Monday, March 28, 2011

Variasi Jaket Bulu (Fell-Fliegerjacke/FellMantel/Messerschmittjacke) Wehrmacht

Oleh : Alif Rafik Khan 

Dari musim dingin di Front Timur tahun 1941/42 sampai dengan seterusnya, banyak prajurit Jerman di lapangan yang memakai variasi seragam hangat dan peralatan tempurnya. Hanya saat mereka pulang kembali ke negaranya (dikala cuti, pindah tugas atau mendapatkan perawatan) maka mereka akan kembali mengenakan seragam standar berdasarkan regulasi, juga saat berparade atau mengadakan kunjungan ke perwira yang lebih senior. Semuanya bermula saat musim dingin pertama di Rusia dimana banyak prajurit Wehrmacht yang tidak diperlengkapi dengan baik untuk menghadapi kondisi ekstrim yang melanda mereka. Akibatnya banyak dari mereka yang memakai penghangat apa saja yang bisa mereka temui, dan yang umum adalah jaket bulu domba serta topi bulu Ushanka yang mereka dapatkan dari penduduk lokal. Para perwira mereka membiarkan saja kelakuan prajurit-prajuritnya yang mengenakan dua rangkap pakaian ini, karena mereka pun melakukan juga hal yang sama!

Pada awalnya praktek 'nyeleneh' ini hanya berlangsung di Front Timur dan tidak berlaku di front-front lainnya, tapi ketika para komandan veteran di Rusia dipindahtugaskan ke front lain, mereka membawa serta kebiasaan mereka. Tokoh-tokoh semacam Kurt Meyer seringkali mengenakan perpaduan seragam lapangan yang tidak biasa, seperti abu-abu dan hitam, sementara Fritz Witt terkenal suka sekali mengenakan jaket bulu dombanya yang dia pakai untuk melapisi seragam lapangannya. Baru pada musim dingin tahun 1944 kebiasaan "menubruk-nubrukkan" pakaian ini mulai juga menulari Front Barat dan front-front lainnya, terutama ketika Ofensif Ardennes dimana cuaca menjadi begitu dingin sementara persediaan pakaian hangat sangat terbatas. Sebelumnya, hanya para veteran Front Timur yang umum menggunakan pakaian semacam itu di Prancis.



Hauptmann Eduard Altacher (24 Januari 1919 - 27 Mei 1945) merupakan orang Austria yang bergabung dengan Wehrmacht sebagai prajurit tanggal 4 Maret 1940 di 5.Kompanie (schweren) / Gebirgsjäger-Ersatz-Regiment 137 yang bermarkas di Salzburg. Melalui karakter kepemimpinannya yang kuat dan keberanian luar biasa dia dengan cepat menapaki karir menjadi perwira. Altacher bertempur mulai dari Yugoslavia, Yunani, Rusia, Norwegia dan Finlandia. Dari sejak tanggal 15 Oktober 1944 unitnya (6. Gebirgs-Division) ditempatkan di Kirkenes, Finlandia, dimana 14th Army Soviet mengarahkan serangannya. Altacher diperintahkan untuk mengamankan jalur mundur pasukan Jerman menuju Narvik (Nowegia) dari pihak musuh yang sangat bernafsu untuk memutus jalur tersebut dan mengepung pasukan Jerman. Disinilah Hauptmann Altacher berkali-kali menunjukkan ketangguhannya dalam menahan setiap serangan Rusia sehingga memampukan unitnya berhasil dengan selamat sampai di Narvik. Atas jasa-jasanya tersebut, dia kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 November 1944 sebagai Führer II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 143 / 6.Gebirgs-Division / XIX.Gebirgs-Armeekorps / 20.Gebirgsarmee. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Mei 1941) dan I.Klasse (2 Oktober 1944); Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Infanterie-Sturmabzeichen (19 Maret 1943). Posisi terakhirnya adalah sebagai komandan Gebirgsjäger-Schule Mittenwald. Tragisnya, tak lama seusai perang Altacher (saat itu menjadi Kommandeur Kriegsgefangenenlager [kamp tawanan perang] Zell am See) terbunuh oleh pasukan Polandia di Zell am See, Austria, tanggal 27 Mei 1945, saat hendak pulang ke kampung halamannya di Saalfelden-Harham (Salzburg) tak lama setelah dibebaskan! Ternyata ada penduduk sekitar yang menyangkanya sebagai buruan Nazi dan melaporkannya ke pasukan Sekutu sukarelawan asal Polandia yang kemudian menyerangnya dan menggebukinya sampai tewas!


 Generalmajor Hans-Joachim "Jochen" von Arnim (17 Januari 1893 - 1 April 1972) adalah jenderal Luftwaffe yang memulai karir di Kaiserliche Marine (Angkatan Laut Kekaisaran Jerman) sebagai anggota Skuadron pengintai udara di Seeflieger Borkum. Setelah Perang Dunia Pertama usai dia menjadi warga sipil dan bekerja di perusahaan pembuat pesawat terbang Junkers-Luftverkehrs AG. Setelah Luftwaffe (Angkatan Udara Nazi Jerman) dibentuk pada tahun 1935, Arnim dipanggil kembali untuk bertugas. Dia sempat menjadi instruktur di Seeflugschule sebelum dipindahkan ke Seefliegerhorst-Kommandant di Püttnitz tahun 1941. Setelah itu penempatannya berkisar dari komandan lapangan udara dan Führerreserve (perwira aktif tapi tidak menempati jabatan apapun). Arnim pensiun dari Luftwaffe tanggal 28 Februari 1945, beberapa bulan sebelum perang berakhir


 
Major Gerhard Barkhorn (20 Maret 1919 - 11 Januari 1983) adalah jagoan udara Luftwaffe yang tercatat telah menembak jatuh 301 pesawat musuh dalam 1.104 misi tempur! Dengan skor setinggi itu, Barkhorn menduduki urutan ke-2 pilot dengan pencapaian terbesar dalam sejarah di bawah Erich Hartmann dengan 352 kemenangan udara. Uniknya, Barkhorn dan Hartmann adalah sahabat dekat yang bertugas di unit yang sama (JG 52)! Barkhorn juga merasakan ditembak jatuh sebanyak 9 kali. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Agustus 1942 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / Fliegerführer Süd / Luftflotte 4 setelah meraih kemenangan udara ke-59, Eichenlaub #175 tanggal 11 Januari 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4 setelah kemenangan udara ke-105, dan Schwerter #52 tanggal 2 Maret 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4 setelah kemenangan udara ke-250. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Oktober 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Desember 1940); Gemeinsames Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Krimschild; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (21 Agustus 1942); serta Frontflugspange für Jäger in Gold mit Anhänger und Einzatszahl "1100". Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht dua kali: 2 Desember 1943 dan 14 Februari 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



 SS-Oberführer Otto Baum (15 November 1911 - 18 Juni 1998) adalah perwira SS yang mempunyai rentang karir begitu luar biasa: mengawalinya di SS-Verfügungstruppe dan memulai Perang Dunia II di Leibstandarte sebelum pindah ke Totenkopf lalu dipercaya menjadi komandan tiga divisi SS berbeda: Götz von Berlichingen (20 Juni 1944 - 1 November 1944), Das Reich (28 Juli 1944 - 23 Oktober 1944), dan Reichsführer-SS (1 November 1944 - 5 Mei 1945). Padahal dia bahkan bukan seorang jenderal dan sekali waktu dia pernah menjadi komandan dari dua divisi elit SS DALAM WAKTU YANG BERSAMAAN! Baum dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #989 tanggal 8 Mei 1942 sebagai Kommandeur III.Bataillon / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3 / SS-Division "Totenkopf" (motorisiert) / II.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord, Eichenlaub #277 tanggal 22 Agustus 1943 sebagai SS-Obersturmbannführer dan Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 5 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" / II.SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd, serta Schwertern #95 tanggal 2 September 1944 sebagai SS-Standartenführer dan Kommandeur 17.SS-Panzergrenadier-Division "Götz von Berlichingen" / LXXXIV.Armeekorps / 7.Armee / Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya:  SS-Ehrenring; Ehrendegen des Reichsführer-SS (13 September 1936); SA-Sportabzeichen in Bronze; DRL Sportabzeichen in Bronze; Julleuchter der SS; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (25 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (15 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (3 Oktober 1940); Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Deutsches Kreuz in Gold #41/43 (26 Desember 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942) ; Verwundetenabzeichen in Silber (21 Agustus 1943); serta Demjanskschild (31 Desember 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 29 Juli 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 SS-Sturmbannführer Wilhelm "Willi" Baumann (4 Juni 1914 - 30 April 1982) adalah anggota Waffen-SS kelahiran Dortmund-Hörde yang menjadi anggota SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3 dari tanggal 6 September 1941. Pada tanggal 30 Januari 1943 dia dipindahkan ke SS-Gebirgs-Division "Nord" sebagai Ib Quartiermeister (Logistik, Verwundeten- und Versorgungsdienste). Pada tanggal 1 September 1944 Baumann menempati jabatan staff lainnya di XI. SS-Armeekorps. Pada bulan Januari 1945 wilayah Jaslo-Gorlice yang ditempati korps-nya mendapat serangan dari pasukan Soviet sehingga tercatat dalam kondisi berantakan dari tanggal 16 Januari. Sebagai seorang perwira senior (meskipun notabene perwira staff dan bukannya perwira lapangan), Baumann mengumpulkan unit-unit yang tercerai-berai dan mengorganisirnya dalam pertahanan di sekitar jalan strategis Grybov-Yordanov yang dihantam oleh tiga divisi senapan Rusia. Selama tiga hari (19-22 Januari 1945) mereka mati-matian menahan serangan yang berlangsung selama terus menerus, sehingga memberi kesempatan pada korps-nya untuk mereorganisasi ulang dan selanjutnya melakukan serangan balasan. Atas jasa-jasanya, Baumann dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 27 Januari 1945 sebagai SS-Sturmbannführer dan Quartiermeister XI. SS-Armeekorps serta Führer sebuah Kampfgruppe / 17.Armee / Heeresgruppe A. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Totenkopfring der SS; Eisernes Kreuz II.Klasse (11 Juli 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (30 Januari 1943)



 Major Erich Dienenthal (17 Desember 1915 - 26 Juli 1990) adalah Kommandeur Don-Kosaken-Reiter-Regiment 1 yang merupakan perwira dengan segudang penghargaan: 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (6 Desember 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (31 Desember 1939); Infanterie-Sturmabzeichen (19 Juli 1941); 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (19 Agustus 1941); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (14 Desember 1941); 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (6 Mei 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (15 Agustus 1942); Ostvolkmedaille II. Klasse in Silber mit Schwertern (9 Desember 1943); Nahkampfspange in Bronze (19 Maret 1944); Kolajnu Poglavnika Ante Pavelica za Hrabost Malu Srebrnu (20 April 1944); Ostvolkmedaille I. Klasse in Silber mit Schwertern (3 Juni 1944); Bandenkampfabzeichen in Bronze (24 Desember 1944); dan Red Zeljeni Trolist First Class Cross (24 Desember 1944)


Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgs-Armee) mengenakan jaket tebal bulu domba untuk menghadapi musim dingin Skandinavia yang terkenal membekukan. Di bagian lengannya terdapat insignia kepangkatan - yang biasanya tersemat di seragam kamuflase - dengan tiga rangstern (pips) yang menunjukkan pangkat pemakainya saat itu: Generaloberst. Dietl juga mengenakan bergmütze (topi gunung) dengan simbol khas bunga Edelweiss di bagian pinggir. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil



 Kalau tidak ada keterangan yang dicantumkan oleh yang punya foto ini (Akira Takiguchi), maka bisa dikatakan hampir mustahil mengenali orang yang nyengeh di balik "tumpukan garmen" ini, meskipun dia adalah dukun beranak sekalipun. Dari kleiner rock (jas Luftwaffe biru tua berkerah putih lebar) yang dikenakannya, kita bisa mengetahui bahwa dia adalah jenderal Luftwaffe. Identitasnya: Generalmajor Erich von Falkenhayn (3 Juni 1881 - 27 April 1950) yang menjadi Offizier für Sonderaufgaben im RLM und beim Oberbefehlshaber der Luftwaffe (Perwira dengan tugas khusus di Kementerian Udara Reich dan Panglima Luftwaffe) sebelum pensiun pada tanggal 30 November 1942. Dari tebalnya schafsfellmantel (jaket bulu biri-biri) yang dipakainya, kita bisa tahu betapa dinginnya suhu saat itu!



Generalmajor Luftwaffe Robert Fuchs

 Jagoan Luftwaffe Adolf Galland mengenakan jaket bulu pilot Luftwaffe yang menutupi seragam dan medali Schwertern-nya. Foto ini aslinya bukanlah foto berwarna, melainkan hasil pewarnaan melalui Adobe Photoshop oleh Alex K


Oberleutnant Guntram Gelferd (2 Februari 1918 - 12 September 1943) memulai karirnya di Panzer-regiment 35. Dia lalu dipindahkan ke unit artileri, pertama ke Artillerie-Lehr-Regiment "Jüterbog" lalu dilanjutkan ke Sturmgeschütz-Abteilung 185, Sturmgeschütz-Abteilung 189 ( tampaknya bersama dengan Fritz Scherer yang nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di StuG.Abt.189), dan Sturmgeschütz-Abteilung 244. Perwira kelahiran Hanau ini gugur dalam pertempuran di Troitzkoje, Rusia, tanggal 12 September 1943. Foto di atas memperlihatkan Gelferd sebagai Leutnant sedang nyengir sambil memakai fellmantel (jaket bulu), 24 Februari 1942

Hauptmann der Reserve Alexander Gläser


Generalmajor Luftwaffe Walter Grabmann


General der Artillerie Christian Hansen


Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge


 SS-Hauptsturmführer Karl Nicolussi-Leck


 Generalmajor Karl Lorenz (24 Januari 1904 - 3 Oktober 1964) menjadi komandan Divisi Panzergrenadier "Großdeutschland" periode 1 September 1944 s/d 1 Februari 1945, menggantikan Hasso von Manteuffel dan digantikan Hellmuth Mäder. Dia adalah seorang peraih Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #395 yang didapatkannya tanggal 12 Februari 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment "Großdeutschland". BTW, alat optik yang nongkrong di depan Lorenz namanya adalah 12x60 Richtungsweiser-Fernrohr, jaket yang dikenakannya berasal dari jenis Fellmantel, codet di pipinya adalah hasil Mensur di masa muda, dan kacamata hitam (!) di schirmmütze-nya adalah varian dari Cenkdem (gochenk adem)


Generalfeldmarschall Walter Model


Major Walter Oesau (pangkat terakhir Oberst)


Jagoan Luftwaffe lain Hans Philipp memakai jaket bulu. Medali Flugzeugführerabzeichen yang tersemat di seragamnya adalah dari jenis bordiran dan bukan berbahan metal seperti biasanya




Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen dalam sebuah foto studio berwarna asli dengan rokok tertempel di mulutnya. Foto yang cool dan tidak biasa di masa itu! Dia mengenakan fellmantel (jaket bulu) tebal yang mengindikasikan bahwa foto ini diambil di musim dingin


 Hauptmann Franz von Werra (13 Juli 1914 - 25 Oktober 1941), "Dia Yang Berhasil Kabur", difoto di depan sebuah pesawat pembom Soviet yang dia tembak jatuh bulan Juli 1941 setelah baru saja kembali dari Amerika tempat dia berlindung untuk sementara setelah kabur dari penjara Inggris di Kanada! Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang nyantol di lehernya dianugerahkan kepadanya tanggal 14 Desember 1940 sebagai Oberleutnant dan Adjutant II.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (JG 3) / Jagdfliegerführer 2 / Luftflotte 2 setelah menembak jatuh delapan pesawat saja (jumlah kemenangan totalnya adalah 21). Pada bulan Agustus 1941 dia memimpin I./JG 53 dalam perang udara di atas Belanda, dimana dia kemudian terbunuh dalam kecelakaan udara tanggal 25 Oktober 1941 setelah pesawat Messerschmitt Bf 109F-4 (W.Nr. 7285) yang dipilotinya mengalami kerusakan mesin dan jatuh di perairan utara Vissingen. Mayatnya tidak pernah ditemukan. Seusai Perang Dunia II kisah hidupnya (terutama keberhasilannya lolos dari kamp tawanan Sekutu) difilmkan dengan judul "The One That Got Away" dan dibintangi oleh aktor kenamaan Hardy Krüger. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Fliegerführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; serta Eisernes Kreuz I.Klasse


SS-Obersturmführer Michael Wittmann memakai fellmantel (jaket bulu) dan knautschmütze (crusher cap/topi remas), sementara lehernya berhiaskan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya tanggal 30 Januari 1944. Foto ini diambil di Belgia oleh Kriegsberichter Max Büschel (SS-Kavallerie Brd. 1941, LSSAH Kurskand Zhitomir 1943-1944, Hohenstaufen musim semi 1944 di Galicia, LSSAH akhir musim semi 1944 di Belgia) dan tertanggal 9 Februari 1944. Memang pada periode ini Wittmann sudah berkalungkan Eichenlaub, tapi bila anda perhatikan lebih lanjut... Eichenlaub-nya hasil editan! Bener-bener kagak ngerti saya!

--------------------------------------------------------------------------

SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") memberikan instruksi pada seorang prajurit Waffen-SS yang menyampirkan senapan K98k di punggungnya dan mengenakan kopfschützer (scarf) di kepalanya. Si prajurit tampaknya adalah seorang Kradmelder (pembawa pesan bermotor) yang terlihat dari Kradmantel tahan air yang dikenakannya. Disini kita juga bisa melihat SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang mengenakan ushanka dan fellmantel di sebelah kanan, SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang mengenakan Panzerkombi (dengan bagian dalamnya berada di luar) tertutup oleh tangan Witt di belakang Wünsche, serta SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") berdiri di kiri. Foto diambil tanggal 9 Maret 1943 di desa Peresechnaya selama berlangsungnya Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari - 15 Maret 1943)



 V.Bl.d.W.-SS.,Nr.14.1 Desember 1940.Ziff.419.
419 Pakaian khusus untuk wilayah beriklim dingin
Bahan-bahan di bawah ini diperkenalkan sebagai tambahan pakaian musim dingin:
- Anorak dengan tudung kepala, dilapisi bulu.
- Rompi bulu
Pakaian seperti tersebut hanya digunakan oleh unit-unit yang ditempatkan di bekas wilayah Polandia dan Norwegia. Pakaian berbahan anorak tidak cocok untuk digunakan oleh unit-unit kavaleri, dan karenanya tidak disediakan. Unit-unit semacam ini diberi jatah pakaian berbahan kulit domba.
Penggunaan:
Anorak dengan tudung kepala dan dilapisi bulu untuk 10% jumlah pasukan tempur
Rompi bulu disediakan satu untuk setiap orang
Anorak bulu digunakan untuk patroli jarak jauh. Jaket bulu penjaga digunakan untuk tugas-tugas markas atau patroli penjagaan di wilayah barak.
Alokasi akan disesuaikan dengan ketersediaan barang serta aplikasi permintaan yang ditujukan ke Verwaltungsamt der Waffen SS. Unit-unit di Norwegia akan mendapat prioritas pertama untuk suplai.
V/3 431/Desember 1940


Sumber :

Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Chris44
Foto koleksi pribadi Michael Gaißmair
Foto koleksi pribadi Todd Glysen
www.audiovis.nac.gov.pl

www.facebook.com
www.forum.axishistory.com 
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.rommel-lebt.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: