Showing posts with label Peristiwa Bersejarah. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa Bersejarah. Show all posts

Saturday, April 25, 2026

Masa Penahanan Hitler di Penjara Landsberg (1924)


Pada tanggal 8 November 1923, Adolf Hitler bersama sekelompok kecil pengikut Nazi mencoba melakukan kudeta yang dikenal sebagai Beer Hall Putsch di Munich, yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Bayern dan kemudian pemerintah pusat Jerman di Berlin. Upaya kudeta tersebut berakhir dengan kegagalan total setelah polisi Bayern membubarkan parade militer para pemberontak pada keesokan harinya, mengakibatkan kematian enam belas anggota partai Nazi dan empat petugas polisi. Setelah peristiwa tersebut, Hitler melarikan diri namun akhirnya ditangkap dua hari kemudian pada tanggal 11 November 1923 di tempat persembunyiannya di villa Hanfstaengl di Uffing. Penangkapan ini menandai dimulainya babak baru dalam kehidupan Hitler yang akan mengubah nasib Partai Nazi dari sekadar kelompok radikal pinggiran menjadi kekuatan politik utama di Jerman.

Proses pengadilan Hitler berlangsung dari bulan Februari hingga April 1924, yang secara tidak sengaja memberinya panggung publik yang sangat luas untuk menyebarkan ide-idenya. Alih-alih membantah tuduhan, Hitler menggunakan pengadilan sebagai ajang propaganda dengan mengakui sepenuhnya tindakannya dan menyerang pemerintah Weimar yang ia sebut pengkhianat. Akibatnya, meskipun ia terbukti bersalah atas pengkhianatan tingkat tinggi, pengadilan yang terdiri dari hakim-hakim yang bersimpati pada pandangan nasionalisnya menjatuhkan hukuman yang sangat ringan, yaitu lima tahun penjara dengan kemungkinan pembebasan bersyarat setelah enam bulan. Hukuman ini dianggap sangat ringan mengingat hukuman minimum untuk pengkhianatan adalah lima tahun dan pemerintah Bayern menuntut hukuman delapan tahun, yang menunjukkan betapa lemahnya sistem peradilan Jerman saat itu dalam menghadapi ancaman sayap kanan ekstrem.

Hitler menjalani hukumannya di Benteng Landsberg (Festungshaft), sebuah penjara yang terletak di sebelah barat daya Munich, yang secara tradisional digunakan untuk menahan tahanan politik dan orang-orang terhormat. Berbeda dengan sel penjara biasa yang gelap dan lembab, kondisi di Landsberg sangat nyaman dan lebih menyerupai hotel atau tempat peristirahatan daripada lembaga pemasyarakatan. Hitler ditempatkan di sel yang besar dan terang dengan pemandangan taman, dilengkapi dengan tempat tidur yang nyaman, meja tulis, dan kursi, yang memungkinkannya untuk menerima pengunjung secara teratur dan menjalankan aktivitas politiknya dari balik jeruji besi. Kondisi ini memungkinkannya untuk merencanakan kembali strategi politiknya dengan tenang tanpa tekanan fisik yang biasa dialami oleh tahanan kriminal biasa.

Selama masa tahanannya, Hitler dikelilingi oleh para loyalis Partai Nazi yang juga terlibat dalam kudeta yang gagal tersebut, termasuk sekretaris pribadinya Rudolf Hess, Emil Maurice, dan Hermann Kriebel. Mereka membentuk semacam komunitas eksklusif di mana Hitler diperlakukan seperti seorang pemimpin yang diagungkan, bukan seperti seorang tahanan. Mereka mengatur jadwal rapat harian, mendiskusikan politik, dan bahkan mengadakan perayaan festival tradisional Jerman di dalam penjara. Pengawal penjara dan pejabat setempat juga memperlakukan Hitler dengan hormat, sering kali memanggilnya "Herr Hitler" dan memberikan hak istimewa khusus, yang mencerminkan simpati masyarakat Bayern terhadap gerakan nasionalis anti-demokrasi saat itu.

Salah satu pencapaian paling signifikan yang lahir dari masa tahanan Hitler adalah penulisan buku yang berjudul "Mein Kampf" (Perjuangan Saya). Awalnya, buku ini diberi judul panjang "Empat Setengah Tahun Perjuangan Melawan Kebodohan, Kebohongan, dan Kepengecutan", namun kemudian dipendekan atas saran penerbitnya. Hitler mendiktekan isi buku tersebut kepada Rudolf Hess yang bertindak sebagai pencatat, menggunakan mesin ketik dan kertas yang disuplai secara khusus untuk mereka. Buku ini menjadi manifesto politik Hitler yang menguraikan otobiografinya, ideologi rasial Aryan, kebencian terhadap Yahudi, dan visi besar Jerman untuk mendapatkan "Lebensraum" atau ruang hidup di Eropa Timur.

Pengalaman di Landsberg tidak hanya menghasilkan sebuah buku, tetapi juga menjadi titik balik yang krusial bagi perubahan strategi politik Hitler. Sebelum kudeta 1923, Hitler percaya bahwa satu-satunya cara untuk merebut kekuasaan adalah melalui revolusi kekerasan dan kudeta militer. Namun, kegagalan Beer Hall Putsch dan refleksinya di penjara meyakinkannya bahwa ia harus mengubah taktiknya. Ia menyadari bahwa menghancurkan struktur kekuasaan melalui kekerasan adalah mustahil jika tidak didukung oleh militer reguler, oleh karena itu ia memutuskan untuk menggunakan jalur legal dan demokrasi untuk meraih kekuasaan dari dalam sistem itu sendiri.

Perubahan strategi ini sering disebut sebagai momen "legalitas" dalam sejarah gerakan Nazi. Hitler menyimpulkan bahwa Partai Nazi harus menjadi partai politik massal yang berpartisipasi dalam pemilihan umum untuk mendapatkan dukungan rakyat dan kursi di parlemen. Ia merencanakan untuk menghancurkan demokrasi Weimar dengan menggunakan alat-alat demokrasi itu sendiri. Pemikiran ini dicatat dalam buku harian pribadinya dan didiskusikan secara intensif dengan pengikutnya di Landsberg, yang kemudian menjadi cetak biru bagi kampanye politik partai Nazi pada akhir tahun 1920-an dan awal 1930-an hingga akhirnya berhasil merebut kekuasaan pada tahun 1933.

Selama kurang lebih sembilan bulan masa tahanannya, reputasi Hitler justru meningkat secara drastis berkat publisitas yang dihasilkan dari persidangannya yang sensasional. Media massa Jerman memberitakan setiap ucapan dan pidatonya di pengadilan, menjadikannya sosok yang dikenal secara nasional, bukan hanya sekadar tokoh lokal di Bayern. Ia memposisikan dirinya sebagai martir yang berkorban demi kejayaan Jerman, sebuah narasi yang sangat kuat di tengah krisis ekonomi dan ketidakstabilan politik Republik Weimar. Para pengunjung yang berbondong-bondong datang ke Landsberg untuk menyambanginya memperkuat kultus kepribadian yang mulai terbentuk di sekitar dirinya.

Hitir akhirnya dibebas dari Benteng Landsberg pada tanggal 20 Desember 1924, hanya sembilan bulan setelah ia ditahan, berkat pengampunan yang diberikan oleh pemerintah Bayern. Para hakim dan otoritas penjara merekomendasikan pembebasannya dengan alasan bahwa ia telah menunjukkan perilaku yang baik dan memiliki potensi untuk menjadi warga negara yang bermanfaat bagi negara, sebuah penilaian yang terbukti sangat keliru sejarah. Saat ia melangkah keluar dari gerbang penjara, ia disambut oleh kerumunan pendukung dan fotografer, siap untuk memulai kembali perjuangan politiknya dengan strategi baru yang lebih terorganisir dan berbahaya.

Masa tahanan Hitler di Landsberg sering disebut oleh para sejarawan sebagai "universitas dengan beasiswa penuh pemerintah" karena memberinya waktu untuk berpikir, menulis, dan menyusun ulang strategi tanpa gangguan. Alih-alih menghancurkan karir politiknya, hukuman penjara justru menyatukan partainya, memperjelas ideologinya melalui Mein Kampf, dan meluncurkan dirinya ke panggung nasional. Tanpa pengalaman di Landsberg dan waktu luang yang diberikan kepadanya untuk merenungkan kegagalan kudeta, kemunculan Partai Nazi sebagai penguasa Jerman mungkin tidak akan terjadi dengan cara yang sama, menjadikan periode ini sebagai salah satu momen paling menentukan dalam sejarah abad ke-20.



Sumber :
Kershaw, Ian. *Hitler: A Biography*. New York: W. W. Norton & Company, 2008.
Ullrich, Volker. *Hitler: Ascent 1889-1939*. New York: Knopf, 2016.
Shirer, William L. *The Rise and Fall of the Third Reich: A History of Nazi Germany*. New York: Simon & Schuster, 1960.
Fest, Joachim C. *Hitler*. New York: Harcourt Brace Jovanovich, 1974.
Evans, Richard J. *The Coming of the Third Reich*. New York: Penguin Press, 2004.
United States Holocaust Memorial Museum. "Hitler on Trial for the Beer Hall Putsch." *Holocaust Encyclopedia*. https://encyclopedia.ushmm.org/content/en/article/hitler-on-trial-for-the-beer-hall-putsch.
History.com Editors. "Adolf Hitler." *History.com*. A&E Television Networks. https://www.history.com/topics/world-war-ii/adolf-hitler.
Britannica, The Editors of Encyclopaedia. "Beer Hall Putsch." *Encyclopaedia Britannica*. https://www.britannica.com/event/Beer-Hall-Putsch.
Jewish Virtual Library. "Hitler's Imprisonment at Landsberg." *American-Israeli Cooperative Enterprise*. https://www.jewishvirtuallibrary.org/hitler-s-imprisonment-at-landsberg.

Pemberontakan Stennes (1930 dan 1931)


Peristiwa yang dikenal sebagai Pemberontakan Stennes atau Stennes-Revolte merupakan salah satu krisis internal paling signifikan yang dihadapi Adolf Hitler dalam upayanya mengonsolidasikan kekuasaan di dalam Partai Nazi sebelum tahun 1933. Konflik ini berpusat pada perseteruan antara sayap paramiliter partai, yaitu Sturmabteilung atau SA, dengan kepemimpinan politik pusat di Munich. Walter Stennes, seorang mantan perwira polisi dan komandan SA di wilayah Jerman Timur, menjadi tokoh utama yang memimpin pembangkangan ini. Ketegangan mulai memuncak pada akhir tahun 1930 dan mencapai puncaknya pada musim semi 1931, mencerminkan keretakan ideologis dan organisasional yang mendalam mengenai arah gerakan Nasional Sosialis.

Akar penyebab pemberontakan ini bersifat struktural dan finansial. SA, yang sebagian besar terdiri dari veteran perang dan pemuda kelas pekerja yang frustrasi secara ekonomi, memandang diri mereka sebagai garda terdepan revolusi fisik. Mereka mengharapkan aksi langsung di jalanan untuk menumbangkan Republik Weimar. Namun, setelah kegagalan Beer Hall Putsch tahun 1923, Hitler beralih ke strategi legalitas, yang menekankan perolehan kekuasaan melalui proses pemilu dan kerja sama dengan elit tradisional. Perubahan strategi ini menciptakan kebencian di kalangan anggota SA yang merasa dikhianati oleh para birokrat partai di Munich yang mereka sebut sebagai orang-orang yang hanya duduk di belakang meja sambil menikmati gaji besar dari iuran anggota.

Pada Agustus 1930, kemarahan Stennes dan anak buahnya meledak untuk pertama kalinya. Mereka menuntut representasi yang lebih besar dalam daftar kandidat partai untuk pemilihan Reichstag dan bantuan keuangan yang lebih baik bagi anggota SA yang hidup dalam kemiskinan. Ketika tuntutan ini diabaikan oleh Joseph Goebbels, yang saat itu menjabat sebagai Gauleiter Berlin, anggota SA menolak untuk menjaga pertemuan partai dan bahkan menyerang kantor surat kabar Der Angriff di Berlin. Hitler terpaksa turun tangan secara pribadi, melakukan perjalanan dari Munich ke Berlin untuk berbicara langsung dengan para pengikutnya. Dengan retorika yang emosional dan janji peningkatan dana, Hitler berhasil meredakan situasi sementara, namun perselisihan fundamental mengenai kontrol organisasi tetap tidak terselesaikan.

Memasuki tahun 1931, ketegangan kembali meruncing setelah Hitler mengeluarkan dekrit yang menuntut kepatuhan mutlak SA kepada kepemimpinan politik partai. Walter Stennes memandang hal ini sebagai upaya untuk menjinakkan SA dan mengubahnya menjadi sekadar alat dekoratif politik. Pada tanggal 1 April 1931, Stennes secara resmi melancarkan pemberontakan terbuka. Anak buahnya kembali menduduki kantor-kantor partai di Berlin dan menyebarkan pamflet yang menuduh Hitler telah meninggalkan semangat revolusioner Nasional Sosialis demi ambisi pribadi. Stennes mencoba memposisikan dirinya sebagai penjaga murni ideologi partai yang anti-kapitalis dan militan.

Tanggapan Hitler kali ini jauh lebih keras dan tegas. Ia segera memecat Stennes dari posisinya dan menunjuk Ernst Röhm sebagai Kepala Staf SA dengan tugas khusus untuk melakukan pembersihan dan restrukturisasi. Hitler menggunakan pengaruhnya atas sumber daya keuangan partai untuk memutus aliran dana bagi unit-unit SA yang membangkang. Tanpa dukungan finansial dan logistik dari struktur pusat partai, pemberontakan Stennes kehilangan momentum dengan cepat. Sebagian besar anggota SA yang awalnya mendukung Stennes akhirnya kembali menyatakan kesetiaan kepada Hitler karena mereka tidak memiliki alternatif organisasi yang layak.

Dampak dari Pemberontakan Stennes sangat menentukan bagi sejarah internal Partai Nazi. Peristiwa ini mempercepat transformasi SA dari sebuah milisi yang relatif otonom menjadi organisasi yang lebih tersentralisasi di bawah kendali Hitler, meskipun benih-benih konflik antara kepemimpinan politik dan SA tetap ada hingga akhirnya diselesaikan secara brutal melalui Malam Pisau Panjang pada tahun 1934. Kegagalan Stennes membuktikan bahwa karisma Hitler dan kontrolnya terhadap keuangan partai adalah pilar utama yang tidak dapat digoyahkan oleh pembangkangan internal dari bawah. Stennes sendiri akhirnya meninggalkan Jerman dan bekerja sebagai penasihat militer untuk Chiang Kai-shek di Tiongkok, menjauh dari pusaran politik Eropa yang pernah ia guncang.



Sumber:
Peter Longerich, Hitler: A Biography, Oxford University Press, 2019.
Ian Kershaw, Hitler: 1889-1936 Hubris, W. W. Norton & Company, 1998.
Richard J. Evans, The Coming of the Third Reich, Penguin Books, 2003.
Conan Fischer, The Rise of the Nazis, Manchester University Press, 1995.
Bruce Campbell, The SA Generals and the Rise of Nazism, University Press of Kentucky, 1998.
Britannica (britannica.com), artikel mengenai Sturmabteilung dan sejarah awal NSDAP.
Holocaust Encyclopedia dari United States Holocaust Memorial Museum (ushmm.org), bagian mengenai naiknya kekuasaan Nazi.
German History in Documents and Images (germanhistorydocs.ghi-dc.org), arsip mengenai krisis internal Republik Weimar.
Archive.org, koleksi dokumen digital mengenai tulisan-tulisan politik Walter Stennes.

Sunday, November 20, 2022

Parade Kemenangan Pasukan Jerman di Warsawa (1939)

 PARADE PERTAMA (1 OKTOBER 1939)


Parade kemenangan pasukan Jerman di Warsawa, Polandia, tanggal 1 Oktober 1939. Foto ini dibuat oleh Kriegsberichter Schulze dari PK 501 (Propaganda-Kompanie 501)


Parade kemenangan pasukan infanteri Jerman - dari unit yang tidak diketahui - di ibukota Polandia, Warsawa, tanggal 1 Oktober 1939. Bangunan di sebelah kiri adalah rumah apartemen Czartoryskiej (kini menjadi musium) yang terletak di Jalan Królewska 9. Menara di belakangnya merupakan bagian dari Gimnazjum Stanisława Kostki. Bangunan di sebelah kanan - yang sebagiannya sudah menjadi puing-puing - adalah bengkel resmi mobil Fiat produksi Polandia yang terletak di Jalan Królewska 13a, serta Instytut Propagandy Sztuki (Institut Propaganda Seni) di Jalan Królewska 13. Untuk lebih detailnya bisa dilihat DISINI. Foto ini dibuat oleh Kriegsberichter Schulze dari PK 501 (Propaganda-Kompanie 501)


Foto ini diambil di Warsawa, Polandia, pada tanggal 1 Oktober 1939 oleh Kriegsberichter Alfons Rieger dari Propaganda-Kompanie 501 (PK 501), dan memperlihatkan para perwira Wehrmacht dari 8. Armee yang sedang berkumpul di pusat kota sewaktu berlangsungnya parade kemenangan kecil-kecilan untuk merayakan jatuhnya ibukota Polandia tersebut ke tangan Jerman (yang berlangsung beberapa hari sebelumnya di tanggal 28 September 1939). Perwira yang berdiri menghadap kamera di sebelah kiri adalah General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Dia mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya, yang baru dia dapatkan sehari sebelumnya langsung dari tangan Hitler. Perwira lain yang membelakangi kamera adalah Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee), sementara yang cuma kelihatan topinya doang adalah General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps). Selain itu, yang memperhatikan sambil hokcay di sebelah kanan adalah Generalmajor Paul von Hase (Kommandeur 46. Infanterie-Division). Satu lagi: mobil yang terparkir di sebelah kiri berasal dari jenis Kfz.15 Horch 901 yang merupakan mobil "jatah standar" perwira menengah dan tinggi Wehrmacht



Foto ini diambil di Warsawa, Polandia, pada tanggal 1 Oktober 1939 oleh Kriegsberichter Alfons Rieger dari Propaganda-Kompanie 501 (PK 501), dan memperlihatkan para perwira Wehrmacht dari 8. Armee yang sedang berkumpul di pusat kota sewaktu berlangsungnya parade kemenangan kecil-kecilan untuk merayakan jatuhnya ibukota Polandia tersebut ke tangan Jerman (yang berlangsung beberapa hari sebelumnya di tanggal 28 September 1939). Dari kiri ke kanan: Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), dan Generalmajor Paul von Hase (menghadap kamera di latar belakang, Kommandeur 46. Infanterie-Division). Satu lagi: mobil yang terparkir di sebelah kiri berasal dari jenis Kfz.15 Horch 901 yang merupakan mobil "jatah standar" perwira menengah dan tinggi Wehrmacht



Foto ini diambil di Warsawa, Polandia, pada tanggal 1 Oktober 1939 oleh Kriegsberichter Alfons Rieger dari Propaganda-Kompanie 501 (PK 501), dan memperlihatkan para perwira Wehrmacht dari 8. Armee yang sedang berkumpul di pusat kota sewaktu berlangsungnya parade kemenangan kecil-kecilan untuk merayakan jatuhnya ibukota Polandia tersebut ke tangan Jerman (yang berlangsung beberapa hari sebelumnya di tanggal 28 September 1939). Dari kiri ke kanan: Generalmajor Paul von Hase (Kommandeur 46. Infanterie-Division), Oberstleutnant Rudolf Hofmann (Ia Erster Generalstabsoffizier XIII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (membelakangi kamera, Kommandierender General XIII. Armeekorps), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (terhalang oleh Weichs, Oberbefehlshaber 8. Armee), Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee), dan Oberst Ernst-Georg von Eisenhart-Rothe (Adjutant Oberbefehlshaber 8. Armee). Satu lagi: mobil yang terparkir di sebelah kiri berasal dari jenis Kfz.15 Horch 901 yang merupakan mobil "jatah standar" perwira menengah dan tinggi Wehrmacht




Foto ini diambil di Warsawa, Polandia, pada tanggal 1 Oktober 1939 oleh Kriegsberichter Alfons Rieger dari Propaganda-Kompanie 501 (PK 501), dan memperlihatkan para perwira Wehrmacht dari 8. Armee yang sedang berkumpul di pusat kota sewaktu berlangsungnya parade kemenangan kecil-kecilan untuk merayakan jatuhnya ibukota Polandia tersebut ke tangan Jerman (yang berlangsung beberapa hari sebelumnya di tanggal 28 September 1939). Dari kiri ke kanan: Generalmajor Paul von Hase (Kommandeur 46. Infanterie-Division), Oberst Ernst-Georg von Eisenhart-Rothe (Adjutant Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (membelakangi kamera, Oberbefehlshaber 8. Armee), Oberstleutnant Rudolf Hofmann (terhalang oleh Weisch, Ia Erster Generalstabsoffizier XIII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), dan Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee). Satu lagi: mobil yang terparkir di sebelah kiri berasal dari jenis Kfz.15 Horch 901 yang merupakan mobil "jatah standar" perwira menengah dan tinggi Wehrmacht



Para jenderal dan perwira Wehrmacht dari 8. Armee terlihat sedang berdiskusi sambil memperhatikan peta, dalam sebuah foto yang diambil pada tanggal 1 Oktober 1939 di Warsawa, Polandia, oleh Kriegsberichter Alfons Rieger dari Propaganda-Kompanie 501 (PK 501). Dari kiri ke kanan: Oberst Ernst-Georg von Eisenhart-Rothe (Adjutant Oberbefehlshaber 8. Armee), Oberstleutnant Rudolf Hofmann (Ia Erster Generalstabsoffizier XIII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), dan Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee)



General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps) memberi hormat militer saat parade pasukan kavaleri Wehrmacht melintas di hadapannya. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Casper pada tanggal 1 Oktober 1939 di area sekitar jalanan Wolska, Warsawa, Polandia. Di latar belakang di sebelah kanan adalah bagian dari bangunan Institusi Asuransi Sosial Polandia, sementara di sebelah kirinya adalah rumah pribadi milik bangsawan Zdzisław Grocholski yang beralamat di Jl. Wolska 54. Terakhir, bangunan dengan menara di kiri tengah adalah Gereja St. Wojciech

--------------------------------------------------------------------------------

PARADE UTAMA (5 OKTOBER 1939)

 Pada tanggal 5 Oktober 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) terbang dari Berlin ke Warsawa (Polandia) dengan menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee (yang merebut kota Warsawa dari tangan pasukan Polandia). Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan disambut oleh para petinggi Wehrmacht. Foto jepretan Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Hitler sedang berjabat tangan dengan Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Di sebelah kiri Blaskowitz adalah Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), sementara di sebelah kanannya adalah Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan Jerman ke Polandia, 8. Armee dan 10. Armee (juga 14. Armee) berada di bawah komando Heeresgruppe Süd


 "Der Führer bei seinen Truppen in Warschau" (Führer sedang bersama dengan pasukannya di Warsawa) adalah caption yang tertera sebagai pengantar gambar kartupos ini. Foto ini sendiri diambil di bandara Okecie di Aleja Krakowska saat Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mengadakan kunjungan ke Kota Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939 untuk mengikuti Siegesparade (Parade Kemenangan) pasukan Jerman yang telah berhasil menduduki Polandia hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Sebagai penahan udara dingin musim gugur yang mulai melanda, Hitler melindungi tubuhnya dengan ledermantel (jaket kulit)


Persiapan sebelum acara parade kemenangan Jerman di Warsawa tanggal 5 Oktober 1939. Puing-puing reruntuhan bangunan bekas pemboman sebelumnya masih jelas terlihat. Foto oleh Hugo Jaeger


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Adolf Hitler sendiri secara khusus terbang kembali ke Warsawa menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade tersebut. Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan dengan konvoy bersenjata pergi ke bagian tengah kota dimana acara utama digelar. Setelahnya dia melakukan kunjungan singkat ke beberapa bagian kota Warsawa. Selain Hitler, podium kehormatan diisi oleh para panglima Wehrmacht, sementara di kiri bawah adalah jenderal-jenderal lain yang lebih rendah pangkatnya. Selain itu, kanan bawah diisi oleh para ajudan. Untuk identifikasi yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (berkacamata dan tertutup oleh Blaskowitz, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang! Oberbefehlshaber 10. Armee), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). BTW, persis di bawah Hitler adalah Erwin Rommel yang saat itu masih menjadi Generalmajor dan menjabat sebagai komandan Führer-Begleit-Bataillon (Batalyon Pelindung Pribadi Führer). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler



Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan ke Polandia, 18. Infanterie-Division (Cranz) berada di bawah komando XI. Armeekorps (Leeb), yang merupakan bagian dari 10. Armee (Reichenau)


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai stahlhelm, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Dalam foto ini Brückner mengenakan schirmmütze (topi visor) SA masa perang yang langka yang hanya diperuntukkan bagi para staff pribadi Adolf Hitler. Topi jenis tersebut bisa dkenali dari bagian tengahnya yang berwarna coklat gelap dengan lambang Reichsadler SA di tengah atas yang mirip-mirip Reichsadler Heer/Kriegsmarine. Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Panzerkampfwagen II melewati Adolf Hitler serta para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri di atas podium. Karena satu-satunya formasi lapis baja milik 8. Armee dalam pengepungan di Warsawa adalah I.Abteilung / Panzer-Regiment 23, maka kemungkinan besar tank-tank tersebut berasal dari sana. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk militer melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya, diikuti oleh Einheits-PKW (mobil penumpang standar). Tampaknya kendaraan-kendaraan ini telah mendapat tambahan cat kamuflase dua warna abu-abu coklat, juga kinclong mengkilat seperti baru keluar dari pabrik (perintah untuk menggunakan kamuflase abu-abu seluruhnya baru diberlakukan setelah berakhirnya penguasaan Prancis tahun 1940). Disini pula kita bisa melihat bahwa jenderal-jenderal yang berada di sekeliling Hitler berubah-ubah sesuai dengan giliran unit mereka yang melakukan parade. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Einheits-PKW (mobil penumpang standar) melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri diatas podium. Kendaraan di sebelah kiri adalah Stoewer Typ M 12 RW, sementara yang di tengah dan kanan adalah Horch 830 R Kübelwagen. Yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Para ajudan ikut menonton di bawah podium dan dalam foto ini terlihat di barisan paling kanan


PaK (Panzerabwehrkanone) 35/36 kaliber 37mm milik sebuah unit anti-tank Wehrmacht yang melintas dalam parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939 dengan disaksikan oleh Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para petinggi Wehrmacht lainnya. PaK 35/36 sendiri merupakan senjata anti-tank standar Jerman di awal perang, sebelum digantikan oleh kaliber yang lebih besar seiring dengan bertambahnya ketebalan kendaraan-kendaraan lapis baja Sekutu dan Soviet. Perhatikan bahwa senjata-senjata anti-tank ini dicat abu-abu lapangan sehingga warnanya "menyatu" dengan warna bannya! Foto diambil oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Adolf Hitler




 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa, yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di tribun kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Parade tersebut dibuka oleh barisan Korps Musik Wehrmacht yang berderap sampai ke depan podium dan kemudian mengambil tempat persis di seberangnya, sebuah lapang kecil yang berada di halaman gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat. Sepanjang berlangsungnya acara, korps musik tersebut tidak henti-hentinya memainkan lagu-lagu mars penggugah semangat dengan judul-judul yang tak asing lagi seperti "Wadhon bae", "Mati Penasaran" dan "Gadis atau Kambing". Foto ini merupakan salah satu dari seri kartu foto stereo yang ditampilkan dalam "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" (Para Prajurit Führer di Lapangan - Kampanye Militer di Polandia), sebuah buku foto 3D atau raumbild yang diterbitkan pada tahun 1940 oleh Raumbild-Verlag Otto Schönstein atas pesanan dari Oberst im Generalstab Hasso von Wedel (Abteilungschef im Oberkommando der Wehrmacht) dan Reichsamtsleiter Henrich Hansen (Reichspressestelle der NSDAP)



 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyaksikan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Parade kemenangan ini menjadi simbol dari keperkasaan militer Jerman atas penguasaannya terhadap Polandia yang berhasil dilaksanakan kurang dari satu bulan. Mereka telah mampu memenangkan peperangan dengan mengimplementasikan secara sempurna serangkaian terobosan yang cepat dan mengejutkan. Terobosan ini selalu diikuti dengan pengepungan pasukan musuh yang, berkebalikan dengan taktik pihak Jerman, didasarkan atas sistem pertahanan yang tidak fleksibel dan ketinggalan zaman


 Para petinggi Wehrmacht yang berdiri di podium kehormatan pada saat Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan Generalleutnant Dr.phil. Friedrich-Ernst von Cochenhausen (Stadtkommandant Warschau)


Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dalam acara Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang digelar di Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939. Brauchitsch mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya, yang dia dapatkan beberapa hari sebelumnya (30 September 1939) sebagai penghargaan atas kontribusinya bagi kesuksesan pasukan Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam kampanye militer Jerman di Polandia (1 September 1939 s/d 6 Oktober 1939; satu bulan lebih enam hari). Dalam foto ini, Brauchitsch dan Hitler sama-sama mengenakan ledermantel (jaket kulit) sebagai pelindung dari dinginnya musim gugur yang mulai melanda. Foto oleh Berichter Mensing dari Scherl Bilderdienst


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939, dilihat dari atas. Parade tersebut digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie, sementara podiumnya berada diantara villa dan bangunan kedutaan (50 meter sebelah selatan Pałac Rembielińskiego, bangunan putih yang berbatasan dengan taman tempat podium), di depan Park Ujazdowski (kanan) dan di seberang gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (kiri). Halaman kedutaan terlihat dipakai oleh Korps Musik Wehrmacht untuk mengiringi parade kemenangan dengan musik-musik mars penggugah semangat. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Die Wehrmacht des Führers - der Stolz der Nation!" (Angkatan Bersenjata Führer - Sang kebanggaan negara!)




Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di belakang Adolf Hitler (memberi salam hormat Nazi), dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (memakai stahlhelm, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Der 'Feldzug der achtzehn Tage' ist in die Geschichte eingegangen" ('Kampanye 18 Hari' kini telah menjadi sejarah)


Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Sebagai tambahan: perwira SS yang memakai ledermantel dan berdiri paling dekat ke kamera (tengah) adalah SS-Oberführer Alfred-Ingemar Berndt, Leiter Abteilung VIII im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda yang nantinya bergabung dengan Heer demi bisa ikut berperang - walaupun harus merelakan pangkatnya turun drastis menjadi bintara - dan menjadi orang kepercayaan Rommel di Afrika Utara! Perhatikan pula bahwa ada seorang Letnan Medis (Assistenzarzt) dengan janggut dan kamus eh kumis "terhampar" di mukanya - sebuah pemandangan yang tidak biasa dalam tubuh Wehrmacht! Kita juga bisa melihat seorang Kriegsberichter sedang bertugas merekam acara parade dengan kamera filmnya


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps) menyaksikan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang nampak dalam foto ini adalah kereta If.5 (Typ 36) dengan MG34 ganda, yang biasanya ditarik kuda dan mempunyai fungsi utama sebagai Flak (senjata anti pesawat udara). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Der große Kampf um deutsche Freiheit ist beendet!" (Pertempuran besar untuk kebebasan Jerman kini telah usai!)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk yang tampak dalam foto ini adalah Henschel Typ 33 D 1 Pionierkraftwagen I, sementara bangunan berkubah di latar belakang adalah kościół św. Aleksandra (Gereja St. Alexander). Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Blaskowitz, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Karena ini adalah podium kehormatan untuk pemimpin Jerman, maka penjaganya pun bukan lagi prajurit melainkan perwira pilihan!



Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Perwira yang memakai monokel serta stahlhelm dan berdiri di bawah Hitler adalah Generalmajor Wilhelm Stemmermann (Chef des Generalstabes XIII. Armeekorps)



Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (tertutup oleh Keitel, Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang ditarik kuda dalam foto ini adalah kereta penghantar meriam sFH 18 kaliber 150mm atau K 18 kaliber 105mm, sementara bangunan berkubah di latar belakang adalah kościół św. Aleksandra (Gereja St. Alexander). Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Foto ini merupakan salah satu dari seri kartu foto stereo yang ditampilkan dalam "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" (Para Prajurit Führer di Lapangan - Kampanye Militer di Polandia), sebuah buku foto 3D atau raumbild yang diterbitkan pada tahun 1940 oleh Raumbild-Verlag Otto Schönstein atas pesanan dari Oberst im Generalstab Hasso von Wedel (Abteilungschef im Oberkommando der Wehrmacht) dan Reichsamtsleiter Henrich Hansen (Reichspressestelle der NSDAP). Dalam foto ini kita bisa melihat dengan jelas gaya berbaris khas Wehrmacht yang disebut sebagai "Stechschritt" atau "Goose Step" (mengayunkan langkah tanpa menekuk lutut). Gaya ini pertama kali diperkenalkan oleh Marsekal Prusia Leopold I, Fürst von Anhalt-Dessau (3 Juli 1676 - 7 April 1747), seorang komandan lapangan jempolan di masa Friedrich der Große yang terutama dikenal karena memodernisasi pasukan infanteri Prusia sehingga menjadi yang terbaik di masanya


Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Sebagai tambahan: perwira SS yang memakai ledermantel dan berdiri paling dekat ke kamera (tengah) adalah SS-Oberführer Alfred-Ingemar Berndt, Leiter Abteilung VIII im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda yang nantinya bergabung dengan Heer demi bisa ikut berperang - walaupun harus merelakan pangkatnya turun drastis menjadi bintara - dan menjadi orang kepercayaan Rommel di Afrika Utara! Perhatikan pula bahwa ada seorang Letnan Medis (Assistenzarzt) dengan janggut dan kamus eh kumis "terhampar" di mukanya - sebuah pemandangan yang tidak biasa dalam tubuh Wehrmacht! Kita juga bisa melihat seorang Kriegsberichter sedang bertugas merekam acara parade dengan kamera filmnya


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps) menyaksikan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang nampak dalam foto ini adalah kereta If.5 (Typ 36) dengan MG34 ganda, yang biasanya ditarik kuda dan mempunyai fungsi utama sebagai Flak (senjata anti pesawat udara). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Der große Kampf um deutsche Freiheit ist beendet!" (Pertempuran besar untuk kebebasan Jerman kini telah usai!)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk yang tampak dalam foto ini adalah Henschel Typ 33 D 1 Pionierkraftwagen I, sementara bangunan berkubah di latar belakang adalah kościół św. Aleksandra (Gereja St. Alexander). Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Blaskowitz, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Karena ini adalah podium kehormatan untuk pemimpin Jerman, maka penjaganya pun bukan lagi prajurit melainkan perwira pilihan!



Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Perwira yang memakai monokel serta stahlhelm dan berdiri di bawah Hitler adalah Generalmajor Wilhelm Stemmermann (Chef des Generalstabes XIII. Armeekorps)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk yang tampak dalam foto ini adalah Henschel Typ 33 D 1 Pionierkraftwagen I, sementara rimbunan pohon di belakang podium kehormatan merupakan bagian dari Park Ujazdowski. Di seberang podium, Korps Musik Wehrmacht menyanyikan lagu-lagu mars penggugah semangat. Henschel Typ 33 D 1 adalah kendaraan Pioniere (Zeni) yang merupakan hasil modifikasi dari tipe sebelumnya. Perbaikan dilakukan di bagian transmisi, batang gardan dan bemper. Sebagai tambahan, jarak antara ban pertama dan ban kedua juga ditambah


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang ditarik kuda dalam foto ini adalah kereta penghantar meriam sFH 18 kaliber 150mm atau K 18 kaliber 105mm, sementara bangunan berkubah di latar belakang adalah kościół św. Aleksandra (Gereja St. Alexander). Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Leeb, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), dan Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang! Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto ini merupakan salah satu dari seri kartu foto stereo yang ditampilkan dalam "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" (Para Prajurit Führer di Lapangan - Kampanye Militer di Polandia), sebuah buku foto 3D atau raumbild yang diterbitkan pada tahun 1940 oleh Raumbild-Verlag Otto Schönstein atas pesanan dari Oberst im Generalstab Hasso von Wedel (Abteilungschef im Oberkommando der Wehrmacht) dan Reichsamtsleiter Henrich Hansen (Reichspressestelle der NSDAP)


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Hauptmann Nicolaus von Below (tertutup oleh Reichenau, Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Selain itu, terdapat identifikasi tambahan: 1.Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I. Armeekorps) dan 2.Generalleutnant Johann Pflugbeil (Kommandeur 221. Infanterie-Division)




 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps) menyaksikan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang nampak dalam foto ini adalah meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm yang merupakan howitzer ringan standar divisi Jerman dalam Perang Dunia II. Sebagai pembuatnya adalah Rheinmetall, sementara mulai operasional dari tahun 1935. Biasanya meriam ini ditarik oleh kuda, tapi juga bisa ditarik oleh truk atau halftrack


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Mesin/kendaraan perang yang ditampilkan disini adalah Krupp L2H 143 Kfz. 69 Protze (für 3,7cm Pak 36). Para petinggi Wehrmacht yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Reichenau, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)



Foto-foto lain yang memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman yang diadakan di Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939. Berhubung pasukan pertahanan Polandia yang berada di kota tersebut menyerahkan diri pada Generaloberst Johannes Blaskowitz dari 8. Armee, maka pasukannya lah yang mendapatkan kehormatan untuk mengisi parade. Pada penyerbuan ke Polandia tahun 1939, 8. Armee terdiri dari X. Armeekorps (General der Artillerie Wilhelm Ulex), XIII. Armeekorps (General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs), XVI. Armeekorps (General der Kavallerie Erich Hoepner), Grenz-Abschnitt-Kommando 13 (Generalleutnant Max von Schenckendorff), Grenz-Abschnitt-Kommando 14 (Charakter als General der Kavallerie Curt Ludwig Freiherr von Gienanth), dan 30. Infanterie-Division (Generalleutnant Kurt von Briesen)


 Parade kemenangan pasukan Jerman di Warsawa tanggal 5 Oktober 1939. Foto di atas memperlihatkan saat barisan Panzerkampfwagen II melintasi Ujazdow Avenue (Aleje Ujazdowskie dalam bahasa Polandia). Para komandan panzer nongkrong di kubah dengan seragam hitam kebesaran mereka lengkap dengan schutzmütze (baret panzer), sementara yang membawa bendera di tengah adalah Fahnenträger (pembawa panji) resimen


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman di Aleje Ujazdowskie, Warsawa, menuju ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere). Dia akan mengadakan kunjungan singkat ke bangunan bersejarah tersebut sebelum melanjutkan perjalanan berkeliling kota Warsawa (Polandia) bersama dengan para pengiringnya menggunakan mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam. Duduk bersamanya sang supir, SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara di kursi tengah nongkrong General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee) dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Kursi paling belakang diisi oleh SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) dan Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Disini Linge adalah orang terakhir yang naik mobil alias didid alias oto alias kareta mesin


5 Oktober 1939 di Warsawa (Polandia): Para perwira tinggi Wehrmacht dan pejabat partai Nazi dalam kunjungan ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) yang digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie. Patung dada di sebelah kanan menampilkan wajah Marsekal Józef Piłsudski, pemimpin Polandia terkemuka yang memerintah dari tahun 1926 s/d 1935. Pałac Belwederski adalah bangunan bersejarah yang dibangun dari tahun 1660 dan kemudian mengalami banyak renovasi selama keberadaannya. Pada masa pendudukan Jerman, gedung tersebut direnovasi kembali sebelum ditempati oleh Gubernur Generalgouvernement Warsawa, Ludwig Fischer. Para pengunjung, dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), dan General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4)


 5 Oktober 1939 di Warsawa (Polandia): Para perwira tinggi Wehrmacht dan pejabat partai Nazi dalam kunjungan ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) yang digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie. Patung dada di latar belakang menampilkan wajah Marsekal Józef Piłsudski, pemimpin Polandia terkemuka yang memerintah dari tahun 1926 s/d 1935. Para pengunjung, dari kiri ke kanan: General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), dan Prof.Dr.-med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt)


 Adolf Hitler dkk meninggalkan Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) untuk melanjutkan perjalanan berkeliling kota Warsawa, 5 Oktober 1939. Komposisi penumpang Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam yang dikendarai oleh Hitler adalah sebagai berikut: (dari kiri ke kanan dilihat dari perspektif muka): kursi depan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers); kursi tengah: General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1) dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee); kursi belakang: SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) dan Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Di belakangnya mengikuti pengawal SS bersenjata yang membawa beraneka ragam senjata layaknya sedang mengawal boss Mafia!


 Dengan menaiki Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berkeliling kota Warsawa yang kini diduduki oleh pasukan Jerman, 5 Oktober 1939. Duduk di kursi belakang adalah General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), sementara di belakangnya lagi yang duduk di kap adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Sebagai supirnya sendiri adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers). Bangunan di latar belakang adalah Pałac Saski w Warszawie (Saxon Palace) yang beralamat di Plac Marszałka Józefa Piłsudskiego 1-3. Bangunan ini dihancurkan oleh pihak pendudukan Jerman sesudah berakhirnya Pemberontakan Warsawa tahun 1944, dan hanya menyisakan bagian tengah jalan beratapnya dimana tersimpan "Kuburan Prajurit tak Dikenal". Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berkeliling kota Warsawa - yang kini diduduki oleh pasukan Jerman - dengan Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, 5 Oktober 1939. Duduk di kursi belakang adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), sementara sebagai supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers). Bangunan di latar belakang bernama Pałac Brühla (Istana Brühl), sebuah bangunan yang didirikan pada tahun 1639-42 dan berlokasi di Lapangan Pilsudski. Pałac Brühla tercatat sebagai salah satu istana terbesar di Polandia, sekaligus contoh terbaik arsitektur gaya Rococo yang mencapai masa kejayaannya pada abad ke-17 dan ke-18


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berkeliling kota Warsawa - yang kini diduduki oleh pasukan Jerman - dengan Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, 5 Oktober 1939. Foto ini memperlihatkan saat kendaraan yang dinaikinya melewati Józefa Piłsudskiego (Lapangan Pilsudski), salah satu ciri khas kota Warsawa yang juga menjadi lapangan terbesar di Polandia. Namanya diambil dari nama Marsekal Józef Piłsudski, orang yang berperan paling penting dalam restorasi negara Polandia seusai berakhirnya Perang Dunia I. Ketika Jerman menduduki negara tersebut pada tahun 1939, namanya dirubah menjadi Adolf Hitler Platz. Pada tahun 1946 namanya dirubah kembali menjadi Zwycięstwa (Lapangan Kemerdekaan) sebagai penghormatan bagi kemenangan Polandia dan Sekutunya dalam Perang Dunia II. Ujung-ujungnya namanya kembali lagi ke awal, Józefa Piłsudskiego, setelah Polandia menyingkirkan rezim Komunis yang bercokol di negaranya pada tahun 1989


 Adolf Hitler berkendara ke sekeliling kota Warsawa dengan menaiki Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, tak lama setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) pasukan Jerman pada tanggal 5 Oktober 1939. Dalam foto ini dia melintasi sebuah toko dengan nama "Klepczynski". Di dalam G4 sang Führer terdapat pula lima orang lainnya, dengan komposisi sebagai berikut (dari kiri ke kanan dilihat dari perspektif muka): kursi depan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers); kursi tengah: General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1) dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee); kursi belakang: SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) dan Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)



Adolf Hitler berkendara ke sekeliling kota Warsawa dengan menaiki Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, tak lama setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) pasukan Jerman pada tanggal 5 Oktober 1939. Setelah melalui bagian utara kota dan melewati gedung Kedutaan Besar Inggris yang sudah ditinggalkan penghuninya, kendaraan yang membawa Hitler dkk bergerak menuju jalan yang bernama Nowy Świat. Sebelumnya pasukan perlawanan Polandia telah menanam sebuah bahan peledak di persimpangan dengan jalan Aleje Jerozolimskie, tapi ketika Hitler melintasi persimpangan tersebut ternyata tidak terjadi apa-apa. Tak ada yang tahu pasti kenapa bom yang ditanam tidak meledak (meskipun kemungkinan besar penyebabnya adalah human error). Yang jelas, hal ini merupakan salah satu dari 42 kali usaha pembunuhan terhadap Hitler di sepanjang hidupnya... yang seluruhnya berakhir dengan kegagalan!



Sumber :
Buku "Adolf Hitler und die Geschichte der NSDAP Teil 2: 1938 bis 1945" karya Paul Bruppacher
Buku "Blitzkrieg Unleashed: The German Invasion of Poland, 1939" karya Richard Hargreaves
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" terbitan Oberkommando der Wehrmacht
Buku "Hitler: A Chronology of his Life and Time" karya M. Hauner
Buku "Hitler's Light Panzers at War: Rare Photographs from Wartime" karya Paul Thomas
Buku "Hitler's Personal Security: Guarding the Führer, 1921-1945" karya Peter Hoffmann
Buku "In the service of the Reich: The Memoirs of Field-Marshal Keitel" karya David Irving
Buku "Mit Hitler in Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Von Lemberg bis Bordeaux: Fronterlebnisse eines Kriegsberichters" karya Leo Leixner
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi NARA Amerika Serikat
www.artsandculture.google.com
www.bpk-bildagentur.de
www.encyclopedia.ushmm.org
www.forum.axishistory.com
www.hitler-archive.com