Wednesday, June 3, 2009

Rottenführer Werner Volkner, Veteran Waffen-SS Yang Kemudian Menjadi Tentara Inggris!

Upacara penyerahan Iron Cross (Eiserne Kreuz, atau Salib Baja) yang dianugerahkan kepada para anggota Waffen-SS yang berjasa dalam penyerbuan Jerman ke Negara-Negara Bawah dan Prancis (1940)


Miniatur prajurit Totenkopf siap tempur dengan MG42-nya


Para tentara anggota Divisi Panzer SS 'Totenkopf' yang tertawan dalam pertempuran Normandia. Perhatikan betapa mudanya mereka!


Tipikal serdadu Totenkopf dengan seragam kamuflasenya


Buku yang bercerita tentang kisah hidup Werner Volkner yang unik


Werner Volkner dianugrahi Iron Cross ketika menjadi pasukan SS dan diterima masuk Angkatan Bersenjata Inggris! Laporan dari Daniel Foggo :

Di salah satu sudut ruangan rumah Werner Volkner terdapat lemari berisi memorabilia dari Waffen-SS, pasukan elit Nazi dimana Mr. Volkner pernah menjadi anggotanya. dia dianugrahi medali Iron Cross karena keberanian pada saat bertempur. Di sisi lain, terdapat kenang-kenangan yg berhubungan dengan Westminster Dragoons, resimen tentara Inggris dimana Mr. Volkner juga sempat bergabung didalamnya!

Cerita bagaimana dia bisa menjadi perwira di kedua Angkatan Bersenjata cukup mengagumkan, Menggambarkan bagaimana seorang elit veteran pasukan SS dibawa ke Inggris sebagai tawanan perang, dan secara perlahan memasuki komunitas di Inggris.

Tidak ada satupun dari mereka yg merasa malu akan masa lalunya. Meskipun terkenal akan hal-hal yg buruk, Mr. Volkner bangga telah bertempur dan bergabung didalam kesatuan SS. Dia adalah salah satu anggota asosiasi perkumpulan veteran (diam-diam), dan selalu datang untuk reuni apabila kesehatannya memungkinkan. Sebaliknya, dia juga anggota tetap the Royal British Legion.

Dia tetap berhubungan dengan veteran-veteran Waffen-SS lainnya di Inggris namun tidak akan membicarakan identitas mereka, karena katanya, mereka hidup dalam ketakutan akan diungkapkannya masa lalu mereka.

Hal tersebut bisa dipahami. Awalnya dibentuk oleh Heinrich Himmler untuk menjadi bodyguard Hitler, SS, atau Schutzstaffel (Pasukan pelindung), dibentuk dari anggota-anggota NAZI yang fanatik dan mengambil sumpah setia kepada sang Führer.

Sayap militernya, Waffen-SS (SS tempur), dicap sebagai organisasi terlarang oleh sekutu karena kejahatan perang terhadap rakyat sipil dan tawanan perang.

Mr. Volkner sekarang berumur 78 tahun, namun mempunyai semangat seperti orang-orang yang jauh lebih muda darinya. Ketika muda dia berambut blond, dan mempunyai penampilan Teutonic sebagai representatif dari pasukan SS.

Mr. Volkner sedikit enggan untuk berbicara mengenai keikutsertaannya dahulu dan sekarang dengan Waffen-SS, takut akan kemungkinan kegiatannya menjadi diawasi oleh publik. memakan waktu berbulan-bulan bernegosiasi untuk dapat bertemu dengannya di kediamannya di St. Austell, dimana dia tinggal dengan istrinya yang berkebangsaan Inggris, Iris.

Sambil minum secangkir teh, Mr. Volkner antusias menunjukkan koleksi buku-bukunya tentang sejarah salah satu unit Waffen-SS, unit yg cukup elit dan terkenal yaitu Totenkopf, atau divisi Death's Head.

Walaupun sejarah mengakui kemampuan tempur unit ini, anggota-anggota Totenkopf juga merupakan bagian dari divisi yang bertanggungjawab mengatur kamp konsentrasi NAZI, dan anggota-anggota unit ini juga pernah membunuh 100 tawanan perang Inggris dari resimen kedua Royal Norfolk pada waktu pertempuran di Perancis tahun 1940!

Mr. Volkner menyangkal banyak tuduhan kejahatan perang yg dialamatkan kepada SS. Pada perjalanannya ke Jerusalem baru-baru ini, dia mengunjungi Tembok Ratapan dan menyelipkan surat disela-sela tembok, meniru Yahudi-Yahudi yang menempatkan doa-doa tertulis mereka diantara batu-batu tembok. Miliknya bukanlah sebuah doa. disitu tertulis: "Kita tidak melakukan semua yg dituduhkan kepada kita".

Dia tetap tidak merasa menyesal. "Anda lihat serial Steven Spielberg's Band of Brothers?" tanyanya. "Pasukan Amerika terlihat menembaki beberapa tentara kita setelah mereka menyerah. Jadi merekapun tidak bisa komplain tentang Pasukan SS yang menembaki beberapa tentara mereka"

Mr. Volkner bergabung dengan Waffen-SS pada tahun 1942 sebagai lulusan Hitler Youth pada umur 18 tahun. Termasuk orang yg cepat belajar, ia mudah mencerna pelajaran disiplin militer dan dilatih untuk menjadi penembak kanon 37mm diatas kendaraan tempur. Meskipun masih muda, kecakapannya membuatnya naik pangkat menjadi SS-Rottenführer, setingkat Kopral.

"Kita berharap dapat dikirim ke padang pasir Afrika Utara namun kita malah ditempatkan di Front Timur", katanya. Disana ia ikut dalam beberapa pertempuran paling brutal yg pernah terjadi: pertempuran di Kharkov pada tahun 1943 dan pertempuran tank terbesar dan sangat terkenal di Kursk, dimana sekitar 2 juta orang terlibat didalamnya!

Kalah jumlah pasukan dan kalah manuver, pasukan Jerman mengalami keterpurukan dan tidak dapat memulihkan keadaan. kegagalan mereka disana menghancurkan mereka.

Pada tahun 1944, SS-Rottenführer Volkner terluka pada pertempuran di Polandia dan dia dikirim ke rumah sakit di Budapest. Saat pasukan Rusia bergerak maju, dia dievakuasi dengan pasien-pasien lainnya, namun kereta api yang membawa mereka ditembaki oleh pesawat musuh dan dia terpaksa melintasi Jerman kerumah orangtuanya di Berlin.

Bergabung lagi dengan pasukannya di Münich, ia kembali untuk bertempur, namun Jerman telah menyerah dan ia menjadi tawanan pasukan Amerika.

57 tahun berlalu, kebanggaannya tidak memudar. "Saya tidak tertangkap sampai perang berakhir. Saya tidak menyerah" katanya bangga.

Pandangannya terhadap Hitler tidak banyak berubah dahulu dan sekarang: "Sebelum dan ketika perang, saya setuju dengan apa yang terjadi" katanya. "Namun ketika saya mengetahui tentang kamp konsentrasi, saya seperti tertimpa bata seberat 2,000lb!"

Dia menyatakan bahwa dia tidak anti-semit dan tidak ada waktu untuk neo-nazi-neo-nazi jaman sekarang. "Saya membenci grup seperti Combat18... mereka adalah ancaman. Saya menyebutnya NAZI-NAZI Hollywood. Saya benci mereka menaikkan tangan dan berteriak Sieg Heil..."

Bagaimanapun, dia membela pandangan bahwa "Tidak semua di NAZI Jerman buruk". 

Mr. Volkner dibawa ke Inggris setelah perang dan menjadi tawanan perang di New Haw di Surrey sampai Natal, tahun 1948. Menyusul pembebasannya, ia menikahi wanita Inggris. Mereka dikaruniai seorang anak, Conrad, namun pernikahan mereka tidak berlanjut terus. Tahun 1958 ia menikah lagi dgn Iris Angliss. Ia kemudian mendapat pekerjaan sebagai pengurus sekolah.

Dalam setahun ia memutuskan untuk menunjukkan komitmennya kepada Inggris -dan membantunya mendapatkan kewarganegaraan, dgn bergabung pada Angkatan Bersenjata Inggris. ia mendaftar ke Westminster Dragoons, unit Territorial Army yg tergabung dalam 2nd Royal Tank Regiment, yang bertempur dengan berani pada pendaratan D-Day.

Kolonel John Annett, komandan unit yg bergabung sebagai private pada saat yg sama dengan Mr. Volkner, mengingatnya dan tidak terlalu kaget terhadap konsep bekas anggota SS direkrut oleh AB.

"Pada saat itu kita berada pada era perang dingin dan kita butuh seluruh orang yang ada" katanya. "Werner punya pengalaman, jadi dia ideal untuk direkrut. Prajurit-prajurit lain akrab dengannya. hasil pengalamannya sering mencuat pada situasi tertentu".

"Dia dapat mendeteksi hal-hal yg dilewatkan oleh orang lain, seperti ranting-ranting patah disisi jalan yang menandakan ada kendaraan yang lewat sebelumnya".

Mr. Volkner menghabiskan waktu 5 tahun bersama Dragoons, ditugaskan di Irlandia Utara dan mencapai pangkat Kopral. Pada satu kesempatan dia dipanggil untuk menghadap anggota kehormatan resimen, kolonel general Sir Harold Pyman, yang menanyakan apakah ia ingin mengenakan medali kehormatan yg didapatnya ketika perang, termasuk medali Iron Crossnya, pada waktu parade.

"Saya bilang yg lain pasti tidak akan menyukainya, tapi dia bilang omong kosong, bahwa saya berhak atas penghargaan tersebut dan saya harus membuat surat formal dan ia akan menyetujuinya" kata Mr. Volkner. "Tapi itu pasti berakhir di tempat sampah karena ia meninggal sebelum sempat menandatanganinya. Jadi saya tidak pernah sempat memakai medali saya".

Ia dan istri keduanya mempunyai 2 anak, Peter, skarang 39 tahun, dan Stuart, 38 tahun. Dari 3 anak Mr. Volkner, 2 diantaranya mengabdi pada AB. Conrad bergabung dalam Royal Engineers dan stuart menghabiskan lebih dari 12 tahun dgn RAF Regiment dan ikut serta dalam Perang Teluk dan konflik Kosovo. 

Mr. Volkner, yang lahir dan dibesarkan di Berlin, mengatakan: "Saat masih kecil, anak-anak saya dicemooh oleh anak-anak lain yang mengatakan 'ayahmu pembunuh Yahudi'. Sebetulnya, saya sekolah dengan anak-anak Yahudi dan salah satu guru saya adalah orang Yahudi". Apa yang terjadi dengan mereka walau bagaimanapun, tetap tak diketahui.

Saat kita berbincang, ia memasang CD lagu-lagu mars WAFFEN-SS yg direkam oleh Asosiasi Veteran SS. Saat itu dari speaker terdengar lagu Ein Heller und ein Batzen dan Westerwaldlied.

Kebanggaannya adalah medali-medali yang didapatnya ketika bertugas di Front Timur melawan Rusia. Ada General Assault badge, Anti-aircraft medal, dan medali yang menandakan dia pernah terluka di pertempuran (Wound Badge).

Favoritnya bagaimanapun adalah Iron Cross kelas dua, dianugrahi kepadanya karena menolong rekan yang terluka dengan mengevakuasi rekan tersebut diantara tembakan-tembakan serangan musuh dekat Grodnow di Polandia, pada tgl 20 Juli 1944. hari itu adalah hari yg sama dengan percobaan pembunuhan terhadap Hitler melalui bom tas yg disebut-sebut sebagai 'July Plot' di markasnya di Prusia.

Mr. Volkner menunjuk Death's Head insignia diatas medalinya dan motto dari pasukan SS "Meine Ehre Heißt Treue" - Loyalitas adalah kehormatanku.

Untuk beberapa saat, ia menatap kejauhan, "Apa yang kita lalui bersama, rekan-rekanku dan aku, adalah mustahil untuk menjelaskan kepada siapapun yg tidak berada disana. keterikatan yang ditempa dengan kuat dan tak terpisahkan diantara kita tidak akan dapat dilupakan".


Sumber :


Pertempuran Kreta (1941), Phyrric Victory Bagi Satuan Fallschirmjäger!

Generaloberst Eduard Dietl (memakai parasut) bersiap-siap untuk berkunjung ke front pulau Kreta dengan memakai Ju 52 'Tante'


Para prajurit Fallschirmjäger berfoto bersama hasil tangkapan mereka, sebuah mobil truk milik tentara Inggris!


Inilah tipikal seragam pasukan Fallschirmjäger yang menjadi kekuatan utama dalam operasi merebut pulau Kreta dari tangan Sekutu : Seragam penerjun payung dengan tidak lupa dilengkapi dengan stielhandgranate, Rifle dan pistol


Reruntuhan glider yang mendarat di tempat yang 'salah' : lokasi pertahanan tentara Inggris, yang otomatis segera memberondong dengan tembakan setiap tentara Jerman yang berusaha untuk keluar dari glider tersebut. Korban bergelimpangan, dan salah satunya bisa dilihat pada foto di atas


Lebih banyak lagi pasukan parasut yang datang! kemungkinan foto ini diedit terlebih dahulu untuk kepentingan propaganda


Mayat tentara Fallschirmjäger yang malang, parasutnya tersangkut pada sebuah pohon. Tampaknya ia diberondong dengan tembakan dari sejak masih belum mendarat dari udara, dan telah tewas ketika tiba di bumi!


Pasukan Gunung Jerman (Gebirgsjäger) menunggu keberangkatan mereka ke pulau Kreta


Pasukan Fallschirmjäger mendarat di Kreta


Contoh glider pembawa pasukan Fallschirmjäger yang digunakan dalam invasi pulau Kreta oleh Jerman


Peta pertempuran Kreta


"Belum pernah umat manusia menyaksikan cara bagaimana suatu pulau direbut dari udara" Winston Churchill

"Seharusnya ini akan merupakan kesempatan baik bagi kita untuk memusnahkan pasukan itu. Pulau ini harus dipertahankan dengan gigih" Winston Churchill

"Seluruh operasi ini telah dipersiapkan dengan ketelitian & metode yang karakteristik berjiwa militer Jerman"

"Brilyan, utterly prodigal"

"Suicidal Madness"

"Hari untuk Fallschirmjäger sudah berakhir" Adolf Hitler

"Di taman zaitun & di lereng Perivolia ini para anggota Batalyon Pertama dari Resimen Fallschirmjäger ke-3 bertempur, menang, & gugur."

Dalam perlawanan gagah berani terhadap Batalyon maka 165 anggota dari resimen-resimen Inggris berikut telah gugur untuk Raja & Tanah Air mereka." Inskripsi batu nisan makam bersama pasukan Jerman & Commonwealth

Yang bertahan :
Pimpinan: Lt. General Bernard Freyberg (New Zealand)
Darat: Yunani 10.258, Commonwealth (Australia 6.540, New Zealand 7.702), British 15.063, Royal Marines 1.941. total 41.504 Pasukan
Udara: 36 Pesawat
Spy report: pemboman tehadap Crete disusul dengan Airborne Assault

Penyerang
Pimpinan: General Kurt Student (Luftwaffe)
Udara: Pesawat: 300 Long Range Bombers, 250 Dive Bombers (Stuka), 300 Interceptors (bf 109)
Pasukan: Airborne (750 gliderman, 10.000 parachutist), air transported (5.000 Gebirgsjäger/Elite Gunung), Seaborne 7.000. total 22.750 Pasukan
Spy report: Diperkirakan hanya ada 5.000 pasukan sekutu

Peralatan
Tiap-tiap tentara Fallschirmjäger diperlengkapi Senjata (MP38/40, Kar98K, MG34), sidearm, pisau lipat (swiss knife class), Ransum untuk 2-3 hari (Roti Witler, Chocolate, Biskuit, Gula, obat anti-haus), Rokok, Mantel berkamuflase, Helm baja, Pelindung lutut kaki untuk melindungi dari cedera patah tulang, Selimut, Kompor, Panci, First aid kit, Parasut commander diberi warna tertentu sebagai penunjuk titik pusat formasi, Obat-obatan (tablet anergin/pervitin mirip benzedrine & alat injeksi yang mengandung caffein-sodium salicylate bila digunakan akan meningkatkan kewaspadaan & menghilangkan rasa ngantuk). Untuk medic yang ikut diterjunkan dilengkapi alat-alat bedah komplit & obat-obatan tambahan.

Serangan udara
Luftwaffe berturut-turut melakukan preliminary bombing dengan sasaran airfield, port, & Artilery. Hasilnya dari 36 pesawat yang RAF punya hanya tersisa 6 yang akhirnya diselamatkan ke Mesir. Air supremacy ada ditangan Luftwaffe tapi kerusakan yang dihasilkan tentu saja kecil sekali, Sekutu telah siap. Sekutu menyamarkan meriam2-nya dan pasukannya dalam lubang2 dan pohon2 zaitun pertahanan pasukan sekutu masih utuh. Lebih parah lagi 2 pilot Luftwaffe yang tertangkap memberikan informasi tanggal penyerangan pada sekutu (bencana besar menunggu!).

D-Day
Tepat pada tanggal 20 May 1941 jam 07.30 sekutu menyaksikan dengan takjub, beratus-ratus pesawat angkut menerjunkan personnel2 Fallschirmjäger tepat diatas langit kota Maleme, Khania, Suda, Rhethymnon, Heraklion "ibarat membuang confetti dengan langit ke-biru2-an sebagai latar belakang" akan tetapi rasa takjub itu segera hilang semua tentara sekutu mulai menembaki musuh mereka yang masih melayang diudara (the Battle of Crete has begin!).Banyak dari personel-personel Fallschirmjäger yang tewas sebelum menyentuh tanah. Tentara sekutu membidik kaki mereka yang terkena badannya, membidik parasutnya sehingga mereka jatuh deras seperti batu. Mereka yang jatuh ditempat yang salah seperti tersangkut pohon menunggu tanpa daya apapun sampai ditembaki musuh. Salah satu batalyon yang diterjunkan di Maleme hampir musnah dihabisi oleh New Zealander nasib serupa juga dialami batalyon di Heraklion. Salah Satu glider yang membawa Mj. General Sussmann celaka beserta penumpangnya. 15 Pesawat transport Junker 52 Beserta penumpangnya berhasil ditembak jatuh oleh sekutu "pesawat terbang meledak, lalu tampak pasukan yang berada di dalamnya bertebaran di udara seperti kacang berantakan dari kantong kertas yang robek. ada yang terbakar ketika jatuh di bumi." Babak pertama dimulai dengan kerugian yang sangat besar dari pihak Jerman (Sambutan kejutan yang hangat sekali & meriah!).

Di Lautan
Seaborne yang seharusnya datang ternyata gagal diturunkan antara 21-22 May mereka dihabisi oleh armada British. Lalu dimana Armada Signor Mussolini yang punya nama indah "Regia Italia"? Bagaikan siput yang disentuh rumahnya sembunyi & jatuh, setelah pertempuran laut Matapan Cape Regia Italia tidak pernah lagi menunjukkan giginya di laut Mediterania, laut yang disebut Mussolini sebagai "Mare Nostrum"(laut kita), terus bersembunyi tidak menunjukkan minat & kapal2-nya terus mengaso di Pelabuhan Taranto dihinggapi rasa inferiority sampai Italia menyerah. Laut telah dikuasai Royal Navy.

Pasukan Tambahan
Dari Hari pertama, serangan ke lima kota tersebut berakhir tanpa satu kota ataupun lapangan terbang yang berhasil direbut. Student memutuskan untuk mengirim 2 Company Fallschirmjäger & pasukan cadangan Gebirgsjäger ke-5 diangkut dari lapangan terbang di pulau Milos (lapangan yang baru saja selesai dibuat hanya dalam 3 hari!) ke Maleme. Tapi Airbase di Maleme masih belum aman dan berlubang-lubang akibat pertempuran posisi tentara New Zealand pun tidak jauh mereka masih bisa menembakinya. Tapi dilakukan juga pesawat transport Junker 52 mendarat satu-persatu mengeluarkan isi muatannya Supply & Tentara Gebirgsjäger dalam tempo 70 detik tiap pesawat. Tentu juga dengan sambutan meriah dari sekutu berupa hujan tembakan dan korban pesawat & tentara dipihak Jerman tidak sedikit. Untung bagi Luftwaffe persediaan amunisi sekutu menipis sehingga pada sore hari sebagian besar divisi Gebirsjäger berhasil diturunkan. Tapi 2 Company Fallschirmjäger yang diterjunkan kembali gagal tewas sebelum menggunakan senjatanya (how sad!).

22 May 1941
Sekarang situasi makin jelas pasukan Jerman bertambah kuat tiap 3 sampai 5 menit dengan reinforcement yang terus berdatangan dan Air Supremacy dari Luftwaffe. Freyberg pemimpin Sekutu di Crete memutuskan melakukan offensive ke Maleme. New Zealander berhasil mencapai pinggir lapangan terbang tapi setelah cuaca cerah Luftwaffe dengan stuka-nya menyerang dan menghalau kembali semua pasukan sekutu & kali ini pasukan Jerman yang melakukan offensive dan mendesak sekutu kembali ke garis pertahanannya. Akhirnya Freyberg Meminta izin kepada General Wavell pimpinan Sekutu di Mesir yang diteruskan ke London untuk melakukan evakuasi dari Crete & izin tiba pada tanggal 27 May. Tidak adanya reinforcement pasukan sekutu dikarenakan Desert Fox meraung-raung di Africa Utara.

Evakuasi
Sambil mengundurkan diri Freyberg juga memberi perlawanan, the ANZAC menembaki lawannya melindungi kawan2-nya yang mengundurkan diri ke arah Pelabuhan Stakia atau Pelabuhan Heraklion, bagi tentara Jerman "setiap pohon harus direbut dengan susah payah". 50% pasukan Sekutu dapat diselamatkan ke mesir sedangkan yang tertinggal terus memberi perlawanan hingga 30 May baru menyerah. Sementara di laut karena air supremacy ada ditangan Luftwaffe 3 Cruisers & 6 Destroyers tenggelam 1 Carrier, 3 Battleships, 6 Cruisers, & 7 Destroyers rusak ±2.000 seamans KIA (at least they escape!).

Hasil Akhir
Student sama sekali tidak menduga akan perlawanan sengit dari sekutu "Apakah hanya 14 hari saja telah lewat semenjak saya bersua dengannya di Athena? Ia nyata sekali telah berubah. Tampak lebih serius, lebih pendiam, lebih tua. Sama sekali tiada tanda menggembirakan pada dirinya" "Biaya kemenangan ini terlalu mahal bagi kita rupanya. Beberapa batalyon telah kehilangan semua perwiranya, & dari berbagai kompi hanya ketinggalan beberapa gelintir prajurit" Komentar Baron von der Heydte. Jerman kehilangan 400 pesawat terbang & 15.000-20.000 pasukan. Semenjak Battle of Crete tidak pernah ada lagi airborne assault dari Fallschirmjäger. Akibat Battle of crete mempengaruhi Hitler dalam mengambil keputusan untuk North Africa Campaign. Rebut Malta dulu untuk melindungi jalur supply Rommel & DAK (Deutsches Afrika Korps) sesuai anjuran Air Marshal Albert Kesselring atau biarkan Rommel & DAK offensive hingga Kairo sesuai permintaan Rommel. Dan Hitler membuat keputusan yang fatal "Batalkan Malta" untuk seterusnya Fallschirmjäger hanya digunakan sebagai ground troops (ohh Please!).

Setelah Perang
"Meskipun kita berhasil merebut pulau tersebut Korban di pihak kita sangat berat" kata Student. Kita Kehilangan 4.000 KIA (Killed In Action) & MIA (Missing In Action), terpisah dari yang luka, diluar dari 22.000 orang yang kita terjunkan ke pulau 14.000-nya adalah Fallschirmjäger & sisanya adalah Gebirgsjäger. Umumnya kehilangan dikarenakan pendaratan yang jelek - hanya sedikit tempat yang cocok untuk pendaratan di crete, & angin umumnya bertiup dari pulau ke laut. Khawatir menerjunkan tentara ke laut, para pilot cenderung menerjunkan mereka terlalu jauh ke pedalaman - beberapa dari mereka mendarat di garis pertahanan British. Kotak persenjataan seringkali jatuh terlalu jauh dari tentara, yang menambah rintangan lain pada kehilangan yang sudah banyak. Beberapa tank2 British yang ada disana menambah kesukaran kita pada permulaan - untungnya jumlahnya tidak lebih dari 2 lusin. Infantry yang kebanyakan New Zealanders, memberi perlawanan yang gigih, walaupun diserang mendadak.

Hitler sangat marah dengan kerugian besar yang dialami Fallschirmjäger & menyimpulkan unsur kejutan telah lewat. Setelah itu dia sering berkata pada saya "The day of parachute troops is over." Dia tidak akan pernah percaya pada laporan bahwa British & American membangun Airborne forces. Faktanya tidak satupun digunakan di ST. Nazaire & serangan ke Dieppe menegaskan opininya. Dia berkata pada saya: "Lihat itu! Mereka tidak membangun angkatan itu. Benar dugaan saya." Dia baru berubah pikiran setelah serangan ke Sicily 1943. Terkesan dengan cara sekutu menggunakan mereka. dia memerintahkan perluasan Fallschirmjäger kita. Tapi perubahan pikiran ini datang terlambat - karena kalian (sekutu) telah menguasai udara, & airborne troops tidak bisa digunakan secara effective berhadapan dengan kekuatan udara yang superior.


Sumber :


Pangkat Dalam Tubuh Wehrmacht Dan Perbandingannya Dengan Pangkat Di Negara Lain

Rudolf Hess (1894-1987), Deputi Hitler Yang Tertangkap Di Skotlandia!


Rudolf Hess menemani Hitler ketika tuannya tersebut dipenjara atas tuduhan kudeta terhadap pemerintahan yang sah, 1924. Penjara tersebut lebih tampak bagaikan tahanan rumah daripada penjara sebenarnya, lebih karena minimnya penjagaan disana!



Rudolf Hess sebagai SS-Gruppenführer di tahun 1936



Rudolf Hess dalam suatu jamuan makan malam di Fuhrerbau, 25 Februari 1939. Sepertinya orang di sebelah kanan adalah Robert Ley, tapi tak tahulah!



Rudolf Hess berjalan menuruni tangga di belakang Hitler dalam kunjungan resmi ke lapangan tempat balon udara Zeppelin berada, 1937. Terlihat pula Reichsleiter Martin Bormann, panglima RAD Konstantin Hierl dan SS-Obergruppenführer Julius Schaub



Rudolf Hess bersama Hitler dalam kunjungan ke Florence, Italia, bulan Mei 1938. Dari kiri ke kanan : Joachim von Ribbentrop, Adolf Hitler, Rudolf Hess, Hans Lammers, dan Karl-Heinrich Bodenschatz. Sedangkan Mussolini sendiri sebagai tuan rumah, sialnya, tersembunyi di antara para dedengkot Nazi ini, dapatkah anda menebak dimana dia berada?



Rudolf Hess meresmikan pembukaan Kanal Adolf Hitler (1940)



Reichsminister Rudolf Hess menginspeksi dan bersalaman dengan pasukan Jerman di front dalam invasi negara tersebut ke Polandia (1939)



Kisah tertangkapnya Rudolf Hess. Yang nggak ngerti bahasa Inggris bawa kamus dulu!



Rudolf Hess bersama para pejabat tinggi Nazi lainnya dalam persidangan Nürnberg. Baris pertama dari kiri ke kanan : Hermann Göring, Rudolf Hess, Joachim von Ribbentrop dan Wilhelm Keitel. Baris kedua dari kiri ke kanan : Karl Dönitz, Erich Raeder, Baldur von Schirach dan Fritz Sauckel



Wajah kuyu Rudolf Hess setelah ditawan Sekutu


Walter Richard Rudolf Hess (Heß dalam bahasa Jerman) (26 April 1894 – 17 Agustus 1987) ialah tokoh terkemua Nazi, seorang wakil Adolf Hitler dalam Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei. Menjelang perang melawan Uni Soviet, ia terbang ke Skotlandia untuk mengadakan perundingan damai, namun ditangkap. Ia diadili di Nuremberg dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Ia menjadi tokoh yang dipuja-puja di kalangan kaum neo Nazi.

Rudolf Hess dilahirkan di Iskandariah, Mesir, dalam sebuah keluarga importir-eksportir Lutheran Bavaria yang menganggap pendidikan di kalangan masyarakat Jerman mereka yang kecil di sana tidak cukup keras. Karena itu Rudolf dididik oleh guru-guru privat. Keluarga itu pindah kembali ke Jerman pada 1908 dan Rudolf dimasukkan ke sebuah sekolah asrama di sana. Meskipun Hess mengungkapkan minatnya untuk menjadi seorang astrolog, ayahnya meyakinkannya untuk belajar bisnis di Swiss. Pada awal Perang Dunia I, ia mendaftarkan diri dalam Resimen ke-7 Artileri Medan Bavaria, menjadi seorang tentara infantri dan dianugerahi Salib Besi, kelas dua. Ia dipindahkan ke Korps Udara Kerajaan (setelah sebelumnya pernah ditolak), mengikuti latihan aeronautik dan melayani di sebuah skuadron operasi dengan pangkat letnan.

Setelah perang ia pergi ke München dan bergabung dengan Perhimpunan Thule, membantu Freikorps dalam perjuangannya melawan komunisme. Ia mendaftar di Universitas München, dan di sana ia belajar ilmu politik, sejarah, ekonomi dan geopolitik di bawah Profesor Karl Haushofer. Setelah mendengar Hitler berbicara pada Mei 1920, ia mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada pimpinannya. Ia mendekam selama hampir delapan bulan di penjara Landsberg, setelah memimpin sebuah batalyon SA dalam kudeta Beer Hall. Sebagai sekretaris pribadi Hitler, ia menyunting buku Hitler Mein Kampf dan akhirnya mencapai pangkat wakil pemimpin partai dan jenjang ketiga dalam kepimpinan di Jerman, setelah Hitler dan Hermann Goring.
Studi kolaboratif tahun 1943 berjudul "Analysis of the Personality of Adolph Hitler" oleh Profesor Henry A. Murray, direktur Harvard Psychological Clinic, psikoanalis Dr. Walter C. Langer, Dr. Ernst Kris, New School for Social Research, dan Dr. Bertram D. Lawin, New York Psychoanalytic Institute, menyatakan "fakta bahwa selama awal-awal berdirinya partai itu banyak lingkaran di dalamnya adalah homoseksual yang banyak dikenal" dan bahwa "Hess umumnya dikenal sebagai "Fraulein Anna". Buku tahun 1972 The Mind of Adolf Hitler, karya psikolog Walter C. Langer menyebut Rudolf Hess sebagai homoseksual terkenal yang mungkin menjadi pasangan Hitler.
Dalam buku tahun 2001 The Hidden Hitler, karya sejarawan dan profesor Universitas Bremen Lothar Machtan tertulis bahwa Hitler tertarik oleh sikap kewanita-wanitaan Rudolf Hess yang kini disebut sebagai "Fräulein Hess" (Otto Strasser), "Fräulein Anna" atau "Fräulein Gusti" (Ernst Hanfstaengl), "Paula Hitam" (dikaitkan dengan Ernst Rohm), "Grete Hitam" (Bella Fromm) dan "Emma Hitam" (Erich Ebermayer). (hal. 143) Menyusul pembebasannya dari penjara Landsberg pada tahun 1924, mereka berdua menikmati hubungan intim yang disebut Hess "pengalaman terindah manusia." Rudolf Hess tak pernah pergi dari sisinya." (hal. 143) dan menjadi sekretaris pribadinya dari 1925. Meski atas suruhan Hitler akhirnya Hess menikah, Profesor Machlan menulis bahwa istrinya Ilse Prohl Hess kemudian menyatakan bahwa kehidupannya bersama suaminya Rudolf hampir seperti "siswi biara." (hal. 149) Setelah 10 tahun menikah, pasangan itu tetap tak punya anak, Hess menegaskan bahwa istrinya memiliki waktu yang sulit untuk hamil. Akhirnya mereka memiliki 1 anak, Wolf Rüdiger Hess, lahir pada 1937.
Hess memiliki kedudukan istimewa sebagai wakil Hitler di tahun-tahun awal gerakan Nazi namun kemudian berkurang sepanjang 1930-an karena Hitler dan pemimpin Nazi lainnya mengkonsolidasikan kekuasaan politik. Penulis biografi Hitler John Toland menggambarkan pandangan dan kemampuan Hess agak terbatas dan keterasingannya bertambah selama tahun-tahun awal karena perhatian dan keagungan terpusat pada para jenderal seperti Hermann Goering, Joseph Goebbels dan Heinrich Himmler. Beberapa sejarawan menyebut kepribadian Hess terganggu emosinya.


Sumber :

Monday, June 1, 2009

Kisah Pribadi Tokoh-Tokoh Third Reich

  1. Kisah Jagoan Udara Hans-Joachim Marseille Di Gurun Afrika

Mantan Pasukan SS Nazi Pernah Bertempur Dengan Pejuang Kemerdekaan Indonesia!

Pangeran Bernhard (kanan) menginspeksi para awak kapal selam Belanda di pengasingan, Dundee, tanggal 25 September 1940 (karena negaranya diduduki oleh Nazi). Di sebelahnya adalah Gerardus Bernardus Michael van Erkel (kelak menjadi Vizeadmiral setelah perang)


Seragam sukarelawan SS Belanda, dengan medali yang terlalu berlebihan (karena tidak ada sukarelawan Belanda yang pernah meraih penghargaan Schwerter)!


Propaganda Nazi untuk menarik minat bangsa Belanda menjadi sukarelawan Waffen-SS


Sukarelawan Waffen-SS asal Indonesia


Tentara KNIL Belanda dan lokal menaiki kendaraan Overvalwagen


Konvoy tentara kolonial Belanda di bumi Indonesia


Pangeran Bernhard, suami Ratu Juliana, pernah mengusulkan untuk mengirim pasukan khusus SS (Schutzstaffel) ke Hindia Belanda (Indonesia), saat Jenderal Spoor membutuhkan 10.000 tentara tambahan.

Hal ini terungkap dalam arsip Kementerian Pertahanan Belanda yang ditemukan sejarawan Jacques Bartels, seperti dipublikasikan De Trouw tanggal 27 Juni 2008. Arsip tersebut dimuat dalam buku Tropenjaren. Ploppers en Patrouilles karya Bartels, yang terbit di bulan yang sama.

Pasukan SS pada awalnya adalah paramiliter di bawah partai Nazi, Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP), kemudian tumbuh menjadi kesatuan elite dan dikenal sangat brutal dan kejam di medan tempur.

Dalam rapat Legerraad (Dewan Militer) pada 24 Mei 1946, Pangeran Bernhard yang saat itu menjabat Inspektur Jenderal Angkatan Darat, mengusulkan supaya pasukan ini dikirim ke Nederlands-Indie. Saat itu pasukan Belanda di bawah komando Jenderal Simon Hendrik Spoor membutuhkan pasukan tambahan sebanyak 10.000 orang untuk kembali menduduki Nederlands-Indie yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya menjadi Indonesia.

Karena pasukan SS sangat terlatih dan berpengalaman di front, Pangeran Bernhard berpendapat, mereka tepat untuk dikirim untuk memenuhi permintaan Jenderal Spoor. Kebetulan saat itu ada ribuan anggota SS ditahan di Harskamp, setelah Nazi Jerman kalah perang.

Namun usul Bernhard tersebut ditolak Minister van Oorlog (Menteri Urusan Perang) Johannes Meynen yang bertanggung jawab pada pengiriman militer ke Nederlands-Indie. Meynen menilai usul Bernhard itu akan menuai masalah, karena pasukan Belanda tak mau disejajarkan dengan SS yang dicap sebagai penjahat Perang Dunia II.

Bernhard akhirnya menarik kembali usulannya itu. Namun kelak kemudian diketahui bahwa ada ratusan eks pasukan SS yang dikirim berperang ke Indonesia dengan status wajib militer.


Sumber :


Oberführer Viktor Brack (1904-1948), Tokoh Dibalik Program Euthanasia!

Viktor Brack sebagai SS-Standartenführer di tahun 1940


Reichsgefetzblatt terbitan 25 Juli 1933


Surat dari Reichsführer Heinrich Himmler berkaitan dengan sterilisasi menggunakan x-ray


Surat dari Viktor Brack yang ditujukan pada Heinrich Himmler


Viktor Brack sebagai tawanan Sekutu. Omong-omong, bagi yang dulu suka nonton serial 'Quantum Leap' di RCTI, pasti ngerti kalau saya bilang kalau Brack mirip dengan Scott Bakula, pemeran utama serial tersebut!


Viktor Brack diadili di pengadilan Nürnberg, Agustus 1947


Viktor Brack (9 November 1904-2 Juni 1948) adalah pengatur program eutanasia, Aktion T4, di mana negara Nazi secara sistematis membunuh orang-orang cacat. Ia berunding dengan Odilo Globocnik tentang implementasi praktis atas Solusi Terakhir. Brack divonis hukuman mati pada tahun 1947 dan dieksekusi pada tahun 1948.

Pada tahun 1929, Viktor Brack menjadi anggota NSDAP dan SS. Pada tahun 1936, ia mengawasi operasi Kantor 2 (Amt 2) di Kekanseliran Führer di Berlin. Kantor itu memeriksa keluhan yang diterima oleh Führer dari seluruh Jerman. Pada bulan November 1940, Brack dipromosikan ke pangkat SS-Oberführer (Kolonel Senior).

Selama Pengadilan Dokter Brack membela diri dari saksi bahwa setelah 1941, setelah pemusnahan penduduk Yahudi oleh Nazi ada dalam kapasitas penuh, Heinrich Himmler memerintahkannya menghubungi para dokter yang sebelumnya terlibat dalam program eutanasia untuk mencari cara mensterilkan Yahudi yang muda dan kuat yang mampu bekerja untuk digunakan dalam usaha perang Jerman. Gagasan itu akan mengembangkan cara sehingga korban dapat disterilkan tanpa perlu takut diadili.

Pada bulan Maret 1941, Brack memenuhi tugasnya dan menyediakan laporan untuk Heinrich Himmler, di mana ia menggambarkan cara mensterilkan pasien menggunakan sinar X dalam skala besar dan tanpa persetujuan subyek hingga efeknya bagi mereka terasa.

Pada tanggal 23 Juni 1942 Brack menulis surat berikut buat Himmler:

    Reichsführer yang terhormat, di antara 10 juta bangsa Yahudi di Eropa, ada satu gambaran setidaknya 2-3 juta pria dan wanita yang cukup layak bekerja. Mengingat kesulitan luar biasa ini, masalah buruh menyajikan kita dengan, saya memegang pandangan bahwa 2-3 juta orang ini harus dipilih secara selektif dan dilindungi. Namun hal ini hanya bisa dikerjakan jika di saat yang sama mereka dibuat tidak bisa bergerak. Sekitar setahun yang lalu saya melaporkan kepada Anda bahwa para agen saya telah menyelesaikan percobaan yang berguna untuk tujuan ini. Saya ingin mengingatkan fakta itu sekali lagi. Sterilisasi, seperti yang normalnya dilakukan pada orang-orang berpenyakit keturunan di sini lepas dari soal, karena terlalu lama dan mahal. Namun, pengebirian oleh sinar-X tak hanya relatif murah, namun dapat juga dilakukan pada ribuan orang di saat yang sama. Saya berpendapat bahwa saat ini tidak relevan jika orang-orang dalam soal itu sadar telah dikebiri setelah beberapa minggu atau bulan, begitu mereka merasakan dampaknya. Reichsführer, Anda harus memutuskan untuk memilikih cara ini untuk melindungi buruh, kemudian Reichsleiter Bouhler akan disediakan untuk menempatkan semua dokter dan personel lain yang diperlukan dalam pekerjaan ini pada penyelesaian Anda. Demikian juga ia meminta saya untuk memberitahukan Anda bahwa kemudian saya harus memerintahkan aparatur yang begitu diperlukan secara cepat.
    Heil Hitler! Hormat saya
    VIKTOR BRACK.

Menyusul surat itu, Himmler memerintahkan prosedur itu diujikan pada para tahanan di Auschwitz. Sejak Brack dipindahkan ke sebuah divisi SS, wakilnya Blankenburg akan menjalankan tugas dan "segera menakar ukuran tepat dan menghubungi para ketua kantor-kantor utama di kamp-kamp konsentrasi."

Dari testimoni yang diberikan oleh seorang dokter Perancis keturunan Yahudi, yang menjadi tawanan di Auschwitz dari September 1943 hingga Januari 1945, dapat diketahui bahwa sterilisasi tawanan Yahudi dilaksanakan di kamp Birkenau oleh para dokter SS. Sekitar 100 pria Polandia yang telah disterilisasikan di Birkenau diurus oleh para saksi setelah operasi itu. Menurut saksi, anggota kelompok itu kemudian dikebiri oleh dokter di kamp itu.

Banyak bukti yang dihadirkan, sehingga jelas bahwa sterilisasi menggunakan sinar X dilakukan atas kelompok lain yang dianiaya. Mereka juga menjadi sasaran prosedur rasa sakit lainnya, lalu dikebiri.

Juga, selama Pengadilan Dokter di Nürnberg, Brack terlibat dalam pelaksanaan program eutanasia yang kemudian muncul sebagai "Aktion 14 f 13" yang terkenal; pemusnahan pada penghuni kamp-kamp konsentrasi itu nampaknya tak bisa bekerja.


Sumber :


Operasi Reinhardt, Awal Dari 'Holocaust' Orang Yahudi!

Panglima SS, Heinrich Himmler, mengunjungi Odilo Globocnik dan 'hasil kerjanya' di Lublin


SS-Obergruppenführer Odilo Globocnik di kamp Sobibor


Para anggota Volksdeutsche yang bermarkas di Belzec, berpose lengkap dengan ukulele mereka di depan pos penjagaan


SS-Obergruppenführer Odilo Globocnik memberi tanda jasa pada para perwira SS yang berjasa dalam Operasi Reinhardt. Disini dia sedang menyematkan medali pada Hackenholt


SS-Obergruppenführer Reinhard Heydrich, yang namanya disebut-sebut menjadi 'inspirasi' dari nama Operasi Reinhardt


SS-Obergruppenführer Odilo Globocnik (di foto yang bertahun 1938 ini dia masih berpangkat Standartenührer, kolonel), tokoh Nazi asal Austria yang menjadi kepala Operasi Reinhardt


Operasi Reinhard (Aktion Reinhard atau dalam Bahasa Jerman disebut Einsatz Reinhard adalah nama sandi yang diberikan terhadap rencana pembunuhan Nazi terhadap warga Yahudi Polandia di General Government (Jerman: Generalgouvernement), yang menandai dimulainya fase mematikan dari Holocaust, penggunaan kamp pemusnahan. Selama berlangsungnya operasi ini sebanyak dua juta jiwa telah dibantai di Belzec, Sobibor, Treblinka dan Majdanek, yang seluruhnya adalah warga Yahudi (setidaknya, begitulah menurut sumber 'resmi'. Kita boleh katakan bahwa sumberresmi yang dimaksud adalah sumber Yahudi!).


Asal usul nama

Terdapat hipotesa yang mengatakan bahwa nama sandi Reinhardt yang digunakan dalam operasi tersebut adalah untuk mengenang SS-Obergruppenführer Reinhard Heydrich, yang merupakan koordinator dari Solusi Akhir terhadap masalah Yahudi (Endlösung der Judenfrage ) - yaitu suatu pembasmian terhadap warga Yahudi yang berada di negara-negara Eropa yang dikuasai Jerman Wehrmacht selama berlangsungnya Perang Dunia II. Setelah rencana Solusi Akhir dicanangkan pada Konferensi Wannsee, Heydrich diserang oleh anggota Operasi Anthropoid (organisasi perlawanan bawah tanah Chesnia) pada tanggal 27 Mei 1942. Ia meninggal akibat luka parah pada delapan hari kemudian. Hipotesa ini ditolak oleh beberapa peneliti yang membantah dengan menyatakan bahwa sejak awal mula lahirnya pemikiran, operasi ini sudah diberi nama "Aktion Reinhardt" (dengan huruf "t" setelah huruf "d"), jadi tidak mungkin diberi nama setelah meninggalnya Reinhard Heydrich. Mereka memberikan argumentasi bahwa operasi tersebut diberikan nama setelah meninggalnya Sekretaris Negara bidang Keuangan, Fritz Reinhardt. Tetapi dalam banyak dokumen resmi , nama Heydrich ditulis sebagai "Reinhardt". Dan sejarawan Witte dan Tyas menyimpulkan bahwa :

    "...satu-satunya referensi penting atas Sekretaris Negara bidang Keuangan, Fritz Reinhardt hanya ditemukan dalam arsip IfZ yang merupakan pernyataan dibawah sumpah oleh Bruno Melmer, Nürnberg, 11 Februari 1948 (NG-4983). Setelah itu nama Fritz Reinhardt tidak pernah lagi disebut-sebut. Masalah serius lainnya yaitu Melmer melaporkan kejadian penting tersebut terjadi pada bulan Mei 1942 dimana sesungguhnya kejadian tersebut terjadi pada pertengan bulan Agustus 1942. Ini sangat sulit sekali dijelaskan mengapa Einsatz or Aktion Reinhardt harus diberi nama dengan nama Sekretaris Negara yang kementeriannya baru terlibat pertama kalinya pada operasi tersebut setelah dua bulan lebih sejak pertama kali kejadian dari operasi bersandi ........."


Proses pemusnahan warga Yahudi

Proses pemusnahan warga Yahudi di Belzec, Sobibor and Treblinka adalah sama dengan metode yang digunakan pada 6 pusat eutanasia di Jerman dan Austria, tetapi dalam skala yang luar biasa besarnya untuk pembunuhan seluruh manusia yang diangkut secara sekaligus.

Para korban diminta menyerahkan barang-barang berharga mereka yang menjadi milik dari Reichsbank. Mereka lalu ditelanjangi dan pakaiannya digeledah untuk mencari perhiasan atau barang berharga lainnya. Para korban kemudian digiring ke kamar gas lalu ditutup rapat-rapat agar tidak ada udara segar yang masuk. Sebuah mesin yang menghasilkan gas karbon monoksida yang disalurkan melalui pipa gas membunuh para penghuni didalamnya. Jenazah mereka dikremasi setelah gigi-gigi emas mereka dicabuti. Pembunuhan masal ini didokumentasikan secara teliti. Contohnya, dari catatan telegram yang dikirimkan oleh SS-Sturmbannführer Hermann Höfle pada tanggal 11 Januari 1943 kepada SS-Obersturmbannführer Adolf Eichmann di Berlin tercatat 1.274.166 total kedatangan warga Yahudi pada empat kamp hingga akhir tahun 1942.

Struktur dari keempat kamp tersebut hampir serupa. Dari tempat penerimaan yang dipagari dan barak tempat menelanjangi, warga Yahudi ini dimasukkan ke lorong yang sempit, yang merupakan lorong samaran ( disebut pintu air atau tabung ) ketempat pemusnahan dengan kamar-kamar gas, terowongan dan tempat kremasi. Para petugas SS melihat dari tempat yang terpisah yang dipagari kawat berduri, sebagian disamarkan dengan menggunakan dahan cemara, mengelilingi kamp dan sebagai bagian yang terpisah . Tidak seperti di Auschwitz, tidak digunakan pagar listrik. Menara pengawas dari kayu ditempat untuk mengawasi kamp.

Kurang lebih 2 juta warga Yahudi dibunuh di Belzec, Sobibor, Treblinka dan Majdanek dalam Operasi Reinhard ini. Kurang lebih 178.045.960 German Reichsmark nilai harta kekayaan warga Yahudi yang dibunuh tersebut (nilai hari ini berkisar 700.000.000 USD telah dicuri. Uang ini tidak hanya mengalir ke otoritas Jerman namun juga ke pribadi-pribadi (SS dan polisi, penjaga kamp, penduduk yang bukan Yahudi dari kota-kota dan desa-desa dengan ghetto ataupun kamp yang berdekatan).


Akibat buruk

Operasi Reinhard berakhir pada bulan November 1943. Setelah pekerjaan mereka di kamp konsentrasi Jerman di Polandia, banyak dari pegawainya yang dikirim ke wilayah utara Italia untuk melaksanakan aksi terhadap kaum Yahudi yang tersisa dan partisan. Banyak dari pegawai tersebut yang ditugaskan lagi ke kam konsentrasi di San Sabba dekat Trieste.

Kelompok ini perpencar setelah Jerman menyerah di Italia . Beberapa dari mereka diadili setelah peperangan usai, tetapi yang lainnya tetap bekerja di Jerman dan tempat lainnya setelah perang usai.

Sekali lagi ditegaskan bahwa artikel ini didasarkan pada sumber-sumber yang diragukan keabsahannya, terutama yang berkaitan dengan jumlah keseluruhan korban aksi ini. Pada kenyataannya, tidak hanya bangsa Yahudi yang 'menderita', tapi juga kaum minoritas lainnya seperti orang-orang Gipsi dan bangsa Slav.


Sumber :