Wednesday, March 30, 2011

Foto Marschieren (Baris-Berbaris)

 BERBARIS DALAM PARADE

 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Foto ini merupakan salah satu dari seri kartu foto stereo yang ditampilkan dalam "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" (Para Prajurit Führer di Lapangan - Kampanye Militer di Polandia), sebuah buku foto 3D atau raumbild yang diterbitkan pada tahun 1940 oleh Raumbild-Verlag Otto Schönstein atas pesanan dari Oberst im Generalstab Hasso von Wedel (Abteilungschef im Oberkommando der Wehrmacht) dan Reichsamtsleiter Henrich Hansen (Reichspressestelle der NSDAP). Dalam foto ini kita bisa melihat dengan jelas gaya berbaris khas Wehrmacht yang disebut sebagai "Stechschritt" atau "Goose Step" (mengayunkan langkah tanpa menekuk lutut). Gaya ini pertama kali diperkenalkan oleh Marsekal Prusia Leopold I, Fürst von Anhalt-Dessau (3 Juli 1676 - 7 April 1747), seorang komandan lapangan jempolan di masa Friedrich der Große yang terutama dikenal karena memodernisasi pasukan infanteri Prusia sehingga menjadi yang terbaik di masanya


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Sebagai tambahan: perwira SS yang memakai ledermantel dan berdiri paling dekat ke kamera (tengah) adalah SS-Oberführer Alfred-Ingemar Berndt, Leiter Abteilung VIII im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda yang nantinya bergabung dengan Heer demi bisa ikut berperang - walaupun harus merelakan pangkatnya turun drastis menjadi bintara - dan menjadi orang kepercayaan Rommel di Afrika Utara! Perhatikan pula bahwa ada seorang Letnan Medis (Assistenzarzt) dengan janggut dan kamus eh kumis "terhampar" di mukanya - sebuah pemandangan yang tidak biasa dalam tubuh Wehrmacht! Kita juga bisa melihat seorang Kriegsberichter sedang bertugas merekam acara parade dengan kamera filmnya

 --------------------------------------------------------------------------

BERBARIS DALAM FORMASI

Sebuah kompi Wehrmacht berbaris dalam sebuah parade resmi yang dipimpin oleh komandan kompi (Kompaniechef) mereka, yang mengiringi dengan membawa pedang - dan satu-satunya yang berpangkat perwira dalam foto ini. Biasanya barisan paling depan diisi oleh para bintara, diikuti oleh prajurit yang lebih rendah pangkatnya di belakang. Si Kompaniechef sendiri adalah seorang veteran Perang Dunia Pertama, yang terlihat dari baris medali di seragamnya. Terlihat bahwa setidaknya empat orang dari prajurit-prajurit ini memasang Schützenschnur (tambang ketepatan menembak alias Markmanship Lanyard) di seragam mereka. Foto ini adalah bawaan seorang tentara Amerika bernama Harold Emick Jr. saat dia pulang dari masa tugasnya di Jerman. Foto-foto lain koleksi Mr. Emick bisa dilihat DISINI

 Pasukan Jerman berbaris melintasi Gereja Parish di St Peter Port, Guernsey (1940)


Oberleutnant Johannes Brandenburg memimpin rekan-rekannya berbaris sambil menyanyi "Cicak Di Dinding". Brandenburg merupakan Staffelführer di 2.Staffel/Stukageschwader 2 "Immelmann". Dia terbunuh tanggal 28 Februari 1942 di selatan Dobrovo (Rusia) sebagai Staffelkapitän 4.Staffel/Kampfgeschwader 1 "Hindenburg", dan kemudian pangkatnya dinaikkan menjadi Hauptmann secara anumerta. Dia sendiri merupakan peraih Ritterkreuz yang didapatkannya tanggal 18 September 1940


Fallschirmjäger-Brigade Ramcke berbaris di Hildesheim sebelum diberangkatkan ke Afrika Utara, musim panas 1942. Baris depan sebelah kiri adalah Major Friedrich von der Heydte sementara di kanannya adalah Stabsoffizier Oberleutnant Rolf Mager. Di tengah belakang mengikuti berbaris Oberleutnant Horst Trebes. Mager nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 31 Oktober 1944 sebagai Hauptmann dan komandan II.Bataillon/Fallschirmjäger-Regiment 6


Oberleutnant Horst Trebes memimpin anakbuahnya berbaris di Hildesheim sebelum diberangkatkan ke Afrika Utara, musim panas 1942. Di belakang sebelah kiri adalah Oberleutnant Joachim Grothe. Trebes dilahirkan pada tanggal 22 Oktober 1916 dan KIA tanggal 29 Juli 1944 di dekat St. Denys-le-Gast, Prancis. Dia meraih Ritterkreuz tanggal 9 Juli 1941 sebagai Oberleutnant dan Führer III.Bataillon/Fallschirmjäger-Sturm-Regiment


Baris depan di sebelah kiri adalah Leutnant Werner Wiefelspütz (kelahiran 20 April 1921) yang nantinya terbunuh di medan perang Afrika tanggal 20 Oktober 1942 dan jenazahnya dikebumikan di Kriegsgräberstätte El Alamein. Oberjäger Müller berada di sebelah kanannya


Paling depan adalah Oberleutnant Adolf Peiser, Chef 4.Kompanie/Lehr-Bataillon/Fallschirmjäger-Regiment 3. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 16 Agustus 1943. Di sebelah kanan adalah Oberjäger Georg Isenberg sementara di sebelah kirinya adalah Feldwebel Conny Wagner. Belakang paling kiri adalah Feldwebel Klaus Ackermann


 Para pelaut Kriegsmarine berbaris sambil menyanyi "Abang Tukang Bakso" dalam sebuah latihan baris-berbaris. Meskipun mereka notabene adalah pelaut yang bertugas di kapal atau U-boat, mereka tetap menjalani pelatihan dasar keprajuritan, termasuk baris berbaris sambil memanggul senapan. "Inti dari menjadi seorang prajurit adalah disiplin luar dan dalam serta kesiapan untuk selalu beraksi - yang dengan mudah bisa kita temukan dalam kegiatan baris-berbaris militer. Sebagai seorang prajurit dia dituntut untuk selalu terlihat, berpikir, berbicara, dan bertindak sesuai dengan statusnya, bahkan saat tidak sedang bertugas. Dia juga diharapkan untuk 'berbunyi' seperti seorang prajurit saat sedang menyanyi..." (Handbuch für die Singleiter der Wehrmacht terbitan tahun 1940)


 SS-Truppführer Wilhelm Mohnke (seragam hitam) memimpin para anggota 3.Lehrsturm / SS-Stabswache Berlin dalam sebuah parade di Zossen, bulan Mei 1933. Perwira polisi yang berbaris bersamanya adalah Polizeiwachtmeisters Hugo Ullerich, anggota kepolisian Negara Bagian Prusia yang nantinya menjadi Komandan SS-Flak-Abteilung 1 Leibstandarte SS Adolf Hitler. Perhatikan bahwa Mohnke dan anakbuahnya tidak mengenakan armband swastika dan juga ärmelstreifen (cufftitle)! Ini karena pada awal pembentukannya, Sepp Dietrich (Komandan SS-Stabswache Berlin) menginginkan unitnya sebagai kepanjangan tangan dari militer dan bukannya partai - suatu hal yang menyebabkan friksi terus menerus antara dirinya dengan Panglima SS Heinrich Himmler


 
 Para prajurit dari 8. SS-Totenkopf Standarte, sedang menuju danau untuk berenang di sela-sela latihan. Mereka berbaris tiga-tiga sambil menyanyi lagu-lagu mars dan memakai drillichjacke berwarna feldgrau. Di foto pertama kita bisa melihat "Der Spieß" (ibu kompi) yang memakai pita lengan ganda khusus. Foto oleh SS-Kriegsberichter August Ahrens


 Rottach-Egern/Gmund am Tegernsee (Bavaria), Juni 1944: Prajurit Waffen-SS berbaris dalam upacara penghormatan untuk SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") yang baru saja gugur dalam pertempuran di Normandia pada tanggal 14 Juni 1944. Tiga prajurit terdepan yang memakai seragam hitam Panzertruppen membawa serta panji Leibstandarte SS Adolf Hitler. Mereka adalah para anggota pasukan penjaga kehormatan dari SS-Junkerschule Bad Tölz, sementara ikut berpartisipasi perwakilan dari seluruh divisi Waffen-SS yang terdiri dari berbagai bangsa dan kewarganegaraan


--------------------------------------------------------------------------

BERBARIS TIDAK DALAM FORMASI

Tiga foto yang memperlihatkan saat pasukan Gebirgsjäger berbaris menuju front di awal perang, September 1939. Bagi prajurit-prajurit ini yang bergerak maju dari perbatasan Slovakia sampai ke Polandia, kondisi alam sekitar menawarkan aneka tantangan tersendiri bagi setiap unit yang berusaha melewatinya. Tanahnya kadang melandai, menanjak curam atau terputus oleh sungai sehingga membuat pergerakan menjadi sulit. Perjalanan panjang melalui Polandia juga menuntut kondisi yang prima dari para prajurit dan binatang pembawa beban yang mereka bawa. Di banyak wilayah yang mereka temui, jalan yang bisa dilalui kendaraan atau kereta api hampir-hampir tidak ada sehingga membuat gerak maju menjadi lambat dan penuh rintangan


Prajurit Jerman berbaris memasuki Maribor (April 1941) di Slovenia dan mendapat sambutan hangat rakyat setempat



 Para prajurit Heer dari Heeresgruppe Nord berbaris menuju front. Foto ini diambil di bulan Agustus 1942 di dekat Bolhov, Oryol Oblast, Rusia, di awal "Fall Blau" (Operasi Biru). Di latar belakang tampak Katedral Spaso-Preobragenskij (Savior Transfiguration Cathedral)


Berbaris dan berbaris...



Sumber :
 
Buku "Channel Islands At War: A German Perspective" oleh George Forty
Buku "Fallschirmjäger Brigade Ramcke in North Africa" karya Edgar Alcidi
Buku "Hitler's Mountain Troops 1939-1945" karya Ian Baxter
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi US National Archives and Records Administration (NARA)
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.forum.axishistory.com
www.trailblazersworldwar2.org
www.wehrmacht-awards.com

No comments: