Tuesday, February 17, 2026

Reichsmarschall Hermann Göring (1893-1946), Panglima Luftwaffe dan Orang Kedua Nazi setelah Hitler


Oleh: Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Hermann Wilhelm Göring (kadang dieja Goering)
Tanggal lahir: 12 Januari 1893 di Rosenheim, Bavaria, Jerman
Tanggal meninggal: 15 Oktober 1946 di Nuremberg, Jerman (usia 53 tahun)
Sebab kematian: Bunuh diri dengan sianida (menelan kapsul racun sesaat sebelum eksekusi gantung)
Kewarganegaraan: Jerman
Partai: NSDAP (Partai Nazi)
Jabatan utama: Reichsmarschall (pangkat militer tertinggi khusus Nazi), Panglima Tertinggi Luftwaffe, Presiden Reichstag, Menteri Dalam Negeri Prusia, Pendiri Gestapo, Penunjuk Suksesor Hitler (sampai 1945)

Beförderungen (Promosi):
- Leutnant: 1912 (masuk dinas militer)
- Leutnant der Reserve (penerbang): sekitar 1915
- Rittmeister (setara Kapten): akhir Perang Dunia I
- SA-Obergruppenführer: awal 1920-an (setelah bergabung Nazi)
- Reichsminister tanpa portofolio: 1933
- Preußischer Ministerpräsident: 1933
- Reichsforst- und Reichsjägermeister: 1934
- Oberbefehlshaber der Luftwaffe: 1935
- Reichsmarschall: 19 Juli 1940 (pangkat unik tertinggi di Wehrmacht, hanya dipakai oleh Göring)

Karriere (Karir):

Hermann Göring lahir dalam keluarga berpengaruh, ayahnya adalah pejabat kolonial dan diplomat. Ia menempuh pendidikan militer dan bergabung dengan angkatan darat Jerman tahun 1912. Pada Perang Dunia I ia pindah ke dinas penerbangan (Luftstreitkräfte) dan menjadi penerbang tempur ace dengan 22 kemenangan udara. Ia sempat memimpin skuadron terkenal "Flying Circus" setelah kematian Manfred von Richthofen (Red Baron). Göring mendapat banyak dekorasi termasuk Pour le Mérite.

Setelah kekalahan Jerman 1918, ia kecewa dengan Republik Weimar dan sempat bekerja sebagai pilot komersial di Skandinavia. Di sana ia menikah dengan Carin von Kantzow (1923). Göring bertemu Adolf Hitler tahun 1922, bergabung NSDAP, dan ikut dalam Putsch Beer Hall Munich 1923. Ia terluka parah, melarikan diri ke Austria dan Swedia, serta menjadi pecandu morfin akibat pengobatan luka.

Kembali ke Jerman tahun 1927, Göring terpilih sebagai anggota Reichstag 1928 dan menjadi Presiden Reichstag 1932. Setelah Hitler jadi Kanselir 1933, Göring naik pesat: menjadi Menteri Dalam Negeri Prusia, mendirikan Gestapo (1933), dan memimpin penumpasan SA di Night of the Long Knives 1934. Ia ditunjuk membangun Luftwaffe (1935) dan memimpinnya sepanjang Perang Dunia II.

Göring memainkan peran besar dalam Anschluss Austria (1938), Krisis Sudetenland, invasi Polandia (1939), serta kampanye Barat 1940. Ia dianugerahi pangkat Reichsmarschall setelah jatuhnya Prancis. Namun Luftwaffe gagal dalam Battle of Britain (1940) dan operasi Barbarossa (1941). Ia juga bertanggung jawab atas "Aryanization" ekonomi dan penjarahan seni di wilayah pendudukan.

Pada 1945, saat Jerman kalah, Göring mencoba mengambil alih kekuasaan dari Hitler (berdasar dekrit suksesi), tapi dituduh pengkhianatan dan ditahan oleh SS. Ia ditangkap Sekutu Mei 1945.

Auszeichnungen (Medali dan Penghargaan):
- Eisernes Kreuz II. Klasse 1914 (Iron Cross 2nd Class 1914): 15 September 1914  
  (Penghargaan dasar untuk keberanian di medan perang PD I)
- Eisernes Kreuz I. Klasse 1914 (Iron Cross 1st Class 1914): 22 Maret 1915  
  (Versi lebih tinggi dari Iron Cross, diberikan untuk prestasi luar biasa)
- Ritterkreuz II. Klasse des Grossherzoglich Badischen Ordens vom Zähringer Löwen mit Schwertern (Knight's Cross 2nd Class of the Order of the Zähringer Lion with Swords, dari Grand Duchy of Baden): 8 Juli 1915  
  (Dekorasi negara bagian Baden untuk keberanian)
- Militär-Karl-Friedrich-Verdienstorden (Military Karl-Friedrich Merit Order, Knight atau lebih tinggi, dari Baden): sekitar 1918  
  (Penghargaan tertinggi Baden untuk jasa militer)
- Ritterkreuz des Königlich Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (Knight's Cross of the Royal Prussian House Order of Hohenzollern with Swords): 20 Oktober 1917  
  (Dekorasi prestisius Prusia untuk perwira)
- Pour le Mérite (dikenal sebagai "Blue Max"): 2 Juni 1918 atau Mei 1918  
  (Penghargaan tertinggi Kekaisaran Jerman untuk keberanian luar biasa, diberikan atas 22 kemenangan udara sebagai ace penerbang)
- Königlich Preußisches Militär-Flugzeugführer-Abzeichen (Prussian Military Pilot Badge): periode PD I  
  (Lencana penerbang militer Prusia)
- Königlich Preußisches Flugzeugbeobachter-Abzeichen (Prussian Observer Badge): periode PD I  
  (Lencana pengamat pesawat)
- Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (Wound Badge 1918 in Black): periode PD I  
  (Untuk luka yang diderita, biasanya dari luka pasca-Putsch 1923 juga relevan tapi ini dari PD I)
- Abzeichen für Flugzeugführer in Gold mit Brillanten (Pilot/Observer Badge in Gold with Diamonds): era Nazi, versi khusus yang dibuat Göring sendiri sebagai Reichsmarschall  
  (Versi mewah berlian dari lencana penerbang, diberikan kepada dirinya sendiri atau edisi khusus)
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (Knight's Cross of the Iron Cross): 30 September 1939  
  (Diberikan oleh Hitler atas keberhasilan Luftwaffe di awal PD II)
- Großkreuz des Eisernen Kreuzes (Grand Cross of the Iron Cross): 19 Juli 1940  
  (Penghargaan tertinggi PD II, hanya diberikan kepada Göring sebagai satu-satunya penerima di era perang ini, atas kemenangan di Prancis)
- Göring juga menerima berbagai medali kehormatan Nazi lainnya seperti Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP (Golden Party Badge), Blutorden (Blood Order untuk peserta Putsch 1923), dan medali kampanye seperti Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938 (Anschluss Medals), tapi ini lebih bersifat politik/partai daripada militer murni.
- Ia mendirikan dan memberikan banyak medali Luftwaffe seperti Flakkampfabzeichen, Fallschirmschützenabzeichen, dll., tapi itu bukan penghargaan pribadinya melainkan yang ia stift (ciptakan).
- Tidak ada bukti kuat bahwa ia menerima Knight's Cross dengan Oak Leaves, Swords, atau Diamonds (itu untuk perwira lapangan lain seperti Rommel atau Galland). Göring hanya sampai Knight's Cross dasar + Grand Cross khusus.
- Setelah ditangkap 1945, medali utamanya (termasuk Pour le Mérite, Grand Cross, Iron Cross I dengan bar 1939, dan Pilot Badge Gold with Diamonds) disita Sekutu dan sebagian dipamerkan di museum AS.

Aufzeichnungen (Catatan):
- 1918: akhir Perang Dunia I sebagai ace penerbang dengan Pour le Mérite.
- 1923: terluka dalam Beer Hall Putsch, lari ke luar negeri, mulai kecanduan morfin.
- 1933: mendirikan Gestapo dan kamp konsentrasi awal seperti Dachau (awalnya dikelola polisi Prusia di bawahnya).
- 1935: Luftwaffe resmi dibentuk meski dilarang Versailles Treaty.
- 1938: memimpin penjarahan ekonomi Yahudi setelah Kristallnacht.
- 1940: sukses besar Luftwaffe di Polandia, Norwegia, Belanda, Belgia, Prancis; gagal di Inggris.
- 1941-1945: kegagalan Luftwaffe di Front Timur, Stalingrad, dan pertahanan Reich dari pemboman Sekutu.
- 1945: mencoba negosiasi damai secara sepihak, dipecat Hitler.
- 1946: diadili di Nuremberg Trials sebagai penjahat perang utama (perencanaan agresi, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan); divonis mati gantung 1 Oktober 1946.
- 15 Oktober 1946: bunuh diri dengan sianida beberapa jam sebelum eksekusi (diduga diselundupkan).

----------------------------------------------------------------

Masa kecil dan pendidikan:
Hermann Göring lahir sebagai anak kedua dari lima bersaudara dalam keluarga berstatus tinggi. Ayahnya, Heinrich Ernst Göring, adalah pejabat kolonial dan diplomat Jerman yang pernah bertugas di Haiti dan Afrika Barat Daya Jerman. Ibunya, Franziska Tiefenbrunn, memiliki hubungan dengan Hermann Epenstein, seorang dokter Yahudi yang menjadi ayah baptis Göring dan memberi nama "Hermann" padanya. Göring dibesarkan di kastil kecil Veldenstein dekat Nuremberg. Ia mendapat pendidikan militer di Karlsruhe dan Gross-Lichterfelde, kemudian bergabung dengan angkatan darat Prusia tahun 1912 sebagai Leutnant di infanteri.

Perang Dunia I:
Göring segera beralih ke dinas penerbangan (Luftstreitkräfte) tahun 1915. Ia menjadi penerbang tempur ace dengan 22 kemenangan udara yang dikonfirmasi. Ia memimpin Jagdstaffel 27 dan kemudian menggantikan Manfred von Richthofen (Red Baron) sebagai komandan Geschwader 1 "Flying Circus" pada 1918. Göring mendapat banyak dekorasi, termasuk Eisernes Kreuz II. dan I. Klasse, serta Pour le Mérite (1918). Setelah kekalahan Jerman, ia sangat kecewa dengan Republik Weimar dan perlakuan terhadap perwira militer.

Pasca-Perang Dunia I:
Göring meninggalkan Jerman, bekerja sebagai pilot komersial di Denmark dan Swedia. Di Swedia ia bertemu dan menikahi Carin von Kantzow (1923), seorang bangsawan Swedia. Ia kembali ke Jerman tahun 1927 setelah amnesti. Göring bergabung NSDAP tahun 1922 setelah mendengar pidato Hitler, menjadi komandan SA (Sturmabteilung) awal.

Karier politik Nazi:
Ia ikut dalam Putsch Beer Hall Munich 1923, terluka parah di selangkangan, melarikan diri ke Austria dan Swedia. Luka itu menyebabkan kecanduan morfin seumur hidup. Kembali 1927, ia terpilih ke Reichstag 1928, menjadi Presiden Reichstag 1932. Setelah Hitler jadi Kanselir 30 Januari 1933, Göring naik pesat: Menteri Dalam Negeri Prusia (1933), mendirikan Gestapo (1933), Perdana Menteri Prusia, dan memimpin Night of the Long Knives (1934) untuk menumpas SA. Ia ditunjuk membangun Luftwaffe (1935, melanggar Perjanjian Versailles), menjadi Reichsmarschall (19 Juli 1940) setelah kemenangan di Prancis – pangkat tertinggi di Wehrmacht, hanya dipakai olehnya.

Peran dalam Perang Dunia II:
Göring memimpin Luftwaffe dalam invasi Polandia (1939), kampanye Barat (1940), Battle of Britain (1940, gagal), dan Operasi Barbarossa (1941). Ia bertanggung jawab atas penjarahan seni di Eropa pendudukan, "Aryanization" ekonomi, dan perintah 31 Juli 1941 kepada Heydrich untuk "Final Solution" (Solusi Akhir). Ia juga mengendalikan ekonomi perang melalui Four-Year Plan. Namun kegagalan Luftwaffe (pemboman Sekutu, Stalingrad, dll.) membuatnya kehilangan kepercayaan Hitler. Pada akhir perang, tubuhnya membengkak karena morfin dan penyakit.

Akhir hayat:
April 1945, saat Hitler di bunker Berlin, Göring mengirim telegram meminta mengambil alih kekuasaan berdasarkan dekrit suksesi 1941. Hitler menuduh pengkhianatan, memecatnya, dan memerintahkan penangkapan. Göring ditangkap oleh SS tapi kemudian dibebaskan oleh pasukan AS Mei 1945.

Pengadilan Nuremberg:
Ia diadili sebagai terdakwa utama di International Military Tribunal Nuremberg (1945-1946). Divonis bersalah atas semua empat tuduhan: konspirasi, kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan. Dijatuhi hukuman mati gantung 1 Oktober 1946. Göring bunuh diri dengan sianida 15 Oktober 1946, sesaat sebelum eksekusi (diduga kapsul diselundupkan oleh penjaga AS).

Catatan tambahan:
Göring dikenal flamboyan, suka kemewahan, koleksi seni curian, seragam mewah, dan berat badan berlebih. Ia menikah lagi dengan Emmy Sonnemann setelah Carin meninggal 1931. Ia memiliki satu anak perempuan, Edda (1938). Göring dianggap sebagai salah satu arsitek utama Holocaust dan rezim Nazi, meski sering digambarkan lebih "manusiawi" dibanding Himmler atau Goebbels dalam beberapa biografi.



Sumber:
Wikipedia (versi Inggris dan Indonesia), Britannica, United States Holocaust Memorial Museum (encyclopedia.ushmm.org), Biography.com, dan literatur sejarah seperti "The Reich Marshal" oleh Leonard Mosley serta dokumen Nuremberg.

No comments: