Saturday, April 18, 2015

Foto Selebritis Third Reich dan Fans

KAMPUNG HALAMAN

 Empat orang bintara Wehrmacht yang merupakan Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari Heer, difoto saat pulang kampung ke Jerman dan berjumpa dengan para "fans" yang menyambut mereka dengan gegap gempita. Dari kiri ke kanan: Obergefreiter Franz Schmitzer (Ritterkreuz tanggal 26 September 1942 sebagai Richtschütze di 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 6 / 6.Infanterie-Division), Feldwebel Johann Port (Ritterkreuz tanggal 25 Agustus 1942 sebagai Zugführer di 8.Kompanie [maschinengewehr] / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 266 / 72.Infanterie-Division), Oberfeldwebel Albrecht Schnitger (Ritterkreuz tanggal 7 Oktober 1942 sebagai Zugführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division), dan Obergefreiter Joseph Schuss (Ritterkreuz tanggal 4 September 1942 sebagai MG-Schütze di 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 520 / 296.Infanterie-Division). Foto ini diambil pada periode Oktober-November 1942, dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah "Illustrierter Beobachter" edisi tanggal 26 November 1942


 Empat orang bintara Wehrmacht yang merupakan Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari Heer, difoto saat pulang kampung ke Jerman dan berjumpa dengan para "fans" yang menyambut mereka dengan gegap gempita. Baris bawah, dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Albrecht Schnitger (Ritterkreuz tanggal 7 Oktober 1942 sebagai Zugführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 18 / 6.Infanterie-Division) dan Obergefreiter Joseph Schuss (Ritterkreuz tanggal 4 September 1942 sebagai MG-Schütze di 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 520 / 296.Infanterie-Division). Baris atas: Feldwebel Johann Port (Ritterkreuz tanggal 25 Agustus 1942 sebagai Zugführer di 8.Kompanie [maschinengewehr] / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 266 / 72.Infanterie-Division) dan Obergefreiter Franz Schmitzer (Ritterkreuz tanggal 26 September 1942 sebagai Richtschütze di 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 6 / 6.Infanterie-Division). Foto ini diambil pada periode Oktober-November 1942, dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah "Illustrierter Beobachter" edisi tanggal 26 November 1942


Generalmajor Adelbert Schulz tersenyum di depan kamera saat dikelilingi oleh rakyat Jerman yang menyemut di sekitarnya. Di lehernya terpasang medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwertern und Brillanten (Knight's Cross of the Iron Crosses with Oak Leaves, Swords and Diamonds), yang didapatkannya pada tanggal 9 Januari 1944 dari tangan sang Führer langsung, hampir sebulan berselang dari pengumuman radio yang memberitahukan tentang penganugerahannya (14 Desember 1943). Schulz tercatat sebagai ksatria Wehrmacht ke-9 yang mendapatkan medali super prestisius tersebut, yang dianugerahkan sebagai penghargaan terhadap kepemimpinannya yang luar biasa sebagai Komandan Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division. Pada tanggal 1 Januari 1944 dia dipromosikan dari Oberst menjadi Generalmajor, dan pada tanggal 26 Januari 1944 dipercaya sebagai Komandan 7. Panzer-Division. Tragisnya, hanya berselang dua hari dari pengangkatannya tersebut, Schulz terluka parah dalam pertempuran di wilayah Shepetivka, Khmelnytskyi Oblast (Ukraina), pada tanggal 28 Januari 1944, dan meninggal dunia di hari yang sama




Leutnant Hermann Tanczos (30 November 1921 - 4 November 1967) adalah prajurit asal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht pada tanggal 1 Agustus 1940 dan pertama kali bertugas di Artillerie-Regiment 14. Namanya yang berbau Hungaria, "Tanczos", seringkali ditulis dengan ejaan Jerman "Tanzos" dalam dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengannya. Tanzcos kemudian dipindahkan ke Artillerie-Regiment 157, dan di unit inilah kemampuannya sebagai seorang pengamat artileri mendapatkan ganjarannya: dalam sebuah pertempuran sengit melawan pasukan Rusia di Cherkasy pada tanggal 10 Februari 1944, Tanczos dan unitnya diperintahkan untuk mundur. Bukannya menurut, keturunan Hungaria ini - bersama dengan dua orang prajurit artileri asal Austria lainnya - memutuskan untuk tetap tinggal dan menghadapi musuh. Mereka memanfaatkan sebuah meriam Flak 88mm yang ditinggalkan di medan tempur, dan bertempur begitu gigihnya sehingga membuat pasukan Rusia berbalik mundur! Pada awalnya orang pasti berpikir bahwa tindakan heroiknya pastilah akan mendapatkan penghargaan yang setimpal. Salah! Dia malah dituduh telah melanggar perintah, diajukan ke Mahkamah Militer dan dijatuhi hukuman mati! Untunglah pengacaranya mampu menghadirkan perwira serta saksi-saksi lain yang diperlukan sehingga, bukan hanya dia dibebaskan dari dakwaannya, tapi juga kemudian dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21 Februari 1944 sebagai seorang Unteroffizier dan Vorgeschobene Beobachter (VB) di 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 157 / 57.Infanterie-Division / XI.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd (medalinya sendiri diterima pada tanggal 23 Mei 1944). Setelah mendapat cuti pulang dan disambut secara besar-besaran di kampung halamannya, Tanczos kembali ke medan tempur bersama dengan Artillerie-Regiment 157. Dia ditawan oleh Tentara Merah pada tanggal 14 Juli 1944, dan baru dibebaskan pada tanggal 27 Desember 1947. Tanczos memutuskan untuk tinggal di Hamburg, Jerman, sampai dengan akhir hayatnya, dan bekerja di sebuah perusahaan yang juga mempekerjakan para veteran Perang Dunia II lainnya. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Hermann Tanczos: Allgemeines-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Eisernes Kreuz II.Klasse (16 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (10 Agustus 1942); Nahkampfspange; serta Eisernes Kreuz I.Klasse (23 Juni 1943)

------------------------------------------------------------------------------

HITLERJUGEND

Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) beramah-tamah dengan bocah-bocah belia anggota Hitlerjugend, dalam kunjungan sang Panglima Angkatan Darat ke wilayah Barat Jerman, tanggal 16 April 1940. Para bocah ini dipersiapkan untuk menjadi "kloter" selanjutnya bagi sumber daya manusia militer Nazi. Mereka juga dijanjikan bahwa suatu saat nanti mereka akan mendapat kehormatan untuk berjuang demi membela tanah air Jerman. Di latar belakang kita bisa melihat dua jenderal Wehrmacht lainnya, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dan Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division). Tiga orang dalam foto ini - Brauchitsch, Reichenau dan Briesen - tercatat sebagai tiga dari 27 orang penerima pertama Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (medali yang tergantung di leher mereka), yang didapatkan pada bulan September-Oktober 1939. Di akhir perang, penerima medali keberanian bergengsi ini "membludak" menjadi 7.364 orang, termasuk 43 penerima dari luar Jerman!


Jagoan Luftwaffe Oberleutnant Hans-Joachim Marseille (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 27) setelah dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerters, sedang berkisah tentang perkembangan peperangan di Afrika bersama dengan sekumpulan anggota Hitlerjugend Flieger Berlin, 24 Juli 1942. Foto ini diambil dalam masa cuti Marseille di Jerman (19 Juni 1942 - 21 Agustus 1942). Dia sendiri adalah mantan anggota Hitlerjugend di masa ABG-nya!


1 Mei 1943: Jagoan udara Luftwaffe sekaligus Eichenlaubträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub), Hauptmann Adolf Dickfeld (kedua dari kiri), menceritakan pengalaman serunya sebagai pilot tempur kepada para bocah Hitlerjugend yang mendengarkan dengan antusias. Kedua dari kanan adalah pemimpin mereka, Reichsjugendführer Artur Axmann. Pertama dari kiri adalah Sonderführer (Z) Kurt Leffler (Landwirtschaftsführer), peraih medali Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuz mit Schwertern (Knight's Cross of the War Merit Cross with swords).


 SS-Obersturmbannführer Fritz Witt dari Leibstandarte SS Adolf Hitler dalam acara ramah-tamah dengan para anggota belia Hitlerjugend. Acara semacam ini biasanya diselenggarakan oleh Kementerian Propaganda Goebbels demi memberikan kesempatan bagi warga sipil Jerman untuk bertemu dengan pahlawan mereka di medan perang dan melihatnya secara langsung (dalam masa Perang Dunia II, popularitas orang-orang seperti Witt, Sepp Dietrich, Kurt Meyer, Jochen Peiper dkk lebih tinggi dibandingkan dengan selebriti hiburan Jerman!). Mungkin Witt tidak akan pernah membayangkan bahwa beberapa waktu kemudian dia dipercaya untuk memimpin divisi yang anggota-anggotanya sebagian besar diambil dari organisasi Hitlerjugend dan juga dinamai sama persis: 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"


 Generalleutnant Ludwig Wolff (Kommandeur 22. Infanterie-Division) menyempatkan waktu untuk melayani permintaan tandatangan dari para anggota Hitlerjugend yang merupakan pemenang dari kompetisi sekolah "Der Kampf im Osten" (Perjuangan di Timur). Foto ini sendiri diambil di hari terakhir pelaksanaan "Hilf mit!", acara penggalangan dana yang diselenggarakan "Für Deutschlands Freiheit" (untuk kemerdekaan Jerman), di bulan Juli 1943. "Der Kampf im Osten", yang merupakan salah satu bagian dari "Hilf mit!", diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Jerman dan disponsori penuh oleh Wehrmacht (Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine). Bentuk perlombaannya? Para bocah dan ABG di seantero Jerman diberi tugas untuk mengumpulkan essay, gambar, patung cerita singkat, diagram - pokoknya, apa saja - yang menggambarkan perjuangan pasukan Jerman di Front Timur. Pembuatannya boleh dilakukan secara individu atau berkelompok. Pemenangnya berhak untuk diberi hadiah special pake telor sekaligus kesempatan untuk bertemu dengan "para pahlawan tanah air", yang selama ini wajahnya hanya bisa mereka lihat di gambar kartu pos. Jenderal Wolff sendiri baru saja dianugerahi tambahan Eichenlaub #100 untuk medali Ritterkreuz-nya (22 Juni 1942), setelah dia membawa divisinya menuju kemenangan dalam Pertempuran di wilayah Krim, Kaukasus, terutama dalam pendudukan Benteng Stalin yang dipertahankan dengan kuat oleh pasukan Soviet


Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) Oberfeldwebel Wilhelm "Willi" Freuwörth dari Jagdgeschwader 52 (JG 52) membagi pengalamannya pada para bocah dari seksi udara organisasi Hitlerjugend (Pemuda Hitler) di Rossitten, Prusia Timur, tanggal 16 Juli 1944. Di lengannya terpasang ärmelband "Jagdgeschwader Schlageter", julukan dari Jagdgeschwader 26 (JG 26) yang merupakan unit pertama Freuwörth. Dia sendiri dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Januari 1943 sebagai Feldwebel dan Flugzeugführer di 2.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 52 setelah meraih 53 kemenangan udara terkonfirmasi (total kemenangannya sampai dengan perang berakhir adalah 58 buah). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Engel

------------------------------------------------------------------------------

SEKUTU JERMAN

General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") berfoto bersama dengan para anggota angkatan laut Jerman dan Italia di atas sebuah kapal selam Regia Marina di pelabuhan Bardia, bulan November 1941. Kita bisa melihat bahwa reputasi Rommel sudah menjulang tinggi saat itu, dan dia seakan menjadi selebriti karena begitu banyak orang yang ingin berfoto bersamanya! Uniknya, selain dari Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dan Pour le Mérite yang tercantol di lehernya, seragamnya bersih dari medali-medali yang biasanya tersemat disana-sini!

------------------------------------------------------------------------------

KORESPONDENSI

Sebagai seorang pahlawan nasional sekaligus selebriti, Major Helmut Wick (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 "Richthofen") mendapat tugas tambahan selain dari memimpin unitnya bertempur melawan pilot-pilot Inggris: menandatangani foto untuk para penggemar dan membalas surat-surat dari para pengagum yang datang! Foto ini memperlihatkan Wick saat baru saja menandatangani foto semacam ini, yang bergambar ekor pesawat Messerschmitt Bf 109 yang dipilotinya



Sumber :
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille, The Life Story Of The Star Of Africa" karya Franz Kurowski
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec 
Foto koleksi NARA (National Archives) 
Foto koleksi pribadi Angel Farré
Foto koleksi pribadi Thomas E. Nutter
www.audiovis.nac.gov.pl
www.beeldbankwo2.nl
www.de.metapedia.org
www.forum.axishistory.com
www.instahlgewittern.com
www.kulturpool.at
www.panzermaenner.blogspot.com
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com
www.usmbooks.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: