Monday, November 28, 2016

Koleksi Lukisan Karya Canaletto


Giovanni Antonio Canal (18 Oktober 1697 - 19 April 1768), yang lebih dikenal sebagai "Canaletto" (Canal Kecil), adalah pelukis Italia abad ke-18 yang terkenal melalui karya-karya landscape, atau vedute, dari Venesia. Dia adalah anak dari Bernardo Canal yang juga adalah seorang pelukis. Canaletto tinggal di Inggris selama periode 1746-56 dan menciptakan banyak pula lukisan pemandangan disana - meskipun popularitas serta kualitasnya disebut-sebut kalah jauh bila dibandingkan dengan karya-karya awalnya semasa di Venesia. Canaletto mempunyai kelebihan khusus dimana lukisan-lukisannya dianggap menampilkan "pemandangan perkotaan yang menggugah". Karyanya yang paling terkenal adalah "The Stonemason´s Yard" (Halaman Tukang Batu), yang dibuat pada tahun 1725. Lukisan ini kemudian dipersembahkan untuk Sir George Beaumont pada tahun 1823/8. Canaletto, bersama dengan Giambattista Pittoni, Giovan Battista Tiepolo, Giovan Battista Piazzetta, Giuseppe Maria Crespi dan Francesco Guardi, tergabung dalam kelompok pelukis Venesia terkemuka pada masanya

------------------------------------------------------------------------


 San Cristoforo, San Michele and Murano from the Fondamenta Nuove (1722-23)


Grand Canal, Looking Northeast from Palazo Balbi toward the Rialto Bridge (1723-24)


 Grand Canal, Looking East from the Campo San Vio (1723-24)
 
 
 Piazza San Marco (1723-24)


Rio dei Mendicanti (1723-24)


 The Grand Canal, Looking North-East from Palazzo Balbi to the Rialto Bridge (1724)


 The Grand Canal with the Rialto Bridge in the Background (1724-25)


 The Stonemason's Yard (1725)


 Bucentaur's return to the pier by the Palazzo Ducale (1727-29)


The Entrance to the Grand Canal, Venice (1730) 


 Piazza San Marco with the Basilica, Venice (1730-34)


 View of the entrance to the Venetian Arsenal (1732)


The Grand Canal from Palazzo Flangini to Campo San Marcuola (1738)


Rome: Ruins of the Forum, Looking towards the Capitol (1742)


 London: Seen Through an Arch of Westminster Bridge (1746-47)


 Westminster Bridge, with the Lord Mayor's Procession on the Thames (1747)


Westminster Abbey (1749)


 The Strand front of Northumberland House (1752)


Sumber :
www.canalettogallery.com
www.en.wikipedia.org
www.wga.hu

Foto Partisan Yugoslavia

 Foto ini memperlihatkan saat seorang perempuan anggota Partisan yang tertangkap oleh Jerman, Rajna Radić, mengkhianati rekan seperjuangannya dengan memberikan informasi kepada para penangkapnya. Berdasarkan sumber propaganda Jerman, dia bahkan menawarkan diri untuk memperlihatkan lokasi persembunyian teman-temannya dengan berkata: "Disanalah mereka, di lembah itu. Aku akan menunjukkannya sendiri pada kalian!" Rajna Radić tertangkap oleh prajurit-prajurit dari 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" (di sebelah kiri) dan Grenadier-Regiment 92 (di belakang, memakai tropenmütze). Foto diambil pada tahun 1944 di wilayah Bosnia-Herzegovina (Yugoslavia)


Di awal pagi tanggal 25 Februari 1945, di jalur kereta api Busovača–Lašva di dekat desa Strane, Batalyon ke-4 Partisan Yugoslavia dari Brigade Krajina VI / Divisi Krajina IV - yang telah mendapat tambahan kekuatan - menunggu kedatangan kereta api lapis baja Jerman yang dijadwalkan akan melewati tempat tersebut beberapa saat lagi. Para gerilyawan komunis Yugoslavia tersebut tak mengetahui bahwa kereta api incarannya ternyata membawa pula seluruh perwira staff Kampfgruppe Eberlein (Sicherungs-Regiment 639), sebuah unit khusus Wehrmacht yang telah menjadi musuh utama mereka selama beberapa bulan ke belakang. Batalyon ke-4 melakukan serangan terhadap kereta terlebih dahulu, sementara peleton zeni sibuk menanam bahan peledak di bawah rel di kejauhan. Selama beberapa saat pihak Jerman membalas tembakan musuhnya dengan sengit, sehingga membungkam senjata-senjata Partisan, sebelum meneruskan perjalanan mereka. Tak lama kemudian sebuah ledakan besar terdengar, yang menghentikan gerak maju kereta. Kini dari segala arah datang tembakan gencar yang berasal dari grup Partisan lainnya. Pasukan Jerman menjadi panik, dan berlarian keluar kereta ke segala arah. Sebagian besar dari mereka menjadi korban tembakan, sementara sisanya menyerahkan diri dengan melambaikan kain berwarna putih dari dalam kereta. Pihak Partisan terkejut dan gembira ketika mengetahui bahwa diantara tawanan tersebut terdapat pula Oberst der Reserve z. V. Prof. Dr.phil. August Ritter von Eberlein, perwira tua yang menjadi komandan Kampfgruppe Eberlein sekaligus Sicherungs-Regiment 639. Komandan Brigade Partisan, yang ikut hadir pada saat itu, mengenang, "Kami memandang dia dengan perasaan tidak percaya. Pada akhirnya kami berhasil mencapai apa yang kami idam-idamkan sejak lama: penangkapan seorang komandan Jerman." Tidak seperti pasukan Wehrmacht yang sebagian besar terbunuh, pihak penyerang Partisan hanya kehilangan satu orang tentaranya dalam peristiwa ini!


Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com

Tuesday, November 22, 2016

Foto Yugoslavia di Masa Pendudukan Jerman (1941-1945)

Jermanisasi di wilayah Spodnja Štajerska (Styria Bawah/Lower Styria/Untersteiermark): para anggota dari Schutzpolizei (Security Police) dan Ordnungspolizei (Order Police) - bagian dari Höhere SS- und Polizeiführer Alpenland - mengambil dengan paksa anak-anak dari ibu mereka yang putus as di wilayah Celje, Yugoslavia (di halaman sekolah yang sekarang bernama I osnovne škole). Anak-anak itu akan dibawa ke kamp-kamp di Reich untuk dididik ulang dan dibesarkan sebagai orang-orang Jerman. Foto diambil oleh Josip Pelikan pada bulan Agustus 1942


Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com

Saturday, November 19, 2016

Buku Batalion Panzer Jerman karya Joseph Lebani


Penulis : Joseph Lebani
Penerbit : Narasi (Bukit)
ISBN : 9789791684934
Terbit pertama : 15 Agustus 2016
Ketebalan : 528 halaman
Ukuran : 19 x 26 cm
Berat : 1,2 kilogram
Sampul : Soft cover

Pada masa Perang Dunia II pihak Jerman membentuk satuan-satuan tank berat setingkat batalyon yang biasa dinamakan sebagai schwere Panzer-Abteilung (Detasemen Tank Berat). Unit ini diperkuat oleh Panzerkampfwagen VII Tiger dan Königstiger sebagai senjata utama. Dengan meriam kaliber 88mm, bisa dibilang bahwa "monster-monster" ini hampir tak ada tandingannya dalam pertempuran melawan tank-tank Sekutu dan Rusia. Dari tahun 1942 s/d 1945, tercatat ada 13 buah batalyon yang dibentuk, 10 dari Heer (schwere Panzer-Abteilung 501 s/d 510) dan 3 dari Waffen-SS (schwere SS Panzer-Abteilung 501/101 s.d 503/103). Bukti ketangguhannya yang luar biasa adalah bahwa, batalyon-baatalyon ini mampu menghancurkan 9.850 tank musuh, sementara hanya kehilangan 1.715 tank milik sendiri - itupun kebanyakan rusak karena masalah mesin ataupun kehabisan bahan bakar. Ini berarti bahwa untuk memusnahkan satu tank berat Jerman, dibutuhkan 5-6 tank musuh yang menjadi "tumbal" untuk melakukannya!

Batalyon-batalyon ini menghasilkan pula jagoan-jagoan perang yang jempolan, yang mampu menghancurkan puluhan atau ratusan tank musuh (baik sebagai komandan tank ataupun penembak meriam). Nama-nama seperti Michael Wittmann, Otto Carius, Kurt Knispel, Bobby Woll dan lain-lain akan selamanya tercatat dalam sejarah sebagai master-master pertempuran tank yang mampu memaksimalkan kemampuan mesin perang mereka yang luar biasa.

Semua itu dibahas secara mendetail dalam buku karangan teman saya Joseph Lebani ini. Mulai dari pembentukannya, hari-perhari operasi serta nasibnya di akhir perang dikupas tuntas tas. Tidak lupa pula ratusan ilustrasi yang menghiasi hampir setiap halaman, yang membantu para pembacanya dalam "mencerna" isi buku, membuat kegiatan membaca buku ini menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tidak menjemukan. Setiap halamannya akan membuat Anda seolah menyaksikan langsung detail peristiwa yang terjadi di berbagai medan tempur, hingga terlihat jelas kelebihan, kekurangan, serta perbedaan-perbedaan formasi, taktik, dan kemampuan manuver antara tank Sekutu dengan tank Jerman dalam Perang Dunia II, perang terbesar dalam sejarah dunia modern.

Bila anda berminat untuk memilikinya, maka bisa membeli di toko-toko buku setempat semisal Gramedia dan Gunung Agung, atau bisa juga menghubungi langsung pengarangnya di FACEBOOK beliau. Yang jelas, ini buku WAJIB para penikmat sejarah Perang Dunia II, khususnya pihak Axis dan Jerman!




Monday, November 14, 2016

Foto Kejahatan Perang Nazi dan Wehrmacht

BUMI-HANGUS

Foto ini diambil pada pagi hari tanggal 29 Oktober 1944 dan memperlihatkan seorang komandan Gebirgsjäger Jerman sedang membrifing para perwiranya sebelum dilakukan aksi bumihangus di Bugøyfjord, Finnmark (Norwegia). Perintah pembakaran - yang dinamakan sebagai Unternehmen Nordlicht (Operasi Cahaya Utara) - telah diterima oleh komando militer Wehrmacht di Oslo sehari sebelumnya, tapi baru sampai ke pasukan Jerman yang ditempatkan di Finnmark pada malam harinya. Dalam aksi untuk menahan gerak maju Tentara Merah ini, tidak kurang dari 11.000 rumah, 106 sekolah, 27 gereja, dan 21 rumahsakit yang dibakar. Selain itu, 4.700 sapi juga dilepaskan dari kandangnya, 22.000 jalur komunikasi diputus, jalan-jalan dibom, perahu dan kapal dihancurkan, binatang ternak dibantai, dan 1.000 anak-anak warga setempat yang dipisahkan dari orangtua mereka. Konyolnya, setelah menguasai wilayah Kirkenes pada tanggal 25 Oktober 1944, pasukan Rusia memutuskan untuk menghentikan ofensifnya dan tidak memasuki wilayah Finnmark seperti yang ditakutkan sebelumnya (seusia perang, Kirkenes dikembalikan pada Norwegia)! Finnmark sendiri berada di sebelah utara Norwegia dan berbatasan dengan Lapland (Finlandia) serta Murmansk Oblast (Uni Soviet). BTW, tidak ada keterangan mengenai asal unit para perwira dalam foto ini, yang jelas mereka berasal dari 20. Gebirgsarmee (2. Gebirgs-Division dan 6. Gebirgs-Division) yang beroperasi di front Finnmark dan Murmansk dari tahun 1941 s/d 1944.

----------------------------------------------------------------------

EKSEKUSI WARGA SIPIL

Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Gerhard Gronefeld pada tanggal 22 April 1941 ini memperlihatkan seorang perwira dari Infanterie-Regiment (motorisiert) "Großdeutschland" menghabisi warga lokal - yang kelihatan masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan setelah eksekusi massal - di pinggir kuburan Ortodoks tua di Pančevo, Serbia (Yugoslavia), sementara di sebelahnya memperhatikan perwira lain dari SS-Division (motorisiert) "Reich". Di hari itu, tidak kurang dari 36 orang warga sipil tak bersalah dieksekusi (dengan tuduhan tak berdasar bahwa mereka adalah bagian dari pemberontak bersenjata), sebagai balasan dari serangan terhadap dua orang prajurit Jerman - juga untuk sembilan orang warga etnis Jerman yang dieksekusi sebelumnya karena menyerang prajurit Yugoslavia. Ke-36 orang warga tersebut dibagi dua: satu kelompok dieksekusi dengan cara ditembak, sementara kelompok lainnya digantung. Sebagai eksekutor kelompok pertama dipilih resimen Großdeutschland yang kebetulan sedang berada disana, sementara eksekutor kelompok kedua dilaksanakan oleh warga etnis Jerman yang tinggal di wilayah sekitar. Perintah pelaksanaan eksekusi ditandatangani oleh komandan garnisun, Oberstleutnant Fritz Bandelow dari Großdeutschland, sementara sebagai hakim/pengambil keputusan adalah SS-Sturmbannführer Rudolf Hoffmann dari SS-Division (motorisiert) "Reich". Pada persidangan penjahat perang di Jerman setelah perang usai, Hoffmann dinyatakan tidak bersalah. Foto-foto lain dari peristiwa ini bisa dilihat di bawah:







Operasi penangkapan dua orang warga sipil yang terduga gerilyawan, yang dilakukan oleh para prajurit dari Fallschirmjäger-Regiment 3 / 1.Fallschirmjäger-Division, pada tanggal 5-9 November 1943. Peristiwa ini terjadi pada saat FJ3 sedang melakukan patroli militer di wilayah Sungai Trigno, Abruzzi (Italia), di bawah pimpinan Leutnant Rudolf Rennecke. Dua orang warga setempat tersebut kemudian dieksekusi tanpa disidang terlebih dahulu, setelah sebelumnya disuruh menggali lubang kuburan mereka sendiri. Rangkaian peristiwa ini tampaknya telah dengan sengaja disusun sedemikian rupa untuk kepentingan sang fotografer, yang mengabadikan dengan cermat proses dari penyergapan sampai setelah eksekusi dilaksanakan

----------------------------------------------------------------------

JERMANISASI ANAK WILAYAH PENDUDUKAN

Jermanisasi di wilayah Spodnja Štajerska (Styria Bawah/Lower Styria/Untersteiermark): para anggota dari Schutzpolizei (Security Police) dan Ordnungspolizei (Order Police) - bagian dari Höhere SS- und Polizeiführer Alpenland - mengambil dengan paksa anak-anak dari ibu mereka yang putus as di wilayah Celje, Yugoslavia (di halaman sekolah yang sekarang bernama I osnovne škole). Anak-anak itu akan dibawa ke kamp-kamp di Reich untuk dididik ulang dan dibesarkan sebagai orang-orang Jerman. Foto diambil oleh Josip Pelikan pada bulan Agustus 1942

----------------------------------------------------------------------

TOKOH-TOKOH BRUTAL

Para prajurit dari I.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2 / SS-Freiwilligen-Division "Prinz Eugen" berlatih memanjat gunung di salah satu tempat di Serbia, bulan November 1942. Hanya beberapa minggu sebelumnya, dalam aksi tempur pertama mereka, batalyon ini sudah melakukan tindakan kekejaman terhadap warga sipil (termasuk diantaranya adalah yang terjadi di Kriva Reka, dimana mereka meledakkan sekelompok orang dalam sebuah gereja!). Foto ini terbilang langka karena memperlihatkan komandan mereka, SS-Sturmbannführer Richard Kaaserer (nongkrong di atas bebatuan tanpa mengenakan topi), yang nantinya tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kriminal paling buas di medan perang Yugoslavia dalam Perang Dunia II! Di luar dari kegiatan "rutin" menyiksa warga sipil tak berdosa, Kaaserer juga berulangkali menyiksa prajuritnya sendiri, dan pernah diajukan ke mahkamah militer SS karena masalah ini! Dia dituduh telah memukul, menendang dan mencambuk anakbuahnya saat pelatihan sedang berlangsung; menggilas salah satu dari mereka menggunakan kuda; menahan satu kompi penuh dalam posisi "siaga" dibawah terik matahari sampai beberapa diantaranya jatuh pingsan; dan bahkan menembak salah seorang diantaranya! Pengadilan SS menyatakan bahwa kekejiannya bersumber dari ketidakstabilan mentalnya (sesuatu yang dianggap bukan masalah serius) - dan Kaaserer diizinkan untuk melanjutkan karirnya di Yugoslavia, sampai akhirnya menjadi SS- und Polizeiführer (SSPF) Sandschak dengan pangkat SS-Oberführer. Sikap brutal serta memandang rendah terhadap anakbuahnya sendiri - yang kebanyakannya berasal dari kalangan petani - kemungkinan besar berimbas pada kekejaman batalyon pimpinan Kaaserer terhadap warga sipil yang mengikuti kemudian (seperti yang saama diketahui: kekerasan hanya akan berujung pada kekerasan lainnya). Bisa dibilang bahwa sang Bataillonkommandeur dan anakbuahnya adalah yang paling bertanggungjawab terhadap reputasi kriminal dari Divisi "Prinz Eugen", reputasi yang nantinya malah diperburuk oleh unit-unit lainnya, dan yang sampai sekarang dicatat dengan tinta hitam sejarah. Kaaserer menemui akhir hidupnya saat digantung di Beograd (Yugoslavia) pada bulan Januari 1947. Foto oleh SS-Kriegsberichter Homann


Sumber :
www.archives.ecpad.fr
www.bandenkampf.blogspot.com
www.forum.axishistory.com
www.nrk.no
www.serbianna.com

Foto Pegunungan dan Bukit Batu

Para prajurit dari I.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2 / SS-Freiwilligen-Division "Prinz Eugen" berlatih memanjat gunung di salah satu tempat di Serbia, bulan November 1942. Hanya beberapa minggu sebelumnya, dalam aksi tempur pertama mereka, batalyon ini sudah melakukan tindakan kekejaman terhadap warga sipil (termasuk diantaranya adalah yang terjadi di Kriva Reka, dimana mereka meledakkan sekelompok orang dalam sebuah gereja!). Foto ini terbilang langka karena memperlihatkan komandan mereka, SS-Sturmbannführer Richard Kaaserer (nongkrong di atas bebatuan tanpa mengenakan topi), yang nantinya tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kriminal paling buas di medan perang Yugoslavia dalam Perang Dunia II! Di luar dari kegiatan "rutin" menyiksa warga sipil tak berdosa, Kaaserer juga berulangkali menyiksa prajuritnya sendiri, dan pernah diajukan ke mahkamah militer SS karena masalah ini! Dia dituduh telah memukul, menendang dan mencambuk anakbuahnya saat pelatihan sedang berlangsung; menggilas salah satu dari mereka menggunakan kuda; menahan satu kompi penuh dalam posisi "siaga" dibawah terik matahari sampai beberapa diantaranya jatuh pingsan; dan bahkan menembak salah seorang diantaranya! Pengadilan SS menyatakan bahwa kekejiannya bersumber dari ketidakstabilan mentalnya (sesuatu yang dianggap bukan masalah serius) - dan Kaaserer diizinkan untuk melanjutkan karirnya di Yugoslavia, sampai akhirnya menjadi SS- und Polizeiführer (SSPF) Sandschak dengan pangkat SS-Oberführer. Sikap brutal serta memandang rendah terhadap anakbuahnya sendiri - yang kebanyakannya berasal dari kalangan petani - kemungkinan besar berimbas pada kekejaman batalyon pimpinan Kaaserer terhadap warga sipil yang mengikuti kemudian (seperti yang saama diketahui: kekerasan hanya akan berujung pada kekerasan lainnya). Bisa dibilang bahwa sang Bataillonkommandeur dan anakbuahnya adalah yang paling bertanggungjawab terhadap reputasi kriminal dari Divisi "Prinz Eugen", reputasi yang nantinya malah diperburuk oleh unit-unit lainnya, dan yang sampai sekarang dicatat dengan tinta hitam sejarah. Kaaserer menemui akhir hidupnya saat digantung di Beograd (Yugoslavia) pada bulan Januari 1947. Foto oleh SS-Kriegsberichter Homann 


Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com

Foto Fall Schwarz (15 Mei 1943 - 16 Juni 1943)

 Fall Schwarz, 20 Mei 1943: Para legiuner Kroasia yang merupakan anggota dari 369. (Kroatische) Infanterie-Division "Teufels-Division" dengan terburu-buru membawa rekan mereka yang terluka dalam pertempuran melawan pasukan Partisan Yugoslavia di lembah Ćehotina yang terletak di dekat Gradac (Pljevlja). Dengan dukungan penuh kekuatan udara, divisi yang anggotanya sebagian besar adalah sukarelawan Kroasia tersebut berhasil memukul mundur kekuatan musuh yang berasal dari 6. Istočnobosansku Brigadu (Brigade Bosnia Timur ke-6), 3. Dalmatinsku Brigadu (Brigade Dalmatia ke-3), dan 7. Banijsku Brigadu (Brigade Banija ke-7)


  Fall Schwarz, 15 Mei s/d 16 Juni 1943: SS-Sturmbannführer Bernhard Dietsche (kedua dari kiri, Kommandeur II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2 / SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen") berbincang-bincang dengan Letnan-Dua S. Samardžić (kedua dari kanan, Komandan sebuah brigade Chetnik) di sebuah tempat di Bosnia-Herzegovina (Yugoslavia). Di tahun itu Samardžić tertangkap oleh pasukan Jerman dan ditawan di Penjara Zenica - meskipun pada akhirnya dia berhasil meloloskan diri tak lama kemudian


Foto ini diambil dari buku "Vorwärts, Prinz Eugen!" karya Otto Kumm (halaman 314), dan memperlihatkan parade kendaraan perang milik SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen", yang dilangsungkan di jalanan kota Mostar, Bosnia-Herzegovina (Yugoslavia), pada tanggal 8 Juli 1943, tak lama setelah kesuksesan "Fall Schwarz" (Case Black), operasi anti-Partisan di tenggara Bosnia. Foto ini memperlihatkan sebuah Sd.Kfz.7 mittlerer Zugkraftwagen 8t milik SS-Freiwilligen-Gebirgs-Artillerie-Regiment "Prinz Eugen", yang sedang melintasi jalan Kralja Petra (asalnya bernama Franca Jozefa. Kini bernama Mostarskog Bataljona), menuju ke arah jembatan yang mempunyai nama sama. Foto ini sendiri diambil diantara Hotel Neretva dan fasilitas spa kota Mostar. Bangunan apotik terkenal di kota tersebut terlihat di latar belakang





Sumber :

Foto 369. (Kroatische) Infanterie-Division "Teufels-Division"

Para perwira dari Verstarken Kroatischen Infanterie Regiment 369 berfoto bersama seusai upacara penganugerahan medali di Golubinskaya, Volgogradskaya Oblast, Rusia, pada tanggal 24 September 1942 di acara kunjungan Poglavnik Ante Pavelić ke markas besar 6. Armee. Dari kiri ke kanan: Major Tomislav Brajković, Oberleutnant Blago Zlomislić, Hauptmann artileri Vasilije Maljgin, dan seorang perwira Jerman tak dikenal. Dengan bangga mereka mengenakan medali yang baru saja mereka peroleh, yang merupakan perpaduan dari medali Jerman serta Kroasia: Eisernes Kreuz II. Klasse, Željezni trolist (Kroatisches Eisernes Dreiblatt/Croatian Military Order of the Iron Trefoil), dan Red krune kralja Zvonimira (Kroatisches Kriegsordens der Krone des Königs Zvonimir/Croatian Order of the Crown of King Zvonimir). Dua perwira di tengah mengenakan Croation Legion 1941 Linden Leaf Badge di bagian samping M38 feldmütze mereka



---------------------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

Fritz Neidholdt (1 September 1942 - 5 Oktober 1944)
Generalleutnant Fritz Neidholdt (16 November 1887 - 5 Maret 1947), sama seperti sebagian besar jenderal Jerman lainnya dalam Perang Dunia II, adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian melanjutkan karir militernya di Reichswehr dan Wehrmacht. Dia terutama sekali dikenal karena menjadi komandan dari 369. Infanterie-Division yang sebagian besar peresonilnya adalah para sukarelawan Kroasia. Neidholdt menjadi komandan divisi ini dari tanggal 1 September 1942 s/d 5 Oktober 1944, sebuah masa jabatan yang terbilang lama bagi seorang Divisionskommandeur - apalagi membawahi unit yang berisikan orang-orang non-Jerman - yang menunjukkan kapasitas serta kualitas kepemimpinan Neidholdt. Setelah Perang Dunia II usai, dia diekstradisi ke Yugoslavia dan dihukum mati pada tahun 1947 atas tuduhan sebagai penjahat perang. Medali dan penghargaan yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II. und I.Klasse; Ritterkreuz I.Klasse des Königlich Sächsischen Albrechts-Ordens mit Schwertern; Hamburgisches Hanseatenkreuz; Fürstlich Reussisches Ehrenkreuz III.Klasse mit Schwertern; Fürstlich Schwarzburgisches Ehrenkreuz III.Klasse mit Schwertern; Kaiserlich Und Königlich Österreichisches Militärverdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration; Türkische Silberne Liakat-Medaille mit Säbel; Türkischer Eiserner Halbmond; Ritterkreuz des Königlich Bulgarische Militärverdienstordens mit der Krone; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II. und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Deutsches Kreuz in Gold (2 Januari 1942); Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942; serta Order of the Iron Trefoil (Kroasia)

---------------------------------------------------------------------------------


General Pukovnik (Letnan-Jenderal) Vilko Begić, Sekretaris Negara di Kementerian Peperangan NDH Kroasia, memberikan selamat kepada para prajurit dari 369. (Kroatische) Infanterie-Division "Teufels-Division" dalam upacara penganugerahan medali yang diadakan setelah berakhirnya Unternehmen Weiß (Operasi Putih). Upacara diadakan di lapangan udara Rajlovac yang terletak di dekat Sarajevo (Bosnia), tanggal 25 Maret 1943. Begić sendiri nantinya menjadi wakil dari pemimpin NDH, Ante Pavelić


 Fall Schwarz, 20 Mei 1943: Para legiuner Kroasia yang merupakan anggota dari 369. (Kroatische) Infanterie-Division "Teufels-Division" dengan terburu-buru membawa rekan mereka yang terluka dalam pertempuran melawan pasukan Partisan Yugoslavia di lembah Ćehotina yang terletak di dekat Gradac (Pljevlja). Dengan dukungan penuh kekuatan udara, divisi yang anggotanya sebagian besar adalah sukarelawan Kroasia tersebut berhasil memukul mundur kekuatan musuh yang berasal dari 6. Istočnobosansku Brigadu (Brigade Bosnia Timur ke-6), 3. Dalmatinsku Brigadu (Brigade Dalmatia ke-3), dan 7. Banijsku Brigadu (Brigade Banija ke-7)


Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com