2 (flexible) machine gun dan 303in Vickers K. A Thompson


 Foto ini diambil oleh Walter Frentz tanggal 4 April 1943 di Reichswerke Hermann Göring, Linz (Jerman), saat Hitler melakukan kunjungan sekaligus inspeksi ke Eisenbahngeschütz 80 cm Kanone Schwerer Gustav, artileri terbesar yang pernah dibuat manusia dalam Perang Dunia II! Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im Oberkommando der Wehrmacht), Ingenieur Erich Müller (Wehrwirtschaftsführer), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Prof.Dr.-Ing.Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (tidak terlihat di foto ini, Chefadjutant des Führers Adolf Hitler)


Obersteuermann Helmut Klotzsch (kelahiran 12 Februari 1914) dari U-175 berteriak meminta tolong untuk diselamatkan setelah kapalnya ditenggelamkan oleh USGCG (United States Coast Guard Cutter) "Spencer" di perairan Atlantik Utara, barat-daya Irlandia, tanggal 17 April 1943. Beberapa awak U-175 yang ikut diselamatkan bersamanya kemudian bercanda bahwa saat masih berada di dalam U-175 - tak lama sebelum disuruh meninggalkan kapal - Klotzsch memerintahkan teman-temannya untuk tidak berteriak meminta tolong pada musuh! U-175 (dikomandani Korvettenkapitän Heinrich Bruns) adalah u-boat tipe IXC dari 10. Unterseebootsflottille yang ditenggelamkan saat sedang bersiap untuk menyerang konvoy HX-233. USCGC "Spencer" mendeteksi keberadaan kapal selam musuh sebelum konvoy tiba di lokasi kejadian dan kemudian membombardirnya dengan dua bom kedalaman. 40 menit kemudian kapal selam Jerman tersebut dipaksa untuk muncul ke permukaan, hanya untuk ditenggelamkan oleh awaknya sendiri demi mencegahnya jatuh ke tangan musuh. USCGC "Spencer" dan USCGC "Duane" berhasil menyelamatkan 44 orang awaknya


 Sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger Ausf.E (Sd.Kfz.181) Turmnummer 313 (kendaraan ketiga dari 1.Zug/3.Kompanie) memimpin Tiger lain dari schwere Panzer-Abteilung 503 yang berhenti sebentar karena komandannya (memakai seragam hitam Panzertruppen) sedang jongkok sambil berdiskusi dengan para prajurit Panzergrenadier dari SS-Panzergrenadier-Regiment 3 "Eicke"/SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf", sesaat sebelum serangan terhadap wilayah Chrustschtschewo-Nikitowka, Belogrod Oblast, dimulai selama berlangsungnya Pertempuran Belogrod, 13-14 Agustus 1943. Setelah kegagalan Unternehmen Zitadelle untuk menduduki wilayah Kursk satu bulan sebelumnya (Juli 1943), divisi-divisi Jerman yang telah berkurang kekuatannya mundur ke wilayah sebelumnya di sekitar Belogrod. Schwere Panzer-Abteilung 503, di bawah protes keras para perwiranya, diperintahkan untuk mengirim tiga kompinya untuk diperbantukan ke tiga divisi Panzergrenadier SS (LSSAH, Das Reich dan Totenkopf). Ini berakibat mengurangi kekuatan pasukan Tiger yang tersedia karena dipecahnya alokasi tank berat mereka. Dalam pertempuran tidak seimbang yang terjadi kemudian (kekuatan 1 berbanding 10!), Tiger, Panzer, dan StuG Jerman berjibaku mati-matian dengan memanfaatkan semaksimal mungkin hasil pelatihan mereka yang superior dan keunggulan kualitas mesin perang untuk membantu ketiga divisi SS dalam terobosan gerak maju menuju elemen-elemen 4. Panzerarmee dan melintasi sungai Merla. Meskipun pada tanggal 6 Agustus 1943 sebelumnya pihak Tentara Merah mampu memaksa pasukan Jerman mundur ke Belogrod, tapi korban luar biasa yang diderita oleh unit-unit tank Soviet menghindarkan Wehrmachtdari kehancuran total. Antara 5 Juli s/d 7 Agustus 1943, schwere Panzer-Abteilung mengklaim telah menghancurkan tidak kurang dari 385 tank, 4 senjata serbu, dan 265 senjata anti-tank! Tanggal 13 Agustus 1943 saja, Tiger #332 meng-K.O. tiga buah tank medium T-34, dua tank medium KV-1, satu senjata serbu SU-122, dan lima senjata anti-tank! Di lain pihak, sPzAbt.503 hanya menderita satu korban panzer dan Leutnant Konrad Weinert yang terluka dalam pertempuran!


 Dalam beberapa sumber foto ini sering disalah-artikan sebagai eksekusi penggal kepala seorang penerbang Amerika, padahal kenyataannya sang korban malang yang diikat dan matanya ditutup adalah Sergeant (Sgt) NX143314 Leonard Siffleet dari "M" Special Unit Australia yang dalam beberapa detik akan kehilangan kepalanya di tangan Yasuno Chikao. Lokasinya adalah di Aitape, Papua Nugini, tanggal 24 Oktober 1943. Eksekusi ini dilakukan setelah mendapat perintah dari Kaigun Chūjō (Vice-Admiral) Michiaki Kamada, Komandan Angkatan Laut Jepang di Aitape. Sersan Siffleet tertangkap saat sedang melakukan operasi pengintaian di belakang garis pertahanan Jepang bersama dengan dua rekannya, Private (Pvt) Pattiwahl dan Pvt Reharin, dua prajurit Hindia-Belanda keturunan Ambon. Foto ini ditemukan dalam tubuh seorang prajurit Jepang yang terbunuh dalam pertempuran. Yasuno Chikao sendiri nantinya tewas sebelum perang usai

 
Pada tanggal 25 Mei 1944, SS-Fallschirmjäger-Bataillon 500 melancarkan operasi penyergapan super-nekad terhadap markas pemimpin Partisan Yugoslavia Josif Broz Tito. Serangan tersebut, yang diberi nama sebagai Unternehmen Rösselsprung (Operasi Lompatan Ksatria), melibatkan empat kompi di bawah pimpinan langsung komandan batalyon SS-Hauptsturmführer Kurt Rybka. Operasi ini bisa dibilang gagal karena Tito keburu kabur ketika markasnya diduduki dan pasukan penyerbu hanya menemukan seragamnya (lihat foto) sebagai suvenir. Selain itu, dari 1.000 orang yang diterjunkan dalam penyerbuan, 800 orang di antaranya tewas dan luka-luka! Foto di atas menarik karena tidak dipublikasikan di masa perang. kenapa? Sebab dia memperlihatkan kragenspiegel kosong tanpa rune SS yang biasa dipakai oleh B-Soldaten, prajurit indisipliner yang terkena hukuman (lihat prajurit di kanan!). Selain itu, dia juga memperlihatkan anggota Heer-Brandenburger yang memakai seragam buatan lokal dengan bahan kamuflase pola Telo Mimetico M29 Italia (kiri). Foto-foto yang dipublikasikan dari roll film ini tidak memperlihatkan kragenspiegel versi B-Soldaten!


 Setelah mendarat di pagi tanggal 6 Juni 1944, para prajurit dari 16th Infantry Regiment/1st Infantry Division berlindung di air dangkal pantai dari tembakan gencar senapan mesin pasukan pertahanan Jerman dengan menggunakan perintang pantai Rozsocháč (Czech hedgehog/Landak Ceko). Lokasinya adalah di Easy Red Sector, Omaha beach, Normandia, dan sebagai fotografernya adalah Robert Capa dari LIFE yang disebut-sebut sebagai "fotografer paling terkenal dalam Perang Dunia II"! Kisah tentang Capa di Normandia bisa dibaca DISINI


 Foto ini diambil di belakang sebuah gereja di Colleville-sur-Mer (Normandia) tanggal 14 Juni 1944, tak lama setelah pendaratan amfibi Sekutu, dan memperlihatkan tiga warga sipil Prancis berbincang santai dengan kameraman Amerika dari 162nd atau 165th Signal Photo Company di dekat mayat tentara Jerman. Berdiri ketiga dari kiri adalah kapten medis dari ESB Omaha (kompi ke-5 atau ke-6) yang teridentifikasi dari helmnya dan pita lengan palang merah. Foto hasil karya fotografer terkenal Robert Capa ini pertama kali dipublikasikan oleh majalah LIFE edisi 3 Juli 1944 halaman 11, dan sensor masa itu telah membuat logo unit di helm dan lencana lengan di prajurit yang membelakangi kamera di kanan menjadi tidak terlihat dengan jelas (sebenarnya dia berasal dari 82nd Airborne Division / First U.S. Army). Saat pasukan Sekutu bergerak semakin dalam di Normandia, masyarakat Prancis, di bawah perintah langsung dari Jenderal Dwight D. Eisenhower, melakukan berbagai aksi sabotase dan hal apapun yang bisa mereka lakukan demi menghambat usaha pasukan Wehrmacht yang sedang bertempur di negerinya. Tentara Jerman dalam foto ini dibunuh oleh seorang warga Prancis yang sebelumnya telah dipaksa bekerja untuk Nazi dengan gaji 2$ perminggu. Si Landser kemungkinan besar berasal dari 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-regiment 726 / 716.Infanterie-Division yang memang pada saat itu ditempatkan di Colleville-sur-Mer



15 Juli 1944: Oberst Claus Graf von Stauffenberg (inset) bersama Generaloberst Friedrich "Fritz" Fromm (Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres) yang berjabat tangan dengan Hitler di Wolfsschanze beberapa hari sebelum terjadinya upaya pembunuhan terhadap diri sang diktator tanggal 20 Juli 1944. Fromm ternyata adalah seorang oportunis, yang langsung berubah haluan dari mendukung menjadi menentang Plot 20 Juli tak lama setelah ia menginsyafi bahwa operasi tersebut telah gagal dan Hitler masih hidup. Antara Stauffenberg dan Fromm berdiri Konteradmiral Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), sementara di sebelah kanan adalah Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht)


Di foto yang diambil di Friedrichstrasse sebelah selatan Reichskanzlei setelah Pertempuran Berlin berakhir ini, kita bisa melihat seorang prajurit SS yang tergeletak tewas di sebelah halftrack-nya yang hancur. Dahsyatnya, dia bukanlah prajurit Jerman melainkan sukarelawan asal Swedia! Namanya adalah Ragnar Johansson (pangkat SS-Unterscharführer) asal Stockholm yang merupakan mantan sersan di Angkatan Darat Swedia (P4 Skövde) dan anggota dari Partai Nazi Swedia, Svensk Socialistisk Samling (SSS). Ketika pertama dia bergabung dengan Waffen-SS dia ditempatkan di SS-Panzer-Division "Wiking", tapi kemudian dipindahkan ke SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland". Johansson terbunuh pada malam tanggal 1-2 Mei 1945 dalam Pertempuran Berlin ketika sedang mengemudikan kendaraan komando Sd.Kfz.250 milik SS-Hauptsturmführer Hans-Gösta Pehrsson dalam usahanya melarikan diri dari Berlin yang terkepung. Kendaraannya tertembak pasukan Rusia dan hancur (versi lain yang menyebabkannya mledug adalah sebuah granat). Foto ini diambil oleh fotografer Rusia Mark Redkin. Sebuah rekonstruksi pasca-perang yang dilakukan oleh peneliti Lennart Westberg mendapati bahwa foto ini diambil di Friedrichstrasse 107 dengan dinding pasukan penjaga di latar belakang, 200m sebelah utara sungai Spree


 Seorang tentara Rusia dengan gembira memperlihatkan potongan patung kepala Adolf Hitler yang didapatkannya di sela-sela reruntuhan kota Berlin, Jerman, bulan Mei 1945. Foto oleh fotografer terkemuka Soviet Yevgeny Khaldei (23 Maret 1917 - 6 Oktober 1997), orang yang sama yang mengabadikan pengibaran bendera palu-arit oleh seorang anggota Tentara Merah di atas atap Reichstag



Sumber :
Buku "Time-Life Books World War II: Liberation" oleh Martin Blumenson
Majalah "Luftwaffe im Focus" Spezial No.1 tahun 2003
Foto koleksi NARA Archives
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.avaxnews.com

www.en.wikipedia.org 
www.feldgrau.com
www.flickr.com
www.home.comcast.net
www.militaryphotos.net
www.rarehistoricalphotos.com
www.reddit.com
www.sa-kuva.fi
www.talesofwar.tumblr.com
www.theatlantic.com
www.waffen-ss-combattants.fr
www.wehrmacht-awards.com

www.worldwar2database.com

No comments: