Wednesday, March 25, 2026

Generaloberst Erwin Jaenecke (1890-1960), Jenderal Zeni dengan Pangkat Tertinggi


Nama lengkap: Erwin Adolph Eduard Jaenecke
Panggilan/julukan: Tidak diketahui

Lahir: 22 April 1890 di Freren, Kreis Lingen, Niedersachsen (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 3 Juli 1960 di Köln - beberapa sumber menyebut Kassel (Jerman Barat)

Operasi militer dan pertempuran: Perang Dunia I di Front Barat, Kampanye Polandia 1939, Kampanye Prancis 1940, Operasi Barbarossa, Pertempuran Stalingrad, Pertahanan Kuban-Brückenkopf, Pertahanan Semenanjung Krimea 1943-1944
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Agama: Tidak diketahui
Orangtua: Ayah Gustav Julius Theodor Jaenecke (1858-1933), Ibu Elisabeth Mary Amanda née Westphal (1863-1939)
Saudara: Anak keempat dari tujuh bersaudara (nama saudara lainnya tidak diketahui secara lengkap)
Istri: Edith Gerdes (menikah 1 Oktober 1921 di Leer; lahir 2 September 1900, meninggal Mei atau Juni 1945 di Niederschöna)
Anak: Rainer Jaenecke (lahir 22 Juli 1922, meninggal 25 Desember 2012)
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
- Fahnenjunker-Unteroffizier: 28 Agustus 1911
- Fähnrich: 18 November 1911
- Leutnant: 18 Agustus 1912
- Oberleutnant: 27 Januari 1916
- Rittmeister/Hauptmann: 1 Mei 1922
- Major: 1 Oktober 1931
- Oberstleutnant: 1 April 1934
- Oberst: 1 Maret 1936
- Generalmajor: 1 November 1939
- Generalleutnant: 1 November 1941
- General der Pioniere: 1 November 1942
- Generaloberst: 30 Januari 1944

Karriere (Karir):
Erwin Jaenecke memasuki dinas militer pada 27 Maret 1911 sebagai Fahnenjunker di Hannoversches Pionier-Bataillon Nr. 10 di Minden. Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat sebagai pemimpin platoon di 2. Kompanie, kemudian memimpin 5. Kompanie, menjadi Adjutant batalion, Ordinance-Officer di Stab 19. Infanterie-Division, serta 2. Generalstabsoffizier di Stab 26. Reserve-Division. Setelah perang ia bergabung dengan Reichswehr dan menjalani berbagai tugas staf serta komando pionir termasuk di 4. Pionier-Bataillon, kursus di War Academy, Kommandeur Pioniere III, dan Pioniere XIV. Pada awal Perang Dunia II ia menjabat sebagai Oberquartiermeister 2. Armee saat pendudukan Polandia, kemudian Oberquartiermeister 9. Armee di Belgia dan Prancis serta Chief Quartermaster West. Ia kemudian menjadi Kommandeur 389. Infanterie-Division pada 1 Februari 1942, sebelum naik menjadi Kommandierender General IV. Armeekorps pada 1 November 1942. Pada Januari 1943 ia terluka parah di Stalingrad dan dievakuasi dengan pesawat. Setelah pemulihan ia memimpin LXXXVI. Armeekorps sebentar, kemudian ditugaskan memimpin 17. Armee pada Juni 1943 hingga Mei 1944 dengan tanggung jawab utama mempertahankan Kuban-Brückenkopf dan Semenanjung Krimea. Ia ditempatkan di Führer-Reserve OKH sebelum pensiun pada 31 Januari 1945. Pasca perang ia ditangkap pasukan Soviet pada 11 Juni 1945, diadili di Sevastopol atas tuduhan kejahatan perang, dijatuhi hukuman 25 tahun penjara, dan menjalani masa tahanan di kamp-kamp seperti General-Camp 7048 Ivanovo-Vorkuta-Sverdlovsk hingga dibebaskan pada 13 Oktober 1955.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 9 Oktober 1942 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 389. Infanterie-Division
- Deutsches Kreuz in Gold: 2 Januari 1943 sebagai General der Pioniere dan Kommandierender General IV. Armeekorps
- 1914 Eisernes Kreuz I. Klasse: 3 Oktober 1914
- 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse
- 1939 Spange zum Eisernen Kreuz I. Klasse
- 1939 Spange zum Eisernen Kreuz II. Klasse
- Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1. Klasse (25 Jahre)
- Dienstauszeichnung der Wehrmacht 2. Klasse (18 Jahre)
- Dienstauszeichnung der Wehrmacht 3. Klasse (12 Jahre)
- Dienstauszeichnung der Wehrmacht 4. Klasse (4 Jahre)
- Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938
- Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938
- Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange
- Verwundetenabzeichen 1939 in Schwarz
- Infanterie-Sturmabzeichen in Silber
- Ordinul Mihai Viteazul Clasa a II-a
- Ordinul Mihai Viteazul Clasa a III-a

--------------------------------------------------------------------------------

Erwin Jaenecke merupakan salah satu perwira senior Wehrmacht yang karirnya mencakup pengalaman panjang sebagai spesialis pionir sejak masa Kaisar Wilhelm II hingga akhir Perang Dunia II. Lahir di wilayah pedesaan Emsland yang dekat dengan perbatasan Belanda, ia dibesarkan dalam lingkungan yang mendukung tradisi militer Prusia. Pendidikannya di Gymnasium Leer dan pelatihan di Kriegsschule Hannover membentuknya menjadi perwira teknik yang andal. Pada Perang Dunia I, kontribusinya di unit pionir melibatkan pembangunan jembatan, benteng, dan operasi sapper di medan perang Barat yang semakin statis, di mana ia memperoleh pengalaman staf yang berharga. Masa Reichswehr menjadi periode transisi di mana ia terlibat dalam reorganisasi pasukan yang dibatasi Perjanjian Versailles, termasuk tugas rahasia di War Academy untuk mempersiapkan ekspansi kembali angkatan darat Jerman.

Pada era Wehrmacht, Jaenecke banyak terlibat dalam perencanaan logistik dan operasi pionir selama kampanye Polandia dan Prancis sebagai Oberquartiermeister. Pengalaman ini membawanya ke Front Timur, di mana ia memimpin 389. Infanterie-Division yang dijuluki Rheingold-Division selama operasi di Kaukasus. Promosinya menjadi General der Pioniere bertepatan dengan penugasan memimpin IV. Armeekorps yang bertahan di Stalingrad. Di sana, ia menghadapi kondisi pertempuran kota yang brutal hingga terluka parah pada 17 Januari 1943, menjadi salah satu perwira tinggi terakhir yang dievakuasi sebelum pasukan Jerman menyerah. Meski selamat, luka tersebut memengaruhi kesehatan jangka panjangnya.

Setelah pemulihan, Jaenecke ditugaskan memimpin 17. Armee yang bertanggung jawab mempertahankan posisi Jerman di Kuban dan Krimea pada 1943-1944. Di bawah tekanan serangan Soviet yang masif, ia berusaha menjalankan perintah bertahan mati-matian dari Führer, meski kondisi pasokan dan kekuatan pasukan semakin menipis. Keputusan Hitler yang menolak evakuasi tepat waktu menyebabkan kerugian besar saat Tentara Merah merebut kembali Semenanjung Krimea pada Mei 1944. Jaenecke kemudian dijadikan kambing hitam atas kegagalan tersebut, meski ia telah memperingatkan risiko operasional. Ia dipromosikan Generaloberst pada 30 Januari 1944 sebagai bentuk penghargaan formal sebelum ditempatkan di cadangan dan akhirnya pensiun. Pasca perang, pengalaman tahanan Soviet selama sepuluh tahun menjadi babak akhir karir militernya, di mana ia dibebaskan setelah menjalani hukuman meski vonis 25 tahun.

Jaenecke dikenal sebagai perwira yang kompeten dalam bidang teknik dan logistik, dengan karir yang mencerminkan tantangan komandan Wehrmacht di Front Timur: antara kemampuan taktis dan perintah strategis yang kaku dari pimpinan tertinggi. Ia tidak pernah terlibat dalam politik Nazi secara aktif, melainkan fokus pada tugas militer profesional. Setelah dibebaskan dari tahanan, ia menjalani masa pensiun di Köln hingga wafat pada usia 70 tahun. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Leer, kampung halamannya.



Sumber:
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/
https://grokipedia.com/
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html
https://forum.axishistory.com/
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/
https://www.bundesarchiv.de/en/
https://www.geni.com/
https://books.google.com/
http://de.metapedia.org/
https://www.ww2.dk/lwoffz.html
https://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/JAENECKE_ERWIN.html
https://www.tracesofwar.com/persons/7291/Jaenecke-Erwin.htm
https://ww2gravestone.com/people/jaenecke-erwin/

Generaloberst Hans-Valentin Hube (1890-1944), Jenderal Panzer Berlengan Satu


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Hans-Valentin Robert Friedrich Hube  
Panggilan/julukan: Der Mensch (Manusia Sejati), Jenderal Panzer Satu Tangan  

Lahir: 29 Oktober 1890 - Naumburg an der Saale (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 21 April 1944 - kecelakaan pesawat di Salzburg (Ostmark)

Operasi militer dan pertempuran: Invasi Polandia (1939), Pertempuran Prancis (1940), Operasi Barbarossa (1941), Pertempuran Stalingrad (1942), Pertahanan Sisilia (1943), Pertempuran Kamenets-Podolsky (1944)  
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada  
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada  
Gelar akademis: Tidak ada  
Agama: Tidak diketahui  
Orangtua: Ayah Richard Hube (Oberst dalam Angkatan Darat Kekaisaran Jerman), ibu Margarete Hube. Keluarga berlatar belakang militer yang kuat, dengan ayah sebagai perwira aktif pada saat kelahiran Hans-Valentin.  
Saudara: Tidak ada catatan saudara kandung yang disebutkan dalam sumber biografi kredibel.  
Istri: Annamarie Elisabeth Klara Helene Kosak (menikah 5 September 1919 di Magdeburg, meninggal 11 April 1922 di Magdeburg); Wilhelmine Luise Klara Philippine Ruth Bollert (menikah 30 Januari 1925 di Berlin, meninggal 1 Maret 1942).  
Anak: Rose-Maria Hube (lahir 28 Juni 1920, meninggal 4 November 2014, menikah dengan Fritz von Randow pada 29 Desember 1942 dan memiliki keturunan); Ulrich Valentin Richard Hube (lahir 29 Juli 1921, meninggal 24 Juli 1941 gugur di Front Timur dekat Michalkina sebagai Leutnant).  
Ciri fisik: Kehilangan lengan kiri akibat luka berat di Pertempuran Verdun tahun 1916, sehingga dijuluki sebagai one-armed Panzer general meskipun tetap aktif bertugas di medan perang.  

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker: 27 Februari 1909  
Leutnant: 11 Agustus 1910 (Patent tertanggal 22 Agustus 1908)  
Oberleutnant: 25 Februari 1915  
Hauptmann: 27 Januari 1918  
Major: 1 Oktober 1932  
Oberstleutnant: 1 Juni 1934  
Oberst: 1 Agustus 1936  
Generalmajor: 1 Juni 1940  
Generalleutnant: 1 April 1942  
General der Panzertruppen: 1 Oktober 1942  
Generaloberst: 20 April 1944  

Karriere (Karir):  
Hans-Valentin Hube memulai dinas militernya pada 27 Februari 1909 sebagai Fahnenjunker di Königlich Preußische Heer dan ditempatkan di Infanterie-Regiment "Fürst Leopold von Anhalt-Dessau" Nr. 26 di Magdeburg. Setelah lulus dari Kriegsschule, ia dipromosikan menjadi Leutnant pada 11 Agustus 1910 dan bertugas sebagai Kompanieoffizier di regiment yang sama. Pada awal Perang Dunia I ia masih berpangkat Leutnant dan bertindak sebagai Zugführer. Pada 24 Agustus 1914 ia menjadi Adjutant II. Bataillon regimentnya, namun pada 20 September 1914 terluka berat di Fontenay sehingga lengan kirinya diamputasi. Meski demikian, ia tetap kembali ke front pada Januari 1916 sebagai Oberleutnant dan Kompanieführer 7. Kompanie di regiment yang sama. Selanjutnya ia bertugas sebagai Ordonnanz-Offizier di Generalkommando IV. Armeekorps, kemudian Regimentsadjutant, dan sempat memimpin batalion sementara. Pada 27 Januari 1918 ia dipromosikan menjadi Hauptmann dan sempat menjadi stellvertretender Brigade-Adjutant serta Generalstabsoffizier di 7. Infanteriedivision. Di akhir perang ia bergabung dengan freiwilliges Landesschützenkorps sebagai Kompanieführer.  

Pada 1 Oktober 1919 ia diterima di Reichsheer sebagai Hauptmann dan menjadi Kompaniechef di Reichswehr-Infanterie-Regiment 17, kemudian di Reichswehr-Schützen-Regiment 8, dan akhirnya Chef 11. Kompanie di 12. (Preuß./Anhalt.) Infanterie-Regiment 12 di Halberstadt. Pada 1 April 1925 ia dipindahkan ke Stab 10. (Sächs.) Infanterie-Regiment 10 dan bertugas sebagai Infanterie-Lehrer di Offizierslehrgang Infanterie-Schule Dresden. Pada 1 April 1928 ia ke Gruppenkommando 2 dan melakukan dinas perjalanan ke Amerika Serikat, kemudian menjadi Taktiklehrer di Infanterieschule Dresden mulai 1 Oktober 1928. Pada 1 Oktober 1932 ia menjadi Kommandeur III. Bataillon Infanterie-Regiment 3 di Osterode sebagai Major. Setelah berbagai kursus dan penugasan, pada 1 Juni 1934 ia dipromosikan Oberstleutnant dan memimpin III. Bataillon Infanterie-Regiment (dengan nama samaran Infanterie-Regiment Deutsch-Eylau). Pada 1 Januari 1935 ia menjadi Kommandeur Infanterie-Ausbildungsstab Döberitz dan menulis buku panduan "Der Infanterist" dalam dua jilid. Pada 1 Agustus 1936 ia menjadi Oberst.  

Setelah Invasi Polandia, pada 18 Oktober 1939 ia diangkat menjadi Kommandeur Infanterie-Regiment 3. Ia mempersiapkan regimentnya di Westwall untuk Westfeldzug. Pada 1 Juni 1940 ia dipromosikan Generalmajor dan pada 4 Juni 1940 mengambil alih komando 16. Infanterie-Division. Selama Pertempuran Prancis ia menunjukkan prestasi luar biasa dan menerima penyerahan kapitulasi XXI. Französisches Korps di Mirecourt. Divisionnya kemudian diubah menjadi 16. Panzer-Division pada Agustus 1940 dan ia tetap memimpinnya. Pada Desember 1940 ia juga memimpin Lehrstab II di Rumania. Selama Operasi Barbarossa pada 1941 ia memimpin divisi tersebut dengan gemilang, termasuk serangan ke Stary-Konstatynow dan pertempuran di Nikolajew serta Kiev. Pada 15 September 1942 ia memimpin XIV. Panzerkorps sebagai Generalleutnant, kemudian dipromosikan General der Panzertruppen pada 1 Oktober 1942. Ia terlibat dalam pertempuran hingga ke Volga utara Stalingrad dan bertahan di Kessel Stalingrad. Ia sempat diterbangkan keluar untuk menerima penghargaan namun kembali ke kessel atas perintah sendiri. Pada 18 Januari 1943 ia diterbangkan keluar lagi atas perintah Hitler meski ia memohon agar 6. Armee diizinkan menerobos keluar.  

Pada 5 Maret 1943 ia ditugaskan membentuk kembali XIV. Panzerkorps yang hancur di Stalingrad. Pada 12 Juli 1943 ia membentuk Gruppe Hube di Sisilia dan menjadi Oberbefehlshaber semua pasukan Heer dan Flak di pulau tersebut. Ia juga memimpin Armeeoberkommando 6 Italia dan merupakan salah satu yang terakhir mundur melintasi Selat Messina. Pada 23 Oktober 1943 ia masuk Führerreserve OKH dan ditugaskan memimpin 1. Panzerarmee. Ia memimpin pasukan tersebut dalam pertempuran pengepungan Kamenets-Podolsky pada Maret-April 1944 dan berhasil memimpin terobosan pasukan keluar dari pocket tersebut. Pada 20 April 1944 ia menghadiri ulang tahun Hitler di Obersalzberg, menerima penghargaan tertinggi, dan dipromosikan Generaloberst. Keesokan harinya, 21 April 1944, pesawat Heinkel He 111 yang membawanya kembali ke Front Timur jatuh tak lama setelah lepas landas dari Reichenhall-Berchtesgaden Airport, menewaskannya di dekat Salzburg. Ia dimakamkan di Invalidenfriedhof, Berlin.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 1914, 2. Klasse (1914/1915)  
Eisernes Kreuz 1914, 1. Klasse (1916)  
Ritterkreuz des Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (1918)  
Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse (24 Mei 1940)  
Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse (3 Juni 1940)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (1 Agustus 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 16. Panzer-Division)  
Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (16 Januari 1942, sebagai penerima ke-62, sebagai Generalmajor dan Kommandeur 16. Panzer-Division)  
Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (21 Desember 1942, sebagai penerima ke-22, sebagai Generalleutnant dan Kommandierender General XIV. Panzerkorps)  
Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern (20 April 1944, sebagai penerima ke-13, sebagai General der Panzertruppen dan Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee)  

-------------------------------------------------------------------------------

Hans-Valentin Robert Friedrich Hube lahir pada 29 Oktober 1890 di Naumburg an der Saale sebagai putra Oberst Richard Hube dan Margarete Hube dalam keluarga militer Prusia yang tradisional. Ia bergabung dengan Angkatan Darat Kekaisaran Jerman pada 1909 dan segera menunjukkan dedikasi tinggi meski harus kehilangan lengan kiri akibat luka di Pertempuran Verdun tahun 1916. Dengan ketangguhan luar biasa ia kembali bertugas di front Perang Dunia I, meraih kedua Eisernes Kreuz serta Ritterkreuz des Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern. Setelah perang ia memilih tetap bergabung dengan Reichswehr yang kecil dan elit, menjadi satu-satunya perwira cacat yang dipertahankan. Pada masa Reichswehr ia menduduki berbagai jabatan staf dan komando, termasuk mengajar taktik di Infanterieschule Dresden serta menulis panduan "Der Infanterist".  

Pada era Wehrmacht ia naik pangkat dengan cepat berkat kemampuan taktisnya yang brilian. Sebagai Kommandeur Infanterie-Regiment 3 ia ikut Invasi Polandia 1939, kemudian memimpin 16. Infanterie-Division yang berubah menjadi 16. Panzer-Division pada 1940. Di Front Barat ia menerima kapitulasi korps Prancis dan Spangen untuk kedua Eisernes Kreuz. Di Operasi Barbarossa 1941 divisinya menjadi ujung tombak Heeresgruppe Süd, merebut Nikolajew dan berkontribusi besar di Schlacht um Kiew sehingga ia mendapat Ritterkreuz dan kemudian Eichenlaub. Sebagai Kommandeur XIV. Panzerkorps ia memimpin serangan hingga Volga di utara Stalingrad, bertahan heroik di Kessel Stalingrad meski sempat diterbangkan keluar untuk menerima Schwerter. Ia menolak perintah evakuasi pribadi dan memohon kepada Hitler agar seluruh 6. Armee diizinkan menerobos keluar, namun ditolak.  

Setelah Stalingrad ia membentuk kembali XIV. Panzerkorps, kemudian memimpin pertahanan Sisilia sebagai komandan Gruppe Hube dan seluruh pasukan darat di pulau tersebut pada 1943, mengatur evakuasi pasukan Jerman secara tertib melintasi Selat Messina. Sebagai Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee mulai akhir 1943 ia memimpin 200.000 pasukan di Ukraina dan berhasil memimpin terobosan dramatis dari pocket Kamenets-Podolsky pada Maret-April 1944. Atas prestasi di Sisilia, Salerno, dan Kamenets-Podolsky, Hitler menganugerahkan Brillanten serta mempromosikannya menjadi Generaloberst pada 20 April 1944. Keesokan harinya, dalam perjalanan kembali ke front, ia tewas dalam kecelakaan pesawat Heinkel He 111 di dekat Salzburg. Jenazahnya dimakamkan dengan upacara negara di Invalidenfriedhof Berlin. Hube dikenang sebagai salah satu jenderal Panzer paling kompeten dan berani di Wehrmacht, yang tetap setia bersama pasukannya hingga akhir meski cacat fisik, dan dijuluki Der Mensch oleh bawahannya karena kejujuran, keberanian, serta kepemimpinannya yang manusiawi.  



Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
- https://grokipedia.com/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://en.wikipedia.org/wiki/Hans-Valentin_Hube (sebagai sumber tambahan untuk kelengkapan data keluarga dan penghargaan)

Generaloberst Hermann Hoth (1885-1971), Panglima Panzergruppe 3


Nama lengkap: Johann Hermann Karl Max Hoth  
Julukan: Papa Hoth  

Tanggal lahir: 12 April 1885 - Neuruppin, Provinz Brandenburg (Kekaisaran Jerman) 
Tanggal meninggal: 25 Januari 1971 - Goslar, Niedersachsen (Jerman Barat)

Orang tua: Ayah Oberstabsarzt Hermann Hoth (perwira medis Angkatan Darat Prusia), Ibu Margarethe Hoth (née Hübener)  
Istri: Lola Schubering (menikah 1918)  
Anak: Hans Joachim Hoth (lahir 1913), Hermann Hoth (lahir 1923)  
Pendidikan militer: Kadet Korps Prusia di Potsdam (1896), Kriegschule Danzig, Preußische Kriegsakademie Berlin (1910-1913)  
Agama: Protestan  
Partai politik: Tidak tercatat sebagai anggota NSDAP  
Operasi militer utama: Invasi Polandia (1939), Kampanye Prancis (1940), Operasi Barbarossa (1941), Pertempuran Kharkov (1942), Operasi Fall Blau dan Pertempuran Stalingrad (1942), Pertempuran Kursk (1943), Pertahanan Dniepr (1943)  
Penugasan akhir: Befehlshaber Saale dan Befehlshaber Erzgebirge (1945)  

Beförderungen (Promosi):  
Fähnrich (1904)  
Leutnant (awal 1905)  
Oberleutnant (April 1914)  
Hauptmann (November 1914)  
Major (1924)  
Oberstleutnant (Februari 1929)  
Oberst (1932)  
Generalmajor (1 Oktober 1934)  
Generalleutnant (1 Oktober 1936)  
General der Infanterie (1 November 1938, retroaktif)  
Generaloberst (19 Juli 1940)  

Karriere (Karir):  
Hermann Hoth lahir sebagai putra seorang perwira medis Angkatan Darat Prusia dan memasuki Kadet Korps Prusia di Potsdam pada tahun 1896. Ia memulai dinas militer sebagai Fähnrich di 4. Thüringisches Infanterie-Regiment Nr. 72 di Torgau pada tahun 1904, kemudian dipromosikan menjadi Leutnant pada awal 1905 setelah menyelesaikan pendidikan di Kriegschule Danzig. Antara 1907 hingga 1910 ia bertugas sebagai Bataillonsadjutant, kemudian melanjutkan pendidikan di Preußische Kriegsakademie Berlin dari 1910 hingga 1913. Pada April 1914 ia ditugaskan ke Großer Generalstab sebagai Oberleutnant.  

Selama Perang Dunia I, Hoth menjabat di berbagai posisi staf di 8. Armee di Prusia Timur, dipromosikan menjadi Hauptmann pada November 1914, dan kemudian menjadi Ic (Third General Staff Officer) di 10. Armee pada 1915. Ia juga sempat memimpin batalyon infanteri dan unit penerbangan lapangan, serta bertugas di staf Kommandeur der Luftstreitkräfte dari musim gugur 1916 hingga musim panas 1918. Pada akhir perang ia menjabat sebagai Ia (First General Staff Officer) di 30. Infanterie-Division.  

Setelah perang, Hoth masuk ke Reichswehr sementara dan bertugas sebagai Kompaniechef. Mulai 1921 ia bekerja di Abteilung T 2 (Organisasi) Truppenamt, kemudian menjadi Ia di Stab Infanterieführer II di Stettin pada 1923. Ia kembali ke Reichswehrministerium sebagai referent di Abteilung T 4 (Pelatihan Angkatan Darat) pada 1925. Pada Januari 1929 ia menjadi Kommandeur I. Bataillon di 4. (Preußisches) Infanterie-Regiment di Stargard, kemudian dipindahkan ke Stab Gruppenkommando 1 di Berlin pada November 1930. Pada 1932 ia kembali ke dinas pasukan sebagai Kommandeur 17. Infanterie-Regiment di Braunschweig.  

Pada Oktober 1933 ia ditugaskan ke Wehrgaukommando Lübeck dan menjadi Standortkommandant Lübeck pada 1 Februari 1934. Mulai 1 Oktober 1934 ia diangkat sebagai Infanterieführer III di Liegnitz dengan pangkat Generalmajor dan bertugas membentuk 18. Infanterie-Division hingga 1 Oktober 1935. Pada 1 Oktober 1936 ia dipromosikan menjadi Generalleutnant. Mulai 1 Oktober 1938 ia ditugaskan membentuk XV. Armeekorps (mot.) di Jena dan dipromosikan menjadi General der Infanterie (retroaktif 1 November 1938).  

Pada Perang Dunia II, Hoth memimpin XV. Armeekorps (mot.) di bawah 10. Armee selama Invasi Polandia 1939. Pada Kampanye Prancis 1940, korpsnya (diperkuat dengan divisi-divisi ringan yang dikonversi menjadi Panzer-Division) menjadi bagian dari terobosan Meuse di Dinant dan berperan penting di sayap dalam serangan ke pantai Channel. Pada 16 November 1940, Stab XV. Armeekorps diubah menjadi Panzergruppe 3 dan Hoth tetap memimpinnya. Selama Operasi Barbarossa 1941, Panzergruppe 3 di bawah Heeresgruppe Mitte berhasil melakukan pengepungan besar di Minsk (28 Juni 1941) dan Wizebsk (9 Juli 1941). Pada 5 Oktober 1941 ia diangkat sebagai Oberbefehlshaber 17. Armee di Heeresgruppe Süd dan memimpin pertempuran di Ukraina termasuk Pertempuran Kharkov Mei 1942.  
Mulai 1 Juni 1942 ia menjadi Oberbefehlshaber 4. Panzerarmee (menggantikan Richard Ruoff) dan memimpin serangan di Operasi Fall Blau, pengepungan di Don, serta mendukung 6. Armee di Stalingrad. Pada Desember 1942 ia memimpin Gruppe Hoth dalam Operasi Wintergewitter untuk membebaskan 6. Armee. Selama Pertempuran Kursk (Zitadelle) 1943, 4. Panzerarmee menjadi ujung tombak selatan. Setelah itu ia memimpin pertahanan garis Dniepr hingga kehilangan Kiev pada musim gugur 1943. Ia diberhentikan oleh Hitler pada 10 Desember 1943 dan dimasukkan ke Führerreserve. Pada April 1945 ia diaktifkan kembali sebagai Befehlshaber Saale kemudian Befehlshaber Erzgebirge di bawah AOK 7 hingga akhir perang.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 2. Klasse 1914 (20 September 1914)  
Eisernes Kreuz 1. Klasse 1914 (2 Agustus 1915)  
Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (16 Agustus 1918)  
Verwundetenabzeichen 1914 in Schwarz  
Eiserner Halbmond (Türkischer Kriegserinnerungsmedaille)  
Österreichisches Militärverdienstkreuz 3. Klasse mit Kriegsdekoration  
Bayerisches Militärverdienstkreuz 2. Klasse  
Hanseatisches Kreuz Hamburg  
Bulgarischer Orden für Militärverdienst 4. Klasse  
Ehrenkreuz für Frontkämpfer  
Wehrmacht-Dienstauszeichnung 1. Klasse (25 Jahre)  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse (21 September 1939)  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse (27 September 1939)  
Panzerkampfabzeichen in Silber (tanpa angka)  
Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (6 November 1942)  
Ordinul Mihai Viteazul Clasa 3 (6 November 1942)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (27 Oktober 1939)  
Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (17 Juli 1941)  
Schwerter zum Ritterkreuz mit Eichenlaub (15 September 1943)  

-------------------------------------------------------------------------------

Hermann Hoth merupakan salah satu komandan Panzer paling berpengalaman dalam Wehrmacht pada Perang Dunia II. Lahir di Neuruppin pada 12 April 1885 sebagai putra seorang perwira medis, ia memasuki dinas militer Prusia sejak usia muda dan menunjukkan minat kuat terhadap perang gerak (Bewegungskrieg). Pengalamannya selama Perang Dunia I di staf dan lapangan membuatnya tetap bertahan di Reichswehr pasca-perang, di mana ia terlibat dalam pengembangan pasukan motoris rahasia di bawah Oswald Lutz dan kemudian Heinz Guderian.  

Pada masa persiapan Wehrmacht, Hoth memainkan peran penting dalam pembentukan divisi-divisi infanteri dan kemudian korps motoris. Keberhasilannya memimpin XV. Armeekorps (mot.) di Polandia 1939 membawa penghargaan Ritterkreuz. Pada Kampanye Barat 1940, korpsnya yang kemudian menjadi Panzergruppe 3 menjadi bagian vital dari Blitzkrieg melalui Ardennes, menyeberangi Meuse, dan mendorong ke pantai Channel. Prestasi ini membuatnya dipromosikan menjadi Generaloberst pada 19 Juli 1940.  

Selama Operasi Barbarossa, Panzergruppe 3 di bawah komandonya mencatat sukses spektakuler dengan pengepungan Minsk dan Smolensk, meskipun kemudian diarahkan ke utara menuju Leningrad sebelum akhirnya dialihkan kembali. Pada Oktober 1941 ia dipindahkan ke 17. Armee di Ukraina, di mana pasukannya terlibat dalam pertempuran defensif musim dingin pertama. Pada Juni 1942 ia mengambil alih 4. Panzerarmee dan memimpin serangan di Kaukasus serta mendukung upaya pengepungan Stalingrad. Meskipun Operasi Wintergewitter gagal, Hoth berhasil menarik pasukannya dengan teratur. Puncak karirnya adalah memimpin 4. Panzerarmee sebagai ujung tombak selatan di Pertempuran Kursk 1943, pertempuran tank terbesar dalam sejarah.  

Pada akhir 1943, setelah kehilangan Kiev, ia diberhentikan oleh Hitler karena dianggap terlalu independen dalam keputusan taktis. Ia sempat berada di cadangan hingga diaktifkan kembali pada April 1945 untuk mempertahankan wilayah Thüringen dan Erzgebirge. Setelah perang, Hoth ditangkap dan diadili dalam Prozess Oberkommando der Wehrmacht (salah satu Pengadilan Nuremberg lanjutan) atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait penerusan Kommissarbefehl serta tindakan terhadap penduduk sipil. Ia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada 1948, tetapi dibebaskan lebih awal melalui amnesti pada 1954.  

Di masa pensiun, Hoth menulis beberapa buku tentang sejarah militer dan operasi Panzer, termasuk analisis mendalam tentang kampanye Rusia. Ia meninggal dunia pada 25 Januari 1971 di Goslar dalam usia 85 tahun. Hoth dikenang sebagai salah satu ahli perang lapis baja paling cakap Wehrmacht, meskipun karirnya diwarnai kontroversi pasca-perang.  



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
https://grokipedia.com/  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://de.wikipedia.org/wiki/Hermann_Hoth  
https://www.tracesofwar.com/articles/4743/Hermann-Hoth.htm  
https://en.wikipedia.org/wiki/Hermann_Hoth  
https://www.wehrmacht-history.com/personnel/h/hoth-hermann-heer-personnel-file.html

Generaloberst Karl-Adolf Hollidt (1891-1985), Panglima 6. Armee Baru Pasca Stalingrad


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Karl-Adolf Hollidt  
Julukan: tidak diketahui  

Tanggal lahir: 28 April 1891 - Speyer am Rhein, Rheinland-Pfalz (Kekaisaran Jerman)
Tanggal meninggal: 22 Mei 1985 - Siegen, Nordrhein-Westfalen (Jerman Barat)

Agama: tidak diketahui  
Orang tua: tidak diketahui secara rinci  
Saudara: tidak diketahui  
Istri: tidak diketahui  
Anak: tidak diketahui  
Operasi militer utama: Perang Dunia II di Front Timur termasuk Balkanfeldzug, Ostfeldzug, Pertempuran Stalingrad, Pertempuran Donets dan Mius  
Keanggotaan NSDAP: tidak diketahui  
Keanggotaan SS: tidak ada  
Gelar akademik: tidak ada  

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker-Unteroffizier: 25 November 1909  
Fähnrich: 22 Maret 1910  
Leutnant: 16 November 1910  
Oberleutnant: 22 Maret 1915  
Hauptmann: 22 Maret 1918  
Major: 1 Februari 1930  
Oberstleutnant: 1 Februari 1932  
Oberst: 1 Januari 1935  
Generalmajor: 1 April 1938  
Generalleutnant: 1 April 1940  
General der Infanterie: 1 Februari 1942  
Generaloberst: 1 September 1943  

Karriere (Karir):  
Karl-Adolf Hollidt memulai dinas militernya pada 19 Juli 1909 sebagai Fahnenjunker di Infanterie-Leibregiment Nr. 117 di Mainz. Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat sebagai Adjutant II. Bataillon Infanterie-Regiment 118 kemudian berbagai posisi komando kompi dan adjutan di berbagai unit termasuk Infanterie-Regiment 117 dan Infanterie-Regiment 390 serta Brigade. Setelah gencatan senjata ia bergabung dengan Hessisches Freikorps sebagai Kompanieführer kemudian menjadi Regimentsadjutant di berbagai Reichswehr-Infanterie-Regiment. Pada musim gugur 1922 ia menjalani pendidikan Generalstabsausbildung dan ditugaskan ke Reichswehrministerium serta berbagai divisi kavaleri. Pada 1930-an ia menjadi Chef 2. Kompanie Infanterie-Regiment 12 kemudian Lehrer untuk pelatihan Führergehilfen di Stab Wehrkreiskommando V. Pada 1 Desember 1933 ia menjadi Bataillonskommandeur di Infanterie-Regiment 12 dan kemudian pada 15 Maret 1935 menjadi Chef des Generalstabes I. Armeekorps. Pada 10 November 1938 ia ditunjuk sebagai Infanterieführer 9 di Siegen. Pada awal Perang Dunia II ia menjadi Kommandeur 52. Infanterie-Division kemudian pada 15 September 1939 menjadi Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Ost di bawah Generaloberst Johannes Blaskowitz. Selanjutnya ia menjabat Chef des Stabes 9. Armee hingga Oktober 1940. Pada 25 Oktober 1940 ia menjadi Kommandeur 50. Infanterie-Division yang ia pimpin selama Balkanfeldzug dan awal Ostfeldzug termasuk pertempuran di Dnepr. Pada 23 Januari 1942 ia diangkat menjadi Kommandierender General XVII. Armeekorps di Front Timur. Pada 23 November 1942 ia memimpin Armeeabteilung Hollidt di area Stalingrad yang terdiri dari berbagai Korps termasuk Korps Romania dan Jerman. Setelah penyerahan 6. Armee di Stalingrad ia memimpin pembentukan ulang pasukan dan pada 6 Maret 1943 diangkat menjadi Oberbefehlshaber 6. Armee yang baru di sepanjang Sungai Mius. Ia memimpin 6. Armee selama pertempuran penarikan mundur di Donets dan Mius serta menghadapi serangan Soviet yang besar. Pada 8 April 1944 ia dipindahkan ke Führerreserve OKH karena sakit dan tidak mendapat komando front lagi hingga akhir perang. Pada Februari 1945 ia ditugaskan sementara sebagai perwakilan untuk wilayah industri Rhine-Westphalia. Pada 17 April 1945 ia ditangkap oleh pasukan Amerika di Ruhrkessel dan ditahan hingga akhir 1949.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 1914 2. Klasse: 9 September 1914  
Eisernes Kreuz 1914 1. Klasse: 18 Oktober 1916  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse: 30 Mei 1940  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse: 7 Juni 1940  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 8 September 1941 sebagai Kommandeur 50. Infanterie-Division  
Ordinul Mihai Viteazul Clasa 3: 19 September 1942 sebagai Kommandeur 50. Infanterie-Division  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (239. Verleihung): 17 Mei 1943 sebagai Oberbefehlshaber 6. Armee  
Namenliche Nennung im Wehrmachtbericht: 4 Agustus 1943  

--------------------------------------------------------------------------------------

Karl-Adolf Hollidt lahir pada 28 April 1891 di Speyer am Rhein sebagai putra dari keluarga Jerman biasa di wilayah Pfalz. Ia memasuki karier militer sejak usia muda dan sejak awal menunjukkan kemampuan sebagai perwira infanteri yang ulet. Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat dengan berbagai tugas tempur dan staf yang membawanya mendapatkan Eisernes Kreuz kedua kelas dan pertama kelas. Setelah perang ia tetap bertahan di Reichswehr dan menjalani berbagai tugas regimental serta pendidikan staf umum yang mempersiapkannya untuk jabatan tinggi di Wehrmacht. Pada masa antara perang ia sering ditugaskan di unit infanteri dan kavaleri serta staf divisi sehingga membangun reputasi sebagai perwira staf yang kompeten dan pemimpin lapangan yang tegas.  

Ketika Perang Dunia II pecah pada 1939 Hollidt langsung terlibat sebagai Kommandeur 52. Infanterie-Division kemudian naik ke posisi staf tinggi di Oberbefehlshaber Ost dan 9. Armee. Pengalaman Balkanfeldzug dan awal invasi ke Uni Soviet sebagai Kommandeur 50. Infanterie-Division membawanya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada September 1941 atas keberhasilan terobosan di Dnepr. Pada awal 1942 ia dipercaya memimpin XVII. Armeekorps di Front Timur dan kemudian membentuk Armeeabteilung Hollidt yang berperan penting menahan serangan Soviet di area Stalingrad setelah kehancuran pasukan Paulus. Keberhasilan mempertahankan garis Mius dan Donets meski dalam kondisi pasukan campuran dan tekanan besar Soviet membuatnya dianugerahi Eichenlaub pada Mei 1943 dan sekaligus diangkat menjadi Oberbefehlshaber 6. Armee yang baru dibentuk.  

Sebagai Panglima 6. Armee ia memimpin operasi penarikan strategis dan pertahanan di Ukraina selatan sepanjang 1943 termasuk pertempuran sengit di Sungai Mius yang membuat namanya disebut dalam Wehrmachtbericht. Namun pada akhir 1943 kesehatan yang memburuk memaksanya cuti panjang dan pada April 1944 ia ditempatkan dalam Führerreserve tanpa komando operasional lagi. Kariernya berakhir dengan penangkapan di Ruhrkessel pada April 1945. Setelah perang ia diadili dalam OKW-Prozess di Nürnberg atas tuduhan penggunaan tahanan perang secara tidak sah dan deportasi serta perbudakan warga sipil. Pada 27 Oktober 1948 ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara namun dibebaskan lebih awal pada Desember 1949 karena pemotongan masa tahanan. Ia menghabiskan sisa hidupnya di Jerman Barat dan meninggal pada 22 Mei 1985 di Siegen dalam usia 94 tahun. Hollidt dikenang sebagai perwira staf dan komandan lapangan yang mampu memimpin di bawah tekanan ekstrem meski terlibat dalam kontroversi pasca perang terkait kejahatan perang.  



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HollidtKA-R.htm  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HollidtK-R.htm  
http://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/HOLLIDT_KARL.html  
https://en.wikipedia.org/wiki/Karl-Adolf_Hollidt  
https://www.tracesofwar.com/persons/38194/Hollidt-Karl-Adolf.htm  
https://www.generals.dk/general/Hollidt/Karl_Adolf/Germany.html  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://grokipedia.com/  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html

Generaloberst Erich Hoepner (1886-1944), Dihukum Mati Karena Berkhianat


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Erich Kurt Richard Hoepner
Nama panggilan/julukan: tidak diketahui

Tanggal lahir: 14 September 1886 - Frankfurt (Oder), Brandenburg, Prusia (Kekaisaran Jerman)
Tanggal meninggal: 8 Agustus 1944 - Penjara Plötzensee, Berlin (Jerman)

Orangtua: Sanitätsrat Dr. med. Kurt Wilhelm Friedrich Karl Hoepner dan Elisabeth Augusta Dorothea, geborene Kienast.  
Istri: Irma Clementine Ida Gebauer (putri Kommerzienrat Hermann Julius Gebauer), menikah pada 2 Juni 1910 di Charlottenburg.  
Anak: Joachim Eberhard Hoepner (lahir 1913 di Metz, kemudian Mayor di Heer) dan Ingrid Hoepner (lahir 1917). Hoepner juga memiliki seorang saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan yang lebih muda.  

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker: 10 Maret 1905.  
Fähnrich: 18 November 1905.  
Leutnant: 18 Agustus 1906 (Patent tertanggal 15 Februari 1905).  
Oberleutnant: 17 Februari 1914.  
Rittmeister: 18 Juni 1915.  
Major im Generalstab: 1927.  
Oberstleutnant: 1932.  
Generalmajor: 1937.  
Generalleutnant: 23 Januari 1938 (Patent 1 Februari 1938, kemudian Rangdienstalter disesuaikan ke 1 Agustus 1937).  
General der Kavallerie: 1 April 1939.  
Generaloberst: 19 Juli 1940.  

Karriere (Karir):  
Erich Hoepner memulai karier militernya pada 10 Maret 1905 sebagai Fahnenjunker di Königlich Preußische Armee, bergabung dengan Schleswig-Holsteinisches Dragoner-Regiment Nr. 13 di Metz. Setelah menyelesaikan Kriegsschule, ia ditugaskan sebagai Ordonnanzoffizier di Stab XVI. Armeekorps. Pada awal Perang Dunia I, ia bertugas di Front Barat sebagai komandan kompi dan perwira staf pada beberapa korps serta divisi. Ia sempat ditugaskan sementara sebagai Kompanieführer di 33. Infanteriedivision pada Mei 1916 dan kemudian menjadi Eskadronschef di Reiter-Regiment 2 di Allenstein, memimpin 3. Eskadron.  

Pada masa Reichswehr, ia diintegrasikan ke dalam 2. (Preuß.) Reiter-Regiment sebagai Chef der 2. Eskadron. Pada musim semi 1923, ia dipindahkan sebagai Generalstabsoffizier ke 1. Kavallerie-Division di Frankfurt an der Oder. Pada 1 Februari 1930, ia diangkat sebagai Kommandeur I. Bataillon di 17. (Preuß./Braunschw.) Infanterie-Regiment di Braunschweig. Tahun 1932, ia menjadi Kommandeur 4. (Preuß.) Reiter-Regiment di Potsdam. Pada 1 Februari 1933, ia menjabat sebagai Chef des Stabes 1. Division Reichswehr, kemudian pada 1 Oktober 1934 menjadi Chef des Stabes Wehrkreiskommando I di Königsberg. Sebelum ekspansi Wehrmacht, pada 15 Oktober 1935 ia ditunjuk sebagai Chef des Stabes Gruppenkommando 1 di Berlin. Pada musim gugur 1937, ia menjadi Kommandeur 1. leichte Division di Wuppertal (kemudian menjadi 6. Panzer-Division).  

Pada 24 November 1938, Hoepner mengambil alih Generalkommando XVI. Armeekorps sebagai Kommandierender General. Ia memimpin korps ini selama Polenfeldzug sebagai bagian dari 10. Armee, di mana korpsnya menempuh jarak 230 km menuju Warsawa hanya dalam waktu seminggu. Korps yang sama ia pimpin selama Westfeldzug di bawah 6. Armee, termasuk pertempuran di Liège, Dunkirk, dan Dijon. Setelah kampanye Prancis, Stab XVI. Armeekorps diubah menjadi Panzergruppe 4, dan Hoepner tetap memimpinnya. Pada 1 Januari 1942, Panzergruppe 4 berganti nama menjadi 4. Panzerarmee, yang tetap di bawah komandonya.  

Selama Operasi Barbarossa, Panzergruppe 4 di bawah Heeresgruppe Nord bertugas merebut Leningrad. Hoepner memimpin terobosan cepat melalui negara-negara Baltik, merebut jembatan di Daugavpils, dan terlibat dalam pertempuran Raseiniai serta pengepungan di sekitar Luga. Kemudian Panzergruppe 4 dipindahkan ke Heeresgruppe Mitte untuk Operasi Taifun, di mana ia membantu menyelesaikan Kessel Vyazma. Hoepner sering berselisih dengan atasannya mengenai kecepatan serangan ke Moskow. Pada Januari 1942, ia memerintahkan penarikan pasukan tanpa menunggu izin Hitler untuk menghindari kehancuran total, sehingga ia diberhentikan pada 8 Januari 1942 dan dipecat secara tidak hormat dari Wehrmacht.  

Hoepner telah terlibat dalam rencana perlawanan militer sejak 1938, termasuk rencana kudeta jika Hitler menyerbu Cekoslovakia. Pada 1943, ia bergabung dengan kelompok perlawanan militer. Pada 20 Juli 1944, ia berada di Bendlerblock di Berlin sebagai bagian dari konspirasi 20 Juli dan ditunjuk sebagai calon pengganti Generaloberst Friedrich Fromm sebagai Oberbefehlshaber im Heimatkriegsgebiet. Ia ditangkap malam itu, diadili oleh Volksgerichtshof, dan dijatuhi hukuman mati pada 8 Agustus 1944.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eiserne Kreuz 2. Klasse: 13 September 1914.  
Eiserne Kreuz 1. Klasse: 25 Juni 1916.  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 27 Oktober 1939 (sebagai General der Kavallerie dan Kommandeur XVI. Armeekorps).  

-------------------------------------------------------------------------------

Generaloberst Erich Hoepner merupakan salah satu perwira panzer paling kompeten dalam Wehrmacht pada awal Perang Dunia II. Sebagai pendukung awal mekanisasi dan perang lapis baja, ia memimpin serangan cepat yang menentukan selama Polenfeldzug dan Westfeldzug melalui XVI. Armeekorps, kemudian mengomandani Panzergruppe 4 selama Operasi Barbarossa dengan terobosan dramatis menuju Leningrad dan Vyazma. Meskipun sukses di medan perang, ia dikenal kritis terhadap perintah Hitler dan berani mengambil keputusan taktis independen, yang akhirnya menyebabkan pemecatannya pada 1942. Keterlibatannya dalam konspirasi 20 Juli 1944 sebagai bagian dari perlawanan militer terhadap rezim Nazi berujung pada eksekusinya di Berlin-Plötzensee. Hoepner meninggalkan warisan sebagai jenderal tank yang inovatif namun juga sebagai korban Sippenhaft, di mana keluarganya turut menderita penangkapan dan penyiksaan setelah kematiannya. Ia digantung menggunakan kawat dari kait daging pada 8 Agustus 1944, hanya beberapa jam setelah vonis mati diucapkan.  



Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
- https://grokipedia.com/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://en.wikipedia.org/wiki/Erich_Hoepner  
- General Erich Hoepner: A Military Biography (Die Wehrmacht im Kampf) oleh W. Chales de Beaulieu.

Generaloberst Carl Hilpert (1888-1948), Panglima Pasukan Jerman di Kurland


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Carl Georg Hilpert
Panggilan/julukan: tidak diketahui

Lahir: 12 September 1888 di Nürnberg, Kerajaan Bavaria, Kekaisaran Jerman  
Meninggal: 24 Desember 1948 di Moskau (penjara Soviet)  

Operasi militer dan pertempuran: Pertempuran Front Barat Perang Dunia I, Invasi Polandia 1939, Pertahanan Front Timur termasuk Ssinjawino-Höhen di depan Leningrad, Pertahanan Kantong Courland 1944-1945  
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada  
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada  
Gelar akademis: Tidak ada  
Agama: Tidak diketahui  
Orangtua: Ayahnya adalah August Hilpert, seorang insinyur dan pemilik perusahaan. Ibunya adalah Marie Hilpert, née Mandel. Keduanya berasal dari kalangan menengah industri di Nürnberg yang kental dengan tradisi Bavaria.  
Saudara: Tidak ada informasi yang tercatat atau tidak diketahui.  
Istri: Helene Luise Emilie Scholtes (menikah pada 11 April 1918; putri dari Direktur Philipp Scholtes, hampir 12 tahun lebih muda).  
Anak: Philipp Hilpert (lahir 25 November 1919 di Nürnberg, gugur 30 September 1943 sebagai Hauptmann di Front Timur dekat Bohehoys-Beloserka); Ludwig Hilpert (lahir 15 Agustus 1923).  
Ciri fisik: Tidak diketahui.

Beförderungen (Promosi):  
- Fahnenjunker: 17 Juli 1907  
- Fahnenjunker-Unteroffizier: Oktober 1907  
- Fähnrich: Februari 1908  
- Leutnant: 26 Mei 1909  
- Oberleutnant: 19 Mei 1915  
- Hauptmann: 18 Agustus 1916  
- Major: 1 Juni 1929  
- Oberstleutnant: 1 Oktober 1933  
- Oberst: 1 September 1935  
- Generalmajor: 1 April 1939  
- Generalleutnant: 1 Oktober 1940  
- General der Infanterie: 1 September 1942  
- Generaloberst: 1 Mei 1945  

Karriere (Karir):  
- 17 Juli 1907: Bergabung dengan Königlich Bayerisches 14. Infanterie-Regiment "Hartmann" sebagai Fahnenjunker di Nürnberg.  
- 1912: Dikirim ke kursus pionir di Ingolstadt dan kursus berkuda pada musim semi 1913.  
- Perang Dunia I: Bertugas sebagai Bataillonsadjutant di regiment di Front Barat, kemudian berpindah ke 5. Reserve-Regiment pada musim panas 1914; bertugas di Front Barat dengan Eisernes Kreuz 2. Klasse pada musim gugur 1914 dan Eisernes Kreuz 1. Klasse setelah 18 Agustus 1916; sempat dirawat di Bayerisches Feldlazarett 51 karena Darmkatarrh (16 Maret hingga 6 April 1918); menjadi Bataillonskommandeur di 3. Bayerische Infanterie-Division pada 18 Agustus 1918.  
- Setelah perang: Masuk ke Reichswehr-Infanterie-Regiment 47, kemudian menjadi Kompaniechef di 21. (Bayer.) Infanterie-Regiment dalam formasi Heer 100.000 orang.  
- 30 Agustus 1922: Dipindahkan ke Reichswehrministerium di Berlin sambil mempertahankan seragam; kemudian ke 1. (Preuß.) Artillerie-Regiment dan kembali ke RWM pada 1 Oktober 1923.  
- 1 Februari 1925: Masuk ke Generalstab der 5. Division di Stuttgart; melatih calon Führergehilfen.  
- 1 Oktober 1929: Masuk ke Stab Infanterieführer VII di München.  
- 1 Oktober 1933: Masuk ke Stab Divisi di Nürnberg sebagai Infanterieführer VII.  
- 1 Februari 1935: Menjadi Kommandeur Infanterie-Regiment Tübingen (kemudian Infanterie-Regiment 35 di Tübingen).  
- Musim gugur 1937: Menjadi Chef des Generalstabes IX. Armeekorps di Kassel.  
- Awal Perang Dunia II: Bertugas di Front Barat sebagai Chef des Stabes Armee-Abteilung A (September 1939), kemudian Grenzabschnitts-Kommando Süd di Krakau (25 Oktober 1939 hingga pertengahan Februari 1940), lalu Chef des Generalstabes 1. Armee di Barat (pertengahan Februari 1940).  
- 26 Oktober 1940: Chef des Stabes Heeresgruppe D.  
- Musim panas 1942: Memimpin sementara LIX. Armeekorps di Front Timur.  
- 25 Juli 1942: Memimpin XXIII. Armeekorps.  
- Januari 1943: Menjadi Kommandierender General LIV. Armeekorps; memimpin Korpsgruppe Hilpert dalam pertempuran defensif di Ssinjawino-Höhen dekat Leningrad.  
- 1 Agustus 1943: Dipindahkan ke Führerreserve OKH setelah penyerahan komando.  
- 31 Oktober 1943: Kommandierender General XXVI. Armeekorps.  
- 1 Januari 1944: Kommandierender General I. Armeekorps (singkat, kemudian kembali pada 1 April 1944).  
- September 1944: Memimpin sementara 16. Armee.  
- Januari 1945: Memimpin sementara Heeresgruppe Kurland selama beberapa hari.  
- 30 Januari 1945: Oberbefehlshaber 16. Armee.  
- Maret 1945: Oberbefehlshaber Heeresgruppe Kurland.  
- 8 Mei 1945: Menyerahkan pasukan kepada pasukan Soviet di Kantong Courland; ditawan bersama staf dan tiga divisi XXXVIII. Armeekorps.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
- Eisernes Kreuz (1914) 2. Klasse (7 Oktober 1914)  
- Eisernes Kreuz (1914) 1. Klasse (18 Oktober 1916)  
- Spange zum Eisernen Kreuz (1939) 2. Klasse (20 April 1940)  
- Spange zum Eisernen Kreuz (1939) 1. Klasse (16 Juni 1940)  
- Bayerischer Militär-Verdienstorden 4. Klasse mit Schwertern  
- Deutsches Kreuz in Gold (19 Februari 1943 sebagai General der Infanterie dan Kommandierender General XXIII. Armeekorps)  
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (22 Agustus 1943 sebagai General der Infanterie dan Kommandeur LIV. Armeekorps)  
- Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (8 Agustus 1944 sebagai General der Infanterie dan Kommandeur I. Armeekorps)  

-------------------------------------------------------------------------------

Carl Georg Hilpert (1888-1948) adalah seorang perwira Heer yang mencapai pangkat Generaloberst selama Perang Dunia II dan menjabat sebagai panglima terakhir Heeresgruppe Kurland. Ia lahir di Nürnberg dari keluarga insinyur kelas menengah Bavaria dan memulai karier militernya pada 1907 sebagai Fahnenjunker di Königlich Bayerisches 14. Infanterie-Regiment "Hartmann". Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat sebagai adjutan dan komandan batalion, mendapatkan Eisernes Kreuz kedua kelas dan pertama kelas. Setelah perang ia bertahan di Reichswehr dengan berbagai tugas staf dan komando regiment, naik pangkat secara bertahap hingga menjadi Oberst pada 1935 sebagai Kommandeur Infanterie-Regiment 35 di Tübingen. Pada awal Perang Dunia II ia menjabat sebagai Chef des Generalstabes di beberapa formasi Barat, kemudian naik ke posisi korps di Front Timur. Sebagai Kommandierender General LIV. Armeekorps ia memimpin pertahanan heroik di Ssinjawino-Höhen dan mendapatkan Deutsches Kreuz in Gold serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Kemudian ia memimpin I. Armeekorps dan berhasil menarik pasukan dari ancaman pengepungan di dekat Polotsk, sehingga mendapatkan Eichenlaub. Pada tahap akhir perang ia memimpin 16. Armee dan akhirnya Heeresgruppe Kurland yang terisolasi di Kantong Courland, membela lebih dari 200.000 prajurit Jerman melawan serangan berulang Tentara Merah hingga akhir perang. Pada 8 Mei 1945 ia menyerah sesuai perintah Großadmiral Karl Dönitz dan ditawan oleh Soviet. Hilpert meninggal di penjara Soviet di Moskau pada 24 Desember 1948 setelah diadili atas tuduhan kejahatan perang. Kariernya mencerminkan perwira profesional Wehrmacht yang setia pada tugas tanpa terlibat politik NSDAP atau SS, meski tetap bertempur hingga akhir di salah satu kantong paling sengit di Front Timur.

Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
- https://grokipedia.com/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HilpertC-R.htm  
- https://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/HILPERT_CARL.html  
- https://grokipedia.com/page/Carl_Hilpert

Generaloberst Walter Heitz (1878-1944), Komandan VIII. Armeekorps yang Ditawan di Stalingrad


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Walter Bruno Karl Alfred Heitz
Panggilan/julukan: -

Tanggal lahir: 8 Desember 1878 - Berlin (Kekaisaran Jerman)
Tanggal meninggal: 9 Februari 1944 - Moskow (Uni Soviet)

Orangtua: Ayah Alfred Bruno Theodor Heitz (Major z.D. dan Bezirks-Kommandeur), Ibu Anna Helene Ida Schulz
Saudara: Bruno Carl Gustav Heitz (lahir 9 Desember 1880 di Danzig, tewas sebagai Hauptmann pada 9 November 1915 di Perang Dunia I)
Istri: Gisela Friederike Caroline von Below (menikah secara standesamtlich pada 6 Oktober 1903 dan secara kirchlich pada 7 Oktober 1903 di Spandau)
Anak: Ingeborg Gisela Margarete Anna Heitz (lahir 14 Agustus 1904 di Danzig), Hans-Georg Walter Alfred Ulrich Heitz (lahir 26 Maret 1906, meninggal 27 Agustus 1906 karena penyakit anak-anak)

Beförderungen (Promosi):
Fahnenjunker: 7 Maret 1898
Portepeefähnrich: 25 November 1898
Fähnrich: 1 Januari 1899
Leutnant: 18 Agustus 1899
Oberleutnant: 17 September 1909
Hauptmann: 10 September 1913 (Wirkung vom 1. Oktober 1913)
Major: 1 April 1922
Oberstleutnant: 1 Februari 1927 (Rangdienstalter 1 Februari 1927)
Oberst: 1 Februari 1930
Generalmajor: 1 Februari 1933
Generalleutnant: 1 Oktober 1934
General der Artillerie: 1 April 1937
Generaloberst: 30 Januari 1943

Karriere (Karir):
1898: Bergabung dengan 2. Westpreußisches Feldartillerie-Regiment Nr. 36 sebagai Fahnenjunker, kemudian ikut dalam pembentukan Feldartillerie-Regiment Nr. 72 "Hochmeister" pada akhir Maret 1899.
1901-1902: Bertugas sebagai Batterieoffizier di 1. Batterie di Preußisch-Stargard.
1902: Dikirim ke Vereinigte Artillerie- und Ingenieur-Schule.
1903: Menjadi Adjutant dan Gerichtsoffizier II. Abteilung di Danzig.
1909: Dipromosikan menjadi Oberleutnant sebagai Adjutant.
1913: Dipromosikan menjadi Hauptmann dan bertugas di 5. Batterie.
1914-1918: Selama Perang Dunia I bertugas sebagai Batteriechef dan Abteilungsführer di Feldartillerie-Regiment Nr. 72 "Hochmeister", terlibat di Front Timur dan Front Barat, dianugerahi kedua Eisernes Kreuz.
1919: Masuk ke vorläufiges Reichsheer, menjadi Lehrer di Feldartillerie-Schießschule Jüterbog.
1922: Dipindahkan ke Inspektion der Artillerie di Reichswehrministerium.
1927: Menjadi Kommandeur I. Abteilung 4. Artillerie-Regiment di Halberstadt.
1929: Bertugas di Kommandantur Truppenübungsplatz Jüterbog sebagai Kommandeur Artillerie-Schießschule.
1930: Dipindahkan ke Regimentsstab 1. Artillerie-Regiment di Königsberg.
1931: Menjadi Kommandant der Festung Königsberg.
1933: Dipromosikan menjadi Generalmajor sambil tetap sebagai Kommandant Königsberg.
1934: Dipromosikan menjadi Generalleutnant.
1936: Ditunjuk sebagai Präsident des Reichskriegsgerichts di Berlin.
1937: Dipromosikan menjadi General der Artillerie.
1939: Menjadi Militärbefehlshaber di Gebiet Freie Stadt Danzig, kemudian meminta tugas di garis depan meski sudah berusia 60 tahun.
25 Oktober 1939: Ditunjuk sebagai Kommandierender General VIII. Armeekorps, memimpin korps selama invasi Polandia, pertempuran di Prancis, Operasi Barbarossa, dan Pertempuran Stalingrad sebagai bagian dari 6. Armee.
1941-1942: Sementara memimpin 9. Armee dan 15. Armee selama periode singkat.
Januari 1943: Memimpin pocket tengah di Stalingrad setelah pocket dibagi, menolak menyerah meski situasi putus asa, hingga menyerah pada 31 Januari 1943.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
Eisernes Kreuz 1914, 2. Klasse
Eisernes Kreuz 1914, 1. Klasse
Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz
Hanseatisches Kreuz (Hamburg)
Ritterkreuz des Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914/1918
Wehrmacht-Dienstauszeichnung 4. Klasse dengan Spange 1. Klasse
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse (10 Oktober 1939)
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse (19 Mei 1940)
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (4 September 1940)
Deutsches Kreuz in Gold (22 April 1942)
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (21 Desember 1942)

-------------------------------------------------------------------------------

Walter Heitz lahir dalam keluarga militer di Berlin pada 8 Desember 1878 sebagai anak tertua dari Major z.D. Alfred Bruno Theodor Heitz dan Anna Helene Ida Schulz. Ia menikah dengan Gisela Friederike Caroline von Below pada Oktober 1903 dan memiliki seorang putri bernama Ingeborg serta seorang putra yang meninggal saat bayi. Karir militernya dimulai pada 1898 ketika ia bergabung dengan artileri Prusia dan naik pangkat secara bertahap melalui berbagai tugas di unit artileri selama masa damai dan Perang Dunia I.

Selama Perang Dunia I, Heitz bertugas sebagai Batteriechef dan Abteilungsführer di Feldartillerie-Regiment Nr. 72 "Hochmeister", berjuang di Front Timur dan kemudian Front Barat, serta mendapat kedua Eisernes Kreuz. Setelah perang, ia melanjutkan dinas di Reichswehr dengan menjadi instruktur di sekolah artileri Jüterbog dan staf Kementerian Pertahanan. Pada masa Reichswehr, ia memimpin berbagai unit artileri dan menjadi Kommandant der Festung Königsberg sebelum naik menjadi General der Artillerie pada 1937.

Pada 1936, Heitz diangkat sebagai Präsident des Reichskriegsgerichts di Berlin, jabatan yang dipegangnya hingga pecahnya Perang Dunia II. Meskipun sudah mendekati usia pensiun, ia meminta tugas tempur dan ditunjuk sebagai Militärbefehlshaber di Danzig pada September 1939. Tak lama kemudian pada 25 Oktober 1939, ia menjadi Kommandierender General VIII. Armeekorps dan memimpin korps tersebut melalui invasi Polandia, pertempuran di Prancis (di mana ia memimpin penyeberangan Sungai Oise secara langsung di bawah tembakan musuh), Operasi Barbarossa di Front Timur, serta serangan menuju Stalingrad pada 1942.

Di Pertempuran Stalingrad, VIII. Armeekorps di bawah Heitz menjadi bagian dari 6. Armee dan terjebak dalam pocket setelah Operasi Uranus pada November 1942. Ketika pocket terpecah, Heitz memimpin pocket tengah dan dikenal karena sikap kerasnya: ia mengeluarkan perintah untuk menembak setiap prajurit yang mencoba menyerah, mengibarkan bendera putih, atau tidak menyerahkan pasokan, serta menyebut dirinya dengan slogan "Kami bertempur sampai peluru terakhir!" Ia bahkan mengambil alih komando beberapa divisi setelah Walther von Seydlitz-Kurzbach dicopot. Pada 31 Januari 1943, Heitz akhirnya menyerah sebagai salah satu perwira Jerman tertinggi yang ditawan (setelah Friedrich Paulus) dan menjadi Generaloberst tepat sebelum penyerahan.

Sebagai tawanan perang Soviet, Heitz menolak bekerja sama dengan Komite Nasional Jerman Bebas meskipun mengalami tekanan, pemukulan, dan ancaman terhadap keluarganya. Ia meninggal pada 9 Februari 1944 di Moskau karena operasi kanker usus besar di rumah sakit Soviet, dan dimakamkan di pemakaman perang Jerman di Krassnogorsk. Heitz dikenal sebagai perwira karir yang tegas dan pendukung kuat Nazi, dengan karir yang membentang dari artileri Kekaisaran hingga puncak Wehrmacht di medan pertempuran paling brutal Perang Dunia II.



Sumber:
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HeitzW-R.htm
https://grokipedia.com/
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html
https://forum.axishistory.com/
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/
https://www.bundesarchiv.de/en/
https://www.geni.com/
https://books.google.com/
http://de.metapedia.org/
https://www.ww2.dk/lwoffz.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Walter_Heitz
https://www.tracesofwar.com/persons/6264/Heitz-Walter.htm
https://generals.dk/general/Heitz/Walter/Germany.html

Generaloberst Gotthard Heinrici (1886-1971), Salah Satu Pakar Pertahanan Terbaik Wehrmacht


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Feodor August Gotthard Heinrici
Nama panggilan/julukan: Dijuluki "Unser Giftzwerg" (Cebol Beracun Kita) karena postur kecil dan sikap keras kepala dalam mempertahankan posisi

Lahir: 25 Desember 1886 di Gumbinnen, Kreis Gumbinnen, Provinsi Prusia Timur, Kekaisaran Jerman Meninggal: 13 Desember 1971 di Waiblingen, Württemberg, Republik Federal Jerman Agama: Lutheran (Protestan yang taat) Orang tua: Ayah seorang pendeta Gereja Evangelis Jerman Saudara: Paman Georg Heinrici (teolog terkenal) Istri: Gertrude Strupp (1897-1981, menikah tahun 1920) Anak: Hartmut Heinrici dan Gisela Heinrici Ciri khas: tidak diketahui

Beförderungen (Promosi): Fahnenjunker: 8 Maret 1905 Fahnenjunker-Unteroffizier: 19 Juli 1905 Fähnrich: 19 Desember 1905 Leutnant: 18 Agustus 1906 (Patent dari 15 Februari 1905) Oberleutnant: 17 Februari 1914 Hauptmann: 18 Juni 1915 Major: 1 Februari 1926 Oberstleutnant: 1 Agustus 1930 Oberst: 1 Maret 1933 Generalmajor: 18 Januari 1936 (RDA 1 Januari 1936) Generalleutnant: 28 Februari 1938 (RDA 1 Maret 1938) General der Infanterie: 17 Mei 1940 (RDA 1 Juni 1940) Generaloberst: 21 Januari 1943 (RDA 1 Januari 1943)

Karriere (Karir): Gotthard Heinrici berasal dari keluarga teolog Lutheran di Prusia Timur yang memiliki tradisi militer panjang. Ia memasuki Königlich Preußische Armee pada 8 Maret 1905 sebagai Fahnenjunker di resimen infanteri dan menyelesaikan pendidikan perang pada 1906. Selama Perang Dunia I ia bertugas di Front Barat pada invasi Belgia kemudian dipindah ke Front Timur di Pertempuran Danau Masuria Pertama dan Pertempuran Łódź. Ia kemudian ikut serta dalam Pertempuran Verdun pada 1916 sebelum menjabat sebagai perwira staf di XXIV. Reserve-Korps dan 115. Infanterie-Division. Pada 1917 ia masuk Großes Generalstab dan mengikuti kursus perwira staf umum. Pada Februari 1918 ia menjadi perwira operasi di divisi infanteri.

Setelah perang ia tetap bertugas di Reichswehr dan naik pangkat secara bertahap hingga menjadi komandan 16. Infanterie-Division pada 12 Oktober 1937 hingga 31 Januari 1940. Pada awal Perang Dunia II ia memimpin XII. Armeekorps di bawah 1. Armee dalam Heeresgruppe C selama Fall Gelb. Pasukannya berhasil menerobos Maginot Line di selatan Saarbrücken pada 14 Juni 1940.

Pada Operasi Barbarossa ia memimpin XXXXIII. Armeekorps di bawah 4. Armee dan 2. Panzerarmee Heinz Guderian. Korpsnya berperan penting dalam Pertempuran Białystok-Minsk, Pertempuran Kiev, dan Pertempuran Moskwa. Pada Januari 1942 ia mengambil alih komando 4. Armee di depan Moskwa dan mengembangkan taktik pertahanan yang sangat efektif dengan penarikan pasukan secara terencana diikuti serangan balik. Ia menolak perintah Hitler untuk menghancurkan kota Smolensk dengan api sebelum mundur sehingga sempat diberhentikan sementara. Antara 1942 hingga 1944 ia memimpin 4. Armee dalam berbagai pertempuran Orsha dan berhasil menghentikan serangan Front Barat Soviet di bawah Vasiliy Sokolovsky dengan menimbulkan kerugian besar bagi Tentara Merah.

Pada Juni 1944 ia diberhentikan dari komando 4. Armee yang kemudian hampir hancur total dalam Operasi Bagration. Setelah delapan bulan pensiun paksa ia dikirim ke Hungaria pada musim panas 1944 untuk memimpin 1. Panzerarmee termasuk Angkatan Darat Hongaria Pertama. Ia berhasil mempertahankan pasukan utuh selama mundur ke Slovakia dan mencegah pasukan Soviet bergabung dengan pemberontak Slovakia di Pertempuran Dukla Pass. Pada 20 Maret 1945 Hitler menggantikan Reichsführer-SS Heinrich Himmler dengan Heinrici sebagai Oberbefehlshaber Heeresgruppe Weichsel. Ia menyusun tiga garis pertahanan di Dataran Tinggi Seelow dan memimpin Pertempuran Oder-Neisse serta Pertempuran Berlin. Ia menolak perintah Hitler untuk mempertahankan Berlin mati-matian dan memerintahkan penarikan pasukan ke barat sehingga disingkirkan pada 28 April 1945 oleh Wilhelm Keitel. Ia kemudian menyerah kepada pasukan Inggris di Plön pada 28 Mei 1945.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan): Eisernes Kreuz 2. Klasse: 27 September 1914 Eisernes Kreuz 1. Klasse: 24 Juli 1915 Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern: 9 Agustus 1918 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 18 September 1941 sebagai General der Infanterie dan Kommandierender General XXXXIII. Armeekorps Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 24 November 1943 sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 4. Armee Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 3 Maret 1945 sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee

--------------------------------------------------------------------------------------

Gotthard Heinrici dianggap sebagai ahli pertahanan terbaik Wehrmacht sepanjang Perang Dunia II. Ia tidak pernah bergabung dengan NSDAP dan sering bertentangan dengan Hitler serta Hermann Göring karena sikapnya yang realistis dan kemanusiaan relatif dalam perang. Istri dan anak-anaknya sempat terancam status Mischlinge karena keturunan Yahudi pada pihak istri namun mendapatkan Deutscher Blutausweis langsung dari Hitler. Ia mencatat pengalaman perangnya dalam surat dan buku harian yang kemudian diterbitkan dan menjadi sumber penting studi Front Timur. Setelah perang ia hidup tenang hingga meninggal dunia pada usia 84 tahun.

Generaloberst Gotthard Heinrici adalah salah satu jenderal paling dihormati dalam Heer selama Perang Dunia II, dikenal sebagai ahli pertahanan terbaik di Wehrmacht. Ia berhasil mempertahankan garis depan melawan serangan superior Soviet di Front Timur dengan taktik elastis, penghematan sumber daya, dan penggunaan terrain secara cerdas, sering kali menunda kemajuan musuh meskipun dalam kondisi kekurangan pasokan dan personel.

Gotthard Heinrici lahir dengan nama lengkap Feodor August Gotthard Heinrici pada 25 Desember 1886 di Gumbinnen, Ostpreußen (sekarang Gusev, Oblast Kaliningrad, Rusia). Ia berasal dari keluarga militer kuno yang telah menghasilkan prajurit sejak abad ke-12. Ayahnya adalah seorang pendeta Protestan. Heinrici menikah dengan Gertrude Strupp pada tahun 1920, dan pernikahan ini memiliki implikasi pribadi selama era Nazi karena latar belakang istrinya yang setengah Yahudi menurut doktrin rasial waktu itu, meskipun Heinrici sendiri tidak bergabung dengan NSDAP.

Karier militernya dimulai pada 8 Maret 1905 ketika ia bergabung sebagai Fahnenjunker di Königlich Preußische Armee, masuk ke Infanterie-Regiment Nr. 95. Selama Perang Dunia I, ia bertugas di Front Barat dan Timur, termasuk dalam Pertempuran Tannenberg dan Pertempuran Verdun. Ia terluka akibat gas beracun yang memengaruhi kesehatannya jangka panjang, dan menerima Eisernes Kreuz II. Klasse serta I. Klasse, Wound Badge, serta beberapa dekorasi kerajaan seperti Saxe-Ernestine House Order dan Carl Eduard War Cross.

Setelah perang, Heinrici tetap berada di Reichswehr dan kemudian Wehrmacht. Ia naik pangkat secara bertahap: pada 1936 menjadi Generalmajor. Pada Perang Dunia II, ia memimpin 16. Infanterie-Division di awal kampanye. Selama Fall Gelb dan Fall Rot pada 1940, sebagai Kommandierender General XII. Armeekorps, ia berhasil menerobos Maginot-Linie pada 14 Juni 1940.

Pada Operasi Barbarossa tahun 1941, Heinrici bertugas di bawah Heinz Guderian di 2. Panzerarmee sebagai Kommandierender General XXXXIII. Armeekorps. Ia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada 18 September 1941 sebagai General der Infanterie atas kepemimpinannya di korps tersebut. Pada Januari 1942, ia dipromosikan menjadi Generaloberst (efektif 1 Januari 1943) dan mengambil alih komando 4. Armee di Front Tengah dekat Moskwa. Di sini ia mengembangkan taktik pertahanan elastis: mundur secara terkendali lalu serangan balik, yang berhasil menstabilkan garis depan melawan serangan Soviet musim dingin 1941-1942 dan operasi selanjutnya hingga 1944. Pada 24 November 1943, ia menerima Eichenlaub zum Ritterkreuz (nomor 333) sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 4. Armee.

Pada awal 1945, Heinrici sempat memimpin 1. Panzerarmee sebelum ditunjuk menggantikan Heinrich Himmler sebagai Oberbefehlshaber Heeresgruppe Weichsel pada 20 Maret 1945. Ia memimpin pertahanan di Seelower Höhen selama Schlacht an der Oder dan um Berlin, menimbulkan korban berat pada Tentara Merah meskipun pasukannya kalah jumlah dan peralatan. Ia menerima Schwerter zum Ritterkreuz mit Eichenlaub (nomor 136) pada 3 Maret 1945 atas kepemimpinannya di 1. Panzerarmee. Heinrici dibebaskan dari jabatannya akhir April 1945 karena menolak perintah scorched earth Hitler dan berusaha menyelamatkan pasukannya serta warga sipil. Ia menyerah kepada pasukan Barat pada Mei 1945 dan ditahan sebagai POW hingga akhir perang.

Setelah perang, Heinrici hidup secara pribadi di Jerman Barat hingga meninggal dunia pada 13 Desember 1971 di Waiblingen atau Endersbach (Weinstadt), Baden-Württemberg, pada usia 84 tahun. Ia dimakamkan di Friedhof Bergäcker. Heinrici dikenang sebagai jenderal profesional yang tenang, cerdas, dan teguh, yang menghindari keterlibatan politik Nazi secara mendalam dan fokus pada tugas militer defensif.



Sumber:
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HeinriciG.htm (sumber utama untuk kronologi karier dan detail Wehrmacht)
https://en.wikipedia.org/wiki/Gotthard_Heinrici (ringkasan biografi dan penghargaan)
https://grokipedia.com/page/Gotthard_Heinrici (detail tambahan tentang reputasi defensif)
https://www.tracesofwar.com/persons/34589/Heinrici-Gotthard.htm (detail penghargaan spesifik)
https://en.metapedia.org/wiki/Gotthard_Heinrici (daftar dekorasi dan hubungan keluarga)
https://forum.axishistory.com/ (diskusi forum tentang karier dan detail pribadi)
Buku: "A German General on the Eastern Front: The Letters and Diaries of Gotthard Heinrici 1941-1942" (editor Johannes Hürter, via Google Books dan referensi terkait)
https://rk.balsi.de/ (referensi Ritterkreuzträger)
https://www.specialcamp11.co.uk/Generaloberst_Gotthard_Heinrici.htm (data POW dan dekorasi)

Generaloberst Josef Harpe (1887-1968), Panglima Heeresgruppe A


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Josef Harpe
Panggilan/julukan: Tidak diketahui

Lahir: 21 September 1887 di Buer, distrik Recklinghausen, Provinsi Westphalia, Prusia (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 14 Maret 1968 di Nuremberg, Bavaria (Jerman Barat)

Operasi militer dan pertempuran: Invasi ke Polandia (1939), Operasi Barbarossa (1941), Pertempuran Minsk dan Smolensk, Pertempuran Tichwin, Operasi Blau, Pertempuran di Front Timur, Operasi Bagration (1944), Pertahanan di Polandia dan Ruhr Pocket (1945)

Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Agama: Tidak diketahui
Orangtua: Informasi terbatas berdasarkan catatan militer. Ayah dan ibu tidak tercatat secara rinci dalam sumber biografi utama; Harpe berasal dari keluarga biasa di wilayah Westphalia tanpa latar belakang aristokrat atau militer yang menonjol.
Saudara: Tidak ada catatan saudara kandung yang disebutkan dalam sumber biografi utama.
Istri: Tidak diketahui
Anak: Tidak ada catatan anak (putra atau putri) yang disebutkan secara eksplisit dalam sumber biografi yang kredibel.
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
Fahnenjunker: 28 September 1909
Fahnenjunker-Unteroffizier: 01 Maret 1910
Fähnrich: 17 Mei 1910
Leutnant: 20 Maret 1911
Oberleutnant: 18 April 1915
Hauptmann: 18 April 1918
Major: 01 April 1931
Oberstleutnant: 01 Agustus 1934
Oberst: 01 Januari 1937
Generalmajor: 30 Agustus 1940
Generalleutnant: 15 Januari 1942
General der Panzertruppe: 01 Juni 1942
Generaloberst: 20 Mei 1944

Karriere (Karir):
1909: Bergabung dengan Königlich Preußisches Heer sebagai Fahnenjunker di Infanterie-Regiment „Vogel von Falckenstein“ (7. Westfälisches) Nr. 56 di Wesel.
1911-1918: Selama Perang Dunia I bertugas di Front Barat bersama Infanterie-Regiment „Vogel von Falckenstein“ (7. Westfälisches) Nr. 56 sebagai bagian dari 7. Infanterie-Division; menjabat sebagai Adjutant, Führer Kompanie, Regimentsadjutant, dan sempat ditugaskan di berbagai staf termasuk Generalkommando XXXVIII. Reserve-Korps serta 2. Marine-Division; mengalami luka-luka.
1919-1933: Tetap bertugas di Reichswehr dengan berbagai posisi staf di Reichswehr-Brigade 3, Generalkommando VII. Armeekorps, Reichswehrministerium, serta terlibat dalam pengembangan pasukan motorisasi; sempat ditugaskan rahasia ke proyek pelatihan kendaraan tempur di Uni Soviet (Kama).
1934-1935: Kommandeur I. Bataillon Motor-Transport-Instruction-Command Zossen; kemudian Kommandeur Reiter-Regiment 12 yang menjadi basis Panzer-Regiment 3.
1935-1939: Kommandeur Panzer-Regiment 3; kemudian Kommandeur Panzer-Brigade 1.
1939: Memimpin 1. Panzer-Brigade selama invasi Polandia.
1940: Kommandeur Panzertruppenschule Wünsdorf; kemudian Kommandeur 2. Infanterie-Division (mot.).
1941-1942: Kommandeur 12. Panzer-Division selama Operasi Barbarossa di Front Timur (terlibat pengepungan Minsk, Smolensk, dan pertempuran Tichwin).
1942-1943: Kommandierender General XXXXI. Panzer-Korps; dua kali ditugaskan sementara sebagai Führer 9. Armee (Maret dan Mei-Juni 1943); terlibat dalam Operasi Blau dan aksi defensif di sekitar Kalinin serta rawa-rawa Pripet.
1943-1944: Oberbefehlshaber 9. Armee (menggantikan Generalfeldmarschall Walter Model); kemudian Kommandeur 4. Panzer-Armee dan Führer Heeresgruppe Nordukraine.
1944: Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nordukraine (kemudian berganti nama menjadi Heeresgruppe A); memimpin mundur pasukan selama Operasi Bagration dan pertempuran di Polandia.
1945: Ditugaskan memimpin 5. Panzer-Armee di Front Barat hingga ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat di Ruhr Pocket pada 17 April 1945; ditahan sebagai tawanan perang hingga dibebaskan pada 14 April 1948.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
Eisernes Kreuz 1914, 2. Klasse (21 September 1914)
Eisernes Kreuz 1914, 1. Klasse (3 September 1915)
Verwundetenabzeichen in Schwarz (20 Mei 1918)
Ehrenkreuz für Frontkämpfer (1934)
Dienstauszeichnung der Wehrmacht 4. Klasse (2 Oktober 1936)
Spange zum Eisernen Kreuz 1939, 2. Klasse (1940)
Spange zum Eisernen Kreuz 1939, 1. Klasse (1940)
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (13 Agustus 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 12. Panzer-Division)
Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (31 Desember 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 12. Panzer-Division)
Deutsches Kreuz in Gold (19 Februari 1943 sebagai General der Panzertruppe dan Kommandierender General XXXXI. Panzer-Korps)
Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (15 September 1943 sebagai General der Panzertruppe dan Kommandierender General XXXXI. Panzer-Korps)
Panzerkampfabzeichen in Silber

------------------------------------------------------------------------------------

Josef Harpe lahir pada 21 September 1887 di Buer, distrik Recklinghausen, Provinsi Westphalia, Prusia. Ia meninggal dunia pada 14 Maret 1968 di Nuremberg, Bavaria, pada usia 80 tahun. Harpe merupakan seorang perwira karier Angkatan Darat Jerman yang memulai dinasnya di Königlich Preußisches Heer pada tahun 1909 dan terus aktif hingga akhir Perang Dunia II sebagai Generaloberst.

Harpe masuk dinas militer pada 28 September 1909 sebagai Fahnenjunker di Infanterie-Regiment „Vogel von Falckenstein“ (7. Westfälisches) Nr. 56 yang berbasis di Wesel. Ia menjalani pelatihan dasar infanteri dan naik pangkat menjadi Leutnant pada 20 Maret 1911. Pada awal Perang Dunia I, Harpe dikerahkan ke Front Barat bersama resimennya sebagai bagian dari 7. Infanterie-Division dalam IV. Armeekorps di bawah 4. Armee. Ia ikut serta dalam serangan Schlieffen Plan melalui Belgia, pertempuran di Marne, dan kemudian perang parit yang panjang. Selama bertugas di Front Barat, Harpe mengalami luka-luka dan dianugerahi Eisernes Kreuz 2. Klasse pada 21 September 1914 serta Eisernes Kreuz 1. Klasse pada 3 September 1915. Ia juga menerima Verwundetenabzeichen in Schwarz pada 20 Mei 1918. Pada akhir perang, Harpe telah mencapai pangkat Hauptmann pada 18 April 1918 dan sempat memimpin kompi serta bertugas sebagai Regimentsadjutant.

Setelah gencatan senjata tahun 1918, Harpe tetap bertahan di Reichswehr. Ia menjalani berbagai tugas staf dan komando, termasuk sebagai Generalstabsoffizier di Generalkommando VII. Armeekorps serta posisi di Reichswehr-Brigade 3. Antara tahun 1921 hingga 1928, Harpe terlibat dalam pengembangan pasukan motorisasi dan sempat ditugaskan ke berbagai batalyon motor transport. Pada periode 1931 hingga 1933, ia secara rahasia terlibat dalam pelatihan kendaraan tempur di Uni Soviet (proyek Kama) dengan nama samaran sebagai Station-Director di German Combat Vehicle School Hasan. Harpe diaktifkan kembali pada 1 November 1933 dan memimpin I. Bataillon Motor-Transport-Instruction-Command Zossen, kemudian Kommandeur Reiter-Regiment 12 di Dresden yang kemudian menjadi basis Panzer-Regiment 3. Ia memimpin Panzer-Regiment 3 dari 15 Oktober 1935 hingga 1 Agustus 1939 dan naik pangkat menjadi Oberst pada 1 Januari 1937.

Pada awal Perang Dunia II, Harpe memimpin 1. Panzer-Brigade selama invasi Polandia pada September 1939. Ia kemudian menjadi Kommandeur Panzertruppenschule Wünsdorf dari 1 Maret 1940 hingga 5 Oktober 1940. Setelah itu, Harpe ditugaskan memimpin 2. Infanterie-Division (motorised) yang kemudian direorganisasi menjadi 12. Panzer-Division. Pada 10 Januari 1941, ia resmi menjadi Kommandeur 12. Panzer-Division dan memimpin divisi tersebut selama Operasi Barbarossa di Front Timur. Divisi di bawah komandonya terlibat dalam pertempuran pengepungan Minsk dan Smolensk serta serangan menuju Leningrad. Atas kepemimpinannya dalam pertempuran defensif di sekitar Wop, Harpe dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada 13 Agustus 1941 sebagai Generalmajor.

Pada 15 Januari 1942, Harpe naik pangkat menjadi Generalleutnant dan diangkat sebagai Kommandierender General XXXXI. Panzer-Corps. Ia memimpin korps ini selama Operasi Blau dan berbagai aksi defensif di sekitar Kalinin serta rawa-rawa Pripet. Pada 15 September 1943, sebagai General der Panzertruppe, Harpe menerima Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (nomor 36) atas keberhasilan komandonya di XXXXI. Panzer-Corps. Sementara itu, ia sempat dua kali ditugaskan sementara memimpin 9. Armee pada Maret dan Mei-Juni 1943.

Pada 4 November 1943, Harpe diangkat menjadi Oberbefehlshaber 9. Armee menggantikan Generalfeldmarschall Walter Model. Pangkatnya dinaikkan menjadi Generaloberst pada 20 Mei 1944. Di bawah komandonya, 9. Armee menghadapi Operasi Bagration Soviet pada Juni 1944 yang menyebabkan kerugian besar. Harpe kemudian memimpin 4. Panzer-Armee dari 1 Mei 1944 hingga 28 Juni 1944. Setelah itu, ia ditugaskan memimpin sementara Heeresgruppe Nordukraine dari 28 Juni 1944 hingga 16 Agustus 1944, kemudian secara penuh sebagai Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nordukraine pada 21 September 1944 hingga 24 September 1944. Heeresgruppe ini kemudian berganti nama menjadi Heeresgruppe A, dan Harpe memimpinnya dari 24 September 1944 hingga 17 Januari 1945.

Pada periode komandonya di 9. Armee pada Maret 1944, Harpe mengeluarkan perintah pemindahan paksa penduduk sipil yang mampu bekerja di wilayah Belarus untuk memberi ruang bagi pasukan Jerman dan mengurangi beban logistik. Perintah tersebut juga mencakup deportasi keluarga yang tidak mampu bekerja, termasuk pasien penyakit epidemik seperti tifus, lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan dengan lebih dari dua anak di bawah usia sepuluh tahun. Tiga kamp darurat didirikan di rawa-rawa dekat desa Ozarichi selatan Bobruisk, yang kemudian dikenal sebagai Destruction Camp Ozarichi. Diperkirakan lebih dari 9.000 warga sipil meninggal di kamp-kamp tersebut antara 12 hingga 19 Maret 1944 akibat kondisi tanpa tempat berlindung dan makanan yang memadai.

Pada 17 Januari 1945, Harpe dibebastugaskan dari komando Heeresgruppe A oleh Hitler dan ditempatkan dalam Führer-Reserve OKH. Pada 9 Maret 1945, ia ditugaskan memimpin 5. Panzer-Armee di Front Barat. Harpe memimpin pasukan ini hingga ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat di Ruhr Pocket pada 17 April 1945. Ia ditahan sebagai tawanan perang hingga dibebaskan pada 14 April 1948. Setelah perang, Harpe tidak pernah diadili atas perannya dalam berbagai aksi selama konflik.

Sepanjang kariernya, Harpe juga menerima berbagai penghargaan lain seperti Ehrenkreuz für Frontkämpfer pada 1934, Dienstauszeichnung der Wehrmacht 4. Klasse pada 2 Oktober 1936, serta Clasp to the Iron Cross (1939) untuk kedua kelas Eisernes Kreuz dari Perang Dunia I. Ia dikenal sebagai komandan yang kompeten dalam taktik lapis baja dan defensif, meskipun banyak komandonya berakhir di tengah kemunduran besar Wehrmacht di Front Timur.



Sumber:
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/
https://grokipedia.com/
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html
https://forum.axishistory.com/
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/
https://www.bundesarchiv.de/en/
https://www.geni.com/
https://books.google.com/
http://de.metapedia.org/
https://www.ww2.dk/lwoffz.html
https://www.tracesofwar.com/persons/5968/Harpe-Josef-Generaloberst.htm
https://generals.dk/general/Harpe/Josef/Germany.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Josef_Harpe (sebagai referensi tambahan untuk konteks kronologi)

Generaloberst Kurt von Hammerstein-Equord (1878-1943), Jenderal Pembenci Hitler


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Kurt Gebhard Adolf Philipp Freiherr von Hammerstein-Equord  
Nama panggilan: tidak diketahui

Lahir: 26 September 1878 di Hinrichshagen, Mecklenburg-Strelitz, Kekaisaran Jerman  
Meninggal: 24 April 1943 di Berlin-Dahlem, Jerman Nazi (usia 64 tahun)  

Ayah: Heino Julius Freiherr von Hammerstein-Equord, Großherzoglich Mecklenburgischer Forstmeister  
Ibu: Adelheid Elisabeth Ida von Gustedt  
Istri: Maria Cäcilie Thekla Friederike Freiin von Lüttwitz (menikah 17 Agustus 1907 di Karlsruhe, putri dari General der Infanterie Walther Freiherr von Lüttwitz)  
Anak-anak: Maria Louise Cäcilie Freiin von Hammerstein-Equord (lahir 7 September 1908 di Berlin-Steglitz), Maria Therese Freiin von Hammerstein-Equord (lahir 13 Desember 1909 di Berlin-Steglitz), Helga Maria Eleonore Freiin von Hammerstein-Equord (lahir 18 Maret 1913 di Berlin), Kunrat Walther Ekkhart Freiherr von Hammerstein-Equord (lahir 14 Juni 1918 di Berlin-Friedenau), Paul Ludwig Philipp Alfred Freiherr von Hammerstein-Equord (lahir 17 November 1919 di Charlottenburg), Franz Erdmann Freiherr von Hammerstein-Equord (lahir 6 Juni 1921 di Kassel), Annamaria Hildur Freiin von Hammerstein-Equord (lahir 11 Desember 1923 di Magdeburg)  
Saudara: adik laki-laki Generalleutnant Günther Freiherr von Hammerstein-Equord dan Karl Heino Freiherr von Hammerstein-Equord (Forstmeister a.D.)  
Operasi militer utama: Perang Dunia I (termasuk pertempuran di Front Barat dan Romania), masa transisi pasca-perang dengan pembentukan Freikorps, serta mobilisasi singkat pada awal Perang Dunia II di Westwall  
Partai politik: tidak terafiliasi dengan NSDAP (dikenal sebagai penentang terbuka Adolf Hitler dan rezim Nazi)  
Agama: tidak tercatat secara spesifik (berlatar belakang keluarga Prusia tradisional)  
Ciri fisik: tidak tercatat secara rinci dalam sumber utama  

Beförderungen (Promosi)  
Sekondeleutnant: 15 Maret 1898  
Leutnant: 1 Januari 1899  
Oberleutnant: 10 September 1908  
Hauptmann: 22 Maret 1913  
Major: 18 Agustus 1917  
Oberstleutnant: 1 Oktober 1920  
Oberst: 1 Mei 1925  
Generalmajor: 1 Februari 1929  
General der Infanterie: 1 November 1930 (dengan melewati pangkat Generalleutnant)  
Generaloberst: 31 Januari 1934  
Generaloberst z.V.: 10 September 1939  

Karriere (Karir) :
Kurt von Hammerstein-Equord berasal dari keluarga bangsawan Prusia yang telah menghasilkan banyak perwira militer selama beberapa generasi. Ia memasuki Königlich Preußische Armee pada 15 Maret 1898 sebagai Sekondeleutnant di 3. Garde-Regiment zu Fuß. Pada 1 Oktober 1907 ia dikirim selama hampir tiga tahun ke Kriegsakademie untuk pendidikan Generalstabsausbildung dan dipromosikan menjadi Oberleutnant pada 10 September 1908. Pada Maret 1913 ia dipindahkan ke Großen Generalstab dan menjadi Hauptmann pada 22 Maret 1913. Mulai musim gugur 1913 ia bertugas sebagai Adjutant Oberquartiermeister di Großen Generalstab.  

Pada awal Perang Dunia I ia bertugas sebagai Kompaniechef der Infanterie. Pada 1915 ia dipindahkan sebagai Ia ke Generalstab VIII. Reserve-Korps dan dipromosikan menjadi Major pada 18 Agustus 1917. Setelah Perang Dunia I ia ditugaskan ke staf Reichswehrminister Gustav Noske untuk membentuk Freikorps. Pada 1919 ia masuk ke provisional Reichsheer sebagai Stabsoffizier di Reichswehr-Gruppenkommando 1 di Berlin di bawah Oberbefehlshaber General Walther Freiherr von Lüttwitz (ayah mertuanya). Pada musim panas 1920 ia mewakili Chef des Generalstabes di Gruppenkommando 2 di Kassel. Pada 1 Agustus 1920 ia diangkat sebagai Chef des Generalstabes Gruppenkommando 2 di Kassel, kemudian tetap sebagai Chef des Stabes setelah pembentukan 100.000 Mann-Heeres.  

Pada 1 November 1922 ia menjadi Kommandeur III. Bataillon 12. Infanterie-Regiment di Magdeburg selama satu setengah tahun. Pada 1 April 1924 ia menggantikan Oberstleutnant Fedor von Bock sebagai Chef des Stabes 3. Division der Reichswehr di Berlin dan menjabat selama bertahun-tahun. Dipromosikan menjadi Oberst pada 1 Mei 1925 dan Generalmajor pada 1 Februari 1929. Pada 1 Juli 1929 ia menjadi Chef des Stabes Gruppenkommando 1 di Berlin, kemudian pada 1 Oktober 1929 dipindahkan ke Reichswehrministerium sebagai Chef Truppenamt (menggantikan Generalmajor Werner von Blomberg). Pada 1 November 1930 ia diangkat sebagai Chef der Heeresleitung sekaligus dipromosikan menjadi General der Infanterie (melewati Generalleutnant).  

Pada 31 Januari 1934 ia dipromosikan menjadi Generaloberst dan langsung pensiun, namun diizinkan mengenakan uniform Generalstabes des Heeres. Ia dikenal sebagai penentang terbuka Adolf Hitler dan rezim Nazi; ia berulang kali memperingatkan Presiden Paul von Hindenburg agar tidak menunjuk Hitler sebagai Kanselir pada Januari 1933 dan dekat dengan Kurt von Schleicher. Pada 1938 ia direncanakan sebagai Oberbefehlshaber 4. Armee. Setelah mobilisasi Perang Dunia II pada 10 September 1939 ia diangkat sebagai Oberbefehlshaber Armee-Abteilung A di Westwall (dengan promosi Generaloberst z.V.) tetapi mengundurkan diri pada 21 September 1939. Tidak ada komando lebih lanjut yang tercatat. Ia meninggal karena kanker pada 24 April 1943 di Berlin-Dahlem. Dua putranya (Kunrat dan Ludwig) terlibat dalam rencana perlawanan 20 Juli 1944 sehingga keluarga mengalami Sippenhaft.  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan)  
Ritterkreuz des Königlich Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern  
Eisernes Kreuz 1914 1. Klasse  
Eisernes Kreuz 1914 2. Klasse  
Bayerischer Militär-Verdienstorden 4. Klasse mit Schwertern  
Sächsischer Albrechts-Orden Ritter 1. Klasse mit Schwertern  
Mecklenburg-Strelitz Kreuz für Auszeichnung im Kriege 1. Klasse dan 2. Klasse  
Mecklenburg-Schwerin Militär-Verdienstkreuz 1. Klasse dan 2. Klasse  



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HammersteinEquordKurtFv-R.htm  
https://grokipedia.com/page/Kurt_von_Hammerstein-Equord  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://en.wikipedia.org/wiki/Kurt_von_Hammerstein-Equord (sebagai referensi tambahan untuk daftar medali)  
https://www.gdw-berlin.de/en/recess/biographies/complete-index/biographie-detail/view-bio/kurt-freiherr-von-hammerstein-equord (sebagai referensi tambahan untuk konteks perlawanan)