Tuesday, October 18, 2011

Album Foto Terbaik Hans-Valentin Hube



Generalmajor Hans-Valentin Hube (komandan 16.Panzer-Division yang merupakan bagian dari 1.Panzer-Armee) di atas Panzer III dalam Operasi Barbarossa, Juli 1941. Panji komandan divisi panzer berkibar di sebelah kiri panzernya. Foto ini memperlihatkan kebiasaan para anggota Panzerwaffe Jerman yang seringkali menyimpan persediaan bahan bakar dalam jerigen yang dipasang di depan turet. Ini sebenarnya adalah kebiasaan "buruk" karena kalau si jerigen tersebut terkena pecahan artileri atau sedikit saja terkena tembakan, maka akibatnya akan fatal bagi para awak panzer yang membawanya!



Dokumen yang ditandatangani oleh Generalmajor Hans-Valentin Hube bertanggal 10 Desember 1941 yang merupakan izin penganugerahan medali Kriegsverdienstkreuz II klasse terhadap 50 orang anggota Artillerie-Regiment 16 (motorisiert) yang berprestasi dalam pertempuran. Hube adalah komandan 16.Panzer-Division yang menaungi resimen artilerie bermotor tersebutHans Hube (kanan) bersama dengan bawahannya. Keduanya mengenakan knautschmütze (Crusher Cap/Topi Remas) di kepala mereka


General der Panzertruppe Hans-Valentin Hube (tengah) sedang ngobrol bersama Oberstleutnant Rudolf Sieckenius (kanan, pangkat terakhir Generalmajor) yang merupakan komandan Panzer-Regiment 2


Hans Hube dan Sieckenius lagi! Kali ini Generalmajor Hube menganugerahkan medali Ritterkreuz kepada Oberstleutnant Rudolf Sieckenius tanggal 17 September 1941. Di belakang Sieckenius adalah Divisionsadjudant Major Wolfgang Heesemann. Ketiga orang ini ditakdirkan gugur dalam Perang Dunia II: Hube tewas dalam kecelakaan pesawat tanggal 21 April 1945 saat dalam perjalanan pulang dari penganugerahan Brillanten; Sieckenius terbunuh dalam pertempuran tanggal 28 April 1945, sementara Heesemann terbunuh di Prusia Timur tanggal 6 Februari 1945Hans Valentin Hube dengan medali Eichenlaub yang diraihnya tanggal 16 Januari 1942


Generalleutnant Hans-Valentin Hube (Kommandeur 16. Panzer-Division) bersama dengan Generaloberst Wolfram Freiherr von Richthofen (Chef der Luftflotte 4) di pinggiran kota Stalingrad, 23 Agustus 1942. Di lengan Richthofen terpampang pita lengan bertuliskan "Jagdgeschwader Frhr. V. Richthofen Nr. 1 1917/18” yang merupakan penghormatan atas jagoan terbang terbaik dalam Perang Dunia Pertama, Manfred von Richthofen, yang juga merupakan sepupu Wolfram. 23 Agustus 1942 tercatat sebagai hari pertama serangan atas Stalingrad, dan juga hari pertama serangan Kampfgruppe Kumpen terhadap pinggiran utara Spartakovka. Dalam foto ini, juga terlihat di sebelah kiri Hauptmann Robert Strack, sementara dua orang "funker" (petugas radio) di kanan adalah Gefreiter Quentaux dan Gefreiter Luckner dari 2./Panzer-Nachrichten-Abteilung 16 (bagian dari 16.Panzer-Division). Strack merupakan Ia Erster Generalstabsoffizier (Führung und Ausbildung) atau perwira Operasi di 16.Panzer-Division. Dia lahir tanggal 21 Juli 1913 di Durlach dan mati bunuh diri di utara Stalingrad tanggal 2 Februari 1943, yang juga merupakan hari terakhir Pertempuran Stalingrad

Hyazinth Graf Strachwitz von Groß-Zauche und Camminetz (ribet amat namanya!) sedang berbincang-bincang dengan jenderal Hans-Valentin Hube (di atas SPW). Keduanya sama-sama peraih Brillanten! Kalau anda masih bingung yang mana Strachwitz, cari saja satu-satunya cowok berkumis di toto ini!


Hans-Valentin Hube mengenakan tropenuniform (seragam tropis) dengan medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (Jerman) dan Ordine militare di savoia (Italia) tergantung di lehernya. Foto ini kemungkinan besar diambil saat Hube berpangkat General der Panzertruppe dan menjadi Kommandierender General XIV. Panzerkorps di Italia. Pada tahun 1943 dia membangun kembali korps panzernya yang hancur lebur di Stalingrad dan membawanya berperang melawan invasi pasukan gabungan Amerika dan Inggris di Sisilia. Dalam pertempuran ini, sang jenderal jenius menahan 12 divisi Sekutu (yang dipimpin oleh jenderal-jenderal terbaiknya semacam Bernard Montgomery dan George S. Patton) selama 38 hari dengan hanya bermodalkan empat divisi Wehrmacht yang kekurangan tenaga, di tengah dominasi musuh di sektor laut dan udara! Tidak hanya itu, dia berhasil pula menyelamatkan sebagian besar pasukannya keluar dari pulau Sisilia dan mendarat dengan aman di daratan Italia melalui selat Messina, dengan dia sendiri yang paling terakhir naik kapal pengangkut!


Generalfeldmarschall Albert Kesselring dan General der Panzertruppe Hans-Valentin Hube di garis depan di Italia selatan, November 1943


Perlu diketahui bahwa Hube merupakan salah satu dari sangat sedikit jenderal di seantero Wehrmacht yang berlengan buntung! Dia kehilangan lengan kirinya dalam Perang Dunia I dan kemudian menggantinya dengan lengan buatan. Dalam beberapa foto kita bisa melihat lengannya tersebut. Tokoh-tokoh terkemuka Third Reich lain yang buntung di antaranya adalah General der Artillerie Erich Marcks (kaki), General der Infanterie Kurt von Briesen (lengan), Oberst Claus von Stauffenberg (lengan), dan Oberst Hans-Ulrich Rudel (kaki)

Oberstleutnant im Generalstab Bern von Baer menerima Ritterkreuz dari tangan jenderal Hans-Valentin Hube di bulan Februari 1944
Hans-Valentin Hube dengan medali Brillanten


Upacara pemakaman Generaloberst Hans-Valentin Hube yang diselenggarakan tanggal 26 April 1944 (Hube sendiri tewas dalam kecelakaan pesawat 5 hari sebelumnya). Di depan duduk Adolf Hitler dan Hermann Göring yang mengapit keluarga yang ditinggalkan (kemungkinan istri atau anak mendiang). Di barisan depan pula kita bisa melihat di ujung kiri Erhard Milch dan Günther von Kluge. Di baris belakang, dari kanan ke kiri: Rudolf Schmundt, Julius Schaub, Karl Jesko von Puttkamer, dan Friedrich Fromm


Masih dari upacara pemakaman yang sama (Hans Hube). Baris depan dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge, Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Großadmiral Karl Dönitz dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel. Baris belakang antara Kluge dan Himmler adalah General der Infanterie Joachim von Kortzfleisch, sementara bapak-bapak botak dengan kepala menunduk antara Dönitz dan Keitel adalah Generaloberst Hermann HothHitler memberi hormat dalam upacara pemakaman Hans-Valentin Hube. Jarang sekali Sang Führer mau menghadiri sebuah upacara pemakaman (apalagi untuk perwira Wehrmacht!) kecuali kalau memang si orang yang meninggal dianggap penting. Begitu special pake telor-nya Hube buat Hitler, sehingga Hitler pun menyempatkan diri untuk menyampaikan eulogi singkat dalam upacara ini! Di sebelah kanan terlihat dua orang Panzermänner membawa Ordenskissen (bantal medali) berisi medali-medali dan penghargaan yang telah diraih Hube semasa hidupnya. Biasanya cukup hanya satu Ordenskissen yang dibawa, tapi ini ada dua Brow! Ordenskissen di sebelah kiri dikhususkan menyimpan medali Brillanten yang diterima Hube sehari sebelum dia tewas. BTW, orang dengan stahlhelm dan pita hitam yang menjadi penjaga kehormatan di tengah-tengah foto ini adalah Heinrich Eberbach, sementara yang persis menghadap tangan Hitler adalah Friedrich Kirchner. Dua-duanya mempunyai pangkat terakhir General der Panzertruppe



Batu nisan Generaloberst Hans-Valentin Hube (1890-1944). Pada tanggal 20 April 1944 Hube berangkat dari front depan ke Berlin untuk menghadiri upacara penganugerahan medali Diamonds to the Knight's Cross (hanya 27 orang seantero Jerman yang memperolehnya!) sekaligus promosi dia menjadi Generaloberst. Semuanya diberikan atas prestasi briliannya dalam pertempuran di Pulau Sisilia, Salerno, dan kantung pertahanan Kamenets-Podolsky. Sayangnya, dalam perjalanan dia terbunuh ketika pesawat Heinkel He 111 yang membawanya ke Berlin jatuh tak lama setelah tinggal landas dari landasan udara Ainring di Salzburg (21 April 1944). Hanya tangan palsunya yang terbuat dari metal hitam yang tersisa utuh! Hans-Valentin Hube kemudian dimakamkan secara kenegaraan, dan makamnya bisa dikunjungi di Invalidenfriedhof di Berlin. Batu nisannya kemudian diganti pada tahun 2000, sementara foto di atas diambil tanggal 2 Desember 2007
Dari OSPREY. Eduard Dietl (tengah) disandingkan dengan Hans-Valentin Hube (kiri) dan Heinz Guderian. Di sebelah Dietl adalah bentuk dari Narvik Shield


Sumber :
Buku "Survivors of Stalingrad: Eyewitness Accounts from the Sixth Army 1942-43" karya Reinhold Busch
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Bill T. (12thPanzer)
www.audiovis.nac.gov.pl

www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.liveauctioneers.com
www.warrelics.eu

No comments: