Sunday, March 13, 2011

Korban Jiwa Jerman dan Pihak Poros di Front Timur

Tumpukan tentara Jerman yang mati di Stalingrad


Oleh : Alif Rafik Khan

Peperangan di Front Timur telah sungguh-sungguh menguras habis sumber daya manusia dan material Nazi Jerman. Dari bulan September 1939 sampai dengan September 1942, sebagian terbesar dari 922.000 korban yang diderita Angkatan Bersenjata Jerman (mati, hilang, dan terluka/cacat), yang merupakan 14% dari jumlah seluruh personil Wehrmacht, adalah hasil dari pertempuran di Front Timur. Antara tanggal 1 September 1942 sampai dengan 20 November 1943 angka ini melonjak drastis menjadi 2.077.000 (30% dari jumlah seluruh personil Wehrmacht), dan terutama sebagian besarnya diderita di Front Timur. Setelah pembukaan "front kedua" di Normandia, dari bulan Juni 1944 sampai dengan November 1944 pihak Wehrmacht kembali menderita korban 1.457.000 (mati, hilang atau tertangkap) yang tak tergantikan. Dari jumlah ini, 903.000 di antaranya (62% dari total korban) lagi-lagi diderita di Front Timur. Akhirnya, setelah kehilangan 120.000 orang prajuritnya dalam Pertempuran Bulge di Ardennes melawan Sekutu, dari tanggal 1 Januari sampai dengan 30 April 1945 Wehrmacht kembali kehilangan 2.000.000 orang prajuritnya. Disini kita sudah bisa menduga front mana yang "makan orang" paling banyak: yup, Dua pertiga di antaranya merupakan korban tentara Soviet!

Saat ini, tulisan dingin "Tewas di Timur" (yang telah diukir di batu nisan yang tak terhitung jumlahnya di pekuburan-pekuburan prajurit Jerman) seakan menjadi saksi akan keganasan peperangan yang terjadi antara pasukan Hitler melawan pasukan Stalin. Tulisan itu sendiri menandai musnahnya ambisi Wehrmacht dalam menguasai wilayah timur Eropa.


Sebagai tambahan, para Sekutu Jerman juga kehilangan hampir dua juta orang dalam kurang dari empat tahun peperangan di Front Timur!



Sumber :
www.civilianmilitaryintelligencegroup.com
www.germanmilitaryhistory.com


No comments: