Showing posts with label Tokoh Partai Nazi. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Partai Nazi. Show all posts

Sunday, October 14, 2018

Biografi Dr. Poch, sang Terduga Hitler yang Kabur ke Indonesia





Oleh: Alif Rafik Khan

Bagi penggemar sejarah Nazi Jerman atau teori konspirasi, pastinya mengetahui tentang kisah keberadaan Adolf Hitler di Indonesia, yang "menjelma" dalam wujud Dr. Poch, seorang dokter Jerman yang pernah bertugas di Sumbawa di tahun 1950-an. Banyak yang menyangsikan kebenarannya, tapi ada pula yang mempercayainya dengan sepenuh hati. Mengapa bisa begitu? Hal ini dikarenakan nasib Hitler sendiri yang masih menjadi misteri. Meskipun sejarah resmi menyebutkan bahwa dia telah bunuh diri di puing-puing kota Berlin di akhir bulan April 1945, tapi sisa-sisa jenazahnya seakan hilang ditelan bumi, dan sampai saat ini tak ada satupun yang bisa membuktikan dengan pasti bahwa Hitler telah mati disana, selain dari keterangan orang-orang terdekatnya.

Tapi bukan tugas Aliando Lolipop Alpenliebe untuk membahas masalah teka-teki kematian Hitler. Disini Primus Ariel Noah hanya ingin mengungkapkan mengenai fakta-fakta terbaru dari Dr. Poch, orang yang diduga kuat sebagai penyamaran dari Hitler berdasarkan dari kesaksian Dr. Sosrohusodo yang pernah bertemu langsung dengan beliau. Sebagian besar dari keterangan yang ada disini berasal dari hasil penelitian sejarawan Amerika Peter Levenda melalui bukunya, "Ratline: Soviet Spies, Nazi Priests, and the Disappearance of Adolf Hitler", yang dipublikasikan pada tahun 2012. Sang pengarang juga pernah terbang ke Indonesia demi "ziarah" langsung ke makam sang dokter legendaris di Ngagel Rejo, Surabaya (video bugilnya bisa dilihat di bawah).

OK, mari kita mulai beibeh:

"Dr. Poch" lahir pada tahun 1895 di Przemyśl, Kekaisaran Austro-Hungaria (sekarang menjadi bagian dari negara Polandia), dengan nama Georg Anton Pöch (perhatikan bahwa penulisan namanya yang benar adalah dengan memakai umlaut alias titik dua di atas, yang berarti bahwa namanya dibaca sebagai Poech dan bukan Poch). Dia merupakan anak dari Josef Pöch, seorang perwira Angkatan Darat Austro-Hungaria yang berpangkat Mayor.

Georg muda belajar ilmu medis di Universitas Graz, berhasil meraih gelar Dr. Med (sarjana kedokteran umum) pada tahun 1921, dan lulus tes ilmu anatomi pada tahun 1924. Sewaktu menimba ilmu disana, dia menjadi anggota dari Studentenverbindung Akademischer Turnverein Graz, sebuah organisasi perhimpunan mahasiswa lokal yang telah berdiri dari tahun 1864. Dari tahun 1921/22 dia menjadi dokter magang di Graz dan bernaung di bawah Commonwealth Fund, sebuah organisasi yang mengurusi layanan kesehatan untuk anak-anak yang berpusat di Salzburg. Pada tanggal 26 Desember 1924 Georg Pöch menikah dengan seorang antropologis bernama Helene Schürer-Pöch (biasa dipanggil Hella), yang merupakan janda dari pamannya sendiri, sesama antropologis Rudolf Pöch. Dari tahun 1924 s/d 1929 Dr. G.A. Pöch mengepalai sebuah tempat perawatan ibu hamil dan menyusui di Salzburg, yang kemudian pindah lokasi ke Eisenstadt pada tahun 1935. Dari bulan November 1938 s/d September 1939 dia bekerja di Abteilung Volksgesundheit im Reichsinnenministerium (Departemen Kesehatan Publik di Kementerian Dalam Negeri Reich) yang berlokasi di Berlin. Dari tahun 1940 dia mengepalai Unterabteilung IIIa (Sub-Departemen IIIa), yang mengurusi pendidikan fisik dan kesehatan, serta Unterabteilung IIa/2 di Reichsstatthalter Salzburg yang berkaitan dengan "pelayanan ras dan keturunan". Di waktu yang sama, Pöch juga nyambi bekerja di Erbgesundheitsgericht Salzburg, sehingga bisa dipastikan bahwa dia terlibat langsung dalam program eutanasia (kematian bahagia). Eutanasia sendiri adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit  - atau menimbulkan rasa sakit yang minimal - yang biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan.

Di akhir Perang Dunia II, pasangan suami-istri Dr. G.A Pöch dan Hella Pöch diinterogasi oleh unit CIC (Counterintelligence Corps) Amerika Serikat di Salzburg. Saat mengetahui bahwa pengadilan Austria akan mengadilinya atas keterlibatannya dalam program eutanasia, sang dokter dan istrinya melarikan diri melalui udara dengan penerbangan yang lama dan jauh, pertama ke Bolzano (Italia) sampai berakhir di Indonesia pada tahun 1954 (tepatnya tanggal 6 Januari 1954). Di negara barunya, sang "Dokter Jerman" berpraktek di Dompu dan Bima, tinggal di rumah dinas dokter di Kompleks Rumah Sakit Sumbawa sebelum mengoperasikan sebuah klinik di Sumbawa Besar.

Tak lama di Indonesia, sang istri Hella Pöch pulang kembali ke negara asalnya karena merasa tidak betah serta tidak cocok dengan iklim negara tropis. Pada tahun 1965 Dr. G.A Pöch menikah untuk kedua kalinya dengan seorang wanita asal Bandung bernama Sulaesih, setelah sebelumnya masuk Islam dan menjadi mualaf. Resepsi pernikahan mereka dilangsungkan di Pendopo Kabupaten, yang menunjukkan bahwa Pöch telah menjadi orang berpengaruh di Sumbawa.

Berdasarkan kesaksian dari warga sekitar, sang dokter diketahui mempunyai dua kepribadian yang bertolak belakang: pemarah namun sering bercanda dengan warga. Ciri khasnya adalah memberi resep dengan mulut (menyebutkan nama obat), tapi kalau ada yang bertanya lagi, dia akan berkata" Kan sudah saya bilang." Pöch juga akan marah jika pasiennya mendahului menyebut penyakit yang mereka derita. "Apa kamu dokter?," adalah gertakan yang sering diucapkan Pöch. 

Uniknya, selain pemarah, sang dokter juga dikenal sebagai orang yang humoris dan tidak takut bercanda dengan masyarakat kebanyakan. Yang paling menonjol darinya adalah caranya menyetir mobil Jeep kap terbukanya. Meskipun saat itu jalan-jalan di Sumbawa belum bagus, tapi dia biasa menyetir dengan satu jari! Gayanya tersebut, ditambah dengan tindak-tanduknya yang enerjik, membuat banyak warga sekitar yang menyangka bahwa dia adalah mantan tentara Nazi.

Pada tanggal 15 Januari 1970 pukul 19:30 Georg Anton Pöch meninggal dunia di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun, dan kemudian dikebumikan secara Islam di komplek pemakaman Ngagel Rejo, Surabaya. Dia adalah satu-satunya orang asing yang dimakamkan di pekuburan tersebut. Kuburannya sendiri mendapat nomor urut CC 258.

Mengenai nasib janda dr. Pöch sendiri, yaitu ibu Sulaesih, diketahui bahwa dia terakhir tinggal di Babakan Ciamis, kecamatan Sumur Bandung, kota Bandung. Dalam pertemuan dengan Dr. Sosrohusodo, orang pertama yang mengungkapkan keberadaan "Adolf Hitler" di Indonesia, Sulaesih menyerahkan sejumlah dokumen milik suaminya, termasuk foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Pöch. Ada juga buku catatan berisi nama-nama orang Jerman yang tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman

Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan 35638, kode simbol lelaki dan perempuan. Ada juga tulisan yang diduga adalah rute pelarian sang dokter, yakni  B (Berlin), S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum berakhir di Sumbawa Besar.


Alif Rafik Khan, yang mempunyai nama artis Aliando Lolipop Alpenliebe unch asoy geboy, berpose di depan makam Dr. Poch, yang dalam berbagai publikasi serta sumber internet disebut-sebut sebagai penyamaran dari Adolf Hitler yang lari ke Indonesia. Dalam keterangan yang terdapat di kuburannya disebutkan bahwa itu adalah makam Dr. G.A. Poch, yang meninggal dunia pada tanggal 16 Januari 1970. Uniknya, keterangan lahirnya sendiri dikosongkan!




Sumber :
Buku "Euthanasie" karya Johannes Hofinger
Buku "Hitler Mati Di Indonesia: Rahasia yang Terkuak" karya KGPH Soeryo Goeritno
Buku "Ratline: Soviet Spies, Nazi Priests, and the Disappearance of Adolf Hitler" karya Peter Levenda
Buku "The Hitler Legacy: The Nazi Cult in Diaspora: How it was Organized, How it was Funded, and Why it Remains a Threat to Global Security in the Age of Terrorism Hardcover" karya Peter Levenda
Salzburger Landesarchiv: Personalakt Georg Pöch.
Stadtarchiv Salzburg: Registrierungsakt Georg Pöch mit Lebenslauf vom 21.8.1945.
Universitätsarchiv Graz: Medizinische Fakultät, Nationale WS 1919/20; Medizinische Fakultät, Promotionsprotokoll Bd. XI, Nr. 145.


Sunday, March 25, 2018

SS-Oberstgruppenführer Paul "Papa" Hausser (1880-1972), Bapak Waffen-SS


Album foto Paul Hausser bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Paul Hausser
Panggilan/julukan: Papa
Lahir: 7 Oktober 1880 di Brandenburg an der Havel, Brandenburg (Jerman)
Meninggal: 21 Desember 1972 di Ludwigsburg, Baden-Württemberg (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: 4 158 779 (1 Mei 1937)
Nomor keanggotaan SS: 239 795 (15 November 1934)
Gelar akademis: Tidak ada
Agama: Kristen Protestan sampai tahun 1940, lalu mendeklarasikan diri sebagai “gottgläubig”
Anggota keluarga: Lahir dari pasangan Major Kurt Hausser dan Anna Otto. Menikah dengan Elisabeth Gérard (18 Juli 1891 - 16 Oktober 1978) pada tanggal 9 November 1912. Pasangan ini dikaruniai satu anak perempuan bernama Frieda Hausser yang lahir pada tanggal 28 Desember 1913
Ciri fisik: Tinggi 178cm

Beförderungen (Promosi):
00.00.1892 Kadett
20.03.1899 Leutnant (mit Patent vom 20.03.1899)
19.08.1909 Oberleutnant (mit Patent vom 19.08.1909)
01.10.1913 Hauptmann im Generalstab (mit Patent vom 01.10.1913)
22.03.1918 Major (mit Patent vom 22.03.1918; 01.02.1922: RDA vom 22.03.1918)
01.04.1923 Oberstleutnant (mit RDA vom 15.11.1922)
01.11.1927 Oberst (mit RDA vom 01.07.1927)
01.02.1931 Generalmajor (mit RDA vom 01.02.1934)
31.01.1932 Charakter als Generalleutnant
01.11.1933 Landesfuhrer der SA-Reserve I
01.03.1934 SA-Standartenführer
15.11.1934 SS-Standartenführer (mit Patent vom 01.11.1934)
01.07.1935 SS-Oberführer
22.05.1936 SS-Brigadeführer
01.06.1939 SS-Gruppenführer
19.11.1939 Generalleutnant der Waffen-SS
01.10.1941 SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS
01.08.1944 SS-Oberstgruppenführer und Generaloberst der Waffen-SS

Karriere (Karir):
00.00.1887 - 00.00.1890 Murid Volksschule und Gymnasium di Brandenburg an der Havel
00.00.1890 - 00.00.1892 Pindah sekolah ke Realgymnasium di Stettin
00.00.1892 - 00.00.1896 Menjalani pendidikan militer di Kadettenvoranstalt Köslin / Pommern
00.00.1896 - 00.00.1899 Pendidikan militer lanjutan di Kadettenhauptanstalt Berlin-Lichterfelde
20.03.1899 - 01.10.1903 Ditempatkan di 7. Westpreußische Infanterie-Regiment Nr. 155
01.10.1903 - 01.10.1908 Adjutant II.Bataillon / 7. Westpreußische Infanterie-Regiment Nr. 155
01.10.1908 - 21.07.1911 Pendidikan lanjutan di Kriegsakademie Berlin
00.00.1909 - 00.00.1912 Luftbeobachter di Kaiserliche Marine
22.03.1912 - 22.03.1914 Ditugaskan di Großen Generalstab
22.03.1914 - 01.08.1914 Stabsoffizier topographische Abteilung Großen Generalstab
01.08.1914 - 00.00.1914 Stabsoffizier Kronprinz Rupprecht von Bayern
00.00.1914 - 00.00.191_ Ib Quartiermeister VI. Armeekorps
00.00.191_ - 00.10.1916 Stabsoffizier Füsilier-Regiment Generalfeldmarschall Graf Moltke Nr.38
00.10.1916 - 00.01.1918 Ia Erster Generalstabsoffizier 109. Infanterie-Division
00.03.1918 - 00.00.1918 Ia Erster Generalstabsoffizier Generalkommando z.b.V. 59
00.00.1918 - 00.01.1919 Stabsoffizier Korps Rumania FOSCANI
00.01.1919 - 00.05.1919 Verbindungsoffizier Grenzschutz Ost / V.Armeekorps
00.05.1919 - 01.10.1919 Ia Erster Generalstabsoffizier Reichswehr-Brigade 5
01.10.1919 - 01.10.1920 Ia Erster Generalstabsoffizier Wehrkreis-Kommando II (Stettin)
01.10.1920 - 00.00.1922 Ia Erster Generalstabsoffizier 2. Division
00.00.1922 - 01.04.1923 Kompanieführer di Infanterie-Regiment 5
01.04.1923 - 01.03.1925 Kommandeur III.Bataillon / Infanterie-Regiment 4
01.03.1925 - 01.11.1927 Chef des Stabes Wehrkreis-Kommando II (2. Division) di Stettin
01.11.1927 - 01.07.1928 Stabsoffizier Infanterie-Regiment 10
01.11.1928 - 01.11.1930 Kommandeur Infanterie-Regiment 10
01.11.1930 - 00.12.1930 Kommandant Truppenübungsplatz Münsingen
01.11.1930 - 31.01.1932 Infanterieführer IV (Magdeburg)
31.01.1932 - 05.02.1933 Pensiun dari Reichsheer sebagai Charakter als Generalleutnant
05.02.1933 - 00.04.1934 Landesführer organisasi Stahlhelm di Berlin-Brandenburg
00.03.1934 - 31.10.1934 Führer SA-Reserve-Brigade 25 (Berlin-Brandenburg)
15.11.1934 - 30.05.1936 Bergabung dengan SS-Verfügungstruppe, dan ditugaskan sebagai Kommandant SS-Junkerschule "Braunschweig"
01.08.1935 - 05.05.1937 Inspekteur SS-Junkerschulen
01.06.1936 - 30.09.1937 Chef Führungsamt di SS-Hauptamt
01.10.1936 - 10.08.1939 Inspekteur SS-Verfügungstruppen (SS-VT)
00.07.1939 - 09.10.1939 SS-VT Verbindungsoffizier di Stab Panzer-Division "Kempf"
09.10.1939 - 00.12.1940 Kommandeur SS-Verfügungstruppe Division (motorisiert)
00.06.1940 - 15.08.1940 Chef Kommandoamt der Waffen-SS di SS-Führungshauptamt
00.12.1940 - 14.10.1941 Kommandeur SS-Division "Reich" (motorisiert)
14.10.1941 - 28.05.1942 Terluka parah dalam pertempuran di bagian rahang atas kanan dan juga mengalami kebutaan di mata sebelah kanan sehingga posisinya sebagai Komandan SS-Division "Reich" (motorisiert) digantikan oleh Wilhelm "Willi" Bittrich. Selama berbulan-bulan Hausser harus menjalani perawatan di rumah sakit dan rumah untuk memulihkan luka-lukanya
28.05.1942 - 14.09.1942 Kommandierender General SS-Generalkommando (pembentukan)
14.09.1942 - 28.06.1944 Kommandierender General II. SS-Panzerkorps
28.06.1944 - 20.08.1944 Oberbefehlshaber 7. Armee
16.08.1944 - 17.08.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe B
20.08.1944 - 21.01.1945 Terluka parah di bagian kanan kepala saat berusaha keluar dari Kantong Argentan-Falaise sehingga harus menjalani masa pemulihan di rumah sakit dan rumah
23.01.1945 - 03.04.1945 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Oberrhein
28.01.1945 - 03.04.1945 Oberbefehlshaber Heeresgruppe G
03.04.1945 - 08.05.1945 Diperbantukan di Generalstab Oberbefehlshaber "Südwest" (Generalfeldmarschall Albert Kesselring)
06.05.1945 - 08.05.1945 Sonderbeauftragter für Sicherheit und Ordnung (Perwakilan Khusus untuk Keamanan dan Ketertiban) Oberbefehlshaber "Südwest"
09.05.1945 - 00.00.1948 Menyerahkan diri pada pasukan Amerika di Zell am See (Austria). Hausser ditawan di 20 kamp interniran yang berbeda, termasuk satu di Nürnberg (saat dia menjadi saksi di hadapan Mahkamah Militer Internasional tahun 1946), Kamp Penjahat Perang di Dachau, bersama dengan "Divisi Bersejarah" di Kamp Oberursel, serta di Lager Neustadt-Allendorf sampai dengan awal tahun 1948. Selanjutnya dia dipindahkan ke sebuah kamp interniran Jerman sampai musim panas tahun itu

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.19__ Königlich-preußischen Flugzeugbeobachter-Abzeichen
00.00.1914 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
00.00.1916 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
00.00.191_ Bayerischer Militärverdienstorden IV.Klasse mit Schwerten
00.00.191_ Ritterkreuz des Sächsischen Albrechtsordens I.Klasse mit Schwertern
00.00.191_ Ritterkreuz I.Klasse des Württemburgischen Friedrichs-Ordens mit Schwertern
00.00.191_ Anhaltisches Friedrich-Kreuz 1914-1918, am Band für Kämpfer
27.01.1917 Königlich-preußischen Ritterkreuz des Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern
00.00.19__ Königlich-preußischen Dienstauszeichnungskreuz
28.07.1917 Baden Militärischer Karl-Friedrich-Verdienstorden
11.07.1918 Österreichisch-ungarisch Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration
11.07.1918 Österreichisch-ungarisch Orden der Eisernen Krone III.Klasse mit der Kriegsdekoration
00.00.193_ Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918
16.12.1935 Julleuchter
00.00.193_ Ehrendegen des Reichsführer-SS
00.00.193_ Ehrendolch der SS
00.00.193_ Totenkopfring der SS
00.00.193_ SS-Zivilabzeichen (Nr. 61.111)
00.00.193_ Winkel für alte Kämpfer mit Stern
07.09.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
17.06.1940 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
08.08.1941 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sebagai SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS dan Kommandeur SS-Division "Reich" (motorisiert) / XXXXVI.Armeekorps / 2.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte
09.05.1942 Verwundetenabzeichen in Silber, untuk luka-luka yang diterima pada tanggal 14 Oktober 1941 yang membuat Hausser kehilangan penglihatan di mata kanannya serta cedera di bagian rahang
30.01.1943 Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP
28.07.1943 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #261, sebagai SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS dan Kommandierender General II.SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd
26.08.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter #90, sebagai SS-Oberstgruppenführer und Generaloberst der Waffen-SS dan Oberbefehlshaber 7.Armee / Heeresgruppe B

Aufzeichnungen (Catatan):
* Secara umum dianggap sebagai "Bapak" Waffen-SS.
* Berasal dari keluarga militer Prusia.
* Satu-satunya petinggi Waffen-SS yang pernah menjadi jenderal Angkatan Darat sebelumnya.
* Pada saat diberhentikan dari jabatannya sebagai Panglima Heeresgruppe G pada tanggal 3 April 1945, Menteri Propaganda Joseph Goebbels berkomentar tentangnya: "Dia jelas-jelas tidak lulus kualifikasi."
* Dalam sidang Pengadilan Nürnberg, Hausser mengklaim bahwa Waffen-SS hanya punya peranan militer dan tidak terlibat dalam serangkaian kejahatan perang yang dituduhkan oleh Sekutu.
* Dari sejak tahun 1950, Hausser terlibat aktif dalam organisasi HIAG (Hilfsgemeinschaft auf Gegenseitigkeit der Angehörigen der ehemaligen Waffen-SS), yang berisi para mantan anggota Waffen-SS dan disebut-sebut berhaluan Neo-Nazi.
* Seusai Perang Dunia II Hausser mengeluarkan dua buah buku hasil karyanya: 'Waffen-SS im Einsatz' (Waffen-SS Beraksi) terbitan Pless Verlag (Göttingen) tahun 1953, serta 'Soldaten wie andere auch' (Prajurit Seperti yang Lainnya) terbitan Munin Verlag (Osnabrück) tahun 1966.
* Paul Hausser meninggal dunia pada tanggal 21 Desember 1972 dalam usia 92 tahun di Ludwigsburg, Baden-Württemberg (Jerman), dan kemudian dikuburkan di Münchener Waldfriedhof.


Sumber :
www.das-ritterkreuz.de
www.de.metapedia.org
www.de.wikipedia.org
www.en.wikipedia.org
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.reocities.com
www.wehrmacht-awards.com

Wednesday, December 3, 2014

Walther Hewel (1904-1945), Diplomat Kepercayaan Hitler yang Pernah Bekerja di Indonesia




Oleh : Kodar Solihat

Walther Hewel merupakan seorang diplomat Jerman yang ulung, lahir pada 2 Januari 1904 di Cologne dari pasangan Anton dan Elsa. Hewel bergabung dengan Nazi saat Beer Hall Putsch dan dia merupakan teman baik Hitler.

Walther Hewel salah seorang dedengkot Nazi yang merupakan sahabat karib Hitler sejak keduanya melakukan upaya kudeta di Munchen tahun 1926. Walther Hewel sempat tinggal berada di Bandung pada kurun waktu 1927-1938 karena sehari harinya berkerja di perusahaan perkebunan Inggris Anglo Dutch Plantantions of Java, Ltd (d/h Pamanoekan and Tjiasem Landen, kini menjadi bagian PT Perkebunan Nusantara VIII), Subang. Ia datang ke Bandung setelah dibebaskan dari penjara Landsberg tahun 1926, karena keadaan ekonomi di Jerman sedang repot lalu mencari pekerjaan ke Hindia Belanda dimana kota Bandung dan Jawa Barat saat itu sedang menjadi pusat ekonomi.

Namun pada tahun 1938 Walther Hewel dipanggil pulang oleh Hitler untuk kemudian Hewel ditugaskan di Kementerian Luar Negeri Jerman yang dipimpin Joachim von Ribbentrop. Walther Hewel diandalkan Hitler untuk melakukan diplomasi non-agresi dengan Uni Soviet yang kemudian ditandatangani Vyacheslav Molotov dan Joachim von Ribbentrop pada 23 September 1939. Dari versi sejumlah saksi meninggalnya Hitler pasca bunuh diri dalam bunker dibawah gedung Kekanseliran di Berlin pada 30 April 1945, Walther Hewel pun dikabarkan merupakan orang yang paling depan menyaksikan pembakaran jenazah sahabatnya tersebut. Walther Hewel pun dapat ikut meloloskan diri dari bunker yang sudah dikepung pasukan Uni Soviet. Ia kemudian dapat menyusul rombongan pasukan SS yang dipimpin Wilhelm Mohnke, dimana terdapat Traudl Junge. Namun karena sudah putus asa dan kelewat takut ditangkap dan disiksa pasukan Uni Soviet, Walther Hewel juga menyusul bunuh diri dengan menelan kapsul sianida lalu menembak kepalanya sendiri. Namun dalam catatan pihak sekutu, Walther Hewel tak tercatat dalam daftar para anggota Nazi yang dituduh bertanggungjawab atas operasional perang.

Kemampuan diplomasi Hewel tampaknya juga dilatarbelakangi sebelumnya saat masih bekerja sebagai kepala urusan pemasaran komoditas kopi di perusahaan perkebunan Anglo Dutch Plantation of Java Ltd di Subang. Pada masa-masa itu, Hewel juga terbiasa bertemu banyak karakter orang Eropa saat menjual kopi di Gedung Lelang de Vries Bandung depan Societit Concordia (sekarang gedung Asia-Afrika), lalu kemudian naik jabatan menjadi administratur perkebunan. Sepenggal keberadaan Walther Hewel di kota Bandung dan Subang sempat diingat Ny Yeni (68) yang merupakan anak Almarhum Mohammad Djoehri yang dahulunya salah seorang petinggi Anglo Dutch Plantations of Java Ltd. Ayahnya pernah bercerita bahwa Walther Hewel memang teman kerja seangkatan dia Anglo Dutch Plantations of Java Ltd yang sama-sama masuk sekitar tahun 1930-an.

Sosok Hewel termasuk salah seorang pentolan Nazi yang belum terungkap semua kehidupan pribadinya. David Irving asal Inggris termasuk yang menelusurinya menyatakantak mengetahui pasti siapa istrinya Hewel dengan hanya diduga memiliki seorang pasangan wanita asal Jerman yaitu Elisabeth Blanda. Lain halnya administratur PTPN VIII Kebun Ciater Haryusdianto Eka Putra alias Dian menyebutkan dari daftar administratur yang pernah bertugas, Walther Hewel pernah tercatat menjadi administratur Perkebunan Ciater pada tahun 1937-1938. Dian menyebutkan selama berada di Subang dikabarkan Hewel menikah dengan orang pribumi dan memiliki seorang anak. Namun anaknya Hewel kini tinggal di Selandia Baru sedangkan ibunya sudah meninggal dunia. Dikatakan informasi tersebut berawal saat dirinya membeli sebuah mobil jip bekas bermerek Land Rover produksi tahun 1950-an dari seseorang di Bandung. Yang bersangkutan hanya mengatakan ia adalah anaknya seorang Jerman bernama Walther Hewel dan hanya menyebutkan ayahnya itu menjadi administratur perkebunan di Subang.

Sebagai warga negara Jerman yang tinggal di Hindia Belanda, dia pun tetap bangga dan cinta terhadap tanah kelahirannya. Hal itu terlihat saat dia mengelola cabang Partai Nazi di Indonesia yang beranggotakan ekspatriat Jerman di Indonesia. Pada tahun 1937, cabang partai Nazi di Indonesia dibangun di beberapa kota-kota besar, seperti Batavia (sekarang Jakarta), Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Padang, dan Makassar.

Hewel dikenal sebagai loyalis Hitler yang perhatian. Bahkan ia disebut sebagai pendengar yang baik saat Hitler berbicara panjang mengenai topik-topik seperti anti-Semitisme. Meski dikenal sebagai pemimpin yang baik dan menyenangkan, nyatanya Hewel ialah seorang pemalu bila didekati perempuan. Bahkan, lucunya orang sekeras Hitler pernah menjadi 'mak comblang' baginya. Walaupun akhirnya dia menikah dengan Elizabeth, seorang perawat Palang Merah yang menyelamatkan dirinya setelah mengalami kecelakaan pesawat pada tanggal 21 April 1944.

Sampai Hitler bunuh diri pada 30 April 1945, Hewel tetap setia bersamanya. Hewel merupakan salah seorang individu dari sekian banyak orang yang terlibat panjang dalam kehidupan Hitler. Sebagai salah seorang loyalis Hitler, cara kematiannya pun sama. Hewel membuat pernyataan yang menyatakan bahwa dia berencana melakukan bunuh diri. Dia bunuh diri dengan cara menggigit sebuah kapsul sianida dari Hitler dan menembak kepalanya juga menggunakan pistol dari sahabatnya tersebut.


Sumber :

Saturday, November 1, 2014

Reichsführer-SS Heinrich Himmler (1900-1945), Panglima SS & Polizei




Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Heinrich Luitpold Himmler
Lahir: 7 Oktober 1900 di Münich (Jerman)
Meninggal: 23 Mei 1945 di Lüneburg (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: 14303
Nomor keanggotaan SS: 168
Gelar akademis: Dipl. Landwirt (1922)
Anggota keluarga: Joseph Gebhard Himmler dan Anna Maria Heyder (orangtua), Gebhard Ludwig Himmler (kakak), Ernst Hermann Himmler (adik), Margarete Boden (istri, menikah tanggal 3 Juli 1928), Gudrun Himmler (putri). Sebagai tambahan, Himmler juga dikaruniai dua anak tidak resmi hasil perselingkuhan dengan sekretarisnya Hedwig Potthast (Helge dan Nanette-Dorothea).
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
00.02.1925 SS-Führer
00.09.1926 SS-Gauführer
00.03.1927 SS-Oberfürer
06.01.1929 SS-Gruppenführer
01.01.1933 SS-Obergruppenführer
01.07.1934 Reichsführer-SS

Karriere (Karir): 
00.12.1917 - 00.12.1918 Fahnenjunker di 11. bayerisches Infanterie-Regiment
15.09.1923 - 08.11.1923 Fähnrich di I.Bataillon / 19.Infanterie-Regiment
00.00.1925 - 00.00.19__ Reichsredner der NSDAP
00.00.1925 - 00.00.1925 Leiter der NSDAP-Parteipropaganda für Niederbayern
00.00.1925 - 00.00.1926 Schriftführer der Gauleitung Niederbayern
00.00.1926 - 00.00.1926 Gaugeschäftsführer und stellvertretender Gauleiter für Niederbayern-Oberpfalz
00.00.1926 - 00.00.1926 Stellvertretender Gauleiter für Oberbayern-Schwaben
00.00.1926 00.00.1926 Gau-SS-Führer Niederbayern
00.00.1926 - 00.00.1927 Stellvertretender Reichspropagandaleiter
00.00.1927 - 06.01.1929 Stellvertretender Reichsführer-SS
00.00.1927 - 00.00.192_ Mitglied des Stabes der Obersten SA-Führung
06.01.1929 - 28.04.1945 Reichsführer-SS
00.03.1933 - 17.06.1936 Polizeipräsident Münich
01.04.1933 - 17.06.1936 Politischer Polizeikommandeur Bayern
17.06.1936 - 28.04.1945 Chef der Deutschen Polizei 
00.09.1936 - 28.04.1945 Verein "Lebensborn e.V." der NSDAP
07.10.1939 - 28.04.1945 Reichskommissar für die Festigung des Deutschen Volkstums
00.06.1942 - 00.01.1943 Chef SS-Reichssicherheitshauptamt
20.08.1943 - 28.04.1945 Reichs- und Preussischer Minister des Innern
00.08.1943 - 28.04.1945 Generalbevollmächtigter für die Verwaltung
20.07.1944 - 28.04.1944 Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres
01.10.1944 - 28.04.1945 Chef des Kriegsgefangenenwesens
02.12.1944 - 23.01.1945 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Oberrhein
28.01.1945 - 20.03.1945 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Weichsel

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan): 
00.00.193_ Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP
09.11.1933 Blutorden der NSDAP #3
00.00.1929 Nürnberger Parteiabzeichen 1929
00.00.19__ SA-Sportabzeichen in Bronze
00.00.19__ DRL-Sportabzeichen in Bronze
00.00.19__ Deutsches Olympia Ehrenzeichen 1.Klasse
00.00.19__ SS-Dienstauszeichnung 25 Jahre
00.00.19__ Ehrenzeichen für deutsche Volkspflege 1. Stufe
00.00.193_ Cavaliere di Gran Croce dell’Ordine della Corona d’Italia (Italia)
00.00.193_ Cavaliere di Gran Croce dell’Ordine dei Santi Maurizio e Lazzaro (Italia)
00.00.19__ Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938
00.00.193_ Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938 mit Spange Prager Burg
00.00.1939 Grosskreuz der Spanischen Ordens von Joch und den Pfeilen
00.00.1939 Medaille zur Erinnerung an den Heimkehr des Memellandes
00.00.19__ Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen
00.00.19__ Goldenes Hitlerjugend Ehrenzeichen mit Eichenlaub
30.07.1942 Grosskreuz Finnischer Orden des Freiheitskreuzws mit Schwertern
00.00.1942 Grosskreuz Finnischer Orden von der weissen Rose Finnlands
00.07.1942 Gemeinsames Flugzeugführer und Beobachterabzeichen in Gold mit Brillanten
00.03.1943 Grosskreuz Slowakischer Orden der Prinzen Pribina
00.00.19__ Dienstauszeichnung NSDAP in Silber
00.00.19__ SS-Dienstauszeichnung 12 Jahre

Heinrich Himmler dilahirkan di München sebagai putra kedua dari kepala sekolah Katholik Roma yang saleh Gebhard Himmler. Menerima pendidikan dasar di Landshut, Himmler menjabat sebagai kadet perwira di Resimen Bavaria XI di akhir PD I, walau ia tidak pernah aktif berdinas.

Setelah bekerja secara singkat sebagai pedagang di sebuah perusahaan pembuat pupuk, Himmler bergabung dengan Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei dan pada November 1923 berpartisipasi di Beer Hall Putsch sebagai pembawa surat di sisi Ernst Roehm. Pada reformasi partai, kecerdasan dan kesetiaannya dihargai dengan pengangkatannya sebagai kepala pengawal pribadi Hitler pada Januari 1929. Schutzstaffel yang berbaju hitam, lebih dikenal sebagai SS, hanya beranggotakan 200 orang. Di bawah kepemimpinannya angkatan kecil ini berkembang menjadi pasukan yang besar di masa "Reich Ketiga".

Himmler menambah gajinya yang sedang dengan mengoperasikan bangunan kecil di dekat Munchen dengan istrinya Marga, yang dinikahinya pada 1927, dan yang menerima minatnya dalam kehidupan desa dan ketertarikannya dalam obat dari tumbuhan. Marga memberinya seorang putri, Gudrun yang lahir pada 1929.

Himmler ialah pekerja bagian dengan kepala perincian yang suka menonjolkan keilmuannya. Ia mengganti rugi defisiensi tubuhnya sendiri melalui obsesinya dengan kemurnian ras dan keberanian atletis anak buahnya. Pada awal 1931 ia mengadakan kode perkawinan untuk anggota SS di mana ia melarang mereka menikah dengan pasangan yang tidak bisa membuktikan kemurnian darah Arya. Ia menciptakan sekolah pengantin SS dan juga mendirikan institusi keibuan Lebensborn, di mana gadis-gadis muda yang dipilih untuk sifat Nordiknya yang murni dapat bermesum dengan anggota SS. Keturunan mereka lebih baik diurus daripada di rumah keibuan yang normal.

Pencapaian politik Himmler dicapai secara licik. Setelah diangkat sebagai komandan polisi di seluruh Bavaria, ia diangkat sebagai ketua Polisi Prusia dan Gestapo pada 20 April 1934.

Titik balik dalam karier Himmler ialah pengotakannya dalam pembersihan SA, pada 29/30 Juni 1934, yang mengurangi kekuatan Sturmabteilung dan meratakan jalan untuk munculnya SS sebagai organisasi independen dan kuat. Ia didukung oleh Reinhard Heydrich yang mengepalai dinas intelijen partai, Sicherheitsdienst, lebih dikenal sebagai SD. Heydrich memiliki keinginan untuk aspek yang lebih bengis dari kebijakan rasialis Nazi yang membuat Himmler tak merasa nyaman.

Pada 1933 Himmler membangun kamp konsentrasi pertama di Dachau, dan pada tahun-tahun berikutnya, dengan dorongan Adolf Hitler, menambah jangkauan orang yang harus diinternir di kamp. Pada Oktober 1939 Hitler mengangkatnya sebagai Reichskommissar für die Festigung des Deutschen Volkstums dan Himmler diberi kendali absolut atas wilayah Polandia yang baru dicaplok. Bertanggung jawab karena membawa orang-orang keturunan Jerman kembali dari luar Reich ke daerah yang baru diduduki, Himmler berangkat untuk menggantikan orang Polandia dan Yahudi dengan Volksdeutsche dari tanah Baltik, sejumlah bagian terpencil di Polandia, dll. Dalam setahun lebih dari sejuta orang Polandia dan 300.000 Yahudi telah diusir ke arah timur. Dalam menyandang tugasnya sebagai mandor besar Solusi Terakhir, Himmler membuktikan dirinya sebagai murid fanatik teori rasis Nazi dengan dedikasi yang tak diragukan pada pengejawantahannya dalam realitas kelaparan.

Dari waktu invasi Uni Soviet pada Juni 1941, pegangan kuat Himmler pada polisi dan dinas keamanan tampak nyata. ia mengendalikan Kantor Keamanan Utama Reich (RSHA), pertama melalui Heydrich dan kemudian Kaltenbrunner, polisi kriminal dalam Nebe, dinas Intelijen Politik Asing di bawah Walter Schellenberg, dan Gestapo di bawah Müller. Melalui SS ia berkuasa penuh atas kamp konsentrasi dan kamp kematian di Polandia, Belzec, Sobibor dan Treblinka. Himmler menginstruksikan Odilo Globocnik, SSPF Lublin, untuk membangun kamp pembasmian itu agar golongan Yahudi Eropa hancur.

Himmler juga menciptakan Waffen-SS, pasukan pribadi yang kuat, yang kekuatannya telah dikembangkan dari 3 menjadi 35 divisi, menjadikannya sebagai angkatan militer saingan Wehrmacht. Pada Agustus 1943 Himmler diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri, memberinya yuridiksi atas pengadilan dan Dinas Sipil.
Pidato Poznan

Himmler memberikan sebuah pidato terkenal pada 4 Oktober 1943 kepada Pemimpin Grup SS di Poznan ("Posener Rede"), di mana ia berpidato tentang pembasmian bangsa Yahudi. Menyusul percobaan pembunuhan terhadap Hitler pada 20 Juli 1944, kedudukan Himmler diperkuat dan Wehrmacht dipaksa mengakuinya sebagai Panglima Tertinggi Pasukan Cadangan di samping seluruh kegiatannya yang lain. Himmler dinugerahi komandan Army Group Vistula, walaupun ia kekurangan pengalaman dalam kemiliteran.
Perundingan perdamaian, penangkapan, dan kematian

Menyadari akan kalah dalam perang, Himmler mencoba mendekati Sekutu untuk perundingan perdamaian melalui Ketua Palang Merah Swedia, Pangeran Folke Bernadotte. Himmler meminta penghentian pembantaian massal seluruh bangsa Yahudi, dan mengusulkan penyerahan pasukan Jerman di barat, termasuk Denmark dan Norwegia, namun perang melawan Soviet tetap berlanjut. Hitler, mendengar pengkhianatan muridnya yang tepercaya dan paling setia, berang, mencopot Himmler dari seluruh jabatannya.

Menyusul takluknya Jerman Himmler mencoba melarikan diri dengan identitas palsu, namun ditangkap sejumlah anggota SS di (dekat) Bremervörde (Niedersachsen). Himmler bunuh diri pada 23 Mei 1945.

Tubuhnya dikebumikan di sebuah makam tak bertanda di Lueneburg.

Kutipan 
- "Inilah halaman kejayaan dalam sejarah kita yang tidak pernah ditulis dan takkan pernah ditulis," ujarnya dalam pidato di Posen.
- "Tidak ada kata menyerah."
- "Sayalah Heinrich Himmler," kata-kata terakhir yang diucapkannya saat bunuh diri.


Sumber :

Sunday, November 24, 2013

SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (1884-1954), Kepala Ajudan Hitler!



Oleh : Michael D. Miller

Nama lengkap: Wilhelm Karl Friedrich Brückner
Lahir: 11 Desember 1884 di Baden-Baden (Jerman)
Meninggal: 20 Agustus 1954 di Herbstdorf / Chiemgau (sekarang dikenal dengan nama Nussdorf) karena serangan jantung
Nomor keanggotaan NSDAP: 298 623 (pertama bergabung tahun 1922; partai Nazi dilarang keberadaannya setelah “München-Putsch” tanggal 9 November 1923; masuk lagi tanggal 1 September 1930)
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada

Beförderungen (Promosi):
01.10.1904 Einjährig-Freiwilliger
20.05.1905 überzähliger Gefreiter
01.09.1905 überzähliger Unteroffizier und Offizier-Aspirant
06.08.1914 Unteroffizier
15.11.1914 Vizefeldwebel der Landwehr I (mit Wirkung vom 01.11.1914)
15.11.1914 Offizierstellvertreter (mit Wirkung vom 01.11.1914)
13.07.1915 Feldwebelleutnant
02.06.1916 Leutnant der Landwehr I (mit Patent vom vom 31.10.1912)
15.03.1918 Oberleutnant der Landwehr I (mit Patent vom 15.03.1918)
18.12.1931 SA-Oberführer (01.07.1932: Masuk lagi dengan pangkat tersebut ketika larangan pemerintah Jerman atas SA dicabut)
01.03.1933 SA-Gruppenführer
09.11.1934 SA-Obergruppenführer
00.00.193_ Oberdienstleiter der NSDAP
01.06.1941 Major der Reserve
00.00.1943 Oberstleutnant der Reserve
01.12.1944 Oberst 

Karriere (Karir):
1891-1895 Belajar di Volkschule Baden-Baden.
1895-1904 Belajar di Realgymnasium Baden-Baden (melewati ujian Abitur-nya).
01.10.1904-30.09.1905 Memasuki dinas militer sebagai seorang Einjährig-Freiwilliger, dan ditempatkan di 1.Kompanie / Kgl. Sächsische 6. Infanterie-Regiment Nr. 105 (Strassburg).
30.09.1905 Dianugerahi “Befhähigungszeugnis zum Reserveoffizier” (sertifikat kebugaran sebagai seorang perwira cadangan).
30.09.1905 Dipindahkan ke unit cadangan.
00.00.1906-00.00.1907(?) Volontär (pelatihan bisnis) di pabrik pensuplai alat-alat ledeng di Baden-Baden, permulaan sebelum mempelajari bidang teknik.
14.03.1906-08.05.1906 Berpartisipasi dalam “Übung A” (kursus dan pelatihan “A”) dengan 6.Kompanie / Kgl. Sächsische 6 Infanterie-Regiment Nr. 105. 
00.00.1907-00.00.1908 Mempelajari teknik di Technische Hochschule di München.
29.11.1907 Atas permintaan sendiri, dikeluarkan dari “Liste der Offizier-Aspiranten” (daftar kandidat perwira).
00.00.1908-00.00.1909 Mengikuti pelatihan di bisnis pembuatan furnitur di Baden-Baden.
00.00.1909-00.00.1910 Mempelajari ekonomi dan hukum di Universitas Munchen.
00.00.1911-00.00.1912 Bekerja sebagai petugas administrasi rendahan untuk sebuah firma asuransi, dan kemudian untuk “Dun Co.” di Frankfurt am Main, untuk mendapatkan uang demi melanjutkan kuliahnya.
31.07.1911-23.09.1911 Berpartisipasi di “Übung B” dengan 1.Kompanie / 2. Bayerische Infanterie-Regiment (München).
00.00.1912-00.00.1914 Melanjutkan kuliahnya di Universitas München, dan di waktu bersamaan bekerja untuk Dun Co. di Frankfurt am Main.
01.04.1912 Dipindahkan ke Landwehr I. Aufgebot.
07.07.1914-17.07.1914 Berpartisipasi di “Landwehr-Übung” bersama dengan Landwehr-Kompanie dari 15. Bayerische Infanterie-Regiment.
06.08.1914-15.11.1914 Dimobilisasi sebagai seorang Unteroffizier dan ditempatkan di 16.Kompanie / IV.Bataillon / Bayerische Landwehr-Infanterie-Regiment Nr. 1 (yang nantinya menjadi I.Bataillon / Bayerische Landwehr-Infanterie-Regiment 15).
15.11.1914-00.00.1915 Ditempatkan di 7.Kompanie / Bayerische Landwehr-Infanterie-Regiment Nr. 15 (Augsburg).
09.05.1915-18.05.1915 Masuk rumah sakit di Krankenrevier karena ambeien.
15.08.1915 Mendapat hukuman dikurung tiga hari karena melakukan perbuatan yang tidak pantas sewaktu sedang berpatroli.
20.10.1915-22.11.1915 Masuk rumah sakit kembali karena ambeien di Reservelazarett Duss.
22.11.1915-25.06.1916(?) Setelah keluar dari rumah sakit lalu ditempatkan di Ersatz-Bataillon / Bayerische Landwehr-Infanterie-Regiment Nr. 1. 
25.06.1916-25.02.1917(?) Ditempatkan di Gefangenenlager (kamp tawanan perang) di Lechfeld.
25.02.1917-00.03.1917 Ditempatkan di 2.Kompanie / Ersatz-Bataillon / Bayerische Landwehr-Infanterie-Regimen 1.
04.03.1917-11.03.1917 Berpartisipasi di sebuah Granatwerferkurs di Lager Lechfeld.
11.03.1917-25.03.1917 Kembali ditempatkan di Gefangenenlager Lechfeld.
25.03.1917-19.05.1917 Masuk ke 2. Ersatz-MG-Kompanie.
19.05.1917-26.09.1917 Masuk ke 1.Ersatz-MG-Kompanie / I. Bayerische Armee-Korps.
26.09.1917-19.10.1917 Dikirim ke front bersama dengan 3. Bayerische Infanterie-Regiment.
19.10.1917-02.01.1918 Bertugas sebagai Kompanieführer pengganti di 3.Kompanie / I.Bataillon / 3. Bayerische Infanterie-Regiment.
02.01.1918-28.01.1918 Bertugas sebagai Kompanieführer pengganti di 2.MG-Kompanie / II. Bataillon / 3. Bayerische Infanterie-Regiment.
17.01.1918 Berpartisipasi di “14.MG-Kurs für Fliegerbekämpfung” (kursus pelatihan senapan mesin anti pesawat udara) di Razoy.
28.01.1918-31.01.1918 Sementara waktu bertugas sebagai Kompanieführer pengganti di 3.Kompanie / 3. Bayerische Infanterie-Regiment, lalu ditunjuk untuk menjadi komandan sebuah Zug (peleton) di unit yang sama. 
31.01.1918-15.04.1918 Zugführer di 3.Kompanie / 3. Bayerische Infanterie-Regiment.
15.04.1918  Terluka dalam pertempuran di dekat Zwartemolenhoek (luka peluru di pantat dan pergelangan tangan kanan).
15.04.1918-21.04.1918 Mendapat perawatan di bayerische Feldlazarett 21.
21.04.1918-25.04.1918 Di Reservelazarett Essen.
26.04.1918-24.06.1918 Di Reservelazarett München Station A.
27.06.1918-31.10.1918(?) Ditempatkan di 2.Ersatz-MG-Kompanie / I. Bayerische Armee-Korps.
31.08.1918-01.09.1918 Dirawat di sebuah Krankenrevier (tempat perawatan sementara) karena mencret.
21.09.1918-04.10.1918 Berpartisipasi di sebuah “Kurs für indirektes Schiessen” (kursus menembak tak langsung) di Lager Hamelburg.
31.10.1918-16.11.1918 Kompanieführer di MG-Kompanie Brückner, sebuah unit Grenzschutz (penjaga perbatasan). Pada 16.11.1918, ditempatkan di bawah Ersatz-Bataillon / 3. Bayerische Infanterie-Regiment sebagai 3.Ersatz-Kompanie, Brückner tetap menjabat sebagai pimpinannya.
16.11.1918-13.01.1919 Kompanieführer di 3.Ersatz-Kompanie / Ersatz-Bataillon / 3. Bayerische Infanterie-Regiment (dinamai ulang sebagai 3.Demobilisierungs-Kompanie dengan Brückner sebagai pimpinannya tanggal 13.01.1919).
11.01.1919-11.05.1919 Cuti berbayar di Geisenhofen.
13.01.1919-01.03.1919 Kompanieführer di 3.Demobilisierungs-Kompanie / Ersatz-Bataillon / 3. Bayerische Infanterie-Regiment.
25.03.1919 Keluar dari dinas militer mulai tanggal 31.03.1919.
00.00.1919-00.10.1919 Bertugas bersama Freikorps “Epp” dan Schützen-Regiment 42 dari Reichswehr, berpartisipasi dalam  memadamkan “Münchner Räterepublik” (pemerintahan komunis Bavaria yang berumur pendek).
00.10.1919 Keluar dari dinas militer.
00.10.1919-00.00.1921 Melanjutkan kuliah di Universitas München. 
00.00.1919  Bergabung dengan “Münchner Einwohnerwehr” (Penjaga Kampung Halaman München).
00.00.1920-00.00.1923 Bekerja sebagai kameraman film dan produser di firma “Arnold & Richter” di München.
00.00.1922  Bergabung dengan NSDAP dan SA.
00.00.1922-01.03.1923 Kompanieführer, lalu Bataillonsführer di SA München.
01.01.1923-31.12.1924 Bekerja full sebagai tata usaha di NSDAP.
01.03.1923-09.11.1923 Führer “SA-Regiment München”, terdiri dari tiga batalyon (I., II., dan III., dikomandani oleh Karl Beggel, Edmund Heines, dan Hans Knauth). Brückner memimpin resimen yang beranggotakan 1.500 orang ini dalam usaha kudeta “München-Putsch” tanggal 08./09.11.1923, dan berbaris di baris pertama (bersama dengan Hitler, Ludendorf, Göring, dan pemimpin Putsch lainnya) menuju Feldherrnhalle.
01.04.1924 Dihukum 1 tahun 3 bulan penjara oleh Landgericht München karena "membantu dan ikut bersekongkol dalam pengkhianatan tingkat tinggi" sesuai dengan perannya dalam “München-Putsch”. Hukuman ini kemudian dikurangi menjadi 4 tahun masa percobaan dan dia langsung dilepaskan bersama dengan Dr. Wilhelm Frick dan Ernst Röhm. Dia mendapat denda 100 RM plus biaya sidang dengan total 769,10 RM.
00.00.1924-00.00.1925 Mempelajari ekonomi dan sejarah di Universitas München (4 semester).
00.00.1924-00.00.192_ Ditempatkan kembali sebagai Führer “Regiment München” (sekarang menjadi bagian dari “Frontbann”).
00.08.1924-01.05.1925 “z.b.V.” (penangguhan) sebagai Stab / Oberkommandos des “Frontbann”.
End of 1924 Dikenai dakwaan “Geheimbündelei” (konspirasi) dan dihukum dua bulan penjara.
01.05.1925  Meninggalkan NSDAP.
00.00.1924-00.00.1928 3.Generalsekretär di “Verein für das Deutschtum im Ausland” (VDA, Asosiasi orang-orang Jerman yang tinggal di perantauan), menjadi pimpinan cabang München dari organisasi tersebut. Dia terutama berkepentingan untuk mempertahankan “kesadaran budaya” dari orang-orang Jerman yang tinggal di wilayah yang kini diduduki oleh Prancis berdasarkan Perjanjian Versailles.
00.00.1927-00.00.1929 Bekerja sebagai intsruktur tenis dan ski serta perwakilan komersial dari sebuah perusahaan peralatan olahraga di München.
00.00.1929-00.00.1930 Pekerja tata usaha di “Deutsche Auslandsinstitut” (Institut Luar Negeri Jerman) di Stuttgart. Dalam kapasitasnya inilah dia menyelenggarakan sebuah “Pameran Danzig” tahun 1929.
00.00.1930-00.00.1930 Bekerja sebagai instruktur tenis di München.
01.09.1930 Masuk kembali ke NSDAP. 
01.09.1930 Bergabung dengan SA.
01.09.1930-18.10.1940 Anggota “persönlichen Stabes” (Staff Pribadi) Adolf Hitler.
01.09.1930-00.04.1933 “2. Persönlicher Adjutant” (Ajudan Pribadi ke-2) Adolf Hitler.
01.09.1930  Ditunjuk sebagai Ajudan SA Führer.
00.00.1931-00.00.1933 Führer SA-Reichsleitung-Sturm und Leiter der Unterabteilung F in Amt III “Quartiermeisterstab beim Stab der OSAF”.
15.08.1933 Terluka parah dalam sebuah kecelakaan lalulintas bersama dengan tunangannya, Sophie Stork. Insiden tersebut, yang berujung pada penunjukan Dr. Karl Brandt muda sebagai dokter pengiring pribadi Hitler, digambarkan oleh Ulf Schmidt sebagai berikut:

“… Wilhelm Brückner, yang bepergian di belakang Hitler, kehilangan kontrol atas mobilnya dan nyungseb ke selokan. Datang dari Berchtesgaden, para pengiring sedang dalam perjalanan kembali ke Berghof ketika peristiwa kecelakaan tersebut terjadi di dekat Reit im Winkel. Brückner menderita luka serius di beberapa tempat, termasuk retaknya tengkorak kepala, patah kaki dan luka di mata… Mobil di belakang Brückner dikemudikan oleh seorang dokter bedah muda: Karl Brandt… [Dia dan tunangannya, Anni Rehborn] sedang dalam kunjungan liburan di dekat Berchtesgaden… Brandt langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa Brückner… ke rumah sakit terdekat di Traunstein. Brandt… mengoperasi keretakan di tengkorak kepala Brückner dan mengobati salah satu matanya yang terluka serius… [Dia] menghabiskan waktu selama enam minggu bersama Brückner sampai kondisinya benar-benar membaik…” (Schmidt, Karl Brandt: The Nazi Doctor. Medicine and Power in the Third Reich, halaman 53-55)

20.02.1934-18.10.1940 Chefadjutant “Führer und Reichskanzler” (Hitler), di bawah nama samaran “Owambo”. Mantan Gauleiter Hamburg Dr. Albert Krebs berkisah tentang karakter Kepala Ajudan Hitler tersebut:

“Brückner selalu terlihat di mataku seakan-akan sebagai seorang letnan yang dingin tapi tak berbahaya dari sebuah operet Balkan kuno; seorang lelaki yang mengkombinasikan sifat kekanak-kanakan yang natural dan sehat dengan etika sopan santun resmi yang terlatih... Dia sama sekali tak mempunyai beban yang terlihat dari luar dan tak dipenuhi oleh ambisi pribadi yang berlebihan, selalu mengeluarkan sudut pandang yang bernada patriotik atas segala masalah. Tapi justru karena alasan-alasan inilah dia menjadi orang yang tepat di pekerjaannya. Hitler membutuhkan beberapa tangan untuk membantunya dalam pekerjaannya dan sedikit mulut untuk mewakilinya dalam jajaran staffnya, tapi dia tidak membutuhkan kepala yang bisa berpikir! Di luar itu, Brückner, dengan penampilan luarnya yang menawan, juga menjadi resepsionis yang dihargai serta pengantar pesan-pesan tuannya...” (Dr. Krebs, The Infancy of Nazism, halaman 253)

00.00.193_-08.05.1945(?) Ditugaskan sebagai SA-Führer z. V. ke “Stab der Obersten SA-Führung”.
30.06.1934 Menemani Hitler dalam kunjungannya dari München ke Bad Wiessee, di waktu yang sama dimana SA-Stabschef Röhm dan pemimpin SA lainnya ditangkap.
29.03.1936-08.05.1945 Anggota Reichstag (Wahlkreis 3, Berlin Ost).
00.00.1940  Merenggangnya hubungan dengan Hitler yang berujung pada pemberhentiannya. Peristiwa yang melatarbelakangi hal ini adalah Brückner yang berbicara mewakili salah satu ajudan SS Hitler, Max Wünsche, setelah adanya pengaduan tentangnya oleh kepala pelayan Führer, Arthur Kannenberg. Pada saat itu Obersalzberg mendapat kunjungan dari Putra Mahkota Umberto dari Italia. Kannenberg mengadu pada Hitler bahwa beberapa anakbuah Wünsche telah melakukan tindakan yang "tidak pantas". Hitler langsung memerintahkan pemberhentian Wünsche dari jajaran staff-nya dan kembali bertugas di front depan bersama Leibstandarte-SS “Adolf Hitler”. Brückner secara resmi keluar dari staff pribadi Hitler tanggal 01.04.1941.
01.06.1941-00.00.1942 Dipanggil bertugas di Wehrmacht sebagai Major d. R., dan ditempatkan di staff Feldkommandantur Nevers / Loire, Prancis.
00.00.1942-00.00.1942 Kreiskommandant Dijon, Prancis. Mundur ke Vosges, 00.09.1944.
00.00.1942-00.10.1944 Kreiskommdant Macon, Prancis.
00.10.1944-24.11.1944 Kampfkommandant, Regimentskommandeur, dan Kommandeur Kampfgruppe “Brückner” di Oberschulheim dan Storzheim.
24.11.1944-00.00.1945 Terluka parah (keretakan ganda di pergelangan kaki kanan), lalu masuk rumah sakit di Lazaretten Holzkirchen dan Traunstein.

Pasca perang:
Ditangkap dan ditawan oleh pasukan dari U.S. 7th Army di Lazarett Traunstein, 04.05.1945, kemudian dipindahkan ke kamp tawanan perang di Mundenheim. Tanggal 10.06.1945, dia dikirim ke U.S. 7th Army Interrogation Center (SAIC) di Augsburg. Dari 01.08.1945 sampai 02.09.1945, dia ditahan di Seckenheim dekat Mannheim; 02.09.1945 sampai 10.09.1945 di Ulm; 10.09.1945-18.09.1945 di Altenstadt; 18.09.1945 sampai 13.10.1945 di 3rd U.S. Army Interrogation Center di Freising, dan tanggal 13.10.1945 dikirim untuk menjalani interogasi lebih lanjut di U.S. Forces European Theater-Military Intelligence Service Center (USFET-MISC). Sebuah “Preliminary Interogation Report” (Laporan Interogasi Pendahuluan) oleh Major Paul Kubala (komandan SAIC), tertanggal 22.06.1945, menyebutkan:

“PW [Prisoner of War] tidak terlalu antusias untuk berbicara dan memberi kesan seakan-akan dia tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang HITLER, atau bahwa dia tidak terlalu peduli untuk membuka pengetahuan penting yang dia miliki tentangnya.” (“Interrogation Records Prepared for War Crimes Proceedings at Nuernberg, 1945-1947/OCCPAC Interrogation Transcripts And Related Records: Brueckner, Wilhelm Friedrich”; Publication Number M1270, Record Group RG238)

laporan lanjutan oleh 1st Lt. Arthur D. McKibbin, tertanggal 31.10.1945, menyebutkan:

“BRUECKNER tampak sebagai orang yang jujur dan selalu siap untuk bekerjasama penuh, sangat ingin untuk memberi kesan pada para interogator akan hubungannya yang dalam dengan Nasional Sosialisme.” (ibid)

Pada tanggal 14.09.1948, Lagerspruchkammer di Garmisch mengklasifikasikan dirinya sebagai seorang “Hauptschuldiger” (terdakwa besar) dan menjatuhinya hukuman kerja paksa selama 3½ tahun sekaligus harus menyerahkan kekayaannya sebesar 5000 DM dalam bentuk properti. Setelah adanya banding atas putusan ini, dia dibebaskan dari penjara tanggal 22.09.1948.

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)
16.11.1917 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse
14.03.1915 Bayerisches Militär-Verdienstkreuz II. Klasse mit der Krone und mit Schwertern
ca. 1918 Verwundetenabzeichen, 1918 in [Schwarz?]
ca. 1939 Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes
ca. 1939 Spange “Prager Burg” zur Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938
ca. 1939 Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938
ca. 1938 Medaille zur Erinnerung an den 13. Marz 1938
ca. 1934 Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern
00.00.192_ Steckkreuz Deutscher Frontkriegerbund
30.01.1938 Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP
00.00.1934 Ehrenzeichen des 9. November 1923 (Blutorden) (Nr. 7, mulai berlaku dari 09.11.1933)
00.00.1936 Coburger Abzeichen 1922
00.00.194_ Dienstauszeichnung der NSDAP in Silber
00.00.194_ Dienstauszeichnung der NSDAP in Bronze
00.00.192_ Medaille “Ring der nationalen Kraftfahrt- und Luftfahrtbewegung” (Asosiasi Gerakan Penerbangan dan Bermotor Nasional” [grade tidak diketahui]) 
00.00.1934 Ehrendolch der SA (mit Wirkung vom 03.02.1934) 
00.02.1934 Ehrenwinkel für alte Kämpfer
15.01.1936 Ehrenbürgerbrief der Stadt Detmold (status ditarik kembali oleh Stadtrat Detmold, 09.11.1945)

Aufzeichnungen (Catatan):
* Anak dari musisi Wilhelm Brückner dan istrinya Auguste, née Niebecker.
* Agama: Kristen Protestan.
* Dari tahun 1929 s/d 1936 Brückner bertunangan dengan pelukis dan pembuat keramik Sophie Stork (lahir 05.05.1903 di München / meninggal 21.10.1981 di Seeshaupt). Pasangan ini menikah pada tahun 1937 dan dikaruniai dua orang anak.


Sumber :
Foto koleksi pribadi Michael D. Miller
www.facebook.com
www.snyderstreasures.net

-----------------------------------------------------------------------------------






Friday, October 12, 2012

NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein (1881-1942), Pemimpin Korps Bermotor NSDAP

NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein berpose ala Coboy Junior lengkap dengan semua medali dan penghargaan yang telah diraihnya. Cuman satu yang mengejutkan adalah: lokasi Goldenes Parteiabzeichen-nya berada di tempat yang salah, harusnya di sebelah kanan ini malah di kiri (perspektif yang melihat)! Saya mendapat bocoran dari sumber yang tidak bisa dipercayai sama sekali bahwa ini karena beberapa saat sebelum difoto, Hühnlein, yang sedang terkena mencret-mencret, baru keluar dari MCK secara terburu-buru dan lupa memasang posisi pin emas partainya di tempat yang benar!


Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Adolf Hühnlein
Lahir: 12 November 1881 di Neustädtlein, Oberfranken (Jerman)
Meninggal: 18 Juni 1942 di Münich (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: 37570
Nomor keanggotaan SS:-

Beförderungen (Promosi)
9 Maret 1902 Leutnant
12 Agustus 1908 Oberleutnant
1 Oktober 1913 Hauptmann
1 Juli 1921 Major
1 Mei 1931 SA-Gruppenführer
1 Januari 1933 SA-Obergruppenführer
25 Desember 1934 NSKK-Korpsführer
14 Mei 1936 Charakter als Generalmajor a.D. des Heeres
8 September 1938 Reichsleiter der NSDAP

Karriere (Karir)
- 1909 - 1912, mengikuti Kriegsakademie di München
- 1923, keluar dari Reichswehr
- Maret 1923 - 9 November 1923 Chef des Truppenstabes (Ia) der Sturmabteilung
- 9 November 1923, anggota "Bundes Reichskriegsflagge“ dalam Hitler-Ludendorff-Putsch
- 1924, anggota Oberste SA-Führung
- 1925, Quartiermeister der NSDAP
- 1927, Chef des SA-Kraftfahrwesens
- 1930, membentuk Nationalsozialistische Automobilkorps (NSAK)
- 1931, NSAK berubah menjadi NSKK (Nationalsozialistisches Kraftfahrkorps)
- 1 Mei 1931 - 13 April 1932, Leiter der Unterabteilung K beim Quartiermeisterstab der Obersten SA-Führung
- 1 Juli 1932 - 30 April 1933, Quartiermeister der SA
- 1933 - 1942, Mitglied des Reichstages (M.d.R.; Wahlkreis Württemberg)
- Juni 1933 - 1942, NSKK-Korpsführer
- 1 September 1934, NSKK berada di luar SA dan Hühnlein ditunjuk oleh Hitler sebagai Präsident "Obersten Nationalen Sportbehörde für die Deutsche Kraftfahrt“
- 22 Februari 1940, Beauftragten für den motorisierten Transport der Kriegswirtschaft
- ? Mitglied des Verwaltungsrates der Gesellschaft für Autobahnen
18 Juni 1942, meninggal karena sakit yang sudah dideritanya sejak lama. Perannya sebagai NSKK-Korpsführer digantikan oleh Erwin Kraus.

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)
1914 Eisernes Kreuz II. Klasse
1914 Eisernes Kreuz I. Klasse
Ehrenkreuz für Frontkämpfer
Ehrenzeichen des Deutschen Roten Kreuzes
Goldenes Parteiabzeichen
Blutorden
Kriegsverdienstkreuz II. Klasse mit Schwertern
Kriegsverdienstkreuz I. Klasse mit Schwertern
Deutscher Orden (anumerta, 22 Juni 1942)

Bemerkungen (Catatan)
 * Di zaman kekuasaan Nazi, semua pengendara kendaraan bermotor wajib bergabung dengan NSKK (Nationalsozialistisches Kraftfahrkorps, Korps Motor Nasional-Sosialis) pimpinan Hühnlein. NSKK dimasukkan sebagai bagian dari SS setelah menurunnya pamor SA akibat Peristiwa Malam Pisau Panjang tahun 1934. Hühnlein sendiri seringkali mempersembahkan trofi dalam acara-acara balap mobil/motor. Pembalap mobil paling terkenal pada masa itu adalah Bernd Rosemeyer yang disebut-sebut sebagai pembalap terbaik di dunia pada tahun 1936. Meskipun notabene menjadi anggota NSKK, Rosemeyer, seperti banyak pengendara lainnya, tidak terlalu memberi hormat pada Hühnlein dan NSKK, sebuah organisasi dimana mereka bergabung karena dipaksa!

Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org
www.de.wikipedia.org
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com




Wednesday, January 26, 2011

Hanna Reitsch (1912-1979), Penerbang Wanita Legendaris Jerman Yang Membuat Hitler Kagum!


Untuk album foto-foto terbaik Hanna Reitsch bisa dilihat DISINI

NAZI jerman menganggapnya wanita ideal. Muda, lincah, dan berani. Karena itu pula, Hanna Reitsch-lah wanita yang paling banyak dipropagandakan. Kalau saja Nazi tidak kalah, dan andai Hanna bersedia mengakui bahwa ia telah "salah pilih" dalam mendukung Hitler, nama Hanna Reitsch pastilah akan mendapat tempat terhormat dalam sejarah dunia saat ini (yang merupakan hasil dari sang pemenang perang!). Bahkan mungkin sekali ia dianggap sebagai 'ibu' penerbang glider!

Hanna muncul sebagai penghuni bumi tanggal 29 Maret 1912, di Hirschberg, Silesia, sebuah kota kecil di kaki gunung di Jerman Timur. Sejak kecil ia diajar ayahnya memiliki kebanggaan diri, keluarga dan tanah air. Sang ayah sendiri seorang dokter dah nasionalis tulen. Hasilnya memang tampak. Waktu kaum wanita diharapkan berada di dapur, Hanna sudah menjadi salah seorang penerbang layang terunggul. Ia mencatat 40 penerbangan di dunia! Hanna jugalah orang pertama yang menyeberangi pegunungan Alpen dalam pesawat layang itu. Prestasinya tidak hanya itu saja. Dia juga tercatat sebagai wanita pertama yang menerbangkan helikopter dan pesawat jet! Belum cukup? Dia juga merupakan wanita pertama yang bertugas sebagai penerbang pencoba (test-pilot), dan yang pertama pula menerima lambang kebanggaan Nazi, Iron Cross.

Prestasinya sebagai penerbang dalam Perang Dunia II membuat namanya menjadi legenda. Ketika Berlin terbakar pada malam hari di saat-saat terakhir Perang Dunia II, Hanna menerbangkan pesawatnya dan mendarat dengan selamat di sebuah jalan yang penuh tank Rusia! Hanna sendiri tidak apa-apa, tapi satu-satunya penumpang penting yang diangkutnya (Robert Ritter von Greim, yang nantinya diangkat sebagai panglima Luftwaffe oleh Hitler menggantikan Hermann Göring yang berkhianat) cedera kaki oleh tembakan orang Rusia itu. Hanna memang harus mendarat karena orang yang dibawanya diperintah menghadap Hitler yang bersembunyi di situ. Di lubang perlindungan Hitler pula ia bermukim tiga hari, kemudiian menerbangkan pesawat Jerman -- yang terakhir -- dari Berlin sebelum kota itu jatuh sepenuhnya ke tangan Rusia. Ia beruntung dapat menyaksikan saat-saat terakhir Hitler. Karena itu pula ia berani menyangkal catatan sejarah, yang selama itu memang terlalu bersifat propaganda Sekutu. Di saat-saat terakhirnya, Hitler biasa digambarkan berang dan bingung, sedang orang-orang yang berada dalam lubang perlindungannya mabuk-mabukan dan melakukan pesta seks. "Itu tidak benar," ujar Hanna Reitsch. "Semuanya -- termasuk Hitler -- tenang dan siap untuk mati. Kami menyaksikan saat-saat terakhir seorang besar dalam peristiwa besar. Semua memperlihatkan harkatnya sebagai manusia. Hitler memberi salam kepada kami dengan tenang, tanpa emosi." Saat-saat Hitler akan meminum racun juga digambarkan Hanna dengan penuh kekaguman dan simpati. Hitler konon berkata kepadanya: "Hanna, kau orang Jerman yang setia dan menjadi milik mereka yang akan mati bersama saya. Saya tidak ingin seorang pun di antara kita jatuh ke tangan Rusia dalam keadaan hidup. Saya juga tidak ingin mayat kami mereka temukan. Saya dan Eva (Eva Braun) ingin jenazah kami dibakar. Bagaimana caranya terserah kamu." Ketika Hanna memohon untuk menerbangkan Hitler ke luar Berlin, tokoh Nazi itu menolak. Hitler akhirnya bunuh diri. Namun karena mayatnya tidak pernah ditemukan, timbul dugaan jenazah itu diterbangkan Hanna ke luar Berlin. Hanna bahkan diduga menyelamatkan Martin Bormann yang sampai kini tak tentu rimbanya. Mungkin itu hanya dugaan -- sebab Hanna sendiri diam. Tapi prestasi wanita idola Nazi itu memang menjadikannya mungkin.

Ialah, misalnya, yang pernah 10 kali menerbangkan pesawat pancar gas V 1 bomb dalam penerbangan percobaan sub-orbital di awal 1940-an. Penerbangan itu sendiri dianggap menantang maut. Dan kalau bukan lantaran dia, mungkin saja para penduduk London yang tewas kena pembomannya masih hidup sampai kini. Buat Hanna sendiri, penerbangannya ke Berlin November 1944 mungkin sukar dilupakan. Waktu itu Berlin dibombardir habis-habisan oleh Sekutu. Dan karenanya kehadiran Hanna di sana penting sekali. Sebab Radio Jerman mengudarakan dengan lantang: "Jangan menyerah. Hanna Reitsch berjuang bersama anda!"

Suatu malam, ledakan bom membuat lengannya bergeser dari pergelangannya. Hanna diangkut ke rumah sakit yang penuh tentara Nazi yang luka, dan banyak yang terpaksa diamputasi. Ketika itulah Hanna menyadari Nazi akan kalah. Ia berpikir, mungkin ia akan dapat menyelamatkan sebagian korban perang itu dengan menerbangkan mereka malam hari. Setelah itu, beberapa hari, ia terbang mengitari Berlin untuk mengenal lekuk-liku kota itu. Kesimpulannya: dapat mendaratkan pesawatnya di dekat rumah sakit tanpa bantuan radio. Jenderal Angkatan Udara Nazi, Ritter von Greim, mengetahui rencana Hanna -- dan ia pulalah yang mengajaknya bertemu dengan Hitler di Berlin, menjelang Perang Dunia II berakhir.

Reitsch kemudian ditangkap bersama dengan von Greim, dan kemudian keduanya diinterogasi bersama oleh perwira intelijen militer Amerika. Ketika ditanya tentang perintah meninggalkan Führerbunker tanggal 28 April 1945, Reitsch dan Greim dilaporkan mengulangi jawaban yang sama persis, "Itu adalah hari tersuram dimana kami tidak dapat meninggal di sisi Führer kami." Reitsch juga berkata, "Kami harusnya berlutut dan berdoa sebagai pengingat di depan altar Fatherland." Ketika penginterogator bertanya apa yang dimaksudnya dengan "altar Fatherland" tersebut, Reitsch menjawab, "tentu saja, bunker Führer di Berlin..."

Dia kemudian tetap ditahan dan diinterogasi selama 18 bulan. Rekan seperjuangannya di saat-saat terakhir, Robert Ritter von Greim, bunuh diri tanggal 24 Mei 1945. Keluarga Hanna sendiri mempunyai akhir yang tragis: ayahnya membunuh ibunya, saudarinya, dan anak-anak saudarinya sebelum membunuh dirinya sendiri di hari-hari terakhir peperangan setelah pihak Polandia mengusir mereka dari kampung halaman di Hirschberg.

Kemenangan memang akhirnya berada di tangan Sekutu. Hanna mendekam sebagai tawanan perang AS selama satu setengah tahun -- tanpa tuduhan apa pun! Kemudian bebas. Tahun 1959 ia pergi ke India. Kemudian menghilang -- dan muncul di Afrika. Tahun 1962, Hanna tampil di Ghana membantu diktator Kwame Nkrumah membangun angkatan bersenjata negara itu. Aneh, ia mengharapkan Nkrumah menjadi 'Hitler hitam' di Afrika. Sayang harapannya tidak tercapai: Nkrumah digulingkan 1966. Sesudah PD II, di Jerman sendiri Hanna tidak disenangi. Sejak 1945 pers di situ dilarang menulis tentang dirinya -- khawatir akan memberi gambaran bagus mengenai Hitler. "Mengapa tidak" tanyanya. "Karena Hitler-lah orang Jerman menjadi pelopor penerbangan di angkasa luar. Roket-roket angkasa luar yang pertama merupakan tiruan dari V2 bomb kami. Setelah perang, teman akrab saya, Werner von Braun, membantu orang Amerika. Ia jempolan dengan roket V2, dan merupakan bapak semua satelit dan perjalanan ke angkasa luar!"

Hanna sendiri sebenarnya heran karena bisa berhasil dalam penerbangan-penerbangan percobaannya yang menantang maut. Penerbangan VI rocket itu dilakukan oleh 10 orang. Lima di antaranya gugur. Tiga menderita luka berat. Tapi cewek ini keluar dengan mulus! V1 rocket dibuat sebagai robot yang dikendalikan dengan sebuah auto-pilot pertama. Buat Hanna sendiri, rasanya tidak mungkin terbang dengan sayap pesawat yang panjangnya tidak lebih dari 3 kaki. Tetapi nyatanya ia berhasil sampai 10 kali!

Hanna meninggal di Frankfurt, Jerman Barat, tanggal 24 Agustus 1979 setelah terkena serangan jantung. Dia tidak pernah menikah. Jauh sebelum kematiannya, ia telah memberikan serangkaian wawancara -- yang diiringinya dengan syarat: baru boleh disiarkan setelah ia tiada. Apa komentarnya tentang Jerman sekarang? "Negara yang penuh bankir dan pembuat mobil." Dengan penuh kepercayaan diri dan tanpa rasa takut ia mengatakan keyakinannya pada Nasional Sosialisme. Karena itu pula ia terus mengenakan Iron Cross dan Observer Badge bertatahkan intan yang diberikan Hitler di depan publik! Keterangannya terkadang menyentuh juga. "Banyak orang Jerman merasa bersalah karena perang itu. Namun mereka tidak dapat membayangkan perasaan bersalah yang sebenarnya kami rasakan karena kami kalah." Semangat menyala dalam diri Hanna tidak padam begitu saja setelah kekalahan Jerman. Ia kelihatan tetap kokoh dalam fisik dan prinsip. Masih tampak segar menjelang-saat-saat terakhirnya, dan kelihatan seperti nenek yang murah hati. Dalam usia 57 tahun, di tahun 1970, wanita yang dimakamkan di Salzburg Austria ini masih dapat keluar sebagai pemenang dalam kompetisi helikopter internasional di Münich! Kecintaannya pada pesawat udara tidak dapat dilepaskannya begitu saja. Sebagai penerbang -- itulah barangkali maksud pertama dilahirkannya ke dunia.

Jumlah Penghargaan dan Rekor Dunia yang telah diraihnya:
* 1932: Rekor dunia ketahanan terbang layang wanita (5.5 jam)
* 1936: Rekor terbang layang jarak jauh wanita (305 km)
* 1937: Wanita pertama yang menyeberangi Alpen dengan glider
* 1937: Wanita pertama di dunia yang diangkat sebagai kapten penerbang (oleh Ernst Udet)
* 1937: Rekor penerbangan jarak jauh dengan helikopter (109 km)
* 1938: Orang pertama yang menerbangkan helikopter Focke-Wulf Fw 61 di dalam ruangan tertutup (Deutschlandhalle)
* 1938: Juara kompetisi terbang layang nasional Jerman Sylt-Breslau (Schlesien)
* 1939: Rekor dunia terbang layang wanita
* 1943: Ketika bertugas di Luftwaffe, menjadi wanita pertama yang menerbangkan pesawat roket (Messerschmitt Me 163). Dia berhasil selamat dalam kecelakaan maut saat pesawatnya crash-landing sehingga menderita luka parah. Karena itulah dia menjadi wanita pertama yang dianugerahi Eisernes Kreuz I klasse
* 1944: Wanita pertama di dunia yang menerbangkan pesawat jet di Pusat penelitian Luftwaffe di Reichlin selama berlangsungnya percobaan Messerschmitt Me 262 dan Heinkel He 162
* 1952: Tempat ketiga di World Gliding Championships di Spanyol bersama rekannya Lisbeth Häfner
* 1955: Juara terbang layang Jerman
* 1956: Rekor terbang layang jarak jauh Jerman (370 km)
* 1957: Rekor terbang layang di ketinggian Jerman (6.848 m)

Buku-buku karya Hanna Reitsch:
* Fliegen, mein Leben. 4. Aufl. Herbig, München 2001, ISBN 3-7766-2197-4 (Autobiographie)
* Ich flog in Afrika für Nkrumahs Ghana. 2. Aufl. Herbig, München 1979, ISBN 3-7766-0929-X (früherer Titel: Ich flog für Kwame Nkrumah).
* Das Unzerstörbare in meinem Leben. 7. Aufl. Herbig, München 1992, ISBN 3-7766-0975-3.
* Höhen und Tiefen. 1945 bis zur Gegenwart. Heyne, München 1984, ISBN 3-453-01963-6.
* Höhen und Tiefen. 1945 bis zur Gegenwart. 2. erweiterte Auflage von 1978, Herbig-Verlag München/Berlin ISBN 3-7766-0890-0

Hanna Reitsch dalam film:
Para artis ini berperan sebagai sang legenda dalam film-film berikut:
# Barbara Ruetting di film buatan tahun 1965 berjudul Operation Crossbow
# Diane Cilento di film Inggris buatan tahun 1973 berjudul Hitler: The Last Ten Days
# Myvanwy Jenn di produksi televisi Inggris buatan tahun 1973 berjudul The Death of Adolf Hitler
# Anna Thalbach di film Jerman buatan tahun 2004 berjudul Downfall (Der Untergang)



Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.majalah.tempointeraktif.com