Wednesday, March 25, 2026

Generaloberst Georg-Hans Reinhardt (1887-1963), Panglima Heeresgruppe Mitte


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Georg-Hans Reinhardt  
Panggilan/julukan: tidak diketahui

Lahir: 1 Maret 1887 - Bautzen, Kerajaan Sachsen (Kekaisaran Jerman) 
Wafat: 22 November 1963 - München-Tegernsee, Bayern (Jerman Barat)

Ayah: Georg Reinhardt (bankir)  
Ibu: Lisbeth Merbach  
Istri: Eva Prüfer (menikah 9 September 1919)  
Anak: Eva Gisela Reinhardt (lahir 9 September 1920), Rosemarie Reinhardt (lahir 5 Agustus 1922)  
Pangkat tertinggi: Generaloberst  
Jabatan terakhir: Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte  

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker: 25 Maret 1907  
Leutnant: 14 Agustus 1908 (Patent 14 Februari 1907)  
Oberleutnant: 25 September 1914  
Hauptmann: 22 Mei 1916 (Rangdienstalter 18 April 1916)  
Major: 1 Maret 1925  
Oberstleutnant: 1 Oktober 1931  
Oberst: 1 Februar 1934  
Generalmajor: 1 April 1937  
Generalleutnant: 1 Oktober 1939  
General der Panzertruppe: 1 Juni 1940  
Generaloberst: 1 Januari 1942 (Rangdienstalter 1 Januari 1942)  

Karriere (Karir):  
Georg-Hans Reinhardt memasuki Königlich Sächsische Armee pada 25 Maret 1907 setelah lulus Abitur di Bautzen dan ditugaskan ke 8. Königlich Sächsisches Infanterie-Regiment "Prinz Johann Georg" Nr. 107 di Leipzig. Ia menjadi Fähnrich pada 19 November 1907, kemudian Leutnant pada 14 Agustus 1908 dan bertugas sebagai Kompanieoffizier di berbagai kompi. Pada 1912 ia menjadi Gerichtsoffizier dan Adjutant III. Bataillon, serta menjalani pelatihan berkuda di Ulanen-Regiment Nr. 18. Pada 1914 ia diangkat sebagai Regimentsadjutant. Saat pecah Perang Dunia I, ia bertugas di Front Barat bersama regimentnya. Pada musim semi 1915 ia memimpin pengintaian penting di Loretto-Höhe dan menerima Ritterkreuz des Militär-St.-Heinrichs-Ordens. Pada Mei 1916 ia menjadi Adjutant Brigade Nord dan naik pangkat Hauptmann. Ia menyelesaikan pendidikan Generalstab dan bertugas di berbagai korps termasuk sebagai Ib di XII. Reservekorps, 8. Kavallerie-Division, Kavallerie-Division Nord, serta Ia di 192. Infanterie-Division hingga akhir perang. Setelah perang ia bertugas sebagai Kompanieführer di regiment lamanya, kemudian di Generalstab 24. Division. Pada 1 Oktober 1919 ia masuk Reichsheer sebagai Hauptmann. Ia ikut menumpas Räteregierung di Leipzig pada 1920 dan bertugas di berbagai staf divisi serta sebagai Kompaniechef di 11. (Sächs.) Infanterie-Regiment. Ia menjadi Taktiklehrer di Infanterieschule Ohrdruf/Dresden dan kemudian di Reichswehrministerium sebagai Lehrer Taktik dan Kriegsgeschichte. Pada 1931-1933 ia memimpin III. Bataillon di 10. Infanterie-Regiment, kemudian bertugas di staf 4. Infanterie-Division dan Reichswehrministerium hingga 1937 sebagai Kepala Heeres-Ausbildungs-Abteilung (T 4) di Truppenamt. Pada 12 Oktober 1937 ia menjadi Kommandeur 1. Schützen-Brigade. Pada 10 November 1938 ia diangkat menjadi Kommandeur 4. Panzer-Division. Pada 15 Februar 1940 ia menjadi Kommandierender General XXXXI. Armeekorps (kemudian XXXXI. Panzerkorps). Pada 5 Oktober 1941 ia mengambil alih Panzergruppe 3 yang kemudian menjadi 3. Panzerarmee. Pada 1 Januari 1942 ia resmi menjadi Oberbefehlshaber 3. Panzerarmee. Pada 16 Agustus 1944 hingga 25 Januari 1945 ia menjadi Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte. Setelah itu ia diberhentikan dan tidak lagi aktif hingga akhir perang. Pada Mei 1945 ia ditangkap pasukan Sekutu dan menjadi tahanan perang hingga 1948.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 1914 2. Klasse (14 September 1914)  
Eisernes Kreuz 1914 1. Klasse (8 Agustus 1915)  
Ritterkreuz des Königlich Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern  
Ritterkreuz des Militär-St.-Heinrichs-Ordens  
Ehrenkreuz für Frontkämpfer  
Dienstauszeichnung der Wehrmacht 4. Klasse (4 Jahre)  
Dienstauszeichnung der Wehrmacht 3. Klasse (12 Jahre)  
Dienstauszeichnung der Wehrmacht 2. Klasse (18 Jahre)  
Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1. Klasse (25 Jahre)  
Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938  
Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse 1914 (21 September 1939)  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse 1914 (2 Oktober 1939)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (27 Oktober 1939 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 4. Panzer-Division)  
Panzerkampfabzeichen in Silber  
Ritterkreuz mit Eichenlaub (17 Februar 1942 sebagai General der Panzertruppe dan Befehlshaber 3. Panzergruppe)  
Verwundetenabzeichen 1939 in Schwarz  
Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille)  
Ritterkreuz mit Eichenlaub und Schwertern (26 Mei 1944 sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 3. Panzerarmee)  
Großes Verdienstkreuz mit Stern und Schulterband des Verdienstordens der BRD (24 November 1962)  
Ia juga disebutkan tiga kali dalam Wehrmachtbericht (18 Oktober 1941, 19 Oktober 1941, dan 21 Januari 1944).  

-------------------------------------------------------------------------------

Georg-Hans Reinhardt lahir pada 1 Maret 1887 di Bautzen sebagai putra seorang bankir bernama Georg Reinhardt dan Lisbeth Merbach. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya ia bergabung dengan tentara Kerajaan Sachsen pada tahun 1907 dan memulai karier militer yang panjang di 8. Königlich Sächsisches Infanterie-Regiment "Prinz Johann Georg" Nr. 107. Selama Perang Dunia I ia bertugas sebagai Regimentsadjutant di Front Barat, kemudian di berbagai posisi staf termasuk di Korps Austria-Hongaria dan divisi-divisi Jerman di Front Timur maupun Barat, di mana ia mendapat pengalaman penting sebagai perwira Generalstab serta penghargaan seperti Ritterkreuz des Militär-St.-Heinrichs-Ordens atas keberaniannya di medan pertempuran. Setelah perang ia tetap bertahan di Reichswehr, menikah dengan Eva Prüfer pada 1919, dan menduduki berbagai jabatan staf serta komando batalion sambil menjadi pengajar taktik dan sejarah perang. Pada masa pembangunan Wehrmacht di bawah rezim Nazi ia naik pangkat dengan cepat dan memimpin 4. Panzer-Division selama invasi Polandia tahun 1939 di mana ia berhasil memecah pengepungan Polandia dan menawan ribuan tentara musuh sehingga mendapat Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Pada tahun 1940 ia memimpin XXXXI. Armeekorps dalam pertempuran di Prancis dan Yugoslavia sebelum terlibat dalam Operasi Barbarossa sebagai bagian dari Heeresgruppe Nord. Pada Oktober 1941 ia mengambil alih Panzergruppe 3 yang kemudian menjadi 3. Panzerarmee dan memimpin serangan menuju Moskow dalam Operasi Typhoon serta bertahan menghadapi serangan balik Soviet pada musim dingin 1941-1942 di sekitar Vitebsk dan Smolensk. Sebagai Oberbefehlshaber 3. Panzerarmee ia berhasil memimpin pertempuran defensif yang berhasil di utara Smolensk pada musim dingin 1943-1944 sehingga mendapat Eichenlaub dan kemudian Schwerter pada Ritterkreuz. Pada Agustus 1944 ia ditunjuk memimpin Heeresgruppe Mitte setelah kehancuran pasukan tersebut dalam Operasi Bagration, namun hanya beberapa bulan sebelum ia diberhentikan pada Januari 1945. Setelah perang ia ditangkap dan diadili dalam High Command Trial pada tahun 1948 sebagai bagian dari Subsequent Nuremberg Trials. Ia dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan termasuk pembunuhan dan penyiksaan tahanan perang Soviet serta deportasi dan pembunuhan warga sipil di wilayah pendudukan. Ia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara tetapi dibebaskan pada tahun 1952 atas dasar belas kasihan. Di masa pascaperang ia sempat menjabat sebagai presiden Gesellschaft für Wehrkunde (sekarang Gesellschaft für Sicherheitspolitik) dan pada tahun 1962 menerima Großes Verdienstkreuz dari Republik Federal Jerman. Georg-Hans Reinhardt meninggal dunia pada 22 November 1963 di München-Tegernsee pada usia 76 tahun.



Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/R/ReinhardtGH-R.htm  
- https://www.tracesofwar.com/persons/34542/Reinhardt-Georg-Hans.htm  
- https://generals.dk/general/Reinhardt/Georg-Hans/Germany.html  
- https://en.wikipedia.org/wiki/Georg-Hans_Reinhardt  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://grokipedia.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html

Generaloberst Erhard Raus (1889-1956), Jenderal Asal Austria di Front Timur


Oleh: Alif Rafik Khan  

Nama lengkap: Erhard Franz Josef Raus  
Panggilan/julukan: Tidak diketahui  

Lahir: 8 Januari 1889 di Wolframitz, Mähren (Austria-Hungaria, sekarang Olbramovice, Republik Ceko)  
Meninggal: 3 April 1956 di Wien (Austria)

Operasi militer dan pertempuran: Schlacht bei Lublin, Winterkämpfe in den Beskiden, 2. Isonzoschlacht, Operation Barbarossa, Operation Typhoon, Pertempuran di sekitar Belgorod, Operasi Citadel (penarikan mundur), Pertempuran Kedua Kiev, Operasi Doppelkopf, East Prussian Offensive, Battle of Memel  
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada  
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada  
Gelar akademis: Tidak ada  
Agama: Tidak diketahui  
Orangtua: Putra dari pedagang Hubert Raus dan istrinya Josefa, née Brückner  
Saudara: Tidak diketahui  
Istri: Anna Morsani (dipanggil Anny), menikah 17 Agustus 1918 (istri meninggal tahun 1981 dan dimakamkan di makam yang sama)  
Anak: Tidak diketahui  
Ciri fisik: Tidak diketahui  

Beförderungen:  
Fähnrich: 18 Agustus 1909 (k.u.k. Infanterieregiment „Kaiser“ Nr. 1)  
Leutnant: 1 Mei 1912  
Oberleutnant: 1 Januari 1915  
Hauptmann: 1 Februari 1918  
Major: 8 Juli 1921  
Major: 1 Januari 1927  
Major im Generalstab: 15 September 1932  
Oberstleutnant i.G.: 10 Juni 1933  
Oberst i.G.: 19 Desember 1936  
Generalmajor: 1 September 1941  
Generalleutnant: 1 Januari 1943  
General der Panzertruppe: 1 Mei 1943  
Generaloberst: 15 Agustus 1944  

Karriere:  
Erhard Raus memulai karier militernya di k.u.k. Armee Austria-Hungary. Setelah lulus sebagai yang terbaik di Kadettenausbildung dari Infanteriekadettenschule Königsfeld bei Brünn, ia masuk k.u.k. Infanterieregiment „Kaiser“ Nr. 1 sebagai Fähnrich pada 18 Agustus 1909 di Troppau. Ia kemudian menjadi Zugskommandant di Radfahr-Kompanie Nr. 7, lalu dipindah ke k.u.k. Feldjäger-Bataillon 20 di Tolmein dan Cormons. Selama Perang Dunia I, ia bertugas di Front Timur dan Italia, termasuk sebagai Zugskommandant Radfahr-Jägerbataillon Nr. 1, Bataillonsadjutant, dan akhirnya Kompaniechef Radfahrkompanie. Setelah perang, ia bergabung dengan österreichisches Bundesheer, menjabat sebagai Adjutant Radfahr-Feldjäger-Bataillon 2 di Wien, kemudian berbagai pos di Bundesministerium für Heereswesen, Lehrer di Infanteriekurs, dan Kommandeur Infanterieschießschule Bruck an der Leitha. Ia menyelesaikan pendidikan Generalstabsausbildung sebagai yang terbaik pada 1930 dan menjadi Taktiklehrer di Infanteriefachschule Wien.  

Pada Anschluss 1938, Raus langsung dialihkan ke Wehrmacht Jerman sebagai Oberst i.G. dengan Rangdienstalter 1 Agustus 1937. Ia bertugas sebagai österreichischer Verbindungsoffizier di Gruppenkommando 5, lalu Chef des Generalstabes Stellvertretendes Generalkommando XVII. Armeekorps pada mobilisasi 1939. Pada 1940 ia menjadi Kommandeur Infanterie-Regiment 243 dari 60. Infanterie-Division, kemudian Kommandeur 4th Rifle Regiment (Schützen-Regiment 4). Mulai Mei 1941 ia memimpin 6th Rifle Brigade (6. Schützen-Brigade) di 6. Panzer-Division selama Operation Barbarossa di Heeresgruppe Nord. Ia naik menjadi Acting Kommandeur 6. Panzer-Division pada November 1941, lalu Kommandeur tetap pada April 1942. Setelah divisi dipindah ke Prancis untuk refit dan kembali ke Front Timur November 1942, ia memimpin divisi tersebut hingga Februari 1943.  

Pada 1943 ia memimpin General Command for Special Employment Raus, lalu menjadi Kommandierender General XI. Armeekorps di Armeeabteilung Kempf / Heeresgruppe Süd. Selanjutnya ia memimpin XXXXVII. Panzerkorps sementara, lalu Acting Kommandeur 4. Panzerarmee pada Desember 1943, diikuti Kommandeur tetap hingga Mei 1944. Ia kemudian memimpin 1. Panzerarmee hingga Agustus 1944, dan terakhir 3. Panzerarmee (termasuk III SS Panzer Corps, XI SS Army Corps, serta Corps Group Tettau pada Maret 1945) hingga Maret 1945. Setelah itu ia tidak aktif hingga akhir perang, ditangkap sebagai Prisoner of War oleh pasukan Sekutu pada Mei 1945, dan dibebaskan Juni 1947.  

Orden und Ehrenzeichen:  
Eisernes Kreuz 2. Klasse: 29 Juni 1941  
Eisernes Kreuz 1. Klasse: 6 Juli 1941  
Panzerkampfabzeichen (ohne Zahl): 1 September 1941  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 11 Oktober 1941 (sebagai Oberst dan Kommandeur 6. Schützen-Brigade / 6. Panzer-Division / XXXXI. Armeekorps / Heeresgruppe Nord)  
Deutsches Kreuz in Gold: 14 Februari 1943 (sebagai Generalmajor dan Kommandeur 6. Panzer-Division)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub: 22 Agustus 1943 (sebagai General der Panzertruppe dan Kommandierender General XI. Armeekorps / Armeeabteilung Kempf / Heeresgruppe Süd)  
Ehrenkreuz für Frontkämpfer  
Medaille „Winterschlacht im Osten 1941/42“ (Ostmedaille): 1 Agustus 1942  
Kriegserinnerungsmedaille: 15 Mei 1933  

-------------------------------------------------------------------------------

Erhard Franz Josef Raus (8 Januari 1889 – 3 April 1956) adalah seorang perwira Austria yang menjadi Generaloberst di Wehrmacht Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Lahir di Wolframitz, Mähren sebagai putra seorang pedagang, ia memulai karier di k.u.k. Armee dengan prestasi akademik tinggi di sekolah kadet. Pengalaman tempurnya di Perang Dunia I meliputi pertempuran di Front Timur Polandia selatan dan Front Italia, di mana ia memimpin unit Radfahr-Jäger dan berhasil menangkap ratusan musuh. Setelah perang ia tetap setia pada Austria dan membangun karier di Bundesheer sebagai instruktur taktik dan komandan sekolah infanteri.  

Pada Anschluss 1938, Raus dengan lancar berintegrasi ke Wehrmacht dan memulai peran staf sebelum akhirnya terlibat langsung di medan perang pada 1941. Keberhasilannya memimpin Kampfgruppe dan merebut jembatan penting di sungai Pljussa serta Luga selama hari-hari awal Operation Barbarossa membuatnya mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Oberst. Ia kemudian memimpin 6. Panzer-Division dengan sukses di berbagai sektor Front Timur, termasuk penarikan mundur pasca-Operasi Citadel dan pertempuran di Belgorod yang mempertahankan garis pertahanan Jerman. Keahliannya dalam taktik panzer membuatnya naik cepat menjadi komandan korps dan kemudian beberapa Panzerarmee utama seperti 4. Panzerarmee, 1. Panzerarmee, serta 3. Panzerarmee di tahap akhir perang.  

Meski tidak terlibat dalam kampanye awal Perang Dunia II di Polandia atau Prancis karena tugas staf dan kondisi kesehatan, Raus menjadi salah satu komandan Panzer yang paling dihormati di Front Timur berkat kemampuannya mengorganisir pertahanan dan penarikan mundur yang teratur di tengah tekanan Soviet yang berat. Setelah perang, ia menulis beberapa memoar dan analisis taktis tentang pertempuran di Rusia, termasuk buku Panzer Operations: The Eastern Front Memoir of General Raus, 1941-1945 serta laporan tentang peculiarites of Russian warfare, improvisasi medan, dan pengaruh iklim terhadap pertempuran. Ia meninggal di Austria pada 1956 dan dimakamkan dengan penghormatan militer penuh.  



Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
- https://grokipedia.com/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://en.wikipedia.org/wiki/Erhard_Raus  
- https://www.tracesofwar.com/persons/16337/Raus-Erhard.htm  
- https://generals.dk/general/Raus/Erhard_Franz_Josef/Germany.html  
- Buku: Panzer Operations: The Eastern Front Memoir of General Raus, 1941-1945 (Erhard Raus, compiled and translated by Steven H. Newton)  
- Buku: Die Eichenlaubträger 1940-1945 (Thomas & Wegmann)  
- Buku: Die Ordensträger der Deutschen Wehrmacht (2002) 

Generaloberst Eberhard von Mackensen (1889-1969), Panglima 14. Armee di Italia


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Friedrich August Eberhard von Mackensen  
Julukan: tidak diketahui

Lahir: 24 September 1889 di Bromberg, Provinsi Posen (Kekaisaran Jerman)  
Meninggal: 19 Mei 1969 di Alt-Mühlendorf bei Nortorf (Jerman Barat)  

Operasi militer utama: Invasi Polandia (Fall Weiss), Kampanye Prancis (Fall Gelb), Operasi Barbarossa, Pertempuran Kharkov Kedua dan Ketiga, Pertahanan Nettuno-Anzio di Italia  
Keanggotaan partai: Tidak ada catatan keanggotaan NSDAP  
Pendidikan: Kadet korps dan pelatihan perwira standar Prusia  
Agama: Tidak diketahui (kemungkinan Protestan)  
Orangtua: Ayah Generalfeldmarschall August von Mackensen; Ibu Dorothea von Horn  
Saudara: Hans Georg von Mackensen (diplomat dan SS-Gruppenführer) serta tiga saudara lainnya (total lima bersaudara)  
Istri: Margarete Amanda Mackensen (1895-1989)  
Anak: Dua putra, termasuk August-Viktor Klaus von Mackensen (1923-2010)  

Beförderungen (Promosi):  
- 1 Oktober 1908: Fahnenjunker  
- 23 Januari 1910: Leutnant  
- 25 Februari 1915: Oberleutnant  
- 20 Mei 1917: Hauptmann i.G.  
- 1 Februari 1928: Major  
- 1 Oktober 1932: Oberstleutnant  
- 1 September 1934: Oberst  
- 1 Januari 1938: Generalmajor  
- 1 Januari 1940: Generalleutnant  
- 1 September 1940: General der Kavallerie  
- 6 Juli 1943: Generaloberst  

Karriere (Karir):  
1908: Masuk Königlich Preußische Armee sebagai Fahnenjunker di 1. Leibhusaren-Regiment Nr. 1 di Danzig.  
1910: Dipromosikan Leutnant dan bertugas sebagai Regiments-Adjutant di 1. Leibhusaren-Regiment Nr. 1.  
1914-1915: Bertugas di Perang Dunia I sebagai Regiments-Adjutant di 1. Leibhusaren-Regiment Nr. 1, terluka parah pada 23 Agustus 1915 dan dipindahkan ke tugas staf.  
1915-1918: Menjadi Ordonnanz-Offizier di Stab Armeegruppe Scholtz, kemudian bertugas di Stab hingga akhir perang.  
Pasca 1918: Bergabung Reichswehr dan bertugas sebagai Chef der 1. Schwadron di 5. (Preuß.) Reiter-Regiment di Belgard.  
1924-1927: Ditugaskan di Reichswehrministerium Berlin pada Heeres-Transportabteilung (T 7).  
1927-1930: Bertugas di Stab Gruppenkommando 1 Berlin dan Stab 1. Kavallerie-Division di Frankfurt an der Oder.  
1932-1933: Dipindahkan kembali ke Reichswehrministerium sebagai Leiter Gruppe IV (ehemals T 7) di Heeresabteilung (T 1) Truppenamt.  
1933-1935: Menjabat Chef des Generalstabes Kavallerie-Korps, kemudian Chef des Generalstabes Generalkommando X. Armeekorps di Hamburg.  
1937-1938: Menjadi Kommandeur 1. Kavallerie-Brigade di Insterburg.  
1938-1939: Ditugaskan sebagai Chef des Generalstabes Heeresgruppenkommando 5 di Wien.  
1939: Selama Fall Weiss menjadi Chef des Generalstabes 14. Armee di bawah Generalfeldmarschall Wilhelm List.  
1939-1940: Menjabat Chef des Generalstabes 12. Armee selama kampanye di Prancis.  
1941-1942: Diangkat Kommandierender General III. Armeekorps (kemudian III. Panzerkorps) di Heeresgruppe Süd, memimpin serangan melalui Stalin-Linie menuju Kiev dan berperan penting dalam Schlacht um Charkow.  
1942-1943: Mengambil alih komando 1. Panzerarmee menggantikan General der Gebirgstruppe Hubert Lanz, memimpin pasukan dalam Third Battle of Kharkov dan operasi defensif di Donbas serta Zaporozhye.  
1943-1944: Dipindahkan ke Italia sebagai Oberbefehlshaber 14. Armee di Nettuno-Front, memimpin pertahanan terhadap pendaratan Sekutu di Anzio hingga Juni 1944.  
1944: Diberhentikan dari komando oleh Generalfeldmarschall Albert Kesselring pada 6 Juli 1944 karena perbedaan gaya kepemimpinan dan ditempatkan di Führer-Reserve hingga akhir perang.  
1945-1952: Ditangkap pasukan Inggris, diadili sebagai penjahat perang oleh pengadilan militer Inggris di Roma karena tanggung jawab komando atas pembantaian Ardeatine (24 Maret 1944) sebagai balasan atas serangan partisan, dijatuhi hukuman mati yang kemudian dikurangi menjadi 21 tahun penjara, dan dibebaskan pada 2 Oktober 1952.  
Pasca 1952: Hidup menyendiri di Alt-Mühlendorf dekat Nortorf, Schleswig-Holstein, tanpa keterlibatan lebih lanjut dalam urusan militer atau politik hingga meninggal dunia.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
- Eisernes Kreuz 1914, 2. Klasse dan 1. Klasse  
- Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse (17 September 1939)  
- Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse (2 Oktober 1939)  
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (27 Juli 1941, sebagai General der Kavallerie dan Kommandierender General III. Armeekorps)  
- Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (26 Mei 1942, sebagai General der Kavallerie dan Kommandierender General III. Armeekorps)  

-------------------------------------------------------------------------------

Friedrich August Eberhard von Mackensen (24 September 1889 – 19 Mei 1969) adalah seorang Generaloberst Wehrmacht selama Perang Dunia II yang dikenal sebagai putra Generalfeldmarschall August von Mackensen, pahlawan Perang Dunia I. Ia memulai karier militer pada 1908 di 1. Leibhusaren-Regiment Nr. 1 dan bertahan melalui dua perang dunia dengan latar belakang kavaleri Prusia yang kemudian beradaptasi dengan perang mekanis. Selama Perang Dunia II ia menjabat sebagai Chef des Generalstabes 14. Armee saat invasi Polandia, kemudian memimpin III. Panzerkorps di front timur dengan prestasi utama dalam penaklukan Kiev dan Pertempuran Kharkov, sebelum naik menjadi Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee dan akhirnya 14. Armee di Italia. Kariernya berakhir dengan pemberhentian pada 1944 dan vonis sebagai penjahat perang karena peristiwa Ardeatine, meski ia menjalani hukuman hanya lima tahun sebelum dibebaskan. Setelah pembebasan ia menjalani sisa hidup secara tertutup di Jerman Barat dan meninggal pada usia 79 tahun di Neumünster, dimakamkan di pemakaman keluarga di Groß-Vollstedt dengan upacara militer kehormatan.



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/M/MackensenEv-R.htm  
https://grokipedia.com/page/Eberhard_von_Mackensen  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://en.wikipedia.org/wiki/Eberhard_von_Mackensen  
https://ww2gravestone.com/people/mackensen-friedrich-august-eberhard/  
https://www.tracesofwar.com/persons/35942/Mackensen-von-Eberhard.htm

Generaloberst Georg Lindemann (1884-1963), Panglima Heeresgruppe Nord


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Georg Heinrich Lindemann  
Panggilan/julukan: tidak diketahui

Lahir: 8 Maret 1884 di Osterburg, Altmark, Provinz Sachsen (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 25 September 1963 di Freudenstadt, Baden-Württemberg (Jerman Barat)

Orangtua: Ayah Amtsrichter Carl Hermann Lindemann dan ibu Julie Joahnna Elsbeth, née Placke.  
Saudara: Tidak ada informasi yang tersedia tentang saudara kandung.  
Istri: Annamarie Charlotte Ulrika Helene von der Osten (menikah 8 Oktober 1907 di Frankfurt am Main; putri Mayor dan kemudian Generalleutnant Walther Stefan Eugen Ulrich von der Osten).  
Anak: Tiga orang; putra Ernst Georg Hermann Walter Ludwig Lindemann (lahir 27 Juli 1908 di Mainz); putri pertama Rosemarie Lindemann (lahir 2 April 1910 di Mainz); putri bungsu Erika Marianne Helene Lindemann (lahir 25 Agustus 1912 di Mainz).  
Ciri fisik: Tidak diketahui secara rinci dari sumber yang tersedia.

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker: 26 Februari 1903  
Fahnenjunker-Gefreiter: Juni 1903  
Fahnenjunker-Unteroffizier: 2 Juli 1903  
Fähnrich: 18 Oktober 1903  
Leutnant: 18 Agustus 1904 (Patent 19 Agustus 1903)  
Oberleutnant: 18 Agustus 1912  
Rittmeister: 28 November 1914  
Major: 1 April 1926  
Oberstleutnant: 1 Februari 1931  
Oberst: 1 Juni 1933  
Generalmajor: 20 April 1936  
Generalleutnant: 20 April 1938  
General der Kavallerie: 1 November 1940  
Generaloberst: 5 Juli 1942  

Karriere (Karir):  
1903: Bergabung dengan Königlich Preußische Armee sebagai Fahnenjunker di Magdeburgisches Dragoner-Regiment Nr. 6 di Diedenhofen (kemudian dipindah ke Mainz).  
1903-1913: Bertugas sebagai Eskadronoffizier di berbagai Eskadron dalam Magdeburgisches Dragoner-Regiment Nr. 6.  
1913: Dipindah ke Jäger-Regiment zur Pferde Nr. 13 di Saarlouis.  
1914: Komando sementara di Großen Generalstab sebelum kembali ke regiment pada pecahnya Perang Dunia I.  
1914-1918: Bertugas di front Perang Dunia I sebagai Eskadronführer, kemudian di Generalstab berbagai formasi termasuk Korps Posen, Garde-Reserve-Korps, 12. Armee, 1. Armee, 11. Armee, VII. Reservekorps, 220. Infanterie-Division, dan 200. Infanterie-Division sebagai Ia (1. Generalstabsoffizier). Terlibat dalam pertempuran di Mercy-le-Haut, Marne, dan berbagai sektor barat serta timur.  
1919: Kembali ke Jäger-Regiment zur Pferde Nr. 13, kemudian bertugas di Neumärkisches Grenadier-Regiment zu Pferde "Freiherr von Derfflinger" Nr. 3 dan berbagai staf pasukan sukarelawan serta Grenzschutz Ost.  
1919-1922: Instruktur di Infanterie-Schule.  
1922-1925: Chef 2. Eskadron di 7. Reiter-Regiment di Breslau.  
1925-1928: Bertugas di Stab 2. Kavallerie-Division di Breslau.  
1928-1931: Leiter Lehrgang di Kavallerie-Schule Hannover.  
1931-1934: Kommandeur 13. Reiter-Regiment di Hannover.  
1934-1936: Kommandeur Kriegsschule Hannover.  
1936-1940: Kommandeur 36. Infanterie-Division di Kaiserslautern; memimpin divisi dalam invasi Polandia (1939) dan invasi Prancis (1940) termasuk terobosan Maginot-Linie di Douzy.  
1940-1942: Kommandierender General L. Armeekorps; memimpin korps dalam Operasi Barbarossa di Baltik, mencapai Riga, Danau Ilmen, dan Volkhov hingga pengepungan Leningrad.  
1942-1944: Oberbefehlshaber 18. Armee; memimpin pertahanan sektor selatan Leningrad, menangkis serangan Soviet di Sinyavino dan Oranienbaum, serta mundur teratur ke Narva selama Leningrad-Novgorod-Offensive.  
1944: Sementara memimpin Heeresgruppe Nord (31 Maret hingga 6 Mei 1944), kemudian Kommandierender General penuh hingga 4 Juli 1944.  
1944-1945: Dipindah ke Führer-Reserve, kemudian Wehrmacht-Befehlshaber Dänemark (27 Januari hingga 6 Mei 1945).  
1945: Memimpin penyerahan pasukan Jerman di Denmark kepada pasukan Sekutu.  
1945-1948: Ditawan oleh Inggris, Amerika, dan Denmark; dibebaskan 15 Mei 1948 tanpa dakwaan kejahatan perang.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 1914, 2. Klasse: 9 September 1914  
Eisernes Kreuz 1914, 1. Klasse: 28 Juli 1915  
Ritterkreuz des Königlich Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern: 20 Mei 1917  
Ritterkreuz 1. Klasse mit Schwertern des Königlich Württembergischen Friedrichs-Ordens: 15 April 1916  
k.u.k. österreichisches Militär-Verdienstkreuz III. Klasse mit Kriegsdekoration  
Verwundetenabzeichen in Schwarz: 29 April 1918  
Ehrenkreuz für Frontkämpfer  
Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse  
Spange zum Eisernen Kreuz 1939, 2. Klasse: 30 Oktober 1939 (atau 26 September 1939 menurut beberapa catatan)  
Spange zum Eisernen Kreuz 1939, 1. Klasse: 3 Juli 1940  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 5 Agustus 1940 (sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 36. Infanterie-Division; penerima ke-162)  
Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42  
Nennung im Wehrmachtbericht: 29 Juni 1942 dan 12 Agustus 1943  
Finnisches Freiheitskreuz I. Klasse mit Stern und Schwertern: 29 Maret 1943  
Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 21 Agustus 1943 (sebagai General der Infanterie dan Oberbefehlshaber 18. Armee; penerima ke-275)  

-------------------------------------------------------------------------------

Generaloberst Georg Heinrich Lindemann lahir pada 8 Maret 1884 di Osterburg, Altmark, sebagai putra seorang Amtsrichter dalam sistem peradilan Prusia. Ia berasal dari keluarga kelas menengah yang konservatif dan memasuki karier militer pada usia muda dengan bergabung sebagai Fahnenjunker di Magdeburgisches Dragoner-Regiment Nr. 6 pada 1903. Pendidikan militernya mencakup Kriegsschule di Hersfeld, dan ia dengan cepat naik pangkat menjadi Leutnant serta bertugas sebagai perwira eskadron di berbagai unit kavaleri. Pernikahannya dengan Annamarie von der Osten pada 1907 menghasilkan tiga anak yang menjadi bagian dari kehidupan keluarga perwira Prusia tradisional.

Selama Perang Dunia I, Lindemann bertugas di front barat dengan Jäger-Regiment zur Pferde Nr. 13 dan kemudian dipindahkan ke staf jenderal berbagai korps dan armee. Ia terlibat dalam pertempuran sengit di Mercy-le-Haut di mana ia mengalami luka ringan akibat tusukan pedang, namun tetap bertugas di garis depan. Pengalaman stafnya sebagai Ia di divisi-divisi seperti 220. Infanterie-Division dan 200. Infanterie-Division membantunya mengasah kemampuan perencanaan operasional. Ia menerima kedua kelas Eisernes Kreuz serta beberapa orde Jerman dan Austria-Hongaria, termasuk Verwundetenabzeichen in Schwarz.

Setelah Perang Dunia I, Lindemann tetap berada dalam Reichswehr meskipun pembatasan Versailles. Ia menjabat sebagai instruktur di Infanterie-Schule, komandan eskadrons kavaleri, dan kemudian memimpin 13. Reiter-Regiment serta Kriegsschule Hannover. Kariernya di masa damai ini mempersiapkannya untuk peran komando tinggi di Wehrmacht. Pada 1936 ia diangkat sebagai Kommandeur 36. Infanterie-Division yang ia pimpin selama invasi Polandia dan Prancis. Keberhasilan divisinya dalam terobosan Maginot-Linie di Douzy pada 1940 membuatnya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes.

Pada Oktober 1940, Lindemann mengambil alih L. Armeekorps dan memimpinnya dalam Operasi Barbarossa sebagai bagian dari Heeresgruppe Nord. Korpsnya memainkan peran penting dalam penaklukan negara-negara Baltik, jatuhnya Riga, dan pendekatan ke Leningrad. Pada Januari 1942 ia naik menjadi Oberbefehlshaber 18. Armee yang bertanggung jawab atas sektor selatan pengepungan Leningrad. Di bawah komandonya, tentara ini berhasil menahan serangan Soviet besar-besaran seperti Operasi Iskra di Sinyavino Heights dan mempertahankan posisi di Oranienbaum hingga mundur strategis ke Narva pada 1944. Prestasi pertahanannya di Leningrad membawanya promosi Generaloberst dan Eichenlaub zum Ritterkreuz.

Pada Maret 1944 Lindemann sementara memimpin Heeresgruppe Nord sebelum diangkat penuh pada Mei 1944. Namun ia hanya memegang komando hingga Juli 1944 ketika ia dipindahkan ke Führer-Reserve akibat perbedaan strategi. Pada Januari 1945 ia ditugaskan sebagai Wehrmacht-Befehlshaber Dänemark dan mengkoordinasikan penyerahan pasukan Jerman di wilayah tersebut kepada Sekutu pada Mei 1945. Setelah perang ia ditahan oleh pasukan Inggris, Amerika, dan Denmark tetapi dibebaskan pada 1948 tanpa menghadapi dakwaan di pengadilan kejahatan perang. Ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai pensiunan di Jerman Barat hingga meninggal dunia pada 1963 di Freudenstadt.



Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/L/LindemannG-R.htm  
- https://grokipedia.com/page/Georg_Lindemann  
- https://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/LINDEMANN_GEORG.html  
- https://forum.axishistory.com/ (topik terkait Generaloberst Georg Lindemann)  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://www.geni.com/ (data keluarga)  

Generaloberst Erwin Jaenecke (1890-1960), Jenderal Zeni dengan Pangkat Tertinggi


Nama lengkap: Erwin Adolph Eduard Jaenecke
Panggilan/julukan: Tidak diketahui

Lahir: 22 April 1890 di Freren, Kreis Lingen, Niedersachsen (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 3 Juli 1960 di Köln - beberapa sumber menyebut Kassel (Jerman Barat)

Operasi militer dan pertempuran: Perang Dunia I di Front Barat, Kampanye Polandia 1939, Kampanye Prancis 1940, Operasi Barbarossa, Pertempuran Stalingrad, Pertahanan Kuban-Brückenkopf, Pertahanan Semenanjung Krimea 1943-1944
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Agama: Tidak diketahui
Orangtua: Ayah Gustav Julius Theodor Jaenecke (1858-1933), Ibu Elisabeth Mary Amanda née Westphal (1863-1939)
Saudara: Anak keempat dari tujuh bersaudara (nama saudara lainnya tidak diketahui secara lengkap)
Istri: Edith Gerdes (menikah 1 Oktober 1921 di Leer; lahir 2 September 1900, meninggal Mei atau Juni 1945 di Niederschöna)
Anak: Rainer Jaenecke (lahir 22 Juli 1922, meninggal 25 Desember 2012)
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
- Fahnenjunker-Unteroffizier: 28 Agustus 1911
- Fähnrich: 18 November 1911
- Leutnant: 18 Agustus 1912
- Oberleutnant: 27 Januari 1916
- Rittmeister/Hauptmann: 1 Mei 1922
- Major: 1 Oktober 1931
- Oberstleutnant: 1 April 1934
- Oberst: 1 Maret 1936
- Generalmajor: 1 November 1939
- Generalleutnant: 1 November 1941
- General der Pioniere: 1 November 1942
- Generaloberst: 30 Januari 1944

Karriere (Karir):
Erwin Jaenecke memasuki dinas militer pada 27 Maret 1911 sebagai Fahnenjunker di Hannoversches Pionier-Bataillon Nr. 10 di Minden. Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat sebagai pemimpin platoon di 2. Kompanie, kemudian memimpin 5. Kompanie, menjadi Adjutant batalion, Ordinance-Officer di Stab 19. Infanterie-Division, serta 2. Generalstabsoffizier di Stab 26. Reserve-Division. Setelah perang ia bergabung dengan Reichswehr dan menjalani berbagai tugas staf serta komando pionir termasuk di 4. Pionier-Bataillon, kursus di War Academy, Kommandeur Pioniere III, dan Pioniere XIV. Pada awal Perang Dunia II ia menjabat sebagai Oberquartiermeister 2. Armee saat pendudukan Polandia, kemudian Oberquartiermeister 9. Armee di Belgia dan Prancis serta Chief Quartermaster West. Ia kemudian menjadi Kommandeur 389. Infanterie-Division pada 1 Februari 1942, sebelum naik menjadi Kommandierender General IV. Armeekorps pada 1 November 1942. Pada Januari 1943 ia terluka parah di Stalingrad dan dievakuasi dengan pesawat. Setelah pemulihan ia memimpin LXXXVI. Armeekorps sebentar, kemudian ditugaskan memimpin 17. Armee pada Juni 1943 hingga Mei 1944 dengan tanggung jawab utama mempertahankan Kuban-Brückenkopf dan Semenanjung Krimea. Ia ditempatkan di Führer-Reserve OKH sebelum pensiun pada 31 Januari 1945. Pasca perang ia ditangkap pasukan Soviet pada 11 Juni 1945, diadili di Sevastopol atas tuduhan kejahatan perang, dijatuhi hukuman 25 tahun penjara, dan menjalani masa tahanan di kamp-kamp seperti General-Camp 7048 Ivanovo-Vorkuta-Sverdlovsk hingga dibebaskan pada 13 Oktober 1955.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 9 Oktober 1942 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 389. Infanterie-Division
- Deutsches Kreuz in Gold: 2 Januari 1943 sebagai General der Pioniere dan Kommandierender General IV. Armeekorps
- 1914 Eisernes Kreuz I. Klasse: 3 Oktober 1914
- 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse
- 1939 Spange zum Eisernen Kreuz I. Klasse
- 1939 Spange zum Eisernen Kreuz II. Klasse
- Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1. Klasse (25 Jahre)
- Dienstauszeichnung der Wehrmacht 2. Klasse (18 Jahre)
- Dienstauszeichnung der Wehrmacht 3. Klasse (12 Jahre)
- Dienstauszeichnung der Wehrmacht 4. Klasse (4 Jahre)
- Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938
- Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938
- Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange
- Verwundetenabzeichen 1939 in Schwarz
- Infanterie-Sturmabzeichen in Silber
- Ordinul Mihai Viteazul Clasa a II-a
- Ordinul Mihai Viteazul Clasa a III-a

--------------------------------------------------------------------------------

Erwin Jaenecke merupakan salah satu perwira senior Wehrmacht yang karirnya mencakup pengalaman panjang sebagai spesialis pionir sejak masa Kaisar Wilhelm II hingga akhir Perang Dunia II. Lahir di wilayah pedesaan Emsland yang dekat dengan perbatasan Belanda, ia dibesarkan dalam lingkungan yang mendukung tradisi militer Prusia. Pendidikannya di Gymnasium Leer dan pelatihan di Kriegsschule Hannover membentuknya menjadi perwira teknik yang andal. Pada Perang Dunia I, kontribusinya di unit pionir melibatkan pembangunan jembatan, benteng, dan operasi sapper di medan perang Barat yang semakin statis, di mana ia memperoleh pengalaman staf yang berharga. Masa Reichswehr menjadi periode transisi di mana ia terlibat dalam reorganisasi pasukan yang dibatasi Perjanjian Versailles, termasuk tugas rahasia di War Academy untuk mempersiapkan ekspansi kembali angkatan darat Jerman.

Pada era Wehrmacht, Jaenecke banyak terlibat dalam perencanaan logistik dan operasi pionir selama kampanye Polandia dan Prancis sebagai Oberquartiermeister. Pengalaman ini membawanya ke Front Timur, di mana ia memimpin 389. Infanterie-Division yang dijuluki Rheingold-Division selama operasi di Kaukasus. Promosinya menjadi General der Pioniere bertepatan dengan penugasan memimpin IV. Armeekorps yang bertahan di Stalingrad. Di sana, ia menghadapi kondisi pertempuran kota yang brutal hingga terluka parah pada 17 Januari 1943, menjadi salah satu perwira tinggi terakhir yang dievakuasi sebelum pasukan Jerman menyerah. Meski selamat, luka tersebut memengaruhi kesehatan jangka panjangnya.

Setelah pemulihan, Jaenecke ditugaskan memimpin 17. Armee yang bertanggung jawab mempertahankan posisi Jerman di Kuban dan Krimea pada 1943-1944. Di bawah tekanan serangan Soviet yang masif, ia berusaha menjalankan perintah bertahan mati-matian dari Führer, meski kondisi pasokan dan kekuatan pasukan semakin menipis. Keputusan Hitler yang menolak evakuasi tepat waktu menyebabkan kerugian besar saat Tentara Merah merebut kembali Semenanjung Krimea pada Mei 1944. Jaenecke kemudian dijadikan kambing hitam atas kegagalan tersebut, meski ia telah memperingatkan risiko operasional. Ia dipromosikan Generaloberst pada 30 Januari 1944 sebagai bentuk penghargaan formal sebelum ditempatkan di cadangan dan akhirnya pensiun. Pasca perang, pengalaman tahanan Soviet selama sepuluh tahun menjadi babak akhir karir militernya, di mana ia dibebaskan setelah menjalani hukuman meski vonis 25 tahun.

Jaenecke dikenal sebagai perwira yang kompeten dalam bidang teknik dan logistik, dengan karir yang mencerminkan tantangan komandan Wehrmacht di Front Timur: antara kemampuan taktis dan perintah strategis yang kaku dari pimpinan tertinggi. Ia tidak pernah terlibat dalam politik Nazi secara aktif, melainkan fokus pada tugas militer profesional. Setelah dibebaskan dari tahanan, ia menjalani masa pensiun di Köln hingga wafat pada usia 70 tahun. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Leer, kampung halamannya.



Sumber:
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/
https://grokipedia.com/
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html
https://forum.axishistory.com/
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/
https://www.bundesarchiv.de/en/
https://www.geni.com/
https://books.google.com/
http://de.metapedia.org/
https://www.ww2.dk/lwoffz.html
https://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/JAENECKE_ERWIN.html
https://www.tracesofwar.com/persons/7291/Jaenecke-Erwin.htm
https://ww2gravestone.com/people/jaenecke-erwin/

Generaloberst Hans-Valentin Hube (1890-1944), Jenderal Panzer Berlengan Satu


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Hans-Valentin Robert Friedrich Hube  
Panggilan/julukan: Der Mensch (Manusia Sejati), Jenderal Panzer Satu Tangan  

Lahir: 29 Oktober 1890 - Naumburg an der Saale (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 21 April 1944 - kecelakaan pesawat di Salzburg (Ostmark)

Operasi militer dan pertempuran: Invasi Polandia (1939), Pertempuran Prancis (1940), Operasi Barbarossa (1941), Pertempuran Stalingrad (1942), Pertahanan Sisilia (1943), Pertempuran Kamenets-Podolsky (1944)  
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada  
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada  
Gelar akademis: Tidak ada  
Agama: Tidak diketahui  
Orangtua: Ayah Richard Hube (Oberst dalam Angkatan Darat Kekaisaran Jerman), ibu Margarete Hube. Keluarga berlatar belakang militer yang kuat, dengan ayah sebagai perwira aktif pada saat kelahiran Hans-Valentin.  
Saudara: Tidak ada catatan saudara kandung yang disebutkan dalam sumber biografi kredibel.  
Istri: Annamarie Elisabeth Klara Helene Kosak (menikah 5 September 1919 di Magdeburg, meninggal 11 April 1922 di Magdeburg); Wilhelmine Luise Klara Philippine Ruth Bollert (menikah 30 Januari 1925 di Berlin, meninggal 1 Maret 1942).  
Anak: Rose-Maria Hube (lahir 28 Juni 1920, meninggal 4 November 2014, menikah dengan Fritz von Randow pada 29 Desember 1942 dan memiliki keturunan); Ulrich Valentin Richard Hube (lahir 29 Juli 1921, meninggal 24 Juli 1941 gugur di Front Timur dekat Michalkina sebagai Leutnant).  
Ciri fisik: Kehilangan lengan kiri akibat luka berat di Pertempuran Verdun tahun 1916, sehingga dijuluki sebagai one-armed Panzer general meskipun tetap aktif bertugas di medan perang.  

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker: 27 Februari 1909  
Leutnant: 11 Agustus 1910 (Patent tertanggal 22 Agustus 1908)  
Oberleutnant: 25 Februari 1915  
Hauptmann: 27 Januari 1918  
Major: 1 Oktober 1932  
Oberstleutnant: 1 Juni 1934  
Oberst: 1 Agustus 1936  
Generalmajor: 1 Juni 1940  
Generalleutnant: 1 April 1942  
General der Panzertruppen: 1 Oktober 1942  
Generaloberst: 20 April 1944  

Karriere (Karir):  
Hans-Valentin Hube memulai dinas militernya pada 27 Februari 1909 sebagai Fahnenjunker di Königlich Preußische Heer dan ditempatkan di Infanterie-Regiment "Fürst Leopold von Anhalt-Dessau" Nr. 26 di Magdeburg. Setelah lulus dari Kriegsschule, ia dipromosikan menjadi Leutnant pada 11 Agustus 1910 dan bertugas sebagai Kompanieoffizier di regiment yang sama. Pada awal Perang Dunia I ia masih berpangkat Leutnant dan bertindak sebagai Zugführer. Pada 24 Agustus 1914 ia menjadi Adjutant II. Bataillon regimentnya, namun pada 20 September 1914 terluka berat di Fontenay sehingga lengan kirinya diamputasi. Meski demikian, ia tetap kembali ke front pada Januari 1916 sebagai Oberleutnant dan Kompanieführer 7. Kompanie di regiment yang sama. Selanjutnya ia bertugas sebagai Ordonnanz-Offizier di Generalkommando IV. Armeekorps, kemudian Regimentsadjutant, dan sempat memimpin batalion sementara. Pada 27 Januari 1918 ia dipromosikan menjadi Hauptmann dan sempat menjadi stellvertretender Brigade-Adjutant serta Generalstabsoffizier di 7. Infanteriedivision. Di akhir perang ia bergabung dengan freiwilliges Landesschützenkorps sebagai Kompanieführer.  

Pada 1 Oktober 1919 ia diterima di Reichsheer sebagai Hauptmann dan menjadi Kompaniechef di Reichswehr-Infanterie-Regiment 17, kemudian di Reichswehr-Schützen-Regiment 8, dan akhirnya Chef 11. Kompanie di 12. (Preuß./Anhalt.) Infanterie-Regiment 12 di Halberstadt. Pada 1 April 1925 ia dipindahkan ke Stab 10. (Sächs.) Infanterie-Regiment 10 dan bertugas sebagai Infanterie-Lehrer di Offizierslehrgang Infanterie-Schule Dresden. Pada 1 April 1928 ia ke Gruppenkommando 2 dan melakukan dinas perjalanan ke Amerika Serikat, kemudian menjadi Taktiklehrer di Infanterieschule Dresden mulai 1 Oktober 1928. Pada 1 Oktober 1932 ia menjadi Kommandeur III. Bataillon Infanterie-Regiment 3 di Osterode sebagai Major. Setelah berbagai kursus dan penugasan, pada 1 Juni 1934 ia dipromosikan Oberstleutnant dan memimpin III. Bataillon Infanterie-Regiment (dengan nama samaran Infanterie-Regiment Deutsch-Eylau). Pada 1 Januari 1935 ia menjadi Kommandeur Infanterie-Ausbildungsstab Döberitz dan menulis buku panduan "Der Infanterist" dalam dua jilid. Pada 1 Agustus 1936 ia menjadi Oberst.  

Setelah Invasi Polandia, pada 18 Oktober 1939 ia diangkat menjadi Kommandeur Infanterie-Regiment 3. Ia mempersiapkan regimentnya di Westwall untuk Westfeldzug. Pada 1 Juni 1940 ia dipromosikan Generalmajor dan pada 4 Juni 1940 mengambil alih komando 16. Infanterie-Division. Selama Pertempuran Prancis ia menunjukkan prestasi luar biasa dan menerima penyerahan kapitulasi XXI. Französisches Korps di Mirecourt. Divisionnya kemudian diubah menjadi 16. Panzer-Division pada Agustus 1940 dan ia tetap memimpinnya. Pada Desember 1940 ia juga memimpin Lehrstab II di Rumania. Selama Operasi Barbarossa pada 1941 ia memimpin divisi tersebut dengan gemilang, termasuk serangan ke Stary-Konstatynow dan pertempuran di Nikolajew serta Kiev. Pada 15 September 1942 ia memimpin XIV. Panzerkorps sebagai Generalleutnant, kemudian dipromosikan General der Panzertruppen pada 1 Oktober 1942. Ia terlibat dalam pertempuran hingga ke Volga utara Stalingrad dan bertahan di Kessel Stalingrad. Ia sempat diterbangkan keluar untuk menerima penghargaan namun kembali ke kessel atas perintah sendiri. Pada 18 Januari 1943 ia diterbangkan keluar lagi atas perintah Hitler meski ia memohon agar 6. Armee diizinkan menerobos keluar.  

Pada 5 Maret 1943 ia ditugaskan membentuk kembali XIV. Panzerkorps yang hancur di Stalingrad. Pada 12 Juli 1943 ia membentuk Gruppe Hube di Sisilia dan menjadi Oberbefehlshaber semua pasukan Heer dan Flak di pulau tersebut. Ia juga memimpin Armeeoberkommando 6 Italia dan merupakan salah satu yang terakhir mundur melintasi Selat Messina. Pada 23 Oktober 1943 ia masuk Führerreserve OKH dan ditugaskan memimpin 1. Panzerarmee. Ia memimpin pasukan tersebut dalam pertempuran pengepungan Kamenets-Podolsky pada Maret-April 1944 dan berhasil memimpin terobosan pasukan keluar dari pocket tersebut. Pada 20 April 1944 ia menghadiri ulang tahun Hitler di Obersalzberg, menerima penghargaan tertinggi, dan dipromosikan Generaloberst. Keesokan harinya, 21 April 1944, pesawat Heinkel He 111 yang membawanya kembali ke Front Timur jatuh tak lama setelah lepas landas dari Reichenhall-Berchtesgaden Airport, menewaskannya di dekat Salzburg. Ia dimakamkan di Invalidenfriedhof, Berlin.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 1914, 2. Klasse (1914/1915)  
Eisernes Kreuz 1914, 1. Klasse (1916)  
Ritterkreuz des Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (1918)  
Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse (24 Mei 1940)  
Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse (3 Juni 1940)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (1 Agustus 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 16. Panzer-Division)  
Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (16 Januari 1942, sebagai penerima ke-62, sebagai Generalmajor dan Kommandeur 16. Panzer-Division)  
Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (21 Desember 1942, sebagai penerima ke-22, sebagai Generalleutnant dan Kommandierender General XIV. Panzerkorps)  
Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern (20 April 1944, sebagai penerima ke-13, sebagai General der Panzertruppen dan Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee)  

-------------------------------------------------------------------------------

Hans-Valentin Robert Friedrich Hube lahir pada 29 Oktober 1890 di Naumburg an der Saale sebagai putra Oberst Richard Hube dan Margarete Hube dalam keluarga militer Prusia yang tradisional. Ia bergabung dengan Angkatan Darat Kekaisaran Jerman pada 1909 dan segera menunjukkan dedikasi tinggi meski harus kehilangan lengan kiri akibat luka di Pertempuran Verdun tahun 1916. Dengan ketangguhan luar biasa ia kembali bertugas di front Perang Dunia I, meraih kedua Eisernes Kreuz serta Ritterkreuz des Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern. Setelah perang ia memilih tetap bergabung dengan Reichswehr yang kecil dan elit, menjadi satu-satunya perwira cacat yang dipertahankan. Pada masa Reichswehr ia menduduki berbagai jabatan staf dan komando, termasuk mengajar taktik di Infanterieschule Dresden serta menulis panduan "Der Infanterist".  

Pada era Wehrmacht ia naik pangkat dengan cepat berkat kemampuan taktisnya yang brilian. Sebagai Kommandeur Infanterie-Regiment 3 ia ikut Invasi Polandia 1939, kemudian memimpin 16. Infanterie-Division yang berubah menjadi 16. Panzer-Division pada 1940. Di Front Barat ia menerima kapitulasi korps Prancis dan Spangen untuk kedua Eisernes Kreuz. Di Operasi Barbarossa 1941 divisinya menjadi ujung tombak Heeresgruppe Süd, merebut Nikolajew dan berkontribusi besar di Schlacht um Kiew sehingga ia mendapat Ritterkreuz dan kemudian Eichenlaub. Sebagai Kommandeur XIV. Panzerkorps ia memimpin serangan hingga Volga di utara Stalingrad, bertahan heroik di Kessel Stalingrad meski sempat diterbangkan keluar untuk menerima Schwerter. Ia menolak perintah evakuasi pribadi dan memohon kepada Hitler agar seluruh 6. Armee diizinkan menerobos keluar, namun ditolak.  

Setelah Stalingrad ia membentuk kembali XIV. Panzerkorps, kemudian memimpin pertahanan Sisilia sebagai komandan Gruppe Hube dan seluruh pasukan darat di pulau tersebut pada 1943, mengatur evakuasi pasukan Jerman secara tertib melintasi Selat Messina. Sebagai Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee mulai akhir 1943 ia memimpin 200.000 pasukan di Ukraina dan berhasil memimpin terobosan dramatis dari pocket Kamenets-Podolsky pada Maret-April 1944. Atas prestasi di Sisilia, Salerno, dan Kamenets-Podolsky, Hitler menganugerahkan Brillanten serta mempromosikannya menjadi Generaloberst pada 20 April 1944. Keesokan harinya, dalam perjalanan kembali ke front, ia tewas dalam kecelakaan pesawat Heinkel He 111 di dekat Salzburg. Jenazahnya dimakamkan dengan upacara negara di Invalidenfriedhof Berlin. Hube dikenang sebagai salah satu jenderal Panzer paling kompeten dan berani di Wehrmacht, yang tetap setia bersama pasukannya hingga akhir meski cacat fisik, dan dijuluki Der Mensch oleh bawahannya karena kejujuran, keberanian, serta kepemimpinannya yang manusiawi.  



Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
- https://grokipedia.com/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://en.wikipedia.org/wiki/Hans-Valentin_Hube (sebagai sumber tambahan untuk kelengkapan data keluarga dan penghargaan)

Generaloberst Hermann Hoth (1885-1971), Panglima Panzergruppe 3


Nama lengkap: Johann Hermann Karl Max Hoth  
Julukan: Papa Hoth  

Tanggal lahir: 12 April 1885 - Neuruppin, Provinz Brandenburg (Kekaisaran Jerman) 
Tanggal meninggal: 25 Januari 1971 - Goslar, Niedersachsen (Jerman Barat)

Orang tua: Ayah Oberstabsarzt Hermann Hoth (perwira medis Angkatan Darat Prusia), Ibu Margarethe Hoth (née Hübener)  
Istri: Lola Schubering (menikah 1918)  
Anak: Hans Joachim Hoth (lahir 1913), Hermann Hoth (lahir 1923)  
Pendidikan militer: Kadet Korps Prusia di Potsdam (1896), Kriegschule Danzig, Preußische Kriegsakademie Berlin (1910-1913)  
Agama: Protestan  
Partai politik: Tidak tercatat sebagai anggota NSDAP  
Operasi militer utama: Invasi Polandia (1939), Kampanye Prancis (1940), Operasi Barbarossa (1941), Pertempuran Kharkov (1942), Operasi Fall Blau dan Pertempuran Stalingrad (1942), Pertempuran Kursk (1943), Pertahanan Dniepr (1943)  
Penugasan akhir: Befehlshaber Saale dan Befehlshaber Erzgebirge (1945)  

Beförderungen (Promosi):  
Fähnrich (1904)  
Leutnant (awal 1905)  
Oberleutnant (April 1914)  
Hauptmann (November 1914)  
Major (1924)  
Oberstleutnant (Februari 1929)  
Oberst (1932)  
Generalmajor (1 Oktober 1934)  
Generalleutnant (1 Oktober 1936)  
General der Infanterie (1 November 1938, retroaktif)  
Generaloberst (19 Juli 1940)  

Karriere (Karir):  
Hermann Hoth lahir sebagai putra seorang perwira medis Angkatan Darat Prusia dan memasuki Kadet Korps Prusia di Potsdam pada tahun 1896. Ia memulai dinas militer sebagai Fähnrich di 4. Thüringisches Infanterie-Regiment Nr. 72 di Torgau pada tahun 1904, kemudian dipromosikan menjadi Leutnant pada awal 1905 setelah menyelesaikan pendidikan di Kriegschule Danzig. Antara 1907 hingga 1910 ia bertugas sebagai Bataillonsadjutant, kemudian melanjutkan pendidikan di Preußische Kriegsakademie Berlin dari 1910 hingga 1913. Pada April 1914 ia ditugaskan ke Großer Generalstab sebagai Oberleutnant.  

Selama Perang Dunia I, Hoth menjabat di berbagai posisi staf di 8. Armee di Prusia Timur, dipromosikan menjadi Hauptmann pada November 1914, dan kemudian menjadi Ic (Third General Staff Officer) di 10. Armee pada 1915. Ia juga sempat memimpin batalyon infanteri dan unit penerbangan lapangan, serta bertugas di staf Kommandeur der Luftstreitkräfte dari musim gugur 1916 hingga musim panas 1918. Pada akhir perang ia menjabat sebagai Ia (First General Staff Officer) di 30. Infanterie-Division.  

Setelah perang, Hoth masuk ke Reichswehr sementara dan bertugas sebagai Kompaniechef. Mulai 1921 ia bekerja di Abteilung T 2 (Organisasi) Truppenamt, kemudian menjadi Ia di Stab Infanterieführer II di Stettin pada 1923. Ia kembali ke Reichswehrministerium sebagai referent di Abteilung T 4 (Pelatihan Angkatan Darat) pada 1925. Pada Januari 1929 ia menjadi Kommandeur I. Bataillon di 4. (Preußisches) Infanterie-Regiment di Stargard, kemudian dipindahkan ke Stab Gruppenkommando 1 di Berlin pada November 1930. Pada 1932 ia kembali ke dinas pasukan sebagai Kommandeur 17. Infanterie-Regiment di Braunschweig.  

Pada Oktober 1933 ia ditugaskan ke Wehrgaukommando Lübeck dan menjadi Standortkommandant Lübeck pada 1 Februari 1934. Mulai 1 Oktober 1934 ia diangkat sebagai Infanterieführer III di Liegnitz dengan pangkat Generalmajor dan bertugas membentuk 18. Infanterie-Division hingga 1 Oktober 1935. Pada 1 Oktober 1936 ia dipromosikan menjadi Generalleutnant. Mulai 1 Oktober 1938 ia ditugaskan membentuk XV. Armeekorps (mot.) di Jena dan dipromosikan menjadi General der Infanterie (retroaktif 1 November 1938).  

Pada Perang Dunia II, Hoth memimpin XV. Armeekorps (mot.) di bawah 10. Armee selama Invasi Polandia 1939. Pada Kampanye Prancis 1940, korpsnya (diperkuat dengan divisi-divisi ringan yang dikonversi menjadi Panzer-Division) menjadi bagian dari terobosan Meuse di Dinant dan berperan penting di sayap dalam serangan ke pantai Channel. Pada 16 November 1940, Stab XV. Armeekorps diubah menjadi Panzergruppe 3 dan Hoth tetap memimpinnya. Selama Operasi Barbarossa 1941, Panzergruppe 3 di bawah Heeresgruppe Mitte berhasil melakukan pengepungan besar di Minsk (28 Juni 1941) dan Wizebsk (9 Juli 1941). Pada 5 Oktober 1941 ia diangkat sebagai Oberbefehlshaber 17. Armee di Heeresgruppe Süd dan memimpin pertempuran di Ukraina termasuk Pertempuran Kharkov Mei 1942.  
Mulai 1 Juni 1942 ia menjadi Oberbefehlshaber 4. Panzerarmee (menggantikan Richard Ruoff) dan memimpin serangan di Operasi Fall Blau, pengepungan di Don, serta mendukung 6. Armee di Stalingrad. Pada Desember 1942 ia memimpin Gruppe Hoth dalam Operasi Wintergewitter untuk membebaskan 6. Armee. Selama Pertempuran Kursk (Zitadelle) 1943, 4. Panzerarmee menjadi ujung tombak selatan. Setelah itu ia memimpin pertahanan garis Dniepr hingga kehilangan Kiev pada musim gugur 1943. Ia diberhentikan oleh Hitler pada 10 Desember 1943 dan dimasukkan ke Führerreserve. Pada April 1945 ia diaktifkan kembali sebagai Befehlshaber Saale kemudian Befehlshaber Erzgebirge di bawah AOK 7 hingga akhir perang.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 2. Klasse 1914 (20 September 1914)  
Eisernes Kreuz 1. Klasse 1914 (2 Agustus 1915)  
Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (16 Agustus 1918)  
Verwundetenabzeichen 1914 in Schwarz  
Eiserner Halbmond (Türkischer Kriegserinnerungsmedaille)  
Österreichisches Militärverdienstkreuz 3. Klasse mit Kriegsdekoration  
Bayerisches Militärverdienstkreuz 2. Klasse  
Hanseatisches Kreuz Hamburg  
Bulgarischer Orden für Militärverdienst 4. Klasse  
Ehrenkreuz für Frontkämpfer  
Wehrmacht-Dienstauszeichnung 1. Klasse (25 Jahre)  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse (21 September 1939)  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse (27 September 1939)  
Panzerkampfabzeichen in Silber (tanpa angka)  
Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (6 November 1942)  
Ordinul Mihai Viteazul Clasa 3 (6 November 1942)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (27 Oktober 1939)  
Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (17 Juli 1941)  
Schwerter zum Ritterkreuz mit Eichenlaub (15 September 1943)  

-------------------------------------------------------------------------------

Hermann Hoth merupakan salah satu komandan Panzer paling berpengalaman dalam Wehrmacht pada Perang Dunia II. Lahir di Neuruppin pada 12 April 1885 sebagai putra seorang perwira medis, ia memasuki dinas militer Prusia sejak usia muda dan menunjukkan minat kuat terhadap perang gerak (Bewegungskrieg). Pengalamannya selama Perang Dunia I di staf dan lapangan membuatnya tetap bertahan di Reichswehr pasca-perang, di mana ia terlibat dalam pengembangan pasukan motoris rahasia di bawah Oswald Lutz dan kemudian Heinz Guderian.  

Pada masa persiapan Wehrmacht, Hoth memainkan peran penting dalam pembentukan divisi-divisi infanteri dan kemudian korps motoris. Keberhasilannya memimpin XV. Armeekorps (mot.) di Polandia 1939 membawa penghargaan Ritterkreuz. Pada Kampanye Barat 1940, korpsnya yang kemudian menjadi Panzergruppe 3 menjadi bagian vital dari Blitzkrieg melalui Ardennes, menyeberangi Meuse, dan mendorong ke pantai Channel. Prestasi ini membuatnya dipromosikan menjadi Generaloberst pada 19 Juli 1940.  

Selama Operasi Barbarossa, Panzergruppe 3 di bawah komandonya mencatat sukses spektakuler dengan pengepungan Minsk dan Smolensk, meskipun kemudian diarahkan ke utara menuju Leningrad sebelum akhirnya dialihkan kembali. Pada Oktober 1941 ia dipindahkan ke 17. Armee di Ukraina, di mana pasukannya terlibat dalam pertempuran defensif musim dingin pertama. Pada Juni 1942 ia mengambil alih 4. Panzerarmee dan memimpin serangan di Kaukasus serta mendukung upaya pengepungan Stalingrad. Meskipun Operasi Wintergewitter gagal, Hoth berhasil menarik pasukannya dengan teratur. Puncak karirnya adalah memimpin 4. Panzerarmee sebagai ujung tombak selatan di Pertempuran Kursk 1943, pertempuran tank terbesar dalam sejarah.  

Pada akhir 1943, setelah kehilangan Kiev, ia diberhentikan oleh Hitler karena dianggap terlalu independen dalam keputusan taktis. Ia sempat berada di cadangan hingga diaktifkan kembali pada April 1945 untuk mempertahankan wilayah Thüringen dan Erzgebirge. Setelah perang, Hoth ditangkap dan diadili dalam Prozess Oberkommando der Wehrmacht (salah satu Pengadilan Nuremberg lanjutan) atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait penerusan Kommissarbefehl serta tindakan terhadap penduduk sipil. Ia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada 1948, tetapi dibebaskan lebih awal melalui amnesti pada 1954.  

Di masa pensiun, Hoth menulis beberapa buku tentang sejarah militer dan operasi Panzer, termasuk analisis mendalam tentang kampanye Rusia. Ia meninggal dunia pada 25 Januari 1971 di Goslar dalam usia 85 tahun. Hoth dikenang sebagai salah satu ahli perang lapis baja paling cakap Wehrmacht, meskipun karirnya diwarnai kontroversi pasca-perang.  



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
https://grokipedia.com/  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://de.wikipedia.org/wiki/Hermann_Hoth  
https://www.tracesofwar.com/articles/4743/Hermann-Hoth.htm  
https://en.wikipedia.org/wiki/Hermann_Hoth  
https://www.wehrmacht-history.com/personnel/h/hoth-hermann-heer-personnel-file.html

Generaloberst Karl-Adolf Hollidt (1891-1985), Panglima 6. Armee Baru Pasca Stalingrad


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Karl-Adolf Hollidt  
Julukan: tidak diketahui  

Tanggal lahir: 28 April 1891 - Speyer am Rhein, Rheinland-Pfalz (Kekaisaran Jerman)
Tanggal meninggal: 22 Mei 1985 - Siegen, Nordrhein-Westfalen (Jerman Barat)

Agama: tidak diketahui  
Orang tua: tidak diketahui secara rinci  
Saudara: tidak diketahui  
Istri: tidak diketahui  
Anak: tidak diketahui  
Operasi militer utama: Perang Dunia II di Front Timur termasuk Balkanfeldzug, Ostfeldzug, Pertempuran Stalingrad, Pertempuran Donets dan Mius  
Keanggotaan NSDAP: tidak diketahui  
Keanggotaan SS: tidak ada  
Gelar akademik: tidak ada  

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker-Unteroffizier: 25 November 1909  
Fähnrich: 22 Maret 1910  
Leutnant: 16 November 1910  
Oberleutnant: 22 Maret 1915  
Hauptmann: 22 Maret 1918  
Major: 1 Februari 1930  
Oberstleutnant: 1 Februari 1932  
Oberst: 1 Januari 1935  
Generalmajor: 1 April 1938  
Generalleutnant: 1 April 1940  
General der Infanterie: 1 Februari 1942  
Generaloberst: 1 September 1943  

Karriere (Karir):  
Karl-Adolf Hollidt memulai dinas militernya pada 19 Juli 1909 sebagai Fahnenjunker di Infanterie-Leibregiment Nr. 117 di Mainz. Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat sebagai Adjutant II. Bataillon Infanterie-Regiment 118 kemudian berbagai posisi komando kompi dan adjutan di berbagai unit termasuk Infanterie-Regiment 117 dan Infanterie-Regiment 390 serta Brigade. Setelah gencatan senjata ia bergabung dengan Hessisches Freikorps sebagai Kompanieführer kemudian menjadi Regimentsadjutant di berbagai Reichswehr-Infanterie-Regiment. Pada musim gugur 1922 ia menjalani pendidikan Generalstabsausbildung dan ditugaskan ke Reichswehrministerium serta berbagai divisi kavaleri. Pada 1930-an ia menjadi Chef 2. Kompanie Infanterie-Regiment 12 kemudian Lehrer untuk pelatihan Führergehilfen di Stab Wehrkreiskommando V. Pada 1 Desember 1933 ia menjadi Bataillonskommandeur di Infanterie-Regiment 12 dan kemudian pada 15 Maret 1935 menjadi Chef des Generalstabes I. Armeekorps. Pada 10 November 1938 ia ditunjuk sebagai Infanterieführer 9 di Siegen. Pada awal Perang Dunia II ia menjadi Kommandeur 52. Infanterie-Division kemudian pada 15 September 1939 menjadi Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Ost di bawah Generaloberst Johannes Blaskowitz. Selanjutnya ia menjabat Chef des Stabes 9. Armee hingga Oktober 1940. Pada 25 Oktober 1940 ia menjadi Kommandeur 50. Infanterie-Division yang ia pimpin selama Balkanfeldzug dan awal Ostfeldzug termasuk pertempuran di Dnepr. Pada 23 Januari 1942 ia diangkat menjadi Kommandierender General XVII. Armeekorps di Front Timur. Pada 23 November 1942 ia memimpin Armeeabteilung Hollidt di area Stalingrad yang terdiri dari berbagai Korps termasuk Korps Romania dan Jerman. Setelah penyerahan 6. Armee di Stalingrad ia memimpin pembentukan ulang pasukan dan pada 6 Maret 1943 diangkat menjadi Oberbefehlshaber 6. Armee yang baru di sepanjang Sungai Mius. Ia memimpin 6. Armee selama pertempuran penarikan mundur di Donets dan Mius serta menghadapi serangan Soviet yang besar. Pada 8 April 1944 ia dipindahkan ke Führerreserve OKH karena sakit dan tidak mendapat komando front lagi hingga akhir perang. Pada Februari 1945 ia ditugaskan sementara sebagai perwakilan untuk wilayah industri Rhine-Westphalia. Pada 17 April 1945 ia ditangkap oleh pasukan Amerika di Ruhrkessel dan ditahan hingga akhir 1949.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 1914 2. Klasse: 9 September 1914  
Eisernes Kreuz 1914 1. Klasse: 18 Oktober 1916  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse: 30 Mei 1940  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse: 7 Juni 1940  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 8 September 1941 sebagai Kommandeur 50. Infanterie-Division  
Ordinul Mihai Viteazul Clasa 3: 19 September 1942 sebagai Kommandeur 50. Infanterie-Division  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (239. Verleihung): 17 Mei 1943 sebagai Oberbefehlshaber 6. Armee  
Namenliche Nennung im Wehrmachtbericht: 4 Agustus 1943  

--------------------------------------------------------------------------------------

Karl-Adolf Hollidt lahir pada 28 April 1891 di Speyer am Rhein sebagai putra dari keluarga Jerman biasa di wilayah Pfalz. Ia memasuki karier militer sejak usia muda dan sejak awal menunjukkan kemampuan sebagai perwira infanteri yang ulet. Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat dengan berbagai tugas tempur dan staf yang membawanya mendapatkan Eisernes Kreuz kedua kelas dan pertama kelas. Setelah perang ia tetap bertahan di Reichswehr dan menjalani berbagai tugas regimental serta pendidikan staf umum yang mempersiapkannya untuk jabatan tinggi di Wehrmacht. Pada masa antara perang ia sering ditugaskan di unit infanteri dan kavaleri serta staf divisi sehingga membangun reputasi sebagai perwira staf yang kompeten dan pemimpin lapangan yang tegas.  

Ketika Perang Dunia II pecah pada 1939 Hollidt langsung terlibat sebagai Kommandeur 52. Infanterie-Division kemudian naik ke posisi staf tinggi di Oberbefehlshaber Ost dan 9. Armee. Pengalaman Balkanfeldzug dan awal invasi ke Uni Soviet sebagai Kommandeur 50. Infanterie-Division membawanya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada September 1941 atas keberhasilan terobosan di Dnepr. Pada awal 1942 ia dipercaya memimpin XVII. Armeekorps di Front Timur dan kemudian membentuk Armeeabteilung Hollidt yang berperan penting menahan serangan Soviet di area Stalingrad setelah kehancuran pasukan Paulus. Keberhasilan mempertahankan garis Mius dan Donets meski dalam kondisi pasukan campuran dan tekanan besar Soviet membuatnya dianugerahi Eichenlaub pada Mei 1943 dan sekaligus diangkat menjadi Oberbefehlshaber 6. Armee yang baru dibentuk.  

Sebagai Panglima 6. Armee ia memimpin operasi penarikan strategis dan pertahanan di Ukraina selatan sepanjang 1943 termasuk pertempuran sengit di Sungai Mius yang membuat namanya disebut dalam Wehrmachtbericht. Namun pada akhir 1943 kesehatan yang memburuk memaksanya cuti panjang dan pada April 1944 ia ditempatkan dalam Führerreserve tanpa komando operasional lagi. Kariernya berakhir dengan penangkapan di Ruhrkessel pada April 1945. Setelah perang ia diadili dalam OKW-Prozess di Nürnberg atas tuduhan penggunaan tahanan perang secara tidak sah dan deportasi serta perbudakan warga sipil. Pada 27 Oktober 1948 ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara namun dibebaskan lebih awal pada Desember 1949 karena pemotongan masa tahanan. Ia menghabiskan sisa hidupnya di Jerman Barat dan meninggal pada 22 Mei 1985 di Siegen dalam usia 94 tahun. Hollidt dikenang sebagai perwira staf dan komandan lapangan yang mampu memimpin di bawah tekanan ekstrem meski terlibat dalam kontroversi pasca perang terkait kejahatan perang.  



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HollidtKA-R.htm  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HollidtK-R.htm  
http://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/HOLLIDT_KARL.html  
https://en.wikipedia.org/wiki/Karl-Adolf_Hollidt  
https://www.tracesofwar.com/persons/38194/Hollidt-Karl-Adolf.htm  
https://www.generals.dk/general/Hollidt/Karl_Adolf/Germany.html  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://grokipedia.com/  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html

Generaloberst Erich Hoepner (1886-1944), Dihukum Mati Karena Berkhianat


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Erich Kurt Richard Hoepner
Nama panggilan/julukan: tidak diketahui

Tanggal lahir: 14 September 1886 - Frankfurt (Oder), Brandenburg, Prusia (Kekaisaran Jerman)
Tanggal meninggal: 8 Agustus 1944 - Penjara Plötzensee, Berlin (Jerman)

Orangtua: Sanitätsrat Dr. med. Kurt Wilhelm Friedrich Karl Hoepner dan Elisabeth Augusta Dorothea, geborene Kienast.  
Istri: Irma Clementine Ida Gebauer (putri Kommerzienrat Hermann Julius Gebauer), menikah pada 2 Juni 1910 di Charlottenburg.  
Anak: Joachim Eberhard Hoepner (lahir 1913 di Metz, kemudian Mayor di Heer) dan Ingrid Hoepner (lahir 1917). Hoepner juga memiliki seorang saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan yang lebih muda.  

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker: 10 Maret 1905.  
Fähnrich: 18 November 1905.  
Leutnant: 18 Agustus 1906 (Patent tertanggal 15 Februari 1905).  
Oberleutnant: 17 Februari 1914.  
Rittmeister: 18 Juni 1915.  
Major im Generalstab: 1927.  
Oberstleutnant: 1932.  
Generalmajor: 1937.  
Generalleutnant: 23 Januari 1938 (Patent 1 Februari 1938, kemudian Rangdienstalter disesuaikan ke 1 Agustus 1937).  
General der Kavallerie: 1 April 1939.  
Generaloberst: 19 Juli 1940.  

Karriere (Karir):  
Erich Hoepner memulai karier militernya pada 10 Maret 1905 sebagai Fahnenjunker di Königlich Preußische Armee, bergabung dengan Schleswig-Holsteinisches Dragoner-Regiment Nr. 13 di Metz. Setelah menyelesaikan Kriegsschule, ia ditugaskan sebagai Ordonnanzoffizier di Stab XVI. Armeekorps. Pada awal Perang Dunia I, ia bertugas di Front Barat sebagai komandan kompi dan perwira staf pada beberapa korps serta divisi. Ia sempat ditugaskan sementara sebagai Kompanieführer di 33. Infanteriedivision pada Mei 1916 dan kemudian menjadi Eskadronschef di Reiter-Regiment 2 di Allenstein, memimpin 3. Eskadron.  

Pada masa Reichswehr, ia diintegrasikan ke dalam 2. (Preuß.) Reiter-Regiment sebagai Chef der 2. Eskadron. Pada musim semi 1923, ia dipindahkan sebagai Generalstabsoffizier ke 1. Kavallerie-Division di Frankfurt an der Oder. Pada 1 Februari 1930, ia diangkat sebagai Kommandeur I. Bataillon di 17. (Preuß./Braunschw.) Infanterie-Regiment di Braunschweig. Tahun 1932, ia menjadi Kommandeur 4. (Preuß.) Reiter-Regiment di Potsdam. Pada 1 Februari 1933, ia menjabat sebagai Chef des Stabes 1. Division Reichswehr, kemudian pada 1 Oktober 1934 menjadi Chef des Stabes Wehrkreiskommando I di Königsberg. Sebelum ekspansi Wehrmacht, pada 15 Oktober 1935 ia ditunjuk sebagai Chef des Stabes Gruppenkommando 1 di Berlin. Pada musim gugur 1937, ia menjadi Kommandeur 1. leichte Division di Wuppertal (kemudian menjadi 6. Panzer-Division).  

Pada 24 November 1938, Hoepner mengambil alih Generalkommando XVI. Armeekorps sebagai Kommandierender General. Ia memimpin korps ini selama Polenfeldzug sebagai bagian dari 10. Armee, di mana korpsnya menempuh jarak 230 km menuju Warsawa hanya dalam waktu seminggu. Korps yang sama ia pimpin selama Westfeldzug di bawah 6. Armee, termasuk pertempuran di Liège, Dunkirk, dan Dijon. Setelah kampanye Prancis, Stab XVI. Armeekorps diubah menjadi Panzergruppe 4, dan Hoepner tetap memimpinnya. Pada 1 Januari 1942, Panzergruppe 4 berganti nama menjadi 4. Panzerarmee, yang tetap di bawah komandonya.  

Selama Operasi Barbarossa, Panzergruppe 4 di bawah Heeresgruppe Nord bertugas merebut Leningrad. Hoepner memimpin terobosan cepat melalui negara-negara Baltik, merebut jembatan di Daugavpils, dan terlibat dalam pertempuran Raseiniai serta pengepungan di sekitar Luga. Kemudian Panzergruppe 4 dipindahkan ke Heeresgruppe Mitte untuk Operasi Taifun, di mana ia membantu menyelesaikan Kessel Vyazma. Hoepner sering berselisih dengan atasannya mengenai kecepatan serangan ke Moskow. Pada Januari 1942, ia memerintahkan penarikan pasukan tanpa menunggu izin Hitler untuk menghindari kehancuran total, sehingga ia diberhentikan pada 8 Januari 1942 dan dipecat secara tidak hormat dari Wehrmacht.  

Hoepner telah terlibat dalam rencana perlawanan militer sejak 1938, termasuk rencana kudeta jika Hitler menyerbu Cekoslovakia. Pada 1943, ia bergabung dengan kelompok perlawanan militer. Pada 20 Juli 1944, ia berada di Bendlerblock di Berlin sebagai bagian dari konspirasi 20 Juli dan ditunjuk sebagai calon pengganti Generaloberst Friedrich Fromm sebagai Oberbefehlshaber im Heimatkriegsgebiet. Ia ditangkap malam itu, diadili oleh Volksgerichtshof, dan dijatuhi hukuman mati pada 8 Agustus 1944.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eiserne Kreuz 2. Klasse: 13 September 1914.  
Eiserne Kreuz 1. Klasse: 25 Juni 1916.  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 27 Oktober 1939 (sebagai General der Kavallerie dan Kommandeur XVI. Armeekorps).  

-------------------------------------------------------------------------------

Generaloberst Erich Hoepner merupakan salah satu perwira panzer paling kompeten dalam Wehrmacht pada awal Perang Dunia II. Sebagai pendukung awal mekanisasi dan perang lapis baja, ia memimpin serangan cepat yang menentukan selama Polenfeldzug dan Westfeldzug melalui XVI. Armeekorps, kemudian mengomandani Panzergruppe 4 selama Operasi Barbarossa dengan terobosan dramatis menuju Leningrad dan Vyazma. Meskipun sukses di medan perang, ia dikenal kritis terhadap perintah Hitler dan berani mengambil keputusan taktis independen, yang akhirnya menyebabkan pemecatannya pada 1942. Keterlibatannya dalam konspirasi 20 Juli 1944 sebagai bagian dari perlawanan militer terhadap rezim Nazi berujung pada eksekusinya di Berlin-Plötzensee. Hoepner meninggalkan warisan sebagai jenderal tank yang inovatif namun juga sebagai korban Sippenhaft, di mana keluarganya turut menderita penangkapan dan penyiksaan setelah kematiannya. Ia digantung menggunakan kawat dari kait daging pada 8 Agustus 1944, hanya beberapa jam setelah vonis mati diucapkan.  



Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
- https://grokipedia.com/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://en.wikipedia.org/wiki/Erich_Hoepner  
- General Erich Hoepner: A Military Biography (Die Wehrmacht im Kampf) oleh W. Chales de Beaulieu.

Generaloberst Carl Hilpert (1888-1948), Panglima Pasukan Jerman di Kurland


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Carl Georg Hilpert
Panggilan/julukan: tidak diketahui

Lahir: 12 September 1888 di Nürnberg, Kerajaan Bavaria, Kekaisaran Jerman  
Meninggal: 24 Desember 1948 di Moskau (penjara Soviet)  

Operasi militer dan pertempuran: Pertempuran Front Barat Perang Dunia I, Invasi Polandia 1939, Pertahanan Front Timur termasuk Ssinjawino-Höhen di depan Leningrad, Pertahanan Kantong Courland 1944-1945  
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada  
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada  
Gelar akademis: Tidak ada  
Agama: Tidak diketahui  
Orangtua: Ayahnya adalah August Hilpert, seorang insinyur dan pemilik perusahaan. Ibunya adalah Marie Hilpert, née Mandel. Keduanya berasal dari kalangan menengah industri di Nürnberg yang kental dengan tradisi Bavaria.  
Saudara: Tidak ada informasi yang tercatat atau tidak diketahui.  
Istri: Helene Luise Emilie Scholtes (menikah pada 11 April 1918; putri dari Direktur Philipp Scholtes, hampir 12 tahun lebih muda).  
Anak: Philipp Hilpert (lahir 25 November 1919 di Nürnberg, gugur 30 September 1943 sebagai Hauptmann di Front Timur dekat Bohehoys-Beloserka); Ludwig Hilpert (lahir 15 Agustus 1923).  
Ciri fisik: Tidak diketahui.

Beförderungen (Promosi):  
- Fahnenjunker: 17 Juli 1907  
- Fahnenjunker-Unteroffizier: Oktober 1907  
- Fähnrich: Februari 1908  
- Leutnant: 26 Mei 1909  
- Oberleutnant: 19 Mei 1915  
- Hauptmann: 18 Agustus 1916  
- Major: 1 Juni 1929  
- Oberstleutnant: 1 Oktober 1933  
- Oberst: 1 September 1935  
- Generalmajor: 1 April 1939  
- Generalleutnant: 1 Oktober 1940  
- General der Infanterie: 1 September 1942  
- Generaloberst: 1 Mei 1945  

Karriere (Karir):  
- 17 Juli 1907: Bergabung dengan Königlich Bayerisches 14. Infanterie-Regiment "Hartmann" sebagai Fahnenjunker di Nürnberg.  
- 1912: Dikirim ke kursus pionir di Ingolstadt dan kursus berkuda pada musim semi 1913.  
- Perang Dunia I: Bertugas sebagai Bataillonsadjutant di regiment di Front Barat, kemudian berpindah ke 5. Reserve-Regiment pada musim panas 1914; bertugas di Front Barat dengan Eisernes Kreuz 2. Klasse pada musim gugur 1914 dan Eisernes Kreuz 1. Klasse setelah 18 Agustus 1916; sempat dirawat di Bayerisches Feldlazarett 51 karena Darmkatarrh (16 Maret hingga 6 April 1918); menjadi Bataillonskommandeur di 3. Bayerische Infanterie-Division pada 18 Agustus 1918.  
- Setelah perang: Masuk ke Reichswehr-Infanterie-Regiment 47, kemudian menjadi Kompaniechef di 21. (Bayer.) Infanterie-Regiment dalam formasi Heer 100.000 orang.  
- 30 Agustus 1922: Dipindahkan ke Reichswehrministerium di Berlin sambil mempertahankan seragam; kemudian ke 1. (Preuß.) Artillerie-Regiment dan kembali ke RWM pada 1 Oktober 1923.  
- 1 Februari 1925: Masuk ke Generalstab der 5. Division di Stuttgart; melatih calon Führergehilfen.  
- 1 Oktober 1929: Masuk ke Stab Infanterieführer VII di München.  
- 1 Oktober 1933: Masuk ke Stab Divisi di Nürnberg sebagai Infanterieführer VII.  
- 1 Februari 1935: Menjadi Kommandeur Infanterie-Regiment Tübingen (kemudian Infanterie-Regiment 35 di Tübingen).  
- Musim gugur 1937: Menjadi Chef des Generalstabes IX. Armeekorps di Kassel.  
- Awal Perang Dunia II: Bertugas di Front Barat sebagai Chef des Stabes Armee-Abteilung A (September 1939), kemudian Grenzabschnitts-Kommando Süd di Krakau (25 Oktober 1939 hingga pertengahan Februari 1940), lalu Chef des Generalstabes 1. Armee di Barat (pertengahan Februari 1940).  
- 26 Oktober 1940: Chef des Stabes Heeresgruppe D.  
- Musim panas 1942: Memimpin sementara LIX. Armeekorps di Front Timur.  
- 25 Juli 1942: Memimpin XXIII. Armeekorps.  
- Januari 1943: Menjadi Kommandierender General LIV. Armeekorps; memimpin Korpsgruppe Hilpert dalam pertempuran defensif di Ssinjawino-Höhen dekat Leningrad.  
- 1 Agustus 1943: Dipindahkan ke Führerreserve OKH setelah penyerahan komando.  
- 31 Oktober 1943: Kommandierender General XXVI. Armeekorps.  
- 1 Januari 1944: Kommandierender General I. Armeekorps (singkat, kemudian kembali pada 1 April 1944).  
- September 1944: Memimpin sementara 16. Armee.  
- Januari 1945: Memimpin sementara Heeresgruppe Kurland selama beberapa hari.  
- 30 Januari 1945: Oberbefehlshaber 16. Armee.  
- Maret 1945: Oberbefehlshaber Heeresgruppe Kurland.  
- 8 Mei 1945: Menyerahkan pasukan kepada pasukan Soviet di Kantong Courland; ditawan bersama staf dan tiga divisi XXXVIII. Armeekorps.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
- Eisernes Kreuz (1914) 2. Klasse (7 Oktober 1914)  
- Eisernes Kreuz (1914) 1. Klasse (18 Oktober 1916)  
- Spange zum Eisernen Kreuz (1939) 2. Klasse (20 April 1940)  
- Spange zum Eisernen Kreuz (1939) 1. Klasse (16 Juni 1940)  
- Bayerischer Militär-Verdienstorden 4. Klasse mit Schwertern  
- Deutsches Kreuz in Gold (19 Februari 1943 sebagai General der Infanterie dan Kommandierender General XXIII. Armeekorps)  
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (22 Agustus 1943 sebagai General der Infanterie dan Kommandeur LIV. Armeekorps)  
- Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (8 Agustus 1944 sebagai General der Infanterie dan Kommandeur I. Armeekorps)  

-------------------------------------------------------------------------------

Carl Georg Hilpert (1888-1948) adalah seorang perwira Heer yang mencapai pangkat Generaloberst selama Perang Dunia II dan menjabat sebagai panglima terakhir Heeresgruppe Kurland. Ia lahir di Nürnberg dari keluarga insinyur kelas menengah Bavaria dan memulai karier militernya pada 1907 sebagai Fahnenjunker di Königlich Bayerisches 14. Infanterie-Regiment "Hartmann". Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat sebagai adjutan dan komandan batalion, mendapatkan Eisernes Kreuz kedua kelas dan pertama kelas. Setelah perang ia bertahan di Reichswehr dengan berbagai tugas staf dan komando regiment, naik pangkat secara bertahap hingga menjadi Oberst pada 1935 sebagai Kommandeur Infanterie-Regiment 35 di Tübingen. Pada awal Perang Dunia II ia menjabat sebagai Chef des Generalstabes di beberapa formasi Barat, kemudian naik ke posisi korps di Front Timur. Sebagai Kommandierender General LIV. Armeekorps ia memimpin pertahanan heroik di Ssinjawino-Höhen dan mendapatkan Deutsches Kreuz in Gold serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Kemudian ia memimpin I. Armeekorps dan berhasil menarik pasukan dari ancaman pengepungan di dekat Polotsk, sehingga mendapatkan Eichenlaub. Pada tahap akhir perang ia memimpin 16. Armee dan akhirnya Heeresgruppe Kurland yang terisolasi di Kantong Courland, membela lebih dari 200.000 prajurit Jerman melawan serangan berulang Tentara Merah hingga akhir perang. Pada 8 Mei 1945 ia menyerah sesuai perintah Großadmiral Karl Dönitz dan ditawan oleh Soviet. Hilpert meninggal di penjara Soviet di Moskau pada 24 Desember 1948 setelah diadili atas tuduhan kejahatan perang. Kariernya mencerminkan perwira profesional Wehrmacht yang setia pada tugas tanpa terlibat politik NSDAP atau SS, meski tetap bertempur hingga akhir di salah satu kantong paling sengit di Front Timur.

Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
- https://grokipedia.com/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HilpertC-R.htm  
- https://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/HILPERT_CARL.html  
- https://grokipedia.com/page/Carl_Hilpert