Sunday, July 7, 2013

Foto Panzer-Lehr-Division




DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

Generalleutnant Fritz Bayerlein (14 Januari 1899 - 30 Januari 1970) adalah perwira veteran Perang Dunia Pertama dari Bavaria yang kemudian malang-melintang dalam Perang Dunia II, kebanyakan sebagai anggota staff unit. Dia mendapat nama harum saat menjadi Kepala Staff "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel dalam medan pertempuran di Afrika Utara, sebelum kemudian dipercaya sebagai Komandan 3. Panzer-Division (20 Oktober 1943 - 5 Januari 1944), Panzer-Lehr-Division (10 Januari 1944 - 20 Januari 1945), dan LIII. Armeekorps (29 Maret 1945 - 8 Mei 1945). Karena sifatnya yang tidak bisa diduga baik oleh kawan maupun lawan, para komandan Amerika menjuluki setiap jenderal Jerman yang bersifat sama sebagai "being on the Fritz" (menjadi layaknya Fritz)! Kepahlawanannya di medan perang membuatnya dianugerahi empat medali bergengsi: Deutsches Kreuz in Gold (23 Oktober 1942), Ritterkreuz (26 Desember 1941), Eichenlaub (6 Juli 1943) serta Schwerter (20 Juli 1944). Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (30 Agustus 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (31 Agustus 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II. Klasse; Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (13 September 1939) und I.Klasse (27 September 1939); Panzerkampfabzeichen in Silber; Ärmelband “Afrika”; Königlich Italienische Silberne Tapferkeitsmedaille; Ritterkreuz des Königlich Italienische Militärordens von Savoyen; Erinnerungsmedaille für den deutsch-italienischen Feldzug in Afrika; Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nennung im Ehrenblatt des Heeres (6 Maret 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 11 Januari 1944 dan 26 Juni 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Generalmajor Horst Niemack (10 Maret 1909 - 7 April 1992) adalah perwira kavaleri yang menjadi salah satu penunggang kuda terbaik di seantero Jerman di masa sebelum perang. Pada waktu Jerman menyerbu Prancis di tahun 1940, Niemack - yang saat itu sudah menjadi Komandan Batalyon Pelopor - membuktikan kehandalannya dengan selalu memimpin pasukannya di garis depan, menjadi salah satu yang pertama saat menyeberangi sungai Meuse yang strategis, dan memutus garis mundur musuh di wilayah Marne. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 Juli 1940 sebagai Rittmeister dan Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 5 / 5.Infanterie-Division / VI.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe A. Pada permulaan Unternehmen Barbarossa tahun 1941, unit di bawah pimpinan komando Niemack menyerbu pertahanan Soviet di wilayah Orla sehingga menyebabkan musuh mundur secara terburu-buru dengan menderita korban besar. Tak puas sampai disitu, Niemack terus memburu musuhnya dan memutus rute utama gerak mundur mereka. Disinilah senjata-senjata anti-tank dan anti pesawat milik batalyon Niemack menunjukkan peran pentingnya ketika selama lima hari penuh berhasil menahan berkali-kali serangan putus asa pasukan Soviet yang terkepung. Atas prestasinya yang gemilang tersebut, sang Abteilungskommandeur brilian (yang kini terluka parah) dianugerahi Eichenlaub #30 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 10 Agustus 1941 sebagai Rittmeister dan Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 5 / 5.Infanterie-Division / XXXIX.Armeekorps (motorisiert) / Panzergruppe 3 / Heeresgruppe Mitte. Setelah sembuh kembali, Niemack dipercaya untuk menjadi komandan salah satu dari dua resimen infanteri mekanis milik Divisi Großdeutschland. Dia memimpin unitnya dalam banyak pertempuran sengit, yang terkadang berlanjut dengan duel satu-lawan-satu melawan musuh. Setelah resimennya berhasil menyelesaikan serangan gemilang di wilayah utara Jassy (Rumania) di tahun 1944, Niemack dianugerahi Schwerter #69 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 4 Juni 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Panzer-Füsilier-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" / LVII.Panzerkorps / 8.Armee / Heeresgruppe Südukraine. Di akhir bulan Agustus 1944 dia kembali terluka parah saat halftrack yang dinaikinya dihantam bom dan terbakar. Baru di bulan Januari 1945 sang perwira jempolan kembali bertugas, dan langsung diserahi tanggungjawab menjadi Komandan unit elit Panzer-Lehr-Division (15 Januari - 2 April 1945) menggantikan Generalleutnant Fritz Bayerlein, padahal waktu itu usianya masih 36 tahun dan baru berpangkat Oberst! Seperti biasa, dia memimpin unit barunya dengan semangat dan dedikasi yang tidak pernah berubah, dan hanya terhenti saat terluka - untuk kesekian kalinya - dalam pertempuran di wilayah Winterburg (Jerman) pada tanggal 2 April 1945. Saat Perang Dunia II berakhir, Niemack masih dalam kondisi dirawat di rumah sakit...

-----------------------------------------------------------------------------------------


 Dari kiri ke kanan: Generalmajor Fritz Bayerlein (Kommandeur Panzer-Lehr-Division) bersama dengan Kepala Operasinya, Major im Generalstab Kurt Kaufmann, di Hungaria pada bulan April 1944. Tidak banyak yang tahu bahwa sang Divisionskommandeur Bayerlein - yang merupakan seorang pahlawan perang peraih medali Schwerter - adalah seorang "mischling" (mempunyai darah campuran Yahudi), dan dia juga adalah seorang biseksual alias depan bisa belakang bisa! Dua kondisi ini dapat dengan mudah membuatnya dipenjara, karena Nazi Jerman dikenal sangat benci Yahudi dan kaum homoseksual. Bayerlein sendiri hampir saja diberhentikan dari Angkatan Darat saat hasil Arierparagraph (Sertifikat Keturunan Arya) miliknya keluar pada tahun 1934. Tapi kemudian, kemungkinan karena dianggap sebagai seorang perwira bermasa depan cemerlang, status Yahudi Bayerlein sengaja tidak dipublikasikan oleh atasannya. Meskipun catatan kepolisian mengenaikecenderungan homoseksualnya telah ada dari tahun 1933 (dan diketahui pula oleh beberapa orang anakbuahnya), tapi informasi inipun sengaja tidak dikeluarkan untuk publik. bayerlein menjawab perlakuan istimewa tersebut dengan karya nyata di medan tempur, dimana dia menjadi kepercayaan "Si Rubah Gurun" Rommel di Afrika Utara, dan juga kemudian menjadi Komandan Divisi elit Panzer-Lehr serta XLVII. Panzerkorps



Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberleutnant Karl Philipps (Chef 5.Kompanie / II.Bataillon / Panzergrenadier-Lehr-Regiment 901 / Panzer-Lehr-Division), yang diselenggarakan pada tanggal 7 April 1944. Yang memberikan medali adalah Generalmajor Fritz Bayerlein (Kommandeur Panzer-Lehr-Division). Philipps sendiri menjadi Komandan Kompi ke-5 sampai dengan tanggal 25 Juni 1944, saat dia naik jabatan menjadi Komandan Batalyon Pertama dari Panzergrenadier-Lehr-Regiment 901. Pada saat itu pangkatnya ikut naik dari Oberleutnant menjadi Hauptmann


Pada hari senin tanggal 10 Juni 1944, unit Panzer-Aufklärungs-Lehr-Abteilung 130 (bagian dari Panzer-Lehr-Division) mendapat serangan dari Brigade Infanteri ke-56 Inggris di Ellon (Calvados / Normandia), yang merupakan sayap utara dari posisi pertahanan pasukan Jerman di wilayah tersebut. Karena terdesak hebat, PALA 130 buru-buru meminta bantuan pada pos komando Wehrmacht, yang segera mengirimkan tambahan Panzerjagdkommando (dalam bentuk Panzerzug dari 2.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 6) pada pukul 15:00. Satu jam kemudian peleton Panther tersebut tiba di sebelah barat sebuah rumah peternakan di Abbaye de Mondaye. Foto ini memperlihatkan seorang perwira (kemungkinan Oberleutnant Scharein yang merupakan Chef 3.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Lehr-Abteilung 130) yang sedang mengkoordinasikan serangan balasan terhadap pasukan Inggris dari titik keberangkatan di Pont-Herbert - bersama dengan para Zugführer (Komandan Peleton) dari kompinya. Panzerkampfwagen V Panther Ausf.A (dengan kubah Ausf.D) di latar belakang berasal dari 2./PR 6. Tank medium satu ini diberi nama "Christel" oleh para awaknya, sesuai dengan kebiasaan para panzermänner muda alay di saat itu yang sering menamakan tunggangan mereka dengan nama sang kekasih di kampung halaman! Dari para Zugführer (Komandan Peleton) yang ngumpul dalam foto ini, di sebelah kiri yang memakai feldmütze M43 adalah Leutnant Gerstmann, sementara di sebelah kanan yang berkacamata adalah Leutnant Gerstenmeier, yang sama-sama berasal dari Panzer-Aufklärungs-Lehr-Abteilung 130, batalyon pengintai/pelopor milik Divisi Panzer-Lehr



Dua orang komandan kompi Panzer-Lehr, dari kiri ke kanan: Hauptmann Ritschel (Chef 6.Kompanie/Panzer-Lehr-Regiment 130) dan Hauptmann Fritz Lex (Chef 5.Kompanie/Panzer-Lehr-Regiment 130). Lex (lahir 30 Januari 1917) terbunuh/dinyatakan hilang tanggal 2 Januari 1945 dan jenazahnya kemudian dikebumikan di Soldatenfriedhof Sandweiler (Luxemburg) - Blok A Kuburan no. 80. Dia menjadi bagian dari batalyonnya dari sejak pertempuran di Hungaria, Normandia, dan kemudian di Ardennes, pertama bertugas sebagai Chef Versorgungskompanie II.Abteilung/Panzer-Lehr-Regiment 130 sebelum dipindahkan menjadi komandan kompi ke-5 dan terakhir sebagai Chef Versorgungskompanie II.Abteilung/Panzer-Lehr-Regiment 130. Berdasarkan buku "Westfront 1944" karya Helmut Ritgen, disebutkan bahwa Lex dan dua orang perwira Panzer-Lehr-Regiment 130 tertangkap oleh Sekutu di selatan Bastogne tanggal 30 Desember 1944 saat sedang mengendarai mobil jip hasil rampasan. Kemungkinan besar dia dieksekusi karena dianggap sebagai mata-matanya Otto Skorzeny (Greif-Kommando)


 Para anggota Panzer-Lehr-Division berkumpul di depan pintu gerbang Stab Lehrtruppe dari Panzertrupp-Schule (Sekolah Pasukan Tank) di Fallingbostel. Memakai seragam hitam Panzertruppen di tengah adalah Major Paul Schulze (Kommandeur Lehrtruppe Panzertrupp-Schule Bergen . RK 30 Desember 1943 dan EL 28 Juli 1944)


 Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Fritz Bayerlein (Kommandeur Panzer-Lehr-Division) dan Oberst Rudolf Gerhardt (Kommandeur Panzer-Lehr-Regiment 130 / Panzer-Lehr-Division). Ketika Divisionskommandeur Bayerlein terluka dalam pertempuran tanggal 23 Agustus 1944 sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, Regimentskommandeur Gerhardt menjadi komandan sementara Panzer-Lehr-Division sampai dengan tanggal 8 September 1944 ketika Bayerlein sembuh dari luka-lukanya dan mengambil alih kembali komando divisi


 Oberleutnant Ebner adalah komandan dari 8. (schwere) Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 902 / Panzer-Lehr-Division. Fakta bahwa dia adalah seorang perwira infanteri di sebuah divisi panzer menjelaskan mengapa tidak banyak "tengkorak" bertebaran di seragamnya. Ebner sendiri mengenakan seragam dari jenis "mouse grey wrap" (mausgrau) model kedua yang dilengkapi dengan kantong besar di bagian dada. Kantong seperti ini ternyata tidak disukai oleh prajurit-prajurit Panzertruppen karena menyulitkan saat bertugas di dalam tank, dan kemudian dihapus dalam seragam Panzertruppen model graugrün (abu-abu hijau) yang keluar setelahnya


Foto ini diambil di Kantong Falaise (Calvados/Normandia) di bulan Agustus 1944 saat pasukan Jerman terkepung dan dibombardir habis-habisan dalam wilayah yang sempit oleh pasukan Sekutu. Diperkirakan bahwa Panzerkampfwagen V Panther naas dari I.Abteilung / Panzer-Lehr-Regiment 130 / Panzer-Lehr-Division ini terkena bom yang dilepaskan dari sebuah pesawat P-47 Thunderbolt sehingga terbakar hebat, dan kedua prajurit infanteri yang nongkrong di atasnya ikut menjadi korban dengan kondisi mengenaskan. Sebuah senapan mesin MG 42 tergeletak diantara kedua kaki salah seorang diantara mereka


Sumber :
Buku "Lives of Hitler's Jewish Soldiers" karya Bryan Mark Rigg
Buku "The Panzers and the Battle of Normandy" karya Heimdal
Buku "The Western Front 1944: Memoirs of a Panzer Lehr Officer" karya Helmut Ritgen
www.beeldbankwo2.nl
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com

Saturday, July 6, 2013

Album Foto 25. Infanterie-Division

KOMMANDEUR

General der Infanterie Erich-Heinrich Clößner menjadi komandan 25. Infanterie-Division tanggal 15 Oktober 1939 s/d 15 November 1940, menggantikan Generalleutnant Christian Hansen dan digantikan oleh Generalmajor Sigfrid Henrici. Dia adalah seorang peraih Deutsches Kreuz in Gold #144/2 (15 Juli 1942) dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #80 (29 September 1940)

------------------------------------------------------------------

Stellenbesetzung (susunan staff) dari Aufklärungs-Abteilung 25 / 25.Infanterie-Division tak lama setelah mobilmachung (mobilisasi) Wehrmacht tanggal 26 Agustus 1939, empat hari sebelum Jerman menyerbu Polandia. Sebagai komandannya ditunjuk Oberstleutnant Eberhard Rodt, mantan Kommandeur I.(Reiter) Abteilung / Kavallerie-Regiment 18 yang dibubarkan. Rodt nantinya akan meraih Ritterkreuz (25 Juni 1940) dan Eichenlaub (28 April 1945) serta mengakhiri perang dengan pangkat Generalleutnant.


 Para perwira staff awal Aufklärungs-Abteilung 25 / 25.Infanterie-Division tak lama setelah pembentukannya tanggal 26 Agustus 1939 (bertepatan dengan mobilisasi menyeluruh Wehrmacht demi menghadapi invasi ke Polandia). Baris depan dari kiri ke kanan: Oberleutnant Kurt Stolleis (Adjutant Aufklärungs-Abteilung 25), Oberstleutnant Eberhard Rodt (Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 25), Rittmeister Hans Jakob (Chef Reiterschwadron / Aufklärungs-Abteilung 25), Oberleutnant der Reserve Ernst August Biermann (Ordonnanzoffizier Aufklärungs-Abteilung 25), Leutnant der Reserve Reinhard Feyerabend (Ordonnanzoffizier Aufklärungs-Abteilung 25), dan Leutnant der Reserve Albert Rieger (Zugführer di Schwere Schwadron / Aufklärungs-Abteilung 25). Baris belakang: Leutnant Günther Freiherr von Ramberg (Zugführer di Reiterschwadron / Aufklärungs-Abteilung 25), Rittmeister der Reserve Hugo Siegle (Chef Reiterschwadron / Aufklärungs-Abteilung 25), Oberarzt Dr. Philipp Knöpfle (Abteilungsarzt Aufklärungs-Abteilung 25), Oberveterinär Dr. Herbert Streit (Abteilungsveterinär Aufklärungs-Abteilung 25), dan Oberzahlmeister Willibald Schupp (Stab Aufklärungs-Abteilung 25)


 Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Eberhard Rodt (Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 25 / 25.Infanterie-Division), supirnya Unteroffizier Gössler dan Rittmeister Graf von Klinkowström (Schwadronschef 1.Schwadron / Aufklärungs-Abteilung 156 / 56.Infanterie-Division). Klinkowström dan kompinya diperbantukan pada Aufklärungs-Abteilung 25 sepanjang berlangsungnya operasi militer Jerman di Barat (Fall Gelb) tahun 1940

------------------------------------------------------------------

 Oberleutnant Erich Schurr adalah ajudan Aufklärungs-Abteilung 25 / 25.Infanterie-Division yang menggantikan posisi Oberleutnant Kurt Stolleis (Adjutant Aufklärungs-Abteilung 25) yang terkena sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit hanya beberapa hari setelah pengumuman perang Inggris dan Prancis terhadap Jerman tanggal 3 September 1939. Dalam foto ini dia mengenakan adjutantschnur (tambang ajudan) di bahunya. Posisi Schurr sebelumnya adalah sebagai komandan Nachrichtenzug (Peleton Sandi) Aufklärungs-Abteilung 25


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.kavallerie-regiment18.de

Friday, July 5, 2013

Foto 32. Infanterie-Division


-------------------------------------------------------------------------------

DIVISIONSKOMMANDEUR

 Generalleutnant Hans Boeckh-Behrens (15 September 1943 - 16 Agustus 1944 dan 15 September 1944 - 8 Mei 1945)
Generalleutnant Hans Boeckh-Behrens (27 November 1898 - 13 Februari 1955) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian melanjutkan karir kemiliteran di Reichswehr dan Wehrmacht. Dalam Perang Dunia II, peranannya terutama sekali menonjol saat memimpin 32. Infanterie-Division dalam kurun waktu antara tanggal 15 September 1943 s/d 16 Agustus 1944 serta antara tanggal 15 September 1944 s/d 8 Mei 1945. Boeckh-Behrens dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Desember 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 32. Infanterie-Division. Dia ditawan oleh pasukan Rusia bersama dengan pasukannya di Semenanjung Hela pada tanggal 8 Mei 1945. Tragisnya, Boeckh-Behrens dikabarkan meninggal dunia saat masih berstatus sebagai tawanan perang pada tahun 1955 dalam usia 56 tahun, pada saat sedang menunggu kepulangan kembali ke Jerman! Penyebab kematiannya dikabarkan sebagai akibat serangan jantung. Jenazahnya kemudian dikebumikan di pemakaman khusus prajurit Jerman di Cherntsy, Ivanovo, Ivanovo Oblast, Rusia (Baris 4 kuburan ke-4). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuzes II.Klasse (11 Mei 1915) und I.Klasse (19 April 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (21 Juni 1920); Ehrenkreuz für Frontkämpfer  1914-1918 (26 Januari 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1.Klasse, 25 Jahre; 1939 spange zum 1914 Eisernen Kreuzes II.Klasse (18 September 1939) und I.Klasse (1 Oktober 1939); Magyar Érdemrend Középkeresztje Hungaria (16 November 1939); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (30 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (30 Januari 1943); serta Ärmelband Kurland. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 6 November 1944

 -------------------------------------------------------------------------------

Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 27 Juli 1941 untuk Feldwebel Otto Eske (12 Juni 1917 - 8 November 1941), Zugführer 5.Kompanie / Infanterie-Regiment 4 / 32.Infanterie-Division, yang disematkan langsung oleh Generalmajor Wilhelm Bohnstedt (Kommandeur 32. Infanterie-Division) yang nantinya juga akan mendapatkan medali yang sama tanggal 13 Oktober 1941. Tragisnya, hanya berselang beberapa bulan kemudian Eske gugur dalam pertempuran di dekat Salesje, Rusia, dan jenazahnya kemudian dikebumikan di Samoschenko


 
Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Major Wilhelm Eggemann (Kommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 94 / 32.Infanterie-Division), yang diselenggarakan pada tanggal 20 April 1943 di Staraya Russa, Novgorod, Uni Soviet. Yang mengalungkan medali di sebelah kanan adalah Generalleutnant Wilhelm Wegener (Kommandeur 32. Infanterie-Division), sementara yang membantu mengalungksan di tengah kemungkinan besar adalah Rittmeister Hans-Joachim von Koeckritz (Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 32 / 32.Infanterie-Division). Dalam foto ini, Koeckritz terlihat mengenakan schirmmütze (topi visor) dengan lambang totenkopf di bagian depan. Ini karena dia adalah mantan anggota Reiter-Regiment 5, salah satu unit kavaleri terkemuka Jerman yang mempunyai sejarah panjang

-------------------------------------------------------------------------------

 RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)

 

Oberst der Reserve Werner Graf von Bassewitz-Levetzow (7 Juni 1894 - 20 Agustus 1964) bergabung dengan Kaiserlichen Heer tanggal 2 Agustus 1914 dengan unit pertamanya adalah 1. Garde-Dragoner-Regiment "Königin Viktoria von Großbritannien und Irland". Dari tahun 1930 s/d 1934 dia bertugas sebagai pasukan penjaga perbatasan dan pada tahun 1935 mengikuti pelatihan lanjutan sebagai Reserveoffizier (Perwira Cadangan). Pada tanggal 31 Maret 1937 Bassewitz ditransfer ke Infanterie-Regiment 96, dilanjutkan dengan Infanterie-Regiment 94 beberapa bulan kemudian. Dengan unitnya ini dia ikut serta dalam invasi Jerman ke Polandia tahun 1939 sebagai komandan batalyon. Setelah mengikuti kampanye militer lanjutan di Prancis dan Rusia, dia diangkat sebagai Komandan Grenadier-Regiment 96 tanggal 1 Desember 1942. Di malam tanggal 13-14 Agustus 1944, 32. Infanterie-Division mundur dari wilayah Modohn (Latvia) dan - dalam gerak mundur melintasi Saliniecki, Trusli dan Berzini - mendapat serangan gencar dari pasukan Soviet. Begitu sengitnya pertempuran sehingga Grenadier-Regiment 96 pimpinan Bassewitz terpisah dari pasukan utama. Bersama dengan resimennya dia menerobos kepungan musuh sekaligus memutus serangan terhadap sisa divisi. Setiap kali pasukan Rusia menembus salah satu pertahanan yang digalang oleh pihak Jerman, setiap kali pula Bassewitz dan resimennya yang sudah sangat kelelahan datang untuk menutupnya. Akhirnya 32. Infanterie-Division berhasil lolos dari kepungan Soviet dan sampai di wilayah yang masih berada di wilayah kekuasaan Jerman. Atas jasanya sebagai "tukang tambal" tersebut, Bassewitz dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes oleh General der Infanterie Wilhelm Wegener (Kommandierender General L. Armeekorps) tanggal 17 September 1944 sebagai Oberst der Reserve dan Kommandeur Grenadier-Regiment 96 / 32.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 28 September 1944 Bassewitz dipercaya sebagai komandan sementara 32. Infanterie-Division sampai dengan bulan Desember 1944 saat sisa-sisa anggota divisi tersebut dilebur kedalam 132. Infanterie-Division. Pada tanggal 1 Februari 1945 dia menjadi Komandan 17. Divisionsführer-Lehrgang. Menariknya, pada tanggal 10 April 1945 dia ditransfer ke Kriegsmarine untuk menjadi Komandan 2. Marine-Infanterie-Division, divisi darat Angkatan Laut Jerman yang beranggotakan para pelaut yang sudah tak punya lagi kapal tempat bertugas! Pada tanggal yang sama pangkatnya pun berubah dari Oberst d.R. menjadi Kapitän zur See. Di akhir perang dia dan unitnya menyerah pada pasukan Inggris. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (1939); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse (1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (23 Juli 1942)


Generalleutnant Hans Boeckh-Behrens (27 November 1898 - 13 Februari 1955) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian melanjutkan karir kemiliteran di Reichswehr dan Wehrmacht. Dalam Perang Dunia II, peranannya terutama sekali menonjol saat memimpin 32. Infanterie-Division dalam kurun waktu antara tanggal 15 September 1943 s/d 16 Agustus 1944 serta antara tanggal 15 September 1944 s/d 8 Mei 1945. Boeckh-Behrens dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Desember 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 32. Infanterie-Division. Dia ditawan oleh pasukan Rusia bersama dengan pasukannya di Semenanjung Hela pada tanggal 8 Mei 1945. Tragisnya, Boeckh-Behrens dikabarkan meninggal dunia saat masih berstatus sebagai tawanan perang pada tahun 1955 dalam usia 56 tahun, pada saat sedang menunggu kepulangan kembali ke Jerman! Penyebab kematiannya dikabarkan sebagai akibat serangan jantung. Jenazahnya kemudian dikebumikan di pemakaman khusus prajurit Jerman di Cherntsy, Ivanovo, Ivanovo Oblast, Rusia (Baris 4 kuburan ke-4). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuzes II.Klasse (11 Mei 1915) und I.Klasse (19 April 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (21 Juni 1920); Ehrenkreuz für Frontkämpfer  1914-1918 (26 Januari 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1.Klasse, 25 Jahre; 1939 spange zum 1914 Eisernen Kreuzes II.Klasse (18 September 1939) und I.Klasse (1 Oktober 1939); Magyar Érdemrend Középkeresztje Hungaria (16 November 1939); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (30 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (30 Januari 1943); serta Ärmelband Kurland. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 6 November 1944


-------------------------------------------------------------------------------

DKiGTRÄGER (PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD )

Feldwebel Franz Usdrowski adalah peraih Deutsches Kreuz in Gold yang didapatkannya tanggal 26 September 1944 sebagai Zugführer di 3.Kompanie/Pionier-Bataillon 2/32.Infanterie-Division/L.Armeekorps/18.Armee/Heeresgruppe Nord. Hebatnya dari orang ini adalah, dari awal perang sampai Jerman menyerah dia "setia" bertugas di unit dan kompi yang sama (3.Kompanie/Pionier-Bataillon 2)! Selain DKiG, dia juga tercatat sebagai peraih 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (20 Juni 1940, atas luka yang didapatnya tanggal 14 Mei 1940); 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (13 November 1940); 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (24 Juni 1943); Demjansk-Schild (31 Desember 1943); Nahkampfspange 1.Stufe (22 Oktober 1943, atas 15 kali pertempuran jarak dekat); Allgemeines-Sturmabzeichen (30 Januari 1944); dan 1939 Verwundetenabzeichen in Silber (16 Agustus 1944, atas dua luka tambahan yang didapatnya tanggal 31 Agustus 1942 dan 20 Juli 1944)


Sumber :
Buku "Die Geschichte der pommerschen 32. Infanterie-Division 1935 – 1945" karya Jürgen Schröder dan Joachim Schultz-Naumann 
Foto koleksi pribadi Lionel 708.V.G.D.
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com

Foto 23. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nederland" (niederländische Nr. 1)






 
Para kader 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" berfoto bersama di depan kamera untuk merayakan promosi kenaikan pangkat Brigadekommandeur dari SS-Oberführer menjadi SS-Brigadeführer tanggal 20 April 1944. Foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Heinemann di front Narva. Karena mereka semuanya adalah bangsa Jerman, maka disini kita tidak melihat panji bendera Belanda yang biasanya dikenakan oleh anggota sukarelawan unit ini. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Lothar Hofer (Kommandeur II. Artillerie-Abteilung); SS-Hauptsturmführer Carl-Heinz Frühauf (Kommandeur II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); SS-Sturmbannführer Dietrich Ziemssen (Ia Erster Generalstabsoffizier 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Hauptsturmführer Christian Steenholdt-Schütt (IIa Personalverwaltung 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Hauptsturmführer Hans Meyer (Kommandeur I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); SS-Hauptsturmführer Wilhelm Schlüter (Kommandeur I. Artillerie-Abteilung); dan SS-Hauptsturmführer Günter Wanhöfer (Kommandeur SS-Pionier-Bataillon 23 "Nederland")



 Para kader 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" berfoto bersama di depan kamera untuk merayakan promosi kenaikan pangkat Brigadekommandeur dari SS-Oberführer menjadi SS-Brigadeführer tanggal 20 April 1944. Foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Heinemann di front Narva. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Lothar Hofer (Kommandeur II. Artillerie-Abteilung); SS-Hauptsturmführer Carl-Heinz Frühauf (Kommandeur II.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); SS-Hauptsturmführer Christian Steenholdt-Schütt (IIa Personalverwaltung 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Hauptsturmführer Hans Meyer (Kommandeur I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter"); dan SS-Hauptsturmführer Wilhelm Schlüter (Kommandeur I. Artillerie-Abteilung)


 Para kader 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" berfoto bersama di depan kamera untuk merayakan promosi kenaikan pangkat Brigadekommandeur dari SS-Oberführer menjadi SS-Brigadeführer tanggal 20 April 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Christian Steenholdt-Schütt (IIa Personalverwaltung 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"); dan SS-Sturmbannführer Dietrich Ziemssen (Ia Erster Generalstabsoffizier 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland")


 Para kader 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" berfoto bersama di depan kamera untuk merayakan promosi kenaikan pangkat Brigadekommandeur dari SS-Oberführer menjadi SS-Brigadeführer tanggal 20 April 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland") dan SS-Sturmbannführer Dietrich Ziemssen (Ia Erster Generalstabsoffizier 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland")


 Sebuah kue ucapan selamat disiapkan untuk komandan 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" Jürgen Wagner yang baru saja mendapat promosi kenaikan pangkat dari SS-Oberführer menjadi SS-Brigadeführer tanggal 20 April 1944. Terdapat tulisan di atasnya yang berbunyi" "Herzlichen glückwunsch unserem General!" (Selamat untuk Jenderal kami!)





Para Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) dari 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" berfoto bersama di hari penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Obersturmbannführer Wolfgang Christian Joerchel, 23 April 1944 (Joerchel sendiri telah mendapat pemberitahuan penganugerahannya melalui berita radio dari tanggal 21 April 1944). Dari kiri ke kanan: SS-Standartenoberjunker Gerardus Mooyman (Ritterkreuz tanggal 20 Februari 1943), SS-Obersturmbannführer Wolfgang Joerchel (Kommandeur SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 48 "General Seyffardt". Ritterkreuz tanggal 21 April 1944), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland". Ritterkreuz tanggal 24 Juli 1943 dan Eichenlaub tanggal 11 Desember 1944), dan SS-Hauptsturmführer der Reserve Hans-Joachim Rühle von Lilienstern (Kommandeur I.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 48 "General Seyffardt". Ritterkreuz tanggal 12 Februari 1944)



 Helmut Scholz (Führer 7.Kompanie / II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 49 "De Ruyter" / 4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland") dalam foto yang dibuat oleh SS-Kriegsberichter Heinemann (PK SS Nederland) tak lama setelah dipromosikan menjadi SS-Obersturmführer (20 April 1944) di front Narva. Secara resmi dia tercatat meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Juni 1944 saat masih berpangkat SS-Untersturmführer, tapi mengapa pula dalam foto ini Scholz sudah berpangkat SS-Obersturmführer tapi masih tak mengenakan Ritterkreuz di lehernya? Ini karena urkunde (dokumen) medalinya mencatat pangkat dan jabatan si peraih pada saat aksi heroik yang membuatnya mendapat medali tersebut, dan bukan di tanggal penganugerahannya. Scholz sendiri mendapatkan Ritterkreuz atas aksinya mempertahankan jembatan Narva dari serangan Tentara Merah di bulan Maret 1944 saat masih berpangkat SS-Unteresturmführer, dan rekomendasi pemberian medali tersebut yang diajukan oleh Brigadekommandeur Jürgen Wagner baru dikabulkan hampir tiga bulan kemudian saat Scholz sudah naik pangkat dan menempati jabatan baru!


 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (kanan) bersama dengan anakbuahnya dari 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" di Front Narva, bulan Mei 1944. Foto ini diambil pada saat penganugerahan medali Eisernes Kreuz II.Klasse untuk beberapa orang prajurit terpilih Brigade Nederland (perhatikan medali yang tergantung di dada tiga orang di latar depan!). Semua orang dalam foto ini mengenakan jaket kamuflase model SS-Erbsenmuster (pea-dot pattern), kecuali orang yang berdiri di sebelah kanan, yang mengenakan model SS-Platanenmuster (plane-tree pattern)



Sukarelawan Belanda berpangkat SS-Rottenführer dari SS-Artillerie-Regiment 54/4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" berpose di depan meriam dari jenis Howitzer leichte Feldhaubitze18. Foto ini diambil saat berlangsungnya pertempuran memperebutkan jembatan Narva (Schlacht um den Brückenkopf von Narva) bulan Mei 1944. Foto oleh SS-Kriegsberichter Eisner


 Membersihkan dan merawat senjata adalah salah satu jalan untuk tetap bertahan hidup dan mempertahankan moral tetap tinggi di tengah peperangan yang brutal. Ini adalah hal pertama yang harus dipelajari oleh seorang prajurit Waffen-SS, dimana dia harus mampu membongkar, membersihkan dan memasang kembali senjatanya dengan ketepatan yang mengagumkan. Dalam foto ini kita melihat dua orang anggota 23. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nederland" (niederländische Nr. 1) sedang membersihkan senapan mesin berat MG 42 (Maschinengewehr 42) beserta tripod Lafette 42 sebelum pergi bertempur. Foto diambil di Narva (Estonia) musim semi 1944

  
Sukarelawan asal Belanda dari 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade Nederland (kemungkinan dari SS-Pionier-Bataillon 54) di sebuah jembatan zeni bernama Bunse-Brücke di Narva bulan April 1944. Dia mengenakan jaket kamuflase bolak-balik Sumpfmuster Heer, suatu hal yang tidak aneh mengingat kurangnya pasokan pakaian kamuflase SS pada waktu itu


 Perwira dari 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" yang tak diketahui namanya. Foto oleh SS-Kriegsberichter Heinemann


Dua orang peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dari SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter": SS-Sturmbannführer Hanns-Heinrich Lohmann (ketiga dari kiri) dan SS-Hauptsturmführer der Reserve Karl-Heinz Ertel (kedua dari kanan). Lohmann meraih Ritterkreuz tanggal 12 Maret 1944 sebagai Kommandeur III.Bataillon/SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 23 "Norge", sementara Ertel meraihnya tanggal 23 Agustus 1944 sebagai Adjutant SS-Panzergrenadier-Regiment 49 "de Ruyter". Foto diambil pada saat berlangsungnya pertempuran kedua Kurland (14 September - 24 November 1944)


 
Tak lama setelah gagalnya usaha meloloskan diri dari Kantong Halbe yang terkepung, pada tanggal 4 Mei 1945 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (Kommandeur 23. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nederland") dan pasukannya menyerahkan diri pada tentara Amerika Serikat di jembatan Tangermünde di dekat Elbe. Sang jenderal SS - yang terluka di bagian muka - menemui musuhnya dengan tampilan kinclong: mengenakan ledermantel (jaket kulit) dengan signal-taschenlampe tergantung di kancing jaket dan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tercantol di leher. Perang Wagner kini telah berakhir. Dia nantinya diekstradisi ke Yugoslavia oleh pihak Inggris, dan dijatuhi hukuman mati disana atas tuduhan penjahat perang pada tahun 1947. Foto oleh William Vandivert dari majalah LIFE


------------------------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (9 September 1901 - 5 April 1947) adalah Kommandeur 23. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division Nederland (niederlandische Nr. 1) yang juga merupakan peraih Deutsches Kreuz in Gold 248/8 (8 Desember 1942) serta Eichenlaub #680 (11 Desember 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (24 Juli 1943). Dia adalah mantan prajurit Reichswehr sebelum bergabung dengan SS tanggal 15 Juni 1931 (nomor keanggotaan 23692). Setelah malang melintang di Leibstandarte SS Adolf Hitler, Das Reich, Wiking dan Nederland, Wagner terakhir menjabat sebagai Kommandeur 4. SS-Polizei Division. Seusai perang dia diekstradisi ke Yugoslavia untuk menjalani dakwaan sebagai penjahat perang. Wagner lalu dieksekusi dengan cara digantung pada tahun 1947, meskipun tanggalnya masih simpang siur

------------------------------------------------------------------------------------

 PERAIH EICHENLAUB


SS-Hauptsturmführer Helmut Scholz (1 Juli 1920 - 12 November 1997) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Juni 1944 sebagai Führer 7.Kompanie / II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 49 "De Ruyter" / 4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" / III.[Germanische] SS-Panzerkorps / Armee-Abteilung Narwa / Heeresgruppe Nord, atas perannya dalam mempertahankan jembatan Narva dari serangan Soviet, serta Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #591 tanggal 21 September 1944 sebagai Führer II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 49 "De Ruyter" / 4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland" / III.[Germanische] SS-Panzerkorps / Armee-Abteilung Narwa / Heeresgruppe Nord, atas perannya dalam pertempuran di barat-daya Peipussees. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Oktober 1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (17 Februari 1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz; satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Gold (1945). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI

------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ


SS-Obersturmbannführer der Reserve Carl-Heinz Frühauf (14 Februari 1914 - 18 April 1976) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Juni 1944 sebagai SS-Hauptsturmführer der Reserve dan Führer II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 49 "De Ruyter" / 4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland". Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (10 November 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (26 September 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze. Dia adalah mantan perwira di SS-Standarte Germania sebelum kemudian bertugas di Brigade Nederland. Biografinya bisa dilihat DISINI. Foto di atas diambil oleh SS-Kriegsberichter Heinemann (PK SS Nederland) di Front Narva, musim semi 1944

------------------------------------------------------------------------------------

 Foto hasil jepretan SS-Kriegsberichter Brantsen ini diambil di medan Pertempuran Volkhov (17 Desember 1941 - 23 April 1942) dan memperlihatkan SS-Unterscharführer Willem Joolen yang dengan bangga berfoto sambil memperlihatkan medali Eisernes Kreuz II. dan I. Klasse di seragamnya serta Kartentasche (tas map) terselempang di pinggangnya. Dia adalah salah satu dari sukarelawan Belanda pertama yang dianugerahi EK1, dan nantinya bertugas di PAK-Zug/4.Kompanie/SS-Panzergrenadier-Regiment 48 “General Seyffardt”/4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland". Selama gerak mundur dari Narva, Resimen Seyffardt terkepung oleh Rusia dan hampir menderita kehancuran. Joolen dinyatakan hilang di dekat Tuuluske/Hiiemetsaa (Estonia) tanggal 26 Juli 1944. Berdasarkan keterangan salah seorang saksi-mata, dia menembak dirinya sendiri daripada tertangkap oleh Tentara Merah!


Sumber :
Foto koleksi NARA (National Archives)
www.bitchute.com
www.forum.axishistory.com
www.freiwilligen.sweb.cz
www.fubarmilitaria.nl 
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.kriegsberichter-archive.com
www.wehrmacht-awards.com