Siegesparade
(Parade
kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada
tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze)
kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari
kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender
General XVI.
Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch
(Oberbefehlshaber des Heeres),
Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf
Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber
Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai
Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division),
Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando
der Wehrmacht), General der
Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General
XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant
der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht),
Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee),
Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann
Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster
Befehlshaber der Wehrmacht), General
der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger
Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)

Siegesparade (Parade
kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada
tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze)
kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari
kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender
General XVI.
Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch
(Oberbefehlshaber des Heeres),
Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf
Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber
Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai
Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division),
Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando
der Wehrmacht), General der
Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General
XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant
der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht),
Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee),
Hauptmann Nicolaus von Below (tertutup oleh Reichenau, Adjutant der
Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht),
Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann
Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster
Befehlshaber der Wehrmacht), General
der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger
Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Selain itu, terdapat identifikasi
tambahan: 1.Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I.
Armeekorps) dan 2.Generalleutnant Johann Pflugbeil (Kommandeur 221.
Infanterie-Division)

Adolf
Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan General
der
Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General
XIII. Armeekorps) menyaksikan Siegesparade (Parade
kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang
diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang nampak dalam
foto ini adalah meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm
yang merupakan howitzer ringan standar divisi Jerman dalam Perang Dunia
II. Sebagai pembuatnya adalah Rheinmetall, sementara mulai operasional
dari tahun 1935. Biasanya meriam ini ditarik oleh kuda, tapi juga bisa
ditarik oleh truk atau halftrack

Generalfeldmarschall
Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des
Heeres) dalam salah satu tur inspeksi ke wilayah Kanalküste (Selat
Inggris), tanggal 30 Desember 1940. Foto ini memperlihatkan saat sang
Panglima Angkatan Darat Jerman berbincang-bincang dengan awak leFH 18
(leichte Feldhaubitze 18) kaliber 105mm, sebuah senjata artileri dari
jenis howitzer ringan yang dilengkapi dengan roda besi untuk
transportasi dengan kuda
Prajurit
infanteri dari tepi barat sungai Don memperhatikan bargas-bargas yang
membawa meriam howitzer lapangan ringan IeFH.18 10,5cm ke tepi sungai
satunya lagi, akhir Agustus 1942. Hanya dalam waktu beberapa hari meriam-meriam artileri ini
akan langsung digunakan untuk menghancurkan posisi-posisi artileri dan
kendaraan Soviet di seberang sungai Volga. Jumlah ponton yang digunakan
untuk membuat bargas semacam ini sama banyaknya dengan yang digunakan
untuk membuat jembatan apung
Pasukan
Wehrmacht ini baru saja mengambil alih sebuah lubang pertahanan Rusia
yang berada di jalan menuju Stalingrad, akhir musim panas 1942. Tank
T-34 yang sudah tidak berfungsi terlihat teronggok di latar belakang,
sementara sebuah meriam howitzer ringan dari jenis IeFH.18 10.5cm
terlihat melintas di hadapannya dalam perjalanan menuju ke front depan.
Senjata satu ini adalah meriam standar divisi infanteri Jerman dan
bukannya meriam Flak 88mm seperti yang banyak digambarkan dalam film,
buku novel dan memoar

Konvoy
truk-truk Fiat 626 milik II.Abteilung / Artillerie-Regiment 51 /
15.Infanterie-Division yang bergerak maju di dekat desa Mrkalji (Han
Pijesak), Yugoslavia, dalam Unternehmen Kugelblitz (Operation Ball
Lightning), bulan Desember 1943. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter
Westermann ini diambil dari salah satu kendaraan yang sedang berjalan,
dan memperlihatkan truk di depannya yang menarik sebuah meriam howitzer
lapangan leFH 18M kaliber 105mm
Foto hasil jepretan SS-Kriegsberichter
Eugen Nonnenmacher yang diambil di Bosnia-Herzegovina pada bulan April
1944 ini memperlihatkan para awak meriam howitzer ringan leFH 18
(leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm Waffen-SS sedang beraksi. Mereka
berasal dari unit Kroatisches
SS-Freiwilligen-Gebirgs-Artillerie-Regiment /
13.SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) yang satu bulan kemudian - Mei 1944 - berganti nama menjadi SS-Freiwilligen-Gebirgs-Artillerie-Regiment
13 / 13.Waffen-Gebirgs-Division der SS "Handschar" (kroatische Nr. 1).
Uniknya, para awak senjata beledug satu ini merupakan lima bersaudara
(!) yang figurnya terkenal ke seluruh dunia melalui foto
hasil karya Nonnenmacher lainnya. Meskipun telah banyak contoh di
Divisi Handschar yang memperlihatkan bahwa anggota dari satu keluarga
yang sama ikut mendaftar menjadi anggota, tapi untuk lima bersaudara
yang semuanya masuk ke unit yang sama, merekalah juaranya! Karenanya
dibuatlah serangkaian foto yang memperlihatkan saat mereka bertugas,
tentunya untuk kepentingan propaganda ("Fünf Brüder und eine Haubitze.
Im Einsatz gegen bolschewistische Banden..." - Lima bersaudara dan satu
howitzer, dalam pergulatan melawan gerombolan Bolsewik). Dalam foto ini
sendiri, hanya tiga orang kakak-beradik itu yang terlihat (bintara di
sebelah kiri bukanlah salah satunya. Dia adalah komandan mereka).
Aslinya foto ini adalah hitam-putih, tapi kemudian mendapat pewarnaan
secara profesional oleh majalah Jerman masa perang, SIGNAL (edisi
18/1944 halaman 19). Pewarnaan tersebut begitu bagusnya sehingga banyak
orang terkecoh, dan menyangka bahwa foto ini adalah foto berwarna asli!
Sumber :
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Mit Hitler in Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
www.bandenkampf.blogspot.com
www.beeldbankwo2.nl