Saturday, April 26, 2014

Dokumen Perintah Pembantaian Hutan Katyn



Oleh : Ahmad Juned Regar

Dokumen ini dirilis untuk pertama kalinya oleh Pemerintah Rusia pada tanggal 28 April 2010. Berdasarkan data dokumen tersebut yang bertanggal 5 Maret 1940 terdapat catatan dari kepala NKVD (Komite Rakyat Inter Sovyet) Lavrenty Beria yang menjabat sebagai kepala Polisi Rahasia Sovyet pada waktu itu telah memberikan ide/rekomendasi Kepada Stalin untuk mengeksekusi mati kaum nasionalis dan kontra-revolusioner dan siapapun yang menentang komunis di Polandia. Stalin pun menyetujuinya dan menandatanganinya bersama anggota-anggota lain dari Politbiro Sovyet.

Pembantaian Katyn sendiri adalah tragedi kelam yang dilakukan oleh Sovyet pada masa Perang Dunia II terhadap sekitar 22.000 rakyat Polandia yang terdiri dari tawanan perang,cendekiawan, dan warga sipil lainnya.Awal mula dari terbongkarnya kasus ini adalah setalah Nazi Jerman menginvasi Polandia dan menemukan banyak kuburan massal di hutan Katyn dan wilayah sekitarnya di perbatasan Polandia-Rusia pada bulan April 1943. Menilik dari mayoritas seragam mayat-mayatnya adalah seragam militer Polandia serta sipil dengan dugaan kuat telah dibantai oleh Sovyet.Pembantaian ini diperkirakan oleh Pihak Nazi Jerman dilakukan Sovyet pada tahun 1940 sebelum Jerman menginvasi Seluruh Polandia.

Moskow membantah keras tuduhan tersebut lalu memutarbalikkan fakta dan memfitnah bahwa Nazi Jerman lah yang bertanggung jawab atas pembantaian keji dan sadis ini.Hingga cerita pembantaian ini menjadi misteri tentang siapa pelakunya, bahkan pengadilan militer internasional akhirnya menutup kasus ini sementara karena kurangnya bukti-bukti tentang siapa pelaku sebenarnya (atau karena memang mereka takut pada pihak Uni Sovyet sebagai salah satu pemenang perang). Dan pada tanggal 13 April 1990 menjelang runtuhnya Uni Sovyet,Presiden Polandia Wojciech Jaruzelski melakukan kunjungan ke Moskow. Dalam pertemuan ini Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev akhirnya secara terbuka mengakui bahwa tragedi Pembantaian Katyn ini adalah tanggung jawab Uni Sovyet sebagai manifestasi ideologi Keliru dari Joseph Stalin.

Setelah sebagian dokumen Pembantaian Katyn ini dipublikasikan tidak membuat masyarakat Polandia puas karena Rusia masih menolak untuk mempublikasikan dokumen rahasia lain yang terkait dengan Katyn - termasuk nama-nama mereka yang menjadi eksekutor pada peristiwa tahun 1940 itu. Disamping itu Partai Komunis Rusia menolak keaslian dokumen tersebut, menyatakannya palsu dan tetap bersikeras bahwa Nazi lah yang menjadi aktor Pembantaian Katyn.


Sumber :

Friday, April 25, 2014

Panzer-Feldhaubitze 18 auf Sfl. 39H(f)

 Iring-iringan kendaraan perang dari Panzerjäger-Abteilung 200 / 21. Panzer-Division bergerak menuju front di Caen (Normandia), bulan Juni 1944. Disini kita melihat sebuah senjata serang yang unik: Sasisnya adalah Hotchkiss H-39 buatan Prancis yang telah dimodifikasi untuk menciptakan sebuah penghancur tank yang menakjubkan. Sebuah meriam howitzer 10,5 cm (10,5 cm Feldhaubitze 18/40) menjadi senjata andalan utama sasis tersebut. Meriam ini mempunyai jangkauan sampai sejauh 12 km, kecepatan tembak 6-8 peluru per menit dan kecepatan peluru 540 m per detik! Platformnya telah mendapat perlindungan baja tambahan di bagian kokpit. Senjata serang satu ini mendapat nama resmi Panzer-Feldhaubitze 18 auf Sfl. 39H(f), dan 38 buah di antaranya dialokasikan untuk Panzerjäger-Abteilung 200 pimpinan Major Alfred Becker yang merupakan unit penghancur tank milik 21. Panzer-Division. BTW, Major Becker ini, selain sebagai seorang komandan unit setingkat batalyon, juga adalah insinyur jenius yang berada di balik pengalihfungsian mesin-mesin perang rampasan dari Sekutu menjadi mesin perang Jerman sekaligus meng-upgrade kemampuannya berkali-kali lipat! Atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuzes mit Schwertern tanggal 2 April 1945. Sekedar informasi, RK-KvK ini merupakan medali tertinggi yang bisa diberikan oleh Hitler pada orang-orang yang memberi kontribusi LUAR BIASA bagi usaha perang Jerman, di luar dari peran aktif di medan pertempuran


Sumber :
Buku "The Panzers and the Battle of Normandy" karya Georges Bernage

Album Foto 25. Panzergrenadier-Division

PERAIH RITTERKREUZ

Oberleutnant der Reserve Hans Barthle (5 Februari 1914 - 27 April 1987) bergabung dengan Infanterie-Regiment 119 tanggal 4 Januari 1937. Tugas perang pertamanya adalah menjaga benteng perbatasan Westwall di musim dingin 1939/1940, dilanjutkan dengan kampanye di Prancis dan Rusia. Sebagai seorang komandan kompi, Barthle terlibat dalam pertempuran sengit di jalanan sepanjang Orscha-Smolensk tanggal 14 November 1943. Sayap kiri pasukan Jerman yang ditempati oleh resimennya mendapat serangan bergelombang dari Tentara Merah. Saat mereka berhasil menerobos masuk, pihak Jerman segera melakukan serangan balasan untuk menetralisasinya dan kekuatan musuh pun hancur. Selama beberapa hari berikutnya Barthle dan unitnya mempertahankan mati-matian wilayah mereka dari serangan berkali-kali yang dilancarkan oleh musuh. Perlawanan yang mereka galang begitu kokohnya sehingga mendapatkan perhatian dari rakyat Jerman setelah diberitakan dalam Wehrmachtbericht edisi 19 November 1943. Dalam pertempuran ini pula Barthle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 Desember 1943 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 7.Kompanie / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 119 (motorisiert) / 25.Panzergrenadier-Division / XXVII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte. Pada tanggal 20 November 1944 dia ditransfer ke Panzer-Grenadier-Ersatz- und Ausbildung-Bataillon 215 untuk menyebarkan keahliannya pada rekrutan baru Wehrmacht. Pada tanggal 12 Desember 1944 dia dipindahkan lagi ke Führer-Grenadier-Brigade "Grossdeutschland". Barthle terluka dalam pertempuran tanggal 12 Februari 1945 dan menghabiskan sisa perang menjalani masa perawatan di Lazarett (Rumah Sakit) Freienwalde. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (8 Agustus 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze (1944)


 
Hauptmann Kurt Arendt (8 Oktober 1917 - 9 Januari 1945) bergabung sebagai Schütze di unit Nachrichtenzug dari Panzerabwehr-Abteilung 21 tanggal 1 Oktober 1936. Dalam kampanye di Polandia, Leutnant Arendt menjadi ajudan di Panzerabwehr-Abteilung 161, dilanjutkan dengan Panzer-Regiment 39 di Rusia. Setelah malang melintang di berbagai unit panzer, pada tanggal 7 November 1944 Hauptmann Arendt ditunjuk sebagai komandan Panzer-Abteilung 5 dan bertempur di Front Barat. Tanggal 9 Januari 1945 batalyon Arendt menjadi bagian dari Kampfgruppe Huss dan terlibat dalam serangan ke Hatten, Niedersachsen. Saat keluar dari hutan pukul 11:00, Kampfgruppe Huss mendapat tembakan gencar dari pasukan Sekutu yang bertahan sehingga komandan grup tempur tersebut memutuskan untuk memutar ke arah utara dan menghantam musuh dari belakang. Manuver ini berhasil sebagian besar berkat kinerja Arendt dan panzer-panzernya. Sayangnya, dia harus membayar keberhasilan ini dengan nyawanya saat gugur di hari yang sama di sekitar wilayah Bitsch, Lorraine. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kriegsgräberstätte di Gleiszellen-Gleishorbach, makam no.60. Untuk menghargai jasa-jasanya, komandan Arendt mengajukan proposal penganugerahan Ritterkreuz ke Oberkommando Wehrmacht, dan proposal tersebut disetujui. Dia secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 24 Februari 1945 sebagai Kommandeur Panzer-Abteilung 5 / Kampfgruppe Huss / 25.Panzergrenadier-Division / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe G. Klaim istri mendiang bahwa dia juga dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Major masih belum terbukti. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Desember 1939) dan I.Klasse (1 Agustus 1941); Panzerkampfabzeichen in Silber (18 Agustus 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (30 Januari 1944). BTW, foto Arendt menggunakan Ritterkreuz di atas, medalinya merupakan hasil tempelan meskipun tidak kelihatan bohongnya!


Sumber :
www.geocities.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Foto Sturmgeschütz-Abteilung 189 / Sturmgeschütz-Brigade 189

Oberleutnant Guntram Gelferd (2 Februari 1918 - 12 September 1943) memulai karirnya di Panzer-regiment 35. Dia lalu dipindahkan ke unit artileri, pertama ke Artillerie-Lehr-Regiment "Jüterbog" lalu dilanjutkan ke Sturmgeschütz-Abteilung 185, Sturmgeschütz-Abteilung 189 ( tampaknya bersama dengan Fritz Scherer yang nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di StuG.Abt.189), dan Sturmgeschütz-Abteilung 244. Perwira kelahiran Hanau ini gugur dalam pertempuran di Troitzkoje, Rusia, tanggal 12 September 1943. Foto di atas memperlihatkan Gelferd sebagai Leutnant sedang nyengir sambil memakai fellmantel (jaket bulu), 24 Februari 1942


Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.wehrmacht-awards.com

Yang Harus Dilakukan Oleh Reserve-Offizier (Perwira Cadangan) Saat Mobilisasi




Oleh : Steve Edpin

 Banyak sekali yang menganggap kalau perwira itu membawa perlengkapannya cuma sedikit dibanding dengan anak buahnya. Tentu saja, seorang perwira memiliki otonomi yang lebih besar dibanding anak buahnya. Di lapangan, itu bisa jadi benar dilihat dari bukti-bukti dokumenter yang ada (meskipun tidak selalu demikian, apalagi untuk pangkat letnan sampai kapten). Bawaan mereka DI lapangan bisa jadi sedikit. Tetapi, apa yang mereka bawa KE lapangan tidak sesedikit apa yang Anda bayangkan.

Berikut adalah daftar resmi yang harus dibawa seorang perwira anggota cadangan dalam hal mobilisasi. Daftar telah dipersingkat hanya untuk pasukan pejalan kaki (infanteri) saja.

Terjemahan ke bahasa Indonesia:

Dalam hal mobilisasi, perwira cadangan memiliki waktu yang sangat singkat dalam urusan di dalam negri, maka di waktu damai diharuskan agar mereka sudah mendapatkan pakaian-pakaian dan perlengkapan-perlengkapan mereka, atau paling tidak sudah memastikan bahwa mereka akan mendapatkannya. Dalam hal mobilisasi yang umumnya bersifat buru-buru, proses pengadaan biasanya tidak memungkinkan lagi.

Seorang perwira cadangan saat mobilisasi membawa:
- 1 sampai 2 seragam lapangan
- 2 breeches
- 1 topi lapangan
- 1 mantel
- 1 rompi (di musim dingin dengan kulit atau lapis bulu)
- 1 pasang penutup telinga
- 1 syal
- 1 penutup kepala
- 2 pelapis kerah
- 2 pasang boot (dan cantolannya), atau 2 pasang sepatu tali dengan 1 pasang pelindung kaki
- sepatu rumahan
- 1 bayonet dengan aksesorisnya
- 1 ikat pinggang
- tas peta
- 2 pasang suspender
- peluit sinyal dengan talinya
- 4 sampai 6 kemeja di dalam di tas pakaian
- 4 celana dalam
- 6 pasang kaos kaki
- 6 sampai 12 saputangan
- 3 handuk
- perlengkapan mandi/cuci
- perlengkapan jahit
- 2 pasang sarung tangan kulit (atau wol) abu-abu
- 1 sabuk wol
- 1 jam tangan dengan muka jam yang cerah
- dompet kulit
- pisau dan pembuka tutup botol
- korek api portabel dan senter portabel
- perlengkapan tulis
- kertas surat
- kartu pos
- tempat minum
- perlengkapan makan
- bubuk anti-serangga
- 1 koper
- 1 tas pakaian
- perban akan diterima di satuan terkait

Bagasi perwira yang sudah lengkap (dan juga mantel) diberi nama lengkap dan nama satuannya.
Adalah penting bahwa bagasi diisi seminimal mungkin dengan membawa hal-hal yang penting saja, tapi tidak ada yang terlupakan.

*****

Nah, tadi itu adalah daftar resmi yang harus dibawa seorang perwira anggota cadangan dalam hal mobilisasi. Tidak sedikit bukan? Lalu, bagaimana barang-barang tersebut harus disusun? Silahkan lanjut membaca.

Terjemahan ke bahasa Indonesia:

*KOPER*
A) DI DALAM KOPER
- seragam lapangan
- breeches
- peluru
- sol dan tumit sepatu
- sepatu tali atau boot di dalam tempat boot
- kemeja
- celana dalam
- 2 handuk
- sabuk
- kaos kaki
- rompi
B) DI SELIPAN KOPER
- dompet berisi surat, yang tidak dimasukkan ke dalam tas peta
- perlengkapan mandi/cuci dan perlengkapan cukur dan kaca
- suspender
- sarung tangan
- sikat pakaian
- peluit
- tembakau
- cangklong
- penghangat lengan
- penutup telinga
- penutup kepala
- saputangan
- perlengkapan jahit
- baterai pengganti untuk lampu portabel
- lentera sebagai pengganti lampu portabel kalau habis
- lilin
- korek api
- kapas dan peniti
- berbagai macam kancing
- persediaan (coklat, teh, gula, kue, dll.)

*TAS PAKAIAN*
- boot atau sepatu tali dengan pelindung kaki
- selimut wol

*RANSEL* (diterima di kompi terkait)
Mantel dipasang di ransel.
A) DI SAKU RANSEL ATAS
- kemeja
- 2 handuk
- kaos kaki
- kotak obat kecil
B) DI DALAM RANSEL
- persediaan (coklat, gula, dll.)
- perlengkapan mandi/cuci
- lampu portabel
- bohlam cadangan dan baterai cadangan
- kamus saku
- perlengkapan makan
- tembakau (atau cangklong)
- peluit
- bubuk anti-serangga
- topi lapangan
- cantolan boot

*IKAT PINGGANG*
- bayonet
- pistol di dalam holster
- teropong dan tempatnya dan kompas di atasnya (teropong bisa juga digantungkan di leher)
- tas peta
- botol minum dan cup-nya

*KANCING SERAGAM*
Peluit

*DI BAWAH LEHER DALAM SERAGAM*
- dogtag
- dompet untuk uang dan buku identifikasi

*DI BAWAH LEHER LUAR SERAGAM*
- peta dan pelindungnya
- masker gas

*DI DALAM KANTONG*
A) DEPAN
- 2 perban di bagian kiri
- peta di bagian kanan
B) BELAKANG
- 1 sampai 2 saputangan
- buku catatan dengan kalender dan pena
- makanan dan rokok

*DI KANTONG JAM TANGAN*
- jam tangan dengan pelindungnya, dengan rantai yang kuat, dan kunci koper dipasang di sini

*DI KANTONG CELANA*
- dompet uang dengan alamat
- peniti
- plaster
- pisau portabel dengan gunting dan pembuka tutup botol
- korek api dalam wadah besi
- benang rol kecil

*****

SUMBER (koleksi pribadi):
- ‘Der Offizier des Beurlaubtenstandes’, ed. 4, 1937
- ‘Der Reserveoffizier’, ed. 6, 1938
www.facebook.com

Foto 3. Infanterie-Division / 3. Panzergrenadier-Division






 
 
 
Acara parade militer oleh 8. (Preußisches) Infanterie-Regiment, yang diselenggarakan di Frankfurt and der Oder di masa Reichswehr. Jenderal yang memakai mantel di sebelah kiri adalah Charakter als Generalleutnant a.D. Hans Petri. Sementara itu, tiga orang yang berdiri di tengah adalah, dari kiri ke kanan: Oberst Erwin von Witzleben (Kommandeur 8. Infanterie-Regiment), Major Heinrich Strack (Kommandeur I.Bataillon / 8.Infanterie-Regiment), dan Generalleutnant Gerd von Rundstedt (Kommandeur Wehrkreis III di Berlin). Perwira yang tertangkap kamera sedang berbaris di depan mereka adalah Hauptmann Joachim von Tresckow (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon / 8.Infanterie-Regiment). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi yang jelas sewaktu Witzleben masih menjabat sebagai Komandan 8. Infanterie-Regiment (Oktober 1931 - September 1933). Hans Petri sendiri hadir dalam acara ini sebagai seorang mantan Komandan resimen tersebut sebelum diambil alih oleh Witzleben



General der Infanterie Erwin von Witzleben (kedua dari kiri, Kommandierender General III. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis III) dalam acara peninjauan latihan perang 3. Infanterie-Division yang diadakan di Prignitz, Brandenburg, pada tahun 1936. Seorang Leutnant memberikan laporan terkini pada jenderal Witzleben mengenai situasi latihan yang sedang dijalankan. Uniknya, dalam foto ini kita juga bisa melihat ada sekumpulan bocil yang ikut menjadi "pengamat" dari perang-perangan yang sedang berlangsung saat itu! Tidak diketahui sedang kemana bapak bocah-bocah ini, sampe anaknya bisa nyelonong se'ena'e dewe...



Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) membalas salam hormat dari prajurit-prajuritnya yang bersiap untuk menyeberangi sungai Vistula (Weichsel), tanggal 4 September 1939. Sang Führer khusus datang ke bagian sungai yang berada di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan aksi penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh elemen-elemen dari 3. Infanterie-Division. Ini merupakan salah satu kegiatan di hari pertama kunjungannya di Polandia yang akan berlangsung nonstop sampai dengan tanggal 26 September 1939. Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (tertutup oleh Kluge, Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Generaloberst Fedor von Bock (tertutup oleh Kluge, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (tertutup oleh Hitler, Chef Sicherheitsdienst), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Bersama Hitler, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Hitler, Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 Dengan diawasi oleh tatapan mata Führer mereka Adolf Hitler yang melihat melalui teropong, para prajurit dari 3. Infanterie-Division beristirahat sebentar setelah menyeberangi Sungai Vistula di sebelah selatan Kulm, 4 September 1939. Vistula (atau Weichsel bagi orang-orang Jerman) merupakan sungai terbesar di Polandia, dan airnya bersumber dari Barania Góra yang terletak di Pegunungan Beskidy, Polandia selatan. Alirannya kemudian melewati kota-kota terbesar di negara tersebut (seperti Krakow dan Warsawa) sebelum akhirnya bermuara di Laut Baltik di dekat Danzig/Gdańsk. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Übergang über die Weichsel: Polnischer Boden wurde in harten Eilmärschen erkämpft - nur kurz ist die Rast!" (Setelah menyeberangi hulu Sungai Vistula: tanah Polandia diperjuangkan melalui perjalanan darat yang berat - istirahat seringkali hanya sebentar saja!)


 Acara kunjungan Adolf Hitler ke wilayah operasi 3. Infanterie-Division di Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Walter Lichel (Kommandeur 3. Infanterie-Division), dan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee). Divisi Lichel berada di bawah komando IIAK pimpinan Strauß, sementara IIAK sendiri berada di bawah komando 4. Armee pimpinan Kluge. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "und Generalmajor Lichel schildert den Verlauf den Kämpfe" (dan Mayor-Jenderal Lichel menerangkan tentang pertempuran yang telah terjadi)



Generalleutnant Helmuth Schlömer (tengah), Kommandeur 3. Infanterie-Division (motorisiert), menginspeksi sebuah Panzerkampfwagen IV Ausf.G bersama dengan tiga orang perwira Wehrmacht lainnya. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Koch (Propaganda-Kompanie 694) di sektor selatan Front Timur pada bulan Juni-Juli 1942. Pada periode tersebut Jenderal Schlömer dan divisi pimpinannya sibuk berjibaku melawan Tentara Merah dalam gerak maju mereka ke Stalingrad, terutama sewaktu melakukan penyeberangan Sungai Tim (28 Juni 1942), pertempuran mempertahankan jembatan Voronezh (7-13 Juli 1942), dan pertempuran di pinggiran sungai Don (24 Juli s/d 10 Agustus 1942). Sebagai penghargaan atas kepemimpinannya dalam fase-fase paling kritis yang dihadapi oleh Divisi Infanteri ke-3, Divisionskommandeur Schlömer dianugerahi medali Eichenlaub pada tanggal 23 Desember 1942 (dia sebelumnya telah mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 2 Oktober 1941 sewaktu masih menjadi Oberst / Kolonel dan Komandan Schützen-Regiment 5 / 12.Panzer-Division)

-----------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Hauptmann Gerhard Ball (6 September 1915 - 9 Oktober 1941) ikut serta bersama dengan 3. Infanterie-Division dalam penyerbuan ke Uni Soviet (Unternehmen Barbarossa). Dalam gerak maju menuju Moskow tanggal 9 Oktober 1941, Ball gugur dalam pertempuran di jalan raya yang terletak di Medyn, sebelah tenggara Juchnows. Sebelumnya dia dengan gagah berani telah memimpin anakbuahnya dalam menahan serangan balasan pasukan musuh yang dilengkapi dengan tank. Atas jasa-jasanya, Ball dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 23 November 1941 sebagai Hauptmann dan Führer Aufklärungs-Abteilung 53 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / LVII.Armeekorps / Panzergruppe 4 / Heeresgruppe Mitte. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan Eisernes Kreuz I.Klasse



Oberst Sigurd-Horstmar Freiherr von Beaulieu-Marconnay (31 Desember 1900 - 8 Oktober 1953) adalah perwira kelahiran Berlin-Charlottenburg yang ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan pensiun dini pada tahun 1920 dengan pangkat Leutnant. Pada tahun 1934 dia masuk lagi ke Angkatan Darat Jerman yang sedang diperluas dengan menjadi anggota Infanterie-Regiment 9. Beaulieu-Marconnay ikut serta dalam kampanye militer Wehrmacht di Polandia dan Prancis sebagai komandan batalyon, dan invasi ke Soviet sebagai ajudan Korps-Kommando X. Pada bulan Agustus 1942, Beaulieu-Marconnay diangkat sebagai komandan Infanterie-Regiment 29 (mot.) yang merupakan bagian dari 3. Infanterie-Division. Ketika divisinya terjebak oleh pasukan Soviet di Stalingrad, Beaulieu-Marconnay ditugaskan untuk menjaga jalan masuk di Marinovka-Dimitriyevka (barat laut Stalingrad) dari usaha terobosan terus-menerus pihak musuh. Bersama dengan Kampfgruppe-nya, dia berkali-kali menangkal serangan Rusia yang bermaksud menutup satu-satunya jalur penyelamatan diri 6. Armee apabila hendak keluar dari kota yang terkepung. Selama 1,5 bulan jalur tersebut terbuka berkat perjuangan tanpa kenal lelah Beaulieu-Marconnay dan anakbuahnya. Sayangnya, perintah Hitler yang dituruti dengan membabibuta oleh Panglima 6. Armee, Friedrich Paulus, membuat pasukan Jerman tetap bertahan di kota yang semakin lama semakin menciut oleh kepungan musuh. Pada akhirnya, pada tanggal 10 Januari 1943 Beaulieu-Marconnay dipaksa untuk meninggalkan posisi pertahanannya setelah musuh berhasil menerobos sektor lainnya sehingga membahayakan posisi anakbuahnya dari serangan yang datang dari arah belakang. Atas kegigihannya dalam bertempur, Heeresgruppe Don merekomendasikan Beaulieu-Marconnay agar mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 20 Januari 1943, dan rekomendasi tersebut langsung diterima pada hari yang sama! Secara resmi dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Januari 1943 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 29 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / XIV.Panzerkorps / 6.Armee / Heeresgruppe Don. Bersama dengan pasukannya yang setia, sang Regimentskommandeur kemudian menyerahkan diri pada pasukan Rusia pada tanggal 30 Januari 1943 dan menghabiskan sisa hidupnya sebagai tawanan perang. Dia meninggal dunia akibat sakit pada tahun 1953 di Kamp Krasnopolye dan dimakamkan di Gundurovka (Ukraina Selatan). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1935); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


Oberleutnant Karlartur (Karl-Arthur) Apitzsch (25 Oktober 1920 - 1 Januari 1943) bertugas sebagai Vorgeschobene Beobachter alias Forward Observer di Artillerie-Regiment 3 (motorisiert) dalam pertempuran di Stalingrad (23 Agustus 1942 – 2 Februari 1943). Pada tanggal 1 Januari 1943 dia dinyatakan hilang dan jejaknya tak pernah terlihat lagi. Meskipun begitu, sebuah sumber baru-baru ini menyebutkan bahwa batang hidungnya pernah terlihat di kamp tawanan perang Soviet di wilayah Stalingrad, tak lama setelah pasukan Jerman menyerah! Atas prestasinya dalam pertempuran habis-habisan tersebut, Oberkommando der Wehrmacht menganugerahi Apitzsch Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara "anumerta" tanggal 4 November 1943 sebagai Vorgeschobene Beobachter (VB) 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 3 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / XIV.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Don. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (13 September 1942)



Sumber :
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Helden der Wehrmacht" dari Kriegswinter-Hilfswerke
Buku "Mit Hitler in Polen" karya Heinrich Hoffmann
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.en.wikipedia.org

www.pantorijn.blogspot.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Daftar Peraih Ritterkreuz dari Kalangan Prajurit (Ritterkreuzträger im Mannschaftsstand)



01) Brinkforth, Hubert; Gefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Inf.Rgt. 25, RK am 07.03.1941, gefallen am 05.06.1942 als Uffz. südlich v. Pogostje am Wolchow
02) Valtiner, Helmuth; Gefr. u. Spähtruppführer i. d. 1./Geb.Jg.Rgt. 143, RK am 13.06.1941
03) Berger, Heinz; Gefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Inf.Rgt. 187, RK am 17.09.1941
04) Stöckert, Herbert; Gefr. u. MG-Führer i. d. 9./Inf.Rgt. 156 (mot), RK am 10.10.1941, posthum; am 04.10.1941 seinen Verwundungen vor Moskau erlegen
05) Reiser, Sebastian; Gefr. u. Richtkanonier i. d. 1./Art.Rgt. 297, RK am 11.10.1941
06) Schulz, Heinrich; Gefr. u. Flammwerfer-Schtz. i. d. 3./Pi.Btl. 161, RK am 18.10.1941
07) Christen, Fritz; SS-Sturmmann u. Richtschütze i. d. 2./SS-Pz.Jg.Abt. 3 „T“, RK am 20.10.1941
08) Grübl, Peter; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 11./Geb.Jg.Rgt. 98, RK am 20.12.1941
09) Schroepfer, Michael; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Inf.Rgt. 111, RK am 27.12.1941;
10) Pelzer, Jakob; Gefr. i. d. 1./Inf.Rgt. 61, RK am 15.01.1942; am 02.09.1942 seiner Verwundung erlegen
11) Drössiger, Kurt; Gefr. i. d. 4./Inf.Rgt. 415, RK am 10.02.1942
12) Unfried, Willibald; Gefr. i. d. 9./Gren.Rgt. 213, RK am 04.03.1942
13) Huebner, Arnold; Gefr. u. Richtkanonier i. d. 3./Flak-Rgt. 33 (mot), RK am 07.03.1942
14) Krohn, Hans; Gefr. u. Richtschütze i. d. 1./Pz.Jg.Abt. 20, RK am 06.04.1942
15) Mosler, Franz; Gefr. u. Richtschütze i. d. 9. (MG-Kp.)/Inf.Rgt. 461, RK am 09.05.1942; gef. am 07.07.1944 als Feldwebel u. Zugführer
16) Fraps, Ernst; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 2./Pz.Jg.Abt. 28, RK am 18.05.1942; gef. am 26.01.1943 als Uffz. u. Geschützführer am Ladoga-See
17) Gambietz, Richard; Ogefr. i. d. Stabs-Kp./Schtz.Rgt. 93, RK am 27.05.1942; gef. am 25.04.1944 als Uffz. westlich Delachen (Russland)
18) Gromeike, Gustav; Ogefr. i. d. 2./Pi.Btl. 1, RK am 19.06.1942; gef. am 16.10.1944 bei Schirwindt
19) Schulte, Ernst; Ogefr. u. Geschützführer i. d. 1./Flak-Rgt. 14 (mot), RK am 23.06.1942, posthum; am 17.04.1942 in Russland seiner Verwundung erlegen
20) Rietscher, Georg; Gefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Inf.Rgt. 513, RK am 27.06.1942, das 210. Eichenlaub am 14.03.1943 als Uffz. u. V.B. i. d. 14./Gren.Rgt. 513
21) Doff, Franz; Gefr. u. Gruppenführer i. d. 10./Geb.Jg.Rgt. 98, RK am 20.07.1942
22) Halm, Günther; Grenadier u. Richtschütze i. Pak-Zug d. Stabs-Kp./Pz.Gren.Rgt. 104 (DAK), RK am 29.07.1942 gleichzeitig mit EK I und II
23) Schaldach, Kurt; Ogefr. u. Geschützführer i. d. 2./Pz.Jg.Abt. 340, RK am 09.08.1942; gef. am 25.08.1944 als Leutnant bei Puhla 25 km westl. von Dorpat in Lettland
24) Faust, Fritz; Ogefr. i. d. 3./Inf.Rgt. 26, RK am 20.08.1942
25) Wyczisk, Georg; Ogefr. u. Geschützführer i. d. 1./Pz.Jg.Abt. 53, RK am 02.09.1942; gef. am 01.09.1943, nachtäglich zum Uffz. befördert
26) Schuss, Joseph; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 3./Inf.Rgt. 520, RK am 04.09.1942
27) Mintert, Franz; Ogefr. u. Richtschütze i. d. Pz.Jg.Abt. 26, RK am 14.09.1942
28) Assmann, Alois; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 1./Pz.J.Abt. 61, RK am 18.09.1942
29) Kulot, Josef; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Inf.Rgt. 60 (mot), RK am 24.09.1942
30) Schmitzer, Franz; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 4./Art.Rgt. 6, RK am 26.09.1942
31) Sturm, Hans; Gefr. u. Melder i. d. 6./Inf.Rgt. 473, RK am 26.09.1942
32) Bergmann, Gustav; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 9./Gren.Rgt. 696, RK am 04.10.1942
33) Hirning, Hans; SS-Rottenführer u. Gr.W.-Truppfhr. i. d. 6./SS-Inf.Rgt. 1 „T“, RK am 23.10.1942; gef. am 30.04.1945 bei Dürholz (Tschechoslowkei) als SS-Oberscharführer und Zugführer i. d. KGr. „Böhmen und Mähren“
34) Becker, Paul; Ogefr. u. Richtkanonier i. d. 10./Art.Rgt. 3 (mot), RK am 25.10.1942, unter gleichzeitiger Beförderung zum Unteroffizier
35) Berner, Emil; Gefr. u. Richtkanonier i. d. 3./Flak-Rgt. 18, RK am 03.11.1942
36) Brasche, Rudi; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 4./Pz.Gren.Rgt. 93, RK am 09.11.1942
37) Mirau, Harry; Gefr. u. Richtschütze i. d. 3./Pz.Jg.Abt. 3, RK am 13.11.1942;
verstorben in russischer Gefangenschaft
38) Stellmann, Wilhelm; Ogefr. u. Richtkanonier i. d. 5./Res.Flak-Abt. 115, RK am 16.11.1942; gefallen als Wachtmeister 1945
39) Bittner, Rudolf; Gefr. u. Richtkanonier i. d. 2./Pz.Jg.Abt. 561, RK am 28.11.1942
40) Österreicher, Karl; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 11./Gren.Rgt. 186, RK am 18.12.1942
41) Luckmann, Erich; Ogefr. u. Geschützführer i. d. 3./Flak-Rgt. 241 (mot), RK am 21.12.1942; gef. im Januar 1943 bei Stalingrad
42) Mette, Fritz; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 9./Gren.Rgt. 92 (mot), RK am 05.01.1943
43) Hopfe, Willi; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 5./Schnelle Abteilung 123, RK am 15.01.1943
44) Schwarz, Heinrich; Ogefr. u. Richtkanonier i. d. 10./Art.Rgt. 3 (mot.), RK am 15.01.1943
45) Röder, Josef; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 3./Pz.Jg.Abt. 179, RK am 19.01.1943
46) Magerfleisch, Friedrich-Wilhelm; Gefr. i. d. 3.(schw.)/Schnelle Abt. 37, RK am 20.01.1943, posthum; gef. am 08.12.1942 bei Stalingrad
47) Wrangel, Werner; Gefr. u. Richtschütze i. d. 1./Pz.Jg.Abt. 183, RK am 08.02.1943
48) Mooymans, Gerardes; SS-Sturmmann u. Geschützführer i. d. 14.(Pz.Jg.)/niederländisches SS-Freiw.Pz.Gren.Rgt. 48 „General Seyffarth“, RK am 20.02.1943
49) Dicke, Anton; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 5./Gren.Rgt. 3, RK am 21.02.1943
50) Dickmorfeld, Josef; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 2./Pi.Btl. 208, RK am 12.03.1943
Fortsetzung folgt.
51) Rausch, Werner; Gefr. u. Geschützführer i. d. 3./Pz.Jg.Abt. 294, RK am 26.03.1943
52) Arndt, Fritz; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. Stabs-Kp./Pz.Pi.Btl. 32, RK am 31.03.1943, das 678. Eichenlaub am 09.12.1944 als Feldwebel u. Zugfhr. i. d. 1./Pz.Pi.Btl. 32
53) Pankow, Georg; Ogefr. u. sMG-Führer i. d. 2./Gren.Rgt. 338, RK am 31.03.1943, unter gleichzeitiger Beförderung zum Unteroffizier
54) Okrent, Wilhelm; Ogefr. u. Richtkanonier i. d. 4./Pz.Art.Rgt. 116, RK am 02.04.1943
55) Hoffmann, Albert; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 4./Kradschützen-Btl. 55, RK am 03.04.1943
56) Roßhart, Emil; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 2./Sturm-Rgt. 195, RK am 03.04.1943
57) Piechulla, Alois; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 2./Pz.Gren.Rgt. 33, RK am 11.04.1943
58) Söchting, Fritz; Gefr. u. Richtschütze i. d. 3./Schnelle Abteilung 329, RK am 16.04.1943; gef. am 19.03.1945 bei Frauenburg/Ostpr.
59) Hackbarth, Willi; Gefr. u. Funker i. d. 4./Art.Rgt. 32, RK am 18.04.1943; gef. am 27.07.1944 als Uffz. bei Purnawa (Russland)
60) Schiemann, Alfred; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 1./Gren.Rgt. 87 (mot), RK am 28.04.1943; gef. am 13.07.1943 in Russland beim Unternehmen „Zitadelle“
61) Kosta, Franz; Ogefr. u. Stosstruppführer i. d. 6./Gren.Rgt. 399, RK am 10.05.1943
62) Klöpping, Wilhelm; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 5./Pz.Gren.Rgt. 4, RK am 15.05.1943
63) Witte, Heinrich; Ogefr. u. Richtkanonier i. d. 7./Flak-Rgt. „HG“, RK am 18.05.1943
64) Kölbel, Otto; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 2./Gren.Rgt. 542, RK am 01.06.1943
65) Hollekamp, Josef; Ogefr. u Gruppenführer i. d. 2.(Radf.)/Aufkl.Abt. 36, RK am 23.07.1943
66) Theilen, Heinrich; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Pz.Gren.Rgt. 2, RK am 04.08.1943
67) Poll, Matthias; Ogefr. u. Kompanietruppführer i. d. 2./Pi.Btl. 186, RK am 08.08.1943
68) David, Ernst; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 3./Gren.Rgt. 118, RK am 16.08.1943, posthum; gef. am 11.08.1943 in Russland
69) Roos, Ferdinand; Gefr. u. Kompanietruppführer i. d. 3./Pi.Btl. 6, RK am 16.08.1943
70) Bonk, Georg; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 6./Gren.Rgt. 365; RK am 17.08. 1943, das 492. Eichenlaub am 09.06.1944 als Feldwebel u. Zugführer der gleichen Einheit
71) Kuhn, Walter; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 3./Pz.Jg.Abt. 1, RK am 23.08.1943
72) Rahlenbeck, Robert; Gefr. u. Richtschütze i. d. 16./Jg.Rgt. 38, RK am 23.08.1943
73) Wagner, Erich; Ogefr. u. Geschützführer i. d. 16./Jg.Rgt. 38, RK am 23.08.1943
74) Weiß, Paul; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Gren.Rgt. 481, RK am 04.09.1943
75) Beckmann, Josef; Ogef. im Stab d. III./Füs.Rgt. 39, RK am 07.09.1943
76) Göttert, Oswin; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 11./Gren.Rgt. 445, RK am 07.09.1943
77) Himmelskamp, Bernhard; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 4./Pz.Rgt. 35, RK am 13.09.1943, posthum; am 28.08.1943 südlich Orel seinen Verwundungen erlegen
78) Kunert, Gerhard; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Pz.Gren.Rgt. 33, RK am 16.09.1943, das 606. Eichenlaub, posthum, am 04.10.1944 als Uff. u. Gruppenführer der gleichen Einheit; gef. am 31.08.1944 im Raum Mitau/Kurland
79) Kaup, Heinrich; Ogefr. i. d. 3./Gren.Rgt. 184, RK am 19.09.1943
80) Reinhard, Arnold; Gefr. u. Gruppenführer i. d. 7./Gren.Rgt. 166, RK am 24.09.1943
81) Goldberg, Heinz; Gefr. u. Richtkanonier i. d. 6./Art.Rgt. 333, RK am 27.09.1943
82) Schmidt, Erich; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 3./Gren.Rgt.118, RK am 08.10.1943
83) Rieß, Otto; Ogefr. u. Geschützführer i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 55, RK am 11.10.1943
84) Glaser, Friedrich; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 253, RK am 02.11.1943
85) Foldenauer, Richard; Ogefr. u. Kompaniemelder i. d. 2./Gren.Rgt. 460, RK am 12.11.1943
86) Thumbeck, Georg; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 10./Gren.Rgt. 60 (mot), RK am 12.11.1943
87) Windisch, Johann; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 5./Gren.Rgt. 519, RK am 18.11.1943
88) Mayer, Isidor; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 14./Geb.Jg.Rgt. 91, RK am 19.11.1943; gef. am 19.09.1944
89) Amerkamp, Siegfried; Ogefr. u. MG-Schütze u. stellv. Gruppenfhr. i. d. Sturm-Kp./Gren.Rgt. 459, RK am 24.11.1943
90) Greese, Otto; Ogefr. u. MG-Schütze 1 i. d. 6./Gren.Rgt. 487, RK am 24.11.1943, posthum; gef. am 02.11.1943 in Russland
91) Nöbel, Kurt; Gruppenführer i. d. 1.(reit.)/Aufkl.Abt. 7, RK am 30.11.1943
92) Rademsky, Albert; Ogefr. u. sMG-Schütze i. d. 4./Geb.Jg.Rgt. 138, RK am 07.12.1943, posthum; am 07.11.1943 seinen Verletzungen in Russland erlegen
93) Benedikt, Johann; Ogefr. u. Kompaniemelder i. d. 6./Geb.Jg.Rgt. 138, RK am 11.12.1943
94) Schleef, Wilhelm; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 7./Pz.Gren.Rgt. 66, RK am 11.12.1943
95) Swierzinski, Lothar; SS-Rottenführer u. Gruppenfhr. i. d. 10./SS-Pz.Gren.Rgt. 5 „Thule“, RK am 16.12.1943; am 29.10.1944 als Unterscharführer westl. Leginowo in Polen seiner Verwundung erlegen.
96) Albust, Rudolf; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 2./Pz.Jg.Abt. 129, RK am 19.12.1943
97) Schneidereit, Alfred; SS-Rottenfhr. und Pz.Büchsentruppfhr. i. d. 8./SS-Pz.Gren.Rgt. 1 „LSSAH“, RK am 20.12.1943
98) Jacobs, Martin; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 2./Gren.Rgt. 431, RK am 26.12.1943
99) Schill, Gottlob; Ogefr. u. Pak-Schütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 107, RK am 28.12.1943
Fortsetzung folgt.
100) Apitz, Willy; Ogefr. u. Funker i. d. 10./Art.Rgt. 81, RK am 01.01.1944
101) Wiegand, Kurt; Ogefr. u. Richtschütze i. d. Pz.Jg.Abt. 32, RK am 05.01.1944
102) Woll, Balthasar; Rottenführer u. Richtschütze i. d. 13./(schw.)SS-Pz.Rgt. 1 „LSSAH“, RK am 16.01.1944
103) Reichmann, Heinz; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 8.(MG)/Jg.Rgt. 459 (L), RK am 20.01.1944
104) Thieme, Heinz; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 446, RK am 20.01.1944, posthum; am 17.12.1943 seiner Verwundung in Russland erlegen
105) Kuhnert, Manfred; Gefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 442, RK am 22.01.1944
106) Scherling, Ewald; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 9.(Jg.)/Gren.Rgt. 15 (mot), RK am 26.01.1944, posthum; gef. am 22.01.1944 in Italien
107) Drees, Karl-Heinz; Gefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 552, RK am 08.02.1944
108) Bebel, Hermann; Ogefr. i. d. 1./Füs.Btl. 88 (Aufkl.Abt.), RK am 18.02.1944
109) Hurlebaus, August; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 2.(schw.)/Pz.Jg.Abt. 665, RK am 23.02.1944
110) Lösig, Werner; Gefr. u. Gewehrführer i. d. 12.(MG)/Gren.Rgt. 67, RK am 29.02.1944
111) Orth, Karl; Grenadier u. Mun.-Schütze i. d. 13.(IG)/Gren.Rgt. 453, RK am 03.03.1944, zugleich mit dem EK I und II
112) Zastrow, Max; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 2./Pi.Btl. 81, RK am 06.03.1944
113) Bischoff, Adolf; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 112, RK am 12.03.1944
114) Friedrich, Max; Ogefr. u. stellv. Gruppenführer i. d. 3./Gren.Rgt. 558, RK am 15.03.1944
115) Twillemeyer, Alois; Gefr. u. Kradmelder im Stab d. Füs.Btl. 81 (Aufkl.Abt.), RK am 15.03.1944
116) Waßmann, Adolf; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 6./Gren.Rgt. 255, RK am 16.03.1944
117) Rieger, Johann; Ogefr. u. Kp.-Melder i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 59, RK am 26.03.1944
118) Langer, Albert; Gefr. u. Gruppenführer i. d. 1./Gren.Rgt. 51 (mot), RK am 07.04.1944
119) Menke, August; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 7./Gren.Rgt. 501, RK am 16.04.1944
120) Seeber, Werner; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 14.(pz.Jg.)/Gren.Rgt. 952, RK am 16.04.1944
121) Zerth, Jakob; Gefr. u. stellv. Gruppenführer i. d. 3./Gren.Rgt. 467, RK am 21.04.1944; am 15.08.1944 als Unteroffizier seiner Verwundung erlegen
122) Andres, Hans; Ogefr. u. MG-Schütze 1 i. d. 2./Pz.Gren.Rgt. 128, RK am 04.05.1944, posthum; am 25.03.1944 bei Kriwoi Rog seiner Verwundung erlegen
123) Pirhofer, Ernst; Ogefr. u. Richtkanonier i. d. 7./Flak-Rgt. 43 (mot), RK am 04.05.1944
124) Pollak, Johann; Ogefr. u. Fernsprecher im Stab I./Gren.Rgt. 434, RK am 04.05.1944, posthum; gef. am 01.04.1944 in Russland
125) Radermacher, Karl; Gefr. u. GrWf.-Truppführer i. d. 6./Gren.Rgt. 45, RK am 04.05.1944
126) Reuter, Kurt; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Gren.Rgt. 297, RK am 04.05.1944
127) Steffani, Wilhelm; Gefr. u. Richtschütze i. d. 13.(IG)/Gren.Rgt. 984, RK am 04.05.1944
128) Moormann, Gerhard; Ogefr. u. Gruppenfhr. i. d. 6./Pz.Gren.Rgt. 4, RK am 14.05.1944, posthum; gef. am 13.03.1944 und nachträglich zum Uffz. befördert
129) Pommesberger, Ludwig; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 10./Pz.Gren.Rgt. 103, RK am 14.05.1944
130) Richter, Franz; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 114, RK am 14.05.1944
131) Steenbock, Kurt; Ogefr. u. Meldestaffelführer i. III./Gren.Rgt. 53, RK am 14.05.1944
132) Teuwsen, Adolf; Ogefr. u. MG-Schütze 1 i. d. 3./Jg.Rgt. 25 (L), RK am 14.05.1944
133) Bajorat, Kurt; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 3./Pz.Gren.Rgt. 13, RK am 15.05.1944; gef. am 15.01.1945 bei Katenau/Ostpr.
134) Meinhardt, Rudolf; Ogefr. u. stellv. Gruppenfhr. i. Pi.Zug/Gren.Rgt.528, RK am 15.05.1944; gef. am 23.06.1944 in Russland und nachträglich zum Uffz. befördert
135) Loibl, Lambert; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 33, RK am 09.06.1944
136) Strehlau, Erwin; Gefr. u. Gruppenführer i. d. 2./Pz.Gren.Rgt. 5, RK am 09.06.1944
137) Hermes, Otmar; Gefr. u. Kompaniemelder i. d. 6./Gren.Rgt. 464, RK am 11.06.1944
138) Tischer, Kurt; Gefr. u. MG-Schütze i. Div.Füs.Btl. 320 (Aufkl.Abt.), RK am 15.06.1944, posthum; gef. am 16.04.1944 in Russland
139) Vetter, Johann; Gefr. i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 147, RK am 15.06.1944, posthum; gef. am 04.06.1944 südlich der Albaner Berge in Italien, nachträglich zum Unteroffizier befördert
140) Bainder, Hans; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 11./Jg.Rgt. 228, RK am 24.06.1944
141) Mlinar, Stefan; Gefr. u. Funktruppführer i. d. 5./Geb.Jg.Rgt. 13, RK am 24.06.1944
142) Grunge, Wilhelm; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 4./Pz.Gren.Rgt. 93, RK am 03.07.1944
143) Plönzke, Werner; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 5./Pz.Gren.Rgt. 103, RK am 04.07.1944
144) Gerhold, Walter; Schreiber-Ogefr. u. Einmanntorpedofahrer/K-Flottille 361, RK am 06.07.1944
145) Schweitzer, Heinz; Gefr. u. MG-Schütze 1 i. d. 13./Pz.Gren.Rgt.103, RK am 09.07.1944
146) Flad, Eugen; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 2.(Radf.)/Div.Füs.Btl. 252 (A.A.), RK am 20.07.1944
147) Scharf, Helmut; Gefr. i. d. 3./Pz.Gren.Rgt. 11, RK am 20.07.1944, posthum; gef. am 14.05.1944 im Westen
148) Kupfer, Baptist; Grenadier u. MG-Schütze i. d. 4.(MG)/Gren.Rgt. 544, RK am 25.07.1944
149) Lublow, Willi; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 284, RK am 27.07.1944; gef. am 01.02.1945
150) Schrems, Leopold; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. Stabs-Kp./Geb.Jg.Rgt. 85, RK am 27.07.1944
151) Tesch, Karl-Heinz; Stabsgefr. u. stellv. Gruppenfhr. i. d. 7./Pz.Gren.Rgt. 26, RK am 27.07.1944
152) Entfällt!
153) Koller, Gustav; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 21, RK am 08.08.1944; gef. am 10.11.1944 in Ungarn
154) Schimmele, Josef; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 14.(Pz.Jg.)/Füs.Rgt. 34, RK am 08.08.1944
155) Felten, Peter; Ogefr. u. Melder i. d. 1./Gren.Rgt. 377, RK am 12.08.1944
156) Siegler, Hans; Jäger u. MG-Schütze 1 i. d. 5./Jg.Rgt. 49, RK am 12.08.1944
157) Waldner, Franz; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 2./schw.Pz.Jg.Abt. 655 (H.Tr.) RK am 12.08.1944
158) Kollhofer, Josef; Ogefr. u. Geschützführer i. d. 4./Pz.Gren.Rgt. 26, RK am 14.08.1944; gef. am 24.11.1944
159) Bruins, Derk-Elsko; SS-Rottenfhr. u. Geschützfhr. i. d. 1./SS-Pz.Jg.Abt. 54, RK am 23.08.1944
160) Hug, Eduard; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 1./Jg.Rgt. 75, RK am 02.09.1944
161) Schäfer, Albrecht; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 33, RK am 02.09.1944
162) Fries, Herbert; Gefr. u. Geschützführer i. d. 2./Fsch.Pz.Jg.Abt. 1, RK am 05.09.1944
163) Moser, Wilhelm; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 3./Gren.Rgt. 24, RK am 05.09.1944
164) Sachs, Hans; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 5./Pz.Füs.Rgt. „GD“, RK am 10.09.1944
165) Wildner, Anton; Ogefr. u. Gruppenfhr. i. d. 1./Div.Gr. 262 d. Korps-Abt. D (sp. Gren.Rgt. 192), RK am 10.09.1944
166) Vickendey, Willi; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 7./Ski-Jg.Rgt. 1, RK am 17.09.1944
167) Rinkowski, Leo; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 5./Gren.Rgt. 570, RK am 21.09.1944
168) Schrijnen, Richard; SS-Sturmmann i. d. 3.(Pz.Jg.)/SS-Freiw. Sturmbrigade „Langemarck“, RK am 21.09.1944
169) Clemente, Ernst; Ogefr. u. Pak-Schütze 1 i. d. 16./Geb.Jg.Rgt. 13, RK am 30.09.1944
170) Falk, Ernst; Ogefr. u. Melder i. d. 10./Gren.Rgt. 61, RK am 30.09.1944
171) Göbel, Werner; Gefr. i. d. 7./Gren.Rgt. 670, RK am 30.09.1944
172) Scheele, Alfons; Ogefr. MG-Schütze u. Melder i. d. II./Gren.Rgt. 405, RK am 30.09.1944
173) Bauer, Erhard; Gefr. u. Kompanietruppführer i. d. 1./Pi.Btl. 102, RK am 04.10.1944
174) Czorny, Wilhelm; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 2./Pz.Gren.Rgt. „GD“, RK am 04.10.1944
175) Maaz, Heinz; Ogefr. i. d. 3./Pz.Aufkl.Abt. „GD“, RK am 04.10.1944, posthum; gef. am 26.07.1944
176) Müller, Albert; Stabsgefr. u. Gruppenführer i. d. 1./Füs.Rgt. 22, RK am 04.10.1944
177) Vehse, Fritz; Gefr. u. Gruppenführer i. d. 3./Pi.Btl. 342, RK am 04.10.1944
178) Zierhofer, Karl; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 126, RK am 04.10.1944
179) Binnig, Otto; Ogefr. u. Melder i. d. 1./Gren.Rgt. 463, RK am 05.10.1944
180) Friedrich, Rudolf; Ogefr. u. stellv. Gruppenfhr. i. d. 9./Gren.Rgt. 361 (mot), RK am 06.10.1944
181) Maurer, Heinrich; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. Stabs-Kp./Pz.Gren.Rgt. 125, RK am 06.10.1944
182) Jerschke, Wilhelm; Stabsgefreiter u. Melder i. d. 2./Pz.Gren.Rgt. 12, RK am 07.12.1944
183) Holstein, Johann; Ogefr. u. Melder i. d. 2./Gren.Rgt. 698, RK am 16.10.1944
184) Lummel, Hans; Ogefr. u. Kp.-Trupp-Melder i. d. 1./Gren.Rgt. 333, RK am 16.10.1944
185) Geiger, Georg; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 10./Gren.Rgt. 19 „List“, RK am 20.10.1944
186) Rickert, Josef; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 12, RK am 20.10.1944
187) Fels, Konrad; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 7./Gren.Rgt. 23, RK am 23.10.1944
188) Thom, Walter; Ogefr. u. Rohrführer i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. 7, RK am 23.10.1944, posthum; gef. am 22.10.1944 in Litauen, nachträglich zum Feldwebel befördert
189) Weber, Franz; Ogefr. i. d. 8./Jg.Rgt. 28, RK am 28.10.1944
190) Peitsch, Herbert; Gefr. u. Gewehrgranatschütze i. d. 7./Fsch.Jg.Rgt. 6, RK 29.10.1944, posthum; im August 1944 in Frankreich an seiner Verwundung gestorben
191) Göstl, Erich; SS-Pz.Grenadier u. MG-Schütze 1 i. d. 6./SS-Pz.Gren.Rgt. 1 „LSSAH“, RK am 31.10.1944
192) Hocke, Franz-Rainer; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 7./Gren.Rgt. 200 (mot), RK am 05.11.1944, posthum; gef. am 20.10.1944 in Italien
193) Janz, Siegfried; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 1./Jg.Rgt. 42 (L), RK am 05.11.1944
194) Rosenheinrich, Hans; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 3. Gren.Rgt. 173, RK am 05.11.1944
195) Kotlowski, Franz; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 7./Gren.Rgt. 411, RK am 16.11.1944
196) Peter, Rudolf; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 2./Gren.Rgt. 307, RK am 16.11.1944
197) Strapatin, Stefan; SS-Rottenführer u. Fernsprecher i. d. II. niederl. SS-Freiw. Pz.Gren.Rgt. 49 „De Ruyter“, RK am 16.11.1944
198) Chmel, Max; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 8./Gren.Rgt. 200 (mot), RK am 18.11.1944
199) Eckstein, Fritz; SS-Rottenführer u. Richtschütze i. d. 1./SS-Pz.Jg.Abt. 12 „Hitlerjugend“, RK am 18.11.1944
200) Schormann, Wilhelm; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 74, RK am 18.11.1944, posthum; gef. am 16.10.1944 in Russland
201) Tummer, Heinrich; Ogefr. u. MG-Schütze 1 i. d. 13./Gren.Rgt. 19 „List“, RK am 18.11.1944
202) Kittel, Kurt; GrW.-Truppfhr. i. d. 5./Gren.Rgt. 88, RK am 29.11.1944
203) Schmied, Lorenz; Ogefr. u. Kompanitetruppführer i. d. 8./Geb.Jg.Rgt. 100, RK am 29.11.1944
204) Plapper, Albert; Gefr. u. Gruppenführer i. d. 4./Fsch.Pz.Gren.Rgt. 2 „HG“, RK am 30.11.1944; gef. am 28.01.1945 in Arnfelde/Ostpr.
205) Steets, Konrad; Gefr. u. Melder i. II./Fsch.Pz.Gren.Rgt. 2 „HG“, RK am 30.11.1944, posthum; gef. am 06.11.1944
206) Fink, Josef; Gebr. u. Gruppenführer i. Pz.Gren.Btl. 2106/Pz.Brig. „Feldherrnhalle“, RK am 09.12.1944
207) Fischer, Hans; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Geb.Jg.Rgt. 143, RK am 09.12.1944
208) Gerdts, Hans; Ogefr. u. Funker i. d. 3./Art.Rgt. 196, RK am 09.12.1944
209) Platta, Reinhold; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 1./Gren.Rgt. 309, RK am 12.12.1944
210) Brodowski, Heinrich; Ogefr. u. MG-Schütze i. d. 8.(MG)/Gren.Rgt. 386, RK am 18.12.1944
211) Büttner, Franz; Ogefr. i. d. 7./Gren.Rgt. 67, RK am 18.12.1944; gef. am 28.02.1945
212) Jeschke, Walter; SS-Kanonier u. Funktruppführer i. d. 5./SS-Freiw. Art.Rgt. 54 „Nederland“, RK am 18.12.1944; gef. im März 1945 in der Festung Breslau
213) Vischer, Kurt; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Jg.Rgt. 40 (L), später Pz.Gren.Rgt. 9, RK am 18.12.1944
214) Alber, Hermann; SS-Sturmmann u. Kp.-Truppmelder i. d. 9./SS-Pz.Gren.Rgt. „Hohenstaufen“, RK am 26.12.1944, posthum; gef. am 02.08.1944 a. d. Invasionsfront auf Höhe 176 westlich v. Montchauvet
215) Fiedler, Walter; Gefr. u. Fernsprecher i. d. Stabs-Bttr. II./Art.Rgt. 219, RK am 28.12.1944
216) Schwarm, Kurt; Ogefr. u.Kradmelder i. Stab/Pz.Gren.Rgt. 98, RK am 01.01.1945
217) Ertolitsch, Franz; Ogefr. u. MG-Schütze 1 i. d. 6./Pz.Gren.Rgt. 12, RK am 09.01.1945
218) Neumayr, Lorenz; Gefr. u. MG-Schütz i d. 1./Gren.Rgt. 755, RK am 14.01.1945
219) Attenberger, Franz-Xaver; Stabsgefr. u. Kraftfahrer i. d. 3./Art.Rgt. 114, RK am 21.01.1945
220) Badzong, Alfred; Gefr. u. MG-Schütze i. d. 1./Gren.Rgt. 273, RK am 05.02.1945
221) Jürgensen, Justus; Pionier i. d. 5./Pi.Bau u. Ers.Abt. 3 i. d. 391. Sich.Div., RK am 05.02.1945, posthum; gef. am 05.02.1945 bei einer Brückensprengung in Fürstenberg; Nennung i. Ehrenblatt d. deutschen Heeres v. 15.02.1945
222) Schuster, Karl; Ogefr. u. Richtschütze i. d. 8./Pz.Gren.Rgt. 126, RK am 05.02.1945
223) Schitthelm, Karl; Ogefr. u. Melder i. d. 6./Pz.Gren.Rgt. 66, RK am 07.02.1945
224) Audenrieth, Georg; Stabsgefr. u. Gruppenführer i. d. 3./Geb.Jg.Rgt. 99, RK am 10.02.1945
225) Ueltzhöfer, Eugen; Gefr. u. Kraftfahrer i. d. 3./Art.Lehr-Rgt. (mot) / Festung Schneidemühl, RK am 12.02.1945
226) Nowack, Günther; Hitlerjunge i. d. 1./Volkssturm-Btl. 301/Hindenburg (O.S.), i. d. KGr. „Trettin“, RK am 14.02.1945; für d. Abschuss v. 9 Panzern mit Panzerfaust. Verstorben 1945 in russ. Kriegsgefangenschaft.
227) Hoffend, Jakob; Volkssturmmann i. Raum Köln, Feuerwerker u. Bombenräumer i. Lg. VI Köln, RK am 18.02.1945
228) Rottensteiner, Johann; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. Stabs-Kp./Gren.Rgt. 353, RK am 18.02.1945
229) Schirner, Lothar; Gefr. u. Kanonier i. d. 19./Fsch.Pz.Flak-Rgt. „HG“, RK am 19.02.1945
230) Rademann, Emil; Gefr. u. Gruppenführer i. Fsch.Pi.Btl. 1 „HG“, RK am 23.02.1945
231) Einfalt, Johann; Ogefr. i. III./Jg.Rgt. 38, RK am 28.02.1945
232) Krappmann, Heinrich; Ogefr. u. Kanonier i. d. 19./Fsch.Pz.Flak-Rgt. „HG“, RK am 28.02.1945
233) Hintz, Erwin; Ogefr. u. Kdt. e. SPW i. d. 8./Pz.Gren.Rgt. 6 (gep.), RK am 11.03.1945
234) Jacobeit, Fritz; Gefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Füs.Rgt. 22, RK am 11.03.1945
235) Lohrey, Christian; Gefr. u. Kompanietruppmelder i. d. 3./Pz.Gren.Rgt. 41, RK am 11.03.1945
236) Schäfer, Rudi; Gefr. u. Gruppenführer i. II./Gren.Rgt. 1082, RK am 11.03.1945
237) Treptau, Max; Gefr. u. Pionier i. d. 3./Pz.Pi.Btl. 86, RK am 11.03.1945
238) Iwanek, Otto; Ogefr. u. Melder i. d. 2./Gren.Rgt. 45, RK am 17.03.1945
239) Nitsch, Hermann; Ogefr. u. VB-Funker i. d. 6./Art.Rgt. 11, RK am 17.03.1945
240) Weiß, Josef; Ogefr. u. Kompanietruppmelder i. d. 1./Gren.Rgt. 24, RK 23.03.1945
241) Wienrich, Arno; Stabsgefr. u. VB-Funker i. d. 2./Art.Rgt. 11, RK am 24.03.1945
242) Bachmann, Fritz; Ogefr. i. d. 1./Pz.Gren.Rgt. 7, RK am 05.04.1945
243) Laue, Hermann; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 9./Pz.Gren.Rgt. 76, RK am 05.04.1945, posthum; gef. am 24.03.1945
244) Rudler, Oskar; Gefr. u. Gruppenführer i. d. 3./Jg.Rgt. 229, RK am 05.04.1945
245) Bischof, Kurt; Ogefr. i. d. 5./Gren.Rgt. 337, RK am 14.04.1945
246) Lampart, Karl; Grenadier i. d. 5./Gren.Rgt. 587, RK am 14.04.1945
247) Mühlke, Günter; Gefr. u. Melder i. II./Gren.Rgt. 950, RK am 14.04.1945
248) Plein, Josef; Ogefr. u. Gruppenführer i. d. 6./Gren.Rgt. 545, RK am 14.04.1945; gef. am 20.04.1945 in Klettkau
(Danziger Bucht)
249) Hetzenauer, Matthäus; Gefr. u. Scharfschütze i. d. 7./Gren.Rgt. 144, RK am 17.04.1945
(Erfolgreichster Scharfschütze des Heeres!)
250) Krainz, Walter; Ogefr. i. III./Jg.Rgt. 75, RK am 17.04.1945
251) Jannes, Ewald; Ogefr. i. d. 9./Pz.Gren.Rgt. 28, RK am 30.04.1945
252) Kamski, Johann; Ogefr. i. d. 14.(Pz.Jg.)/Gren.Rgt. z.b.V. [vmtl. Sturm- o. Ausb.Rgt. Pz.AOK 1] der 1. Pz.Armee (HGr. Mitte), RK am 30.04.1945
253) Lange, (N.N.); SS-Sturmmann u. Gruppenführer i. d. 16.(Pi.)/SS-Pz.Gren.Rgt. 4 „Der Führer“, RK am 06.05.1945
254) Lorfing, Artur; Ogefr. i. d. 1./Gren.Rgt. 956, RK am 06.05.1945
255) Stützle, Nepomuk; Ogefr. i. d. Pz.Jg.Abt. „GD“, RK am 08.05.1945
256) Kuchar, Jakob; Gefr. i. d. 8./Jg.Rgt. 228, RK am 09.05.1945


Sumber :

Thursday, April 24, 2014

Album Foto 26. Infanterie-Division / 26. Volks-Grenadier-Division

Prajurit Jerman yang terluka dari 26. Infanterie-Division membopong Zugführer (Kepala Peleton) mereka ke tempat perawatan sementara di garis belakang, Front Timur tahun 1941. Sang Zugführer terluka parah oleh pecahan peluru artileri. Seragam dan celananya telah digunting untuk memudahkan perawatan dari luka-luka yang terutama mengenai kepala, dada dan kakinya. Korban di pihak Wehrmacht meningkat secara geometris seiring dengan makin sengitnya perang yang terjadi antara Jerman dan Rusia. "Trend" ini terus meningkat tanpa ampun sampai dengan hancurnya Nazi Jerman di tahun 1945

 
Josef Beckmann (pangkat terakhir Unteroffizier der Reserve) dianugerahi Ritterkreuz tanggal 7 September 1943 sebagai Obergefreiter dan Stab III.Bataillon/Füsilier-Regiment 39/26.Infanterie-Division. Dia juga mendapatkan empat buah lencana Panzervernichtungsabzeichen (tidak terlihat dalam foto penganugerahan Ritterkreuz di atas karena berada di lengan kanannya). Beckmann tertangkap oleh tentara Soviet di bulan juli 1944 selama berlangsungnya Ofensif Lublin-Brest dan baru dibebaskan tahun 1949

----------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)

Hauptmann Anton Becker (30 Mei 1915 - 13 Agustus 1995) bergabung dengan Infanterie-Regiment 77 pada tahun 1937 setelah menyelesaikan tugas wajibnya di RAD (Reichsarbeitsdienst). Pada saat Perang Dunia II pecah di bulan September 1939 s/d awal tahun 1940 dia bertugas menjaga perbatasan Jerman di garis pertahanan Siegfried (Westwall). Dalam kampanye militer melawan Prancis, Becker berposisi sebagai Zugführer (komandan peleton) dengan pangkat Leutnant der Reserve. Dia naik pangkat menjadi komandan kompi pada bulan Oktober 1941 saat Wehrmacht sedang sibuk merangsek Rusia dalam Unternehmen Barbarossa. Dia terluka berat dalam pertempuran di Orel pada tahun 1942 sehingga harus menjalani perawatan intensif sampai dengan tahun 1943. Setelah kembali bertugas di resimen lamanya, tak lama kemudian Becker diangkat sebagai Regimentsadjutant. Dalam posisi inilah dia memimpin sebuah Kampfgruppe (Grup Tempur) Jerman dalam pertempuran melawan tentara Amerika yang terkepung di Bastogne pada akhir tahun 1944. Ketika pasukan bantuan musuh datang, mereka berhasil dipukul mundur dengan menderita korban berat dan Becker tetap mempertahankan posisinya di Bonnerne-Villeraux sampai dengan tanggal 18 Januari 1945. Saat datang panggilan untuk mundur ke garis pertahanan baru di Rheinbreitenbach, Becker tetap memberikan perlawanan yang maksimal sehingga lawannya tetap tak mampu mematahkan perlawanan sang ajudan selama berminggu-minggu kemudian! Barulah ketika Jerman menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945, Becker dan unitnya menyerahkan diri sehari setelahnya. Atas prestasinya dalam Pertempuran Bulge, Anton Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 April 1945 sebagai Hauptmann dan Adjutant Grenadier-Regiment 77 / 26.Volks-Grenadier-Division / XXXIX.Armeekorps / 5.Panzerarmee / Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (28 Februari 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Agustus 1940) und I.Klasse (8 September 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (29 Oktober 1940); Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (16 Februari 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (22 Agustus 1942); serta Verwundetenabzeichen in Schwarz (8 September 1942)

----------------------------------------------------------------------

DKiGTRÄGER (PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD)
 
 Hauptmann Karl Schneider dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 8 Januari 1943 sebagai Oberleutnant dan Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 77 / 26.Infanterie-Division. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Komandan II.Bataillon / Grenadier-Regiment 982 / 272.Volksgrenadier-Division

Sumber :
Buku "Victory Was Beyond Their Grasp: With the 272nd Volks-Grenadier Division from the Huertgen Forest to the Heart of the Reich" karya Douglas E. Nash
www.talesofwar.tumblr.com

Foto Terluka Dalam Pertempuran (WIA, Wounded in Action)

Prajurit Jerman yang terluka dari 26. Infanterie-Division membopong Zugführer (Kepala Peleton) mereka ke tempat perawatan sementara di garis belakang, Front Timur tahun 1941. Sang Zugführer terluka parah oleh pecahan peluru artileri. Seragam dan celananya telah digunting untuk memudahkan perawatan dari luka-luka yang terutama mengenai kepala, dada dan kakinya. Korban di pihak Wehrmacht meningkat secara geometris seiring dengan makin sengitnya perang yang terjadi antara Jerman dan Rusia. "Trend" ini terus meningkat tanpa ampun sampai dengan hancurnya Nazi Jerman di tahun 1945


Dua orang Landser (prajurit Jerman) membantu rekan mereka yang terluka untuk menjauh dari medan pertempuran di pinggiran kota Stalingrad, September 1942. Luka di bahunya mendapatkan pertolongan pertama setelah dibalut menggunakan Verbandspäckchen (kasa perban). Kalau dia "beruntung", luka yang diderita si prajurit bisa digolongkan sebagai Heimatschuß (luka rumah) yang membuat dia berhak untuk diterbangkan ke tanah air Jerman demi mendapatkan perawatan lanjutan


 Unternehmen Schwarz, 20 Mei 1943: Para legiuner Kroasia yang merupakan anggota dari 369. (Kroatische) Infanterie-Division "Teufels-Division" dengan terburu-buru membawa rekan mereka yang terluka dalam pertempuran melawan pasukan Partisan Yugoslavia di lembah Ćehotina yang terletak di dekat Gradac (Pljevlja). Dengan dukungan penuh kekuatan udara, divisi yang anggotanya sebagian besar adalah sukarelawan Kroasia tersebut berhasil memukul mundur kekuatan musuh yang berasal dari 6. Istočnobosansku Brigadu (Brigade Bosnia Timur ke-6), 3. Dalmatinsku Brigadu (Brigade Dalmatia ke-3), dan 7. Banijsku Brigadu (Brigade Banija ke-7)



 Para Panzergrenadier dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" ramai-ramai menaiki panzer dalam kancah Pertempuran Prokhorovka yang merupakan bagian dari Pertempuran Kursk bulan Juli 1943. Foto oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel. Dalam pertempuran sengit antar tank yang berlangsung sehari penuh tersebut (12 Juli 1943), 5th Guards Tank Army Soviet yang berkekuatan 850 tank kehilangan lebih dari 400 tanknya yang menjadi korban tank-tank Jerman, sementara LSSAH sendiri mengklaim 192 tank musuh yang berhasil dihancurkan! Ketika mendapat laporan yang luar biasa tersebut, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Paul Hausser (Kommandierender General II. SS-Panzerkorps yang membawahi divisi SS LSSAH, Das Reich dan Totenkopf) tidak langsung mempercayainya dan menyuruh staffnya untuk menghitung sendiri jumlah tank Soviet yang berserakan menggunakan papan tulis dan kapur putih! Jumlah korban yang diderita oleh Waffen-SS di hari itu adalah 70-80 panzer, yang sebagian besar berasal dari SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" (yang kebagian tugas mempertahankan jembatan Psel), sementara SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" sendiri hanya kehilangan 11 panzer! Melihat jumlah kerugian massal yang diderita oleh Tentara Merah di hari itu bisa dibilang sebagai korban tank terbesar dalam satu hari dalam satu pertempuran di sepanjang kancah Perang Dunia II. Perbedaannya terletak pada cepatnya penggantian tank yang hancur oleh pihak Soviet, sementara untuk pihak Jerman tidak semudah itu sehingga setiap kehilangan yang diderita begitu terasa pengaruhnya


Para prajurit Jerman yang terluka dalam pertempuran di Barat dengan antusias menunggu kedatangan Führer mereka, Berlin tanggal 6 Juli 1940. Jenis luka mereka bermacam-macam: ada yang luka di kepala, mata, tangan, dan bahkan ada yang buntung. Sebagian dari mereka dengan bangga memajang medali di seragam, meskipun jumlahnya masih belum terlalu banyak. Kemungkinan besar audiensi antara Hitler dengan para prajuritnya ini diselenggarakan di pagi atau siang hari, karena sorenya sang Führer berangkat ke Münich untuk suatu keperluan


 Prajurit muda Heer yang terluka di Riga, Latvia, berpose sambil memamerkan perbannya, 1941/1942


 Prajurit Jerman yang terluka di kamp tawanan


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bandenkampf.blogspot.com
www.histomil.com 
www.stabswache-de-euros.blogspot.com
www.talesofwar.tumblr.com
www.yadvashem.org

Foto Berwarna Afrikakorps

 Sebagian besar personil dan perlengkapan milik Panzer-Regiment 5 (bagian dari 5. Leichte-Division) tiba di pelabuhan Tripoli, Libya, pada tanggal 10 Maret 1941, dimana mereka kemudian diturunkan dari kapal-kapal yang membawanya. Untuk tank sendiri, yang diturunkan di hari itu tercatat sebagai berikut: 25 buah Panzer I Ausf.A, 45 buah Panzer II Ausf.C, 61 buah Panzer III Ausf.G, 17 buah Panzer IV Ausf.D, 3 buah Panzerbefehlswagen I, dan 4 buah Panzerbefehlswagen III Ausf.E. Leutnant Joachim Schorm dari 6.Kompanie / II.Abteilung / Panzer-Regiment 5 menuliskan di buku hariannya akan kedatangannya untuk pertama kalinya di benua Afrika serta keadaan yang dijumpainya disana: "Kami memasuki pelabuhan di Tripoli. Akhirnya kami selamat sampai disini! Hanya terpaut 24 kilometer dari sini, ini nyata, satu buah kapal dagang Italia serta dua kapal tanker ditenggelamkan oleh kapal selam Sekutu. Di belakang Kolonel dan ajudan, aku meninggalkan Marburg pada pukul 13:00 dengan mendahului setengah anggota kompi ke-6. Suasana di dermaga begitu indah tak terlukiskan. Rommel dan perwira-perwira Jerman lainnya masih mengenakan seragam abu-abu lapangan Eropa, sementara anggota Luftwaffe sudah dibalut baju dan celana pendek berwarna khaki. Bagaimana dengan pasukan Italia? Mereka mengenakan seragam apa saja yang bisa mereka temukan!" Foto ini memperlihatkan Panzer-Panzer III Ausf.G yang sedang diturunkan dari kapal pengangkut yang membawanya. Tank jenis ini dipersenjatai dengan meriam L/42 kaliber 50mm, dan mempunyai tambahan ventilator turet yang dipasang di bagian atas kubah, persis di depan cupola. Selain itu, tank-tank dari jenis Panzer III Ausf.G juga telah dilengkapi dengan cupola jenis baru yang berbeda dari versi sebelumnya. Di sebelah tengah dan atas kita bisa melihat truk-truk transport Wehrmacht dari jenis Le.gl. Einheits LKW (leichter geländegängiger Lastkraftwagen) 6x6 "Einheitsdiesel” kapasitas 2,5 ton yang sedang mengangkut perbekalan


  Dua orang prajurit DAK (Deutsches Afrikakorps) terlihat sedang memakan ransum mereka di medan perang Afrika Utara. Masalah jatah makanan seperti ini harus lah mendapat penanganan yang serius dari seksi suplai dan perbekalan Wehrmacht, karena tidak hanya berkaitan dengan sekedar memindahkan makanan Eropa lalu memakannya di tempat tropis. Iklim yang panas akan membuat sebagian besar "kudapan bule" tersebut menjadi cepat basi, sehingga makanan-makanan semacam kentang dan roti terpaksa harus digantikan dengan roti hitam terbungkus karton serta kacang polong dan makanan kaleng lainnya. Beras juga sebenarnya ikut dibagikan sebagai jatah, meskipun makanan utamanya tetap lah roti Kommisbrot Jerman ataupun Maisbrot Italia yang dilapisi oleh minyak zaitun sebagai pengganti mentega (karena yang disebut terakhir ini akan cepat memuai di tengah panas yang menyengat). Pada prakteknya, kombinasi roti dan zaitun kurang disukai oleh pasukan Jerman maupun Italia karena rasanya yang dianggap "aneh". Jatah minyak zaitun tentara Axis biasanya dibungkus dalam kaleng produksi Italia bertuliskan AM, yang merupakan singkatan dari "Administrazione Militare" (Administrasi Militer). Bagi prajurit-prajurit Jerman, singkatan tersebut sering diartikan secara bercanda sebagai "Alte Mann" (Orang Tua), sementara rekan seperjuangan mereka dari Italia secara bisik-bisik menyebutnya sebagai "Asinus Mussolini" (Pantat Mussolini) karena rasa hambar dan baunya yang tengik, sementara sebagian lainnya - lebih sadis lagi - menamainya sebagai "Arabio Morte" (Mayat Orang Arab)! Kaleng-kaleng makanan hasil rampasan dari Inggris yang berisi daging kornet, roti putih, selai, biskuit dan buah kalengan dianggap sebagai sebuah makanan mewah karena begitu sulit untuk mendapatkannya, dan merupakan sebuah tambahan yang didamba-dambakan oleh prajurit-prajurit Afrikakorps di luar jatah ransum mereka yang monoton. Konyolnya, tentara-tentara Inggris sendiri menganggap bahwa ransum mereka kurang menarik dan lebih menyukai jatah makanan milik musuh mereka Jerman! Di luar dari makanan kaleng, terkadang pasukan Jerman menikmati daging segar yang berasal dari sembelihan kambing atau babi. Jenis makanan satu ini terbilang sulit didapatkan karena persediaannya yang terbatas dan, yang lebih penting lagi, menyimpannya tak bisa lama-lama. Dari semuanya, komoditas paling penting di wilayah gurun pasir tentunya adalah air. Karena sangat vital dalam menyambung kehidupan dan membuat kendaraan perang tetap bergerak, maka sangat penting untuk membawanya kemanapun dalam jumlah yang memadai. Untuk mengakomodasinya, maka tentara Jerman menggunakan kontainer khusus yang dijuluki orang-orang Inggris sebagai "Jerrycan" (Kaleng Jerman), dan yang kemudian menyebar penggunaannya di Indonesia dengan nama yang hampir sama: "jerigen". Satu jerigen rata-rata mampu menampung 17 liter air, bahan bakar atau oli, dan penampung versi Jerman dianggap lebih baik kualitasnya dibandingkan kaleng minyak Inggris yang rentan bocor. Untuk membedakan apakah jerigen tersebut diisi air atau minyak, maka pasukan Afrikakorps secara khusus menandai kaleng air mereka dengan "X" putih besar. Tanda ini sekaligus membuat tentara-tentara Hitler tidak salah saat harus menuang air atau minyak ke jerigen kosong yang tersedia, karena apabila terjadi kesalahan semacam itu maka airnya pun akan terbuang karena tak dapat diminum (sebuah pelajaran berharga yang baru ditemukan oleh pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Kongo pada tahun 1960-an!)


 Seorang prajurit Afrikakorps dengan tropenhelm berdiri di depan makam temannya. Salah satu dari begitu banyak tempat peristirahatan terakhir tentara Jerman yang bertempur di gurun pasir Afrika Utara, beribu kilometer jauhnya dari tempat asal mereka



  Prajurit Panzergrenadier Afrikakorps dari Schützen-Regiment 115 / 15.Panzer-Division bersiaga dengan senapan mesin MG34 di lubang pertahanan mereka selama berlangsungnya Unternehmen Skorpion (Operasi Kalajengking). Mereka merupakan bagian dari Kampfgruppe von Herff yang dikomandani oleh Oberst Maximilian von Herff. Unternehmen Skorpion, yang berlangsung tanggal 26-27 Mei 1941, adalah operasi militer yang dilancarkan oleh Pasukan Poros di bawah pimpinan Oberst Herff melawan pasukan Inggris dibawah pimpinan Lieutenant-General William "Strafer" Gott. Sebuah serangan balasan dilancarkan terhadap posisi Inggris di Celah Halfaya yang terletak di barat-laut Mesir - yang sebelumnya telah diduduki selama berlangsungnya Operation Brevity (15-16 Mei 1941). Skorpion adalah ofensif militer kedua yang dilakukan oleh Rommel setelah kedatangannya di medan perang Afrika Utara (diluar Pengepungan Tobruk), dan pengusiran Inggris keluar dari Celah Halfaya, berlanjut sampai ke wilayah Buq Buq dan Sofafi. Setelah celah strategis tersebut berhasil dikuasai, pihak Jerman dan Italia memperkuatnya dengan banyak posisi pertahanan dan jebakan tank yang menyebar sampai ke Sidi Azeiz, sebagai persiapan untuk menghadapi serangan balasan Inggris yang diperkirakan akan terjadi tak lama setelahnya. Perkiraan tersebut terbukti, dan Inggris melancarkan Operation Battleaxe (15-17 Juni 1941), yang berakhir dengan kegagalan dan membuat Panglima pasukan Inggris di Timur Tengah, Jenderal Sir Archibald Wavell, dipecat dari jabatannya


 Pemakaman para prajurit Afrikakorps Jerman (Deutscher Soldatenfriedhof) di "Weißen" (Rumah Putih) dekat Tobruk, Libya, Juni 1941. Setelah pengepungan yang memakan waktu berbulan-bulan, bisa dipastikan bahwa jumlah makam yang berada di tempat tersebut akan semakin bertambah! Foto oleh Fritz Sturm


  Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku keluaran tahun 1943 yang berjudul "Balkenkreuz Über Wüstensand: Falbbirderwerk des Deutschen Afrikakorps" (Salib Balkan di Atas Pasir Gurun: Buku Gambar Berwarna dari Afrikakorps Jerman) karya Gerhard Stalling. Dia memperlihatkan seorang perwira Luftwaffe dengan pangkat Oberleutnant sedang bermain kartu di padang pasir Afrika Utara sambil merokok. Cukup ironis mengingat bahwa dia sebenarnya adalah seorang petugas medis yang berhubungan erat dengan kesehatan (perhatikan simbol ular kadut melilit tongkat di schulterklappen-nya)! Untuk seorang perwira medis (Sanitätsoffizier), pangkat yang setara dengan Oberleutnant (Letnant Satu) adalah Oberarzt. Tampaknya dia telah ikut dalam aksi pertempuran, yang terlihat dari pita Eisernes Kreuz II.Klasse di kancing seragamnya. Dia juga mengenakan "knautschmütze" (crusher cap) versi Luftwaffe, yang pada dasarnya adalah schirmmütze (visor cap) yang diremas sampai lemas (pikirannya jangan kemana-mana!)


 Panzer III milik Afrikakorps menderu membelah gurun pasir Barat dalam peperangan melawan Inggris. Ketika pasukan Jerman pertama tiba di Afrika Utara bulan Maret 1941, mereka dilengkapi dengan Panzer II dan III, dengan yang terakhir kebanyakan berasal dari tipe Ausf.F dan Ausf.G. Karena kurangnya tambahan panzer-panzer baru sampai dengan dimulainya kampanye di Tunisia tahun 1943, maka Erwin Rommel hanya dapat mengandalkan panzer-panzer mediumnya di sepanjang pertempuran di Afrika dari tahun 1941 sampai awal tahun 1943



Suasana bongkar muat mesin-mesin perang pihak Poros di sebuah pelabuhan Italia di Libya (kemungkinan Benghazi atau Tripoli) saat gerak maju pasukan Jerman ke Mesir tahun 1941. Kapal di latar belakang yang bergaris-garis kemungkinan adalah kapal penjelajah pembantu Italia "Citta Tu Tunisi" yang selalu berlayar dengan setidaknya salah satu dari tiga kapal saudarinya (Viktoria, Esperia dan Marco Polo), dan bisa dibedakan dari satu cerobong asap yang menempel di badannya dibandingkan dengan dua milik tiga kapal yang lain



Suasana bongkar muat mesin-mesin perang pihak Poros di sebuah pelabuhan Italia di Libya (kemungkinan Benghazi atau Tripoli) saat gerak maju pasukan Jerman ke Mesir tahun 1941. Truk di sebelah kiri berasal dari jenis Lancia 3 Ro; yang di tengah terlalu sulit untuk dikatakan; sementara di ujung kanan kemungkinan sebuah FIAT dari seri 634. Yang jelas semuanya adalah kendaraan produksi Italia


 Suasana di sebuah pelabuhan Italia di Libya (kemungkinan Benghazi atau Tripoli) saat gerak maju pasukan Jerman ke Mesir tahun 1941. Mobil di kiri berasal dari jenis Opel Olympia (OL 38), sementara truk di kanan adalah Fiat 508 C Militare, yang merupakan versi militer dari Balilla 1100 (produksi Italia punya). Entahlah bagaimana perasaan prajurit Afrikakorps satu ini, apakah grogi, bangga, atau ngeri, karena yang menjepretkan kamera tidak lain tidak bukan adalah panglimanya sendiri, Erwin Rommel!


Foto berwarna ini diambil oleh Generalfeldmarschall Erwin Rommel dar atas pesawat Heinkel He 111 dan memperlihatkan suasana sebuah lapangan udara sederhana milik pihak Poros di Afrika Utara tahun 1941. Di latar belakang kita bisa melihat pesawat-pesawat milik Regia Aeronautica Italiana (Angkatan Udara Italia) sedang diparkir, yang terlihat dari salib putih di badannya. Kemungkinan pesawat-pesawat tersebut berasal dari jenis Sparviero atau CANT Z1007 bis (versi ekor ganda)


Awak Flak Afrikakorps di gurun Afrika Utara tahun 1941. Senjata anti pesawat udara yang terdapat dalam foto ini berasal dari jenis FlaK (Flugabwehrkanone) 38 yang mempunyai kaliber 20mm. Flak 38 sendiri merupakan jenis Flak yang paling banyak diproduksi dan paling banyak juga variannya (paling populer adalah Flakvierling 38 yang mengkombinasikan empat buah Flak 38 ke dalam satu buah senjata terpadu)


Padang pasir Afrika Utara di masa gerak maju Rommel ke Mesir tahun 1941. Di latar depan kita bisa melihat tenda dari kain zeltbahn, sementara di latar belakang tampaknya sebuah mobil milik unit medis (Sanitäter)



Mesin-mesin perang Jerman di padang pasir Afrika Utara. Foto ini diambil oleh Jenderal Erwin Rommel, panglima Afrikakorps, saat dia sedang melakukan pengintaian udara di front depan menggunakan pesawat ringan Fieseler Fi 156 "Storch"



Pesawat transport ringan Fieseler Fi 156 "Storch" ini digunakan oleh Jenderal Erwin Rommel di Afrika Utara. Sang Rubah Gurun mempunyai kebiasaan untuk naik ke pesawatnya dan kemudian terbang ke front pertempuran untuk dapat lebih melihat situasi dengan mata dan kepala sendiri. Beberapa Storch pernah digunakannya untuk tugas tersebut: 5F+YK, CB+TL, SF+RL, dan ??+XL. Foto ini diambil oleh Erwin Rommel sendiri dalam kampanyenya di tahun 1941



Foto ini memperlihatkan sebuah Marinefährprahm Jerman (atau Motozattera Italia) yang sedang berlabuh di sebuah pelabuhan di Afrika Utara (kemungkinan Benghazi atau Tripoli). Penutup kompartemennya yang terbuat dari baja bergelombang dalam keadaan terbuka di bagian haluan. Marinefährprahm (MFP) atau "bargas angkut laut" adalah kapal pendarat terbesar yang dioperasikan oleh Kriegsmarine Jerman dalam Perang Dunia II. Dia mempunyai beragam fungsi seperti alat transportasi, penanam ranjau, pengawal, gunboat dan sebagainya, dan bertugas mulai dari perairan Mediterania, Baltik, Laut Hitam, Selat Inggris, sampai pantai Norwegia. Pertama dikembangkan untuk rencana invasi ke Inggris (Unternehmen Seelöwe), generasi pertama kapal jenis ini pertama kali bertugas tanggal 16 April 1941 dan ketika perang berakhir di bulan Mei 1945 telah dibuat sebanyak 700 buah. Sumber-sumber Sekutu biasa menyebut kapal dari jenis ini sebagai "Flak Lighter" atau "F-lighter". Foto di atas diambil oleh Jenderal Erwin Rommel dalam kampanye di Afrika Utara tahun 1941



Sebuah unit pengintai kecil Afrikakorps sedang berpatroli di padang tandus Afrika Utara demi melihat tanda-tanda keberadaan pasukan Inggris. Mereka menggunakan ranpur Sonderkraftfahrzeug 250 (Sd.Kfz.250) dan mobil staff Horch Kfz.15 (Kraftfahrzeug 15) sebagai tunggangan utamanya. Foto diambil oleh Jenderal Erwin Rommel dalam kampanye militer Jerman tahun 1941



 Prajurit penjaga Afrikakorps sedang bertugas di balik kawat berduri sambil matanya memperhatikan ke sekeliling gurun yang seakan tidak berbatas. Dia memakai paduan celana pendek, seragam tropis, tropenhelm serta kacamata anti debu. Foto diambil oleh Jenderal Erwin Rommel dalam kampanye militer Jerman tahun 1941



Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabes Panzergruppe "Afrika") berpose di tengah padang rumput berbunga Afrika saat komandannya, General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika"), menjepretkan kamera. Foto diambil saat kampanye Afrikakorps akhir 1941/awal 1942. Pada awalnya Gause dikirim ke Afrika bersama staff yang besar oleh Oberkommando des Heeres (OKH) untuk bertindak sebagai perwira penghubung dengan Komando Tinggi Italia, Comando Supremo. Dia mendapat pesan khusus untuk tidak menempatkan dirinya di bawah komando Erwin Rommel, tapi kemudian malah melakukan hal tersebut ketika diberitahu oleh pemimpin Afrikakorps tersebut bahwa tanggungjawab pimpinan pasukan Poros di Afrika telah diserahkan ke Rommel sendiri. Ini tentu saja akal-akalan Sang Rubah Gurun semata, tapi kemudian Gause tunduk pada perintah Rommel dan malahan bertindak sebagai kepala staffnya. Dia ternyata terbukti sangat berguna bagi sang komandan gurun terkemuka, yang punya kebiasaan mengarahkan pasukannya langsung dari front dan berkali-kali kehilangan kontak dengan staffnya sendiri selama berlangsungnya operasi militer!



Pesawat Luftwaffe di atas dataran Afrika Utara. Pinggiran putih di sekeliling "genangan air" di bawah mengindikasikan bahwa mereka adalah garam di danau air asin! Setelah saya cari melalui Google, ternyata terdapat danau seperti itu yang berada di Tunisia tengah. Foto diambil oleh Jenderal Erwin Rommel dalam kampanye militer Jerman di Afrika Utara (1941-1943)





Foto-foto lain di Afrika Utara yang diambil oleh Jenderal Erwin Rommel. Sang Rubah Gurun memang mempunyai hobi fotografi dan selalu menyempatkan diri untuk membawa kamera Leica kesayangannya kemana-mana saat bertugas! Obyek fotonya bermacam-macam, tapi umumnya memperlihatkan kegiatan anakbuahnya saat off dari pertempuran. Sebanyak 169 foto berwarnanya tersimpan di NARA (National Archives) Amerika dan sebagiannya bisa kita lihat disini


Seorang  prajurit DAK (Deutsches Afrikakorps) bersiap-siap mengenakan sepatunya sambil duduk di feldbett (kasur lapangan), sementara rekannya masih terbungkus selimut terlelap dalam mimpi. Di dekatnya terparkir sebuah Kübelwagen dengan nomor polisi WH (Wehrmacht Heer) 936769. Feldbett-feldbett ini kemungkinan merupakan barang hasil "pembebasan" dari tangan Sekutu karena bentuknya sedikit berbeda dibandingkan dengan feldbett standar yang biasa digunakan oleh Wehrmacht - kemungkinan adalah buatan Amerika Serikat


Panzer IV Jerman bergerak melintasi sebuah Bren gun carrier Inggris yang sudah di-KO dalam salah satu pertempuran di Afrika Utara. Unit-unit panzer Jerman melaju kencang di Front Afrika selama bulan Mei-Juni 1942, tapi kehilangan besar yang mereka derita dalam pertempuran tanpa henti sedikit demi sedikit menggerogoti kemampuan tempur mereka dan pada akhirnya, di bulan Juli 1942, pasukan Rommel terhenti di El Alamein


 Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) mengkonsultasikan sebuah peta bersama dengan Generalmajor Stefan Fröhlich yang, sebagai seorang Fliegerführer Afrika, memimpin dukungan udara terhadap Afrikakorps Jerman dalam kampanye musim dingin tahun 1941/1942. Rommel seringkali memindahkan markasnya secara mendadak selama berlangsungnya ofensif karena dia percaya penuh bahwa seorang komandan harus selalu dekat dengan front depan pertempuran agar bisa bereaksi secara cepat terhadap perubahan apapun yang terjadi di tengah kancah peperangan. Foto di atas pertama kali dipublikasikan tahun 1943 dalam buku "Balkenkreuz Über Wüstensand" (Salib Balkan di atas Padang Pasir) terbitan Gerhard Stalling Verlag


Seorang perwira Luftwaffe berpangkat Oberleutnant sedang menawar sesuatu yang tampaknya sebuah buah lokal pada pedagang Arab kulit hitam di Afrika Utara. Foto ini merupakan hasil jepretan dari Kriegsberichter Sturm dan diambil dari majalah "Signal" edisi nomor 12/41. Caption aslinya berbunyi: "Di wilayah lain Mediterania"


Dari kiri ke kanan: Generalmajor Ernst Schnarrenberger, Kommandant für das rückwärtige Armeegebiet 556 (Korück 556), dan Oberst Gerhard Müller, Kommandeur Panzer-Regiment 5 / 21.Panzer-Division. Schnarrenberger mengenakan Ärmelstreifen AFRIKAKORPS. Disini kita bisa melihat perpaduan warna seragam yang berbeda meskipun sama-sama disebut sebagai "tropen-uniform" (seragam tropis): Schnarrenberger mengenakan seragam warna coklat sementara Müller mengenakan seragam tropis coklat muda dengan insignia Heer dan pin Totenkopf Panzertruppen metalik di kerah yang dipadukan dengan tropen-hose (celana tropis) Luftwaffe. Selain itu, Leutnant Panzertruppen di kiri mengenakan seragam dengan warna yang lebih pudar dipadukan dengan Feldmütze M36 (Schiffchen) Panzer hitam. Jangan lupakan pula dua orang sisanya yang mengenakan seragam hijau zaitun. Disini kita bisa dengan jelas melihat bahwa tangan kiri Müller buntung. Dia kehilangan tangannya karena diamputasi tanggal 29 Juni 1941 setelah terluka dalam pertempuran di Rusia sebagai Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 33


  Dua orang prajurit Afrikakorps sedang "ngendon" sambil telanjang dada didalam lindungan jaring kamuflase di Afrika Utara, tahun 1942. Seperti kekuatan militer lainnya, pihak Wehrmacht mengerti betul bahwa menyembunyikan mesin perang dan markas mereka dalam peperangan ofensif maupun defensif dapat menambah kemungkinan untuk selamat dalam peperangan tersebut. Sebagai tambahan dari kamuflase cat yang ditempelkan di mesin perang, mereka juga tidak segan-segan menggunakan daun dan ranting, kanvas, serta jaring untuk lebih membuatnya menjadi tidak terlihat di mata musuh sekaligus menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Ketika peperangan semakin tidak menguntungkan bagi pihak Jerman, penggunaan kamuflase semacam ini menjadi lebih dominan lagi. Unit-unit yang bergerak mundur seringkali memotong dahan dan ranting lalu meninggalkannya setelah dipakai agar dapat membantu unit lainnya dalam memanfaatkan sarana kamuflase yang sama. Dalam beberapa kesempatan, para prajurit juga kadangkala menambahkan lapisan tipis lumpur atau salju untuk lebih menambah fungsi penyatuan dengan alam sekitarnya. Foto diatas dibuat oleh Reinhard Schultz


  Prajurit-prajurit Luftwaffe berkumpul di rongsokan pesawat pemburu Lockheed P-38 Lightning "ES-J" Amerika yang terbakar setelah ditembak jatuh di atas Tunisia, awal tahun 1943. Pesawat tersebut berasal dari 48th Fighter-Squadron / 14th Fighter Group USAAF, sementara foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL edisi bulan Mei 1943. Operation Torch (invasi Sekutu di barat-laut Afrika) adalah operasi besar pertama yang melibatkan Amerika dan Inggris dalam Perang Dunia II. Ajang ini juga menjadi pentas pertama unit-unit pemburu P-38 USAAF melawan pilot-pilot Luftwaffe (sebelumnya satu-satunya "pengalaman" pilot Amerika melawan pesawat Jerman berasal dari ujicoba penerbangan menghadapi pesawat Focke-Wulf Fw 190 hasil rampasan). Dua Fighter Group yang dilengkapi dengan P-38 - 1st FG dan 14th FG - diterjunkan untuk Operation Torch, dengan grup ketiga (78th FG) disimpan sebagai cadangan di tanah Inggris. 1st dan 14th tidak ikut ambil bagian dalam pendaratan pertama pada tanggal 8 November 1942, dan 14th FG bahkan belum mulai beroperasi sampai dengan tanggal 11 November 1943. Pada awalnya mereka berpangkalan di Aljazair barat sebagai bagian dari Central Task Force yang menduduki Oran, tapi kemudian di hari-hari selanjutnya mereka berpindah ke arah timur seiring dengan makin meningkatnya kekuatan Jerman di Tunisia. Selama dua bulan berikutnya, 14th FG melaksanakan beragam misi serang-darat, pengawalan bomber, dan penyergapan musuh di udara. Selama periode ini pula 14th FG menderita banyak korban dalam menghadapi pilot-pilot Luftwaffe yang telah berpengalaman. Dari bulan November 1942 s/d 28 januari 1943 14th FG kehilangan 32 orang pilotnya (dari kekuatan awal sebanyak 54 orang) dan hanya menyisakan tujuh pesawat yang masih bisa digunakan! Di lain pihak, mereka sendiri mengklaim 62 kemenangan udara. Meskipun Front Afrika diberi prioritas pertama oleh militer Amerika untuk mendapatkan suplai P-38 terbaru, tapi tetap tidak bisa menutup kerugian yang diderita sehingga akhirnya pada tanggal 28 Januari 1943 14th FG ditarik dari front dan digantikan oleh 82nd FG yang juga dilengkapi dengan pesawat-pesawat P-38


 Tentara Afrikakorps Jerman menerima pembagian jatah air minum di kamp tawanan perang yang dikontrol oleh Sekutu di Lembah El Guettar, Tunisia, tahun 1943. Pada bulan Februari 1943 pihak Poros meluncurkan serangan balasan besar terhadap US II Corps di barat-daya Tunisia. Manuver balasan 1st Armored Division tanggal 16 dan 17 Februari malah berujung pada kehancuran total dan divisi tersebut kehilangan dua dari batalyon tanknya serta 2.500 prajuritnya yang ditawan! Setelah 22 hari terlibat dalam pertempuran sengit, tentara Amerika direorganisasi ulang dan naiklah Jenderal George S. Patton ke tampuk pimpinan. Di bawah pimpinan jenderal baru yang enerjik ini 1st Armored Division dan 1st Infantry Division mendapatkan kembali semangat ofensifnya, sementara 9th Infantry Division bermetamorfosis dari unit yang masih hijau dan tak berpengalaman menjadi unit tahan-banting serta bisa diandalkan dalam pertempuran. Pertempuran El Guettar sendiri berlangsung antara elemen-elemen Heeresgruppe Afrika dibawah pimpinan Generaloberst Hans-Jürgen von Arnim - bersama dengan pasukan Italia dibawah komando Giovanni Messe - melawan US II Corps dibawah Lieutenant General George S. Patton. Pertempuran ini tercatat sebagai pertempuran pertama dimana pasukan Amerika berhasil mengalahkan unit-unit panzer Jerman yang lebih berpengalaman, meskipun pertempuran yang mengikutinya kemudian tidaklah menentukan. Foto ini diambil oleh fotografer LIFE Eliot Elisofon



 Foto jepretan Hugo Jaeger ini memperlihatkan para tawanan perang Jerman (kebanyakan bekas anggota Afrikakorps) hasil repatriasi yang baru tiba di negara mereka setelah menjalani proses pertukaran tawanan perang dengan Inggris, 1943. Konvensi Jenewa memberikan ketentuan tentang repatriasi (pemulangan kembali) semua tawanan perang bahkan saat permusuhan masih berlangsung. Pada tahun 1939-1945 ketentuan ini hanya berlaku bagi tawanan yang menderita sakit atau cacat. Mayoritas dari 40.000 orang prajurit Inggris - yang ditawan oleh Jerman antara tahun 1939 dan 1940 - baru mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam program pertukaran tawanan perang hanya setelah ratusan ribu prajurit Poros digaruk oleh Sekutu di Tunisia bulan Mei 1943. Negosiasi untuk hal ini sendiri sebenarnya telah diusahakan oleh Palang Merah Internasional dari akhir tahun 1940, hanya saja belum menemukan momentumnya yang tepat seperti tahun 1943. Pertukaran tawanan pertama antara kedua negara berlangsung bulan Oktober 1943



Sumber :
Buku "Kill Rommel! Operation Flipper 1941" karya Gavin Mortimer
Foto koleksi NARA (National Archive)