Thursday, November 8, 2018

Foto Yunani di Masa Pendudukan Nazi Jerman


Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan


 Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke bukit Akropolis, Athena (Yunani), tanggal 11 Mei 1941. Sang Marsekal (membawa interimstab) ditemani oleh Dr. Walther Wrede (Landesgruppenleiter Griechenland), seorang petinggi Nazi yang juga merupakan seorang ahli arkeologi terkemuka. Yang nyempil di sebelah kiri adalah Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee). Sehari sebelumnya, pada tanggal 10 Mei 1941, Greiffenberg mendapat perintah pemindahan ke Heeresgruppe B untuk menjadi Kepala Staff-nya, dan pada tanggal 18 Mei dia dianugerahi medali Ritterkreuz atas jasa-jasanya dalam penaklukan Yunani. Kembali ke laptop: Di latar belakang kita bisa melihat reruntuhan kuil Parthenon yang terkenal, yang dibangun oleh bangsa Yunani Kuno pada tahun 447 Sebelum Masehi dan didedikasikan untuk dewi Athena. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Schlickum


 Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke bukit Akropolis, Athena (Yunani), tanggal 11 Mei 1941. Sang Panglima Angkatan Darat Jerman berada di tengah membawa interimstab, dengan ditemani oleh Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee) di sebelah kirinya, dan Dr. Walther Wrede (Landesgruppenleiter Griechenland), seorang petinggi Nazi yang juga merupakan seorang ahli arkeologi terkemuka, di sebelah kanannya. Yang nyempil di antara Brauchitsch dan Greiffenberg adalah Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres). Athena jatuh ke tangan pasukan Jerman dari 12. Armee (Generalfeldmarschall Wilhelm List) beberapa hari sebelumnya, pada tanggal 27 April 1941. Kembali ke laptop: Di latar belakang kita bisa melihat reruntuhan kuil Parthenon yang terkenal, yang dibangun oleh bangsa Yunani Kuno pada tahun 447 Sebelum Masehi dan didedikasikan untuk dewi Athena. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Schlickum


 Kunjungan Panglima Angkatan Darat Jerman, Marsekal Walther von Brauchitsch, ke bukit Akropolis, Athena (Yunani), tanggal 11 Mei 1941. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Dr. Walther Wrede (Landesgruppenleiter Griechenland), dan Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee). Foto oleh Kriegsberichter Rauch dari Propaganda-Kompanie 690


Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke bukit Akropolis, Athena (Yunani), tanggal 11 Mei 1941. Sang Marsekal (membawa interimstab) ditemani oleh Dr. Walther Wrede (Landesgruppenleiter Griechenland), seorang petinggi Nazi yang juga merupakan seorang ahli arkeologi terkemuka. Yang nyempil di sebelah kanan adalah Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee). Athena jatuh ke tangan pasukan Jerman dari 12. Armee (Generalfeldmarschall Wilhelm List) beberapa hari sebelumnya, pada tanggal 27 April 1941. Kembali ke laptop: Di latar belakang kita bisa melihat reruntuhan kuil Parthenon yang terkenal, yang dibangun oleh bangsa Yunani Kuno pada tahun 447 Sebelum Masehi dan didedikasikan untuk dewi Athena. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Schlickum


Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Kanal Corinth (Yunani), tanggal 12 Mei 1941. Disini sang Marsekal (memegang interimstab) terlihat sedang berbincang-bincang dengan para perwira Wehrmacht. Di belakangnya dengan tangan di saku adalah General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Armeekorps [motorisiert]), sementara yang mengapit peta di keteknya adalah Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres). Kanal Corinth sendiri adalah jalur air sempit yang menghubungkan Teluk Corinth dengan Teluk Saronic di Laut Aegea. Pada pagi hari tanggal 26 April 1941, selama berlangsungnya Pertempuran Yunani, pasukan Fallschirmjäger dan glider Jerman diterjunkan di atas Kanal dalam usaha untuk merebut jembatan utama yang melintang di atasnya. Meskipun jembatan tersebut berhasil direbut dari tangan pasukan Inggris, tapi bom-bom yang dipasang sebelumnya oleh pihak yang bertahan tetap meledak sehingga merusakkan sebagian struktur kanal


 Tentara-tentara Jerman berbaris di sepanjang jalan kota Myrina yang merupakan ibukota dari Lemnos, sebuah pulau di utara Laut Aegea, Yunani. Foto ini diambil pada tahun 1941, tak lama setelah pulau tersebut - dan seluruh wilayah negara Yunani lainnya - diduduki oleh pasukan Nazi pada tanggal 25 April. Unit Wehrmacht yang ditugaskan untuk menguasai Lemnos pada saat itu adalah Infanterie Regiment 382 (bagian dari 164. Infanterie-Division) yang berada di bawah komando Oberst Wilhelm-Helmuth Beukemann





 
 
Generalmajor Friedrich-Wilhelm Müller saat baru saja tiba di Pulau Kreta, Yunani, untuk menempati posisi barunya sebagai Komandan 22. Infanterie-Division, akhir musim panas tahun 1942. Sebagai seorang pimpinan pasukan Jerman di wilayah pendudukan, Müller terkenal brutal terhadap penduduk lokal. Berkali-kali dia memerintahkan eksekusi terhadap warga sipil sebagai balasan atas anakbuahnya yang mendapat serangan atau dibunuh. Beberapa diantara kekejaman tersebut adalah peristiwa pembantaian di Viannos, Anogia, Amari, Damasta, dan Malathyros. Begitu terkenalnya kesadisan sang jenderal, sehingga dia dijuluki sebagai "The Butcher of Crete" (Tukang Jagal dari Kreta)! Hal inilah yang menyebabkan Müller diseret ke depan pengadilan penjahat perang Yunani seusai Perang Dunia II, dan kemudian dijatuhi hukuman mati pada tahun 1947



Pada musim panas tahun 1942, sang legenda perang Jerman Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menyempatkan diri untuk mampir sebentar di Pulau Kreta, Yunani, dalam perjalanan ke wilayah operasionalnya di Afrika Utara. Disini dia disambut oleh Generalmajor Friedrich-Wilhelm Müller (Kommmandeur 22. Infanterie-Division) yang merupakan komandan pasukan Jerman di pulau tersebut. Rommel sendiri ditemani oleh Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabes Panzerarmee "Afrika") serta Generalleutnant Otto Hoffmann von Waldau (Fliegerführer "Afrika"). Dalam foto-foto ini, Rommel dan Gause mengenakan schwimmweste (jaket pelampung). Sementara itu, Müller mengenakan tropenuniform (seragam tropis) dan Waldau mengenakan feldbluse (seragam lapangan) Luftwaffe


 Oberfeldwebel Maschke (Truppfüher di 12.Kompanie / III.Bataillon / Afrika-Schützen-Regiment 963) dengan santai menduduki seekor keledai dengan gaya kemayu di sepanjang jalanan Kalliopi, Pulau Lemnos (Yunani), dalam sebuah foto yang diambil pada tahun 1943. Afrika-Schützen-Regiment 963 sendiri merupakan bagian dari 999. leichte Afrika-Division, sebuah unit hukuman yang sebagian besar anggotanya diambil dari para tahanan politik ataupun prajurit yang melakukan kejahatan berat. Unit ini dibentuk pada awal tahun 1943 dan awalnya disiapkan untuk tugas militer ke Afrika Utara. Berhubung pasukan Jerman keburu menyerah disana, maka sebagian besar anggotanya kemudian dialihkan ke Yunani untuk menjadi pasukan penjaga wilayah pendudukan


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.enanosin.wordpress.com
www.gettyimages.com
www.lemnosgallipolicc.blogspot.com

Wednesday, November 7, 2018

Foto Unternehmen Kugelblitz (Operation Ball Lightning), Operasi Anti-Partisan di Yugoslavia

 Bagaikan longsoran salju, konvoy putih pasukan bermotor BMW R75 dari 1. Gebirgs-Division menuruni bukit Sandžak - yang tertutup oleh es - dalam perjalanan menuju wilayah yang dikuasai oleh Partisan Yugoslavia dari Divisi Proletar ke-2, dalam sebuah permulaan dari operasi militer di bulan Desember 1943 yang dinamakan "Kugelblitz" (Bola Petir), yang aslinya adalah suatu fenomena alam yang mematikan dan kemunculannya selalu tidak terduga. Serangan Jerman berkekuatan 75.000 orang tersebut memang terjadi secara tiba-tiba, kuat dan mematikan: dalam pertempuran di Prijepolje, di hari pertama operasi, Brigade Šumadija ke-1 - yang sama sekali tak menduga akan adanya serangan berskala besar - kehilangan dua pertiga anggotanya. Pihak Partisan berusaha bertahan mati-matian, hanya untuk terbantai dalam skala besar, dan sebagian anggotanya yang panik lalu berterjunan ke sungai hitam Lim yang membeku dan menghilang tanpa jejak disana. Pembantaian unit-unit Partisan kemudian berlanjut di hari kedua operasi. Aliando bawakan kutipan ocehan dari Miodrag Milovanović Lune (Wakil Komandan Brigade Proletar ke-2): "Pihak Jerman berhasil melakukan terobosan di pagi hari dan menyerbu Pljevlja dari arah jalan. Pada pukul dua siang mereka sudah berada disana. Mereka membuat terkejut orang-orang kami di Jabuka saat menyergap seluruh konvoy manusia dan kendaraan pengangkut suplai di jalan raya. Orang-orang kami tak dapat mempercayai bahwa tank yang mereka lihat adalah milik Jerman, dan beberapa diantaranya - yang tidak tahu - bahkan berusaha melambaikan tangan pada tank-tank tersebut untuk mencari tumpangan! Sementara itu pihak Jerman, gerombolan bandit dan tukang jagal itu, membunuh siapapun yang mereka mau. Mereka cukup duduk di tank-tank mereka dan menembaki kami dengan pistol layaknya pemburu! Dengan sengaja mereka berteriak dan mengajak kami supaya naik tank mereka, sambil menuruni jalanan menuju konvoy kami, sementara orang-orang kami - saat melihat kedatangan tank-tank tersebut - langsung berlarian ke segala arah!"



Konvoy truk-truk Fiat 626 milik II.Abteilung / Artillerie-Regiment 51 / 15.Infanterie-Division yang bergerak maju di dekat desa Mrkalji (Han Pijesak), Yugoslavia, dalam Unternehmen Kugelblitz (Operation Ball Lightning), bulan Desember 1943. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Westermann ini diambil dari salah satu kendaraan yang sedang berjalan, dan memperlihatkan truk di depannya yang menarik sebuah meriam howitzer lapangan leFH 18M kaliber 105mm



Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com
www.instagram.com

Foto Beutefahrzeug (Kendaraan Rampasan) dan Mobil Buatan Luar Jerman Milik Wehrmacht

BUICK (AMERIKA SERIKAT)

  Generalleutnant Hermann-Meyer Rabingen berdiri di atas sebuah mobil staff Buick Special serie 60 (1938) model 66C Convertible Coupe empat penumpang buatan Amerika yang indah dengan plat nomor WH (Wehrmacht Heer) 707165, sementara supirnya berpose di samping. Dalam Perang Dunia II Wehrmacht menggunakan semua kendaraan yang tersedia, apapun jenisnya dan berasal dari mana, demi memenuhi kebutuhan mobil-mobil penumpang/staff mereka. Bisa dibilang semua mobil atau truk asal Amerika buatan tahun 1935-1941 dapat ditemukan dalam perbendaharaan kendaraan Jerman, di wilayah manapun mereka berada. Untuk pemakaian di luar medan tempur, maka mobil-mobil tersebut biasanya tetap memakai warna cat asli mereka atau ditutup oleh warna militer yang tersedia, sementara untuk bannya sendiri kebanyakan mobil yang tergolong mewah/lux mempunyai pelk atau dop putih yang kemudian ditimpah dengan warna apapun yang bisa digunakan saat itu

-----------------------------------------------------------------------------------------

 CHEVROLET (AMERIKA SERIKAT)

 Hauptmann Hans-Ulrich Kettling mendapatkan pelatihan di Luftkriegsschule Berlin Gatow dan Jagdfliegerschule Werneuchen sebelum kemudian operasional untuk pertama kalinya bersama dengan 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 132. Dia terbang menggunakan Messerschmitt Bf 110D "M8+CH" (werknummer 3155) bersama dengan 1.Staffel / I.Gruppe / Zerstörergeschwader 76 ketika pesawatnya ditembak jatuh - oleh Spitfire dari RAF No. 41 Squadron yang dipiloti oleh P/O George Bennions - di atas Country Durham (Inggris), pada tanggal 15 Agustus 1940. Karena dua mesinnya kemudian mati, Kettling terpaksa mendarat darurat di Streatlam, dekat Barnard Castle, dan menjadi tawanan sampai dengan akhir perang bersama dengan Bordfunker-nya, Obergefreiter Friedrich Wilhelm "Fritz" Volk. Foto ini diambil pada tahun 1940 di Trondheim, Norwegia, dan memperlihatkan saat Kettling masih menjadi Leutnant di Zerstörergeschwader 76 selama berlangsungnya Pertempuran Britania. Mobil di belakangnya adalah Sedan Chevrolet Master deluxe dua pintu keluaran tahun 1937. Kettling sendiri dipromosikan menjadi Hauptmann pada tanggal 1 Maret 1943 sewaktu masih mendekam di kamp tawanan. Dia selamat sampai dengan akhir perang, dan meninggal dunia pada tanggal 24 Maret 2011. Medali dan penghargaan yang telah diterimanya: Flugzeugführerabzeichen serta Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse

-----------------------------------------------------------------------------------------

JEEP (AMERIKA)

Foto ini diambil tak jauh dari Voronezh (Rusia) di musim panas 1942 dan memperlihatkan kendaraan pribadi (sebuah Jeep versi awal rampasan) dari perwira yang berdiri di kiri, Major der Reserve Hans Bonenkamp (Kommandeur III.Bataillon/Artillerie-Regiment 295 /95.Infanterie-Division). Bohnenkamp nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 22 Januari 1943 dan di akhir perang pangkatnya adalah Oberst der Reserve. Perhatikan panji komandan "III" yang ditempelkan di jip tersebut!


Pada tanggal 12 November 1943 tentara Jerman dari Kampfgruppe Müller (Grup Tempur Müller) melakukan penyerbuan ke Pulau Leros (Yunani) yang diduduki oleh gabungan pasukan Inggris dan Italia. Hanya berselang empat hari kemudian, pihak yang bertahan menyerah kepada pasukan penyerbu. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Ernst A. Zwilling dari Lw KBZ 18 (Luftwaffe Kriegsberichter-Zug 18) di sekitar wilayah Ägäis pada tanggal 17 November 1943, dan memperlihatkan saat Generalleutnant Friedrich-Wilhelm Müller (tengah, Kommandeur Kampfgruppe Müller) yang sedang berbincang-bincang dengan Korvettenkapitän der Reserve Dr.med. Günther Brandt (Chef Minenschiffe Ägaïs). Duduk di belakang kemudi adalah Hauptmann Hans von Bargen (Adjutant Schlachtgeschwader 3) yang ikut bergabung dalam pasukan penyerbu. Kampfgruppe Müller sendiri merupakan gabungan dari kekuatan matra darat laut dan udara Wehrmacht yang namanya diambil dari nama sang Komandan, Friedrich-Wilhelm Müller, yang aslinya adalah Komandan 22. Infanterie-Division


 Prancis, musim gugur tahun 1944. Tiga orang anggota pasukan lapis baja Jerman berkendara menggunakan mobil jip Amerika hasil rampasan. Mereka semua mengenakan jaket kamuflase Italia Telo Mimetico M29. Sang supir, yang juga adalah seorang perwira berpangkat Leutnant, memakai topi dari jenis schiffschen dengan bahan kamuflase serupa, hanya saja telah mendapat tambahan litzen silver perwira di pinggir-pinggirnya (emas untuk jenderal)

-----------------------------------------------------------------------------------------

PACKARD (AMERIKA)

Hauptmann Gordon Gollob (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 3) bersantai bersama dengan anjing peliharaannya sambil sibuk menuliskan apa yang dia alami di hari itu di log peberbangannya. Di belakang sang pilot jagoan Luftwaffe terparkir sebuah mobil dari jenis Packard 1937. Foto ini diambil di Front Timur sewaktu berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), musim panas tahun 1941

-----------------------------------------------------------------------------------------

 ALFA ROMEO (ITALIA)

Salah satu mobil komando yang dipakai oleh Erwin Rommel di Afrika Utara, Alfa Romeo 6C 2500 Coloniale, adalah sebuah contoh mengenai kendaraan "daur ulang" yang umum terjadi di medan perang Afrika: pertama dia digunakan oleh Angkatan Darat Italia (yang terlihat dari plat nomornya, RE: Regio Esercito). Setelah dia dihadiahkan oleh pihak Italia kepada Rommel, maka bodinya ditambahi dengan lambang pohon kurma dan swastika seperti halnya semua kendaraan perang Jerman di Afrika. Kendaraan yang hanya diproduksi sebanyak 150 biji ini lalu digunakan oleh staff Panzergruppe Afrika yang biasa menemani Rommel dalam inspeksinya ke front

-----------------------------------------------------------------------------------------

FIAT (ITALIA)


Konvoy truk-truk Fiat 626 milik II.Abteilung / Artillerie-Regiment 51 / 15.Infanterie-Division yang bergerak maju di dekat desa Mrkalji (Han Pijesak), Yugoslavia, dalam Unternehmen Kugelblitz (Operation Ball Lightning), bulan Desember 1943. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Westermann ini diambil dari salah satu kendaraan yang sedang berjalan, dan memperlihatkan truk di depannya yang menarik sebuah meriam howitzer lapangan leFH 18M kaliber 105mm

-----------------------------------------------------------------------------------------

CITROËN (PRANCIS)


Oberleutnant zur See (Ing.) Erich Zürn, yang merupakan Leiter-Ingenieur (Kepala Mekanik) di U-48, berpose di atas sebuah mobil Citroën Traction Avant model cabriolet yang memajang simbol banteng ngamuk milik 7. Unterseebootsflottille di bagian depannya. Foto ini diambil di pangkalan Angkatan Laut Jerman di St.Nazaire, Prancis, tanggal 14 Mei 1941. Sebagai fotografernya adalah Kriegsberichter Kurt Schlemmer dari Marine Propaganda-Abteilung West. Oberleutnant Zürn adalah seorang Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) yang bertugas sebagai Kepala Mekanik di kapal selam U-48 dari bulan Desember 1939 s/d Juli 1941. Dia ikut terlibat dalam sembilan patroli perang yang menghabiskan waktu selama 243 hari di lautan. Dalam kurun waktu tersebut, U-48 secara berturut-turut dipimpin oleh tiga orang jagoan U-boat (Herbert Schultze, Hans Rudolf Rösing dan Heinrich Bleichrodt), yang secara keseluruhan menenggelamkan 43 kapal dengan total tonase 273.435 ton!

-----------------------------------------------------------------------------------------

GMC (PRANCIS)

 Kandidat perwira Feldwebel Otto Carius mengawasi gerak maju konvoy kendaraan-kendaraan suplai divisinya agar bisa cepat sampai ke front terdepan dimana keberadaan mereka sangat dibutuhkan. Foto diambil musim semi 1942 saat Carius menjadi Führer Erkundungs-Pionierzug Stabskompanie III./Panzer-Regiment 21 / 20.Panzer-Division. Mobil truk yang berada di depannya berasal dari jenis GMC ACK 353 buatan Prancis

-----------------------------------------------------------------------------------------

 RENAULT (PRANCIS)


Tiga orang anggota Feldgendarmerie (Polisi Militer Jerman) menghentikan sebuah kendaraan yang akan memasuki lokasi parade di Paris untuk memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Mobil tersebut berasal dari jenis Renault Juvaquatre AEB4, sementara dari simbol di pintunya, maka kemungkinan besar ia adalah kendaraan operasional dari 168. Infanterie-Division yang memiliki truppenkennzeichen (lambang satuan) berbentuk Salib Johanniterorden atau Order of St. John. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 14 Juni 1940, di hari jatuhnya ibukota Prancis ke tangan pasukan Jerman. Untuk merayakannya, unit-unit militer Jerman yang pertama memasuki kota tersebut mengadakan dua parade militer di Place de la Condorde: yang pertama adalah kontingen dari 30. Infanterie-Division yang merupakan unit Jerman pertama yang memasuki Paris di pagi hari (meskipun hanya singgah sebentar karena langsung melanjutkan gerak majunya mengejar pasukan Sekutu). Yang kedua adalah kontingen dari 18. Armee yang berjumlah lebih besar, yang mengadakan parade kedua di siang dan sore harinya. Foto ini kemungkinan besar diambil pada waktu berlangsungnya parade kedua


Obergefreiter August Uhlendorf (Stab Panzer-Pionier-Bataillon 50 / 22.Panzer-Division) berpose di samping truk Renault AHN yang merupakan milik dari staff batalyon. Truk khusus zeni tersebut merupakan hasil rampasan dari pasukan Prancis dalam pertempuran di tahun 1940, dan merupakan satu dari 47 buah yang diberikan ke Wehrmacht. Khusus untuk penggunaan di Front Timur, hampir semua truk Renault AHN dilengkapi dengan tambahan wirbelluftfilter (filter udara vortex) untuk menyaring udara kotor dan debu yang masuk ke bagian mesin. Foto ini sendiri diambil pada tahun 1942, tak lama sebelum keberangkatan Panzer-Pionier-Bataillon ke Stalingrad

-----------------------------------------------------------------------------------------

TALBOT (PRANCIS)

 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) bersama dengan staffnya di Prancis bulan Juni 1940. terlihat seorang warga sipil ikut nongol dalam foto ini, yang kemungkinan adalah pejabat lokal yang sedang membahas penyerahan kotanya. Mobil di belakang adalah Talbot dari jenis K74 (diproduksi tahun 1929-1935) atau K78 (diproduksi tahun 1931). Foto dari NARA koleksi Thomas Nutter



Sumber :
Buku "Island Of Fire: The Battle For the Barrikady Gun Factory In Stalingrad November 1942 - February 1943" karya Jason D. Mark
Buku "Luftwaffe Training Aircraft; The Training of Germany's Pilots and Aircrew through Rare Archive Photographs" karya Chris Goss
Buku "Tigers in the Mud" karya Otto Carius
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.bandenkampf.blogspot.com
www.imagesdefense.gouv.fr
www.panzernet.com
www.wehrmacht-awards.com

Unternehmen Alarich dan Fall Achse (8-19 September 1943), Pelucutan Senjata Pasukan Italia oleh Jerman

YUGOSLAVIA

Unternehmen "Achse" (Operation Axis) dan "Gaiseric": unit-unit lapis baja dari SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" dan Grenadier-Regiment 92 bergerak melewati jalanan kota Split (Kroasia) yang baru direbut dari tangan pasukan Italia. Foto ini diambil dari kendaraan tempur milik Grenadier-Regiment 92, dan memperlihatkan sebuah tank Hotchkiss H39 milik kompi lapis baja Prinz Eugen. Foto diambil oleh Kriegsberichter Dr. Gruber pada tanggal 27 September 1943. Tank Hotchkiss H35/39 hasil rampasan dari Prancis banyak digunakan oleh unit-unit Jerman di Yugoslavia, terutama oleh Divisi SS Prinz Eugen, 12. Panzer-Kompanie z.b.V. dan I.Abteilung / Panzer-Regiment 202

-----------------------------------------------------------------------------------

YUNANI

 Saat Italia melakukan perdamaian dengan Sekutu pada tanggal 3 September 1943, pihak Jerman dengan segera mengambil inisiatif untuk melucuti persenjataan mantan sekutunya tersebut. Sturm-Division "Rhodos" di bawah pimpinan Generalleutnant Ulrich Kleemann mengambil alih kendali Pulau Rhodes di Yunani pada tanggal 11 September 1943, dan menawan sekitar 35.000-40.000 prajurit Italia. Selain itu, amunisi serta persenjataan dalam jumlah besar juga berhasil disita. Atas prestasinya tersebut, Jenderal Kleemann dianugerahi medali Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 16 September 1943




Sumber :
Buku "Kos and Leros 1943: The German Conquest of the Dodecanese" karya Anthony Rogers dan Darren Tan
Foto koleksi pribadi Anthony Rogers
www.bandenkampf.blogspot.com
www.en.wikipedia.org

Foto Beutepanzer (Tank Rampasan)

HOTCHKISS H39 PRANCIS

Unternehmen "Achse" dan "Gaiseric": unit-unit lapis baja dari SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" dan Grenadier-Regiment 92 bergerak melewati jalanan kota Split (Kroasia) yang baru direbut dari tangan pasukan Italia. Foto ini diambil dari kendaraan tempur milik Grenadier-Regiment 92, dan memperlihatkan sebuah tank Hotchkiss H39 milik kompi lapis baja Prinz Eugen. Foto diambil oleh Kriegsberichter Dr. Gruber pada tanggal 27 September 1943. Tank Hotchkiss H35/39 hasil rampasan dari Prancis banyak digunakan oleh unit-unit Jerman di Yugoslavia, terutama oleh Divisi SS Prinz Eugen, 12. Panzer-Kompanie z.b.V. dan I.Abteilung / Panzer-Regiment 202

-------------------------------------------------------------------------------

T-34 RUSIA

 SS-Sturmbannführer Hubert-Erwin Meierdrees (kanan, Führer I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 / 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf") menerima laporan dari salah seorang Kompaniechef-nya (mengenakan seragam berpola kamuflase SS-Erbsenmuster alias pea-dot pattern) yang berpangkat SS-Hauptsturmführer dan berasal dari 2. Kompanie, sementara di latar belakang teronggok sebuah T-34/85 #220. Terdapat foto lain yang memperlihatkan tank T-34 Rusia lainnya dengan nomor turet berbeda (#210), dan tampaknya tank-tank ini tidaklah dihancurkan melainkan dialihfungsikan oleh Jerman untuk melawan mantan tuannya. Foto ini diambil di pinggiran wilayah Siedlce pada tanggal 29 Agustus 1944 oleh SS-Kriegsberichter Hermann Grönert pada saat berlangsungnya pertempuran sengit melawan pasukan Soviet di timur Warsawa, dan menjadi salah satu dari seri foto yang dia ambil di hari itu (Grönert juga mengabadikan pertempuran yang terjadi melalui kamera filmnya). Dalam pertempuran ini unit yang dipimpin oleh Meierdrees berhasil menghancurkan banyak tank dan ranpur musuh


Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com
www.en.wikipedia.org
www.facebook.com

Tuesday, November 6, 2018

Foto 221. Infanterie-Division / 221. Sicherungs-Division


 Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Johann Pflugbeil (Kommandeur 221. Infanterie-Division) bersalaman dengan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara General der Artillerie Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee) memperhatikan di sebelah kanan. Foto ini kemungkinan besar diambil pada bulan Juni 1940 (setidaknya setelah tanggal 24 Juni, ketika Dollmann dianugerahi Ritterkreuz), saat 221. Infanterie-Division (Pflugbeil) berada di bawah komando 7. Armee (Dollmann). Pada waktu itu, divisi infanteri tersebut bermarkas di Oberrhein. 221 ID sendiri dibentuk pada bulan Agustus 1939. Sebagian besar dari kekuatan divisi kemudian ditransfer ke unit-unit lainnya ketika divisi ini digunakan sebagai pasukan pendudukan di Polandia. Pada bulan Maret 1941, umur divisi ini tamat ketika kekuatannya dipreteli untuk kedua kalinya demi digunakan sebagai penyumbang utama tiga divisi keamanan baru Wehrmacht: 221. Sicherungs-Division, 444. Sicherungs-Division, dan 454. Sicherungs-Division


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalleutnant Johann Pflugbeil (Kommandeur 221. Infanterie-Division). Foto ini kemungkinan besar diambil pada bulan Juni 1940 (setidaknya setelah tanggal 24 Juni, ketika Dollmann dianugerahi Ritterkreuz), saat 221. Infanterie-Division (Pflugbeil) berada di bawah komando 7. Armee (Dollmann). Pada waktu itu, divisi infanteri tersebut bermarkas di Oberrhein. Dalam foto ini, Dollmann dan Brauchitsch mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di leher mereka, sementara Pflugbeil mengenakan medali Kommandeurkreuz II. Klasse des Königlich Sächsischen Militär St. Heinrichs-Ordens, yang dia dapatkan dalam Perang Dunia I, tepatnya tanggal 31 Agustus 1916


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Saturday, November 3, 2018

Foto 1. Kavallerie-Division

Para anggota 3.Eskadron / Reiter-regiment 5 (Preußische) / 1.Kavallerie-Division dalam sebuah upacara, lengkap dengan panji "Blücherschen Husaren-regiment (Nr.5)". Kompi satu ini memang mendapat julukan "Blücher-Eskadron". Foto ini sendiri diambil di Stolp, Pomerania (Jerman), tanggal 27 Mei 1933. Sebagai Standartenträger (pembawa panji) adalah Wachtmeister Klank, sementara Standartenoffizier-nya adalah Leutnant Horst Pretzell dan Oberleutnant Hasso von Manteuffel


Sumber :
www.de.metapedia.org
www.forum.axishistory.com

Foto 999. leichte Afrika-Division





Upacara pengambilan sumpah para prajurit-prajurit baru 999. leichte Afrika-Division yang diselenggarakan di Heuberg, Jerman, pada bulan Januari 1943. Divisi ini pertama kali dibentuk pada bulan Oktober 1942 sebagai sebuah unit hukuman, dimana para tahanan kriminal dan politik - ditambah dengan prajurit-prajurit yang desersi atau mbalelo - dikumpulkan dalam sebuah kesatuan, dan rencananya akan dikirim untuk bertempur melawan pasukan Sekutu di Afrika Utara. Kloter pertama telah tiba pada awal tahun 1943, hanya sayangnya Tunisia keburu menyerah beberapa bulan kemudian - bersama dengan ratusan ribu pasukan Poros yang ada disana - sehingga sisa sebagian besar anggota 999. leichte Afrika-Division dialihkan untuk bertugas sebagai pasukan pendudukan di Yunani yang sama-sama beriklim tropis. Divisi ini kemudian dibubarkan pada bulan Mei 1943, dan sisa-sisa anggotanya dilebur ke dalam unit-unit yang berbeda. Karena sebagian anggotanya adalah mantan tahanan politik yang sebelumnya dipenjara karena aktivitas anti-Nazi mereka, maka tak heran bila aktivitasnya "kambuh" kembali di tempat yang baru. Beberapa diantaranya, seperti Falk Harnack dan Wolfgang Abendroth, malah kabur dan bergabung dengan pihak musuh dalam memerangi pasukan Jerman! Dalam pertempuran melawan tentara Amerika di Afrika Utara sendiri, semangat bertempur sebagian prajurit 999. leichte Afrika-Division sudah berada di titik nadir, sehingga mereka hanya melawan seadanya sebelum kemudian mundur atau menyerah. Tak heran bila di sepanjang eksistensinya, hanya satu orang anggota divisi ini yang mendapatkan medali keberanian yang cukup bergengsi, yaitu Oberstleutnant Gotthold Wolf (Kommandeur Infanterie-Regiment 961) yang dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 12 Mei 1943. Tercatat ada tiga orang yang pernah menjadi Komandan 999. leichte Afrika-Division dari bulan Oktober 1942 s/d Mei 1943: Oberst Heinz Karl von Rinkleff (Oktober 1942 - 2 Februari 1943), Generalleutnant Kurt Thomas (2 Februari 1943 - 1 April 1943), dan Generalmajor Ernst-Günther Baade (2 April 1943 - 13 Mei 1943)


 Oberfeldwebel Maschke (Truppfüher di 12.Kompanie / III.Bataillon / Afrika-Schützen-Regiment 963) dengan santai menduduki seekor keledai dengan gaya kemayu di sepanjang jalanan Kalliopi, Pulau Lemnos (Yunani), dalam sebuah foto yang diambil pada tahun 1943. Afrika-Schützen-Regiment 963 sendiri merupakan bagian dari 999. leichte Afrika-Division, sebuah unit hukuman yang sebagian besar anggotanya diambil dari para tahanan politik ataupun prajurit yang melakukan kejahatan berat. Unit ini dibentuk pada awal tahun 1943 dan awalnya disiapkan untuk tugas militer ke Afrika Utara. Berhubung pasukan Jerman keburu menyerah disana, maka sebagian besar anggotanya kemudian dialihkan ke Yunani untuk menjadi pasukan penjaga wilayah pendudukan

----------------------------------------------------------------------------------

Wolfgang Abendroth (2 Mei 1906 - 15 September 1985) dilahirkan di Elberfeld pada tahun 1906, dan dibesarkan oleh keluarga yang beraliran Sosial-Demokrat. Ayahnya berprofesi sebagai seorang guru. Dia lalu bergabung dengan organisasi Kommunistische Jugend Deutschland (Komunis Muda Jerman) pada usia 14 tahun. Sebagai akibat dari kegigihannya yang ingin menyatukan kaum Sosial-Demokrat dan Komunis, Abendroth dikeluarkan dari KPD pada tahun 1928. Pada tahun 1933 dia kehilangan pekerjaannya sebagai seorang pengacara junior karena masalah politis, dan kemudian mendarmabaktikan hidupnya untuk menyediakan nasihat hukum kepada pihak oposisi rezim Nazi. Setelah merasakan ditangkap oleh pemerintah yang berkuasa, Abendroth berimigrasi ke Swiss, dimana dia mendapatkan gelar Doktor. Setelah bertugas sebagai kurir selama beberapa waktu, dia memutuskan untuk kembali ke Berlin pada tahun 1935. Disana, dia menjadi anggota aktif gerakan perlawanan terhadap Nazi, sampai kemudian dia kembali dipenjarakan pada tahun 1937 dan harus menghabiskan beberapa tahun di balik jeruji. Pada bulan Februari 1943, Abendroth dipaksa masuk ke 999. leichte Afrika-Division, sebuah unit hukuman bagi orang-orang yang dianggap "bermasalah". Dia hanya merasakan sebentar saja di unit ini, karena tak lama kemudian desersi dan bergabung dengan organisasi gerilyawan komunis Yunani yang dinamakan 'ELAS'. Abendroth kemudian kembali diciduk, hanya saja kali ini oleh pihak Inggris. Dia menghabiskan sisa perang sebagai pengajar edukasi politik bagi para tawanan Jerman yang membenci rezim Nazi di kamp-kamp tawanan perang Inggris di Mesir




Sumber :
www.axishistory.com
www.enanosin.wordpress.com
www.gdw-berlin.de

Walther PPK, Pistol yang Digunakan Hitler Bunuh Diri




Karena takut jatuh ke tangan Soviet, yang sedang berjuang merebut Berlin, Adolf Hitler, pemimpin Third Reich, awalnya menelan kapsul sianida pada 30 April 1945. Kemudian  pada pukul 15.30, dia menembak dirinya sendiri dengan pistol Walther PPK 7,65-milimeter. Diperkirakan dia menembak di bagian bawah dagunya. Setidaknya itulah versi resmi tentang kematiannya.

Dia ditemukan bersama istri barunya Eva Braun, yang juga menelan kapsul sianida. Keduanya terkulai di sofa.

Dipercaya bahwa Hitler memiliki beberapa PP dan PPK, tetapi pistol yang digunakannya pada 30 April sudah lama hilang.  Kemungkinan diambil sebagai hadiah oleh tentara Soviet atau disimpan dan disembunyikan oleh salah satu orang terakhir yang meninggalkan Führerbunker sebelum menyerah (Berlin dan keruntuhan Third Reich sendiri terjadi pada 7 Mei 1945).

Pada tanggal 1 Mei, otoritas Nazi mengumumkan bahwa Hitler telah mati bertempur dengan anak buahnya. Selain itu diumumkan pula bahwa Laksamana Karl Dönitz akan menjadi penggantinya. Mayat Hitler dan Braun dibawa keluar dari bungker ke sebuah taman kecil di belakang Reich Chancellery.  Jasad keduanya disiram dengan bensin, dibakar dan kemudian segera dikubur di sebuah lubang hasil ledakan bom.

Meski PPK mungkin terkenal karena hubungannya dengan Nazi Jerman, pistol ini terkenal sebagai senjata pilihan James Bond – meskipun senjata pertama Bond adalah Beretta 418.  Namun ketika seorang penggemar menyarankan PPK sebagai senjata yang lebih jantan, maka kemudian senjata ini digunakan oleh James Bond di film selanjutnya.

Carl Walther Waffenfabrik awalnya mengembangkan PPK dari Pistol Polisi Walther yang sedikit lebih besar pada tahun 1931. “PPK” adalah kependekan dari Polizeipistole Kriminalmodell . Senjata ini sangat populer di seluruh daratan Eropa, baik digunakan polisi maupun warga sipil.

Selama perang, P-38 adalah senjata standar panglima angkatan bersenjata Jerman. Sedangkan  PPK dikeluarkan untuk polisi, perwira tinggi, anggota Luftwaffe dan badan intelijen.

PPK bisa dibilang merupakan salah satu pistol double-action blow-back paling sukses di dunia. Ini juga salah satu pistol yang paling banyak disalin di dunia. Makarov Rusia adalah tiruan paling populer. PPK bahkan masih diproduksi setelah 80 tahun.

-----------------------------------------------------------------------------

 Walther PPK Pistole berukir milik pribadi dari Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch, mantan Panglima Angkatan darat Nazi Jerman. Pistol ini dirampas oleh seorang perwira Korps Intelijen Inggris dari sang Marsekal, tak lama setelah dia menyerah pada pasukan Sekutu di rumahnya di Schleswig-Holstein pada tahun 1945. Saat ini, pistol tersebut menjadi milik Kementerian Pertahanan Inggris, dan telah dinonaktifkan larasnya. Di salah satu sisinya terdapat ukiran "Waffenfabrik Walther, Zella-Mehlis (Thür). Walther's Patent Cal. 7,65 %" (Pabrik Senjata Walther, Zella-Mehlis, Thüringia. Paten Kaliber 7,65mm)


Sumber :

Foto 216. Infanterie-Division

 Sekumpulan perwira Heer di sebuah lapang terbuka. Sebagai identifikasinya: yang memegang interimstab di tengah adalah Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres); lawan bicaranya yang memegang pedang adalah General der Infanterie Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B); dan yang berdiri paling kiri adalah Generalmajor Kurt Himer (Kommandeur 216. Infanterie-Division). Tampaknya foto ini diambil saat Panglima AD Brauchitsch mengunjungi latihan perang 216. Infanterie-Division. Divisi pimpinan Himer ini sendiri menjadi bagian dari Heeresgruppe B (dimana Salmuth menjadi Kepala Staff-nya) dari tanggal 28 Juli 1940 s/d 11 September 1940


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Thursday, November 1, 2018

Kapal Perang Tirpitz



Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyalami seorang laksamana Kriegsmarine tak dikenal (ya iya lah, mukanya aja nggak keliatan!), dalam acara kunjungan ke Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven, Niedersachsen, Jerman, tanggal 1 April 1939. Tujuannya kesana adalah untuk meresmikan peluncuran Schlachtschiff (kapal perang) Tirpitz, sekaligus penaikan pangkat luar biasa Panglima Kriegsmarine Erich Raeder, dari Generaladmiral menjadi Großadmiral. Dalam foto hasil jepretan Hugo Jaeger ini, laksamana Raeder terlihat sepotong wajahnya di sebelah kiri, sementara di belakang Hitler berdiri Marineoberbaudirektor Prof.Dipl.Ing. Hermann Burkhardt (Direktor Schiffbauressorts Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven)


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada saat kunjungan Hitler ke Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven, Niedersachsen, Jerman, tanggal 1 April 1939. Tujuannya kesana adalah untuk meresmikan peluncuran Schlachtschiff (kapal perang) Tirpitz, sekaligus penaikan pangkat luar biasa Panglima Kriegsmarine Erich Raeder, dari Generaladmiral menjadi Großadmiral. Disini sang Führer dan rombongan sedang berada di dek Schlachtschiff Tirpitz. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Marinehafenbaudirektor Karl Tiburtius (Hafenbaumeister Wilhelmshaven), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Admiral Alfred Saalwächter (Kommandierenden Admiral der Marinestation der Nordsee), dan Admiral Hermann Boehm (Flottenchef). Hal yang perlu menjadi perhatian: dalam foto ini, Marinehafenbaudirektor Tiburtius tampaknya memegang stik bilyard!


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Wednesday, October 31, 2018

Kapal Penjelajah Prinz Eugen


Foto koleksi pribadi Lohengrin ini memperlihatkan acara peluncuran schwere Kreuzer Prinz Eugen pada tanggal 22 Agustus 1938, yang diselenggarakan di Germaniawerft Kiel, Jerman. Sebagai identifikasinya: 1.Perwira Hungaria yang tidak diketahui namanya, 2.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 3.Altabornagy (Letnan-Jenderal) Gusztav Jany (Kepala Kekanseliran Militer Hungaria), 4.Admiral Conrad Albrecht (Kommandierender Admiral Marinestation Ostsee), 5.General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan 6.Vizeadmiral Karlgeorg Schuster (Befehlshaber der Sicherung der Ostsee)


Foto koleksi pribadi Lohengrin ini memperlihatkan acara peluncuran schwere Kreuzer Prinz Eugen pada tanggal 22 Agustus 1938, yang diselenggarakan di Germaniawerft Kiel, Jerman. Sebagai identifikasinya: 7.Alexander Freiherr von Dörnberg zu Hausen (Leiter Protokollabteilung des Auswärtigen Amtes) 8.General der Flieger Erhard Milch (Staatssekretär Reichsluftfahrtministerium) 9.??? 10.??? 11.Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern) dan 12.???. Paling kiri yang wajahnya terhalang oleh mikrofon adalah pemimpin Hungaria Miklós Horthy, yang menjadi tamu kehormatan dalam acara peluncuran Prinz Eugen. Di tengah (terhalang total oleh botakers yang membelakangi kamera, dan hanya kelihatan tudung topinya saja) adalah Magda, istri Horthy. Dari foto ini pula kita bisa melihat betapa menjulangnya Freiherr von Dörnberg, meskipun dia berdiri di latar belakang. Ini tidaklah mengherankan, karena tingginya memang 2 meter lebih!


Foto koleksi pribadi Lohengrin ini memperlihatkan acara peluncuran schwere Kreuzer Prinz Eugen pada tanggal 22 Agustus 1938, yang diselenggarakan di Germaniawerft Kiel, Jerman. Sebagai identifikasinya: 13.SS-Gruppenführer Arthur Seyss-Inquart (Reichsstatthalter Ostmark) 14.Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan 15.SA-Brigadeführer Friedrich Christiansen (Korpsführer NSFK). Wanita yang bersama Raeder kemungkinan adalah istrinya



Kunjungan pemimpin Hungaria Miklós Horthy ke acara peluncuran kapal penjelajah berat (schwere kreuzer) "Prinz Eugen" yang diselenggarakan di galangan kapal Germaniawerft (Kiel) pada tanggal 22 Agustus 1938. Baris pertama dari kiri ke kanan: Miklós Horthy de Nagybánya (Regen Kerajaan Hungaria), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler). Baris kedua: General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Vizeadmiral Karlgeorg Schuster (Befehlshaber der Sicherung der Ostsee), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Baris ketiga: General der Flieger Erhard Milch (Staatssekretär Reichsluftfahrtministerium)




Sumber :
Foto koleksi pribadi Lohengrin