Tuesday, March 24, 2026

Generaloberst Werner von Fritsch (1880-1939), Panglima AD yang Difitnah Homo oleh Nazi


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Werner Thomas Ludwig Freiherr von Fritsch
Panggilan/julukan: tidak diketahui

Lahir: 4 Agustus 1880 di Benrath, Landkreis Düsseldorf, Provinsi Rhine, Kerajaan Prusia, Kekaisaran Jerman  
Meninggal: 22 September 1939 (usia 59 tahun) di Praga, Warschau, Polandia  

Operasi militer dan pertempuran: Perang Dunia I (Front Barat dengan 1. Garde-Division, 47. Reserve-Division, 4. Armee, 10. Armee, VI. Reserve-Korps serta Generalstab der Luftstreitkräfte); Kampanye Polandia 1939 (sebagai Chef Artillerie-Regiment 12)  
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada  
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada  
Gelar akademis: Tidak ada  
Agama: Protestan  
Orangtua: Ayah Generalleutnant Georg Freiherr von Fritsch; Ibu Adelheid Elisa Frieda Caroline von Bodelschwingh  
Saudara: Tidak disebutkan secara spesifik  
Istri: Tidak menikah  
Anak: Tidak ada  
Ciri fisik: Tidak ada informasi detail yang tercatat  

Beförderungen (Promosi):  
- 27 Januari 1900: Leutnant  
- sekitar 1907: Oberleutnant  
- 5 Februari 1923: Oberstleutnant  
- 1 Maret 1927: Oberst  
- 1 November 1930: Generalmajor  
- 1 Juni 1932: Generalleutnant  
- 1 Februari 1934: General der Artillerie (sebagai Chef der Heeresleitung)  
- 20 April 1936: Generaloberst  

Karriere (Karir):  
- 21 September 1898: Masuk sebagai Fahnenjunker di Hessische Feldartillerie-Regiment Nr. 25 der preußischen Armee di Darmstadt  
- Oktober 1902: Dikirim ke Artillerie- und Ingenieurschule untuk pendidikan lanjutan  
- 1903: Adjutant der 1. Abteilung di regimennnya  
- 1 Oktober 1907: Masuk Kriegsakademie di Berlin untuk persiapan sebagai Generalstabsoffizier  
- April 1913 hingga Maret 1914: Kriegsgeschichtliche Abteilung II des Großen Generalstabes (mengerjakan sejarah perang Friedrichs des Großen)  
- 1914: Dipindah ke Aufmarsch-Abteilung dan terlibat dalam Mobilmachung Jerman  
- Perang Dunia I: Generalstabsoffizier di berbagai posisi termasuk Erster Generalstabsoffizier pada 1. Garde-Division dan 47. Reserve-Division, serta Generalstäbe 4. Armee, 10. Armee, VI. Reserve-Korps, dan sementara di Generalstab des Kommandierenden Generals der Luftstreitkräfte (dibantu oleh Oberst Max Bauer)  
- 1918: Akhir Perang Dunia I sebagai anggota Oberste Heeresleitung  
- Pasca-perang: Dipertahankan dalam Reichswehr dan pertama kali ditugaskan di Reichswehrministerium  
- Kemudian: Bataillonskommandeur di 5. Artillerie-Regiment  
- 1 April 1924: Chef des Stabes der 1. Division  
- 1926: Leiter der Heeresabteilung im Truppenamt  
- 1928: Kommandeur des 2. (Preußisches) Artillerie-Regiments  
- 1 Maret 1930 hingga 1 Oktober 1931: Artillerie-Führer II  
- 1 Oktober 1931 hingga 1 Oktober 1932: Kommandeur der 1. Kavallerie-Division  
- 1932: Kommandeur der 3. Division dan Wehrkreis III (Berlin)  
- 1 Januari 1934: Chef der Heeresleitung (pengganti Kurt von Hammerstein-Equord)  
- 1 Juni 1935: Jabatan berubah menjadi Oberbefehlshaber des Heeres  
- 11 Januari 1936: Oberkommando des Heeres (OKH)  
- 4 Februari 1938: Diberhentikan dari jabatan Oberbefehlshaber des Heeres akibat Blomberg-Fritsch-Affäre  
- 11 Agustus 1938: Ditunjuk sebagai Chef Artillerie-Regiment 12 di Schwerin (Mecklenburg)  
- September 1939: Menyertai Artillerie-Regiment 12 dalam Überfall auf Polen  

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
- Eisernes Kreuz 2. Klasse (Oktober 1914)  
- Eisernes Kreuz 1. Klasse  
- Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern  
- Verwundetenabzeichen (1917, luka granat di kepala)  
- Roter Adlerorden IV. Klasse  
- Preußisches Dienstauszeichnungskreuz  
- Bayerischer Militärverdienstorden IV. Klasse mit Schwertern und Krone  

-------------------------------------------------------------------------------

Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch lahir dari keluarga aristokrat Prusia yang kuat dengan tradisi militer. Ayahnya adalah Generalleutnant Georg Freiherr von Fritsch dan ibunya berasal dari keluarga von Bodelschwingh yang taat Protestan. Ia dibesarkan dalam lingkungan Junker yang menekankan disiplin, patriotisme, dan kesetiaan pada negara. Pada usia 18 tahun ia masuk tentara Prusia sebagai Fahnenjunker di Hessische Feldartillerie-Regiment Nr. 25 dan dengan cepat menunjukkan bakat sebagai perwira artileri serta calon staf. Pendidikannya di Kriegsakademie membawanya ke Großen Generalstab sebelum Perang Dunia I meletus. Selama Perang Dunia I ia bertugas sebagai Generalstabsoffizier di berbagai formasi penting di Front Barat, termasuk mendukung operasi di bawah Hindenburg dan Ludendorff. Ia terluka oleh pecahan granat di kepala pada 1917 namun tetap melanjutkan tugas stafnya yang krusial.  

Setelah kekalahan Jerman, Fritsch dipertahankan dalam Reichswehr yang dibatasi oleh Perjanjian Versailles. Ia naik pangkat secara bertahap melalui komando batalyon artileri, jabatan kepala staf divisi, hingga memimpin unit artileri dan kavalerie. Pada awal 1930-an ia menjadi salah satu perwira senior yang mendukung rearmament rahasia Jerman meski tetap menjaga sikap konservatif dan apolitis khas Reichswehr lama. Pada 1 Februari 1934 ia diangkat menjadi Chef der Heeresleitung dan kemudian Oberbefehlshaber des Heeres pada 1935, memimpin ekspansi Wehrmacht hingga lebih dari 500.000 personel. Ia mengawasi modernisasi Heer dan menentang intervensi politik yang berlebihan dari NSDAP serta SS.  

Puncak kariernya berakhir tragis melalui Blomberg-Fritsch-Affäre pada Januari 1938. Ia difitnah dengan tuduhan homoseksualitas oleh Heinrich Himmler dan Gestapo menggunakan saksi palsu. Meski dibebaskan sepenuhnya oleh Mahkamah Militer pada Maret 1938, Hitler tetap tidak mengembalikannya ke jabatan puncak dan menggantikannya dengan Walther von Brauchitsch. Fritsch kemudian hidup relatif tertutup namun tetap setia pada tugas. Pada pecahnya Perang Dunia II ia meminta tugas aktif dan ditunjuk sebagai Chef Artillerie-Regiment 12. Pada 22 September 1939 saat inspeksi di Praga dekat Warschau ia tertembak peluru mesin Polandia di paha kiri yang mengenai arteri femoralis. Ia menolak perban darurat dengan kata-kata tenang dan meninggal beberapa menit kemudian. Kematiannya menjadi salah satu korban awal tinggi Wehrmacht dan dimanfaatkan propaganda rezim meski sebelumnya ada ketegangan dengan Hitler. Jenazahnya dimakamkan di Berlin tanpa kehadiran Führer sesuai perintah.  

Fritsch mewakili generasi perwira Prusia tradisional yang profesional, anti-ideologis, dan waspada terhadap radikalisme Nazi. Ia menentang rencana perang agresif Hitler pada pertemuan 1937 (Hoßbach-Niederschrift) karena menganggap Jerman belum siap. Meski demikian loyalitasnya pada negara membuat ia tidak terlibat dalam perlawanan aktif. Warisannya adalah contoh ketegangan antara korps perwira profesional dan infiltrasi politik di Wehrmacht pada masa pra-perang.  



Sumber:  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
- https://grokipedia.com/  
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
- https://forum.axishistory.com/  
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
- https://www.bundesarchiv.de/en/  
- https://www.geni.com/  
- https://books.google.com/  
- http://de.metapedia.org/  
- https://www.ww2.dk/lwoffz.html

Generaloberst Johannes Frießner (1892-1971), Panglima Heeresgruppe Südukraine


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Johannes Karl Eduard Wilhelm Gottlieb Frießner
Panggilan/julukan: Hanns  

Lahir: 22 Maret 1892 di Chemnitz, Sachsen (Kekaisaran Jerman)  
Meninggal: 26 Juni 1971 di Bad Reichenhall, Bayern (Jerman Barat)  

Operasi militer dan pertempuran: Perang Dunia I di Front Barat dan Timur, Operasi Seydlitz, Unternehmen Zitadelle, Pertahanan Narwa, penarikan pasukan dari salient Danau Ilmen, pertempuran di Heeresgruppe Südukraine  
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada  
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada  
Gelar akademis: Tidak ada  
Agama: Tidak diketahui  
Orangtua: Ayah seorang insinyur konstruksi (nama tidak tercatat dalam sumber utama), ibu tidak tercatat secara rinci.  
Saudara: Tidak ada catatan saudara kandung yang signifikan.  
Istri: Hildegard Frießner (née Wölf), menikah sebelum Perang Dunia II.  
Anak: Jochen Frießner (lahir 2 Januari 1922), Oberleutnant di 30. SS-Grenadier-Regiment, gugur 8 September 1941 di Rusia.  
Ciri fisik: Tidak diketahui  

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker: 20 Maret 1911  
Fahnenjunker-Unteroffizier: 5 Agustus 1911  
Fähnrich: 5 November 1911  
Leutnant: 9 Agustus 1912  
Oberleutnant: 22 Mei 1916  
Rittmeister: 1 Agustus 1922  
Hauptmann: 1 Oktober 1922  
Major: 1 April 1933  
Oberstleutnant: 1 Oktober 1935  
Oberst: 28 Februari 1938  
Generalmajor: 14 Agustus 1940  
Generalleutnant: 16 Oktober 1942  
General der Infanterie: 20 April 1943  
Generaloberst: 20 Agustus 1944 (dengan karakter sebagai Generaloberst sejak 1 Juli 1944)  

Karriere (Karir):  
Johannes Frießner masuk dinas militer pada 20 Maret 1911 sebagai Fahnenjunker di 4. Königlich Sächsisches Infanterie-Regiment Nr. 103 di Bautzen. Ia kemudian mengikuti Kriegsschule di Hannover untuk pendidikan perwira. Selama Perang Dunia I ia bertugas di berbagai unit infanteri Saxon termasuk 14. Königlich Sächsisches Infanterie-Regiment Nr. 179, sebagian besar dalam posisi staf, dan terlibat di Front Barat serta Timur. Setelah perang ia bergabung dengan Reichswehr, mulai sebagai adjutant 63. Infanterie-Brigade, kemudian ordonanzoffizier di Stab 3. Reichswehr-Brigade (Grenzjäger-Brigade von Oldershausen), dan menjalani berbagai tugas sebagai Zugführer serta Kompaniechef di 10. Infanterie-Regiment dan 12. Reiter-Regiment. Antara 1928 hingga 1934 ia bertugas sebagai instruktur taktik dan adjutant di Infanterieschule Dresden, sebelum memimpin II. Bataillon 82. Infanterie-Regiment di Göttingen hingga 1935.  

Pada masa persiapan perluasan Wehrmacht ia naik pangkat secara bertahap dan pada awal Perang Dunia II masih berada di posisi staf serta komando batalyon. Dipindahkan ke Front Timur pada 1 Mei 1942, Frießner mengambil alih komando 102. Infanterie-Division di bawah 9. Armee, terlibat dalam Operasi Seydlitz untuk membersihkan wilayah belakang Rzhev-Vyazma serta pertempuran defensif melawan serangan balik Soviet pasca-Stalingrad. Ia menyerahkan komando divisi tersebut pada 19 Januari 1943 dan langsung memimpin XXIII. Armeekorps di bawah 4. Panzerarmee, Heeresgruppe Süd. Selama Unternehmen Zitadelle pada Juli 1943 korpsnya berhasil merebut desa Protassowo meski di bawah tembakan artileri berat, kemudian beralih ke pertahanan dan menghancurkan serangan besar Soviet pada 15 Juli 1943 dengan menghancurkan 61 tank musuh.  

Pada Februari 1944 Frießner dipindahkan ke Front Utara dan memimpin Armeeabteilung Narwa (sebelumnya Sponheimer-Gruppe) di bawah Heeresgruppe Nord, bertanggung jawab atas pertahanan garis Narva di Estonia melawan Leningrad Front Soviet. Ia berhasil mengkoordinasikan serangan balik bersama unit Estonia serta III. SS-Panzerkorps, menghancurkan beberapa bridgehead Soviet di Sungai Narva dan mempertahankan posisi Panther-Linie serta Tannenberg-Linie meski dalam kondisi pasukan yang sangat lemah. Keberhasilan ini membawa pengakuan tinggi meski Hitler menolak permintaan fleksibilitas taktis. Pada 1 Juli 1944 ia naik menjadi Generaloberst dan sempat memimpin Heeresgruppe Nord hingga 25 Juli 1944 sebelum dipindah ke selatan untuk menggantikan Generalfeldmarschall Erich von Manstein sebagai Oberbefehlshaber Heeresgruppe Südukraine (kemudian diganti nama menjadi Heeresgruppe Süd). Di posisi ini ia mengawasi dua Armee Jerman dan dua Armee Rumania dalam upaya menghentikan ofensif Soviet selama empat bulan, namun akhirnya dicopot pada 22 Desember 1944 karena tidak mampu menghentikan kemajuan Malinovsky. Ia tidak mendapat komando lagi hingga akhir perang dan ditangkap Sekutu pada Mei 1945, dibebaskan pada November 1947.  

Pasca-perang Frießner hidup pensiun di Bayerisch Gmain dan aktif dalam Verband deutscher Soldaten (VdS) sebagai ketua terpilih pada September 1951, meski mengundurkan diri Desember 1951 setelah pernyataan kontroversial yang membenarkan invasi Polandia serta kritik terhadap perlawanan 20 Juli 1944. Ia turut memberikan nasihat untuk pembentukan Bundeswehr pada awal 1950-an dan menulis memoar Verratene Schlachten pada 1956 yang menceritakan pengalamannya memimpin Heeresgruppe Südukraine.  

Auszeichnungen (Penghargaan):  
Eisernes Kreuz (1914) 2. Klasse: 15 September 1914  
Eisernes Kreuz (1914) 1. Klasse: 19 September 1916  
Ehrenkreuz für Frontkämpfer: 18 Januari 1935  
Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1. Klasse (25 Jahre): 2 Oktober 1936  
Verdienstkreuz des Ehrenzeichens des Deutschen Roten Kreuzes: 9 November 1938  
Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938: 17 Februari 1939  
Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938: 16 Oktober 1939  
Kriegsverdienstkreuz 2. Klasse mit Schwertern: 30 Januari 1941  
Kriegsverdienstkreuz 1. Klasse mit Schwertern: 30 Januari 1941  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse: 27 Juli 1942  
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse: 21 Agustus 1942  
Ordinul Coroana Romaniei: 1 September 1942  
Deutsches Kreuz in Gold: 9 Juni 1943 (sebagai General der Infanterie dan Kommandierender General XXXXI. Panzerkorps)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 23 Juli 1943 (sebagai General der Infanterie dan Kommandierender General XXIII. Armeekorps)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (445): 9 April 1944 (sebagai General der Infanterie dan Führer Armeeabteilung Narwa)  



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
https://grokipedia.com/  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/ (termasuk pencarian memoar Verratene Schlachten karya Johannes Frießner, 1956)  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://en.wikipedia.org/wiki/Johannes_Frie%C3%9Fner  
https://www.tracesofwar.com/persons/4691/Frie%C3%9Fner-Johannes.htm  
https://ww2gravestone.com/people/friessner-johannes-hans/  
https://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/FRIESSNER_JOHANNES.html  

Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (1885-1968), Panglima Pasukan Jerman di Norwegia


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Paul Nikolaus von Falkenhorst (sebelumnya Nikolaus von Jastrzembski)  
Panggilan/julukan: Tidak diketahui  

Lahir: 17 Januari 1885 di Breslau, Silesia (Kekaisaran Jerman)  
Meninggal: 18 Juni 1968 di Holzminden, Lower Saxony (Republik Federal Jerman)  

Operasi militer utama: Invasi Denmark dan Norwegia (Operation Weserübung), pendudukan Norwegia, Operation Silberfuchs  
Keanggotaan NSDAP/SS: Tidak diketahui  
Gelar akademik: Tidak ada  
Agama: Tidak diketahui  
Orang tua: Louis von Jastrzembski (ayah) dan Elisabeth von Werder (ibu)  
Saudara kandung: Tidak diketahui  
Pasangan: Margarete Dorette Elise Ulrich (menikah 8 Oktober 1908)  
Anak: Harriet von Falkenhorst (menikah dengan Generalmajor Erich Dethleffsen)  
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):  
Fahnenjunker: 22 Maret 1903  
Leutnant: 24 April 1904  
Oberleutnant: pertengahan April 1913  
Hauptmann: 24 Desember 1914  
Major: 1 Februari 1925  
Oberstleutnant: 1 Januari 1930  
Oberst: 1 Oktober 1932  
Generalmajor: 1 Agustus 1935  
Generalleutnant: 1 Agustus 1937  
General der Infanterie: 1 Oktober 1939  
Generaloberst: 19 Juli 1940

Karriere (Karir):  
Nikolaus von Falkenhorst memulai karier militernya setelah menyelesaikan pendidikan kadet. Pada 22 Maret 1903 ia masuk sebagai Fahnenjunker ke Grenadier-Regiment König Wilhelm I. (2. Westpreußisches) Nr. 7 di Liegnitz. Setelah sekolah perang di Potsdam, ia dipromosikan menjadi Leutnant pada 24 April 1904. Pada Februari 1911 ia menjadi adjutant Batalion Fusilier, dan pada pertengahan April 1913 naik pangkat menjadi Oberleutnant. Selama Perang Dunia I ia bertugas di berbagai posisi front dan staf, termasuk sebagai Hauptmann sejak 24 Desember 1914. Pada musim panas 1918 hingga akhir perang ia menjabat sebagai Erster Generalstabsoffizier pada perwakilan Jerman di Finlandia.  

Setelah Perang Dunia I, dari Desember 1918 hingga Januari 1920 ia bertugas di Grenzschutz Ost. Mulai Februari 1920 ia bergabung dengan staf Reichswehr-Brigade 6, kemudian pada 1 Oktober 1920 resmi masuk Reichswehr di staf Infanterie-Regiment (Preußisches) Nr. 8. Pada 1 Maret 1922 ia dipindah ke Reichswehrministerium. Dipromosikan menjadi Major pada 1 Februari 1925, ia kemudian memimpin I. Bataillon Infanterie-Regiment (Preußisches) Nr. 1 mulai 1 Februari 1928. Pada 1 Januari 1930 ia menjadi Oberstleutnant, dan pada 1 Oktober 1931 ditunjuk sebagai Chef des Stabes Divisi ke-4 sebelum naik menjadi Oberst pada 1 Oktober 1932.  

Antara 1933 hingga 1935 ia bertugas sebagai Militärattaché di Praha, Beograd, dan Bukares untuk Cekoslowakia, Yugoslavia, dan Rumania. Dari 1935 hingga Oktober 1936 ia menjadi Chef des Stabes Gruppenkommando 3 (kemudian menjadi 8. Armee). Pada 6 Oktober 1936 ia diangkat sebagai Kommandeur 32. Infanterie-Division dan dipromosikan Generalleutnant pada 1 Agustus 1937. Pada 26 Agustus 1939 ia memimpin XXI. Armeekorps selama invasi Polandia (Fall Weiss) dan dipromosikan General der Infanterie pada 1 Oktober 1939.  

Pada Maret 1940, berdasarkan perintah langsung Adolf Hitler, ia ditunjuk sebagai Oberbefehlshaber pasukan darat untuk Operation Weserübung. Ia merencanakan dan memimpin invasi Denmark serta Norwegia yang dimulai 9 April 1940. Setelah keberhasilan operasi tersebut hingga penyerahan pasukan Norwegia pada 10 Juni 1940, ia dipromosikan Generaloberst pada 19 Juli 1940. Pada 19 Desember 1940 ia diangkat sebagai Wehrmachtbefehlshaber Norwegen dengan tanggung jawab militer penuh (berkoordinasi dengan Reichskommissar Josef Terboven). Ia membentuk Armeeoberkommando Norwegen dari stafnya sendiri. Pada 1941 ia bertanggung jawab atas perencanaan Operation Silberfuchs untuk merebut Murmansk melalui Lappland. Komando pasukan di front Lappland kemudian dialihkan ke Armeeoberkommando Lappland (20. Gebirgs-Armee). Ia tetap memimpin semua pasukan Jerman di Norwegia hingga digantikan oleh Generaloberst Lothar Rendulic pada 18 Desember 1944. Setelah itu ia dimasukkan ke Führerreserve dan tidak mendapat tugas baru hingga akhir perang.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 1914, 2. Klasse  
Eisernes Kreuz 1914, 1. Klasse (27 Juni 1915)  
Verwundetenabzeichen in Schwarz (1918)  
Vapaudenristin 2. luokka (Finlandia)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (30 April 1940)  
Deutsches Kreuz in Silber (20 Januari 1945)

------------------------------------------------------------------------------------

Paul Nikolaus von Falkenhorst (17 Januari 1885 – 18 Juni 1968) adalah seorang Generaloberst Jerman dalam Wehrmacht pada Perang Dunia II. Lahir dengan nama Nikolaus von Jastrzembski dari keluarga bangsawan Silesia yang kental dengan tradisi militer Prusia, ia mendapat izin kerajaan Prusia untuk mengubah namanya menjadi von Falkenhorst pada 6 Juni 1911 saat masih berpangkat Leutnant di Grenadier-Regiment Nr. 7. Perubahan nama tersebut dilakukan di Istana Baru Potsdam sambil mempertahankan gelar kebangsawanan dan lambang keluarga. Pada 8 Oktober 1908 ia menikah dengan Margarete Dorette Elise Ulrich di Holzminden.  

Sebagai perwira profesional, von Falkenhorst membangun karier panjang yang mencakup dinas di Reichswehr pasca-Perang Dunia I hingga memuncak pada Perang Dunia II. Keberhasilannya memimpin XXI. Armeekorps selama kampanye Polandia membuka jalan bagi penugasan rahasia yang paling penting: perencanaan dan komando operasi darat Operation Weserübung. Meskipun operasi tersebut berisiko tinggi, keberhasilan pendudukan Norwegia dan penolakan serangan balik Sekutu membuatnya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes serta promosi cepat ke Generaloberst. Selama hampir empat tahun ia memegang kendali penuh atas seluruh pasukan Jerman di Norwegia sebagai Wehrmachtbefehlshaber Norwegen, termasuk koordinasi dengan pemerintahan sipil Reichskommissar Terboven.  

Di bawah komandonya, pasukan Jerman di Norwegia juga terlibat dalam Operation Silberfuchs pada 1941, meskipun upaya merebut Murmansk akhirnya gagal. Von Falkenhorst dikenal sebagai komandan yang tegas dan patuh pada perintah atas, termasuk dalam pelaksanaan Kommandobefehl Hitler terhadap pasukan komando Sekutu yang ditangkap. Kritiknya terhadap kebijakan Terboven terhadap penduduk Norwegia serta kegagalan di front Lappland akhirnya menyebabkan pemecatannya pada Desember 1944. Ia digantikan oleh Generaloberst Lothar Rendulic dan tidak mendapat penugasan lagi.  

Setelah perang, von Falkenhorst diadili oleh pengadilan militer gabungan Inggris-Norwegia di Braunschweig pada 29 Juli hingga 2 Agustus 1946. Ia dinyatakan bersalah atas kejahatan perang karena menyampaikan perintah Kommandobefehl dan menyerahkan tujuh komando Sekutu kepada SS untuk dieksekusi. Hukuman mati semula dijatuhkan, tetapi kemudian diringankan menjadi 20 tahun penjara pada 4 Desember 1946 berkat intervensi Sven Hedin yang mengingatkan jasa von Falkenhorst dalam meringankan hukuman mata-mata Norwegia tahun 1941. Ia dibebaskan lebih awal pada 13 Juli 1953 dari penjara Kriegsverbrechergefängnis Werl karena alasan kesehatan (angina pectoris).  

Von Falkenhorst menghabiskan sisa hidupnya dalam kesendirian total di Holzminden bersama istrinya Margarete tanpa pernah muncul di publik atau menulis memoar. Ia meninggal dunia pada 18 Juni 1968 pada usia 83 tahun dan dimakamkan di pemakaman Holzminden. Putrinya Harriet menikah dengan Generalmajor Erich Dethleffsen, mantan perwira staf Wehrmacht.  



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
https://grokipedia.com/  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://de.wikipedia.org/wiki/Nikolaus_von_Falkenhorst  
https://en.wikipedia.org/wiki/Nikolaus_von_Falkenhorst  
https://www.tracesofwar.com/persons/7723/Falkenhorst-von-Nikolaus.htm  
https://ww2db.com/person_bio.php?person_id=644

Generaloberst Friedrich Dollmann (1882-1944), Panglima 7. Armee di Normandia


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Friedrich Karl Albert Dollmann  
Panggilan/julukan: Tidak diketahui  

Lahir: 2 Februari 1882 di Würzburg, Bayern (Kekaisaran Jerman)  
Meninggal: 28 Juni 1944 di Le Mans, Normandia (Prancis)  

Beförderungen (Promosi):  
Leutnant pada 4 Maret 1901  
Hauptmann pada 1 Oktober 1913  
Major pada 1 Oktober 1921  
Oberstleutnant pada 1 April 1927  
Oberst pada 1 Februari 1930  
Generalmajor pada 1 Oktober 1932  
Generalleutnant pada 1 Oktober 1933  
General der Artillerie pada 1 April 1936  
Generaloberst pada 19 Juli 1940  

Karriere (Karir):  
Friedrich Dollmann bergabung dengan Königlich Bayerische Armee pada 15 Juli 1899 sebagai Fahnenjunker di 1. Königlich Bayerische Feldartillerie-Regiment "Prinzregent Luitpold". Pada tahun 1900 ia dipindahkan sebagai Fähnrich ke 7. Königlich Bayerische Feldartillerie-Regiment. Setelah menyelesaikan pendidikan di Münchener Kriegsschule, ia diangkat menjadi Leutnant pada 4 Maret 1901. Pada 1 Oktober 1909 ia dikirim selama tiga tahun ke Bayerischen Kriegsakademie sebagai Oberleutnant. Awal 1913 ia menjadi Adjutant di 1. Königlich Bayerischen Feldartillerie-Brigade dan dipromosikan menjadi Hauptmann pada 1 Oktober 1913. Saat pecahnya Perang Dunia I ia bertugas di front dengan brigade tersebut. Hingga awal 1916 ia telah menerima kedua Eisernen Kreuze. Pada 1916 ia kembali ditugaskan di 7. Königlich Bayerische Feldartillerie-Regiment dan kemudian bertugas di Generalstab AOK 6. Setelah perang ia kembali sebagai Brigadeadjutant dan menjadi anggota Friedenskommission. Pada 1919 ia masuk ke vorläufige Reichsheer dan melanjutkan karier di Stab Artillerieführer VII München. Ia dipromosikan menjadi Major pada 1 Oktober 1921. Pada musim semi 1921 ia dipindah ke Stab 7. Division Reichswehr. Pada 1 April 1927 ia menjadi Oberstleutnant dan ditugaskan ke 7. (Bayer.) Artillerie-Regiment, di mana ia sempat memimpin I. Abteilung di Würzburg. Pada 1 Oktober 1929 ia kembali ke Stab 7. Division sebagai Chef des Stabes dan dipromosikan menjadi Oberst pada 1 Februari 1930. Pada 1 Februari 1931 ia mendapat komando atas 6. (Preuß.) Artillerie-Regiment di Minden. Pada 1 Oktober 1932 ia diangkat menjadi Generalmajor dan Artillerieführer VII di München menggantikan Generalmajor Heinrich Curtze. Beberapa bulan kemudian pada 1 Februari 1933 ia menjadi Inspekteur Inspektion der Artillerie (In 4) di Reichswehrministerium Berlin. Pada 1 Oktober 1933 ia dipromosikan menjadi Generalleutnant. Pada 1 Oktober 1934 ia menjadi Kommandeur Heeresdienststelle Kassel yang kemudian menjadi Kommandeur Generalkommando IX. Armeekorps saat Reichswehr diumumkan secara terbuka. Pada saat yang sama ia juga menjabat sebagai Befehlshaber Wehrkreis IX dan dipromosikan menjadi General der Artillerie pada 1 April 1936. Saat mobilisasi akhir Agustus 1939 ia diangkat sebagai Oberbefehlshaber 7. Armee di front Barat dengan tugas utama membangun Westwall. Pada musim semi 1940 ia menerima kedua Spangen zu den Eisernen Kreuzen. Selama Frankreichfeldzug pasukannya memaksa penyeberangan Oberrhein di Breisach, kemudian maju hingga Straßburg dan bergabung dengan Panzergruppe Guderian sehingga mengepung pasukan Prancis yang masih bertahan di Maginot-Linie. Atas prestasi ini ia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada 28 Juni 1940. Pada 19 Juli 1940 dalam sidang Reichstag di Berlin ia dipromosikan menjadi Generaloberst. Setelah Frankreichfeldzug berakhir, Generaloberst Dollmann tetap memimpin 7. Armee di wilayah pendudukan Prancis bagian barat, termasuk Normandia dan Brittany. Pada 6 Juni 1944 ketika Sekutu mendarat di Normandia, 7. Armee berada di bawah tekanan berat. Setelah tiga minggu pertempuran sengit yang gagal mengusir Sekutu, Hitler menyatakan Cherbourg sebagai Festung. Generaloberst Dollmann menyadari bahwa mempertahankan kota tersebut akan menghancurkan sekitar 14.000 prajurit Jerman tanpa hasil. Ia memerintahkan pasukan di Cherbourg untuk menerobos keluar dan bergabung kembali dengan 7. Armee. Ketika Hitler mengetahui keputusan ini pada malam 27-28 Juni 1944, ia menyalahkan Dollmann atas jatuhnya Cherbourg dan berencana mengadilinya melalui Generalgericht. Generaloberst Dollmann kemudian mengirim Fernschreiben yang menjelaskan alasan jatuhnya Cherbourg yang berada di luar kendalinya. Setelah mengirim pesan tersebut pada pukul 03.00 dini hari, ia pamit kepada Chef des Stabes dan bunuh diri di Gefechtsstand-nya di Le Mans. Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes diberikan secara anumerta kepadanya pada 1 Juli 1944 sebagai pengakuan atas penilaian dan kepemimpinannya.

Auszeichnungen (Medali):  
Eisernes Kreuz 2. Klasse (1914)  
Eisernes Kreuz 1. Klasse (1916)  
Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse (1940)  
Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse (1940)  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (28 Juni 1940)  
Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (1 Juli 1944, anumerta)  

-----------------------------------------------------------------------------------

Generaloberst Friedrich Dollmann adalah salah satu perwira senior Wehrmacht yang menghabiskan sebagian besar karier Perang Dunia II di front Barat yang relatif tenang hingga invasi Normandia. Kariernya mencerminkan jalur khas perwira artileri Bavaria yang setia dan profesional, mulai dari pangkat rendah di Königlich Bayerische Armee hingga puncak sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 7. Armee. Meskipun ia berhasil memimpin pasukannya dengan baik selama Frankreichfeldzug 1940, tekanan berat akibat pendaratan Sekutu pada 6 Juni 1944 dan konflik dengan perintah Hitler akhirnya mengakhiri hidupnya secara tragis. Keputusannya untuk menyelamatkan pasukan di Cherbourg menunjukkan penilaian taktis yang realistis, meskipun bertentangan dengan kehendak Führer. Penghargaan Eichenlaub secara anumerta menjadi bentuk pengakuan terlambat atas kontribusinya. Jenazahnya dimakamkan di Champigny Saint-André, Prancis.



Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/D/DollmannF-R.htm  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Gliederungen/Armeen/7Armee-R.htm  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://grokipedia.com/page/Friedrich_Dollmann  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  

Generaloberst Johannes Blaskowitz (1883-1948), Panglima Pasukan Jerman di Belanda yang Bunuh Diri di Nuremberg


Nama lengkap: Johannes Albrecht Blaskowitz  
Panggilan/julukan: tidak diketahui

Lahir: 10 Juli 1883 di Paterswalde, Kreis Wehlau, Ostpreußen (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 5 Februari 1948 di Nürnberg (Jerman)

Orang tua: Ayah Pfarrer Hermann Adam Franz Blaskowitz, Ibu Marie geb. Kühn (meninggal 1886), ibu tiri Louise Steiner
Istri: Anna Emilie Mathilde Riege (menikah 7 April 1906)  
Anak: Annemarie Margarete Elvira Blaskowitz (lahir 8 Februari 1907), Hans Wilhelm Kurt Hermann Blaskowitz (lahir 28 Maret 1911, meninggal 30 April 1912)  

Beförderungen (Promosi):  
02.03.1901: Fähnrich  
27.01.1902: Leutnant (Patent 10.07.1900)  
27.01.1910: Oberleutnant  
17.02.1914: Hauptmann  
01.06.1921: Major  
06.04.1926: Oberstleutnant  
01.10.1929: Oberst  
01.10.1932: Generalmajor  
01.12.1933: Generalleutnant  
01.08.1936: General der Infanterie  
01.10.1939: Generaloberst  

-------------------------------------------------------------------------------

Karriere (Karir):  
Johannes Albrecht Blaskowitz lahir sebagai putra seorang Pfarrer di Paterswalde, Ostpreußen. Ia menempuh pendidikan di Kadettenanstalt Köslin dan Haupt-Kadettenanstalt Groß-Lichterfelde di Berlin. Pada 2 Maret 1901 ia masuk ke Königlich Preußische Armee sebagai Fähnrich di Infanterie-Regiment von Grolman (1. Posensches) Nr. 18. Ia menyelesaikan pendidikan di Kriegsschule Engers dan Kriegsakademie Berlin antara 1908 hingga 1911. Selama Perang Dunia I ia bertugas sebagai Hauptmann dan Kompaniechef di Front Timur, Lothringen, Flandern, Tirol serta Serbia, kemudian menjadi Generalstabsoffizier di Kovel dan Riga. Ia memperoleh pengalaman luas sebagai perwira staf dan komandan lapangan.  

Setelah perang ia bergabung dengan Reichswehr yang dibatasi 100.000 personel sesuai Treaty of Versailles. Ia naik pangkat menjadi Major dan memimpin III. Bataillon dari 13. (Württembergischen) Infanterie-Regiment di Ulm. Pada 1928 ia menjadi Chef des Stabes 5. Division di Stuttgart, kemudian Kommandeur 14. (Badisches) Infanterie-Regiment Seehasen di Konstanz. Pada 1935 ia diangkat menjadi Kommandierender General Wehrkreis II di Stettin.  

Sebelum Perang Dunia II ia terlibat dalam pendudukan Sudetenland pada Oktober 1938 sebagai Oberbefehlshaber Heeresgruppe 3 dan pendudukan sisa Czecho-Slowakia pada musim semi 1939. Pada September 1939 ia memimpin 8. Armee selama invasi Polandia, terlibat dalam pertempuran di Sungai Bzura serta penyerahan Warsaw pada 28 September 1939. Setelah itu ia diangkat menjadi Oberbefehlshaber Ost dan Chef des deutschen Besatzungsheeres di Polandia. Ia mengirim memorandum kepada atasannya tentang kekejaman SS dan polisi terhadap penduduk Polandia serta tawanan perang, bahkan menghukum beberapa pelaku SS meski hukuman itu kemudian dibatalkan. Sikapnya ini menyebabkan ia digantikan oleh Hans Frank pada Mei 1940.  

Pada 1940 ia memimpin 9. Armee selama kampanye Barat dan kemudian menjadi Militärbefehlshaber Nordfrankreich hingga Juni 1944, bertugas menumpas perlawanan Résistance. Pada Mei 1944 ia diangkat menjadi Kommandeur Armeegruppe G, kemudian Heeresgruppe G pada September 1944 untuk mencegah pendaratan Sekutu di pantai selatan Prancis. Ia melakukan retreat yang terampil ke Alsace setelah Operasi Dragoon. Pada Januari 1945 ia memimpin Operasi Nordwind sebagai serangan pengalih perhatian di Alsace-Lorraine. Kemudian ia dipindah ke Heeresgruppe H dan menjadi Oberbefehlshaber 25. Armee serta Oberbefehlshaber Festung Holland. Pada 5 Mei 1945 ia menandatangani penyerahan di Wageningen kepada pasukan Kanada. Ia ditahan sebagai tawanan perang di Dachau, Allendorf dan akhirnya Nürnberg. Pada 1946 ia didakwa kejahatan perang di Nuremberg Trials namun pada 5 Februari 1948 ia bunuh diri dengan melompat dari balkon gedung pengadilan.  

-------------------------------------------------------------------------------

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):  
Eisernes Kreuz 2. Klasse (1914) – 27 September 1914  
Eisernes Kreuz 1. Klasse (1914) – 2 Maret 1915  
Ritter II. Klasse des Ordens der Löwen von Zähringen mit Schwertern – 1915  
Militärverdienstkreuz III. Klasse mit Kriegsdekoration – 10 Februari 1916  
Militärverdienstorden IV. Klasse mit Schwertern – 15 Mei 1916  
Friedrich-August-Kreuz 2. Klasse mit Schwertern – 26 Mei 1916  
Friedrich-August-Kreuz 1. Klasse mit Schwertern – 26 Mei 1916  
Kriegsverdienstkreuz 1914-1918 für Kämpfer 2. Klasse – 4 Juni 1916  
Militär-Max-Joseph-Orden – Periode Perang Dunia I  
Harp Madalyasi – 11 Juli 1917  
Ritterkreuz des Königlich Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern – 1 September 1917  
Verwundetenabzeichen in Schwarz (1918)  
Ehrenkreuz für Frontkämpfer  
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes – 1939 (setelah Polandia)  
Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes – 1944 (setelah retreat di Prancis)  
Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes – 1945 (setelah Operasi Nordwind)  

-------------------------------------------------------------------------------

Johannes Blaskowitz adalah perwira profesional dari sekolah lama yang setia pada tradisi Prusia namun memiliki prinsip moral yang kuat. Selama menjabat sebagai gubernur militer Polandia ia menjadi salah satu dari sedikit jenderal Wehrmacht yang secara terbuka mendokumentasikan dan memprotes kekejaman SS serta polisi Nazi terhadap penduduk sipil dan tawanan. Meski sikapnya menyebabkan ia dicopot dari beberapa jabatan penting, ia tetap dipercaya memimpin pasukan di Front Barat dan berhasil melakukan retreat yang terorganisir serta menyerah dengan tertib di Belanda. Ia dihormati sebagai komandan yang kompeten namun tragis karena akhir hidupnya yang berujung bunuh diri di pengadilan Nuremberg, di mana ia justru didakwa atas kejahatan yang selama ini ia lawan.  




Sumber:  
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/  
https://grokipedia.com/  
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300  
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html  
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html  
https://forum.axishistory.com/  
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/  
https://www.bundesarchiv.de/en/  
https://www.geni.com/  
https://books.google.com/  
http://de.metapedia.org/  
https://www.ww2.dk/lwoffz.html  
https://www.tracesofwar.com/persons/7599/Blaskowitz-Johannes.htm  
https://www.tracesofwar.com/articles/2885/Johannes-Blaskowitz.htm

Sunday, March 8, 2026

Cuplikan Terbaik Film 'The French Revolution' (1989)


The French Revolution adalah film epik sejarah dua bagian produksi Prancis–Italia yang dirilis pada tahun 1989 untuk memperingati 200 tahun peristiwa French Revolution. Film ini disutradarai oleh Robert Enrico dan Richard T. Heffron, serta menampilkan sejumlah aktor internasional seperti Klaus Maria Brandauer sebagai Georges Danton dan Andrzej Seweryn sebagai Maximilien Robespierre. Film ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Les Années Lumière (The Years of Light) yang menggambarkan latar belakang intelektual dan politik menjelang revolusi hingga jatuhnya Bastille pada tahun 1789, serta Les Années Terribles (The Years of Terror) yang menampilkan fase radikal revolusi, termasuk konflik politik internal, pemerintahan revolusioner, dan masa Reign of Terror. Dengan durasi total sekitar enam jam, film ini dikenal karena pendekatannya yang cukup akurat secara historis, penggunaan dialog multibahasa, serta upayanya menggambarkan tokoh-tokoh revolusi secara kompleks tanpa terlalu memihak, sehingga sering dianggap sebagai salah satu representasi sinematik paling komprehensif tentang dinamika politik dan sosial dalam Revolusi Prancis.


PERTEMPURAN QUIÉVRAIN (PRANCIS VS AUSTRIA)


Thursday, March 5, 2026

Die Deutsche Wochenschau (Berita Mingguan Jerman) No. 598 - 19 Februari 1942


Die Deutsche Wochenschau (Berita Mingguan Jerman) adalah judul dari seri film berita terpadu yang dirilis di bioskop-bioskop Jerman Nazi dari bulan Juni 1940 hingga akhir Perang Dunia II, dengan edisi terakhir yang diterbitkan pada tanggal 22 Maret 1945. Produksi film berita yang terkoordinasi ini dibuat sebagai instrumen penting untuk distribusi massal propaganda Nazi di masa perang.

Isi dari Die Deutsche Wochenschau No. 598 - 19 Februari 1942 :

00:35 - Reichsminister Dr. Fritz Todt.
04:36 - Pemakaman kenegaraan Dr. Todt.
08:52 - Pertemuan Hitler dengan diktator Rumania Ion Antonescu.
10:30 - Pertemuan Hitler dengan Vidkun Quisling dari Norwegia.
11:37 - Membawa rumah menggunakan ski di Front Timur.
13:28 - Membersihkan panzer dari salju.
14:00 - Pertempuran Danau Ilmen.
16:23 - Upacara penganugerahan Eisernes Kreuz II.Klasse dan Infanterie-Sturmabzeichen.
15:39 - Pembangunan rel kereta api melintasi salju.
17:33 - Kriegsmarine di Pelabuhan Yalta.
19:21 - Upacara penganugerahan Eisernes Kreuz untuk prajurit-prajurit Rumania.
19:43 - Pertempuran Semenanjung Kerch.
19:35 - Jenderal Maximilian Fretter-Pico.
21:30 - Pasukan Afrikakorps dan Italia menduduki kembali Derna.
25:45 - Terobosan kapal perang Kriegsmarine di Selat Inggris di bawah pimpinan Otto Ciliax


Sumber :
Bundesarchiv via German WWII Archive
www.archive.org

Monday, March 2, 2026

Die Deutsche Wochenschau (Berita Mingguan Jerman) No. 626 - 2 September 1942


Die Deutsche Wochenschau (Berita Mingguan Jerman) adalah judul dari seri film berita terpadu yang dirilis di bioskop-bioskop Jerman Nazi dari bulan Juni 1940 hingga akhir Perang Dunia II, dengan edisi terakhir yang diterbitkan pada tanggal 22 Maret 1945. Produksi film berita yang terkoordinasi ini dibuat sebagai instrumen penting untuk distribusi massal propaganda Nazi di masa perang.

Isi dari Die Deutsche Wochenschau No. 626 - 2 September 1942 :

00:55 - Gerd von Rundstedt menginspeksi pantai Dieppe.
01:57 - Jagoan u-boat Erich Topp kembali ke pangkalan dari misi yang sukses.
02:22 - Kaffeeklatsch (ngumpul sambil ngopi) Sepp Dietrich.
02:28 - Erich Raeder dan Karl Dönitz menginspeksi awak kapal selam.
03:08 - Erich Topp dan Werner Baumbach di Führerhauptquartier,
04:37 - Kedatangan StuG-StuG baru melalui kereta api di Front Timur.
05:23 - Pembagian makanan untuk pasukan garis depan di Rzhev.
07:54 - Serangan gabungan infanteri, panzer dan Stuka.
12:21 - Artileri berkuda Italia di Front Don.
13:24 - Ritterkreuzträger Ernst Kupfer menunggang kuda.
15:49 - Gerak maju divisi Panzer menuju Stalingrad.
19:12 - Gerak maju pasukan Jerman di Kaukasus.
20:21 - Pertempuran melawan sniper Soviet.
20:31 - Pertempuran memperebutkan ladang minyak Maikop.
23:03 - Awak panzer Waffen-SS makan melon.


Sumber :
Bundesarchiv via XX History Footage
www.archive.org

Sunday, March 1, 2026

Die Deutsche Wochenschau (Berita Mingguan Jerman) No. 593 - 14 Januari 1942


Die Deutsche Wochenschau (Berita Mingguan Jerman) adalah judul dari seri film berita terpadu yang dirilis di bioskop-bioskop Jerman Nazi dari bulan Juni 1940 hingga akhir Perang Dunia II, dengan edisi terakhir yang diterbitkan pada tanggal 22 Maret 1945. Produksi film berita yang terkoordinasi ini dibuat sebagai instrumen penting untuk distribusi massal propaganda Nazi di masa perang.

Isi dari Die Deutsche Wochenschau No. 593 - 14 Januari 1942 :

00:36 - Kota tua Fugger di Augsburg.
01:20 - Rehabilitasi prajurit cacat Wehrmacht.
03:22 - Pabrik rokok Jerman.
05:17 - Upacara pemakaman kenegaraan Dr. Walter Borbet.
06:19 - Pabrik senapan mesin MG 34.
09:34 - Winterhilfwerk: pengumpulan pakaian musim dingin untuk prajurit di Front Timur.
14:50 - Pasukan Finlandia dalam Pertempuran Kanal Stalin.
17:31 - Werkstatt-Kompanie (kompi perbaikan/reparasi kendaraan).
18:50 - Unit transportasi NSKK.
20:38 - Pengepungan Leningrad.
22:55 - Rumah Leo Tolstoy.
23:25 - Membuat lubang pertahanan di tanah bersalju.
27:03 - Pasukan Italia di Cekungan Donetsk.
28:01 - Gerak mundur pasukan Jerman-Italia di Afrika Utara.
28:43 - Feuerpause (istirahat) Afrikakorps.
29:25 - Upacara Ritterkreuz untuk Johann Mickl oleh Rommel.
29:34 - Serangan pesawat-pesawat Inggris terhadap lapangan udara Jerman.


Sumber :
Bundesarchiv via German WWII Archive
www.archive.org

Generaloberst Ludwig Beck (1880-1944), Kepala Staff Heer Pembenci Hitler


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Ludwig August Theodor Beck
Panggilan/julukan: Tidak ada

Lahir: 29 Juni 1880 di Biebrich bei Wiesbaden, Hesse-Nassau, Kerajaan Prusia, Kekaisaran Jerman
Meninggal: 20 Juli 1944 di Berlin, Jerman

Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Agama: Tidak disebutkan secara spesifik
Orangtua: Ludwig Beck (ayah, industrialis), Bertha Draudt (ibu)
Saudara: Tidak disebutkan
Istri: Amelie Pagenstecher (menikah 1916, meninggal 1917)
Anak: Gertrud Beck (lahir 1 Januari 1917 di Wiesbaden)
Ciri fisik: Tidak disebutkan secara spesifik

Beförderungen (Promosi):
Fähnrich: 8 Oktober 1898
Leutnant: 18 August 1899
Oberleutnant: 17 September 1909
Hauptmann: 1 Oktober 1913
Major: 18 April 1918
Oberstleutnant: 15 April 1923
Oberst: 1 November 1927
Generalmajor: 1 Februar 1931
Generalleutnant: 1 Dezember 1932
General der Artillerie: 1 Oktober 1935
Charakter als Generaloberst z. V.: 1 November 1938 (pensiun dengan pangkat ini)

Karriere (Karir):
1898: Bergabung dengan Preußische Armee sebagai Fähnrich di 1. Ober-Elsässische Feldartillerie-Regiment Nr. 15 di Straßburg, Reichsland Elsaß-Lothringen.
1898/1899: Menghadiri Kriegsschule Neiße.
1902/1903: Dikirim ke Vereinigte Artillerie- und Ingenieurschule untuk pelatihan lanjutan.
1908-1911: Menghadiri Kriegsakademie.
Sampai 1912: Bertugas di regimentnya di Straßburg dan Saarburg in Lothringen.
Maret 1912: Dikirim ke Großen Generalstab di Berlin, kemudian secara resmi dipindahkan pada 1 Oktober 1913 dengan promosi ke Hauptmann.
1914-1918: Bertugas sebagai Generalstabsoffizier selama Erster Weltkrieg, termasuk sebagai Major di Heeresgruppe Kronprinz di bawah General Graf von der Schulenburg.
Pasca-1918: Dipertahankan di Reichswehr, bertugas di berbagai posisi staf dan komando.
Oktober 1929-September 1931: Komandan Artillerie-Regiment Nr. 5 di Fulda, Ludwigsburg, dan Ulm sebagai Oberst.
Oktober 1932-September 1933: Komandan 1. Kavallerie-Division di Frankfurt an der Oder sebagai Generalleutnant.
1 Oktober 1933: Diangkat sebagai Chef des Truppenamtes di Heeresleitung, yang merupakan penyamar untuk Generalstab.
1 Juli 1935: Diangkat sebagai Chef des Generalstabes des Heeres, dengan pangkat General der Artillerie.
1935-1938: Memimpin perluasan Reichswehr menjadi Wehrmacht, termasuk pengembangan pasukan lapis baja dan penulisan manual operasi Truppenführung (1933-1934).
Agustus 1938: Mengundurkan diri karena ketidaksepakatan dengan kebijakan Hitler, tetapi dipromosikan ke Generaloberst z. V. dan diizinkan memakai seragam Artillerie-Regiment Nr. 5.
Pasca-1938: Terlibat dalam Widerstand militer melawan rezim Nazi, menjadi pemimpin utama dalam perlawanan, termasuk perencanaan kudeta dan kontak dengan pihak asing seperti London.
1941: Berkontribusi pada Denkschrift Das Ziel, yang mengusulkan pelestarian Großdeutsches Reich dengan wilayah tertentu dan sistem monarki herediter kuat.
20 Juli 1944: Berpartisipasi dalam Putschversuch des 20. Juli 1944 di Bendlerstraße, Berlin; setelah gagal, mencoba bunuh diri tetapi gagal, kemudian dieksekusi atas perintah Generaloberst Fromm.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
Kronen-Orden IV. Klasse
Eisernes Kreuz (1914) II. und I. Klasse
Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (17 Juli 1917)
Ritterkreuz I. Klasse des Albrechts-Ordens mit Schwertern
Ritterkreuz I. Klasse des Friedrichs-Ordens mit Schwertern
Hanseatenkreuz Hamburg
Friedrich-August-Kreuz II. und I. Klasse
Lippisches Kreuz für Treue Dienste, 1914
Preußisches Dienstauszeichnungskreuz
Ehrenkreuz für Frontkämpfer
Wehrmacht-Dienstauszeichnung, IV. bis I. Klasse

-------------------------------------------------------------------------------

Ludwig Beck (29 Juni 1880 – 20 Juli 1944) adalah seorang perwira militer Jerman yang menjabat sebagai Chef des Generalstabes des Heeres dari 1935 hingga 1938. Ia dikenal sebagai salah satu pemimpin utama dalam Widerstand militer melawan rezim Nazi dan terlibat dalam Putschversuch des 20. Juli 1944 untuk membunuh Adolf Hitler. Beck awalnya mendukung kebangkitan Nazi karena harapannya untuk mematahkan Traktat Versailles, tetapi kemudian menjadi oposan karena kebijakan luar negeri Hitler yang dianggap berisiko. Setelah pensiun, ia menjadi tokoh sentral dalam perencanaan kudeta melawan Hitler, dan akhirnya dieksekusi setelah plot gagal.

Beck lahir dari keluarga borjuis dengan latar belakang ilmiah dan memasuki dinas militer pada usia muda. Ia naik pangkat melalui pendidikan militer dan layanan staf, termasuk selama Erster Weltkrieg. Di era Reichswehr, ia terlibat dalam pembangunan kemampuan militer Jerman secara rahasia, termasuk penyusunan manual Truppenführung. Sebagai Chef des Truppenamtes dan kemudian Chef des Generalstabes des Heeres, Beck mengawasi transformasi Reichswehr menjadi Wehrmacht yang lebih besar. Namun, ketidaksepakatan dengan Hitler membuatnya mengundurkan diri pada 1938. Pasca-pensiun, Beck membangun jaringan perlawanan dan berkontribusi pada rencana pasca-kudeta, termasuk visi untuk pemerintahan baru dengan elemen monarki. Keterlibatannya dalam plot 20 Juli berakhir dengan upaya bunuh diri yang gagal diikuti eksekusi.

Ludwig August Theodor Beck lahir pada 29 Juni 1880 di Biebrich bei Wiesbaden, Hesse-Nassau, Kerajaan Prusia, Kekaisaran Jerman. Ayahnya, Ludwig Beck, adalah seorang insinyur dan industrialis, sementara ibunya adalah Bertha Draudt. Beck berasal dari keluarga borjuis dengan tradisi ilmiah dan militer. Ia menikah dengan Amelie Pagenstecher pada 1916, tetapi istrinya meninggal pada 1917 setelah melahirkan putri mereka, Gertrud Beck, yang lahir pada 1 Januari 1917 di Wiesbaden. Tidak banyak diketahui tentang ciri fisik spesifik Beck, tetapi ia dikenal sebagai pribadi yang intelektual dan disiplin.

Beck memasuki dinas militer pada 1898 sebagai Fähnrich di 1. Ober-Elsässische Feldartillerie-Regiment Nr. 15 di Straßburg, Reichsland Elsaß-Lothringen. Ia menghadiri Kriegsschule Neiße pada 1898/1899, kemudian pelatihan lanjutan di Vereinigte Artillerie- und Ingenieurschule pada 1902/1903, dan Kriegsakademie pada 1908-1911. Agamanya tidak disebutkan secara spesifik, tetapi ia dibesarkan dalam lingkungan Protestan khas keluarga Jerman saat itu.

Beck memulai kariernya di Preußische Armee dan naik pangkat dengan cepat melalui posisi staf. Pada Maret 1912, ia dikirim ke Großen Generalstab di Berlin, dan secara resmi dipindahkan pada 1 Oktober 1913 dengan promosi ke Hauptmann. Selama Erster Weltkrieg (1914-1918), Beck bertugas sebagai Generalstabsoffizier, termasuk sebagai Major di Heeresgruppe Kronprinz di bawah General Graf von der Schulenburg. Ia memperoleh pengalaman di Front Barat dan terlibat dalam perencanaan strategis.

Pasca-perang, Beck dipertahankan di Reichswehr. Pada Oktober 1929-September 1931, ia menjadi Komandan Artillerie-Regiment Nr. 5 di Fulda, Ludwigsburg, dan Ulm sebagai Oberst. Kemudian, pada Oktober 1932-September 1933, ia menjabat sebagai Komandan 1. Kavallerie-Division di Frankfurt an der Oder sebagai Generalleutnant. Pada 1 Oktober 1933, Beck diangkat sebagai Chef des Truppenamtes di Heeresleitung, yang merupakan penyamar untuk Generalstab karena larangan Traktat Versailles.

Pada 1 Juli 1935, ia menjadi Chef des Generalstabes des Heeres dengan pangkat General der Artillerie. Di posisi ini, Beck memimpin perluasan Reichswehr menjadi Wehrmacht, termasuk pengembangan pasukan lapis baja dan penyusunan manual operasi Truppenführung (1933-1934), yang menjadi dasar doktrin militer Jerman. Beck awalnya mendukung Machtübernahme oleh Hitler pada 1933, melihatnya sebagai "sinar harapan pertama sejak 1918", dan mendukung remiliterisasi Rhineland pada 1936. Namun, ia semakin kritis terhadap kebijakan Hitler, terutama rencana invasi seperti Fall Otto (untuk Austria) dan Fall Grün (untuk Czechoslovakia), yang dianggapnya prematur.

Pada 1938, Beck menolak perintah untuk mempersiapkan perang skala besar dan menyusun Denkschriften yang menyoroti kekurangan persiapan militer Jerman. Ketidaksepakatan ini memuncak pada Agustus 1938 ketika Beck mengundurkan diri, meskipun dipromosikan ke Generaloberst z. V. (zur Verfügung) dan diizinkan memakai seragam Artillerie-Regiment Nr. 5.
Beförderungen:

Setelah pensiun, Beck menjadi tokoh sentral dalam Widerstand militer melawan rezim Nazi. Ia membangun jaringan intelijen pribadi melalui attaché militer dan warga sipil seperti Carl Goerdeler. Beck menentang kebijakan luar negeri agresif Hitler, totalitarianisme, dan pengaruh SS atas militer. Pada 1938, ia menentang Krisis Blomberg-Fritsch yang melemahkan tentara tradisional.

Beck terlibat dalam perencanaan kudeta awal pada 1938 dan 1939, serta kontak dengan pihak asing seperti Inggris. Pada 1941, ia berkontribusi pada Denkschrift Das Ziel, yang mengusulkan pelestarian Großdeutsches Reich dengan wilayah tertentu dan sistem monarki herediter kuat. Beck percaya perang agresi bisa diterima jika terbatas, tetapi menilai Jerman belum siap pada 1938-1939.

Pada 20 Juli 1944, Beck berpartisipasi dalam Putschversuch des 20. Juli 1944 di Bendlerstraße, Berlin. Ia ditunjuk sebagai kepala negara sementara dalam plot yang dipimpin oleh Claus von Stauffenberg untuk membunuh Hitler. Setelah bom gagal membunuh Hitler, plot runtuh. Beck ditangkap di Bendlerblock oleh Generaloberst Friedrich Fromm. Ia mencoba bunuh diri dengan pistol, tetapi gagal, dan akhirnya dieksekusi atas perintah Fromm pada hari yang sama.

Beck dianggap sebagai simbol integritas militer dan perlawanan terhadap Nazisme. Ia dihormati karena upayanya mempertahankan tradisi militer Prusia melawan pengaruh Nazi. Manual Truppenführung yang ia kontribusikan masih memengaruhi doktrin militer modern, termasuk Bundeswehr. Namun, beberapa sejarawan mengkritik dukungan awalnya terhadap Nazi dan pandangannya tentang perang agresi. Beck diabadikan dalam memorial perlawanan Jerman, dan namanya diabadikan di berbagai monumen.


Sumber:
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/
- https://grokipedia.com/
- https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300
- https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html
- https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html
- https://forum.axishistory.com/
- https://www.wehrmacht-awards.com/forums/
- https://www.bundesarchiv.de/en/
- https://www.geni.com/
- https://books.google.com/
- http://de.metapedia.org/
- https://de.wikipedia.org/wiki/Ludwig_Beck
- https://en.wikipedia.org/wiki/Ludwig_Beck

Die Deutsche Wochenschau (Berita Mingguan Jerman) No. 668 - 23 Juni 1943


Die Deutsche Wochenschau (Berita Mingguan Jerman) adalah judul dari seri film berita terpadu yang dirilis di bioskop-bioskop Jerman Nazi dari bulan Juni 1940 hingga akhir Perang Dunia II, dengan edisi terakhir yang diterbitkan pada tanggal 22 Maret 1945. Produksi film berita yang terkoordinasi ini dibuat sebagai instrumen penting untuk distribusi massal propaganda Nazi di masa perang.

Isi dari Die Deutsche Wochenschau No. 668 - 23 Juni 1943 :

00:56 - Evakuasi Hitlerjugend ke Stettin.
03:19 - Konser orkestra di pabrik panzer.
04:55 - Pelatihan helferin Luftwaffe.
07:00 - Unjuk rasa dan Pidato Dr. Joseph Goebbels di Dortmund.
10:46 - Pelatihan regu penghancur tank Waffen-SS.
11:52 - Upacara medali Italia untuk pelaut Jerman oleh Laksamana Arturo Riccardi.
12:08 - Ritterkreuzträger Friedrich Kemnade.
12:16 - Hari Angkatan Laut Italia di Roma.
12:43 - Ritterkreuzträger Enzo Grossi dan Curt Rechel.
13:30 - Sekolah pelatihan U-boat.
18:00 - Felix Steiner dan Matthias Kleinheisterkamp di acara pembubaran sukarelawan SS Finlandia.
18:48 - Pengepungan Leningrad.
19:02 - Mückenschleier (jaring anti-serangga/nyamuk).
22:22 - Pertempuran Jembatan Kuban.


Sumber :
Bundesarchiv via German WWII Archive
www.archive.org

Generaloberst Wilhelm Adam (1877-1949), Jenderal Kritikus Nazi


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Theodor Wilhelm Adam
Nama panggilan/julukan: Tidak diketahui

Tanggal Lahir: 15 September 1877 di Ansbach, Mittelfranken, Bayern (Kekaisaran Jerman)
Tanggal Meninggal: 8 April 1949 di Garmisch-Partenkirchen, Bayern (Jerman Barat)

Beförderungen (Promosi):
25 Januari 1898: Fähnrich  
10 Maret 1899: Leutnant  
28 Oktober 1905: Oberleutnant  
1 Oktober 1911: Hauptmann  
14 Desember 1917: Major  
1 Februari 1923: Oberstleutnant  
1 Februari 1927: Oberst  
1 Februari 1930: Generalmajor  
1 Desember 1931: Generalleutnant  
1 April 1935: General der Infanterie  
1 Januari 1939: Generaloberst

Karriere (Karir):
15 Juli 1897: Memasuki dinas militer sebagai Fahnenjunker  
15 Juli 1897 - 1 Oktober 1900: Bertugas di 3rd Telegraph Battalion (atau unit serupa di Bavarian Army, seperti telegraph dan railway units)  
1 Oktober 1900 - 1 Oktober 1903: Di Bavarian War Academy  
1 Oktober 1903 - 1 Oktober 1907: Di 1st Telegraph Battalion  
1 Oktober 1907 - 1 Oktober 1910: Di Bavarian War Academy  
1 Oktober 1910 - 1 Oktober 1911: Di Central Office of the Bavarian General Staff  
1 Oktober 1911 - 1 Oktober 1913: Company Commander di 3rd Pioneer Battalion  
1 Oktober 1913 - 2 Agustus 1914: Di Bavarian General Staff  
2 Agustus 1914 - 21 Agustus 1914: Adjutant to the Staff of the Governor of Metz  
21 Agustus 1914 - 24 Desember 1914: General Staff Officer dengan Staff of the 6th Army  
24 Desember 1914 - 1 Januari 1915: General Staff Officer dengan Staff of the 6th Bavarian Reserve Division  
1 Januari 1915 - 22 Juni 1916: General Staff Officer dengan Staff of the 6th Army  
22 Juni 1916 - 30 November 1916: General Staff Officer dengan Staff of Army Group Kronprinz Rupprecht  
30 November 1916 - 26 Januari 1917: General Staff Officer dengan Staff of the 6th Army  
26 Januari 1917 - 1 November 1917: General Staff Officer dengan Staff of the 4th Army  
1 November 1917 - 1 Januari 1918: General Staff Officer dengan Staff of the 6th Army  
1 Januari 1918 - 1 Oktober 1918: General Staff Officer dengan Staff of the 19th Army  
1 Oktober 1918 - 15 Desember 1918: General Staff Officer dengan Staff of the 6th Army  
15 Desember 1918 - 1 April 1919: General Staff Officer dengan Staff of Army Group Kronprinz Rupprecht  
1 April 1919 - 15 September 1920: Di Bavarian War Ministry  
15 September 1920 - 1 Oktober 1920: Di Staff of Wehrkreis VII  
1 Oktober 1920 - 1 Februari 1924: Battalion Commander di 20th Infantry Regiment  
1 Februari 1924 - 1 April 1924: Di Staff of the 7th Division  
1 April 1924 - 1 Oktober 1929: Liaison Officer to the Bavarian Reichswehr Ministry  
1 Oktober 1929 - 1 Februari 1930: Commander of the 20th Infantry Regiment  
1 Februari 1930 - 1 Oktober 1930: Commander of the 7th Division  
1 Oktober 1930 - 31 Desember 1938: Commander of Wehrkreis VII (termasuk peran sebagai Commanding General VII. Army Corps dan Commander of Wehrmacht Academy di periode tertentu)  
31 Desember 1938: Pensiun  
26 Agustus 1939: Dimobilisasi  
26 Agustus 1939 - 28 Februari 1943: Placed at the Disposal of the Army  
28 Februari 1943: Pensiun kembali

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
30 September 1914: 1914 Iron Cross II. Class  
25 Januari 1915: Bavarian Military Merit Order IV. Class with Swords  
30 April 1915: Mecklenburg-Schwerin Military Merit Cross II. Class  
25 Juli 1915: Princely Waldeck Merit Cross III. Class  
27 Mei 1916: 1914 Iron Cross I. Class  
25 Mei 1916: Oldenburg Friedrich August Cross II. Class  
25 Juli 1917: Bavarian Military Service Order III. Class with Crown  
18 Agustus 1917: Austrian Military Merit Cross III. Class with War Decoration  
30 Oktober 1917: Saxon Albert Order II. Class Knight with Swords  
4 Oktober 1918: House Order of Hohenzollern with Swords  
8 Mei 1918: Bavarian Military Merit Order IV. Class with Swords and Crown  
4 Mei 1918: Princely Lippe War Merit Cross  
4 September 1918: Wurttemberg Friedrich Order I. Class Knight with Swords  
1918: Wound Badge in Black  
1905: Bavarian Jubilee Medal  
Bavarian Long Service Award II. Class  
1914/1918: Cross of Honour 

------------------------------------------------------------------------------------------

Wilhelm Adam' (15 September 1877 – 8 April 1949) adalah seorang jenderal Jerman yang bertugas di AD Bavaria, Reichswehr, dan Wehrmacht. Ia mencapai pangkat Generaloberst dan memegang posisi penting seperti kepala Wehrmachtakademie dan komandan Heeresgruppe 2 selama awal Perang Dunia II. Adam dikenal karena ketidaksepakatannya dengan Adolf Hitler mengenai kesiapan militer Jerman, yang menyebabkannya pensiun dini pada 1938, meskipun kemudian dipanggil kembali pada 1939.

Wilhelm Adam lahir pada 15 September 1877 di Ansbach, putra dari pedagang Theodor Adam dan istrinya Margarethe (née Engerer). Ia menghadiri sekolah grammar humanistik di Amberg dan Ansbach hingga lulus sekolah menengah pada 1897. Setelah itu, Adam bergabung dengan AD Bavarian pada 1897 sebagai Fähnrich di unit telegraf dan komunikasi Bavaria. Pada 1907, ia dikirim ke Bavarian War Academy untuk pelatihan lebih lanjut.

Adam menikah dengan Isabella "Ella" Buchner (1885–1970), dan mereka memiliki dua putra: Oberstleutnant Hermann Adam (meninggal tahun 1944 pada usia 33) dan Leutnant Werner Adam (tewas pada 2 September 1939 pada usia 21 di Poledno, Polandia).

Selama Perang Dunia I, Adam bertugas sebagai pemimpin kompi di unit pionir Bavaria untuk waktu singkat. Pada akhir 1914, ia menjadi General Staff Officer di Staf Army High Command. Di akhir perang, ia kembali menjadi pemimpin unit insinyur Bavaria dan dianugerahi beberapa dekorasi.

Setelah perang, Adam bertugas di berbagai posisi dalam Reichswehr yang beranggotakan 100.000 orang, termasuk sebagai perwira penghubung ke Bavarian Military Ministry dan komandan batalion infanteri di 20th Infantry Regiment. Pada 1929, ia menjadi kepala Truppenamt (Troop Office), yang merupakan nama samaran untuk Generalstab yang dilarang oleh Perjanjian Versailles.

Dengan naiknya Adolf Hitler ke kekuasaan pada 1933, Adam menjadi Chief of the Troop Office. Ia kemudian memimpin divisi dan secara bersamaan memimpin Military District VII. Pada 1 Oktober 1930, ia menjadi komandan Wehrmachtakademie, akademi militer baru yang melatih perwira staf umum untuk Wehrmacht. Pada 1 April 1935, ia dipromosikan menjadi General der Infanterie.

Pada 1933, Adam mengkritik Reichskriegsminister Werner von Blomberg, yang menyebabkan ia kehilangan posisinya sebagai komandan VII Army Corps yang dialihkan ke Jenderal Walther von Reichenau. Pada musim gugur 1935, ia hampir dibebastugaskan karena dianggap tidak percaya pada National Socialism, tetapi Blomberg berubah pikiran dan menunjuknya sebagai komandan Wehrmachtakademie.

Pada 1 Maret 1938, atas saran Field Marshal Wilhelm Keitel, ia ditunjuk sebagai Commander-in-Chief of Group Command 2. Pada tur inspeksi Westwall pada 27 Agustus 1938, Adam secara terbuka berbicara tentang nilai tempur rendah dan tingkat ekspansi rendah dari Westwall, yang membuat Hitler marah dan menghentikan tur tersebut. Pada awal musim gugur 1938, Adam setuju untuk berpartisipasi dalam konspirasi melawan Hitler, tetapi setelah Perjanjian Munich menjadi tidak mungkin, ia meminta pensiun.

Adam pensiun pada 31 Desember 1938. Pada 1 Januari 1939, ia diberikan hak sebagai Generaloberst z.V. dan hak untuk mengenakan seragam 98th Infantry Regiment.

Adam dipanggil kembali untuk bertugas pada 26 Agustus 1939. Ia ditugaskan sebagai komandan Heeresgruppe 2 (kemudian disebut Oberbefehlshaber West) di Barat, tetapi karena usianya, ia tetap berada di pasukan cadangan AD selama beberapa tahun tanpa komando aktif selama perang. Ia pensiun lagi pada 31 Maret 1943.

Pada akhir Perang Dunia II, Adam mendapat masalah karena sikap kritisnya terhadap perang, setelah menyatakan pesimismenya tentang Hitler dan perkembangan perang selama permainan kartu dengan seorang penebang kayu dari Grainau dan musisi Richard Strauss di kafe lokal mereka di Garmisch-Partenkirchen. Pembicaraan kritis mereka tentang Führer dan kekalahan perang dilaporkan ke Gestapo oleh walikota Garmisch, yang merupakan fanatik Nazi. Adam lolos dari pengejaran berkat bantuan seorang jenderal SS, teman lama dari sebelum Perang Dunia II. Surat yang ditulis Adam kepada Himmler disimpan di Institut Sejarah Munich.

Adam meninggal pada 8 April 1949 di Garmisch-Partenkirchen pada usia 71 tahun karena penyakit perut. Ia dimakamkan di Stadtfriedhof Partenkirchen bersama istrinya.




Sumber:  
- https://en.wikipedia.org/wiki/Wilhelm_Adam_(general)  
- http://www.geocities.ws/orion47.geo/WEHRMACHT/HEER/Generaloberst/ADAM_WILHELM.html (arsip Geocities)  
- https://www.tracesofwar.com/persons/29952/Adam-Wilhelm-Generaloberst.htm  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/A/AdamWilhelm-R.htm  
- https://forum.axishistory.com/ (untuk detail tambahan dan referensi silang)

Generalfeldmarschall Maximilian von Weichs (1881-1954), Panglima Pasukan Jerman di Balkan


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Maximilian Maria Joseph Karl Gabriel Lamoral Reichsfreiherr von und zu Weichs an der Glonn
Panggilan/julukan: Tidak diketahui

Lahir: 12 November 1881 di Dessau, Sachsen-Anhalt (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 27 September 1954 di Bonn, Nordrhein-Westfalen (Jerman Barat)

Operasi militer dan pertempuran: Invasi ke Polandia (1939), Pertempuran Prancis (1940), Operasi Barbarossa (1941)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Agama: Katolik
Orangtua: Informasi berdasarkan catatan penahanan Nuremberg. Ayah: Otto Reichsfreiherr von Weichs, seorang perwira kavaleri Prusia dengan pangkat Oberst (Kolonel) di Angkatan Darat Kekaisaran Jerman yang bertugas di Dessau (tempat kelahiran Maximilian). Ayahnya meninggal pada tanggal 22 Januari 1895 saat Maximilian masih ABG, yang menyebabkan keluarganya pindah ke München. Ibu: Auguste Freiin von Redwitz. Setelah kematian suaminya, ia membesarkan anaknya di München, di mana Maximilian menyelesaikan pendidikan menengahnya. Ibunya meninggal tanggal 8 September 1924.
Saudara: Tidak ada catatan saudara kandung (saudara laki-laki atau perempuan) yang disebutkan dalam sumber biografi utama. Beberapa sumber menyebutkan ia sebagai "einziger Sohn" (anak tunggal laki-laki) dari ayahnya, yang menunjukkan kemungkinan besar ia tidak memiliki saudara laki-laki, dan mungkin juga tidak ada saudara perempuan yang tercatat secara signifikan.
Istri: Maria von Niesewand. Menikah tanggal 28 Juli 1928
Anak: Tidak ada catatan anak (putra atau putri) yang disebutkan secara eksplisit dalam sumber biografi yang kredibel. Ia meninggal di Schloss Rösberg (kastil keluarga dekat Bonn) pada 1954 setelah sakit lama, dan pemakamannya di pemakaman desa Gut Rössberg, tapi tidak ada penyebutan keturunan langsung yang hidup atau berperan dalam warisan keluarga.
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi): 
Fahnenjunker: 15 Juli 1900  
Leutnant: 12 Maret 1902 (beberapa sumber menyebut 9 Maret 1902)  
Oberleutnant: 3 Maret 1911  
Hauptmann: 1914  
Major: 1 Februari 1921  
Oberstleutnant: 1 Februari 1928  
Oberst: 1 November 1930  
Generalmajor: 1 April 1933  
Generalleutnant: 1 April 1935  
General der Kavallerie: 1 Oktober 1936  
Generaloberst: 19 Juli 1940  
Generalfeldmarschall: 1 Februari 1943

Karriere (Karir):
1900: Bergabung dengan Bavarian cavalry sebagai Fahnenjunker, kemudian bertugas di 2. Schwere Reiter-Regiment.  
Selama Perang Dunia I: Bertugas sebagai staff officer, termasuk di General Staff of the 3rd Bavarian Army Corps (1915-1918).  
Pasca-Perang Dunia I: Tetap bertugas di Reichswehr, menduduki berbagai posisi di General Staff.  
Sebelum 1930-an: Commander of Kavallerie-Regiment 18, kemudian chief of staff 1. Kavallerie-Division.  
1 Oktober 1935 – 30 September 1937: Commander of 1. Panzer-Division (dibentuk dari 3. Kavallerie-Division).  
1 Oktober 1937 – Oktober 1939: Commander of XIII. Armeekorps (terlibat dalam Anschluss Sudetenland 1938 dan pendudukan Cekoslowakia 1939).  
1939: Memimpin Army Corps "Weichs" selama invasi Polandia (Fall Weiss).  
20 Oktober 1939 – 13 Juli 1942: Commander-in-Chief of 2. Armee (terlibat dalam Battle of France/Fall Gelb, Balkans Campaign 1941, Operation Barbarossa sebagai bagian Army Group Centre termasuk Battle of Kiev, Battle of Smolensk, Battles of Vyazma dan Bryansk).  
Mid-Juli 1942 – 12 Februari 1943: Commander of Army Group South (kemudian Army Group B selama Case Blue; termasuk 2. Armee, 4. Panzerarmee, 6. Armee, dan pasukan sekutu seperti 2nd Hungarian Army, 8th Italian Army, Romanian Third dan Fourth Armies; terlibat dalam advance ke Stalingrad, kemudian relieved setelah encirclement Soviet di Stalingrad).  
26 Agustus 1943 – 25 Maret 1945: Commander of Army Group F dan OB Südost (Oberbefehlshaber Südost) di Balkans (markas awal di Belgrade, kemudian Vukovar mulai 5 Oktober 1944; mengawasi anti-partisan operations di Yugoslavia, Greece, Albania, Thrace; April 1944 juga commander of all German troops in Hungary; mengkoordinasikan retreat dari Greece dan sebagian Yugoslavia akhir 1944).  
25 Maret 1945: Placed in reserve/dipensiunkan dari dinas militer.  
Mei 1945: Ditangkap oleh pasukan Amerika.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
Iron Cross 1914, 2nd Class (20 September 1914)  
Iron Cross 1914, 1st Class (12 November 1915)  
Clasp to the Iron Cross 1939, 2nd Class (18 September 1939)  
Clasp to the Iron Cross 1939, 1st Class (29 September 1939)  
Knight's Cross of the Iron Cross (29 Juni 1940, sebagai General der Kavallerie dan commander-in-chief of 2. Armee)  
Eastern Front Medal  
Sudetenland Medal dengan Prague Castle Bar  
Wehrmacht Long Service Award 1st Class (dan lainnya seperti Bavarian Military Merit Order Fourth Class with Swords, Jubilee Medal for the Bavarian Army, Bavarian Military Long Service Award 2nd Class, Order of Franz Joseph Knight's Cross)  
Knight's Cross of the Iron Cross with Oak Leaves (5 Februari 1945, sebagai Generalfeldmarschall dan commander-in-chief of Heeresgruppe F serta OB Südost)

-------------------------------------------------------------------------------

Maximilian Maria Joseph Karl Gabriel Lamoral Reichsfreiherr von und zu Weichs an der Glon (12 November 1881 – 27 September 1954) adalah seorang Generalfeldmarschall Jerman dalam Wehrmacht pada Perang Dunia II. Ia dikenal sebagai komandan senior yang memimpin sejumlah Armee dan Heeresgruppe di Front Timur serta Balkan, termasuk Heeresgruppe B dan Heeresgruppe F. Berasal dari keluarga bangsawan Bayern, von Weichs merupakan perwira kavaleri profesional yang memulai kariernya pada masa Kekaisaran Jerman dan tetap bertugas melalui era Reichswehr hingga Wehrmacht.

Von Weichs lahir di Dessau dalam keluarga aristokrat Katolik Bayern. Ia bergabung dengan Angkatan Darat Bayern pada 1900 sebagai perwira kavaleri dan bertugas dalam berbagai resimen sebelum Perang Dunia I. Selama Perang Dunia I, ia bertugas di Front Barat dan memperoleh pengalaman sebagai perwira staf. Setelah kekalahan Jerman, ia tetap dipertahankan dalam Reichswehr meskipun terdapat pembatasan ketat akibat Perjanjian Versailles, dan membangun reputasi sebagai perwira staf yang cakap serta organisatoris.

Pada awal Perang Dunia II, von Weichs memimpin XIII. Armeekorps dalam invasi Polandia tahun 1939. Ia kemudian diberi komando 2. Armee dalam kampanye Prancis tahun 1940, berperan dalam operasi militer di Belgia dan Prancis utara.

Dalam Operasi Barbarossa tahun 1941, 2. Armee di bawah komandonya menjadi bagian dari Heeresgruppe Mitte dan terlibat dalam operasi besar di wilayah Smolensk dan Bryansk. Pada 1942, ia ditunjuk memimpin Heeresgruppe B selama operasi menuju Stalingrad dan Kaukasus. Sebagai komandan tingkat Heeresgruppe, ia bertanggung jawab atas koordinasi beberapa Armee dalam struktur komando yang kompleks.

Pada 1943, von Weichs dipromosikan menjadi Generalfeldmarschall. Ia kemudian memimpin Heeresgruppe F di Balkan, mengawasi operasi anti-partisan di Yugoslavia dan wilayah sekitarnya. Masa komandonya di Balkan ditandai oleh operasi keamanan skala besar terhadap kelompok perlawanan.

Von Weichs menerima sejumlah penghargaan militer, termasuk Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub. Kenaikannya ke pangkat Generalfeldmarschall pada 1943 menempatkannya di antara komandan tertinggi Wehrmacht pada fase pertengahan perang.

Menjelang akhir perang, von Weichs ditarik dari jabatan aktif karena alasan kesehatan. Setelah kekalahan Jerman, ia ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat dan didakwa dalam Pengadilan Nuremberg terkait tanggung jawab komando di Balkan. Namun proses hukum terhadapnya dihentikan karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Ia kemudian dibebaskan dan meninggal pada 1954.

Sebagai perwira profesional dari tradisi aristokrat Bayern, von Weichs dikenal memiliki gaya kepemimpinan formal dan berhati-hati. Sejarawan umumnya menilai dirinya sebagai komandan yang kompeten dalam struktur staf dan koordinasi tingkat tinggi, meskipun tidak termasuk dalam kelompok komandan paling inovatif di Wehrmacht.


Sumber:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Maximilian_von_Weichs  
- https://www.tracesofwar.com/articles/7029/Maximilian-Reichsfreiherr-von-Weichs.htm  
- https://m.ww2db.com/person_bio.php?person_id=829  
- https://military-history.fandom.com/wiki/Maximilian_von_Weichs  
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/ (referensi umum untuk struktur karir Wehrmacht)  
- https://forum.axishistory.com/ (diskusi terkait awards dan career details)  
- Buku referensi terkait seperti karya Scherzer (Ritterkreuzträger) dan Thomas (via Wikipedia)

Saturday, February 28, 2026

Generalfeldmarschall Ferdinand Schörner (1892-1973), Jenderal yang Kejam dan Tanpa Kompromi


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Johannes Ferdinand Schörner
Panggilan/julukan: Blutiger Ferdinand (artinya "Ferdinand yang Berdarah" atau "Bloody Ferdinand" dalam bahasa Inggris) dan Ungeheuer in Uniform (artinya "Monster Beruniform" atau "Monster in Uniform"). Kedua panggilan ini muncul karena gaya kepemimpinannya yang sangat keras dan kejam selama Perang Dunia II, terutama di akhir perang ketika ia memerintahkan eksekusi langsung (Standgericht) terhadap prajurit yang dianggap desertir, termasuk menggantung mereka di pohon dengan plakat yang menyatakan "Ich bin ein Deserteur" atau alasan serupa, untuk menakut-nakuti yang lain agar tetap bertahan. Hal ini membuatnya sangat ditakuti oleh bawahannya sendiri, sementara Hitler dan beberapa pimpinan Nazi justru menganggapnya sebagai contoh disiplin yang fanatik.

Lahir: 12 Juni 1892 - Münich, Königreich Bayern (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 2 Juli 1973 - Münich, Bayern (Jerman Barat)
Nomor keanggotaan NSDAP: 9 624 400 (September 1943, retrospektif mulai 1 Januari 1943)
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Agama: Katolik
Orangtua: Ayah: Johann Schörner (seorang polisi / Polizist di Munich, Bavaria). Schörner lahir dari keluarga kelas menengah bawah (lower middle class) di Munich. Ibu: Anna Katharina Bauer (atau variasi nama serupa dalam beberapa catatan genealogi).
Saudara: Ia disebut sebagai anak tunggal, atau setidaknya tidak ada catatan saudara kandung yang menonjol dalam biografi utama.
Istri:Lieselotte Karboschensky (atau Karboschewsky / Karboschowsky dalam variasi ejaan; lahir 1909 – meninggal 8 April 1949). Mereka menikah pada 27 November 1927 di Berlin. Lieselotte adalah putri seorang industrialis (Industriellentochter) dari Berlin. Ia meninggal dunia pada 1949 (kemungkinan bunuh diri menurut beberapa sumber seperti ww2gravestone.com) saat Schörner masih ditahan di Uni Soviet (sejak 1945). Pernikahan ini berlangsung hingga kematiannya, dan Schörner tidak menikah lagi setelah dibebaskan.
Anak: tiga anak: dua putra dan satu putri. Anak sulung (putra tertua): Meninggal pada usia 20 tahun karena epilepsi bawaan (angeborene Epilepsie). Nama dan tahun kelahiran tepat tidak disebutkan secara publik, tapi kemungkinan lahir sekitar akhir 1920-an atau awal 1930-an. Dua anak lainnya (satu putra dan satu putri): Bertahan hidup, tapi nama dan detail pribadi mereka jarang dipublikasikan karena alasan privasi pasca-perang. Beberapa sumber genealogi seperti Geni.com menyebutkan Andreas Schorner (1929–2011) sebagai kemungkinan salah satu anak, tapi ini belum terkonfirmasi 100% sebagai anak Schörner (bisa kerabat lain dengan nama serupa).
Ciri fisik: Tinggi 180cm, warna mata abu-abu, warna rambut coklat. Schörner memiliki wajah persegi, rahang kuat, alis tebal, dan ekspresi wajah yang sering digambarkan sebagai keras, tanpa senyum, serta tatapan tajam yang membuatnya dijuluki "Ungeheuer in Uniform" (Monster Beruniform). Tubuhnya atletis dan berotot dari karir militer panjang (termasuk pengalaman gunung dan infanteri), meskipun di akhir perang ia tampak lebih kurus karena stres dan kondisi medan perang. Uniknya, Hitler secara pribadi mengomentari penampilan Schörner sebagai "menakutkan", dan berguna untuk mengintimidasi tamu diplomatik, yang menunjukkan bahwa ciri fisiknya memang menjadi bagian dari reputasinya sebagai pemimpin yang ditakuti!

Beförderungen (Promosi): 
- 1 April 1912: Gefreiter
- 1 Agustus 1912: Unteroffizier
- 22 Mei 1913: Vizefeldwebel der Reserve
- 28 Agustus 1914: Offiziersstellvertreter
- 29 November 1914: Leutnant der Reserve
- 15 Juli 1918: Oberleutnant
- 1 Agustus 1926: Hauptmann
- 14 Agustus 1934: Major
- 16 Maret 1937: Oberstleutnant
- 27 Agustus 1939: Oberst
- 17 Desember 1941: Generalmajor
- 28 Februari 1942: Generalleutnant
- 15 Mei 1942: General der Gebirgstruppe
- 20 Mei 1944: Generaloberst
- 5 April 1945: Generalfeldmarschall

Karriere (Karir):
- Oktober 1911: Masuk Tentara Bavaria sebagai sukarelawan satu tahun di Infanterie-Leib-Regiment Bavaria.
- 1914-1918: Bertugas di Perang Dunia I, bertempur di Front Barat, Alpen Italia, dan Serbia; terluka beberapa kali; menjadi komandan kompi pada September 1916.
- April 1919: Bergabung dengan Freikorps Epp melawan Republik Soviet Munich dan pemberontakan komunis di Ruhr.
- 1 Oktober 1919: Diambil alih sebagai Oberleutnant di Reichswehr sementara, ditugaskan ke Reichswehr-Schützen-Regiment 41.
- Musim semi 1920: Tetap di resimen yang sama di tentara transisi 200.000 orang.
- Pembentukan tentara 100.000 orang: Diambil alih ke 19. (Bayerisches) Infanterie-Regiment sebagai perwira kompi.
- 1 Oktober 1923: Dipindah ke 3. Eskadron 17. (Bayer.) Reiter-Regiment di Ansbach; dikirim untuk pelatihan pembantu pemimpin di staf Divisi 7 di Munich, berpartisipasi dalam penumpasan Putsch Hitler.
- 1 Oktober 1924: Dipindah kembali ke 1. Kompanie 19. (Bayer.) Infanterie-Regiment di Munich.
- 1 Oktober 1925: Dipindah ke Reichswehrministerium di Berlin untuk tahun kedua pelatihan pembantu pemimpin di Heeres-Ausbildungsabteilung (T 4).
- 1 Oktober 1926: Dipindah sementara ke 21. (Bayer.) Infanterie-Regiment.
- 1 November 1926: Ditunjuk sebagai kepala 16. Kompanie 19. (Bayer.) Infanterie-Regiment di Landshut.
- 1 Februari 1929: Menyerahkan komando 16. Kompanie; menjadi kepala 10. Kompanie di Kempten.
- 1 Oktober 1931: Dipindah ke 8. (MG.) Kompanie di Augsburg; dikirim sebagai instruktur taktik ke Infanterieschule Dresden, kemudian dipindah ke sana.
- 1 Oktober 1934: Ditunjuk sebagai ajudan Infanterieschule Dresden saat ekspansi Reichswehr menjadi Wehrmacht.
- Musim semi 1935: Menjadi ajudan Kriegsschule Dresden.
- 1 Oktober 1936: Dipindah ke Reichskriegsministerium di Berlin sebagai pemimpin kelompok di 3. Abteilung des Generalstabs des Heeres.
- 12 Oktober 1937: Mengambil alih komando Gebirgs-Jäger-Regiment 98.
- Mobilisasi Perang Dunia II: Memimpin resimen dalam Kampanye Polandia.
- Awal 1940: Bertanggung jawab atas pembentukan 6. Gebirgs-Division; memimpin divisi dalam Kampanye Prancis.
- 1941: Memimpin divisi dalam Kampanye Balkan (menembus Metaxas-Linie Yunani) dan Operasi Barbarossa; divisi ditugaskan ke sektor Arktik di Front Timur.
- 15 Januari 1942: Mengambil alih komando XIX. Gebirgskorps (sebelumnya Gebirgskorps Norwegia) sebagai pengganti Eduard Dietl.
- 1 Juni 1942: Ditunjuk sebagai kommandierender General XIX. Gebirgskorps di Finlandia dan Norwegia; terlibat dalam serangan gagal ke Murmansk dan perang buntu.
- Akhir Oktober 1943: Menyerahkan komando korps.
- November 1943: Mengambil alih komando XXXX. Panzerkorps di Front Timur di Ukraina.
- 2 Maret 1944: Mengambil alih komando 17. Armee.
- 30 Maret 1944: Ditunjuk sebagai oberbefehlshaber Heeresgruppe Südukraine; mengawasi mundur dari Sungai Dniester di Rumania dan evakuasi terlambat Sevastopol.
- 20 Juli 1944: Ditunjuk sebagai kommandeur Heeresgruppe Nord (kemudian diganti nama menjadi Heeresgruppe Kurland); mempertahankan Kurland dalam empat pertempuran.
- 20 Januari 1945: Ditunjuk sebagai oberbefehlshaber Heeresgruppe A (diganti nama menjadi Heeresgruppe Mitte pada 25 Januari); mempertahankan Cekoslowakia dan Sungai Oder.
- 30 April 1945: Ditunjuk oleh Hitler sebagai Oberbefehlshaber des Heeres hingga penyerahan Reich pada 8 Mei 1945.
- 8 Mei 1945: Melarikan diri ke Austria; menyerah kepada pasukan Amerika pada 18 Mei; diekstradisi ke Soviet.

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
- Eisernes Kreuz II. Klasse: 22 Desember 1914
- Königlich Bayerischer Militärverdienst-Orden mit Schwertern: 11 Oktober 1915
- Österreichisches Militärverdienstkreuz III. Klasse mit der Kriegsdekoration: 20 April 1916
- Eisernes Kreuz I. Klasse: 27 Januari 1917
- Bayerischer Militärverdienstorden IV. Klasse mit Schwertern und Krone: 24 Oktober 1917
- Pour le Mérite: 5 Desember 1917
- Erinnerungszeichen an die Goldene Hochzeit des Königspaares (Bayern): 20 Februari 1918
- Chilenischer Verdienstorden, Offizierskreuz: 1933
- Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse hingga II. Klasse: 2 Oktober 1936
- Orden der Krone von Italien (Komtur): 2 Agustus 1938
- Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938: 8 November 1938
- Wiederholungsspange (1939) zum Eisernen Kreuz II. Klasse (1914): 12 September 1939
- Wiederholungsspange (1939) zum Eisernen Kreuz I. Klasse (1914): 20 September 1939
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 20 April 1941
- Bulgarischer St. Alexander-Orden II. Klasse mit Schwertern: 15 Juli 1941
- Finnisches Freiheitskreuz I. Klasse mit Eichenlaub: 1 Juli 1942
- Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42: 20 Agustus 1942
- Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP: 30 Januari 1943
- Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes: 17 Februari 1944
- Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub: 28 Agustus 1944
- Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern: 1 Januari 1945
- Verwundetenabzeichen (1918) in Weiß: Tanggal tidak diketahui
- Ärmelband Kurland: Tanggal tidak diketahui
- Ehrenkreuz für Frontkämpfer: Tanggal tidak diketahui

-----------------------------------------------------------------------------------

Ferdinand Schörner (12 Juni 1892 – 2 Juli 1973) adalah seorang komandan militer Jerman yang mencapai pangkat Generalfeldmarschall dalam Wehrmacht pada masa Jerman Nazi selama Perang Dunia II. Ia memimpin beberapa Grup Tentara di Front Timur dan menjadi Panglima Tertinggi Angkatan Darat Jerman (Oberbefehlshaber des Heeres) yang terakhir serta orang terakhir yang dipromosikan ke pangkat Marsekal Lapangan dalam Wehrmacht.

Schörner dikenal sebagai pendukung fanatik Nazisme dan terkenal karena kekejamannya yang ekstrem, baik terhadap musuh maupun prajuritnya sendiri. Ia sering disebut "Bloody Ferdinand" atau "Butcher" oleh prajurit Jerman karena kebiasaannya mengeksekusi desertir, penjarah, atau siapa pun yang dianggap melemahkan disiplin secara langsung tanpa proses hukum yang panjang. Pada akhir perang, ia menjadi komandan favorit Adolf Hitler.

Ferdinand Schörner lahir pada 12 Juni 1892 di München, Kerajaan Bavaria, Kekaisaran Jerman. Ia berasal dari keluarga sederhana dan sempat menempuh pendidikan untuk menjadi guru sebelum memilih karier militer.

Pada 1911 ia bergabung dengan Angkatan Darat Bavaria. Selama Perang Dunia I, Schörner bertugas sebagai perwira junior, terutama di Front Italia. Ia berpartisipasi dalam Pertempuran Caporetto (1917) dan atas keberanian serta kepemimpinannya ia dianugerahi Pour le Mérite, penghargaan militer tertinggi Kekaisaran Jerman pada masa itu.

Setelah perang berakhir, ia tetap berada di militer dan bergabung dengan Reichswehr (angkatan bersenjata Republik Weimar yang dibatasi Perjanjian Versailles).

Schörner dengan cepat beradaptasi dengan rezim Nazi dan menunjukkan loyalitas tinggi terhadap ideologi partai. Pada 1937 ia memimpin Resimen Gunung ke-98.

Invasi Polandia (September 1939): memimpin resimen gunung.  
Kampanye Balkan dan Yunani (1941): sebagai komandan Divisi Gunung ke-6, ia memainkan peran penting dalam menerobos Garis Metaxas di Yunani, sehingga dianugerahi Knight's Cross of the Iron Cross.

Pada Juni 1941, Divisi Gunung ke-6-nya ikut serta dalam Operasi Barbarossa (invasi Uni Soviet).

Schörner menghabiskan sebagian besar Perang Dunia II di Front Timur, di mana ia dikenal karena taktik pertahanan keras dan pendekatan tanpa kompromi:

Pada 20 Mei 1944 ia menjadi Generaloberst (Jenderal Kolonel). Pada 5 April 1945, Hitler mempromosikannya menjadi Generalfeldmarschall – promosi terakhir ke pangkat ini dalam sejarah Wehrmacht.

Pada 30 April 1945 (sesuai wasiat terakhir Hitler), Schörner ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat Jerman (meskipun hanya bersifat nominal karena kekalahan sudah tidak terelakkan).

Pada awal Mei 1945, setelah kematian Hitler, Schörner terus memerintahkan perlawanan di wilayah Bohemia dan pegunungan di Cekoslowakia meskipun sebagian besar pasukan Jerman telah menyerah. Ia dikenal mengeksekusi ratusan prajuritnya sendiri yang mencoba menyerah atau mundur.

Pada 8 Mei 1945 (hari penyerahan Jerman), Schörner meninggalkan pasukannya, menyamar sebagai petani Tirol, dan menyerahkan diri kepada pasukan Amerika Serikat (Divisi Infanteri ke-42). Ia kemudian diserahkan kepada Soviet.

Uni Soviet menahannya sebagai tahanan perang selama bertahun-tahun. Pada 1955 ia dibebaskan dan dikirim ke Jerman Timur. Di sana ia sempat dipekerjakan dalam posisi militer/polisi oleh pemerintah DDR, meskipun kemudian ditahan lagi.

Pada 1950-an akhir hingga 1960-an, Schörner juga ditahan oleh otoritas Jerman Barat karena tuduhan kejahatan perang dan eksekusi ilegal terhadap prajurit Jerman sendiri. Ia dihukum penjara beberapa kali, meskipun masa tahanan terakhirnya relatif singkat.

Ferdinand Schörner meninggal dunia pada 2 Juli 1973 di München, Jerman Barat, pada usia 81 tahun.

Ia tetap menjadi salah satu figur paling kontroversial dalam sejarah militer Jerman karena fanatisme Nazinya yang ekstrem, kekejaman terhadap prajurit sendiri (eksekusi ratusan hingga ribuan desertir dan "melemahkan semangat"), loyalitas buta hingga akhir perang, serta statusnya sebagai Marsekal Lapangan terakhir Wehrmacht.

Schörner sering disebut sebagai contoh ekstrem dari jenderal Nazi yang mengutamakan ideologi di atas nyawa prajurit dan logika militer.



Sumber:
- https://en.wikipedia.org/wiki/Ferdinand_Sch%C3%B6rner
- https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/S/SchoernerF-R.htm
- https://www.tracesofwar.com/persons/360/Sch%C3%B6rner-Ferdinand.htm
- http://de.metapedia.org/wiki/Sch%C3%B6rner,_Ferdinand
- https://forum.axishistory.com/ (berbagai thread terkait promosi, karir, dan penghargaan)
- https://www.geni.com/people/Ferdinand-Sch%C3%B6rner/6000000010459367055