Sunday, March 13, 2011

Album Foto Tokoh Nazi Jerman Yang Memakai Monokel (Kacamata Tunggal)


Generalmajor Carl Anders (31 Agustus 1893 - 28 Januari 1972) pertama kali masuk Angkatan Darat Kekaisaran Jerman tanggal 1 April 1912. Dalam kancah Perang Dunia Pertama dia terluka parah di bagian kepala yang mengakibatkan kehilangan penglihatan di mata kirinya. Karenanya dia digolongkan sebagai "garnisonsdienstfähig Heimat" (lebih cocok untuk tugas garnisun di tanah kelahiran). Anders rupanya sudah kadung "jatuh cinta" pada hingar bingar front pertempuran sehingga dia meminta untuk ditempatkan kembali di lapangan, dan permintaannya dipenuhi! Akibat dari Peranjian versailles seusai perang, Anders diberhentikan dari dinas aktif tanggal 10 September 1919 meskipun dia masih menerima dana pensiun bulanan dan "Recht zum Tragen der Regimentsuniform" (hak untuk mengenakan seragam resimen). Setelah kemiliterannya diaktifkan kembali tak lama sesudah Hitler naik ke tampuk kekuasaan, dia mulai menapaki jenjang karir dengan menempati berbagai posisi, dari komandan kompi, batalyon, resimen sampai divisi. Dalam apa yang dinamakan sebagai "Hube-Kessel" atau "Wandernen Kessel", 254. Infanterie-Division, dimana Anders bergabung sebagai komandan resimen, bertugas sebagai penjaga garis belakang pasukan utama Jerman dan menjadi unit terakhir yang meloloskan diri dari pengepungan Soviet. Anders menunjukkan kesigapannya dalam memimpin pasukannya untuk bertahan dari serangan musuh yang berkali lipat sekaligus mundur dengan teratur. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Mei 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 484 / 254.Infanterie-Division / XXXXVI.Panzerkorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Nordukraine. Di akhir perang dia menjabat sebagai komandan 88. Infanterie-Division. Dia dan divisinya menyerah ke tangan pasukan Rusia tanggal 31 Januari 1945 dan baru dibebaskan tanggal 28 Oktober 1955. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; 1914 Verwundetenabzeichen in Silber (27 Mei 1917); Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV Klasse (2 Oktober 1936); Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern (Austria); Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern (Hungaria); Wehrmacht Dienstauszeichnung III Klasse (21 April 1938); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Oktober 1939) dan I.Klasse (26 Oktober 1939); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/1942; serta Deutsches Kreuz in Gold #70/1 (14 Februari 1942)



 Generalleutnant Günther Angern (5 Maret 1893 – 2 Februari 1943) masuk dinas militer tanggal 1 April 1911 dan telah berpangkat Oberleutnant di akhir Perang Dunia Pertama. Dia bertugas di berbagai unit kavaleri dalam masa antar-perang, serta menjadi Oberst dan Kommandeur 3. Schützen-Brigade saat Perang Dunia II pecah. Tanggal 4 Desember 1939 gantian 11. Schützen-Brigade yang merasakan kepemimpinannya, dan disnilah Angern mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Agustus 1940 sebagai Oberst dan Kommandeur 11.Schützen-Brigade / II.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe B setelah dia ikut berpartisipasi dalam terobosan pasukan Jerman di sekitar jembatan Anzien dan St. Datharine, sebelah utara Arras, tanggal 23 Mei 1940, juga penyeberangan di Bethune (St. Aubin) dan Dampierre tanggal 10 Juni 1940. Rekomendasinya masuk tanggal 18 Juli 1940, dikonfirmasi tanggal 26 Juli 1940, dan disetujui tanggal 5 Agustus 1940. Angern menjadi komandan 11. Panzer-Division tanggal 15 Agustus 1941, dan hanya berselang 9 hari kemudian terluka parah dalam pertempuran sehingga tampuk kepemimpinannya berganti lagi Hans-Karl Freiherr von Esebeck! Setelah sembuh dia menjadi komandan divisi panzer yang lain, 16. Panzer-Division, periode 25 September 1942 - 2 Februari 1943. Di tanggal yang terakhir inilah sang perwira berbakat memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di kantong Stalingrad saat 6. Armee menyerah pada Tentara Merah. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse 25 jahre (2 Oktober 1936); Magyar Érdemrend Középkereszt je (Hungaria, 26 Oktober 1938); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1939) dan I.Klasse (9 Oktober 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes (1939); Panzerkampfabzeichen in Bronze; Voenen Orden "Za Hrabrost" III.Stepen 1.klas (Bulgaria); 1939 Verwundetenabzeichen in Silber; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (7 Juli 1941); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (22 Juli 1941); serta Deutsches Kreuz in Gold (8 Maret 1942)



Oberst Andreas von Aulock (23 Maret 1893 – 23 Juni 1968) lahir dari keluarga bangsawan Silesia yang mempunyai sejarah militer panjang. Seperti banyak dari anggota keluarganya, dia memilih karir di kemiliteran dengan menjadi anggota 6. Thüringischen Infanterie-Regiment Nr. 95 tanggal 22 Maret 1912. Seperti sebagian besar perwira "tua" Wehrmacht lainnya, Aulock ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan cukup berprestasi dengan meraih dua kelas Eisernes Kreuzes. Dalam Perang Dunia II dia menjadi komandan resimen dari 79. Infanterie-Division dan memimpin pasukannya dalam Pertempuran Stalingrad yang super brutal. Unitnya hancur lebur di neraka Rusia tersebut, tapi untunglah Aulock ditarik keluar sebelum pasukan 6. Armee benar-benar menyerah. Setelah sempat menjadi Führerreserve, Aulock dipanggil bertugas kembali di unit lamanya yang dibentuk ulang setelah musnah di Stalingrad. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2294 tanggal 6 November 1943 sebagai Oberst dan Komandeur Grenadier-Regiment 226 / 79.Infanterie-Division / XXXXIV.Armee-Korps / 17.Armee / Heeresgruppe A setelah mematahkan serangan Rusia ke jembatan Kuban. Dia juga sempat menjadi pengganti sementara sebagai komandan 79. Infanterie-Division dari tanggal 19 s/d 22 Oktober 1943. Setelah mengikuti pelatihan lanjutan di Artillerieschule, Aulock ditransfer ke Front Barat untuk menjadi komandan Festung (Benteng) St. Malo yang dikepung oleh pasukan Amerika. Disini dia mengeluarkan ikrarnya yang terkenal: "Aku akan bertempur sampai orang terakhir, bahkan bila orang terakhir itu adalah aku sendiri!" dan ini dibuktikannya sendiri. Selama tiga minggu penuh pasukan Amerika membombardir benteng kuno di St. Malo yang telah dirubah menjadi perangkap mematikan oleh 12.000 orang pasukan Jerman yang bertahan. Berkali-kali serangan dilancarkan dan berkali-kali pula serangan tersebut gagal. Meskipun sedikit demi sedikit wilayah yang diduduki Jerman berpindah ke tangan musuh, Aulock tetap tidak menyerah. Meskipun warga lokal dan pendeta yang dihormati disana memohonnya untuk menyerah, Aulock tetap teguh dengan pendiriannya. Ketika akhirnya hubungan dengan markas besar Wehrmacht benar-benar terputus dan Amerika melancarkan serangan bom-bakar yang keji, barulah dia memutuskan untuk menyerahkan diri bersama dengan 400 orang dari anakbuahnya yang masih tersisa. Hitler tidak tutup mata, dan pada tanggal 16 Agustus 1944 (dua hari sebelum Aulock menyerah) dia dianugerahi Eichenlaub #551 sebagai Oberst dan Festungskommandant St. Malo / Oberbefehlshaber West. BTW, Aulock dipromosikan menjadi Oberst tanggal 16 Maret 1942 dan tiga tahun kemudian dia masih berpangkat sama, hal yang tidak biasa bagi perwira berprestasi dengan segambreng medali seperti dirinya! Ternyata ada kejadian menarik mengenai hal ini: dia mempunyai kakak bernama Hubertus von Aulock yang sama-sama berpangkat Oberst tapi kalah mentereng prestasinya dibandingkan dengan sang adik. Saat Aulock muda menerima Eichenlaub, dia sebenarnya sekaligus dipromosikan menjadi Generalmajor der Reserve, tapi karena sebuah kesalahan administrasi oleh Oberkommando der Wehrmacht, malah kakaknya yang mendapatkannya! Konyolnya lagi, kesalahan ini tetap berlanjut dan Andreas von Aulock harus pasrah menerima kenyataan bahwa dirinya tidak jadi naik pangkat! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (9 September 1914) dan I.Klasse (23 Februari 1915); Preußische Ehrenkreuz III. Klasse mit Schwertern (28 Maret 1917); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (27 November 1939) dan I.Klasse (21 Juni 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Kubanschild; serta Deutsches Kreuz in Gold #4/3 (27 Oktober 1941). Namanya juga disebutkan dalam berita Wehrmachtbericht edisi 18 Agustus 1944


 
Oberstleutnant Hans-Dieter von Basse 16 Juni 1916 - 16 April 1945) bergabung dengan Infanterie-Regiment 47 tanggal 20 Oktober 1936. Setelah menjadi instruktur di Kriegschule Dresden, dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 51 dimana dia bertugas sebagai Zugführer (Komandan Peleton). Bersama dengan unitnya Basse ikut serta dalam invasi Jerman ke Prancis tahun 1940. Pada tanggal 22 Januari 1943 dia menjadi Kompaniechef (Komandan Kompi) di Füsilier-Regiment "Großdeutschland". Setelah dipromosikan menjadi Major tanggal 20 Februari 1944, Basse dipercaya untuk menjadi Komandan Batalyon SPW di resimennya. Dalam pertempuran sengit melawan pasukan Soviet di Vilkaviškis (Latvia) tanggal 12 Agustus 1944, Basse bersama dengan batalyonnya mati-matian mempertahankan sebuah jembatan vital dari serbuan bergelombang musuh yang berusaha menerobos pertahanan Jerman. Sang Bataillonskommandeur menyadari peran penting jembatan tersebut karena bila Tentara Merah berhasil menembus pertahanannya maka wilayah antara Heeresgruppe Nord dan Heeresgruppe Mitte yang kosong akan "terbelah dua" sehingga mengancam eksistensi Wehrmacht di Front Timur secara keseluruhan. Begitu dahsyatnya pertempuran yang terjadi di bibir jembatan sehingga setelah serangan bertubi-tubi Soviet mentok di tangan anakbuah Basse yang tidak bergeming, Komandan Resimen Horst Niemack dengan bangga menjuluki Batalyon Basse sebagai "Löwen-Bataillon" (Batalyon Singa) dan merekomendasikan komandannya untuk dianugerahi Ritterkreuz. Rekomendasi tersebut diterima dan Basse secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 September 1944 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon / Panzer-Füsilier-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" / XXXIX.Panzerkorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte, bersama dengan Unteroffizier Hans Roeger dari 1. Kompanie. Pada tanggal 20 Desember 1944 Basse diangkat sebagai Führer Panzerkorps-Füsilier-Regiments "Großdeutschland", dilanjutkan dengan penunjukan sebagai Kommandeur Panzertruppenschule Bergen und Regimentsführer-Lehrgang. Jabatan yang terakhir tidak sempat dipegangnya karena situasi front pertempuran yang memburuk membuat Basse terus berkomitmen di medan perang. Sang perwira berdedikasi ini dinyatakan musnah bersama dengan seluruh anakbuahnya dalam pertempuran penghabisan di Bahnhof Godnicken (Samland) tanggal 16 April 1945. Jenazahnya ditemukan dengan luka tembak di kepala! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Ärmelband Großdeutschland; Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (4 Desember 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (18 Juli 1941); Medaille Winterschlacht im Osten (23 Juli 1942); Nahkampfspange in Silber; serta Deutsches Kreuz in Gold (12 Maret 1944)


General der Infanterie Dietrich von Choltitz


 Oberst Dr.-Ing Albrecht Adolf Heinrich Peter Czimatis (18 April 1897 - 22 Desember 1984) adalah perwira artileri dari Prusia yang pertama kali bertugas di Altmärkisches Feldartillerie-Regiment Nr. 40 tanggal 24 Maret 1915. Dia tetap berada di Reichsheer diantara dua perang dunia. Pada tahun 1932 Czimatis lulus dari kuliahnya dengan gelar Doktor Teknik. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 2 Juli 1942 sebagai Kommandeur Artillerie-Regiment 83 / 100.Jäger-Division / XXXX.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Pada akhir Pertempuran Stalingrad (5 Januari 1943) dia diperintahkan untuk mengambil alih komando 305. Infanterie-Division dari Oberst im Generalstab Bernhard Steinmetz yang terluka, dan keesokan harinya mendapat "limpahan" sisa-sisa prajurit dari 79. Infanterie-Division! Setelah ditawan oleh Tentara Merah, Czimatis menjadi anggota Nationalkomitee Freies Deutschland, organisasi anti-Nazi yang dibentuk oleh para tawanan Jerman di Rusia. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Agustus 1916); 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse (26 September 1918); Baden Order of the Zähringer Löwen; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse


Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch, mantan Kepala Staff Angkatan Darat Jerman yang disingkirkan oleh skandal homoseksualitas

General der Infanterie z.V. Hermann Geyer dalam foto yang diambil di Front Timur tahun 1941/1942. Ketika Perang Dunia II pecah dia sebenarnya sudah pensiun tapi kemudian diaktifkan kembali (zur Verfügung). Ternyata dia menunjukkan prestasi yang mengesankan sehingga diganjar dengan Ritterkreuz tanggal 25 Juni 1940. Dia bunuh diri tanggal 10 April 1946. Perhatikan nomor "119" di schulterklappen-nya! Ini karena dia adalah "Erlaubnis zum Tragen der Uniform des IR 119" ketika dia pensiun di bulan April 1939


Eckhard von Geyso (pangkat terakhir Generalmajor) dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 18 Oktober 1941 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 121. Selain itu, dia juga mendapat Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres pada tanggal 4 Oktober 1941. Penghargaan yang terakhir diberikan kepada para komandan korps, divisi, resimen atau batalyon yang memperlihatkan pemahaman yang baik akan hal-hal teknis di wilayah di belakang front


Oberstleutnant im Generalstab Heinz-Günther Guderian, anak dari jenderal panzer terkenal Generaloberst Heinz Guderian


Oberst Heinz Heggenreiner dari unit Gebirgsjäger. Dalam foto dari tahun 1936 ini dia masih berpangkat sebagai Hauptmann di 1.Kompanie, 99. Gebirgsjäger Regiment, Garmisch-Partenkirchen


 Generalleutnant Richard Koll adalah perwira dari 6. Panzer-Division yang kemudian menjadi Chef Kraftfahrzeug Instandsetzungswesens (Kepala Perbaikan Kendaraan Bermotor) bulan Juli 1943, lalu diikuti dengan mengikuti kursus pelatihan komandan divisi bulan November 1943. Bulan Januari 1944 dia mengambil alih komando 1.Panzer-Division dari Generalleutnant Walter Krüger yang pindah menangani LVIII.Panzerkorps. Ternyata Koll tidak menunjukkan hasil yang memuaskan saat memimpin divisinya dalam usaha pembebasan pasukan Jerman yang terperangkap di Kantong Cherkassy (Februari 1944). Akibatnya, atasannya General der Panzertruppe Hermann Breith mencopot Koll dari jabatannya dengan catatan yang kurang baik tanggal 21 Februari 1944. Sang jenderal berpengalaman lalu dikembalikan ke posisinya yang semula sebagai tukang reparasi di satuan yang kini berubah namanya menjadi Wehrmacht-Kraftfahrzeugwesens!

Oberst Enno-Erich von Limburg-Hetlingen dari Grenadier-Regiment 731


Generalfeldmarschall Walter Model


 Foto yang luar biasa keren yang memperlihatkan Oberleutnant Musil dari Panzer-Pionier-Kompanie "Hermann Göring". Dia memakai Sonderbekleidung Der Deutschen Panzertruppen (Seragam Hitam Pasukan Lapis Baja Jerman) dengan schirmmütze (topi perwira) biru Luftwaffe. Perhatikan pula ärmelstreifen "General Göring" versi awal serta monokel yang menempel di matanya!


General der Infanterie Hermann Recknagel (18 Juli 1892 - 23 Januari 1945) adalah jenderal peraih Schwerter #104 (23 Oktober 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (5 Agustus 1940) mit Eichenlaub #319 (6 November 1943) yang nasibnya berakhir mengenaskan setelah ditembak oleh Partisan di antara Piotrków Trybunalski dan Tomaszów Mazowiecki, Polandia


Generalfeldmarschall Walther von Reichenau, salah seorang pendukung setia Hitler dalam tubuh Wehrmacht


Generalleutnant Carl Rodenburg (17 Mei 1894 - 5 November 1992) adalah jenderal Jerman yang menjadi komandan 76. Infanterie-Division dalam Pertempuran Stalingrad. Dia kemudian ditawan oleh Soviet tanggal 31 Januari 1943 dan baru dilepaskan tahun 1955. Sang jenderal peraih Ritterkreuz (8 Oktober 1942) dan Eichenlaub (31 Januari 1943) ini meninggal dunia tahun 1992 dalam usia 98 tahun!

General der Panzertruppe Dietrich von Saucken. Dia adalah seorang militer aristokratik Prusia tulen yang selalu memakai monokel dan pedang kemanapun dia pergi


Generalfeldmarschall Hugo Sperrle


General der Panzertruppe Georg Stumme. Sebelum menjadi jenderal pasukan panzer dia sempat menjadi jenderal pasukan kavaleri (General der Kavallerie). Jenderal ini terbunuh dalam pertempuran di padang pasir El-Alamein bulan Oktober tahun 1942


Generalleutnant Wilhelm Süßmann dari Fallschirmjäger yang terbunuh dalam pertempuran di pulau Kreta tanggal 20 Mei 1941


General der Artillerie Helmuth Weidling (2 November 1891 – 17 November 1955) dikenal sebagai komandan terakhir Verteidigungsbereichs Berlin (Wilayah Pertahanan Berlin) dalam Pertempuran Berlin tahun 1945. Di awal kampanye di Polandia tahun 1939 Weidling berpangkat Oberst dan Kommandeur Artillerie-Regiment 56. Dia menapaki jalur promosi dengan cepat seiring dengan kemenangan yang diraihnya dalam berbagai medan pertempuran, dan pada tanggal 20 Oktober 1943 sudah menjadi General der Artillerie. Pada tanggal 10 April 1945 dia dipindahkan dari jabatannya dan menjadi Führerreserve, juga terancam dihukum mati oleh Hitler karena adanya kesalahpahaman yang serius mengenai kinerjanya. Untungnya tanggal 23 April hukumannya dibatalkan dan malah dia ditunjuk sebagai komandan pertahanan Jerman di Berlin dalam melawan Tentara Merah yang seakan tak tertahankan. Bukannya senang, Weidling malah menjawab kepada si pembawa pesan: "Lebih baik bagiku untuk mati dieksekusi!". Tapi jiwa prajuritnya yang pantang menolak perintah akhirnya membawanya untuk menyetujui penempatannya yang terbaru. Pada awalnya dia mencanangkan untuk bertempur sampai hari penghabisan, meskipun dia merasa marah melihat digunakannya para anggota Hitlerjugend yang masih muda untuk ikut bertempur (beberapa di antaranya bahkan baru berusia 12 tahun!). Di bawah komandonya, pasukan Jerman bertahan mati-matian melawan musuh yang berkekuatan jauh lebih kuat, dan baru pada tanggal 2 Mei 1945 menyerah, itupun setelah mengetahui Hitler telah tewas dan tidak ada lagi harapan untuk terus bertempur. Sang jenderal yang demen memakai monokel ini meninggal tahun 1955 dalam tahanan Rusia. BTW, dalam foto di atas (yang diambil tak lama setelah penganugerahan Eichenlaub #408 tanggal 2 Februari 1944), di bawah Eisernes Kreuz I.Klasse, dia mengenakan Erinnerungsabzeichen für die Besatzung der Luftschiffeyang didapatnya dalam Perang Dunia Pertama saat masih menjadi Oberleutnant dan komandan balon Zeppelin LZ113. Baris medalinya, dari kiri ke kanan: 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse, Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern, Österreichisches Militärverdienstkreuz III. Klasse mit der Kriegsdekoration, Ehrenkreuz für Frontkämpfer, Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse, Wehrmacht-Dienstauszeichnung III.Klasse, Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938. Medali terakhir rada sulit, tapi kemungkinan adalah Braunschweig Kriegsverdienstkreuz. Ada yang punya pendapat berbeda?


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi NARA Archives Amerika Serikat

www.atlantikwall.superforum.fr
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org
www.forosegundaguerra.com
www.forum.axishistory.com

www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: