Showing posts with label Rekor-Rekor Nazi Jerman. Show all posts
Showing posts with label Rekor-Rekor Nazi Jerman. Show all posts

Tuesday, January 14, 2020

Rekor Satu-Satunya Third Reich

Satu-Satunya Jenderal Jerman yang Meninggal dalam Invasi ke Prancis

General der Artillerie Hermann Ritter von Speck (8 Agustus 1888 - 15 Juni 1940) dilahirkan dengan nama Hermann Speck, dan merupakan anak dari seorang Generalmajor asal Bavaria yang bernama Maximilian Ritter von Speck. Dia kemudian mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang prajurit setelah bergabung sebagai Fahnenjunker di 3. Feldartillerie-Regiment "Prinz Leopold" pada tahun 1907. Speck ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia I dan, setelah aksinya yang mengarahkan tembakan artileri ke arah pasukan Prancis di Gellenoncourt sehingga membuat mereka menyerah, dia kemudian dianugerahi keberanian tertinggi Bavaria, Ritterkreuz des Militär-Max-Joseph-Ordens, pada tanggal 7 September 1914. Selain itu, Speck juga mendapat gelar kebangsawanan Bavaria, "Ritter von". Setelah perang usai, Speck bergabung dengan Freikorps yang bertempur melawan pemberontakan kaum komunis dan sosialis di kampung halamannya. Ketika Reichswehr dibentuk pada tahun 1919, dia termasuk satu dari 100.000 orang mantan prajurit Kekaisaran Jerman yang diikutsertakan. Karirnya makin menanjak, sampai menjadi komandan dari 33. Infanterie-Division (1 Maret 1938 - 29 April 1940). Pada tanggal 15 Juni 1940, Generalleutnant Speck tertembak oleh musuh dalam pertempuran di Pont-Sur-Yonne, Prancis, saat memimpin pasukannya di posisi terdepan. Dia meninggal beberapa jam kemudian akibat dari luka-lukanya. Speck tercatat sebagai satu-satunya jenderal Wehrmacht yang terbunuh dalam penyerbuan Jerman atas Prancis! Sebagai penghargaan atas jasanya, dia secara anumerta mendapatkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Oktober 1940, sebagai Generalleutnant dan Kommandierender General XVIII. Armeekorps. Dengan alasan yang tidak diketahui, Speck juga dipromosikan secara anumerta menjadi General der Artillerie pada tanggal 15 Desember 1944, berselang 4½ tahun setelah kematiannya! Pada tahun 2010, wartawan Jay Nordlinger mewawancarai anak perempuan Speck, yang mengklaim bahwa ayahnya telah dengan sengaja mencari kesempatan untuk gugur dalam pertempuran. "Berdasarkan kata putrinya, sang jenderal ingin mati, dan mencari cara agar keinginannya terpenuhi. Dia merasa bahwa dia tak dapat melanggar sumpahnya sebagai seorang prajurit militer dengan menyeberang ke pihak musuh. Sementara itu, keyakinan Katoliknya mencegah dia untuk melakukan bunuh diri - bunuh diri secara langsung, dapat dikatakan begitu. Jadi dia menempatkan dirinya di arah tembakan musuh. Dalam kata terakhirnya, dia tidak mengatakan "sampaikan cintaku pada keluargaku" - atau sesuatu seperti itu - melainkan hanya sekedar "memang harus seperti ini jalannya..." (Salzburg Souvenirs part IV)


Sumber :
www.omsa.org

Friday, October 26, 2018

Peraih Pertama Ritterkreuz




Oleh : Alif Rafik Khan

Medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pertama kali diberikan tanggal 30 September 1939 untuk 13 orang yang dianggap berjasa dalam Fall Weiß (invasi Jerman atas Polandia):

Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht)
Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) 
Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe)
Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine)
Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord)
Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd)
General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee)
General der Artillerie Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee)
General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee)
General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)
Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee)
General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)
General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4)


 Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (Knight's Cross of the Iron Cross) #1 untuk Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang diselenggarakan di bangunan Neue Reichskanzlei, Berlin, pada bulan Oktober 1939 (pemberitahuannya telah diumumkan dari tanggal 30 September 1939). Ritterkreuz sendiri adalah medali keberanian tertinggi di era Third Reich, yang hanya kalah tingkatannya dari Großkreuz (Grand Cross) yang diberikan hanya kepada satu orang, Hermann Göring. Dari tanggal pertama penganugerahannya, 30 September 1939, sampai dengan tanggal terakhir, 17 Juni 1945, tercatat 7.321 medali yang telah dikeluarkan. Untuk mengakomodasi penerima Ritterkreuz yang masih terus berprestasi di medan pertempuran, maka dikeluarkanlah medali-medali tambahan yang masih satu turunan dengan Ritterkreuz: Eichenlaub (Oak leaves), Schwerter (Swords), Brillanten (Diamonds), dan Goldenem Eichenlaub (Golden Oak Leaves)

-------------------------------------------------------------

Selanjutnya Ritterkreuz diberikan pada tanggal 18 Oktober 1939 untuk 1 orang yang dianggap paling berjasa dalam penenggelaman kapal Inggris di Scapa Flow:

Kapitänleutnant Günther Prien (Kommandant U-47)

-------------------------------------------------------------

Kloter ketiga (sekaligus kloter terakhir untuk tahun 1939) diberikan pada tanggal 27 Oktober 1939, sebagai tambahan untuk 13 orang yang dianggap berjasa dalam Fall Weiß:

General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres) 
General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)
General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps)
General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [mot.])
General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [mot.])
Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division)
Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division)
Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4. Panzer-Division)
Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1. Gebirgs-Division)
Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment 20 / 10.Infanterie-Division)
Hauptmann Dietrich Steinhardt (Chef 2.Kompanie / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division)
Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division)
Generalmajor Hans Jeschonnek (Chef des Generalstabes der Luftwaffe)


Heinz Guderian menerima box Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes langsung dari tangan Adolf Hitler dalam upacara pembagian medali untuk para perwira tinggi Jerman yang berprestasi dalam invasi ke Polandia. Upacara tersebut diadakan di Reichskanzlei (Berlin) tanggal 27 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division). Dua nama terakhir kemudian dihukum mati karena melakukan upaya kudeta terhadap Hitler tanggal 20 Juli 1944! Setelah Olbricht sebenarnya masih ada lagi enam orang penerima lain tapi tidak terlihat dalam foto ini. Berurutan: Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4. Panzer-Division), Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1. Gebirgs-Division), Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment 20 / 10.Infanterie-Division), Oberleutnant Dietrich Steinhardt (Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 [motorisiert] / 18.Infanterie-Division), dan Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 [motorisiert] / 18.Infanterie-Division)


 Setelah kemenangan gemilang Jerman dalam perang melawan Polandia satu bulan sebelumnya, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menganugerahkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes kepada 11 orang perwira Wehrmacht terpilih, yang telah memperlihatkan keberanian serta kepemimpinan mereka yang mengagumkan dalam pertempuran. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer berpidato di hadapan para penerima, dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps), General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division), Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4. Panzer-Division), Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1. Gebirgs-Division), Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment 20 / 10.Infanterie-Division), dan Hauptmann Dietrich Steinhardt (Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division). Di sebelah kiri berdiri Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). BTW, sebenarnya ada dua orang lagi yang mendapatkan Ritterkreuz di hari itu, tapi entah kenapa mereka tidak ikut nongtot di foto. Mereka adalah: Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division) dan Generalmajor Hans Jeschonnek (Chef des Generalstabes der Luftwaffe). Foto ini sendiri diambil pada tanggal 27 Oktober 1939 oleh fotografer dari Scherl / Süddeutsche Zeitung
-------------------------------------------------------------

Peraih Ritterkreuz pertama di tahun 1940: tanggal 1 Maret 1940, oleh Kapitänleutnant Herbert Schultze (Kommandant U-48).

6 (enam orang) peraih Ritterkreuz pertama dari Waffen-SS:
4 Juli 1940 : SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Infanterie-Regiment (motorisiert) "Leibstandarte SS Adolf Hitler").
15 Agustus 1940: SS-Oberführer Georg Keppler (Kommandeur SS-Standarte "Der Führer" / SS-Division Verfügungstruppe).
15 Agustus 1940: SS-Oberführer Felix Steiner (Kommandeur SS-Standarte "Deutschland" / SS-Division Verfügungstruppe).
4 September 1940: SS-Hauptscharführer Ludwig Kepplinger (Stosstruppführer und Zugführer di 11.Sturm / SS-Standarte "Der Führer" / SS-Division Verfügungstruppe).
4 September 1940: SS-Obersturmführer Fritz Vogt (Zugführer di 2.Kompanie / SS-Aufklärungs-Abteilung / SS-Division Verfügungstruppe).
4 September 1940: SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Sturmbann / SS-Standarte "Deutschland" / SS-Division Verfügungstruppe).


Sumber :

Friday, October 19, 2018

Peraih Deutsches Kreuz in Gold Pertama



Deutsches Kreuz in Gold (German Cross in Gold / Salib Jerman Emas) pertama kali diperkenalkan pada tanggal 28 September 1941 (meskipun mulai diberikan kepada penerima pertamanya satu bulan kemudian), dan dimaksudkan sebagai "jembatan" dari peraih Eisernes Kreuz (Iron Cross) menuju ke Ritterkreuz (Knight's Cross), yang dianggap terlalu tinggi tingkatannya. Secara umum, Deutsches Kreuz in Gold dianugerahkan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian secara terus-menerus dalam pertempuran atau kepada komandan pasukan yang brilian, tapi yang keduanya belum memenuhi kriteria Ritterkreuz meskipun sudah mendapatkan Eisernes Kreuzes. Sampai dengan tanggal 8 Mei 1945 (menyerahnya Nazi Jerman dalam Perang Dunia II), tercatat bahwa medali ini telah diberikan kepada 24.204 orang (24.190 Jerman dan 14 sekutu asing). 

Penerima Kloter Pertama dari Heer (18 Oktober 1941):
Generalmajor Hans Baeßler: 9. Panzer-Division 
Oberst Karl Becker: Infanterie-Regiment 18 
Hauptmann Gerhard von Berckefeldt: 3.Kompanie / Schützen-Regiment 113 
Oberleutnant Alfred Bottler: 9.Kompanie / Infanterie-Regiment 41 (motorisiert) 
Leutnant Eberhard Brandes: Kradschützen-Bataillon 3 
Wachtmeister Kurt Busch: 6.Schwadron / Reiter-Regiment 1 
Major Ernst Drewes: I.Bataillon / Infanterie-Regiment 87 
Oberleutnant Kurt Ehrlicher: 7.Kompanie / Infanterie-Regiment 21 
Major der Reserve Dr. Herbert Freudenthal: III.Bataillon / Infanterie-Regiment 183 
Oberst Martin Gareis: Infanterie-Regiment 282 
Oberleutnant Martin George: Infanterie-Regiment 120 (motorisiert) 
Oberst Eckhard von Geyso: Infanterie-Regiment 121 
Major Alfred Greim: Infanterie-Regiment "Großdeutschland" (motorisiert) 
Oberleutnant Georg Grüner: 1.Kompanie / Panzer-Regiment 33 
Leutnant Heinrich Halmschlag: 4.Kompanie / Infanterie-Regiment 120 (motorisiert) 
Oberleutnant René de l’ Homme Courbière: 6.Kompanie / Infanterie-Regiment "Großdeutschland" 
Oberstleutnant Hans Källner: Aufklärungs-Abteilung 11
Oberst Ewald Kraeber: Panzer-Regiment 33 
Oberst Rudolf-Eduard Licht: Schützen-Regiment 40 
Oberst Max von Lofen: Infanterie-Regiment 190
Oberwachtmeister Ernst Neufeld: 3.Kompanie / Radfahr-Abteilung 1 
Oberleutnant Konrad Niemann: Infanterie-Regiment 31 
Rittmeister Willi Orschler: Aufklärungs-Abteilung 263 
Oberleutnant Gerhard Ortler: Radfahr-Bataillon 402
Major Werner Rodust: III.Bataillon / Infanterie-Regiment 90 
Rittmeister Martin-Alexander Rosenow: Aufklärungs-Abteilung 106 
Major Anton Schmid: I.Abteilung / Panzer-Regiment 10 
Major Gustav-Albrecht Schmidt-Ott: I.Abteilung / Panzer-Regiment 6 
Oberst Paul Schultz: Infanterie-Regiment 308 
Major Hermann Seidel: III.Abteilung / Artillerie-Regiment 80 
Oberst Paul Seyffardt: Infanterie-Regiment 111 
Oberleutnant Günter Soest: 1.Kompanie / Panzer-Abteilung 65 
Oberst Karl Freiherr von Thüngen: 1. Reiter-Brigade 
Oberst Hermann von Wedel: Infanterie-Regiment 208 
Hauptmann Adalbert Weitzel: I.Bataillon / Schützen-Regiment 7 
Hauptmann Artur Wendland: 3.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 160 
Oberleutnant Heinz Westhofen: 3.Kompanie / Schützen-Regiment 73 
Oberleutnant Hans-Henning Freiherr von Wolff: 1.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 18

Penerima Kloter Pertama dari Kriegsmarine (20 November 1941):
Generaladmiral Hermann Boehm: Kommandierender Admiral Norwegen 
Vizeadmiral Otto Ciliax: Befehlshaber der Schlachtschiffe 
Kapitän zur See Kurt Caesar Hoffmann: Kommandant Schlachtschiff "Scharnhorst" 
Kapitän zur See Otto Klüber: Chef des Stabes Marinegruppenkommando Nord
Vizeadmiral Otto von Schrader: Kommandierender Admiral norwegische Westküste 



Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com

Sunday, February 22, 2015

Rekor-Rekor Tertua Third Reich

Generalleutnant Theodor "Theo" Osterkamp (15 April 1892 - 2 Februari 1975) merupakan jagoan udara tertua Luftwaffe dalam Perang Dunia II dengan enam kemenangan udara terkonfirmasi. Dia lahir di tahun 1892, jadi di tahun 1940 saat dia menjadi Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 51 (1 September 1939 s/d 21 Juli 1940) dan mencatatkan prestasinya tersebut (dari awal Mei sampai awal Juli 1940) dia telah berumur 48 tahun (sementara usia rata-rata Jagdflieger alias pilot pemburu Jerman adalah 20-23 tahun!). Salah satu kemenangan terbesarnya diraih pada tanggal 22 Mei 1940 saat Osterkamp menembak jatuh tiga pesawat musuh - dua Hurricane dan satu Blenheim - dalam satu dog-fight (duel udara). Dahsyatnya, dalam Perang Dunia Pertama prestasi Osterkamp lebih mentereng lagi dengan mencatatkan 32 kemenangan udara sehingga dia menjadi salah satu dari sangat sedikit pilot Jerman yang menjadi ace dalam dua Perang Dunia!


Sumber :
Buku "Luftwaffe at War; Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec

Thursday, October 30, 2014

Gefreiter Matthäus Hetzenauer (1924-2004),Sniper Jerrman Dengan Kills Tertinggi




Oleh : Waffen Armee

Matthäus Hetzenauer adalah salah satu sniper (penembak jitu) terkenal sepanjang sejarah. Ia lahir pada tanggal 23 Desember 1924 di Tyrol, Austria. Ia bergabung dengan Wehrmacht sebagai seorang sniper di Divisi Ke-3 Gebirgsjäger, yang ditempatkan di Front Timur. Sepanjang karirnya, Hetzenauer memegang rekor sebanyak 345 kali membunuh tentara musuh.

Hetzenauer menjalani pelatihan sniper dari tanggal 27 Maret hingga 16 Juli 1944. Setalah itu ia diperbolehkan bertugas di Divisi Ke-3 Gebirgsjäger. Semasa bertugas sebagai sniper, Hetzenauer menggunakan dua jenis senapan. Yang pertama adalah Mauser Karabiner 98 Kurz dengan teleskop yang memiliki lensa pembesaran 6x, dan yang kedua adalah Gewehr 43 dengan teleskop yang memiki lensa pembesaran 4x.

Pada tanggal 6 November 1944, ia mengalami trauma kepala akibat serangan artileri Uni Soviet, dan dianugerahi Verwundeten-Abzeichen tiga hari kemudian.

Dalam beberapa kesempatan, ia kerap ditugaskan bersama Josef "Sepp" Allerberger, yang juga seorang sniper Wehrmacht terkenal. Allerberger sendiri juga kelahiran Austria. Mereka berdua telah banyak membunuh tentara Uni Soviet di berbagai pertempuran.

Hetzenauer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 April 1945. Ia dipromosikan untuk penganugerahan medali bergengsi tersebut oleh Genaralleutnant Paul Klatt karena rekornya sebagai seorang sniper. Ia juga menaklukan dua kompi terkuat musuh tanpa rasa takut akan keselamatannya di bawah tembakan artileri dan serangan musuh. Rekomendasi tersebut telah disetujui oleh General der Gebirgstruppe Karl von Le Suire dan General der Panzertruppe Walter Nehring.

Hatzenauer pun tertangkap oleh Uni Soviet pada bulan berikutnya. Selama lima tahun ia menempati kamp penjara Uni Soviet.

Hetzenauer wafat pada tanggal 3 Oktober 2004, setelah beberapa tahun kesehatannya semakin memburuk.



Wednesday, January 8, 2014

Rekor-Rekor Terakhir Third Reich

SS-OBERGRUPPENFÜHRER TERAKHIR YANG MENINGGAL

 SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Karl-Maria Demelhuber (26 Mei 1896 - 18 Maret 1988) tercatat sebagai perwira terakhir yang berpangkat SS-Obergruppenführer saat dia meninggal tahun 1988. Selama karir militernya, dia pernah menjadi komandan SS-Standarte Germania, 6. SS-Gebirgs-Division Nord (15 Mei 1941 - 1 April 1942), XII. SS-Armeekorps dan XVI. SS-Armeekorps. Dia juga merupakan peraih Deutsches Kreuz in Silber (9 November 1943) dan Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) Finlandia (1 Desember 1941). Mengenai dirinya, General der Kavallerie Siegfried Westphal pernah berkomentar sinis: "Kalau di Angkatan Darat, dia hanya akan menjadi pengurus kuda!" yang menunjukkan sikap memandang rendah yang masih dimiliki oleh sebagian perwira Heer terhadap rekan seperjuangan mereka dari Waffen-SS!

--------------------------------------------------------------------------------

PILOT LUFTWAFFE TERAKHIR PERAIH RITTERKREUZ (DIAKUI)


 Oberfeldwebel Erich Axthammer (3 Desember 1920 - ? ) adalah anak fotografer dari Neumark (Austria) yang bergabung dengan Luftwaffe bulan November 1938 beberapa bulan setelah Anschluss. Selama tahun 1941 dia ditempatkan di Front Timur bersama dengan 7./Schlachtgeschwader 1 dan menerbangkan pesawat serang-darat Henschel HS 123. Pada bulan November 1943 jam terbangnya telah mencapai 300 feindflug (misi tempur) sehingga dianugerahi DKiG. Dia lalu pindah tugas ke 1./Schlachtgeschwader 152, 5./Schlachtgeschwader 77 dan 8./Schlachtgeschwader 10 (yang terakhir bulan Agustus 1944). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 28 April 1945 sebagai Feldwebel dan Flugzeugführer di Stab / Schlachtgeschwader 10 (SG 10) / Luftflotte 4 setelah bertugas dalam 505 feindflug, dan merupakan salah satu dari pilot Luftwaffe terakhir yang mendapatkan penghargaan setinggi itu! Selama karir militernya, Axthammer terbang dalam 530 feindflug (300 di antaranya menggunakan Hs 123 dan sisanya dengan Focke-Wulf Fw 190). Dia mengklaim 4 pesawat Soviet yang ditembak jatuh dalam pertempuran udara (plus dua kemenangan yang tak terkonfirmasi) serta begitu banyak sasaran darat, di antaranya adalah 42 truk (plus 27 kendaraan darat lainnya), 46 kereta yang ditarik kuda, 1 ranpur, 2 tank, 2 senjata artileri, 2 senjata flak, 5 posisi artileri anti pesawat udara, 4 depot bahan bakar, 2 jembatan ponton, 1 jembatan darat, dan 2 pesawat yang terparkir di darat! Medalinya dikalungkan oleh General der Flieger Rudolf Meister sebagai perwakilan dari panglima Luftwaffe Generalfeldmarschall Ritter von Greim (saat itu Hermann Göring telah ditangkap atas perintah Hitler karena tuduhan pengkhianatan). Setelah perang usai dia selama beberapa waktu menjadi pekerja tambang sebelum bergabung dengan Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman Barat) bulan Oktober 1958 sebagai pilot pesawat transport dan helikopter, dan pensiun tanggal 31 Maret 1973 sebagai Stabsfeldwebel. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat (8 Mei 2014, tepat 69 tahun setelah Perang Dunia II berakhir di Eropa), mantan jagoan serang-darat Luftwaffe ini masih hidup dan sehat wal-afiat di usianya yang telah menginjak 93 tahun! Axthammer dikenal rendah hati dan jujur, dan dia mengaku bahwa dia tak pernah menghancurkan tank di darat seperti klaim berbagai publikasi dan buku, padahal klaim itu sendiri didasarkan atas saksi mata yang melihat peristiwa itu terjadi serta laporan unitnya! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (10 Juni 1943) dan I.Klasse (10 Agustus 1943); Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (1 Juni 1942), in Silber (6 Juni 1943), in Gold (22 Juli 1943) dan in Gold mit Anhänger (11 Agustus 1944); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (11 Oktober 1943); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (12 November 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (14 November 1943)

--------------------------------------------------------------------------------

PILOT PENGINTAI TERAKHIR PERAIH RITTERKREUZ


Fahnenjunker-Oberfeldwebel Josef Baldes (6 September 1915 - 30 Juli 1985), yang lahir dan meninggal di Differten/Kreis Saarlouis (Jerman), adalah pilot pengintai (aufklärerflieger) dari Aufklärungsgruppe 124 yang direkomendasikan oleh unitnya untuk mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes awal April 1945. Proposalnya diproses oleh Oberkommando der Luftwaffe/Auszeichnung und Disziplin (OKL/AuD) pada tanggal 16 April 1945. Disetujui, rekomendasinya kemudian diteruskan sebagai Luftwaffenpersonalamt-Verleihungsvorschlag (LPA-VV) Nr. 1577 ke ajudan Reichsmarschall Hermann Göring untuk mendapatkan pengesahan. Sayangnya, rekomendasi tersebut tak pernah terselesaikan dan perang keburu berakhir tanggal 8 Mei 1945. Karenanya, upacara penghargaannya tak bisa terverifikasi meskipun Walther-Peer Feldgiebel secara resmi menyatakan dalam bukunya bahwa Baldes dianugerahi Ritterkreuz tanggal 9 Mei 1945 sebagai Fahnenjunker-Oberfeldwebel dan Flugzeugführer di 1.(Fern) Staffel / Aufklärungsgruppe 124 / Kommandierender General der Deutschen Luftwaffe in Norwegen. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (12 April 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (16 Agustus 1943). Selama karir perangnya Baldes telah menyelesaikan 281 misi tempur, dan dia tercatat sebagai aufklärerflieger terakhir yang dianugerahi Ritterkreuz!


Sumber :
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.specialcamp11.co.uk

Sunday, October 9, 2011

Foto Terakhir Adolf Hitler





Oleh : Alif Rafik Khan

Mungkin anda pernah melihat sebuah klip film yang menampilkan Hitler dalam sebuah upacara penganugerahan medali dengan para anggota muda Hitlerjugend sebagai penerimanya, dan di tengah tumpukan puing-puing di sekitarnya? Bagi yang ingin tahu latar belakang di balik peristiwa ini, silakan muncrut di bawah dengan sukses:

Upacara penganugerahan ini diselenggarakan di taman Reichskanzlei (Kekanseliran) yang terletak di Voßstraße di Berlin, dan para penerimanya adalah anggota unit tempur Hitlerjugend-SS yang menerima Eisernes Kreuzes dari tangan Panglima Hitlerjugend, Reichsjugendführer Artur Axmann, dan kemudian mendapat ucapan selamat dari Sang Führer. Selain film, terdapat juga enam buah foto dari upacara yang tercatat sebagai PENAMPILAN RESMI TERAKHIR HITLER UNTUK KAMERA ini. Sebagai fotografernya adalah asisten dari fotografer pribadi Hitler, Heinrich Hoffmann, dan kini foto-fotonya berada di arsip koleksi Dr. Gustav Wrangel.

Dikabarkan bahwa para anak muda tersebut berdiri selama kurang lebih sejam demi menunggu Sang Führer untuk menginspeksi mereka. Tak ada data jelas apakah para bocah-bocah pemberani ini kemudian selamat dari peperangan yang brutal. Yang jelas, salah seorang di antaranya, Armin Lehmann, berhasil selamat dan kemudian menuliskan pengalamannya di masa perang dalam sebuah buku. Lehmann tetap tinggal di Berlin sebagai staff dari Artur Axmann dengan tugas sebagai pengantar berita antara markas Axmann dengan Führerbunker. Dia juga tinggal di ruang radio Kriegsmarine untuk mengantarkan pesan-pesan radio. Setelah perang dia tinggal di Amerika Serikat. Satu yang perlu diketahui dari keterangan yang diberikan oleh Armin Lehmann: TIDAK ADA satupun foto yang diketahui - yang memperlihatkan acara tatap-muka Hitler dengan Hitlerjugend - yang bertanggal 20 April 1945 (ulang tahun Hitler), seperti salah kaprah yang beredar luas. Semua foto dan video yang tersisa memperlihatkan acara pada tanggal 19 Maret di Ehrenhof, Reichskanzlei. Memang ada keterangan bahwa Hitler mengadakan pula acara tatap muka yang sama pada tanggal 20 April 1945 - dimana kedua upacara ini sering tertukar tempat dan membuat orang bingung - tapi satu yang pasti: upacara tanggal 20 April 1945 tidak melibatkan satu orang fotografer atau kameraman pun!

Yang menarik adalah, Lehmann mengenang bahwa dia terkejut melihat penampilan Hitler dalam upacara ini. Sang Führer tampak terlihat ringkih, lemah dan bungkuk. Tangan kirinya bergetar hebat sehingga dia menutupinya dengan selalu menyilangkannya di belakang. Dia gemetaran bukan karena takut akan pasukan Rusia yang sudah mengelilinginya, melainkan karena akibat dari gejala Parkinson yang dideritanya, yang semakin menghebat setelah peristiwa 20 Juli 1944 (Pemberontakan Stauffenberg dkk). Ini juga yang tampaknya menjadi penyebab mengapa Hitler memutuskan untuk tetap tinggal di Berlin dan tidak melarikan diri. Kesehatannya begitu buruk sehingga diragukan dia bisa bertahan apabila harus berjalan jauh atau bersembunyi di tempat sempit demi menghindari kejaran pasukan musuh.

Foto-foto di bawah diambil tanggal 19 Maret 1945 (dan bukan tanggal 20 April atau pas ulang tahun Hitler seperti yang banyak diberitakan!). Tanggal tersebut juga merupakan tanggal terakhir fotografer atau kameraman Nazi mengambil gambar Hitler dalam acara resmi (bila anda melihat cuplikan filmnya, maka anda bisa melihat seorang fotografer mengambil gambar di waktu yang sama!). Setelah upacara selesai, Hitler lalu melakukan inspeksi sepintas lalu terhadap ruang makan Reichskanzlei yang terletak di sebelah taman. Para bocah Hitlerjugend sendiri sebenarnya berdiri di dasar anak tangga yang mengarah ke bagian belakang kantor Hitler yang berada berhadapan dengan taman. Setelah Hitler pindah tempat, kameraman film tidak mengikuti Hitler yang pergi menuju ke ruang makan bersama dengan SS-Obergruppenführer Julius Schaub. Foto-foto yang diambil di ruang makan, di antara puing-puing, inilah yang merupakan foto TERAKHIR dari Hitler. Sebenarnya terdapat tiga buah foto, hanya saja yang umum beredar cuma satu foto saja sementara dua lainnya jarang diketahui. Saat Hitler dan Schaub melihat-lihat bekas kerusakan yang terjadi, Martin Bormann masuk dan bergabung dengan mereka. Satu foto terakhir memperlihatkan ketiga orang ini, dan inilah yang bisa dikatakan benar-benar merupakan FOTO TERAKHIR DARI ADOLF HITLER!

Sebenarnya terdapat dua acara penganugerahan medali bagi para bocah Hitlerjugend yang hanya berselang seminggu antara satu dengan yang lainnya. Penganugerahan satu lagi dihadiri oleh Menteri Propaganda Joseph Goebbels dan mengikutsertakan pula para anggota tua Volkssturm. Edisi terakhir dari "Völkischer Beobachter" bertanggal 20 April 1945 juga memberitakan mengenai upacara ini. Pada saat itu koran yang merupakan corong utama Partai Nazi tersebut hanya terdiri dari satu lembar kertas yang dilipat menjadi empat halaman, dan telah seperti ini dari sejak bulan Februari 1945. Pada saat ulang tahunnya (20 April), Hitler memang mengadakan upacara penganugerahan medali bagi para bocah Hitlerjugend, hanya saja upacara tersebut diadakan di dalam Reichskanzlei dan bukan diluarnya, juga tanpa ada fotografer yang mengabadikan sehingga tidak ada satupun foto yang merekam upacara tersebut.

---------------------------------------------------------------

 Pada tanggal 9 Februari 1945, hanya berselang tiga bulan sebelum menembak dirinya sendiri di tengah puing-puing kota Berlin, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) terlihat asyik mengamati maket rencana pusat budaya Linz di ruangan bawah tanah Neue Reichskanzlei, dalam sebuah foto yang diambil oleh fotografer pribadinya, Walter Frentz. Ini merupakan kunjungan pertama sang Führer, dan terkadang dia akan mengunjungi ruangan yang sama beberapa kali dalam sehari hanya untuk mengalihkan perhatian sejenak dari situasi militer yang sudah tak ada harapan lagi (Tentara Merah Soviet dan Sekutu semakin mendekati kota Berlin dari waktu ke waktu). Untuk mensimulasi perbedaan waktu siang dan malam serta efeknya terhadap maket tersebut, sebuah lampu khusus telah disediakan di sudut-sudut ruangan tertentu. Hitler sendiri seringkali terlihat membungkukkan badannya sejajar dengan miniatur jalan raya, sehingga dia bisa membayangkan bagaimana rasanya berjalan-jalan di tengah maket, beralih dari satu bangunan ke bangunan yang lain. BTW, foto ini - dan beberapa foto lain yang diambil pada saat yang sama - bisa dibilang merupakan foto berwarna terakhir dari Hitler!


 Dari kiri ke kanan: Hermann Giesler (Architekt), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Reichsleiter Robert Ley (Leiter Deutsche Arbeitsfront). Foto ini diambil di ruangan bawah tanah Neue Reichskanzlei (Kekanseliran Baru) pada tanggal 9 Februari 1945 oleh fotografer pribadi Hitler dari Luftwaffe, Walter Frentz. Sang Führer tampak sedang mengamati maket pusat budaya Linz yang rencananya akan dibangun apabila perang telah selesai. Linz sendiri adalah sebuah kota di Austria yang pernah menjadi tempat tinggal Hitler di masa kecilnya. Ketika akhirnya perang benar-benar usai tiga bulan kemudian, Adolf Hitler sudah keburu tewas akibat bunuh diri di puing-puing kota Berlin!


 Dari kiri ke kanan: Hermann Giesler (Architekt), SS-Hauptsturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier Führer und Reichskanzler), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Dr.jur. Ernst Kaltenbrunner (Chef Reichssicherheitshauptamt), serta Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler). Foto ini diambil di ruangan bawah tanah Neue Reichskanzlei (Kekanseliran Baru) pada tanggal 9 Februari 1945 oleh fotografer pribadi Hitler dari Luftwaffe, Walter Frentz. Sang Führer tampak sedang mengamati maket pusat budaya Linz yang rencananya akan dibangun apabila perang telah selesai. Linz sendiri adalah sebuah kota di Austria yang pernah menjadi tempat tinggal Hitler di masa kecilnya. Ketika akhirnya perang benar-benar usai tiga bulan kemudian, Adolf Hitler sudah keburu tewas akibat bunuh diri di puing-puing kota Berlin!


 Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Hermann Giesler (Architekt), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Dr.jur. Ernst Kaltenbrunner (Chef Reichssicherheitshauptamt), serta SS-Hauptsturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier Führer und Reichskanzler). Foto ini diambil di ruangan bawah tanah Neue Reichskanzlei (Kekanseliran Baru) pada tanggal 9 Februari 1945 oleh fotografer pribadi Hitler dari Luftwaffe, Walter Frentz. Sang Führer tampak sedang mengamati maket pusat budaya Linz yang rencananya akan dibangun apabila perang telah selesai. Linz sendiri adalah sebuah kota di Austria yang pernah menjadi tempat tinggal Hitler di masa kecilnya. Ketika akhirnya perang benar-benar usai tiga bulan kemudian, Adolf Hitler sudah keburu tewas akibat bunuh diri di puing-puing kota Berlin!


Sampul depan koran "Völkischer Beobachter" (Pengamat Völkisch) edisi 12 April 1945 yang memperlihatkan foto upacara penganugerahan medali untuk para Hitlerjugend yang dihadiri oleh Adolf Hitler. Ini membuktikan bahwa upacara ini tidaklah diselenggarakan pada saat ultah Hitler (20 April 1945) seperti yang selama ini banyak dikutip di media maupun internet! Di koran itu sendiri disebutkan bahwa upacara ini diadakan pada tanggal 19 Maret 1945


Foto ini memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) baru saja datang ke tempat acara ramah-tamah dengan para anggota belia Hitlerjugend yang berprestasi dalam pertempuran melawan Tentara Merah di sekitar Berlin, dan langsung disambut oleh kata-kata "Heil mein Führer!" dari Reichsjugendführer Artur Axmann. Penganugerahan medali untuk mereka sendiri telah dilaksanakan beberapa saat sebelumnya oleh Axmann (perhatikan Eisernes Kreuz II klasse yang terpasang di dada para Hitlerjugend!), sementara yang Hitler lakukan hanyalah bersalaman, menepuk pipi sambil memberi selamat kepada bocah-bocah tersebut. Deretan jendela ruang makan Reichskanzlei berada tepat di belakang tangan Axmann yang terangkat. Sesudah upacara selesai, Adolf Hitler, Julius Schaub dan Martin Bormann langsung menginspeksi kerusakan yang terjadi di ruang makan. Disanalah foto terakhir Hitler diambil, tanggal 19 Maret 1945, 1 bulan dan 10 hari sebelum dia bunuh diri! Di belakang Hitler berdiri SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer SS und dem Führerhauptquartier)


Acara ramah-tamah Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) bersama dengan para anggota Hitlerjugend yang berprestasi dalam pertempuran melawan Tentara Merah di sekitar Berlin. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 19 Maret 1945 di Taman Reichskanzlei (Kekanseliran) yang terletak di Voßstraße, Berlin, dan tercatat sebagai penampilan terakhir Hitler di depan publik! Dalam foto ini, kita bisa melihat sang Führer sedang menyalami salah seorang anggota Hitlerjugend, sementara di belakangnya yang terlihat samar adalah SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer SS und dem Führerhauptquartier)


Adolf Hitler memegang bahu seorang anggota Hitlerjugend. Paling kanan adalah Wilhelm "Willi" Hübner, yang mendapat Eisernes Kreuz II klasse setelah penaklukan kembali Lauban di bulan Maret 1945. Dia bertugas sebagai pembawa pesan dan keberaniannya dalam pertempuran tersebut membuatnya mendapatkan penhargaan yang selayaknya


Adolf Hitler menepuk pipi Wilhelm Hübner. Dikatakan bahwa saat upacara ini dilangsungkan, Hübner berusia 16 tahun. Hmmm... Silakan anda nilai sendiri apakah perawakannya (dan juga suaranya dalam cuplikan video di bawah) apakah sesuai dengan remaja berusia 16 tahun!


Adolf Hitler bersalaman dengan Alfred Czech. Hitlerjugend yang hidungnya bertemu dengan hidung Hitler (kelima dari kanan) bernama Erwin Schiedewig

 Sekarang bagian pipi Alfred Czech yang ditepuk oleh Hitler!


Untuk membuktikan sekali lagi bahwa acara ini tidak diselenggarakan pada saat ulang tahun Hitler: perhatikan captionnya yang menyatakan bahwa foto ini diambil pada tanggal 19 Maret 1945!


Anggota Hitlerjugend lain mendapat giliran diselamati oleh Sang Führer


Dalam foto ini kita bisa melihat asisten Heinrich Hoffmann sedang mengambil gambar di sebelah kanan


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberikan wejangan kepada para anggota Hitlerjugend yang berprestasi dalam pertempuran melawan Tentara Merah di sekitar Berlin. Foto ini diambil pada tanggal 19 Maret 1945 di Taman Reichskanzlei (Kekanseliran) yang terletak di Voßstraße, Berlin, dan tercatat sebagai penampilan terakhir Hitler di depan publik! Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Heinz Lorenz (Oberbereichsleiter der NSDAP), Reichsjugendführer Artur Axmann, SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer SS und dem Führerhauptquartier), SS-Obergruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant Führer und Reichskanzler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Sturmbannführer Otto Günsche (persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), General der Infanterie Wilhelm Burgdorf (Chef Heerespersonalamt), dan SS-Obersturmbannführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier Führer und Reichskanzler)


Dan ini adalah foto tanpa crop dari versi sebelumnya. Disini kita bisa mengetahui bahwa foto ini diambil di sela-sela bahu dua orang Hitlerjugend, sementara di sebelah kanan adalah ruangan observatorium taman


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyalami para anggota Hitlerjugend yang berprestasi dalam pertempuran melawan Tentara Merah di sekitar Berlin. Foto ini diambil pada tanggal 19 Maret 1945 di Taman Reichskanzlei (Kekanseliran) yang terletak di Voßstraße, Berlin, dan tercatat sebagai penampilan terakhir Hitler di depan publik! Ikut mengiringi bersamanya Reichsjugendführer Artur Axmann (Panglima Hitlerjugend), sementara berdiri di belakang adalah, dari kiri ke kanan: General der Infanterie Wilhelm Burgdorf (terpotong, Chef Heerespersonalamt), SS-Sturmbannführer Otto Günsche (persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer SS und dem Führerhauptquartier), dan SS-Obersturmbannführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier Führer und Reichskanzler)

 Cuplikan dari film berita "Die Deutsche Wochenschau" edisi 8 April 1945 yang memperlihatkan para anggota Hitlerjugend diwawancarai tak lama setelah upacara penganugerahan medali bersama Hitler selesai. Bocah imut di foto atas adalah Wilhelm Hübner, sementara yang bawahnya tidak diketahui. Sekali lagi ini membuktikan bahwa upacaranya tidak diselenggarakan pada hari ultah Hitler!


Ini adalah Alfred Czech, bocah anggota Jungvolk dari Goldenau (Silesia Atas) berusia 12 tahun yang dianugerahi Eisernes Kreuz II klasse bulan Maret 1945 atas kepahlawanan yang ditunjukkannya saat membela rumahnya dari serangan musuh. Dia tercatat sebagai penerima Eisernes Kreuz termuda dalam sejarah!


Adolf Hitler dan Julius Schaub di puing-puing yang sebelumnya adalah ruang makan Reichskanzlei. Perhatikan jas yang dipakai oleh Hitler dan juga kerahnya yang terangkat, perhatikan pula seragam Schaub. Ini sama persis dengan pakaian yang digunakan dalam upacara penganugerahan medali Hitlerjugend, dan ini menandakan bahwa kedua sesi foto tersebut diambil pada hari yang sama!


 Halaman dari suratkabar "Völkischer Beobachter" edisi tanggal 20 Maret 1945 yang memberitakan kejadian penting sehari sebelumnya (19 Maret). Salah satu berita yang disajikan adalah tentang acara tatap-muka antara Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dengan 20 orang anggota belia Hitlerjugend yang berprestasi dalam pertempuran melawan pasukan Soviet di Pomerania, Niederschlesien dan Oberschlesien. Salah satu dari mereka disebutkan namanya: Alfred Czech, anggota Jungvolk berusia 12 tahun asal Goldenau (Oberschlesien), yang dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse sebagai penghargaan atas kepahlawanan yang ditunjukkannya dalam membela rumahnya dari serangan musuh. Dia tercatat sebagai penerima Eisernes Kreuz termuda dalam sejarah!


Untuk menambah "bumbu" mengenai kontroversi foto terakhir Hitler, di atas adalah foto yang diambil di Führerbunker saat Hitler memberi selamat kepada Theodor Tolsdorff (pangkat terakhir Generalleutnant) atas penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten ke-25 dengan disaksikan oleh Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel. Tolsdorff sendiri menerimanya tanggal 18 Maret 1945, dan biasanya ini adalah pemberitahuan yang dikirim melalui telegram. Tentunya Tolsdorff harus pulang dari front dan pergi ke bunker, yang berarti bahwa foto Tolsdorff di bunker ini diambil SETELAH tanggal 18 Maret! Mungkinkan dia diambil setelah tanggal 20 Maret, tanggal penganugerahan medali Hitlerjugend yang juga tanggal yang secara resmi dianggap sebagai saat terakhir Hitler difoto? Dahsyatnya, DISINI disebutkan bahwa penunjukan Tolsdorff sebagai Panglima LXXXII Armeekorps di Balkan sekaligus promosinya menjadi Generalleutnant berlangsung tanggal 1 April 1945. Apakah ini berarti bahwa tanggal inilah tanggal yang sama saat dia bertemu dengan Hitler di bunker Berlin?


 

Sumber :
Buku "Hitlers Bunker : A Boy Soldiers Eyewitness account of the Fuhrer's last days" oleh Armin Lehmann
Buku "In A Raging Inferno" oleh Hans Holztrager
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Mark Costa 
www.20juli1944.de
www.adolfhitlerbestpictures.blogspot.com
www.commons.wikimedia.org
www.dachaukz.blogspot.com
www.englishrussia.com
www.forum.axishistory.com
www.gonemovies.com
www.hitler-archive.com 
www.jvisbeek.dds.nl
www.life.com
www.retrobazar.com
www.spiegel.de

Wednesday, August 4, 2010

Major Frank Neubert (1915-2003), Peraih Kemenangan Udara Pertama Dalam Perang Dunia II!


Frank Neubert sebagai Oberleutnant


Frank Neubert sebagai Hauptmann


Pertemuan yang mengharukan. Dua mantan seteru di medan tempur kini bertemu kembali setelah 50 tahun berlalu: Frank Neubert (kiri) dan Wladyslaw Gnys


Oleh : Alif Rafik Khan

Saya semata mengangkat biografi dari odong-odong ini karena dia tercatat dalam buku primbon sebagai peraih kemenangan udara pertama dalam Perang Dunia II, alias pilot pertama yang menembak jatuh musuhnya dalam perang tersebut. Uniknya lagi, dia bukanlah pilot tempur yang tugasnya memang menghajar musuh di angkasa, melainkan seorang pilot Junkers Ju 87 "Stuka" yang tugas utamanya adalah mengebom sasaran di darat sembari menukik ke bawah!

Frank Neubert dilahirkan tanggal 28 September 1915 di Herrenalb/Schwarzwald. Dia menjadi anggota unit "Immelmann-Geschwader" dari sejak tahun 1936, dan ikut ambil bagian dalam invasi Jerman ke Polandia, yang lebih dikenal dengan nama "Operasi Fall Weiss". Di pagi hari tanggal 1 September 1939, skuadron pengebom tukik Stuka-nya sudah menyebar kehancuran dengan berak seenaknya di atas landasan udara Polandia di Krakow (landasan udara tersebut ternyata sudah kosong melompong, karena sehari sebelumnya pesawat-pesawat yang diparkir disana dengan tergesa-gesa dipindahkan ke landasan udara cadangan lain!).

Dalam serangan tersebut, Unteroffizier Neubert dan gunnernya yang bernama Franz Klinger (bukan kelenger) menjadi terpisah dengan rekan-rekan satu unitnya karena terhalang oleh awan tebal. Mereka kehilangan arah! Selama beberapa menit Neubert melacak keberadaan target utamanya, dan malahan sempat bertemu dengan Ju 87B lain yang sama-sama "tersesat". Akhirnya mereka berhasil menemukan landasan udara yang dicari-cari, yang kini sudah kosong. Daripada pulang tanpa hasil, Neubert memutuskan untuk tetap menjatuhkan "titipannya" disana.

Dalam perjalanan pulang kembali ke markas, Neubert melihat sepasang pesawat tempur PZL P-11 Polandia yang sedang siap-siap untuk lepas landas. Dia memperhatikan bahwa salah satu dari mereka menyerang Ju 87 Leutnant Brandenburg yang merupakan rekannya. OK, dia memutuskan untuk menyerang balik! Neubert berhasil melepaskan dua buah rentetan tembakan ke pesawat yang dipiloti oleh Kapitan (drużynowy) Medwecki, yang ternyata berpangkat komandan skuadron! Pesawat dengan tulisan angka "11" tersebut langsung keliyengan dan jatuh menghantam tanah setelah sebelumnya disambar kobaran api.

Pada saat yang bersamaan, pesawat Polandia kedua yang dipiloti oleh podporucznika (Letnan Dua) Wladyslaw Gnys datang membantu rekannya yang sudah nyungseb. Dalam beberapa detik Gnys sudah mengambil posisi di belakang Stuka milik Brandenburg dan membuka tembakan. Awan tebal ternyata menjadi penyelamat pesawat Jerman yang mendapat hujan peluru tersebut. Brandenburg dan Neubert berhasil pulang dengan selamat kembali ke pangkalannya di lapangan udara Nieder-Ellguth. Dalam pertempuran yang terjadi saat itu Frank Neubert kemungkinan besar mencatat kemenangan udara pertama dalam Perang Dunia II. Semuanya tergantung dari waktu serangan tersebut: Beberapa sumber melaporkan bahwa peristiwa itu terjadi pukul 5.30 subuh, tapi ada juga sumber lain yang menunjukkan bahwa sebenarnyalah ia terjadi sekitar pukul 7.00 pagi. Kalau pendapat pertama yang diambil, sudah tentu Neubert tak terbantahkan lagi menjadi pemegang kemenangan pertama Perang Dunia II, tapi kalau pendapat kedua yang diambil maka pemenangnya adalah Porucznik (Letnan) Stanislaw Skalski dari Polandia, yang mengaku bahwa dia telah menembak jatuh sebuah pesawat pengintai Hs 126 Jerman pada pukul 5.32.

Dari tanggal 10 Mei 1940 sampai dengan Juli 1940 Neubert menjadi Staffelführer dari 1./St.G. 2, terus dari Juli 1940 sampai dengan September 1940 menjabat sebagai Staffelkapitän dari 2./St.G. 2. Selanjutnya adalah Gruppenkommandeur dari 1./St.G. 2 dari bulan September 1941 sampai dengan Januari 1942.

Selama perang Balkan di musim panas 1941, Neubert mencatat prestasi yang menonjol dalam pertempuran di Rupel Pass (Yugoslavia). Dalam serangan terhadap kapal-kapal perang Inggris di Teluk Corinth yang berada di wilayah antara Pireus dan Suda Bay, Oberleutnant Neubert dari 2./St.G. 2 berhasil menenggelamkan sebuah kapal tanker berbobot 4.000 ton, ditambah dengan satu buah kapal penjelajah dan satu perusak. Belum cukup? Ia juga merusakkan kapal-kapal lain dengan total tonase 13.000 GRT! Tentu saja prestasi ini tidak pantas kalau dibiarkan begitu saja, dan pada tanggal 24 Juni 1942 Frank Neubert dianugerahi Ritterkreuz. Saat itu ia sudah terlibat dalam 150 misi pemboman tukik.

Dari tanggal 18 Maret 1942 sampai dengan 14 Oktober 1942 dia menjadi Kommandeur dari I./Sturzkampffliegerschule 1 di Wertheim. Antara tanggal 15 Oktober 1942 sampai dengan 10 Oktober 1943 Neubert ditransfer lagi untuk menjadi Gruppenkommandeur dari II./Sch.G. 1 di Front Timur.

Pada tanggal 30 Januari 1943 Hauptmann Frank Neubert terluka ketika pesawat Henschel Hs 129 B-2 (W.Nr. 0306) yang dipilotinya terbakar dan ditembak jatuh oleh tembakan anti pesawat udara Rusia di dekat Skurbiy. Setelah sembuh dari luka-lukanya, dia kembali bertugas sebagai Gruppenkommandeur dari II./SG 101 antara tanggal 11 Oktober 1943 dan 22 Februari 1945. Dari tanggal 26 Februari 1945 sampai dengan akhir Perang Dunia II dia bekerja sebagai staff di General der Schlachtflieger.

Selama karir perangnya, Frank Neubert terlibat dalam 150 misi tempur, dengan 230 di antaranya dilakukan dengan menggunakan pesawat Stuka. Dia melanjutkan karirnya di Bundeswehr pasca perang dari tanggal 2 Mei 1958 sampai dengan 28 September 1972 dengan pangkat terakhir sebagai Oberstleutnant.

Frank Neubert meninggal dunia tanggal 13 Desember 2003 di Gütersloh.


Sumber :
www.das-ritterkreuz.de
www.elknet.pl
www.poznan.gazeta.pl
www.wehrmacht-awards.com