Tuesday, May 13, 2025

Seri Video Propaganda Jerman dan Axis

DIE DEUTSCHE WOCHENSCHAU

Die Deutsche Wochenschau adalah serangkaian film berita mingguan yang diproduksi oleh pemerintahan Nazi Jerman selama era Perang Dunia II, dari bulan Juni 1940 hingga 22 Maret 1945. Film ini merupakan alat propaganda utama yang digunakan oleh Kementerian Propaganda Nazi di bawah pimpinan Joseph Goebbels untuk memengaruhi opini publik Jerman.

Setiap edisi Wochenschau berdurasi sekitar 20 menit dan biasanya diputar di bioskop sebelum film utama. Isinya mencakup laporan-laporan militer dari garis depan, kunjungan pemimpin Nazi, perayaan nasional, dan berita-berita lain yang disusun untuk menanamkan semangat nasionalisme, optimisme, serta loyalitas terhadap Adolf Hitler dan partai Nazi.

Berbeda dengan laporan berita independen, Die Deutsche Wochenschau dikontrol penuh oleh negara dan disusun secara selektif untuk menampilkan kemenangan dan keberhasilan Jerman, sekaligus menyembunyikan kekalahan atau kekejaman yang dilakukan rezim. Dalam konteks ini, Wochenschau menjadi bukti penting bagaimana media visual dapat dimanfaatkan untuk manipulasi massa dan penguatan ideologi totaliter.

Saat ini, rekaman-rekaman Die Deutsche Wochenschau menjadi bahan studi sejarah dan media yang menunjukkan betapa kuatnya peran propaganda dalam konflik dan pemerintahan otoriter.
  1. Die Deutsche Wochenschau No. 511 - 20 Juni 1940
  2. Die Deutsche Wochenschau No. 512 - 26 Juni 1940
  3. Die Deutsche Wochenschau No. 515 - 18 Juli 1940
  4. Die Deutsche Wochenschau No. 523 - 12 September 1940
  5. Die Deutsche Wochenschau No. 531 - 6 November 1940
  6. Die Deutsche Wochenschau No. 532 - 13 November 1940
  7. Die Deutsche Wochenschau No. 534 - 27 November 1940
  8. Die Deutsche Wochenschau No. 546 - 19 Februari 1941 (teks Inggris)
  9. Die Deutsche Wochenschau No. 549 - 12 Maret 1941
  10. Die Deutsche Wochenschau No. 553 - 9 April 1941
  11. Die Deutsche Wochenschau No. 554 - 16 April 1941
  12. Die Deutsche Wochenschau No. 555 - 23 April 1941 (teks Inggris)
  13. Die Deutsche Wochenschau No. 556 - 30 April 1941
  14. Die Deutsche Wochenschau No. 557 - 7 Mei 1941
  15. Die Deutsche Wochenschau No. 564 - 25 Juni 1941
  16. Die Deutsche Wochenschau No. 567 - 17 Juli 1941
  17. Die Deutsche Wochenschau No. 569 - 30 Juli 1941
  18. Die Deutsche Wochenschau No. 573 - 27 Agustus 1941
  19. Die Deutsche Wochenschau No. 574 - 3 September 1941
  20. Die Deutsche Wochenschau No. 575 - 10 September 1941
  21. Die Deutsche Wochenschau No. 577 - 24 September 1941
  22. Die Deutsche Wochenschau No. 578 - 1 Oktober 1941
  23. Die Deutsche Wochenschau No. 580 - 15 Oktober 1941
  24. Die Deutsche Wochenschau No. 581 - 22 Oktober 1941
  25. Die Deutsche Wochenschau No. 582 - 29 Oktober 1941
  26. Die Deutsche Wochenschau No. 583 - 5 November 1941
  27. Die Deutsche Wochenschau No. 585 - 20 November 1941
  28. Die Deutsche Wochenschau No. 588 - 10 Desember 1941
  29. Die Deutsche Wochenschau No. 592 - 7 Januari 1942
  30. Die Deutsche Wochenschau No. 593 - 14 Januari 1942
  31. Die Deutsche Wochenschau No. 595 - 28 Januari 1942
  32. Die Deutsche Wochenschau No. 598 - 19 Februari 1942
  33. Die Deutsche Wochenschau No. 599 - 25 Februari 1942
  34. Die Deutsche Wochenschau No. 601 - 11 Maret 1942
  35. Die Deutsche Wochenschau No. 603 - 25 Maret 1942
  36. Die Deutsche Wochenschau No. 604 - 1 April 1942
  37. Die Deutsche Wochenschau No. 608 - 29 April 1942
  38. Die Deutsche Wochenschau No. 611 - 20 Mei 1942
  39. Die Deutsche Wochenschau No. 613 - 3 Juni 1942
  40. Die Deutsche Wochenschau No. 614 - 10 Juni 1942
  41. Die Deutsche Wochenschau No. 615 - 17 Juni 1942
  42. Die Deutsche Wochenschau No. 616 - 24 Juni 1942
  43. Die Deutsche Wochenschau No. 617 - 1 Juli 1942
  44. Die Deutsche Wochenschau No. 618 - 8 Juli 1942
  45. Die Deutsche Wochenschau No. 619 - 15 Juli 1942
  46. Die Deutsche Wochenschau No. 620 - 22 Juli 1942
  47. Die Deutsche Wochenschau No. 623 - 12 Agustus 1942
  48. Die Deutsche Wochenschau No. 624 - 19 Agustus 1942
  49. Die Deutsche Wochenschau No. 625 - 26 Agustus 1942
  50. Die Deutsche Wochenschau No. 626 - 2 September 1942
  51. Die Deutsche Wochenschau No. 627 - 9 September 1942
  52. Die Deutsche Wochenschau No. 629 - 23 September 1942
  53. Die Deutsche Wochenschau No. 630 - 30 September 1942
  54. Die Deutsche Wochenschau No. 631 - 7 Oktober 1942
  55. Die Deutsche Wochenschau No. 632 - 14 Oktober 1942
  56. Die Deutsche Wochenschau No. 634 - 28 Oktober 1942
  57. Die Deutsche Wochenschau No. 635 - 4 November 1942
  58. Die Deutsche Wochenschau No. 637 - 18 November 1942
  59. Die Deutsche Wochenschau No. 641 - 16 Desember 1942
  60. Die Deutsche Wochenschau No. 644 - 6 Januari 1943
  61. Die Deutsche Wochenschau No. 645 - 13 Januari 1943
  62. Die Deutsche Wochenschau No. 650 - 17 Februari 1943
  63. Die Deutsche Wochenschau No. 653 - 10 Maret 1943
  64. Die Deutsche Wochenschau No. 654 - 17 Maret 1943
  65. Die Deutsche Wochenschau No. 657 - 7 April 1943
  66. Die Deutsche Wochenschau No. 661 - 5 Mei 1943
  67. Die Deutsche Wochenschau No. 665 - 2 Juni 1943
  68. Die Deutsche Wochenschau No. 668 - 23 Juni 1943
  69. Die Deutsche Wochenschau No. 670 - 7 Juli 1943
  70. Die Deutsche Wochenschau No. 677 - 25 Agustus 1943
  71. Die Deutsche Wochenschau No. 680 - 15 September 1943
  72. Die Deutsche Wochenschau No. 703 - 23 Februari 1944
  73. Die Deutsche Wochenschau No. 705 - 8 Maret 1944
  74. Die Deutsche Wochenschau No. 709 - 5 April 1944
  75. Die Deutsche Wochenschau No. 710 - 12 April 1944
  76. Die Deutsche Wochenschau No. 714 - 10 Mei 1944
  77. Die Deutsche Wochenschau No. 720 - 21 Juni 1944
  78. Die Deutsche Wochenschau No. 728 - 17 Agustus 1944
  79. Die Deutsche Wochenschau No. 732 - 14 September 1944
  80. Die Deutsche Wochenschau No. 733 - 21 September 1944
  81. Die Deutsche Wochenschau No. 736 - 11 Oktober 1944
  82. Die Deutsche Wochenschau No. 738 - 26 Oktober 1944
  83. Die Deutsche Wochenschau No. 742 - 23 November 1944
  84. Die Deutsche Wochenschau No. 743 - 30 November 1944
  85. Die Deutsche Wochenschau No. 747 - 4 Januari 1945
  86. Die Deutsche Wochenschau No. 750 - 25 Januari 1945
  87. Die Deutsche Wochenschau No. 751 - 10 Februari 1945
  88. Die Deutsche Wochenschau No. 752 - 24 Februari 1945
  89. Die Deutsche Wochenschau No. 753 - 5 Maret 1945
  90. Die Deutsche Wochenschau No. 755 - 22 Maret 1945

---------------------------------------------------------------------

UFA TONWOCHE (SUARA UFA MINGGUAN)

Ufa-Tonwoche adalah seri mingguan film berita Jerman yang diproduksi oleh Universum Film AG (UFA) dari tahun 1925 s/d 1940, yang berfungsi sebagai salah satu instrumen utama propaganda visual Nazi. Dengan gaya penyajian yang dinamis, narasi penuh retorika, serta perpaduan gambar dokumenter dan rekayasa visual, Ufa-Tonwoche menampilkan peristiwa politik, sosial, budaya, hingga perkembangan militer, yang selalu diarahkan untuk menonjolkan kekuatan, kemegahan, dan legitimasi rezim Hitler. Program ini diputar sebelum pemutaran film di bioskop-bioskop seluruh Jerman maupun wilayah pendudukan, menjadikannya media efektif dalam membentuk opini publik, memobilisasi semangat perang, dan menanamkan citra heroik Führer serta Wehrmacht. Dari sejak bulan Juni 1940, Ufa Tonwoche berganti nama menjadi Die Deutsche Wochenschau, yang berlanjut terus sampai bulan April 1945.

  1. Ufa Tonwoche No. 492 - 7 Februari 1940
  2. Ufa Tonwoche No. 502 - 17 April 1940

---------------------------------------------------------------------

UFA AUSLANDSTONWOCHE (SUARA UFA MINGGUAN LUAR NEGERI)

UFA Auslandstonwoche (Suara Mingguan Luar Negeri UFA) merupakan versi internasional dari rangkaian film berita Jerman yang diproduksi oleh Universum Film AG (UFA) selama era Nazi, yang dirancang khusus untuk konsumsi luar negeri. Berbeda dengan Deutsche Wochenschau yang ditujukan bagi penonton domestik, Auslandstonwoche menampilkan liputan perang, kegiatan diplomatik, serta keberhasilan militer Jerman dengan nada lebih halus dan bersifat persuasif, agar mampu membentuk citra positif Reich di mata dunia. Film berita ini disebarluaskan ke negara-negara netral maupun sekutu Jerman melalui kantor propaganda luar negeri, menonjolkan kekuatan teknologi, disiplin militer, dan “tata tertib baru” Eropa di bawah pengaruh Jerman. Dengan produksi berkualitas tinggi dan narasi multibahasa, UFA Auslandstonwoche menjadi alat propaganda yang efektif untuk memengaruhi opini publik internasional selama Perang Dunia II.

  1. Ufa Auslandstonwoche No. 688 - 7 November 1944

---------------------------------------------------------------------

DEGETO WELTSPIEGEL (TINJAUAN DUNIA DEGETO)

Degeto Weltspiegel (Tinjauan Dunia Degeto) adalah serangkaian film berita propaganda bisu yang diproduksi oleh perusahaan Degeto (singkatan dari DEutsche GEsellschaft für TOn und Bild, Asosiasi Suara dan Film Jerman). Diproduksi antara tahun 1939 dan 1943, film-film berita ini relatif singkat dan seringkali hanya menampilkan satu atau dua peristiwa penting saja. Meskipun film berita bersuara menjadi umum pada tahun 1930-an, masih ada beberapa bioskop dan ruang pemutaran film di beberapa tempat yang tidak memiliki fasilitas untuk memutar film bersuara, sehingga film berita dan film bisu masih diproduksi, meskipun dalam skala yang lebih kecil. Meskipun tidak ada suara, film ini menggunakan kartu teks untuk memperkenalkan adegan-adegan tersebut.

  1. Degeto Weltspiegel - Juni 1939

---------------------------------------------------------------------

WELT IM FILM (DUNIA DALAM FILM)

“Welt im Film” (Dunia dalam Film) adalah seri film berita pasca-perang pertama Jerman di zona pendudukan Barat, yang diproduksi oleh pemerintah pendudukan Inggris dan Amerika. Dimulai pada pertengahan Mei 1945, film berita ini dimaksudkan untuk memperingatkan warga sipil Jerman agar mematuhi Pemerintah Militer Sekutu, dan untuk mendidik mereka kembali ke arah demokrasi.

Film-film berita ini diproduksi di Studio Film Bavaria di Grünwald dekat Munich, yang selamat dari perang tanpa mengalami kerusakan. Di daerah pendudukan Inggris, pemutaran film ini diwajibkan di bioskop.

Setelah beberapa bulan, temanya mulai bergeser dari tema yang keras dan mengancam ke arah berita yang lebih santai. Topik politik sebagian besar dihilangkan, dan berita-berita yang ditayangkan lebih banyak menampilkan topik yang lebih ringan, seperti olahraga dan hiburan.

Inggris berhenti memproduksi gulungan berita ini pada tahun 1949, sementara Amerika melanjutkannya hingga Juni 1952, ketika produksi diambil alih oleh perusahaan “New German Newsweek”, yang memproduksi gulungan berita ini, dengan judul yang berbeda, hingga akhir tahun 1977.

  1. Welt im Film no.2 - 25 Mei 1945

---------------------------------------------------------------------

PROPAGANDA JEPANG
 

Nippon Nyusu (Berita Jepang) adalah buletin berita film resmi Jepang pada era Perang Dunia II yang diproduksi sebagai alat propaganda untuk memperkuat semangat nasionalisme dan mendukung kebijakan perang Kekaisaran. Ditayangkan di bioskop sebelum pemutaran film utama, Nippon Nyusu menampilkan laporan kemenangan militer, pidato para pemimpin, kegiatan industri perang, serta potret kehidupan sehari-hari yang digambarkan penuh optimisme, guna membentuk opini publik sesuai kepentingan negara. Dengan gaya visual yang dramatis dan narasi yang penuh semangat, buletin ini berfungsi tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana psikologis untuk menjaga moral rakyat Jepang di tengah perang yang semakin lama semakin berat.

  1. Nippon Nyusu (Berita Jepang) No. 130 - 1 Desember 1942
  2. Awak kapal perang Jepang dalam Perang Dunia II
  3. Serangan pasukan parasut Dai Nippon ke kilang minyak Palembang (1942)
  4. Kapal selam Jepang dalam Perang Dunia II
  5. Kato Hayabusa Sento-Tai (Skuadron Pemburu Kolonel Kato), film Jepang produksi tahun 1944
  6. Mitsubishi B4M "Betty", bomber andalan Jepang dalam Perang Dunia II
  7. Sekolah pelatihan kapal selam Jepang (1940)

Welt im Film No.2 - 25 Mei 1945


“Welt im Film” (Dunia dalam Film) adalah seri film berita pasca-perang pertama Jerman di zona pendudukan Barat, yang diproduksi oleh pemerintah pendudukan Inggris dan Amerika. Dimulai pada pertengahan Mei 1945, film berita ini dimaksudkan untuk memperingatkan warga sipil Jerman agar mematuhi Pemerintah Militer Sekutu, dan untuk mendidik mereka kembali ke arah demokrasi.

Film-film berita ini diproduksi di Studio Film Bavaria di Grünwald dekat Munich, yang selamat dari perang tanpa mengalami kerusakan. Di daerah pendudukan Inggris, pemutaran film ini diwajibkan di bioskop.

Setelah beberapa bulan, temanya mulai bergeser dari tema yang keras dan mengancam ke arah berita yang lebih santai. Topik politik sebagian besar dihilangkan, dan berita-berita yang ditayangkan lebih banyak menampilkan topik yang lebih ringan, seperti olahraga dan hiburan.

Inggris berhenti memproduksi gulungan berita ini pada tahun 1949, sementara Amerika melanjutkannya hingga Juni 1952, ketika produksi diambil alih oleh perusahaan “New German Newsweek”, yang memproduksi gulungan berita ini, dengan judul yang berbeda, hingga akhir tahun 1977.

Film di atas adalah edisi kedua Welt im Film, tertanggal 25 Mei 1945. Film ini menampilkan adegan-adegan dari berbagai penyerahan pasukan Jerman, termasuk penyerahan tanpa syarat di Berlin pada tanggal 8 Mei 1945. Selain itu ada pula cuplikan dari Konferensi Keamanan PBB di San Fransisco, dan adegan distribusi makanan di Jerman di bawah Komando Militer Sekutu.

Adegan terakhir mencakup eksekusi seorang pria Jerman yang dijatuhi hukuman mati di bawah Otoritas Militer Sekutu, sebagai sebuah pengingat kepada penonton bahwa hukum otoritas pendudukan harus dipatuhi -.



Sumber :
Bundesarchiv via WWII German Archive

Monday, May 12, 2025

Pemerintahan Militer Sekutu di Jerman (1945)


Pemerintahan militer Sekutu di Jerman pada tahun 1945 adalah masa pendudukan Jerman oleh kekuatan-kekuatan Sekutu yang mengalahkan Jerman (Uni Soviet, Britania Raya, Amerika Serikat, dan Prancis). Jerman dibagi menjadi empat zona pendudukan, masing-masing dikuasai oleh satu negara Sekutu. Pendudukan ini dilakukan setelah Jerman menyerah tanpa syarat pada akhir Perang Dunia II.



Sumber :
"Welt im Film" No.2
Bundesarchiv / WWII German Archive

Jerman Menyerah Tanpa Syarat (1945)


Penyerahan tanpa syarat Jerman kepada Sekutu terjadi pada tanggal 8 Mei 1945, mengakhiri Perang Dunia II di Eropa. Penyerahan formal angkatan bersenjata Jerman Nazi diterima oleh Sekutu setelah dokumen penyerahan ditandatangani di Reims, Prancis, pada 7 Mei 1945



Source :
"Welt im Film" No.2
Bundesarchiv / WWII German Archive
German WWII Archive

Sunday, May 11, 2025

Video Propaganda Pertempuran Kursk (1943)


Pertempuran Kursk, yang secara resmi disebut sebagai Unternehmen Zitadelle (Operasi Benteng), adalah serangan Jerman terhadap benteng pertahanan Rusia di Kursk yang berlangsung dari awal hingga pertengahan Juli 1943.

Jerman berencana menyerang Kursk secara bersamaan dari utara, dekat Orel, dan dari selatan, dekat Belogrod, untuk memotong dan menghancurkan pasukan Soviet di dalam Kursk. Jerman melakukannya dengan kekuatan tank yang kuat, dengan mengerahkan sekitar 3.000 tank dan senjata serbu dalam serangan itu, termasuk banyak tank terbaru dari jenis Panther dan Tiger.

Berkat intelijen Sekutu, Soviet telah diperingatkan jauh sebelum serangan dan menggunakannya untuk mempersiapkan diri dengan menyiapkan posisi pertahanan yang luas, termasuk ladang ranjau, emplasemen senapan Anti-tank, dan struktur pertahanan lainnya. Karena persiapan Soviet yang ekstensif, serangan Jerman, yang dimulai pada 4 Juli, hanya berjalan lambat, sebelum akhirnya terhenti sekitar pertengahan Juli, salah satunya karena Jerman sangat meremehkan kekuatan cadangan Soviet.

Meskipun kerugian Soviet jauh lebih besar daripada Jerman (Soviet kehilangan sekitar 1.500 hingga 2.000 tank dan senjata serbu selama Operasi Citadel, sedangkan Jerman sekitar 323 tank), Soviet mampu mengganti kerugian mereka dengan cepat, sementara Jerman tidak. Selain itu, meski Jerman hanya kehilangan sekitar 330 tank, jumlah tank yang rusak mencapai 1.600 buah, dan memperbaiki tank-tank ini secara tepat waktu adalah hal yang sulit bagi pihak penyerbu.

Invasi Sekutu ke Sisilia pada tanggal 9 Juli 1943 memaksa Jerman menghentikan serangan demi untuk menarik pasukannya dari Front Timur.

Ini adalah kali terakhir Jerman memiliki inisiatif strategis di Front Timur. Setelah Operasi Citadel, inisiatif ini jatuh ke tangan Soviet hingga akhir perang.

Video berikut ini menunjukkan adegan-adegan dari pertempuran, yang ditampilkan dalam gulungan berita propaganda Jerman "Die Deutsche Wochenschau". Video ini menunjukkan cuplikan unit tank dan infanteri Jerman yang bergerak maju, pesawat pengebom dan artileri Jerman yang menyerang posisi Soviet, tank-tank Soviet yang hancur dan material lainnya. Selain itu juga ada penampakan jenderal Walter Model dan Günther von Kluge, serta adegan lainnya.



Sumber :
WWII German Archive

"Oel", Film Pendek Jerman tentang Produksi dan Logistik Minyak dalam Perang (1942)



“Oel” (Minyak) adalah film pendek yang diproduksi oleh departemen film Angkatan Darat Jerman pada tahun 1942, yang memberikan gambaran singkat tentang ekstraksi minyak, cara kerja ladang minyak dan kilang, di mana ladang minyak yang penting berada, dan bagaimana bahan bakar yang diproduksi diangkut ke garis depan. Sebagian besar adegan diambil di ladang minyak dan kilang bahan bakar Ploesti di Rumania.

Meskipun tidak diketahui secara pasti untuk siapa film ini diproduksi. Karena diproduksi oleh departemen film Angkatan Darat, maka film ini tidak diproduksi untuk pemutaran publik. Ini juga bukan film pelatihan untuk para insinyur minyak di masa depan, karena informasi yang diberikan di sini terlalu dangkal.

Kemungkinan besar film ini ditayangkan untuk para tentara yang bergabung di unit yang dikirim untuk mempertahankan ladang-ladang minyak, seperti Heeresgruppe B selama pergerakan mereka di Kaukasus pada tahun 1942.



Sumber :
WWII German Archive

Wednesday, April 30, 2025

Video Propaganda Panzergrenadier-Division “Großdeutschland” dalam Pertempuran (Mei 1944)



Divisi Panzergrenadier “Großdeutschland” (Jerman Raya) adalah salah satu divisi paling elit dari Wehrmacht pada Perang Dunia II.  Pada bulan Juli 1939, Resimen Jaga di Berlin berganti nama menjadi Resimen Infanteri “Großdeutschland”, dan bersama dengan bagian-bagian dari Resimen Pelatihan Infanteri dari Sekolah Angkatan Darat di Döberitz, dibentuklah “Resimen Infanteri Großdeutschland (bermotor)” yang baru. Nama “Jerman Raya” mengacu pada gagasan bahwa semua etnis Jerman harus tinggal di satu negara yang disebut Jerman Raya. Demi kemudahan membaca, singkatan “GD” akan digunakan dalam teks ini.

Resimen GD digunakan untuk pertama kalinya dalam pertempuran di Prancis, pertama sebagai bagian dari kelompok tank Heinz Guderian, bertempur di Sedan dan Dunkirk, dan kemudian sebagai bagian dari kelompok tank Ewald von Kleist, di mana mereka mengambil bagian dalam perebutan kota Lyon.

Selama Operasi Barbarossa, tank ini menjadi cadangan strategis Grup Tank 2, dan dengan demikian hanya ambil bagian dalam pertempuran dari pertengahan Juli dan seterusnya. Resimen ini ikut serta dalam pengepungan Smolensk dan Kiev, dan bertempur pada Desember 1941 di depan Moskow, di mana resimen ini mengalami kekalahan besar, dan pada akhir Februari 1942, hanya tiga perwira dan 30 bintara serta tamtama yang masih bertahan di resimen ini!

Pada bulan April-Mei 1942, resimen ini ditingkatkan menjadi Divisi, dan digunakan dalam Operasi Biru, serangan musim panas Jerman, dan kemudian ikut serta dalam Pertempuran Rzhev, di mana resimen ini sekali lagi mengalami kekalahan besar, hingga 80% kendaraan tempurnya hilang.

Pada Februari 1943, Divisi ini ikut serta dalam Pertempuran Kharkov Ketiga, sebelum akhirnya direformasi pada Juni 1943 menjadi Divisi Panzergrenadier. Meski secara resmi menjadi Divisi Panzergrenadier, Divisi ini memiliki tiga detasemen tank, 11 kompi tank, kekuatan nominal 232 tank, dan 21.823 personel, sehingga memiliki perlengkapan yang lebih baik daripada divisi tank Jerman lainnya. Divisi ini digunakan dalam Pertempuran Kursk, kemudian dikerahkan lagi di daerah Kharkov dan mundur ke arah barat pada akhir 1943 / awal 1944, sebelum mengambil bagian dalam pertempuran pertahanan di Rumania, terutama pada Pertempuran Targu Frumos. Pada akhir 1944, divisi ini digunakan di Memel di bagian utara Front Timur, dan bertempur di Prusia Timur pada tahun 1945, di mana divisi ini secara efektif berhenti beroperasi pada bulan April 1945.

Divisi GD pada dasarnya adalah divisi elit Angkatan Darat Jerman, dan oleh karena itu selalu dilengkapi dengan peralatan modern, pada tahun 1944, meskipun secara umum kekurangan senjata dan kendaraan, divisi ini memiliki tank Tiger dan Panther modern, banyak Sd.Kfz.251 APC, termasuk versi khusus dengan senapan AA, AT, dan howitzer, tank AA, dan SPG.

Rekaman di sini, yang ditampilkan di berita propaganda mingguan Jerman pada tanggal 17 Mei 1944, menunjukkan adegan pertempuran Divisi GD, banyak adegan dengan tank Panther dan Sd.Kfz. 251 APC dan diambil selama pertempuran pertahanan di Rumania Timur pada musim semi 1944.



Sumber :
German WWII Archive

Monday, April 28, 2025

Video Propaganda Pelatihan Pilot & Awak Bomber Luftwaffe (Januari 1941)



Selama Perang Dunia II, Jerman, seperti halnya semua negara yang terlibat perang, banyak menggunakan pesawat pengebom, baik untuk pengeboman strategis maupun taktis. Menerbangkan dan mengoperasikan pesawat pengebom merupakan tugas yang sulit, sehingga para awak pesawat harus dilatih dengan baik agar efisien dalam pertempuran. Video ini menunjukkan cuplikan dari sekolah pengebom Jerman, di mana para calon pilot dan awak pesawat menerima pelatihan navigasi, pengeboman, deteksi target, dan penembakan defensif dengan MG. Rekaman ini juga menunjukkan penerbangan pelatihan pertama dari para awak baru.



Sumber :
German WWII Archive

Sunday, April 27, 2025

Video Propaganda Jerman Menguasai Italia (September 1943)


Setelah Mussolini digulingkan di Italia dan digantikan oleh Marsekal Badoglio pada bulan Juli 1943, Jerman bersiap-siap untuk menduduki Italia. Mereka mengetahui tentang negosiasi antara Italia dan Sekutu untuk gencatan senjata, dan mengirim pasukan ke Italia untuk menduduki negara itu, dengan dalih melindungi Italia dari invasi Sekutu.

Ketika Gencatan Senjata antara Italia dan Sekutu diumumkan pada tanggal 8 September, pasukan Jerman dengan cepat menduduki Italia utara dan tengah, serta melucuti senjata dan menginternir lebih dari 413.000 tentara Italia.

Berikut ini adalah cuplikan dari unit-unit Jerman yang memasuki dan menduduki kota-kota di Italia, seperti Milan atau Reggio, yang ditampilkan dalam gulungan berita propaganda Jerman pada akhir September 1943. Klip ini juga menunjukkan rekaman pasukan para yang bertempur dengan pasukan Italia di Roma, dan rekaman pertempuran dari Italia selatan, di mana pasukan Jerman bertempur menghadapi pendaratan Sekutu.



Sumber :
German WWII Archive

Video Propaganda Afrikakorps, Rommel & Tobruk (Juni 1941)


 
Setelah pasukan pertama Afrikakorps Jerman tiba di Afrika Utara pada bulan Februari 1941, Jenderal Rommel, komandan Korps, memutuskan untuk segera menyerang pasukan Inggris di Libya, yang telah dilemahkan oleh pengerahan kembali pasukan Inggris dan pasukan Persemakmuran lainnya ke Yunani.

Rommel berhasil maju dengan cepat antara Maret dan Juni 1941, merebut kembali seluruh Cyrenaica, dan mencapai benteng Inggris di Tobruk pada 10 April 1941, memulai pengepungan selama sebulan, yang berakhir dengan kegagalan bagi Poros: Inggris berhasil mengangkat pengepungan pada akhir November 1941.

Tobruk akhirnya direbut oleh pasukan Jerman dan Italia pada bulan Juni 1942; sebelum akhirnya menyerah saat pasukan Jerman mundur pada bulan November di tahun yang sama.

Video ini menunjukkan cuplikan dari Afrikakorps, yang ditampilkan dalam gulungan berita propaganda Jerman dari awal Juni 1941. Video ini menunjukkan cuplikan saat Rommel mengunjungi pasukan, artileri Jerman yang sedang menembaki Tobruk, unit-unit Jerman dan Italia yang bergerak maju ke arah kota, dan unit-unit Stuka yang menyerang target darat.

Sumber :
German WWII Archive

Sunday, July 21, 2024

Daftar Jenderal Asing SS

DENMARK




Christian Peder Kryssing (7 Juli 1891 - 7 Juli 1976)
SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen- SS (1 Agustus 1943)
Medali tertinggi: 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse

----------------------------------------------------------------------------

ESTONIA

Johannes Soodla (14 Januari 1897 - 16 Mei 1965)
Waffen-Brigadeführer der SS (1944)
Medali tertinggi: 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse (3 September 1944)

----------------------------------------------------------------------------

HUNGARIA



Ferenc Feketehalmy-Czeydner / Franz Zeidner (22 November 1890 - 5 November 1946)
Waffen-Obergruppenführer und General der Waffen-SS (1 November 1944)
Waffen-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS (1 Maret 1944)
Medali tertinggi: 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse



Jenő Oszkár Ruszkay / Eugen Ranzenberger (1 Januari 1887 - 22 Juni 1946)
Waffen-Obergruppenführer und General der Waffen-SS (23 Februari 1945)
Medali tertinggi: 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse




József (Josef) vitéz Grassy (31 Desember 1894 - 5 November 1946)
Waffen-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS (23 Februari 1945)
Medali tertinggi: 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse

----------------------------------------------------------------------------

ITALIA



Piero Mannelli (10 Juli 1896 - 4 Desember 1972)
Waffen-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS (24 Maret 1944)
Medali tertinggi: Medaglia al Valore Militare

----------------------------------------------------------------------------

LATVIA



Rūdolfs Karls Bangerskis (21 Juli 1878 - 25 Februari 1958)
SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen- SS (1 September 1943)
Legions-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS (13 Maret 1943)
Medali tertinggi: Kriegsverdienstkreuz I.Klasse mit Schwertern (19 Juli 1944)

----------------------------------------------------------------------------

RUSIA

Bronislav Vladislavovich Kaminski (16 Juni 1899 - 28 Agustus 1944)
Waffen-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS (1 Agustus 1944)
Medali tertinggi: 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse

Sunday, December 24, 2023

Album Foto Luftwaffe Koleksi Joko Nugroho



Album foto kenangan masa perang (Kriegserinnerungen) ini adalah milik teman saya di Facebook, kang Joko Nugroho (Jocko Whiteboard), dan berisikan foto-foto pribadi seorang prajurit Luftwaffe di era Perang Dunia II, dari masa pelatihan di RAD (Reichsarbeitsdienst) sampai penempatannya di wilayah pendudukan Front Barat. Dari nama yang banyak muncul di teks penyerta foto, kemungkinan besar si prajurit bernama Franz Bausen.


Beraneka kegiatan, termasuk acara olahraga dan foto close-up.



Yang ini diambil dari foto propaganda yang banyak beredar pada masa itu, yang memperlihatkan pelatihan Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung Jerman). Tidak diketahui apakah si prajurit Luftwaffe memang berasal dari unit FJ atau tidak.



Sama seperti sebelunya, kumpulan foto propaganda yang memperlihatkan pelatihan Fallschirmjäger.



Sama seperti sebelunya, kumpulan foto propaganda yang memperlihatkan pelatihan Fallschirmjäger.



Acara kegiatan berburu di musim dingin. Orang tinggi besar yang memakai topi pilot adalah Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3).



Masih dari acara berburu yang sama, kini dengan binatang hasil buruan.



Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3) bersama dengan para perwiranya. Postur dan wajahnya hampir mirip dengan Panglima Luftwaffe Hermann göring!



Upacara yang diselenggarakan di depan hanggar. Lokasinya kemungkinan besar di Front Barat.



Upacara yang diselenggarakan di depan hanggar. Memberi hormat adalah Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3).



Penampakan para perwira Luftwaffe dan pesawat Junkers Ju 87 "Stuka". Ritterkreuzträger di kiri atas adalah General der Flieger Helmuth Förster (Chef der Luftabwehr im RLM).



Para perwira Luftwaffe di Front Barat.



General der Flieger Helmuth Förster (kanan, Chef der Luftabwehr im RLM) dalam acara pemberian penghargaan terhadap prajurit Luftwaffe.



Penutup. Tidak ada keterangan identitas dari Oberstleutnant yang nampang dalam lembaran ini.


Sumber :
Foto koleksi Joko Nugroho (Jocko Whiteboard)

Saturday, September 2, 2023

Foto Tokoh Third Reich Peraih Kriegsabzeichen für die Marineartillerie (Naval Artillery War Badge)



Admiral Johannes Bachmann (22 Maret 1890 - 2 April 1945) bergabung dengan Kaiserliche Marine tanggal 1 April 1909 dan bertugas di kapal-kapal perang yang dipunyai Jerman seperti "Freya" dan Gneisenau", juga kapal torpedo "G 8" dan "V 130". Seusai Perang Dunia Pertama Bachmann menjadi perwira di unit artileri pantai sebelum dilempar kembali ke barisan kapal perang (Hamburg, Nymph, Karlsruhe, Ostsee, dan Emden). Pada tanggal 1 Februari 1943 dia ditunjuk sebagai Kommandierender Admiral "Atlantikküste", dan ini menjadi jabatan terakhirnya karena tak lama setelahnya, tanggal 31 Mei 1943, Bachmann pensiun. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Silber tanggal 5 Maret 1943 sebagai Admiral dan Marinebefehlshaber Westfrankreich. Bachmann gugur dalam pertempuran di dekat Willebadessen/Warburg pada tanggal 2 April 1945 (entah apa sebabnya dia masih ikut mengangkat senjata walaupun sudah pensiun!) dan jenazahnya kemudian dikebumikan di Königswinter-Ittenbach. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Marineverwundetenabzeichen in Schwarz; Ritterkreuz II. Klasse des Königlich Sächsischer Albrechtsordens mit Schwertern; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse dan I.Klasse mit Schwertern


Sumber :
www.en.wikipedia.org

Sunday, August 20, 2023

Foto Tokoh Third Reich dengan Pince-Nez (Kacamata Tanpa Gagang)



Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada tanggal 5 Oktober 1939, dan memperlihatkan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei) yang sedang berbicara dengan seorang perwira Orpo (Ordnungspolizei) tak dikenal - kemungkinan berpangkat Major - di sela-sela acara parade kemenangan pasukan Jerman di Warsawa, Polandia. Di latar belakang terlihat barisan mobil VIP dari jenis Mercedes-Benz W31 type G4 yang terparkir di pinggir jalan. Terdapat keterangan yang berbeda mengenai Polizeibataillonen mana yang bertugas di Warsawa pada saat foto ini diambil. Berdasarkan roll NARA T 312 R 39 (AOK 8), lima diantaranya - yang berada di bawah komando Oberst Rietzler (atau Ritzer) - dikirim ke Warsawa tak lama setelah ibukota Polandia tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman tanggal 28 September 1939. Laporan arsip IPN Polandia menyebutkan bahwa yang dikirim adalah Polizei-Bataillon 2 (Major Herbert Küster), Polizei-Bataillon 5 (Major Jenke), Polizei-Bataillon 6 (Major Wenzel), dan Polizei-Bataillon 7 (Major Vollmar). Buku Wolfgang Curilla menyebutkan tiga unit tambahan yang ada di Warsawa selama berlangsungnya parade: Polizei-Bataillon 3 (Major Höcke), Polizei-Bataillon 4 (Major Kasten), dan Polizei-Bataillon 6. Hanya saja yang terakhir kemungkinan baru tiba di pertengahan bulan Oktober 1939 sehingga tidak ikut hadir dalam acara parade. Hal menarik lain dari foto ini adalah bekas gagang kacamata yang terdapat di pipi atas Himmler. Uniknya, dalam kesempatan ini sang Panglima SS dan Polisi Jerman lebih memilih untuk menanggalkan kacamatanya dan menggantinya dengan pince nez (kacamata tanpa gagang). Ahli sejarah menyebutkan bahwa Himmler mempunyai masalah sakit kepala yang sering menderanya, yang diakibatkan salah satnya oleh kacamata yang tidak pernah lepas dari mukanya. Foto ini sendiri diambil di seberang podium utama tempat berdirinya Hitler dan jenderal-jenderal Wehrmacht pengiringnya, dengan Himmler membelakangi podium tersebut. Mobil-mobil yang ada dalam foto ini adalah milik Hitler dan para pengawalnya, yang datang ke lokasi dari arah pusat kota (berlawanan dengan arah parade pasukan). Saat parade dimulai, korps musik militer Wehrmacht adalah yang pertama datang, dan mereka mengambil posisi di depan satuan Polizei dan menghadap podium




Oberst Arthur Haussels (4 Februari 1895 - 13 Februari 1943)


Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger
www.forum.axishistory.com

Tuesday, July 4, 2023

Foto Berwarna Bangunan Bersejarah


Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan



Sumber :
www.sturgeonshouse.ipbhost.com

Foto Bangunan Bersejarah di Eropa


Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan



Sumber :
www.sturgeonshouse.ipbhost.com

Foto Berwarna Sturmartillerie / Sturmgeschütz

 
Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan



Sumber :
www.sturgeonshouse.ipbhost.com

Thursday, June 1, 2023

Said Mohammedi, Mantan Sukarelawan Wehrmacht yang Menjadi Pejuang Kemerdekaan Aljazair

Oleh: Alif Rafik Khan

Said Mohammedi dilahirkan pada tanggal 27 Desember 1912 di wilayah Berber Kabyle, Tizi Ouzou, Aljazair. Seperti sebagian besar negara Asia-Afrika lainnya di masa itu, Aljazair menjadi jajahan dari negara Eropa, yaitu Prancis. Di usia mudanya Said bergabung dengan Angkatan Darat Prancis. Pada waktu yang sama, dia mulai tertarik pada faham nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya yang terjajah. Said juga dikenal sebagai orang yang relijius, dan kedua hal tersebut (nasionalisme dan Islam) membuatnya menjadi pengikut fanatik Mufti Yerusalem, Hajj Amin al-Husseini. Selama berlangsungnya Perang Dunia II, Said ikut serta dalam usaha Al-Husseini yang berkolaborasi dengan Nazi Jerman, sambil berharap bahwa kekalahan Prancis di tahun 1940 dapat memuluskan rencana negaranya - dan juga koloni-koloni Prancis lainnya - untuk merdeka.

Said Mohammedi kemudian memutuskan untuk menjadi prajurit Wehrmacht dengan mendaftar sebagai kadet di Stahnsdorf pada akhir tahun 1941. Setelah menyelesaikan pelatihan dan disumpah setia, dengan pangkat Feldwebel dia ditempatkan sebagai anggota Kradschützen-Bataillon 4 yang merupakan satuan pelopor milik 24. Panzer-Division. Bersama unitnya tersebut, Said ikut bertempur dalam medan peperangan di Front Timur. Setelahnya dia dipindahkan ke unit Legion Freies Arabien (Legiun Arab Merdeka) yang sedang dibentuk di Zwetti, Austria, sebelum ditempatkan sebagai anggota Deutsche-Arabische Bataillon Nr 845 pada musim semi tahun 1943. Unit ini awalnya akan diterjunkan di Afrika Utara, tapi pasukan Jerman dan Italia keburu terusir dari sana sehingga wilayah operasionalnya kemudian dipindahkan ke wilayah Balkan. Said merasakan bertugas di Yunani selama enam bulan sebelum ditarik kembali untuk mendapatkan pelatihan tambahan sebagai anggota Abwehr (unit intelijen Wehrmacht) di Bad Belzig, Jerman. Setelah lulus, dia bergabung dengan Sonderkommando Wimmer, sebuah unit komando yang dipimpin oleh Oberst Franz Wimmer-Lamquet, seorang tokoh kontroversial yang dijuluki "Lawrence of Arabia-nya Jerman". Sonderkommando Wimmer sendiri bertanggung jawab langsung ke Adolf Hitler setelah meninggalnya Reinhard Heydrich di bulan Juni 1942.

Said Mohammedi sempat merasakan beberapa kali bertugas di garis belakang musuh sebagai agen Abwehr, biasanya dengan cara diterjunkan menggunakan parasut, terutama di front Afrika Utara dan Yugoslavia. Atas jasa-jasa serta keberaniannya, Said dianugerahi medali Eisernes Kreuz I.Klasse saat sedang menghabiskan jatah cuti di Berlin.

Pada musim panas tahun 1944, Said dikirim ke Aljazair (bersama dengan lima orang lainnya yang merupakan campuran Arab dan Jerman) oleh Abwehr, yang merupakan dinas intelijen Angkatan Bersenjata Jerman. Tugasnya adalah untuk mengumpulkan data-data intelijen serta melakukan usaha sabotase instalasi militer Sekutu disana. Sialnya, dia keburu tertangkap di wilayah Tebessa sebelum misinya sempat terlaksana. Said dijatuhi hukuman seumur hidup, tapi kemudian mendapat pengampunan setelah menghabiskan beberapa tahun di penjara. Tak lama setelah dibebaskan pada tahun 1952, dia langsung menjalin kontak dengan para pejuang Arab dan ikut aktif dalam Perang Kemerdekaan Aljazair. Sosoknya mudah dikenali dari kebiasaannya yang selalu mengenakan stahlhelm (helm khas Jerman) kemana-mana!

Said Mohammedi juga menjadi aktivis untuk organisasi North African Star, PPA dan MTLD. Pada tahun 1956 dia ikut berpartisipasi dalam Kongres Soummam bersama dengan Krim Belkacem, dimana dia kemudian diangkat sebagai Wakil Pertama sekaligus Kolonel untuk Wilaya III, bersama dengan komandan-komandan terkemuka seperti Amirouche Aït Hamouda, Abderrahmane Mira dan Hamai Mohand Oukaci sebagai wakil. Dia juga menjadi anggota dari CNRA.

Selama berlangsungnya tahun 1957, elemen-elemen MNA - yang didukung oleh Angkatan Darat Prancis - melakukan operasi militer melawan ALN, dan membuat beberapa tokoh terkemuka pejuang kemerdekaan Aljazair gugur. Sebagai pembalasan, Letnan Bariki melakukan serangan balasan brutal terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai kontra-revolusioner di wilayah Melouza.

Pembantaian yang dilakukan oleh Letnan Bariki kemudian disebarluaskan oleh pihak Prancis. Sebagai komandan di Wilaya III, Said mengirim Kapten Mohand Arav Bessaoud untuk menginvestigasi kebenarannya, disusul oleh Komandan Amirouche yang membenarkan hasil penemuan Mohand. Said mengatakan bahwa dia bertanggungjawab penuh atas tindakan yang dilakukan oleh anakbuahnya, meskipun dia sendiri tidak pernah memberikan perintah langsung.

Said Mohammedi sendiri dikenal sebagai organisator ulung yang mampu memberikan pidato berapi-api layaknya Hitler, memobilisasi pasukan yang 100% setia kepadanya, serta menanamkan semangat militer tinggi kepada mereka. Segala usahanya tersebut menjadikan Wilaya III sebagai wilayah perlawanan paling kuat dan terorganisir di seluruh Aljazair, sebuah fakta yang membuatnya ditunjuk oleh rekan-rekan seperjuangannya untuk membentuk akademi militer senior pertama para perwira Aljazair yang didirikan di Kairo. Dia juga ditunjuk menjadi jenderal pertama di seantero National Liberation Army (ALN), sekaligus Kepala Staff Pemerintahan Transisi Republik Aljazair sebelum kemerdekaan di tahun 1962.

Setelah pensiun dari politik, Said Mohammedi tetap aktif menyuarakan penentangannya terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintahan terpilih Aljazair, terutama kecenderungan korupsi yang dilakukan oleh para pejabatnya dan aksi refresif pemimpin-pemimpinnya. Semua kritiknya tersebut membuat Said sempat dikenai hukuman tahanan rumah selama tiga tahun.

Di akhir hayatnya, Said menjadi simpatisan organisasi FIS (Front Islamique du Salut / Islamic Salvation Front), yang dia anggap sebagai satu-satunya kelompok pejuang yang dapat menggantikan rezim yang saat itu berkuasa.

Said Mohammedi meninggal dunia pada tanggal 5 Desember 1994 di Paris, Prancis.



Feldwebel Said Mohammedi sebagai anggota Kradschützen-Bataillon 4 / 24.Panzer-Division



Kolonel Said Mohammedi (lingkaran merah) bersama dengan para pejuang kemerdekaan Aljazair lainnya. Sosoknya mudah dikenali dari kebiasaannya yang selalu mengenakan stahlhelm (helm khas Jerman) kemana-mana!