Showing posts with label Ranpur dan Halftrack. Show all posts
Showing posts with label Ranpur dan Halftrack. Show all posts

Monday, January 16, 2017

Foto Sd.Kfz.222 (Sonderkraftfahrzeug 222)

Diantara aset kendaraan bermotor pertama dari Leibstandarte SS Adolf Hitler dan SS-Verfügungstruppe (cikal bakal Divisi Das Reich) adalah Aufklärungstruppe (pasukan pengintai/pengamat). Banyak dari kader pertama unit ini yang mendapat pelatihan mereka dari sekolah-sekolah Heer (Angkatan Darat). Dalam foto ini kita bisa melihat seorang Aufklärer SS yang sedang dilatih menggunakan ranpur ringan Sd.Kfz.222, salah satu kendaraan yang tersedia dalam jumlah besar pada saat itu. Kita bisa mengatakan bahwa ini adalah salah satu foto awal Aufklärer SS karena seragam hitam Panzertruppen Heer hasil modifikasi yang dikenakannya (yang digunakan sebelum Perang Dunia II saat Waffen-SS masih belum memperkenalkan seragam panzer hitamnya sendiri). Topinya juga adalah topi hitam Allgemeine-SS hasil modifikasi, yang digunakan sebelum diperkenalkannya side cap khusus untuk SS-Verfügungstruppen dan Leibstandarte pada tahun 1938


Sumber :
Buku "Scouts Out: A History of German Armored Reconnaissance Units in World War II" karya Robert Edwards, Michael H. Pruett dan Michael Olive

Wednesday, June 22, 2016

Foto Sd.Kfz.223 (Sonderkraftfahrzeug 223) Leichter Panzerspähwagen

 Sebuah Sd.Kfz.223 milik Aufklärungs-Abteilung 29 / 29.Infanterie-Division (mot.) di dekat Kwassuy/Smolensk, musim panas 1941. Kendaraan lapis baja ringan bertenaga mesin Horch V-8 ini dipersenjatai dengan sebuah MG 34 dan mempunyai kemampuan cross-country sampai 200km. Dalam foto ini tampak bagian kompartemennya ditutupi dengan sebuah bendera swastika besar yang berfungsi sebagai pengenal bagi pesawat-pesawat Luftwaffe di atas


Sumber :
www.instahlgewittern.com

Wednesday, November 26, 2014

Foto Berwarna Ranpur dan Halftrack Wehrmacht

SD.KFZ.7

 Halftrack penarik yang tampak sedang melintasi sebuah sungai kecil dalam foto ini adalah Sd.Kfz.7 mittlerer Zugkraftwagen (8-ton) yang membawa baterai howitzer berat sFH18 kaliber 105mm. Sd.Kfz.7 adalah kendaraan penarik yang paling banyak digunakan oleh Wehrmacht di masa perang, dengan jumlah produksi tercatat sebanyak 10.257 unit. Perhatikan pula jembatan K-Gerät serta kamuflase dedaunan yang digunakan oleh kendaraan diatas! K-Gerät (Kastenträger-Gerät) adalah jembatan bongkar-pasang seberat 16 ton yang terdiri dari tiga bagian ponton atau blok dengan panjang total 78,8 meter. Desainnya merupakan hasil jiplakan dari jembatan Small Box Girder Inggris dan pertama kali dibuat pada pertengahan tahun 1930-an. K-Gerät menggunakan panjang panel yang sama seperti halnya SBG, hanya saja sedikit berbeda dalam hal detail penguatnya. Artikel yang dimuat dalam sebuah majalah militer Jerman terbitan tahun 1943 menjelaskan bahwa jembatan tersebut terutama sekali dipakai di Front Timur bersama-sama dengan tipe jembatan ponton lainnya, dan mengklaim bahwa "jembatan K-Gerät mempunyai performa yang memuaskan. Bentuknya sama dengan jembatan yang digunakan oleh pasukan musuh."


Sebuah Sd.Kfz.7/1 yang ditinggalkan oleh awaknya di Fischhausen (sekarang berganti nama menjadi Primorsk di Kaliningrad Oblast, Rusia), bulan Maret 1945, selama berlangsungnya Ofensif Prusia Timur, 13 Januari s/d 25 April 1945. Halftrack ini dilengkapi dengan sebuah sistem senjata anti pesawat udara lipat empat Flakvierling 38 20mm (nama resmi Jermannya: 2cm Flakvierling 38 auf Selbstfahrlafette Sd.Kfz.7/1). Menarik untuk diperhatikan bahwa lempengan baja pelindung tambahan di depan dan di framework mesin Flakvierling-nya sama-sama mempunyai warna Panzergrau (abu-abu tua)

-----------------------------------------------------------------------------------

SD.KFZ.251

Unternehmen 25: konvoy kendaraan lapis baja (terlihat diantaranya adalah Sd.Kfz.251 dan Panzer II) dari 11. Panzer-Division "Gespensterdivision" (Divisi Hantu) / XIV Armeekorps (motorisiert) / 12.Armee melewati kendaraan-kendaraan yang rusak serta truk yang terbakar, yang merupakan kepunyaan dari AD ke-5 Yugoslavia di Niš, sebuah kota Serbia yang terletak di pinggiran sungai Morava. Empat hari kemudian - setelah awalnya kampanye militer yang mudah tapi kemudian berubah menjadi lebih sulit dan penuh rintangan - divisi pimpinan Generalleutnant Ludwig Crüwell tersebut berhasil mencapai Beograd, ibukota Yugoslavia. Dalam berita propaganda tentang pergerakan unit ini yang kemudian dipublikasikan, pasukan pertahanan Yugoslavia digambarkan sebagai satuan-satuan militer yang tidak kompeten serta mudah untuk ditaklukkan. Tapi khusus untuk pihak yang bertahan di sekeliling Beograd, mereka mendapat 'penghormatan' khusus: "Harus kami akui bahwa mereka memanfaatkan alam sekitar dengan maksimal, dan mempertahankan ibukota mereka dengan penuh determinasi dan keberanian". Foto ini diambil pada tanggal 9 April 1941 oleh Kriegsberichter Artur Grimm dari Propaganda-Kompanie (PK) 691


 
Foto berwarna asli - yang diambil pada bulan Agustus 1941 ini -  memperlihatkan sebuah halftrack (kendaraan setengah roda) Jerman dari jenis Sd.Kfz.251 Ausf.A yang sedang bergerak maju melewati Katedral Ortodoks Dormition di Mglin, Bryansk Oblast, Uni Soviet. Kendaraan lapis baja satu ini berasal dari 1.Batterie / I.Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment 75 / 3. Panzer-Division. Dalam Unternehmen Barbarossa (Operasi Barbarossa, invasi Jerman atas Rusia) yang dimulai pada tanggal 22 Juni 1941, 3. Panzer-Division menjadi bagian dari Panzergruppe 2 pimpinan "Bapak Pasukan Tank" Heinz Guderian. Pada awal operasi, divisi yang dikomandani oleh Generalleutnant Walter Model ini bertempur di sektor tengah gerak maju pasukan Jerman, tapi kemudian dibelokkan ke arah selatan untuk ikut ambil bagian dalam Pertempuran Kiev (23 Agustus - 26 September 1941). Dari sana, 3. Panzer-Division berpartisipasi dalam Pertempuran Moskow (30 September 1941 - 20 April 1942), dan sempat bergerak maju sampai ke wilayah Tula yang berjarak sekitar 173 kilometer dari ibukota Uni Soviet tersebut, sebelum akhirnya dihentikan oleh pasukan bertahan musuh yang bertempur dengan gila-gilaan

-----------------------------------------------------------------------------------


 Unternehmen Barbarossa, musim panas tahun 1941. Foto berwarna ini memperlihatkan sebuah perahu penyeberangan yang dibuat dari 8-tonne Brückengerät B (Bridge Equipment B). Kendaraan yang diangkut adalah ranpur Beute BA 10 tanpa turet hasil rampasan dari Soviet, yang biasa digunakan sebagai traktor penarik. Bruckengerat B adalah salah satu dari jenis jembatan ponton Wehrmacht yang paling banyak digunakan. Unit Pionier (Zeni) yang membawa jembatan ini dilengkapi dengan truk-truk dan kendaraan derek untuk menarik trailer pembawa ponton, papan kayu, motorboat, dan perlengkapan lainnya. 16 bagian ponton yang terbuat dari besi diperlukan untuk membuat satu jembatan utuh, baik secara berpasangan atau satu-satu. Bila digunakan secara berpasangan, maka panjangnya adalah 54 meter dengan kapasitas 16 ton, sementara bila digunakan secara satuan maka panjangnya adalah 83 meter dengan kapasitas 8 ton. Bagian dek dilengkapi dengan undakan besi dan pagar trotoar yang terbuat dari 26 buah papan kayu. Terdapat juga delapan buah bagian penopang yang terdiri dari papan jalan yang diperkuat dengan tiang besi yang bisa disesuaikan ukurannya, masing-masing dengan tiga kaki penguat. Hal ini memungkinkan penyambungan jembatan dengan perahu terapung ketika pinggiran sungai terletak lebih tinggi dibandingkan dengan jembatan pontonnya, atau ketika permukaan air di dekat pinggiran sungai terlalu dangkal untuk mampu mengapungkan ponton. Jembatan ini juga dapat menyesuaikan diri manakala sungai meluap atau menyurut. Beberapa tipe perahu penghubung bisa dibuat dengan menggunakan perlengkapan yang sama, dengan sebuah trailer dengan kabel difungsikan khusus untuk menarik jembatan ini maju-mundur. Setengah-ponton mempunyai panjang 3,5 meter dan lebar 1,5 meter. Sebuah perahu penghubung yang mempunyai kapasitas 4 ton memerlukan dua buah setengah-ponton serta satu buah bagian dek jembatan, sementara perahu ganda dengan kapasitas 8 ton memerlukan empat setengah-ponton serta dua dek, dan perahu kapasitas 16 ton menggunakan dua ponton penuh serta dua dek. jembatan ponton penuh Brückengerät B 8 ton atau versi perahu penghubung 16 ton-nya mampu menopang dan membawa semua jenis kendaraan yang bisa ditemukan di sebuah divisi infanteri Jerman atau divisi panzer awal perang, termasuk sebuah Panzer IV, meriam howitzer kaliber 150mm, dan halftrack penarik. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan pada tahun 1942 dalam buku "Das Heer im Grossdeutschen Freiheitskampf" (Angkatan Darat dalam Pertempuran Akbar Jerman untuk Kebebasan) yang diterbitkan oleh Oberkommando des Heeres (OKH) untuk pasaran remaja Jerman





 Sebuah kompi Panzergrenadier dalam gerak maju di Rusia. Berdasarkan zoom dari bemper truk Opel Blitz di tengah, diketahui bahwa unitnya adalah Panzergrenadier-Division Großdeutschland, sementara kendaraan-kendaraan yang berhasil teridentifikasi adalah Sd.Kfz.11, Sd.Kfz.10, Steyr 1500, serta tank-tank Panzer III dan IV di latar belakang. Panzergrenadier (disingkat PzGren atau Pzg) adalah sebutan Jerman untuk unit infanteri mekanis atau bermotor, yaitu prajurit infanteri yang rantang-runtung tidak dengan jalan kaki melainkan nebeng ke kendaraan-kendaraan khusus yang dibuat special pake telor kacingcalang untuk perannya. Nama "Panzergrenadier" masih bertahan sampai saat ini, dan digunakan di negara-negara yang berbahasa Jerman seperti Jerman (ya iya lah!), Austria dan Swiss


Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com
www.ww2incolor.com

Foto Sd.Kfz.7 (Sonderkraftfahrzeug 7) mittlerer Zugkraftwagen 8t


 Halftrack penarik yang tampak sedang melintasi sebuah sungai kecil dalam foto ini adalah Sd.Kfz.7 mittlerer Zugkraftwagen (8-ton) yang membawa baterai howitzer berat sFH18 kaliber 105mm. Sd.Kfz.7 adalah kendaraan penarik yang paling banyak digunakan oleh Wehrmacht di masa perang, dengan jumlah produksi tercatat sebanyak 10.257 unit. Perhatikan pula jembatan K-Gerät serta kamuflase dedaunan yang digunakan oleh kendaraan diatas! K-Gerät (Kastenträger-Gerät) adalah jembatan bongkar-pasang seberat 16 ton yang terdiri dari tiga bagian ponton atau blok dengan panjang total 78,8 meter. Desainnya merupakan hasil jiplakan dari jembatan Small Box Girder Inggris dan pertama kali dibuat pada pertengahan tahun 1930-an. K-Gerät menggunakan panjang panel yang sama seperti halnya SBG, hanya saja sedikit berbeda dalam hal detail penguatnya. Artikel yang dimuat dalam sebuah majalah militer Jerman terbitan tahun 1943 menjelaskan bahwa jembatan tersebut terutama sekali dipakai di Front Timur bersama-sama dengan tipe jembatan ponton lainnya, dan mengklaim bahwa "jembatan K-Gerät mempunyai performa yang memuaskan. Bentuknya sama dengan jembatan yang digunakan oleh pasukan musuh."


Sebuah SdKfz 7/1 yang ditinggalkan oleh awaknya di Fischhausen (sekarang berganti nama menjadi Primorsk di Kaliningrad Oblast, Rusia), bulan Maret 1945, selama berlangsungnya Ofensif Prusia Timur, 13 Januari s/d 25 April 1945. Halftrack ini dilengkapi dengan sebuah sistem senjata anti pesawat udara lipat empat Flakvierling 38 20mm (nama resmi Jermannya: 2cm Flakvierling 38 auf Selbstfahrlafette Sd.Kfz.7/1). Menarik untuk diperhatikan bahwa lempengan baja pelindung tambahan di depan dan di framework mesin Flakvierling-nya sama-sama mempunyai warna Panzergrau (abu-abu tua)


Foto ini diambil dari buku "Vorwärts, Prinz Eugen!" karya Otto Kumm (halaman 314), dan memperlihatkan parade kendaraan perang milik SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen", yang dilangsungkan di jalanan kota Mostar, Bosnia-Herzegovina (Yugoslavia), pada tanggal 8 Juli 1943, tak lama setelah kesuksesan "Fall Schwarz" (Case Black), operasi anti-Partisan di tenggara Bosnia. Foto ini memperlihatkan sebuah Sd.Kfz.7 mittlerer Zugkraftwagen 8t milik SS-Freiwilligen-Gebirgs-Artillerie-Regiment "Prinz Eugen", yang sedang melintasi jalan Kralja Petra (asalnya bernama Franca Jozefa. Kini bernama Mostarskog Bataljona), menuju ke arah jembatan yang mempunyai nama sama. Foto ini sendiri diambil diantara Hotel Neretva dan fasilitas spa kota Mostar. Bangunan apotik terkenal di kota tersebut terlihat di latar belakang



Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com
www.ww2incolor.com

Saturday, September 20, 2014

AEC Dorchester "Mammut"

Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberstleutnant Irnfried Freiherr von Wechmar (Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 3 (motorisiert) / 5.leichte-Division / Deutsches Afrikakorps) yang diserahkan langsung oleh Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) pada tanggal 13 April 1941. Di belakang terparkir sebuah ranpur komando AEC Dorchester yang merupakan salah satu dari tiga kendaraan sejenis hasil rampasan dari Inggris yang biasa digunakan oleh Rommel sebagai kendaraan komando utamanya saat mengunjungi berbagai front di Afrika. Pasukan Jerman menyebut kendaraan jenis ini sebagai "Mammut", sementara yang biasa dipakai Rommel dinamakan sebagai "Max"


Sumber :
www.beutepanzer.ru

Monday, September 1, 2014

Foto Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz.221 (Sonderkraftfahrzeug 221)

Seorang anggota Aufklärungs-Abteilung (Detasemen pelopor) dari unit panzer yang tidak diketahui sedang berpose di depan ranpur Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz.221 di sebuah kota di Jerman. Foto ini diambil di masa pra-perang dan memperlihatkan si prajurit mengenakan seragam panzer hitam model awal serta schutzmütze (baret panzer)



 Dua orang awak Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz.221 mengaso sebentar di atas kendaraan mereka saat berlangsungnya latihan perang yang mereka ikuti. Para "pengintai" ini tergabung dalam Aufklärungs-Abteilung 5 (motorisiert) / 2.Panzer-Division, yang terlihat dari schulterklappen (tanda pangkat bahu) bertuliskan A/5 yang mereka kenakan. Aufklärer di sebelah kiri adalah seorang kandidat (anwärter) bintara, yang terindikasi dari strip pita berwarna perak (tresse) di schulterklappen-nya



SS-Oberscharführer Carl-Heinz Frühauf berpose di depan sebuah ranpur Sd.Kfz.221 (Leichter Panzerspahwagen). Kendaraan lapis baja ringan ini biasa dipakai oleh pasukan pelopor (Aufklärung) untuk mengintai posisi musuh dan kondisi medan sebelum pasukan utama datang. Dalam operasi penyerbuan ke Polandia (1939) dan Prancis (1940) Frühauf memang menjadi anggota pasukan pelopor dari SS-Infanterie-Regiment "Germania" yang kemudian dimasukkan menjadi bagian dari SS-Division Verfügungstruppe (cikal bakal Divisi SS "Das Reich"). Frühauf sendiri nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai SS-Hauptsturmführer der Reserve dan Führer II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 49 "De Ruyter" / 4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" / III.(Germanische) SS-Panzerkorps / Armee-Abteilung Narwa / Heeresgruppe Nord


Sumber :
Buku "Scouts Out: A History of German Armored Reconnaissance Units in World War II" karya Robert Edwards, Michael H. Pruett dan Michael Olive
www.battlebornbooks.com
www.forum.panzer-archiv.de

Friday, August 29, 2014

Foto Sd.Kfz.10 (Sonderkraftfahrzeug 10)

Sd.Kfz.10/1 (leichter Gasspürerkraftwagen)
 
 Kunjungan Vidkun Quisling (Ministerpräsident Norwegen) ke markas para sukarelawan Waffen-SS asal Norwegia di Kalinovo, Uspenskaya (Uni Soviet), bulan Mei 1942. Dia sengaja jauh-jauh melakukan perjalanan dari Norwegia ke Rusia demi untuk melihat kondisi terakhir sukarelawan-sukarelawan negaranya, yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Foto ini memperlihatkan saat Qusling (kiri) - sang pimpinan kolaborator Nazi dari Norwegia - mencoba untuk menaiki sebuah halftrack milik pos komando Resimen Nordland, bersama dengan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Wilhelm Rediess (membelakangi kamera, Höhere SS und Polizeiführer "Nord") dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"). Halftrack dalam foto ini mempunyai nama resmi 'leichter Gasspürerkraftwagen (Sd. Kfz. 10/1) mit Fahrgestell des le. Zgkw. 1t', dan merupakan sebuah kendaraan transport roda-rantai yang pada awalnya dibuat khusus untuk mengangkut para anggota unit pendeteksi gas beracun. Berhubung dalam Perang Dunia II tidak ada serangan gas masif seperti halnya dalam Perang Dunia I, maka kendaraan ini dialihfungsikan menjadi kendaraan penarik Nebelwerfer (peluncur roket)

----------------------------------------------------------------------

Sd.Kfz.10/4 

Pasukan infanteri Jerman yang sedang bergerak maju menuju Rusia (Operasi Barbarossa) mendapat tumpangan dadakan dengan nebeng di atas panel samping sebuah Sd.Kfz.10/4 bersenjatakan FlaK 2cm 30/38 yang telah dilipat ke dalam. Bagi Wehrmacht, motorisasi unit-unit perang bukan hanya masalah melengkapi infanteri dengan truk supaya mereka bisa bergerak lebih cepat, tapi juga memanfaatkan mobilitas, fleksibilitas dan konsentrasi tinggi kekuatan senjata untuk mencapai hasil yang menentukan. Resimen-resimen infanteri bermotor merupakan bagian integral dari gabungan rumit dan sangat terlatih berbagai cabang Wehrmacht yang berbeda. Kerjasama yang saling menentukan inilah yang menjadi penyokong utama suksesnya Blitzkrieg dalam hal taktis dan operasional


Einsatzbereit (siap beraksi)! Sebuah halftrack Sd.Kfz.10/4 1-ton yang dipersenjatai dengan Flak 30 20mm dalam posisi siaga, siap untuk menembaki pesawat Soviet yang berkeliaran di sekitar Volga. Senjata anti pesawat udara ini nantinya digantikan oleh Flak 38 hasil pengembangan, meskipun yang lama masih tetap digunakan sampai dengan akhir perang. Untuk pelurunya digunakan magasin yang berisi 20 butir. Selain untuk pertahanan udara, senjata ini juga efektif digunakan untuk melawan kendaraan lapis baja ringan atau ranpur, pertahanan lapangan, bangunan berbenteng serta prajurit infanteri
 


Sumber :
Buku "Barbarossa 1941: German Infantryman vs Soviet Rifleman" karya David Campbell
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
www.commons.wikimedia.org

Saturday, April 5, 2014

Sd.Kfz.251 "Hanomag", Half'-Track Andalan Infanteri Jerman




Oleh : Waffen Armee

Sejarah
Pada Perang Dunia ke 2, militer Jerman menerapkan konsep perang Blitzkrieg yang sukses membuat Jerman menguasai Eropa. Dengan kombinasi dari konsentrasi kekuatan divisi tank, infanteri mekanis dan dukungan kekuatan udara, Jerman dengan cepat mengalahkan Polandia, Belanda, Belgia, Prancis dan negara-negara lainnya melalui taktik dan strateginya. Salah satu kendaraan yang menjadi icon tentara mekanis Jerman adalah half track Sd.Kfz.251 (Sonderkraftfahrzeug 251) yang juga sering dikenal sebagai "Hanomag". Kendaraan ini difungsikan oleh Jerman sebagai pengusung para panzergrenadiers yang merupakan infanteri mekanis Jerman agar dapat mengikuti mobilitas divisi tanknya.

Tank dan pesawat adalah peralatan militer yang mobil, dengan cepat dapat berpindah dari satu tempat ke tempat, akan tetapi infanteri bukanlah mesin yang dapat dipacu mengikuti pergerakan tank terus menerus. Selain membawa senjata dan perlengkapan masing-masing yang berbobot belasan kilogram, mereka seringkali harus melewati medan-medan berat di alam yang tentunya menguras tenaga. Menggunakan kendaraan pengangkut biasa di garis depan tentu memiliki resiko, selain tak dilengkapi armor, kendaraan yang rata-rata berpenggerak roda ini akan kesulitan melintasi medan berat yang biasa dilalui tank.

Karena itu militer Jerman memutuskan melengkapi infanteri mekanisnya dengan kendaraan angkut pasukan yang tak hanya dapat mengikuti mobilitas divisi lapis baja tetapi juga memiliki armor untuk melindungi infanefri yang dibawanya. Kendaraan ini akan mengikuti divisi lapis baja dan segera menurunkan infanterinya begitu terjadi kontak dengan lawan. Dengan demikian baik tenaga maupun kondisi infanterinya masih tetap terjaga hingga pertempuran terjadi.

Pabrikan Hanomag di Jerman menanggapi kebutuhan militer Jerman dengan membuat Sd.Kfz.251. Salah satu kendaraan yang terkenal saat Perang Dunia ke 2. Kendaraan ini seolah selalu tampil dimanapun tentara Jerman berada. Dengan fungsi dasar sebagai pengangkut pasukan, yang dikemudian hari Sd.Kfz.251 dapat juga menjalankan berbagai fungsi kendaraan militer lainnya. Diproduksi hingga 15.252 unit dari berbagai varian.

Sd.Kfz.251 didesain dan dibuat oleh pabrikan Hanomag Jerman untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan lapis baja pengangkut infanteri mekanis yang dapat melindungi infanteri dari tembakan peluru kaliber kecil ataupun pecahan artileri. Sd.Kfz.251 dilapisi armor dengan ketebalan bervariasi antara 6mm - 14,5mm, armor ini berbentuk plat-plat baja yang disusun menggunakan rivet di sekujur tubuhnya dengan penempatan sudut miring untuk menaikkan tingkat proteksi. Hanya saja Hanomag tidak melengkapi Sd.Kfz.251 dengan atap, sehingga masih rawan terhadap lemparan granat dari lawan ataupun serangan pesawat terbang. Untuk perlindungan dari serangan infanteri lawan dan fungsi memberi bantuan tembakan, Sd.Kfz.251 dilengkapi sepucuk senapan mesin MG34 atau MG42 dengan kaliber peluru 7,92mm. Pada penerapan di lapangan, seringkali sepucuk senapan mesin ditambahkan di bagian belakang yang dapat digunakan untuk menghalau pesawat lawan.

Sd.Kfz.251 menggunakan sistem half-track yang merupakan perpaduan roda ban depan yang difungsikan sebagai kemudi dan sistem rantai sebagai penggerak. Dengan menggunakan konsep ini, Sd.Kfz.251 dapat melintasi medan alam layaknya tank dan dikemudikan layaknya kendaraan beroda. Konsep ini terbukti lebih unggul daripada kendaraan beroda biasa pada jamannya.

Produksi Sd.Kfz.251 dimulai dari model A yang diproduksi tahun 1939 dan model B yang diproduksi tahun 1940. Keduanya memiliki ciri khas pada armor pelindung mesin depan yang berbentuk trapesium dan memiliki hatch untuk pendingin mesin. Model B kemudian menghilangkan vision slit di kompartemen infanteri. Model C yang diproduksi pertengahan tahun 1940 menggunakan bentuk armor pelindung mesin yang lebih simpel dibanding model A dan B. Model C diproduksi lebih banyak dari model sebelumnya, walaupun model C masih dianggap terlalu rumit untuk di produksi akan tetapi produksinya berlangsung hingga awal tahun 1943. Pada awal 1943 Hanomag kembali mendesain model baru, yakni model D yang menggunakan desain lebih simpel dan mengurangi jumlah plat-plat armor kecil. Perbedaan paling menyolok yang terlihat dari model A, B dan C terhadap model D adalah bentuk plat baja samping dan belakang, juga desain pintu belakang.

Bagian track penggerak Sd.Kfz.251 menggunakan slack track yang tidak memerlukan return rollers, masing-masing track dilengkapi bantalan karet. Sementara sistemnya menggunakan sistem overlapping dan interleaved wheels yang digunakan juga pada tank Panther, Tiger dan King Tiger. Sistem ini terbukti ampuh untuk membagi rata tekanan terhadap permukaan tanah, sehingga Sd.Kfz.251 di klaim memiliki kemampuan lintas medan lebih unggul dibanding half track buatan negara lain.
Akan tetapi kelemahan dari sistem ini adalah rumitnya penggantian (karena saling bertumpuk, sehingga terkadang bagian lain yang tidak rusak harus dilepas juga) dan lemah terhadap medan berlumpur atau bersalju, dimana lumpur atau salju masuk ke sela-sela roda dan mengering /membeku sehingga menyebabkan kemacetan roda.

Dalam penerapannya di lapangan Sd.Kfz.251 ternyata tak hanya berfungsi sebagai kendaraan pengusung infanteri panzergrenadiers. Setidaknya 23 varian dibuat dari basis standar pengusung infanteri, versi penyembur api, versi bersenjata meriam flak anti pesawat, versi bersenjata meriam anti tank dan lain-lain.
Variasi resmi yang tercatat :

Sd.Kfz. 251/1 - "Schützenpanzerwagen". Standard personnel carrier - versi dasar pembawa infantery
             251/1 I - versi Schutzenpanzerwagen dengan tambahan komunikasi radio.
           251/1 II - "Stuka zu Fuß"/Stuka zu fuss (Stuka berjalan). Versi peluncur roket Wurfkoerper kaliber 280mm / 320mm.
Sd.Kfz. 251/1 - "Falke". Versi pembawa peralatan deteksi infra merah, digunakan berpasangan dengan Sd.Kfz. 251/20 "Uhu".
Sd.Kfz. 251/2 - Schützenpanzerwagen Granatwerfer. Versi pengusung mortir GrW34 kaliber 81mm.
Sd.Kfz. 251/3 - "Funkpanzerwagen" / mittlere Kommandopanzerwagen. Versi komando dengan peralatan komunikasi radio. (Model C & Model D)
Sd.Kfz. 251/4 - Schützenpanzerwagen für Munition und Zubehör des leIG18. Versi penarik meriam PaK 38, PaK 40 dan leFH 18.
Sd.Kfz. 251/5 - Schützenpanzerwagen für Pionierzug. Versi kendaraan Assault Engineer.
Sd.Kfz. 251/6 - mittlere Funkpanzerwagen (Kommandopanzerwagen). Versi komando dengan kelengkapan peta, cipher dan mesin pengkode.
Sd.Kfz. 251/7 - Pionierpanzerwagen. Versi kendaraan Assault Engineer yang dilengkapi jembatan serang di sisi kanan kirinya.
Sd.Kfz. 251/8 - Krankenpanzerwagen. Versi ambulan yang dapat memuat 8 pasien dengan tempat duduk atau 4 pasien dengan tempat duduk dan 2 dengan berbaring.
Sd.Kfz. 251/9 - "Stummel" Schützenpanzerwagen (7.5 cm KwK37). Versi bersenjata meriam tekanan rendah L/24 75mm yang merupakan meriam tank StuG III.
Sd.Kfz. 251/10 - Schützenpanzerwagen (3.7 cm PaK). Versi bersenjata meriam anti tank PaK 36 kaliber 37mm, ditujukan untuk bantuan tembakan.
Sd.Kfz. 251/11 - Fernsprechpanzerwagen. Versi pembawa dan pemasang kabel telepon.
Sd.Kfz. 251/12 - Messtrupp und Gerätpanzerwagen. Versi pengintai untuk unit artileri.
Sd.Kfz. 251/13 - Schallaufnahmepanzerwagen. Versi perekam suara untuk unit artileri.
Sd.Kfz. 251/14 - Schallaufnahmepanzerwagen. Sama dengan Sd.Kfz.251/13.
Sd.Kfz. 251/15 - Lichtauswertepanzerwagen. Versi Flash spotting carrier untuk unit artileri.
Sd.Kfz. 251/16 - Flammpanzerwagen. Versi penyembur api yang dilengkapi dua peralatan penyembur api.
Sd.Kfz. 251/17 - Schützenpanzerwagen (2 cm). Versi pembawa senjata anti pesawat KwK38 kaliber 2cm.
Sd.Kfz. 251/18 - Beobachtungspanzerwagen. Versi observasi artileri, untuk melihat hasil tembakan artileri.
Sd.Kfz. 251/19 - Fernsprechbetriebspanzerwagen. Telephone exchange vehicle.
Sd.Kfz. 251/20 - Schützenpanzerwagen (Infrarotscheinwerfer). Versi pembawa lampu sorot infra merah berdiameter 60cm. Pertama kali digunakan tahun 1944 dan dijuluki "Uhu" atau Burung Hantu. Digunakan membantu tank Panther yang memiliki peralatan infra merah, karena lampu sorot infa merah milik Pather memiliki jangkauan terbatas.
Sd.Kfz. 251/21 - Schützenpanzerwagen (Drilling MG151s). Versi pembawa tiga buah senjata anti pesawat MG151 yang dirakit menjadi satu. Versi awalnya menggunakan kaliber 15mm lalu diganti dengan kaliber 20mm.
Sd.Kfz. 251/22 - 7.5 cm PaK40 L/46 auf Mittlerer Schützenpanzerwagen. Versi pemburu tank yang dilengkapi meriam anti tank PaK 40 kaliber 75mm.
Sd.Kfz. 251/23 - 2 cm Hängelafette 38 auf Mittlerer Schützenpanzerwagen. Versi pengintai yang dilengkapi kubah yang sama dengan kubah Sd.Kfz.234/1.

Spesifikasi
Tipe : Half-track armored personnel carrier
Negara asal : Jerman
Tahun Operasional : 1939-1945.
Operator : Nazi Jerman, Rumania, Hungaria
Periode : Perang Dunia II
Berat : 7.81 ton
Panjang : 5.80 m
Lebar : 2.10 m
Tinggi : 1.75 m
Awak : 2 + 10 
Lapis baja : 6-14.5 mm
Senjata utama : MG 34 / MG 42 (varian dasar)
Senjata sekunder : MG 34 / MG 42 (varian dasar)
Mesin : Maybach HL 42 6-cylinder petrol engine 100 PS (99 hp, 74 kW)
Power/weight : 12.8 hp/ton
Suspensi : Half track
Jarak tempuh maksimal : 300 km
Kecepatan : 52.5 km/jam

Catatan
-Sd.Kfz.251 sering dijuluki Hanomag oleh tentara Jerman maupun Sekutu. Hanomag sebenarnya adalah nama pabrik pembuatnya.

-Awalnya Sd.Kfz.251 model A-C dicat abu-abu gelap oleh pabrikan sebagai warna standar militer. Kemudian selanjutnya model C dan D dicat kuning tua. Pengaplikasian kamuflase biasanya oleh unit-unit lapangan dengan kamuflase masing-masing, sehingga banyak ragam kamuflase Sd.Kfz.251 yang bisa ditemui.

-Track Sd.Kfz.251 dibuat dari material yang berkualitas dan dilengkapi bantalan karet menjadikan track ini awet dan tahan lama, walaupun harus ditebus dengan biaya produksi yang mahal.

-Alasan Sd.Kfz.251 yang diberi persenjataan baik anti pesawat maupun anti tank selain karena Sd.Kfz.251 mampu dimodifikasi sesuai kebutuhan. Alasan lainnya adalah karena modifikasi pada Sd.Kfz.251 lebih murah dibandingkan memproduksi tank seperti Flakpanzer Wilberwind maupun Panzer IV, walaupun harus dibayar dengan kelemahan armor Sd.Kfz.251 yang tipis.

-Walaupun diproduksi massal, namun jumlah Sd.Kfz.251 yang ada tidak mencukupi untuk seluruh infanteri. Panzergrenadiers yang merupakan infanteri mekanis sering kali menumpang pada tank-tank yang ada, hal ini terjadi juga pada sekutu.

-Sering kali orang mengira Sd.Kfz.251 adalah versi sasis panjang dari Sd.Kfz.250, walaupun mirip tapi Sd.Kfz.251 dan Sd.Kfz.250 berbeda pabrikan dan desainernya. Sd.Kfz.250 dibuat dan didesain oleh pabrikan Demag, sementara Sd.Kfz.251 dibuat dan didesain oleh pabrikan Hanomag.

-Amerika juga memiliki halftrack, yakni M3 Halftrack. Dari segi jumlah M3 jauh lebih banyak dibanding Sd.Kfz.251. M3 beserta variannya diproduksi hingga 43.000 unit, jauh lebih banyak dari Sd.Kfz.251 yang diproduksi 15.252 unit. M3 diadopsi dari desain truk yang diubah menjadi Halftrack, selain itu M3 tidak memiliki armor seperti Sd.Kfz.251.

-Kedua roda depan Sd.Kfz.251 hanya berfungsi sebagai pengarah kendaraan dan tidak memiliki daya gerak dari mesin.

-Diluar itu Cekoslovakia juga memproduksi Sd.Kfz.251 yang dibuat di pabrikan Praga dan Tatra setelah Perang Dunia ke 2 selesai. yang kemudian diberi destinasi OT-810. Berbeda dengan Sd.Kfz.251, OT-810 dilengkapi armor atap dan memiliki mesin diesel berpendingin air. 2400 unit OT-810 telah diproduksi untuk militer Cekoslovakia hingga tahun 1980.

-Jika Jerman dan Amerika punya halftrack, Inggris lebih percaya pada Universal Carrier yang menggunakan full track. Soviet? Negara dengan jutaan tentara darat ini tak menggunakan half track untuk kebutuhan angkut infanterinya, hanya tersedia pilihan truk biasa atau menumpang di tank-tank yang ada. Banyak tank Soviet yang kanan kiri sasis dan turretnya dilas batangan besi yang berfungsi untuk pegangan para infanteri Soviet yang menumpang.



Thursday, January 30, 2014

Foto Sd.Kfz.250 (Sonderkraftfahrzeug 250) leichter Funkpanzerwagen

 Sebuah halftrack Sd.Kfz.250/10 Leichter Schützenpanzerwagen (3.7cm) milik batalyon pengintai dari 6. Panzer-Division, Aufklärungs-Abteilung 57 (nantinya diupgrade menjadi Panzer-Aufklärungs-Abteilung 6 tanggal 1 April 1943). Simbol divisi dan nomor taktis bisa kita lihat terletak di atas permukaan kap mesin, di depan palka depan. Plat kendaraannya adalah WH 1260760



Tiga buah ranpur halftrack Jerman diparkir berdekatan di sekitar kota pelabuhan Tobruk yang dikepung, bulan Juni 1942. Halftrack paling kanan berasal dari jenis kendaraan komunikasi ringan (leichter Funkpanzerwagen) Sd.Kfz. 250/3 "Greif" (plat nomor WH 937035), yang merupakan salah satu kendaraan komando pribadi milik Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"). "Greif" sendiri dilengkapi dengan dua buah antena radio: antena yang lebih besar merupakan alat pemancar dari radio jenis FuG 7 yang mempunyai daya jangkau sampai 50 kilometer, sementara antena yang lebih kecil adalah pemancar dari radio FuG 5 dengan daya jangkau 5 kilometer (yang terakhir berfungsi sebagai alat komunikasi antar-unit yang berdekatan). Halftrack yang diparkir di tengah berasal dari jenis Sd.Kfz. 251 Ausf.B. Di bagian sampingnya terdapat pula antena, yang menunjukkan bahwa ranpur setengah roda satu ini - yang biasanya digunakan sebagai sarana pengangkut pasukan Panzergrenadier - berfungsi pula sebagai kendaraan komunikasi menengah (mittlerer Funkpanzerwagen), yang kemungkinan adalah hasil modifikasi lapangan dari Sd.Kfz. 251/1 standar menjadi Sd.Kfz. 251/3 yang dilengkapi dengan radio komando. Halftrack terakhir di sebelah kiri adalah sebuah Sd. Kfz. 251/1 Ausf.S. Perwira yang membawa peta sambil ngadu huntu dengan Rommel adalah Oberst Eduard Crasemann (Kommandeur Artillerie-Regiment 33 [motorisiert] / 15.Panzer-Division). Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Albrecht Heinrich Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Generaloberst Erwin Rommel (kedua dari kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadi Sd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil di dekat wilayah Tobruk (Libya)


 Generaloberst Erwin Rommel (memakai topi visor, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (memakai gogel, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadi Sd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen WH-937036 "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling di dekat wilayah Bir Hacheim (Libya) bulan Juni 1942


 Foto hasil jepretan Kriegsberichter Fritz Moosmüller dari Propaganda-Kompanie "Afrika" ini memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") yang sedang menyantap buah kalengan sambil berdiri di atas Sd.Kfz. 250/3 leichter Funkpanzerwagen Ausf.A "Greif" (Grifon) plat nomor WH 37036, yang dilengkapi dengan MG 34 (Maschinengewehr 34). Laras senapan mesin tersebut telah ditutupi dengan kain tebal untuk mencegahnya dimasuki oleh debu dan kotoran. Di sebelah Rommel - yang kini wajahnya telah menjadi coklat akibat terpapar oleh debu dan sinar matahari - adalah Oberst Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Panzerarmee "Afrika"). Sang Kepala Staff terlihat sedang sama-sama sibuk melahap kaleng berisi buah persik... yang beberapa waktu sebelumnya telah dirampas dari stok ransum milik pasukan Inggris dan Australia yang mempertahankan wilayah Tobruk! Foto ini sendiri diambil pada tanggal 19-20 Juni 1942, pada saat jatuhnya kota pantai Libya yang strategis tersebut ke tangan Jerman. BTW, dalam peperangan di Afrika Utara, tentara-tentara Afrikakorps Jerman biasa menggunakan kendaraan, perlengkapan, amunisi serta makanan hasil rampasan dari musuh. Di latar belakang kita bisa melihat mobil pengintai lapis baja Humber buatan Inggris (kiri), sementara lebih belakang lagi adalah truk CMP Chevrolet atau Ford model awal buatan Kanada


Awak sebuah Sd.Kfz.250/5 #402 milik peleton pelopor (Aufklärungszug) dengan plat nomor SS-800647 dari 4.Kompanie / SS Panzer-Aufklärungs Abteilung 11 / 11.SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" menyerahkan selembar kertas berisi informasi situasi pertempuran terkini kepada seorang pengantar pesan bermotor SS (SS-Kradschützen) yang duduk di atas sepeda motor dari jenis DKW NZ 350. Perhatikan simbol Sonnenrad (Roda Matahari) atau Ger-Rune di Sd.Kfz.250/5 yang digunakan oleh Divisi Nordland sebagai lambang unit mereka! Foto ini diambil bulan Juli 1944 saat Tentara Merah melakukan serbuan masif berulangkali terhadap garis Tannenberg di Narva. Divisi Nordland bertahan mati-matian menjaga garis pertahanan yang sangat vital ini bersama dengan 20. Waffen-Grenadier-Division der SS (Estonia), 5. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade Wallonien (Wallonie), 6. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade Langemarck (Flemish), 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade Nederland (Belanda) dan Kampfgruppe Strachwitz dari Panzergrenadier-Division Großdeutschland. Mereka pantang untuk mundur walaupun kekuatan musuh jauh berada di atas mereka. Begitu sengit dan brutalnya pertempuran yang terjadi sehingga gugurlah komandan Divisi Nordland SS-Gruppenführer Fritz von Scholz, dilanjutkan oleh komandan SS-Panzergrenadier-Regiment 23 Norge serta 24 Danmark! Meskipun begitu, pengorbanan mereka membawa hasil, dan dalam pergulatan yang berlangsung tiga hari tersebut (27-29 Juli 1944), pasukan Jerman berhasil menghancurleburkan tidak kurang dari 113 tank T-34 yang menyerbu garis pertahanan mereka! Tidak hanya itu, dari 136.830 tentara Soviet yang melakukan ofensif di Narva bulan Juli 1944, hanya beberapa ribu yang selamat, dan seantero resimen tank Soviet musnah! Tertahannya ofensif Soviet di hadapan pasukan gabungan Heer dan Waffen-SS memampukan lebih dari 25.000 warga Estonia dan 3.700 orang Swedia untuk meloloskan diri ke negara Swedia yang netral


Sumber :
Buku "Field Marshal: The Life and Death of Erwin Rommel" karya Daniel Allen Butler
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.5sswiking.tumblr.com

Monday, November 4, 2013

Album Foto Sd.Kfz.8 (Sonderkraftfahrzeug 8)

Sebuah Sd.Kfz.8 milik DAK (Deutsche Afrikakorps) yang diduga merupakan pengiring sang panglima Generalfeldmarschall Erwin Rommel dalam perjalanan inspeksinya. Halftrack satu ini dilengkapi dengan senapan mesin MG 34 (Maschinengewehr 34) yang didudukkan di atas tripod AA (Anti-Aircraft) yang berfungsi sebagai penangkal serangan udara lawan. Kendaraan ini juga terlihat menarik sesuatu yang kemungkinan besar merupakan senjata artileri sejenis Flak 88 yang bisa menjadi multi-fungsi menjadi meriam anti-tank bilamana diperlukan


Di pagi tanggal 23 Agustus 1942 sebuah batalyon dari Panzer-Regiment 2 / 1.Panzer-Division yang dibantu oleh satu kompi Panzergrenadier bergerak maju dari sungai Don menuju Volga dengan tujuan Stalingrad. Foto ini memperlihatkan sebuah halftrack Sd.Kfz.8 yang menyeberangi Don menggunakan jembatan ponton


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Foto koleksi pribadi Thomas E. Nutter

Saturday, October 5, 2013

Foto Schwerer Panzerspähwagen 8-Rad (Sd.Kfz.232)

Schwerer Panzerspähwagen 8-Rad memasuki tahap pengembangan dari tahun 1934, lima tahun sebelum invasi Jerman ke Polandia. Dua kendaraan eksperimen dibuat pada saat itu: Versuchskraftfahrzeug 623 dan 624. Pada tahun 1937 namanya dirubah menjadi Sd.Kfz.233 dan Sd.Kfz.234, untuk kemudian berganti lagi di tahun 1939 menjadi Sd.Kfz.231 dan Sd.Kfz.232. Total 607 buah Sd.Kfz.231 dan 232 dibuat antara tahun 1936 dan 1943; 231 berhenti diproduksi pertengahan tahun 1942, sementara 232 bulan September 1943, yang memberi jalan pada produksi massal keluarga Sd.Kfz.234 yang lebih baru dan merupakan hasil improvisasi versi sebelumnya. Perbedaan utama dari kedua versi tersebut (231 dan 232) adalah frame antena besar yang dipasang di Sd.Kfz.232. 231 dan 232 ikut ambil bagian di setiap front Jerman dalam Perang Dunia II. Dalam foto di atas tampak sebuah Sd.Kfz.231 sedang memimpin konvoy di padang pasir Afrika Utara


Sumber :
Majalah "Allied-Axis" edisi No.04

Tuesday, May 8, 2012

Foto Halftrack SdKfz 251 (Sonderkraftfahrzeug 251)

Sekelompok halftrack Sd.Kfz.251 dalam sebuah parade di tahun 1939. Setidaknya 12 sampai 15 orang prajurit bisa dijejalkan dalam sedikit ruangan yang tersisa di ranpur satu ini untuk kemudian dibawa ke front depan dimana mereka akan keluar dan bertempur melawan musuh. Selama enam tahun Perang Dunia II, kendaraan Sd.Kfz.251 banyak mengalami modifikasi demi menyempurnakan fungsinya


 Prajurit-prajurit Schnelltruppen (Pasukan Cepat) berhamburan keluar dari Hanomag Mittlere Schutzenpanzerwagen Ausf.D SdKfz 251/10 (latar belakang) dan halftrack SdKfz 251/1 (depan) untuk menyerbu sebuah desa Rusia yang terbakar di hari-hari pertama Unternehmen Barbarossa tanggal 26 Juni 1941. Ranpur SdKfz 251/1, dengan tiga buah senapan mesin MG 34 yang disandangnya, merupakan alat angkut lapis baja standar bagi pasukan infanteri dalam mengikuti cepatnya pasukan Panzer saat bergerak. Anggota Schnelltruppen (nantinya dinamai ulang menjadi Panzergrenadier tahun 1943) dilatih untuk bertempur di dalam kendaraan perang mereka atau setelah keluar darinya. Ranpur SdKfz 251/10 dipersenjatai dengan meriam PaK 36 37mm sebagai sarana anti-tank dan juga artileri ringan pendukung infanteri. Setiap Zug (peleton) Schnelltruppen dilengkapi dengan tiga SdKfz 251/1 dan satu SdKfz 251/10. Setiap SdKfz 251/1 dapat membawa serta 10 prajurit ditambah dengan dua supir/navigator. Saat pertempuran sedang berlangsung, maka kendaraan ini akan disimpan di belakang sebagai cadangan mobil. Saat mencapai sasaran, maka komandannya akan berteriak "Abspringen!" (mampret!) dan ke-10 prajuritnya akan mengambil dua MG 34 untuk membentuk Schützenkette (garis tembak) dengan senapan mesin di tengah dan pemimpin skuadnya mengarahkan di paling pinggir. 16.000 buah Hanomag SdKfz 251 diproduksi antara tahun 1939-1945 dan banyak dari kendaraan ini yang difungsikan secara berbeda seperti sebagai sarana anti serangan udara, peluncur roket atau lampu pijar. Meskipun hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa SdKfz 251 adalah sebuah kendaraan perang yang multi-fungsi, tapi dia juga secara tidak langsung mengalihkan fungsi utamanya sebagai kendaraan pengangkut pasukan. Hanya 1/3 Panzergrenadier yang menggunakan SdKfz 251 sebagai sarana saat bergerak, sementara sisanya menggunakan segala kendaraan yang ada, dari mulai truk, mobil ringan sampai ambulans!


 Sebuah Sd.Kfz.251/17 mittlere Schützenpanzerwagen (2 cm) Flak 38 Ausf.C dengan plat nomor "WL 174405" dari Panzer-Division "Hermann Göring" di medan perang Front Timur awal tahun 1942. Kendaraan beroda rantai satu ini berfungsi sebagai senjata anti pesawat portabel yang dilengkapi dengan meriam 20mm Flak 38. Foto oleh Kriegsberichter Nowak (Einsatz Komp. Lw zbV)


 Seorang prajurit Wehrmacht dari Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" membiarkan seekor kucing bermain-main dengan sabuk peluru senapan mesin MG 34 di kompartemen sebuah Hanomag lapis baja Sd.Kfz.251 selama berlangsungnya pertempuran pertama Voronezh di dekat Voronezh (Rusia) tanggal 16 Juli 1942


Halftrack Schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251/1 dalam gerak maju ke Stalingrad, musim panas 1942. Setiap Gruppe (skuad) Panzergrenadier diangkut dalam satu halftrack. Pada saat ini tiap divisi panzer dilengkapi dengan satu resimen Panzergrenadier yang terdiri dari dua batalyon - dengan hanya satu di antaranya yang dilengkapi dengan ranpur pengangkut pasukan (halftrack), sementara batalyon satu lagi kelalang-keliling menggunakan truk cross-country ringan seperti Krupp-Protze. Sd.Kfz.251/1 sendiri dilengkapi dengan dudukan senapan mesin MG 34 7.92mm di bagian depan. Dudukan satu lagi, yang tidak dilengkapi dengan perisai, terletak di bagian belakang yang mudah dibongkar-pasang saat pasukan keluar-masuk. Dudukan semacam ini dapat kita lihat dalam foto di atas, terdapat di halftrack tengah. Gruppe yang "nebeng" tidak memasang senapan mesin di dudukannya karena mungkin akan segera tiba di tempat tujuan atau dianggap lokasinya tidak berbahaya


 Halftrack Schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251/1 dari Panzergruppe Kleist dalam gerak maju ke Stalingrad, musim panas 1942. Kendaraan-kendaraan ini kemungkinan besar berasal dari 1. Panzer-Division yang berada di bawah Panzergruppe pimpinan Generalfeldmarschall Ewald von Kleist tersebut. Huruf "K" berwarna putih di bagian belakang kanan menandakan bahwa dia berada di bawah Panzergruppe Kleist, sementara di bagian kirinya adalah marking taktis dari kompi Panzergrenadier. Sebelum gerak maju ke Stalingrad dimulai, Hitler meyakinkan Kleist bahwa Panzergruppen-nya akan diberi prioritas utama dalam mendapatkan suplai minyak bahan bakar dari Kaukasus. Pada kenyataannya gerak maju Kleist banyak terhambat oleh lambatnya pasokan suplai pada unit bermotornya



Tiga buah ranpur halftrack Jerman diparkir berdekatan di sekitar kota pelabuhan Tobruk yang dikepung, bulan Juni 1942. Halftrack paling kanan berasal dari jenis kendaraan komunikasi ringan (leichter Funkpanzerwagen) Sd.Kfz. 250/3 "Greif" (plat nomor WH 937035), yang merupakan salah satu kendaraan komando pribadi milik Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"). "Greif" sendiri dilengkapi dengan dua buah antena radio: antena yang lebih besar merupakan alat pemancar dari radio jenis FuG 7 yang mempunyai daya jangkau sampai 50 kilometer, sementara antena yang lebih kecil adalah pemancar dari radio FuG 5 dengan daya jangkau 5 kilometer (yang terakhir berfungsi sebagai alat komunikasi antar-unit yang berdekatan). Halftrack yang diparkir di tengah berasal dari jenis Sd.Kfz. 251 Ausf.B. Di bagian sampingnya terdapat pula antena, yang menunjukkan bahwa ranpur setengah roda satu ini - yang biasanya digunakan sebagai sarana pengangkut pasukan Panzergrenadier - berfungsi pula sebagai kendaraan komunikasi menengah (mittlerer Funkpanzerwagen), yang kemungkinan adalah hasil modifikasi lapangan dari Sd.Kfz. 251/1 standar menjadi Sd.Kfz. 251/3 yang dilengkapi dengan radio komando. Halftrack terakhir di sebelah kiri adalah sebuah Sd. Kfz. 251/1 Ausf.S. Perwira yang membawa peta sambil ngadu huntu dengan Rommel adalah Oberst Eduard Crasemann (Kommandeur Artillerie-Regiment 33 [motorisiert] / 15.Panzer-Division). Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Albrecht Heinrich Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 
Dua orang komandan resimen dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" (LSSAH) dalam Pertempuran Ketiga Kharkov tanggal 12 Maret 1943. SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 LSSAH) berdiri di bawah, sementara SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH) nongkrong di atas Sd.Kfz.251/3 Ausf.C "Emil" sambil memakai stahlhelm. Tertutup oleh Witt adalah SS-Sturmbannführer Joachim "Jochen" peiper (Kommandeur III.[gepanzertes]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH)



 Foto yang diambil di bulan Agustus 1944 selama berlangsungnya pertempuran di timur Warsawa ini memperlihatkan sebuah Panzerkampfwagen V Panther Ausf.A dari 8.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzer-Division “Wiking” dan sebuah kendaraan halftrack Sd.Kfz.251/3 Ausf.D dari III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 9 “Germania” / 5.SS-Panzer-Division "Wiking". Komandan 8. Kompanie, SS-Obersturmführer Karl Nicolussi-Leck, terlihat berdiri nomor dua dari kiri. Antara tanggal 18-22 Agustus 1944, IV. SS-Panzerkorps (yang terdiri dari Divisi SS Wiking dan Divisi SS Totenkopf) berhasil menghancurkan 98 tank Soviet dalam pertempuran sengit di sekitar Warsawa. Perhatikan pelk cadangan yang digantung di depan Sd.Kfz.251/3!


 Prajurit Waffen-SS beraksi dengan latar belakang dua buah Sd.Kfz.251. Kemungkinan besar mereka berasal dari unit SS-Panzergrenadier. "Kecintaan pada tanah air, kesetiaan pada rakyat, dan determinasi tak tergoyahkan untuk membela kemerdekaan keduanya - hal-hal inilah yang membuat mereka layak menjadi contoh bagi generasi selanjutnya, bahkan meskipun saat ini hak tersebut tidak mereka dapatkan"


 Dua orang prajurit dari Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" ini mempersenjatai diri dengan Panzerfaust 30 serta Stielhandgranate untuk mengantisipasi serangan tank-tank Rusia ke wilayah jembatan Klaipėda di Memel (Lithuania) yang mereka pertahankan, Oktober 1944. Di latar belakang kita bisa melihat bagian "pantat" dari sebuah Schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251/9 Ausf.D (7,5 cm Kanone 37 L/24). Foto hasil karya Kriegsberichter Otto ini pertama kali dipublikasikan tanggal 30 Oktober 1944

-------------------------------------------------------------------------------------

 SS-Sturmbannführer Léon Degrelle (Kommandeur SS-Freiwilligen-Brigade "Wallonie") memberi salam hormat pada barisan sukarelawan Wallonie di atas sebuah Sd.Kfz.251 bersama dengan anaknya dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944 di Brussels, Belgia. Para anggota SS-Freiwilligen-Brigade "Wallonie" tersebut melintasi kota dari selatan ke utara, sementara foto ini sendiri diambil di depan "Bourse" (bangunan bursa saham Belgia). Degrelle mengenang: "Aku menyambut parade Légion Wallonie di depan bursa saham di salah satu kendaraan kami. Aku luar biasa gembira dan merasa bangga yang tak terperikan saat kendaraan lapis baja dan kendaraan perang lainnya melintasiku dengan suara yang bergemuruh. Kendaraan-kendaraan ini sebenarnya merupakan pinjaman dari Sepp Dietrich, tapi mereka dipenuhi oleh prajurit-prajurit Belgia kami. Aku menyambut setiap kendaraan yang melintas dengan tangan kananku yang terangkat ke atas, helm baja menutupi kepalaku dan medali Ritterkreuz yang kudapatkan langsung dari Hitler terpasang di leherku. Tangan yang satunya memegang tangan anakku yang diperbolehkan untuk naik ke atas kendaraan dan berdiri bersamaku. Diperkirakan sekitar seratus ribu orang menyambut kedatangan kami dengan gegap gempita sambil melemparkan buket bunga yang menggunung."


 Gabungan perwira Jerman dan Finlandia menaiki sebuah Schützenpanzerwagen dari jenis Sonderkraftfahrzeug 251 (Sd.Kfz.251) "Hanomag" di Front Narva, Estonia, bulan Mei 1944. Yang mengenakan seragam hitam Panzertruppen di belakang adalah Generalmajor der Reserve Hyazinth Strachwitz von Groß-Zauche (Höherer Panzerführer Heeresgruppe Nord), yang satu bulan sebelumnya (15 April 1944) baru saja dianugerahi medali Brillanten, tingkat ke-4 dari Ritterkreuz yang tercatat hanya diberikan kepada 27 orang saja di seantero Wehrmacht!


SS-Obersturmbannführer Paul Kümmel (13 April 1911 - 27 Desember 1982) adalah Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking" yang tidak mendapat satupun medali perang bergengsi Wehrmacht, meskipun dia notabene menjadi komandan salah satu unit yang paling sering terjun ke dalam kancah pertempuran! Dia bukanlah peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, Deutsches Kreuz in Gold/Silber, bahkan Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS!



Baris depan dari Schützenpanzerwagen Sd.Kfz. 251/3 mittlerer Funkpanzerwagen, dari kiri ke kanan: Oberst Hans Christern (Kommandeur Panzer-Regiment 35 / 4.Panzer-Division) dan Oberstleutnant im Generalstab Peter Sauerbruch (Ia [Erster Generalstabsoffizier] 4. Panzer-Division). Foto ini diambil di Kantong Kurland pada tahun 1944. 4PzD bertempur di Latvia dan Kurland dari musim panas tahun 1944 s/d Januari 1945, ketika mereka dipindahkan ke Prusia Timur. Di wilayah inilah divisi Heer tersukses tersebut (bila patokannya adalah jumlah peraih Ritterkreuz) menyerah pada Tentara Merah pada bulan April 1945


Sumber :
Buku "Images Of War: Panzer Divisions At War 1939-1945" karya Ian Baxter
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Buku "Viking Summer; 5.SS-Panzer-Division in Poland 1944" karya Dennis Oliver
Majalah "The Combat Tanks Collection" No.102
Majalah "The Combat Tanks Collection" No.111
Foto koleksi pribadi Morio Ishimura 
www.5sswiking.tumblr.com
www.bag-of-dirt.tumblr.com
www.bpk-bildagentur.de
www.germandaggers.com
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com