Tuesday, October 29, 2019

Foto Walther von Reichenau, Jenderal Fanatik Nazi

Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (8 Oktober 1884 - 17 Januari 1942) adalah Marsekal Heer (Angkatan Darat Jerman) yang terkenal sebagai fanatik Nazi sekaligus pengagum berat Adolf Hitler. Jenderal pencinta olahraga ini beberapa kali nyaris menjadi Panglima Heer, kalau saja jenderal-jenderal berpengaruh lainnya - yang menganggap dia telah terlalu jauh dalam berpolitik - tidak menjegalnya dalam pencalonan. Reichenau menjadi Panglima 10. Armee dalam penyerbuan Jerman atas Polandia (1939), dilanjutkan dengan menjadi Panglima 6. Armee dalam invasi atas Belgia/Prancis (1940) serta Uni Soviet (1941). Di medan perang Front Timur, Reichenau mengeluarkan maklumat kontroversial yang memerintahkan pasukan yang berada di bawah komandonya untuk membunuh warga sipil setempat bila diperlukan. Dia juga aktif dalam membantu unit-unit Einsatzgruppe SS untuk memburu orang-orang Yahudi yang berada di wilayah kekuasaannya. Pada akhir tahun 1941 Reichenau ditunjuk oleh Hitler untuk menjadi Panglima seluruh pasukan Jerman di selatan Rusia (menggantikan Gerd von Rundstedt). Tragisnya, jabatan prestisius ini hanya dinikmatinya kurang dari sebulan saja, karena pada awal tahun 1942 dia meninggal secara mendadak akibat kombinasi serangan jantung serta stroke. Penyebabnya? Lari pagi di tengah cuaca Front Timur yang luar biasa dingin dengan hanya mengenakan celana pendek dan kaos! Hitler memberikan penghormatan tertinggi kepada jenderal setianya ini dengan menyelenggarakan upacara pemakaman kenegaraan di Berlin. Jenazah Reichenau kemudian dikebumikan di kompleks pemakaman prestisius di Invalidenfriedhof. Medali dan penghargaan yang telah diterimanya: Königlichen Preußischen Rettungsmedaille am Bande (1910); Deutsche Reichssportabzeichen (1913); Ritterkreuz des königlichen Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Königlichen Preußischen Kronen-Orden IV.Klasse; Ritterkreuz I.Klasse des Königlich Württembergische Friedrichs-Orden mit Schwertern; Hamburgisches Hanseatenkreuz; Kaiserlich und Königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III Klasse mit Schwertern; Order of Saint Sava (Yugoslavia), Commander with Star; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse (25 jahre); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse (September 1939); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (30 September 1939). Namanya disebutkan pula dalam Wehrmachtbericht edisi 21 September 1941. Biografi singkatnya bisa dibaca DISINI


Pasangan suami-istri Generalleutnant Ernst August von Reichenau dan Elisabeth Bernhardine Greve bersama dengan anak-anak mereka, dari kiri ke kanan: Ernst-Leuchtmar von Reichenau (lahir 23 Mei 1893), Egon von Reichenau (lahir 27 Juli 1887), Hella von Reichenau (lahir 12 Juni 1880), dan Walther von Reichenau (lahir 8 Oktober 1884). Foto ini sendiri diambil di Oberkassel bei Düsseldorf, kemungkinan besar pada masa Perang Dunia Pertama dimana semua anak-anak Jenderal Reichenau bergabung ke dalam dinas militer. Pada saat itu, sang jenderal telah lama pensiun, dengan penugasan terakhirnya adalah sebagai Komandan 37. Division (25 Maret 1899 - 9 April 1901). Ernst August von Reichenau dikenal sebagai ahli dalam bidang artileri dan balistik, selain sebagai seorang penggemar sepakbola. Dalam Perang Dunia Pertama Reichenau senior bekerja di Perusahaan Mobil Düsseldorfer serta Pabrik Senjata Heinrich Erhardt. Dari semua anak-anak lelakinya, yang paling moncer karirnya adalah si sulung Walther, yang menjadi jenderal bintang empat - alias Marsekal - di masa Perang Dunia II


Foto yang diambil pada tahun 1909 ini memperlihatkan Kronprinz Wilhelm (tengah) bersama dengan para perwira dari 1. Garde-Feldartillerie-Regiment. Perwira muda di sebelah kanan sang Putra Mahkota Jerman - yang mengenakan selempang ajudan - adalah Leutnant Walther von Reichenau (Adjutant I.Abteilung / 1.Garde-Feldartillerie-Regiment), yang nantinya menjadi Marsekal Angkatan Darat Jerman di masa kekuasaan Nazi dan Hitler


Reichspräsident Paul von Hindenburg menginspeksi pasukan Reichswehr dari unit Kommando der Wachtruppe di Berlin, tanggal 1 Maret 1932. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Werner von Blomberg (Kommandeur 1. Division und Befehlshaber Wehrkreis I), Generalleutnant Gerd von Rundstedt (Kommandeur 3. Division), General der Infanterie Kurt Freiherr von Hammerstein-Equord (Chef der Heeresleitung), Oberst Walther von Reichenau (Chef des Stabes 1. Division), Oberst Carl von Tiedemann (Kommandeur Kommando der Wachtruppe), serta Reichspräsident Hindenburg. Disini sang Reichspräsident mengenakan seragam Generalfeldmarschall era Kekaisaran Jerman, lengkap dengan pickelhaube (helm berujung runcing)


 Oberst Walther von Reichenau (Chef Ministeramt di Reichswehrministerium) melompati jaring tenis setelah memenangkan sebuah pertandingan yang diselenggarakan sebagai bagian dari perlombaan tenis untuk para perwira Reichswehr. Pertandingan tersebut diadakan di lapangan Blau-Weiss 1899 di Roseneck, Berlin-Grunewald, pada bulan Agustus 1933. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam suratkabar "Berliner Zeitung" edisi tanggal 26 Agustus 1933. Manusia satu ini memang dikenal sebagai penggila olahraga (selain sebagai seorang anggota militer). Sebelum Perang Dunia Pertama pecah, Reichenau menjadi salah satu pendiri dari Offiziersabteilung di Berliner Sportclubs (BSC), dan menggagas pertandingan sepakbola Gardekorps. Dia juga rutin berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan olahraga lain seperti tenis, atletik dan berburu. Begitu aktifnya dia dalam berbagai aktivitas olah tubuh sehingga rekan-rekannya menjulukinya sebagai "Jenderal Olahraga"!


 Peresmian promosi untuk Olimpiade musim panas yang akan diselenggarakan di Kota Berlin (Jerman) pada bulan Agustus 1936. Acara digelar di gedung Kundgebung der Deutschen Leichtathletikverbands pada tahun 1934. Duduk di baris depan, dari kiri ke kanan: Major Albrecht Baron Digeon von Monteton (Offizier in der Reichswehrministerium), Dr. Karl Ritter von Halt (Sportfunktionär und IOC-Mitglied), Generalmajor Walther von Reichenau (Mitglied des Organisationskomitees für die Olympischen Spiele 1936), Reichssportführer Hans von Tschammer und Osten (Leiter Deutscher Reichsbund für Leibesübungen, DRL), dan Heinrich Sahm (Oberbürgermeister von Berlin)


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Werner von Blomberg (Reichsverteidigungsminister und Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Reichskanzler), dan Generalmajor Walther von Reichenau (Chef Wehrmachtsamt di Reichswehrministerium). Foto ini diambil pada tahun 1934 saat Hitler melakukan kunjungan ke acara latihan perang yang digelar oleh Reichswehr di Wünsdorf, Brandenburg. Dua perwira di belakang Hitler terlihat mengenakan Militärisches Scheidrichter weisses Kappen Band (pita putih wasit militer). Pita ini biasanya dikenakan oleh personil Angkatan Darat yang ditunjuk sebagai wasit atau staff wasit dalam acara latihan militer atau perang-perangan. Wasit militer juga mengenakan pita putih di lengan kiri untuk membedakannya dengan peserta latihan perang. Dalam foto ini terlihat Jenderal Reichenau mengenakan Deutsches Reichssportabzeichen di seragamnya, sebuah medali olahraga yang jarang terlihat dikenakan oleh personil militer, yang didapatkan oleh Reichenau pada tahun 1913 sewaktu masih menjadi perwira Kaiserliche Armee


 Generalmajor Walther von Reichenau (kanan) dalam acara pertandingan lari estafet yang diselenggarakan di Potsdam-Berlin pada tanggal 3 Juni 1934. Selain mempunyai jabatan militer resmi sebagai Kepala Kantor Wehrmacht di Kementerian Reichswehr, kecintaan sang jenderal pada dunia olahraga membuatnya terpilih sebagai anggota Komite Olimpiade Musim Panas ke-XI Berlin serta anggota Komite Olimpiade Musim Dingin ke-IV di Garmisch-Partenkirchen sekaligus!


 Dari kiri ke kanan: Generalmajor Walther von Reichenau, pemain sepakbola Johannes "Hanne" Sobek, joki berkuda Ernst-Florian Grabsch, dan pemain tenis Roman Najuch. Foto ini diambil pada bulan Oktober 1934, beberapa saat setelah usainya pertandingan persahabatan antara klub sepakbola "Oase" melawan tokoh-tokoh olahraga Jerman. Reichenau sendiri ikut berpartisipasi disini dalam kapasitasnya sebagai anggota Komite Olimpiade Musim Panas ke-XI yang rencananya akan diselenggarakan di Berlin pada tahun 1936. Foto ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal 30 Oktober 1934 di suratkabar "Berliner Zeitung", dan kini menjadi koleksi Ullstein Bild


 Peringatan "Tag der nationalen Arbeit" (Hari Kerja Nasional) yang diselenggarakan di Berliner Staatsoper, Unter den Linden, pada tanggal 1 Mei 1935. Foto ini diambil pada saat sedang berlangsungnya pidato oleh Reichsminister Joseph Goebbels. Duduk di baris depan, dari kiri ke kanan: Adolf Hühnlein (NSKK-Korpsführer), Viktor Lutze (SA-Stabschef), Walther Funk (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Baldur von Schirach (Reichsjugendführer), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Leiter Deutsche Arbeitsfront), Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Generaloberst Werner von Blomberg (Reichsverteidigungsminister und Befehlshaber der Wehrmacht), Franz Gürtner (Reichsjustizminister), Paul Freiherr von Eltz-Rübenach (Reichspostminister und Reichsminister für Verkehr), Franz Seldte (Reichsarbeitsminister), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der Schutzstaffel). Baris kedua dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und Generalleutnant der Polizei Kurt Daluege (Stellvertreter des Reichsführer-SS), tidak dikenal, Artur Görlitzer (Preußischen Staatsrat), Reichsarbeitsführer Konstantin Hierl (Leiter des Reichsarbeitsdienst), Hans Pfundtner (Staatssekretär im Reichsministerium des Innern), Charakter als Generalleutnant Erhard Milch (Staatssekretär zum Reichsluftfahrtministerium), dan Generalmajor Walther von Reichenau (Chef Wehrmachtsamt di Reichswehrministerium)


 Generalmajor Walther von Reichenau (Chef Wehrmachtsamt di Reichswehrministerium) terlihat sedang asyik bermain tenis di lapangan Blau-Weiss 1899 yang terletak di Roseneck, Berlin-Grunewald, pada bulan September 1935. Pertandingan tersebut merupakan bagian dari perlombaan tenis untuk para perwira Wehrmacht yang diselenggarakan secara berkala. Selain sebagai seorang perwira militer, Reichenau juga menjadi anggota Komite Olimpiade Musim Panas ke-XI Berlin (24 Januari 1933 - 1936) serta anggota Komite Olimpiade Musim Dingin ke-IV di Garmisch-Partenkirchen (23 Agustus 1933 - 1936). Kecintaannya pada olahraga membuat dia dipilih sebagai bagian dari dua komite Olimpiade yang bergengsi tersebut


 Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps) memberikan hormat militer di depan Feldherrnhalle, Münich, dalam rangkaian upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 1935. Feldherrnhalle (Aula Marsekal Lapangan) sendiri adalah loggia (bangunan berpilar lengkung) yang terletak di Odeonsplatz, yang dibangun pada tahun 1841 di masa kekuasaan Raja Bavaria Ludwig I. Bangunan ini kemudian menjadi monumen suci kaum Nazi setelah menjadi tempat utama kudeta yang gagal pada tanggal 9 November 1923, dimana 16 orang anggota NSDAP (dan dua petugas polisi) terbunuh. Di masa kekuasaan Adolf Hitler, pada tanggal 9 November setiap tahunnya selalu diselenggarakan napak-tilas untuk mengenang peristiwa kudeta tersebut - yang dinamakan sebagai "Beer Hall Putsch" - dengan puncak acaranya selalu diadakan di Feldherrnhalle


Rangkaian rangkaian upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 1935 di Feldherrnhalle, Münich. Para petinggi Nazi dan Wehrmacht ikut hadir dalam acara ini. Yang terakhir ikut hadir meskipun notabene acara yang diselenggarakan adalah khusus untuk kepentingan NSDAP. Fenomena dimana Angkatan Bersenjata Jerman yang sedikit demi sedikit mulai tunduk pada kekuasaan Nazi ini biasa disebut sebagai "Das Hakenkreuz über der Wehrmacht" (Swastika diatas Wehrmacht). Baris depan, dari kiri ke kanan: Oberst Hellmuth Felmy (Höherer Fliegerkommandeur V), kemungkinan General der Artillerie Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 2), jenderal Heer tak dikenal, Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps), SS-Standartenführer Hans Dauser (Leitender Staatssekretär und Leiter der Abteilung "Arbeit und Fürsorge" im Bayerischen Staatsministerium für Wirtschaft), dan SA-Gruppenführer Ludwig Siebert (Bayerischer Ministerpräsident und Vorsitzender der bayerischen Staatsregierung)


Mewakili Angkatan Darat Jerman, Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps) memberikan kata sambutan dalam upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan di Feldherrnhalle (Odeonsplatz), Münich, pada tanggal 7 November 1935. Korps AD yang dipimpin oleh Reichenau bermarkas di kota kelahiran partai Nazi tersebut, sementara sang jenderal sendiri terkenal sebagai simpatisan Hitler nomor wahid!


Sebagai seorang perwira militer yang juga doyan terjun ke dunia olahraga dan politik, pada bulan Mei 1936 Generalleutnant Walther von Reichenau dikirim ke Cina oleh Menteri Peperangan Jerman, Generaloberest Werner von Blomberg, untuk mendukung misi militer Jerman pimpinan Char. General der Infanterie Alexander von Falkenhausen yang telah ada sebelumnya. Menteri Luar Negeri Konstantin von Neurath dan Duta Besar Jerman untuk Jepang Herbert von Dirksen keberatan atas pengiriman ini karena mengkhawatirkan akan membuat hubungan persahabatan Jerman dan Jepang menjadi buruk. Foto koleksi pribadi Friedrich Busse ini diambil di Nanking pada musim panas tahun 1936 dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Hans Klein, Chiang Kai-Shek, dan Reichenau


 Dari kiri ke kanan: Kuan Te-mao, Jenderal Kuei Yung-ching, Friedrich Busse, Menteri Perindustrian Cina Weng Wen-hao, Hans Klein, H.H. Kung, Generalleutnant Walther von Reichenau, ajudan, dan Hauptmann Kaspar Völker. Foto koleksi pribadi Friedrich Busse ini diambil di Nanking pada musim panas tahun 1936, saat berlangsungnya misi militer Jerman di Cina yang dipimpin oleh Jenderal Reichenau


 General der Artillerie Walther von Reichenau (tengah, Kommandierender General VII. Armeekorps) menemani Field Marshal Sir Cyril John Deverell (Chief of the Imperial General Staff) dari Inggris yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman, bulan September 1937. Mereka terlihat sedang melakukan inspeksi terhadap pasukan kehormatan Luftwaffe. Paling kiri adalah Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres)


 Dari kiri ke kanan: ajudan yang punya blog, General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef des Wehrmachtsamtes im Reichskriegsministerium), General der Artillerie Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps), Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan Generalleutnant Curt Haase (Inspekteur der Artillerie). Foto kemungkinan besar diambil pada musim gugur tahun 1937 saat kunjungan Von Blomberg ke markas VII. Armeekorps di München


 Upacara pemakaman mantan jenderal terkenal Jerman dalam Perang Dunia I, Erich Ludendorff, yang diselenggarakan di Münich pada tanggal 22 Desember 1937. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berjalan paling depan, diikuti oleh, baris pertama dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan General der Infanterie Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 3). Baris kedua: General der Artillerie Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps di Münich) dan General der Flieger Hugo Sperrle (Kommandierender General Luftkreis V di Münich)


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) disambut oleh penduduk Jerman di Wildenau yang berbatasan dengan wilayah Sudetenland (Cekoslowakia), tanggal 3 Oktober 1938. Keesokan harinya dia dan rombongan melintasi perbatasan Sudetenland. SS-Gruppenführer yang berdiri dengan wajah terhalang di jok belakang adalah Konrad Henlein, sementara jenderal Heer yang wajahnya persis berada di bawah siku Hitler adalah General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4). Di sebelah kiri Reichenau yang memakai tambang ajudan adalah Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht). Terakhir: perwira Wehrmacht di latar belakang yang menghadap ke arah kiri adalah Generalleutnant Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert])


Di tengah proses penguasaan Sudetenland oleh pasukan Wehrmacht dari tanggal 1 s/d 7 Oktober 1938, pada tanggal 3 Oktober Hitler dan para petinggi Nazi Jerman lainnya melakukan perjalanan ke wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Cekoslowakia tersebut. Foto ini diambil di pinggir jalan antara Eger dan Franzensbad, pada saat rombongan beristirahat sekaligus makan siang dalam perjalanan ke Franzensbad. Duduk menghadap kamera, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Dr,jur. Harald Turner (Chef Zivilverwaltung in der Zone III Heeresgruppenkommando 4 des Sudetenlandes), Generalleutnant Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Konrad Henlein (Leiter Sudetendeutsche Partei), serta Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Berdiri paling kiri adalah Walter Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), sementara yang berdiri di belakang Hitler adalah Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht). Terakhir: dikatakan oleh Wikipedia bahwa perwira berpistol yang duduk membelakangi kamera adalah General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Kommandierender General VI. Armeekorps), tapi terlalu sulit untuk mengkonfirmasi kebenarannya karena mukanya yang tertutup


Di tengah proses penguasaan Sudetenland oleh pasukan Wehrmacht dari tanggal 1 s/d 7 Oktober 1938, pada tanggal 3 Oktober Hitler dan para petinggi Nazi Jerman lainnya melakukan perjalanan ke wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Cekoslowakia tersebut. Foto ini diambil di pinggir jalan antara Eger dan Franzensbad, pada saat rombongan beristirahat sekaligus makan siang dalam perjalanan ke Franzensbad. Duduk menghadap ke arah kiri, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Dr,jur. Harald Turner (Chef Zivilverwaltung in der Zone III Heeresgruppenkommando 4 des Sudetenlandes), Generalleutnant Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Konrad Henlein (Leiter Sudetendeutsche Partei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Berdiri di belakang Keitel adalah Walter Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), yang mengenakan insignia Legationsrat II Klasse di lengannya. Terakhir: dikatakan oleh Wikipedia bahwa perwira yang duduk menghadap ke sebelah kanan adalah General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Kommandierender General VI. Armeekorps)


 
Di tengah proses penguasaan Sudetenland oleh pasukan Wehrmacht dari tanggal 1 s/d 7 Oktober 1938, pada tanggal 3 Oktober Hitler dan para petinggi Nazi Jerman lainnya melakukan perjalanan ke wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Cekoslowakia tersebut. Foto ini diambil di pinggir jalan antara Eger dan Franzensbad, pada saat rombongan beristirahat sekaligus makan siang dalam perjalanan ke Franzensbad. Duduk menghadap kamera, dari kiri ke kanan: Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Konrad Henlein (Leiter Sudetendeutsche Partei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Terakhir: dikatakan oleh Wikipedia bahwa perwira berpistol yang duduk membelakangi kamera adalah General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Kommandierender General VI. Armeekorps), tapi terlalu sulit untuk mengkonfirmasi kebenarannya karena mukanya yang tertutup


Foto ini diambil pada saat berlangsungnya kunjungan Adolf Hitler ke Karlsbad (Baden) tanggal 4 Oktober 1938, demi untuk mempersiapkan operasi militer Jerman atas wilayah Sudetenland (Cekoslowakia). Dalam kunjungannya ini, sang Führer ikut didampingi pula oleh para perwira tinggi militer serta pejabat-pejabat partai. Baris depan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 4). Baris belakang: SS-Oberführer und Major der Reserve des Heeres Dr.jur. Harald Turner (Preußischer Staatsrat), Charakter als Generalleutnant Erich Volk (Kommandeur Kavallerieschule Hannover), dua orang perwira Heer yang tak diketahui namanya, Oberst Anton Dostler (Ia Erster Generalstabsoffizier Heeresgruppen-Kommando 4), serta perwira staff tak dikenal


General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4) memberikan Erinnerungsgabe (hadiah kenang-kenangan) kepada para perwira Heer dan Luftwaffe yang juga merupakan atlet-atlet olahraga terbaik di bidangnya. Foto ini diambil pada bulan Juli 1939 oleh Braemer und Guell, dan pertama kali dipublikasikan dalam suratkabar DAZ (Deutsche Allgemeine Zeitung) edisi 8 Juli 1939. BTW, selain dari perwira yang paling dekat dengan kamera, semuanya mengenakan feldbinde (ikat pinggang parade). Selain itu, perwira kedua dari kanan juga terluka di lengannya sehingga harus dibebat!


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) sedang sibuk ngoceh di dalam bangunan Pałac Biskupów Krakowskich (Istana Keuskupan Kraków) di Kielce pada saat kunjungannya ke kota di bagian tengah-selatan Polandia tersebut pada tanggal 10 September 1939. Di kiri adalah General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), sementara yang membelakangi kamera adalah Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei). Untuk identitas perwira bertubuh tinggi besar di sebelah Hitler sendiri saya tidak tahu, tapi yang jelas dia merupakan anggota dari 10. Armee karena selalu ngintil bersama Reichenau


 Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Paling kiri adalah SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef Ordnungspolizei), sementara yang berdiri di tengah sedikit tertutup oleh Hitler adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon). Paling kanan adalah Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler)


 Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Yang ikut numpang tenar di belakang, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef Ordnungspolizei), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), dan dua orang perwira Wehrmacht tak dikenal


 Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto ini diambil dalam acara kunjungan sang Führer ke markas 10. Armee di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939


Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Yang pengen masuk buku sejarah di latar belakang, dari kiri ke kanan: Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Lagebesprechung (diskusi militer) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei)


 General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) menyambut kedatangan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) yang baru tiba di lapangan udara di dekat Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), 11 September 1939. Pada saat itu pasukan Reichenau sedang dalam gerak maju menuju kota Warsawa, dan tak lama kemudian akan mengepung ibukota Polandia tersebut bersama dengan 8. Armee pimpinan General der Infanterie Johannes Blaskowitz. Reichenau sendiri adalah seorang Nazi fanatik yang bergabung sebagai anggota partai pada tahun 1932, meskipun dengan begitu dia tahu bahwa dia telah melanggar peraturan yang melarang setiap anggota militer Jerman untuk berpolitik! Tidak heran ketika Hitler naik ke puncak kekuasaan pada tahun 1933, karir sang jenderal pun melesat dengan cepat. Ketika dia meninggal karena stroke di Front Timur pada awal tahun 1942 (dan pesawat yang membawanya kembali ke Jerman kemudian malah jatuh), Hitler memerintahkan agar diselenggarakan prosesi pemakaman kenegaraan untuk salah satu jenderal favoritnya tersebut


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) saat baru mendarat di lapangan udara di dekat Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, tanggal 11 September 1939. Dia disambut oleh General der Artillerie Walther von Reichenau (tengah, Oberbefehlshaber 10. Armee), yang entah lagi nyerocos apa. Diantara Hitler dan Reichenau adalah Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), sementara orang yang berdiri kedua dari kanan adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), diikuti oleh Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


 Adolf Hitler disambut dengan gegap gempita oleh prajurit-prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke wilayah operasional 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, tanggal 11 September 1939. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (yang berbadan besar di belakang, Chefadjutant des Führers und Reichskanzler), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), perwira tak dikenal dari 10. Armee, dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)


Adolf Hitler terlibat dalam diskusi serius dengan Generalmajor Friedrich-Carl Cranz mengenai perkembangan terkini pertempuran saat melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939. Sebagai identifikasinya: 1.Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 2.General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), 3.Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), 4.Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), 5.Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 6.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), 7.Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), dan 8.Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


Komandan 18. Infanterie-Division, Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, menerangkan kepada Adolf Hitler mengenai penempatan pasukannya dalam pertempuran melawan Polandia dan gerak maju menuju Warsawa yang terjadi baru-baru ini. Pertempuran yang menentukan di Polandia hampir usai, dan kini pasukan Jerman melakukan pengepungan di dekat Radom, sebelah barat Warsawa. Foto ini sendiri diambil pada saat sang Führer melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), tidak diketahui, Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, dan Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier)


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (di belakang, Chefadjutant des Führers und Reichskanzler), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Cranz, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, dan Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto ini diambil pada saat Hitler melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939


 General der Artillerie Walther von Reichenau (tengah, Oberbefehlshaber 10. Armee) berbincang-bincang dengan Generalmajor Dr.ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (kanan, Fliegerführer z.b.V. Nahkampf-Fliegerkorps) selama berlangsungnya penyerbuan Jerman atas Polandia, tanggal 13 September 1939. Untuk pertama kalinya pasukan darat beroperasi secara berkesinambungan dengan pasukan udara sehingga memungkinkan adanya daya dobrak yang lebih kuat dari sebelumnya. Strategi seperti ini - ditambah lagi dengan kemunculan pasukan tank - kemudian lebih dikenal dengan nama "Blitzkrieg" (Perang Kilat). Wolfram von Richthofen sendiri merupakan sepupu dari jagoan udara terdahsyat dalam Perang Dunia I yang berasal dari Jerman, Manfred Freiherr von Richthofen alias "Red Baron"


Pada tanggal 25 September 1939, Adolf Hitler terbang dari Zoppot menuju wilayah sekitar Warsawa, Polandia. Dia melakukan kunjungan ke 8. Armee (General der Infanterie Johannes Blaskowitz) dan 10. Armee (General der Artillerie Walther von Reichenau), serta markas pasukan Jerman di Grodjisk Mazowieki. Setelahnya dia kembali ke Godentow-Lanz menggunakan pesawat terbang. Keesokan harinya (26 September 1939 pukul 09:30), Hitler pulang ke Berlin menggunakan Führersonderzug "Amerika". Dia tiba di ibukota Jerman tersebut pukul 17:05 di sore harinya. Sang Führer baru kembali ke Polandia pada tanggal 5 Oktober 1939 untuk mengikuti parade kemenangan pasukan Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 25 September di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa) dan memperlihatkan saat Hitler baru saja tiba di lapangan udara terdekat. Sebagai identifikasinya, baris depan dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee), dan SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier)


Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di lapangan udara Alexandrow yang terletak diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa, Polandia), pada saat Adolf Hitler mengadakan kunjungan ke wilayah operasional Heeresgruppe Süd yang pada saat itu sedang mengepung kota Warsawa. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), perwira Heer tidak dikenal, Generaloberst Gerd von Rundstedt (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee)


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier), Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd), General der Kavallerie Erich Hoepner (berjabat tangan dengan Hitler, Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), dan SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)


Pada tanggal 25 September 1939,
Adolf Hitler terbang dari Zoppot menuju wilayah sekitar Warsawa, Polandia. Dia melakukan kunjungan ke 8. Armee (General der Infanterie Johannes Blaskowitz) dan 10. Armee (General der Artillerie Walther von Reichenau), serta markas pasukan Jerman di Grodjisk Mazowieki. Setelahnya dia kembali ke Godentow-Lanz menggunakan pesawat terbang. Keesokan harinya (26 September 1939 pukul 09:30), Hitler pulang ke Berlin menggunakan Führersonderzug "Amerika". Dia tiba di ibukota Jerman tersebut pukul 17:05 di sore harinya. Sang Führer baru kembali ke Polandia pada tanggal 5 Oktober 1939 untuk mengikuti parade kemenangan pasukan Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 25 September di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa) dan memperlihatkan saat Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya sedang mengawasi kondisi terakhir kota Warsawa yang terkepung melalui fernglas (teropong) dan scherenfernrohr (teropong gunting). Dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee). Foto jepretan Kriegsberichter Kliem dari Propaganda-Kompanie 637 (Ost). Mereka sedang melihat kondisi kota Warsawa ((Polandia) yang terkepung oleh pasukan Jerman melalui fernglas (teropong) dan Scherenfernrohr (teropong gunting)



25 September 1939: Dari kiri ke kanan: Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" (Peperangan Akbar Jerman Melawan Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Ausmerklam verfolgt der Führer den Entscheidungskampf" (Führer memperhatikan pertempuran yang menentukan ini dengan lebih dekat)


 General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) melihat kondisi kota Warsawa yang terkepung melalui Scherenfernrohr (teropong gunting), sementara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berdiri memperhatikan. Tertutup oleh Reichenau adalah muka dari Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan diantara Reichenau dan Hitler adalah Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)


 Dengan latar depan sebuah Scherenfernrohr (teropong gunting), para petinggi Wehrmacht berdiskusi mengenai situasi militer terakhir di Polandia. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)




 Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa), dan memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) - diatas mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam - disambut dengan meriah oleh prajurit-prajurit Wehrmacht kemanapun dia berkunjung. Keputusannya untuk berkeliling ke front-front terdepan di Polandia selama berlangsungnya agresi militer Jerman di bulan September 1939 memberikan suntikan moril yang cukup besar bagi pasukannya. Duduk bersamanya sang supir, SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara di kursi tengah nongkrong General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Jok paling belakang diisi oleh tiga orang: anggota SS tidak dikenal, Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


 Generaloberst Walther von Reichenau berpose dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya pada tanggal 30 September 1939, saat masih menjadi General der Artillerie dan Oberbefehlshaber 10. Armee. Dia tercatat dalam buku sejarah sebagai salah satu dari 13 orang perwira Wehrmacht pertama yang dianugerahi Ritterkreuz, yang diberikan karena dianggap sangat berjasa dalam Fall Weiß (invasi Jerman atas Polandia). Ke-12 orang lainnya adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), General der Artillerie Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4). Lebih lengkap mengenai peraih Ritterkreuz pertama bisa dilihat DISINI


 Tiga orang perwira tinggi Wehrmacht mengisi waktu berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan pemimpin mereka Adolf Hitler di lapangan udara Okecie di Aleja Krakowska, Warsawa (Polandia), pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Ost dan Gubernur Militer Polandia), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Rencananya di hari itu sang Führer akan menyaksikan langsung Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman setelah kemenangan gilang-gemilang melawan pasukan Polandia. Dalam penyerbuan Jerman ke Polandia, 8. Armee dan 10. Armee (juga 14. Armee) berada di bawah komando Heeresgruppe Süd. Foto oleh Heinrich Hoffmann, fotografer pribadi Hitler


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) berbincang-bincang dengan Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe) sambil menunggu kedatangan pemimpin mereka Adolf Hitler di lapangan udara Okecie di Aleja Krakowska, Warsawa (Polandia), pada tanggal 5 Oktober 1939. Rencananya di hari itu sang Führer akan menyaksikan langsung Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman setelah kemenangan gilang-gemilang melawan pasukan Polandia


 Pada tanggal 5 Oktober 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) terbang dari Berlin ke Warsawa (Polandia) dengan menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee (yang merebut kota Warsawa dari tangan pasukan Polandia). Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan disambut oleh para petinggi Wehrmacht. Foto jepretan Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Hitler sedang berjabat tangan dengan Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Di sebelah kiri Blaskowitz adalah Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), sementara di sebelah kanannya adalah Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan Jerman ke Polandia, 8. Armee dan 10. Armee (juga 14. Armee) berada di bawah komando Heeresgruppe Süd



Bertempat di Neue Reichskanzlei, Berlin, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menerima kedatangan para perwira tinggi Angkatan Bersenjata Jerman yang baru saja meraih kemenangan dalam peperangan melawan Polandia. Sebagian diantara mereka kemudian dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Foto diambil oleh Heinrich Hoffmann pada tanggal 30 September 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Artillerie Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaladmiral Conrad Albrecht (Marinegruppenbefehlshaber Ost), Konteradmiral Otto Schniewind (Chef Marinekommandoamt), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan Generalmajor Hans Jeschonnek (Chef des Generalstabes der Luftwaffe)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Adolf Hitler sendiri secara khusus terbang kembali ke Warsawa menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade tersebut. Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan dengan konvoy bersenjata pergi ke bagian tengah kota dimana acara utama digelar. Setelahnya dia melakukan kunjungan singkat ke beberapa bagian kota Warsawa. Selain Hitler, podium kehormatan diisi oleh para panglima Wehrmacht, sementara di kiri bawah adalah jenderal-jenderal lain yang lebih rendah pangkatnya. Selain itu, kanan bawah diisi oleh para ajudan. Untuk identifikasi yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (berkacamata dan tertutup oleh Blaskowitz, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang! Oberbefehlshaber 10. Armee), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). BTW, persis di bawah Hitler adalah Erwin Rommel yang saat itu masih menjadi Generalmajor dan menjabat sebagai komandan Führer-Begleit-Bataillon (Batalyon Pelindung Pribadi Führer). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan ke Polandia, 18. Infanterie-Division (Cranz) berada di bawah komando XI. Armeekorps (Leeb), yang merupakan bagian dari 10. Armee (Reichenau)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Panzerkampfwagen II melewati Adolf Hitler serta para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri di atas podium. Karena satu-satunya formasi lapis baja milik 8. Armee dalam pengepungan di Warsawa adalah I.Abteilung / Panzer-Regiment 23, maka kemungkinan besar tank-tank tersebut berasal dari sana. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Einheits-PKW (mobil penumpang standar) melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri diatas podium. Kendaraan di sebelah kiri adalah Stoewer Typ M 12 RW, sementara yang di tengah dan kanan adalah Horch 830 R Kübelwagen. Yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Para ajudan ikut menonton di bawah podium dan dalam foto ini terlihat di barisan paling kanan


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa, yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di tribun kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Sebagai tambahan: perwira SS yang memakai ledermantel dan berdiri paling dekat ke kamera (tengah) adalah SS-Oberführer Alfred-Ingemar Berndt, Leiter Abteilung VIII im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda yang nantinya bergabung dengan Heer demi bisa ikut berperang - walaupun harus merelakan pangkatnya turun drastis menjadi bintara - dan menjadi orang kepercayaan Rommel di Afrika Utara! Perhatikan pula bahwa ada seorang Letnan Medis (Assistenzarzt) dengan janggut dan kamus eh kumis "terhampar" di mukanya - sebuah pemandangan yang tidak biasa dalam tubuh Wehrmacht! Kita juga bisa melihat seorang Kriegsberichter sedang bertugas merekam acara parade dengan kamera filmnya


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Mesin/kendaraan perang yang ditampilkan disini adalah Krupp L2H 143 Kfz. 69 Protze (für 3,7cm Pak 36). Para petinggi Wehrmacht yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Reichenau, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee) dan Generalmajor Paul von Hase (Kommandeur 46. Infanterie-Division). Foto ini diambil dalam acara Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. 46ID pimpinan Hase sendiri berada di bawah komando 10. Armee pimpinan Reichenau

 
Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) beramah-tamah dengan bocah-bocah belia anggota Hitlerjugend, dalam kunjungan sang Panglima Angkatan Darat ke wilayah Barat Jerman, tanggal 12 April 1940. Para bocah ini dipersiapkan untuk menjadi "kloter" selanjutnya bagi sumber daya manusia militer Nazi. Mereka juga dijanjikan bahwa suatu saat nanti mereka akan mendapat kehormatan untuk berjuang demi membela tanah air Jerman. Di latar belakang kita bisa melihat dua jenderal Wehrmacht lainnya, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dan Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division). Tiga orang dalam foto ini - Brauchitsch, Reichenau dan Briesen - tercatat sebagai tiga dari 27 orang penerima pertama Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (medali yang tergantung di leher mereka), yang didapatkan pada bulan September-Oktober 1939. Di akhir perang, penerima medali keberanian bergengsi ini "membludak" menjadi 7.364 orang, termasuk 43 penerima dari luar Jerman!


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam acara kunjungan ke pasukan Jerman yang ditempatkan di wilayah Barat, tanggal 12 April 1940. Dua jenderal yang berada di belakangnya adalah, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dan Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division). Tiga orang dalam foto ini - Brauchitsch, Reichenau dan Briesen - tercatat sebagai tiga dari 27 orang penerima pertama Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (medali yang tergantung di leher mereka), yang didapatkan pada bulan September-Oktober 1939. Di akhir perang, penerima medali keberanian bergengsi ini "membludak" menjadi 7.364 orang, termasuk 43 penerima dari luar Jerman!


 Di tengah-tengah penyerbuan pasukan Jerman ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg) dan Prancis, Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) masih menyempatkan diri untuk bertemu dengan anaknya, Friedrich Karl von Reichenau, yang bertugas sebagai gunner tank di sebuah resimen panzer. Friedrich Karl - yang merupakan kelahiran tahun 1921 - nantinya selamat sampai dengan akhir perang dengan pangkat terakhir sebagai Leutnant. Foto hasil karya Kriegsberichter Schröter ini diambil pada tanggal 16 Mei 1940


 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menginspeksi sebuah tank Prancis dari jenis Renault Char B1 bis milik Peleton ke-1 / Kompi ke-3 / 8e BCC (Bataillon de Chars de Combat) yang hancur dalam pertempuran melawan pasukan Jerman di Moy, tanggal 20 Mei 1940 (unit Wehrmacht yang berhadapan dengan tank ini kemungkinan adalah Gefechtsgruppe Nedtwig pimpinan Oberstleutnant Johannes Nedtwig dari Panzer-Regiment 1). Foto oleh Kriegsberichter Somme


Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menerima delegasi Belgia yang datang untuk merundingkan gencatan senjata serta penyerahan pasukannya. Foto diambil pada pukul 09:40 tanggal 28 Mei 1940 di ruang perpustakaan Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Joachim von Kortzfleisch (Kommandierender General XI. Armeekorps), Oberst Günther Lohmann (Kommandeur Luftwaffe bei der 6. Armee), Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (membelakangi kamera, Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia), Generaloberst Reichenau, Kapten Liagre (membelakangi kamera, pengiring Jenderal Derousseaux), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6. Armee)


Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Kapten Liagre (Perwira Belgia), Jenderal Derousseaux, Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Generaloberst Reichenau (Oberbefehlshaber 6.Armee), Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6.Armee). Foto ini memperlihatkan saat Oberst Mauchenheim membacakan butir-butir perjanjian


Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Jenderal Derousseaux, Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Oberleutnant Hans-Leo von Luttitz (IIb Personalverwaltung – 2. Adjutant 6. Armee), Generaloberst Reichenau (Oberbefehlshaber 6.Armee), Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6.Armee), Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18. Armee), dan Oberst Günther Lohmann (Kommandeur Luftwaffe bei der 6. Armee). Yang duduk di ujung kanan adalah Generalleutnant Joachim von Kortzfleisch (Kommandierender General XI. Armeekorps)


 Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Hanya 20 menit waktu yang dibutuhkan untuk membaca semua ketentuan serta memutuskan jawaban, dan pada pukul 10:00 masing-masing pihak membubuhkan tandatangannya di kertas perjanjian. Dari kiri ke kanan: Kapten Liagre (hanya sedikit terlihat, perwira pasukan cadangan Belgia yang ditunjuk sebagai penterjemah), Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Jenderal Derousseaux, Oberleutnant Hans-Leo von Luttitz (penterjemah pihak Jerman), perwira Heer tidak dikenal, Generaloberst Reichenau, Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), dan Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18. Armee). Foto diambil pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg)


 Saat beberapa kelengkapan terakhir perjanjian gencatan senjata dibereskan, pada pukul 10:10 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dengan gembira memberitahu sang Führer di Berlin sono bahwa pasukan Jerman telah secara resmi mengalahkan pihak bertahan Belgia. Sebuah kemenangan besar! Foto diambil pada tanggal 28 Mei 1940 di ruang perpustakaan Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Para staff 6. Armee ikut mendengarkan dengan bangga saat sambungan telepon dari Feldfernsprecher (Telepon Lapangan) terhubung ke Berlin, sementara seorang staff lain memberi tanda garis-garis demarkasi di atas selembar peta besar


Pada pukul 10:30 tanggal 28 Mei 1940 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) mengantar ketua delegasi Belgia, Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia), ke mobilnya yang telah menunggu di halaman Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Seperempat jam kemudian radio-radio Jerman memberitakan dengan gegap gempita berita penyerahan pasukan Belgia. Perwira dengan adjutantschnurr (tambang ajudan) di belakang Reichenau adalah Oberst Rüdiger von Schuler (IIa Personalverwaltung – 1. Adjutant 6. Armee)


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), Oberst Rüdiger von Schuler (IIa Personalverwaltung – 1. Adjutant 6. Armee), dan seorang negosiator Belgia tak dikenal. Foto ini diambil pada bulan Mei 1940 sewaktu berlangsungnya Blitzkrieg (serangan kilat) Jerman terhadap Negara-Negara Bawah (Belgia, Belanda, Luxemburg) serta Prancis. 6. Armee sendiri berada di bawah komando Heeresgruppe B dan beroperasi di wilayah Belgia. Foto ini kemungkinan besar diambil tak lama sebelum menyerahnya pihak Belgia pada tanggal 28 Mei 1940


 
Foto-foto yang diambil pada tanggal 3 Juni 1940 ini memperlihatkan saat General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]) mempersembahkan tawanan Prancis yang baru digaruknya kepada pimpinannya, Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Kedua jenderal tinggi besar tersebut kemudian berdiskusi sambil melihat pada peta berukuran besar. Hoepner dan Reichenau sendiri mempunyai kecenderungan politik yang berbeda: Hoepner sangat membenci Nazi, sementara Reichenau sebaliknya, fanatik Nazi. Hoepner nantinya dihukum mati pada tahun 1944 atas tuduhan pengkhianatan, sementara Reichenau mati duluan pada tahun 1941 dan dimakamkan secara penuh kehormatan oleh pemerintahan Hitler. Bagi yang masih belum ngeh yang mana diantara kedua orang tersebut yang nongol dalam foto ini, maka Hoepner adalah jenderal bertopi visor, sementara Reichenau memakai sidecap


 Di sebuah pos observasi Korps Panzer Jerman di Prancis, tiga orang perwira tinggi Wehrmacht berdiskusi serius sambil mempelajari peta yang terhampar di meja. Mereka adalah: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Foto ini diambil pada tanggal 18 Juni 1940, saat posisi pasukan Prancis sudah dalam keadaan sekarat setelah digempur habis-habisan oleh Jerman dari tanggal 10 Mei sebelumnya. Sekutu-sekutu mereka di Eropa Daratan sudah bertumbangan (Belanda dan Belgia), dan kini hanyalah Inggris yang tersisa. Beberapa hari setelah foto ini diambil, Prancis secara resmi menyerah kepada Hitler (22 Juni 1940)


Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) bersandar pada peta sambil mendiskusikan situasi terkini di front kepada Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6. Armee), tahun 1940. Ketika Reichenau (saat itu sudah menjadi Generalfeldmarschall sekaligus Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) meninggal secara mendadak tanggal 17 Januari 1942 akibat serangan jantung setelah pesawatnya mendarat darurat di Rusia, Paulus sudah menjabat sebagai Oberbefehlshaber (Panglima) 6.Armee yang baru (diangkat tanggal 1 Januari 1942). Foto oleh Kriegsberichter Horter


Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Selain itu, naik pangkat juga Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari Generalfeldmarschall menjadi Reichsmarschall. Dalam foto ini para Generalfeldmarschall anyar dari Heer berfoto bersama Hitler dan Göring sambil membawa Marschallstab (Tongkat Marsekal) mereka. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Berita lengkapnya bisa dilihat DISINI


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Dari kiri ke kanan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta para penerima: Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)



Para jenderal Wehrmacht duduk di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag) tanggal 19 Juli 1940, dimana Jerman baru saja menang perang atas Prancis dan Inggris dalam Pertempuran Prancis, dan beberapa Marsekal baru diangkat oleh Hitler serta jenderal lainnya naik pangkat. Untuk identifikasinya: 1: Hans-Günther von Kluge (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 2: Fedor von Bock (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 3: Gerd von Rundstedt (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 4: Wilhelm Ritter von Leeb (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 5: Wilhelm List (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 6: Johannes Blaskowitz (Generaloberst), 7: Ernst Busch (diangkat sebagai Generaloberst), 8: Georg von Küchler (diangkat sebagai Generaloberst), 9: seorang laksamana, 10: Alfred von Vollard Bockelberg (General der Artillerie), 11: Curt Ludwig Freiherr von Gienanth (General der Kavallerie z.V.), 12: Ewald von Kleist (diangkat sebagai Generaloberst), 13: Friedrich "Fritz" Fromm (diangkat sebagai Generaloberst), 14: Franz Halder (diangkat sebagai Generaloberst), 15: Walter Heitz (General der Artillerie), 16: tidak diketahui, 17: tidak diketahui, 18: tidak diketahui, 19: tidak diketahui, 20: Walther von Reichenau (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 21: Adolf Strauß (diangkat sebagai Generaloberst), 22: Werner Kienitz (General der Infanterie), 23: Hermann Hoth (diangkat sebagai Generaloberst), 24: Sigismund von Förster (Generalleutnant), 25: tidak diketahui, 26: tidak diketahui, 27: Richard Ruoff (General der Infanterie), 28: Erich Hoepner (diangkat sebagai Generaloberst), 29: tidak diketahui, 30: Emil Leeb (General der Artillerie), 31: Alfred Streccius (berjanggut, Charakter als General der Infanterie), 32: tidak diketahui, 33: Friedrich Olbricht (General der Infanterie), 34: Curt Haase (diangkat sebagai Generaloberst), 35: Georg Hans Reinhardt (General der Panzertruppe), 36: Rudolf Schmidt (General der Panzertruppe), 37: Heinrich von Vietinghoff (General der Panzertruppe), 38: Erich von Manstein (tangan di hidung, General der Infanterie), 39: Georg Stumme (General der Kavallerie), 40: tidak diketahui, 41: tidak diketahui, 42: tidak diketahui, 43: Joachim von Kortzfleisch (Generalleutnant), 44: tidak diketahui, 45: tidak diketahui. Yang memberi salam hormat ala Nazi adalah Ewald von Kleist, yang berdiri saat namanya disebut dalam daftar promosi. Keterangan tambahan: pangkat dalam kurung adalah pangkat saat foto ini diambil (19 Juli 1940) dan bukan pangkat terakhir mereka!


Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) menunjukkan sesuatu dengan tangannya kepada Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), sementara di sebelah kanan adalah Kepala Operasi 6. Armee yang bernama - tarik nafas - Oberst Anton Reichard Hermann Friedrich Maria Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (mencret mencret dah mbacanya!). Foto ini diambil pada tanggal 11 Agustus 1940, tak lama setelah berakhirnya penyerbuan Jerman ke Prancis dan Negara-Negara Bawah (Belgia, Belanda, Luxemburg) yang berakhir dengan kemenangan gilang-gemilang pasukan Jerman. 6. Armee (Reichenau) sendiri berada di bawah komando Heeresgruppe B (Bock)



 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau mengenakan Wehrmacht offiziers-ledermantel (mantel kulit perwira Wehrmacht) M36. Mantel super keren ini terdiri dari dua baris kancing, dua saku pinggir, serta manset "Prancis". Kancingnya dipasang dengan mesin, dan dilengkapi dengan dua saku ritsleting di bagian dalam. Bagian belakang terbelah dua untuk mengantisipasi saat si pemakai mengendarai sepeda motor atau kuda. Terdapat dua buah sabuk pengikat berbahan sama: di bagian kaki untuk membuat jubah tetap membujur ke bawah, serta di bagian pinggang untuk tetap menahan jubah saat kondisi berangin kencang


Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (kanan, Oberbefehlshaber 6. Armee) berbincang-bincang serius dengan Konteradmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marine-Befehlshaber Bretagne) dalam acara inspeksi ke gudang persenjataan dan instalasi militer Jerman yang tersebar di sepanjang pantai Brest, Prancis, pada tanggal 23 November 1940 (sumber lain menyebutkan tanggal 26 November 1940). Ketika rencana invasi atas Inggris dibatalkan karena situasi yang tidak memungkinkan, kini giliran pihak Jerman yang memperkuat pertahanannya di sepanjang pinggiran samudera Atlantik, demi menjaga kemungkinan invasi oleh musuh beratnya tersebut!


 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dalam acara inspeksi ke pangkalan U-boat Jerman di pantai Atlantik Prancis, bulan Januari 1941. Perwira Kriegsmarine yang berada di sebelah kanan adalah Konteradmiral Walter Matthiae (Oberwerftdirektor Kriegsmarinewerft Lorient). Foto oleh Kriegsberichter Tolle. BTW, meskipun notabene masih dalam kondisi musim dingin - sehingga hampir semuanya mengenakan mantel dalam foto ini - tapi masih ada saja yang "iseng" memakai pakaian putih musim panas seperti yang terlihat di latar belakang!


 Resepsi setelah makan malam di Reichskanzlei, Berlin, sebagai penghormatan untuk kunjungan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshuke Matsuoka di Jerman, yang diselenggarakan pada tanggal 28 Maret 1941. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber 6. Armee), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber West), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht)


 Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi kemungkinan besar di musim semi tahun 1941 sebelum berlangsungnya Unternehmen Barbarossa alias penyerbuan Jerman atas Uni Soviet. Para perwira yang nongkrong disini berasal dari 6. Armee. Untuk identifikasinya: 1.Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), 2.Generalleutnant Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6. Armee), 3.Generalmajor Fritz Koreuber (Höherer Kraftfahrzeugoffizier 6. Armee), 4.Generalleutnant Alfred von Puttkamer (Kommandant rückwärtigen Armeegebiets 585 - Korück 585), 5.Oberst Dietrich von Schlieben (Armee-Pionierführer 6. Armee), 6.Oberst im Generalstab Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6. Armee), 7.Major Dr.phil. h.c. Otto Wagener (Ordonnanzoffizier 6. Armee), 8.Oberst Günther Lohmann (Kommandeur Luftwaffe bei der 6. Armee), 9.Tidak dikenal, 10.Tidak dikenal, dan 11.Tidak dikenal


 Marsekal Slavko Kvaternik (kiri, Menteri Angkatan Bersenjata Kroasia) berbincang-bincang dengan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), sementara sedikit tertutup oleh Reichenau adalah SA-Obergruppenführer Siegfried Kasche (Gesandter I. Klasse in Zagreb), diikuti oleh Generalmajor z.V. Edmund Glaise von Horstenau (Deutscher Bevollmächtigter General in Kroatien) yang berdiri paling kanan. Foto ini diambil pada tanggal 24-25 Juli 1941 di dekat Zhitomir (Ukraina), saat Marsekal Kvaternik melakukan kunjungan kepada unit sukarelawan Kroasia yang tergabung dalam 6. Armee pimpinan Reichenau. Unit ini nantinya musnah dalam Pertempuran Stalingrad setahun kemudian



Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (tengah, Oberbefehlshaber 6. Armee) mengantar berkeliling Marsekal Slavko Kvaternik (kiri, Menteri Angkatan Bersenjata Kroasia) yang sedang mengadakan kunjungan kepada unit sukarelawan Kroasia yang tergabung dalam 6. Armee pimpinan Reichenau. Unit ini nantinya musnah dalam Pertempuran Stalingrad setahun kemudian. Foto diambil pada tanggal 24-25 Juli 1941 di dekat Zhitomir (Ukraina). Di latar belakang terlihat deretan Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz. 222, yang biasa digunakan oleh Aufklärungstruppe (Pasukan Pelopor)



Foto hasil karya Kriegsberichter Mahla yang diambil pada bulan Juli 1941 di Ukraina (Uni Soviet) ini memperlihatkan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) sedang duduk sendirian sambil mempelajari sebuah peta, sementara holster pistol Luger tersampir di ikat pinggangnya. Selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Uni Soviet), sebagai Panglima 6. Armee, Reichenau memimpin pasukannya sampai ke jantung wilayah Rusia di musim panas tahun 1941. Pasukan yang dipimpinnya merupakan bagian dari Heeresgruppe Süd dan mampu merebut kota Kiev, Belgorod, Kharkov dan Kursk dari tangan musuh. Selama berlangsungnya gerak maju tersebut, pasukan Jerman harus menghadapi tank-tank Soviet yang mempunyai kualitas serta persenjataan yang jauh lebih baik. Reichenau menyempatkan diri untuk menginspeksi beberapa tank musuh yang dijumpainya, dengan masuk ke bagian dalam dan mengukur lapisan bajanya. Berdasarkan keterangan dari Paul Jordan, salah seorang perwira staff-nya, setelah menginspeksi sebuah tank T-34, Reichenau berkata kepada perwira-perwira yang mengiringinya: "Bila pihak Rusia memproduksi ini dalam jumlah besar, kita sudah pasti akan kalah perang!"


 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dengan serius membaca sebuah peta, sementara interimstab (tongkat komando) miliknya tertancap di sampingnya. Foto ini diambil di Front Timur di bulan Agustus 1941. Meskipun notabene seorang marsekal (jenderal bintang empat), tapi Reichenau tidak segan-segan untuk membawa serta senapan atau pistol bersamanya saat melakukan inspeksi ke front depan pertempuran, layaknya seorang prajurit biasa! Disini kita melihat patronentasche (kantong peluru) untuk senapan Kar98k yang tersampir di ikat pinggangnya


 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) berdiskusi dengan General der Infanterie Hans von Obstfelder (Kommandierender General XXIX. Armeekorps) mengenai situasi terkini gerak maju pasukan Jerman di Front Timur. Foto diambil pada tanggal 6 Agustus 1941. Dalam Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), 6. Armee beroperasi di selatan Rusia di bawah komando Heeresgruppe Süd pimpinan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt. Ketika Rundstedt dipecat oleh Hitler pada tanggal 9 Desember 1941 gara-gara kegagalannya dalam merebut kota Moskow, Reichenau lah yang ditunjuk sebagai penggantinya


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Ewald von Kleist (Oberbefehlshaber Panzergruppe 1), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Tampak Brauchitsch dan Reichenau membawa serta interimstab (tongkat komando) yang hanya khusus dipakai oleh Marsekal Jerman. Foto hasil jepretan Kriegsberichter Fremke ini diambil pada tanggal 11 Agustus 1941, saat Kleist dan Reichenau menyambut kedatangan Brauchitsch yang baru tiba di lapangan udara dalam lawatannya ke ke Front Timur. Fotonya kemudian dipublikasikan untuk pertama kalinya dalam "Berliner Morgenpost" edisi tanggal 18 Agustus 1941


Dua orang jenderal Wehrmacht terlihat jalan bareng sambil berbincang-bincang santai di Kiev (Ukraina), musim panas tahun 1941. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dan General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps). Kienitz merupakan bawahan Reichenau dalam penyerbuan Jerman atas Uni Soviet di tahun 1941 - yang lebih dikenal dengan nama "Unternehmen Barbarossa" (Operasi Barbarossa) - dimana XVII. Armeekorps sendiri berada di bawah komando 6. Armee dari tanggal 22 April 1941 s/d 7 Oktober 1942


 
Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse kepada para prajurit Waffen-SS. Uniknya, sang Marsekal dengan santainya "menitipkan" interimstab (tongkat komando) miliknya di balik ikat pinggang salah seorang prajurit yang diberinya penghargaan! Foto ini diambil pada musim panas tahun 1941, sewaktu berlangsungnya Unternehmen Barbarossa alias penyerbuan Jerman atas Uni Soviet. Yang cukup membingungkan adalah, dalam operasi ini 6. Armee tidak membawahi satupun unit Waffen-SS, lalu dengan alasan apa dia diberi kepercayaan untuk terlibat dalam upacara penganugerahan medali tersebut? Au ah!


  Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (menghadap kamera, Oberbefehlshaber 6. Armee) dalam salah satu kunjungan ke unit yang berada di bawah komandonya di Front Timur. Foto ini diambil di musim panas tahun 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa, penyerbuan Jerman atas Uni Soviet, dimana 6. Armee berada di bawah kendali Heeresgruppe Süd (Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt). Foto ini sendiri diambil oleh Alois Beck, seorang pendeta militer dari 6. Armee yang juga mempunyai hobi fotografi. Dia banyak mengabadikan kondisi pasukan Jerman selama di Front Timur, khususnya dalam Pertempuran Stalingrad. Seusai Perang Dunia II Beck berjasa besar dalam mendata nasib ribuan prajurit Jerman yang tewas atau hilang di Stalingrad


 Dengan monokel (kacamata tunggal) tertempel di wajah kucel penuh debu, Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) sibuk memantau pergerakan pasukannya melalui feldfernsprecher (telepon lapangan). Di depannya terhampar peta Uni Soviet bagian selatan yang menjadi wilayah operasional 6. Armee. Foto ini sendiri diambil pada tahun 1941 sewaktu berlangsungnya Unternehmen Barbarossa alias penyerbuan Jerman atas Rusia. Pada saat itu Reichenau membawahi unit-unit berikut ini: XVII. Armeekorps (General der Infanterie Werner Kienitz), XXIX. Armeekorps (General der Infanterie Hans von Obstfelder), XXXXIV. Armeekorps (General der Infanterie Friedrich Koch), dan LV. Armeekorps (General der Infanterie Erwin Vierow)



Kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) ke markas 6. Armee di Zhitomir, Ukraina, pada tanggal 22 September 1941. Dia diterima oleh Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), yang mengenakan Weißer Dienstrock (seragam putih musim panas). Kedua Marsekal Jerman ini sama-sama membawa serta interimstab (tongkat komando), yang merupakan pelengkap utama seorang jenderal bintang empat saat bertugas. Foto bawah memperlihatkan penampakan General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd) di belakang Rundstedt


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menyantap nasi uduk bersama-sama. Foto ini diambil pada tanggal 23 September 1941 di Zhitomir, Ukraina, saat sang Führer melakukan kunjungan ke markas 6. Armee. Reichenau sendiri adalah seorang fanatik Nazi yang sangat memuja Hitler. Dia telah menjadi anggota NSDAP dari sejak sebelum naiknya Hitler ke tampuk kekuasaan, walaupun hal tersebut jelas-jelas dilarang bagi seorang anggota militer Jerman pada saat itu!


Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) sedang membahas sebuah peta bersama dengan perwira-perwira Wehrmacht. Pertama dari kanan adalah Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), diikuti oleh Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Caption foto ini menyebutkan bahwa dia diambil pada tanggal 30 September 1941 di sebuah Hauptquartier (markas), meskipun tidak diketahui markas siapa: Brauchitsch ataukah Reichenau?


Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) berdiskusi serius dengan Generalleutnant Otto Stapf (Kommandeur 111. Infanterie-Division), yang melaporkan situasi terkini di Front Timur, bulan September 1941. Dalam penyerbuan Jerman ke Rusia di tahun tersebut, 111. Infanterie-Division (Stapf) berada di bawah komando 6. Armee (Reichenau), dan sebagian besar beroperasi di wilayah Ukraina (Kiev dan Zhitomir). Foto hasil karya Kriegsberichter Andersen ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal 1 Oktober 1941.


 Foto lain yang memperlihatkan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (kanan, Oberbefehlshaber 6. Armee) dan Generalleutnant Otto Stapf (Kommandeur 111. Infanterie-Division), yang diambil selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa di Front Timur tahun 1941. Stapf sendiri adalah salah satu dari sangat sedikit anggota Wehrmacht yang dianugerahi dua medali bergengsi era Perang Dunia II: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (untuk keberanian atau kepemimpinan di garis depan pertempuran) serta Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuz (untuk upaya membantu peperangan di garis belakang pertempuran). Medali pertama diraihnya pada tanggal 31 Agustus 1941 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 111. Infanterie-Division, sementara medali kedua diraihnya pada tanggal 10 September 1944 sebagai General der Infanterie dan Chef Wehrwirtschaftsstab Ost


 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dalam sebuah foto studio yang diambil pada tanggal 13 November 1941. Disini kita bisa melihat dengan jelas monokel (kacamata tunggal) yang tertempel di mata kanannya. Benda satu ini menjadi salah satu ciri khas jenderal-jenderal Jerman dalam Perang Dunia I dan II (terutama yang berasal dari Prusia). Selain Reichenau, perwira-perwira tinggi Wehrmacht lain yang mengenakannya diantaranya adalah Hans Krebs, Werner Freiherr von Fritsch, Walter Model, Dietrich von Saucken, Dietrich von Choltitz, Hugo Sperrle, dan "saudara kembar" Reichenau, Georg Stumme (saking miripnya tampang mereka berdua!)


 Upacara pemakaman General der Infanterie Kurt von Briesen (Kommandierender General LII. Armeekorps) yang tewas pada tanggal 20 November 1941 di dekat Isjum (Donetsk) saat mendapat serangan dari pesawat udara Rusia. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Kharkov di Ukraina tak lama kemudian. Untuk identifikasinya, aki-aki yang menghadap kamera sambil memegang tongkat adalah General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef der Generalstabes Heeresgruppe Süd), sementara di belakangnya yang sedang menunduk adalah Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd). Di sebelah kanan memakai ledermantel (jaket kulit) adalah Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Upacara pemakaman Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) yang diselenggarakan di halaman Berliner Zeughaus (Gudang Senjata Berlin), sebelum dikebumikan di Invalidenfriedhof di hari yang sama. Sebagai identifikasinya, dari kiri ke kanan: 1.SS-Obergruppenführer Dr. Philipp Bouhler (Leiter der Reichsstelle für das Schul- und Unterrichtswesen), 2.Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), 3.Generaloberst Friedrich "Fritz" Fromm (Chef Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres), 4.Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), 5.General der Artillerie Emil Leeb (Chef Heereswaffenamtes im Oberkommando des Heeres), 6.Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 7.Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3), dan 8.Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der .Foto hasil karya Kriegsberichter Schwahn yang diambil pada tanggal 23 Januari 1942 ini mempunyai teks asli yang berbunyi: "Des Generalfeldmarschalls von Reichenau letzte Fahrt. Während der Sarg mit den sterblichen Überresten auf die Lafette gehoben wird, haben die Trauergäste vor dem Zeughaus Aufstellung genommen" (Perjalanan terakhir Marsekal Lapangan von Reichenau. Saat peti jenazah diangkat ke penarik meriam, para pelayat berdiri memperhatikan di depan Gudang Senjata)


23 Januari 1942: Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) - mewakili sang Führer - memberi hormat menggunakan marschallstab (tongkat Marsekal) di hadapan peti jenazah Generalfeldmarschall Walther von Reichenau yang disemayamkan di halaman Berliner Zeughaus sebelum dikebumikan di Invalidenfriedhof di hari yang sama. Göring juga memberi eulogi (kata kenangan) sebagai penghargaan bagi sang Marsekal yang meninggal akibat serangan jantung beberapa hari sebelumnya, sementara kata sambutan lainnya diberikan oleh Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt. Foto oleh Kriegsberichter Braemer dan Guell


 Gambar ini saya buat hanya dengan bermodalkan pulpen semata, dibuat di atas sampul buku folio yang digunakan untuk mencatat tabungan anak-anak tetangga saya! Hehehe... Yang jelas, disini diperlihatkan Adolf Hitler sedang berunding dengan jenderal Walther von Reichenau (kelak menjadi Generalfeldmarschall) tentang operasi Fall Weiss yang dilancarkan Jerman (invasi ke Polandia) tahun 1939. Di latar belakang tampak panglima Schutzstaffel Heinrich Himmler, juga Generalmajor dari Luftwaffe, Karl-Heinrich Bodenschatz (pangkat terakhirnya adalah General der Flieger). Harusnya sih yang ditatap Hitler adalah gambar peta, tapi saya ubah menjadi 'judul' buku tempat gambar tersebut ditulis, yaitu : Boekoe Doeit! Hehehe...



Sumber :
Buku "Die Chinapolitik des Deutschen Reiches 1871 bis 1945" karya Udo Ratenhof
Buku "Fall Gelb 1940 (1): Panzer breakthrough in the West" karya Douglas C. Dildy
Buku "Wydawnictwo Militaria 75: Fall Gelb 1940"
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Gregg "Graveland"
Foto koleksi pribadi Jason D. Mark
Foto koleksi pribadi Jeremy Dixon
Foto koleksi pribadi Ken Crane
www.alamy.com
www.beeldbankwo2.nl
www.bildarchiv.bsb-muenchen.de
www.commons.wikimedia.org
www.digitaltmuseum.se
www.express.co.uk
www.forum.axishistory.com
www.geocities.ws
www.gettyimages.com
www.gmic.co.uk
www.granger.com
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.kometmilitaria.com
www.kulturpool.at
www.maisondusouvenir.be
www.verwaltungshandbuch.bayerische-landesbibliothek-online.de
www.warrelics.eu
www.wehrmacht-awards.com
www.wwii.space

Sunday, October 27, 2019

Offizier-Anwärter (Calon Perwira) Wehrmacht dan Waffen-SS



Fahnenjunker-Feldwebel der Reserve Horst Haase dalam sebuah foto yang diambil pada saat dia mengikuti pelatihan untuk menjadi seorang calon perwira (Offizier-Anwärter) di Fahnenjunkerlehrgang 4 / Panzertruppen 7 di Küstrin, bulan November 1944. Haase (29 Januari 1910 - 7 Maret 1991) adalah mantan konstruktor kereta api yang bergabung dengan Wehrmacht pada tanggal 18 Juli 1939, dengan unit pertamanya adalah Panzerabwehr-Abteilung 3, sebuah unit pelatihan. Pada bulan Januari 1940 dia dipindahkan ke Panzerjäger-Abteilung 257, sebelum pindah lagi ke Panzerjäger-Abteilung 123 bulan Oktober tahun yang sama. Haase dan unitnya terperangkap dalam Kantong Kholm di awal tahun 1942 setelah pasukan Soviet melakukan serangan balik besar-besaran di semua front. Dia bertempur dengan gagah berani selama berminggu-minggu, dan seringkali harus berjibaku dalam jarak dekat melawan pasukan musuh yang menyerbu. Setelah akhirnya berhasil bebas dari kepungan, Haase melanjutkan pendidikan calon perwira Wehrmacht, dan lulus dengan pangkat Leutnant der Reserve pada tanggal 1 Desember 1942. Unitnya kemudian hancur lebur di Front Timur, sehingga dia direlokasikan ke unit baru, Panzerjäger-Abteilung 162, yang ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Ardennes melawan tentara Amerika Serikat di bulan Desember 1944. Haase menunjukkan puncak prestasinya dalam palagan ini, saat dia menyerang posisi pertahanan musuh di pinggiran sungai Our - antara Wallmerath dan Steinerbruck - dengan memanfaatkan dataran tinggi di sekelilingnya. Dia tak mengendurkan serangannya meskipun mendapat tembakan gencar dari musuh yang diperkuat oleh beberapa tank. Akhirnya pasukan Amerika ditarik mundur dan pihak Jerman menguasai jembatan strategis tersebut. Atas prestasinya tersebut, Haase dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 1 Februari 1945 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Führer Panzerjäger-Kompanie 1162 / 62.Volksgrenadier-Division / LXVI.Armeekorps / 5.Panzerarmee / Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Führerschein III.Klasse (23 Agustus 1939) und II.Klasse (3 Oktober 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (21 Oktober 1941) und I.Klasse (20 April 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (5 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (16 Juli 1942); Cholmschild (31 Oktober 1942); Kraftfahr-Bewährungsabzeichen in Bronze (8 Februari 1943); Allgemeines-Sturmabzeichen (10 Maret 1943); Nahkampfspange in Bronze (28 Juni 1944); serta Verwundetenabzeichen in Schwarz (30 Januari 1945)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Angel Farré
www.wehrmacht-awards.com

Thursday, October 24, 2019

Reichserntedankfest (Pesta Panen Reich)



Oleh: Alif Rafik Khan

Das Reichserntedankfest (Pesta Panen Reich / Reich Harvest Thanksgiving Festival) adalah perayaan monumental zaman Nazi yang dipersembahkan untuk para petani dan peternak. Festival ini diselenggarakan dari tahun 1933 s/d 1937 di Bückeberg, sebuah bukit yang terletak di dekat kota Hamelin, Niedersachsen, Jerman, dan hampir selalu diadakan di bulan Oktober (kecuali di tahun 1934 yang diselenggarakan pada tanggal 30 September). Tujuan utama dari festival ini adalah sebagai bentuk pengakuan atas jerih payah para petani - yang dijuluki sebagai "Reichsnährstand" (Agen Makanan Reich) - dalam menyediakan berbagai kebutuhan pangan bagi seluruh rakyat Jerman. Perayaan ini juga digunakan oleh pihak Nazi sebagai alat propaganda untuk menunjukkan hubungan dekat Hitler dengan rakyatnya. Reichserntedankfest kemudian menjelma menjadi salah satu dari hari-hari penting era Nazi, sejajar dengan Reichsparteitag di Nürnberg, Peringatan Beer-Hall Putsch, perayaan ulangtahun Hitler, serta yang lainnya.

Pada tahun 1937, festival ini dihadiri tidak kurang dari 1,2 juta orang, yang berpuncak saat Hitler berjalan melalui Führerweg (Jalan Führer) menuju monumen panen - yang berbentuk atlar - untuk menerima "mahkota panen" dari pimpinan petani atas nama bangsa Jerman. Reichserntedankfest tahun 1937 mencatat rekor sebagai acara/ritual Nazi dengan jumlah peserta terbanyak, yang mengalahkan acara-acara yang lebih populer lainnya seperti reli partai Nazi di Nürnberg!

Selain bertemakan pertanian, festival ini digunakan pula oleh pihak Nazi sebagai ajang demonstrasi kekuatan militer Wehrmacht. Dari tahun 1935, Angkatan Bersenjata Nazi Jerman selalu turut serta menjadi partisipan melalui latihan perang-perangan yang melibatkan pesawat, panzer, serta 10.000 orang prajurit! Pada tahun 1933, dalam pidatonya di acara pertama Reichserntedankfest, Hitler mengumumkan tentang mulai berlakunya peraturan baru - Reichserbhofgesetz atau Hukum Warisan Pertanian Negara - yang mengatur mengenai perlindungan pemerintah terhadap kepemilikan beberapa tanah pertanian milik keluarga yang telah dimiliki turun temurun.


------------------------------------------------------------------------------


Adolf Hitler menginspeksi pasukan kehormatan di istana kerajaan dalam perayaan Erntedanktag di Goslar, 30 September 1934. Dia datang jam 10 pagi, dan langsung disambut oleh Reichsbauernführer Darré, SA-Stabschef Viktor Lutze, Menteri Propaganda Joseph Goebbels dan Reichsarbeitsführer Konstantin Hierl. Seperti biasa, Hitler langsung memimpin konvoy kendaraan bermotor yang disambut dengan gegap gempita oleh penduduk lokal. BTW, paling kiri adalah Hauptmann Erwin Rommel yang nantinya terkenal dengan julukan "Serigala Padang Pasir"!


Puncak perayaan Reichserntedankfest (Pesta Panen Reich) tahun 1937 yang diselenggarakan di Bückeberg, Hamelin (Niedersachsen), pada tanggal 3 Oktober 1937. Peristiwa ini tercatat dalam sejarah sebagai acara kumpul-kumpul Nazi dengan peserta terbanyak, yang dihadiri oleh 1,2 juta manusia! Foto hasil karya Hugo Jaeger ini memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dan para petinggi Nazi Jerman lainnya sedang melintasi Führerweg (Jalan Pemimpin) dengan lautan manusia di kanan dan kirinya. Dia akan menaiki Monumen Panen - yang berbentuk altar - untuk menerima "mahkota panen" dari pimpinan petani atas nama bangsa Jerman



Perayaan Erntedankefest yang diselenggarakan di halaman universitas Oslo (Norwegia) tahun 1941. Reichskommissar Josef Terboven sedang memberikan pidatonya



 Acara perayaan Hari Thanksgiving (Erntedanktag) yang diselenggarakan di Sportpalast Berlin tanggal 3 Oktober 1943. Para anggota Sonderverband z.b.V. Friedenthal pimpinan Otto Skorzeny yang ikut berperan serta dalam operasi pembebasan Benito Mussolini tanggal 12 September 1943 sebelumnya ikut menjadi tamu kehormatan dalam acara ini. Dari kiri ke kanan: SS-Unterscharführer Bernhard Cieslewitz, SS-Hauptscharführer Manns, SS-Untersturmführer Robert Warger, SS-Unterscharführer Hans Holzer, SS-Untersturmführer Otto Schwerdt, dan SS-Obersturmführer Ulrich Menzel. Foto oleh Kriegsberichter Ernst Schwahn dari Scherl Bilderdienst


Sumber :
www.arkivverket.no
www.commons.wikimedia.org

www.en.wikipedia.org
www.hitler-archive.com

Tuesday, October 22, 2019

Foto Pertempuran Warsawa (1939)

 Salah satu dari tank milik Panzer-Regiment 35 / 4.Panzer-Division yang menjadi korban dalam pertempuran di sekitar Jalan Wolska, Distrik Wola, Warsawa (Polandia), pada tanggal 9 September 1939. Tank ringan dari jenis Panzerkampfwagen II ini terbakar hebat setelah jalan yang dilewatinya - yang dihalangi oleh puluhan drum berisi terpentin di sekelilingnya - kemudian disulut api oleh pasukan Polandia yang bertahan, yang dipimpin oleh Letnan Zdzisław Pacak-Kuźmirski (Komandan Kompi ke-8 / Resimen Infanteri ke-40). Hanya beberapa saat sebelumnya, anakbuah Letnan Pacak-Kuźmirski menemukan 100 drum terpentin di pabrik "Dobrolin" yang berdekatan. Dia lalu memerintahkan agar drum-drum berisi bahan yang mudah terbakar ini di dijejerkan di depan barikade yang dipasang oleh unitnya. Kebakaran yang kemudian terjadi begitu hebatnya, sehingga Gefechtsgruppe 2 - yang merupakan pasukan penyerang terdepan Jerman - bisa dikatakan musnah dalam peristiwa "pembantaian" yang berlangsung selama satu jam tersebut! Foto diambil oleh Hugo Jaeger, yang mengabadikannya beberapa minggu kemudian setelah pasukan penyerbu Jerman menduduki Warsawa


Sumber :
www.time.com

Sunday, October 20, 2019

Foto Kampfgeschwader 26 (KG 26) "Löwen"

 Fotografer Hugo Jaeger mengabadikan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) saat sedang berada di sebuah landasan udara di Polandia, bulan September 1939. Jenderal Luftwaffe yang sedang berdiskusi dengannya adalah Generalmajor Hans Siburg (Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 26). Di belakang Hitler berdiri SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler) dan SS-Obersturmbannführer Dr.med. Karl Brandt (Begleitarzt Führer und Reichskanzler). Sementara itu, yang sedang sibuk membuka peta di sebelah kiri adalah Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah pesawat Focke-Wulf Condor 200A-0 (S-8 ) "Grenzmark" yang terparkir di landasan. Pesawat ini merupakan angkutan udara pribadi sang Führer. BTW, disini kita bisa melihat dua aspek dari Hitler yang jarang terlihat: penggunaan kaca pembesar saat membaca serta holster pistol Walther PPK di ikat pinggangnya!


Sumber :
www.time.com

Sunday, October 13, 2019

Befehlspanzer (Tank Komando)

 Para perwira dari 5. SS-Panzer-Division "Wiking" berfoto bareng di depan sebuah Panzerkampfwagen V Panther Ausf.D yang dipenuhi bunga di kubahnya. Foto ini sendiri diambil di Front Timur pada bulan Juni 1944, kemungkinan besar pada saat pelepasan SS-Obersturmbannführer Otto Paetsch (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking") yang pindah tugas ke 10. SS-Panzer-Division "Frundsberg" sebagai komandan resimen panzernya (22 Juni 1944). Panther di latar belakang adalah sebuah Befehlspanther (Panther Komandan) milik Paetsch, yang bisa dicirikan dari antena yang terpasang di kubahnya serta tempat senapan mesin yang tertutup. Paetsch sendiri adalah perwira yang memegang buket bunga di tengah, sementara di sebelah kanannya yang memakai celana pendek adalah SS-Obersturmführer Karl Nicolussi-Leck (Chef 8.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking"). Sebagai identifikasi terakhir adalah SS-Obersturmführer Manfred Renz (Adjutant SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking") yang berdiri memakai seragam hitam Panzertruppen paling kanan. BTW, dalam foto ini Nicolussi-Leck tidak mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya meskipun dia notabene telah mendapatkannya dari sejak bulan April 1944!


Sumber :
Foto koleksi pribadi Richard Gentsch
www.facebook.com

Foto Celana Pendek Third Reich

WAFFEN-SS

 Para perwira dari 5. SS-Panzer-Division "Wiking" berfoto bareng di depan sebuah Panzerkampfwagen V Panther Ausf.D yang dipenuhi bunga di kubahnya. Foto ini sendiri diambil di Front Timur pada bulan Juni 1944, kemungkinan besar pada saat pelepasan SS-Obersturmbannführer Otto Paetsch (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking") yang pindah tugas ke 10. SS-Panzer-Division "Frundsberg" sebagai komandan resimen panzernya (22 Juni 1944). Panther di latar belakang adalah sebuah Befehlspanther (Panther Komandan) milik Paetsch, yang bisa dicirikan dari antena yang terpasang di kubahnya serta tempat senapan mesin yang tertutup. Paetsch sendiri adalah perwira yang memegang buket bunga di tengah, sementara di sebelah kanannya yang memakai celana pendek adalah SS-Obersturmführer Karl Nicolussi-Leck (Chef 8.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking"). Sebagai identifikasi terakhir adalah SS-Obersturmführer Manfred Renz (Adjutant SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking") yang berdiri memakai seragam hitam Panzertruppen paling kanan. BTW, dalam foto ini Nicolussi-Leck tidak mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya meskipun dia notabene telah mendapatkannya dari sejak bulan April 1944!


Sumber :
Foto koleksi pribadi Richard Gentsch
www.facebook.com

Foto Pisah-Sambut dan Pindah Tugas

 Para perwira dari 5. SS-Panzer-Division "Wiking" berfoto bareng di depan sebuah Panzerkampfwagen V Panther Ausf.D yang dipenuhi bunga di kubahnya. Foto ini sendiri diambil di Front Timur pada bulan Juni 1944, kemungkinan besar pada saat pelepasan SS-Obersturmbannführer Otto Paetsch (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking") yang pindah tugas ke 10. SS-Panzer-Division "Frundsberg" sebagai komandan resimen panzernya (22 Juni 1944). Panther di latar belakang adalah sebuah Befehlspanther (Panther Komandan) milik Paetsch, yang bisa dicirikan dari antena yang terpasang di kubahnya serta tempat senapan mesin yang tertutup. Paetsch sendiri adalah perwira yang memegang buket bunga di tengah, sementara di sebelah kanannya yang memakai celana pendek adalah SS-Obersturmführer Karl Nicolussi-Leck (Chef 8.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking"). Sebagai identifikasi terakhir adalah SS-Obersturmführer Manfred Renz (Adjutant SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking") yang berdiri memakai seragam hitam Panzertruppen paling kanan. BTW, dalam foto ini Nicolussi-Leck tidak mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya meskipun dia notabene telah mendapatkannya dari sejak bulan April 1944!


Sumber :
Foto koleksi pribadi Richard Gentsch
www.facebook.com

Tuesday, October 8, 2019

Kisah-Kisah Heroik Para Frontschwein (Prajurit Garis Depan)

MELANGGAR PERINTAH TAPI MENDAPAT RITTERKREUZ

Leutnant Hermann Tanczos (30 November 1921 - 4 November 1967) adalah prajurit asal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht pada tanggal 1 Agustus 1940 dan pertama kali bertugas di Artillerie-Regiment 14. Namanya yang berbau Hungaria, "Tanczos", seringkali ditulis dengan ejaan Jerman "Tanzos" dalam dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengannya. Tanzcos kemudian dipindahkan ke Artillerie-Regiment 157, dan di unit inilah kemampuannya sebagai seorang pengamat artileri mendapatkan ganjarannya: dalam sebuah pertempuran sengit melawan pasukan Rusia di Cherkasy pada tanggal 10 Februari 1944, Tanczos dan unitnya diperintahkan untuk mundur. Bukannya menurut, keturunan Hungaria ini - bersama dengan dua orang prajurit artileri asal Austria lainnya - memutuskan untuk tetap tinggal dan menghadapi musuh. Mereka memanfaatkan sebuah meriam Flak 88mm yang ditinggalkan di medan tempur, dan bertempur begitu gigihnya sehingga membuat pasukan Rusia berbalik mundur! Pada awalnya orang pasti berpikir bahwa tindakan heroiknya pastilah akan mendapatkan penghargaan yang setimpal. Salah! Dia malah dituduh telah melanggar perintah, diajukan ke Mahkamah Militer dan dijatuhi hukuman mati! Untunglah pengacaranya mampu menghadirkan perwira serta saksi-saksi lain yang diperlukan sehingga, bukan hanya dia dibebaskan dari dakwaannya, tapi juga kemudian dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21 Februari 1944 sebagai seorang Unteroffizier dan Vorgeschobene Beobachter (VB) di 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 157 / 57.Infanterie-Division / XI.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd (medalinya sendiri diterima pada tanggal 23 Mei 1944). Setelah mendapat cuti pulang dan disambut secara besar-besaran di kampung halamannya, Tanczos kembali ke medan tempur bersama dengan Artillerie-Regiment 157. Dia ditawan oleh Tentara Merah pada tanggal 14 Juli 1944, dan baru dibebaskan pada tanggal 27 Desember 1947. Tanczos memutuskan untuk tinggal di Hamburg, Jerman, sampai dengan akhir hayatnya, dan bekerja di sebuah perusahaan yang juga mempekerjakan para veteran Perang Dunia II lainnya. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Hermann Tanczos: Allgemeines-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Eisernes Kreuz II.Klasse (16 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (10 Agustus 1942); Nahkampfspange; serta Eisernes Kreuz I.Klasse (23 Juni 1943)


 SS-Hauptsturmführer Karl Nicolussi-Leck (14 Maret 1917 - 30 Agustus 2008) adalah anak seorang petani keturunan Jerman dari Tirol Selatan, utara Italia, yang bergabung dengan Waffen-SS pada bulan Januari 1940, dan ditempatkan di Resimen "Germania", cikal-bakal Divisi SS "Wiking". Dia ikut berpartisipasi dalam penyerbuan Jerman ke Rusia pada tahun 1941, dan dari sejak saat itu menghabiskan sebagian besar masa tempurnya di Front Timur. Puncak prestasinya diraih pada tahun 1944, saat Nicolussi-Leck menjadi komandan sebuah kompi tank Panther Wiking dalam usahanya untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung di wilayah Kovel, bulan Maret 1944. Pada tanggal 27 di bulan yang sama, dengan proses pembebasan masih berlangsung, Nicolussi-Leck tiba-tiba menerima perintah untuk menghentikan semua upaya ofensif. Pada saat itu padahal dia telah menjalin kontak radio dengan garnisun Jerman yang terkepung, dan menganggap bahwa pembebasan mereka tak bisa ditunda-tunda lagi. Dia lalu memerintahkan operator radionya untuk mengirimkan balasan pada markas pusat bahwa dia (Nicolussi-Leck) tak bisa ditemukan keberadaannya, dan dengan itu tetap meneruskan gerak maju ke Kovel! Tiga hari kemudian - setelah melewati pertempuran sengit - dia dan tujuh tank lainnya akhirnya mampu mencapai garnisun yang terjebak, di awal pagi tanggal 30 Maret 1944. Kedatangannya menambah kekuatan pertahanan garnisun Jerman, sehingga mereka mampu bertahan sampai akhirnya dibebaskan oleh pasukan pembebas yang lebih besar. Meskipun bisa dibilang telah melanggar perintah dari atasannya, Nicolussi-Leck dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 April 1944 sebagai SS-Obersturmführer dan Chef 8.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzer-Division “Wiking” / LVI.Armeekorps / 2.Armee / Heersgruppe Mitte. Rekomendasi penganugerahannya juga menyebutkan bahwa dia telah menghancurkan 17 tank Rusia dalam prosesnya, meskipun ada kemungkinan bahwa angka tersebut adalah korban total yang dicapai oleh seluruh kompinya. Seusai perang dia banyak membantu mantan anggota SS yang melarikan diri ke Amerika Selatan. Dia sendiri bermigrasi ke Argentina pada tahun 1948, hanya untuk kembali ke kampung halamannya di Tirol Selatan (Italia) pada awal tahun 1950-an, dimana dia bekerja sebagai wirausahawan di Mannesmann. Medali dan penghargaan lain yang telah diraih oleh Nicolussi-Leck: Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Juli 1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (9 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (2 September 1942); Panzerkampfabzeichen in Silber (11 September 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (10 Maret 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 3 April 1944


Sumber :
Foto koleksi pribadi Angel Farré
www.historyofthewaffenss.com
www.tracesofwar.com
www.wehrmacht-awards.com

Wednesday, September 25, 2019

Foto Monumen Feldherrnhalle

 Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps) memberikan hormat militer di depan Feldherrnhalle, Münich, dalam rangkaian upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 1935. Feldherrnhalle (Aula Marsekal Lapangan) sendiri adalah loggia (bangunan berpilar lengkung) yang terletak di Odeonsplatz, yang dibangun pada tahun 1841 di masa kekuasaan Raja Bavaria Ludwig I. Bangunan ini kemudian menjadi monumen suci kaum Nazi setelah menjadi tempat utama kudeta yang gagal pada tanggal 9 November 1923, dimana 16 orang anggota NSDAP (dan dua petugas polisi) terbunuh. Di masa kekuasaan Adolf Hitler, pada tanggal 9 November setiap tahunnya selalu diselenggarakan napak-tilas untuk mengenang peristiwa kudeta tersebut - yang dinamakan sebagai "Beer Hall Putsch" - dengan puncak acaranya selalu diadakan di Feldherrnhalle


Rangkaian rangkaian upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 1935 di Feldherrnhalle, Münich. Para petinggi Nazi dan Wehrmacht ikut hadir dalam acara ini. Yang terakhir ikut hadir meskipun notabene acara yang diselenggarakan adalah khusus untuk kepentingan NSDAP. Fenomena dimana Angkatan Bersenjata Jerman yang sedikit demi sedikit mulai tunduk pada kekuasaan Nazi ini biasa disebut sebagai "Das Hakenkreuz über der Wehrmacht" (Swastika diatas Wehrmacht). Baris depan, dari kiri ke kanan: Oberst Hellmuth Felmy (Höherer Fliegerkommandeur V), kemungkinan General der Artillerie Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 2), jenderal Heer tak dikenal, Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps), SS-Standartenführer Hans Dauser (Leitender Staatssekretär und Leiter der Abteilung "Arbeit und Fürsorge" im Bayerischen Staatsministerium für Wirtschaft), dan SA-Gruppenführer Ludwig Siebert (Bayerischer Ministerpräsident und Vorsitzender der bayerischen Staatsregierung)


Sumber :
www.beeldbankwo2.nl

Tuesday, September 24, 2019

Foto Rongsokan Mesin Perang Sekutu

 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menginspeksi sebuah tank Prancis dari jenis Renault Char B1 bis milik Peleton ke-1 / Kompi ke-3 / 8e BCC (Bataillon de Chars de Combat) yang hancur dalam pertempuran melawan pasukan Jerman di Moy, tanggal 20 Mei 1940 (unit Wehrmacht yang berhadapan dengan tank ini kemungkinan adalah Gefechtsgruppe Nedtwig pimpinan Oberstleutnant Johannes Nedtwig dari Panzer-Regiment 1). Foto oleh Kriegsberichter Somme


Foto-foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Hermann Grönert pada tanggal 29 Juli 1944, saat sebuah Kampfgruppe (Grup Tempur) - yang terdiri dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" dan I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf" - bertempur melawan pasukan Rusia di sekitar kota Siedlce, Polandia. Selama lima hari penuh (27-31 Juli), Kampfgruppe milik 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf" tersebut mempertahankan Siedlce, kota yang dijuluki sebagai "Eckpfeiler" (batu landasan) oleh Panglima Heeresgruppe Mitte, dari berkali-kali serangan Korps Tank ke-11 Soviet. Aksi heroik mereka memampukan sebagian besar 2. Armee (termasuk Divisi Wiking) untuk dapat mundur ke garis pertahanan baru dan bersiap-siap di posisi mereka dalam menghadapi Pertempuran Praga yang akan mulai berkobar pada tanggal 1 Agustus 1944. Foto ini memperlihatkan sebuah regu dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" memperhatikan dengan terkagum-kagum sebuah tank berat JS-II (Josef Stalin II) milik Resimen Tank Jaga Terpisah Soviet ke-50 yang baru saja dihancurkan oleh Panther-Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress di barat-laut Siedlce (Polandia) pada pukul 13:40 tanggal 29 Juli 1944. Tank berat Soviet satu ini baru saja diterjunkan untuk pertama kalinya dalam peperangan pada awal tahun 1944, dan pada awalnya hanya dijatahkan untuk unit-unit tank berat seperti Resimen Tank Jaga Terpisah ke-50. Model awal JS-II mempunyai berat 51 ton, mempunyai awak empat orang, dan dilengkapi dengan meriam kaliber 122mm. Setiap resimen tank berat Soviet berkekuatan 21 buah tank jenis ini, yang dibagi kedalam empat kompi (lima tank masing-masing), sementara satu lagi jatah tersisa adalah khusus untuk komandan batalyon. Kemunculannya membawa masalah besar pada pasukan Jerman yang sebelumnya sudah kewalahan dalam menghadapi serbuan massal tank-tank dari jenis T-34


 Setelah puas melihat-lihat raksasa yang terluka tersebut, para prajurit dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" berlari menuju ke arah kamera untuk bersiap-siap menyerang sasaran selanjutnya. Di latar belakang kita bisa melihat sebuah tank T-34/85 dari Brigade Tank ke-20 Soviet yang terbakar setelah dihantam oleh peluru penembus baja dari satuan Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress (I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf"). Di sebelah kiri, petugas senapan mesin regu tersebut melihat dengan tenang ke arah sang fotografer, SS-Kriegsberichter Hermann Grönert, sambil merebahkan senjata andalannya (MG-34). Rasa lelah dan frustasi pastilah dirasakan oleh prajurit-prajurit Jerman ini, karena selama lima hari penuh (27-31 Juli 1944) mereka harus menghadapi serangan terus-menerus dari Korps Tank ke-11 Soviet di tengah panas yang menyengat. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 29 Juli 1944 di barat-laut Siedlce, Polandia


Lanjutan dari dua foto sebelumnya: Kini kita bisa melihat bahwa bintara pimpinan regu dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" tersebut sedang memberikan perintah pada anakbuahnya untuk segera bergerak, termasuk pada petugas senapan mesin yang membawa MG-34 di sebelah kiri. Sang Gruppenführer (Komandan Regu) sendiri membekali diri dengan senapan mesin ringan MP-40. Uniknya, sebagian besar orang-orang yang berada dalam foto ini mengenakan syal putih di leher tapi tanpa tambahan jaket kamuflase yang biasanya menutupi badan. Di sebelah kiri kita bisa melihat tank T-34/85 lainnya yang terbakar hebat setelah dihantam oleh peluru penembus baja dari satuan Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress (I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf")


Sumber :
Buku "From the Realm of a Dying Sun. Volume 1: IV. SS-Panzerkorps and the Battles for Warsaw, July–November 1944" karya Douglas E. Nash, Sr.
www.audiovis.nac.gov.pl

Monday, September 23, 2019

Foto Mobil Steyr Era Third Reich

STEYR 640

Generalmajor Hermann Recknagel (Kommandeur 111. Infanterie-Division) bersama dengan para staff-nya di atas mobil Steyr 640 Kfz21 Kommandeurwagen, yang diabadikan dalam sebuah foto yang kemungkinan besar diambil di medan perang Front Timur pada tahun 1942. Simbol belah ketupat berwarna kuning di spakbor sebelah kiri adalah lambang 111. Infanterie-Division, sementara panji segitiga yang terpancang di spakbor kanannya menunjukkan bahwa pemilik mobil langka beroda enam tersebut adalah seorang Divisionskommandeur (Komandan Divisi). Medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang tercantol di leher sang Jenderal - yang mengenakan monokel di mata kanannya ini - didapatkannya pada tanggal 5 Agustus 1940 sewaktu masih menjadi Oberst dan Komandan Infanterie-Regiment 54 / 18.Infanterie-Division. Ketiadaan medali Deutsches Kreuz di seragamnya menunjukkan bahwa foto ini diambil sebelum tanggal 11 Februari 1943 (tanggal penganugerahan DKiG untuk Recknagel)


Generalmajor Hermann Recknagel (Kommandeur 111. Infanterie-Division) menatap mobil Steyr 640 Kfz21 Kommandeurwagen yang merupakan tunggangan utamanya saat bertugas di medan perang Rusia. Recknagel menjadi Komandan 111ID dari tanggal 1 Januari 1942 s/d 1 November 1943. Dia terbilang cukup berhasil dalam memimpin divisinya, yang terbukti dari penghargaan medali Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya, yang didapatkannya pada tanggal 6 November 1943 sewaktu sudah berpangkat Generalleutnant. Foto ini sendiri kemungkinan besar diambil pada tahun 1942


 13 Agustus 1944: Kunjungan ketiga Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) ke rumahsakit Karlshof di dekat Rastenburg, untuk melongok para korban Bom 20 Juli yang meledak beberapa minggu sebelumnya. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer menaiki mobil Mercedes-Benz 770 W150 setelah menyelesaikan kunjungannya, sementara di kiri dan kanan jalan para perawat serta penduduk sekitar mengelu-elukannya sambil memberi salam Nazi. Mobil lain di belakang Mercedes Hitler adalah milik unit penjaganya dan berasal dari jenis Steyr 1500A Kammandeurwagen


Sumber :
Buku "Fotos aus dem Führerhauptquartier" terbitan Hermann Historica München
Foto koleksi pribadi Kerryboo
www.wehrmacht-awards.com

Sunday, September 22, 2019

Penandatanganan Menyerahnya Belgia dalam Perang Dunia II (1940)


Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), adalah markas sementara 6. Armee Jerman pimpinan Generaloberst Walther von Reichenau selama berlangsungnya Blitzkrieg ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia dan Luxemburg) di bulan Mei 1940. Kastil yang telah berdiri dari sejak tahun 1127 ini mencatatkan namanya dalam sejarah setelah dijadikan sebagai lokasi penandatanganan menyerahnya Belgia pada tanggal 28 Mei 1940, di akhir Pertempuran Lys


Pada pukul 09:35 pagi tanggal 28 Mei 1940, mobil sedan Touring Plymouth P6 Deluxe 1938 empat pintu yang membawa delegasi militer Belgia tiba di halaman Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia) - yang merupakan markas dari 6. Armee Jerman - untuk menegosiasikan penyerahan Belgia dalam Perang Dunia II. Delegasi Belgia terdiri dari Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia), Kapten Liagre (perwira pasukan cadangan yang ditunjuk sebagai penterjemah), Jacques Pelgrims (anggota pasukan cadangan yang ditugasi membawa bendera putih), serta Léon Vermeulen (prajurit korps transportasi yang ditunjuk sebagai supir)


Pada pukul 09:37 pagi tanggal 28 Mei 1940, Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (tengah, Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dan pengiringnya, Kapten Liagre, disambut oleh Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6.Armee) di anak tangga Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia)


 Dengan diantar oleh seorang perwira Wehrmacht, Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) memasuki bagian dalam Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Kentara sekali ekpsresi murung serta stress sang jenderal, karena di hari itu - 28 Mei 1940 - dia ditugasi oleh Raja Belgia Leopold untuk mendiskusikan gencatan senjata dengan pihak Jerman. Situasi pasukan Belgia sendiri sudah dalam tahap kritis, dengan hanya menguasai wilayah seluas 1.700 m2!


Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menerima delegasi Belgia yang datang untuk merundingkan gencatan senjata serta penyerahan pasukannya. Foto diambil pada pukul 09:40 tanggal 28 Mei 1940 di ruang perpustakaan Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Joachim von Kortzfleisch (Kommandierender General XI. Armeekorps), Oberst Günther Lohmann (Kommandeur Luftwaffe bei der 6. Armee), Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (membelakangi kamera, Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia), Generaloberst Reichenau, Kapten Liagre (membelakangi kamera, pengiring Jenderal Derousseaux), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6. Armee)


Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Kapten Liagre (Perwira Belgia), Jenderal Derousseaux, Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Generaloberst Reichenau (Oberbefehlshaber 6.Armee), Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6.Armee). Foto ini memperlihatkan saat Oberst Mauchenheim membacakan butir-butir perjanjian


Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Jenderal Derousseaux, Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Oberleutnant Hans-Leo von Luttitz (IIb Personalverwaltung – 2. Adjutant 6. Armee), Generaloberst Reichenau (Oberbefehlshaber 6.Armee), Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6.Armee), Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18. Armee), dan Oberst Günther Lohmann (Kommandeur Luftwaffe bei der 6. Armee). Yang duduk di ujung kanan adalah Generalleutnant Joachim von Kortzfleisch (Kommandierender General XI. Armeekorps)


 Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Hanya 20 menit waktu yang dibutuhkan untuk membaca semua ketentuan serta memutuskan jawaban, dan pada pukul 10:00 masing-masing pihak membubuhkan tandatangannya di kertas perjanjian. Dari kiri ke kanan: Kapten Liagre (hanya sedikit terlihat, perwira pasukan cadangan Belgia yang ditunjuk sebagai penterjemah), Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Jenderal Derousseaux, Oberleutnant Hans-Leo von Luttitz (penterjemah pihak Jerman), perwira tidak dikenal, Generaloberst Reichenau, Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), dan Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18. Armee). Foto diambil pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg)


 Saat beberapa kelengkapan terakhir perjanjian gencatan senjata dibereskan, pada pukul 10:10 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dengan gembira memberitahu sang Führer di Berlin sono bahwa pasukan Jerman telah secara resmi mengalahkan pihak bertahan Belgia. Sebuah kemenangan besar! Foto diambil pada tanggal 28 Mei 1940 di ruang perpustakaan Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Para staff 6. Armee ikut mendengarkan dengan bangga saat sambungan telepon dari Feldfernsprecher (Telepon Lapangan) terhubung ke Berlin, sementara seorang staff lain memberi tanda garis-garis demarkasi di atas selembar peta besar


Pada pukul 10:30 tanggal 28 Mei 1940 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) mengantar ketua delegasi Belgia, Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia), ke mobilnya yang telah menunggu di halaman Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Seperempat jam kemudian radio-radio Jerman memberitakan dengan gegap gempita berita penyerahan pasukan Belgia. Perwira dengan adjutantschnurr (tambang ajudan) di belakang Reichenau adalah Oberst Rüdiger von Schuler (IIa Personalverwaltung – 1. Adjutant 6. Armee)


Setelah "pembukaan" oleh pihak Belgia pada tanggal 28 Mei 1940, kini giliran pihak Jerman yang mendatangi markas besar pasukan Belgia di Château Saint-André lez-Bruges (Flanders) - di hari yang sama - untuk mensosialisasikan isi-isi perjanjian gencatan senjata yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Delegasi Jerman datang dengan membawa sebuah bendera putih besar. Foto diambil oleh Kriegsberichter Pfitzner


Sumber :
Buku "Leopold III: de koning, het land, de oorlog" karya Jan Velaers dan Herman Van Goethem
Identifikasi oleh Gregg "Graveland"
www.ebay.com
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.kids.kiddle.co
www.maisondusouvenir.be

Saturday, September 21, 2019

Foto Schwerer Panzerjäger Tiger (P) Ferdinand-Elefant (Sd.Kfz.184)

FERDINAND 

 Pada tanggal 18-19 Maret 1943 Hitler mengadakan kunjungan ke kota Rügenwalde/Pomerania (Jerman) untuk melihat demonstrasi mesin-mesin perang terbaru Nazi, utamanya adalah meriam terbesar di dunia pada saat itu yaitu Eisenbahngeschütz "Dora" - yang mempunyai kaliber 800mm - yang sebelumnya dipakai dalam pemboman Pangkalan Angkatan Laut Soviet di Sebastopol. Foto hasil karya Walter Frentz ini memperlihatkan saat sang Führer memeriksa Panzerjäger Tiger (P) "Ferdinand", sebuah pemburu tank berat yang sasisnya diambil dari Panzerkampfwagen VI Tiger. Namanya sendiri diambil dari nama sang perancang, yaitu Dr. Ferdinand Porsche. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Oberführer Prof. Dr.-Ing. e.h. mult. Ferdinand Porsche (Vorsitzender der Panzerkommission), General der Artillerie Emil Leeb (Chef Heereswaffenamt im Oberkommando des Heeres), Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im Oberkommando der Wehrmacht), Generalmajor Hugo Beißwänger (General beim Chef der Heeresrüstung), Prof.Dr.-Ing.Albert Speer (membelakangi kamera, Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion), serta General der Artillerie Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt)


 Pada tanggal 18-19 Maret 1943 Hitler mengadakan kunjungan ke kota Rügenwalde/Pomerania (Jerman) untuk melihat demonstrasi mesin-mesin perang terbaru Nazi, utamanya adalah meriam terbesar di dunia pada saat itu yaitu Eisenbahngeschütz "Dora" - yang mempunyai kaliber 800mm - yang sebelumnya dipakai dalam pemboman Pangkalan Angkatan Laut Soviet di Sebastopol. Foto hasil karya Walter Frentz ini memperlihatkan saat sang Führer memeriksa Panzerjäger Tiger (P) "Ferdinand", sebuah pemburu tank berat yang sasisnya diambil dari Panzerkampfwagen VI Tiger. Namanya sendiri diambil dari nama sang perancang, yaitu Dr. Ferdinand Porsche. Dari kiri ke kanan: Instruktur panzer tak dikenal, Hauptdienstleiter Dipl.-Ing. Karl-Otto Saur (Staatssekretär im Reichsministerium für Rüstung und Kriegsproduktion), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Oberführer Prof. Dr.-Ing. e.h. mult. Ferdinand Porsche (Vorsitzender der Panzerkommission), General der Artillerie Emil Leeb (Chef Heereswaffenamt im Oberkommando des Heeres), Generalleutnant Walter Buhle (tertutup oleh Speer, Chef vom Heeresstab im Oberkommando der Wehrmacht), Prof.Dr.-Ing.Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion), serta Generaloberst Heinz Guderian (tertutup oleh Speer, Generalinspekteur der Panzertruppen)


 Pada tanggal 18-19 Maret 1943 Hitler mengadakan kunjungan ke kota Rügenwalde/Pomerania (Jerman) untuk melihat demonstrasi mesin-mesin perang terbaru Nazi, utamanya adalah meriam terbesar di dunia pada saat itu yaitu Eisenbahngeschütz "Dora" - yang mempunyai kaliber 800mm - yang sebelumnya dipakai dalam pemboman Pangkalan Angkatan Laut Soviet di Sebastopol. Foto hasil karya Walter Frentz ini memperlihatkan saat sang Führer memeriksa Panzerjäger Tiger (P) "Ferdinand", sebuah pemburu tank berat yang sasisnya diambil dari Panzerkampfwagen VI Tiger. Namanya sendiri diambil dari nama sang perancang, yaitu Dr. Ferdinand Porsche. Dari kiri ke kanan: Instruktur panzer tak dikenal, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im Oberkommando der Wehrmacht), SS-Oberführer Prof. Dr.-Ing. e.h. mult. Ferdinand Porsche (Vorsitzender der Panzerkommission), Prof.Dr.-Ing.Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion), serta Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen)


Sumber :
www.spiegel.de

Sunday, September 8, 2019

Foto Pesawat Latih Bücker Bü 181 "Bestmann"

 Foto terbang perdana Fähnrich Friedrich Jirmann - yang diambil pada tanggal 31 Oktober 1941 di lapangan udara Werder/Havel - dengan menggunakan pesawat latih Bücker Bü 181 "Bestmann" milik Luftkriegsschule 3. Jirmann nantinya bergabung dengan 13.Staffel / V.Gruppe / Kampfgeschwader 2 (KG 2) "Holzhammer" pada bulan Oktober 1943, dan menerbangkan pesawat Messerschmitt Me 410 (unit ini nantinya berganti nama menjadi 5.Staffel / Kampfgeschwader 51). Jirmann terluka pada tanggal 25 Juni 1944 ketika pesawatnya ditembak jatuh, kemungkinan oleh Mosquito dari 488 Squadron RAF. Dia masih bersama dengan KG 51 sampai dengan akhir perang, dan sempat mendapatkan pelatihan untuk menerbangkan pesawat jet Messerschmitt Me 262



Sumber :
Buku "Luftwaffe Training Aircraft; The Training of Germany's Pilots and Aircrew through Rare Archive Photographs" karya Chris Goss

Foto Pesawat Latih Bücker Bü 131 "Jungmann"

Sebuah pesawat latih Bücker Bü 131 "Jungmann" (werknummer 4560) yang terlihat di lapangan udara Fürstenfeldbruck yang menjadi pangkalan Luftkriegsschule 4. Di atas kokpit adalah Fähnrich Ulrich Laubis, yang nantinya akan ditembak jatuh dan menjadi tawanan perang saat bertugas di 3.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 77 pada tanggal 23 Juni 1944


Sumber :
Buku "Luftwaffe Training Aircraft; The Training of Germany's Pilots and Aircrew through Rare Archive Photographs" karya Chris Goss

Foto Tokoh Third Reich Peraih Sachsen-Ernestinischer Hausorden

Herzoglich Sachsen-Ernestinischer Hausorden adalah medali prestasi yang pertama kali dikeluarkan pada tanggal 25 Desember 1833 oleh tiga orang Herzog (bangsawan tinggi) dari Sachsen: Friedrich von Sachsen-Altenburg, Ernst I. von Sachsen-Coburg und Gotha serta Bernhard II. Erich Freund von Sachsen-Meiningen und Hildburghausen. Medali ini sendiri - yang khusus diberikan untuk pangkat perwira ke atas - terdiri dari empat tingkatan, dimulai dari yang tertinggi: Großkreuz, Komtur I. Klasse, Komtur II. Klasse, dan Ritter. Tokoh-tokoh terkenal yang pernah mendapatkan Herzoglich Sachsen-Ernestinischer Hausorden: Raja Swedia Carl XVI Gustaf, Raja Belgia Leopold I, Pangeran Ligne ke-8 Eugène, Raja Belgia Leopold II, Raja Norwegia Olav V, Kaisar Brazil Pedro II, Perdana Menteri Belgia Henri de Brouckère, Diplomat Belgia Baron Auguste Goffinet, Perdana Menteri Belgia Sylvain Van de Weyer, Jenderal Prusia Curt von Morgen, Bangsawan Belgia Count d'Arschot Schoonhoven, Perdana Menteri Belgia Albert Joseph, Perdana Menteri Belgia Count Felix de Muelenaere, Perdana Menteri Belgia Baron Jean-Baptiste Nothomb, Politisi Belgia Baron Edouard d'Huart, Politisi Belgia Charles Liedts, serta Perdana Menteri Belgia Charles Rogier



SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Karl von Oberkamp (30 Oktober 1893 - 4 Mei 1947) saat masih menjadi perwira Heer berpangkat Hauptmann. Dia bergabung dengan SS pada tanggal 1 November 1938 dan langsung diberi pangkat SS-Sturmbannführer (setingkat dengan Mayor)


Charakter als Generalmajor z.V. Karl Sauter (16 Mei 1870 - 11 Maret 1959)


 General der Luftwaffe Walther Wecke (30 September 1885 - 16 Desember 1943) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian melanjutkan karir di kepolisian. Pada bulan Februari 1933 - saat masih berpangkat Major der Schutzpolizei - dia dipercaya oleh Hermann Göring (Menteri Dalam Negeri Prusia pada saat itu) untuk menjadi komandan dari Polizeiabteilung z.b.V. Wecke - cikal-bakal Divisi "Hermann Göring" - yang baru didirikan, sebuah unit khusus setingkat batalyon yang diisi oleh polisi-polisi yang fanatik terhadap Nasional-Sosialisme yang mempunyai tugas utama untuk menyingkirkan musuh-musuh Nazi. Wecke memimpin unit ini sampai bulan Juni 1934, saat pangkatnya telah menjadi Generalmajor der Polizei. Pada bulan Oktober 1935 dia ditransfer ke Heer (Angkatan Darat), hanya untuk dipindahkan kembali ke Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) dua tahun kemudian. Penugasan pertama Wecke di satuan barunya adalah sebagai Komandan Reichsluftschutz-Schule. Pada tahun 1939 dia pindah ke Slovakia untuk menempati jabatan baru sebagai Komandan Luftwaffenübungsplatzes Malacki. Wecke tidak merasakan kekalahan Jerman di akhir Perang Dunia II, karena dia keburu meninggal - akibat dari sakit yang dideritanya - di Rumah Sakit Luftwaffe Gotha di bulan Desember 1943. Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Deutsches Reiterabzeichen; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht Dienstauszeichenung IV.Klasse bis I.Klasse; Kriegsverdienstkreuz II.Klasse und I.Klasse mit Schwertern; War Victory Cross Order (Slovakia) serta Grand Cross to the Order of the Slovakian Cross (Slovakia). Dalam foto ini Wecke mengenakan medali Komturkreuz 2. Klasse mit Schwertern des Herzoglich Sachsen-Ernestinischen Hausordens (2. Modell) di lehernya


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com