Thursday, June 3, 2010

Foto Pemakaman dan Kuburan

"Hier ruhen 10 Deutsche Fallschirmjäger vom Fallschirmjäger-Maschinengewehr-Bataillon" (disini terbaring 10 orang Fallschirmjäger dari Batalyon Senapan Mesin Fallschirmjäger). Mereka adalah: Oberfeldwebel Johannes Maaser (29 September 1912 - 6 Januari 1942); Unteroffizier M. Schweizer (1 Oktober 1910 - 5 Januari 1942); Unteroffizier Johann Gawlik (24 Juni 1914 - 5 Januari 1942); Unteroffizier Hans Knoller (7 Mei 1918 - 5 Januari 1942); Unteroffizier W. Kuss (20 Februari 1920 - 5 Januari 1942); Gefreiter Hans Schmidt (20 Juli 1922 - 6 Januari 1942); Schütze Helmut Bergmann (9 Oktober 1921 - 6 Januari 1942); Obergefreiter K. Hanisch (11 Februari 1920 - 6 Januari 1942); Obergefreiter Hans Sommer (4 Juni 1921 - 4 Januari 1942); dan Gefreiter F. Spangenberg (21 Januari 1921 - 6 Januari 1942). Ke-10 orang prajurit Fallschirmjäger ini gugur dalam tiga hari pertempuran sengit di Ranimza dan dikuburkan di Rhzev, Tver Oblast (Uni Soviet). 7 diantaranya masih berada di usia 20-an awal!


 Sedikit kenang-kenangan dari Unternehmen Barbarossa: Kelihatannya hanya foto biasa yang memperlihatkan kuburan para prajurit perang bukan? Tapi menjadi luar biasa bila kita membedahnya secara lebih seksama: perhatikan bahwa kuburan di latar depan adalah kuburan tiga orang prajurit Rusia (yang terlihat dari helm jenis SSh-40 yang ikut disimpan di atas kuburan). Mereka kemungkinan besar merupakan awak senapan mesin Maxim yang ikut nampang di sebelah kanan. Sekarang perhatikan kuburan-kuburan di pinggir jalan yang berderet di belakangnya! Dari nisan yang terbuat dari batang pohon birch berbentuk rune tyr kita bisa tahu bahwa mereka adalah kuburan para prajurit Wehrmacht. Dua dua kuburan ini tampaknya dibuat secara seksama dan pada waktu bersamaan. Telah terjadi pertempuran sengit di tempat ini dan pada akhirnya pihak Jerman yang akhirnya memenangkannya (terlihat dari kendaraan Horch di latar belakang dan nisan dari batang pohon birch). Tapi tampaknya kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah dan harus dibayar dengan mahal. Ketika pada akhirnya tiga tentara Rusia yang gigih bertahan gugur, perwira Jerman yang berwenang memberikan penghormatan tertinggi dengan menguburkan mereka secara layak dan bersandingan dengan kuburan rekan-rekan mereka yang terbunuh!


 
Oberfeldwebel Adolf Sermond (Zugführer di 5.Kompanie / Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division) berdiri di depan makam dua orang mantan awak Panzer III yang dikomandaninya, Feldwebel Erich Plasa (24 Juni 1913 - 8 Juli 1941) dan Gefreiter Herbert Engewicht (4 Maret 1912 - 8 Juli 1941) yang gugur dalam pertempuran di dekat Berdichev, Rusia


 Seorang bintara dari SS-Polizei-Division berpangkat Oberfeldwebel berdiri di depan rekan seperjuangannya yang berpangkat Gefreiter dan telah gugur dalam penyerbuan ke Barat tahun 1940. Si bintara adalah juga seorang Spieß alias "Ibu Kompi", yang terlihat dari strip di lengannya. Di pinggangnya tersampir kartentasche (tas penyimpan peta) dan holster pistol. Di latar belakang dua ekor sapi dengan tenangnya barang hakan alias nyatu alias gagares alias jajablog alias ngagerenyem


 General der Panzertruppe Erwin Rommel (kanan, Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") dan Leutnant Alfred-Ingemar Berndt (Ordonnanzoffizier Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") mengadakan kunjungan ke sebuah pemakaman di Libya, dimana prajurit Jerman dan Inggris sama-sama mendapat penghormatan dengan dikuburkan secara berdampingan. Pihak Poros dan Sekutu bertempur secara sportif dan memperlakukan para tawanan mereka dengan penuh perikemanusiaan sehingga medan pertempuran di Afrika dijuluki sebagai "War Without Hate" (Perang Tanpa Kebencian)


 Para anggota dari III.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 14 "Skanderberg" / 7.SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" memberi salam hormat Nazi di depan makam rekan-rekan seperjuangan mereka yang terbunuh oleh kelompok Partisan (NOVJ) dalam pertempuran di dekat desa Duboštica (Vareš), yang berlangsung pada hari Natal tanggal 25 Desember 1943 - sebagai bagian dari Unternehmen Schneesturm (Operasi Badai Salju). Hanya berselang dua tahun kemudian, sebagian besar dari orang-orang ini juga akan terkubur di dalam tanah saat Natal menjelang. Mereka-mereka yang beruntung bertahan hidup - biasanya dipersiapkan untuk menjalani pengadilan penjahat perang - merayakan Hari Natal di dalam penjara secara sederhana. Berikut ini adalah pengalaman semacam tersebut yang berasal dari penuturan Wilhelm Ebeling, seorang perwira dari Divisi SS Handschar, yang termuat dalam buku "Vorwärts, Prinz Eugen!" karya Otto Kumm: "Seorang bintara Yugoslavia yang baik hati mendapat giliran jaga di malam ini. Kami mengajukan izin kepada dia untuk menyanyikan beberapa buah lagu dan menggunakan lampu penerang lebih lama dari biasanya. Dia dengan murah hati memberikan izin. Lalu mulailah perayaan Natal kami. Saat itu kami tidak punya lilin, apalagi ranting pohon pinus... kami lalu menyanyikan beberapa buah lagu Natal... yang dilanjutkan dengan pertukaran 'hadiah'. Para senior telah mempersiapkan beberapa buah roti jagung di hari sebelumnya. Roti tersebut diberikan kepada para prajurit yang lebih muda, yang sekarang memakannya dengan lahap sambil mengklaim bahwa rasanya bagaikan kue madu terbaik! Beberapa batang rokok juga turut 'hadir' di dalam sel, entah darimana datangnya, dan benda berharga tersebut dibagikan secara adil. Tak lama kemudian terdengar perintah dalam bahasa Serbia, 'Tišina!' (diam), dan lampu penjara pun mati". Foto oleh SS-Kriegsberichter Hugo Kemps


Salah satu dari begitu banyak prajurit Jerman yang terkubur di pasir Afrika Utara


Seorang tentara Heer berdiri di depan dua buah kuburan yang kemungkinan besar merupakan punya teman seperjuangannya. Berdasarkan data dari Volksbund, kedua prajurit yang gugur itu terbunuh di hari dan tempat yang hampir sama di Prancis dan kemudian dimakamkan di pekuburan Beauvais, Block 3 Reihe 15 Grab 631. Mereka adalah: Wachtmeister Anton Luhmann (11 Juni 1912 - 10 Juni 1940) dan Gefreiter Sebastian Kaindl (10 Oktober 1916 - 11 Juni 1940)


Kuburan Obergefreiter Walter Sander dari Panzer-Regiment 2 yang terbunuh dalam pertempuran tanggal 27 Mei 1942 di Rusia (hari kedua pertempuran Kharkov?). Anda masih bisa membaca tulisan namanya di salib



Upacara pemakaman militer prajurit panzer dengan dipimpin oleh Heer Kriegspfarrer (Pendeta Wehrmacht)


Kuburan tentara Jerman di Afrika Utara


Suasana pemakaman seorang prajurit Wehrmacht yang mengharukan. Perhatikan bahwa jenazahnya yang tertelungkup telah siap untuk dikebumikan, dengan hanya satu kaki yang tersisa! Dengan melihat salib nisan di latar depan, kita bisa mengetahui bahwa nama dari si prajurit malang tersebut adalah Albert Johann Schweinberger. Berdasarkan data dari Volksbund, dia lahir pada tanggal 26 November 1921 dan meninggal tanggal 11 September 1941 di Ukraina



Kuburan prajurit tak dikenal dari 5. Leichte Division (Mot.) yang terbunuh di Afrika Utara tahun 1941


Kuburan Josef Seiter (nggak tahu juga tuh siapa die!)


Anggota dari Panzer Regiment 7 di kompleks pekuburan di Afrika Utara


Pemakaman pejabat NSKK (Nationalsozialistisches Kraftfahrkorps atau Korps Motor Nasional-Sosialis)


Pemakaman seorang perwira Heer (Angkatan Darat)


Kuburan ini terletak di Norwegia, dan merupakan tempat peristirahatan terakhir dari prajurit yang gugur disana pada tahun 1940. Yang unik adalah adanya topeng gas yang ikut "bersemayam"!


Gambar di atas diambil dari koleksi edisi cetak lukisan-lukisan karya Fritz Brauner, yang memperlihatkan makam seorang Obergefreiter dari Flak Regiment 101. Gambar ini berjudul "Gefallendenkmal in Karatschew"


Seorang prajurit Jerman memperhatikan makam tentara Inggris di Prancis


Kalau yang ini adalah kuburan anggota medis Jerman


Tampaknya prajurit satu ini begitu dicintai oleh koleganya, terbukti dari banyaknya karangan bunga yang dihamparkan di kuburannya


Salib raksasa


Kuburan Jerman di Sweh-Wlassowo (wilayah Narva, Estonia). Kuburan di latar depan adalah milik dari Obergefreiter Bruno Grundtner. Dia lahir tanggal 2 Juli 1916 di Heimfelde, dan meninggal beribu-ribu mil jauhnya tanggal 1 September 1941


Hasil akhir yang menyedihkan dari suatu pertempuran...


Seorang pendeta sedang membacakan salam perpisahan dalam upacara pemakaman untuk prajurit Luftwaffe yang tewas dalam pertempuran

--------------------------------------------------------------------



Sumber :
Buku "The Desert War" karya George Forty
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Foto koleksi pribadi Nick CT
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz
www.audiovis.nac.gov.pl

www.bandenkampf.blogspot.com
www.commons.wikimedia.org
www.cs.kent.ac.uk

www.flemishmilitariacollection.be
www.irreparabilefugittempus.tumblr.com 
www.mikle1.livejournal.com
www.wehrmacht-awards.com

www.worldwartwozone.com

No comments: