Tuesday, July 4, 2023

Foto Berwarna Bangunan Bersejarah


Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan



Sumber :
www.sturgeonshouse.ipbhost.com

Foto Bangunan Bersejarah di Eropa


Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan



Sumber :
www.sturgeonshouse.ipbhost.com

Foto Berwarna Sturmartillerie / Sturmgeschütz

 
Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan



Sumber :
www.sturgeonshouse.ipbhost.com

Thursday, June 1, 2023

Said Mohammedi, Mantan Sukarelawan Wehrmacht yang Menjadi Pejuang Kemerdekaan Aljazair

Oleh: Alif Rafik Khan

Said Mohammedi dilahirkan pada tanggal 27 Desember 1912 di wilayah Berber Kabyle, Tizi Ouzou, Aljazair. Seperti sebagian besar negara Asia-Afrika lainnya di masa itu, Aljazair menjadi jajahan dari negara Eropa, yaitu Prancis. Di usia mudanya Said bergabung dengan Angkatan Darat Prancis. Pada waktu yang sama, dia mulai tertarik pada faham nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya yang terjajah. Said juga dikenal sebagai orang yang relijius, dan kedua hal tersebut (nasionalisme dan Islam) membuatnya menjadi pengikut fanatik Mufti Yerusalem, Hajj Amin al-Husseini. Selama berlangsungnya Perang Dunia II, Said ikut serta dalam usaha Al-Husseini yang berkolaborasi dengan Nazi Jerman, sambil berharap bahwa kekalahan Prancis di tahun 1940 dapat memuluskan rencana negaranya - dan juga koloni-koloni Prancis lainnya - untuk merdeka.

Said Mohammedi kemudian memutuskan untuk menjadi prajurit Wehrmacht dengan mendaftar sebagai kadet di Stahnsdorf pada akhir tahun 1941. Setelah menyelesaikan pelatihan dan disumpah setia, dengan pangkat Feldwebel dia ditempatkan sebagai anggota Kradschützen-Bataillon 4 yang merupakan satuan pelopor milik 24. Panzer-Division. Bersama unitnya tersebut, Said ikut bertempur dalam medan peperangan di Front Timur. Setelahnya dia dipindahkan ke unit Legion Freies Arabien (Legiun Arab Merdeka) yang sedang dibentuk di Zwetti, Austria, sebelum ditempatkan sebagai anggota Deutsche-Arabische Bataillon Nr 845 pada musim semi tahun 1943. Unit ini awalnya akan diterjunkan di Afrika Utara, tapi pasukan Jerman dan Italia keburu terusir dari sana sehingga wilayah operasionalnya kemudian dipindahkan ke wilayah Balkan. Said merasakan bertugas di Yunani selama enam bulan sebelum ditarik kembali untuk mendapatkan pelatihan tambahan sebagai anggota Abwehr (unit intelijen Wehrmacht) di Bad Belzig, Jerman. Setelah lulus, dia bergabung dengan Sonderkommando Wimmer, sebuah unit komando yang dipimpin oleh Oberst Franz Wimmer-Lamquet, seorang tokoh kontroversial yang dijuluki "Lawrence of Arabia-nya Jerman". Sonderkommando Wimmer sendiri bertanggung jawab langsung ke Adolf Hitler setelah meninggalnya Reinhard Heydrich di bulan Juni 1942.

Said Mohammedi sempat merasakan beberapa kali bertugas di garis belakang musuh sebagai agen Abwehr, biasanya dengan cara diterjunkan menggunakan parasut, terutama di front Afrika Utara dan Yugoslavia. Atas jasa-jasa serta keberaniannya, Said dianugerahi medali Eisernes Kreuz I.Klasse saat sedang menghabiskan jatah cuti di Berlin.

Pada musim panas tahun 1944, Said dikirim ke Aljazair (bersama dengan lima orang lainnya yang merupakan campuran Arab dan Jerman) oleh Abwehr, yang merupakan dinas intelijen Angkatan Bersenjata Jerman. Tugasnya adalah untuk mengumpulkan data-data intelijen serta melakukan usaha sabotase instalasi militer Sekutu disana. Sialnya, dia keburu tertangkap di wilayah Tebessa sebelum misinya sempat terlaksana. Said dijatuhi hukuman seumur hidup, tapi kemudian mendapat pengampunan setelah menghabiskan beberapa tahun di penjara. Tak lama setelah dibebaskan pada tahun 1952, dia langsung menjalin kontak dengan para pejuang Arab dan ikut aktif dalam Perang Kemerdekaan Aljazair. Sosoknya mudah dikenali dari kebiasaannya yang selalu mengenakan stahlhelm (helm khas Jerman) kemana-mana!

Said Mohammedi juga menjadi aktivis untuk organisasi North African Star, PPA dan MTLD. Pada tahun 1956 dia ikut berpartisipasi dalam Kongres Soummam bersama dengan Krim Belkacem, dimana dia kemudian diangkat sebagai Wakil Pertama sekaligus Kolonel untuk Wilaya III, bersama dengan komandan-komandan terkemuka seperti Amirouche Aït Hamouda, Abderrahmane Mira dan Hamai Mohand Oukaci sebagai wakil. Dia juga menjadi anggota dari CNRA.

Selama berlangsungnya tahun 1957, elemen-elemen MNA - yang didukung oleh Angkatan Darat Prancis - melakukan operasi militer melawan ALN, dan membuat beberapa tokoh terkemuka pejuang kemerdekaan Aljazair gugur. Sebagai pembalasan, Letnan Bariki melakukan serangan balasan brutal terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai kontra-revolusioner di wilayah Melouza.

Pembantaian yang dilakukan oleh Letnan Bariki kemudian disebarluaskan oleh pihak Prancis. Sebagai komandan di Wilaya III, Said mengirim Kapten Mohand Arav Bessaoud untuk menginvestigasi kebenarannya, disusul oleh Komandan Amirouche yang membenarkan hasil penemuan Mohand. Said mengatakan bahwa dia bertanggungjawab penuh atas tindakan yang dilakukan oleh anakbuahnya, meskipun dia sendiri tidak pernah memberikan perintah langsung.

Said Mohammedi sendiri dikenal sebagai organisator ulung yang mampu memberikan pidato berapi-api layaknya Hitler, memobilisasi pasukan yang 100% setia kepadanya, serta menanamkan semangat militer tinggi kepada mereka. Segala usahanya tersebut menjadikan Wilaya III sebagai wilayah perlawanan paling kuat dan terorganisir di seluruh Aljazair, sebuah fakta yang membuatnya ditunjuk oleh rekan-rekan seperjuangannya untuk membentuk akademi militer senior pertama para perwira Aljazair yang didirikan di Kairo. Dia juga ditunjuk menjadi jenderal pertama di seantero National Liberation Army (ALN), sekaligus Kepala Staff Pemerintahan Transisi Republik Aljazair sebelum kemerdekaan di tahun 1962.

Setelah pensiun dari politik, Said Mohammedi tetap aktif menyuarakan penentangannya terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintahan terpilih Aljazair, terutama kecenderungan korupsi yang dilakukan oleh para pejabatnya dan aksi refresif pemimpin-pemimpinnya. Semua kritiknya tersebut membuat Said sempat dikenai hukuman tahanan rumah selama tiga tahun.

Di akhir hayatnya, Said menjadi simpatisan organisasi FIS (Front Islamique du Salut / Islamic Salvation Front), yang dia anggap sebagai satu-satunya kelompok pejuang yang dapat menggantikan rezim yang saat itu berkuasa.

Said Mohammedi meninggal dunia pada tanggal 5 Desember 1994 di Paris, Prancis.



Feldwebel Said Mohammedi sebagai anggota Kradschützen-Bataillon 4 / 24.Panzer-Division



Kolonel Said Mohammedi (lingkaran merah) bersama dengan para pejuang kemerdekaan Aljazair lainnya. Sosoknya mudah dikenali dari kebiasaannya yang selalu mengenakan stahlhelm (helm khas Jerman) kemana-mana!


Sunday, May 28, 2023

Parade Militer Jerman dan Soviet di Brest-Litovsk (1939)





General der Panzertruppe Heinz Guderian (kedua dari kanan), Kommandierender General XIX. Armeekorps (motorisiert), berdiskusi dengan seorang perwakilan dari pihak Rusia (tengah) mengenai garis demarkasi/perbatasan Jerman dan Soviet di wilayah Polandia yang telah diduduki. Mendampingi Guderian di sebelah kanan adalah Oberst i.G. Walther Nehring (Chef des Generalstabes XIX. Armeekorps). Foto ini diambil di sekitar Brest-Litovsk pada bulan September 1939 oleh Kriegsberichter Max Ehlert dan Heinz Boesig. Sebagian besar sumber tertulis dan juga internet menyebutkan bahwa perwira Rusia ganteng dalam foto ini adalah Jenderal Vladimir Borovitsky yang menjabat sebagai Komisar NKVD untuk Brigade Tank ke-29. Hal ini sedikit membingungkan karena si Rusia mengenakan jaket kulit dengan tanda pangkat Mayor atau yang setingkat dengannya, dan bukan jenderal. Titik terang didapatkan dari keterangan staff Front Belorusia, yang menyebutkan bahwa pada tanggal 20 September 1939 sekelompok pasukan pelopor Soviet dengan dipimpin oleh Mayor NKVD Filipp Filippovich Borovensky datang mengunjungi markas pasukan Jerman di Siemiatycze, barat-laut Brest, dimana tuan rumah kemudian memperlihatkan peta garis demarkasi Jerman-Soviet di wilayah Polandia yang diduduki. Mungkinkan terjadi kesalahan penulisan nama Borovensky menjadi Borovitsky karena kemiripannya? Tidak diketahui pasti. Yang jelas, nama Filipp Borovensky - yang nantinya terbunuh di tahun 1941 - jauh lebih cocok dengan identifikasi perwira Rusia dalam foto ini, berdasarkan dari kesamaan pangkat serta keterangan dari sumber asli yang menguatkannya



Dengan penuh rasa penasaran, prajurit-prajurit Jerman melihat-lihat kendaraan lapis baja BA-10A milik Tentara Merah di Lublin, Polandia, bulan September 1939. Mereka juga menyempatkan diri untuk ngadu huntu dengan prajurit Rusia yang menjaganya. BA-10A s/d BA-10M menjadi ranpur Soviet yang paling banyak diproduksi dalam Perang Dunia II, dengan jumlah mencapai 3.377 buah dari tahun 1938-1941. Ranpur dengan senjata utama meriam kaliber 45mm ini digunakan juga oleh Angkatan Barsenjata Finlandia dan Jerman. Pada kenyataannya, begitu banyak BA-10 yang dirampas oleh Wehrmacht sehingga pihak Komando Tinggi membuat nama resmi baru untuk kendaraan satu ini: Panzerspahwagen BA-203(r)! Foto oleh Kriegsberichter Höllenthal dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 Ost


Prajurit-prajurit Jerman dan Rusia saling bercengkerama saat berlangsungnya perundingan garis demarkasi di Lublin, Polandia, bulan September 1939. Di latar belakang terlihat meriam kaliber 45mm dari kendaraan tempur BA-10A yang biasa digunakan oleh pasukan pelopor Soviet. Foto oleh Kriegsberichter Höllenthal dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 Ost



Perwira Jerman dan Rusia saling berjabat tangan selama berlangsungnya pertemuan antara kedua belah pihak di Lublin, Polandia, bulan September 1939. Foto oleh Kriegsberichter Höllenthal dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 Ost



Pertemuan tentara Jerman dan Rusia di Lublin, Polandia, bulan September 1939. Seorang prajurit Jerman menaiki ranpur BA-20 Soviet yang nantinya ikut serta dalam parade kemenangan di Brest-Litovsk tanggal 22 September. BA-20 (Broneavtomobil 20) adalah ranpur yang mempunyai tugas utama sebagai alat pengintaian. Pada tahun 1941 produksinya dihentikan oleh pihak Soviet karena dianggap sudah ketinggalan zaman. Foto oleh Kriegsberichter Höllenthal dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 Ost



Dengan berdiri di atas podium, General der Panzertruppe Heinz Guderian, Kommandierender General XIX. Armeekorps (motorisiert), menyaksikan parade kemenangan pasukan Jerman - bersama dengan sekutu sementaranya dari Soviet - di Brest-Litovsk tanggal 22 September 1939. Dari kiri ke kanan : Generalleutnant Mauritz von Wiktorin (Kommandeur 20. Infanterie-Division), Heinz Guderian, dan Brigadir-Jenderal Semen M. Krivoshein (Komandan Brigade Tank Ringan Soviet ke-29). Ironisnya, Krivoshein sendiri merupakan keturunan Yahudi! Foto oleh Kriegsberichter Gutjahr dari PK (Propaganda-Kompanie) 689


Sumber ;
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.audiovis.nac.gov.pl
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.gettyimages.com
www.riowang.blogspot.com

Sunday, May 21, 2023

Foto 7. Unterseebootsflottille (7th U-Boat Flotilla)



Oberleutnant zur See (Ing.) Erich Zürn, yang merupakan Leiter-Ingenieur (Kepala Mekanik) di U-48, berpose di atas sebuah mobil Citroën Traction Avant model cabriolet yang memajang simbol banteng ngamuk milik 7. Unterseebootsflottille di bagian depannya. Foto ini diambil di pangkalan Angkatan Laut Jerman di St.Nazaire, Prancis, tanggal 14 Mei 1941. Sebagai fotografernya adalah Kriegsberichter Kurt Schlemmer dari Marine Propaganda-Abteilung West. Oberleutnant Zürn adalah seorang Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) yang bertugas sebagai Kepala Mekanik di kapal selam U-48 dari bulan Desember 1939 s/d Juli 1941. Dia ikut terlibat dalam sembilan patroli perang yang menghabiskan waktu selama 243 hari di lautan. Dalam kurun waktu tersebut, U-48 secara berturut-turut dipimpin oleh tiga orang jagoan U-boat (Herbert Schultze, Hans Rudolf Rösing dan Heinrich Bleichrodt), yang secara keseluruhan menenggelamkan 43 kapal dengan total tonase 273.435 ton!



Sumber ;
www.en.wikipedia.org
www.imagesdefense.gouv.fr
www.oocities.org
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com

Tuesday, April 18, 2023

Foto Berwarna Legion Condor


Para anggota muda dari korps musik Falangis bersiap-siap untuk acara parade kemenangan pasukan Nasionalis yang digelar di kota Madrid tanggal 19 Mei 1939. ABG-ABG ini mendapat julukan "Flechas y Pelayos", yang diambil dari nama majalah propaganda anak-anak yang khusus disediakan untuk konsumsi mereka. Para anggota muda Falangis sendiri mudah dikenali dari baret merah yang mereka kenakan. Foto oleh Hugo Jaeger



Prajurit-prajurit Spanyol berbaris melewati podium dalam parade kemenangan pihak Nasionalis yang diselenggarakan di Madrid tanggal 19 Mei 1939. Sebagai pemimpin upacara adalah Jenderal Andrés Saliquet (Komandan Wilayah Militer Madrid), dengan dihadiri langsung oleh Kepala Negara Francisco Franco. Parade Kemenangan Madrid sendiri digelar berselang lebih dari satu bulan setelah berakhirnya Perang Saudara Spanyol (17 Juli 1936 - 1 April 1939) yang dimenangkan oleh kaum Nasionalis pimpinan Generalissimo Franco. Peringatan berakhirnya perang yang menewaskan 500.000 orang ini kemudian secara rutin diselenggarakan setahun sekali di tanggal 1 April, yang dinamakan sebagai "Día de la Victoria" (Hari Kemenangan). Foto oleh Hugo Jaeger



Prajurit-prajurit Spanyol berbaris melewati podium dalam parade kemenangan pihak Nasionalis yang diselenggarakan di Madrid tanggal 19 Mei 1939. Di bawah podium berderet pasukan penjaga kehormatan yang berasal dari Maroko. Lebih dari 120.000 orang dan 1.000 kendaraan perang ikut ambil bagian dalam acara parade tersebut, termasuk kontingen kecil "sukarelawan" luar negeri yang tergabung dalam Legion Condor Jerman, Corpo Truppe Volontarie Italia, serta Viriatos Portugal. Prajurit-prajurit ini berbaris di sepanjang Paseo de la Castellana yang merupakan jalan utama di kota Madrid, dari arah utara ke arah selatan, dan menghabiskan waktu selama kurang lebih empat jam. Sekitar 400.000 orang menyaksikan acara parade ini, sementara di berbagai tempat tertempel poster-poster patriotik yang mengkultuskan pemujaan pada sosok pemimpin Nasionalis Francisco Franco



Prajurit-prajurit Falangis Spanyol berbaris melewati podium dalam parade kemenangan pihak Nasionalis yang diselenggarakan di Madrid tanggal 19 Mei 1939. "Falange Española" adalah nama resmi dari kelompok ekstrim kanan Spanyol yang beraliran anti-Komunis, anti-liberal serta anti-demokrasi. Dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939), kelompok ini dirangkul oleh pimpinan Nasionalis Francisco Franco, yang menginginkan agar semua partai dan grup yang beraliran kanan bersatu dalam satu wadah. Tidak kurang dari 150.000 milisi Falangis bertempur bersama dengan Angkatan Bersenjata Spanyol dalam perang hidup dan mati melawan pihak Republik yang beraliran kiri. Foto oleh Hugo Jaeger



Para penonton lokal dalam acara parade kemenangan pihak Nasionalis yang diselenggarakan di Madrid tanggal 19 Mei 1939. Orang-orang ini mengenakan pakaian tradisional Spanyol yang biasa dikenakan oleh rakyat kebanyakan, yang umumnya adalah petani. Wanita paling depan mengenakan selendang khusus yang dinamakan "mantoncillos” atau “picos”. Foto oleh Hugo Jaeger



Para penari dari San Esteban de Nogales berdansa di sepanjang jalanan Velilla de la Reina dalam festival lokal 'La Victoria' yang diselenggarakan di León pada tanggal 21 Mei 1939, sebuah festival yang digelar untuk merayakan kemenangan Kaum Nasionalis dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939). Foto oleh Hugo Jaeger



Festival lokal 'La Victoria' yang diselenggarakan di León pada tanggal 21 Mei 1939 untuk merayakan kemenangan Kaum Nasionalis dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939). Puncak acara diselenggarakan di Plaza las Palomas, dan di latar belakang di sebelah kanan kita bisa melihat bangunan Casa Botines hasil karya maestro Antoni Gaudi. Foto oleh Hugo Jaeger



Sumber :
www.artsandculture.google.com
www.coleccindemedallas-serteco.blogspot.com
www.en.wikipedia.org
www.facebook.com
www.visualhistory.livejournal.com

Thursday, April 6, 2023

Koleksi Video 'Die Deutsche Wochenschau' (Film Propaganda Wehrmacht)

-1944-


Die Deutsche Wochenschau - Juli 1944

----------------------------------------------------------------------------------

-1945-


Die Deutsche Wochenschau Nr. 2 - Januari 1945



Sumber :
Harry S. Truman Library
www.nationalww2museum.org
www.youtube.com

Tuesday, April 4, 2023

Seragam 'Bluwek' Musim Panas Wehrmacht (Fatigue Uniform)


Rittmeister Karl Noack (6 November 1911 - 5 Januari 1944)


 
Oberst Alfred Wittmann (20 Mei 1906 - 26 Juli 1960)



Sumber :
Foto koleksi pribadi Jim Haley
www.generalassaultmilitaria.com

Sunday, April 2, 2023

Foto 22. SS-Freiwilligen-Kavallerie-Division "Maria Theresa"



Pada tanggal 12 Oktober 1944 schwere Panzer-Abteilung 503 dikirim ke Hungaria untuk mendongkrak kekuatan pasukan Jerman yang berada disana sekaligus mendukung Ferenc Szálasi dan gerakan Nyilaskeresztes (Arrow Cross) dalam usaha kudeta terhadap pemerintahan Hungaria yang bermaksud untuk menyerah pada Uni Soviet. Dalam operasi militer tersebut, kompi kedua dari sPz.Abt.503 ikut serta dalam pengambilalihan ibukota Budapest pada tanggal 15-16 Oktober, dan salah satu dari Königstiger milik kompi tersebut - yang bernomor kubah "234" - terlihat dalam foto yang diabadikan oleh Kriegsberichter Faupel ini. Di latar belakang kita bisa melihat muka bangunan dari József főhercegi palota (istana Erzherzog Joseph) yang menghadap ke lapangan St. George. Bangunan ini sendiri - yang merupakan bagian dari komplek Kastil Buda - sekarang sudah tidak ada lagi karena rusak berat akibat perang dan kemudian diratakan dengan tanah pada tahun 1960. Hal lain yang menarik adalah para prajurit SS ini, yang mengenakan celana dari jenis 'reithose' berlapis karet yang biasa dikenakan oleh penunggang kuda atau pasukan kavaleri. Ini karena mereka berasal dari 22. SS-Freiwilligen-Kavallerie-Division "Maria Theresia" yang anggota-anggotanya sebagian besar diambil dari para sukarelawan 'volksdeutsche' (keturunan Jerman) asal Hungaria



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Buku "Tiger I and Tiger II Tanks: German Army and Waffen-SS The Last Battles in the East" karya Dennis Oliver
www.en.wikipedia.org

Wednesday, March 8, 2023

Übungs-Stielhandgranate 24 (Granat Tangan Latihan 24)




Prajurit Jerman satu ini berlari kecil sambil sedikit membungkuk diantara deretan parit pertahanan, dalam sebuah foto propaganda yang dibuat pada musim dingin tahun 1943. Tiga kotak kecil yang dibawanya adalah bom berdaya ledak rendah yang direkat menjadi satu, kemungkinan dari jenis Gebalte Ladung atau Sprengbüchse 24 yang sama-sama mempunyai berat 3 kilogram. Bila kita perhatikan lebih lanjut, terdapat beberapa lubang di setumpuk stielhandgranaten 24 yang dibawanya. Ini karena granat-granat tersebut adalah khusus dibuat untuk kepentingan latihan. Dikenal dengan nama resmi "Übungs-Stielhandgranate 24" (granat tongkat latihan), granat dari jenis satu ini mempunyai daya picu sangat rendah, sementara lubang di bagian palkonnya memungkinkan benda tersebut untuk mengeluarkan suara "bledug" cukup besar tapi tanpa merusak si granat itu sendiri. Selain dari lubang-lubang yang terdapat di kepalanya, hal lain yang membedakan granat latihan dengan granat asli adalah warnanya yang merah serta tulisan "Ueb", "Üb" atau "Ub" di bagian tongkatnya. Lebih lanjut tentang granat dari jenis Übungs-Stielhandgranate 24 bisa dilihat DISINI


Sekelompok prajurit Wehrmacht - yang kemungkinan berasal dari unit Sturmpioniere (Zeni Serbu) - berfoto bersama dengan latar belakang asap hitam tebal. Dari warna cerah celananya serta Übungs-Stielhandgranate yang dipegang oleh dua orang prajurit di sebelah kiri, kita bisa mengetahui bahwa foto ini diambil pada saat latihan dan bukannya dalam aksi pertempuran


Sumber :
www.bergflak.com
www.wehrmacht-awards.com
www.wehrmachtss.blogspot.com

Sunday, February 26, 2023

Foto Tokoh Third Reich Peraih Deutschritter-Kreuz / Randowkreuz



Generalmajor der Luftwaffe Anton Heidenreich (6 Juli 1896 - 20 Oktober 1982) saat masih menjadi seorang petugas kepolisian berpangkat Polizei-Hauptmann di tahun 1934. Dia adalah seorang veteran Perang Dunia Pertama, yang terlihat dari medali-medali yang tersemat di seragamnya. Di lehernya dia mengenakan Imperial Russian Order of Saint Stanislaus (biasa disingkat Stanislas atau Stanislav), sementara tiga buah medali yang terpasang di bawah 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse adalah, dari kiri ke kanan: Deutschritter-Kreuz, Königreich Bayern Flugzeugführerabzeichen, dan Baltenkreuz



Sumber :
https://veryimportantlot.com/de/lot/view/freikorps-detachment-von-randow-deutschritter-kr-598251

Friday, February 24, 2023

Foto Tokoh Third Reich Peraih Medali Rusia



Generalmajor der Luftwaffe Anton Heidenreich (6 Juli 1896 - 20 Oktober 1982) saat masih menjadi seorang petugas kepolisian berpangkat Polizei-Hauptmann di tahun 1934. Dia adalah seorang veteran Perang Dunia Pertama, yang terlihat dari medali-medali yang tersemat di seragamnya. Di lehernya dia mengenakan Imperial Russian Order of Saint Stanislaus (biasa disingkat Stanislas atau Stanislav), sementara tiga buah medali yang terpasang di bawah 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse adalah, dari kiri ke kanan: Deutschritter-Kreuz, Königreich Bayern Flugzeugführerabzeichen, dan Baltenkreuz


Sumber :
www.ebay.de
www.en.wikipedia.org

Monday, February 20, 2023

Foto Wajah Kucel dan Berdebu Third Reich


Generalmajor Erich Fronhöfer (27 Desember 1895 – 12 Januari 1970)


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Sunday, February 12, 2023

Foto Tokoh Third Reich Peraih Anhaltisches Arbeitsdienst-Erinnerungszeichen (Anhalt Labor Service Commemorative Badge)

Anhaltisches Arbeitsdienst-Erinnerungszeichen (Anhalt Labor Service Commemorative Badge) pertama kali dikeluarkan pada tanggal 30 September 1933, sebagai penghargaan kepada para mantan anggota RAD (Reichsarbeitsdienst) yang bertugas di Anhalt untuk pertama kalinya pada tahun 1932. Medali ini berbentuk Swastika diagonal besar dengan perisai berbentuk lingkaran di tengahnya, yang bertuliskan "AAD 1932"


Ritterkreuzträger dan RAD-Oberarbeitsführer Gerhard Konopka, penugasan kembali di akhir perang (Maret 1945). Dia mengenakan medali Anhaltisches Arbeitsdienst-Erinnerungszeichen (Anhalt Labor Service Commemorative Badge) di samping Verwundetenabzeichen



Sumber :
www.alexautographs.com
www.passionmilitaria.com

Anggota Nazi/Wehrmacht yang Menjadi Tokoh Terkemuka Pasca Perang Dunia II

POLITIKUS


Hauptmann der Reserve Heinrich Lübke (14 Oktober 1894 - 6 April 1972). Nantinya menjadi Presiden Jerman Barat periode 13 September 1959 s/d 30 Juni 1969



Oberleutnant Kurt Waldheim (21 Desember 1918 - 14 Juni 2007). Nantinya menjadi Sekretaris-Jenderal PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) periode 1 Januari 1972 – 31 Desember 1981, dan Presiden Austria (8 Juli 1986 – 8 Juli 1992)


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Sunday, January 22, 2023

General der Panzertruppe Hermann Breith (1892-1964), Pakar Perang Tank Jerman

Album foto Hermann Breith bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Hermann Albert Breith
Panggilan/julukan: tidak diketahui
Lahir: 7 Mei 1892 di Pirmasens, Rheinland-Pfalz (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 3 September 1964 (72 tahun) di Distrik Pech, Wachtberg, Nordrhein-Westfalen (Jerman Barat)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Orangtua: Karl Ludwig Breith dan Friederike Karolina
Istri: Ina Gertrud Hill (kelahiran 19 Maret 1916), menikah tanggal 26 Januari 1935
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
13.08.1910 Fahnenjunker-Unteroffzier
20.12.1910 Fähnrich
13.09.1911 Leutnant
25.11.1916 Oberleutnant
01.03.1924 Hauptmann
01.12.1933 Major
01.04.1936 Oberstleutnant
01.01.1939 Oberst
01.08.1941 Generalmajor
01.11.1942 Generalleutnant
01.03.1943 General der Panzertruppe

Karriere (Karir):
16.04.1910 - 12.10.1916 Fahnenjunker di 7. Brandenburgisches Infanterie-Regiment "Markgraf Carl" Nr. 60
01.10.1910 - 00.00.1911 Mengambil pendidikan lanjutan di Kriegsschule Hersfeld
12.10.1914 - 05.12.1914 Führer MG-Kompanie di Infanterie-Regiment "Hessen-Homburg" Nr. 166
05.12.1914 - 12.04.1915 Adjutant III.Bataillon / Infanterie-Regiment "Hessen-Homburg" Nr. 166
12.04.1915 - 04.09.1915 Führer MG-Kompanie di Infanterie-Regiment "Markgraf Carl" Nr. 60
12.04.1915 - 20.10.1917 Adjutant Infanterie-Regiment "Markgraf Carl" Nr. 60
20.10.1917 - 22.10.1917 Stabsoffizier di 121. Infanterie-Division
22.10.1917 - 17.07.1918 Ordonnanzoffizier di 121. Infanterie-Division
17.07.1918 - 03.01.1919 Adjutant 241. Infanterie-Brigade
03.01.1919 - 06.01.1919 Demobilisasi dari ketentaraan di Bad Orb
06.01.1919 - 13.02.1919 Dipindahkan ke Ersatzbataillon / Infanterie-Regiment Nr. 60
13.02.1919 - 17.05.1919 Adjutant Infanterie-Regiment Nr. 60
17.05.1919 - 01.10.1919 Dipindahkan ke Radfahr-Kompanie / Division von Lettow-Vorbeck
01.10.1919 - 16.12.1919 Dipindahkan ke Reichswehr-Infanterie-Regiment 18
16.12.1919 - 16.02.1920 Chef 1.Kompanie (MG) / Reichswehr-Infanterie-Regiment 18
16.02.1920 - 07.09.1920 Adjutant I.Bataillon / Reichswehr-Infanterie-Regiment 18
07.09.1920 - 01.01.1921 Chef 2.Kompanie / Reichswehr-Infanterie-Regiment 17
01.01.1921 - 01.10.1923 Chef 10.Kompanie / 6.Infanterie-Regiment
15.01.1921 - 10.03.1921 Kursus Kepemimpinan di Militärkorridor-Zuge Schneidemühle
07.11.1921 - 21.11.1921 Kursus leichte-MG di I.Bataillon / 6.Infanterie-Regiment
01.10.1923 - 01.10.1925 Stabsoffizier III.Bataillon / 6.Infanterie-Regiment
01.10.1925 - 01.10.1926 Dipindahkan ke 6. (Preußische) Kraftfahr-Abteilung
01.10.1926 - 01.01.1927 Dipindahkan lagi ke 1. (Preußische) Kraftfahr-Abteilung
01.01.1927 - 01.02.1931 Chef 1.Kompanie / 1.Kraftfahr-Abteilung
26.11.1928 - 09.12.1928 Mengikuti Kursus Perlindungan Gas D di Berlin
01.10.1929 - 21.12.1929 Kursus Komando Kendaraan Bermotor di 3.Kraftfahr-Abteilung
01.02.1931 - 01.10.1931 Stabsoffizier di Gruppenkommando 1
01.06.1931 - 20.08.1931 Stabsoffizier di Inspektion der Kraftfahrtruppen / Reichswehrministerium
01.10.1931 - 01.08.1934 Penasihat di Inspektion der Kraftfahrtruppen / Reichswehrministerium
01.08.1934 - 15.10.1935 Dipindahkan ke Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen
15.10.1935 - 10.11.1938 Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 5 / 3.Panzer-Division
10.11.1938 - 15.02.1940 Kommandeur Panzer-Regiment 36 / 4.Panzer-Division
15.02.1940 - 14.11.1940 Kommandeur Panzer-Brigade 5 / 4.Panzer-Division
14.11.1940 - 03.06.1941 Stabsoffizier General der Schnellen Truppen
03.06.1941 - 16.10.1941 Führerreserve OKH (Oberkommando des Heeres)
07.07.1941 - 30.10.1941 Di waktu yang sama, ditugaskan ke Stab General der Schnellen Truppen
16.10.1941 - 22.10.1941 Führer 3. Panzer-Division
22.10.1941 - 02.10.1942 Kommandeur 3. Panzer-Division
02.10.1942 - 01.01.1943 Führerreserve OKH (Oberkommando des Heeres)
01.01.1943 - 03.01.1943 Generalstabsoffizier Heeresgruppe A
03.01.1943 - 01.03.1943 Führer III. Panzerkorps
01.03.1943 - 08.05.1945 Kommandierender General III. Panzerkorps
08.05.1945 - 00.05.1947 Menjadi tawanan Amerika di Austria
00.05.1947 Dibebaskan

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.191_ Preußisches Dienstauszeichnungskreuz
10.09.1914 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
30.07.1916 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
16.04.1917 Hamburgisches Hanseatenkreuz
28.10.1918 Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern
10.10.1934 Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918
02.10.1936 Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse
00.00.1939 Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”
23.09.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
02.10.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
20.05.1940 Panzerkampfabzeichen in Silber
01.06.1940 Verwundetenabzeichen 1939 in Schwarz
03.06.1940 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sebagai Oberst dan Kommandeur Panzer-Brigade 5 / 5.Panzer-Division
31.01.1942 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #69, sebagai Generalmajor dan Kommandeur 3. Panzer-Division
31.01.1942 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
01.08.1942 Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942" (Ostmedaille)
01.06.194_ Verwundetenabzeichen 1939 in Silber
01.06.194_ Verwundetenabzeichen 1939 in Gold
20.02.1944 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
21.02.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #48, sebagai General der Panzertruppe dan Kommandierender General III. Panzerkorps
09.09.1944 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
30.10.1944 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht

Aufzeichnungen (Catatan):
*


Sumber :
www.de.metapedia.org
www.en.wikipedia.org
www.generals.dk
www.lexikon-der-wehrmacht.de
www.ritterkreuztraeger.info
www.tracesofwar.com
www.youtube.com
www.web.archive.org

Sunday, January 15, 2023

Foto Seragam Panzer / Sturmartillerie dengan Kragenspiegel (Kerah) Jenderal

SERAGAM HITAM PANZERTRUPPEN


Generalmajor Adelbert Schulz (20 Desember 1903 – 28 Januari 1944)



Generalleutnant der Reserve Hyazinth Graf Strachwitz (30 Juli 1893 - 25 April 1968)



Foto langka yang memperlihatkan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Herbert Otto Gille (8 Maret 1897 - 26 Desember 1966) mengenakan sonderbekleidung der Deutschen Panzertruppen (seragam hitam pasukan lapis baja Jerman), dalam kapasitasnya sebagai Kommandierender General IV. SS-Panzerkorps. Medali yang diraih selama karir militernya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; braunschweiger Kriegsverdienstkreuz II.Klasse dan I.Klasse; Österreichische Militärverdienstkreuz; Silberes SA-Sportabzeichen; Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern; Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (26 Oktober 1939) dan I.Klasse (21 November 1939); Allgemeines-Sturmabzeichen (Mei 1941); Deutsches Kreuz in Gold (28 Februari 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (15 September 1942); Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) Finlandia, 1st Class with Swords (6 Maret 1943); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (8 Oktober 1942) mit Eichenlaub #315 (1 November 1943), Schwerter #47 (20 Februari 1944) und Brillanten #12 (19 April 1944). Selain itu, namanya juga dua kali termuat dalam Wehrmachtbericht (siaran propaganda radio Wehrmacht) edisi 6 April 1944 dan 2 September 1944



SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Heinz Harmel (29 June 1906 - 2 September 2000)

------------------------------------------------------------------------

SERAGAM ABU-ABU STURMARTILLERIE


Generalmajor Martin Berg (4 April 1905 – 2 April 1969)


Generalleutnant Dipl.Ing. Erich Schneider (12 Agustus 1894 – 3 Agustus 1980)


 Generalleutnant Rudolf Freiherr von Waldenfels (4 Desember 1895 – 14 Agustus 1969)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Georg S.
Generalkartei der Wehrmacht
www.forum.axishistory.com