Thursday, September 27, 2012

Major Arnulf Abele (1914-2000), Pahlawan Dalam Pertempuran di Lembah Teralle!

Arnulf Abele mengenakan tropenanzug (seragam tropis) sebagai seorang Major di 44.Reichs-Grenadier-Division "Hoch und Deutschmeister", sebuah divisi yang dibentuk tanggal 1 Juni 1943 dan sebelumnya bernama 44. Infanterie-Division. Anggota divisi ini mempunyai keistimewaan untuk mengenakan schulterklappen (tanda pangkat bahu) khusus yang memasang simbol divisinya (lihat DISINI). Di foto atas ini terpasang pula tanda tangannya


Nama lengkap: Arnulf Abele
Lahir: 8 November 1914 di Nürnberg (Jerman)
Meninggal: 2 Juli 2000 di Hopferau/Füssen (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)
1939 Eisernes Kreuz 2. Klasse (25 Juli 1940)
1939 Eisernes Kreuz 1. Klasse (22 Januari 1942)
Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" ( ? )
1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (28 Oktober 1942)
Infanterie-Sturmabzeichen ( ? )
Verdienstorden der Bundesrepublik Deutschland I. Klasse (28 Desember 1972)
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (12 Februari 1944) sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Bataillon/Reichs-Grenadier-Regiment "Hoch und Deutschmeister"/44.Reichs-Grenadier-Division "Hoch und Deutschmeister", diberikan atas aksinya dalam pertempuran di lembah Teralle dekat Belmonte (Italia) tanggal 27 Januari 1944. Di tanggal itu batalyon pimpinannya tiba di lembah Teralle untuk mengisi lubang yang ditinggalkan oleh garis pertahanan Jerman. Bantuan yang dijanjikan tidak pernah datang. Ketika unitnya diserang oleh pasukan Prancis-Maroko, langsung terjadi pertempuran sengit yang berujung satu lawan satu dalam jarak dekat. Artileri gunung Jerman mampu mencegah si penyerang untuk menambah lebih banyak lagi bala-bantuan. Pertempuran berlangsung begitu serunya, sampai-sampai batu pun ikut digunakan untuk melempar saat granat sudah habis! Akhirnya pihak Jerman berhasil memukul mundur musuh dan menduduki kembali wilayah strategis Colle Abate


Beförderungen (Promosi)
Masuk tentara sebagai seorang Fahnenjunker di Infanterie-Regiment 21
20 April 1937 Leutnant
1 Agustus 1939 Oberleutnant
20 April 1942 Hauptmann
20 April 1944 Major
16 Desember 1955 bergabung dengan Bundeswehr sebagai Major
5 September 1957 Oberstleutnant im Generalstab
23 Desember 1964 Oberst im Generalstab

Einheiten (Unit)
Januari 1936 mengikuti pelatihan Kriegsschule di Potsdam dan di Döberitz
1 Maret 1937 kembali ke Infanterie-Regiment 21
1 April 1937 Zugführer dan Kompanie-Offizier di I.Bataillon/Infanterie-Regiment 21
1 Agustus 1937 Bataillon-Adjudant di Grenz-Infanterie-Bataillon 126/Infanterie-Regiment 118
1 Oktober 1937 dipindahkan ke Generalkommando der Grenztruppen sebagai Ordonnanz-Offizier
1 Januari 1940 Kompanie-Chef Grenz-Infanterie-Bataillon 127
10 Mei 1940 Kompanie-Chef Infanterie-Regiment 208
??? Kompanie-Chef Gebirgsjäger-Regiment 218
17 Februari 1943 Kommandeur I.Bataillon/Grenadier-Regiment 134
1 Juni 1943 Grenadier-Regiment 134 dibentuk ulang menjadi Reichs-Grenadier-Regiment "Hoch und Deutschmeister"
26 September 1944 ditawan oleh Amerika di selatan Castell del Rio (Italia)
15 Oktober 1946 dilepaskan
16 Desember 1955 masuk dinas militer di Bundeswehr
23 Januari 1956 Kommandeur Pionier-Stab di München
1 Juli 1964 Referent di Heeres-Führungsstab
31 Maret 1973 pensiun dari Bundeswehr

Schlachten (Pertempuran yang diikuti)
Pertempuran Prancis (1940)
Unternehmen Barbarossa(1941)
Kampanye di Italia (1943-1945)
Pertempuran San Pietro (1943)
Pertempuran Monte Cassino (1944)



Sumber :
Buku "Ritterkreuzträger of the Wehrmacht and SS 1939-1945 vol.1" karya John Winner
www.das-ritterkreuz.de
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com

Album Foto Alat Optik Wehrmacht

BLINKENGERÄTE / SIGNALGERÄTE

Suasana latihan masa Reichswehr: a) Artillerie b) Minenwerfer c) Nachrichten (Blinker). Penjelasan: Foto atas memperlihatkan sebuah schwerer Minenwerfer 25cm (25 cm sMW), sementara foto bawahnya adalah sebuah meriam lapangan 7.7 cm Feldkanone 16 (7.7 cm FK 16). Dua-duanya adalah peninggalan dari masa Kekaisaran Jerman. Yang menarik adalah yang di tengah: sebuah lampu Blinkengeräte atau Signalgeräte model awal. Biasanya anggota Nachrichten (Blinker) mengirimkan berita ke unit-unit yang berdekatan menggunakan peralatan cahaya ringan. Terdapat beberapa varian fernglas (teropong/binocular) atau fernrohr (monocular) 15x60 yang dikembangkan untuk dapat mengenali sandi yang dikeluarkan oleh alat Blinkengeräte atau Signalgeräte dari unit-unit Nachrichten (sandi) yang berjauhan jaraknya. Bentuknya hanya sebuah lampu on-off yang mengedipkan cahaya. Untuk menjaga agar tidak gampang terdeteksi oleh musuh, maka diperlukan sebuah teropong atau teleskop berdaya tangkap tinggi yang dapat mengenali sumber cahaya yang tidak terlalu terang. Karenanya rata-rata digunakan teleskop dengan pembesaran sampai 15x!

----------------------------------------------------------------------------  

ENTFERNUNGSMESSER

Ini adalah alat penghitung jarak anti-pesawat udara yang berukuran 4 meter bernama EM 4 m R (H) 34 atau 36, Entfernungsmesser 4 m Raumbild (Hochenmesser) 34 atau 36, yang merupakan alat pengukur jarak standar untuk satuan artileri anti pesawat udara. alat ini (termasuk juga versi terbaru Em 4m R 40 yang sedikit berbeda) dapat digunakan secara sendiri-sendiri dengan diletakkan di atas dasar tripod, seperti yang terlihat di foto atas - dan digunakan bersama-sama dengan Kdo.Hi.Ger. 35, atau dipasangkan langsung dengan Kdo.Ger. 36 atau Kdo.Ger. 40. The Em 4 m R (H) 34 atau 36 yang diawaki oleh 4 orang (tiga pembidik arah dan satu komandan) dan dapat mengukur jarak antara 620 m (670 m untuk model 34) sampai dengan 50.000 m, sekaligus pula ketinggian targetnya

----------------------------------------------------------------------------  

FLAKFERNROHR
 




 Seorang SS-Sturmmann dari batalyon konstruksi 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf" sedang menggunakan Richtkries 31 untuk kegiatan pensurveyan lapangan. Alat optik satu ini biasanya digunakan untuk mengamati tembakan (kebanyakan artileri) tak langsung ke arah musuh. Foto di atas aslinya hitam-putih, tapi telah mendapatkan pewarnaan oleh John Winner


 Generalmajor Karl Lorenz (24 Januari 1904 - 3 Oktober 1964) menjadi komandan Divisi Panzergrenadier "Großdeutschland" periode 1 September 1944 s/d 1 Februari 1945, menggantikan Hasso von Manteuffel dan digantikan Hellmuth Mäder. Dia adalah seorang peraih Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #395 yang didapatkannya tanggal 12 Februari 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment "Großdeutschland". BTW, alat optik yang nongkrong di depan Lorenz namanya adalah 12x60 Richtungsweiser-Fernrohr, jaket yang dikenakannya berasal dari jenis Fellmantel, codet di pipinya adalah hasil Mensur di masa muda, dan kacamata hitam (!) di schirmmütze-nya adalah varian dari Cenkdem (gochenk adem)

----------------------------------------------------------------------------  

KOMMANDO HILFSGERÄT

Perangkat di atas adalah Kdo.Hi.Ger. 35 atau Kommando Hilfsgeraet 35, yang merupakan alat komando artileri anti pesawat udara dan digunakan sebagai alat bantu unit flak berat (kaliber 88mm ke atas). Unit utamanya adalah Kdo.Ger. 36 atau Kdo.Ger. 40, dimana keduanya mempunyai sistem lebih kompleks lagi jika dibandingkan dengan peralatan di atas. Dilengkapi dengan pencari jangkauan kelas 4 m dan menawarkan transmisi kawat listrik untuk menghitung elevasi, putaran dan sekering pengaturan senjata. Hasil hitungan jarak diberikan kepada Kdo.Hi.Ger. 35 secara lisan dari sebuah pencari jarak yang diberdirikan setinggi 4 m. Saat itu, jarak target sasaran dihitung dengan cermat dan elevasinya diobservasi melalui dua buah teropong optik yang nongol dari kedua sisi alat ini. Hasil penghitungan tersebut kemudian disampaikan kepada unit artileri melalui sambungan telepon. Kdo.Hi.Ger. 35 bersama dengan pemindai jaraknya diawaki oleh 14 orang, dengan 9 orang di antaranya khusus mengoperasikan perangkat komando saja!
 


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi John Winner
www.commons.wikimedia.org
www.fieldgear.org
www.pinterest.com

Oberleutnant der Reserve Josef Abel (1914-1984), Ngerasain Ditangkap Oleh Soviet dan Amerika!

Josef Abel sebagai Oberfeldwebel. Dalam foto ini dia mengenakan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya serta deretan Infanterie-Sturmabzeichen, Eisernes Kreuz I klasse dan Verwundetenabzeichen in Schwarz di saku kanan. Di atas saku adalah dua buah pita dari Eisernes Kreuz II klasse serta Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42"


Tanda tangan dari Josef Abel dalam foto yang memajang dia saat masih berpangkat Oberfeldwebel. Tidak ada perbedaan posisi medali di seragamnya dengan foto terdahulu, hanya saja kini pita Eisernes Kreuz II klasse serta Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" boyongan ke bagian kancing, persis di bawah Ritterkreuz. Di kepalanya Abel memakai einheits-feldmütze


Nama lengkap: Josef "Sepp" Abel
Lahir: 3 Januari 1914 di Bad Kissingen/Unterfranken (Jerman)
Meninggal: 1 Desember 1984 di Donauwörth/Schwaben (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)
1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz ( ? )
1939 Verwundetenabzeichen in Silber (5 September 1942)
Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (22 Juli 1943)
Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" ( ? )
1939 Eisernes Kreuz 2. Klasse (22 Juni 1940)
1939 Eisernes Kreuz 1. Klasse (26 Juli 1941)
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 7.Kompanie/Infanterie-Regiment 217/57.Infanterie-Division tanggal 23 November 1941, atas aksinya sebagai Zugführer dalam pertempuran di Staro-Shiwotow. Medalinya sendiri dikalungkan tanggal 20 April 1942 di Rumah Sakit Lviv oleh Generalleutnant Kurt Beuttel dan Generalmajor Max von Prittwitz und Gaffron

Beförderungen (Promosi) 
1 Oktober 1937 Oberschütze
1 Desember 1937 Gefreiter
26 Oktober 1938 Waffen-Unteroffizier
1 September 1940 Feldwebel
1 Mei 1941 Oberfeldwebel
14 Juli 1943 Fahnenjunker
20 April 1944 Leutnant der Reserve
30 Januari 1945 Oberleutnant der Reserve

Einheiten (Unit)
16-26 Oktober 1938 10.Kompanie/Infanterie-Regiment 63
26 Agustus 1939 Gruppenführer di 1.Kompanie/Infanterie-Regiment 217/57.Infanterie-Division
1 Mei 1941 Zugführer 7.Kompanie/Infanterie-Regiment 217
16 Juli 1941 dipindahkan ke 1.Kompanie(Genesende)/Grenadier-Ersatz-Bataillon 217
16 Agustus 1943 2.Kompanie/Grenadier-Ersatz-Bataillon 217
24 November 1943 dipindahkan ke Kriegsschule Weiner-Neustadt
8 Februari 1945 dia berada di Schule II für Fahnenjunker der Infanterie di Wiener-Neustadt
27 April 1945 ditangkap oleh Rusia tapi berhasil meloloskan diri. Kemudian ditangkap oleh Amerika di Salzburg (akhir April 1945) dan dilepaskan akhir September 1945

Schlachten (Pertempuran yang diikuti)
Invasi Polandia (1939)
Pertempuran Prancis (1940)
Unternehmen Barbarossa (1941)
Pertempuran Uman (1941)
Pertempuran Pertama Kharkov (1941)


Sumber :
Buku "Ritterkreuzträger of the Wehrmacht and SS 1939-1945 vol.1" karya John Winner
www.das-ritterkreuz.de
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com

Wednesday, September 26, 2012

Album Foto Kampfgeschwader 1 (KG 1) "Hindenburg"

GESCHWADERKOMMODORE

 Generalleutnant Karl Angerstein (4 Desember 1890 – 20 September 1985) pertama kali masuk dinas militer tanggal 25 September 1911 sebagai Fahnenjunker di Infanterie-Regiment 87. Dia lalu menjalani pelatihan terbang dan kemudian ditempatkan sebagai pilot di 4. Flieger-Ersatz-Abteilung, Feld-Flieger-Abteilung dan 3. Bombergeschwader. Seusai perang dia melanjutkan karirnya sebagai pilot untuk polisi perbatasan, dilanjutkan dengan menjadi Gruppenkommandeur di Kampfgeschwader 157 saat Luftwaffe dibentuk tahun 1935. Dia lalu menjadi Geschwaderkommodore untuk Kampfgeschwader 28 (9 Januari 1940 - 16 Juli 1940) dan Kampfgeschwader 1 (17 Juli 1940 - 1 Maret 1942). Angerstein dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 2 November 1940 sebagai Oberst dan Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 1 (KG 1) "Hindenburg" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 3 sebagai penghargaan atas prestasi unitnya dalam Pertempuran Prancis dan Britania. Setelah malang melintas mengisi posisi yang berhubungan dengan dunia penerbangan, pada tanggal 25 Oktober 1944 dia ganti haluan dengan menjadi Hakim-Perwira di Reichskriegsgericht (Pengadilan Perang Reich). Angerstein ditawan oleh pasukan Amerika tanggal 8 Mei 1945 dan baru dibebaskan tanggal 30 Juni 1947. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Ritterkreuz des königlichen Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (17 April 1918); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Königlichen Preußischen Flugzeugführerabzeichen; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Dienstauszeuchnung der Wehrmacht I.Klasse 25 jahre; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Luftwaffe Gemeinsames Flugzeugführer-und Beobachter-Abzeichen in Gold mit Brillanten; Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (16 Juli 1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 19 Agustus 1943 dan 9 Oktober 1943

----------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 
Hauptmann im Generalstab Otto Edler von Ballasko (29 April 1919 - 5 Februari 2005) adalah pilot dari Austria yang bergabung dengan Flieger-Ersatz-Abteilung 16 tanggal 7 November 1938. Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Britania, Unternehmen Barbarossa, Pengepungan Leningrad, Kantong Demyansk, Pertempuran Kaukasus, Pertempuran Stalingrad, Pertempuran Kursk, dan invasi Sekutu atas Sisilia. Veteran bomber yang biasa mempiloti pesawat Heinkel He 177 ini dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 Agustus 1942 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Kampfgeschwader 1 "Hindenburg" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 1. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika bulan Mei 1945 dan dilepaskan kembali di akhir tahun yang sama. Ballasko melanjutkan karir sebagai direktur perusahaan ban "Semperit" di Inggris. Sepanjang Perang Dunia II dia telah tercatat terlibat dalam 401 misi tempur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen (9 Maret 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 September 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (31 Januari 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (10 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (26 September 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger (1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (16 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (19 Januari 1942); Kroatisches Flugzeugführerabzeichen (11 Juni 1943); serta Demjanskchild (31 Desember 1943)


Para anggota Kampfgeschwader 1 (KG 1) "Hindenburg"/Luftflotte 1. Yang di tengah adalah Feldwebel Kurt Mevissen (Flugzeugführer 9./KG 1 "Hindenburg") yang meraih Ritterkreuz dalam fase awal Pertempuran Stalingrad tanggal 19 September 1942 (versi "Kampfflieger-Asse" adalah 21 September 1942). Medali lain yang diraih oleh Mevissen: Eisernes Kreuzes II. klasse (9 Juli 1941) dan I. klasse (7 September 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (4 Desember 1941); Ehrenpokal für besondere Leistung im Luftkrieg (15 Desember 1941); Deutsches Kreuz in Gold (27 April 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (16 Juli 1942); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit anhanger; dan Demjansk Schild (1 April 1944)


Sumber :

Oberstleutnant Adolf Abel (1914-1944), Gugur Saat Memasang Perangkap!


Adolf Abel sebagai seorang Major. Di lehernya bertengger Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sementara di atas saku tertancap tiga pita medali, dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz II klasse, Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42", dan Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. klasse (4 jahre). Topi di kepalanya adalah dari jenis schirmmütze


Nama lengkap: Adolf Wilhelm Abel
Lahir: 18 Oktober 1914 di Gerdt/Baerl am Rhine (Jerman)
Meninggal: 26 Agustus 1944 sekitar 20km barat Gura Galbena (Moldova)
(gugur saat sedang memasang sebuah perangkap peledak di sebuah kendaraan Rusia)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)
Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. klasse (4 jahre)
1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (terluka tanggal 13 Agustus 1941 dan 5 November 1941)
1939 Verwundetenabzeichen in Silber (20 November 1942)
Infanterie Sturmabzeichen (30 September 1941)
Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (15 April 1942)
1939 Eisernes Kreuz 2. Klasse (25 Juni 1940)
1939 Eisernes Kreuz 1. Klasse (27 Oktober 1940)
Deutsches Kreuz in Gold (13 Desember 1942) sebagai Hauptmann di III.Bataillon/Grenadier-Regiment 371/161.Infanterie-Division
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon/Grenadier-Regiment 364/161.Infanterie-Division tanggal 23 September 1943 atas aksinya dalam Pertempuran untuk Golubuff

Beförderungen (Promosi)
15 Juni 1934 Fahnenjunker
1 Oktober 1934 Gefreiter
1 Juni 1935 Fähnrich
25 Oktober 1935 Oberfähnrich
20 Agustus 1936 Leutnant
26 Oktober 1939 Oberleutnant
18 Januari 1942 Hauptmann
15 Februari 1943 Major
20 Juni 1944 Oberstleutnant

Einheiten (Unit)
15 Juni 1934, 5.Kompanie/Infanterie-Regiment 2
1 Oktober 1934, 6.Kompanie/Infanterie-Regiment 2
1 Desember 1934 dipindahkan ke 12.Kompanie/Infanterie-Regiment 2
14 Januari 1935 dikirim ke Infanterieschule Dresden
1 Juni 1935 kembali ke Infanterie-Regiment 2
13 Februari 1936 dipindahkan Infanterie-Regiment 23
Februari dan Maret 1938 mengikuti Zugführer-Lehrgang für Panzerabwehreinheiten
26 Agustus 1939 Inf.Pzab.Ers.Kp.206
1 September 1939 Chef 14.Kompanie/Infanterie-Regiment 23
November 1939 Chef 14.Kompanie/Infanterie-Regiment 206
28 Desember 1939 Chef 14.Kompanie/Infanterie-Regiment 364
7 November 1941 Rgt.Adj. Infanterie-Regiment 371
23 Januari 1942 Führer I.Bataillon/Infanterie-Regiment 371
6 Maret 1943 Führer III.Bataillon/Infanterie-Regiment 371
Dari ??? s/d 2 September Kommandeur Infanterie-Regiment 364
29 Februari 1944 Führer Grenadier-Regiment 571
Pertengahan 1944 dikirim untuk memimpin Infanterie-Regiment 302 tapi unitnya ternyata sudah dibubarkan sehingga dia dijadikan sebagai Führer Grenadier-Regiment 570

Schlachten (Pertempuran yang diikuti)
Invasi Polandia (1939)
Pertempuran Prancis (1940)
Unternehmen Barbarossa(1941)
Pertempuran Białystok–Minsk (1941)
Pertempuran Smolensk (1941)
Pertempuran Kedua Kharkov (1942)
Ofensif Jassy–Kishinev (Agustus 1944)
 
 



Sumber :
Buku "Ritterkreuzträger of the Wehrmacht and SS 1939-1945 vol.1" karya John Winner
Foto koleksi pribadi Schuddie

Libratama – 33 Tahun Merawat Mesin-Mesin Indonesia



Seiring makin pesatnya perkembangan zaman, makin banyak pula suguhan kemudahan dan kepraktisan dalam berbagai bidang kehidupan. Beragam jenis mesin muncul dengan berbagai tawaran kepraktisan yang bertujuan meringankan pekerjaan manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam dunia industri terjadi kolaborasi antara sumber daya manusia dengan mesin-mesin. Jika manusia memerlukan waktu berlibur untuk beristirahat dan merefreshkan pikiran, maka mesin pun juga memerlukan perawatan secara rutin agar dapat kembali beroperasi secara optimal.

Mesin yang optimal akan dapat menghasilkan barang-barang yang baik pula, selain itu proses-proses dalam sektor perindustrian juga dapat berjalan sesuai rencana. Libratama Trading Coy adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pemeliharaan mesin. Libratama berdiri pada tahun 1979 sebagai distributor pemeliharaan bahan-bahan kimia di Jawa Tengah. Dengan upaya yang maksimal dan melalui reputasi  bagus yang dicapai melalui para pelanggan yang sebagian besar dari mereka merupakan perusahaan umum sperti Power Plant, Perusahaan Minyak dan Gas, Pertambangan dan industry-industri lain, Libratama secara terus menerus berkembang, tidak hanya di Jawa Tengah tetapi di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini perusahaan yang bergerak dalam bidang industrial maintenance ini telah melebarkan sayapnya dibeberapa kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Bali, dan Palembang. Sebagai upaya pengoptimalan pelayanan, Libratama Group menjalin kerja sama dengan 3 perusahaan, yakni: Agape Trikarsa Libratama, Pison Caturkarsa Libratama, dan Hermon Pancakarsa Libratama.

Libratama memiliki beberpa proyek yang sedang dilakukan diantaranya yaitu: coating pipe, Rekondisi SHAFT Coupling MCWP, Jasa Infrared Thermography, Coating Sumur Condensat Pump, Perbaikan Burnerlibs, Penambalan Trafo, Cleaning Insulating Alumunium Foil, dan lain-lain. Libratama juga menawarkan beberapa produk industrial maintenance dari beberapa merk yang berkualitas tinggi untuk memberikan solusi terbaik bagi para pelanggan, seperti Epigen, Epoxy Resin, Online Tube Cleaning System, Infrared Camera, Compound & Polishing Products, Industrial Electronic Products In Protection Contron & Automation, dll.

Daftar Aufklärerflieger (Penerbang Intai) Peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes


Oberleutnant Friedrich Brinckmann, Flugzeugführer 6.Staffel(Fern)/Aufklärungsgruppe 122, dianugerahi Ritterkreuz tanggal 30 Desember 1943. Penghargaan dan medali yang telah diraihnya selain Ritterkreuz adalah: Flugzeugführer-Abzeichen, Eisernes Kreuz II. und I. Klasse, Frontflugspange für Aufklärer in Bronze, Silber, Gold & Gold mit Anhänger, serta Deutsches Kreuz in Gold (5 Juli 1942)


Baader, Heinz Hauptmann Nahaufklärungsgruppe 5 26 04 45
Baasner, Hans Oberleutnant 3.(F)/Aufklärungsgruppe 121 11 03 43
Bader, Edwin Oberleutnant 2./Nahaufklärungsgruppe 16 26 03 44
Badorrek, Emil Hauptmann 4.(F)/Aufklärungsgruppe 11 22 11 43 652 Eichenlaub 18 11 44, Major 4.(F)/Aufklärungsgruppe 11.
Baldauf, Horst Leutnant 2./Fernaufklärungsgruppe 22 08 08 44 *
Baldes, Josef Fahnenjunker-Feldwebel 1./Fernaufklärungsgruppe 124 09 05 45
Bayer, Hans Hauptmann 3.(F)Aufklärungsgruppe 33 01 05 45
Becker, Günther Oberfeldwebel 3./Fernaufklärungsgruppe 122 28 02 45
Birnkraut, Paul Oberleutnant 1./Fernaufklärungsgruppe 121 10 05 43
Bisping, Joseph Oberleutnant (F)Aufklärungsgruppe des Oberbefehlshabers der Luftwaffe 22 10 41
Blume, Werner Leutnant 1.(F)/Aufklärungsgruppe 122 01 07 42 Oberleutnant*
Bohlens, Helmut Oberleutnant 5.(F)/Aufklärungsgruppe 122 21 06 43 *
Bonath, Hans Oberleutnant Wettererkundungsstaffel 27 26 03 44
Braunegg, Herward Oberleutnant Nahaufklärungsgruppe 99 28 03 44
Breese, Werner Hauptmann 5.(F)/Aufklärungsgruppe 122 29 02 44
Brinckmann, Friedrich Oberleutnant 6.(F)/Aufklärungsgruppe 122 30 12 43
Busch, Rudolf Oberfeldwebel 1./Fernaufklärungsgruppe 121 09 06 44
Büsen, Dr. Nikolaus Hauptmann 1./Fernaufklärungsgruppe 122 04 09 42
Celerin, Albert Oberleutnant Fernaufklärungsgruppe 4 10 10 44
Debus, Otto Oberleutnant 1.(H)/Nah-Aufklärungsgruppe 12 05 04 44
Dörries, Helmut Fahnenjunker-Oberfeldwebel 2.(F)/Aufklärungsgruppe 123 27 07 44
Dünkel, Friedrich Hauptmann 2.(N)Aufklärungsgruppe "Tannenberg" 28 04 45
Eckebrecht, Fritz Oberleutnant 4.(H)/Aufklärungsgruppe 31 09 11 44
Evers, Franz Leutnant 3.(F)/Aufklärungsgruppe 121 17 12 41
Felder, Paul Oberleutnant 1.(F)/Aufklärungsgruppe 121 29 02 44
Felgenhauer, Waldemar Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 123 14 01 42
Findeisen, Herbert Hauptmann 2.(H)/Nahaufklärungsgruppe 4 29 02 44
Finke, Andreas Leutnant 6.(F)/Aufklärungsgruppe 122 06 12 44
Fischer, Erwin Oberleutnant 1.(F)/Aufklärungsgruppe 121 21 04 41 191 Eichenlaub 08 02 43 Hauptmann 1.(F)/Aufklärungsgruppe 121
Gartenfeld, Karl-Edmund Hauptmann (F)Aufklärungsgruppe des Oberbefehlshabers der Luftwaffe 03 02 43
Gemsjäger, Alfred Leutnant 6.(F)/Aufklärungsgruppe 122 16 12 44 *
Genrich, Oskar Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 11 03 11 42
Graefe, Hans Fahnenjunker-Oberfeldwebel 2.(H)/Aufklärungsgruppe 6 26 12 44
Györy, August Oberleutnant 4.(F)/Aufklärungsgruppe 122 26 03 44
Hagena, Gottfried Oberleutnant 1./Naufklärungsgruppe 15 17 04 45
Hammer, Ludwig Leutnant 4.(H)/Aufklärungsgruppe 12 29 10 43
Heidenreich, Fritz Oberleutnant 1.(F)/Aufklärungsgruppe 120 03 06 41
Heindorff, Hans Oberleutnant Fernaufklärungsgruppe des Oberst Befehlshaber der Luftwaffe 21 10 42
Hemmer, Hermann Leutnant 3.(F)/Aufklärungsgruppe 122 19 09 42
Hessinger, Franz Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 123 08 08 44
Heuer, Robert Oberleutnant 4.(F)/Aufklärungsgruppe 14 05 04 44
Heymer, Otto Major 2.(H)/Aufklärungsgruppe 14 13 04 41
Hirn, Johannes Oberleutnant Nahaufklärungsgruppe 32 07 04 45
Hofmann, Willy Oberfeldwebel 2./Nahaufklärungsgruppe 5 12 03 45
Hofsäss, Richard Hauptmann 1./Nahaufklärungsgruppe 2 09 01 45
Hütten, Karl Hauptmann der Reserve 5.(F)/Aufklärungsgruppe 122 24 10 44
Kaeber, Hellmut Oberleutnant 1.(N)/Aufklärungsgruppe 13 28 01 45
Kelbch, Albert Oberfeldwebel 1.(F)/Aufklärungsgruppe 120 12 11 43 *
Ketscher, Hans Hauptmann 1.(F)/Aufklärungsgruppe 121 24 11 44
Klette, Hans Dietrich Major Fernaufklärungsgruppe 4 05 04 44
Kmitta, Lothar Leutnant Nahaufkarungsgruppe 5 18 11 44
Knabe, Konrad Hauptmann Fernaufklärungsstaffel Lappland/Aufklärungsgruppe 124 16 04 43
Knapp, Wilhelm Hauptmann 3.(F)/Aufkarungsgruppe 123 02 11 40
Knemeyer, Siegfried Major Aufkl.Lehr-Gr. des OB.d.L. 29 08 43
Köhler, Fritz Oberstleutnant Fernaufklärungsgruppe 122 04 11 41
Kohlhagen, Kurt Leutnant 1.(N)/Aufklärungsgruppe2 30 09 44
Krauß, Walter Oberleutnant 2.(H)/Aufklärungsgruppe 21 29 07 40 363 Eichenlaub 03 01 44 *Hauptmann III./Stukageschwader 2 "Immelmann".
Krüger, Horst Oberleutnant 3./Nachtaufklärungsstaffel 17 10 41
Kuhenne, Helmut Oberfeldwebel Stab./Fernaufklärungsgruppe 3 20 01 45
Kusatz, Franz Major Nachtaufklärungsstaffel 25 11 42 *
Küster, Wilhelm Oberleutnant Wettererkundungsstaffel 26 (6.(F)Aufklärungsgruppe 122) 18 05 43 *
Lang, Georg Oberfeldwebel 11.(H)/12.(N)Aufklärungsgruppe 15 20 12 44
Leibnitz, Gerhard Oberleutnant 2./Nahaufklärungsgruppe 5 14 01 45
Lotter, Hans Oberleutnant 11.(H)/Aufklärungsgruppe 12 28 01 45
Luchtenberg, Günter Stabsfeldwebel 2.(H)/Aufklärungsgruppe 6 06 12 44
Lutsch, Waldemar Oberleutnant 1.(F)/Aufklärungsgruppe 121 19 09 43 *
Mader, Anton-Josef Feldwebel 5. (H)/Aufklärungsgruppe11 26 03 44
Maetzel, Heinz Hauptmann 1./Fernaufklärungsgruppe 4 05 04 44
Mahn, Friedrich-Karl Hauptmann 1./Nahaufklärungsgruppe 5 24 01 45
Mänhardt, Manfred Oberleutnant 4.(F)/Aufklärungsgruppe 122 09 06 44
Meisel, Hans-Gustav Fahnenjunker-Oberfeldwebel 5.(H)/Aufklärungsgruppe 41 20 07 44
Meisel, Martin Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 123 21 12 42
Möhle, Artur Oberleutnant der Reserve 2.(H)/Aufklärungsgruppe 12 23 06 42 *
Muggenthaler, Alfons Oberleutnant der Reserve 1.(F)/Aufklärungsgruppe 121 29 02 44
Müllensiefen, Peter-Eberhard Hauptmann 1.(H)/Aufklärungsgruppe 31 31 10 44
Müller, Hans Oberleutnant FernAufklärungsgruppe 5 18 11 44
Najock, Karl-Heinz Oberleutnant 1.(H)/Aufklärungsgruppe 5 28 04 45
Nemecek, Ludwig Oberleutnant 3.(F)/Aufklärungsgruppe 122 19 09 42
Nitsch, Alfred Oberfeldwebel 2.(F)/Aufklärungsgruppe 123 21 06 43
Noëll, Cornelius Oberleutnant 4.(F)/Aufklärungsgruppe des OBdL 22 10 41
Oberweg, Herbert Oberfahnrich 11.(H)/Aufklärungsgruppe 13 08 08 44
Orlowski, Helmuth Major Fernaufklärungsgruppe 122 19 09 43
Otolsky, Oskar Major (F)Aufklärungsgruppe 2 30 09 44
Parisius, Heinrich Feldwebel 12.(H)/Aufklärungsgruppe 13 18 11 44
Patry, Walter Feldwebel 3.(F)/Aufklärungsgruppe 22 28 02 45 *
Pentzien, Hans Hauptmann der Reserve 1.(F)/Aufklärungsgruppe 124 02 02 45
Pfaffendorf, Armin Oberleutnant 1.(H)/Aufklärungsgruppe 13 22 05 42
Pleß, Helmut Leutnant 4.(H)/Aufklärungsgruppe 31 09 06 44
Pöllath, Konrad Oberfeldwebel 2.(H)/Aufklärungsgruppe 12 14 01 45
Porsch, Günther Oberfeldwebel 1.(H)/Aufklärungsgruppe 2 20 07 44
Pritzel, Klaus Hauptmann 2.(F)/Aufklärungsgruppe des Oberbefehlshabers der Luftwaffe 15 10 42
Proetzel, Bodo Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 11 04 08 44
Prominski, Hans Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 22 08 08 44
Prössl, Erwin Leutnant 4.(H)/Aufklärungsgruppe 31 29 02 44
Putzka, Erich Hauptmann 3.(F)/Aufklärungsgruppe 121 09 12 42
Reinardy, Josef Leutnant (F)Aufklärungsgruppe 3 24 01 45 *
Reinecke, Gerhard Leutnant 1.(F)/Aufklärungsgruppe 121 23 12 42
Remberg, Josef Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 11 25 02 44
Richter, Rudolf Oberfeldwebel 3.(H)/Aufklärungsgruppe 12 14 01 45
Rowehl, Theodor Oberstleutnant Aufklärungsgruppe des Oberbefehlshabers der Luftwaffe 27 09 40
Scheidig, Albert Leutnant 1.(F)/Aufklärungsgruppe 122 16 04 42
Schmidt, Paul Leutnant NahAufklärungsgruppe 15 03 09 43
Schmidtberg, Klaus Fahnenjunker-Oberfeldwebel 1.(F)/Nachtaufklarungsstaffel 06 10 44
Schmitt, Erich Oberfeldwebel 2.(F)/Aufklärungsgruppe 11 19 09 42
Schöbitz, Ernst Oberleutnant 11.(H)/Aufklärungsgruppe 12 05 09 44
Schulze, Wolfgang Dr. Oberleutnant 1.(H)/Aufklärungsgruppe 5 17 03 45
Schürmeyer, Fritz Oberleutnant 3.(F)/Aufklärungsgruppe des Oberbefehlshabers der Luftwaffe 01 10 40
Schütze, Rudolf Leutnant Wettererkundungsstaffel 5 14 03 43
Sehringer, Hans Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 123 09 12 42
Sell, Wilhelm Major NahAufklärungsgruppe 5 05 09 44
Sinn, Helmut Oberleutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 22 31 12 43
Sommer, Joachim Hauptmann 4.(H)/Aufklärungsgruppe 31 25 11 44
Sorge, Ernst Hauptmann 1.(F)/Aufklärungsgruppe 124 (Kette Lappland) 26 03 44
Spindler, Werner Oberfeldwebel 2.(H)/Aufklärungsgruppe 3 30 09 44
Stannek, Friedrich Fahnenjunker-Feldwebel 4.(H)/Aufklärungsgruppe 12 12 11 43
Steffen, Helmut Oberfeldwebel 5.(F)/Aufklärungsgruppe 122 05 12 43
Straßmair, Hannes Leutnant 2.(F)/Aufklärungsgruppe 122 03 04 43
Stumpe, Erich Oberleutnant 1.(F)/Aufklärungsgruppe 121 17 03 43
Taubert, Richard Hauptmann 5.(F)/Aufklärungsgruppe 122 16 11 42
Tschoerner, Philipp-Karl Oberleutnant 5.(H)/Aufklärungsgruppe 41 20 07 44
Wagenfeld, Ludwig Hauptmann 3.(F)/Aufklärungsgruppe 122 24 03 43
Weineck, Johannes Oberleutnant 5.(F)/Aufklärungsgruppe 122 29 02 44
Weippert, Gustav Oberfeldwebel 2.(H)/Aufklärungsgruppe 4 30 09 44
Weyrauch, Ernst Von Hauptmann 2.(H)/Aufklärungsgruppe 14 31 12 43
Wiese, Erich Hauptmann 1.(F)/Nachtaufklarungsstaffel 26 03 44 *
Wilke, Karl-Heinz Dr. Leutnant 2.(H)/Aufklärungsgruppe 4 25 11 44
Winter, Friedrich Feldwebel 2.(H)/Nahaufklärungsgruppe 16 06 12 44
Wolff, Hans Hauptmann 1.(F)/Aufklärungsgruppe 124 12 01 42
Wulff, Karl Oberleutnant 12.(H)/Aufklärungsgruppe 13 29 10 44
*= anumerta


Sumber :
Foto koleksi pribadi Docarchiv
www.crainsmilitaria.com
www.forum.axishistory.com

Tuesday, September 25, 2012

Armstrong Indonesia – PT Graha Patriatama Jaya, Butuh yang Berkualitas?



Kualitas adalah derajat, tingkat baik buruknya sesuatu, baik itu barang maupun jasa. Suatu bentuk dasar konsep kualitas sering diartikan sebagai ukuran kebaikan suatu produk atau jasa yang terdiri atas kualitas disain dan kualitas kesesuaian. Dalam memilih suatu produk yang ditawarkan di pasaran, masyarakat selalu meletakkan kualitas sebagai pertimbangan utama, karena itulah kualitas produk yang baik menjadi jaminan kepuasan pelanggan. PT Graha Patriatama Jaya sebagai distributor resmi Brand Armstrong Indonesia  menyediakan bahan-bahan bangunan berkualitas yang telah memilki tipe pengaplikasian yang sesuai dengan desain dan arsitektur yang dibutuhkan pelanggan dalam proses pembangunan.

Beberapa produk yang ditawarkan PT Graha Patriatama Jaya antara lain adalah lantai komersil, kayu keras, laminasi, linoleum, lembaran vinil, genteng dan BioBased dengan merk Armstrong®, Bruce® dan Robbins®. Selain mengusung produk-produk tersebut, distributor resmi Armstrong Indonesia  juga menyediakan produk unggulan lain, seperti CKM Indonesia, Tase Indonesia, Frametech by Tase, dan Dinogips Indonesia.

Perusahaan-perusahaan besar di tanah air telah ikut serta membuktikan kualitas dari bahan-bahan bangunan yang ditawarkan oleh perusahaan yang telah berkiprah selama lebih dari 23 tahun ini. Beberapa perusahaan itu antara lain adalah PT. Djarum Kudus dengan proyek plafond Gyptile, Gudang Garam Pandaan dengan proyek plafond Metal Ceiling, Sritex Solo dengan proyek plafond Nusa Board, Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan proyek Plafond Gyptile 0.60m x 1.20m. Beberapa universitas bergengsi di tanah air juga turut mempercayakan pengadaan dan pemasangan bahan bangunannya kepada PT Graha Patriatama Jaya. Universita-Universitas tersebut antara lain adalah Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Unika Soegijoipranoto Semarang dengan proyek plafond Gypsumboard dan Gyptile.

Saat ini para pelanggan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya yang membutuhkan informasi bahan-bahan bangunan berkualitas dapat mengakses website grahapatria.co.id  tanpa perlu mendatangi langsung lokasi kantor PT Graha Patriatama Jaya. Website  grahapatria.co.id  menyuguhkan informasi bahan bangunan berkualitas yang patut untuk disimak dan dijadikan pilihan utama bagi para konsumen. 

SOS Group – Anda Butuh Penyedia Jasa Petugas Keamanan Profesional? SOS Group Solusinya!



Petugas keamanan memegang peranan penting dalam setiap instansi, lembaga, dan keseluruhan lingkungan tempatnya menjalankan tugas. Petugas keamanan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan keamanan dan ketertiban dilingkungan/satuan kerjanya khususnya yang berhubungan dengan pengamanan fisik. Pengamanan dalam bidang fisik meliputi orang yang mengingat keadaan perlu diamankan, gedung kantor, bangunan penting, instalasi dan peralatan yang melekat dengan gedung atau bangunan tersebut serta lingkungan dari setiap perbuatan atau tindakan yang dapat menimbulkan gangguan. Mengingat begitu pentingnya peran petugas keamanan, maka diperlukan penyedia jasa petugas keamanan yang sudah terpercaya dan terbukti kehandalannya dalam bidang tersebut.

SOS Group adalah kelompok usaha yang terintegrasi dan bergerak dalam lima unit bisnis usaha penyedia jasa  profesional yang meliputi lima unit bisnis, yaitu: Security Services, Facility Solution, Human Resources Provider dan SOS Parking. SOS divisi Security Services memberikan solusi pengamanan yang terpadu dan berkesinambungan, SOS divisi Facility Solution memberikan pelayanan di bidang cleaning service yang terintegrasi dengan perawatan gedung baik indoor maupun outdor. Selanjutnya Human Resouce Provider focus pada penyediaan tenaga kerja professional untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan sumber daya manusia yang handal. Unit bisnis SOS Parking berkonsentrasi pada parking management yang akan memberikan  solusi pada kebutuhan pengelolaan parkir dalam lingkup properti.

SOS Security Services merupakan salah satu unit bisnis yang digeluti oleh SOS Group. SOS Security Services bukan hanya petugas keamanan biasa karena fungsi utama dari SOS Security adalah melindungi aset klien melalui manajemen keamanan total. SOS memilih, merekrut dan mempekerjakan penjaga keamanan dilengkapi dengan standar keamanan internasional dan siap untuk ditempatkan di setiap lokasi klien.  

Melalui website www.sos.co.id, Anda dapat melihat keunggulan-keunggulan jasa yang disediakan oleh perusahaan yang sudah membuka cabang di Surabaya, Semarang, Batam, Pekanbaru, Bali, dan Medan. SOS divisi Security Services didukung dengan Corporate & Personal Review Service yang mempunyai teknik dan keahlian dalam menginvestigasi, mencari penyebab kerugian perusahaan yang dilakukan oleh karyawan perusahaan itu sendiri. Jadi, dengan segala keunggulannya, masih adakah yang Anda ragukan dari SOS Group?

Blitztelegramm Eilnachricht (Express Notice/Pemberitahuan Kilat)

Oleh : Alif Rafik Khan

Teman saya dari Jerman, Herr Horst Geerken, pengarang buku "A Magic Gecko, Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno" (lihat beritanya DISINI) mengirim sebuah e-mail yang berisikan pengalaman masa kecilnya di zaman Nazi (beliau kelahiran tahun 1933, tahun dimana Nazi naik ke tampuk kekuasaan). Ini isi utama dari suratnya:

"Selama Perang Dunia II, dua juta anak-anak Jerman diungsikan dari perkotaan ke wilayah pedesaan untuk melindungi mereka dari sasaran pemboman pihak Amerika, Inggris, dan Sekutu lainnya. Aku sendiri telah dipisahkan selama empat tahun dari ibu dan adik laki-lakiku yang berada di Stuttgart (juga saudara perempuanku) yang dievakuasi di umur tujuh tahun!

Setelah serangan bom atas Stuttgart, kami sebagai anak-anak, kadang terpisahkan sejauh ratusan kilometer dari rumah, telah mendapat Eilnachricht (pemberitahuan kilat) keesokan paginya yang memberitakan apakah kondisi keluarga kami di Stuttgart baik-baik saja atau tidak.

Aku telah melampirkan dua buah Eilnachricht yang dialamatkan kepada saudara perempuanku, yang sebagiannya ditulis menggunakan skrip Sütterlin Jerman lama (Sütterlinschrift), yang tulisannya masih aku pelajari saat itu di sekolah. Eilnachricht yang ditujukan kepadaku sendiri telah hilang dalam peperangan."

EILNACHRICHT bagian depan


Terjemahannya adalah sebagai berikut:
Deutlich Schreiben! (Tulis dengan jelas!)
 Eilnachricht (Pemberitahuan Kilat)
An (Kepada; alamat ditulis menggunakan tangan)
Pada bagian bawah Eilnachricht terdapat stempel resmi dengan Hoheitsadler terlihat jelas


EILNACHRICHT bagian belakang

Terjemahannya:
Deutlich Schreiben! (Tulis dengan jelas!)
Lebenszeichen von (Tanda Hidup dari)
Nama dan alamat ditulis menggunakan tangan
Datum (Tanggal)
Inhalt zugelassen höchstens 10 worte klartext (maksimal 10 kata yang diperbolehkan)

Teks yang terdapat di Eilnachricht belakang bagian atas:
14 September 1944: kami sehat-sehat saja, rumah tidak rusak. Ayah dan ibu

Teks yang terdapat di Eilnachricht belakang bagian bawah:
20 Oktober 1944: Kami selamat dari serangan bom. Rumah rusak berat. Ibu dan Hartmut (adik laki-laki)

------------------------------

"Luar biasa bila membayangkan bahwa Eilnachricht ini mampu mencapai semua tempat di Jerman hanya dalam waktu 10 sampai 12 jam setelah dikirimkan, meskipun pada tahun 1944 hampir semua jalan raya dan rel kereta api telah hancur atau rusak berat akibat pemboman tak henti-hentinya dari Sekutu!

Buku terbaruku tentang keberadaan Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) di Indonesia zaman pendudukan Jepang berproses dengan lambat. Terdapat penundaan karena istriku terkena kanker sehingga membutuhkan perhatian khusus dariku."

Itulah isi suratnya, yang atas seizinnya telah dimuat di blog ini. Mari kita semua mendoakan agar istri dari Horst Geerken kembali sehat walafiat seperti sediakala. Amin...

Untuk lebih mengetahui tentang pengarang buku kenamaan ini, anda bisa menghubunginya di www.horstgeerken.com atau www.bukitcinta.com.

BMW R75, Sepeda Motor Yang Desainnya Dijiplak Harley-Davidson!


SS-Hauptsturmführer Rudolf von Ribbentrop (Chef 3.Panzerkompanie/I.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12) sedang dibonceng di bagian sespan BMW R75 oleh Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", SS-Obersturmbannführer Max Wünsche, setelah mengadakan kunjungan terhadap para anggota III.Zug/15.Kompanie/SS-Panzergrenadier-Regiment 25 yang selamat dari penyerangan yang gagal terhadap 2nd Armoured Brigade Kanada di Norrey-en-Bessin, Normandia, tanggal 9 Juni 1944. Perhatikan bahwa Von Ribbentrop dan Wünsche sama-sama terluka dalam foto yang diambil oleh SS-Kriegsberichter Siegfried Woscidlo ini!



Oleh : Alif Rafik Khan

Pada tahun 1930-an BMW memproduksi sejumlah sepeda motor yang sangat efisien dan populer pada masanya. Pada tahun 1938 jenis R75 mulai dikembangkan atas permintaan dari Wehrmacht.

Pada awalnya, mesin R75 merupakan reproduksi dari mesin 750cc side valve milik R71, tapi kemudian dirasa perlu untuk menggantikannya dengan mesin OHV 750cc terbaru yang khusus didesain untuk R75. Mesin OHV 750cc ini begitu suksesnya sehingga kemudian menjadi dasar untuk mesin-mesin kembar BMW pasca-perang semacam R51/3, R67 dan R68.

Roda ketiga di sespan digerakkan oleh gandar yang tersambung ke roda belakang motor. Semua rodanya disambungkan ke penggerak menggunakan locking differential serta gear ratio road/off-road sehingga keempat giginya (termasuk gigi mundur) bisa berfungsi dengan maksimal. Ini membuat BMW R75 mampu bermanuver dengan lincah dan bisa menjelajah ke berbagai medan yang sulit. Beberapa pembuat sepeda motor lain semacam FN dan Norton menyediakan sespan hanya sebagai opsi tambahan saja.

BMW R75 dan rivalnya, Zündapp KS750, sama-sama digunakan secara luas oleh Wehrmacht di medan perang Rusia dan Afrika, meskipun evaluasi yang dilakukan pada saat itu membuktikan bahwa mesin yang dipakai oleh Zündapp lebih superior dibandingkan dengan BMW. Pada bulan Agustus 1942, Zündapp dan BMW setuju untuk melakukan standarisasi begian-bagian mesin mereka atas desakan dari Wehrmacht. Sebagai hasilnya adalah cikal-bakal perpaduan Zündapp-BMW (yang kemudian dinamakan BW 43), dimana sespan BMW 286/1 ditempelkan ke sepeda motor Zündapp KS75. Mereka juga setuju untuk menghentikan pembuatan R75 saat produksinya sudah mencapai angka 20.200 unit, untuk setelahnya BMW dan Zündapp hanya akan menghasilkan mesin gabungan Zündapp-BMW dengan kapasitas produksi masing-masing 20.000 unit pertahun.

Karena target produksi BMW R75 sebanyak 20.200 tidak terpenuhi, maka sepeda motor jenis ini masih terus diproduksi sampai pabrik yang membuatnya di Eisenach hancur terkena pemboman Sekutu tahun 1944. Uniknya, produksinya di Jerman berhenti tapi kemudian dilanjutkan di Soviet tahun 1946 sebanyak 98 unit sebagai cadangan/reparasi dari kendaraan yang sudah ada sebelumnya!

Yang jelas, program standarisasi juga berarti bahwa mesin yang diproduksi oleh BMW dan Zündapp menggunakan 70% komponen yang sama. Hal ini memudahkan pasokan spare-part untuk kendaraan ini (yang banyak di antaranya masih berfungsi dengan mulus di tangan para kolektor sepeda motor antik!). Kendaraan semacam BMW R75 banyak diburu oleh para kolektor karena kualitasnya yang amit-amit mumpuni sehingga masih bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan digunakan di jalan mulus atau brenjal-brenjul tanpa masalah!

Pada tahun 1954 sejumlah kecil R75 hasil modifikasi diproduksi ulang di Eisenach (kini menjadi bagian dari Jerman Timur yang dikontrol Soviet) untuk menjalani pengujian dengan nama AWO 700, tapi kemudian hasilnya tidak pernah diproduksi secara penuh.

Kesuksesan dan daya tahan BMW R75 selama berlangsungnya Perang Dunia II membuat US Army meminta sepeda motor dari jenis yang sama (shaft-driven) kepada Harley-Davidson untuk penggunaan tentaranya yang bertugas di medan perang. Ini kemudian membuat pabrikan tersebut membuat model shaft-driven yang pertama yaitu Harley-Davidson XA, yang merupakan jiplakan mentah-mentah dari R75!

Spesifikasi:
Pembuat: BMW
Produksi: 1941–1946
Kelas: Sepeda motor/kombinasi sidecar (sespan)
Mesin: 745 cc flat-twin (OHV)
Bore / Stroke: 78 × 78 mm (3.1 × 3.1 in)
Tenaga: 26 hp (19 kW)
Berat: 420 kg (930 lb) (kering)


Sumber :
Buku "The Panzers and the Battle of Normandy" karya Georges Bernage

Album Foto 36. Waffen-Grenadier-Division der SS (Dirlewanger Brigade)


Logo 36. Waffen-Grenadier-Division der SS terdiri dari sebuah panji yang memajang dua buah stielhandgranate yang saling bersilang. Seiring berjalannya waktu, nama unit ini berubah-ubah: Wilddiebkommando Oranienburg (15 Juni 1940 - Juli 1940); SS-Sonderkommando Dirlewanger (Juli 1940 - 1 September 1940); SS-Sonderbataillon Dirlewanger (1 September 1940 - September 1943); SS-Sonderregiment Dirlewanger (September 1943- Desember 1944); SS-Sturmbrigade Dirlewanger (19 Desember 1944 - 20 Februari 1945); dan 36. Waffen-Grenadier-Division der SS (20 Februari 1945 - Mei 1945)


SS-Oberführer der Reserve Dr. Oskar Paul Dirlewanger adalah pendiri sekaligus komandan Brigade Dirlewanger, unit kontroversial yang mengabadikan namanya di seantero warung remang-remang. Keberaniannya di medan perang tidak usah diragukan lagi, yang terbukti dari seabreg medali yang diraihnya (lihat DISINI). Tapi bagaimana dengan kepribadiannya? Saya kutip ucapan para sejarawan, dan ini hanya sebagian kecilnya saja: "Pembunuh psikopat dan penyiksa anak kecil" (Steven Zaloga); "Orang sadis dan penyuka kekerasan" (Richard Rhodes); "Ahli dalam pemusnahan manusia" (J. Bowyer Bell); "Berjiwa sadis serta tukang perkosa mayat" (Bryan Mark Rigg). Satu buku (Chris Bishop, Michael Williams, "SS: Hell on the Western Front") menyebutnya sebagai "Manusia paling berjiwa iblis dalam tubuh SS", sementara Timothy Snyder mengklaim: "Di seluruh kancah Perang Dunia II, hanya sedikit manusia yang bisa menyaingi kebrutalan seorang Oskar Dirlewanger!"


 Foto studio anak buah Dirlewanger dengan pita Eisernes Kreuz II klasse dan Ostmedaille di kancing seragamnya. Di kerahnya terpasang logo dua senapan Kar98 bersilang. Anggota-anggota unit ini hampir selalu berasal dari "manusia-manusia KW 9" semacam perampok, pembunuh, pemerkosa, penghuni rumah sakit jiwa, anggota unit hukuman, dsb. Tak heran kalau dalam aksinya mereka melakukan banyak perbuatan kontroversial yang bahkan dikecam oleh para petinggi Nazi! Cukuplah apa yang dikatakan oleh SS-Gruppenführer Hermann Fegelein kepada Hitler saat melaporkan apa yang dilakukan oleh SS-Sonderregiment Dirlewanger di Warsawa tahun 1944: "Mein Führer, mereka benar-benar manusia rendah!"


 
Para prajurit SS berjalan di jalan Chlodna, dekat Hala Mirowska (Mirowska Markthalle), sambil memasuki kota Warsawa untuk memadamkan pemberontakan yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan gerilyawan Komunis Polandia, bulan Agustus 1944. Reruntuhan di latar belakang merupakan bekas markas pemadam kebakaran distrik Mirow di Warsawa. Orang-orang ini diduga kuat berasal dari SS-Sonderregiment Dirlewanger yang terkenal kebrutalannya, dan foto yang diambil oleh Kriegsberichter Leher (PK KBZ HG Mitte) ini tampaknya merupakan foto "candid" yang memperlihatkan beberapa anggota SS tertawa dan melirik ke arah fotografer. Orang yang berada di latar depan mengenakan chevron Rottenführer di lengannya dan pistol suar di pinggangnya, sementara rekan-rekannya ada yang mengenakan seragam kamuflase. Mereka tampaknya dipersenjatai dengan baik untuk operasi ini


Anggota SS-Sonderregiment Dirlewanger dalam aksi pertempuran di puing-puing kota Warsawa bulan Agustus 1944. Seorang prajurit berseragam M43 dan bersenjatakan MP40 memberi tanda kepada rekannya yang memegang Flammenwerfer (penyembur api) untuk menunggu waktu yang tepat sebelum beraksi. Prajurit di kiri tampaknya adalah bintara yang bertugas sebagai "spiess" di kesatuannya (yang terindikasi dari strip di lengannya), tapi ada juga yang menyebutkan bahwa strip semacam ini merupakan pertanda bahwa prajurit tersebut sedang dalam proses rehabilitasi dari hukumannya sebelum ditempatkan kembali di unit normal. Bukan hal yang aneh untuk mencopot segala kepangkatan di kerah dan pundak demi menghindari kemungkinan menjadi sasaran sniper musuh yang biasanya membidik orang berpangkat daripada prajurit rendahan!


Anggota SS-Sonderregiment Dirlewanger di jendela sebuah toko di jalan Focha 9 dalam aksi pertempuran kota di Warsawa bulan Agustus 1944. Mereka bersenjatakan MP40, senapan Kar98 dan stielhandgranate. Di bayangan kaca bisa terlihat bangunan di seberangnya, yaitu di jalan Focha 8. Foto oleh Kriegsberichter Hans Schremmer ini kemungkinan adalah pose belaka dan tidak benar-benar diambil di medan pertempuran yang sebenarnya karena lokasi dimana Resimen Dirlewanger bertugas hanya diliput sedikit saja oleh para koresponden perang Wehrmacht!


Setelah pembantaian di Warsawa yang tidak tanggung-tanggung, unit Brigade Dirlewanger menjadi tertutup dari dunia luar, sampai-sampai anggotanya merasa perlu untuk memakai topeng kamuflase khusus yang dinamakan dengan tarn-gesichtsmaske demi menyembunyikan identitas mereka (perhatikan juga feldmütze di kepalanya yang juga memakai cover kamuflase Splittermuster 31)! Senjata yang dipegang oleh prajurit dalam foto ini adalah PPSH-41 (Pistolet-Pulemyot Shpagina) hasil rampasan dari Rusia


Foto yang diambil dari koleksi LIFE ini memperlihatkan para tentara SS yang menyerah. Kemungkinan besar ini adalah orang-orang yang menyerah setelah pertempuran Halbe di selatan Berlin berakhir (awal Mei 1945). Mereka menyerahkan diri kepada pasukan Amerika di Tangermünde di pinggir sungai Elbe. Yang menarik di foto ini adalah adanya anggota Brigade Dirlewanger yang terkenal kejam di sebelah tengah (memakai perban di kepala dengan medali Nahkampfspange dan Eisernes Kreuz I klasse), dimana foto anggota unit ini sangat jarang ditemukan, apalagi dengan mengenakan kerah Dirlewanger! 36. Waffen-Grenadier-Division 'Dirlewanger' (strukturnya berkembang menjadi divisi di akhir perang) memang tercatat ikut mempertahankan posisi pertahanan mereka di dekat Guben, sebelum terdesak mundur ke Halbe. Disana, banyak unsur kriminal dan komunis dalam tubuh divisi tersebut yang memberontak dan bahkan membunuh perwira mereka. Hanya beberapa orang yang tetap bertahan untuk setia kepada komandan mereka Fritz Schmedes dan menyerahkan diri sebagai satu kesatuan. Para tawanan Waffen-SS lainnya kemungkinan berasal dari sisa-sisa 23. SS-Panzergrenadier-Division 'Nederland' dan 32. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division '30. Januar'. 35. SS-Polizei-Grenadier-Division juga bertempur di Halbe, dan beberapa orang anggotanya mengenakan seragam Waffen-SS, so bisa jadi mereka juga ikut nongol di foto ini. Schwere SS-Panzer Abteilung 502 ikut melindungi gerakan menerobos keluar dari Halbe, dan mungkin mereka juga ada disini meskipun hanya satu batalyon. Disini kita juga bisa melihat banyak yang berseragam Heer, dan kemungkinan mereka berasal dari Panzergrenadier Division Kurmark yang juga ikut bertempur di Kantong Halbe


Sumber :
Buku "The Cruel Hunters: SS-Sonderkommando Dirlewanger Hitler's Most Notorious Anti-Partisan Unit" karya French L. MacLean
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi LIFE
www.axishistory.com
www.commons.wikimedia.org
www.thedarkpaladin.com
www.warsawuprising.com
www.wehrmacht-awards.com

Monday, September 24, 2012

Album Foto schwere Panzerjäger-Abteilung 653

 
Para prajurit dari Fallschirm-Panzer-Division 1. "Hermann Göring" berjalan melewati Panzerjäger "Elefant" milik Oberleutnant Ulbicht (1.Batterie/schwere Panzerjäger-Abteilung 653) yang sudah tak berfungsi di Nettuno, Italia, 20 Maret 1944 (versi lain menyebutkan 17 Februari 1944). Mereka dalam perjalanan menuju ke front depan di pantai Anzio untuk melakukan serangan balasan terhadap pasukan Sekutu yang mendarat disan. Foto oleh Kriegsberichter Koch dari PK (Propaganda-Kompanie) 699


 Jagdtiger #314 (werknummer 305012) milik Feldwebel Erich Boenike dari 3.Kompanie / schwere Panzerjäger-Abteilung 653 di Hürtgenwald, musim dingin 1944. Jagdtiger satu ini merupakan hasil produksi Porsche yang terakhir, karena sebagian besar sisanya dikerjakan oleh Henschel. Hanya enam buah Jagdtiger jenis ini yang dibuat, sehingga foto keberadaannya bisa dibilang sangat langka! Jagdtiger #314 nantinya ditinggalkan oleh awaknya dan dihancurkan tanggal 17 Maret 1945 di Morsbronn les Bains (Prancis), di dekat Haguenau (Jerman). Foto di atas sendiri dibuat oleh Kriegsberichter Thies


Panzerjäger Tiger Ausf.B mit 12,8cm PaK 44 L/55 "Jagdtiger"(Sd.Kfz.186) Nr. 331 dari schwere Panzerjäger-Abteilung 653 diinspeksi oleh prajurit Amerika dari 10th Armored Division tak lama setelah dia ditinggalkan oleh awaknya di Landauer Strasse (Neustadt an der Weinstrasse) tanggal 23 Maret 1945. Jagdtiger satu ini dikomandani oleh Leutnant Kasper Geoggler yang juga merupakan Komandan Kampfgruppe ketiga dari 3.Kompanie / sPzJg.Abt.653. Geoggler mempunyai saraf bagaikan baja dan sangat berambisi untuk membuktikan ketangguhannya dalam pertempuran. Dia telah dianugerahi dengan Deutsches Kreuz in Gold tanggal 10 Mei 1943 saat bertempur di Front Timur, dan telah menghancurkan beberapa tank musuh sebelum konfrontasi di Neustadt. Pada tanggal 22 Maret 1945 Geoggler menjadi komandan dari tiga buah Jagdtiger (termasuk punya dirinya) dan dia menempatkan mereka pada posisi yang strategis untuk menyergap musuh di utara Neustadt. Disana dia bisa melihat setiap jalan dari luar yang mengarah ke kota. Dari posisi yang terkamuflase dengan baik, tiga buah Jagdtiger tersebut menghadapi konvoy berpuluh-puluh tank Amerika. Tank pertama dan terakhir mendapat hantaman pertama sehingga membuat konvoy menjadi macet. Di tengah kepanikan musuh, Geoggler dan Jagdtiger temannya menghabisi kendaraan perang yang tersisa. Tank-tank Sherman dan M10 Amerika membalas tembakan Jagdtiger Jerman, tapi usaha mereka sia-sia belaka karena begitu tebalnya lapisan baja yang diusung oleh Jagdtiger. Meskipun dua buah Panzerjäger (Pemburu Tank) Jerman (No. 331 dan No. 323) terkena lebih dari 10 tembakan tepat sasaran, tapi mereka masih mampu untuk mundur ke Neustadt. Setelah pertempuran usai, tidak kurang dari 25 tank Amerika yang terkonfirmasi musnah, sementara beberapa awak Jagdtiger sendiri hanya menderita luka ringan!


Sumber :
Buku "Jagdtiger, The Most Powerful Armoured Fighting Vehicle of World War II: Operational History" karya Andrew Devey
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman