Friday, November 16, 2018

Foto Wehrmacht Schule (Sekolah Wehrmacht)

INFANTERIE-SCHULE DÖBERITZ

 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Infanterie-Schule Döberitz, tanggal 15 Desember 1939. Disini sang Panglima Heer - yang memakai jaket kulit - memperhatikan latihan menembak para awak leichte Infanteriegeschütz 18 kaliber 75mm (7,5 cm le.IG 18), sebuah meriam artileri ringan yang biasa digunakan oleh unit-unit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung), di Truppenübungsplatz Döberitz. Berturut-turut di sebelah kanan Brauchitsch adalah Oberst Johannes Frießner (Inspekteur Erziehungs- und Bildungswesens) dan Oberst Walther Krause (Kommandeur Infanterie-Schule Döberitz)


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Infanterie-Schule Döberitz, tanggal 15 Desember 1939. Disini sang Panglima Heer sedang menanyakan sesuatu kepada seorang kadet Wehrmacht yang sedang mengikuti Offizierslehrgang (pendidikan calon perwira). Di depan mereka teronggok sebuah scherenfernrohr (teropong gunting), yang biasa digunakan oleh observer artileri atau pasukan di front terdepan

---------------------------------------------------------------------------------

 KRIEGSSCHULE POTSDAM

Rombongan para perwira Wehrmacht sedang berjalan-jalan sambil ngabuburit menunggu buka puasa. Yang sedang ngoceh kedua dari kiri adalah Oberst Friedrich-August Schack (Kommandeur Kriegsschule Potsdam), yang meraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada awal berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), tepatnya pada tanggal 24 Juli 1941, sebagai Kommandeur Infanterie-Regiment 392 / 169.Infanterie-Division. Schack (27 Maret 1892 - 24 Juli 1968) menjadi Komandan Sekolah Perang Potsdam dari tanggal 1 Oktober 1942 s/d 29 Maret 1943, sebelum diberi kepercayaan sebagai Komandan 216. Infanterie-Division (7 Mei 1943 - 3 Oktober 1943), 272. Infanterie-Division (15 Desember 1943 - Agustus 1944), LXXXI. Armeekorps (4 September 1944 - 21 September 1944), LXXXV. Armeekorps (15 November 1944 - 16 Desember 1944), serta XXXII. Armeekorps (26 Maret 1945 - 7 Mei 1945). Dia meraih Eichenlaub #597 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 September 1944 saat masih menjadi Generalleutnant dan Komandan 272. Infanterie-Division, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam menahan pasukan Sekutu di Pertempuran Caen, Prancis. Divisi yang dipimpin oleh Schack menderita korban berat dalam pertempuran ini, sementara sang Divisionskommandeur sendiri mengalami kelelahan batin akibat non-stop bertempur. Dia sempat mendapat cuti selama beberapa waktu sebelum dipercaya kembali sebagai pemimpin pasukan di front terdepan sampai dengan akhir perang

---------------------------------------------------------------------------------

 PANZERTRUPPENSCHULE II WÜNSDORF

 Penyerahan secara resmi kunci barak bagi pasukan panzer Jerman yang akan menempati markas baru mereka di Wünsdorf (Zossen/Brandenburg), tanggal 20 Oktober 1935. Membelakangi kamera adalah Oberstleutnant Johannes "Hans" Haarde (Kommandeur Heeres-Kraftfahrschule). Lokasi yang menjadi Sekolah Transportasi Bermotor Angkatan Darat Jerman ini kemudian secara khusus menjadi tempat pelatihan pasukan Panzer, dengan nama Panzertruppenschule II. Selain itu, 3. Panzer-Division ikut pula bermarkas disini. BTW, perhatikan bahwa Schutzmütze (Baret Panzer) yang dikenakan oleh para personil pasukan panzer ini masih belum dilengkapi dengan lambang elang Heer

---------------------------------------------------------------------------------

 SCHIEßSCHULE DER PANZERTRUPPEN PUTLOS

 Dari kiri ke kanan: Generalmajor Wolfgang Thomale (Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen), Generalleutnant Horst Stumpff (Generalinspekteur der Panzertruppen des Ersatzheeres), Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), Oberst Dipl. Ing. Ernst Bolbrinker (Chef des Stabes Inspektion der Panzertruppen [In 6] im Oberkommando des Heeres), dan Oberstleutnant Hans Bonatz (Kommandeur Schießschule der Panzertruppen). Foto ini kemungkinan besar diambil di sebuah hari yang dingin - atau berhujan - di bulan Juni-Juli 1944, di Truppenübingsplatz Putlos yang merupakan tempat pelatihan pasukan panzer milik Schießschule der Panzertruppen pimpinan Bonatz
---------------------------------------------------------------------------------


THERESIANISCHE MILITÄRAKADEMIE

 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan ke Theresianische Militärakademie di Kastil Wiener Neustadt, Austria, tanggal 26 Juni 1938. Dia diperkenalkan dengan para perwira pengajar di akademi militer yang didirikan oleh Ratu Maria Theresa (Austria) pada tahun 1751 tersebut. Jenderal tinggi besar di sebelah kiri adalah Generalmajor Karl Moyses (Kommandeur Theresianische Militärakademie), sementara kebalikannya, perwira mungil yang bersalaman dengan Brauchitsch adalah Oberstleutnant Dr.rer.pol. Friedrich "Fritz" Franek (Taktiklehrer an der Theresianische Militärakademie). Jenderal berkumis persis di belakang Brauchitsch sendiri adalah Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen). Kejadian yang tidak biasa terjadi pada saat "Anschluss" (penyatuan Austria ke dalam Nazi Jerman) bulan Maret 1938, dimana Komandan Theresianische Militärakademie pada saat itu, Generalmajor Rudolf Towarek, mencegah pasukan Wehrmacht memasuki kastil selama beberapa hari. Peristiwa ini tercatat sebagai satu-satunya perlawanan bersenjata yang diberikan oleh militer Austria terhadap pasukan Jerman yang menduduki negara mereka! Uniknya, tindakan pembangkangannya ini tidak mendapatkan hukuman dari pemerintahan baru Nazi di Austria. Hanya saja, tak lama setelahnya Towarek dipensiunkan dengan kompensasi bahwa dia tetap diperbolehkan mengenakan seragam militer Austria, sebuah hal yang sangat jarang terjadi! Setelah Anschluss, Wehrmacht mengubah peruntukan dari Akademi Militer ini, dari pendidikan perwira menjadi bintara, sekaligus mendirikan bangunan baru di sebelah kastil lama. Sebagai komandannya ditunjuk Erwin Rommel (waktu itu masih berpangkat Oberst), yang nantinya terkenal ke seantero dunia sebagai si "Rubah Gurun"


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Theresianische Militärakademie di Kastil Wiener Neustadt, Austria, tanggal 26 Juni 1938. Dalam foto ini terlihat sang Panglima Angkatan Darat Jerman (tersenyum sambil terlihat gigi) sedang memperhatikan benda yang dipajangkan di Ehrensaal (Aula Kehormatan) Akademi. Di sekelilingnya ikut kepo beberapa jenderal Wehrmacht lain. Dari kiri ke kanan (setelah patung): tidak dikenal, Generalmajor Bernhard Waber (Kommandierender General und Befehlshaber Luftgau VIII), Brauchitsch, General der Infanterie Wilhelm List (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5), Generalmajor Karl Moyses (Kommandeur Theresianische Militärakademie), tidak diketahui (membelakangi kamera), Generalleutnant Richard Ruoff (Chef des Generalstabes Heeresgruppen-Kommando 5), dan Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bildarchivaustria.at
www.en.wikipedia.org
www.europeana.eu
www.forum.axishistory.com
www.kulturpool.at

No comments: