Hitler memperhatikan dengan muka serius saat seorang perwira SS memperlihatkan peta disposisi pasukan kepadanya. Foto ini diambil pada tanggal 20 Mei 1939 saat diadakannya latihan perang oleh resimen-resimen SS (perhatikan schirmmütze dengan balutan band di latar belakang yang menunjukkan bahwa dia berperan sebagai "Wasit Perang"). Dari kiri ke kanan: Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der deutschen Polizei), Adolf Hitler (Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), SS-Standartenführer Felix Steiner (Kommandeur SS-Standarte "Deutschland"), Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan SS-Standartenführer Georg Keppler (Kommandeur SS-Standarte "Der Führer")
Agustus 1941: pengenalan peta para perwira SS-Division "Wiking" (motorisiert) bersama dengan komandan divisi, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (kiri). Orang yang memegang peta adalah SS-Hauptsturmführer Christian Frederik von Schalburg, Asisten Operasi Divisi asal Denmark, sementara kedua dari kanan adalah SS-Obersturmführer Herbert Schmeißer dari SS-Nachrichten-Abteilung 5 / SS-Division "Wiking"




SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking") di Front Timur selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet) tahun 1941. Dalam foto ini tanda pangkat di kerahnya sengaja dihilangkan demi untuk mencegah menjadi sasaran para sniper Soviet, yang umumnya mengincar para perwira tinggi Jerman. Steiner telah dengan sukses membentuk Divisi Wiking (yang dikomandaninya dari tahun 1940 s/d 1943) menjadi sebuah unit yang tangguh di medan pertempuran. Kesuksesannya terutama sekali terletak dalam hal pembentukan sebuah unit yang terdiri dari para sukarelawan asing asal Eropa (Denmark, Norwegia, Finlandia, Swedia dan Belanda), yang tentunya mempunyai karakter masing-masing yang berbeda. Karenanya, Steiner tidak memaksakan para prajurit asingnya untuk mengikuti pelatihan yang sama dengan rekan-rekannya orang Jerman, melainkan disesuaikan dengan latar belakang mereka. Hal ini terbukti ketika pada awal masa pelatihan Wiking di bulan-bulan awal tahun 1941. Para instruktur SS asal Jerman yang arogan dan memandang rendah terhadap para sukarelawan tersebut langsung diganti oleh Steiner, dan digantikan dengan instruktur baru yang lebih toleran dan mengerti akan kebutuhan mereka. Hal ini membuat sang Divisionskommandeur menjadi sangat dicintai oleh anakbuahnya, sebuah ikatan erat yang tetap terjalin dengan indahnya bahkan kelak setelah perang berakhir!

SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking") ngobrol bersama dengan koleganya sambil memakai jaket panjang berwarna cerah. Di latar depan adalah perwira tinggi dari Finlandia, Letnan-Jenderal Harald Öhquist (perwakilan Panglima Angkatan bersenjata Finlandia di Komando Tinggi Angkatan Darat Jerman), yang sedang melakukan kunjungan ke markas Wiking demi bertemu dengan para sukarelawan asal Finlandia yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Kunjungan tersebut berlangsung dari tanggal 27 s/d 30 Agustus 1941. Kedua dari kiri adalah SS-Standartenführer Herbert Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking")

Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Herbert Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"), Letnan-Jenderal Harald Öhquist (perwakilan Panglima Angkatan bersenjata Finlandia di Komando Tinggi Angkatan Darat Jerman), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"), Mayor Esko Riekki (mantan kepala Polisi Rahasia Finlandia yang kemudian menjadi pengorganisir utama gerakan pengumpulan sukarelawan SS asal negaranya), serta SS-Hauptsturmführer Friedrich Meyer (Adjutant SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"). Foto ini diambil di Front Timur antara tanggal 27 s/d 30 Agustus 1941, saat kunjungan Jenderal Öhquist kepada para sukarelawan asal Finlandia yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Ketika sebagian terbesar dari "Finnische Legion" masih menjalani pelatihan di Gross Born (Jerman), sekitar 200 orang sukarelawan yang telah mempunyai pengalaman tempur kemudian didistribusikan terlebih dahulu ke unit-unit yang berbeda dari Divisi Wiking. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan para sukarelawan veteran ini, karena mereka inginnya dikumpulkan di satu unit yang sama, dan mereka juga menganggap bahwa sebagian perwira dan bintara Jerman telah memandang rendah terhadap kemampuan mereka. Untuk meredakan keresahan ini, didatangkanlah Öhquist ke wilayah operasional Wiking di Rusia. Selama masa kunjungannya yang berlangsung selama empat hari tersebut, sang jenderal Finlandia menampung keluhan para rekan senegaranya sekaligus melihat dari dekat kondisi kesejahteraan mereka

Tagesbefehl (Perintah Harian) SS-Division "Wiking" tertanggal 15 September 1941, yang ditandatangani oleh SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"). Uniknya, sebagai penutup perintah hariannya, sang Divisionskommandeur mencantumkan kata-kata "Heil Euch, Kameraden!". Sementara sebagian besar anggota SS (dan bahkan jenderal Waffen-SS) akan menutup suratnya dengan "Heil Hitler", Steiner lebih memilih untuk memberi kata penghormatan "Heil" (Hidup) kepada anakbuahnya, yang selama ini telah dengan setia mengikutinya kemanapun di berbagai medan pertempuran

SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (tengah) bersama dengan para anakbuahnya dari SS-Division "Wiking" (motorisiert). Bapak-bapak di sebelah kanan Steiner yang memakai kacamata adalah SS-Oberführer Herbert-Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie Regiment 5 "Wiking"). Di antara Steiner dan Gille kemungkinan adalah SS-Obersturmbannführer Paul Geisler (Kommandeur SS-Infanterie-Regiment "Westland"), sementara yang berdiri paling kanan di belakang Gille kemungkinan adalah SS-Standartenführer Dr.-med. Gerd Unbehaun (Divisionsarzt SS-Division "Wiking"). Foto ini sendiri kemungkinan besar diambil pada musim semi 1942

SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (kiri, Kommandeur SS-Division "Wiking") berjalan sambil berbincang-bincang dengan SS-Oberführer Herbert-Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie Regiment 5 / SS-Division "Wiking") di sebuah tempat di Front Timur, kemungkinan pada tahun 1942. Gille kelak menggantikan posisi Steiner sebagai Divisionskommandeur (14 April 1943) sementara Steiner sendiri menempati posisi barunya sebagai Komandan III. SS-Panzerkorps (germanische)

Para perwira dari Divisi SS "Wiking" (khususnya Resimen "Germania") berpose di hadapan kamera. Baris depan, dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Wolfgang Joerchel (Kommandeur II.Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Germania"), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner, SS-Sturmbannführer August Dieckmann (Kommandeur I.Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Germania"), SS-Hauptsturmführer Helmuth Pförtner (Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Germania"), dan SS-Hauptscharführer Albert "Pak" Müller (Zugführer di 4.Kompanie / II.Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Westland"). Baris belakang diantara Joerchel dan Steiner adalah SS-Sturmbannführer Hajo Freiherr von Hadeln (Kommandeur I.Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Westland"). Foto ini sendiri diambil pada saat upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Dieckmann, yang berlangsung pada tanggal 23 April 1942

Foto ini diambil antara pada tanggal 26-27 April 1943, saat Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei) melakukan kunjungan ke sekitar wilayah Kharkov (Ukraina) untuk menginspeksi formasi-formasi pasukan lapis baja Waffen-SS dari SS-Panzerkorps, termasuk diantaranya adalah SS-Panzer-Regiment 5 yang merupakan bagian dari SS-Panzergrenadier-Division "Wiking". Disini, SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (kanan, Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Wiking") menyambut kedatangan sang Panglima SS (kedua dari kanan). Sementara itu, paling kiri adalah SS-Hauptsturmführer Josef "Sepp" Kiermaier (persönlicher leibwächter bei Reichsführer-SS), dan ketiga dari kiri adalah SS-Obergruppenführer und General der Polizei Hans-Adolf Prützmann (Höhere SS und Polizeiführer "Rußland-Süd")


Dari kiri ke kanan: Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei) dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Wiking"). Foto ini diambil antara pada tanggal 26-27 April 1943, saat Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei) melakukan kunjungan ke sekitar wilayah Kharkov (Ukraina) untuk menginspeksi formasi-formasi pasukan lapis baja Waffen-SS dari SS-Panzerkorps, termasuk diantaranya adalah SS-Panzer-Regiment 5 yang merupakan bagian dari SS-Panzergrenadier-Division "Wiking"

Dari kiri ke kanan: Vidkun Quisling (pemimpin pemerintahan boneka Norwegia bentukan Jerman), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Wilhelm Rediess (Höhere SS und Polizeiführer "Nord"), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"), dan SS-Oberführer Herbert-Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"). Hampir tidak terlihat di belakang Quisling adalah Sverre Parelius Riisnæs (Menteri Kehakiman Norwegia). Foto ini diambil pada bulan Mei 1942 di Kalinovo, Uspenskaya (Uni Soviet). Quisling sengaja datang jauh-jauh dari Norwegia untuk melihat dari dekat kondisi para sukarelawan SS asal negaranya yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert)

Kunjungan Vidkun Quisling (Ministerpräsident Norwegen) ke markas para sukarelawan Waffen-SS asal Norwegia di Kalinovo, Uspenskaya (Uni Soviet), bulan Mei 1942. Dia sengaja jauh-jauh melakukan perjalanan dari Norwegia ke Rusia demi untuk melihat kondisi terakhir sukarelawan-sukarelawan negaranya, yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Foto ini memperlihatkan saat Qusling - sang pimpinan kolaborator Nazi dari Norwegia - berjalan bersama dengan SS-Sturmbannführer Harry Polewacz (Kommandeur I.Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Nordland"). Baris kedua dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Wilhelm Rediess (Höhere SS und Polizeiführer "Nord") dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"). Baris ketiga dari kiri ke kanan: Sverre Parelius Riisnæs (Justizminister Norwegen) dan SS-Oberführer Herbert-Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking")

Kunjungan Vidkun Quisling (Ministerpräsident Norwegen) ke markas para sukarelawan Waffen-SS asal Norwegia di Kalinovo, Uspenskaya (Uni Soviet), bulan Mei 1942. Dia sengaja jauh-jauh melakukan perjalanan dari Norwegia ke Rusia demi untuk melihat kondisi terakhir sukarelawan-sukarelawan negaranya, yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Foto ini memperlihatkan saat Qusling (kiri) - sang pimpinan kolaborator Nazi dari Norwegia - mencoba untuk menaiki sebuah halftrack milik pos komando Resimen Nordland, bersama dengan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Wilhelm Rediess (membelakangi kamera, Höhere SS und Polizeiführer "Nord") dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"). Halftrack dalam foto ini mempunyai nama resmi 'leichter Gasspürerkraftwagen (Sd. Kfz. 10/1) mit Fahrgestell des le. Zgkw. 1t', dan merupakan sebuah kendaraan transport roda-rantai yang pada awalnya dibuat khusus untuk mengangkut para anggota unit pendeteksi gas beracun. Berhubung dalam Perang Dunia II tidak ada serangan gas masif seperti halnya dalam Perang Dunia I, maka kendaraan ini dialihfungsikan menjadi kendaraan penarik Nebelwerfer (peluncur roket)


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking") dengan akrab berbincang-bincang dengan salah seorang anakbuahnya yang berpangkat SS-Rottenführer. Foto ini diambil pada tanggal 23 Mei 1942, pada saat perayaan ulangtahun yang ke-46 untuk sang Divisionskommandeur Steiner. Pada saat itu Divisi Wiking masih berada di posisi musim dinginnya di sepanjang sungai Mius (Ukraina), dan belum beralih ke tempat yang baru

SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking") dalam sebuah foto yang kemungkinan diambil pada musim panas tahun 1942. Sang Divisionskommandeur sangat menuntut hasil yang terbaik dari anakbuahnya, dan juga menerapkan disiplin serta keteraturan penuh di unit yang dipimpinnya. Kata-katanya yang paling terkenal dalam hal ini adalah: "Bila kau menutup mata terhadap tindakan-tindakan yang sebenarnya layak untuk dihukum (baca: kriminalitas dan kejahatan perang), maka unit tersebut akan menjadi lemah, moral akan tenggelam, kedisiplinan menjadi berantakan, dan kekuatan tempur serta respek para prajurit terhadap manusia lainnya akan menurun. Dengan hal ini sebagai latar belakang, aku telah menegaskan pada diriku sendiri untuk tidak segan-segan membawa ke mahkamah militer setiap orang yang melakukan kejahatan terhadap penduduk lokal di sebuah negara (dalam hal ini maksudnya adalah penduduk Rusia yang diduduki oleh Jerman)." Kata-kata ini termuat dalam buku "Twilight of the Gods" karya Thorolf Hillblad halaman 132

SS-Gruppenführer und Generalleutnant Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking") sedang berdiskusi dengan anakbuahnya, musim panas tahun 1942. Steiner adalah salah satu dari tipe pemimpin militer berbakat yang, mungkin, merupakan satu dari sejuta. Sikap tenang, berwibawa, cermat dan melindungi selalu memancar dari perawakannya yang kekar. Setiap orang yang melihat atau mendengarnya akan menjadi bagian dari kekuatannya. Dia menuntut yang terbaik dari kemampuan anakbuahnya, tapi di sisi lain dia juga menjadi bagian dari mereka

Foto ini diambil di wilayah Kaukasus (Uni Soviet) pada tanggal 5 Oktober 1942, dan memperlihatkan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking") sedang merundingkan sesuatu bersama dengan salah seorang perwiranya. Dari tanda pangkat SS-Obersturmbannführer di pundaknya, kemungkinan si perwira tersebut menjabat sebagai Bataillonskommandeur (Komandan Batalyon) atau Regimentskommandeur (Komandan Resimen). Caption aslinya berbunyi: "AN DER SPITZE SEINER DIVISION IM KAUKASUS. Von seinem Wagen aus gibt der Kommandeur einer im Kaukasus eingesetzten Division der Waffen-SS, Ritterkreuzträger SS-Gruppenführer und General leutnant der Waffen-SS, Steiner neue Einsatzbefehle" (PALING DEPAN BERSAMA DENGAN DIVISINYA DI KAUKASUS. Dari atas kendaraannya, komandan sebuah divisi Waffen-SS yang ditempatkan di Kaukasus, peraih Ritterkreuz SS-Gruppenführer dan Letnan-Jenderal Waffen-SS Steiner, sedang memberi perintah penempatan terbaru)
SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix (Kommandeur SS-Division "Wiking") menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse kepada salah seorang anakbuahnya yang tergabung dalam Finnisches Freiwilligen Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Nordland". Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, yang jelas antara tahun 1941 s/d 1943

Felix Steiner sebagai SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS, dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #159 tercantol di lehernya. Foto ini terdapat dalam kartu pos Hoffmann seri Ritterkreuzträger nomor R 212, dan kemungkinan besar dibuat di hari penganugerahan Eichenlaub oleh Adolf Hitler di Führerhauptquartier Wolfsschanze pada tanggal 23 Desember 1942. Penghargaannya diberikan sebagai ganjaran atas kesuksesannya di Front Timur, terutama dalam pertempuran di sepanjang sungai Terek. Steiner terutama sekali memperlihatkan kemampuannya yang brilian dalam penyelamatan 13. Panzer-Division yang terkepung di dekat Gisel, sekaligus menghancurkan satu divisi Soviet yang berusaha merebut satu-satunya jalan menuju wilayah bagian belakang korps di dekat Tschikola (yang paling berjasa besar adalah III.Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Nordland", yang biasa disebut pula dengan nama "Batalyon Finlandia")

SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner dengan medali Vapaudenristin Ritarikunta tercantol di bawah Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub. Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) adalah medali keberanian Finlandia yang juga diberikan pada para Sekutunya dalam Perang Dunia II, termasuk Jerman. Steiner dianugerahi Vapaudenristin Ritarikunta Kelas Pertama dengan Pedang pada tanggal 16 Juni 1942. Dia kemudian menerima versi yang lebih tinggi, Kelas Pertama dengan Bintang dan Pedang, pada tanggal 6 Juli 1943. Dalam catatan harian Letnan-Jenderal Finlandia Wiljo Tuompo (1941-1944), disebutkan bahwa pemimpin Finlandia Carl Gustaf Emil Mannerheim pada awalnya terbilang "pelit" dalam menganugerahkan medali ini ke sekutu Jermannya (dia selalu ingin tahu terlebih dahulu mengenai "apakah yang telah mereka perbuat untuk kita?"). Tapi pada akhirnya kebijakan ini sedikit melunak setelah melihat Angkatan Bersenjata Jerman mulai "mengobral" medali-medali mereka pada para perwira Finlandia. Mannerheim beralasan bahwa perubahan sikapnya tersebut karena takut dibilang "tidak tahu etika"!

SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (memakai mantel putih) dalam acara kunjungan ke Frikorps Danmark (sukarelawan Waffen-SS asal Denmark) di Truppenübungsplatz Grafenwöhr, Bavaria (Jerman), bulan Mei 1943. Steiner baru saja mendapatkan kenaikan jabatan, dari Komandan SS-Panzergrenadier-Division "Wiking" menjadi Komandan III. SS-Panzerkorps (germanische). Pada saat foto ini diambil, Frikorps Danmark baru saja menyelesaikan masa kontrak tugas mereka selama dua tahun di Waffen-SS, dan kini dalam proses dibubarkan. Meskipun begitu, sebagian besar anggotanya kemudian bergabung dengan unit baru, yaitu SS-Grenadier-Regiment "Danmark"

Sebelum pulang kembali ke negaranya, Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS berparade di hadapan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) di Rutpold, wilayah pegunungan Alpen di Bavaria, akhir bulan Mei 1943. Batalyon SS yang sepenuhnya diisi oleh para sukarelawan asing asal Finlandia ini dibentuk pada bulan Juni 1941 dengan perjanjian masa kontrak selama dua tahun. Setelah masa kontraknya berakhir pada tahun 1943, pemerintah Finlandia menolak untuk memperpanjangnya, sehingga akhirnya batalyon yang tergabung dalam SS-Panzergrenadier-Regiment "Nordland" / SS-Panzergrenadier-Division "Wiking" ini dibubarkan dan dipulangkan kembali ke negaranya. Tercatat 1.408 warganegara Finlandia yang pernah mengabdi di batalyon ini selama masa dua tahun keberadaannya. Dari tahun 1941-1943, Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS kehilangan 255 orang yang tewas dalam pertempuran, ditambah dengan 686 orang yang terluka dan 14 orang yang hilang. Semuanya terjadi di Front Timur

Mantan Komandan Divisi SS Wiking, SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (kiri), menjabat tangan seorang prajurit sukarelawan asal Finlandia (Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS) yang menjadi bagian dari SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”. Di sebelah Steiner adalah SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”), yang ikut ditemani oleh penterjemah Kurt Tillmann di sebelah kanan. Panji Finnisches Freiwilligen-Bataillon buatan Jerman terlihat jelas di lengan dua orang yang berdiri di kanan. Foto ini sendiri diambil di Rutpold, wilayah pegunungan Alpen di Bavaria, di akhir bulan Mei 1943

Foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Ittner di Hanko (Finlandia), pada saat berlangsungnya upacara penyambutan para sukarelawan Waffen-SS asal Finlandia yang telah pulang kembali ke negaranya, tanggal 1 Juni 1943. Dari kiri ke kanan: Letnan-Jenderal Lauri Malmberg (Panglima Suojeluskunta Finlandia), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"), wanita tak dikenal, dan SS-Obersturmbannführer Kalervo Kurkiala (Verbindungsoffizier Finnisches Freiwilligen Bataillon). Dalam foto ini, Steiner mengenakan medali Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) Finlandia, 1st Class with Swords, yang didapatkannya pada tanggal 16 Juni 1942. Nantinya dia akan mendapatkan versi yang lebih tinggi, 1st Class with Star and Swords, pada tanggal 6 Juli 1943

SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (tengah) berbincang-bincang bersama dengan prajurit Waffen-SS. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan pada bulan Juni 1943 pada saat berlangsungnya upacara penyambutan para sukarelawan Waffen-SS asal Finlandia yang telah pulang kembali ke negaranya. Pada saat itu jabatan Steiner adalah sebagai Komandan III. SS-Panzerkorps (germanische), sebuah posisi yang baru ditempatinya selama sebulan saja, setelah sebelumnya menjadi Komandan Divisi SS Wiking dimana prajurit-prajurit sukarelawan asal Finlandia tersebut bertugas

SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) bercengkerama dengan anak-anak warga setempat di Hanko, Finlandia, tanggal 1 Juni 1943. Foto ini diambil pada saat berlangsungnya acara penyambutan resmi para sukarelawan SS asal Finlandia yang baru saja kembali dari pertempuran berat di Front Timur. Mereka tergabung dalam Finnisches Freiwilligen Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment "Nordland" / SS-Panzergrenadier-Division "Wiking", yang masih menjadi bagian dari III. SS-Panzerkorps (germanische) pimpinan Steiner. Di belakang Steiner kita bisa melihat SS-Obersturmbannführer Kalervo Kurkiala (Verbindungsoffizier Finnisches Freiwilligen Bataillon). Uniknya, meskipun jabatan Kurkiala secara resmi adalah Verbindungsoffizier alias perwira penghubung, tapi sebenarnya fungsi tidak resminya adalah sebagai pendeta militer! Ini karena dalam struktur Waffen-SS tidak dikenal adanya fungsi pendeta militer, hanya dalam unit-unit tertentu saja jabatan tersebut diadakan (yang semuanya adalah unit beranggotakan sukarelawan asing)

Foto ini diambil oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies Esko Suomela, di Hanko (Finlandia) pada saat penyambutan Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS (Batalyon Sukarelawan Finlandia di Waffen-SS), tanggal 1 Juni 1943. Mereka telah menyelesaikan masa kontrak selama dua tahun (1941-1943), dan kini pulang kembali ke negaranya. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”) dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps). Secara resmi, batalyon sukarelawan Finlandia tergabung dalam batalyon ketiga dari Resimen Nordland dengan Collani sebagai komandannya


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) dan Letnan-Jenderal Lauri Malmberg (memberi hormat, Panglima Suojeluskunta Finlandia) melakukan inspeksi kehormatan terhadap Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS (Batalyon Sukarelawan Finlandia di Waffen-SS) di Hanko, Finlandia, tanggal 1 Juni 1943. Inspeksi tersebut merupakan salah satu bagian dari acara penyambutan terhadap para sukarelawan tersebut yang baru saja pulang kembali ke negaranya setelah menyelesaikan masa kontrak bertugas di Waffen-SS selama dua tahun (1941-1943). Ikut menemani mereka sambil membawa pedang, SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”). Secara resmi, batalyon sukarelawan Finlandia tergabung dalam batalyon ketiga dari Resimen Nordland dengan Collani sebagai komandannya. Foto ini diambil oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies Esko Suomela


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (kiri, Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) berpidato di hadapan para prajurit dari batalyon sukarelawan Waffen-SS asal Finlandia, yang telah dipulangkan kembali ke negaranya setelah menyelesaikan masa dua tahun kontrak. Di tengah berdiri Letnan-Jenderal Lauri Malmberg (Panglima Suojeluskunta Finlandia), sementara di sebelah kanan adalah SS-Obersturmbannführer Kalervo Kurkiala (Verbindungsoffizier Finnisches Freiwilligen Bataillon). Foto ini sendiri diambil oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies Esko Suomeladi, di Hanko (Finlandia) pada tanggal 1 Juni 1943


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) menyapa para prajurit sukarelawan asal Finlandia (Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS) yang tergabung dalam III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”. Caption aslinya - dalam bahasa Finlandia - menyebutkan bahwa mereka adalah prajurit-prajurit yang terluka dalam pertempuran, meskipun tidak terlihat tanda-tandanya disini. Foto ini sendiri dijepret oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies Esko Suomeladi, di Hanko (Finlandia) pada tanggal 1 Juni 1943. Di hari itu sedang dilakukan penyambutan untuk para sukarelawan tersebut, yang telah menyelesaikan dua tahun masa tugasnya di Waffen-SS (1941-1943)

Acara kunjungan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) ke Asevelikylä yang berada di Tammersfors, Finlandia, pada tanggal 3 Juni 1943. Disini Steiner (tengah) tampak sedang berbincang-bincang dengan seorang perwira Angkatan Darat Finlandia, sementara di belakangnya yang baru keluar dari pintu adalah SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"). 'Asevelikylä' (Desa Rekan Seperjuangan) sendiri adalah komplek perumahan yang dibuat oleh pemerintah Finlandia untuk menampung para janda dan keluarga korban perang

Acara kunjungan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) ke Asevelikylä yang berada di Tammersfors, Finlandia, pada tanggal 3 Juni 1943. Disini Steiner (tengah) tampak sedang tersenyum, sementara yang berdiri di sebelah kiri adalah SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"). 'Asevelikylä' (Desa Rekan Seperjuangan) sendiri adalah komplek perumahan yang dibuat oleh pemerintah Finlandia untuk menampung para janda dan keluarga korban perang. Tipe rumah sederhana seperti ini kemudian menjadi populer, dan menjadi standar perumahan di Finlandia seusai perang. Mereka menjulukinya dengan nama "rumah veteran"

Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps), dan Mayor-Jenderal Aaro Olavi Pajari (Komandan Divisi ke-18 Finlandia). Foto ini diambil pada tanggal 4 Juni 1943 oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies J. Taube, pada saat berlangsungnya kunjungan Steiner ke wilayah Mainilan Ala-kylä (Finlandia). Disini ketiga orang tersebut berpose di depan kantin lapangan yang menyediakan keperluan makan-minum prajurit

SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) melihat ke kejauhan menggunakan teropong, sementara di belakangnya ikut mangawasi SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"). Foto ini diambil pada tanggal 4 Juni 1943 oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies J. Taube, pada saat berlangsungnya kunjungan Steiner ke wilayah Mainilan Ala-kylä (Finlandia)

Foto ini diambil pada tanggal 11 Juni 1943 di Truppenübungsplatz Grafenwöhr, Bavaria (Jerman), dan memperlihatkan saat SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) melakukan inspeksi terhadap mantan anggota Frikorps Danmark (unit sukarelawan Waffen-SS asal Denmark) yang kini tergabung dalam SS-Grenadier-Regiment 1 "Danmark" / SS-Panzergrenadier-Division 11 (Germanische). Pada bulan juli 1943 selanjutnya terdapat perubahan nama divisi sehingga menjadi 11. SS-Panzergrenadier-Freiwilligen-Division "Nordland". Di belakang Steiner - dari kiri ke kanan - adalah SS-Obersturmbannführer Hermenegild Graf von Westphalen (Kommandeur SS-Grenadier-Regiment 1 "Danmark") dan SS-Obersturmbannführer Knud Børge Martinsen (mantan Komandan Frikorps Danmark yang sekarang menjadi Komandan I.Bataillon / SS-Grenadier-Regiment 1 "Danmark")


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Truppenübungsplatz Grafenwöhr, Bavaria (Jerman), tanggal 28 Juli 1943, saat Steiner melakukan inspeksi ke markas SS-Panzergrenadier-Regiment "Danmark". Disinilah elemen-elemen III. SS-Panzerkorps mendapat pelatihan dengan pengawasan ketat dari Steiner. Karena anggotanya sebagian besar adalah sukarelawan dari Skandinavia dan Eropa Barat, maka nama korps pimpinan Steiner mendapat tambahan nama 'germanische' (ras Jermanik) di belakang namanya, sehingga menjadi III. SS-Panzerkorps (germanische)

SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Felix Steiner (kanan, Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) mengantar berjalan-jalan Otto Carl Mohr (Perwakilan Denmark di Berlin), yang sedang mengadakan kunjungan ke tempat pelatihan para sukarelawan Waffen-SS asal Denmark di Truppenübungsplatz Grafenwöhr, Bavaria (Jerman), bulan Juli 1943. Para sukarelawan ini tergabung dalam SS-Panzergrenadier-Regiment "Danmark", yang merupakan bagian dari 11. SS-Panzergrenadier-Freiwilligen-Division "Nordland". Nordland sendiri tergabung dalam Korps Panzer SS ke-3 pimpinan Steiner

Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps), SS-Obergruppenführer und General der Polizei Ernst-Heinrich Schmauser (Höhere SS und Polizeiführer "Südost"), dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Konstantin Kammerhofer (Beauftragter des Reichsführer-SS). Foto ini diambil pada tanggal 4 Oktober 1943, sewaktu berlangsungnya pertemuan para petinggi SS di Posen, Polandia. Dalam pertemuan - yang dihadiri oleh 33 orang SS-Obergruppenführer, 51 SS-Gruppenführer dan 8 SS-Brigadeführer ini - Reichsführer-SS Heinrich Himmler mengeluarkan pidatonya yang paling terkenal, yang berkaitan dengan situasi kritis di Front Timur serta penghancuran bangsa Yahudi. BTW, cukup menarik untuk diperhatikan bahwa - bahkan setelah bulan Juli 1943 - Schmauser masih mengenakan kragenspiegel (tanda pangkat kerah) SS model lama, yang telah digantikan oleh model baru (seperti yang dipakai oleh Steiner dan Kammerhofer) dari sejak musim semi tahun 1942!

SS-Oberführer Joachim Ziegler (Chef des Generalstabes III. SS-Panzerkorps) menunjukkan sesuatu di peta kepada pimpinannya, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps). Foto ini diambil pada musim semi tahun 1944 di Sillamäe, Estonia, yang menjadi markas III. SS-Panzerkorps (motorisiert) selama berlangsungnya Pertempuran Narva melawan Tentara Merah Soviet. Ziegler sendiri nantinya terbunuh dalam Pertempuran Berlin tanggal 2 Mei 1945. Pada saat itu dia telah menjadi SS-Brigadeführer serta Komandan 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland"
28 Agustus 1944: Dengan ditemani oleh perwira-perwira SS lainnya, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) dan SS-Sturmbannführer der Reserve Léon Degrelle (Kommandeur 5. SS-Freiwilligen-Panzer-Brigade "Wallonien") tiba di Führerhauptquartier Wolffschanze untuk bertemu dengan sang Führer sekaligus dianugerahi medali Schwerter (Steiner) dan Eichenlaub (Degrelle). Penghargaan tersebut terutama sekali diberikan atas prestasi Steiner dalam membentuk Divisi "Nordland" dan Brigade "Nederland" (unit yang sepenuhnya beranggotakan sukarelawan luar negeri) menjadi sebuah mesin perang yang tangguh. Selain itu, Steiner juga berperan besar dalam menggalang pertahanan unit-unit tersebut saat harus menghadapi usaha terobosan musuh di kantong Oranienbaum. Tak hanya itu, dalam gerak mundur dari Leningrad dia mampu membuat pasukannya tetap utuh sekaligus menempatkannya dengan cermat di sepanjang front Narva. Terakhir, pertahanan luar biasa gigih dari unit-unit di bawah komando Steiner di sepanjang garis Tannenberg di bulan Juli 1944, dimana mereka mampu menahan kekuatan musuh yang berkekuatan berkali-kali lipat sekaligus menghancurkan tidak kurang dari 1.020 tank lawannya!
Upacara penganugerahan medali III.SS-Panzer-Korps di Sillamäe (Estonia) untuk para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) - tertanggal 23 Agustus 1944 - yang diadakan di awal bulan September 1944. Dalam foto ini, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) mengalungkan Ritterkreuz di leher SS-Hauptsturmführer der Reserve Karl-Heinz Ertel (Adjutant SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 49 "De Ruyter"). Berdiri di sebelah kiri Ertel dengan Ritterkreuz sudah tercantol di lehernya adalah SS-Sturmbannführer Wilhelm Schlüter (Führer SS-Artillerie-Regiment 54 "Nederland"), sementara yang mendampingi Steiner di sebelah kanan adalah SS-Obersturmbannführer Harald Riipalu (Kommandeur SS-Grenadier-Regiment 45 [estnische Nr. 1]). Berdiri antara Steiner dan Riipalu dengan memakai einheitsfeldmütze adalah SS-Sturmbannführer Christian Steenholdt-Schütt (Adjutant 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland")
Upacara penganugerahan medali III.SS-Panzer-Korps di Sillamäe (Estonia) untuk para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) - tertanggal 23 Agustus 1944 - yang diadakan di awal bulan September 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Franz Augsberger (Kommandeur 20. Waffen-Grenadier-Division der SS [estnische Nr.1]), SS-Obersturmbannführer Harald Riipalu (Kommandeur Waffen-Grenadier Regiment der SS 45 “Estland” [estnische nr. 1] / 20.Waffen-Grenadier-Division der SS [estnische Nr. 1]), SS-Obersturmbannführer Paul-Albert Kausch (Kommandeur SS-Panzer-Abteilung 11 "Hermann von Salza" / 11.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland"), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Joachim Ziegler (Kommandeur 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps), SS-Sturmbannführer Wilhelm Schlüter (Führer SS-Artillerie-Regiment 54 / 23.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nederland"), dan Oberst Paul Kresin (Kommandeur Artillerie-Kommandeur 138 [Arko 138]). Di foto ini kita bisa melihat bahwa Kresin telah mengenakan medali Deutsches Kreuz in Gold di dadanya (yang dia raih tanggal 1 September 1944). Ini berarti bahwa foto di atas diambil setelah tanggal tersebut. di pihak lain, Ziegler tampak tidak mengenakan Ritterkreuz - yang kelak dia raih pada tanggal 5 September 1944 - sehingga kita bisa aman berasumsi bahwa upacara ini diselenggarakan antara tanggal 1 s/d tanggal 4 September 1944
Upacara penganugerahan medali III.SS-Panzer-Korps di Sillamäe (Estonia) untuk para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) - tertanggal 23 Agustus 1944 - yang diadakan di awal bulan September 1944. Foto ini memperlihatkan saat SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzer-Korps) mengalungkan Ritterkreuz ke leher SS-Obersturmbannführer Harald Riipalu (Kommandeur Waffen-Grenadier Regiment der SS 45 “Estland” [estnische nr. 1] / 20.Waffen-Grenadier-Division der SS [estnische Nr. 1]), yang juga merupakan seorang sukarelawan SS asal Estonia. Berdiri di belakang Riipalu adalah SS-Sturmbannführer Christian Steenholdt-Schütt (Adjutant 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland")