Monday, October 1, 2012

Foto 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen"

Lambang 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" (7th SS Volunteer Mountain Division Prinz Eugen) yang berbentuk Odal Rune. Nama divisi diambil dari bangsawan Habsburg Prinz Eugen von Savoyen (Prince Eugene of Savoy; François-Eugène de Savoie; atau Principe Eugenio di Savoia-Carignano) yang memerdekakan wilayah Banat dan Beograd dari cengkeraman pasukan Usmani (Ottoman) dalam Perang Austria-Turki tahun 1716-1718. Dari sejak pembentukannya pada bulan Maret 1942 s/d pembubarannya di bulan Mei 1945, Prinz Eugen mengalami beberapa kali perubahan nama: Freiwilligen-Gebirgs-Division (Maret 1942 - April 1942); SS-Freiwilligen-Division Prinz Eugen (April 1942 - Oktober 1942); SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division Prinz Eugen (Oktober 1942 - Oktober 1943); dan 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division Prinz Eugen (Oktober 1943 - Mei 1945)


 Ärmelstreifen (armband) dari Prinz Eugen, dari atas ke bawah: 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen"; SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 13 "Artur Phleps"; dan SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 14 "Skanderbeg"

-------------------------------------------------------------------------------------

-1942-

 Divisi Prinz Eugen dibentuk pada bulan Maret 1942 dengan anggotanya kebanyakan adalah Volksdeutsche (keturunan Jerman yang tinggal di luar negeri) dari wilayah Yugoslavia dan Banat (bagian dari Vojvodina). Foto di atas memperlihatkan Volksdeutsche anggota militer Yugoslavia yang menyerah saat Jerman menyerbu negara tersebut. Mereka memakai armband swastika di lengannya dengan tujuan agar bisa dilepaskan secepatnya dari kamp tawanan


 Etnis Jerman asal Kroasia, yang merupakan anggota Batalyon Disposisi dari SE "Prinz Eugen", bergerak melewati sebuah desa di Yugoslavia pada tahun 1942. Mereka mengenakan seragam Jerman dengan insignia layaknya SS - unit yang nantinya akan dimasuki oleh sebagian besar dari mereka, lebih tepatnya, pada divisi yang baru dibentuk yang mempunyai nama sama, Prinz Eugen (Divisi SS ke-7). Prajurit di belakang membawa serta senapan mesin tua ZB vz. 26 buatan Cekoslowakia, sementara sang perwira yang berjalan paling depan bersenjatakan senapan mesin MP 35 Jerman - yang memang banyak digunakan dalam peperangan melawan Partisan Yugoslavia. Perhatikan pula kendaraan tempur hasil modifikasi dengan bentuk tidak biasa yang ikut nongtot dalam foto ini. Hebatnya, kendaraan "antah berantah" ini nantinya mampu bertahan sampai akhir perang!


 Pelatihan para anggota 1.Kompanie / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 1 / SS-Freiwilligen-Division "Prinz Eugen" yang diselenggarakan di sebuah hutan yang berada di dekat desa Grebenac (Bela Crkva)/Deliblato, Banat/Yugoslavia, pada bulan Juni 1942. Komandan kompi ini, SS-Untersturmführer Michael Rittchen, terlihat sedang memberikan pidato pada para anakbuahnya. Deliblato sendiri terkenal sebagai wilayah berpasir terluas di Eropa



 Pada bulan Oktober 1942, II.Bataillon / SS-Gebirgsjäger-Regiment 2 / SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" tiba di kota Topola, Serbia, untuk mengadakan pelatihan tambahan bagi para anggotanya (pelatihan tersebut diselenggarakan di sebuah taman besar, yang juga sekaligus menjadi markas batalyon tersebut selama masa kehadirannya disana). Para prajurit menggunakan kesempatan ini untuk berfoto-foto di depan Monumen Karađorđe di Oplenac. Monumen tersebut menampilkan figur Karađorđe Petrović yang merupakan pendiri Kerajaan Serbia dan Yugoslavia. Foto bawah adalah kondisi monumen di saat ini, yang tongkrongannya tidak jauh berbeda dengan di bulan Oktober 1942 saat foto pertama diambil


Para prajurit dari I.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2 / SS-Freiwilligen-Division "Prinz Eugen" berlatih memanjat gunung di salah satu tempat di Serbia, bulan November 1942. Hanya beberapa minggu sebelumnya, dalam aksi tempur pertama mereka, batalyon ini sudah melakukan tindakan kekejaman terhadap warga sipil (termasuk diantaranya adalah yang terjadi di Kriva Reka, dimana mereka meledakkan sekelompok orang dalam sebuah gereja!). Foto ini terbilang langka karena memperlihatkan komandan mereka, SS-Sturmbannführer Richard Kaaserer (nongkrong di atas bebatuan tanpa mengenakan topi), yang nantinya tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kriminal paling buas di medan perang Yugoslavia dalam Perang Dunia II! Di luar dari kegiatan "rutin" menyiksa warga sipil tak berdosa, Kaaserer juga berulangkali menyiksa prajuritnya sendiri, dan pernah diajukan ke mahkamah militer SS karena masalah ini! Dia dituduh telah memukul, menendang dan mencambuk anakbuahnya saat pelatihan sedang berlangsung; menggilas salah satu dari mereka menggunakan kuda; menahan satu kompi penuh dalam posisi "siaga" dibawah terik matahari sampai beberapa diantaranya jatuh pingsan; dan bahkan menembak salah seorang diantaranya! Pengadilan SS menyatakan bahwa kekejiannya bersumber dari ketidakstabilan mentalnya (sesuatu yang dianggap bukan masalah serius) - dan Kaaserer diizinkan untuk melanjutkan karirnya di Yugoslavia, sampai akhirnya menjadi SS- und Polizeiführer (SSPF) Sandschak dengan pangkat SS-Oberführer. Sikap brutal serta memandang rendah terhadap anakbuahnya sendiri - yang kebanyakannya berasal dari kalangan petani - kemungkinan besar berimbas pada kekejaman batalyon pimpinan Kaaserer terhadap warga sipil yang mengikuti kemudian (seperti yang saama diketahui: kekerasan hanya akan berujung pada kekerasan lainnya). Bisa dibilang bahwa sang Bataillonkommandeur dan anakbuahnya adalah yang paling bertanggungjawab terhadap reputasi kriminal dari Divisi "Prinz Eugen", reputasi yang nantinya malah diperburuk oleh unit-unit lainnya, dan yang sampai sekarang dicatat dengan tinta hitam sejarah. Kaaserer menemui akhir hidupnya saat digantung di Beograd (Yugoslavia) pada bulan Januari 1947. Foto oleh SS-Kriegsberichter Homann


Natal pertama untuk SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen", Desember 1942. Meskipun Schutzstaffel (SS), sebagai sebuah organisasi pagan, pada dasarnya adalah penentang agama Kristen - tapi mereka tetap mengizinkan perayaan Natal bagi para anggota-anggotanya, karena begitu dalamnya agama ini berakar di benua Eropa (dan oleh sebab itu, untuk menghindarkan penyia-nyiaan potensi sumber daya manusia untuk dijadikan prajurit SS). Foto ini memperlihatkan saat beberapa orang anggota Prinz Eugen - yang sebagian besarnya diambil dari etnis Jerman yang tinggal di wilayah Banat, Eropa Tengah - merayakan secara sederhana Hari Natal pertama dan satu-satunya yang diadakan di masa tenang, sebelum keberangkatan menuju operasi tempur tanpa henti di wilayah Yugoslavia. Wajah-wajah mereka sudah menunjukkan ekspresi kerinduan yang teramat dalam terhadap kampung halaman, tempat dimana sebagian besar dari mereka tak akan pernah kembali pulang kepadanya

-------------------------------------------------------------------------------------

-1943-

Fertigmachen (bersiap-siap)! Para prajurit dari 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" siap sedia untuk bertempur setelah menerima perintah untuk menyerang dalam Unternehmen Landstrum, sebuah operasi anti-Partisan yang dilancarkan di Omiš, Ploce dan Biokovo (Wilayah Dalmatia, Kroasia), tanggal 14 Oktober 1943. Masing-masing dari mereka membawa sabuk peluru untuk senapan mesin. Foto oleh Kriegsberichter Kemps. Tak ada wajah ceria atau bersantai dalam foto di atas karena mereka tahu mereka bisa kehilangan nyawa dalam operasi ini!


  Unternehmen Herbstgewitter (Operasi Hujan Musim Gugur): Dengan menggunakan perahu Dubrovnik tua "Orsan" (berasal dari Italia, buatan tahun 1896), para anggota 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" bersama dengan pasukan Penjaga Tanah Air Kroasia berlayar bersama menuju semenanjung Pelješac, dimana mereka akan bertempur melawan Partisan (NOVJ) dari Brigade Dalmatia ke-13. Pertempuran yang terjadi berlangsung sesengit yang diperkirakan, dan karenanya pula penggunaan tanda pangkat dalam tubuh Divisi Prinz Eugen untuk sementara ditiadakan (disebabkan begitu banyaknya para perwira yang terlibat langsung dalam mengarahkan prajurit mereka, dan resiko tinggi bila terlihat oleh sniper musuh. Bahkan komandan divisi, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Carl von Oberkamp, ikut pula untuk memimpin langsung anakbuahnya). Dalam fase pertama pertempuran, Divisi Prinz Eugen menderita korban dalam jumlah yang signifikan: satu batalyon musnah, salah satu komandan batalyon tertangkap dan dieksekusi, dan Oberkamp - yang terlalu lemah untuk melanjutkan tugasnya - meminta untuk diizinkan cuti ditengah-tengah pertempuran! Jabatan komandan divisi kemudian untuk sementara diambil alih oleh SS-Standartenführer August Schmidhuber. Karena begitu luarbiasanya kegigihan yang ditunjukkan oleh para etnis Jerman asal Yugoslavia yang terlibat dalam pertempuran tersebut, Hitler yang terkesan lalu memerintahkan agar salah satu dari mereka diangkat menjadi komandan baru dari kompi pertama pengawal SS pribadinya - yang merupakan sebuah kehormatan besar dan pengakuan tertinggi! Foto diambil oleh Kriegsberichter Dach pada tanggal 23 Oktober 1943


 Para awak panzertruppen dari 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" di depan tank mereka, Panzerkampfwagen B2 740(f) yang merupakan nama Jerman untuk tank Prancis Char B1 hasil rampasan dalam perang tahun 1940. Tampaknya ini adalah sebuah Flammwagen auf Panzerkampfwagen B-2(f), yang terlihat dari tambahan lubang intip di atas senjata penyembur api (flammenwerfer) di kubah yang menggantikan fungsi meriam 75mm yang biasanya terdapat disana. Tercatat sebanyak 60 buah tank Char B1 yang dikonversikan sedemikian rupa


 Para prajurit Prinz Eugen bersiap untuk menaikkan keranjang yang berisi amunisi dan peralatan perang ke punggung keledai dan kuda yang telah menunggu. Mereka tampaknya akan melakukan patroli ke wilayah pegunungan Balkan yang memang membutuhkan binatang-binatang pembawa beban semacam di atas


 "Vorwärts, Kradschützen!" Anggota unit SS-Kradschützen-Bataillon 7/7.SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" dengan motor BMW R75 mereka. Motor paling depan mendapat tambahan simbol Prinz Eugen di bagian sespan. Di sespan yang sama terdapat pula alat kontrol pengatur lampu lalulintas belakang yang menandakan bahwa iring-iringan di atas merupakan bagian depan dari unit pengintai yang lebih besar


 Perjalanan yang melelahkan melintasi bukit karang terjal di ketinggian Tusinja. Untuk menarik senjata dan amunisi digunakan binatang kuda, bagal, atau keledai karena mobil atau motor tidak bisa diharapkan mengarungi medan bergunung-gunung seperti yang banyak terdapat di wilayah Balkan. Itu pula yang menjadi sebab utama kenapa divisi-divisi SS yang ditugaskan di tempat ini merupakan divisi gunung dan bukannya panzer, kavaleri, atau panzergrenadier


 Para perwira SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" dalam sebuah diskusi militer yang diadakan di Nikšić (Montenegro), tanggal 2 Juni 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Artur "Papa" Phleps (mantan Kommandeur SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" yang sedang menunggu pengesahan menjadi Kommandierender General V. SS-Gebirgskorps), SS-Obersturmbannführer Otto Bayer (Chef Stabs-Abteilung VI [Weltanschauliche Schulung und Truppenbetreuung] SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen"), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Carl Reichsritter von Oberkamp (ngudud cerutu di belakang Bayer, Kommandeur SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen"), dan SS-Oberführer Otto Kumm (Ia Erster Generalstabsoffizier SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen")


  Fall Schwarz, 15 Mei s/d 16 Juni 1943: SS-Sturmbannführer Bernhard Dietsche (kedua dari kiri, Kommandeur II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2 / SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen") berbincang-bincang dengan Letnan-Dua S. Samardžić (kedua dari kanan, Komandan sebuah brigade Chetnik) di sebuah tempat di Bosnia-Herzegovina (Yugoslavia). Di tahun itu Samardžić tertangkap oleh pasukan Jerman dan ditawan di Penjara Zenica - meskipun pada akhirnya dia berhasil meloloskan diri tak lama kemudian


Foto ini diambil dari buku "Vorwärts, Prinz Eugen!" karya Otto Kumm (halaman 314), dan memperlihatkan parade kendaraan perang milik SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen", yang dilangsungkan di jalanan kota Mostar, Bosnia-Herzegovina (Yugoslavia), pada tanggal 8 Juli 1943, tak lama setelah kesuksesan "Fall Schwarz" (Case Black), operasi anti-Partisan di tenggara Bosnia. Foto ini memperlihatkan sebuah Sd.Kfz.7 mittlerer Zugkraftwagen 8t milik SS-Freiwilligen-Gebirgs-Artillerie-Regiment "Prinz Eugen", yang sedang melintasi jalan Kralja Petra (asalnya bernama Franca Jozefa. Kini bernama Mostarskog Bataljona), menuju ke arah jembatan yang mempunyai nama sama. Foto ini sendiri diambil diantara Hotel Neretva dan fasilitas spa kota Mostar. Bangunan apotik terkenal di kota tersebut terlihat di latar belakang


 Unternehmen "Achse" dan "Gaiseric": unit-unit lapis baja dari SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" dan Grenadier-Regiment 92 bergerak melewati jalanan kota Split (Kroasia) yang baru direbut dari tangan pasukan Italia. Foto ini diambil dari kendaraan tempur milik Grenadier-Regiment 92, dan memperlihatkan sebuah tank Hotchkiss H39 milik kompi lapis baja Prinz Eugen. Foto diambil oleh Kriegsberichter Dr. Gruber pada tanggal 27 September 1943. Tank Hotchkiss H35/39 hasil rampasan dari Prancis banyak digunakan oleh unit-unit Jerman di Yugoslavia, terutama oleh Divisi SS Prinz Eugen, 12. Panzer-Kompanie z.b.V. dan I.Abteilung / Panzer-Regiment 202


 Para perwira 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" di Yugoslavia tahun 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Walter Schmidt (2. Generalstabsoffizier), SS-Sturmbannführer Ernst Biesemeyer (Divisionsintendant), dan SS-Hauptsturmführer Eggert Neumann (1. Ordonnanzoffizier). Schmidt memegang plakat yang bertuliskan kutipan kata-kata terkenal penyair Jerman Johann Christoph Friedrich von Schiller: "Kann ich Armeen aus der Erde stampfen? Wächst mir ein Kornfeld auf der flachen Hand?" (Dapatkan aku menginjak-injak para tentara dari tanah? Menumbuhkan ladang jagung dari telapak tangannya?), sementara Neumann bertuliskan: "Was stört es den Mond - wenn ihn der Hund anbellt..." (Apa yang telah mengganggu bulan, saat anjing menyalak padanya). Foto oleh SS-Kriegsberichter Dürr



 Para anggota dari III.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 14 "Skanderberg" / 7.SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" memberi salam hormat Nazi di depan makam rekan-rekan seperjuangan mereka yang terbunuh oleh kelompok Partisan (NOVJ) dalam pertempuran di dekat desa Duboštica (Vareš), yang berlangsung pada hari Natal tanggal 25 Desember 1943 - sebagai bagian dari Unternehmen Schneesturm (Operasi Badai Salju). Hanya berselang dua tahun kemudian, sebagian besar dari orang-orang ini juga akan terkubur di dalam tanah saat Natal menjelang. Mereka-mereka yang beruntung bertahan hidup - biasanya dipersiapkan untuk menjalani pengadilan penjahat perang - merayakan Hari Natal di dalam penjara secara sederhana. Berikut ini adalah pengalaman semacam tersebut yang berasal dari penuturan Wilhelm Ebeling, seorang perwira dari Divisi SS Handschar, yang termuat dalam buku "Vorwärts, Prinz Eugen!" karya Otto Kumm: "Seorang bintara Yugoslavia yang baik hati mendapat giliran jaga di malam ini. Kami mengajukan izin kepada dia untuk menyanyikan beberapa buah lagu dan menggunakan lampu penerang lebih lama dari biasanya. Dia dengan murah hati memberikan izin. Lalu mulailah perayaan Natal kami. Saat itu kami tidak punya lilin, apalagi ranting pohon pinus... kami lalu menyanyikan beberapa buah lagu Natal... yang dilanjutkan dengan pertukaran 'hadiah'. Para senior telah mempersiapkan beberapa buah roti jagung di hari sebelumnya. Roti tersebut diberikan kepada para prajurit yang lebih muda, yang sekarang memakannya dengan lahap sambil mengklaim bahwa rasanya bagaikan kue madu terbaik! Beberapa batang rokok juga turut 'hadir' di dalam sel, entah darimana datangnya, dan benda berharga tersebut dibagikan secara adil. Tak lama kemudian terdengar perintah dalam bahasa Serbia, 'Tišina!' (diam), dan lampu penjara pun mati". Foto oleh SS-Kriegsberichter Hugo Kemps

-------------------------------------------------------------------------------------

-1944-

 Foto ini memperlihatkan saat seorang perempuan anggota Partisan yang tertangkap oleh Jerman, Rajna Radić, mengkhianati rekan seperjuangannya dengan memberikan informasi kepada para penangkapnya. Berdasarkan sumber propaganda Jerman, dia bahkan menawarkan diri untuk memperlihatkan lokasi persembunyian teman-temannya dengan berkata: "Disanalah mereka, di lembah itu. Aku akan menunjukkannya sendiri pada kalian!" Rajna Radić tertangkap oleh prajurit-prajurit dari 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" (di sebelah kiri) dan Grenadier-Regiment 92 (di belakang, memakai tropenmütze). Foto diambil pada tahun 1944 di wilayah Bosnia-Herzegovina (Yugoslavia)



 Operasi anti-gerilyawan (Partisanenkrieg) yang digelar oleh Divisi Prinz Eugen di Balkan

--------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

SS-Obersturmbannführer der Reserve Eggert Neumann (30 Desember 1912 — 25 Mei 1970) adalah perwira dari 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 3 November 1944 sebagai Kommandeur SS-Gebirgs-Aufklärungs-Abteilung 7 "Prinz Eugen". Selain itu, dia juga mendapat Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Juli 1940) dan I.Klasse (19 Juli 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen I.Stufe (23 Maret 1942); Infanterie-Sturmabzeichen (1 Juni 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (26 September 1942); dan Deutsches Kreuz in Gold (18 Desember 1944). Foto oleh SS-Kriegsberichter Dürr

--------------------------------------------------------------------

SS-Obersturmbannführer Ernst Biesemayer (15 September 1898 - September 1953) adalah Divisionsintendant 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" yang merupakan mantan perwira KL (Konzentrationsleger) Oranienburg sewaktu masih menjadi anggota SS-Totenkopf-Standarte 2 "Brandenburg" pada tahun 1938. Pemilik nomor keanggotaan SS 292 856 ini bertugas terakhir kali sebagai IVa Versorgungsoffizier (Beamter) di V. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Korps. Dia meninggal dalam tahanan Rusia tahun 1953. Foto oleh SS-Kriegsberichter Dürr


SS-Sturmbannführer Rudolf "Rudi" Ihrig (lahir tanggal 8 September 1906 di Frankfurt) adalah komandan unit tank lapis baja satu-satunya yang dimiliki oleh Divisi SS Prinz Eugen, SS-Panzer-Kompanie 7 "Prinz Eugen", yang mesin-mesin perangnya merupakan tank hasil rampasan dari Prancis dan terdiri dari empat Zug (Peleton). Dengan nomor keanggotaan SS 382 530, Ihrig memulai karir perwira militernya sebagai SS-Untersturmführer di 3.Kompanie / SS-Panzerjäger-Abteilung 3 "Totenkopf" di bulan Juli 1941, dilanjutkan dengan menjadi SS-Hauptsturmführer dan Chef SS-Panzer-Kompanie 7 "Prinz Eugen" bulan Maret 1942, ditempatkan sebagai Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 105 bulan November 1943 dan dipromosikan menjadi SS-Sturmbannführer tanggal 30 Januari 1944, serta menjadi perwira staff di SS-Führungshauptamt (SS-FHA) bulan Oktober 1944. Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern; serta Panzerkampfabzeichen


 Foto yang memperlihatkan SS-Obersturmführer Josef "Sepp" Niedermayer (22 Mei 1912 - 1975) ini diambil bulan Februari/Maret 1943. Pangkat terakhir Niedermayer adalah SS-Sturmbannführer, sementara posisi terakhirnya adalah Kepala Staff dari 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen". Yang menarik dari foto di atas adalah SS Runen Abzeichen (runik SS) di seragamnya yang berada tepat di bawah Infanterie-Sturmabzeichen in Silber. Medali ini pertama kali diperkenalkan tanggal 16 Januari 1937 untuk dikenakan oleh para mantan anggota Allgemeine-SS serta anggota Ordnungspolizei yang mempunyai keanggotaan SS. Pada bulan Juli 1943 penggunaan runik SS ini diperluas lagi dan mencakup semua anggota penuh SS yang bertugas di salah satu unit Waffen-SS yang anggotanya kebanyakan diambil dari non-Jerman dan di seragamnya tidak disertai kragenspiegel "SS" (contohnya adalah 4. SS-Polizei-Panzergrenadier-Division, 7. SS-Freiwillingen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen", 11. SS-Freiwillingen-Panzergrenadier-Division "Nordland", dan 13. Waffen-Gebirgs-Division der SS "Handschar"). Niedermayer sendiri mengabdi di 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" dari sejak tahun 1943 s/d 1945 dalam berbagai posisi administratif. Ketika Herbert Wachsmann terbunuh di wilayah Nish musim gugur 1944, Niedermayer menggantikan posisinya sebagai Ia Erster Generalstabsoffizier (Führung und Ausbildung) de facto Chef des Stabes sampai dengan akhir perang. Dia mampu lolos dari ekstradisi ke Yugoslavia setelahnya dan meninggal dengan tenang tahun 1975



SS-Sturmbannführer Walter Schmidt adalah Ia Erster Generalstabsoffizier (Führung und Ausbildung) de facto Chef des Stabes dari 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" yang dianugerahi Order of the Crown of King Zvonimir 2nd class. Dua pita yang tumpang-tindih di kancing bajunya adalah pita Kriegsverdienstkreuz II klasse mit Schwertern (bawah) dan Eisernes Kreuz II klasse. Menariknya, dia juga menampilkan Badge of Honor of the Bulgarian Infantry di bawah Kriegsverdienstkreuz I klasse mit Schwertern. Ada satu orang lagi di Divisi "Prinz Eugen" yang wajahnya luar biasa mirip, dan juga pangkatnya: SS-Sturmbannführer Josef "Sepp" Schwörer. Foto oleh SS-Kriegsberichter Dürr


Sumber :
Buku ""Mountain Troops of the Waffen-SS" karya Roland Kaltenegger
Buku "Totenkopf und Edelweiß: General Atrur Phleps und die südosteuropäischen Gebirgstruppen der Waffen-SS 1942-1945" karya Roland Kaltenegger
Buku "Vorwärts Prinz Eugen" karya Otto Kumm
Foto koleksi NARA Archives
Foto koleksi pribadi Ivan Ž.
Foto koleksi pribadi Thomas E. Nutter
www.bandenkampf.blogspot.com

Schwere SS-Panzer Abteilung 101/501


Sebuah Königstiger dengan turmnummer 105 yang dikomandani oleh SS-Obersturmführer Jürgen Wessel dari schwere SS-Panzer-Abteilung 501 teronggok tak berdaya Rue Haut Rivage, Stavelot, Belgia, tanggal 18 Desember 1944. Tank raksasa ini ditinggalkan oleh awaknya setelah terkena tembakan senjata anti-tank. Supirnya terpaksa menabrakkannya ke sebuah rumah dan membuatnya tidak berfungsi sebelum ditinggalkan



Oleh : Alif Rafik Khan

Schwere SS-Panzer-Abteilung 101 dibentuk bulan Juli 1943 yang anggotanya diambil dari para kader  SS Panzer Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" dan ditempatkan sebagai bagian dari I SS Panzerkorps Leibstandarte Adolf Hitler.

Pada awalnya dia berada di bawah komando 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" dan dikirim ke Italia bulan Agustus 1943. Dua dari kompinya kemudian dikirimkan ke Front Timur dan tetap berada disana sampai bulan April 1944.

Setelahnya, schwere SS-Panzer Abteilung 101 ditugaskan sebagai bagian dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" dan bertempur melawan pasukan Sekutu di Normandia dengan menderita korban besar.

Batalyon tank berat ini lalu dilengkapi dengan tambahan tank-tank dari jenis Panzerkampfwagen VI Tiger II (Köningstiger) bulan September 1944 dan dinamai ulang sebagai schwere SS-Panzer-Abteilung 501.

501 ikut bertempur dalam Ofensif Ardennes (Battle of the Bulge) yang gagal sebelum dikirim ke Front Timur sebagai penugasan terakhirnya.


Komandan
SS-Sturmbannführer Heinz von Westerhagen (19 Juli 1943 - 8 November 1943)
SS-Obersturmbannführer Karl Leiner (9 November 1943 - 13 Februari 1944)
SS-Obersturmbannführer von Heinz Westerhagen (13 Februari 1944 - 20 Maret 1945)
SS-Sturmbannführer Heinz Kling (20 Maret 1945 - 8 Mei 1945)

Wilayah Operasi
Italia (Agustus 1943 - Oktober 1943) 
Front Timur (Oktober 1943 - April 1944) 
Prancis (April 1944 - September 1944) 
Jerman (September 1944 - Desember 1944)
Ardennes (Desember 1944 - Januari 1945) 
Front Timur (Januari 1945 - Mei 1945)

Kampanye      Tank baru      Transfer masuk      Transfer keluar      Korban      Tipe tank 
Front Barat               51                            0                                       6                        45                Tiger I 
Front Timur               37                           0                                       6                         31               Tiger II

Peraih Medali Bergengsi
Peraih Deutsches Kreuz in Gold (3)
1. Amselgruber, Thomas, 14.02.1945, SS-Untersturmführer d.R., 3./s.SS-Pz.Abt. 501
2. Brandt, Jürgen, 13.01.1945, SS-Oberscharführer, s.SS-Pz.Abt. 501  
3. Rabe, Dr. Wolfgang, 14.11.1944, SS-Hauptsturmführer, s.SS-Pz.Abt. 101
Peraih Deutsches Kreuz in Silber (tidak ada)
Peraih Ehrenblattspange der Waffen-SS (1)
1. Philipsen, Johannes, 15.08.1944, SS-Obersturmführer, 1./s.SS-Pz.Abt. 101
Peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (1) (1 Schwerter)
1. Wittmann, Michael [71. Sw] 22.06.1944 SS-Obersturmführer Chef 2./s.SS-Pz.Abt 501



Anggota yang menonjol
SS-Sturmbannführer Heinrich "Heinz" Kling (umumnya mendapat kredit 51 tank yang dihancurkan, tapi jumlah pastinya tak diketahui)
SS-Untersturmführer Karl-Heinz "Bobby" Warmbrunn (umumnya mendapat kredit 57 tank yang dihancurkan, tapi jumlah pastinya tak diketahui)
SS-Obersturmführer Helmut Wendorff (umumnya mendapat kredit 84 tank yang dihancurkan, tapi jumlah pastinya tak diketahui)
SS-Hauptsturmführer Michael Wittmann (umumnya mendapat kredit 138 tank yang dihancurkan, tapi jumlah pastinya tak diketahui)
SS-Oberscharführer Balthazar "Bobby" Woll (umumnya mendapat kredit 100+ tank yang dihancurkan, tapi jumlah pastinya tak diketahui) 


Sumber :

Foto Kendaraan Rampasan


General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) duduk di atas atap "Max", sebuah kendaraan tempur AEC Inggris hasil rampasan, bersama dengan kompatriotnya dari Italia. Foto ini kemungkinan besar diambil di musim panas tahun 1941, saat Rommel sedang semangat-semangatnya mengusir pasukan Inggris dari Libya. Berdiri menunggu di samping "Max" di sebelah kanan adalah ajudan Rommel, Major Hans-Joachim Schraepler. Salah satu tugas tidak resmi Schraepler sebagai ajudan adalah membalas surat-surat para fans Rommel dari seantero Jerman yang berdatangan ke markas Afrikakorps, seiring dengan berita kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh "Der Wüstenfuchs" di medan perang Afrika Utara. Schraepler sendiri secara tragis terbunuh pada tanggal 9 Desember 1941 di dekat Derna, Libya. Penyebabnya: terlindas secara tidak sengaja oleh "Max" saat melakukan gerak mundur taktis demi menghindari perangkap kepungan serangan balasan Inggris (yang dikenal dengan nama Operation Crusader)! Di bulan yang sama, Rommel juga kehilangan dua orang jenderalnya yang gugur dalam pertempuran: Generalmajor Walter Neumann-Silkow (Kommandeur 15. Panzer-Division) dan Generalmajor Max Sümmermann (Kommandeur 90. leichte-Afrika-Division). Dalam catatan hariannya, Rommel mengakui bahwa Desember 1941 adalah bulan tersedih yang dijalaninya selama kampanye militer Jerman di Afrika Utara...


 Paratrooper dari 502nd PIR (Parachute Infantry Regiment)/101st Airborne Division "Screaming Eagles" menaiki mobil VW tipe 82 "Kübelwagen" hasil rampasan di persimpangan jalan Holgate dan RN 13 (yang kemudian dinamai sebagai 101st Airborne Street) di Carentan, Normandia, Prancis, tanggal 14 Juni 1944


 Pasukan Jerman memeriksa sebuah tank KV-1 model 1939 di musim panas 1941. Kubahnya telah dihantam 14 kali oleh tembakan terarah peluru 3,7cm atau 5cm, dan juga efek dari ledakan bisa dilihat di bagian lambungnya. Dahsyatnya, tak ada satupun dari peluru tersebut yang mampu menembus lapisan baja tank tersebut! Dalam situasi seperti ini hanya determinasi tinggi dari grup tempur infanteri jarak dekat atau meriam Flak 88mm yang mampu membungkam si "monster darat" Soviet tersebut. Tank KV-1 di atas bersenjatakan meriam Machanov L-11 7,62cm


 
Wilayah Leningrad tahun 1942: para anggota SS-Polizei-Division berfoto bersama di depan sebuah tank T-26C Rusia dengan kubah berbentuk kerucut yang merupakan hasil rampasan. Tampaknya mereka merupakan grup patroli dengan senjata yang telah siap-sedia, termasuk stielhandgranate yang diselipkan di ikat pinggang. Di stahlhelm mereka bertengger Mückenschleier (Jaring Anti-Serangga-Nyamuk/Mosquito Nets)


Panzerjäger Tiger Ausf.B mit 12,8cm PaK 44 L/55 "Jagdtiger"(Sd.Kfz.186) Nr. 331 dari schwere Panzerjäger-Abteilung 653 diinspeksi oleh prajurit Amerika dari 10th Armored Division tak lama setelah dia ditinggalkan oleh awaknya di Landauer Strasse (Neustadt an der Weinstrasse) tanggal 23 Maret 1945. Jagdtiger satu ini dikomandani oleh Leutnant Kasper Geoggler yang juga merupakan Komandan Kampfgruppe ketiga dari 3.Kompanie / sPzJg.Abt.653. Geoggler mempunyai saraf bagaikan baja dan sangat berambisi untuk membuktikan ketangguhannya dalam pertempuran. Dia telah dianugerahi dengan Deutsches Kreuz in Gold tanggal 10 Mei 1943 saat bertempur di Front Timur, dan telah menghancurkan beberapa tank musuh sebelum konfrontasi di Neustadt. Pada tanggal 22 Maret 1945 Geoggler menjadi komandan dari tiga buah Jagdtiger (termasuk punya dirinya) dan dia menempatkan mereka pada posisi yang strategis untuk menyergap musuh di utara Neustadt. Disana dia bisa melihat setiap jalan dari luar yang mengarah ke kota. Dari posisi yang terkamuflase dengan baik, tiga buah Jagdtiger tersebut menghadapi konvoy berpuluh-puluh tank Amerika. Tank pertama dan terakhir mendapat hantaman pertama sehingga membuat konvoy menjadi macet. Di tengah kepanikan musuh, Geoggler dan Jagdtiger temannya menghabisi kendaraan perang yang tersisa. Tank-tank Sherman dan M10 Amerika membalas tembakan Jagdtiger Jerman, tapi usaha mereka sia-sia belaka karena begitu tebalnya lapisan baja yang diusung oleh Jagdtiger. Meskipun dua buah Panzerjäger (Pemburu Tank) Jerman (No. 331 dan No. 323) terkena lebih dari 10 tembakan tepat sasaran, tapi mereka masih mampu untuk mundur ke Neustadt. Setelah pertempuran usai, tidak kurang dari 25 tank Amerika yang terkonfirmasi musnah, sementara beberapa awak Jagdtiger sendiri hanya menderita luka ringan!

Sumber :
Buku "Tiger" karya Thomas Anderson
Foto koleksi Jim Haley

www.flickr.com
www.instahlgewittern.com
www.mikle1.livejournal.com
www.wehrmacht-awards.com