Friday, January 27, 2012
Thursday, January 26, 2012
Foto Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen"
"So
stiess ich auf die Engländer herunter" (Lalu aku mendekati orang
Inggris itu dari bawah). Hauptmann Helmut Wick mendeskripsikan dogfight
terakhirnya melawan pilot Inggris kepada rekan-rekan sejawatnya. Dari
kiri ke kanan: Hauptmann Dr. Joachim Seegert (Gruppenführer I.Gruppe /
Jagdgeschwader 2 "Richthofen"), Hauptmann Helmut Wick (Staffelkapitän
6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen"), dan Erich Leie
(Geschwaderadjutant Jagdgeschwader 2 "Richthofen"). Foto ini kemungkinan
besar diambil pada tanggal 8 September 1940 oleh Kriegsberichter
Striemann, tak lama setelah Wick menembak jatuh tiga pesawat Hurricane
Inggris dalam satu pertempuran udara yang berlangsung selama 20 menit.
Sehari kemudian Wick mengambil alih tampuk pimpinan I. Gruppe dari
tangan komandan sementaranya, Hauptmann Dr. Seegert
Dari
kiri ke kanan: Hauptmann Wilhelm Balthasar (Geschwaderkommodore JG 2),
Oberleutnant Werner Machold
(Staffelkapitän 7./JG 2), Hauptmann Hans "Assi" Hahn (Gruppenkommandeur
III./JG 2), dan Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2).
Insignia yang terdapat di badan pesawat Messerschmitt Bf 109 di latar
belakang berasal dari 7.Staffel / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen".
Foto ini diambil tahun 1941
Hauptmann
Wilhelm Balthasar (Geschwaderkommodore JG 2 "Richthofen") di atas
kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109E, awal tahun 1941. Marking yang
tertera di badan pesawat bukanlah lambang palu arit seperti yang anda
pikirkan melainkan insignia "R" (Richthofen)! Pesawat-pesawat yang
tercatat pernah dicicipinya sepanjang karirnya sebagai pilot pemburu:
Messerschmitt Bf 109C "6x16" dari J/88, Messerschmitt Bf 109D,
Messerschmitt Bf 109E-4 Werknummer 1486 (Mei 1940), Messerschmitt Bf
109E-4 Werknummer 1559 "Grüne 1" dari 7/JG-27 (Mei 1940), Messerschmitt
Bf 109F-4 Werknummer 7066 "<+" (hilang 7 Maret 1941), dan
Messerschmitt Bf 109 F-4 <+-) Werknummer 7066 (pada saat
kematiannya)
Major Walter Oesau mengambil-alih komando Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" dari tangan Major Wilhelm Balthasar pada tanggal 20 Juli 1941 setelah menjadi Jagdflieger ketiga yang meraih 80 kemenangan udara sekaligus peraih medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang ketiga pula. Disini dia berpose dengan tiga orang Stabschwarm utama JG 2 di depan sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2), Oberleutnant Rudolf "Rudi" Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / JG 2), dan Oberfeldwebel Günther "Hupatz" Seeger (Geschwaderstab JG 2)
Empat orang Jagdflieger utama dari Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" difoto di Prancis bulan Agustus 1941. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2), Oberfeldwebel Günther "Hupatz" Seeger (Geschwaderstab JG 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2), dan Oberleutnant Rudolf "Rudi" Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / JG 2). Leie tercatat mengakumulasi 118 kemenangan, Seeger 56 kemenangan, Oesau 127 kemenangan, dan Pflanz 52 kemenangan

Foto ini diambil pada bulan Agustus 1941, dan memperlihatkan para jagoan udara sekaligus Ritterkreuzträger dari Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen", yang beroperasi di Selat Inggris dan sekitarnya. Dari kiri ke kanan: Leutnant Egon Mayer (Flugzeugführer di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 2), Oberleutnant Erich Leie (Flugzeugführer im Stab der I. Gruppe / Jagdgeschwader 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2), dan Oberleutnant Rudolf Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 2). Di latar belakang terparkir sebuah pesawat pemburu dari jenis Messerschmitt Bf 109 yang merupakan tunggangan utama para pilot Jerman dalam Perang Dunia II. Dari keempat orang dalam foto ini, Geschwaderkommodore Oesau mempunyai kemenangan udara terbanyak dengan 127 kills, diikuti oleh Leie (121 kills), Mayer (102 kills), dan Pflanz (52 kills)
Oberleutnant Bruno Stolle (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") menerima sebentuk "hadiah" dari mekaniknya tak lama setelah turun dari pesawat Messerschmitt Bf 109, akhir tahun 1941. Persembahan tersebut adalah sebuah roda dari salah satu pesawat Spitfire yang berhasil ditembak jatuh oleh Stolle di tahun itu (secara keseluruhan berjumlah 12 buah, dengan 11 di antaranya adalah Spitfire). Di tahun berikutnya dia mampu menembak jatuh 16 pesawat musuh, sementara di tahun 1943 empat yang terakhir (total skornya adalah 35 buah). Setelah meraih kemenangan ke-32, Stolle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Maret 1943, dan di bulan Juli dipromosikan sebagai Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen". Dia meninggalkan jabatannya pada bulan Februari 1944 dan kemudian sibuk sebagai perwira staff selama beberapa bulan
Major Walter Oesau mengambil-alih komando Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" dari tangan Major Wilhelm Balthasar pada tanggal 20 Juli 1941 setelah menjadi Jagdflieger ketiga yang meraih 80 kemenangan udara sekaligus peraih medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang ketiga pula. Disini dia berpose dengan tiga orang Stabschwarm utama JG 2 di depan sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2), Oberleutnant Rudolf "Rudi" Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / JG 2), dan Oberfeldwebel Günther "Hupatz" Seeger (Geschwaderstab JG 2)
Empat orang Jagdflieger utama dari Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" difoto di Prancis bulan Agustus 1941. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2), Oberfeldwebel Günther "Hupatz" Seeger (Geschwaderstab JG 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2), dan Oberleutnant Rudolf "Rudi" Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / JG 2). Leie tercatat mengakumulasi 118 kemenangan, Seeger 56 kemenangan, Oesau 127 kemenangan, dan Pflanz 52 kemenangan

Foto ini diambil pada bulan Agustus 1941, dan memperlihatkan para jagoan udara sekaligus Ritterkreuzträger dari Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen", yang beroperasi di Selat Inggris dan sekitarnya. Dari kiri ke kanan: Leutnant Egon Mayer (Flugzeugführer di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 2), Oberleutnant Erich Leie (Flugzeugführer im Stab der I. Gruppe / Jagdgeschwader 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2), dan Oberleutnant Rudolf Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 2). Di latar belakang terparkir sebuah pesawat pemburu dari jenis Messerschmitt Bf 109 yang merupakan tunggangan utama para pilot Jerman dalam Perang Dunia II. Dari keempat orang dalam foto ini, Geschwaderkommodore Oesau mempunyai kemenangan udara terbanyak dengan 127 kills, diikuti oleh Leie (121 kills), Mayer (102 kills), dan Pflanz (52 kills)
Oberleutnant Bruno Stolle (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") menerima sebentuk "hadiah" dari mekaniknya tak lama setelah turun dari pesawat Messerschmitt Bf 109, akhir tahun 1941. Persembahan tersebut adalah sebuah roda dari salah satu pesawat Spitfire yang berhasil ditembak jatuh oleh Stolle di tahun itu (secara keseluruhan berjumlah 12 buah, dengan 11 di antaranya adalah Spitfire). Di tahun berikutnya dia mampu menembak jatuh 16 pesawat musuh, sementara di tahun 1943 empat yang terakhir (total skornya adalah 35 buah). Setelah meraih kemenangan ke-32, Stolle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Maret 1943, dan di bulan Juli dipromosikan sebagai Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen". Dia meninggalkan jabatannya pada bulan Februari 1944 dan kemudian sibuk sebagai perwira staff selama beberapa bulan
Para
personil II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" berfoto
bersama di Tunisia, awal tahun 1943. Ketiga dari kiri adalah
Oberleutnant Erich Rudorffer (Gruppenkommandeur sementara II./JG 2),
yang nantinya mengakhiri perang sebagai Major dengan 224 kemenangan
udara dan juga merupakan peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit
Eichenlaub und Schwertern. Di sebelah kanan Rudorffer berdiri
Oberleutnant Kurt Bühligen (Staffelkapitän 4./JG 2) yang merupakan salah
satu pilot Luftwaffe paling sukses dalam palagan Tunisia setelah
berhasil menembak jatuh 40 pesawat Sekutu. Bühligen mengakhiri perang
sebagai seorang Oberstleutnant dengan 112 kemenangan udara dan
mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub. Setelah
komandan II./JG 2 Hauptmann Adolf Dickfeld (136 kemenangan, RK-EL)
dirumahsakitkan menyusul luka yang dideritanya dalam kecelakaan saat
mendarat, Oberleutnant Rudorffer mengambil alih tongkat komando II./JG 2
untuk sementara waktu
Major Egon Mayer merupakan komandan JG 2 dari tanggal 1 Juli 1943 - 2 Maret 1944. Dia tewas tanggal 2 Maret 1944 setelah pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-6 Werk # 470468 yang dipilotinya tertembak jatuh oleh sebuah P-47 Thunderbolt dalam dogfight di atas Montmédy. Sebagai penghormatan, Mayer mendapat medali Schwerter dan juga dinaikkan pangkatnya menjadi Oberstleutnant secara anumerta. Skor akhirnya adalah 102 kemenangan udara yang diraih dalam 353 feindflug (misi tempur). Dia tercatat sebagai pilot pertama yang meraih 100 kemenangan yang seluruhnya dicetak di Front Barat!

Kedua foto ini diambil di Engen/Hegau. Foto paling atas memperlihatkan dua orang jagoan Luftwaffe Hermann Graf (kiri) dan Egon Mayer di Engen (kemungkinan di restoran "Zur Linde"), sementara bawahnya memperlihatkan Mayer sedang mengunjungi ibunya ditemani oleh Graf yang juga sedang cuti
Major Hans "Assi" Hahn adalah komandan III./JG 2 yang juga merupakan seorang experten Luftwaffe dengan 108 kemenangan udara yang diraih dalam 560 feindflug. Dia adalah seorang atlet berbakat yang dimasukkan dalam Olimpiade Berlin tahun 1936 dalam cabang olahraga Pentathlon, hanya sayang kondisi sakit membuatnya batal berpartisipasi. Hahn ditangkap oleh Soviet setelah pesawatnya mendarat darurat di wilayah lawan karena masalah mesin tanggal 21 Februari 1943. Dia baru dibebaskan tahun 1950
Hans "Assi" Hahn dengan beruang peliharaannya (!) yang bernama Wumm. Dalam satu sore di kamp JG 54 dia pernah memberikan sepasang sarung tangan pada beruangnya dan disuruh "bertinju" dengan pilot-pilot lainnya. Hahn adalah satu-satunya pilot yang dapat mengalahkan beruang tersebut!
Pada tanggal 4 Mei 1942, Hans "Assi" Hahn meraih kemenangan udara ke-60-nya. Sayap ekor di atas memperlihatkan 61 dari 108 kemenangan udara yang diraihnya (68 di antaranya di Front Barat)


Hauptmann Hans "Assi" Hahn, Gruppenkommandeur III./JG 2, bersama dengan pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-3 (Werknummer 223) di Beaumont le Roger (Prancis)
Siegfried Schnell adalah Staffelkapitän 9./JG 2 dengan 93 fliegerabschüsse (90 di Front Barat) yang diraih dalam 500 feindflug. Dia meraih Ritterkreuz (9 November 1940) setelah meraih kemenangan ke-20, dan Eichenlaub #18 (7 Juli 1941) setelah kemenangan ke-40. Schnell terbunuh tanggal 25 Februari 1944 di atas Narva setelah pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 (WNr. 411 675) yang dipilotinya ditembak jatuh oleh pesawat Rusia. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Major
Siegfried Schnell dan seorang rekannya dari Heer sedang memperhatikan pesawat Schnell
Pesawat Fw 190 A-4 "Gelb 4" (Werknummer 764) milik Siegfried Schnell dari 9./JG 2 yang terlihat masih kinclong dan fresh. Pesawat ini mempunyai warna kamuflase abu-abu serta rudder kuning yang dicat secara seksama!
--------------------------------------------------------------------------
RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)

Hauptmann Bruno Stolle (13 April 1915 - 22 Januari 2004) bertugas sebagai seorang instruktur terbang buta bersama dengan I.Gruppe / Lehrgeschwader 1 (LG 1) pada saat Perang Dunia II pecah, tapi tak lama kemudian dipindahkan ke 3.Staffel / Jagdgeschwader 51 (JG 51). Pada tanggal 15 Maret 1940 dia dipindahkan kembali ke 8.Staffel / JG 2 (jagdgeschwader 2) "Richthofen". Dengan unit barunya tersebut, Stolle ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Prancis dan Britania, dimana dia meraih kemenangan udara pertamanya pada tanggal 11 Agustus 1940 saat menembak jatuh dua buah pesawat RAF Inggris. Stolle ditunjuk sebagai Staffelkapitän dari 8./JG 2 pada tanggal 7 September 1940. Jumlah kemenangannya meningkat pada tahun 1941 saat dia menembak jatuh 11 pesawat Siptfire dan 1 Blenheim. Dia dianugerahi Ehrenpokal pada tanggal 12 September 1941 dan Deutsches Kreuz in Gold tanggal 29 Oktober 1942. Akhirnya dia mendapatkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Maret 1943 setelah meraih 32 kemenangan udara terkonfirmasi. Pada tanggal 1 Juli 1943 dia ditunjuk sebagai Gruppenkommandeur III./JG 2. Dia memimpin unitnya sampai dengan tanggal 7 Desember 1943 saat digantikan oleh Hauptmann Herbert Huppertz. Pada bulan Februari 1944 Stolle dipindahkan ke Schiessschule der Luftwaffe di Vaerlöse, Denmark, dimana dia menjabat sebagai instruktur udara sampai bulan Juli 1944. Di pertengahan bulan Agustus 1944 dia dipindahkan lagi ke Erprobungskommando Ta 152 di Rechlin. Dari bulan Oktober s/d 25 November 1944 dia menjadi Komandan sementara dari I./JG 11, sebelum balik kembali ke EKdo Ta 152 di Rechlin. Selama karirnya, Bruno Stolle terlibat dalam 271 misi udara dan tercatat menembak jatuh 35 pesawat musuh di Front Barat, termasuk tiga buah pesawat bermesin empat dan 19 buah Spitfire

Kedua foto ini diambil di Engen/Hegau. Foto paling atas memperlihatkan dua orang jagoan Luftwaffe Hermann Graf (kiri) dan Egon Mayer di Engen (kemungkinan di restoran "Zur Linde"), sementara bawahnya memperlihatkan Mayer sedang mengunjungi ibunya ditemani oleh Graf yang juga sedang cuti
Major Hans "Assi" Hahn adalah komandan III./JG 2 yang juga merupakan seorang experten Luftwaffe dengan 108 kemenangan udara yang diraih dalam 560 feindflug. Dia adalah seorang atlet berbakat yang dimasukkan dalam Olimpiade Berlin tahun 1936 dalam cabang olahraga Pentathlon, hanya sayang kondisi sakit membuatnya batal berpartisipasi. Hahn ditangkap oleh Soviet setelah pesawatnya mendarat darurat di wilayah lawan karena masalah mesin tanggal 21 Februari 1943. Dia baru dibebaskan tahun 1950
Hans "Assi" Hahn dengan beruang peliharaannya (!) yang bernama Wumm. Dalam satu sore di kamp JG 54 dia pernah memberikan sepasang sarung tangan pada beruangnya dan disuruh "bertinju" dengan pilot-pilot lainnya. Hahn adalah satu-satunya pilot yang dapat mengalahkan beruang tersebut!
Pada tanggal 4 Mei 1942, Hans "Assi" Hahn meraih kemenangan udara ke-60-nya. Sayap ekor di atas memperlihatkan 61 dari 108 kemenangan udara yang diraihnya (68 di antaranya di Front Barat)

Hauptmann Hans "Assi" Hahn, Gruppenkommandeur III./JG 2, bersama dengan pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-3 (Werknummer 223) di Beaumont le Roger (Prancis)
Siegfried Schnell adalah Staffelkapitän 9./JG 2 dengan 93 fliegerabschüsse (90 di Front Barat) yang diraih dalam 500 feindflug. Dia meraih Ritterkreuz (9 November 1940) setelah meraih kemenangan ke-20, dan Eichenlaub #18 (7 Juli 1941) setelah kemenangan ke-40. Schnell terbunuh tanggal 25 Februari 1944 di atas Narva setelah pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 (WNr. 411 675) yang dipilotinya ditembak jatuh oleh pesawat Rusia. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Major
Siegfried Schnell dan seorang rekannya dari Heer sedang memperhatikan pesawat Schnell
Pesawat Fw 190 A-4 "Gelb 4" (Werknummer 764) milik Siegfried Schnell dari 9./JG 2 yang terlihat masih kinclong dan fresh. Pesawat ini mempunyai warna kamuflase abu-abu serta rudder kuning yang dicat secara seksama!--------------------------------------------------------------------------
RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)

Hauptmann Bruno Stolle (13 April 1915 - 22 Januari 2004) bertugas sebagai seorang instruktur terbang buta bersama dengan I.Gruppe / Lehrgeschwader 1 (LG 1) pada saat Perang Dunia II pecah, tapi tak lama kemudian dipindahkan ke 3.Staffel / Jagdgeschwader 51 (JG 51). Pada tanggal 15 Maret 1940 dia dipindahkan kembali ke 8.Staffel / JG 2 (jagdgeschwader 2) "Richthofen". Dengan unit barunya tersebut, Stolle ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Prancis dan Britania, dimana dia meraih kemenangan udara pertamanya pada tanggal 11 Agustus 1940 saat menembak jatuh dua buah pesawat RAF Inggris. Stolle ditunjuk sebagai Staffelkapitän dari 8./JG 2 pada tanggal 7 September 1940. Jumlah kemenangannya meningkat pada tahun 1941 saat dia menembak jatuh 11 pesawat Siptfire dan 1 Blenheim. Dia dianugerahi Ehrenpokal pada tanggal 12 September 1941 dan Deutsches Kreuz in Gold tanggal 29 Oktober 1942. Akhirnya dia mendapatkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Maret 1943 setelah meraih 32 kemenangan udara terkonfirmasi. Pada tanggal 1 Juli 1943 dia ditunjuk sebagai Gruppenkommandeur III./JG 2. Dia memimpin unitnya sampai dengan tanggal 7 Desember 1943 saat digantikan oleh Hauptmann Herbert Huppertz. Pada bulan Februari 1944 Stolle dipindahkan ke Schiessschule der Luftwaffe di Vaerlöse, Denmark, dimana dia menjabat sebagai instruktur udara sampai bulan Juli 1944. Di pertengahan bulan Agustus 1944 dia dipindahkan lagi ke Erprobungskommando Ta 152 di Rechlin. Dari bulan Oktober s/d 25 November 1944 dia menjadi Komandan sementara dari I./JG 11, sebelum balik kembali ke EKdo Ta 152 di Rechlin. Selama karirnya, Bruno Stolle terlibat dalam 271 misi udara dan tercatat menembak jatuh 35 pesawat musuh di Front Barat, termasuk tiga buah pesawat bermesin empat dan 19 buah Spitfire
Sumber :
Buku "Aircraft Of The Luftwaffe Fighter Aces: A Chronicle In Photographs" oleh Bernd Barbas
Buku "Footsteps of the Hunter" karya Adolf Dickfeld
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
www.andreas-thies.de
www.wehrmacht-awards.com
Saturday, January 21, 2012
Foto Adelbert Schulz
Generalmajor Adelbert Schulz (20 Desember 1903 - 28 Januari 1944) memulai karirnya sebagai petugas polisi di tahun 1925. Pada tahun 1935 dia dipindahkan ke Angkatan Darat Jerman yang pada saat itu sedang dikembangkan secara besar-besaran oleh Hitler. Unit Schulz ikut berpartisipasi dalam pendudukan Austria dan Sudetenland di tahun 1938. Dalam Perang Dunia II dia ikut ambil bagian dalam Pertempuran Prancis dan bertugas di 7. Panzer-Division di bawah pimpinan Jenderal Erwin Rommel. Pada tanggal 29 September 1940 dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Hauptmann dan Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division. Masih dalam posisi yang sama, Schulz mendapatkan Eichenlaub #47 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 31 Desember 1941, sebagai penghargaan untuk kesuksesannya dalam pertempuran melawan Tentara Merah di Front Timur di musim dingin akhir tahun 1941. Pada tanggal 6 Agustus 1943 dia mendapatkan Schwerter #33 untuk Ritterkreuz-nya sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division, setelah resimennya mampu menghancurkan 76 tank dan menawan 600 prajurit musuh dalam Pertempuran Kursk. Belum cukup sampai disitu, Schulz menjadi orang ke-9 di seantero Angkatan Bersenjata Jerman yang dianugerahi Brillanten untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 14 Desember 1943, sebagai Oberst dan Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division. Medali bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Hitler. Tragisnya, hanya berselang satu bulan setelah Schulz mendapatkan Brillanten, dia terluka parah dalam pertempuran di Shepetivka, Ukraina, dan meninggal akibat luka-lukanya di hari yang sama. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuzes II.Klasse (24 Mei 1940) und I.Klasse (29 Mei 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Panzerkampfabzeichen in Silber. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht tanggal 30 Januari 1944
Divisionskommandeur Rommel berdiskusi santai bersama dengan para perwiranya yang berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division di pinggir sungai Seine (Prancis), pertengahan bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major Franz von Lindenau (Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Oberst Karl Rothenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 25), Major Casimir Kentel (Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Hauptmann Adelbert Schulz (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division), serta Major i.G. Otto Heidkämper (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division). Dalam Pertempuran Prancis, 7. Panzer-Division dilengkapi dengan tank-tank bekas Cekoslowakia yang sudah ketinggalan zaman. Beberapa diantaranya - yang merupakan tipe Panzer 38(t) - bisa kita lihat di latar belakang. Setelah beristirahat sebentar, divisi Panzer pimpinan Rommel melanjutkan perjalanannya "membelah" Prancis pada tanggal 5 Juni 1940. Mereka bergegas menuju ke Sungai Seine dengan tujuan untuk menguasai jembatan vital yang melintasi sungai tersebut yang berlokasi di wilayah Rouen. Bergerak maju sejauh 100 kilometer dalam waktu dua hari,7. Panzer-Division tiba di Rouen hanya untuk mendapati jembatan strategis incaran mereka sudah dihancurkan oleh pasukan Prancis yang kini telah menghilang. Tidak berdiam diri, Rommel memutuskan untuk berbelok ke arah utara demi memotong gerak mundur tentara-tentara musuh yang berusaha mencapai Le Havre. Usaha pihak Jerman berhasil, sehingga memaksa sekitar 10.000 orang prajurit dari 51st (Highland) Division Inggris serta Korps ke-9 Prancis untuk menyerah di Saint-Valery-en-Caux pada tanggal 12 June 1940
Adelbert Schulz dengan medali Ritterkreuz yang didapatkannya tanggal 29 September 1940 sebagai Hauptmann dan komandan 1.Kompanie/Panzer-Regiment 25/7.Panzer-Division. Dia adalah mantan anggota kepolisian yang bergabung dengan Wehrmacht tanggal 1 Oktober 1935, sudah dengan pangkat Oberleutnant. Schulz mendapat Ritterkreuz setelah berperan dalam menerobos pertahanan Inggris di Cherbourg tahun 1940. Komandan divisinya saat itu adalah Erwin Rommel
Generalmajor Adelbert Schulz dengan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #47 yang didapatkannya tanggal 31 Desember 1941 sebagai Hauptmann dan komandan I.Bataillon/Panzer-Regiment 25. Disini dia mengenakan seragam putih musim panas dengan baris medali di dadanya. Kalau diurut, maka dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz II klasse, Wehrmacht-Dienstauszeichnung 12.jahre, Wehrmacht-Dienstauszeichnung 18.jahre, Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938, dan Sudetenland Medaille
Adelbert Schulz (kiri) dan Generalleutnant Hans Freiherr von Funck (tengah), komandan 7.Panzer-Division periode 6 Juni 1941 s/d 20 Agustus 1943
Oberstleutnant Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division) bersama dengan salah seorang perwira staffnya beberapa hari sebelum Unternehmen Zitadelle (yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Kursk), 21 Juni 1943. Di belakang mereka terparkir sebuah Panzerkampfwagen III. Perhatikan bahwa Schulz mengenakan jaket Zeltbahn kamuflase hasil modifikasi dengan pola SS-Platanenmuster yang biasanya dikenakan oleh personil Waffen-SS! Foto oleh Kriegsberichter Kipper dari PK (Propaganda-Kompanie) 637

Foto lain dari Oberstleutnant Adelbert Schulz yang diambil pada waktu yang sama dengan foto sebelumnya (21 Juni 1943). Dia tampak memegang peta dan kemudian berbincang-bincang dengan awak Panzer III yang cuma kelihatan schürzen-nya doang. Schürzen adalah lapis baja pelindung bagian samping dari panzer dan kendaraan beroda rantai lainnya. Uniknya, dalam foto ini Schulz memakai jaket kamuflase Waffen-SS pola "plane tree" berbahan zeltbahn!
Foto lain dari Oberstleutnant Adelbert Schulz yang diambil pada waktu yang sama dengan foto sebelumnya (21 Juni 1943). Di belakang Schulz terparkir sebuah Panzerkampfwagen VI "Tiger" yang berasal dari 3.Kompanie/schwere Panzer-Abteilung 503. Unit ini diperbantukan kepada 7.Panzer-Division untuk keperluan latihan sebelum dan selama berlangsungnya Pertempuran Kursk. Perwira di samping Schulz mengenakan jaket kamuflase pola "splinter" yang biasa digunakan oleh unit-unit Heer dan Fallschirmjäger
Foto lain Oberst Adelbert Schulz di musim panas tahun 1943. Disini dia sedang mem-briefing anakbuahnya. Dalam buku "Scorched Earth: The Russian-German War 1943-1944" karya Paul
Carell disebutkan legenda pada saat pertempuran Kursk berlangsung dimana
pasukan Panzergrenadier selalu merasa aman manakala mereka tahu bahwa
Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-Regiment 25 /
7.Panzer-Division) beroperasi bersama mereka, karena "kemanapun dia
pergi, maka tak akan pernah ada masalah"!
Oberst Adelbert Schulz dengan medali Schwerter #33 yang dia dapatkan tanggal 6 Agustus 1943 sebagai komandan Panzer-Regiment 25. Foto tertanggal 22 Desember 1943, dan sebenarnya di tanggal tersebut Schulz sudah resmi menerima Brillanten, hanya saja dia begitu sibuk di front sehingga baru datang ke acara penganugerahannya tanggal 9 Januari 1944!
Brifing
pagi di Rusia: Unit terdepan dari 7. Panzer-Division di selatan Malin
(Ukraina) sedang melakukan Lagebesprechung (diskusi) di pagi tanggal 8
Desember 1943. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Otto Hohensee
(Bataillonsadjutant Panzergrenadier-Regiment 7), Generalmajor Hasso von
Manteuffel (Kommandeur 7. Panzer-Division), Oberstleutnant im
Generalstab Otto-Heinrich Bleicken (Ia Erster Generalstabsoffizier 7.
Panzer-Division), Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment
25), Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur
Panzergrenadier-Regiment 7), dan Kriegsberichter Heinz Maegerlein
(seusai perang menjadi reporter olahraga terkenal Jerman!). Tank di
sebelah kiri adalah versi komando (Befehlspanzer) dari Panzerkampfwagen
III dengan nomor taktis yang biasa dipakai oleh stabskompanie (kompi
staff) dari resimen panzer. Di wilayah sekitar Zhitomir (termasuk
Malin), 7. Panzer-Division bertempur bersama-sama dengan Division
Brandenburg. Di malam tanggal 7/8 Desember 1943 divisi pimpinan
Manteuffel tersebut menghantam jembatan Malin yang dibangun Soviet di
seberang sungai Irscha dan akhirnya jembatan tersebut berhasil dikuasai
pada tanggal 9 Desember 1943
Setelah kesuksesannya dalam berbagai pertempuran kemudian diberitakan secara intensif oleh mesin propaganda Jerman, nama Adelbert Schulz menjadi makin terkenal layaknya selebritis. Disini dia sedang diwawancarai oleh anggota PK (Propaganda-Kompanie) Wehrmacht. dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur
Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment
25 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin
(Ukraina) tanggal 8
Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman
Masih sama dengan foto sebelumnya yang memperlihatkan suasana wawancara koresponden perang Wehrmacht dengan dua orang perwira tinggi dari 7. Panzer-Division "Gespensterdivision". Dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment
25 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur
Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin
(Ukraina) tanggal 8
Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman

Upacara penganugerahan Brillanten #9 untuk Oberst Adelbert Schulz yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolffschanze tanggal 9 Januari 1944. Medali ini diserahkan langsung oleh Panglima Tertinggi Wehrmacht sekaligus Führer Cijengkol, Adolf HitlerFoto resmi Adelbert Schulz setelah dianugerahi Brillanten oleh Sang Führer tanggal 9 Januari 1944. Sebenarnya pemberitahuan penganugerahannya sudah sampai ke telinga Adelbert Schulz melalui pesan radio dari tanggal 14 Desember 1943. Schulz diminta untuk segera melapor ke Führerhauptquartier, tapi dia menolak dengan alasan masih sibuk bertempur!
Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Mauritz von Wiktorin, Gauleiter Karl Holz, Adelbert Schulz, dan SS-Gruppenführer Dr. Benno Martin (yang badannya kayak raksasa!). Foto ini diambil saat Schulz mengunjungi Nürnberg. Pada saat itu Wiktorin menjadi komandan Wehrkreis XIII dengan markasnya bertempat di kota tersebut; Holz adalah Gauleiter Franken dengan markas di Nürnberg; dan Martin adalah Höhere SS und Polizeiführer (HSSPF) "Main"
Upacara penganugerahan Ritterkreuz untuk Hauptmann Andreas Thales (Kompaniechef II.Bataillon/Panzer-Regiment 25/7. Panzer-Division/4. Panzerarmee/Heeresgruppe Süd) yang disematkan oleh Generalmajor Adelbert Schulz. Selain Ritterkreuz, Thaler juga sebelumnya telah dianugerahi Eisernes Kreuz II klasse (24 Mei 1940) dan I klasse (15 Juli 1943). Untuk tanggal penganugerahannya terdapat dua versi: 3 Januari 1944 dan 13 Januari 1944. Nah, kalau ada simpang siur masalah peraih Ritterkreuz semacam ini, maka patokan terpercaya yang diambil adalah buku ""Ritterkreuzträger 1939-1945" karya Veit Scherzer, dan buku tersebut menyebutkan bahwa Thaler menerimanya tanggal 13 Januari 1944!
Generalmajor Adelbert Schulz dengan medali Brillanten. Tak lama setelah menerima Ritterkreuz, dia dipromosikan menjadi Generalmajor dan diserahi komando 7.Panzer-Division yang dijuluki sebagai "Gespensterdivision" (Ghost Division). Hanya beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 28 Januari 1944, sang jenderal anyar terbunuh ketika sedang memimpin divisinya menyerang posisi Soviet di Shepetivka. Sebuah bom meledak di dekat posisi Schulz yang sedang berdiri di turet panzernya, dan pecahan artileri langsung menghantam kepalanya. Dia tewas akibat luka-lukanya di hari yang sama walaupun sudah buru-buru dilarikan ke Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan) terdekat. Kematian Schulz lalu diumumkan di Wehrmachtbericht edisi 30 Januari 1944
Upacara pemakaman Generalmajor Adelbert Schulz (Kommandeur 7. Panzer-Division), satu diantara hanya 27 orang di seantero Wehrmacht yang dianugerahi medali super prestisius Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern, tanggal 8 Februari 1944. Peti jenazahnya diletakkan di atas sebuah Panzer III yang dicat kamuflase putih musim dingin, lengkap dengan karangan buka tanda duka cita. Befehlspanzer (tank komandan) ini adalah kendaraan pribadi sang jenderal, yang telah digunakannya dalam begitu banyak kemenangan di medan tempur. Para penjaga kehormatan berseragam hitam Panzertruppen terlihat berjalan di samping panzer. Foto oleh Kriegsberichter Kaiser
Foto lain upacara pemakaman Adelbert Schulz. Kemungkinan besar lagu yang dimainkan oleh para pemain orkes Wehrmacht ini adalah "Ich Hatt Einen Kameraden" (Saya Pernah Punya Kamerad). Bagi yang belum tahu lagunya seperti apa, bisa didengarkan DISINI
Obituari Generalmajor Adelbert Schulz yang dimuat dalam "Heeres-Verordnungsblatt" edisi No.10 tahun ke-26 tanggal 25 Februari 1944---------------------------------------------------------
Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen
www.5sswiking.tumblr.com
www.commons.wikimedia.org
www.damijwh.blogspot.com
www.forum.axishistory.com
www.forum.panzer-archiv.de
www.heroautographs.com
www.onesixthwarriors.com
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com
www.rktraeger.de
www.specialistauctions.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.wehrmacht-awards.com
www.weitze.net
www.wwii-photos-maps.com
Subscribe to:
Posts (Atom)


%2C%2BHelmut%2BWick%2B(center)%2C%2BErich%2BLeie%2B(right)%2Bon%2B6%2BOctober%2B1940.jpg)
%2C%2BHelmut%2BWick%2B(center)%2C%2BErich%2BLeie%2B(right)%2Bon%2B6%2BOctober%2B1940a.jpg)














