Wednesday, March 18, 2009

Orang Indonesia Dalam Tubuh Waffen-SS!

Dari wajahnya kita bisa menduga bahwa anggota Landstorm Nederland yang tertangkap oleh Sekutu musim panas tahun 1945 merupakan keturunan indo Belanda. Apakah Indonesia?



Percayakah anda bahwa foto orang di atas adalah orang Indonesia? Ya, orang Indonesia yang menjadi prajurit Waffen-SS!

Foto ini berasal dari Mark Bando, peneliti sejarah Amerika yang khusus meneliti unit-unit pasukan Parasut Amerika. Dalam salah satu penelitiannya tentang Divisi Airborne ke-101, dia bertemu dengan Wilson Boback, salah seorang veteran yang ikut bertempur di Belanda dalam Operasi Market Garden bulan September 1944. Unit Boback berhadapan dengan bagian dari pasukan Landstorm Nederland (simpatisan Jerman di Belanda) dan Boback berhasil membunuh salah satunya. Dia kemudian menggeledah mayat si prajurit, dan menemukan sebuah foto yang jelas-jelas merupakan orang Indonesia (saat itu masih bernama Hindia-Belanda) yang sedang memakai seragam Legion Nederland (kerah wolf's hook plus perisai dan cufftitle buatan Belanda), bersama dengan helm khas Jerman berkilauan lengkap dengan lambang LN.

Hal ini memperlihatkan bahwa setidaknya ada satu orang Indonesia yang pernah menjadi tentara Waffen-SS, dan kemungkinan besar dia tidaklah sendiri!




Tuesday, March 17, 2009

Generalfeldmarschall Erwin Johannes Eugen Rommel

Gambar ini saya buat berdasarkan foto sang Serigala Padang Pasir yang sedang di close-up lengkap dengan penghargaan pada lehernya. Seperti biasa, Rommel memakai Pour le Merite yang didapatnya dari Perang Dunia I, ditambah dengan Daun Oak (Eichenlaub). Seragamnya sendiri adalah seragam tropis Afrikakorps, dan jangan lupakan pula kacamata gurun bekas seorang perwira Inggris yang kemudian menjadi favorit Rommel!

Saturday, March 14, 2009

Ju-87 Stuka, Pesawat Pembom Tukik Yang Legendaris!

Pesawat-pesawat Stuka sedang antri untuk mendapat bahan bakar di sebuah pangkalan udara Prancis yang telah diduduki, Mei 1940


Pesawat Stuka terbang di atas kota Stalingrad yang telah hancur


Lukisan Stuka dengan kanonenvogelnya yang terkenal


Pesawat Stuka sedang melakukan tukikannya yang khas, yang menjadi momok bagi pasukan Sekutu dalam awal-awal Perang Dunia II


Formasi pesawat Stuka dalam suatu peragaan


Buku tentang seluk beluk pesawat Junkers Ju 87A Stuka


Para mekanis sedang memperbaiki sebuah Stuka yang telah dicat kamuflase


Lukisan Stuka yang digunakan oleh jagoan terbesarnya, Hans-Ulrich Rudel, oleh Jerry Crandall


Stuka terbang di angkasa


Diagram Stuka yang memperlihatkan bagian dalamnya


Sturzkampfflugzeuge atau Stuka nama kecilnya. Dalam Bahasa Jerman berarti pembom tukik. Nama ini kemudian disandang oleh pembom berukuran kecil milik Luftwaffe (AU Jerman), Junkers Ju 87. Dibuat pada masa jeda perang (1935), Ju 87 menjadi kunci kemenangan pola serangan kilat Jerman, Blitzkrieg, dalam masa PD II. Pembom ini juga terkenal karena suara peluit kematiannya sebelum menjatuhkan bom.

Kecil, sekilas mirip pesawat tempur pada zamannya yang condong ringan dan praktis. Tapi banyak yang mengatakan bentuk pesawat ini ugly (jelek) dan tidak lincah. Dengan mesin Jumo 210 Ca (versi Anton) berkekuatan 640 Tenaga Kuda, kecepatan terbangnya pun lambat, hanya 285 km/jam. Senjata pertahanannya juga terbilang minim. Yakni satu senapan MG 17 kaliber 7,92 mm di sayap. Dalam beberapa hal, satu senapan manual MG 15 kaliber 7,92 mm digunakan gunner (penembak) di kokpit belakang.

Pada versi G (Gustav) senjata ini diganti dengan sepasang kanon Flak 18 (BK 3,7) 37 mm, 12 peluru. Maka jadilah Ju 87G sebagai pembom dan penghancur tank yang mujarab. Oleh karenanya, julukan sebagai Kanonenvogel atau Canonbird maupun Panzernacker (pembelah tank) disandang pula oleh pembom yang masuk ke jajaran kekuatan udara Luftwaffe tahun 1937 ini. Bukti konkritnya, dalam Battle of Kursk (rangkaian penyerbuan Jerman ke Soviet, 1943-1944), Hans-Ulrich Rudel yang terbang dengan pembom ini sebanyak 2.530 sorti (meskipun tertembak jatuh 30 kali hingga sebelah kakinya harus diganti dengan kaki besi) berhasil memporak-porandakan 519 buah tank pasukan tentara Beruang Merah itu. Hasil yang jelas menakjubkan.


Peluit kematian

Oleh karenanya banyak sejarahwan penerbangan kagum dan menggolongkan pembom buatan firma Junkers Jerman ini sebagai yang legendaris. Bila di udara ibarat sebuah predator yang mengerikan. Jalannya yang pelan tiba-tiba bisa berubah menjadi sebuah tukikan burung besi yang mengantarkan bom-bom SC 250 kg sambil melengkingkan suara khas, "peluit kematian" dari terompet Jerricho yang dipasang para penerbangnya di batang roda utama. Tentara musuh yang menjadi sasaran hanya terbengong-bengong sebelum menyadari makhluk aneh baru di angkasa.

Salah satu sejarahwan yang memberikan komentarnya terhadap Ju 87 adalah William Green dengan mengatakan Stuka sebagai "An evil looking machine with something of the predatory bird in its ugly contours." Selain itu, dalam buku Warplane of the Luftwaffe (1994) disebutkan, Junkers Ju 87 adalah pesawat yang menenggelamkan kapal dan tank terbanyak dalam sejarah PD II untuk semua jenis pesawat. Kecuali tidak menyaingi Ilyushin Il-2 Shturmovik buatan Soviet. Dapat dimaklumi memang, karena Il-2 merupakan pesawat yang diproduksi terbanyak dalam sejarah yakni sekitar 35.000 sementara Stuka hanya dibuat sejumlah 5.700 buah saja.

Kehebatan Ju 87 dalam melakukan pemboman tidak diragukan banyak kalangan saat itu. Dalam sejarah penerbangan, dua pembom lain yang disebut mampu menandingi keefektifannya adalah SBD Dauntless dan Pembom Aichi D3A Val Jepang.

Kiprah pertama Ju 87 dimulai manakala pembom ini ditugaskan AU Jerman dalam legion condor untuk menyokong kekuatan front Nasionalis dalam Perang Sipil (civil war) di Spanyol (1936-1939). Dalam ajang perang melawan pasukan tentara sosialis Republik sayap kiri yang ditopang kekuatan Uni Soviet ini, Ju 87 membuka cakrawala baru diantara seliweran pesawat tempur di udara seperti Heinkel He 51, Fiat CR.32, Messerschmitt Bf 109D (Nasionalis), Hawker Fury, Polikarpov I-16 (Republik) maupun pembom lain yakni Savoia Marchetti, Junkers Ju 52/3m (Nasionalis) dan Tupolev SB-2 (Republik). Tentara Republik berhasil dipukul mundur, dan nama Stuka melambung ke permukaan.


Gempur Warsawa

Kesuksesan Stuka berlanjut dan mencapai momentumnya dalam penyerangan kilat Jerman ke Polandia sekaligus menandai dibukanya PD II di belahan Eropa pada 1 September 1939. Sebanyak sembilan Stukagruppen (grup pembom Stuka) atau 366 pesawat bergantian menutupi angkasa Polandia melengkapi pengiriman 300 pembom berat Heinkel He 111 dan pembom medium Dornier Do 17. Bahkan, dengan Stuka juga genderang perang terhadap Polandia dikumandangkan Hitler sebelas menit setelah tiga pembom ini terbang dari Elbing menuju sasarannya yakni Jembatan Dischau di atas Vistula pada pukul 04.36 pagi.

Ibukota Warsawa dibombardir. Begitupun dengan Pangkalan Udara Krakow dan Lemburg yang dihuni penempur tua PZL P.11c dan P.7, Pangkalan Angkatan Laut Putzig/Rahmel serta industri pesawat tempur PZL sendiri diberangus tanpa ampun.

Polandia melakukan perlawanan dengan pembom ringan PZL P.23b Karas. Namun usahanya masih terlampau kecil untuk mengimbangi kekuatan Jerman. Pasukan darat Nazi Jerman terus merangsak dan mengepung wilayah-wilayah militer Polandia. Maka dalam tempo 10 hari saja sebanyak dua belas divisi tempur di Kutno berhasil diisolasi tentara Nazi. Polandia mendapat dukungan Inggris dan Perancis, namun terlambat sebelum akhirnya bertekuk.

Dengan peran dan fungsinya inilah, tidak heran, Stuka yang muncul dan menggemparkan musuh ini disebut sebagai pembuka jalan dan tulang punggung (backbone) bagi kekuatan darat tentara Nazi. Jerman makin mendapat angin dan terus melakukan invasi di negara-negara Eropa. Begitupun dalam penggempuran ke Kota Rotterdam, Belanda (Mei 1940), Stuka tak jua dapat dibendung. Pembom ini adalah monster baru bagi musuh-musuh Hitler.

Istilah pembom tukik, dimana pesawat melakukan gerakan tukik dan membom (dive and bombing), sebenarnya sudah tercetus dalam masa PD I. Bahkan, disebutkan, para perancang Jerman sebenarnya mempelajari teknik ini dari Angkatan Laut Amerika yang akhirnya diwujudkan dalam sayembara tahun 1933 dan dimenangkan Junkers Ju 87 Stuka (1935). Junkers sendiri sebenarnya mulai mengotak-atik teknik membom tukik ini tahun 1920, yakni dengan mengeluarkan pembom bersayap ganda K-47, yang duabelas buah diantaranya pernah dijual ke Cina (1928).

Kemampuan menukik dan keluar kembali dari lintasan tukik adalah kelebihan tersendiri dari pembom bersayap camar terbalik (inverted-gull) Ju 87. Selain untuk mengakuratkan pemboman juga karena mekanisme ini dikendalikan secara otomatis atau auto pilot. Penerbangnya hanya men-set altimeter serta sudut tukik yang diinginkan. Setelah itu tinggal menurunkan bilah rem (brake) dibawah sayap dan pesawat akan bergerak sendiri.

Sejak dibuat tahun 1935 Stuka terus mengalami berbagai penyempurnaan dan versi khusus. Dari versi Anton hingga Gustav seperti disinggung di depan (meskipun untuk versi G ini sebenarnya terjadi pergeseran peran dimana kemampuan tukiknya hilang, akibat bilah rem di sayap bawah untuk tukik dihilangkan bagi sempurnanya penempatan pod kanon penghancur tank).

Versi lain misalnya adalah Stuka model C (Clara) yang dibuat untuk mengisi kapal induk Graf Zeppelin. Pembom ini dilengkapi tail hook (pengait tali), sayap lipat (folding wing) dan kemampuan batang roda yang jettisonable (bisa dilepaskan) untuk pendaratan (ditching) di laut. Namun versi ini hanya 12 unit saja dibuat, menyusul dihentikan pengembangan kapal induknya. Versi lain adalah pembawa bom torpedo yakni Ju 87D (meski dalam kenyatannya fungsi pembom torpedo ini masih jauh lebih baik dilaksanakan oleh pesawat berkemampuan terbang lebih cepat dan berkapasitas muatan besar yakni Henschel He 11H dan Ju 88A). Versi jarak jauh Ju 87R dengan penambahan kapasitas fuel tank serta versi latih Ju 87H.

Versi Berta dikembangkan dalam beberapa versi lain. Misalnya versi Trop yang digunakan oleh korp Afrika. Versi B juga digunakan di Front Timur oleh negara lain yakni Slovakia, Rumania, Bulgaria, Hungaria dan oleh Regia Aeronautica Italia.

Selepas versi A penambahan kemampuan senapan ditingkatkan. Yakni dengan pemasangan dua senapan mesin Rheinmetall MG 17 7,92mm, kanon 20mm MG 151/20 (Ju 87D-5, D-8), dan kapasitas bom yang lebih dari satu ton. Begitupun dengan penggantian mesinnya agar menambah kecepatan terbang.

Namun, bukan berarti Stuka tak bisa dilumpuhkan dalam sejarah pertempurannya. Hal ini sebenarnya sudah mulai terasa dalam peperangan besar dengan negara tetangga Inggris. Dalam Battle of Brittain sebanyak 280 Ju 87 diterbangkan untuk menyerang Inggris. Dalam perang ini meski Stuka meraih kemenangan dengan menjatuhkan pesawat tempur RAF, namun pada babak-babak berikutnya Stuka berguguran. Tidak lain hal ini akibat pengepungan yang dilakukan dua pemburu cepat nan tangguh Supermarin Spitfire dan Hawker Hurricane. Versi B, yang turun dalam peperangan menyeberang Selat Inggris ini sering diolok-olok sebagai sitting duck (sasaran empuk) di udara bagi pesawat tempur Inggris. Bayangkan, dalam enam hari peperangan, 60 Ju 87 dijatuhkan pihak lawan.

Oleh sebab itu, guna menyiasati bergugurannya Stuka dalam pertempuran berikutnya yang masuk dalam medan lebih ganas, Ju 87 sering dikawal oleh fighter. Disamping pada perkembangan berikutnya dibuat pula sebagai pembom malam (night bomber).

Dalam Battle of Kursk (1943-1944) Ju 87 pun mulai menemukan petanding yang lebih hebat. Tidak lain dia adalah pesawat serang darat Il-2 Shturmovik. Gerak langkah Ju 87 yang dikawal Bf 109G dan Fock-Wulf Fw 190A dimatikan oleh pesawat tempur taktis Lavochkin La-5FN dan Yakovlev Yak-9 yang bersenjatakan senapan mesin kaliber 12,7 mm 200 peluru dan kanon shVAK 20 mm 120 peluru. Dalam pertempuran hebat ini, dua pihak memang saling memukul. Namun Jerman kehilangan pesawat lebih banyak yakni 900 buah dibanding Soviet yang kehilangan 600 pesawat. Dua Ace Jerman Heinz Schmidt (173 kemenangan) dan Max Stotz (189 kemenangan) juga tamat riwayatnya dalam perang besar ini.

Selepas tahun ini, peran pembom tukik Ju 87 yang terasa menua akhirnya bergeser menjadi pesawat pendukung dekat (close support) atau Schlachtflugzeug, yakni dimulai pada versi D-5. Alasannya jelas, mengingat Ju 87 tidak bisa terus menerus dikawal fighter.

Bahkan, lebih dari itu, akhirnya Stuka juga digunakan untuk menarik glider.

Ada kemenangan, ada kekalahan. Namun dalam PD II Ju 87 Stuka tentu adalah fenomena tersendiri. Apalagi pembom ini dikenang sebagai pembom legendaris. Berkaitan langsung atau tidak, pembom ini disebut-sebut mengilhami pembuatan pesawat serang darat penghancur tank A-10 Thunderbolt (Warthog) milik AS, yang kejayaannya sempat kita saksikan dalam Perang Teluk 1991.


Sumber :


Messerschmitt 109 Bf-109, Pesawat Tempur Andalan Pilot Jerman!

Fungsi tersembunyi pesawat Messerschmitt Bf 109 : tempat tidur!


Pesawat langka yang diproduksi Jerman di akhir perang : Mistel, perpaduan Bf 109F dan Ju 88


Bf 109 wallpaper


Bf 109 dengan kamuflase leopard milik jagoan udara Werner Schroer di perairan Mediterania


Bf 109 G-6 di landasan udara


Bf 109E milik Oberleutnant Karl Fischer dari Jagdgeschwader (JG) 27 yang jatuh di daratan Inggris dalam Battle of Britain (Pertempuran Britania), sedang ditarik oleh militer Inggris


Bf 109E dari JG 53 dengan 17 bar kemenangan di sayap ekornya


Gambar bagian dalam Bf 109


Lukisan 3D pesawat Bf 109


Jago terbang Wolf-Dietrich Huy dari JG 77, dengan bangga berpose di samping pesawat Bf 109 G2 miliknya yang telah menjadi 'veteran' dalam berbagai pertempuran, terbukti dengan 49 bar kemenangan udara dan 9 kemenangan melawan kapal laut musuh (!) di ekornya


Messerschmitt Bf 109 adalah pesawat tempur Jerman di Perang Dunia ke II yang dirancang oleh Willy Messerschmitt pada tahun 1930-an. Pesawat itu termasuk salah satu pesawat tempur modern pada jamanya dengan konstruksi metal, kokpit tertutup, dan roda pendaratan yg bisa dibuka-tutup. Bf 109 diproduksi sebanyak 30.573 unit (dalam kurun waktu dari September 1939 s/d May 1945) yg merupakan 47% dari seluruh jumlah pesawat Jerman yg diproduksi. Bahkan 1.000 unit lebih masih diproduksi setelah perang.

Bf 109 adalah tulang punggung dari Luftwaffe pada masa Perang Dunia ke II walaupun perannya mulai digantikan oleh Focke-Wulf Fw 190 sejak tahun 1941. Bf 109 m****ang rekor sebagai penghancur pesawat terbanyak di Perang Dunia Ke II.

Pada masa aktifnya, Bf 109 m****ang multi peran/ fungsi seperti pesawat tempur, pesawat pengawal, pesawat penangkal sampai pesawat intai.

3 Top Aces dari Perang dunia ke II, Erich Hartmann, top score fighter ace sepanjang waktu dengan 352 kemenangan resmi, Gerhard Barkhorn dengan 301 kemenangan, and Günther Rall dengan 275 kemenangan. Ketiganya tergabung dalam Jagdgeschwader 52, unit yang eksklusif menerbangkan Bf 109 dan dikenal telah membukukan lebih dari 10.000 kemenangan.


Tipe: Fighter

Perakitan: Bayerische Flugzeugwerke Messerschmitt

Desiner: Willy Messerschmitt

Penerbangan Perdana: 28 May 1935

Diperkenalkan: 1937

Status: Pensiun pada tahun 1945 di Luftwaffe dan 1965, di Spanyol

Pengguna: Luftwaffe (Jerman),Hungarian Air Force,Italian Social Republic, Romanian Air Force

Jumlah produksi: lebih dari 33,000

Variants Avia S-99/S-199 & Hispano Aviacion Ha 1112


Nama Messershcmitt adalah legenda. Utamanya buat Luftwaffe (AU Nazi Jerman), Negara Jerman sendiri, bahkan untuk dunia sekalipun. Ibarat pahatan emas namanya tak lekang karena waktu. Kiprahnya di ajang pertempuran udara adalah momok bagi pemburu lain maupun pesawat-pesawat pembom hingga akhir PD II.

Di hari-hari pertama The Battle of Brittain (1940) ia adalah lawan tangguh yang sulit dirontokkan bagi Hawker Hurricane dan Supermarine Spitfire RAF. Inggris benar-benar kewalahan menghadapinya. Kecepatan terbang Bf 109 tinggi sekali. Pemburu itu sangat liar dan ulet. Belum lagi hamburan peluru dari dua senapan mesin MG 17 kaliber 7,9 mm dan dua kanon MG FF/M di dua pod sayapnya, sangat deras dan sulit dibendung.

Hurricane memang punya delapan senapan mesin di sayap jumlah yang lebih besar. Tapi pada saat itu pilot-pilot Luftwaffe telah mengantongi pengalaman di perang saudara Spanyol, invasi ke Polandia dan perang di Perancis. Meski harus pula diakui Luftwaffe, menggempur Inggris bukanlah perkara mudah. Karena serdadu udara Swastika harus menyeberangi selat Inggris yang lebar untuk mencapai lokasi sasaran.

Itu pula sebabnya kondisi geografis Britania akhirnya menguntungkan RAF di akhir pertempuran. Pilot-pilot Messerschmitt banyak yang terperangkap saat kehabisan bahan bakar atau terhunus semua pelurunya lalu tercebur di selat sebelum sampai kembali ke Pangkalannya. Lain dengan pilot-pilot RAF yang bisa ‘loncat’ menyelamatkan diri pada saat kritis dan terjun di daratannya.

Bayerische Flugzeugwerke
The man behind the machine, Wilhelm "Willy" Emil Messerschmitt, mungkin tak pernah bermimpi bila kelak di kemudian hari ia akan menjadi orang besar setelah membuat penempur legendaris yang terkenal di seluruh dunia khususnya dalam era PD II. Anak pedagang anggur yang lahir di tanah merah Frankfurt-am-Main pada 26 Juni 1898 itu tumbuh sebagai anak biasa saja layaknya anak-anak pedagang anggur lainnya.

Yang membedakannya, karena Emil remaja sudah punya rasa ketertarikan yang tinggi untuk mendalami ilmu tentang pesawat. Hingga tiga tahun setelah kelulusannya dari Munich Institute of Technology dengan mengantongi ijazah Dipl.Ing (1923), Willy kemudian bergabung dengan Bayerische Flugzeugwerke di Augsburg sebagai kepala desainer merangkap enjinir. Kepiawaiannya dalam merancang pesawat, dibuktikan Willy dua tahun sebelum prosesi wisuda. Ketika ia membuat pesawat tak bermesin, glider.

Bmesserschmitt

Pada awal kariernya, Willy memang lebih tertarik pada glider dan pesawat amfibi. Empat belas tahun sebelum merancang pemburu monumentalnya Bf 109, pun ia lebih banyak berkutat dalam perancangan pesawat sipil. Lebih-lebih iklim pada saat itu memang masih terikat panas oleh perjanjian Versailles (Treaty of Versailles) usai PD I pada 1919 yang merestriksi pembangunan pesawat-pesawat perang.

Diluar Bayerische Flugzeugwerke, Willy sebenarnya membangun industri sendiri. Namanya Messerschmitt Flugzeugbau. Di perusahaannya ia menjual rancangan-rancangan pesawat sipil empat hingga sepuluh penumpang. Dan atas prakarsa pemerintah akhirnya kedua perusahaan itu dilebur menjadi Bayerische Flugzegwerke Allgemeine Gesselschaft (BFW) bermarkas di Augsburg-Haunsletten. Pesawat sipil rancangan Willy pun diproduksi dengan kode M.18, M.20, M.24 dan M.28.

Hingga musim semi 1934 pun BFW masih mengeluarkan pesawat sipil, Yakni M.37. Prototipe yang kemudian menjadi Bf 108 Taifun ("Typhoon"). Pesawat transpor ringan empat penumpang ini dilombakan dalam international tourist aircraf competition. Rancangan Willy kali ini memang bisa disebut gagal karena tidak banyak dipesan. Tapi banyak orang mengagumi desain cantilever sayap rendah dan roda lipatnya yang impresif.

Dan, semua berubah. Ketika pada tahun yang sama terdengar kabar yang berhembus dari Reichsluftfahrtministerium (RLM Kementrian Udara). Isinya; Adolf Hitler akan segera membangun kesatuan udara Nazi Jerman! Dan ia menginginkan sebuah pemburu ringan yang dapat diandalkan sebagai kekuatan utama.

Surat Herman Goring
Saat Hitler benar-benar mengumandangkan pembentukan Luftwaffe 1 Maret 1935, perjanjian Versailes perlahan mulai luntur. Terlebih ketika ia berpidato lagi di hari keenambelas pada bulan yang sama: "Jerman harus dipersenjatai!" ungkapnya. Seketika industri militer pun tumbuh lagi, menggulingkan pengembangan pesawat sipil yang sudah mulai menemukan platform-nya. Bahkan dapat dikatakan kebangkitan Jerman dalam dalam menorkan pesawat perang pada era ini adalah yang tercepat dan tersubur dibanding negara-negara lain.

Ketika nominasi industri pesawat yang boleh ikut berkompetisi untuk membuat pesawat yang diinginkan Hitler akan diputuskan, hampir saja BFW tidak disertakan oleh kementerian udara. Seorang pejabat di kementerian, Erhard Milch, yang memendam sentimen pribadi kepada Willy menilai BFW tidak bakal becus membuat penempur. Tapi Herman Goring yang memegang jabatan tertinggi sebagai menteri udara mengirim surat khusus kepada Willy untuk segera menyiapkan rancangannya dan ikut berlomba.

Hasilnya luar biasa. Musim gugur 1936, Bf 109 rancangan Willy dinyatakan menang menyisihkan Heinkel He 112, Arado Ar 80, dan Focke-Wulf dengan Fw 159. Dan Willy membuat Bf 109 dari desain Bf 108 yang kurang dilirik pembeli itu.

Namun, belum lagi Bf 109 menghela nafas setelah masuk jajaran luftwaffe, Juli 1936 Spanyol dilanda perang saudara. Kubu AD sayap kanan (Nasionalis Konservatif) pimpinan Jenderal Francisco Franco y Bahamonde melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Republik yang dianggap korup dan tidak efektif. Jerman menyokong Bahamonde yang sangat minim mesin perang udaranya untuk melumat pemburu Nieport-Delage NiD.52 yang sudah ketinggalan zaman milik pemerintahan Republik. Namun tanpa diduga kubu sayap kiri Republik juga dilindungi Soviet. Terciptalah ajang pertempuran pesawat-pesawat Jerman dengan pesawat Soviet, Polikarpov I-15 yang bersayap ganda, I-16 yang lebih setaraf dengan Bf 109 hingga pembom SB2.

Bf 109 tipe awal V4 yang diturunkan Hitler, memang sedikit kedodoran menghadapi pilot-pilot Polikarpov. Tapi untunglah varian kedua Bf-109B-1 "Bertha" sudah rampung. Bertha ikut merangsek. Pertempuran jadi makin sengit.

I-16 memang lawan paling seimbang bagi Bf 109B. Dua-duanya punya keunggulan. Meski Bf 109 kalah dalam hal manuverabilitas dan kecepatan menanjak, Tapi I-16 tak berdaya ketika harus bertempur di atas ketinggian 3.000 meter. Kecepatan level flight dan kemampuan menukik Bf 109 jauh lebih hebat. Tak salah bila Bf 109 mampu melumat Polikarpov dari atas atau membokongnya dari belakang secara tiba-tiba.

Hanya, pasukan Nazi Jerman pun bukan tanpa korban. Unteroffizier Guido Honess adalah tumbal pertama pilot Luftwaffe di medan perang. Tapi sebelum dijemput ajal, dalam operasi Brunnet ini Honess bersama Letnan Rolf Pingel berhasil menjatuhkan dua pembom SB-2 Soviet di kubu Republik. Mereka adalah pelukis udara pertama bagi pilot Luftwaffe. Honess menambahnya dengan menembak dua Aero A-101 serta tiga I-16 oleh Pingel, Feldwebel Adolf Buhl dan Feldwebel Petter Boddem. Pihak Republik memang mengklaim bahwa satu SB-2 bukan dijatuhkan "Bertha" melainkan oleh Fiat C.R.32 dari fasis Italia yang juga bergabung di kubu Nasionalis.

Dalam penyerangan kedua di The Battle of Ebro antara Juli hingga Oktober 1938, Komandan Jagdgruppe (grup tempur) 3 Staffel 3.J/88 Oberleutnant, Werner Molders mengangkat Bf 109 dalam pola serang baru dengan nama Vierfingerschwarm atau formasi empat jari. Konsep penggabungan dua rotte dengan dua elemen dasar dalam satu Staffel. Formasi yang bisa berubah secara mendadak menjadi berbagai penyerangan yang tak terduga musuh.

Tak salah bila Molder pribadi menjadi Ace di Condor Legion setelah meraih empat belas kemenangan. Dia pula lah yang menjadi pilot tempur pertama yang meraih angka 100 "kill". Ibarat dahaga yang tak pernah luruh, Bf 109 terus terlibat dalam perambahan perang udara. Semua medan perang di belahan Eropa disapunya dengan ganas. Hitler makin menjadi-jadi. Invasi terus dilakukan; ke Belgia, Polandia, Denmark, Norwegia, Inggris, Belanda hingga invasi terakhir ke negara beruang merah menjelang akhir PD II dalam operasi Barbarosa.

"Toni" di Graf Zeppelin
Saat pulang dari ajang laga The Battle of Ebro tahun 1938, versi "Emil" Me-109E mulai diproduksi. Melanjutkan pengembangan versi prototipe, "Bertha", "Clara" dan "Dora". Disinilah mulai terlihat perbedaan pemakaian prefiks Bf dan Me untuk Satu-kosong-Sembilan. Bahkan dalam beberapa dekade pada era tersebut para historian masih sempat beradu argumen tentang hal ini. Karena sejak versi "Emil" dan seterusnya penulisan Satu-Kosong-Sembilang kadang menggunakan prefiks Me atau Bf.

Entah karena "apa" pula, sejak tahun 1938 Willy memang lebih senang memberi kode Me untuk pesawat 109 rancangannya. Tapi yang jelas seiring waktu itu Willy memang memegang puncak pimpinan tertinggi di BFW dan kemudian hari mengakuisisinya menjadi Messerschmitt.

Dan bukan karena kebetulan bila versi "Emil" menjadi varian yang paling kesohor dari 33.000 Bf(Me) 109 yang berhasil diproduksi termasuk yang diproduksi di luar Jerman. Padahal setelah "Emil" masih banyak varian lain. mulai dari "Franz", "Gustav", "Toni" hingga "Zwilling" untuk Me-109Z. "Toni" adalah sebutan untuk versi angkatan laut Me-109T (Tragger kapal induk) yang dibuat dengan konfigurasi sayap lebih lebar dan dilengkapi arrester hook. Pemburu ini ditempatkan pada geladak Graf Zeppelin.

Kisah pemburu One-Oh-Nine memang tak cukup diceritakan dalam uraian singkat. Bagaimana pula ceritanya hingga ia bisa melahirkan Kanone (istilah untuk Ace di Jerman) terbesar sepanjang sejarah, Erich Hartmann yang mampu menggasak 352 lawan di udara dengan pemburu ini. Kemengangan pertamanya ketika ia menembak jatuh pemburu Soviet Il-2 Sthurmovik. Pemburu terbanyak yang pernah dibuat, melampaui angka 33.000 Bf 109.


Sumber :


Panzerkampfwagen VI Tiger, Tank Paling Terkenal Dalam Perang Dunia II!

Tak diragukan lagi kalau jagoan Tiger paling terkenal adalah orang yang nongkrong di tengah ini, Hauptsturmführer Michael Wittmann, yang bersama gunner terbaik sejagat, Bobby Wöll (satu-satunya penembak meriam yang mampu menembak tepat musuhnya dalam kondisi tank sedang berjalan!), telah berhasil menghancurkan 138 tank musuh plus 132 anti-tank! Edduaaaann!!!


Panzerkampfwagen VI Tiger sedang melewati sebuah mobil amfibi Schwimmwagen


Iring-iringan Tiger di hutan bersalju Rusia, akhir tahun 1943


Tiger produksi awal bersiap-siap menunggu perintah untuk bergerak, sementara para Panzergrenadier maju terlebih dahulu. Kentara sekali gurat kelelahan tampak di wajah tentara di latar depan ini!


Foto berwarna Tiger produksi awal


Komandan Tiger sedang mendiskusikan rencana serangan bersama Panzergrenadier dari Divisi Panzer SS 'Totenkopf', dalam pertempuran antar-tank terakbar di dunia, Pertempuran Kursk


Tiger 332 secara hati-hati sedang berusaha untuk keluar dari jebakan lumpur


Tiger 312 sedang bergerak maju ke front


Tiger dan para awaknya. Sang komandan duduk di bagian paling depan


Menteri produksi perang Albert Speer sedang menguji coba prototipe panzer Tiger dengan mengarahkannya ke lumpur


Komandan dari Divisi Panzer SS Leibstandarte Adolf Hitler, sedang membriefing anak buahnya. Perhatikan seragam meraka yang tidak seragam! Ada yang pake jaket kulit, kamuflase, jas hujan, seragam biasa. Belum lagi topinya!


Reichsführer Heinrich Himmler sedang meninjau tank Tiger yang diperuntukkan untuk Waffen-SS



SPESIFIKASI :
Armor: baja pelat dgn ketebalan 25-110 mm
Berat: 54 ton
dimensi: 9 x 3,5 x 3 meter
Kru: 5 orang (komandan, navigator, loader, gunner, turretcontroller)
Mesin: Maybach 700 hp
Jarak Jelajah: 150-200 km (terrain dependant)
TopSpeed: 36kph

SENJATA :
primary: 88mm KWK36
coaxial: 7,92mm MG38/13mm RheinmetallBorsig Mk131
turret top: 7,92 mm MG42

Tank Tiger pertama kali diproduksi pabrikan Henschel yakni bulan Agustus 1942. Tank ini lahir dari kebutuhan Jerman akan tank berat saat berperang melawan Uni Soviet dalam operasi Barbarossa. Desainnya menekankan pada proteksi dan daya hantam sehingga urusan kecepatan Tiger memang tertinggal dibanding tank-tank Jerman lainnya

Bobot Tiger I sendiri mencapai 55.000kg atau lebih dua kali bobot tank Panzer IV (25.000kg). Bobot yang berat ini disebabkan oleh tebalnya baja yang dipakai Tiger. Pada sasis depan tidak kurang 100mm, samping kiri kanan dan belakang 80mm. Sedangkan untuk turret depan tebalnya baja mencapai 110mm. Lapisan baja ini amat berguna untuk melindungi Tiger dari tembakan tank musuh. Konstruksi Tiger memakai sistem interlock dimana bagian2 sebelumnya dibuat terpisah kemudian disatukan seperti merakit puzzle.

Track yang dipakai tank Tiger adalah salah satu track terlebar yang ada saat itu, yakni 725mm. Ukuran yang amat lebar ini diperlukan agar tank Tiger tidak terbenam saat melewati jalan-jalan biasa. Saat diangkut dengan kereta Tiger dapat memakai track ukuran 520mm. sistem suspensinya memakai interleaving road wheels untuk menahan bobotny yang masif, masing2 sisi memakai 24 roda utama, total roda utama 48.

Senjata Tiger adalah kanon legendaris “88 “, senjata ini awalnya digunakan untuk menembak jatuh pesawat terbang namun dikemudian hari diketahui bahwa senjata ini juga efektif menghancurkan tank. Senjata tambahan lainnya adalah machine gun MG34 7.92mm yang berfungsi menghalau infantri lawan, versi terakhir Tiger memiliki machine gun anti pesawat yang dipasang di cupola

Mesin Tiger mengandalkan Maybach HL210 P45 yang sebenarnya kurang bertenaga untuk dipasangkan ke tank ini. Kemudian diganti dengan HL230. Biarpun demikian kecepatan maksimal hanya berkisar 38km/jam dengan jarak jangkau 110km-195km. Tiger versi awal punya kemampuan menyebrangi sungai dengan snorkel yang terhubung dengan mesin. Pada varian Mass Production & Late kemampuan ini dihilangkan.

Tiger sendiri dibuat berbagai varian, mulai dari
BergeTiger : keperluan recovery dengan turret diganti turret derek
Befehlspanzer : Tiger untuk keperluan command, tanpa senjata
Sturmtiger : Tiger dengan kubah raksasa tanpa turret, dipersenjatai dengan Type-61 rocket kaliber 38cm

Total produksinya hanya mencapai 1300-1400 unit sebelum akhirnya digantikan oleh Tiger II (King Tiger). Bandingkan dengan tank sekutu macam Sherman (40.000 unit) dan T-34 (58.000 unit). Sedikitnya tank Tiger yang diproduksi karena biaya pembuatan yang mahal, konstruksi yang rumit dan pengeboman oleh sekutu atas pabrik2-pabrik tank Jerman.

Kalau menyebut satu nama tank yang cukup ditakuti oleh sekutu saat perang dunia kedua pastilah nama Tiger masuk dalam daftar utama. Bahkan sekutu membuat perhitungan sendiri berdasarkan pengalaman, untuk membereskan sebuah tank Tiger di medan lapang perlu setidaknya lima tank Sherman dengan resiko kehilangan tiga atau empat diantaranya. Hampir mustahil melumpuhkan Tiger dalam duel tank versus tank tanpa adanya korban di pihak sekutu.

Sebuah Tiger dapat menghancurkan tank Sherman dari jarak 2.000 m, sedangkan tank Sherman perlu mendekati jarak 100 m untuk bisa menghancurkan Tiger, itupun hanya bisa jika menembak armor samping (80cm) Tiger. Sampai kemudian muncul varian Sherman Firefly yang dapat melumpuhkan Tiger dari jarak 500 m. Namun untung bagi Jerman, varian Firefly tidak diproduksi massal oleh sekutu.

Tiger pertama kali memulai debutnya pada perang Jerman-Soviet. Kala itu Jerman menyadari bahwa tank-tank Soviet lebih unggul kemudian mulai merencanakan pembuatan tank-tank berat. Diantaranya Panzer V Panther dan Panzer VI Tiger. Dua nama awal ini nantinya akan membawa perubahan besar pada struktur divisi lapis baja Jerman

Awalnya terdapat dua desain yakni desain Henschel dan desain Porsche. Prototype pertama VK4501(P) & VK4501(H)diselesaikan dan ditunjukan kepada Hitler saat hari ulang tahunnya. Desain Henschel menang dan melanjutkan ke tahap produksi massal dengan nama SdKfz 181. Desain Henscel dipilih karena dianggap lebih simple dan kuat. Desain Porsche kemudian diberikan untuk dijadikan tank destroyer Elefant & Ferdinand yang memiliki performa buruk di medan tempur

Saat pertama kali diuji di lapangan Tiger ternyata memiliki masalah yang serius. Musim dingin Soviet dapat membekukan roda-roda Tiger. dan saat musim hujan Tiger dapat terbenam di jalanan lumpu. Pada saat itu sebagian besar daerah Soviet belum modern layaknya daerah Eropa, masih banyak terdapat jalanan sederhana yang belum diaspal. Sekali Tiger mogok atau rusak maka hanya dapat ditarik oleh minimal tiga halftrack Famo 9 ton. Kurang dari itu mustahil menarik Tiger.

Namun dibalik semua masalah tersebut Tiger membuktikan kehebatannya saat beradu dengan tank2 Soviet. Tak ada tank Soviet saat itu yang mampu menahan hantaman peluru kaliber 88mm Tiger. Satu peluru cukup meledakkan tank Soviet. Sedangkan tank Soviet harus mendekati tank Tiger agar peluru mereka dapat menembus armor Tiger. Tiger turut serta dalam pertempuran "Mighty Battle of Kursk" yang melibatkan 3.000 tank Jerman melawan 3.600 tank Soviet bersama-sama tank Jerman lainnya seperti Panzer III, Panzer IV, Elefant dll melawan tank -tank Soviet seperti T-34, KV dan IS.

Saat diterjunkan di front barat, Tiger begitu ditakuti oleh tank-tank sekutu lantaran tak ada satupun tank sekutu yang bisa menandingi Tiger saat berhadapan, face to face. Sehingga pada saat bertemu Tiger, awaktank Sherman mengandalkan kecepatan tanknya untuk bergerak maju dah memutari Tiger untuk dapat menembak bagian terlemah Tiger, bagian belakang.

Pada saat di medan perang Afrika , Tiger, Panzer III & Panzer IV berhadap-hadapan dengan tank2 sekutu macam Matilda, Crusader, Sherman dan Grant. Tiger versi Tunisia memiliki tambahan saringan udara sehingga kebal dari medan berdebu yang panas

Discovery channel bahkan pernah menayangkan pengalaman awak tank Sherman yang selamat saat tanknya dihantam Tiger. Mereka dapat selamat karena peluru 88 Tiger menembus bagian depan turret Sherman hingga menjebol bagian belakang turret dan meledak diluar tank

Pada varian Late untuk menghemat penggunaan material maka roda Tiger diganti dengan full steel. Jumlah roda utama yang tadinya mencapai 48 buah dapat dikurangi hingga 40 buah. Tiger kemudian digantikan oleh Tiger II (King Tiger)

pertempuran yang tercatat dalam sejarah diantaranya:

7 Juli 1943 – Sebuah tank Tiger yang dikomandani Franz Staudegger dari 2nd Platoon, 13th Panzer Company, 1st SS Division Leibstandarte SS Adolf Hitler bertemu dengan 50 tank Soviet berjenis T-34 dan kemudian ia berhasil menghancurkan 22 tank dengan selamat, ia kemudian mendapat penghargaan Knight’s Cross

8 Agustus 1944 sebuah tank Tiger yang dikomandani SS-Unterscharführer Willi Fey dari 1st Company of sSSPzAbt 102 bertamu dengan barisan tank Inggris, dan berhasil menghancurkan 14 dari 15 Sherman yang ada.

Pada saat pertempuran Normandy, sSSPzAbt 102 mengklaim menghancurkan 227 tank sekutu dalam enam minggu!


Sumber :
www.indowebster.web.id


Moshe Feiglin, Adolf Hitler Baru Ala Israel!

Moshe Feiglin dan bendera Israel


Namanya Moshe Feiglin, tapi julukan yang pantas baginya adalah Adolf Hitler ala Israel. Senin, 8 Desember, hari ketika partai Likud melakukan Pemilu putaran pertama, Feiglin memenangkan posisi yang aman di Knesset Partai Likud untuk bersiap-siap pada Pemilu Israel berikutnya. Ini artinya bahwa hampir bisa dipastikan Feiglin akan menjadi anggota Knesset karena dari berbagai poling yang dilakukan mengindikasikan bahwa partai yang menganut nasionalisme yang berlebihan akan menjadi pemenang pada Pemilu dan menduduki pemerintahan Israel periode berikutnya.

Moshe Feiglin, adalah anggota kubu ekstrim kanan Likud. Julukan Hitler yang disematkan pada Feiglin sangat pas baginya. Sosok ini berjuang dan membela ide dan cita-cita fasis sebagaimana Hitler dulu membela kejahatan Nazi. Faktanya, apa pun perbedaan yang mungkin ada antara Feiglin dengan Hitler lebih mengacu ke bentuk daripada substansinya. Misalnya saja Hitler dan pengikut-pengikutnya percaya bahwa ras Arya adalah ras yang paling unggul, sedangkan Feiglin dengan jutaan pendukungnya percaya bahwa mereka adalah bangsa super yang telah dipilih Tuhan. Ketika Hitler menyebut wilayah ekspansi Jerman sebagai "lebensraum," Feiglin menggunakan istilah yang lebih mudah dipahami berkaitan dengan perluasan wilayah Israel: Eretz Yisrael ha'Shlema (Israel, tanah yang dijanjikan) melingkupi wilayah pendudukan Palestina, Jordania, Libanon, dan sebagian besar wilayah Syria, Iraq dan Mesir.

Pada tahun 1995, Feiglin sempat diwawancarai oleh surat kabar Ha’aretz. Ia pun digambarkan selevel dengan pemimpin Nazi, Hitler yaitu kemiripan di antara keduanya dalam hal ‘jenius dalam militer’ dan sekaligus sebagai bapak pendiri bangsa.

“Hitler adalah sosok jenius dalam militer yang tak tertandingi. Paham Nazi mampu merubah Negara Jerman yang semula dianggap remeh menjadi sebuah Negara luar biasa baik dalam tataran keberhasilan materi ataupun ideology. IBarat sebuah tubuh, Jerman yang dulunya adalah anak muda dengan tampilan acak-acakan dan dianggap sampah oleh semua orang, kemudian berubah menjadi anak muda yang rapi dan tampan di tengah masyarakat. Jerman pun kemudian menjadi sebuah Negara yang patut untuk dicontoh terutama dalam system hukum dan pengaturan masyarakat. Hitler mempunyai selera bagus dalam musik. Ia pun melukis. Dan ini semua bukanlah kejahatan. Mereka hanya berusaha mengaitkan antara kejahatan dan homoseksual.”

Pada wawancara yang sama, Feiglin berusaha memberikan wajah positif pada rasisme. “Tak bisa dipungkiri bahwa agama Yahudi adalah agama rasis. Dan ketika mereka yang di PBB mengatakan bahwa paham zionis adalah rasis, maka tak ada alasan bagi saya untuk protes. Orang-orang yang menganggap bahwa paham zionis adalah sebuah paham yang membeda-bedakan antara ras satu dengan yang lain, maka dengan tegas saya katakan bahwa paham zionis adalah rasis. Meskipun saya tahu bahwa hal ini cukup primitive untuk dilakukan dengan membeda-bedakan ras satu dengan yang lain.

Pada tahun 2001, Feiglin berusaha mempengaruhi George W. Bush agar ia mau berjuang untuk menghancurkan Islam. Feiglin berdalih bahwa tanpa menghancurkan Islam lebih dulu, maka upaya Amerika untuk memerangi terorisme tidak akan pernah berhasil.

“Amerika tidak akan pernah mau mengakui bahwa perang yang dikobarkannya adalah perang kebudayaan, terlebih pada faktanya perang ini adalah perang antar agama. Amerika tidak pernah mau mengakuinya sehingga akibatnya Amerika tidak bisa menyerang balik para musuh-musuhnya. Hal inilah yang terjadi pada Israel. Mereka gagal mengidentifikasi siapa yang jadi musuhnya. Israel berusaha mencari siapa yang menjadi teroris sebagaimana yang dilakukan Sharon terhadap teroris sebagai individu-individu. Ini sama saja dengan menangkap tawon tanpa menghancurkan sarangnya. Mereka takut konfrontasi terbuka antara nilai-nilai zionis dengan Islam.

Namun Feiglin tidak mau mengaku bagaimana cara ia meyakinkan Bush dalam upayanya membantai 1,5 juta manusia.

Berkaitan dengan isu Palestina, Feiglin mempunyai pendapat menarik. Ia menyatakan bahwa, “Tidak ada yang namanya Negara Palestina. Yang ada hanyalah orang Arab yang berusaha berbicara di depan umum dan tiba-tiba mengakui dirinya sebagai manusia, yaitu sisi negative dari gerakan zionis yang ditumpangi oleh parasit. Fakta bahwa mereka tidak melakukan pembelaannya dari dulu, menunjukkan bahwa betapa inferior/rendah diri mereka itu sebagai bangsa. Mereka itu sama seperti orang Afrika yang juga tidak mempunyai kebangsaan. Cuma Zulu dan Tutsi saja yang punya.”

Ketika ditanyakan tentang bagaimana cara pendekatannya dalam penyelesaian masalah Palestina apabila satu hari nanti ia menjadi Perdana Menteri Israel, Feiglin mengungkap rencana tanpa berkedip sekali pun.

Menurut website miliknya Manhigut ha'Yehudit (Pemimpin Yahudi), Feiglin akan menerapkan kebijakan terhadap Palestina dengan memerintahkan, “penghentian seluruh fasilitas air, listrik dan saluran komunikasi” bagi empat juga penduduk Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur (komunikasi diputus agar proses pemusnahan masal terhadap rakyat Palestina bisa dilakukan secara diam-diam sehingga para korban tidak bisa memberitahuan pihak dunia luar tentang kekejaman pembantaian masal yang dilakukan oleh Israel). Serangan apa pun yang ditujukan kepada Israel akan memunculkan “penaklukan daerah yang penghuninya menyebabkan kekerasan, pengusiran dan perusakan infrstruktur area tersebut.”

Ketika ditanya tentang bagaimana sikapnya dalam menghadapi protes rakyat Palestina, Feiglin berkata bahwa ia akan memerintahkan dana pertahanan dipotong 30% dengan menghentikan pasokan senjata bagi para pendemo semisal peluru karet dan gas airmata.

“Senjata peluru karet dan gas airmata digunakan untuk mencegah korban dari pihak musuh ketika mereka melawan angkatan bersenjata. Para pendemo itu akan dihancurkan di bawah mandat resmi pada tiap basis militer.”

Bagaimanapun Feiglin menyatakan bahwa seluruh rakyat Palestina, bahkan yang cenderung membangkang harus ber-emigrasi ke Negara lain. Israel akan membantu semampunya bagi keluarga Arab yang mau melakukannya.

Dalam sebuah wawancara pers yang diterbitkan Rabu, 10 Desember, ia menyarankan pemerintah Israel agar membayar sebesar $250.000 untuk setiap keluarga Palestina yang setuju ber-emigrasi.

Kegilaan berlebihan Feiglin dalam pembunuhan terencana merupakan perbuatan tercela terhadap rakyat Palestina melalui dua cara yaitu pembunuhan masal dan pengusiran ke negara lain.

Sebagaimana dikutip oleh surat kabar Ha’aretz, langkah pertama yang akan dilakukannya ketika ia terpilih sebagai perdana menteri adalah mengajak pemerintah untuk berterima kasih kepada Tuhan dan berdoa di lapangan Masjid Al-Aqsa, di Al Quds.

Dalam 100 hari berikutnya, ia akan mengumumkan keluarnya Israel dari PBB, menutup kedutaan besar Israel di Jerman dan semua Negara yang anti Semit. Ia juga akan melakukan penjadwalan ulang terhadap tahun ajaran baru menurut kalender penanggalan Yahudi.

Langkah ini menurutnya, adalah langkah maju bagi “Detak nadi Negara Yahudi itu harus diselaraskan dengan gerak jam dan penanggalan Yahudi sendiri, bukan ikut-ikutan kaum Kristen.”

Terlepas dari isi manifestnya yang mirip dengan ideology Nazi, sesungguhnya bukan tanpa sebab Feiglin dijadikan semacam kambing hitam dalam partai Likud, yaitu sebuah partai fasis yang berkembang yang lantang menyuarakan sudut pandang fasis yang dianutnya yang biasanya diselenggarakan oleh mayoritas pemimpin dan anggotanya.

Faktanya, seseorang dapat berdalih dengan sedikit berlebihan bahwa Partai Likud secara keseluruhan merupakan partai fasis yang tangguh, dengan “pola pikir ala Feiglin” yang menghadirkan norma daripada pengecualian.

Ambil sebagai contoh adalah pemimpin partai, Benyamin Netanyahu. Sosok ini mendukung pemukiman Yahudi untuk jangka waktu lama di Tepi Barat, mempercepat langkah meyahudikan Jerusalem Timur dan pembersihan etnis atas rakyat Palestina baik di Israel maupun di wilayah pendudukan.

Beberapa tahun yang lalu, Netanyahu sering digambarkan oleh banyak media Barat sebagai perwujudan dari “pusat kebenaran”. Seorang mahasiswa Israel berkata bahwa Israel seharusnya mengambil kesempatan yang ada untuk mengusir warga Arab sebanyak-banyaknya dari ‘tanah Israel’.

Lalu bagaimana dengan Moshe Ya’alon yang memenangkan predikat sebagai pengambil langkah jitu dalam jajaran partai Likud? Selain sebagai staff kepala angkatan darat Israel, orang ini juga yang menyuruh tentaranya untuk membunuh rakyat sipil Palestina yang tak berdosa secara kejam termasuk anak sekolah mengebom bangunan apartemen dan rumah yang di dalamnya penuh berisi rakyat sipil yang menyebabkan punahnya seluruh keluarga.

Singkat kata, saat ini kita sedang membicarakan sebuah partai yang kepemimpinan dan anggota terpilihnya memegang jabatan fasis yang tangguh. Partai Likud adalah sebuah partai yang bisa dibandingkan dengan partai Nazi. Intinya, di bawah kepemimpinan orang-orang seperti Netanyahu, Feiglin, Ya’alon, Israel menjadi mirip Jerman di tahun 1937.

Bagaimana mungkin Barat yang mengaku dirinya sebagai ‘beradab’ dan ‘demokratis’ khususnya kepemimpinan baru di bawah Amerika, bereaksi terhadap adanya penyimpangan arah terhadap paham Nazi Yahudi di Israel?

Akankah Barat memboikot partai Likud, termasuk Israel? Akankan empat serangkai (PBB, Amerika, Uni Eropa dan Rusia) menjatuhkan hukuman yang sama terhadap Israel sebagaimana mereka memperlakukan pemerintahan yang dipegang Hamas yang menang secara demokratis dalam Pemilu tahun 2006 lalu?

Saya sungguh sangat meragukan hal tersebut. Pemerintahan Barat sangat tidak konsisten secara moral dan politis karena mereka pilih-pilih dalam menjatuhkan hukuman untuk menghadapi Israel yang fasis.


Sumber : www.hidayatullah.com