Sunday, February 9, 2020
Foto Turki dalam Perang Dunia II
Tiga
orang perwira tinggi Wehrmacht yang menjadi atase militer Jerman di
Ankara (Turki) terlihat sedang asyik menonton parade militer Angkatan
Bersenjata Turki dalam rangka peringatan "Cumhuriyet Bayramı" (Hari
Republik), pada tanggal 29 Oktober 1942. Dari kiri ke kanan:
Generalmajor Hans Rohde (Militärattaché), Vizeadmiral Ralf von der
Marwitz (Marineattaché), dan Oberst Erich Morell (Luftattaché)
Sumber :
www.de.metapedia.org
Wednesday, February 5, 2020
Foto Sonderabteilung Einsatz R (Abteilung R)
SS-Oberscharführer
Paul Bredow (31 Desember 1903 - Desember 1945) dari Sonderabteilung
Einsatz R (disingkat: Abteilung R) mengenakan jaket kamuflase Telo
Mimetico M29 buatan Italia. Di kepalanya dia memakai stahlhelm dengan
tambahan Augenschützer 42 alias gogel pelindung debu. Senapan mesin yang
berada dalam pangkuannya bukanlah buatan Jerman, melainkan sebuah
Pistolet maszynowy wz. 39 Mors buatan Polandia. Foto ini sendiri
kemungkinan besar diambil di Trieste, Italia, yang menjadi wilayah
operasional unit tempat Bredow bergabung dari tahun 1943 s/d 1945
Sumber :
www.de.wikipedia.org
Monday, February 3, 2020
Foto 12. Feld-Division (Luftwaffe)
Pada tanggal 29 Mei 1944, General der Infanterie Hans Gollnick (Kommandierender General XXVIII. Armeekorps) melakukan kunjungan ke markas 12. Feld-Division (Luftwaffe) di Wasserburg dekat Pleskau, Uni Soviet (20 kilometer dari perbatasan dengan Estonia), untuk melakukan inspeksi sekaligus memberi selamat kepada divisi lapangan Luftwaffe tersebut yang telah berhasil mematahkan serangan Tentara Merah satu bulan sebelumnya. Foto koleksi pribadi dari Akira Takiguchi ini memperlihatkan saat Jenderal Gollnick - yang bertubuh mungil untuk ukuran Eropa - beramah-tamah dengan para staff divisi, yang terdiri dari campuran perwira Heer dan Luftwaffe. Ikut menemaninya berkeliling adalah Generalmajor Hans Schittnig (Kommandeur 12. Feld-Division), sementara dua orang Divisionsstab yang bisa dikenali adalah Major Heinrich Seidel (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. Feld-Division) dan Major Zimmer (jabatan tidak diketahui). Pada saat foto ini diambil, 12.Feld-Division (L) berada di bawah garis komando XXVIII.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord
-----------------------------------------------------------------------------------
DKiGTRÄGER (PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD)
Oberst der Reserve Dr. Heinrich Fronmüller (18 Agustus 1891 - September 1966) dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 2 Mei 1944 sebagai Oberst d.R. dan Kommandeur Artillerie-Regiment 12 / 12.Feld-Division (Luftwaffe). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichenungen; serta 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse
Sumber :
www.forum.axishistory.com
Sunday, February 2, 2020
Foto Führerbegleitkommando (FBK), Unit Bodyguard Hitler
Foto hasil jepretan Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Hitler yang berfoto bersama dengan para pengawal terpercayanya, yang berasal dari Führerbegleitkommando (FBK), di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg (Prusia Timur), musim dingin tahun 1942-43. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer August Körber (27 Januari 1905 - 1983. Nomor keanggotaan SS: 5887), SS-Obersturmführer Adolf Dirr (14 Februari 1907 - ???. Nomor keanggotaan SS: 54958), SS-Sturmbannführer Erich Kempka (16 September 1910 - 24 Januari 1975. Nomor keanggotaan SS: 2803), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Sturmbannführer Bruno Gesche (5 November 1905 - 27 Desember 1967. Nomor keanggotaan SS: 1093), dan SS-Hauptsturmführer Franz Schädle (19 November 1906 - 1 Mei 1945. Nomor keanggotaan SS: 2605). Para perwira SS yang bersama Hitler dalam foto ini adalah lima dari delapan anggota pertama SS-Begleitkommando. Tiga anggota lainnya - Bodo Gelzenleuchter (15 Mei 1905 - ???. Nomor keanggotaan SS: 1029), Willi Herzberger (11 Juli 1895 - ???. Nomor keanggotaan SS: 4995) dan Kurt Gildisch (2 Maret 1904 - 1953. Nomor keanggotaan SS: 13138) - telah keluar dari pekerjaan mereka dari tahun 1933-34
Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.markfelton.co.uk
Friday, January 31, 2020
Foto RSD (Reichssicherheitsdienst), Unit Pengaman Pribadi Hitler
Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Chef der Reichssicherheitsdienst), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher fahrer Führer und Reichskanzler), SS-Sturmbannführer Adolf Dirr (Stellvertreter Chef der Führerbegleitkommando), SS-Hauptsturmführer Franz Schädle (anggota Führerbegleitkommando), SS-Obersturmführer tak dikenal dari Reichssicherheitsdienst, dan SS-Obersturmführer Peter Högl (anggota Führerbegleitkommando)
Führerhauptquartier Wolfsschanze di Rastenburg, Prusia Timur, tanggal 20 April 1942. Para perwira dari satuan pengawal pribadi Hitler memberi ucapan selamat kepada pemimpin mereka yang berulangtahun ke-53 di hari itu. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Chef Reichssicherheitsdienst), SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher fahrer Führer und Reichskanzler), SS-Sturmbannführer Peter Högl (bersalaman dengan Hitler, Stellvertretender Chef Reichssicherheitsdienst), dan dua orang perwira lain yang tak dikenal. Di latar belakang kita bisa melihat deretan ajudan Hitler yang lainnya, dari kiri ke kanan: Generalmajor Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), Major Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Major Nikolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)
Führerhauptquartier Wolfsschanze di Rastenburg, Prusia Timur, tanggal 20 April 1942. Para perwira dari satuan pengawal pribadi Hitler memberi ucapan selamat kepada pemimpin mereka yang berulangtahun ke-53 di hari itu. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Chef Reichssicherheitsdienst), SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher fahrer Führer und Reichskanzler), SS-Sturmbannführer Peter Högl (bersalaman dengan Hitler, Stellvertretender Chef Reichssicherheitsdienst), dan dua orang perwira lain yang tak dikenal. Di latar belakang kita bisa melihat deretan ajudan Hitler yang lainnya, dari kiri ke kanan: Generalmajor Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), Major Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Major Nikolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)
Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.gettyimages.com
Sunday, January 26, 2020
Video Perang Dunia II dari Channel YouTube BLITZKRIEG
BLITZKRIEG adalah salah satu channel favorit saya di YouTube, yang banyak menyediakan video-video asli zaman Perang Dunia II (khususnya Nazi Jerman) yang telah diwarnai
-----------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------
Messerschmitt Me 323 "Gigant"
Serangan udara pesawat pemburu Sekutu
Duel Luftwaffe vs bomber-bomber USAAF
Pertempuran Iwo Jima tahun 1945
Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
Lagu pilot Kamikaze Jepang
Pertempuran Moskow (klip Jerman)
Surat prajurit Jerman tak dikenal untuk saudarinya (1944)
Pidato Stalingrad Hitler (1942)
Jenderal-jenderal Jerman dalam Perang Dunia II
Pengepungan Bastogne
Pengepungan Tobruk (klip Jerman)
Gebirgsjäger (Pasukan Gunung Jerman)
Pertempuran Berlin (1945)
Pertempuran Ardennes (1944-45)
George S. Patton
Pertempuran Prancis 1940 (klip Jerman)
Sumber :
www.youtube.com
Foto Karya Pendeta dan Fotografer Alois Beck
Pendeta
Wehrmacht (Kriegspfarrer) Dr. Alois Beck di bulan September 1942, di
hari-hari sebelum Pertempuran Stalingrad yang membawa bencana. Alois
bertugas sebagai pendeta di front depan untuk Infanterie-Regiment
257 / 297.Infanterie Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd, dan
menghabiskan sebagian besar hari-harinya dengan memberikan pengharapan
kepada prajurit yang terluka serta menuliskan surat yang akan dikirimkan
ke kampung halaman mewakili mereka. Dr. Beck meyakini bahwa 'dari tiga
cabang Wehrmacht, Angkatan Darat (Heer) adalah yang paling sedikit
mendapat pengaruh ideologi Nasional-Sosialisme'. Kurang dalam jangka
waktu enam bulan setelah foto ini diambil, Alois tertangkap pasukan
Soviet di Stalingrad. Dia beruntung kemudian bisa kembali pulang ke
Jerman dan menuliskan pengalaman perangnya dalam sebuah buku berjudul
"Bis Stalingrad"
-----------------------------------------------------------------------------------
FOTO BERWARNA
Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (menghadap kamera,
Oberbefehlshaber 6. Armee) dalam salah satu kunjungan ke unit yang
berada di bawah komandonya di Front Timur. Foto ini diambil di musim
panas tahun 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa,
penyerbuan Jerman atas Uni Soviet, dimana 6. Armee berada di bawah
kendali Heeresgruppe Süd (Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt). Foto
ini sendiri diambil oleh Alois Beck, seorang pendeta militer dari 6.
Armee yang juga mempunyai hobi fotografi. Dia banyak mengabadikan
kondisi pasukan Jerman selama di Front Timur, khususnya dalam
Pertempuran Stalingrad. Seusai Perang Dunia II Beck berjasa besar dalam
mendata nasib ribuan prajurit Jerman yang tewas atau hilang di
Stalingrad
Dua orang perwira Jerman berkomunikasi menggunakan Feldtelefon (telepon lapangan) di sebuah posisi pertahanan di dekat Stalingrad, musim gugur tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Oberst Moritz von Drebber (Kommandeur Infanterie-Regiment 523 / 297.Infanterie-Division) dan Hauptmann Bender. Pada bulan Oktober 1942, resimen pimpinan Drebber berganti nama menjadi Grenadier-Regiment 523. Von Drebber sendiri naik pangkat menjadi Generalmajor pada tanggal 1 Januari 1943, dan pada tanggal 22 Januari 1943 dia ditunjuk menjadi Komandan 297. Infanterie-Division yang baru, menggantikan General der Artillerie Max Pfeffer. Hanya berselang tiga hari kemudian, Drebber dan pasukannya menyerah kepada Tentara Merah di neraka Stalingrad! Foto ini diambil oleh Alois Beck
Dua orang perwira Jerman berkomunikasi menggunakan Feldtelefon (telepon lapangan) di sebuah posisi pertahanan di dekat Stalingrad, musim gugur tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Oberst Moritz von Drebber (Kommandeur Infanterie-Regiment 523 / 297.Infanterie-Division) dan Hauptmann Bender. Pada bulan Oktober 1942, resimen pimpinan Drebber berganti nama menjadi Grenadier-Regiment 523. Von Drebber sendiri naik pangkat menjadi Generalmajor pada tanggal 1 Januari 1943, dan pada tanggal 22 Januari 1943 dia ditunjuk menjadi Komandan 297. Infanterie-Division yang baru, menggantikan General der Artillerie Max Pfeffer. Hanya berselang tiga hari kemudian, Drebber dan pasukannya menyerah kepada Tentara Merah di neraka Stalingrad! Foto ini diambil oleh Alois Beck
Sumber :
Buku "The Onslaught: The German Drive to Stalingrad Documented in 150 Unpublished Colour Photographs" karya Max Hastings
www.akg-images.com
Saturday, January 25, 2020
Foto 560. Infanterie-Division / 560. Volksgrenadier-Division
DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)
Generalleutnant Erich Hofmann (27 Juli 1944 - 10 November 1944)
Generalleutnant Erich Hofmann (30 September 1889 - 8 September 1961)
adalah salah satu dari begitu banyak jenderal Austria yang bergabung
dengan Wehrmacht setelah "Anschluss" (Penyatuan) tahun 1938. Veteran
Perang Dunia Pertama ini memasuki kancah Perang Dunia II sebagai Kepala
Operasi XVIII. Armeekorps, sebelum menjadi Bataillonskommandeur
(Infanterie-Regiment 270) dan Regimentskommandeur (Infanterie-Regiment
352). Setelah itu berturut-turut divisi yang dipimpinnya: 207.
Sicherungs-Division (31 Desember 1942 - November 1943), 93.
Infanterie-Division (20 Juni 1944 - 20 Juli 1944), 560.
Infanterie-Division (27 Juli 1944 - 9 Oktober 1944), dan 560.
Volksgrenadier-Division (9 Oktober 1944 - 10 November 1944). Setelahnya
Hofmann berstatus Führerreserve (perwira aktif tanpa jabatan) sampai
dengan akhir perang. Uniknya, dia baru ditangkap oleh Sekutu pada
tanggal 1 Agustus 1945, beberapa bulan setelah perang berakhir di Eropa!
Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Kaiserlich und königlich
Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration
und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische
Karl-Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische
Verwundetenmedaille mit 1 Mittelstreifen; Österreichische
Kriegserinnerungsmedaille mit Schwertern; Ungarische
Kriegserinnerungsmedaille für Frontkämpfer; Militärdienstzeichen für
Offiziere II.Klasse; Militärverdienstkreuz III.Klasse des Bundesstaates
Österreich (20 November 1937); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918;
1939 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; serta Deutsches Kreuz in
Gold (9 Juni 1943)
Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.axishistory.com
Thursday, January 23, 2020
Foto Tokoh Third Reich yang Mengenakan Feldmütze M43
Dari sejak kancah Perang Dunia Pertama, pasukan gunung Jerman dan Austro-Hungaria sudah biasa mengenakan Bergmütze (Topi Gunung) berbahan wol saat sedang beroperasi di wilayah pegunungan atau yang dipenuhi oleh salju. Topi jenis ini mudah dikenali dari lipatan penutup kuping yang dikuatkan dengan dua buah kancing di bagian depannya. Versi lain dari topi jenis ini yang berbahan kain - dengan kedok yang lebih panjang serta lipatan yang berfungsi sebagai aksesoris belaka - telah dikeluarkan untuk prajurit-prajurit yang beroperasi di wilayah tropis atau gurun. Pada tahun 1943, topi serupa dari bahan wol yang berwarna abu-abu lapangan akhirnya dibagikan ke seluruh personil Wehrmacht untuk pemakaian di medan perang. Topi ini identik dengan topi gunung atau topi tropis, hanya saja mempunyai kedok dengan panjang di tengah-tengah diantara keduanya. Tak lama dia sudah menjadi penutup kepala yang paling banyak ditemui di front. Insignianya sama saja dengan topi mut (side cap), hanya saja lambang elang dan kokade dipasang di atas kancing. Versi lain yang berwarna hitam juga ikut dikeluarkan, dan dikhususkan untuk dipakai oleh pasukan panzer Jerman
----------------------------------------------------------------------------
FELDMÜTZE HEER
Leutnant der Reserve Herbert Berger (24 November 1912 - 16 Desember 2000) dari Panzergrenadier-Division "Feldherrnhalle", dalam sebuah foto yang diambil oleh Hugo Jaeger pada bulan Juli 1944. Dia menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Maret 1944 sebagai Oberfeldwebel der Reserve dan Zugführer (komandan peleton) di 10.Kompanie/Grenadier-Regiment (motorisiert) "Feldherrnhalle". Medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II klasse (28 Juni 1940), Eisernes Kreuz I klasse (25 September 1941), Verwundetenabzeichen in Silber, Nahkampfspange in Silber, Infanterie-Sturmabzeichen, Ostmedaille, dan Deutsches Kreuz in Gold (20 November 1942)
.jpg)
Oberstleutnant Wilhelm Drewes (26 Mei 1907 - 14 Juli 1982)

Generalleutnant Hermann Flörke (23 Oktober 1893 - 19 Agustus 1979) mendaftar sebagai tentara Jerman saat Perang Dunia Pertama dimulai di tahun 1914. Dia merasakan bertempur di Front Timur dan Front Barat sebelum perang usai pada tahun 1918. Dia tetap menjadi anggota militer di Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar), setelah sebelumnya ikut andil dalam memadamkan pemberontakan kaum Komunis Jerman di tahun 1919-1920. Saat Perang Dunia II pecah di tahun 1939, Flörke sudah menjabat sebagai Komandan Batalyon di Infanterie-Regiment 53. Setahun setelahnya dia sudah menjadi Komandan Resimen, dilanjutkan dengan jabatan sebagai Komandan Divisi: 31. Infanterie-Division (1 April 1943 - 15 Mei 1943) dan 14. Infanterie-Division (8 Juni 1943 - 15 Desember 1944). Jabatan terakhirnya adalah sebagai Komandan LXVI. Armeekorps (18 Februari 1945 - 21 April 1945). Flörke dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Desember 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 14. Infanterie-Division, serta Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 2 September 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 14. Infanterie-Division. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1915) und I.Klasse (27 Agustus 1917); Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern; Hamburgisches Hanseatenkreuz; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. bis I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Oktober 1939) und I.Klasse (21 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Gold (23 Oktober 1942); Großkreuzes Verdienstorden der Bundesrepublik Deutschland (10 Maret 1967); serta Bundesverdienstkreuz (10 Maret 1967). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (19 November 1943)
Oberstleutnant der Reserve Ludwig Franz (3 September 1915 - 5 Juli 1944)
Feldwebel Simon Freutsmiedl

Generaloberst Carl Hilpert (12 September 1888 – 1 February 1947)
Oberst Kurt Hummel (17 November 1901 - 20 Januari 1959) menjadi anggota 1.Kompanie / Freiwilligen-Feldergänzungsbataillon 1 pada tanggal 28 Maret 1919. Setelah itu karir militernya kebanyakan berputar di sekitar Infanterie-Regiment 10. Saat Perang Dunia II pecah, Kummel bertugas sebagai Komandan Batalyon di Infanterie-Regiment 163 dengan pangkat Major. Dia dipromosikan menjadi Oberstleutnant pada tanggal 1 Februari 1942, dan Oberst pada tanggal 1 Juli 1943. Dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Mei 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 124 / 72.Infanterie-Division. Meskipun pangkatnya tidak pernah beranjak menjadi jenderal, tapi Kummel sempat dipercaya untuk memimpin beberapa divisi ini (meskipun sifatnta hanya pengganti sementara): 304. Infanterie-Division (2 Oktober 1944 - 5 November 1944), 79. Volksgrenadier-Division (30 Desember 1944 - 25 Februari 1945), 353. Infanterie-Division (2 Maret 1945 - 8 April 1945), dan 3. Fallschirmjäger-Division (8 April 1945 - 16 April 1945). Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Oktober 1939) und I.Klasse (19 Juni 1940); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (20 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Gold (29 Oktober 1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz (16 Februari 1944)'; serta Infanterie-Sturmabzeichen (1 Mei 1944)

Hauptmann Alfred Jarosch (10 Oktober 1915 - 30 Agustus 2001)

Oberfeldwebel Josef Kalinowski (23 Januari 1916 - 5 April 1944) bernama lengkap Josef Richard Kalinowski, dilahirkan di Friedenshutte, Oberschlesien, pada tahun 1916 sewaktu Perang Dunia Pertama sedang berkecamuk. Dia dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 30 April 1943 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 4.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment "Großdeutschland" / Infanterie-Division (motorisiert) "Großdeutschland". Dia juga mendapatkan Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS pada tanggal 15 Agustus 1944 sebagai Fahnenjunker-Oberfeldwebel dan Führer 3.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland". Kalinowski gugur dalam pertempuran melawan Tentara Merah pada bulan April 1944 di Parliti-Sat, Rumania. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Bauer, kemungkinan pada musim panas tahun 1943

Oberfeldwebel Christoph Krämer (21 Agustus 1913 - 6 Oktober 1990)

Generalmajor Theodor Kretschmer (26 November 1901 - 5 Desember 1986)
Generalleutnant Friedrich-Wilhelm "Vati" Neumann (22 Januari 1889 - 26 Januari 1975) masuk ketentaraan pada tanggal 27 April 1906 sebagai Fahnenjunker (kadet) dengan mendaftar di Angkatan Darat Prusia lokal. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama, dan mendapatkan Eisernes Kreuz I.Klasse sebagai penghargaan atas keberaniannya di medan tempur. Setelah perang usai pada tahun 1918, Neumann melanjutkan karir militer di Reichswehr. Pada tanggal 9 Juli 1929 dia menikah di Mülheim dengan wanita pujaannya yang bernama Hanna Erdmann. Tanggal 9 September 1930 lahir anak perempuan mereka yang dinamai Ursula. Pada tanggal 15 Oktober 1935, ketika Reichswehr bertransformasi menjadi Wehrmacht, Neumann sudah berpangkat Oberstleutnant. Ketika Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939, dia menjadi komandan 17. Infanterie-Regiment. Karir Neumann berlanjut terus sampai dia akhirnya menjadi Generalleutnant pada tanggal 1 Februari 1942. Tanggal 26 September 1944, namanya masuk laporan berkala Wehrmachtsbericht yang berbunyi: "Bei den Abwehrkämpfen in Belgien hat sich die 712. Infanteriedivision unter Führung von Generalleutnant Neumann besonders ausgezeichnet. Die Division vernichtete bzw. erbeutete in der Zeit vom 3. bis zum 10. September 161 "Sherman"-Panzer und Panzerspähwagen, größtenteils durch Panzernahbekämpfungsmittel." (Dalam pertempuran mempertahankan diri di Belgia, 712. Infanterie-Division yang dipimpin oleh Generalleutnant Neumann telah mempertunjukkan perjuangan yang mengagumkan. Dalam periode 3 sampai dengan 10 September, divisi tersebut telah berhasil menghancurkan atau merampas 161 buah tank Sherman dan kendaraan lapis baja, terutama dengan menggunakan Panzernahbekämpfungsmittel). Atas prestasinya tersebut, pada tanggal 16 Oktober 1944 dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Penempatan terakhir Neumann adalah sebagai pimpinan XXX. Armeekorps pada tanggal 5 April 1945. Dengan menyerah kalahnya Jerman, dia ikut pula ditawan oleh Sekutu pada bulan Mei 1945 dan menghabiskan banyak waktu sebagai tawanan perang di kamp-kamp yang berbeda-beda sampai akhirnya dilepaskan pada bulan Februari 1948. Friedrich-Wilhelm Neumann meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 1975 di Bad Wiessee di usianya yang ke-86 tahun. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI
Unteroffizier Johann "Hans" Passegger (24 Juli 1920 - 17 Maret 2001)

Feldwebel Jakob Roth (27 Desember 1912 - 17 Maret 1979)
Oberstleutnant der Reserve Wilhelm Schöning (8 Juni 1908 - 2 November 1987), peraih Ritterkreuz dan Eichenlaub dari Füsilier-Regiment "Feldherrnhalle", dalam sebuah foto yang diambil oleh Hugo Jaeger pada bulan Juli 1944. Daftar lengkap medali yang diraihnya: Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (707.) sebagai Major der Reserve dan Führer Panzergrenadier-Regiment 66/13.Panzer-Division/IX.SS-Gebirgs-Korps/Heeresgruppe Süd, Budapest (21 Januari 1945); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Major der Reserve dan komandan I.Bataillon/Füsilier-Regiment (mot.) “Feldherrnhalle”/246.Infanterie-Division/VI.Armee-Korps/3.Panzer-Armee/Heeresgruppe Mitte, Front Timur (7 Februari 1944); Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942); Ehrenblatt-Spange des Heeres (16 Oktober 1942); 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (12 Agustus 1941); 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (11 Juli 1940); Nahkampfspange I. Stufe (Bronze); Infanterie-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen; Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/42” (1942); Ordinul “Mihai Viteazul” 3.klasse (31 Maret 1943); dan Wehrmacht-Dienstauszeichnungen
Generalleutnant Otto Schünemann (6 Oktober 1891 - 29 Juni 1944) bergabung sebagai Kadet Angkatan Darat Kekaisaran Jerman pada bulan Oktober 1906. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama, dan setelah perang usai kemudian memilih untuk melanjutkan karir sebagai perwira Polizei. Pada bulan Maret 1936 Schünemann mendaftar lagi ke militer dan diterima. Ketika Perang Dunia II pecah, dia telah menjadi seorang Komandan Resimen. Schünemann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Desember 1941 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 184 / 86.Infanterie-Division, setelah kepemimpinannya di medan pertempuran membuat resimennya mampu menguasai kota Polozk pada bulan Juli sebelumnya. Dia kemudian diangkat sebagai Komandan 337. Infanterie-Division pada tanggal 1 Oktober 1942. Perbendaharaan medalinya kemudian bertambah setelah dianugerahi Eichenlaub #339 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 28 November 1943 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 337. Infanterie-Division, sebagai penghargaan atas prestasinya dalam memimpin divisinya secara gemilang dalam pertempuran bertahan melawan Tentara Merah di selatan Dnieper. Pada tanggal 28 Juni 1944 dia ditunjuk sebagai Komandan sementara XXXIX. Panzerkorps, jabatan yang hanya dijalaninya sehari saja, karena keesokan harinya Schünemann tewas oleh serangan pesawat udara musuh saat mobil yang dikendarainya sedang melaju di jalanan antara Mogilev dan Minsk. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Mei 1940) und I.Klasse (18 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen; Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (28 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 Agustus 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (11 Februari 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht tanggal 3 Juli 1944
Generalmajor Paul Schultz (30 Oktober 1891 – 15 September 1964)

Oberst Alfred Wittmann (20 Mei 1906 - 26 Juli 1960)
Oberfeldwebel Anton Wörl (6 Februari 1906 - 18 Januari 1945) mengabdi di Infanterie-Regiment 212. Dia dipromosikan menjadi Obergefreiter tanggal 1 September 1941, Unteroffizier tanggal 1 Juli 1942, Feldwebel tanggal 1 Agustus 1943, dan Oberfeldwebel tanggal 1 Agustus 1944. Wörl dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 15 April 1944 sebagai Feldwebel di 1.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 423 / 212.Infanterie-Division. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuzes II.Klasse und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille); Verwundetenabzeichen in Schwarz und in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze und in Silber
Generalmajor Rudolf Wulf (12 Desember 1905 - 14 November 1972) bergabung dengan Reichswehr pada bulan April 1924, dan menapaki karir sampai menjadi komandan kompi di Infanterie-Regiment 23. Pada saat Perang Dunia II pecah, Wulf bertugas sebagai Ordonnanzoffizier di 46. Infanterie-Division. Dia ikut ambil bagian dalam penyerbuan Jerman ke Polandia (1939), tapi melewatkan penyerbuan yang sama ke Prancis setahun setelahnya karena dipindahtugaskan ke Infanterieschule Döberitz sebagai Kepala Inspeksi. Wulf ditransfer kembali ke front pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa di tahun 1941. Dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 November 1942 sebagai Major dan Führer Infanterie-Regiment 422 / 126.Infanterie-Division. Medali ini diberikan sebagai penghargaan atas jasanya dalam memimpin pasukannya dalam penyerbuan ke Koslowo pada tanggal 29 Oktober 1942 sebelumnya, yang berkontribusi besar dalam kesuksesan Unternehmen Michael. Pada tanggal 19 Agustus 1944 dia mendapatkan tambahan Eichenlaub #556 untuk Ritterkreuz-nya, sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 422 / 126.Infanterie-Division, setelah mencapai kesuksesan dalam pertempuran-pertempuran defensif melawan Tentara Merah di Penna-Schlucht (selatan Staraya Russa), Dataran Tinggi Ssinjawino, Leningrad, dan Pleskau. Pada tanggal 1 Maret 1945 Wulf dipromosikan menjadi Generalmajor sekaligus Komandan 319. Infanterie-Division yang bertugas sebagai pasukan pendudukan di Pulau Guernsey, jauh dari hiruk-pikuknya pertempuran melawan tentara Sekutu dan Rusia. Jabatan ini dipegangnya sampai dengan perang berakhir. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Oktober 1939) und I.Klasse (27 Juni 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 November 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (26 Maret 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (7 Agustus 1942); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (25 Mei 1944)
----------------------------------------------------------------------------
FELDMÜTZE LUFTWAFFE

Oberst Walter Bauerschäfer adalah perwira sandi Luftwaffe yang pernah menjadi Komandan Luftnachrichten-Abteilung 88 Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939), saat pangkatnya masih Major. Dalam foto ini, Bauerschäfer mengenakan medali Spanienkreuz di sebelah kiri seragamnya, sementara di sebelah kanan tersemat Cruz de guerra yang terletak persis di bawah Kriegsverdienstkreuz I.Klasse

Oberstleutnant Hermann Hogeback (25 Agustus 1914 - 15 Februari 2004) adalah pilot jagoan Luftwaffe veteran Perang Saudara Spanyol yang kemudian makin moncer prestasinya dalam Perang Dunia II. Dalam perang yang pertama dia mencatatkan 100 misi tempur, sementara dalam perang selanjutnya 500 misi tempur. Dia sendiri pada awalnya bergabung dengan Heer pada tahun 1934, tapi setahun kemudian dipindahkan ke Luftwaffe. Selain menjadi anggota Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol, Hogeback juga ikut berpartisipasi dalam invasi ke Polandia, Pertempuran Prancis, Operasi Weserübung, invasi Jerman ke Norwegia, Pertempuran Britania, Pertempuran Kreta, Pengepungan Malta, perang udara di Mediterania dan Front Timur, serta mempertahankan Reich. Medali dan penghargaan yang diterimanya: Medalla de la Campaña (4 May 1939); Spanish Medalla Militar; Spanienkreuz in Gold mit Schwertern (6 Juni 1939); Frontflugspange der Luftwaffe in Gold mit Sternanhänger "500"; Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Italian aviator badge; Krimschild; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Mei 1940) und I.Klasse (26 September 1940); Deutsches Kreuz in Gold (24 September 1942); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (8 September 1941) mit Eichenlaub #192 (19 Februari 1943) und Schwertern #125 (26 Januari 1945)

Generalmajor Max Ibel (1 Januari 1896 - 19 Maret 1981)
----------------------------------------------------------------------------
FELDMÜTZE SS UND POLIZEI
SS-Hauptsturmführer Wolfgang Gast (14 Februari 1919 - 8 Mei 1988)
SS-Untersturmführer Alois Weber
Generalmajor Paul Schultz (30 Oktober 1891 – 15 September 1964)

Oberst Alfred Wittmann (20 Mei 1906 - 26 Juli 1960)
Oberfeldwebel Anton Wörl (6 Februari 1906 - 18 Januari 1945) mengabdi di Infanterie-Regiment 212. Dia dipromosikan menjadi Obergefreiter tanggal 1 September 1941, Unteroffizier tanggal 1 Juli 1942, Feldwebel tanggal 1 Agustus 1943, dan Oberfeldwebel tanggal 1 Agustus 1944. Wörl dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 15 April 1944 sebagai Feldwebel di 1.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 423 / 212.Infanterie-Division. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuzes II.Klasse und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille); Verwundetenabzeichen in Schwarz und in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze und in Silber
----------------------------------------------------------------------------
FELDMÜTZE LUFTWAFFE

Oberst Walter Bauerschäfer adalah perwira sandi Luftwaffe yang pernah menjadi Komandan Luftnachrichten-Abteilung 88 Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939), saat pangkatnya masih Major. Dalam foto ini, Bauerschäfer mengenakan medali Spanienkreuz di sebelah kiri seragamnya, sementara di sebelah kanan tersemat Cruz de guerra yang terletak persis di bawah Kriegsverdienstkreuz I.Klasse

Oberstleutnant Hermann Hogeback (25 Agustus 1914 - 15 Februari 2004) adalah pilot jagoan Luftwaffe veteran Perang Saudara Spanyol yang kemudian makin moncer prestasinya dalam Perang Dunia II. Dalam perang yang pertama dia mencatatkan 100 misi tempur, sementara dalam perang selanjutnya 500 misi tempur. Dia sendiri pada awalnya bergabung dengan Heer pada tahun 1934, tapi setahun kemudian dipindahkan ke Luftwaffe. Selain menjadi anggota Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol, Hogeback juga ikut berpartisipasi dalam invasi ke Polandia, Pertempuran Prancis, Operasi Weserübung, invasi Jerman ke Norwegia, Pertempuran Britania, Pertempuran Kreta, Pengepungan Malta, perang udara di Mediterania dan Front Timur, serta mempertahankan Reich. Medali dan penghargaan yang diterimanya: Medalla de la Campaña (4 May 1939); Spanish Medalla Militar; Spanienkreuz in Gold mit Schwertern (6 Juni 1939); Frontflugspange der Luftwaffe in Gold mit Sternanhänger "500"; Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Italian aviator badge; Krimschild; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Mei 1940) und I.Klasse (26 September 1940); Deutsches Kreuz in Gold (24 September 1942); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (8 September 1941) mit Eichenlaub #192 (19 Februari 1943) und Schwertern #125 (26 Januari 1945)

Generalmajor Max Ibel (1 Januari 1896 - 19 Maret 1981)
----------------------------------------------------------------------------
FELDMÜTZE SS UND POLIZEI
SS-Hauptsturmführer Wolfgang Gast (14 Februari 1919 - 8 Mei 1988)
SS-Untersturmführer Alois Weber
Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi ECPAD archives (LWEK F7096 L02)
Foto koleksi pribadi Angel Farré
Foto koleksi pribadi Jim Haley
www.facebook.com
www.forum.axishistory.com
www.geocities.ws
www.medalsmilitary.com
www.weitze.com
www.tracesofwar.com
www.wehrmacht-awards.com
www.worthpoint.com
www.zenker-militaria.de
Tuesday, January 14, 2020
Rekor Satu-Satunya Third Reich
Satu-Satunya Jenderal Jerman yang Meninggal dalam Invasi ke Prancis
General
der Artillerie Hermann Ritter von Speck (8 Agustus 1888 - 15 Juni 1940)
dilahirkan dengan nama Hermann Speck, dan merupakan anak dari seorang
Generalmajor asal Bavaria yang bernama Maximilian Ritter von Speck. Dia
kemudian mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang prajurit setelah
bergabung sebagai Fahnenjunker di 3. Feldartillerie-Regiment "Prinz
Leopold" pada tahun 1907. Speck ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia I
dan, setelah aksinya yang mengarahkan tembakan artileri ke arah pasukan
Prancis di Gellenoncourt sehingga membuat mereka menyerah, dia kemudian
dianugerahi keberanian tertinggi Bavaria, Ritterkreuz des
Militär-Max-Joseph-Ordens, pada tanggal 7 September 1914. Selain itu,
Speck juga mendapat gelar kebangsawanan Bavaria, "Ritter von". Setelah
perang usai, Speck bergabung dengan Freikorps yang bertempur melawan
pemberontakan kaum komunis dan sosialis di kampung halamannya. Ketika
Reichswehr dibentuk pada tahun 1919, dia termasuk satu dari 100.000
orang mantan prajurit Kekaisaran Jerman yang diikutsertakan. Karirnya
makin menanjak, sampai menjadi komandan dari 33. Infanterie-Division (1
Maret 1938 - 29 April 1940). Pada tanggal 15 Juni 1940, Generalleutnant
Speck tertembak oleh musuh dalam pertempuran di Pont-Sur-Yonne, Prancis,
saat memimpin pasukannya di posisi terdepan. Dia meninggal beberapa jam
kemudian akibat dari luka-lukanya. Speck tercatat sebagai satu-satunya
jenderal Wehrmacht yang terbunuh dalam penyerbuan Jerman atas Prancis!
Sebagai penghargaan atas jasanya, dia secara anumerta mendapatkan medali
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Oktober 1940, sebagai
Generalleutnant dan Kommandierender General XVIII. Armeekorps. Dengan
alasan yang tidak diketahui, Speck juga dipromosikan secara anumerta
menjadi General der Artillerie pada tanggal 15 Desember 1944, berselang
4½ tahun setelah kematiannya! Pada tahun 2010, wartawan Jay Nordlinger
mewawancarai anak perempuan Speck, yang mengklaim bahwa ayahnya telah
dengan sengaja mencari kesempatan untuk gugur dalam pertempuran.
"Berdasarkan kata putrinya, sang jenderal ingin mati, dan mencari cara
agar keinginannya terpenuhi. Dia merasa bahwa dia tak dapat melanggar
sumpahnya sebagai seorang prajurit militer dengan menyeberang ke pihak
musuh. Sementara itu, keyakinan Katoliknya mencegah dia untuk melakukan
bunuh diri - bunuh diri secara langsung, dapat dikatakan begitu. Jadi
dia menempatkan dirinya di arah tembakan musuh. Dalam kata terakhirnya,
dia tidak mengatakan "sampaikan cintaku pada keluargaku" - atau sesuatu
seperti itu - melainkan hanya sekedar "memang harus seperti ini
jalannya..." (Salzburg Souvenirs part IV)
Sumber :
www.omsa.org
Sunday, January 12, 2020
Kartentaschenlupe (Kaca Pembesar) Third Reich
Oberstleutnant Mathias Kräutler (Kommandeur II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 137 / 2.Gebirgs-Division) menyempatkan diri untuk mempelajari peta menggunakan kartentaschenlupe (kaca pembesar), saat unitnya terjebak di tengah kemacetan dalam gerak maju ke Uni Soviet di musim panas tahun 1941. Kräutler sendiri adalah seorang perwira asal Austria yang otomatis menjadi anggota Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Nazi Jerman) saat negaranya melakukan "Anschluss" - alias penyatuan - dengan Jerman pada tahun 1938. Dia juga adalah veteran Perang Dunia Pertama yang pernah bertempur melawan tentara Kekaisaran Rusia di Front Timur. Kesannya begitu mendalam terhadap prajurit-prajurit yang menjadi musuhnya dalam pertempuran beberapa dekade sebelumnya ini: "Mereka adalah orang-orang sederhana yang dibesarkan dengan baik, selalu terlihat ceria walaupun sebagian besar dari mereka adalah orang-orang miskin, dan kamu bisa ngobrol dengan mudahnya kepada mereka layaknya sahabat lama," kenangnya, sebelum melanjutkan, "Dan inilah dia, sekarang yang menghadapi kami adalah orang-orang bersenjata lengkap yang berdisiplin tinggi serta dipimpin oleh perwira mereka secara brutal dalam setiap pertempuran." ('Blitzkrieg Unleashed' karya Richard Hargreaves halaman 202)
Hitler bertemu kembali dengan dua orang mantan ajudannya, Max Wünsche dan Hans Pfeiffer, di Große Halle (Aula Besar) Berghof/Berchtesgaden (Obersalzberg) dalam acara ulangtahun sang pemimpin Jerman yang ke-55 tanggal 20 April 1944. Uniknya, Wünsche juga berulangtahun di tanggal yang sama (yang ke-30) dan konon di acara ini Sang Führer berbaik hati menghadiahkan 10.000 Reichsmark kepada mantan ajudannya! Dari kiri ke kanan: SS-Sturmmann tak dikenal, SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Unterscharführer Balthasar "Bobby" Woll (Zugführer di 2.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 501), SS-Hauptsturmführer Hans Pfeiffer (Chef 4.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier der Waffen-SS zum Führerhauptquartier). Pfeiffer menjadi bawahan Wünsche di resimen panzer yang sama, sementara Woll adalah gunnernya jagoan panzer Michael Wittmann yang terkenal. Saya bisa bayangkan betapa terkejutnya perwira muda ini mendapati betapa perang telah "menggerogoti" Hitler, baik fisik maupun mental! BTW, dalam foto ini Hitler sedang mengamati desain dari Flakpanzer IV Wirbelwind yang disodorkan oleh Wünsche. Konsepnya sendiri berasal dari SS-Hauptsturmführer Karl Wilhelm Krause dari Flak-Zug SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend" (juga mantan bawahan Hitler!) yang kemudian mengajukannya pada komandan resimennya, Wünsche. Hitler menyetujui konsep tersebut dan lahirlah Wirbelwind (Angin Puting Beliung) beberapa bulan kemudian! Pada dasarnya senjata bergerak anti pesawat satu ini adalah perpaduan sasis Panzer IV dengan Flakvierling 38 quad AA 20mm
Hitler bertemu kembali dengan dua orang mantan ajudannya, Max Wünsche dan Hans Pfeiffer, di Große Halle (Aula Besar) Berghof/Berchtesgaden (Obersalzberg) dalam acara ulangtahun sang pemimpin Jerman yang ke-55 tanggal 20 April 1944. Uniknya, Wünsche juga berulangtahun di tanggal yang sama (yang ke-30) dan konon di acara ini Sang Führer berbaik hati menghadiahkan 10.000 Reichsmark kepada mantan ajudannya! Dari kiri ke kanan: SS-Sturmmann tak dikenal, SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Unterscharführer Balthasar "Bobby" Woll (Zugführer di 2.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 501), SS-Hauptsturmführer Hans Pfeiffer (Chef 4.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier der Waffen-SS zum Führerhauptquartier). Pfeiffer menjadi bawahan Wünsche di resimen panzer yang sama, sementara Woll adalah gunnernya jagoan panzer Michael Wittmann yang terkenal. Saya bisa bayangkan betapa terkejutnya perwira muda ini mendapati betapa perang telah "menggerogoti" Hitler, baik fisik maupun mental! BTW, dalam foto ini Hitler sedang mengamati desain dari Flakpanzer IV Wirbelwind yang disodorkan oleh Wünsche. Konsepnya sendiri berasal dari SS-Hauptsturmführer Karl Wilhelm Krause dari Flak-Zug SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend" (juga mantan bawahan Hitler!) yang kemudian mengajukannya pada komandan resimennya, Wünsche. Hitler menyetujui konsep tersebut dan lahirlah Wirbelwind (Angin Puting Beliung) beberapa bulan kemudian! Pada dasarnya senjata bergerak anti pesawat satu ini adalah perpaduan sasis Panzer IV dengan Flakvierling 38 quad AA 20mm
Sumber :
Buku "Blitzkrieg Unleashed: The German Invasion of Poland, 1939" karya Richard Hargreaves
www.de.metapedia.org
Subscribe to:
Posts (Atom)





































