Friday, September 17, 2010

Album Foto Maschinenpistole (MP) Nazi Jerman

Leutnant dari Deutsche Afrikakorps dengan MP40


Jubah yang dikenakan prajurit ini adalah Zeltbahn yang juga bisa berfungsi sebagai perlengkapan tenda!


Prajurit Luftwaffe peraih DRL Sports Badge


Seorang perwira dengan Maschinenpistole. Dia adalah Rittmeister von Unruh dari 1. Kavallerie Division yang difoto oleh Gottfried von Dietze saat berlangsungnya invasi Jerman ke Polandia tahun 1939



Menikmati dinginnya Front Timur!


Close-up


MP tanpa magasin


Di parit pertahanan. Perhatikan betapa jaket kamuflase musim dingin mereka yang asalnya putih bersih menjadi kotor kecoklat-coklatan!


Masih sempet difoto di front depan pertempuran


Perhatikan tongkat Wolchow yang dipegang prajurit nomor empat dari kanan!


Prajurit dengan MP40


Baru pulang dari patroli. Meskipun mencoba tersenyum tetep aja keliatan banget capeknya!


Kamuflase musim dingin mode awal


Bisa anda tebak prajurit mana yang bersenjatakan maschinenpistole?


Menyatu dengan salju


Perlengkapan musim dingin


Dua kantong magasin jelas kelihatan


Grup tentara berpose dengan seragam musim dingin


Pelatihan menembak


Gebirgsjäger dengan MP 40


Pasukan Jerman di masa akhir perang dalam balutan jaket kamuflase musim dingin


Salah satu benteng Maginot berhasil diduduki


Sumber :
Koleksi pribadi William "Bill" Petz
www.wehrmacht-awards.com

Tuesday, September 14, 2010

Free Download e-book Majalah Luftwaffe DER ADLER



Oleh : Alif Rafik Khan

Selama berlangsungnya Perang Dunia II, Luftwaffe (Angkatan Udara Nazi Jerman) mempublikasikan secara berkala sebuah majalah yang kini menjadi buruan para kolektor karena kualitas gambar dan kertasnya yang mengagumkan. Majalah tersebut bernama "Der Adler" (Elang). Mungkin daripada susah-susah nyari ke pasar buku Kwitang atau Palasari dengan kemungkinan dapat 0%, lebih baik download aja majalahnya di blog bokep ini dalam format PDF tanpa harus keluar biaya sepeserpun (kecuali buat bayar internet!). Saya sertakan 18 buah e-book "Der Adler" yang diambil dari situs www.bills-bunker.de dan www.ww2aircraft.net, dimana dalam sembilan edisi majalah tersebut kita bisa mengetahui pencapaian apa saja yang telah diraih oleh Luftwaffe sepanjang berlangsungnya Perang Dunia II.

Memang sih tulisannya dalam bahasa Jerman, tapi setidaknya dengan melihat foto-foto era tersebut pun sudah dapat membuat para penggemar sejarah Nazi terpesona. Anda akan bisa melihat sendiri bagaimana "indahnya" foto-foto tersebut, dan bandingkanlah dengan keluaran sekarang!

BTW, edisi tahun 1940 berukuran lebih besar karena mempunyai halaman yang lebih banyak, sementara untuk "Der Adler" edisi 1942 hanya mempunyai 16 halaman saja (dikarenakan perang telah membuat kertas menjadi benda yang langka!). Tapi tenang saja, kualitas fotonya tetap FANTASTIS kok dan tidak berubah dari awal sampai akhir perang!





Free download DER ADLER edisi 1 Maret 1939 (5 MB)

Free download DER ADLER edisi 28 Maret 1939 (6 MB)

Free download DER ADLER edisi 8 Agustus 1939 (3 MB)

Free download DER ADLER edisi 16 April 1940 (4 MB)

Free download DER ADLER edisi 30 April 1940 (4 MB)

Free download DER ADLER edisi Juni 1940 (3 MB)

Free download DER ADLER edisi 11 Juni 1940 (10 MB)

Free download DER ADLER edisi 25 Juni 1940 (4 MB)

Free download DER ADLER edisi 9 Juli 1940 (4 MB)

Free download DER ADLER edisi 15 Oktober 1940 (42 MB)

Free download DER ADLER edisi 26 November 1940 (4 MB)

Free download DER ADLER edisi 6 Januari 1942 (2 MB)

Free download DER ADLER edisi 20 Januari 1942 (2 MB)

Free download DER ADLER edisi 3 Februari 1942 (2 MB)

Free download DER ADLER edisi 3 Maret 1942 (2 MB)

Free download DER ADLER edisi 17 Maret 1942 (2 MB)

Free download DER ADLER edisi 14 April 1942 (2 MB)

Free download DER ADLER edisi 26 Mei 1942 (15 MB)

Monday, September 13, 2010

Pertandingan Sepakbola Persahabatan Jerman - Inggris Beberapa Bulan Sebelum Pecahnya Perang Dunia II!

Kapal perang Schleswig-Holstein dalam sebuah kartu pos


Kedua tim sepakbola (Jerman dan Inggris) berfoto bersama sebelum pertandingan dimulai. Beberapa bulan kemudian mereka sudah menjadi musuh!


Lance-Corporal Harold Walford dari Clapham Road, Bedford, yang ikut dalam pertandingan sepakbola persahabatan dan kemudian ditangkap Jerman di Maginot Line


Oleh : Alif Rafik Khan

Selama minggu terakhir bulan Februari 1939, kapal perang Jerman "Schleswig-Holstein" mengadakan kunjungan resmi ke Falmouth di Inggris setelah berlayar selama empat setengah bulan dari Hindia Barat. Kapal tersebut merupakan buatan Jerman dari pra-Perang Dunia I yang masih tersisa, dan dikomandani oleh Fregattenkapitän Arnold Bentlage. Schleswig-Holstein telah digunakan sebagai kapal pelatihan bagi para kadet Angkatan Laut Jerman (Reichsmarine) pada tahun 1930-an, dan ketika dia berlabuh di Carrick Roads di Falmouth, ikut serta bersamanya 850 orang awak kapal termasuk 150 kadet pelaut.

Seorang perwira dari Duke of Cornwall Light Infantry mendapat undangan dari kapten kapal, dan kemudian dia dan para perwira Jerman merundingkan hubungan antara Jerman-Inggris yang saat itu mulai memanas. Tampaknya dalam banyak hal, mereka mempunyai pemahaman yang sama. Pembicaraan tersebut berlangsung dengan ringannya, dan diiringi dengan tawa disana-sini. Pada akhirnya, Bentlage setuju untuk mengirim 30 orang perwira dan pelautnya ke Bodmin (Cornwall, Inggris) dalam rangka kunjungan persahabatan, termasuk di antaranya adalah tim sepakbola kapal Schleswig-Holstein.

Salah satu di antara perwira yang turun ke daratan adalah Oberleutnant zur See Otto von Bülow (masih mempunyai hubungan saudara dengan jenderal terkenal Jerman dalam Perang Dunia I Karl von Bülow). Dia begitu menikmati pemandangan di sekitar Cornish, dan tak lama telah berkawan akrab dengan para anggota resimen depot Bodmin. Disana dia melihat permainan dart untuk pertama kalinya dan dengan penuh rasa penasaran bertanya apa kegunaannya. Ketika dijawab oleh orang-orang Inggris itu bahwa dart umumnya dipakai untuk latihan menembak target, von Bülow langsung terkagum-kagum dan segera memberikan salam hormatnya!

Tamu-tamu dari Jerman tersebut datang di depot dengan menaiki sebuah kereta kuda besar yang khusus disewa oleh konsulat Jerman. Mereka keluar dari kereta dengan seragamnya yang necis, dan tak lama kemudian sudah menggantinya dengan kostum sepakbola bergaris-garis. Sebagai kapten tim ditunjuklah Leutnant Bligh, yang terkenal dengan julukannya "Mutiny Bligh" (yang diambil dari nama laksamana Inggris terkenal William Bligh yang terlibat dalam peristiwa pemberontakan kapal "Bounty" di tahun 1700-an).

Setelah kedua tim berfoto bareng, perwakilan Jerman memberi sedikit cenderamata kepada tiap-tiap anggota tim Inggris dengan badge khusus, dan untuk depotnya sendiri dipersembahkanlah sebuah foto kapal Schleswig-Holstein berukuran besar yang ditandatangani langsung oleh kapten Bentlage.

Dan pertandingan pun kemudian dimulai! Tim DCLI Inggris bermain menyerang dengan gaya Inggrisnya yang khas, dan mereka berhasil mencetak gol di menit-menit awal. Sebelum berakhirnya babak pertama, datanglah hujan yang begitu derasnya sehingga mengubah lapangan sepakbola menjadi bagaikan lapangan lumpur ala Kalkuta di musim tropis. Keadaan diperparah dengan kencangnya angin menerpa, yang memberikan keuntungan kepada tim tamu. Tim Inggris sendiri tidak bisa menurunkan tim terbaiknya dalam pertandingan itu karena beberapa pemain yang sedang sakit.

Emang tim Jerman sudah kadung ngetop dengan julukan tim "panzer" yang terlambat panas, dan itu pun terbukti dalam pertandingan zaman Nazi ini! Tim dari Schleswig-Holstein mulai bangkit mengejar ketertinggalannya, dan berhasil mencetak tiga gol sehingga hasil akhir adalah 3-1 untuk keunggulan tim pendatang. Schleswig-Holstein memang tak diragukan lagi mempunyai tim yang bagus, meskipun tim depot Inggris pun patut mendapatkan pujian atas perjuangan mereka yang tak kenal lelah sepanjang pertandingan. Kiper tim Jerman ternyata adalah salah satu yang terbaik di negaranya, sementara sepakbola merupakan permainan favorit para awak kapal, sama seperti di kapal-kapal Kriegsmarine lainnya!

Setelah pertandingan usai, ke-30 anggota tim Jerman mendapat penghiburan dari tuan rumah dimana mereka pun diundang untuk berunjuk kebolehan bernyanyi di hadapan penonton Inggris. Tak dinyana disini pun anak buah Hitler tersebut menunjukkan kelebihannya dengan menampilkan sebuah paduan suara terlatih yang mempesona para pendengarnya! Akhirnya jam 7.30 malam para tamu dari Jerman kembali ke keretanya. Setelah bersalaman erat dan hangat sambil bersorak sorai di antara tuan rumah dan tamunya, orang-orang Jerman tersebut balik kembali ke kapal mereka.

Sementara itu Mayor Mercer dan Kapten Wetherell bersama dengan istrinya masing-masing ikut dalam jamuan perpisahan di Schleswig-Holstein bersama dengan British Legion cabang Falmouth. Mereka pun sama-sama dijamu dengan memuaskan dan menikmati pesta yang diadakan oleh kapten kapal. Seorang perwira pengantar dari DCLI menjadi tamu kehormatan dari Otto von Bülow, yang duduk di dekat sebuah lukisan besar Adolf Hitler. Para perwira Jerman tersebut begitu bersahabat dan tak ada tanda-tanda permusuhan sedikitpun, walaupun telah lama mereka begitu merindukan koloni-koloninya di Afrika dan Asia dikembalikan oleh Inggris.

Perbedaan pandangan yang paling kentara di antara pihak Jerman dan Inggris adalah, bahwa pihak Jerman percaya mereka bukanlah yang paling bertanggungjawab atas pecahnya Perang Dunia Pertama. Salah seorang Leutnant kapal bersikeras untuk menunjukkan "kantornya" kepada tamunya dari DCLI, dan sang perwira Inggris menjawab bahwa meja di kapal itu sama BUMPH-nya dengan apa yang telah dialami oleh Angkatan Darat Inggris dalam perang yang lalu! Sejak saat itu pihak Jerman mempelajari kata baru dari Inggris untuk penggunaan di masa depan: Bumph.

Malam mulai larut, dan pihak Inggris pun minta diri setelah jabat tangan yang hangat. Tak diragukan lagi kalau pesta ini begitu berkesan di kedua belah pihak. Kapten Schleswig-Holstein bersama dengan seluruh perwira dan awaknya berdiri di sisi kapal sambil memberi salam Nazi, sebagai perlambang persahabatan dan keramahtamahan.

Persahabatan itu tak bertahan lama, karena perang pecah tanggal 3 September 1939 setelah invasi Jerman ke Polandia 2 hari sebelumnya. Schleswig-Holstein sibuk membombardir pelabuhan Polandia di pantai Baltik, sementara DCLI Regiment berangkat ke Prancis untuk bersiap-siap menyongsong pasukan Jerman di Garis Maginot.

Tiga orang perwira Inggris ditangkap oleh Jerman di Garis Maginot, dan disiarkan oleh radio Berlin pada sore hari tanggal 6 Maret 1940. Salah satunya adalah Lance-Corporal Harold Walford dari Clapham Road, Bedford, yang ikut serta dalam pertandingan sepakbola persahabatan melawan awak kapal Schleswig-Holstein.


Sumber :
www.bills-bunker.privat.t-online.de
www.german-navy.de


Wednesday, September 8, 2010

Teropong Yang Digunakan Oleh Kriegsmarine Dalam Perang Dunia II

Teropong blc 7x50 yang merupakan teropong terbaik untuk dipakai kala matahari bersinar terik karena gambar yang dihasilkannya begitu terang


Para awak U-377. Pria berjanggut di sebelah kiri memakai teropong Zeiss 7x50 gas ocular. Teropong ini begitu istimewanya, bahkan dalam ukuran standar saat ini!


Kapitänleutnant Heinrich Hasenschar (kapten U-628) dengan teropong Zeiss 7x50 gas ocular tergantung di lehernya. Lensa ocular mempunyai ujung berbahan karet yang nyaman dipakai mata, sementara ocularnya sendiri mempunyai lebar 20mm


Para awak U-boat dalam acara pengujian kapal selam tipe XXI. Kita bisa melihat di leher salah satu perwira tergantung teropong Seitz yang dilengkapi dengan lapisan karet


Sebuah teropong "Slim Commander" utuh lengkap dengan kotak kayu penutupnya yang dilelang di e-bay. Harganya akan membuat anda menggadaikan tangan dan kaki sendiri saking mahalnya!


Buku "Militärische Ferngläser und Fehrnrohre in Heer, Luftwaffe und Marine" karangan Dr. Hans Seeger yang mengupas tuntas penggunaan teropong bagi pasukan Jerman dalam Perang Dunia II


Oberleutnant zur See Paul-Karl Loeser (pangkat terakhir: Kapitänleutnant) sedang santai ngudud dalam perjalanan bersama U-373 melalui Biscay. Teropong UZO terlihat tegak berdiri di tengah-tengah menara yang penuh sesak oleh jin ifrit eh manusia. Sebuah teropong Zeiss 7x50 terlihat menggantung di leher sang kapten yang hanya mengenakan kemeja dan pullover, bukti bahwa betapa tidak formilnya cara berpakaian bagi para awak U-boat.


Awak U-boat dengan teropong UDF. Teropong ini tahan air sampai kedalaman 30 kaki, mempunyai bentuk yang kukuh, dan jelas-jelas berat sehingga kita hanya bisa memegangnya hanya dalam waktu sebentaran saja! Selain itu, dia juga mempunyai filter internal dan biasanya diletakkan di firing platform yang digunakan untuk membantu penembakan torpedo. Dalam foto ini kita bisa melihat pengaruh cuaca yang tidak bersahabat sehingga menimbulkan karat pada platform teropong, sementara di latar belakang tampak awak lain yang menggunakan teropong mulus Zeiss. Perwira pertama yang kelihatan punggungnya doang juga mengenakan teropong, yang terlihat dari tali yang melingkar di bawah lehernya!


Teropong Zeiss 7x50 model kedua. Ketika pertama diperkenalkan, teropong Zeiss mempunyai penutup mata flip up yang sama dengan versi 8x60, tanpa tambahan proteksi dari karet. Model selanjutnya kemudian dilengkapi dengan penutup atas tahan air, penutup mata, dan penutup bumper. Semuanya terbuat dari karet


Teropong "Fat Commander" Zeiss 8x60 yang hanya digunakan oleh komandan U-boat. Teropong ini benar-benar berat, dan mempunyai kekuatan lensa yang maksimal (setidaknya pada saat itu). Pandangannya jauh lebih lebar dan tajam bila dibandingkan dengan versi 7x50. Hanya saja, beratnya yang tidak kireum-kireum membuat kebanyakan kapten U-boat lebih memilih 7x50!


Kapitänleutnant Kurt Petersen dengan teropong 8x60 tergantung di bahunya. Kapten U-boat kelahiran 20 September 1916 ini menyerahkan diri bersama dengan U-541 yang dikomandaninya di Gibraltar tanggal 12 Mei 1945 (berarti 5 hari setelah Jerman secara resmi menyerah!). Dalam foto ini kita bisa melihat penghargaan-penghargaan yang telah diraihnya: German Cross in Gold (13 Januari 1944), High Seas Fleet Badge (yang didapatnya saat masih bertugas di panzerschiff "Deutschland"), U-Boat Front Clasp, U-Boat War Badge, Iron Cross (1st dan 2nd class)


Berjaga-jaga dari serangan mendadak kapal udara di atas langit! Kartu pos masa perang ini hanya dijual di Spanyol, sementara yang dibawah dijual di Jerman


Kartupos yang memperlihatkan para awak U-boat dengan teropong mereka sedang menyisir cakrawala, sementara di latar belakang terlihat kepulan asap dari kapal korban yang baru saja dihantam torpedo


Contoh teropong "karet baja" Leitz yang sering disebut-sebut sebagai teropongnya U-boat, meskipun pada kenyataannya ia lebih banyak digunakan oleh para awak E-boat. Saat ini teropong asli yang masih tersisa dihargai rata-rata £450-500. Dia begitu nyaman untuk digunakan juga dipegang, meskipun lensanya yang tak dilengkapi dengan deksikator membuatnya rentan terhadap keburaman/kabut


Dua set teropong "karet baja" Leitz dengan dan tanpa penutup lensa. Teropong jenis ini mempunyai dua macam penutup: yang diputar dan dicopot (ingat Aqua?). Yang dicopot lebih disukai oleh para awak Kriegsmarine karena lebih praktis, sementara teropong versi yang diputar kebanyakan berakhir dengan hilangnya sang penutup, dan merupakan pertanda bahwa mereka tidak disukai karena terlalu ribet dan lama!



Contoh teropong Leitz 7x50 "Kaleng Tuna". Kita bisa melihat lambang elang Kriegsmarine yang terletak di bagian atas dari huruf "M", juga nomor seri dan huruf "T" dalam tanda kurung yang menunjukkan penggunaan lensa berlapis dan kekuatan optiknya: 7 x 50. Pembungkusnya biasa dinamakan dengan "bungkus topi" karena ukurannya yang besar


Seorang awak kapal selam sedang sibuk membersihkan teropong 7x50. Kotak kayu yang terlihat di bagian depan adalah penutup untuk teropong-teropong tersebut. Saat ini kotak jenis itu begitu sulit untuk didapat, dan kalaupun ada maka harganya pun akan begitu mahal! Kita bisa melihat dengan jelas karet pembungkus teropong di masing-masing setnya


Teropong Benutzer dengan bagian atas putih seperti tampak di foto sebelumnya


Obersteuermann Kronenbitter dari U-48 dengan kacamata hitam "cengdem" (goceng adem) yang sangat berguna untuk melihat di kejauhan manakala matahari bersinar begitu terangnya. Ini adalah kacamata khusus buatan Zeiss atau Leitz yang dilengkapi dengan pelindung mata di sekeliling lensa. Kacamata jenis ini banyak dikeluhkan oleh para awak U-boat karena kurang nyaman saat dipakai dan seringkali menimbulkan bekas berbentuk lingkaran di sekeliling mata


Dalam foto di atas kita bisa melihat penggunaan dari bermacam-macam teropong tipe awal perang. Perhatikan awak di tengah yang menggunakan satu set Leitz "Kaleng Tuna", sementara rekan di sebelah kanannya memegang satu set Zeiss ocular yang mulus. Bayangkanlah menggunakan teropong sambil memakai kacamata hitam demi menghindari matahari, betapa repotnya! Selain itu, kita bisa melihat pula begitu penuh sesaknya menara pengawas U-boat ini, padahal dalam kondisi normal yang nongkrong disana bisa lebih banyak lagi! Belum lagi dengan ditambah dengan adanya simpal DF (terikat pada casingnya), tabung periskop dan dudukan UZO. Yang jelas, Lothar-Günther Buchheim (yang bayangannya bisa dilihat di latar depan) telah mengambil foto "biasa" ini dengan begitu bersusah payah: sambil bergelantungan di kawat penyangga menara!


Bagian kanan dari foto yang sama, yang memperlihatkan teropong mulus Zeiss 7x50. Benda kecil yang tergantung di bawah teropong tersebut adalah "kapp" si pemakai yang direkatkan dengan menggunakan per ganda berbalut kulit. Benda ini merupakan buruan utama para kolektor karena begitu langkanya!


Bagaimana hal berubah begitu cepatnya... Teropong yang nongol di foto ini adalah Zeiss 7x50 Ubootglas berbahan logam campuran, bungkus karet untuk badan teropong bagian atas, dan sekrup khusus penyesuai fokus di atas teropong. Ukuran obyeknya akan tampak lebih besar karena pengaruh bumper karet berat. Dalam foto ini, kita juga bisa melihat penggunaan pelampung khas Luftwaffe, sistem peringatan radar awal, dan seorang awak dengan headphone yang berkomunikasi langsung dengan ruang kontrol


Oleh : Alif Rafik Khan

Kriegsmarine hanya menggunakan teropong jenis Leitz dan Zeiss saja, dan tidak yang lainnya.

Leitz - lebih sering terlihat sebagai teropong versi "Kaleng Tuna" dan variasi Porro II "baja karet" adalah yang paling banyak digunakan.

Teropong "Kaleng Tuna" Leitz (yang tidak mempunyai deksikator sehingga lensanya sering berkabut) merupakan teropong yang optiknya paling pas buat mata para awak U-boat dan kapal laut. Teropong jenis ini biasanya ditutupi oleh pelapis tambahan dengan warna kebanyakan adalah merah dan kuning.

Untuk teropong "baja karet" Leitz beda lagi. Meskipun sudah lebih maju dalam hal dilengkapi oleh deksikator plus tahan air dan benturan, tapi gambar yang dihasilkan tidaklah sebagus "U-Bootglas" blc atau cxn. Selain itu, para anggota Kriegsmarine sering "tertampar" oleh Leitz (beh) 8x60 ini ketika teropong tersebut sedang digantungkan (karena bahan karetnya yang lentur). Belum lagi bentuknya yang sedikit tidak biasa sehingga tidak bisa disejajarkan dengan teropong "gemuk" atau "kurus" lainnya keluaran Zeiss (blc) atau Busch (cxn) yang lebih populer.

Zeiss membuat teropong yang lebih baik dibandingkan Leitz karena sudah dilengkapi dengan deksikator yang membuat lensa bisa fokus terhadap obyek dan bisa diset sesuai dengan keinginan. Selain itu, kualitas tahan airnya juga lebih diakui dan biasanya dilengkapi dengan jaket pembungkus (sayangnya, saat ini tidak ada contoh yang tersisa).

Tapi tidak ada yang sempurna, masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihannya. Iya memang Zeiss lebih baik dibandingkan dengan Leitz dalam hal kejelasan gambar yang dihasilkan dan pengumpulan cahayanya, tapi hal ini tidak berlaku ketika keadaan begitu terangnya atau ketika teropong diarahkan ke "sektor matahari" di menara pengawas.

Intinya, dalam hal kualitas gambar optik, Zeiss memang tidak ada duanya (dan tetap berlanjut sampai sekarang!), tapi secara keseluruhan Leitz pun tidak jelek-jelek amat.

Ketika satuan U-boat mengeluarkan teropong khusus untuk para awaknya (seri "blc" dan "cxn"), hanya 8x60 yang telah dilengkapi dengan filter, sementara untuk yang lainnya maka awak menara pengawas harus menambahkan filter khusus untuk teropongnya manakala cuaca begitu terangnya.

Dalam hal optik pencari jarak, sebenarnya pabrikan Jerman telah menambahkan mekanisme filter yang sangat membantu, tapi teknologi ini hanya dipakai untuk teropong statis saja dan tidak pernah diterapkan kepada teropong genggam.

BTW, sebagian besar foto dalam postingan ini diambil dari tiga seri buku karangan Lothar-Günther Buchheim yang berjudul "U-Boot Krieg", "Die U-Boot Fahrer" dan "Zu Tode Gesiegt". Kalau anda masih belum ngeh sama orang ini, dia adalah wartawan perang Jerman dalam Perang Dunia II yang menginspirasi film "Das Boot"!

Teropong Zeiss 8x60
Ukuran: panjang 7 inci dan lebar 10 inci
Berat: 6 lb
Jarak pandang: 160 meter di jarak 1000 meter

Teropong Zeiss 7x50
Ukuran: panjang 6 inci dan lebar 9 inci
Berat: 3,5 lb
Jarak pandang: 128 meter di jarak 100 meter


Sumber :
www.panzergrenadier.net


Daftar-Daftar Nazi Jerman

  1. Daftar asosiasi veteran Jerman dalam Perang Dunia II
  2. Daftar ilmuwan Nazi Jerman
  3. Daftar keluarga kerajaan Jerman di Wehrmacht
  4. Daftar Komandan Panzertruppenschule (Sekolah Pasukan Panzer)
  5. Daftar Kriegsberichter Wehrmacht dalam Perang Dunia II
  6. Daftar menteri Kabinet Hitler (Reichsminister)
  7. Daftar tokoh Third Reich yang menganut agama Islam
  8. Daftar Website tentang Nazi Jerman

Daftar Jagoan-Jagoan Wehrmacht

  1. Daftar jagoan panzer Nazi Jerman
  2. Daftar jagoan U-boat Kriegsmarine
  3. Daftar jagoan udara Jerman
  4. Daftar jagoan udara Luftwaffe
  5. Daftar jagoan udara Luftwaffe dalam Pertempuran Britania
  6. Kisah-kisah heroik para Frontschwein (prajurit garis depan)