Saturday, October 15, 2011

Album Foto Penandatanganan Menyerahnya Prancis Di Compiègne (1940)

Batu peringatan hari menyerahnya Jerman di akhir Perang Dunia Pertama. Inskripsi di batu tersebut berbunyi: "Ici le 11 novembre 1918 succomba le criminel orgueil de l'empire allemand vaincu par les peuples libres qu'il prétendait asservir" (Di Tanggal 11 November 1918 telah takluk kebanggaan kriminal kekaisaran Jerman yang dikalahkan oleh masyarakat bebas yang dia klaim telah diperbudak). Maaf kalau terjemahannya rada belekok samidhin wadon bae ble'e-ble'e, maklum soalnya bukan orang Prancis asli melainkan hanya "Prancis" (Peranakan Cisero)!


Gerbong kereta yang akan dijadikan lokasi penandatanganan penyerahan Prancis kepada Jerman. Gerbong tersebut bertulisan "Compagnie Internationale des Wagons-Lits et des Grands Express Européens" (Perusahaan Kereta-Tidur Internasional dan Express Akbar Eropa) serta "Voiture-Restaurant" (Gerbong-Makan). Nomor serinya adalah CIWL #2419 ("Le Wagon de l'Armistice")


Gerbong kereta yang akan dijadikan lokasi penandatanganan penyerahan sedang ditarik keluar dari musium yang memajangnya. Ini adalah gerbong yang sama yang dijadikan lokasi penandatanganan penyerahan Jerman di akhir Perang Dunia Pertama tanggal 11 November 1918. Hitler sendiri yang memerintahkan tempat tersebut sebagai lokasi peristiwa bersejarah ini, karena dia ingin membalas perlakuan memalukan Prancis terhadap Jerman!


Prajurit Jerman memperhatikan plakat penghormatan untuk Marsekal Ferdinand Foch di hutan Compiègne, Prancis. Di latar belakang adalah gerbong kereta yang dijadikan monumen, gerbong yang sama yang dijadikan lokasi penandatanganan penyerahan Jerman di tahun 1918 lalu

Gerbong kereta yang akan menjadi lokasi penandatanganan kini telah berada di tempatnya

Pasukan penjaga kehormatan


Prajurit Jerman berjaga di depan "Monumen Kemenangan Galia" yang sudah ditutupi bendera Swastika Nazi Jerman, 21 Juni 1940

Patung Ferdinand Foch di Compiègne (1940). Foch adalah Marsekal Prancis yang memimpin negaranya ke arah kemenangan dalam Perang melawan Jerman di tahun 1914-18


Koresponden perang Amerika William Lawrence Shirer (kanan) bersama dengan para wartawan lainnya yang meliput upacara penandatanganan penyerahan Prancis di tangan Jerman yang dilangsungkan di hutan Compiègne, 21-22 Juni 1940. Shirer sendiri bertugas di agen-agen koran serta stasiun radio di Berlin dari tahun 1925 s/d 1940


Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel bersama ajudan Luftwaffe-nya Hauptmann Erich von Selle dalam perjalanan menuju ruang konferensi, 21 Juni 1940

Mengapit Keitel adalah dua orang ajudannya, Von Selle (kiri, ajudan kedua) dan Oberstleutnant Friedrich-Wilhelm John (kanan, ajudan pertama). John, kelahiran 28 Desember 1905, kemudian dipromosikan menjadi Oberst tanggal 1 April 1943. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 8 Desember 1942 saat menjadi Ia di 6.Infanterie-Division


Delegasi Prancis tiba di lokasi perundingan. Dari kiri ke kanan: vice-amiral d'escadre Maurice Athanase Le Luc, général d'aviation Jean-Marie Joseph Bergeret, duta besar Léon Noël (memakai pakaian sipil), Generalleutnant Kurt von Tippelskirch (Jerman), Charles Huntziger, dan seorang perwira Jerman yang tidak diketahui


Masih adegan yang sama. Bayangan gerbongnya sudah mulai kelihatan!


Keretanya sudah keliatan! BTW, Marsekal Henri-Philippe Petain dan Pierre Laval tidak ikut dalam acara di Rethondes ini. Saat itu, 'Republik Ketiga' belumlah berdiri, dan Petain masih menjabat sebagai "Président du Conseil" (semacam Perdana Menteri). Presidennya adalah Albert François Lebrun, sementara Laval 'hanya' seorang politisi biasa dan belum naik menjadi Perdana Menteri. Petain diangkat sebagai kepala negara Prancis (jabatan resminya) tanggal 10 Juli 1940 setelah voting anggota dewan dan senat Prancis yang memberinya kekuasaan penuh. Laval lalu menjadi PM-nya sampai dengan Desember 1940


Charles Huntziger (kedua dari kanan) dan Léon Noël (ketiga dari kanan), perwakilan Prancis dalam peristiwa ini

Jenderal Charles Huntziger menandatangani dokumen penyerahan di gerbong perdamaian (Wagon de l'Armistice) di Compiègne, 21 Juni 1940. Penandatanganan dilakukan dua kali, tanggal 21 dan keesokan harinya (tanggal 22). Setelah perjanjian perdamaian ditandatangani, Huntziger menjadi Sekretaris Perang pemerintahan Vichy Prancis, dan kemudian sebagai panglima pasukan darat (September 1941). Dia tewas dalam kecelakaan udara tanggal 11 November 1941 setelah pesawatnya nyuksruk di dekat Le Vigan, Gard, saat berusaha mendarat di landasan udara dalam keadaan cuaca buruk dan peralatan radio yang ketinggalan zaman, sekembalinya dari tugas inspeksi di Afrika Utara. Foto oleh Carl Weinrother

Paling kiri adalah General der Flieger Alexander Löhr. Paling kanan adalah Wilhelm Keitel, sementara di sebelah kiri Keitel adalah Alfred Jodl. Orang (atau jin?) yang wajahnya terhalang Jodl adalah Kurt von Tippelskirch


Perwakilan Prancis Charles Huntziger dan Léon Philippe Jules Arthur Noël setelah keluar dari gerbong kereta api tempat penandatanganan dilakukan

Dari kiri ke kanan: Jean Bergeret (tertutup Le Luc), Maurice Le Luc, Charles Huntziger, dan Léon Noël

Charles Huntziger bersama dengan Maurice Le Luc dan Léon Noël meninggalkan gerbong kereta


LIFE mengatakan bahwa foto ini diambil oleh Heinrich Hoffmann pada saat berlangsungnya perundingan perdamaian tanggal 22 Juni 1940 (tidak percaya? Lihat DISINI!). Tapi sebenarnya dia diambil pada saat acara ulang tahun akbar Hitler ke-50 tanggal 20 April 1939 yang diadakan di Berlin. Para delegasi militer dari luar negeri ini sedang memperhatikan parade pasukan Jerman. Dalam foto bisa dikenali para perwira dengan seragam tentara Prancis, Inggris, Soviet, Belanda, Spanyol, Lithuania dan Amerika Serikat. Perwira Inggris yang berada di baris depan paling kanan adalah Frank Noel Mason-MacFarlane, sementara perwira Prancis yang di tengah adalah Henri-Antoine Didelet


Wilhelm Keitel di dalam gerbong, 22 Juni 1940. Paling kiri memakai kacamata adalah Kurt von Tippelskirch (pangkat terakhir General der Infanterie), sementara antara Tippelskirch dan Keitel adalah Generaloberst Alfred Jodl
Wilhelm Keitel menerima dokumen penyerahan dari tangan Charles Huntziger. Penandatanganan dilakukan jam 18.50 tanggal 22 Juni 1940 di dekat Compiègne, di wilayah Oise, antara Jerman dengan Prancis, setelah kemenangan Jerman dalam Pertempuran Prancis (10 Mei - 21 Juni 1940). Perjanjian ini membuat Jerman menguasai wilayah utara Prancis dan pantai-pantai serta pelabuhan yang menghadap selat Inggris. Sisa daerah "bebas" diserahkan kepada pemerintahan boneka Vichy di bawah pimpinan Marsekal Henri Philippe Pétain

Reichsführer-SS Heinrich Himmler berbincang-bincang dengan Reichsmarschall Hermann Göring. Di belakang Himmler adalah Joachim von Ribbentrop, sementara di belakang Göring adalah Walther von Brauchitsch


Sekarang giliran Himmler yang ngadu huntu dengan Joachim von Ribbentrop sambil ditemani oleh SS-Gruppenführer Karl Wolff (tengah)


Setelah delegasi Prancis pergi, giliran pemimpin Jerman Adolf Hitler yang datang ke lokasi. Dia disambut oleh para jenderal dan pejabat tinggi Jerman


Dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop, Wilhelm Keitel, Walther von Brauchitsch, Rudolf Hess, Erich raeder, Adolf Hitler dan Hermann Göring


Dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Menteri Luar Negeri), Wilhelm Keitel (Panglima Wehrmacht), Hermann Göring (Panglima Luftwaffe), Rudolf Hess (Deputi Partai Nazi), Adolf Hitler (Führer), Erich Raeder (Panglima Kriegsmarine) serta Walther von Brauchitsch (Panglima Heer). Tanggalnya adalah 22 Juni 1940

Adegan Sang Führer dirubung oleh para jenderalnya

Adolf Hitler tidak ketinggalan ingin mencoba merasakan "atmosfir" di dalam gerbong kereta yang bersejarah ini


Adolf Hitler di depan gerbong kereta Compiègne


Adolf Hitler bersama para jenderalnya di Compiègne


Traktor Kaelble Z6V2A (kemungkinan milik Reichsbahn) sedang menarik gerbong kereta Compiègne dengan menggunakan trailer Curlemeyer. Tidak diketahui apakah kendaraan ini sedang menarik gerbong dari musium ke tempat penandtanganan di tahun 1940, ataukah sedang membawanya ke Jerman. Tapi kemudian saya menemukan DISINI kalau sebenarnya dia sedang dibawa ke Berlin


Sebuah tiruan gerbong kereta bersejarah yang dijadikan lokasi penandatanganan perjanjian perdamaian tahun 1918 dan 1940 yang disimpan di Rethondes (Hutan Compiègne), Prancis, difoto saat peringatan Clairière de l'Armistice tanggal 3 September 2009. Gerbong yang asli sendiri dibawa ke Berlin atas perintah Hitler tak lama setelah acara tanggal 22 Juni 1940, dan kemudian dihancurkan dengan bom oleh 6.SS-Gebirgs-Division "Nord" di akhir perang demi mencegahnya jatuh ke tangan Sekutu. Lokasi penghancurannya sendiri dipercaya berada di Crawinkel, sebuah desa kecil yang terletak di hutan Thuringia, tak jauh dari Ohrdruf dan Arnstadt

Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi Hugo Jaeger
Foto koleksi pribadi Westfale
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.geheugenvannederland.nl
www.germanpostalhistory.com
www.gmic.co.uk
www.life.com
www.musee-armistice-14-18.fr
www.picasaweb.google.com
www,pictureshistory.blogspot.com

1 comment:

rian sugara said...

kok nama RM Panji Sosrokartono tidak ada