Saturday, December 29, 2018

Sturmgeschütz-Abteilung 209



Sturmgeschütz-Abteilung 209 dibentuk pada tanggal 2 Desember 1941 di Truppenübungsplatz Jüterbog, yang membawahi tiga baterai (kompi). Pada tanggal 14 Februari 1944 statusnya ditingkatkan menjadi setingkat Brigade, dan namanya pun berubah jadi Sturmgeschütz-Brigade 209. Unit pelatihan serta pemasok anggotanya diambil dari Sturmgeschütz-Ersatz [und Ausbildungs]-Abteilung 200 dan Sturmgeschütz-Ersatz [und Ausbildungs]-Abteilung 300.

KOMMANDEUR:
02.12.1941 - 24.09.1942 Hauptmann Wilhelm Launhardt
24.09.1942 - 25.10.1943 Major Rupert Gruber
25.10.1943 - 00.02.1944 Hauptmann Ernst Frank
00.02.1944 - 15.04.1944 Major Wilhelm Launhardt
15.04.1944 - 00.05.1945 Major Erich Schulte

KRIEGSEINSÄTZE:
00.01.1942 Sturmgeschütz-Abteilung 209 dikirim ke Front Timur.
07.02.1942 Satu Zug (Peleton) dari Sturmgeschütz-Abteilung 209 diperbantukan ke LIX.Armeekorps / 7.Armee / Heeresgruppe D.
12.02.1942 2.Batterie diperbantukan ke 34. Infanterie-Division dalam usaha merebut hutan yang dikuasai oleh pasukan Soviet di selatan Juchnow.
18.02.1942 3.Batterie diperbantukan ke XXXXVI.Armeekorps / 9.Armee.
08.03.1942 3.Batterie diperbantukan ke XXXXVI.Armeekorps (motorisiert) / 9.Armee.
15.03.1942 1.Batterie diperbantukan ke LIX.Panzerkorps / 3.Panzerarmee.
28.03.1942 1.Batterie diperbantukan ke LIX.Panzerkorps / 3.Panzerarmee.
07.04.1942 3.Batterie diperbantukan ke XXXXVI.Armeekorps (motorisiert) / 9.Armee.
15.04.1942 1.Batterie diperbantukan ke LIX. Panzerkorps / 3.Panzerarmee.
00.07.1942 StuG.Abt.209 diperbantukan ke LIX. Panzerkorps / 3.Panzerarmee.
08.08.1942 3.Batterie diperbantukan ke VI.Armeekorps / 9.Armee.
16.09.1942 Stab dan 1.Batterie tiba di baratlaut Rouen (Prancis) dan diperbantukan ke 15. Armee.
10.10.1942 2.Batterie bergabung dengan StuG.Abt.209 di Rouen.
14.10.1942 3.Batterie bergabung dengan StuG.Abt.209 di Rouen.
01-03.11.1942 StuG.Abt.209 ditransfer ke sektor Rzhev dari Heeresgruppe Mitte.
10.11.1942 StuG.Abt.209 diperbantukan ke 19.Panzer-Division / 2.Panzerarmee (Reserve), yang bertempur di dekat Bryansk.
00.12.1942 StuG.Abt.209 dipindahkan ke wilayah barat Stalingrad.
14-20.01.1943 StuG.Abt.209 diperbantukan ke 19.Panzer-Division yang bertempur bersama dengan AD ke-8 Italia (Heeresgruppe B)
01.03.1943 Sedikit bagian dari StuG.Abt.209 dipecah dan diperbantukan ke 3. Panzer-Division dan 19. Panzer-Division yang berada di bawah komando III.Panzerkorps / 1.Panzerarmee.
04.07.1943 StuG.Abt.209 diperbantukan ke 6.Armee / Heeresgruppe Süd.
17.07.1943 StuG.Abt.209 diperbantukan ke 6.Armee / Heeresgruppe Süd.
14.02.1944 Sturmgeschütz-Abteilung 209 dinamai ulang menjadi Sturmgeschütz-Brigade 209.

----------------------------------------------------------------------------

Major Rupert Gruber (Kommandeur Sturmgeschütz-Abteilung 209), dalam sebuah foto yang dibuat di Minsk, Cekungan Donetsk, Ukraina, bulan Agustus 1943, oleh Kriegsberichter Mentz dari Propaganda-Kompanie 695. Disini Gruber mengenakan medali Ritterkreuz, Eisernes Kreuz I.Klasse, Verwundetenabzeichen in Schwarz, Infanterie-Sturmabzeichen in Silber, serta pita Eisernes Kreuz II.Klasse. Seragam musim panas yang dipakainya adalah dari jenis Sturmartillerie berwarna krem, dengan litzen di bagian kerah yang membedakannya dengan seragam Panzertruppen (yang menggunakan lambang tengkorak di bagian yang sama). Uniknya, ujung kerahnya adalah tumpul layaknya kerah pasukan StuG/Panzer SS, sementara biasanya untuk kerah Heer mempunyai ujung yang runcing. Kemungkinan besar foto ini dibuat tak lama setelah Gruber - lahir tanggal 22 Agustus 1914 dan meninggal tanggal 1 Februari 1968 - dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (14 Agustus 1943)




Sumber :

Wednesday, December 12, 2018

U-128, U-Boat Tipe IX C

U-128, sebuah U-boat Kriegsmarine dari tipe IX C, adalah kapal selam yang terbilang sangat sukses yang bernaung di bawah 2. Unterseebootsflottille (Armada Kapal Selam ke-2) di Lorient. Kapal satu ini dibuat oleh Deschimag AG dari Bremen, dan pertama kali operasional pada tanggal 12 Mei 1941 dengan dikomandani oleh Kapitänleutnant Ullrich Heyse (sang kapten nantinya meraih kesuksesan besar dengan U-128 di tahun 1942 dan awal tahun 1943). Dalam enam patroli yang dijalaninya - dimana yang pertama hanya merupakan transfer ke Norwegia serta yang kelima adalah tes pelayaran yang berlangsung selama tujuh hari - Ullrich Heyse dan U-128 tercatat menenggelamkan 12 buah kapal dengan total tonase 83.639 GRT, serta merusakkan beberapa kapal lainnya! Tak heran kalau para awak kapal sangat mencintai kapten mereka. Heyse sendiri adalah pria kelahiran Berlin berusia 35 tahun, yang merupakan anggota Kru 1933 dan yang tahu bagaimana cara memimpin. Satu waktu, di atas kapal, dia pernah mengeluarkan pisau dari sakunya dan ikut mengupas kentang bersama dengan beberapa orang anakbuahnya. Lalu, sembari mengupas kentang, dia mendiskusikan topik-topik populer di tengah lingkaran kecilnya. Di daratan, sang kapten seringkali bergabung dengan pelaut-pelautnya untuk menikmati bir bersama-sama, yang semakin memperkuat ikatan diantara mereka. Sebelum perang, Heyse pernah mengabdi di beberapa kapal dagang, dan sebagai seorang komandan kapal selam, menenggelamkan kapal-kapal dagang yang sama membawa pergulatan batin yang cukup berat baginya. Dalam beberapa kesmpatan, dia menyelamatkan awak kapal yang selamat dari kehancuran torpedonya, sekaligus menyediakan makanan, rokok serta rum, dan menyatakan permintaan maaf karena telah menenggelamkan kapal mereka! Di bawah pimpinan Heyse, U-128 memajang lambang Ulm (kota sponsor mereka) dengan sedikit modifikasi. Lambang ini dipasang di depan menara pengawas, sementara di kedua bagian sampingnya dicat emblem kuda putih dengan tulisan "HÜAHOH HÜAHOH ALTER SCHIMMEL" (secara harfiah berarti: "Hieh Hieh Kuda Tua"). Enam hari setelah menyelesaikan patroli keenamnya - tepatnya pada tanggal 21 Januari 1943 - Heyse dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (Knight's Cross of the Iron Crosses). Pada bulan Maret 1943 dia mengalihtugaskan kapal selam kebanggaannya kepada Oberleutnant zur See Hermann Steinert. Sayangnya, keberuntungan tidak menaungi sang kapten baru di patroli pertamanya dengan U-128. Pada tanggal 17 Mei 1943 pesawat-pesawat pembom dari US Navy membombardir kapal selam tersebut - yang saat itu sedang berusaha menyerang konvoy kapal Sekutu - sehingga memaksa U-128 untuk muncul ke permukaan. Serangan beruntun selanjutnya membuat kapal selam Jerman tersebut mengalami kerusakan parah, sehingga tak mampu untuk menyelam kembali. Ketika melihat kapal perusak USS Jouett dan USS Mofett mendekat dengan cepat, kapten Steinert memerintahkan para awaknya untuk meninggalkan U-128. Saat perwira teknik kapal mulai menjalankan prosedur penenggelaman kapal mereka, salvo tembakan dari kapal perusak Amerika membuat kapal tersebut tenggelam lebih cepat. USS Mofett berhasil menyelamatkan 51 awak U-128, sementara empat orang sisanya - yang ada di atas kapal - tenggelam bersama kapal mereka


Sumber :
Majalah "U-Boot im Focus" edisi no.2 (2007)

Thursday, December 6, 2018

Führer-Begleit-Bataillon / Führer-Begleit-Brigade / Führer-Begleit-Division

FÜHRER-BEGLEIT-BATAILLON

Ehrenkompanie (Kompi Kehormatan) yang berjaga di avenue - jalan dengan pinggiran pepohonan - yang menuju ke arah lokasi utama penandatanganan perjanjian di Clairière de l'Armistice (Lapang Gencatan Senjata), pada hari kedatangan Adolf Hitler di lokasi tersebut, tanggal 21 Juni 1940. Dalam suratkabar "Illustrierte Kronen-Zeitung" edisi 22 Juni 1940, mereka disebutkan berasal dari unit Führer-Begleit-Bataillon, dan diperkuat oleh tambahan dua peleton infanteri Heer serta satu peleton Luftwaffe dari Regiment "General Göring". Panji yang dikibarkan adalah milik Führer-Begleit-Bataillon


21 Juni 1940: 12 menit setelah kedatangan delegasi Prancis di gerbong kereta yang dipakai sebagai tempat negosiasi gencatan senjata antara pihak Jerman dan Prancis, Hitler berdiri, memberi hormat dengan kaku, dan pergi meninggalkan kereta. Waktu menunjukkan pukul 15:42 (seluruh prosesi penyerahan sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit). Hitler dan rombongan lalu meninggalkan lokasi, dengan diiringi lagu "Deutschland, Deutschland uber Alles" serta "Horst Wessel" yang dibawakan oleh Musikzug Führer-Begleit-Bataillon. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer memberi hormat kepada Oberstleutnant Kurt Thomas (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon) sebelum mampret. Di belakang Hitler berdiri, dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe)


Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger

Friday, November 30, 2018

Para Fans Third Reich Indonesia

FOTO DAN POSTER


------------------------------------------------------------------


 HORMAT NAZI


------------------------------------------------------------------


KAOS DAN JAKET





Sumber: Facebook

Thursday, November 29, 2018

Tag der Luftwaffe (Hari Ulang Tahun Angkatan Udara)

-1938-

Pada hari kamis tanggal 1 Maret 1938, rakyat Jerman merayakan ulangtahun ketiga dari Angkatan Udara kebanggaan mereka, Luftwaffe (biasa dinamakan "Tag der Luftwaffe"). Puncak dari acara perayaan ini digelar di Halaman Kehormatan Reichsluftfahrtministerium di Berlin yang berbatasan dengan Wilhelmstrasse. Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) menyampaikan pidato, yang disebarluaskan melalui radio. Sementara itu, delapan kompi Luftwaffe berparade di depan para petinggi Wehrmacht di Wilhelmstrasse. Foto ini memperlihatkan saat Marsekal Göring baru saja keluar dari Reichsluftfahrtministerium, dan memberi hormat dengan menggunakan Marschallstab kepada masyarakat yang telah menunggunya. Di belakangnya berdiri, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans-Jürgen Stumpff (Chef des Generalstabes Luftwaffe), General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Charakter als General der Infanterie Carl-Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (Präsident Vereinigung der deutschen Frontkämpferverbände), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (1. Adjutant Reichsminister für Luftfahrt), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Bernhard Rust (Reichserziehungsminister), General der Flieger Otto von Stülpnagel (Leiter Lufttechnischen Akademie), dan Viktor Lutze (Stabschef der SA)


Sumber :

Sunday, November 25, 2018

Neubaufahrzeug (NBFZ), Generasi Tank Berat Pertama Jerman



Oleh : Alif Rafik Khan

Neubaufahrzeug (kendaraan konstruksi baru, sebuah nama samaran) adalah nama dari beberapa prototipe tank Jerman yang pada awalnya dimaksudkan untuk menjadi generasi panzer kelas berat pertama Wehrmacht setelah Adolf Hitler naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 1933. Dengan tampilan turet ganda, kendaraan lapis baja yang lamban dan berat ini dianggap sebagai sebuah kegagalan, sehingga hanya lima buah yang masuk proses produksi. Mereka kemudian digunakan hanya untuk kepentingan propaganda, meskipun tiga diantaranya sempat ambil bagian dalam penyerbuan ke Norwegia pada musim semi tahun 1940.


Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) berpidato di depan para pekerja pabrik mesin perang Rheinmetall-Borsig-Werke di Düsseldorf, Jerman, tanggal 10 September 1939. Dia berbicara di atas sebuah tank Neubaufahrzeug (NBFZ), sementara di kiri dan kanannya adalah meriam lapangan Jerman dari jenis schwere Feldhaubitze 18 (sFH 18) kaliber 150mm. Kedua mesin perang ini - sudah tentu - merupakan salah satu hasil produksi dari Rheinmetall-Borsig-Werke


 Sebuah panzer Jerman dari jenis Neubaufahrzeug Typ B (Pz.Kpfw. Nb.Fz. VI) yang sedang dalam perjalanan menggunakan kapal laut menuju Norwegia, bulan April 1940. Tank dalam foto ini adalah satu dari tuga buah Neubaufahrzeug milik Panzer Abteilung z.b.V. 40 yang terlibat dalam invasi Jerman atas Norwegia. Dari ketiganya, hanya satu yang sempat merasakan medan pertempuran, sementara dua lainnya keburu mogok di jalan karena masalah mesin!



Sumber :
www.kulturpool.at
www.tanks-encyclopedia.com

Saturday, November 24, 2018

Foto Slovakia dalam Perang Dunia II


September 1939: Jenderal Ferdinand Čatloš (Menteri Pertahanan Slovakia sekaligus Panglima pasukan Slovakia dalam invasi ke Polandia) memberikan medali kepada beberapa orang anggota Freiwillige Schutzstaffek, yang memperlihatkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran melawan orang-orang Polandia. Freiwillige Schutzstaffek sendiri adalah unit sukarelawan dalam tubuh Angkatan Darat Slovakia, yang anggotanya diambil dari keturunan Jerman yang berdiam di Carpathia. Karena itulah mereka bertempur dengan mengenakan simbol swastika di lengan, meskipun memakai seragam Slovakia


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (kanan, Chef Oberkommando der Wehrmacht) menyambut kedatangan Jenderal Ferdinand Čatloš dari Slovakia di markas mereka di Zossen, Berlin-Brandenburg, di malam tanggal 29 April 1941. Čatloš sendiri menjabat sebagai Menteri Pertahanan Slovakia, selain sebagai Panglima pasukan Slovakia dalam invasi ke Polandia (1939) dan Rusia (1941). Ketika Perang Dunia II berakhir, Čatloš dipenjarakan selama tiga tahun karena dianggap sebagai kolaborator Nazi. Dia menghabiskan sisa hidupnya sebagai juru tulis biasa, dan meninggal pada tahun 1972 di Cekoslowakia


 Pada tanggal 23 Oktober 1941 Menteri Pertahanan Slovakia, Ferdinand Čatloš, melakukan kunjungan ke Hauptquartier des Oberkommando des Heeres (Markas Besar Angkatan Darat Jerman) "Askania" di Mauerwald, Prusia Timur. Dalam kesempatan itu, Čatloš (kiri) menganugerahkan medali Slovakia War Victory Cross 1st Class with Star kepada Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). War Victory Cross sendiri adalah medali keberanian tertinggi Republik Slovakia, dengan beberapa tingkatan untuk penerimanya, sama seperti halnya Ritterkreuz milik Jerman. Dalam Perang Dunia II, tercatat sebanyak 3.769 buah medali ini yang dikeluarkan, dengan 437 diantaranya dianugerahkan kepada sekutu Jerman. BTW, perwira Slovakia di belakang Čatloš kemungkinan adalah seorang jenderal, tapi wajahnya terlalu tertutup oleh bayangan untuk diketahui dengan pasti identitasnya. Lebih ke belakang lagi (keempat dari kiri) adalah jenderal Slovakia lainnya, Brigadir-Jenderal Alexander Čunderlik (Komandan Divisi Slovakia ke-2 Skultéty), sementara di sebelah kanannya adalah Kolonel Alojz Androvič (Atase Militer Slovakia untuk Jerman)


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.kulturpool.at

Foto Cekoslowakia di Masa Pendudukan Jerman (1938-1945)

 Para petinggi Nazi Jerman tiba di Prager Burg, Praha, Cekoslowakia, untuk melakukan upacara resmi penyambutan Konstantin Freiherr von Neurath sebagai Reichsprotektor Cekoslowakia, tanggal 5 April 1939. Dari kiri ke kanan: 1.SS-Brigadeführer Karl-Hermann Frank (Staatssekretär Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), 2.SS-Gruppenführer Dr.jur. h.c. Konrad Henlein (Gauleiter und Reichsstatthalter Sudetenland), 3.General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis VIII), 4.Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), 5.General der Infanterie Viktor von Schwedler (Kommandierender General IV. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis IV), 6.General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3), 7.Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres), 8.Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes Heeresgruppen-Kommando 3), 9.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan 10.General der Infanterie Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5)


Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres) menyambut kedatangan Reichsprotektor Konstantin Freiherr von Neurath di halaman Prager Burg, Praha, Cekoslowakia, tanggal 5 April 1939. Sebelumnya, selama bertahun-tahun Neurath adalah Menteri Luar Negeri Jerman dari sejak tanggal 1 Juni 1932, tapi kemudian posisinya digantikan oleh Joachim von Ribbentrop pada tanggal 4 Februari 1938. Setelah menjadi Menteri tanpa posisi selama beberapa waktu, Neurath diangkat oleh Hitler sebagai Reichsprotektor für Böhmen und Mähren (Pelindung Reich untuk Bohemia dan Moravia) - dengan kata lain, penguasa wilayah pendudukan Jerman di Cekoslowakia - pada tanggal 21 Maret 1939. Dia menempati posisinya sampai dengan tanggal 24 Agustus 1943


 
Parade pasukan Wehrmacht di Lapangan Wenceslas, Praha, untuk menyambut datangnya penguasa wilayah pendudukan Cekoslowakia yang baru, Konstantin von Neurath, tanggal 5 April 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Konstantin von Neurath (Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), Emil Hácha (Staatspräsident Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Di belakang mereka kita bisa melihat General der Infanterie Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5) dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3)


Sumber :

Thursday, November 22, 2018

Mobil Maybach Masa Third Reich

MAYBACH CABRIOLET



 Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres) bersalaman dengan Generalleutnant Ernst Richter (Kommandeur 14. Landwehr-Division) saat mengunjungi wilayah Oberrhein tahun 1939 (tidak ada keterangan tanggal dan bulannya, tapi kemungkinan besar akhir Desember 1939). 14. Landwehr-Division sendiri dibentuk pada tanggal 26 Agustus 1939 dari komponen Grenzschutz-Abschnittskommando Freiburg, dan nantinya dinamai ulang pada bulan Januari 1940 menjadi 205. Infanterie-Division. Tugas divisi ini adalah menjaga perbatasan Barat Jerman di sekitar Westwall. BTW, mobil di latar belakang - yang memajang panji Komandan Korps - adalah Maybach Cabriolet, jenis mobil mewah produksi Maybach-Motorenbau GmbH di Friedrichshafen, dimana sebagian besar badannya dibuat di pabrikan Spohn di Ravensburg. Tipenya sendiri sulit ditentukan, karena tampilan luar Maybach Cabriolet SW 35, SW 38 dan SW 42 begitu mirip satu sama lain. Foto oleh Kriegsberichter Neubauer


Sumber :
www.commons.wikimedia.org

Wednesday, November 21, 2018

Krupp K5, Artileri Rel Kaliber 280mm

 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) meninggalkan sebuah stasiun kereta api, diikuti oleh para perwira Wehrmacht dan staff. Tidak ada keterangan dimana foto ini diambil, hanya ada keterangan waktunya: bulan Desember 1940. Meriam raksasa di latar belakang adalah Krupp K5(E) kaliber 280mm. Senjata yang bergerak menggunakan rel ini mempunyai berat 218 ton, dan mampu memuntahkan 15 buah peluru seberat 243 kg tiap jamnya, dengan jarak jangkau 64 kilometer. Hanya 25 buah mreiam Krupp K5 yang diproduksi dalam Perang Dunia II, dengan dua diantaranya selamat sampai akhir perang (satu dipamerkan di United States Army Ordnance Museum, dan satunya lagi di Batterie Todt Museum, Audinghen, Prancis)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

Foto Kamp Konsentrasi Treblinka

 Februari 1940: Di tengah kondisi dingin bersalju, Generaloberst Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke Tomaszów Mazowiecki, sebuah kota di Polandia tengah yang dilintasi oleh tiga sungai: Pilica, Wolbórka, dan Czarna Bielina. Yang memakai jaket kulit ketiga dari kiri adalah Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost). Selama invasi Nazi-Soviet atas Polandia di bulan September 1939, kota Tomaszów Mazowiecki diduduki oleh pasukan Jerman. Hanya berselang satu bulan kemudian - tepatnya tanggal 16 Oktober 1939 - Sinagog Besar di kota tersebut dibakar sampai habis, yang disusul oleh dua sinagog lainnya pada tanggal 7-14 November 1939. Ghetto untuk menampung 16.500 orang penduduk Polandia keturunan Yahudi dibangun pada bulan Desember 1940, dan ditutup dari dunia luar pada bulan Desember 1941. Di dalam ghetto, kelaparan merajalela, begitu pula wabah penyakit pes. Pada bulan Februari 1942 sekitar 15.000 Yahudi dideportasi menggunakan kereta api ke Kamp Konsentrasi Treblinka. Hanya 200 orang keturunan Yahudi dari Tomaszów Mazowiecki yang tercatat selamat sampai akhir perang


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

Koleksi Video Adolf Hitler


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dan tamunya dari Hungaria, Laksamana Miklós Horthy de Nagybánya, menyaksikan parade pasukan Jerman di Ehrentribüne (tribun kehormatan) di Charlottenburger Chaussee, Berlin, tanggal 25 Agustus 1938. Dengan diiringi oleh O.M. Palapa, kompi demi kompi landser (prajurit Jerman) - yang mengenakan seragam parade - lewat di hadapan pemimpin kedua negara. Setelah itu terdapat pula atraksi Kavallerie Musikkorps (korps musik berkuda), yang diikuti oleh penampilan publik pertama dari meriam artileri terbaru kebanggaan Wehrmacht: schwere Feldhaubitze 18 (sFH 18) kaliber 150mm. Dalam acara ini, Horthy mengenakan bicorne di kepalanya, sebuah topi yang umum dikenakan oleh para laksamana Eropa dari sejak abad ke-18


Sumber:
British Pathé

Poster Pencarian Prajurit Jerman oleh Istrinya

"Perhatian! Bagi kalian yang kembali dari Rusia! Siapa yang bisa mengkonfirmasi bahwa suamiku: Feldwebel Otto Becker, lahir tanggal 17 April 1914 di Schleid sekitar Eisenach, dari unit Infanterie-Regiment 529 / 299.Infanterie-Division (kemungkinan 13.Infanterie-Geschütz Kompanie), pada tanggal 21 Juni 1944 di medan tempur Garkovo - 30km selatan Vitebsk - kemungkinan meninggal setelah menderita luka berat di bagian kepala, atau adakah informasi lain tentang dia? Ditunggu balasan secepatnya oleh: Nyonya Else Becker (22 tahun), Distrik Burscheid, Düsseldorf, Hauptstraße 55". Pengumuman ini dibagi-bagikan oleh keluarga dari sang Feldwebel malang kepada para prajurit Jerman yang baru tiba di tanah air setelah dibebaskan dari kamp tawanan Soviet, bertahun-tahun setelah perang usai. Bisa dikatakan bahwa Frau Becker hanyalah satu dari beribu-ribu istri, anak, ibu, dan keluarga lainnya yang masih berharap bahwa orang tercinta mereka dapat kembali ke kampung halaman setelah berjuang di medan pertempuran, walau sekecil apapun kemungkinannya. Kecil kemungkinan bahwa suaminya bisa selamat, mengingat Vitebsk diduduki oleh Tentara Merah di jam-jam pertama Operasi Bagration, tanggal 22 Juni 1944 (satu hari setelah sang Feldwebel terluka parah di bagian kepala dan diberitakan meninggal). Feldwebel Otto Becker sendiri tercatat sebagai prajurit pemberani yang berprestasi di palagan perang, yang terlihat dari medali-medali yang telah diraihnya: Infanterie-Sturmabzeichen (1 Agustus 1941), Eisernes Kreuz II.Klasse (13 September 1941), Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942), Verwundetenabzeichen in Schwarz (27 Juli 1943), serta Eisernes Kreuz I.Klasse (1 Agustus 1943)


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Tuesday, November 20, 2018

Bis Wehrmacht

MAN E 3000

 Sebuah bis Wehrmacht dari merk MAN E 3000 terjebak lumpur di Front Timur, musim semi 1942. Pada awalnya, bis ini diproduksi untuk sipil, tapi pada tahun 1939 panjangnya ditambah serta berat beban yang bisa diangkutnya diperbesar menjadi 3 ton. Dengan tipe penunjukannya yang dirubah menjadi MAN Typ E 3000, maka bis ini dibuat khusus untuk kepentingan Wehrmacht. Ciri khas yang mudah dikenali dari MAN E 3000 adalah atapnya yang tak mempunyai emperan/overhang. Lampu depannya sendiri sangat mirip dengan MAN tipe Z 2 yang dipasang di bemper, yang berbeda dengan tipe-E yang biasanya dipasang di bagian fender depan


 Foto hasil karya Kriegsberichter Deeg ini memperlihatkan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) mendengarkan dengan serius ocehan dari General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Armeekorps [motorisiert]). Waktunya sendiri adalah tanggal 29 April 1941, saat Brauchitsch mengadakan kunjungan ke lapangan udara yang dikuasai oleh Jerman di Yunani Utara, saat sedang berlangsungnya Balkanfeldzug (invasi Wehrmacht atas Yugoslavia dan Yunani). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah bis MAN Tipe E 3000 yang terparkir di lapangan rumput



Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

Monday, November 19, 2018

Foto Hermann Göring dan Wehrmacht


 Perundingan di Görlitz (Prusia Timur) selama berlangsungnya Operasi Bersama antara Luftwaffe dan Heer, tanggal 18 September 1941. Foto bawah memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Rudolf Gercke (Chef Feldtransportwesens), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Meskipun secara kelembagaan Göring dan Brauchitsch adalah setara, tapi bisa dibilang bahwa yang pertama lebih mendominasi dalam pengaturan strategi. Ini karena pangkat Göring yang lebih tinggi satu tingkat dibandingkan Brauchitsch, dan juga karena sang Reichsmarschall tambun adalah orang kedua dalam tubuh hierarki Nazi setelah Hitler


 23 Januari 1942: Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) - mewakili sang Führer - memberi hormat menggunakan marschallstab (tongkat Marsekal) di hadapan peti jenazah Generalfeldmarschall Walther von Reichenau yang disemayamkan di Berliner Zeughaus sebelum dikebumikan di Invalidenfriedhof di hari yang sama. Göring juga memberi eulogi (kata kenangan) sebagai penghargaan bagi sang Marsekal yang meninggal akibat serangan jantung beberapa hari sebelumnya, sementara kata sambutan lainnya diberikan oleh Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt


Sumber :
www.alamy.com
www.beeldbank.wo2.nl

Flak (Flugabwehrkanone) Kaliber 20mm

FLAK 30

Foto ini diambil pada bulan Mei 1941, selama berlangsungnya kunjungan Walther von Brauchitsch ke wilayah Balkan, tak lama setelah penguasaan Jerman atas Yunani dan Yugoslavia. Tampaknya sang Panglima Angkatan Darat sedang menginspeksi mesin-mesin perang Jerman yang dipakai dalam kampanye militer sebelumnya. Senjata di belakang adalah Flak 30 (Flugabwehrkanone 30) kaliber 20mm, hanya saja tanpa dilengkapi dengan kendaraan penarik di bawahnya, dan didudukkan di sebuah trailer. Sebagai identifikasi orang-orangnya: 1.Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), 2.Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 3.Oberstleutnant i.G. Max-Josef Pemsel (Chef des Generalstabes XVIII. Gebirgskorps), 4.Generalmajor Ferdinand Schörner (Kommandeur 6. Gebirgs-Division), dan General der Infanterie Franz Boehme (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps)

----------------------------------------------------------------------------------

FLAK 38

 Kunjungan delegasi Angkatan Udara Bulgaria ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin, yang berlangsung di bulan Mei - Agustus 1942. Foto ini memperlihatkan saat para perwira Bulgaria tersebut memperhatikan dengan seksama sebuah Flak 38 kaliber 20mm yang dipasang di Leitturm III di Humboldthain. Senjata anti pesawat udara ini merupakan salah satu dari rangkaian Flak ringan yang disebar di platform bawah menara Flak yang doperasikan oleh Luftwaffe. Tangga di latar belakang menuju ke platform atas dimana dipasang alat penjejak arah yang memudahkan dalam menembak sasaran di udara. Yang memakai ledermantel (mantel kulit) di tengah adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara perwira yang membelakangi kamera di sebelah kanannya adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division)


Sumber :
Buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers
www.audiovis.nac.gov.pl

U-903, U-Boat Tipe VIIC

KOMMANDANT

 Oberleutnant zur See Hans Hellmann dilahirkan pada tanggal 8 Maret 1921 di Primkenau/Silesia, dekat perbatasan Jerman-Polandia. Dia meniti karir di Kriegsmarine dengan menjadi komandan U-boat: U-903 (4 September 1943 - 14 Desember 1943) dan U-733 (15 Desember 1943 - 3 Maret 1945), meskipun tidak pernah sekalipun melakukan patroli di lautan. Pada tanggal 3 Maret 1945, Hellmann tewas secara tragis menjelang akhir perang di Wesermünde, Bremen, setelah dibunuh oleh seorang suami yang marah, yang menganggap bahwa dia telah terlalu dekat dengan istrinya! Pihak berwenang Angkatan Laut menganggap serius terhadap anggotanya yang ketahuan menjalin hubungan cinta terlarang dengan wanita yang sudah bersuami, dan sebelum perang hukumannya adalah pemecatan secara langsung. Meskipun demikian, pihak berwenang lain di dalam tubuh Third Reich tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang tercela. Yang jelas, salah seorang perwira AL yang dipecat karena kasus semacam ini, yaitu Reinhard Heydrich, nantinya diterima di SS dan menjadi salah satu orang paling berpengaruh setelah Reichsführer-SS Heinrich Himmler!


Sumber :
Buku "Wolfpacks At War: The U-Boat Experience In WWII" karya Jak Mallmann Showell
www.uboat.net

U-733, U-Boat Tipe VIIC

KOMMANDANT

 Oberleutnant zur See Hans Hellmann dilahirkan pada tanggal 8 Maret 1921 di Primkenau/Silesia, dekat perbatasan Jerman-Polandia. Dia meniti karir di Kriegsmarine dengan menjadi komandan U-boat: U-903 (4 September 1943 - 14 Desember 1943) dan U-733 (15 Desember 1943 - 3 Maret 1945), meskipun tidak pernah sekalipun melakukan patroli di lautan. Pada tanggal 3 Maret 1945, Hellmann tewas secara tragis menjelang akhir perang di Wesermünde, Bremen, setelah dibunuh oleh seorang suami yang marah, yang menganggap bahwa dia telah terlalu dekat dengan istrinya! Pihak berwenang Angkatan Laut menganggap serius terhadap anggotanya yang ketahuan menjalin hubungan cinta terlarang dengan wanita yang sudah bersuami, dan sebelum perang hukumannya adalah pemecatan secara langsung. Meskipun demikian, pihak berwenang lain di dalam tubuh Third Reich tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang tercela. Yang jelas, salah seorang perwira AL yang dipecat karena kasus semacam ini, yaitu Reinhard Heydrich, nantinya diterima di SS dan menjadi salah satu orang paling berpengaruh setelah Reichsführer-SS Heinrich Himmler!


Sumber :
Buku "Wolfpacks At War: The U-Boat Experience In WWII" karya Jak Mallmann Showell
www.uboat.net

Friday, November 16, 2018

Foto Adolf Hitler di Acara Pemakaman

 Upacara pemakaman kenegaraan untuk General der Artillerie Prof.Dr.-Ing. Dr.Phil.h.c. Karl Becker (Chef Heeres-Waffenamt), yang diselenggarakan di Technische Hochschule Berlin, tanggal 12 April 1940. Becker meninggal dunia beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 8 April 1940, akibat dari bunuh diri. Selama berbulan-bulan dia mengalami depresi karena mendapat tekanan dari Hitler dan atasannya, yang menyalahkannya atas menurunnya kapasitas produksi mesin-mesin perang Jerman. Bunuh dirinya sang jenderal ditutupi dengan upacara pemakaman kenegaraan yang megah, yang dihadiri langsung oleh Adolf Hitler. Dalam foto ini, tiga orang yang berada di belakang sang Führer adalah, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe). Di belakangnya lagi adalah para ajudan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

Foto Wehrmacht Schule (Sekolah Wehrmacht)

INFANTERIE-SCHULE DÖBERITZ

 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Infanterie-Schule Döberitz, tanggal 15 Desember 1939. Disini sang Panglima Heer - yang memakai jaket kulit - memperhatikan latihan menembak para awak leichte Infanteriegeschütz 18 kaliber 75mm (7,5 cm le.IG 18), sebuah meriam artileri ringan yang biasa digunakan oleh unit-unit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung), di Truppenübungsplatz Döberitz. Berturut-turut di sebelah kanan Brauchitsch adalah Oberst Johannes Frießner (Inspekteur Erziehungs- und Bildungswesens) dan Oberst Walther Krause (Kommandeur Infanterie-Schule Döberitz)


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Infanterie-Schule Döberitz, tanggal 15 Desember 1939. Disini sang Panglima Heer sedang menanyakan sesuatu kepada seorang kadet Wehrmacht yang sedang mengikuti Offizierslehrgang (pendidikan calon perwira). Di depan mereka teronggok sebuah scherenfernrohr (teropong gunting), yang biasa digunakan oleh observer artileri atau pasukan di front terdepan

---------------------------------------------------------------------------------

KAVALLERIESCHULE HANNOVER

Klip produksi UFA Kulturfilm ini berjudul "Heeres Reit- und Fahrschule Hannover" (biasa disingkat "Kavallerieschule Hannover"), yang merupakan sekolah para perwira kavaleri Jerman di Hannover. Film buatan tahun 1937 ini dibuka oleh pengenalan dari Richard Sahla, atlet berkuda terkenal Jerman yang juga adalah seorang perwira Wehrmacht, yang ditemani oleh kuda putihnya yang sama terkenalnya, Wotan. Adegan selanjutnya memperlihatkan upacara penganugerahan medali kejuaraan untuk atlet-atlet berkuda Jerman, yang juga merupakan instruktur di Kavallerieschule sama seperti Sahla (paling kiri adalah Harald Momm dengan kudanya Baccarat, dan diikuti oleh Ernst Hasse). Adegan-adegan selanjutnya memperlihatkan suasana pelatihan pasukan kavaleri di sekolah tersebut, termasuk latihan melompat palang rintangan, jalan cantik, dan membawa kereta beban. Diperlihatkan pula interaksi dengan penduduk setempat, pemeliharaan kuda-kuda milik sekolah, serta penampakan Kepala Sekolah Oberstleutnant Friedrich Gerhard. Kavallerieschule Hannover sendiri telah berdiri dari sejak tahun 1920, sementara kotanya - Hannover- telah menjadi salah satu pusat pengembangan kuda-kuda kavaleri terbaik Jerman selama 350 tahun. Pada tahun 1937 pusat pelatihan kavaleri Wehrmacht dipindahkan dari Hannover ke Krampnitz, Potsdam, dengan nama baru "Heeres Reit- und Fahrschule und Kavallerieschule Krampnitz" (Sekolah Berkuda, Mengemudi dan Kavaleri Angkatan Darat Krampnitz).

---------------------------------------------------------------------------------

 KRIEGSSCHULE POTSDAM

Rombongan para perwira Wehrmacht sedang berjalan-jalan sambil ngabuburit menunggu buka puasa. Yang sedang ngoceh kedua dari kiri adalah Oberst Friedrich-August Schack (Kommandeur Kriegsschule Potsdam), yang meraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada awal berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), tepatnya pada tanggal 24 Juli 1941, sebagai Kommandeur Infanterie-Regiment 392 / 169.Infanterie-Division. Schack (27 Maret 1892 - 24 Juli 1968) menjadi Komandan Sekolah Perang Potsdam dari tanggal 1 Oktober 1942 s/d 29 Maret 1943, sebelum diberi kepercayaan sebagai Komandan 216. Infanterie-Division (7 Mei 1943 - 3 Oktober 1943), 272. Infanterie-Division (15 Desember 1943 - Agustus 1944), LXXXI. Armeekorps (4 September 1944 - 21 September 1944), LXXXV. Armeekorps (15 November 1944 - 16 Desember 1944), serta XXXII. Armeekorps (26 Maret 1945 - 7 Mei 1945). Dia meraih Eichenlaub #597 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 September 1944 saat masih menjadi Generalleutnant dan Komandan 272. Infanterie-Division, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam menahan pasukan Sekutu di Pertempuran Caen, Prancis. Divisi yang dipimpin oleh Schack menderita korban berat dalam pertempuran ini, sementara sang Divisionskommandeur sendiri mengalami kelelahan batin akibat non-stop bertempur. Dia sempat mendapat cuti selama beberapa waktu sebelum dipercaya kembali sebagai pemimpin pasukan di front terdepan sampai dengan akhir perang

---------------------------------------------------------------------------------

 PANZERTRUPPENSCHULE II WÜNSDORF

 Penyerahan secara resmi kunci barak bagi pasukan panzer Jerman yang akan menempati markas baru mereka di Wünsdorf (Zossen/Brandenburg), tanggal 20 Oktober 1935. Membelakangi kamera adalah Oberstleutnant Johannes "Hans" Haarde (Kommandeur Heeres-Kraftfahrschule). Lokasi yang menjadi Sekolah Transportasi Bermotor Angkatan Darat Jerman ini kemudian secara khusus menjadi tempat pelatihan pasukan Panzer, dengan nama Panzertruppenschule II. Selain itu, 3. Panzer-Division ikut pula bermarkas disini. BTW, perhatikan bahwa Schutzmütze (Baret Panzer) yang dikenakan oleh para personil pasukan panzer ini masih belum dilengkapi dengan lambang elang Heer

---------------------------------------------------------------------------------

 SCHIEßSCHULE DER PANZERTRUPPEN PUTLOS

 Dari kiri ke kanan: Generalmajor Wolfgang Thomale (Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen), Generalleutnant Horst Stumpff (Generalinspekteur der Panzertruppen des Ersatzheeres), Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), Oberst Dipl. Ing. Ernst Bolbrinker (Chef des Stabes Inspektion der Panzertruppen [In 6] im Oberkommando des Heeres), dan Oberstleutnant Hans Bonatz (Kommandeur Schießschule der Panzertruppen). Foto ini kemungkinan besar diambil di sebuah hari yang dingin - atau berhujan - di bulan Juni-Juli 1944, di Truppenübingsplatz Putlos yang merupakan tempat pelatihan pasukan panzer milik Schießschule der Panzertruppen pimpinan Bonatz
---------------------------------------------------------------------------------


THERESIANISCHE MILITÄRAKADEMIE

 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan ke Theresianische Militärakademie di Kastil Wiener Neustadt, Austria, tanggal 26 Juni 1938. Dia diperkenalkan dengan para perwira pengajar di akademi militer yang didirikan oleh Ratu Maria Theresa (Austria) pada tahun 1751 tersebut. Jenderal tinggi besar di sebelah kiri adalah Generalmajor Karl Moyses (Kommandeur Theresianische Militärakademie), sementara kebalikannya, perwira mungil yang bersalaman dengan Brauchitsch adalah Oberstleutnant Dr.rer.pol. Friedrich "Fritz" Franek (Taktiklehrer an der Theresianische Militärakademie). Jenderal berkumis persis di belakang Brauchitsch sendiri adalah Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen). Kejadian yang tidak biasa terjadi pada saat "Anschluss" (penyatuan Austria ke dalam Nazi Jerman) bulan Maret 1938, dimana Komandan Theresianische Militärakademie pada saat itu, Generalmajor Rudolf Towarek, mencegah pasukan Wehrmacht memasuki kastil selama beberapa hari. Peristiwa ini tercatat sebagai satu-satunya perlawanan bersenjata yang diberikan oleh militer Austria terhadap pasukan Jerman yang menduduki negara mereka! Uniknya, tindakan pembangkangannya ini tidak mendapatkan hukuman dari pemerintahan baru Nazi di Austria. Hanya saja, tak lama setelahnya Towarek dipensiunkan dengan kompensasi bahwa dia tetap diperbolehkan mengenakan seragam militer Austria, sebuah hal yang sangat jarang terjadi! Setelah Anschluss, Wehrmacht mengubah peruntukan dari Akademi Militer ini, dari pendidikan perwira menjadi bintara, sekaligus mendirikan bangunan baru di sebelah kastil lama. Sebagai komandannya ditunjuk Erwin Rommel (waktu itu masih berpangkat Oberst), yang nantinya terkenal ke seantero dunia sebagai si "Rubah Gurun"


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Theresianische Militärakademie di Kastil Wiener Neustadt, Austria, tanggal 26 Juni 1938. Dalam foto ini terlihat sang Panglima Angkatan Darat Jerman (tersenyum sambil terlihat gigi) sedang memperhatikan benda yang dipajangkan di Ehrensaal (Aula Kehormatan) Akademi. Di sekelilingnya ikut kepo beberapa jenderal Wehrmacht lain. Dari kiri ke kanan (setelah patung): tidak dikenal, Generalmajor Bernhard Waber (Kommandierender General und Befehlshaber Luftgau VIII), Brauchitsch, General der Infanterie Wilhelm List (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5), Generalmajor Karl Moyses (Kommandeur Theresianische Militärakademie), tidak diketahui (membelakangi kamera), Generalleutnant Richard Ruoff (Chef des Generalstabes Heeresgruppen-Kommando 5), dan Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bildarchivaustria.at
www.en.wikipedia.org
www.europeana.eu
www.forum.axishistory.com
www.kulturpool.at

Thursday, November 15, 2018

Bumi Hangus


  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini, yang berkendara melewati sebuah desa Rusia yang terbakar pada tanggal 11 Oktober 1941, memperlihatkan nomor sasis di bagian depan kubahnya (persis di atas visor supir): 68435. Selain itu, terdapat pula nomor taktis satu digit "7" di bagian samping depan turet, diikuti dengan gambar bison Eropa di belakangnya. Berbekal itu semua, kita bisa mengidentifikasi panzer ini sebagai milik Panzer-Regiment 7, yang merupakan bagian dari 10. Panzer-Division. Sebuah panji kecil berkibar di bagian atas antenanya. Yang cukup menarik adalah penampilan awaknya, yang dengan santai duduk di luar panzer. Dia mengenakan stahlhelm di kepalanya, sebuah pemandangan yang jarang ditemukan di kalangan Panzermänner (orang-orang tank)!


  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini adalah contoh paling sempurna dari kemampuan pihak Jerman untuk selalu beradaptasi di medan peperangan, dan dalam hal ini adalah pola kamuflase putih musim dingin. Tidak seperti kamuflase lain yang dibuat dengan menggunakan cat, warna putih yang melekat di sekujur badan panzer ini dibuat dengan memanfaatkan kapur tulis (perhatikan pola awut-awutannya)! Foto ini sendiri dijepret oleh Kriegsberichter Tannenberg di bulan Februari 1942, saat Oberkommando der Wehrmacht dengan terburu-buru mengirimkan unit-unit panzernya demi menambal kebocoran di garis pertahanannya yang berada di sekitar kota Moskow, Uni Soviet. Pada saat itu Oberkommando der Wehrmacht masih belum mengantisipasi dengan baik datangnya musim dingin, sehingga sebagian besar mesin perang yang dikirimkan masih memakai cat musim panas dan bukannya putih. Di latar belakang kita bisa melihat sepasang mittlerer schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251 (kemungkinan Ausf.B), yang parkir di pinggir rumah-rumah yang terbakar



Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" karya Frank V. De Sisto