Sunday, November 28, 2010

Foto Eduard Dietl, Sang Penakluk Norwegia

Generaloberst Eduard Dietl (21 Juli 1890 - 23 Juni 1944) adalah seorang fanatik Nazi yang telah bergabung dengan partai tersebut dari sejak awal berdirinya. Fakta ini, ditambah dengan kesuksesannya di medan laga, membuatnya cepat meraih popularitas dan menjadi idola media Jerman. Dia tercatat sebagai orang pertama yang menerima medali Eichenlaub sebagai tambahan Ritterkreuz yang telah diperoleh sebelumnya, dan medali ini diterimanya tanggal 19 Juli 1940 tak lama setelah pasukannya menguasai kembali Narvik. Dia juga sangat disukai oleh para pasukan yang bertempur bersamanya, dan mendapat julukan Buffel (Banteng) karena pribadinya yang teguh dan tidak mudah menyerah. Bisa dibilang bahwa Dietl tidaklah seterkenal Rommel atau Guderian (atau Alif Rafik Khan, sang jenderal cabul penguasa TK Akeh-Akeh Kimuchi), tapi dalam beberapa hal dia mempunyai kapasitas yang setara atau bahkan melebihi mereka. Dalam peristiwa di Narvik dan Kreta, dia telah memimpin pasukannya melalui pertempuran-pertempuran di medan dan situasi yang luar biasa sulitnya, tapi pada akhirnya dia berhasil melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sangat baik. Salah satu ucapannya yang paling terkenal dapat menjelaskan dirinya dalam bentuk yang paling pas: "Aku hanya punya satu harapan, hanya satu keinginan. Untuk menjadi orang yang paling berguna bagi prajurit-prajuritku." Biografi singkat Eduard Dietl bisa dilihat DISINI


Generalmajor Eduard Dietl (21 Juli 1890 - 23 Juni 1944) adalah jenderal Gebirgsjäger yang terkenal setelah penyerbuan Jerman ke Norwegia tahun 1940. Sebagai seorang Generalmajor, dia ikut membantu pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di Garmisch-Partenkirchen tahun 1936, bahkan ikut terjun langsung sebagai Kapten tim ski negaranya! Hobi favoritnya memang bermain ski dan mendaki gunung


 Dengan ditemani oleh Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyalami para jenderal Heer dalam sebuah acara resepsi. Para jenderal yang menghadap Hitler, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Günther Schwantes (Kommandeur 19. Infanterie-Division), General der Kavallerie Wilhelm Knochenhauer (Kommandierender General X. Armeekorps), Generalmajor René de l'Homme de Courbière (Kommandeur Landwehr-Kommando Glogau), Generalmajor Eduard Dietl (bersalaman dengan Hitler, Kommandeur 3. Gebirgs-Division), Generalmajor Paul Laux (Infanteriekommandeur 10), dan Charakter als Generalmajor Hugo Höfl (Landwehr-Kommandeur Insterburg). Foto diambil pada periode akhir tahun 1938 atau awal tahun 1939



Generalleutnant Eduard Dietl di Trondheim (Norwegia) bulan Juni 1940 setelah menempati jabatan barunya sebagai Oberbefehlshaber Gebirgskorps Norwegen (14 Juni 1940). Dia mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang diraihnya tanggal 9 Mei 1940 sebagai Komandan 3. Gebirgs-Division


Eduard Dietl berdiri di podium dalam sebuah upacara Wehrmacht yang dilaksanakan di Trondheim bulan Juni 1940. Perwira paling kiri yang berada di bawah podium adalah Oberst Karl Hans Maximilian von le Suire (pangkat terakhir: General der Gebirgstruppe), sementara perwira Kriegsmarine yang berdiri di podium paling kiri adalah Kapitän zur See August Thiele (pangkat terakhir: Vizeadmiral)


Foto ini pertama kali dimuat dalam buku "Narvik im Bild" terbitan tahun 1941 karya Gerd Röttger, dan memperlihatkan Generalleutnant Eduard Dietl (Kommandeur 3. Gebirgs-Division) bersama dengan prajurit-prajurit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) pimpinannya. Mereka semua mengenakan topi khas yang dinamakan Bergmütze (Topi Gunung), yang dihiasi oleh pin berbentuk bunga Edelweiss di bagian pinggirnya. Topi jenis ini begitu populernya di kalangan prajurit Jerman sehingga pada tahun 1943 diadopsi sebagai topi umum pasukan Wehrmacht dan SS dengan nama Feldmütze M43 (Topi Lapangan Model 1943). Atas jasa-jasanya dalam invasi Jerman atas Norwegia, pada tanggal 9 Mei 1940 Jenderal Dietl dianugerahi medali militer bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, disusul oleh Eichenlaub tanggal 19 Juli 1940 (yang terakhir sebagai Kommandierender General Gebirgskorps "Norwegen"). Dia tercatat sebagai orang pertama dari 863 orang di seantero Angkatan Bersenjata Jerman yang dianugerahi Eichenlaub, yang merupakan medali tingkat kedua dari Ritterkreuz


 
Eduard Dietl dalam sebuah foto formal di studio Firma Scherl di hari dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub tanggal 19 Juli 1940 setelah memperlihatkan prestasi yang mengesankan dalam memimpin pasukannya di Norwegia sebagai Kommandeur Gruppe Narvik. Di hari yang sama pula Dietl naik pangkat dari Generalleutnant menjadi General der Infanterie (sekaligus General der Gebirgstruppe). Tanggal 19 Juli 1940 menjadi tanggal yang bersejarah bagi sang jenderal karena dia menjadi pemegang dua rekor sekaligus di seantero Wehrmacht: orang pertama yang mendapatkan Eichenlaub dan orang pertama yang memegang pangkat General der Gebirgstruppe!


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berfoto bersama dengan General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Kommandierender General Gebirgskorps Norwegen) di Reichskanzlei tanggal 20 Juli 1940. Di hari itu Dietl mendapat pengalungan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #1 secara resmi dari Hitler, meskipun berita penerimaannya telah diterima sehari sebelumnya (19 Juli 1940). Dietl mendapatkan Eichenlaub nomor urut pertama tersebut setelah dia memperlihatkan prestasi yang mengesankan dalam memimpin pasukannya di Norwegia sebagai Generalleutnant dan Kommandeur Gruppe Narvik. Di tanggal 19 Juli 1940, Dietl juga naik pangkat dari Generalleutnant menjadi General der Infanterie / General der Gebirgstruppe. Foto ini diambil oleh fotografer dari Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann, dan pertama kali dipublikasikan dalam 'Berliner Morgenpost', edisi 21 Juli 1940.




Eduard Dietl memimpin barisan perwira Jerman melintasi sebuah jalur jalan-kaki temporer yang dipasang di atas jembatan rel kereta api menuju ke Swedia. Foto ini dibuat tahun 1940 tak lama setelah Jerman berhasil menduduki kota pelabuhan Narvik di Norwegia. Di belakang Dietl, dengan melihat tampangnya, saya yakin dia adalah Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst


  Dari kiri ke kanan: Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Kommandierender General Gebirgskorps Norwegen), dan General der Artillerie Alfred Jodl (Chef Wehrmachtsführungsamt). Mereka sedang berbincang-bincang di sela-sela istirahat selama berlangsungnya acara "Wunschkonzertes für die Wehrmacht" (Konser untuk Wehrmacht), yang diselenggarakan di Haus der Rundfunk, Berlin, tanggal 1 Desember 1940. Foto oleh Kriegsberichter M. Kreuzer


 General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Kommandierender General Gebirgskorps Norwegen) bersama dengan para perwira Jerman dan Finlandia di wilayah tundra Rusia utara bulan Juli 1941. Pada tanggal 29 Juni 1941 Dietl ditunjuk sebagai komandan Unternehmen Silberfuchs (Operasi Serigala Perak) yang merupakan operasi gabungan Jerman-Finlandia dengan tujuan untuk menduduki pangkalan Angkatan Laut utama Soviet di Murmansk melalui serangan dari wilayah Norwegia dan Finlandia. Operasi tersebut pada awalnya berjalan dengan sukses, tapi kemudian perlawanan gigih pasukan musuh ditambah dengan kondisi medan yang berat membuat gerak maju pihak penyerbu menjadi stagnan di bulan September 1941. Murmansk sendiri tetap di tangan Soviet sampai dengan akhir perang


Eduard Dietl di front Murmansk (dalam kapasitasnya sebagai Oberbefehlshaber Gebirgskorps Norwegen) bersama dengan Oberstleutnant Max Schrank (pangkat terakhir: Generalleutnant) yang saat itu menjabat sebagai komandan I/Gebirgsjäger-Regiment 100 yang menjadi bagian dari 1. Gebirgs-Division. Kita bisa melihat dalam foto ini Schrank memakai medali salib yang terang di sebelah Eisernes Kreuz I klasse di dadanya. Medali tersebut mirip benar dengan Schwerin Mecklenberg Cross, tapi Schrank berasal dari Bayern dan salib tersebut terlalu terang untuk disebut sebagai King's Ludwig Cross, jadi dipastikan itu adalah Bavarian Military Service Order 4th Class with Swords yang dia terima tanggal 3 Juli 1919. Foto ini sendiri terdapat di album foto resmi Marinekriegsberichterkompanie untuk Natal tahun 1943


Masih di front Murmansk. Spekulasi saja, No.4 tampak seperti Generaladmiral Hermann Boehm, karena dia orangnya memang rada-rada mini (untuk ukuran Eropa), dan no.6 bisa jadi adalah Vizeadmiral Eduard Eichel (laksamana gendut yang menjadi kepala galangan kapal Trondheim)


Foto lain di Murmansk. Disini Eduard Dietl sedang ngadu huntu dengan dua orang perwira Kriegsmarine. Yup! Di sebelah kiri juga adalah perwira angkatan laut, tepatnya dari Küstenartillerie (Artileri Pantai) yang seragamnya memang mirip banget dengan Heer. BTW, bila di-zoom lebih dekat, di perwira Küstenartillerie memegang botol miras dengan merk SCHLICHTE, yang bentuknya seperti INI


 
General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Kommandierender General Gebirgskorps Norwegen) dalam sebuah foto resmi yang dibuat oleh Adolf Waschel tanggal 23 Oktober 1941 (berdasarkan tulisan di foto). Dalam foto ini Dietl mengenakan bergmütze (topi gunung) di kepalanya dan mengalungkan fernglas (teropong) di lehernya, sementara di sakunya tercantol Heeresbergführer (Lencana Komandan Gunung Angkatan Darat)


 Dalam sebuah surat pribadi yang ditujukan pada Hitler, General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Kommandierender General Gebirgskorps Norwegen) menceritakan kesulitan luar biasa yang dihadapinya saat harus beroperasi di wilayah paling utara kekuasaan Jerman, kesulitan yang datangnya dari alam sekitar dan bukannya dari musuh: "Mein Führer, wilayah tundra dimana Murmansk berada, sampai hari ini kondisinya adalah sama persis dengan saat pertama kali dimana Tuhan menciptakannya. Tak ada pohon, tak ada semak-semak, dan tak ada tempat tinggal manusia. Tak ada pula jalan raya atau bahkan jalan setapak. Tak ada apapun, hanya batu-batu belaka dan kekosongan tak berujung yang mengiringinya. Wilayahnya dipenuhi oleh danau, aliran air dan sungai berarus kencang. Di musim panas tundra berubah menjadi rawa-rawa, sementara di musim dingin ditutupi oleh salju dan es dengan suhu yang turun menjadi 40 atau bahkan 50 derajat di bawah nol. Selama delapan bulan nonstop berlangsung malam kutub dengan lolongan badai salju yang membawa angin yang memekakkan telinga. Tundra seluas ratusan kilometer ini, yang mengelilingi Murmansk layaknya sebuah pertahanan alami, mempunyai satu buah gurun yang besar. Tak ada satu manusia pun dalam sejarah yang pernah bertempur di tempat ini, karena padang pasir bebatuannya tak cocok untuk penempatan tentara. Kecuali, tentu saja, bila dibangun jalan raya atau setidaknya jalan setapak untuk kuda sehingga manusia dan, lebih penting lagi, hewan pengangkut bisa melewatinya. Tapi bila aku harus melakukannya dengan pasukan yang aku punya saat ini, maka semua beban kesulitan tersebut jatuh ke pundak pasukan tempur kami, dua divisi gunung pimpinanku yang tak pernah dilatih sebelumnya untuk menghadapi kesulitan semacam ini. Hal paling pertama yang bisa diambil pelajaran oleh prajurit-prajurit dan perwiraku saat tiba disini adalah ungkapan "menyelamatkan perlengkapan yang tersisa". Disini kami hanya punya beberapa traktor, beberapa bagal, sementara kami sangat kekurangan artileri yang mampu dipindahkan dengan mudah, dan setiap divisi hanya mempunyai dua resimen saja..." (diambil dari buku 'Hitler Moves East' karya Paul Carell)



 Para perwira tinggi Gebirgsjäger di Skandinavia sedang berunding mengelilingi sebuah peta (1942). Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Franz Böhme (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps), Generalmajor August Krakau (Kommandeur 7. Gebirgs-Division), Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber Armee Lappland), dan Generalmajor Ferdinand Jodl (Chef des Generalstabes Armee Lappland). Perwira yang membelakangi kamera di kanan mengenakan holster (sarung pistol) Femaru Model 1937 7.65mm Hungaria di pinggangnya. Bentuknya mirip banget dengan holster Browning "High Power" M1935 Belgia, tapi yang terakhir hanya dibagikan ke Waffen-SS, sementara Gebirgsjäger di Norwegia serta Finlandia (dengan kebanyakan anggotanya orang Austria) lebih besar kemungkinannya untuk memakai senjata peninggalan Austro-Hungaria


General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Oberbefehlshaber Armee Lappland) berbincang-bincang bersama dengan Mayor-Jenderal Finlandia Hjalmar Siilasvuo (Komandan Korps III) di Kiestingin suunta tanggal 11 April 1942. Siilasvuo adalah salah satu jenderal Finlandia paling berprestasi dalam Perang Musim Dingin tahun 1939-1940 dimana dia, sebagai seorang kolonel dan komandan resimen, berhasil mengalahkan tiga divisi Soviet yang dikirim untuk melawannya!


General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Oberbefehlshaber Armee Lappland) dalam acara jamuan makan bersama dengan perwira-perwira Finlandia dan Jerman, termasuk Mayor-Jenderal Finlandia Hjalmar Siilasvuo (Komandan Korps III), Kolonel Väinö Palojärvi (Komandan Grup J) dan Voldemar Oinonen (Komandan Grup Oiononen). Lokasinya adalah di Kiestingin suunta tanggal 11 April 1942. Para perwira Jerman sendiri berasal dari unit Zeni (Pionier)
 

Dari kiri ke kanan: Eduard Dietl, Erich Buschenhagen dan Nikolaus von Falkenhorst


Eduard Dietl dan perwira Heer

Dalam dokumen pemberian Narvik Shield (yang telah dibingkai) ini kita bisa melihat tanda tangan Eduard Dietl di kanan bawah


Eduard Dietl dan para perwira Wehrmacht di musim dingin


Eduard Dietl menginspeksi latihan pasukannya di medan bersalju


Eduard Dietl bersama dengan Letnan Jenderal Hjalmar Fridolf Siilasvuo dari Finlandia


Badut-badut Jerman di Norwegia, Juli 1942: Eduard Dietl (memegang telinga) dan Josef Terboven (memegang martil)!



 Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgsarmee) dalam kunjungan ke unit-unit yang berada di bawah komandonya di Front Kutub (Finlandia dan Norwegia), tahun 1942. Disini dia bersama dengan Generalleutnant Hermann Tittel (Kommandeur 169. Infanterie-Division)


Eduard Dietl bersama dengan panglima armada u-boat Karl Dönitz


Eduard Dietl dan perwira Heer


Eduard Dietl di depan sebuah rumah di Norwegia


Eduard Dietl bersama dengan Ferdinand Schörner (pangkat terakhir: Generalfeldmarschall)


Disini kita bisa melihat jelas lencana Heeresbergführer berlambang bunga bangkai eh Edelweiss di lengan dan dada Eduard Dietl


Eduard Dietl menggandeng dua orang kepercayaannya. Perwira Heer di sebelah kiri adalah Oberleutnant Fürst Windisch-Grätz (perwira sandi Dietl), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanan adalah Oberleutnant Konrad Knabe (calon peraih Ritterkreuz tanggal 16 April 1943 dan saat itu menjabat sebagai Kettenführer di Aufklärungsstaffel 1.(F)/124 (Kette Lappland)


Eduard Dietl berbincang-bincang dengan seorang perwira Heer di wilayah tundra Rusia bulan Juli 1941


Tanda tangan Eduard Dietl


Lukisan Eduard Dietl yang dibuat oleh pelukis perang Jerman terkemuka masa Perang Dunia II Wolfgang Willrich. Untuk biografi Willrich sendiri bisa dilihat DISINI, sementara beberapa hasil karyanya bisa dilebok DISINI


Sketsa Eduard Dietl yang disebarluaskan di masa perang dalam bentuk kartu pos


Eduard Dietl dalam sebuah perjamuan makan


Eduard Dietl berfoto bersama para staff wanita Wehrmacht (Helferinen) di Lapland


Foto langka yang memperlihatkan Eduard Dietl memakai perlengkapan terjun payung. Tampaknya dia bersiap-siap untuk menaiki Junkers Ju 52 "Tante" dan menyempatkan diri sebentar untuk ngobrol ngalor-ngidul dengan dua orang perwira Luftwaffe untuk membahas siapa pemenang lomba gapleh Agustusan kali ini!

Eduard Dietl berfoto bersama seorang perwira Kriegsmarine


Eduard Dietl berjalan bersama General der Flieger Willi Harmjanz


Eduard Dietl dalam sebuah upacara pemakaman prajurit Wehrmacht di Finlandia. Mengenai jenderal di belakangnya, saya tidak tahu siapa dia (soalnya nggak ada keterangannya). Tapi dari wajahnya saya menebak dia adalah Ferdinand Jodl, jenderal yang merupakan adik dari kepala staff Wehrmacht Alfred Jodl


Eduard Dietl bersama dengan jenderal SS Matthias Kleinheisterkamp


Generaloberst Eduard Dietl memakai topi khas pasukan gunung Jerman yang bernama bergmütze. Topi ini merupakan adaptasi dari topi yang dipakai oleh pasukan gunung Austro-Hungaria dalam Perang Dunia Pertama, juga lambang edelweiss yang tersemat di pinggirnya. Begitu populernya topi ini, sehingga di pertengahan Perang Dunia II sampai dengan akhir perang, hampir seluruh unit Wehrmacht mempunyai topi versi mereka sendiri yang bentuknya dijiplak dari bergmütze!



Eduard Dietl memakai jaket kamuflase putih musim dingin


Eduard Dietl di lapangan. Kita bisa melihat di lengannya terpampang Narvik Shield yang diterimanya setelah pertempuran Narvik yang menjadi penentu keberhasilan Jerman menguasai Norwegia


Eduard Dietl berfoto dengan medali Eichenlaub yang diterimanya tanggal 19 Juli 1940. Dia tercatat sebagai orang pertama yang menerima medali ini (dari total 890 yang diberikan, 882 kepada prajurit Wehrmacht, dan 8 kepada sukarelawan asing dan sekutu Jerman). Di tanggal tersebut pula, pangkatnya naik dari Generalleutnant menjadi General der Gebirgstruppe


Eduard Dietl difoto tanggal 22 April 1943 oleh Kriegsberichter Bauriedl. Perhatikan medali berbentuk bintang laut yang tersemat di dada kirinya! Itu adalah Order of the Cross of Liberty (1st Class with Star, Oakleaf and Swords) yang merupakan medali dari Finlandia, sekutu Jerman dalam Perang Dunia II. Nama dalam bahasa asalnya sendiri adalah "Vapaudenristin Ritarikunta "


Eduard Dietl bermain bersama... Jujur, saya bingung melihat satwa ini, apakah anak singa atau anak domba? Yang jelas bukan anak kuntilanak!


Eduard Dietl bersama dengan kolonel Oiva Willamo dari Finlandia, September 1943. Willamo adalah petugas penghubung Finlandia yang diperbantukan di bawah komando Dietl



Eduard Dietl berbicara dengan Prof. Dr. Albert Speer, arsitek favorit Hitler yang juga merupakan Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion (Menteri Peralatan dan Produksi Perang), di lapangan terbang di Eropa Utara tanggal 23 Desember 1943. Speer memakai pita lengan Organisation Todt dan sedang mengadakan kunjungan kepada pasukan Jerman di Front Utara, sementara Dietl bertemu dengan Speer dalam kapasitasnya sebagai panglima Grup AD Lapland (Oberbefehlshaber der Heeresgruppe Lappland)



Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgs-Armee) mengenakan jaket tebal bulu domba untuk menghadapi musim dingin Skandinavia yang terkenal membekukan. Di bagian lengannya terdapat insignia kepangkatan - yang biasanya tersemat di seragam kamuflase - dengan tiga rangstern (pips) yang menunjukkan pangkat pemakainya saat itu: Generaloberst. Dietl juga mengenakan bergmütze (topi gunung) dengan simbol khas bunga Edelweiss di bagian pinggir. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil


Eduard Dietl di atas Kübelwagen. Di belakangnya adalah General der Gebirgstruppe Karl Eglseer yang memakai jaket kamuflase bolak-balik putih-loreng. Dengan begitu bisa dipastikan bahwa foto ini diambil musim panas tahun 1944 
Pada hari Jum'at tanggal 23 Juni 1944, tepatnya pukul 07:42 pagi, pesawat transport Junkers Ju 52/3mg11 "A2+AA" (Werknummer 7596) milik Wehrmacht terjatuh di dekat sebuah desa kecil bernama Rettenegg, Styria (Austria). Pada saat kejadian, pesawat tersebut dinaiki oleh sembilan orang, dan tujuh diantaranya tewas di lokasi kejadian. Termasuk diantara yang kehilangan nyawanya dalam peristiwa kecelakaan tersebut adalah jenderal-jenderal terkemuka Heer: Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgsarmee), General der Infanterie Thomas-Emil von Wickede (Kommandierender General X. Armeekorps), General der Gebirgstruppe Karl Eglseer (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps), dan Generalleutnant Franz Rossi (Kommandeur Divisionsgruppe Rossi). Foto ini memperlihatkan upacara pemakaman Generaloberst Dietl yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 1944. Para penjaga kehormatannya adalah para perwira tinggi Wehrmacht yang juga merupakan Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes). Paling depan di sebelah kiri adalah General der Gebirgstruppe Rudolf Konrad (Führerreserve), sementara di sebelah kanannya adalah General der Gebirgstruppe Georg Ritter von Hengl (Chef Nationalsozialistische-Führungsstabes im Oberkommando des Heeres)


 Monumen ini terdapat di hutan dekat desa Rettenegg, Weiz Bezirk, Styria (Steiermark), Austria, tepat di lokasi jatuhnya Junkers Ju 52/3mg8e "A2+AA" (Werknummer 7596). Pesawat transport kepunyaan Kommandierende General der Deutschen Luftwaffe in Finnland tersebut menabrak bumi pada tanggal 23 Juni 1944 pukul 07:42 pagi, setelah mengalami masalah mesin di ketinggian 1.800 meter saat melintasi Hochwechsel, 15 kilometer sebelah tenggara Semmering. Kerusakan yang diderita mencapai 95%. Di dalamnya terdapat sembilan orang penumpang (termasuk lima awak pesawat), dengan tujuh diantaranya kehilangan nyawanya di hari itu. Keempat orang penumpangnya bukanlah orang biasa, melainkan para petinggi Wehrmacht di Finlandia yang sedang dalam perjalanan kembali dari Jerman setelah menemui Hitler di Obersalzberg satu hari sebelumnya. Mereka adalah (diurut dari pangkat tertinggi): Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgsarmee), General der Infanterie Thomas-Emil von Wickede (Kommandierender General X. Armeekorps), General der Gebirgstruppe Karl Eglseer (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps), dan Generalleutnant Franz Rossi (Kommandeur Divisionsgruppe Rossi), Sementara itu, lima orang awak pesawatnya adalah: Flugzeugführer (1) (Staffelführer) Oberleutnant Erich Jakob, Flugzeugführer (2) Oberleutnant Hans Kowollik, Bordfunker Feldwebel Huber, Bordmechaniker Oberfeldwebel Meier, serta Bordschütze Unteroffizier Heinz Thieme. Dua orang yang selamat dalam kecelakaan ini adalah Meier dan Huber. BTW, monumen ini sendiri adalah hasil buatan pribadi dan bukan didanai oleh pemerintah. Karenanya kita bisa melihat ketidaksesuain nama yang terdapat di plakat dengan informasi resmi dari pihak yang berwenang saat itu!


Seragam Eduard Dietl yang kini berada di Helsinki, Finlandia


Lukisan Eduard Dietl yang dibubuhi tanda tangannya. Sayang tidak berwarna!


Dan ini saya kasih versi yang berwarnanya!


Lukisan lain dari Eduard Dietl (sekarang berwarna!). Disini digambarkan dia sedang bermain ski dengan memakai sarung tangan rajutan wol bermotif


Ilustrasi yang diambil dari buku terbitan OSPREY, dan memperlihatkan tiga jenderal terkemuka Wehrmacht. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Heinz Guderian (Panzertruppen), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Infanterie), dan Generaloberst Eduard Dietl (Gebirgsjäger)


Masih dari OSPREY. Kali ini Eduard Dietl disandingkan dengan Hans-Valentin Hube dan Heinz Guderian. Di sebelah Dietl adalah bentuk dari Narvik Shield


Berbagai macam boneka dan miniatur Eduard Dietl



Sumber :
Buku "German Army Uniforms and Insignia" oleh Brian L. Davis
Foto Koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi 12th Panzer (Bill T.)

www.audiovis.nac.gov.pl
www.elektra.bsb-muenchen.de
www.en.wikipedia.org
www.feldgrau.net
www.forum.axishistory.com
www.garrisonsoldiers.com.au

www.gettyimages.com
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.hobbymail.ru
www.life.com
www.militaria321.com
www.oulu.ouka.fi
www.personal.inet.fi

www.sa-kuva.fi 
www.ullsteinbild.de
www.wehrmacht-awards.com
www.wehrmacht-odlikovanja.com
www.ww2db.com

1 comment:

SA1USATU said...

foto-fotonya bagus bang....
sekali lagi saya dapat foto2 baru tentang Nazi . . .
lanjut . .. .