Tuesday, January 18, 2011

General der Panzertruppe Dietrich von Saucken (1892-1980), Jenderal Yang Berani Membantah Perintah Hitler!

Dietrich von Saucken



Generalleutnant Dietrich von Saucken sedang mencoba salah satu panzer baru yang diterima oleh 4.Panzer-Division di musim panas 1943 tepat sebelum Operasi 'Zitadelle'. Pz.Bef.Wg.III ini telah dilapisi warna kamuflase pasir di atas abu-abu gelap, sementara nomor taktis 'D02' dibuat dengan cat hitam. Saat itu (antara April s/d awal Juli 1943) bisa dibilang sebagai "saat membahagiakan" bagi divisi pimpinan Saucken, karena mereka menerima tambahan mesin perang baru begitu banyak, sebanyak yang diterima dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya! Salah satu kendaraan barunya adalah seperti yang tampak di foto atas, Pz.Bef.Wg.III di atas sasis Ausf.J yang berbeda dibandingkan dengan Pz.Bef.Wg.III biasa dalam hal persenjataan utamanya yang operasional dan turetnya yang bisa berputar. Kendaraan jenis ini lalu dimasukkan ke unit markas divisi dan Panzer-Regiment 35

Setelah puas menunggang panzer, kini giliran kuda yang ditunggangi oleh Dietrich von Saucken!


Dietrich von Saucken dalam acara perjamuan bersama perwira-perwira Wehrmacht. Kedua dari kiri adalah Clemens Betzel, sementara yang paling kanan adalah Karl Mauss. Yang membelakangi kamera... ini justru yang bikin bingung! Tapi wajahnya serupa benar dengan Otto-Ernst Remer


Komandan 4.Panzer-Division Dietrich von Saucken sedang berunding bersama para komandan lapangannya. Di latar belakang adalah half-track komandonya, SdKfz 251/6 Ausf.B, sementara di sebelah kanan adalah SdKfz 250/1 dengan plat nomor WH-1451180


Dietrich von Saucken di atas half-tracknya. Dari foto ini kita bisa mengetahui, berdasarkan goresannya, bahwa kendaraan ini berwarna dasar abu-abu gelap yang ditambahi kamuflase warna pasir. Label pengiriman dan daya angkutnya merupakan hasil cat ulang, yang jelas mengindikasikan bahwa ini adalah SdKfz 251/6. Sekedar informasi saja, dari seluruh pihak yang bertikai dalam Perang Dunia II, Jerman adalah satu-satunya negara yang memberi perhatian besar terhadap seni kamuflase, sehingga tidak heran kalau hal ini berkontribusi terhadap minat luar biasa para pemerhati terhadap kendaraan militer Jerman era tersebut


Dietrich von Saucken (kanan) bersama dengan dua orang jenderal Wehrmacht. Yang di tengah adalah Georg-Hans Reinhardt (pangkat terakhir Generaloberst) sementara yang di kiri adalah Clemens Betzel


Generalfeldmarschall Walter Model (kiri) bersama dengan jenderal-jenderalnya. Yang di tengah jelas-jelas Dietrich von Saucken (wajah dan potongan rambutnya yang khas emang "nempel" banget!) sementara yang di kanan tampaknya adalah Georg-Hans Reinhardt


Emblem baru dari 4. Panzer-Division yang diperkenalkan di awal tahun 1944 setelah sang komandan divisi (siapa lagi kalau bukan Dietrich von Saucken!) dianugerahi Schwertern ke Ritterkreuz-nya. Emblem itu sendiri dibuat dari warna kuning dengan warna dasar hitam dan terdiri dari logo divisi pertama (rune manusia dalam lingkaran yang mula diperkenalkan di Prancis tahun 1940) yang sekarang ditambahi gambar pedang bersilang (yang melambangkan medali bergengsi yang telah diraih Saucken) di bawahnya. Emblem pertama telah digunakan secara terbatas dalam kampanye di Uni Soviet dan digantikan dengan lambang kepala panah di tahun 1943. BTW, emblem di foto di atas terpasang di mobil Horch yang biasa dipakai cross-sountry


Generalleutnant Dietrich von Saucken berdiri di atas kendaraan halftrack SdKfz 251/6 Ausf.B yang berjalan mendekati para penjaga gerbang di markas sementara 4.Panzer-Division yang terletak di hutan pinus Rusia. Ini merupakan kebiasaan Saucken yang selalu berkeliling medan tempur dan menginspeksi pasukan menggunakan halftrack pribadi tua yang telah dipakainya selama bertahun-tahun. Kendaraan ini dilengkapi dengan frame antena model lama yang dipakai untuk set radio jarak jauh, panji komando yang terletak di mudguard sebelah kiri, dan... sebuah ladam kuda yang dipasang di bagian depan. Gunanya? Untuk keberuntungan! Ternyata orang bule juga percaya yang ginian...


Kendaraan yang dinaiki Dietrich von Saucken sendiri mempunyai pola warna kamuflase coklat dan hijau di atas warna pasir sedikit gelap. Yang menarik dari foto ini adalah rambu pos di sebelah kiri pintu gerbang yang terbuat dari kayu dan ditambah bentuk tank (yang juga terbuat dari kayu, yang anehnya mirip banget sama tank Sherman punya Amerika!). Tulisan di rambu tersebut berbunyi "Saucken-Hausen" yang secara literal berarti "Rumah-Saucken". Di bawahnya, sebuah emblem divisi kecil tak lupa dicat di tiang. BTW, foto ini dan foto di atasnya diambil saat acara pidato perpisahan Saucken kepada 4.Panzer-Division karena dia telah dipindahkan memegang komando dan jabatan lebih tinggi sebagai panglima XXXIX Panzer-Korps


Generalleutnant Dietrich von Saucken berkeliling meninjau kamp di hari terakhirnya sebagai komandan 4.Panzer-Division, bulan April 1944. Di foto ini tampak dia melintasi Panzer IV Ausf.H terbaru dari I./Panzer-Regiment 35 yang membawa nomor taktis '425' di lapisan baja turetnya, yang mengindikasikan bahwa dia berasal dari 4.Kompanie. Panzer tersebut diberi tiga warna kamuflase coklat dan hijau di atas warna pasir gelap. Tepat berdiri di depan panzer, salah seorang soldat tampak memakai 'Kholm Shield' atau 'Crimea Shield' di lengan kirinya


Panji berbentuk tombak tampak lebih jelas di foto ini ketika sang jenderal melintasi Panzer IV Ausf.H lainnya. Panji tersebut dibuat dari metal yang dicat hitam di atas putih di atas garis merah yang mengindikasikan bahwa yang punyanya adalah komandan divisi panzer. Panji yang lebih kecil umumnya jarang terlihat, dan kadang dicat kuning atau abu-abu di atas pelat persegi panjang


Emblem divisi terpasang di lapisan depan dari Panzer IV Ausf.H di latar depan ini. Emblem tersebut terbuat dari warna kuning di atas warna dasar hitam dengan tambahan tulisan 'I./Pz.Rgt.35'. Simbol "belah ketupat" panzer dan nomor mengindikasikan kompi panzer tersebut berasal


Foto close-up dari Dietrich von Saucken yang berdiri di atas kompartemen kru dari half-track komandonya. Pola kamuflase kendaraan tersebut dapat dengan jelas terlihat disini, dimana corak yang lebih gelap adalah warna coklat sementara yang sedikit cerah berarti warna hijau


Tiga foto di atas diambil saat pidato perpisahan Dietrich von Saucken kepada para prajurit dan perwira 4.Panzer-Division. Komando diserah-terimakan kepada Oberst Clemens Betzel (yang sebelumnya adalah komandan Panzer-Artillerie-Regiment 103) yang kemudian dilanjutkan dengan naik pangkatnya sang Oberst menjadi Generalmajor tanggal 1 Juli 1944. Perhatikan pola kamuflase yang beragam dari dua buah Panzer IV Ausf.H yang terpampang di foto-foto atas. Foto paling bawah memperlihatkan dengan jelas metode pemasangan lapisan "rok" baja tambahan untuk mencegah tembakan meriam dari samping


Dietrich von Saucken (kiri, panglima XXXIX Panzer Korps) memberi ucapan selamat kepada Clemens Betzel (komandan 4. Panzer-Division) atas raihan Ritterkreuz yang diterimanya pada tanggal 5 September 1944



Berbagai pose dari Dietrich von Saucken, lengkap dengan monokelnya yang khas



Oleh : Alif Rafik Khan

Friedrich Wilhelm Eduard Kasimir Dietrich von Saucken dilahirkan pada tanggal 16 Mei 1892 di Fischhausen, Prusia Timur. Dia bergabung dengan Angkatan Darat Jerman tahun 1910 dan menerima pangkat Leutnant bulan Juni 1912. Sebagai seorang Oberst dia mengabdi di Wehrmacht sebelum Perang Dunia II dan lalu dipromosikan menjadi Generalleutnant tanggal 1 Januari 1942. Dia ditunjuk untuk memegang komando 4. Panzer-Division di akhir tahun 1941, dan kemudian karirnya menanjak sampai menjadi komandan Sekolah Pasukan Cepat Jerman (Schule für Schnelle Truppen). Pada akhir bulan Juni 1944, sebagai seorang wakil komandan III Panzer-Korps, dia membentuk sebuah unit ad hoc (improvisasi) yang dinamakan dengan "Gruppe von Saucken" yang dibentuk dari sisa-sisa unit lain dari Grup Tentara Tengah yang dihancurkan ofensif raksasa Soviet. Unit ini (yang nantinya dinamakan dengan XXXIX Panzer-Korps) berusaha untuk mempertahankan kota Minsk dari tangan mantan penguasanya. Untuk sementara mereka berhasil menahan laju Tentara Merah, dan bahkan berhasil membuat sebuah rute pelarian melintasi Sungai Berezina yang digunakan oleh pasukan Jerman dalam gerak mundur mereka di hadapan kekuatan musuh yang berkali-kali lipat.

Di bulan-bulan akhir peperangan, Saucken memimpin 2. Armee dalam usaha pertahanan mati-matian di Prusia Timur dan Barat. Dia memerintahkan pasukannya untuk menyerah satu hari setelah penyerahan tanpa syarat seluruh angkatan bersenjata Jerman tanggal 8 Mei 1945. Setelah menyerahkan Semenanjung Hel dia lalu menjalani penahanan di kamp tawanan Soviet. Dia dihukum untuk menjalani 25 tahun kerja paksa, yang lalu diperingan menjadi hanya 30 bulan. Saucken dilepaskan dari penjara pada tahun 1955, dan melanjutkan karirnya sebagai seorang pelukis amatir. Dia meninggal dunia di München (Bavaria) tanggal 27 September 1980.

Pribadi Saucken
Saucken merupakan seorang prajurit sekaligus komandan perang yang mumpuni dalam pertempuran. Dia memimpin pasukannya meraih kemenangan dalam situasi-situasi yang bisa dikatakan sebenarnya tidak ada harapan untuk menang. Bukti bahwa jasanya begitu dihargai, cukuplah bahwa dia adalah salah satu penerima dari medali SUPER bergengsi, Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwertern und Brillanten (Knight's Cross with Oakleaves, Swords, and Diamonds) yang hanya diberikan kepada 27 orang saja dari seluruh Angkatan Bersenjata Jerman! Yang lebih special pake telor lagi, dia merupakan penerimanya yang terakhir, yaitu di hari Jerman menyerah tanggal 8 Mei 1945! Anak tertuanya, Leutnant Hans-Erich von Saucken (lahir tanggal 29 Mei 1924) gugur dalam pertempuran tanggal 30 Mei 1944 di Rumania.

Von Saucken adalah seorang perwira kavaleri yang benar-benar menampakkan diri sebagaimana gambaran aristokrat konservatif Prusia sejati, dimana kemana-mana dia selalu membawa pedang dan memakai monokel (kacamata sebelah). Selain itu, dia juga membenci golongan Braune Bande (gerombolan coklat) dari Nazi yang dianggapnya hanya sekumpulan penjahat belaka. Dahsyatnya, ketidaksukaannya ini tidak pernah disembunyikan sama sekali! Ketika dia disuruh untuk menghadap Führer Adolf Hitler guna mengambil alih komando 2. Armee tanggal 12 Maret 1945, dia pun datang, "tangan kirinya dengan santai diselonjorkan di pedang kavaleri yang selalu dibawanya, sementara monokel terpasang di salah satu matanya. Von Saucken lalu memberi hormat tradisional tentara dan membungkuk sedikit.

Tak terbayangkan, karena ini adalah tiga "pelanggaran berat" dalam satu kesempatan! Dia sama sekali tidak memberikan salam Nazi dengan mengangkat tangannya dan meneriakkan 'Heil Hitler' seperti yang tertera dalam peraturan resmi semenjak 20 Juli 1944, dia tidak menyerahkan senjatanya untuk disimpan saat masuk... dan dia tetap memakai monokelnya tanpa terganggu saat memberi salam pada Hitler!" Ketika diberitahu oleh Hitler bahwa dia akan berada di bawah perintah dari Albert Forster yang merupakan Gauleiter (Gubernur Nazi) di Danzig, Saucken "langsung memandang Hitler di matanya... dan menghentakkan kedua tangannya dengan keras di meja marmer tempat menyimpan peta, dia menjawab 'Aku tak akan pernah menempatkan diriku, Herr Hitler, di bawah perintah dari seorang Gauleiter'. Dengan melakukan ini Saucken telah jelas-jelas menentang perintah langsung dari Hitler dan, lebih-lebih lagi, tidak memanggil pemimpin Jerman yang ditakuti itu dengan sebutan Mein Führer! Yang lebih mengejutkan lagi bagi semua yang hadir disitu, Hitler menyerah pada kehendak jenderalnya yang keras kepala tapi berotak brilian ini, tidak murka seperti biasanya, dan dengan tenang membalas, "baik Saucken, pegang komando untuk dirimu sendiri". Hitler dan Saucken berpisah tanpa berjabat tangan, dan si jenderal Prusia itu meninggalkan ruangan dengan sedikit saja menggerakkan badannya ke bawah untuk membungkuk tanda hormat!

Ingat! Ini bukan berarti bahwa pribadinya bertipe pemberontak dan semangat tempurnya telah menurun sehingga dia tampak sangat tidak menghormati pemimpinnya sendiri. Ini adalah hasil keteguhan seorang didikan staf jenderal Prusia sejati yang memegang teguh sumpah keprajuritan. Bolehlah dia kurang hormat sama Hitler, tapi perintah Hitler diturutinya sampai akhir. Bukankah dia baru menyerah satu hari setelah semua pasukan Jerman lain menurunkan senjatanya? Bukankah dia telah mendarmabaktikan seluruh tenaga dan pikirannya untuk negaranya, sehingga anaknyapun telah menjadi "tumbal" dari perjuangannya? Bukankah semua penghargaan dan medali yang telah diraihnya menjadi pertanda dari kedahsyatannya di medan pertempuran? Tentunya Hitler tidak akan memilih Saucken kalau tahu jenderalnya ini memang selembek perkedel dan bukannya "mutu manikam" yang tak tergoyahkan badai sedahsyat apapun!

Kekerasan hatinya ini tampak ketika di hari-hari akhir Perang Dunia II Karl Dönitz (pengganti Hitler sebagai pemimpin Jerman) mengirimkan sebuah pesawat demi mengevakuasi jenderalnya yang berharga ini agar terhindar dari tangkapan Rusia. Lalu apa reaksi Saucken? Bukannya berterimakasih dan buru-buru naik pesawat, dia malah menolak mentah-mentah tawaran Dönitz dan lebih memilih masuk penjara Rusia yang terkenal brutal bersama dengan pasukan yang sangat dicintainya!

Soviet pun tidak mampu menundukkan keteguhannya dalam bersikap. Ketika dia disuruh untuk menandatangani sebuah surat pernyataan palsu, Saucken menolak dengan keras sehingga akibatnya dia harus menerima vonis palu hakim kerja paksa selama 20 tahun (walaupun akhirnya dikurangi).

Jenderal terkemuka Guderian begitu mengagumi Saucken, yang dianggapnya mempunyai kemampuan 'luar biasa' dalam memimpin pasukannya bertempur. Dalam bukunya yang berjudul "Panzer General", Guderian menerangkan bahwa di timur Jerman tahun 1945, "Jenderal Nehring dan von Saucken telah memenuhi dengan baik tugas-tugas militer begitu sulitnya yang dibebankan kepada mereka, yang hanya goresan pena dari Xenophon lah yang bisa menggambarkannya."

Medali dan Penghargaan
* Iron Cross (1914)
....2nd Class (19 Oktober 1914)
....1st Class (23 Mei 1916)
* House Order of Hohenzollern
* Austrian Military Merit Cross (3rd Class)
* Bavarian Military Merit Cross (3rd Class)
* Panzer Badge in Silver (3rd Class)
* War Merit Cross with Swords
* Wound Badge in Gold (1914 dan 1939)
* Clasp to the Iron Cross (1939)
....2nd Class (13 September 1939)
....1st Class (3 Oktober 1939)
* Knight's Cross with Oak Leaves, Swords and Diamonds
....Knight's Cross (6 Januari 1942) : Generalmajor dan komandan 4. Panzer-Division
....Oak Leaves #281 (22 Agustus 1943) : Generalleutnant dan komandan 4. PzDiv
....Swords #46 (31 Januari 1944) : Generalleutnant dan komandan 4. Panzer-Division
Diamonds #27 (8 Mei 1945) : General der Panzertruppe dan komandan AOK Ostpreußen
* Disebutkan 3 kali di Wehrmachtbericht (3 Desember 1943; 5 Juli 1944; 9 Mei 1945)


Sumber :
Buku "4.Panzer-Division on the Eastern Front 1941-1943" karya Robert Michulec
Buku "4.Panzer-Division on the Eastern Front (2) 1944" karya Robert Michulec
Majalah "The Combat Tanks Collection" edisi No.102
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.warandgame.com

No comments: