Wednesday, January 5, 2011

Foto "Faces of War" (Lelah, Takut, Ngantuk, Kucel)

KUCEL

Foto bawah memperlihatkan saat Major Georg Briel (Kommandeur Heeres-Flak-Bataillon 606 / 90.leichte-Afrika-Division) sedang santai merokok dengan menggunakan pipa di medan perang El Alamein (Mesir), musim panas tahun 1942. Dari cat stahlhelm M35-nya yang sudah banyak yang terkelupas, kemeja tropisnya yang lusuh serta Ritterkreuz-nya yang dibiarkan tergantung "lesu", kita bisa tahu neraka seperti apa yang telah dilaluinya! Saat bertugas di front depan, para prajurit Afrikakorps memang mempunyai regulasi pakaian yang lebih longgar dari rekan-rekannya di Eropa Daratan (ini karena iklimnya yang panas sehingga luar biasa "menyiksa" bagi bule-bule berkulit tipis tersebut!) dan biasanya mengenakan penutup apa saja yang mereka anggap nyaman. Disini kita juga bisa melihat Erkennungsmarke (dog tag) yang tersembul keluar dari balik seragamnya. Briel (21 Agustus 1907 - 16 Mei 1980) adalah mantan perwira Polizei periode 1927-1935 yang kemudian bergabung dengan Wehrmacht dari tahun 1935 s/d 1945. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Juli 1942, dan nantinya diserahi tanggungjawab sebagai Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 200 sampai akhir keberadaan pasukan Poros di Afrika Utara, bulan Mei 1943. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 57 / 79.Volks-Grenadier-Division. Pada saat perang berakhir di Eropa bulan Mei 1945, Briel sedang menjalani perawatan atas luka-luka yang dideritanya. Dia dibebaskan dari kamp tawanan Neu-Ulm pada tanggal 30 Juni 1945. Pangkat terakhirnya adalah sebagai Oberstleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Georg Briel: Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (22 September 1939) und I.Klasse (30 Agustus 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (20 Maret 1940); Allgemeines-Sturmabzeichen (15 Januari 1942); Medaglia commemorativa della campagna italo-tedesca in Africa Italia (19 Januari 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (3 Februari 1942); Italienische Silberne Tapferkeitsmedaille (18 Februari 1942); Deutsches Kreuz in Gold (20 Februari 1942); Ärmelband "Afrika" (12 April 1943); dan Heeres-Flak-Abzeichen (27 April 1943) 


 Kalau nggak ngeh, bisa-bisa Landser yang difoto tahun 1942 di Front Rusia ini disangka menenteng Ipod di punggungnya! Sebenarnya itu adalah Feld-Taschenlampe dari merk Pertrix no.679. Dari mukanya yang butek dan seragamnya yang lusuh (perhatikan salah satu schulterklappen-nya yang copot!) Di koppel (ikat pinggang), dia memakai tas kecil pembungkus kamera Agfa di kiri dan patronentaschen (kantong amunisi) di kanan. kita bisa tahu neraka apa yang telah dilalui oleh si prajurit, yang bahkan tetap memaksakan diri untuk tersenyum demi untuk konsumsi kamera!


 Awak tank dari Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" melepas lelah dengan menikmati rokok seusai pertempuran yang sengit di Front Timur. Mereka memakai denim panzer dua bagian yang dilengkapi kantong besar di bagian depan. Seragam ini hanya khusus dipakai di musim panas atau di wilayah yang beriklim hangat


 Foto close-up dari seorang tawanan Wehrmacht yang ditangkap di dekat Otterloo, Belanda, tak lama setelah serangan balik Jerman yang melintasi wilayah tersebut, 17 April 1945. Serangan itu dimaksudkan untuk membelah dua 5th Armoured Division Kanada sehingga memudahkan untuk menghancurkannya. Foto oleh  Jack H. Smith; Library and Archives Canada a166369


 -----------------------------------------------------------

 LELAH

 Seorang prajurit infanteri Jerman di Stalingrad. Dari ekspresi wajahnya (perhatikan matanya) dan kondisi pakaiannya (Elang dada yang sudah terkelupas sebagian), kita dapat mengetahui 'neraka' seperti apa yang telah dialaminya! Dia berasal dari 305.Infanterie-Division sementara foto ini sendiri diambil di Pabrik senjata Barrikady akhir Oktober atau November 1942


 Ketegangan dan kelelahan kentara sekali di wajah para SS-Panzergrenadier muda dari 2.SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich" ini. Kendaraan Sd.Kfz.251/1 yang mereka kendarai bergerak melalui padang stepa luas di sebelah selatan Front Voronezh selama berlangsungnya Pertempuran Kursk bulan Juli 1943



 SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse sekaligus(!) kepada salah seorang bintaranya, SS-Unterscharführer Heinz Degenhardt. Upacara penganugerahan yang diadakan di Normandia musim panas tahun 1944 tersebut tampaknya dilakukan tak lama setelah aksi heroik Degenhardt dalam pertempuran dimana sang prajurit berprestasi tak sempat untuk beristirahat sehingga kelelahan serta rasa ngantuk kentara sekali terlihat di wajahnya! Aksi Mohnke menepuk pipi Degenhardt merupakan perlambang kasihsayang sekaligus terimakasih sang komandan kepada anakbuahnya. Praktek yang sama dilakukan juga oleh Adolf Hitler. Degenhardt (kelahiran 30 Mei 1925) nantinya gugur dalam pertempuran melawan pasukan Inggris di Arnhem tanggal 6 Oktober 1944



Seorang Grenadier Heer berpangkat Obergefreiter (Kopral) dengan Panzerschreck alias Raketenpanzerbüchse 54 (RPzB.54) di Metz, Lorraine (Prancis), tanggal 27 Oktober 1944. Dia adalah veteran dari begitu banyak pertempuran, yang terlihat dari medali-medali yang terpasang di seragamnya, dari atas ke bawah: Nahkampfspange in Bronze, pita Eisernes Kreuz II.Klasse dan Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), Eisernes Kreuz I.Klasse, Infanterie-Sturmabzeichen, dan Verwundetenabzeichen. Yang menarik adalah ekspresinya, yang sering disebut orang bule sebagai "1,000 yard stare"! Foto hasil karya Kriegsberichter Schürer ini pertama kali dipublikasikan tanggal 10 November 1944


-----------------------------------------------------------

TAKUT


Dalam Pertempuran Stalingrad yang berlangsung dari tanggal 17 Juli 1942 sampai dengan 2 Februari 1943, lebih dari 91.000 orang prajurit Wehrmacht ditangkap oleh Tentara Merah (dengan hanya 5.000 orang yang kemudian kembali hidup-hidup!). Di antara mereka adalah anak muda yang malang ini (yang menyerah bulan Januari 1943), yang kedinginan, kelaparan, dan juga digebuki! Dari ekspresinya kita bisa mengetahui nasib apa yang akan menimpanya di depan! BTW, senjata yang dipegang oleh tentara Soviet adalah PPSh-41

-----------------------------------------------------------

TEGANG

 Seorang perwira (kanan, membelakangi kamera), yang kemungkinan adalah Kompaniechef, dari 389. Infanterie-Division sedang memberikan perintah pada anakbuahnya selama berlangsungnya jeda dalam pertempuran memperebutkan Pabrik Traktor "Krasny Oktyabr" (Oktober Merah), bulan Oktober 1942. Dengan begitu tingginya angka korban di kalangan perwira, maka tidak aneh bila di kancah Stalingrad seorang bintara menjadi komandan kompi atau prajurit memimpin peleton! Dalam foto ini, bintara di tengah memegang sebuah senapan mesin MP 40 9mm (yang biasa dipanggil oleh Landser sebagai "Kugelspritze" alias penyemprot peluru), sementara prajurit di kiri depan membawa senapan semi otomatis SVT-40 7.62mm buatan Soviet - dengan nama Jerman Selbstladegewehr 259(r). Perhatikan muka-muka mereka yang super butek!


 Pada awal bulan November 1943 Komando Tinggi Soviet meluncurkan ofensif masif demi berusaha menduduki Kiev, ibukota Ukraina. Tentara Merah merangsek terus melintasi sungai Dnieper dan pasukan Wehrmacht terancam terbelah dua antara Heeresgruppe Süd dengan "tetangganya" di utara, Heeresgruppe Mitte. Karena kejatuhan Kiev bakal berpengaruh fatal terhadap eksistensi Jerman di Front Timur, maka Hitler buru-buru mengirimkan 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" ke Front Timur dari tempat beristirahat mereka di Italia untuk "memadamkan api krisis". Disini seorang Panzergrenadier - yang terlihat kusut karena berhari-hari beraksi tanpa henti - memberikan laporan situasi terkini sekaligus menunjukkan lokasi pertahanan musuh di lapangan kepada seorang awak Panzerkampfwagen V Panther saat berlangsungnya pertempuran antar-tank yang kacau balau di barat Kiev akhir tahun 1943. Sejumlah besar Panther ikut menjadi bagian dari Divisi Leibstandarte dalam pertempuran di Ukraina dan menimbulkan banyak korban di pihak Soviet


Ekspresi seorang prajurit Fallschirmjäger yang baru saja mengalami neraka di Argentan-Falaise. Pada bulan Agustus 1944, 60.000 orang tentara Jerman terjebak oleh pasukan Sekutu di sebuah wilayah yang begitu kecilnya di Prancis. Mereka dibombardir tanpa ampun dari darat dan udara. Begitu besar kehancuran yang ditimbulkan sehingga seorang perwira Sekutu berujar, "Seakan-akan malaikat maut membentangkan sayapnya dan memberi kehancuran serta kematian bagi setiap Jerman yang ditemuinya." Lebih dari 220 tank, 860 artileri, 130 senjata anti pesawat udara, dan 7.130 kendaraan hancur atau rusak, sementara sekitar 2.000 kuda dan 10.000 tentara Jerman kehilangan nyawanya!

-----------------------------------------------------------

WAJAH "PERANG"

 Generalleutnant Eberhardt Rodt (4 Desember 1895 - 15 Desember 1979) adalah perwira Wehrmacht yang selalu bersungguh-sungguh dalam setiap usahanya dan pantang menyerah ketika menghadapi rintangan sesulit apapun. Tak terhitung keberhasilannya dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya walaupun seringkali dia bertempur di medan yang asing baginya serta menghadapi musuh yang berkali-kali lipat kekuatannya, berjumlah lebih banyak atau datang dari arah yang tak terduga. Medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub adalah bukti tak terbantahkan betapa manusia ini memang special pake telor, juga promosi kenaikan pangkatnya yang super moncer (mengawali perang sebagai Oberstleutnant dan komandan resimen, mengakhiri perang sebagai Generalleutnant dan komandan divisi). Perang Dunia II telah mengangkat namanya, tapi perang yang sama pula yang telah menimbulkan efek lain yang mengerikan pada kondisi fisiknya: Perhatikan foto ini! Foto di kiri diambil pada tahun 1942 (sebagai Oberst dan Kommandeur 22. Panzergrenadier-Brigade) sementara di kanan pada tahun 1945 (sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 15. Panzergrenadier-Division). Hanya berselang tiga tahun tapi begitu besar perubahan yang terjadi! Kekalahan pasukan Wehrmacht di berbagai front dan kekuatan musuh yang seakan tak terbendung membuat sang perwira menjadi kelihatan jauh lebih tua dari usia yang sebenarnya!


Oberleutnant Richard Grimm adalah seorang komandan kompi di Pionier-Bataillon 305. Foto kiri memperlihatkan saat "masa-masa bahagia" sebagai tentara pendudukan di Prancis yang bermatahari, sementara foto kanan adalah setelah enam bulan di Ostfront, termasuk empat minggu di Stalingrad. Kampanye musim panas 1942 telah membuat berat badannya merosot, juga menimbulkan masalah penyakit perut serius serta diare akut sehingga memaksa komandannya untuk memulangkan Grimm kembali ke Jerman demi pemulihan. Hal ini telah menyelamatkan nyawanya karena dia meninggalkan Stalingrad hanya lima hari sebelum Soviet memulai serangan balasannya. Ketika dia kembali ke Jerman, berat badannya hanya 48kg dengan memakai jaket lengkap dan pistol terselip di pinggangnya! Perhatikan tatapan kosong matanya di foto kanan... padahal ini diambil saat momen bahagia dimana Grimm sedang memangku putrinya yang baru berusia 15 bulan untuk kedua kalinya dalam hidupnya! Stalingrad telah mempengaruhi sisa hidupnya. Beberapa hal tak dapat dihapuskan dari memorinya, seperti bintara terbaiknya yang berteriak meminta pistol untuk bunuh diri setelah terkena luka-luka di perut yang mengerikan dan luar biasa menyakitkan; atau saat hampir seluruh anggota kompinya musnah di puing-puing kota laknat tersebut. Pada tahun 1989 dia menulis: "Untukku, perang terus berlanjut bertahun-tahun kemudian, juga saat aku terkena demam, saat aku sakit... pikiranku langsung kembali ke periode empat minggu di Stalingrad. Mungkin ini akan terulang pula di jam-jam terakhir kehidupanku di dunia..."


Dua orang prajurit Wehrmacht belia ini telah sama-sama terluka di front (yang terlihat dari Verwundetenabzeichen in Silber yang terpasang di saku mereka). Meskipun mereka berpose untuk foto formal, tapi ini tetap tidak bisa menutupi kesedihan di rona wajah mereka. Bocah di kiri berusaha untuk tersenyum walaupun dia tidak bisa, sementara yang kanan tampak terluka secara emosional. Perhatikan saja matanya - mungkin seseorang bisa membayangkan apa yang telah dia lalui di usianya yang masih begitu muda!



Foto koleksi pribadi dari Naxos ini memperlihatkan Leutnant Rudolf Dusi dari Panzergrenadier-Regiment 33 / 4.Panzer-Division. Dia kehilangan tangan kanannya sebagai Unteroffizier di tahun 1943. Setelah sembuh dia kembali ke front tahun 1944 dan kemudian mendapatkan Nahkampfspange in Bronze. Hal ini hanya bisa menjelaskan satu hal: dia bertarung satu-lawan-satu melawan musuh dengan hanya menggunakan sebelah tangannya!


Feldwebel Möller di tahun 1945 (tidak diketahui nama depannya atau unit tempat dia bertugas). Kita dengan mudah bisa melihat "hasil" 4 tahun perang di wajah dan matanya! Dia mengenakan Nahkampfspange versi Juncker, dan juga tiga medali lain: Eisernes Kreuz I.Klasse, Allgemeines-Sturmabzeichen, dan Verwundetenabzeichen in Schwarz. Selain itu, strap di schulterklappen (tanda pangkat bahu) mengindikasikan bahwa dia adalah kandidat perwira (Offiziersanwärter)







Dua orang kru "Tiger" menunjukkan bekas lubang ledakan di panzer mereka dalam Pertempuran Kursk. Ketebalan lapisan baja tank ini memang melegenda, dan telah menyelamatkan banyak nyawa awaknya. BTW, perhatikan wajah kurang tidur awaknya!



Grenadier Luftwaffe di Italia membawa air (perhatikan baik-baik salib putih di jerigen!) untuk teman-temannya. Mereka bukanlah Fallschirmjäger, tapi kemungkinan besar berasal dari divisi darat Luftwaffe atau divisi Hermann Göring


Seorang Landser Jerman yang difoto saat berlangsungnya pertempuran sengit di sekitar Caen (Prancis) tahun 1944. Dia membawa senapan mesin MG 42 yang dilengkapi dengan bipod dan drum magasin peluru yang bisa dicopot


Seorang SS-Obersturmführer (Letnan Satu) dari 22. SS-Freiwilligen-Kavallerie-Division Maria Theresa. Kemungkinan foto ini diambil sebelum atau setelah Pertempuran Budapest (29 Desember 1944 s/d 13 Februari 1945)


Wajah-wajah lelah dan kotor para prajurit Wehrmacht Jerman


Ekspresi kekalahan dari prajurit Luftwaffe yang menyerah


Awak panzerfaust


Awak sonar U-boat mendengarkan suara kapal destroyer musuh yang mendekat di atas permukaan. Wajahnya seakan lebih condong ke ketegangan daripada konsentrasi!


Kru mortir divisi Totenkopf sedang beristirahat dalam salah satu fase Pertempuran Kursk


Tak terbayangkan ketegangan yang tampak di wajah kedua orang ini saat menunggu musuh datang menyerang. "Apakah aku akan menjadi korban yang selanjutnya?"


Salah satu foto yang diambil di kamp konsentrasi Jerman di Wobbelin. Dapatkan anda menduga apa yang sedang terjadi disini?


Wajah-wajah "madesu" (masa depan suram) para tawanan belia Jerman dengan para prajurit Amerika yang menangkapnya


Wanita-wanita yang dituduh sebagai kolaborator atau menjalin hubungan dengan pasukan pendudukan Jerman sedang digunduli kepalanya gaya torombol. Sisi buruk dari sebuah kemenangan: pembalasan dan kebencian...


Kesakitan? Menangis? Silau? Meringis? Horny? Hanya dia yang tahu!


Beristirahat setelah bertempur, tak peduli rambut udah kayak Stock-on-You!


Prajurit-prajurit SS dengan seragam kamuflase mereka. Foto ini begitu terkenal, dan baru kemudian diketahui bahwa prajurit di garis depan namanya adalah Otto Funck dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang difoto setelah sebuah serangan. Dia berasal dari 15. Kompanie dari 1. Bataillon, SS-Panzergrenadier-Regiment 25 yang ditempatkan di La Villeneuve du Rots (Prancis), dan foto ini diambil tanggal 9 Juni 1944. Yang dahsyat dari Mr. Funck ini (lho kok jadi ngomongin dia ya?) adalah bahwa dia berhasil menghancurkan sebuah tank Churchill Inggris dengan hanya bermodalkan senapan mesin MG 42! Bagaimana bisa? Bisa saja, karena dia menembak tepat di jerigen berisikan bahan bakar yang terletak di turet sehingga membuat tank itu terbakar dan meledak!


Patroli perang di daerah pemukiman. Lelah, tegang dan takut bercampur jadi satu!


Veteran perang yang sungguh kehausan


Seorang prajurit muda Luftwaffe dengan stahlhelm yang diselipi rerumputan di Prancis Utara, tanggal 21 Juni 1944


Meskipun ngantuk tapi keinginan untuk melepus rokok kawung cap "Langsung Modar" tetap nomor satu!


Seorang prajurit Jerman di front Arnhem/Nijmegen yang terletak di Belanda, tanggal 23 September 1944. Di belakangnya adalah perangkat pengawas. Dari paras dan tatapan matanya kita bisa mengetahui bahwa telah banyak yang telah dilaluinya dalam pertempuran

Wajah-wajah kusam para prajurit Jerman yang bertempur di Stalingrad


Saya tidak tahu apakah ini adalah foto rekayasa atau bukan, yang jelas... I like it so much! Benar-benar memperlihatkan efek perang kepada seorang tawanan Jerman di balik kawat berduri. Seakan-akan ia begitu stress memikirkan nasib yang akan menimpanya, juga nasib keluarganya di Pameungpeuk (WTF?)

 Beda tempat tapi ekspresi sama...


Jarang-jarang kan lihat prajurit SS (yang biasanya klimis) masang cambang di wajahnya? Perhatikan pula ekspresinya yang tampak seperti nggak tidur bertahun-tahun!


Para awak senapan mesin dari unit Panzergrenadier SS sedang berada di lubang pertahanan yang ditutupi oleh semak-semak kamuflase demi melindungi mereka dari serangan pesawat udara Sekutu, bulan Juli 1944


Rona lelah kentara sekali terlihat di wajah SS-Oberturmführer Walter Gerth (pangkat terakhir SS-Sturmbannführer) dari Divisi Panzer SS "Totenkopf". Wajar saja, karena foto ini diambil bulan Juli 1943, saat sedang seru-serunya berkecamuk Pertempuran Kursk! BTW, perhatikan Ritterkreuz yang menempel di lehernya. Itu adalah sebenarnya Eisernes Kreuz yang dimodifikasi menjadi Ritterkreuz, suatu hal yang kadang dilakukan oleh prajurit Wehrmacht penerima medali dalam menyikapi keterbatasan di front depan!


Mencoba untuk tersenyum walaupun lelah bukan main!


Wajah-wajah lelah pasukan WehrmachtYang membuat postingan kali ini istimewa adalah, bahwa foto-foto di atas kebanyakan terdiri dari orang-orang "tak bernama" yang dipaksa oleh keadaan untuk tetap tinggal dan bertahan di tengah kondisi peperangan seburuk apapun - suatu hal yang teramat wajar dan merupakan ekses utama dari sebuah peperangan. Semua pihak mengalaminya, hanya kebangsaan dan seragam mereka saja yang berbeda. Dengan mudah kita bisa melihat betapa mereka sebenarnya telah muak, lelah, dan begitu ingin pergi dari perang yang mereka jalani...










Faces of War

Sumber :
Buku "Time-Life Books World War II: Liberation" oleh Martin Blumenson
 
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Brian R.
 
Foto koleksi pribadi Franz Repper
Foto koleksi pribadi Jason Mark
 
www.5sswiking.tumblr.com
www.77thfs.darkbb.com
www.ebay.de
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.leapinghorseman.com
 
www.life.com
www.miliblog.co.uk
www.panzergrenadier.net

No comments: