Saturday, January 4, 2014

Wettertafel (Tabel Cuaca)





Oleh: Alif Rafik Khan

Wettertafel (Tabel Cuaca) adalah sejenis armband yang diikatkan di lengan para pilot Luftwaffe untuk membantu mereka mengetahui kondisi cuaca saat terbang. Seperti namanya, di armband ini tertulis daftar cuaca selama satu bulan penuh di setiap lokasi operasional, lengkap dengan suhu serta kecepatan angin rata-rata. Anehnya, tabel semacam ini tampaknya hanya dikenakan oleh para Jagdflieger (pilot pemburu) dan tidak pernah terlihat dikenakan oleh pilot-pilot Kampfflieger (pilot pembom) atau Stukaflieger (pilot pembom tukik).


Sumber :

---------------------------------------------------------------------------------














Thursday, January 2, 2014

Foto Junkers Ju 87 "Stuka"

Jarang terdapat foto yang memperlihatkan pesawat Junkers ju 87 A dari “Legion Condor” yang, berdasarkan buku-buku keluaran Jerman tentang unit tersebut di masa Perang Saudara Spanyol, tidak pernah disebutkan keberadaannya! Hanya terdapat tiga buah Ju 87 A yang biasa dinamakan sebagai “Jolanthe-Kette” (berdasarkan emblem babi “Jolanthe-Schwein”) yang disebut-sebut digunakan sebagai bahan percobaan pesawat pembom tukik terbaru Jerman. Ketiga buah pesawat tersebut tiba di Spanyol pada tanggal 15 Januari 1938, dimana identitasnya telah banyak orang tahu: 29●2 Unteroffizier Bartels/Unteroffizier Fleisch, 29●3 Leutnant Gerhard Weyert /Unteroffizier Göller, dan 29●4 Leutnant Hermann-Josef Haas (Kettenführer)/Feldwebel Kramer. Semua awaknya diambil dari 11.Staffel/Lehrgeschwader 1 (LG 1) dan hanya pernah menerbangkan Ju 87 A beberapa bulan saja sebelum tiba di Spanyol! Pada kenyataannya, cuma Ju 87 A 29●5, 29●6, dan 29●7 yang melakukan misi tempur, dengan dua yang terakhir dari bulan Juli 1938 dan seterusnya. Tak banyak yang diketahui mengenai Ju 87 A 29●5 dalam foto ini

---------------------------------------------------------------------------

General der Panzertruppe Erwin Rommel (Befehlshaber Panzergruppe "Afrika") bersiap-siap untuk menikmati rasanya terbang, saat dibantu duduk di jok penembak senapan mesin sebuah pesawat pembom tukik Junkers Ju 87B "Stuka" milik Hauptmann Kurt Kuhlmey (Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 1). Yang membantu sang jenderal bersiap-siap tidak lain adalah Leutnant Hans-Joachim Marseille (Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 27), yang nantinya menjelma menjadi pilot pemburu terbaik Jerman dalam kancah pertempuran di Afrika Utara. Foto ini diambil pada bulan November 1941, dalam kunjungan pertama Jenderal Rommel ke markas Jagdgeschwader 27 (JG 27). Dikisahkan bahwa Marseille dan Rommel saling bertukar cerita mengenai insiden yang terjadi beberapa waktu sebelumnya, dimana pilot Australia Clive "Killer" Caldwell telah dengan sengaja menembak seorang pilot JG 27 yang sedang melayang dengan parasutnya. Kuhlmey, yang ikut hadir, juga menyatakan bahwa anakbuahnya turut menyaksikan insiden tersebut, sebuah hal yang dianggap sebagai perbuatan yang kontroversial di kancah peperangan Afrika Utara yang dikenal "bersih"


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002
www.heatonlewisbooks.com

Foto Messerschmitt Me 210

Sebuah Messerschmitt Me 210 dengan marking unit “1E+JC” (Werknummer 120013). Sampai dengan saat ini, marking “1E” diperuntukkan bagi Ergänzungsstaffel Zerstörergeschwader 1. Dalam hal tersebut seharusnya huruf keempatnya adalah “E”, sementara pesawat di atas berhuruf “C”. Hal ini menandakan bahwa dia berasal dari Stab II. Gruppe. Kemungkinan bahwa dia dipindahtangankan dari Ergänzungsgruppe ke II./ZG 1 dan hanya huruf terakhirnya yang dirubah. Pita badan kuning memperkuat teori ini karena II./ZG 1 merupakan satu-satunya unit Me 210 yang beroperasi di Front Timur (mereka beroperasi dari Januari s/d Maret 1942 dan berpangkalan di Briansk). Perhatikan pula ukuran berbeda-beda dari huruf markingnya. Huruf pesawat “J” kemungkinan berwarna hijau


 
Kemungkinan besar karena “lunaknya” benteng karung goni ini sehingga membuat pesawat Messerschmitt Me 210 A-1 “2N+LT” werknummer 0205 (gelb L) dari 9.Staffel / Zerstörergeschwader 1 (ZG 1) tidak menderita lebih dari 40% kerusakan. Pesawat tersebut mendarat darurat dengan sebab yang tidak diketahui saat sedang tinggal landas tanggal 4 Maret 1943 di Gerbini. Kalau saja pagar benteng dalam foto ini terbuat dari bahan yang lebih keras, maka bisa dipastikan para awaknya tidak akan seberuntung itu! Me 210 di atas dilengkapi dengan strip besar putih di bagian badan yang diperuntukkan bagi pesawat-pesawat Luftwaffe di Mediterania. Asal-usulnya sehingga bisa masuk ZG 1 sendiri tidak diketahui. Lapangan udara Gerbini terletak sekitar 10 kilometer sebelah barat Catania, Sisilia (Italia). Benteng karung goni merupakan keumuman di lapangan udara yang terbuka tersebut karena ketiadaan alat pelindung yang lain. Perhatikan bahwa karung goninya mendapat cat kamuflase! III.Gruppe/ZG 1 menggunakan Gerbini sebagai markas terdepan mereka dari bulan Februari s/d Maret 1943


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Wednesday, January 1, 2014

Foto 20. Infanterie-Division / 20. Panzergrenadier-Division


20. Infanterie-Division dibentuk pada tanggal 15 October 1935 setelah sebelumnya mempunyai nama "samaran" Reichswehrdienststelle Hamburg. Resimen-resimen infanterinya diambil dari elemen Infanterie-Regiment 6 / 2.Division Reichswehr. Pada tahun 1937 status divisi ini diupgrade menjadi satuan infanteri bermotor (motorisiert), sehingga namanya berubah sedikit menjadi 20. Infanterie-Division (mot.). Divisi ini ikut ambil bagian dalam penguasaan Sudetenland di bawah komando XVI. Armeekorps. Pada bulan Juli 1943 statusnya diupgrade lagi menjadi 20. Panzergrenadier-Division



Para perwira Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam sebuah foto grup tanpa keterangan tempat dan waktu. Petunjuk pertama adalah ini: dari ketiadaan Wehrmacht Dienstauszeichnungen (Penghargaan Panjang Pengabdian Angkatan Bersenjata) di baris medali mereka, maka kita bisa mengetahui bahwa foto ini setidaknya diambil sebelum bulan Oktober 1936 saat pertama kali medali tersebut dikeluarkan. Selain itu, dari keberadaan medali Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918 (Salib Kehormatan untuk Veteran Perang Dunia Pertama), maka bisa dikatakan bahwa foto ini diambil setelah bulan Juli 1934 saat medali tersebut pertama kali dikeluarkan. Mengenai wajah-wajahnya sendiri ada tiga orang yang bisa dikenali: Memegang pedang di sebelah kanan adalah Oberst Heinrich Strack (Pangkat terakhir Generalleutnant), dengan medali Pour le Mérite di lehernya. Berdiri di sebelah kiri Strack adalah Hauptmann Dr.phil. Erwin Kaschner (pangkat terakhir Generalmajor). Yang terakhir, berdiri paling kiri di belakang Kaschner adalah Hauptmann Hasso von Foller. Dari periode 1934 s/d 1936, ketiga orang ini mengabdi di satu unit yang sama: Infanterie-Regiment Neumünster, yang pada bulan Oktober 1935 berganti nama menjadi Infanterie-Regiment 46. Strack menjabat sebagai Regimentskommandeur, sementara Kaschner dan Foller masing-masing menjadi Kompaniechef. Semua orang dalam foto ini mengenakan Schulterriemen und Leibriemen alias Sam Browne Belt alias Tali Bahu, sebuah praktek yang dihilangkan setelah penyerbuan Jerman ke Polandia pada tahun 1939 karena dianggap terlalu ribet!



Oberstleutnant Georg Zwade (Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment 76 / 20.Infanterie-Division) memberi hormat sambil berdiri di atas mobil Mercedes-Benz Typ Stuttgart (W11) dalam sebuah acara parade yang diselenggarakan di Hamburg-Altona tahun 1938. Tidak ada keterangan kapan persisnya parade ini diadakan, tapi yang jelas Zwade sendiri menjadi Komandan Batalyon Kedua dari tanggal 12 Oktober 1937 s/d 10 November 1938. Nantinya dia mengakhiri perang dengan pangkat Generalmajor


Serah terima jabatan kommandeur Aufklärungsabteilung 20 (motorisiert) / 20.Infanterie-Division (motorisiert) antara komandan lama, Oberstleutnant Henning Schönfeld (memakai seragam hitam Panzertruppen) dengan penggantinya, Major Hermann Seitz. Schönfeld menjadi komandan AA 20 (mot.) periode 10 November 1938 - 24 Juni 1940, sementara Seitz periode 24 Juni 1940 - Agustus 1942. Schönfeld adalah seorang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes), sementara Seitz Eichenlaubträger (peraih Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes)


Klip berdurasi tiga menit ini memperlihatkan saat 20. Infanterie-Division (motorisiert) berpartisipasi dalam Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman ke Uni Soviet), musim panas tahun 1941. Tampak deretan kuburan prajurit yang gugur di medan pertempuran, dilanjutkan dengan pengabadian para anggota divisi yang sebagiannya bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana kampret! Divisionskommandeur Generalmajor Hans Zorn terlihat mengenakan schiffzen (side cap) di kepalanya serta membawa peta berlapis plastik yang dikepit di ketiaknya. Uniknya, dia juga mengenakan seragam model Reichswehr yang berkancing delapan (bukannya enam seperti standar seragam Wehrmacht). Dalam kesempatan ini, Zorn menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II. Klasse kepada beberapa prajuritnya yang berprestasi di medan tempur (di menit 1:36 kita bisa melihat "penampakan" seorang prajurit Luftwaffe saat berlangsungnya Verleihung alias upacara penganugerahan). Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke makam para prajurit 20. Infanterie-Division (motorisiert) yang gugur di Front Timur, diantaranya ada yang bernama Adolf Englisch. Anehnya, setelah saya telusuri nama ini melalui situs Volksbund, maka satu-satunya "Adolf Englisch" yang tercatat adalah yang meninggal pada tahun 1944 dan bukan 1941!


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Generalmajor Hans Zorn - Kommandeur 20. Infanterie-Division (motorisiert) - yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juli 1941 di Front Timur. General der Panzertruppe Rudolf Schmidt (Kommandierender General XXXIX. Panzerkorps) sengaja datang ke markas 20. Infanterie-Division (mot.) di Bialystok/Polandia untuk menyerahkan langsung medali bergengsi tersebut, bersama dengan Vorläufiges Besitzzeugnis (Dokumen Pendahulu). Dalam kesempatan yang sama, Divisionskommandeur Zorn memperkenalkan para staff divisi kepada General der Panzertruppe Schmidt yang merupakan atasannya. Setelah Schmidt pergi, medali Ritterkreuz kemudian dipasangkan ke leher Zorn oleh ajudan divisi, dan setelahnya sang Divisionskommandeur langsung terlihat ceria dan tersenyum bangga! Zorn sendiri nantinya meraih Eichenlaub #291 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 3 September 1943 sebagai General der Infanterie dan Kommandierender General XXXXVI. Panzerkorps


Rangkaian foto tertanggal 7 April 1942 yang diambil dari album seorang perwira Wehrmacht dari 1.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 90 (motorisiert) / 20.Infanterie-Division (motorisiert) ini memperlihatkan sebuah aksi mengagumkan di medan pertempuran Volkhov (Uni Soviet) yang terekam oleh kamera dari fotografer batalyon Schaumann : Pasukan infanteri dari kompi pertama baru saja menggagalkan serangan sekelompok tank T-34 Rusia di depan garis pertahanan mereka. Satu tank yang terjebak di parit dan masih "hidup" menembak dengan liar ke sekelilingnya. Apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini? Dipinjamlah sebuah tim Flammenwerfer (penyembur api) dari unit Pionier-Stosstrupp Waffen-SS terdekat. Meskipun tank tersebut telah disemprot api yang begitu panas, ternyata para awaknya masih tetap gigih bertempur dan menolak untuk menyerah! Akhirnya seorang sukarelawan bernama Obergefreiter Cilinsky maju untuk meledakkan penutup kubahnya menggunakan stielhandgranate, disusul oleh bintara lain bernama Feldwebel Schnoor yang menghabisi para awak di dalam T-34 dengan berondongan senapan mesin

--------------------------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

 General der Panzertruppe Georg Jauer (25 Juni 1896 - 5 Agustus 1971) bergabung dengan AD Kekaisaran Jerman tahun 1914 dan ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama. Dia termasuk ke dalam 100.000 orang anggota Reichswehr yang terbentuk setelah perang berakhir dengan menjadi perwira artileri. Pada saat Perang Dunia II pecah Jauer telah berpangkat Oberstleutnant dan kemudian menjadi komandan Artillerie-Regiment 29 (5 Maret 1941 - 15 Maret 1942) sebelum kemudian dipindahkan ke Artillerie-Regiment "Großdeutschland" (15 Maret 1942 - 28 November 1942). Setelah sempat menjadi komandan 20. Infanterie-Division (motorisiert) (1 April 1943 - 23 Juli 1943), 20. Panzergrenadier-Division (23 Juli 1943 - 31 Desember 1944) dan 25. Panzer-Division (15 November 1943 - 21 November 1943), dia balik lagi ke Divisi Großdeutschland (yang telah membengkak menjadi setingkat Panzerkorps) dengan menjadi komandannya sampai dengan perang berakhir. Medali-medali yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; 1914 Verwundetenabzeichen in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse; 1939 spange zum 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Juli 1941) dan I.Klasse (20 Juli 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #3053 (4 Mei 1944) mit Eichenlaub #733 (10 Februari 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 27 Juli 1944

--------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH EICHENLAUB

 Oberstleutnant Hermann Wulf (25 Juli 1915 – 19 Mei 1990) dari Grenadier-Regiment 76 (mot.) / 20.Panzergrenadier-Division. Dia ditangkap oleh pasukan Soviet bulan Mei 1945 tapi berhasil melarikan diri bulan Oktober 1945. Dari tanggal 1 Maret 1956 s/d 30 September 1971 Wulf bergabung dengan Bundeswehr dan pensiun dengan pangkat Brigadegeneral. Medali-medali yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (15 November 1939) dan I.Klasse (21 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Gold; Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten (Ostmedaille); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (13 Oktober 1941) mit Eichenlaub #520 (3 Juli 1944); Nahkampfspange in Gold (18 Mei 1944); dan Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (5 Februari 1945)

--------------------------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)

 
Oberstleutnant Hermann-Gustav Jochims (8 Agustus 1909 – 28 April 1945), mantan Chef 7.Kompanie / Grenadier-Regiment 90 (motorisiert) yang gugur di Berlin sebagai Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 51 / 18.Panzergrenadier-Division. Dia dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4 Jahre (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1939) dan I.Klasse (25 Juli 1941); Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (9 Januari 1940); Verwundetenabzeichen in Silber (14 November 1941) dan in Gold (29 April 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (31 Maret 1941); Panzerkampfabzeichen in Bronze; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (18 April 1942 dan 20 Maret 1944); Deutsches Kreuz in Gold (3 Juni 1943); enam buah Panzervernihctungsabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (23 Juli 1943); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (19 September 1943); Nahkampfspange in Bronze (26 Agustus 1943), in Silber (1 Februari 1944) dan in Gold (23 April 1945); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (27 Mei 1944)

--------------------------------------------------------------------------------------

DKiGTRÄGER (PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD)


Kurt Jacobsen (lahir 12 Maret 1912) dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 8 November 1943 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 90 (motorisiert) / 20.Infanterie-Division (motorisiert). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuzes II.Klasse (9 Agustus 1940) und I.Klasse (24 Januari 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 Oktober 1941), In Silber (29 September 1943) und in Gold (4 Oktober 1943); Infanterie-Sturmabzeichen (7 Oktober 1941); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (22 Juli 1942); serta satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (30 September 1943)


Sumber :
Buku "20. Infanterie-Division (mot.) Chronik & Geschichte" karya Dietwart Asmus dan Fritz Rudolf Averdieck
Foto koleksi pribadi Naxos
YouTube fakatona fakatona
www.20pzgrendiv.eu
www.axishistory.com
www.ebay.de
www.en.wikipedia.org
www.wehrmacht-awards.com

Foto Spanyol Dalam Perang Dunia II

 7 Juni 1939: Kunjungan delegasi Spanyol ke Berlin untuk menghadiri perayaan kembalinya Legion Condor Jerman dari kemenangan dalam Perang Saudara Spanyol. Disini mereka sedang menghadiri resepsi jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Panglima Angkatan Darat Jerman Walther von Brauchitsch. Sebagai identifikasinya, dari kiri ke kanan: Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen (mantan komandan terakhir Legion Condor), Kapten-Jenderal Antonio Aranda Mata (Kepala Jawatan Geografi Kerajaan Spanyol), General der Flieger Hellmuth Volkmann (mantan komandan kedua Legion Condor), Letnan-Jenderal Gonzalo Queipo de Llano (Panglima Pasukan Selatan Spanyol), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), tidak dikenal, Mayor-Jenderal Juan Yagüe Blanco (Menteri Angkatan Udara Spanyol), Mayor-Jenderal Rafael García Valiño (Panglima AD di Melilla, Maroko Spanyol), dan Mayor-Jenderal Camilo Alonso Vega (Sub-Sekretaris Kementerian Angkatan Darat Spanyol). Jenderal Spanyol lain yang menghadiri resepsi tapi tidak nongol di foto adalah Carlos Martínez de Campos y Serrano dan José Solchaga Zala. Selain itu, terdapat pula beberapa perwira Spanyol berpangkat Kolonel, ditambah dengan atase militer Spanyol untuk Jerman, Juan Luis Rocamora


Pertemuan antara para perwira Luftwaffe dengan Letnan Jenderal José Moscardó e Ituarte (26 Oktober 1878 - 12 April 1956), mantan Gubernur Militer Toledo dalam Perang Saudara Spanyol yang terkenal saat memimpin pertahanan Alcazar dalam melawan kepungan pasukan Republik. Mengenai kepribadiannya, Mayor Inggris Geoffrey McNeill-Moss mengatakan: "Orang yang berbadan tinggi, pendiam, dan sopan. Sedikit aneh tapi cermat. Merasa cukup dengan sedikit orang yang dikenalnya, tapi selalu terlihat malu saat berdekatan. Dia mempunyai tanggungjawab akan tugas yang tinggi. Dia juga religius. Di negara dimana kebanyakan orangnya bersikap santai, dia tegas."


 Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Jenderal Eugenio Espinosa de los Monteros (Duta Besar Spanyol untuk Jerman), dan Generaloberst Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee). Foto ini diambil oleh fotografer dari Presse-Illustrationen Heinrich Hoffman pada tanggal 26 Oktober 1940, saat berlangsungnya kunjungan diktator Spanyol Francisco Franco ke Berlin


Sumber :
Foto koleksi pribadi Tim de Craene
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen
www.audiovis.nac.gov.pl
www.wehrmacht-awards.com

Koleksi Lukisan 3D karya Gareth Hector


Bottleneck (leher botol)


Bad omen (pertanda buruk)


Normandy bound (Menuju Normandia)


 Target! (tarkam)


Desperate Days (Hari-hari putus asa)


 Focke-Wulf Fw 190


Sumber :

Sunday, December 29, 2013

Album Foto 10. Infanterie-Division / 10. Panzergrenadier-Division

PERAIH RITTERKREUZ

Oberleutnant Fritz Axtmann (7 Desember 1914 - 13 September 1943) bergabung dengan 20. (Bayerische) Infanterie-Regiment tanggal 1 April 1933, dan dengan unitnya ini dia ikut serta dalam invasi Jerman ke Polandia dan Prancis. Kedua versi Eisernes Kreuzes yang didapatkannya dalam pertempuran di Polandia adalah pembuktian kapasitasnya sebagai seorang prajurit Wehrmacht yang pemberani. Dalam awal kampanye Jerman di Rusia pun dia sekali lagi menunjukkan prestasinya. Saat itu resimen tempat dia bergabung ditugaskan untuk mempertahankan bagian selatan wilayah Propoisk yang berbatasan dengan Mogilev. 12 kali Tentara Merah menyerbu posisi mereka, dan 12 kali pula serangan tersebut berhasil dipatahkan! Tidak hanya itu, Axtmann berkali-kali memimpin anakbuahnya (atas inisiatif sendiri) untuk melakukan serangan balik ke posisi Rusia. Di serangan yang ke-13 pasukan musuh berhasil menembus sayap kiri resimen dan bahkan mencapai markasnya. Axtmann diperintahkan oleh komandan kompinya untuk merebut kembali posisi mereka yang diduduki musuh. Bersama dengan Zug-nya dia melakukan serangan balik konstan dan tidak patah arang saat dua serangan pertama berakhir dengan kegagalan. Di serangan yang ketiga musuh berhasil dipukul mundur dan markas resimen serta jembatan penghubung kembali di tangan pasukan Jerman. Atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Agustus 1941 sebagai Oberfeldwebel dan Kompanietruppführer di 7.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 20 (motorisiert) / 10.Infanterie-Division (motorisiert) / XXIV.Armeekorps (motorisiert) / Panzergruppe 2 / Heeresgruppe Mitte. Pada tanggal 1 November 1942 Axtmann dipromosikan menjadi Leutnant sekaligus komandan kompi ketiga di resimennya. Dalam pertempuran sengit di Ljutenka tanggal 6 September 1943 sang perwira pemberani terluka parah terkena tembakan di bagian kepala. Beberapa hari kemudian dia meninggal karena luka-lukanya di Kriegslazarett 1/530 (R) di Kiev. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Oberleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (25 September 1939) dan I.Klasse (27 September 1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


 Oberstleutnant Hermann Haderecker (27 April 1915 - 5 Agustus 2001) adalah perwira dari 10. Infanterie-Division yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Mei 1944 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 20 (motorisiert). Dia ditangkap oleh pasukan Soviet pada tahun 1945 dan baru dilepaskan 10 tahun kemudian (1955). Haderecker lalu melanjutkan karir di Bundeswehr (3 September 1956 - 30 September 1973) dan pensiun dengan pangkat Oberst. Medali lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (18 Oktober 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Oktober 1939) dan I.Klasse (16 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (24 Agustus 1943); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (4 September 1943), Nahkampfspange in Bronze (20 April 1944), Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (31 Agustus 1943), dan Deutsches Kreuz in Gold (14 April 1942)


 Unteroffizier Gottfried Bäumler (31 Juli 1921 - 26 Januari 1945) bergabung dengan Infanterie-Regiment 41 tanggal 21 Maret 1940. Dari pertama prajurit muda ini telah menunjukkan keberanian yang menakjubkan di medan tempur sehingga berkali-kali menderita luka serius sehingga memaksanya ditarik dari front untuk mendapatkan perawatan. Puncak prestasinya terjadi dalam pertempuran di Kishinev dan Kirovograd bulan April 1944 ketika Bäumler, yang notabene hanyalah seorang bintara, berperan penting dalam perebutan wilayah Rusia oleh resimennya. Atas jasa-jasanya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 14 Mei 1944 oleh Divisionskommandeur Generalleutnant August Schmidt sebagai Unteroffizier dan Zugführer di 11.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 41 (motorisiert) / 10.Panzergrenadier-Division / XXXX.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Südukraine. Bäumler gugur dalam pertempuran melawan Tentara Merah di antara wilayah Krakow dan Katowice tanggal 26 Januari 1945. Tapi kemudian terjadi simpang siur atas kabar kebenarannya seingga namanya masih dimasukkan sebagai anggota Kampfgruppe Scherer beberapa minggu kemudian! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (19 Oktober 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Desember 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (29 Desember 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Gold (18 Maret 1943); serta satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (19 April 1943)


Sumber :
www.historicalwarmilitariaforum.com 
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com 
www.weltkriegsopfer.de

Foto 12. Infanterie-Division

 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Hauptmann Heinz-Georg Lemm (Kommandeur I.Bataillon / Füsilier-Regiment 27 / 12.Infanterie-Division) sekaligus kenaikan pangkat menjadi Major yang diselenggarakan pada tanggal 14 April 1943. Medali bergengsi ini diraihnya dalam pertempuran sengit di awal tahun 1943 melawan pasukan Soviet di Nevel dan Vitebsk. Batalyon yang dipimpinnya menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam laga tersebut, diantaranya dalam jangka waktu tiga hari berhasil menghancurkan 46 tank musuh! Kepahlawanan Lemm tidak berhenti hanya disini dan nantinya dia juga akan mendapatkan tambahan Eichenlaub (11 Juli 1944) serta Schwerter (15 Maret 1945) untuk Ritterkreuz-nya
 ---------------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

General der Artillerie Walter von Seydlitz-Kurzbach (22 Agustus 1888 – 28 April 1976) bertempur di dua front (Barat dan Timur) dalam Perang Dunia Pertama. Dia tetap menjadi perwira profesional selama masa Reichswehr. Dari tahun 1940-1942 Seydlitz-Kurzbach menjadi komandan 12. Infanterie-Division dan berperan besar dalam terobosan keluar Wehrmacht dari pengepungan Soviet di Demjansk. Dalam Pertempuran Stalingrad dia menjadi Kommandierender General LI. Armeekorps. Dia merupakan salah satu perwira tinggi Jerman yang ngotot untuk menerobos kepungan musuh meskipun secara terang-terangan melanggar perintah Hitler. Ketika Oberbefehlshaber 6. Armee Generalfeldmarschall Friedrich Paulus memecatnya, Seydlitz-Kurzbach melarikan diri bersama dengan beberapa orang perwira Jerman di tengah berondongan peluru dari pihaknya sendiri! Dia ditangkap Rusia, dan tak lama kemudian telah menjadi kolaboratornya yang paling setia dengan menjadi anggota Nationalkomitee Freies Deutschland, organisasi anti-Nazi yang anggota-anggotanya diambil dari tawanan Jerman di kamp Soviet. Akibatnya, Seydlitz-Kurzbach seakan menjadi Vlasov-nya Nazi, dan keberadaannya dimanfaatkan oleh propaganda Rusia semaksimal mungkin. Ironisnya, sesuai perang dia didakwa oleh tuan barunya Soviet atas tuduhan kejahatan perang terhadap tawanan Rusia sewaktu menjadi jenderal Wehrmacht! Medali dan penghargaan yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (19 September 1914) dan I.Klasse (21 Oktober 1915); 1914 Verwundetenabzeichen in Silber; Ritterkreuz mit Schwertern des Königlichen Hausordens von Hohenzollern (16 Oktober 1918); Hamburgisches Hanseatenkreuz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse 25-jährige; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Mei 1940) dan I.Klasse (22 Mei 1940); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (15 Agustus 1940) mit Eichenlaub #54 (31 Desember 1941). Foto di atas diambil tak lama setelah Seydlitz-Kurzbach menyerahkan diri, dimana dia mengenakan topi bulu ushanka tebal khas Rusia, dan tak ada satu pun medali era Perang Dunia II yang dia kenakan!

---------------------------------------------------------------------------

SCHWERTERTRÄGER

Oberst Heinz Georg Lemm (1 Juni 1919 - 17 November 1994) dari Füsilier-Regiment 27 / 12.Infanterie-Division adalah perwira yang "bertempur dari awal sampai akhir" dan dianugerahi hampir semua medali keberanian Wehrmacht yang tersedia! Schwerter #137 (15 Maret 1945) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (14 April 1943) mit Eichenlaub #525 (11 Juli 1944); Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Oktober 1939) dan I.Klasse (31 Desember 1940); Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Silber; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; dan Demjanskschild. Seusai perang Lemm melanjutkan karir di Bundeswehr (1957 - 30 September 1939), sempat menjadi Chef des Truppenamts der Bundeswehr, dan pensiun dengan pangkat Generalleutnant. Disini pun dia masih meraup dua medali prestisius sebagai tambahan: Großes Verdienstkreuz der Bundesrepublik Deutschland mit Stern (1979) serta Legion of Merit (1979). Masih belum cukup? Setelah pensiun dia sempat menjadi Ehrenpräsident (Presiden Kehormatan) dari Ordensgemeinschaft der Ritterkreuzträger serta Rings deutscher Soldatenverbände!

---------------------------------------------------------------------------

EICHENLAUBTRÄGER

 Oberstleutnant Martin Steglich (16 Juli 1915 - 20 Oktober 1997) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Januari 1943 sebagai Hauptmann dan Führer II.Bataillon / Füsilier-Regiment 27 / 12.Infanterie-Division, dan Eichenlaub #816 tanggal 5 April 1945 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 1221 / 180.Infanterie-Division. Setelah Jerman menyerah dia ditawan oleh pasukan Amerika dan dilepaskan bulan Agustus 1945. Steglich kembali bertugas ketika Jerman Barat membentuk Bundesheer, dan pensiun dengan pangkat Oberst der Reserve. Medali-medali lain yang didapatnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (14 September 1939) dan I.Klasse (27 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1940); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS #174 (28 Juli 1941); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (30 Juli 1941); Deutsches Kreuz in Gold #52/32 (11 Januari 1942); Nahkampfspange in Bronze (Mei 1944); Demjanskschild (Mei 1944); dan Verwundetenabzeichen in Silber (Maret 1945)

---------------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER

 
Oberstleutnant Gerhard Lemcke (23 Januari 1913 - 19 Mei 2004) mendapat medali-medali sebagai berikut: Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Desember 1939) dan I.Klasse (18 Juli 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (11 Oktober 1941) dan in Silber (3 Januari 1944); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (18 Juli 1942);  Infanterie-Sturmabzeichen (1 November 1942); Deutsches Kreuz in Gold (24 Juni 1943); Demjansk-Schild (1 Desember 1943); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (2 April 1944); dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (12 Januari 1945). Yang terakhir sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 89 / 12.Infanterie-Division


Rittmeister Heinrich Stenzel (1 Juli 1915 - 19 Januari 1942) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 22 Desember 1941 sebagai Oberleutnant dan Chef 2.Kompanie (Radfahrer) / Aufklärungs-Abteilung 12 / 12.Infanterie-Division / II.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. Tragisnya, perwira kelahiran Wusterwitz (Potsdam-Mittelmark/Brandenburg) ini gugur kurang dari satu bulan setelahnya - 19 Januari 1942 - dalam pertempuran di Kokshino dekat Demyansk, Novgorod Oblast (Uni Soviet). Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Rittmeister (Kapten Kavaleri). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse


Sumber :
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
www.flickr.com
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de 
www.ww2awards.com

Album Foto 122. Infanterie-Division "Greif-Division"

  
 
Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberleutnant der Reserve Johannes Baasch (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 410 / 122.Infanterie-Division / Stoßgruppe Seydlitz / 16.Armee / Heeresgruppe Nord) yang dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1942. Yang menyerahkannya adalah komandan 122. Infanterie-Division, Generalmajor Sigfrid Macholz. Baasch mendapat Ritterkreuz atas prestasinya dalam mempertahankan sebuah persimpangan jalan strategis di Staraja Russa-Demjansk dari serbuan gencar Tentara Merah di tengah tebalnya salju yang masih menggunung. Beradanya persimpangan jalan tersebut di tangan Jerman menjadi kunci berhasilnya pasukan penyelamat dari II. Armeekorps yang membebaskan wilayah Demjansk dari kepungan musuh


 Leutnant der Reserve Paul Both (3 Maret 1911 - 12 Agustus 1944). Menerima Ritterkreuz tanggal 23 Desember 1942 sebagai Feldwebel der Reserve dan Zugführer di 3.Kompanie / Grenadier-Regiment 411 / 122.Infanterie-Division. Dia dianugerahi medali bergengsi tersebut atas kepahlawanannya mempertahankan diri dari serbuan pasukan Rusia di tenggara danau Ilmen dengan hanya berbekal beberapa grenadier dari peletonnya. Meskipun terluka, dia bahkan mampu memukul mundur musuhnya sekaligus melakukan serangan balik!



Dari foto ini, bisa dilihat bahwa penghargaan Salib Besi (Iron Cross) Kelas 1 yang dikenakan oleh Unteroffizier AD Jerman ini masih terlihat sangat mulus dibandingkan dengan kondisi seragam yang dikenakannya. Selain itu, penghargaan tersebut dipasangkan pada tempat yang salah (di lubang kancing kantung) sehingga bisa kita asumsikan bahwa Unteroffizier ini baru mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya di lapangan, sehingga belum sempat menjahitkan medal loop di kantungnya.Dan mungkin juga, lubang pada bodi tank Jagdpanzer IV ini adalah hasil karya sang Unteroffizier tersebut lalu diabadikannya dalam foto. Truppenkennzeichen yang terdapat di feldmütze-nya disebut sebagai "Greif" (Grifon, sejenis binatang khayalan yang bersayap dan mempunyai kepala elang tapi badan singa) yang merupakan julukan dari 122. Infanterie-Division (Greif-Division/Griffin Division)


--------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Major der Reserve Johannes Baasch (18 Agustus 1905 – 10 Agustus 1944) bergabung dengan 4. (Preußische) Infanterie-Regiment tanggal 1 Juli 1926. Tahun 1934 dia pindah unit ke Infanterie-Regiment 26 sebelum berhenti dari ketentaraan tanggal 24 Oktober 1938. Ketika mobilisasi umum diberlakukan bulan Agustus 1939, Baasch masuk lagi di Wehrmacht dan ditempatkan di Infanterie-Regiment 458. Dalam pertempuran di Kantong Demjansk awal tahun 1942, Baasch dan kompi yang dipimpinnya mati-matian mempertahankan sebuah persimpangan jalan strategis di Staraja Russa-Demjansk dari serbuan gencar Tentara Merah di tengah tebalnya salju yang masih menggunung. Beradanya persimpangan jalan tersebut di tangan Jerman menjadi kunci berhasilnya pasukan penyelamat dari II. Armeekorps yang membebaskan wilayah Demjansk dari kepungan musuh. Atas keberanian serta determinasinya, Baasch dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 3 Mei 1942 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 9.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 410 / 122.Infanterie-Division / Stoßgruppe Seydlitz / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. Setelah sempat menjadi Führerreserve di bulan April 1944 karena luka parah yang dideritanya akibat ledakan granat, Hauptmann Baasch didapuk sebagai komandan III.Bataillon / Infanterie--Regiment 410. Dalam posisi itulah dia gugur dalam pertempuran di selatan Valga (Latvia) tanggal 10 Agustus 1944. Pangkatnya dinaikkan secara anumerta menjadi Major d.R. tanggal 20 Agustus 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse (2 Oktober 1936) dan III.Klasse (30 Juni 1938); Eisernes Kreuz II.Klasse (10 Juni 1940) dan I.Klasse (6 Juli 1940); Rettungsmedaille am Band (28 Agustus 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (27 November 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (3 Maret 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (26 Juli 1942); Demjanskschild; serta Nahkampfspange in Bronze (4 Oktober 1943)



Hauptmann Helmut Labenski (30 September 1912 - 22 Maret 1976) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 April 1944 sebagai Oberleutnant dan Chef 1.Kompanie / Grenadier-Regiment 409 / 122.Infanterie-Division. Medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (17 Juli 1943); dan Deutsches Kreuz in Gold (12 Maret 1944)


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com