Sunday, January 2, 2011

Hauptmann Wilm Hosenfeld (1895-1952), Si Perwira Baik Hati Dalam Film "The Pianist"!


Wilm Hosenfeld di Wegrów bulan Februari 1940 bersama dengan seorang Yahudi yang bekerja untuk Wehrmacht


Wilm Hosenfeld menggendong seorang anak Polandia bulan September 1940


Wilm Hosenfeld di Warsawa bulan April 1942


Dua halaman dari buku harian Wilm Hosenfeld yang ditulis tahun 1942


Wilm Hosenfeld (kiri) sebagai perwira Wehrmacht bidang olahraga di bulan Oktober 1942


Wilm Hosenfeld bersama anak tercintanya Detlev



Wilm Hosenfeld sebagai seorang Hauptmann di bulan Februari 1944


Wilm Hosenfeld difoto bulan Maret 1944 di Warsawa, Polandia. Menurut keterangan dari anaknya Detlev, ini adalah foto kesayangan ibunya


Wilm Hosenfeld memakai seragam putih musim panas, difoto ketika sedang cuti di rumah keluarganya bulan Mei 1944. Ini adalah saat terakhir dia bertemu dengan keluarganya...


Wladyslaw Szpilman, pianis terkenal radio Polandia keturunan Yahudi yang nyawanya diselamatkan oleh Wilm Hosenfeld. Kisah pertemuan antara keduanya dapat dilihat dalam film "The Pianist" karya sutradara Roman Polanski


Surat yang dikirimkan oleh Wilm Hosenfeld kepada keluarganya dari kamp tawanan Rusia


Sketsa wajah Wilm Hosenfeld yang dibuat di Bobruisk oleh sesama tahanan Jerman di kamp tawanan Rusia, bulan April 1947


Detlev Hosenfeld dengan bangga menunjukkan nama ayahnya di monumen Righteous Among the Nations yang memajang nama-nama non-Yahudi yang dianggap berjasa terhadap bangsa Yahudi


Gambar Wilm Hosenfeld karya ButterCoin. Kok jadi mirip Tom Cruise ya?


Aktor Jerman Thomas Kretschmann memerankan Wilm Hosenfeld dalam film "The Pianist"


Oleh : Alif Rafik Khan

Wilhelm Adalbert Hosenfeld dilahirkan tanggal 2 Mei 1895 di Mackenzell di dekat Fuda dari keluarga konservatif dan ayah seorang guru Katolik yang taat. Kehidupan keluarganya yang kental dengan ajaran Katolik mengajarkannya untuk selalu berjiwa sosial dan bekerja untuk kemasyarakatan, dan hal ini berlanjut saat dia melanjutkan pendidikannya. Selain oleh ajaran Katolik, Hosenfeld dipengaruhi pula oleh ketaatan absolut ala Prusia, patriotisme Jerman, dan juga oleh sifat pasifisme yang menginginkan Jerman berlepas diri dari segala konflik di luar negaranya (terutama setelah dia menikah). Yang terakhir ini merupakan pengaruh dari istri tercintanya Annemarie. Hosenfeld terinspirasi pula oleh Gerakan Wandervogel dan para pengikutnya. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia I dari sejak tahun 1914, terluka tahun 1917 dan menerima medali Eisernes Kreuz II klasse.

Di masa antara kedua Perang Dunia dia menjadi seorang guru, tapi kemudian mendaftarkan diri ke Wehrmacht di akhir bulan Agustus 1939 (seminggu sebelum Perang Dunia II pecah) di usia 43 tahun sebagai seorang ayah beranak lima. Dia lalu ditempatkan di Polandia dari pertengahan September 1939 sampai dengan penangkapannya oleh tentara Soviet tanggal 17 Januari 1945. Tujuan pertama setelah penempatannya di Polandia adalah Pabianice, dimana dia terlibat dalam pembangunan kamp tersebut dan ikut menjalankannya selama beberapa waktu. Perhentian selanjutnya dari bulan Desember 1939 adalah Wegrów, dimana dia tetap nongkrong disitu sampai batalyonnya dipindahkan 30 kilometer jauhnya ke Jadów di akhir bulan Mei 1940. Akhirnya dia ditransfer ke Warsawa bulan Juli 1940. Disini dia tetap tinggal di pos barunya sampai perang berakhir, dan kebanyakan waktunya dihabiskan sebagai perwira staff plus perwira olahraga batalyon di Wach-Bataillon (Batalyon Penjaga) 660 yang merupakan bagian dari Wach-Regiment Warschau. Pada bulan Oktober 1944, selama berlangsungnya Perlawanan Warsawa, ketika kebanyakan pasukan militer Jerman sibuk memadamkan pemberontakan tersebut, Hosenfeld ditunjuk sebagai interogator pasukan musuh yang tertangkap.

Meskipun telah menjadi anggota Partai Nazi dari sejak tahun 1935, Hosenfeld kemudian menjadi berbalik membenci partainya dan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Hitler, terutama setelah dia melihat perlakuan yang diterima oleh orang-orang Polandia dan Yahudi dari penguasa Jerman. Dia dan beberapa orang rekannya sesama perwira Jerman merasa malu atas apa yang telah dilakukan oleh oknum-oknum Jerman yang tidak bertanggungjawab, dan merasakan simpati yang dalam terhadap rakyat di negara Polandia yang diduduki. Mereka berusaha untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang teraniaya sebisa mungkin.

Hosenfeld menjalin persahabatan dengan banyak orang Polandia dan bahkan berusaha untuk mempelajari bahasa negara tersebut. Dia juga menghadiri Misa Suci (ritual Kristen Ortodok), menerima Komuni Suci, dan beribadah ke gereja-gereja Polandia walaupun hal ini secara tegas dilarang dilakukan oleh orang Jerman berdasarkan peraturan resmi yang dikeluarkan oleh Nazi! Sikapnya yang bersimpati terhadap orang Polandia pertama kali muncul di musim gugur tahun 1939 ketika dia membiarkan, dengan melawan peraturan, para tawanan perang Polandia akses untuk bertemu dengan keluarganya masing-masing dan bahkan mendorong (dengan sukses) agar salah satu tawanan tersebut dilepaskan lebih dini dari yang seharusnya! Selama masa tinggalnya di Warsawa, dia menggunakan posisinya untuk memberikan penampungan dan perlindungan kepada orang-orang, apapun latar belakangnya, yang dalam keadaan terancam diusir atau bahkan ditangkap oleh Gestapo (setidaknya dia telah memberikan perlindungan politis kepada seorang Jerman yang bersikap anti-Nazi)! Hal ini dilakukannya dengan cara memberikan mereka surat-surat resmi yang dibutuhkan dan juga pekerjaan di stadion olahraga yang berada di bawah pengawasannya.

Hosenfeld tertangkap oleh Tentara Merah di Blonie, sebuah kota kecil Polandia yang terletak sekitar 30 km sebelah barat Warsawa, bersama dengan sebuah kompi Wehrmacht yang dia pimpin. Dia kemudian dihukum 25 tahun kerja paksa atas tuduhan kejahatan perang, hanya oleh karena perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam unitnya! Tidak hanya itu, dia juga disiksa dengan brutal oleh Pasukan Keamanan Rahasia Soviet, karena mereka mempercayai bahwa dia merupakan anggota aktif dinas rahasia Wehrmacht (Abwehr) dan bahkan juga menjadi anggota dinas rahasianya SS, Sicherheitsdienst. Meskipun orang-orang Polandia dan Yahudi mengajukan petisi untuk mengampuni Hosenfeld, tapi pihak Soviet tetap menolak untuk mempercayai bahwa dia tidak pernah terlibat dalam kejahatan perang.

Dalam interogasi yang dilakukan terhadapnya, Hosenfeld mengaku bahwa selama perang dia telah menyelamatkan empat orang Yahudi, di antaranya adalah "Wladyslaw Szpilman, seorang pianis di Orkestra Radio Polandia".

Berdasarkan keterangan dari Benjamin Z. Kedar, Hosenfeld mengalami serangan stroke pertamanya pada tahun 1947 sehingga membuat dia harus menghabiskan waktu yang lama dalam perawatan rumah saki tahanan. Dia tetap berharap bahwa suatu saat dia akan dilepaskan dari penjara, tapi kemudian harapan itu sirna ketika dia mendapat hukuman 25 tahun kerja paksa dari pengadilan militer Soviet di Minsk.

Wilm Hosenfeld meninggal dalam kamp tawanan Rusia di Stalingrad beberapa saat sebelum jam 10 pagi tanggal 13 Agustus 1952. Penyebab kematiannya diumumkan sebagai akibat dari pecahnya aorta dada, yang kemungkinan besar disebabkan oleh penyiksaan brutal yang dialaminya sepanjang waktu itu.

Namanya kemudian justru makin terkenal setelah kematiannya. Pada bulan Oktober 2007 Wilm Hosenfeld mendapat anugerah secara anumerta dari Presiden Polandia Lech Kaczynski berupa medali Krzyż Komandorski Orderu Odrodzenia Polski (Salib Komandan Ordo Polonia Restituta).

Secara internasional, nama Hosenfeld terutama terangkat lewat film peraih Oscar "The Pianist" besutan sutradara Roman Polanski yang mengetengahkan kisah hidup pianis sekaligus komponis Yahudi-Polandia ternama bernama Wladyslaw Szpilman. Bagi anda yang pernah menonton film ini di layar tancep, tentu masih ingat adegan saat sang pianis kurus (yang diperankan dengan superb brilian oleh Adrien Brody) diselamatkan hidupnya oleh Wilm Hosenfeld (yang diperankan oleh aktor bokep favorit saya Thomas Kretschmann) dan bahkan kemudian Hosenfeld menjadi pengagum permainan pianonya! Nah, anak dari Wladyslaw yang bernama Andrzei Szpilman telah lama memohon kepada organisasi Yad Vashem dari Israel untuk menghormati apa yang telah dilakukan oleh Wilm Hosenfeld dengan cara menempatkannya ke dalam Righteous Among the Nations (daftar orang-orang non-Yahudi yang telah menolong Yahudi dengan meresikokan nyawanya sendiri). Tidak hanya itu, keluarga Szpilman dan ribuan orang lainnya yang mendukung mereka telah meminta agar selamanya Hosenfeld dikenang atas kebaikan yang telah ditunjukkannya selama berlangsungnya Perang Dunia II.

Tanggal 16 Februari 2009 Yad Vashem akhirnya mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa Hauptmann Wilm Hosenfeld diberi gelar Righteous Among the Nations secara anumerta. Tanggal 18 Juni 2009 diplomat-diplomat Israel menganugerahkan penghargaan ini di Berlin kepada anak dari sang Hauptmann yang bernama Detlev.

Medali dan Penghargaan:
1914 Iron Cross 2nd class
Wound Badge in Black
Cross of Honor
SA sport Badge
Order of Polonia Restituta


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.awesomestories.com
www.deviantart.com
www.en.wikipedia.org
www.hosenfeld.dk
www.yadvashem.org



7 comments:

Riana said...

Film The pianist bagus banget....
Bangga dengan Hosenfeld...
sayang dy gax bisa diselamatkan dari penjara Unisoviet... :(

MUZAKKI said...

aq sdh nonton the pianist 8 bln lalu. n kaget bisa jg di ulas sama master alif. hebat bgt mas alif, n jgn kaget klo gw lebay soale aq pengagum berat SS

jozz said...

one of the most beautyful movie that i ever saw

Kristian Sibarani said...

Seorang jendral yg melaksanakan tugas berdasarkam hati nurani, bukan berdasarkan atasan. Luar biasa... salut sama beliau..
:)

Reza Falhevi said...

Bagus banget filmnya

Reza Falhevi said...

Bagus banget filmnya

djoelham sjahpoetra said...

Sedih euy,,,