Wednesday, May 25, 2011

Foto Tokoh Third Reich Dengan Seragam Legion Condor

STAB LEGION CONDOR

Komandan terakhir Legion Condor, Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (dia menerima diploma insinyur teknik tanggal 10 Mei 1924 dan gelar Doktor teknik tahun 1929), difoto oleh Hugo Jaeger dalam acara penerimaan Legion Condor di Berlin tanggal 6 Juni 1939. Dia adalah salah satu dari hanya 28 orang prajurit terpilih Jerman yang dianugerahi Spanienkreuz mit Schwertern in Gold mit Brillanten (tampak di saku kirinya, persis d bawah Wing Pilot Spanyol), yang dia terima pada tanggal di atas (6 Juni 1939).Di saku kanannya kita bisa melihat dua medali Spanyol lainnya: "Medalla Militar Individual" dan "Medalla de la Campaña 1936-1939" yang diberikan pada semua pasukan yang tergabung di pihak Nasionalis Franco (termasuk Legion Condor) dalam Perang Saudara Spanyol. Dia masih mempunyai hubungan saudara dengan Manfred von Richthofen, jagoan udara paling top dalam Perang Dunia Pertama



Hermann Plocher (Kepala Staff Legion Condor, pangkat terakhir Generalleutnant Luftwaffe). Disini dia mengenakan seragam dengan tanda pangkat Kolonel Angkatan Bersenjata Spanyol. Kenyataannya, Plocher baru diangkat sebagai Oberst (Kolonel) Luftwaffe tanggal 1 Agustus 1940, sementara Perang Saudara di Spanyol berakhir pertengahan tahun 1939. Lah, terus kenapa Plocher disini berpangkat Kolonel? Ternyata baru saya tahu kalau para "sukarelawan" Jerman yang bertempur membela Franco dalam perang di Spanyol dinaikkan pangkatnya satu tingkat, dan setelah perang berakhir pangkatnya kembali ke semula! Uniknya, tanda pangkat di Spanyol tidaklah terlihat dari simbol di bahu atau kerah seperti biasanya, melainkan di topi dan di atas saku! Satu bintang menandakan pangkatnya Mayor, sementara tiga bintang berarti Kolonel. BTW, medali di saku kiri Plocher adalah Order St. Ferdinand Spanyol


Major Aldo Saul (pangkat terakhir Generalmajor), komandan Batalyon Sinyal Udara ke-88 di Spanyol


Dalam foto yang dibuat oleh Hugo Jaeger ini, terlihat Oberstleutnant Hans Seidemann memimpin para anakbuahnya dalam acara perayaan menyambut kepulangan Legion Condor yang diadakan di Berlin tanggal 6 Juni 1939. Dia mengenakan Spanienkreuz in Gold mit Schwertern yang didapatkannya di hari yang sama. Pangkat terakhir Seidemann adalah General der Flieger

-------------------------------------------------------------

GRUPPE IMKER

Berdiri di kiri adalah Ernst-Georg Buchterkirch (pangkat terakhir Oberstleutnant im Generalstab) yang nantinya menjadi peraih Ritterkreuz dan Eichenlaub dari 6.Panzer-Division


 Oberst (E) Walther Lucht (Artilleriekommandeur Legion Condor) memberi perintah kepada bawahannya melalui telepon tentang penggunaan alat pengintai demi mencari tahu letak baterai artileri musuh. Foto ini diambil oleh Dr. Franz pada akhir bulan Maret 1939 selama berlangsungnya Pertempuran terakhir Toledo. Karir Lucht (26 Februari 1882 - 18 Maret 1949) sendiri nantinya semakin moncer dalam kancah Perang Dunia II, dimana dia mencapai pangkat General der Artillerie dengan medali Ritterkreuz dan Eichenlaub tersemat di lehernya. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939), Lucht dianugerahi medali Medalla de la Campaña de España 1936-1939, Cruz de Guerra de España, dan Spanienkreuz in Gold mit Schwertern



Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger
Foto koleksi pribadi Gareth Collins
Majalah "Ares" terbitan kedua
www.geocities.com
www.gmic.co.uk
www.life.com

Tuesday, May 24, 2011

Foto Tentara Jerman Dengan Warga Sipil

JERMAN

 Anak-anak diberi kesempatan untuk ikut merasakan bagaimana rasanya naik mesin perang Jerman - termasuk sepasang Sd.Kfz.231 - saat sedang berparade melintasi podium kehormatan. Rangka berbentuk bendera di bagian fender kendaraan yang berada di depan berguna sebagai dudukan panji warna. Panji warna semacam ini biasanya dipakai saat berlangsungnya latihan perang-perangan


Anak-anak ini memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu saat seorang bintara Nachrichtentruppe (Pasukan Sandi) sedang berkomunikasi melalui feldfernsprecher (telepon lapangan). Foto ini terdapat dalam sebuah kartupos yang dipublikasikan di masa Perang Dunia II, dengan caption asli yang berbunyi: "Geländeübung der Nachrichtentruppe. Im gelände bei Bad Frankenhausen, Eisleben, Hornburg, und sangerhausen findet zur zeit eine geländeübung der Nachrichtentruppe statt. U.B.z. "Fachleute" wohnen den übungen bei. Dorfjungens sehen einem soldaten zu, der am fernsprecher sitzend einen springschreiber bedient" (Latihan penguasaan lapangan oleh Pasukan Sandi. Di wilayah sekitar Bad Frankenhausen, Eisleben, Hornburg dan Sangerhausen sedang diadakan pelatihan untuk Pasukan Sandi. Para "pakar" U.B.z. ikut menghadiri pelatihan tersebut. Foto ini memperlihatkan saat para bocah warga desa sekitar memperhatikan seorang prajurit yang sedang mengoperasikan perekam pegas sambil berbicara di telepon)



General der Infanterie Erwin von Witzleben (kedua dari kiri, Kommandierender General III. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis III) dalam acara peninjauan latihan perang 3. Infanterie-Division yang diadakan di Prignitz, Brandenburg, pada tahun 1936. Seorang Leutnant memberikan laporan terkini pada jenderal Witzleben mengenai situasi latihan yang sedang dijalankan. Uniknya, dalam foto ini kita juga bisa melihat ada sekumpulan bocil yang ikut menjadi "pengamat" dari perang-perangan yang sedang berlangsung saat itu! Tidak diketahui sedang kemana bapak bocah-bocah ini, sampe anaknya bisa nyelonong se'ena'e dewe...


Seorang pelajar Jerman, dalam salah satu pelayanan upaya perang, memberikan kursus dan pelatihan terhadap warga sipil tentang perlindungan dari serangan udara musuh


 Empat orang awak Panzerkampfwagen VI Tiger II (Königstiger) "112" dari schwere Panzer-Abteilung 505 berpose dengan wanita-wanita Jerman penduduk lokal di Truppenübungsplatz (tempat latihan) Ohrdruf bulan Agustus 1944. Tank-tank kelas berat dari unit ini ditandai dengan insignia "Ksatria Penunggang Kuda" yang dicat di bagian kanan turet, di bagian yang sengaja tidak ditempeli oleh zimmerit

-------------------------------------------------------------

 AFRIKA


Para perwira Afrikakorps Jerman duduk sambil berbincang-bincang dengan orang Arab badui di tenda mereka yang sederhana, dengan ditemani oleh minuman dan sedikit makanan ringan. Orang di tengah yang menghadap kamera adalah Generalmajor Theodor Graf von Sponeck, Komandan 90. leichte Afrika-Division periode 1 November 1942 s/d 12 Mei 1943




Prajurit-prajurit Afrikakorps bersama dengan seorang warga Arab dan keledainya. Dari pakaian yang mereka kenakan, kita bisa mengetahui bahwa di gurun pasir pun ada "musim" dinginnya, terutama di waktu malam dimana temperatur kadang-kadang turun begitu ekstrimnya!


Leutnant Hans-Joachim Marseille (Flugzeugführer 3./JG 27) dengan bangga berpose bersama salah satu pesawat Sekutu yang ditembak jatuhnya, sebuah Hurricane MK IIB berbaling-baling kayu dari Skuadron RAF no. 274, bulan Februari 1942. Dia juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama salah seorang warga Arab lokal. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Oppitz dari KBK Lw 7 dan pertama kali dipublikasikan tanggal 31 Maret 1942




Foto ini berasal dari buku "Rommel in North Africa: Quest for the Nile (Images of War)" karya David Mitchelhill-Green, dan memperlihatkan sekelompok prajurit Afrikakorps berfoto santai dengan ditemani oleh seorang Arab Badui dan seekor unta. Dua diantaranya mencoba menaiki unta tersebut, dengan satu memakai tropenhelm sementara satu lagi memakai tarbus (topi khas Turki) di kepalanya. Sebagian besar dari bule-bule ini bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek demi meminimalisir efek panasnya wilayah gurun di Afrika Utara. Pengarang buku ini, David Mitchelhill Green, berkata: "Inspirasi pembuatan buku ini berasal dari banyaknya foto yang dibuat oleh prajurit Jerman biasa di Afrika yang aku temui."


Salah satu hal pertama yang dilakukan oleh anggota dari schwere Panzer-Abteilung 501 saat baru tiba di Tunisia (antara tanggal 23 November 1942 s/d 24 Januari 1943) adalah belajar metode orang Arab lokal saat melakukan barter! Laras meriam dari Panzerkampfwagen VI Tiger "132" di latar belakang telah ditutupi oleh jaring kamuflase selama dalam perhentian

-------------------------------------------------------------  

BALKAN

 Feldwebel der Reserve Johann "Hans" Bauer (15 Desember 1916 - 14 Januari 1974) adalah anak dari seorang petani di Donau/Deggendorf bernama Josef Bauer. Sang "anak dusun" bergabung dengan Gebirgsjäger-Regiment 99 tanggal 15 November 1938 dan ikut berpartisipasi dalam kampanye Wehrmacht di Polandia (1939), Barat (1940), Balkan (1941), dan Rusia (1941). Ketika Tentara Merah terjebak di pinggiran sungai Don pada musim semi 1942, mereka berusaha untuk menerobos kepungan Jerman di malam tanggal 26/27 Mei 1942 dan kabur ke arah Bakscharnovka. Di tengah masa krisis tersebut Bauer terjun ke medan laga dengan menahan gerak maju musuh dengan pasukannya yang berjumlah kecil. Murni mengandalkan inisiatif sendiri serta keberanian yang tak terperi, sang anak petani bertahan dari serangan bertubi-tubi musuh dan, ketika amunisinya telah habis, bertempur satu lawan satu bermodalkan pisau dan sangkur! Kegigihannya membuahkan hasil ketika pasukan musuh yang berusaha kabur tertahan di sektor Barvenkovo/Kharkov yang dipertahankan oleh Bauer dan kawan-kawannya. Atas-jasa-jasanya yang luar biasa dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Juni 1942 sebagai Oberjäger der Reserve dan Gruppenführer di 6.Kompanie / I.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 99 / 1.Gebirgs-Division / XI.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Bauer tetap bersama dengan unitnya sampai dengan tanggal 31 Mei 1944 ketika dia terluka dalam pertempuran di Balkan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Setelah sembuh, pada tanggal 15 Juli 1944 Bauer ditransfer ke unit pelatihan Gebirgsjäger-Ersatz- und Ausbildungs-Bataillon 98 sampai dengan akhir perang agar dia bisa menularkan pengalamannya yang berharga. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen in Bronze; Schützenschnur; Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Juli 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (1 Juni 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)

 ------------------------------------------------------------- 

RUSIA

 Para anggota SS-Division (motorisiert) Leibstandarte SS Adolf Hitler membaur bersama dengan penduduk lokal Ukraina saat menonton sebuah pertunjukan yang digelar dalam Festival Musim Panas di wilayah dekat Laut Azov tahun 1942. Para wanita Ukraina tersebut mengenakan pakaian tradisional mereka dan tampaknya sangat menikmati "kebersamaan" dengan para prajurit Jerman


Pasukan Wehrmacht mengadakan operasi pembersihan di sebuah desa di Rusia demi mencari barang atau orang yang mencurigakan. Mereka menggeledah setiap rumah dan menyuruh semua penghuninya untuk keluar agar bisa dilakukan penghitungan. Foto diambil tanggal 21 Maret 1942 oleh Kriegsberichter Altmeyer


 Foto hasil jepretan SS-Kriegsberichter August Ahrens ini memperlihatkan pasukan Wehrmacht "berinteraksi" dengan warga sipil. Tampaknya foto diambil pada saat penggeledahan rumah-rumah warga untuk mencuri kaum gerilyawan yang bersembunyi sekaligus menginterogasi orang yang dicurigai. Tidak ada keterangan dimana foto ini diabadikan, tapi kemungkinan besar di Front Timur


 Pengendara Volkswagen Schwimmwagen dari SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" ini tampaknya kehilangan arah dan tersesat sehingga membutuhkan bantuan penunjuk jalan dari penduduk lokal. Tidak diketahui apakah foto ini merupakan pose belaka untuk kepentingan propaganda ataukah memang benar-benar sebuah foto candid, yang jelas dia diambil oleh SS-Kriegsberichter Hans Cantzler di wilayah Belgorod musim panas 1943

 ------------------------------------------------------------- 

SKANDINAVIA

 Bocah-bocah Finlandia ini sangat beruntung karena telah bertemu dengan seorang prajurit Jerman dari 3.Kompanie / Panzer-Abteilung z.b.V. 40 (3./Pz.Abt.z.b.V.40) yang menyukai anak kecil, yang dengan senang hati membolehkan mereka untuk duduk di sadel motor BMW R12 kepunyaannya. Rona ceria kentara terlihat di wajah sang bocah lelaki, yang merupakan anak dari penduduk setempat. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 1 Juli 1941 di jalan Raate yang terletak di Suomussalmi, Finlandia. Arti dari huruf "H" berwarna putih yang dicat di bagian sespan motor tidaklah diketahui, tapi kemungkinan besar merupakan huruf pertama dari nama belakang Komandan Panzer-Abteilung z.b.V. 40, yaitu Oberstleutnant Klaus von Heimendahl


SS-Gebirgsjäger bersama dengan warga sipil Norwegia. Perhatikan kerah bergambar Totenkopf, topi samping gaya lama, dan wing musisi yang dikenakan orang-orang ini!



Sumber :

Buku "German mountain troops: A selection of German wartime photographs from the Bundesarchiv Koblenz" karya Bruce Quarrie
Buku "Rommel in North Africa: Quest for the Nile (Images of War)" karya David Mitchelhill-Green
Buku "Tamiya Bundesarchiv Collection"
Majalah "Allied-Axis" edisi No.15
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.5sswiking.tumblr.com
www.arkivverket.no

www.commons.wikimedia.org
www.dailymail.co.uk
www.elisanet.fi
www.en.wikipedia.org
www.gaissmair.net

www.griffinmilitaria.com
www.ww2incolor.com

Sunday, May 22, 2011

Foto Tokoh Third Reich Peraih Flugzeugbeobachterabzeichen (Observer's Badge/Medali Pengamat Udara)



LUFTWAFFE

Hauptmann Alfred Banholzer (8 September 1912 - 27 Desember 1980) bergabung dengan Luftwaffe tanggal 15 Juli 1943 dimana pada awalnya dia dilatih sebagai observer di pesawat pengintai. Pada awal Perang Dunia II dia sempat menjalani peran sebagai instruktur sekolah udara dan pasukan parasut (Fallschirmjäger) sebelum dipindahkan ke Kampfgruppe zbV. 5 tahun 1942. Unit transport Luftwaffe ini ikut berpartisipasi dalam membawakan bantuan suplai ke Stalingrad yang terkepung sebelum direorganisasi ulang pada bulan Mei 1943 menjadi I.Gruppe / Kampfgeschwaders 55 "Greif". Dari bulan Agustus 1943 sampai dengan musim gugur 1944 Banholzer dan unitnya beroperasi secara nonstop di wilayah selatan Front Timur. Operasi-operasi yang paling penting diantaranya adalah pemboman di Semenanjung Kerch dan pemboman pesawat-pesawat Amerika yang diparkir di landasan udara Poltava Soviet. Setelah konversi pesawat-pesawat pembom KG 55 menjadi pesawat pemburu-pembom KG (J) 55, Banholzer diangkat sebagai Staffelkapitän sekaligus instruktur di Verbandsführerschule des Generals der Kampfflieger. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 14 Januari 1945 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 55 (KG 55) / IX.Fliegerkorps / Luftflotte 10 atas prestasinya yang telah ikut serta dalam 318 misi tempur, dimana 32 diantaranya berlangsung selama 4 jam sehingga dihitung ganda. Karenanya secara resmi misi tempur Banholzer tercatat di angka 350. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Fallschirmschützen-Abzeichen; Eisernes Kreuz I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (7 Juni 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (27 Oktober 1943). Alfred Banholzer meninggal di kota kelahirannya Wellendingen/Rottwei tanggal 27 Desember 1980


Feldwebel Günther Bierbrauer (20 Mei 1922 - 26 Juni 2019)


General der Flieger Stefan Fröhlich (7 Oktober 1889 - 2 Oktober 1978)



General der Flieger Kuno Heribert Fütterer (2 April 1894 - 24 Agustus 1963)



General der Flieger Leonhard Kaupisch (1 September 1878 - 26 September 1945)



Generalmajor Nikolaus Graf von Luckner (24 Februari 1894 - 24 September 1966)


Generalmajor Albert Müller-Kahle adalah mantan penerbang dalam Perang Dunia Pertama yang dianugerahi Pour le Mérite tanggal 13 Oktober 1918 atas kesuksesannya mengarahkan tembakan artileri raksasa jarak jauh Jerman ke Paris dari udara sejauh 100km! Dalam Perang Dunia Kedua dia ditugaskan sebagai Komandan Luftwaffe di OKW. Sang peraih PlM ini secara tragis memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri pada tanggal 17 Oktober 1941 gara-gara berselisih paham dengan Generaloberst Heinz Guderian masalah kabel telepon! Dalam kapasitasnya sebagai Kommandeur der Luftwaffe Armee-Oberkommando 9, Albert Müller-Kahle bertanggungjawab terhadap pos-pos pengatur komunikasi Luftwaffe di front depan. Saat dia ingin menyambungkan jalur telepon ke salah satu pos pengontrolnya dalam Unternehmen Barbarossa, Müller-Kahle mendapati bahwa perintahnya tidak mendapat prioritas pertama dari otoritas AD sehingga dia mengajukan komplain ke Generaloberst Heinz Guderian (Oberbefehlshaber Panzergruppe 2), tapi yang ada malah kemudian terjadi perdebatan yang berujung dengan Guderian yang mengatakan padanya: "Kalau begitu, anda tetap mendapat prioritas ketiga!". Merasa malu dan gagal karena usahanya tidak tercapai, tak lama kemudian Müller-Kahle bunuh diri di lapangan udara Brieg. Perlu diketahui bahwa sebelumnya dia juga telah terkena depresi dan mengidap bipolar, jadi peristiwa tersebut seakan menjadi pemicu dari "ketidakberesan" dalam pikirannya. Dalam foto di atas Müller-Kahle masih berpangkat Oberstleutnant (1 Oktober 1936 - 1 Januari 1939), dan kedua orang di belakangnya memakai seragam partai model awal setingkat Kreisleiter. BTW, akhir yang menyedihkan bagi seorang pahlawan perang Jerman...



General der Flieger Curt Pflugbeil (9 Mei 1890 – 31 Mei 1955)



Oberstleutnant i.G. Arnold von Roon (19 Juli 1914 - 24 Oktober 1990) memulai karir militernya pada tahun 1934 sebagai anggota pasukan Kavaleri Heer (Angkatan Darat). Setahun kemudian dia dipindahkan ke Luftwaffe dan menjalani pelatihan sebagai pilot pesawat pengintai. Aksi pertama dijalaninya dalam kancah Perang Saudara Spanyol (1936-1939) sebagai anggota Aufklärungsstaffel (F) A/88 (Legion Condor). Pada tahun 1938 Roon dipindahkan ke satuan Fallschirmjäger sebagai anggota 7. Flieger-Division pimpinan "Bapak Pasukan Parasut Jerman" Kurt Student. Arnold von Roon dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Juli 1941 sebagai Oberleutnant and Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 2 / 7.Flieger-Division. Medali tersebut diberikan atas kecemerlangan serta keberanian dalam memimpin kompinya di kancah Pertempuran Kreta, bulan Mei 1941. Bersama dengan anakbuahnya, dia berhasil merebut berbagai posisi pertahanan musuh yang dipertahankan dengan kuat, dengan puncaknya adalah penguasaan Bukit 156 yang strategis dari tangan pasukan Inggris pada tanggal 27 Mei 1941. Beberapa hari kemudian, kompi pimpinannya memegang peranan penting dalam pertempuran terakhir di pulau tersebut, dimana pada tanggal 30 Mei Kompi ketiga melancarkan serangan ke arah barat (dekat pabrik minyak) dan berhasil menjalin kontak dengan prajurit-prajurit
Gebirgsjäger yang datang dari arah lain. Setelah Pertempuran Kreta usai, Roon menghabiskan sisa karir militernya dalam Perang Dunia II sebagai Ia (Kepala Operasi) dari 4. Fallschirmjäger-Division, XI. Fliegerkorps, dan 1. Fallschirmarmee. Seusai perang dia membuat buku "Die Bildchronik der Fallschirmtruppe 1935-1945", yang berisikan sejarah Pasukan terjun Payung Jerman dalam gambar



General der Flieger Julius Schulz (30 Desember 1889 - 23 November 1975)


 Generaloberst Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee) bersama dengan Generalmajor Philipp Zoch (Höheren Kommandeur der Aufklärungsflieger). Zoch mengenakan medali Flugzeugbeobachterabzeichen (Observer's Badge/Medali Pengamat Udara) serta Preussen Fliegerabzeichen. Yang terakhir didapatkannya saat menjadi pilot Kekaisaran Jerman dalam Perang Dunia Pertama

----------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE

Kapitänleutnant Jürgen Ebert (25 September 1916 - 24 Februari 1945). Pada awalnya bertugas di Luftwaffe (September 1939 - Juni 1943), tapi kemudian dipindahkan ke Kriegsmarine dan menjadi kapten kapal selam! Dalam foto di atas dia terlihat mengenakan Deutsches Kreuz in Gold, Flugzeugbeobachterabzeichen Luftwaffe dan Frontflug-Spange für Kampfflieger Luftwaffe


Kapitänleutnant Hans-Joachim Ernst (17 Agustus 1918 - 2002) pertama bertugas sebagai perwira torpedo di kapal perusak Z22 Anton Schmitt. Pada bulan April 1940 dia menjalani pelatihan udara Angkatan Laut dan bertugas sebagai pilot sampai dengan bulan Juni 1943. Di bulan tersebut dia ditransfer ke unit U-boat dan menjadi kapten U-1022 sampai dengan akhir perang. Dalam foto di atas dia mengenakan dua medali Luftwaffe: Flugzeugbeobachterabzeichen dan Frontflug-Spange für Aufklärer mit anhanger

----------------------------------------------------------------------

SS UND POLIZEI

SS-Obergruppenführer Friedrich Alpers adalah satu-satunya jenderal SS yang juga adalah mantan Fallschirmjäger! Dalam hierarki Luftwaffe dia berpangkat Major der Reserve dan menjadi Kommandeur dari Fernaufklärungs-Gruppe 4, sebuah grup pengintai udara jarak jauh yang dibentuk dari Gruppenfliegerstab 12 di Nikolaiev bulan Januari 1942. Dia menjadi komandan dari unit ini dari pembentukannya sampai digantikan oleh Major Kurt Magnus bulan Oktober 1942. Petualangannya di Luftwaffe belum lah berakhir! Dia kembali pada tanggal 1 Maret 1944 sebagai Führer Fallschirmjäger-Regiment 9/3.Fallschirmjäger-Division periode 21 Agustus 1944 s/d 3 September 1944 (ketika dia menembak dirinya sendiri dalam tahanan Amerika di Quevy le Grand, dekat Mons (Belgia), tak lama setelah ditangkap 2 hari sebelumnya). Ajudannya, SS-Obersturmbannführer Franz Wurm (yang tidak mengetahui penangkapannya), secara resmi mengumumkan hilangnya Alpers di wilayah Lille tanggal 3 September, dan dia tidak pernah secara resmi dinyatakan meninggal sebelum tanggal 9 November 1944. Karena itulah namanya masih muncul dalam SS-Dienstalterliste edisi 9 November 1944! Medali-medali Luftwaffe yang telah diraihnya: Flugzeugbeobachterabzeichen (1 Januari 1938), Fallschirmschützenabzeichen (1944), dan Frontflug-Spange für Aufklärer in Gold, Silber und Bronze



Sumber :

Buku "Uniforms of the Third Reich - A Study in Photography" karya A. Hayes dan J. Maguire
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
Foto koleksi pribadi Phil Nix
www.forum.axishistory.com
www.gmic.co.uk
www.rommel-lebt.com
www.wehrmacht-awards.com

Foto Tokoh Third Reich Peraih Fallschirmschützenabzeichen (Paratrooper Badge)





Hauptmann Alfred Banholzer (8 September 1912 - 27 Desember 1980) bergabung dengan Luftwaffe tanggal 15 Juli 1943 dimana pada awalnya dia dilatih sebagai observer di pesawat pengintai. Pada awal Perang Dunia II dia sempat menjalani peran sebagai instruktur sekolah udara dan pasukan parasut (Fallschirmjäger) sebelum dipindahkan ke Kampfgruppe zbV. 5 tahun 1942. Unit transport Luftwaffe ini ikut berpartisipasi dalam membawakan bantuan suplai ke Stalingrad yang terkepung sebelum direorganisasi ulang pada bulan Mei 1943 menjadi I.Gruppe / Kampfgeschwaders 55 "Greif". Dari bulan Agustus 1943 sampai dengan musim gugur 1944 Banholzer dan unitnya beroperasi secara nonstop di wilayah selatan Front Timur. Operasi-operasi yang paling penting diantaranya adalah pemboman di Semenanjung Kerch dan pemboman pesawat-pesawat Amerika yang diparkir di landasan udara Poltava Soviet. Setelah konversi pesawat-pesawat pembom KG 55 menjadi pesawat pemburu-pembom KG (J) 55, Banholzer diangkat sebagai Staffelkapitän sekaligus instruktur di Verbandsführerschule des Generals der Kampfflieger. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 14 Januari 1945 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 55 (KG 55) / IX.Fliegerkorps / Luftflotte 10 atas prestasinya yang telah ikut serta dalam 318 misi tempur, dimana 32 diantaranya berlangsung selama 4 jam sehingga dihitung ganda. Karenanya secara resmi misi tempur Banholzer tercatat di angka 350. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Fallschirmschützen-Abzeichen; Eisernes Kreuz I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (7 Juni 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (27 Oktober 1943). Alfred Banholzer meninggal di kota kelahirannya Wellendingen/Rottwei tanggal 27 Desember 1980


Leutnant Friedrich Bausch (6 Agustus 1915 - 21 April 1971) lahir di Schluckenau/Bohemia ketika wikayahnya masih menjadi bagian dari Kekaisaran Austro-Hungaria. Beberapa tahun kemudian tempat kelahirannya menjadi bagian dari Cekoslowakia dan Bausch menjadi seorang Volksdeutsche (Jerman Perantauan). Ketika Nazi Jerman menganeksasi negaranya pada tahun 1938, Bausch otomatis menjadi warga negara Jerman yang memenuhi syarat untuk menjadi anggota Wehrmacht, dan dia memilih Luftwaffe. Dalam Perang Dunia II dia terlibat dalam banyak aksi pertempuran, diantaranya yang paling menonjol adalah Pertempuran Kreta, Unternehmen Barbarossa, Pengepungan Leningrad, Pertempuran Sisilia, Pertempuran Monte Cassino, Pertempuran Normandia, Operation Cobra, Pertempuran Ardennes, dan Kantong Ruhr. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 12 Maret 1945 sebagai Leutnant dan Führer 3.Kompanie / Fallschirm-Pionier-Bataillon 5 / 5.Fallschirmjäger-Division / LXVI.Armeekorps / 5.Panzerarmee. Setelah perang usai dia menjadi ayah dari tiga orang anak dan bekerja di tempat penyewaan mobil. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Fallschirmschützenabzeichen; Erdkampfabzeichen der Luftwaffe; Nahkampfspange in Silber; serta Deutsches Kreuz in Gold (1 Januari 1945)


Oberleutnant der Reserve Alfons Bialetzki dengan Ritterkreuz-nya, berpose menggunakan seragam Luftwaffe meskipun dia jelas-jelas mengabdi di Heer pada saat penganugerahannya (17 September 1944 sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 1.Kompanie / Grenadier-Regiment 333)! Karena si Ritterkreuz tidak terlihat sebagai tempelan atau hasil Photoshop, masih tetap menjadi misteri kenapa Bialetzki memilih difoto seperti tersebut


 Selama berlangsungnya musim dingin 1941-1942, Karl-Ludwig Haedge (pangkat terakhir Leutnant) bertempur bahu-membahu bersama I.Bataillon / Sturm-Regiment Reinhardt di Front Timur di dekat Schaikowka. Bersama batalyon yang sama dia juga bertempur di wilayah tengah Rusia musim dingin 1942-1943 dan setelah itu di Italia bersama Stab III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 12 (Sturm) pimpinan Major Timm. Dia bertugas bersama Fallschirmjäger-Regiment 28 sampai dengan akhir perang dan menjadi tawanan Soviet. Medali yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (21 Maret 1942), Fallschirmschützenabzeichen der Luftwaffe (5 Mei 1942), Verwundetenabzeichen in Schwarz (22 Juli 1942), Erdkampfabzeichen der Luftwaffe ohne Zahlen (1 September 1942), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (4 September 1942), Eisernes Kreuz I.Klasse (8 Agustus 1943), dan Deutsches Kreuz in Gold (18 November 1944). Haedge (kelahiran 14 Juli 1923) menerima DKiG-nya saat dia terlibat pertempuran di front Nettuno bersama 3. Panzergrenadier-Division



Oberst Harry Herrmann (27 Mei 1909 - 12 Maret 1995)



Oberstleutnant i.G. Arnold von Roon (19 Juli 1914 - 24 Oktober 1990) memulai karir militernya pada tahun 1934 sebagai anggota pasukan Kavaleri Heer (Angkatan Darat). Setahun kemudian dia dipindahkan ke Luftwaffe dan menjalani pelatihan sebagai pilot pesawat pengintai. Aksi pertama dijalaninya dalam kancah Perang Saudara Spanyol (1936-1939) sebagai anggota Aufklärungsstaffel (F) A/88 (Legion Condor). Pada tahun 1938 Roon dipindahkan ke satuan Fallschirmjäger sebagai anggota 7. Flieger-Division pimpinan "Bapak Pasukan Parasut Jerman" Kurt Student. Arnold von Roon dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Juli 1941 sebagai Oberleutnant and Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 2 / 7.Flieger-Division. Medali tersebut diberikan atas kecemerlangan serta keberanian dalam memimpin kompinya di kancah Pertempuran Kreta, bulan Mei 1941. Bersama dengan anakbuahnya, dia berhasil merebut berbagai posisi pertahanan musuh yang dipertahankan dengan kuat, dengan puncaknya adalah penguasaan Bukit 156 yang strategis dari tangan pasukan Inggris pada tanggal 27 Mei 1941. Beberapa hari kemudian, kompi pimpinannya memegang peranan penting dalam pertempuran terakhir di pulau tersebut, dimana pada tanggal 30 Mei Kompi ketiga melancarkan serangan ke arah barat (dekat pabrik minyak) dan berhasil menjalin kontak dengan prajurit-prajurit Gebirgsjäger yang datang dari arah lain. Setelah Pertempuran Kreta usai, Roon menghabiskan sisa karir militernya dalam Perang Dunia II sebagai Ia (Kepala Operasi) dari 4. Fallschirmjäger-Division, XI. Fliegerkorps, dan 1. Fallschirmarmee. Seusai perang dia membuat buku "Die Bildchronik der Fallschirmtruppe 1935-1945", yang berisikan sejarah Pasukan terjun Payung Jerman dalam gambar


 
 
SS-Oberscharführer Walter Hümmel adalah anggota SS-Fallschirmjäger 500 veteran yang terlibat dalam banyak pertempuran (yang terlihat dari deretan medali yang dipakainya). Disini kita bisa melihat Eisernes Kreuz II dan I klasse, Ostmedaille, Fallschirmschützenabzeichen, Verwundetenabzeichen in Silber, dan Infanterie-Sturmabzeichen. Dalam foto pertama (bersama cewek), dia terlihat seperti mengenakan Fallschirmschützenabzeichen des Heeres, tapi sebenarnya itu adalah Fallschirmschützenabzeichen Luftwaffe standar dalam versi kain! Dia dianugerahi Fallschirmschützenabzeichen bulan Maret 1944, dan tampaknya foto pertama diambil di sekitar bulan itu di saat dia mendapat cuti pulang ke kampung halaman setelah pelatihan terjun payungnya. Dalam foto kedua yang diambil di sebuah studio foto di Neu-Strelitz (kota garnisun SS-Fallschirmjäger 500) bulan Oktober atau November 1944, Hümmel mengenakan Fallschirmschützenabzeichen versi metal yang tampaknya berkualitas baik, tidak seperti halnya banyak medali Third Reich yang dikeluarkan di masa-masa akhir perang


 Banyak yang menduga bahwa foto yang memperlihatkan seorang bintara Luftwaffe dengan medalinya yang "bling bling" ini adalah palsu dan hanya seorang reenactor belaka, padahal sebenarnya dia adalah asli. Foto ini, sesuai dengan captionnya, merupakan milik Eric Queen (anggota Wehrmacht Awards Forum), dan orang yang ada dalam foto tersebut adalah Unteroffizier Frederich (bukan Friedrich!) Lange. Medali yang terpampang dalam foto ini: Eisernes Kreuzes II & I. Klasse, Fallschirmschützenabzeichen, Allgemeines-Sturmabzeichen, Infanterie-Sturmabzeichen, Panzervernichtungsabzeichen (3 buah), Nahkampfspange, Erdkampfabzeichen der Luftwaffe, Verwundetenabzeichen, dan Kreissieger



Oberstleutnant Wolf-Werner Graf von der Schulenburg (14 September 1899 - 14 Juli 1944) adalah anak dari Friedrich Graf von der Schulenburg (1865-1939), pahlawan Jerman dalam Perang Dunia Pertama sekaligus peraih Pour le Mérite yang kemudian menjadi jenderal SS di masa kekuasaan Nazi Jerman. Anaknya mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi anggota milisi Nazi saat bergabung dengan SA (Sturmabteilung) pada tahun 1931, dengan pangkat terakhir sebagai SA-Brigadeführer (1942). Saat Perang Dunia II pecah, Schulenburg bergabung dengan Luftwaffe dan menjadi anggota Fallschirmjäger. Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran di Polandia, Kreta, dan kemudian di Rusia. Schulenburg dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Juni 1943 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 1 / 7.Flieger-Division. Penghargaan tersebut diterima atas jasa-jasanya dalam memimpin kerjasama batalyonnya dengan 78. Sturm-Division, dalam pertempuran sengit melawan Tentara Merah di wilayah Orel. Dia kemudian dipindahkan ke Front Italia dan Barat, bertempur melawan pasukan Sekutu di Cassino serta Normandia. Major von der Schulenburg gugur dalam pertempuran di Saint-Lô pada tanggal 14 Juli 1944, dan kemudian jenazahnya dikebumikan di Bretagne. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Oberstleutnant. Hanya berselang satu minggu kemudian, tepatnya pada tanggal 20 Juli 1944, terjadi upaya pembunuhan terhadap Hitler - yang berakhir dengan kegagalan - yang dilakukan oleh Oberst Claus von Stauffenberg. Diantara anggota komplotan Stauffenberg adalah adik dari Wolf-Werner von der Schulenburg yang berkarir sebagai perwira Heer, Fritz-Dietlof Graf von der Schulenburg. Sang adik kemudian dinyatakan bersalah atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi, dan kemudian dihukum gantung pada tanggal 10 Agustus 1944, kurang dari satu bulan berselang setelah kematian kakaknya! Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Wolf-Werner Graf von der Schulenburg: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse (sama-sama 23 Mei 1940); Erdkampfabzeichen der Luftwaffe (1 Oktober 1942); serta Ärmelband Kreta (20 Mei 1943)

Sumber :

Foto koleksi pribadi Wilco Vermeer
www.en.ww2awards.com
www.forum.axishistory.com

www.wehrmacht-awards.com