Showing posts with label Senjata Anti-Tank. Show all posts
Showing posts with label Senjata Anti-Tank. Show all posts

Friday, August 26, 2016

Foto PaK 40 (Panzerabwehrkanone 40) 75mm

Tentara Prancis mengambil alih senjata anti-tank PaK 40 75mm Jerman dari awaknya yang tergeletak tak bernyawa dalam Pertempuran Toulon yang berlangsung tanggal 20-26 Agustus 1944. Pada pukul 20:00 di D+1, Angkatan Darat Prancis yang terdiri dari tujuh divisi memulai pendaratan mereka di wilayah pantai Saint-Tropez dengan misi awal untuk menduduki kota pelabuhan Toulon dan Marseille. Divisi-divisi yang bertugas untuk merebut Toulon memulai pengepungan mereka terhadap kota yang dipertahankan oleh 242. Infanterie-Division tersebut pada tanggal 20 Agustus. Karena kuatnya pertahanan Jerman, maka diperlukan dukungan penuh kekuatan udara dan laut Sekutu sebelum garnisun Jerman di kota tersebut menyerah pada tanggal 28 Agustus


Sumber :
Buku "The War Against Germany and Italy: Mediterranean and Adjacent Areas" karya Kent Roberts Greenfield

Sunday, November 23, 2014

Foto Berwarna Senjata Anti-Tank

Musim dingin 1945: Para anggota Volkssturm di Königsberg (Prusia Timur) ini bersenjatakan Panzerfaust dan sebuah senjata MG 151/20, yang pada hakikatnya adalah kanon pesawat udara yang dimodifikasi agar bisa dipakai di darat. Sepanjang eksistensinya yang singkat, Volkssturm menderita krisis parah pasokan peralatan perang sehingga menggunakan apapun yang bisa mereka pinjam atau pinta. Senjata "standar" mereka hanyalah Panzerfaust yang memang diproduksi secara massal serta murah dibuat. Senjata MG 151 (MG 151/15) sendiri adalah senapan mesin otomatis dengan kaliber 15mm yang diproduksi oleh Waffenfabrik Mauser dari tahun 1940. Pada tahun 1941 senjata ini dikembangkan menjadi MG 151/20 20mm yang digunakan secara luas dalam Perang Dunia II di berbagai tipe pesawat Luftwaffe sebagai senjata utama dari pemburu, pemburu malam, pembom tukik, pemburu-pembom, dan bahkan pembom murni. MG 151/20 20mm juga dipasangkan pada pesawat pemburu Italia dari "Serie 5" yang merupakan pesawat tempur Italia paling efektif dalam Perang Dunia II. Versi dalam foto ini adalah adaptasi lapangan dari Mauser MG 151/15 atau 151/20 yang ditambahkan tripod serta perisai modifikasi


Sumber :
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Monday, October 6, 2014

Foto Hafthohlladung (Haft-Hl) "Panzerknacker"

 Seorang Oberleutnant Heer asyik bermain catur (atau dam-daman?) bersama dengan rekannya yang berpangkat Feldwebel di dalam sebuah bunker bawah tanah. Mereka sama-sama mencangklong pipa, sementara stahlhelm dan Hafthohlladung (Haft-Hl) "Panzerknacker" bergantungan di atas. Nama unit dan lokasi tidak diketahui, tapi kemungkinan besar di Front Timur


Sumber :
www.flickr.com

Thursday, October 24, 2013

Foto 5 cm Pak 38 (L/60) (5 cm Panzerabwehrkanone 38 (L/60))



Posisi pertahanan dari meriam PaK 38 50mm (L/60) (5 cm Panzerabwehrkanone 38 (L/60)) milik Panzergrenadier-Regiment 125 / 164.leichte Afrika-Division di El Alamein, Mesir, bulan Oktober 1942. Ritterkreuzträger Oberstleutnant Karl Ens (kiri) menginspeksi hasil jaring kamuflase yang telah ditutupkan di atas batu-batu gurun beserta meriamnya. Sang perwira Wehrmacht dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 14 Mei 1941 sebagai Major dan Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment 125 (motorisiert). Dalam Perang Dunia Pertama, Ens menjadi Leutnant di Baden Grenadier-Regiment dan mendapatkan medali 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern, Baden Militär-Karl-Friedrich-Verdienstorden Ritterkreuz, Baden Orden vom Zähringer Löwen Ritterkreuz II. Klasse, serta Verwundetenabzeichen 1918 in Silber. Pangkat terakhir Ernst dalam Perang Dunia II adalah Oberst. Dia dinyatakan MIA (Missing in Action) pada tanggal 15 April 1945, dan akhirnya secara resmi dinyatakan telah meninggal oleh AG Baiersbronn pada tanggal 11 Desember 1957. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Dohm


Di wilayah terluar kota Stalingrad, awak dari senjata anti-tank PaK38 50mm ini menggerakkan meriam mereka lebih maju lagi ke depan. Meskipun kurang efektif saat harus menghadapi tank medium Soviet T-34, senjata satu ini cukup bisa diandalkan ketika harus melawan tank yang lebih ringan dan bangunan berbenteng. Celah di antara dua lapisan Perisai bajanya jelas terlihat. Hal ini memberikan perlindungan yang lebih baik dari tembakan senjata ringan dan pecahan artileri, sementara tetap membuat senjatanya lebih ringan dibandingkan harus memasang perisai solid yang lebih tebal. Selain itu, perisai larasnya juga telah dipasangi dedaunan sebagai kamuflase. PaK 38 disuplai dengan peluru-peluru pembobol baja, pembobol baja improvisasi, serta peledak tinggi. Para awaknya menggunakan kain kanvas kamuflase di stahlhelm yang mereka kenakan


 Awak meriam anti-tank PaK 38 50mm yang bercokol di bawah tangga bangunan teater musik Stalingrad ini sebagiannya diambil dari personil Luftwaffe, apa yang para Landser biasa namakan sebagai "Ersatz-Landser" (Prajurit Pengganti). Kamuflase yang digunakannya tidak biasa karena memanfaatkan rongsokan sekitar dan bukannya rerumputan seperti standar. Ini hal yang wajar karena Stalingrad adalah pertempuran kota dan bukannya pertempuran di hutan, desa atau stepa seperti biasanya terjadi di Front Timur. Kita bisa melihat lempengan besi, kotak kayu dan potongan keranjang yang tidak terpakai dalam foto ini, semuanya memberi kombinasi pengkamuflasean yang sulit dikenali dari jarak jauh!


Sebuah meriam anti-tank 5cm PaK 38 Wehrmacht diposisikan untuk meng-cover jalanan di depannya demi mengantisipasi serangan balasan pihak Soviet di Stalingrad, Oktober 1942. Secara resmi posisi seperti tersebut dinamakan sebagai Panzerabwehrkanonenest (sarang senjata anti-tank), meskipun para Landser sendiri biasa menyederhanakannya dengan nama "Paknest". Kompi anti-tank sebuah resimen infanteri biasanya berkekuatan tiga peleton yang dilengkapi dengan empat PaK masing-masingnya. Senjata anti-tank dari jenis 3.7cm PaK 35/36 pada umumnya telah digantikan dengan 5cm PaK 38 yang berkaliber lebih besar karena terbukti tidak efektif dalam menghadapi tank-tank medium (T-34) dan berat (KV-1) Rusia

 
Awak senjata anti-tank 5-cm-PaK 38 Jerman yang tergeletak tak bernyawa di samping senjata andalannya. Foto diambil di wilayah Medenine, Tunisia, tahun 1943. Pertempuran Medenine sendiri berkobar tanggal 6 April 1943, dan merupakan serangan balasan Jerman yang ditujukan pada 8th Army Inggris. Serangan ini (yang dinamakan sebagai Operation Capri) bertujuan untuk mengganggu rencana serangan Inggris terhadap Mareth Line. Serangan berujung dengan kegagalan, dan di sore harinya pasukan Jerman ditarik mundur


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

Sunday, October 20, 2013

Album Foto Panzerschreck / Raketenpanzerbüchse /Ofenrohr

 Foto ini memperlihatkan seorang sukarelawan Swedia dari 11. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" sedang mengoperasikan sebuah Panzerschreck (Teror Tank) di front Narva tahun 1944. Senjata satu ini terdiri dari sebuah tabung metal yang menembakkan proyektil kosong berpendorong roket dengan kepala peledak anti-tank. Fungsi perisai di depan adalah untuk melindungi si penembak dari semburan bagian belakang roket saat ditembakkan


Seorang Grenadier Heer berpangkat Obergefreiter (Kopral) dengan Panzerschreck alias Raketenpanzerbüchse 54 (RPzB.54) di Metz, Lorraine (Prancis), tanggal 27 Oktober 1944. Dia adalah veteran dari begitu banyak pertempuran, yang terlihat dari medali-medali yang terpasang di seragamnya, dari atas ke bawah: Nahkampfspange in Bronze, pita Eisernes Kreuz II.Klasse dan Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), Eisernes Kreuz I.Klasse, Infanterie-Sturmabzeichen, dan Verwundetenabzeichen. Yang menarik adalah ekspresinya, yang sering disebut orang bule sebagai "1,000 yard stare"! Foto hasil karya Kriegsberichter Schürer ini pertama kali dipublikasikan tanggal 10 November 1944


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.5sswiking.tumblr.com
www.commons.wikimedia.org
www.militarymodels.co.nz

Tuesday, November 8, 2011

Foto 37mm Pak (Panzerabwehrkanone) 35/36



Para awak anti-tank ini berpose bersama dengan sebuah PaK 35/36 3,7cm dengan memakai seragam latihan putih (drillichanzug). Senjata di atas dipergunakan secara luas untuk keperluan pelatihan dan menjadi senjata anti-tank standar Wehrmacht. Beratnya hanya 432kg dan dilengkapi oleh perisai landai. Senjata ini mampu menembak secara akurat sampai sejauh 4km!


Sekolah panzerjäger (pemburu tank), dari pengenalan senjata sampai latihan perang di lapangan terbuka. Melihat dari perisainya, senjata anti-tank yang digunakan adalah PaK (Panzerabwehrkanone) 36 kaliber 37mm yang menjadi andalan anti-tank utama unit-unit infanterie Wehrmacht sampai dengan pertengahan tahun 1941 ketika perannya sedikit demi sedikit digantikan oleh PaK 38 kaliber 50mm


Prajurit-prajurit Gebirgsjäger berpose di dekat sebuah bangunan di pegunungan yang sudah hancur di perbatasan Slovakia/Polandia, September 1939. Tampaknya mereka berasal dari unit anti-tank yang membawa serta senjata andalan mereka, PaK 35/36 kaliber 37mm. Para penembak meriam terlihat mengenakan Zeltbahn yang juga bisa digunakan sebagai tenda


PaK (Panzerabwehrkanone) 35/36 kaliber 37mm milik sebuah unit anti-tank Wehrmacht yang melintas dalam parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939 dengan disaksikan oleh Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para petinggi Wehrmacht lainnya. PaK 35/36 sendiri merupakan senjata anti-tank standar Jerman di awal perang, sebelum digantikan oleh kaliber yang lebih besar seiring dengan bertambahnya ketebalan kendaraan-kendaraan lapis baja Sekutu dan Soviet. Perhatikan bahwa senjata-senjata anti-tank ini dicat abu-abu lapangan sehingga warnanya "menyatu" dengan warna bannya! Foto diambil oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Adolf Hitler


37mm PaK 36 beraksi di Prancis tahun 1940


Sumber :

Buku "Hitler's Mountain Troops 1939-1945" karya Ian Baxter
www.life.com
www.weltkrieg2.de

Thursday, November 3, 2011

Foto Panzerfaust

Musim dingin 1945: Para anggota Volkssturm di Königsberg (Prusia Timur) ini bersenjatakan Panzerfaust dan sebuah senjata MG 151/20, yang pada hakikatnya adalah kanon pesawat udara yang dimodifikasi agar bisa dipakai di darat. Sepanjang eksistensinya yang singkat, Volkssturm menderita krisis parah pasokan peralatan perang sehingga menggunakan apapun yang bisa mereka pinjam atau pinta. Senjata "standar" mereka hanyalah Panzerfaust yang memang diproduksi secara massal serta murah dibuat. Senjata MG 151 (MG 151/15) sendiri adalah senapan mesin otomatis dengan kaliber 15mm yang diproduksi oleh Waffenfabrik Mauser dari tahun 1940. Pada tahun 1941 senjata ini dikembangkan menjadi MG 151/20 20mm yang digunakan secara luas dalam Perang Dunia II di berbagai tipe pesawat Luftwaffe sebagai senjata utama dari pemburu, pemburu malam, pembom tukik, pemburu-pembom, dan bahkan pembom murni. MG 151/20 20mm juga dipasangkan pada pesawat pemburu Italia dari "Serie 5" yang merupakan pesawat tempur Italia paling efektif dalam Perang Dunia II. Versi dalam foto ini adalah adaptasi lapangan dari Mauser MG 151/15 atau 151/20 yang ditambahkan tripod serta perisai modifikasi


Seorang bocah anggota HJ (Hitlerjugend) berpose dengan sebuah Panzerfaust. Dari lencana di lengannya diketahui bahwa sang "Hitler-knabe" (bocah Hitler) ini berasal dari Ost Berlin yang bergabung dengan Volkssturm di akhir-akhir perang saat Jerman sudah diambang kekalahan. Panzerfaust sendiri dikenal sebagai salah satu senjata infanteri paling efektif dalam Perang Dunia II. Dia mudah digunakan dan beratnya juga ringan sehingga bisa dipakai oleh siapa saja, baik bocah kecil, orangtua atau wanita... cukup dengan pengenalan selama beberapa menit saja! Bazooka-nya Nazi Jerman ini sangat efektif dalam menghadapi kendaraan perang yang mempunyai lapisan baja tipis seperti ranpur atau tank ringan


 Waffen-Obersturmbannführer der SS Harald Riipalu (Kommandeur Waffen-Grenadier Regiment der SS 45 “Estland” / 20.Waffen-Grenadier-Division der SS) menerangkan prosedur penggunaan pelontar roket Panzerfaust secara baik dan benar kepada para perwira SS lainnya. Riipalu dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Agustus 1944 sebagai penghargaan atas kesuksesannya dalam memimpin resimennya mengusir pasukan penyerang Soviet di Pertempuran Garis Tannenberg serta Pertempuran Auvere. Usahanya tersebut berperan utama dalam menggagalkan pengepungan pihak musuh terhadap posisi pertahanan Jerman di Narva. Foto ini sendiri diambil di musim gugur tahun 1944

Seorang Feldwebel Heer sedang memberikan isntruksi cara-cara menggunakan Panzerfaust 30 yang merupakan hasil upgrade dari model Panzerfaust 30 Klein (Faustpatrone) yang lebih awal. Perbedaannya terletak pada bentuknya yang lebih besar dari sebelumnya serta penetrasi yang lebih besar karena kepala peledaknya yang dibuat lebih padat. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Richard Muck (Propaganda-Kompanie 501) di sektor utara Front Timur bulan September 1943


 Hauptmann Peter Kiesgen (22 November 1915 - 22 Maret 1946), yang merupakan seorang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dan mantan anggota Hitlerjugend di masa mudanya, membantu melatih para rekrutan baru Wehrmacht dalam penggunaan Panzerfaust 60 secara baik dan benar di Frankfurt/Oder bulan November 1944. Sang Hauptmann mengenakan lima buah Panzervernichtungsabzeichen  (Tank Destruction Badge) di lengan kanannya, dimana setiap stripnya dianugerahkan atas penghancuran satu buah tank musuh menggunakan senjata genggam-tangan... Jadi setidaknya sudah lima buah tank yang menjadi korban keganasannya!



Selama musim gugur 1944 produksi senjata anti-tank pegang-tangan berpeluncur roket Panzerfaust meningkat dengan pesat sehingga pemakaiannya meluas di unit-unit Wehrmacht, termasuk divisi panzer. Foto ini memperlihatkan pelatihan penggunaan senjata tersebut untuk para perwira dari Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division


 Dua orang prajurit dari Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" ini mempersenjatai diri dengan Panzerfaust 30 serta Stielhandgranate untuk mengantisipasi serangan tank-tank Rusia ke wilayah jembatan Klaipėda di Memel (Lithuania) yang mereka pertahankan, Oktober 1944. Di latar belakang kita bisa melihat bagian "pantat" dari sebuah Schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251/9 Ausf.D (7,5 cm Kanone 37 L/24). Foto hasil karya Kriegsberichter Otto ini pertama kali dipublikasikan tanggal 30 Oktober 1944



Panzerfaust in action. Perhatikan pola "kamuflase" unik di stahlhelm prajurit di kanan!


Petunjuk penggunaan ditempelkan di bagian kepala Panzerfaust


Panzerfaust hasil rampasan pasukan Amerika dari tangan JermanPara prajurit Amerika dari Divisi Infanteri ke-2 di tengah tumpukan Panzerfaust hasil rampasan dari tangan Jerman yang menggunung di dekat kota Bad Neuenahr, 16 Maret 1945


Sepeda bermuatan Panzerfaust hasil rampasan dari prajurit-prajurit Hitlerjugend, 7 April 1945. Yang menangkap mereka adalah tentara Inggris dari Divisi Tank ke-11


Sumber :

Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Majalah "The Combat Tanks Collection" No.102
Foto koleksi NARA Amerika Serikat
www.5sswiking.tumblr.com
www.albumwar2.com 
www.worldwartwo.filminspector.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com