Sunday, October 2, 2011

Foto Tokoh Third Reich Dengan Shield Mereka

 DEMJANSKSCHILD


 Oberleutnant der Reserve Udo Anneken (11 Oktober 1917 – 11 Oktober 1997) bergabung dengan Infanterie-Regiment 26 tanggal 1 Oktober 1938, dilanjutkan dengan Füsilier-Bataillon 83 tahun 1943. Anneken adalah seorang perwira kenyang pengalaman yang telah terlibat dalam banyak pertempuran serta operasi: Polandia, Prancis, Barbarossa, Białystok–Minsk, Smolensk, Moskow, Stalingrad, Kantong Kurland, dan Ofensif Prusia Timur. Pada bulan mei 1944, 83. Infanterie-Division ditugaskan untuk mempertahankan landasan pacu Opochka Ostrov (yang sangat strategis bagi Heeresgruppe Nord) dari serangan pasukan Rusia. Dalam pertempuran sengit yang kemudian terjadi, Anneken memperlihatkan kualitas kepemimpinan yang patut dibanggakan dan berperan penting sehingga landasan pacu tersebut tetap di tangan Jerman dan setiap serangan musuh berhasil diatasi. Karenanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juni 1944 sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 1.Kompanie / Füsilier-Bataillon 83 / 83.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. Dia selamat sampai dengan berakhirnya perang dengan jabatan terakhir sebagai Chef 3. Kompanie / Füsilier-Bataillon (AA) 353. Udo Anneken meninggal di Brombachtal-Langen (Jerman) tepat di hari ulang tahunnya yang ke-80 tanggal 11 Oktober 1997! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: SA-Sportabzeichen in Bronze; Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Juni 1940) dan I.Klasse (3 Februari 1944); Demjankschild; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze (1944)


Generalfeldmarschall Ernst Busch (6 Juli 1885 – 17 Juli 1945) adalah mantan pahlawan perang Jerman dalam Perang Dunia Pertama (dia adalah peraih Pour le Mérite) yang kemudian menjadi salah satu dari 26 Marsekal Wehrmacht dalam Perang Dunia II. Dia ikut ambil bagian dalam Operasi Barbarossa dan pada tanggal 8 September 1941 pasukan yang dipimpinnya (16. Armee) menduduki Demyansk sebelum mengepung Leningrad. Meskipun kemudian Tentara Merah melakukan serangan balasan dengan gencar, Busch dan pasukannya berhasil mempertahankan garis pertahanan Jerman yang membentang dari Staraya Russa ke Ostashkov. Atas prestasinya inilah dia dipromosikan dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall pada tanggal 1 Februari 1943. Dalam foto di atas kita bisa melihat Demjanskschild terpasang di lengan kirinya



Hauptmann Erwin Kreßmann (lahir 2 Juni 1918) bertugas di Wehrmacht dari sejak tahun 1937. Dia adalah veteran pertempuran di Polandia, Prancis dan Rusia. Pada bulan Juli 1943 dia ditugaskan menjadi komandan kompi pertama dari schwere Panzerjäger-Abteilung 519 yang baru dibentuk, yang dilengkapi dengan Panzerjäger Hornisse yang menakutkan dengan meriam 88mm-nya. Pada tanggal 16 Januari 1944 Kreßmann dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold yang dilanjutkan dengan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes beberapa bulan kemudian (9 Desember 1944). Pada awal bulan Mei 1945, tak lama setelah dia menghancurkan dua buah tank T-34 Rusia menggunakan T-Mine (Teller Mine), Kreßmann terluka parah oleh tembakan mortir. Dahsyatnya, dia masih sempat-sempatnya menyeberangi sungai Elbe untuk menyerahkan diri pada pihak Amerika! Kreßmann dilepaskan pada tahun 1946 dan sampai tulisan ini dibuat (September 2013), orang satu ini masih hidup!


  Oberst Heinz Georg Lemm (1 Juni 1919 - 17 November 1994) dari Füsilier-Regiment 27 / 12.Infanterie-Division adalah perwira yang "bertempur dari awal sampai akhir" dan dianugerahi hampir semua medali keberanian Wehrmacht yang tersedia! Schwerter #137 (15 Maret 1945) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (14 April 1943) mit Eichenlaub #525 (11 Juli 1944); Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Oktober 1939) dan I.Klasse (31 Desember 1940); Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Silber; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; dan Demjanskschild. Seusai perang Lemm melanjutkan karir di Bundeswehr (1957 - 30 September 1939), sempat menjadi Chef des Truppenamts der Bundeswehr, dan pensiun dengan pangkat Generalleutnant. Disini pun dia masih meraup dua medali prestisius sebagai tambahan: Großes Verdienstkreuz der Bundesrepublik Deutschland mit Stern (1979) serta Legion of Merit (1979). Masih belum cukup? Setelah pensiun dia sempat menjadi Ehrenpräsident (Presiden Kehormatan) dari Ordensgemeinschaft der Ritterkreuzträger serta Rings deutscher Soldatenverbände!


 Major Anton "Toni" Müller (12 April 1914 – 27 Juli 2006) dari 290. Infanterie-Division dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze; Demjankschild; Nahkampfspange in Bronze; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (17 September 1943); Deutsches Kreuz in Gold (3 November 1943); Ärmelband "KURLAND"; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #3579 (10 September 1944) mit Eichenlaub #738 (14 Februari 1945). BTW, dia meninggal di hari yang sama dengan Ritterkreuzträger lainnya, Remi Schrijnen!

----------------------------------------------------------------------------  

KRIMSCHILD



Hauptmann Anton Andorfer (23 Desember 1919 - 11 April 1945) lahir di Linz (Austria) dari keluarga militer dan masuk Luftwaffe tanggal 1 Oktober 1939. Dia bergabung dengan I./StG.77 (Sturzkampfgeschwader 77) setelah menyelesaikan pelatihannya di musim dingin 1941/1942, dan sejak saat itu dia menerbangkan Junker Ju 87 "Stuka" sebagai senjata andalannya. Dia menjadi Staffelkapitän (pimpinan skuadron) bulan Juli 1943, dan telah terbang dalam 726 misi tempur (plus menghancurkan 45 tank) saat dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Maret 1944 sebagai Oberleutnant dan Staffelführer 2.Staffel / Schlachtgeschwader 77 (SG 77) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4! Setelah pesawatnya dikonversi ke Focke-Wulf Fw 190, Andorfer menambah jam terbangnya dengan 200 misi lagi di Front Timur. Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Berlin dan gugur ketika pesawatnya ditembak jatuh oleh meriam anti pesawat udara Soviet di dekat Cottbus tanggal 11 April 1945. Sepanjang karirnya Andorfer telah menyelesaikan 900 feindflug (misi tempur), dimana dia tercatat secara resmi menghancurkan 70 tank, 50 meriam darat, 6 baterai anti pesawat udara, 10 kapal freighter (dengan total tonase 13.000 GRT), 1 kapal tempur, dan 1 kapal patroli-cepat! Dengan jumlah tank korbannya yang begitu banyak, Andorfer ditahbiskan sebagai salah satu "Panzerknacker" Luftwaffe paling efektif, bersama dengan "Sang Raja" Hans-Ulrich Rudel! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (2 November 1942); Frontflugspange für Schlachtflieger in Gold mit Anhänger "900"; serta Deutsches Kreuz in Gold (17 Mei 1943)


Generalmajor Kurt Anger. Dia memakai Krimschild di lengannya sementara di leher dan dadanya terpampang Royal Bulgarian Order of St. Alexander, 2nd Class with Swords. Persis di bawah salib putih Bulgaria tersebut, terselip Steaua României di belahan seragamnya. Anger dianugerahi Krimschild karena dia pernah menjabat sebagai Arko 110 yang bertugas di Heeresgruppe Süd/11.Armee sampai dengan tahun 1942. Bagaimana dengan identifikasi pita medalinya yang panjang itu? Dari kiri ke kanan: 1. Prussian Iron Cross, 2nd Class (1914) with 1939 Bar; 2. War Merit Cross, 2nd Class with Swords; 3. Medal for the Winter Campaign in Russia 1941/1942 (“East Medal”); 4. tak diketahui; 5. Cross of Honor for Combatants 1914-1918; 6. Austrian War Commemorative Medal with Swords; 7. Armed Forces Long Service Award; 8. Armed Forces Long Service Award; 9. Commemorative Medal of 1 October 1938; 10. Hungarian War Commemorative Medal with Swords; 11. tak diketahui, meskipun kemungkinan dia adalah pita Turkish War Medal ("Iron Crescent") dengan bentuk bulan sabit tidak resmi. Berdasarkan peraturan, pitanya sendiri seharusnya dipakai di lubang kancing kedua (persis seperti Eisernes Kreuz II klasse) atau di baris medali. Pitanya berwarna merah dengan tambahan garis putih di pinggir untuk anggota militer, dan warna terbalik (merahnya di pinggir) untuk non-militer; 12. tidak diketahui (lagi!), tapi bentuknya seperti Romanian Commemorative Medal for the Crusade against Communism



 Oberst Johannes Arndt (7 Oktober 1906 - 6 Juli 1944) bergabung dengan 4. (Preußen) Infanterie-Regiment tanggal 1 Maret 1924. Pada tahun 1935 dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 16 dan bersama unit ini ikut serta dalam kampanye di Polandia dan Prancis. Pada permulaan Unternehmen Barbarossa Arndt sudah menjadi komandan batalyon dan menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran di Sebastopol, Krim, sehingga batalyonnya disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 15 Juni 1942. Pada tanggal 1 Agustus 1942 Arndt mengambil alih kepemimpinan di Infanterie-Ersatz-Regiment 22 dan pangkatnya dinaikkan menjadi Oberstleutnant. Dari sana dia ditunjuk lagi sebagai komandan Grenadier-Regiment 391yang sedang bertempur mati-matian melawan pasukan Rusia di sekitar Leningrad. Ketika musuh melancarkan ofensif besar-besaran tanggal 15 Januari 1944, resimen di bawah kepemimpinan Arndt berhasil mencegah musuh yang berusaha mengepung dua divisi Jerman (126. Infanterie-Division dan 9. Luftwaffen-Feld-Division). XXX. Guard Corps Soviet hanya mampu menerobos maju sejauh 2,2 km sebelum mentok ketika menghadapi perlawanan mati-matian dari resimen Arndt. Ketika pasukan cadangan Jerman didatangkan, akhirnya front Heeresgruppe Nord berhasil distabilkan kembali. Atas prestasinya tersebut Johannes Arndt dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Februari 1944 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Grenadier-Regiment 391 / 170.Infanterie-Division / LIV.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 20 April 1944 sang komandan resimen mendapatkan cuti dan baru kembali ke unitnya tanggal 13 Mei 1944. Hanya berselang dua bulan kemudian dia gugur dalam pertempuran di Molidesno. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung III.Klasse dan IV. Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (18 Mei 1940) dan I.Klasse (3 Agustus 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Infanterie-Sturmabzeichen; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (15 Juni 1942); Krimschild; serta Deutsches Kreuz in Gold (2 Februari 1942)


 Stabsgefreiter Franz-Xaver Attenberger (19 Juli 1915 – 9 Agustus 1991) adalah anak dari pasangan petani di Neuhofen/Passau. Pada awalnya dia belajar ilmu pertanian, tapi kemudian setelah menyelesaikan wajib militer malah keterusan berkarir sebagai tentara. Sebagai bagian dari Artillerie-Regiment 7 dia ikut serta dalam Anschluss (penyatuan) Austria serta aneksasi Sudetenland dan Cekoslowakia. Setelahnya Attenberger dipindahkan ke Artillerie-Regiment 114 yang menjadi bagian dari 46. Infanterie-Division. Di semua unit tersebut sang anak petani sederhana bertugas bukan sebagai tentara di front depan tapi "hanya" sebagai supir atau kusir penarik kereta. Meskipun begitu resiko kematian tetap membayanginya layaknya prajurit tempur biasa. Contohnya adalah tanggal 30 Oktober 1941 ketika kereta amunisi yang ditariknya dihantam bom sehingga meledak. Empat kuda penarik mati sementara Attenberger sendiri menderita luka parah terkena 29 pecahan peluru di leher, kepala dan paha! Karena lukanya dia menghabiskan waktu selama berbulan-bulan di rumah sakit, tapi nyawanya terselamatkan. Pada bulan Maret 1943 dia menjadi supir Raupenschlepper OST (RSO/01), dan dengan kendaraan yang "tidak biasa" inilah Attenberger mendapatkan Ritterkreuz, medali keberanian tertinggi Jerman! Penasaran? Mari kita ikuti ceritanya: Pada akhir tahun 1944 resimennya terkepung dalam sebuah kantong pertahanan di timurlaut Budapest. Di waktu malam Attenberger berusaha menerobos blokade musuh menggunakan truk beroda rantainya. Sialnya, akibat tembakan gencar pasukan Rusia mesin traksi kendaraannya rusak sementara dia sendiri terluka di kaki. Tak gentar, dia tetap maju menerobos portal yang menutup persimpangan jalan di depannya. Terpaksa menepikan truknya, Attenberger memerintahkan prajurit yang ikut bersamanya untuk menahan musuh sementara dia memperbaiki kendaraannya di tengah hujan peluru dan hanya diterangi cahaya lilin! Setelah jalan kembali dia meneruskan perjalanannya menerobos sebuah desa lain yang diduduki musuh di tengah desingan peluru. Mesin traksi kedua ikut rusak, dan Attenberger secara sukarela menawarkan diri untuk balik lagi ke bengkel kompinya melewati musuh yang kini semakin bertambah demi memperbaiki dan mengganti perangkat yang rusak! Di tengah hujan peluru, ledakan dan sebagian kendaraannya yang terbakar, supir bermental baja ini menerobos untuk kedua kalinya desa dan persimpangan yang sama! Tak tahu lah pasukan Rusia mikir apa demi melihat orang ini bolak-balik uji nyali demi memperbaiki truk yang sudah carut-marut! Ketika akhirnya dia sampai dengan selamat, rekan-rekannya kaget ketika mendapati tiga peluru telah bersarang di paha Attenberger ditambah darah yang mengucur deras dari mukanya yang terkena pecahan bom, sementara di pangkuannya masih tersimpan senapan mesin serta granat yang dia gunakan untuk membela diri saat menerobos musuh! Dan bila anda menganggap ceritanya sudah berakhir, maka salah besar: Dengan kondisi luka parah dan mesin kendaraannya rusak, Attenberger menolak untuk keluar dari kendaraannya demi mendapat perawatan sebelum misi penerobosannya terlaksana. Dan anda tahu apa yang dilakukannya kemudian? Balik lagi ke persimpangan yang sama dan desa musuh yang sama demi sampai ke garis pertahanan Jerman di luar kepungan! Pasukan Rusia yang sudah muak dengan truk biang kerok dan supir tidak tahu diuntung tersebut kali ini menyiapkan senjata pelempar granat yang tepat mengenai Raupenschlepper punya Attenberger. Dengan kondisi kendaraan terbakar dan luka di sekujur tubuh dia masih sempat membawa kendaraannya ke jalan yang aman, menyelamatkan rekan seperjalanannya yang menderita luka bakar, memperbaiki sedikit mesinnya, menyiapkan peledak di bak belakang untuk siap-siap menghancurkan diri kalau ketemu musuh berikutnya, lalu tancap gas lagi. Dan itu semua dilakukan dengan tangan yang menderita luka bakar! Ketika akhirnya sampai di wilayah yang masih dalam genggaman Jerman di keesokan harinya, Attenberger masih sempat untuk memperbaiki (lagi) kendaraan kesayangannya selama lima jam sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan! Untuk keberanian di luar batas kewajaran serta semangat pantang menyerah yang menakjubkan ini sang supir dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 Januari 1945 sebagai Stabsgefreiter dan Kraftfahrer di 3. / Artillerie-Regiment 114 / 46.Infanterie-Division / IV.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Agustus 1942) dan I.Klasse (5 Maret 1944); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Silber (1942); serta Krimschild (1943)


 
Generalmajor Erich Bärenfänger (12 Januari 1915 - 2 Mei 1945) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Agustus 1942 sebagai Oberleutnant dan Führer III.Bataillon / Infanterie-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / LIV.Armeekorps / 11.Armee / Heeresgruppe A, Eichenlaub #243 tanggal 17 Mei 1943 sebagai Hauptmann dan Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / XXXXIX.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe A, serta Schwerter #45 tanggal 23 Januari 1944 sebagai Major dan Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / XXXXIX.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe A. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen; SA-Sportabzeichen (12 November 1934); Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (21 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 Juli 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in silber (23 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Silber (9 Agustus 1941); Ordinul Coroana României, spade în grad de Cavaler Rumania (13 Agustus 1941); Deutsches Kreuz in Gold (26 Desember 1941); Verwundetenabzeichen in Gold (10 Januari 1942); Voenen Orden "Za Hrabrost" IV stepen, 1 klas Bulgaria (7 Februari 1942); Badge of Honor of Bulgarian Infantry in Silver Bulgaria (7 Februari 1942); Medalia Cruciada împotriva comunismului Rumania (23 Mei 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (5 Agustus 1942); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (14 Agustus 1942); Krimschild (2 November 1942); Ehrenbürger der Stadt Menden (4 Maret 1944); serta Ehrenring der Stadt Menden (4 Maret 1944). Biografi singkatnya bisa diliat DISINI


 Hauptmann Erich Baumgartl (24 Oktober 1918 - 12 Juli 1944) bergabung dengan Luftwaffe tanggal 1 November 1938. Dia ditempatkan di Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" tanggal 14 April 1941 saat berpangkat Leutnant. Sampai dengan bulan Oktober 1941 dia telah terlibat dalam 72 misi tempur di Front Timur menggunakan pesawat Heinkel He 111. Pada bulan April 1943 jumlah misinya telah menanjak jauh menjadi 262, yang sebagian besarnya berupa misi pengeboman terhadap target darat dan laut di wilayah pantai Laut Hitam. Baumgartl juga ikut berpartisipasi dalam misi di atas Stalingrad yang terkepung. Dia membuktikan diri sebagai pilot pembom yang luar biasa. Sebagai contoh adalah dalam satu misi dimana dia membombardir sebuah konvoy artileri bermotor Soviet yang memungkinkan pasukan darat Wehrmacht merebut dan mempertahankan sebuah bukit yang strategis. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 31 Juli 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Staffel-nya kemudian berganti nama menjadi 9./LG 1 dan Baumgartl tetap dipercaya memimpin unit tersebut. Pada tanggal 17 Februari 1944 dia didapuk menjadi Gruppenkommandeur I./KG 30 yang beroperasi di Front Barat dan menggunakan pesawat Junkers Ju 88 sebagai senjata utamanya. Di malam tanggal 11-12 Juli 1944, dalam misi pengeboman pantai Sekutu di Teluk Seine, Ju 88 S-3 "4D+AH" (Werknummer 330406) yang dipiloti oleh Baumgartl ditembak oleh pesawat pemburu malam Inggris di dekat Rouen dan jatuh di barat-laut Barentin dekat jalan ke Bouville. Hanya operator radio - yang tidak diketahui namanya - yang selamat setelah terjun menggunakan parasut, sementara sisa awaknya (pilot Hauptmann Erich Baumgartl, observer Feldwebel Fritz Pleger dan gunner Unteroffizier Karl Cyrus) tewas bersama dengan pesawat mereka yang hancur. Jenazah mereka kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Beauvais. Selama karirnya Baumgartl telah terlibat dalam 350 misi tempur dengan 334 diantaranya dilakukan di Front Timur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 April 1942); Deutsches Kreuz in Gold (27 Juli 1942); serta Frontflugspange für Kampfflieger in Gold. Foto ini diambil pada musim gugur tahun 1943 dimana Baumgartl bersandar pada sebuah pesawat Junkers Ju 88 dari 9.Staffel / Lehrgeschwader 1 yang beberapa saat sebelumnya melakukan pendaratan darurat

Mencret mencret dah lihat segambreng medali yang nempel di seragam Hauptmann Fritz Biermann ini! Dari foto ini kita bisa tahu medali dan penghargaan apa saja yang telah diraihnya: Eisernes Kreuzes II dan I klasse, Ostmedaille, Infanterie-Sturmabzeichen, Krimschild, Panzervernichtungsabzeichen, Nahkampfspange in Silber, Ehrenblattspange des Heeres (8 Maret 1942), ärmelband "KURLAND", Deutsches Kreuz in Gold (17 April 1943), dan Ritterkreuz (31 Agustus 1943). Padahal kalau dilihat dari wajahnya (apalagi dengan kacamatanya), orang pasti menyangka dia setelan kerja kantoran atau petugas perpustakaan!


 
General der Infanterie Dietrich von Choltitz, komandan Jerman di kota Paris. Dia bersumpah untuk "secara pribadi menembak siapapun di kantorku yang berani menyarankan agar kita meninggalkan Paris tanpa bertempur." Tapi pada akhirnya dia dan pasukannya menyerah kepada pasukan Sekutu tanggal 24 Agustus 1944 tanpa melakukan perlawanan berarti!


Foto karya Heinrich Hoffmann ini (yang pertama kali dipublikasikan tanggal 18 Maret 1943) memperlihatkan Adolf Hitler dalam kunjungannya ke markas besar Heeresgruppe Süd di Zaporozhye tanggal 10 Maret 1943, beberapa saat sebelum ofensif Manstein yang berhasil merebut kembali Kharkov dari tangan pasukan Rusia. Disini Sang Führer berjabat tangan dengan Erich von Manstein (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), sementara yang berdiri paling kanan adalah Wolfram Freiherr von Richthofen (Chef der Luftflotte 4), yang baru saja diangkat sebagai Generalfeldmarschall Luftwaffe tanggal 16 Februari sebelumnya. Di belakang Richthofen yang lagi nyengeh adalah SS-Oberführer Hans Baur, pilot pribadi Hitler. Di foto ini pula kita bisa melihat panji Krimschild di lengan kiri Manstein yang didapatnya awal 1943. Ini adalah Krimschild standar, karena nantinya dia dianugerahi Krimschild in Gold sebagai hadiah ultah dari para staffnya tanggal 24 November 1943. Krimschild in Gold sendiri sebelumnya telah diberikan oleh Manstein kepada Marsekal Ion Antonescu dari Rumania tanggal 3 Juli 1943 di Bukarest. Kunjungan-kunjungan militer semacam ini seringkali dimanfaatkan oleh para pembenci Hitler sebagai kesempatan melakukan pembunuhan terhadapnya, dan Hitler telah cukup cerdik dengan meng-counternya dengan jalan membatalkan sebagian di antaranya, seringkali di menit-menit akhir! 


Oberstleutnant Rudolf Neubert adalah perwira dari 24.Infanterie-Division yang juga merupakan peraih Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938, Verwundetenabzeichen in Schwarz, Infanterie-Sturmabzeichen in Silber, Nahkampfspange in Silber, Eisernes Kreuz II klasse (7 Juli 1941), Eisernes Kreuz I klasse (12 September 1941), Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/42” (1942), Deutsches Kreuz in Gold (10 Januari 1943), Krimschild (1943), Ritterkreuz (29 Februari 1944), Ehrenblattspange des Heeres (7 Desember 1944), Ärmelband “Kurland” (kemungkinan besar), dan Eichenlaub (5 April 1945). Seusai perang dia melanjutkan karir kemiliterannya di Bundeswehr (1956 s/d 30 September 1972) dan pensiun dengan pangkat Oberst

--------------------------------------------------------------------

NARVIKSCHILD


Oberst Werner Baumbach (27 Desember 1916 - 20 Oktober 1953) adalah seorang pilot pembom Luftwaffe yang menjadi spesialis penghancur kapal-kapal Sekutu di samudera. Dalam 200+ misi tempur yang pernah dijalaninya, Baumbach tercatat menenggelamkan tidak kurang dari 300.000 GRT kapal musuh! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #14 tanggal 8 Mei 1940 sebagai Leutnant dan Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30) / X.Fliegerkorps / Luftflotte 5, Eichenlaub #20 tanggal 14 Juli 1941 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30) / IX.Fliegerkorps / Luftflotte 3, dan Schwerter #16 tanggal 17 Agustus 1942 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30) / Fliegerführer Nord (Ost) / Luftflotte 5. Di akhir perang Baumbach ditunjuk sebagai komandan unit misterius Kampfgeschwader 200 (KG 200). Saking misteriusnya unit ini, bahkan dalam memoar yang dibuatnya seusai perang tak satu pun kata yang dia ucapkan tentangnya! Baumbach kemudian berimigrasi ke Argentina untuk membantu diktator Juan Peron dalam membangun angkatan udara negaranya. Dia tewas dalam sebuah kecelakaan udara pada tahun 1953 saat menerbangkan pesawat pembom Lancaster. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Mei 1940); Narvikschild; Bild des Reichsmarschalls im Silberrahmen (1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (22 Maret 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (22 April 1941); Goldenes HJ-Abzeichen; Gemeinsames Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen mit Brillanten (14 Juli 1941); serta Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger "Einsatzzahl 200". Biografi singkat tentangnya bisa dilihat DISINI




Hauptmann Werner Baumbach (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 30 "Adler") berfoto bersama dengan tiga orang awaknya yang berpengalaman tak lama setelah penganugerahan medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #16 langsung dari tangan Adolf Hitler di Führerhauptquartier Werwolf yang terletak di Vinnitsa, Ukraina, pada tanggal 27 Agustus 1942 (Baumbach sendiri telah menerima berita penganugerahannya dari tanggal 17 Agustus 1942). Dari kiri ke kanan: Hauptmann Baumbach (pilot), Unteroffizier Gerhard Baerwald (Bordschütze), Oberfeldwebel Heinrich Thies (Bordfunker), dan Oberfeldwebel Wilhelm Braun (Beobachter). Keempat orang ini mengenakan Narvikschild di lengan kiri mereka. Foto diambil oleh fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann
 

--------------------------------------------------------------------



Oberst Viktor Bauer (19 September 1915 - 13 Desember 1969) adalah pilot jagoan Luftwaffe yang selama karir militernya tercatat menembak jatuh 106 pesawat musuh dalam 400+ misi tempur. Semua kemenangannya diraih di Front Timur kecuali empat buah yang diraih di Front Barat. Bulan paling sukses bagi Bauer adalah Juli 1942 dimana dia mencatatkan 33 kemenangan. Lima kali dia mencatatkan empat kemenangan dalam satu hari dan dua kali lima kemenangan dalam satu hari! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 Juli 1941 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (JG 3) / V.Fliegerkorps / Luftflotte 4, untuk 36 kemenangan udara yang telah diraihnya (yang terakhir tanggal 23 Juli 1941). Selain itu, dia juga mendapatkan Eichenlaub #107 tanggal 26 Juli 1942 sebagai Oberleutnant Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (JG 3) "Udet" / Luftflotte 4, untuk 102 kemenangan udara yang telah diraihnya (yang terakhir tanggal 25 Juli 1942). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (8 Oktober 1939), Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Desember 1940); Frontflugspange für Jäger in Gold (5 Mei 1941); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV.Klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz (12 Agustus 1941) ; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (15 Juni 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (8 Agustus 1942); serta Demjanskschild (31 Desember 1943). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Ini sesuatu yang tidak anda lihat setiap hari: Oberst Wolf Hagemann (20 Juli 1898 - 12 September 1983) sama-sama memakai Narvikschild (atas) dan Krimschild di lengan kirinya! Hagemann adalah perwira Gebirgsjäger yang dianugerahi Ritterkreuz tanggal 4 September 1940 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur III.Bataillon/Gebirgsjäger-Regiment 139, serta Eichenlaub #484 tanggal 4 Juni 1944 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 336. Infanterie-Division


Sumber :
Buku "Die Ritterkreuzträger der Kampfflieger (Knights Cross Holders of the Bombers)" karya Jochen Kaiser
Buku "Time-Life Books World War II: Liberation" oleh Martin Blumenson
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
www.facebook.com
www.forum.axishistory.com

www.fotobethge.com
www.historicalwarmilitariaforum.com 
www.luftfahrtverlag-start.de
www.standwheretheyfought.jimdo.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: